Thursday, April 23, 2026
More
    Home Blog Page 92

    Semarak Live In Paskah di Paroki Serpong, Tangerang: Maknai Tri Hari Suci!

    Fr. Fransesco Agnes Ranubaya- Calon imam Projo Keuskupan Ketapang- bersama Romo Haris A, OSC

    MajalahDUTA.Com, Suara DUTA– Perayaan Paskah merupakan Hari Raya yang paling dinanti-nantikan oleh umat Katolik. Karena pada perayaan inilah, seluruh umat Katolik merayakan kemenangan Kristus atas maut. Ia telah bangkit dari antara orang mati sehingga seluruh umat manusia bersukacita karena Sang Penebus Dunia telah mengalahkan kuasa dosa dan maut. Sebelum Perayaan Paskah, kita mengenal Tri Hari Suci (Triduum) Paskah yang terdiri dari Kamis Putih, Jumat Agung, dan Malam Paskah hingga kebangkitan-Nya.

    Menjelang perayaan Tri Hari Suci, dua putera Kalimantan yaitu Frater Fransesco dan Frater Andre mengunjungi salah satu Paroki di Keuskupan Agung Jakarta yaitu Paroki St. Monika Bumi Serpong Damai (BSD) di Tangerang. Sebelumnya, dalam masa Natal, Frater Fransesco mengunjungi Paroki Keuskupan Bogor yaitu Paroki St. Petrus Cianjur, kali ini bergeser sedikit ke Kota Metropolitan Tangerang. Asistensi kali ini bertujuan untuk melaksanakan tugas pelayanan di masa libur Paskah serta pembelajaran dan pengalaman di Paroki Kota. Melalui tugas di Paroki kota, kedua Frater dapat menimba refleksi serta menemukan perbandingan antara perkembangan Paroki yang ada di Kota besar dan juga pedesaan.

    Secara geografis, Awal terbentuknya Paroki Serpong meliputi daerah Curug (saat ini Paroki Curug-Gereja Santa Helena), daerah Citra Raya (sekarang Paroki Citra Raya-Gereja Santa Odilia), daerah Alam Sutera dan Gading Serpong (sekarang Paroki Alam Sutera- Gereja Santo Laurensius), Villa Melati Mas (sekarang Paroki Villa Melati – Gereja Santo Abrosius), seluruh kawasan Bumi Serpong Damai sampai ke Villa Dago Tol dan Puspitek. Paroki Serpong membentuk dua stasi yaitu Stasi St. Helena yang meliputi Karawaci, sebagian daerah Binong dan sebagian daerah Legok; Stasi St. Odilia yang meliputi daerah Bitung, Balaraja, Cikupa, Cisoka, Legok, dan Panongan.

    Perjalanan Paroki Serpong

    Perkembangan Paroki Serpong sendiri terbilang sangat pesat. Awalnya Paroki Serpong berdiri pada tahun 1995. Jumlah umat kala itu terdiri dari 1.035 KK yang tersebar di 14 lingkungan. Data akhir yang diambil dari BIDUK pada 31 Desember 2019, jumlah umat yang terdaftar di paroki Serpong sebanyak 4.716 KK dengan 15.688 umat yang terbagi dalam 23 wilayah dan 108 lingkungan. Kemungkinan masih akan ada pemekaran wilayah dan lingkungan lagi (Gereja St. Benediktus).

    Untuk sampai ke Paroki Serpong, kami memulai perjalanan dari Malang di Stasiun Malabar menuju Stasiun Pasar Senen menggunakan KAI Matarmaja. Kami harus bersabar sejenak di dalam kereta selama belasan jam. Sampai di Stasiun Pasar Senen, kami beristirahat sejenak menunggu loket KRL. Untuk mencapai Serpong, kami menggunakan kereta Commuter Line yang berhenti di setiap stasiun terdekat. Rutenya kira-kira seperti ini: Dari Pasar Senen kereta berjalan menuju Stasiun Kemayoran, Rajawali, Kampung Bandan, Angke, melewati Stasiun Duri kemudian transit di Stasiun Tanah Abang.

    Perjalanan dilanjutkan dari Tanah Abang dengan menggunakan Commuter Line arah Rangkasbitung. Karena disarankan oleh teman bahwa Paroki St. Monika lebih dekat melalui Stasiun Rawa Buntu daripada Stasiun Serpong, kami melanjutkan perjalanan dari Stasiun Tanah Abang, melewati Stasiun Palmerah, Kebayoran, Pondok Ranji, Jurang Mangu, Sudimara dan berhenti di Stasiun Rawa Buntu. Pembelian tiket juga relatif murah, apalagi dapat menggunakan Aplikasi Gojek melalui fitur GoTransit untuk membeli tiket KRL. Tiket keluar masuk sudah komplit melalui aplikasi tersebut dan sangat terjangkau dibandingkan bila kami menggunakan transportasi konvensional, ojek online dan sejenisnya. Setibanya di Stasiun Rawa Buntu, kami lanjut menggunakan GrabCar menuju Paroki Serpong. Kami tiba di Paroki Serpong sekitar pukul 09.00 WIB dan berjumpa langsung dengan Pastor Paroki Serpong RP. Rafael Maria Haryo Adipramono, OSC di Pastoran.

    Kami sendiri melihat bahwa umat di Paroki Serpong sangat mandiri. Segala sesuatu dikerjakan dengan baik, rapi dan sistematis dari umat, oleh umat dan untuk umat. Sebelum natal saja, kepanitiaan telah mencari para pengurus. Sekitar akhir Januari atau awal Februari, para panitia Paskah telah bergerak untuk mempersiapkan masa Paskah. Beberapa tantangan dalam persiapan antara lain: Kapasitas Gereja tidak mencukupi sehingga harus didirikan tenda. Ada banyak pintu masuk seperti gerbang Alamanda dan gerbang Ursula sehingga harus diatur sedemikian rupa agar tidak menyebabkan kemacetan lalu lintas. Pelaksanaan Tri Hari Suci tentu saja sudah berjalan dengan sebagaimana mestinya karena segala hal tersebut telah dipersiapkan oleh panitia sedetail mungkin.

    Selama Tri Hari Suci

    Selama masa Tri Hari Suci, kami berdua mendapatkan tugas membagikan komuni. Situasi Gereja terlihat penuh dengan umat bahkan jauh sebelum waktu yang ditentukan. Menurut informasi Romo Adi, umat yang hadir tidak sepenuhnya berasal dari Paroki Serpong tetapi juga dari paroki-paroki sekitar. Hal tersebut dipengaruhi dengan jarak tempuh dari pemukiman menuju Gereja dan jadwal misa hingga tiga kali dalam sehari selama pekan Tri Hari Suci.

    Perlu diketahu bahwa tema Paskah tahun ini di Paroki Serpong berdasarkan arah dasar Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) yaitu “Kesejahteraan Bersama”. Maka dari itu, ada begitu banyak program-program untuk mengaplikasikan tema besar “Kesejahteraan Bersama” tersebut. Romo Adi melihat bahwa efek pandemi belum selesai dan tidak hanya menyerang kalangan menengah ke bawah tetapi juga para pengusaha. Banyak perusahaan bangkrut dan tidak dapat melanjutkan usahanya karena efek pandemi yang berkepanjangan. Seksi PSE (Pengembangan Sosial dan Ekonomi), menurut Romo Adi memiliki peran yang besar dalam membantu memfasilitasi kebutuhan sementara.

    Dana sosial yang digunakan melalui Celengan Yesus Tuna Wisma (CYTW). Bumi Serpong Damai, notabene klaster-klaster, rumah mewah, situasi ekonomi seperti bubble; seolah-olah bagus, tetapi di dalamnya ada masalah yang tidak diketahui. Dengan arah dasar Keuskupan tersebut, banyak hal yang dapat dilakukan, seperti vaksinasi, fogging, disinfektan untuk sepuluh RT, dan lain-lain. Di Bidang sekolah, Paroki juga memfasilitasi anak-anak dengan program Ayo Sekolah, Ayo Kuliah (ASAK). Beberapa program tersebut merupakan bentuk aplikasi arah dasar Keuskupan Agung Jakarta.

    Penulis: Fr. Fransesco Agnes Ranubaya- Calon imam Projo Keuskupan Ketapang

    Prom Night Angkatan 59 Kelas 12 SMA Santo Paulus Pontianak: Siswa Jepang Turut Meriahkan Malam Pesta!

    Suasana Makan Malam

    MajalahDUTA.Com, Featured– Salah satu agenda tahunan yang ditunggu-tunggu dan menjadi momen langka sekaligus perpisahan bagi siswa-siswi kelas 12 yang baru saja lulus adalah Prom Night. Tidak semua sekolah mewajibkan agenda ini. Nah, SMA Santo Paulus Pontianak menjadikan Prom Night sebagai agenda wajib yang dilakukan setiap tahunnya.

    Pada sabtu malam, 15 April 2023 siswa-siswi SMA Santo Paulus mengadakan kegiatan Prom Night atau malam perpisahan di Harris Hotel Pontianak. Acara yang dimulai pukul 18.15 WIB ini dihadiri para guru dan seluruh siswa-siswi kelas 12.

    Sebelum memasuki ruangan, seluruh peserta yang berpartisipasi melakukan registrasi terlebih dahulu. Kemudian, dilanjutkan dengan doa dan makan malam bersama. Setelah selesai makan bersama, agenda prom night dibuka langsung oleh MC yang memandu acara Prom Night sampai selesai.

    Jerih payah selama 3 tahun

    Malam perpisahan ini sekaligus sebagai tanda penghargaan yang mereka rasakan bersama-sama selama menjalani proses pembelajaran dan kembali mengenang masa-masa kebersamaannya selama 3 tahun di sekolah.

    Prom Night yang dirancang oleh angkatan 59 ini bertemakan “Avenoir Awards” yang artinya adalah suatu penghargaan yang menggambarkan hasil jerih payah mereka selama berjuang 3 tahun.

    Avenoir Awards ini diartikan sebagai penghargaan atas pencapaian yang telah diperjuangkan selama 3 tahun. Berjuang, berusaha, dan mendapatkan penghargaan”, ungkap Aquine Sebening perwakilan siswi kelas 12 sekaligus ketua panitia Prom Night saat ditanya arti dari “Avenoir Awards”.

    Sekali Santo Paulus, Tetap Santo Paulus

    Saat memulai kata sambutannya Kepala SMA Santo Paulus Pontianak Br. Filianus Nasu Rusik, MTB meneriakkan keras yel yel SMA Santo Paulus sebanyak tiga kali.

    “Sekali Santo Paulus” teriak Br. Filianus membuka sambutannya.

    Dengan penuh semangat seluruh siswa-siswi angkatan 59 membalas dengan teriakan “Tetap Santo Paulus”.

    Dalam sambutannya Br. Filianus mengungkapkan bahwa tiga tahun sudah angkatan 59 bersama-sama, banyak cerita, dan proses yang telah mereka lalui.

    “Sudah tiga tahun angkatan 59 bersama-sama di SMA Santo Paulus, saya pikir sudah banyak cerita dan proses yang Anda lalui. Tadi ketika saya datang, di pintu gerbang saya melihat ada perubahan. Yang hitam semakin putih, yang putih semakin putih. Semuanya sudah berubah. Baru seminggu Anda selesai menjalani ulangan akhir, tetapi sudah ada perubahan. Jadi saya rasa beberapa tahun ke depan akan semakin banyak perubahan yang terjadi dalam dirimu,” katanya.

    Br. Fillianus berpesan kepada seluruh siswa-siswi angkatan 59 untuk terus berkembang melanjutkan kehidupan sampai karirnya sukses dan tidak melupakan almamater tercinta. Ia berharap kelak mereka dapat kembali dan berkontribusi untuk SMA Santo Paulus Pontianak.

    “Teruslah berkembang sesuai dengan tahapan-tahapan kehidupan yang harus Anda jalani. Silahkan Anda terus lanjut dengan kehidupanmu, melanjutkan studi atau kembali ke masyarakat dengan karirmu. Harapan kami semoga Anda sekalian menjadi orang-orang yang sukses dan kalau sudah sukses mohon untuk tidak melupakan almamater tercinta, tengoklah ke belakang, lihatlah kembali, berikanlah kontribusimu untuk almamater tercinta” begitu akhir sambutannya.

    Bangga menjadi Siswa-siswi SMA St. Paulus, sampai berjumpa di masa depan

    Dalam sambutannya sekaligus mewakili angkatan 59, Aquine menyampaikan ucapan terimakasih untuk semua guru, Staf SMA Santo Pulus karena sudah membimbing, menuntun dan memberikan ilmu untuk mereka dan juga pengalaman-pengalaman yang mereka dapatkan selama tiga tahun di sekolah.

    “Kami meminta maaf untuk bapak dan ibu guru atas segala kesalahan kami yang disengaja ataupun tidak disengaja. Kesan kami untuk kalian adalah merasa bangga karena bisa bersekolah di SMA Santo Paulus Pontianak ini. Kami bisa mengenal bapak dan ibu guru serta teman-teman terkasih, begitu banyak pengalaman yang terukir dan cerita yang bisa menjadi kenangan kita bersama dan banyak pengetahuan menjadi bekal untuk masa depan kami”, ungkapnya.

    Mewakili angkatan 59 ia juga berpesan untuk semua guru agar selalu bersabar, bijaksana dan selalu ceria dalam memberikan pelajaran di Sekolah.

    “Untuk pesannya kami berharap bapak dan ibu guru selalu diberikan kesabaran, kebijaksanaan dan selalu ceria dalam mengajar di sekolah kita yang tercinta ini. Kami selalu berdoa semoga bapak dan ibu selalu sehat dan dilindungi oleh Tuhan Yesus dan untuk para teman-teman sekalian semoga kita semua bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan menjadi manusia yang lebih bijak dan bermanfaat” pesan Aquine untuk bapak/ibu guru dan teman-temannya.

    “Jangan lupa teman-teman jadikan kesuksesan sebagai pertemuan yang membahagikan. Sukses ya untuk kita semua, sampai berjumpa di masa depan”, katanya mengakhiri pidato.

    Suasana ceria, dan penuh kebahagian angkatan 59 turut menjadi bukti bahwa perpisahan siswa-siswi angkatan 59 adalah momen yang begitu berharga dan tidak terlupakan karena kenangan ini mempertemukan seluruh angkatan 59 dan guru SMA Santo paulus Pontianak sebelum mereka kembali melanjutkan visi dan misi kedepannya.

    Hiburan dan Penghargaan

    Selanjutnya, prom night dilanjutkan dengan kegiatan hiburan dan penghargaan. Adapun rangkain acara setelah kata sambutan dari kepala sekolah dan ketua panitia yaitu memasuki acara hiburan dan penghargaan yang meliputi hiburan oleh Dance SMA St. Paulus Pontianak, kategori the best costum, beberapa perform dari siswa, fashion show, kategori the most fiendly, doorprize oleh EO  Star Even Indonesia, kategori king and queen, dan perform DJ penutup acara.

    Penghargaan Prom Night yang ditunggu-tunggu siswa-siswi angkatan 59 adalah kategori the best costum, the most friendly, dan kategori king and queen. Kategori the best costum dimenangkan oleh Grcae Liberty siswi kelas 12 MIPA A.

    “Teman-teman saya semua memiliki penampilan yang luar biasa, jujur ga nyangka aja saya bisa terpilih menjadi the best costum”, ungkap Grace Liberty saat ditanya MC perasaannya memenagkan kategori tersebut.

    Kategori the most friendly dimenangkan oleh Aquine siswi kelas 12 MIPA A. “Terimakasih”, kata siswi yang bercita-cita menjadi Dokter sambil tersenyum saat ditanya perasaaannya oleh MC.

    Kemudian, kategori yang terakhir yaitu King and Queen dimenangkan oleh Kevin siswa kelas 12 MIPA A dan Marsya Stevani siswi kelas 12 MIPA C. Mereka sangat senang bisa menjadi pemenang penghargaan King and Queen Prom Night SMA Santo Paulus Pontianak tahun 2023.

    Ada Siswa dari Jepang

    Menariknya dalam perayaan prom night angkatan 59 ini, ada siswa dari Jepang yang terlibat. Namanya Yuto Takahashi, dia adalah seorang pelajar dari Jepang yang mengikuti agenda pertukaran pelajar yang bertempatkan di kelas 12 SMA Santo Paulus Pontianak.

    Yuto Takahashi mengungkapkan senang bisa menjadi pelajar di SMA Santo Paulus Pontianak. Ia menyampaikan ucapan terimaksih kepada semua guru dan teman-teman yang telah membimbingnya selama belajar di sekolah.

    “Saya Yuto Takahashi, saya berasal dari Jepang. Kesan saya selama menjadi pelajar di SMA Santo Paulus adalah senang banget. Untuk para guru yang telah membimbing saya selama belajar, terimaksih banyak dan terimakasih juga untuk teman-teman khususnya teman sekelas saya 12 MIPA A”, ungkapnya.

    Saat diminta untuk menyampaikan kesannya mengikuti Prom Night, Yuto mengungkapkan bahwa ia sangat antusias mengikuti Prom Night dan menjadi bagian dari angkatan 59. Ia juga berharap kelak sukses nanti ia akan kembali ke Pontianak.

    “Seru banget, cewek-cewek SMA Santo Paulus Pontianak cantik-cantik. Sekali lagi terimaksih untuk teman-teman semua ya. Setelah saya sukses nanti, saya akan kembali ke sini. See you again”, katanya saat diminta menyampaikan kesanya mengikuti Prom Night.

    Makna prom night bagi ketua angkatan 59 dan perwakilan siswa berprestasi Paulus

    Prom night itu sebuah acara yang menjadi puncak dari segala rangkaian kegiatan di masa SMA. kesannya sangat mengasikkan, karena selama masa SMA lingkungannya dari guru hingga teman-temannya sangat beraneka ragam, jadi menciptakan lingkungan yang asik. Pada akhirnya keseruan itu harus saya lepaskan, tentunya akan memberikan rasa sedih yang cukup mendalam. Kesan saya untuk para guru adalah seru dan beragam. Pesan saya untuk para warga sekolah, kedepannya jangan saling melupakan karena meskipun kita dari rahim yang berbeda tapi kita tetap keluarga besar SMA Santo Paulus. Sekali Santo Paulus tetap Santo Paulus”, kata Dalton ketua angkatan 59.

    “Momen perpisahan yang di lakukan di lingkungan sekolah terasa menyedihkan. Namun, prom night membuatnya tidak begitu menyedihkan, karena sebagian siswa dipertemukan kembali sebelum perpisahan yang sesungguhnya, dengan suasana selayaknya berpesta. Saya bangga mengenal teman-teman yang dipertemukan dengan saya selama 3 tahun masa pembelajaran di SMA. Meskipun tidak bersifat selamanya, namun kenangan dapat hidup selamanya. Kepada teman-teman, semoga apapun yang telah kalian impikan dapat kalian lakukan setelah perpisahan ini. Kepada guru pengajar maupun teman-teman, sampai berjumpa lagi dengan diri kita yang lebih baik lagi di masa depan”, kata Wesley salah satu siswa berprestasi SMA Santo Paulus.

    Selanjutnya di penghujung acara ditutup dengan DJ persembahan dari EO Star Event Indonesia. Pecah, penuh kebahagian dan sangat meriah, seluruh angkatan 59 begitu menikmati DJ bersama-sama. Beberapa siswa-siswi terlihat belum bisa meninggalkan acara sampai DJ selesai.

    Penulis: Agustinus Ridwan, S.Pd -Guru Kimia SMA Santo Paulus Pontianak
    Editor: Redaksi Majalah DUTA

    Temu OMK se-SINGBEBAS KAP: OMK Bangkit & Bersaksilah!

    Perayaan Ekaristi dalam Temu OMK se-Dekanat SINGBEBAS

    MajalahDUTA.Com, Jagoi Babang– Singkawang, Bengkayang, dan Sambas menyelenggarakan acara Singbebas Youth Meet Up pada 21-23 April 2023 dengan tema “OMK Bangkit & Bersaksilah!”. Acara ini dihadiri oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus, Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, SE., M.M., serta para Pastor Pendamping OMK Dekenat Singbebas.

    “Tema ini merupakan moto Indonesia Youth Day dan digunakan di seluruh dunia,” kata Uskup Agustinus dalam homilinya.

    Acara ini diadakan sebagai wadah bagi OMK (Orang Muda Katolik) se-Singbebas KAP (Singkawang-Bengkayang-Sambas) untuk berkumpul dan memperkuat iman serta semangat dalam mempersiapkan diri sebagai penerus gereja.

    Para peserta dari Orang Muda Katolik Singkawang, Bengkayang, dan Sambas tampak antusias dalam mengikuti berbagai  katekese hingga diskusi antar mereka untuk memperdalam pengetahuan tentang Katolik dan peran orang muda zaman ini.

    Bapa Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus Uskup Agung Pontianak, memberikan sambutan untuk memberikan semangat bagi para peserta agar tetap bersemangat dalam memperkuat iman dan mengembangkan potensi diri. Sementara itu, Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, SE., M.M., juga memberikan sambutan yang menekankan pentingnya generasi muda dalam membangun bangsa.

    Para peserta juga mengikuti berbagai kegiatan guna membina solidaritas dan persaudaraan. Menurut reporter tim KOMSOS Keuskupan Agung Pontianak, acara itu panitia harapkan dapat memberikan dampak positif bagi para peserta dalam memperkuat iman, memperdalam pengetahuan tentang keagamaan dalam hal ini adalah Katolik, serta mengembangkan potensi diri sebagai orang muda Katolik.

    “Semoga acara serupa dapat terus diselenggarakan di masa depan untuk mendukung perkembangan OMK se-Singbebas KAP,” kata salah satu peserta yang terlibat dalam acara tersebut.

    Sumber: Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus
    Penulis: Samuel- KOMSOS KA Pontianak

    Majelis Pendidikan Katolik Keuskupan Agung Pontianak Mengadakan Misa Paskah dan Seminar Pendidikan

    Usai Perayaan Ekaristi semua Petugas Koor diajak Uskup Agustinus untuk foto bersama

    MajalahDUTA.Com, Pontianak– Sabtu 15 April 2023 – Majelis Pendidikan Katolik Keuskupan Agung Pontianak (MPK) mengadakan Misa Paskah dan Seminar Pendidikan dengan tema “Peran Pendidikan Tinggi Katolik Dalam Meningkatkan Kualitas Mutu Sekolah Katolik”. Bertempat di Katedral Pontianak telah dilaksanakannya misa Paskah bersama dari Majelis Pendidikan Katolik Keuskupan Agung Pontianak yang dipimpin oleh Uskup Keuskupan Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus didampingi Ketua Yayasan Landak Bersatu, Romo Johanes Marianto OP, Pastor Paroki Katedral Pontianak, RD Alexius Alex dan Ketua Komisi Pendidikan Keuskupan Agung Pontianak Pastor Ambot OFMCap.

    Acara dihadiri oleh berbagai yayasan yang tergabung dalam Majelis Pendidikan Katolik ada dari Keuskupan Agung Pontianak, Keuskupan Sanggau, Keuskupan Ketapang dan Keuskupan Sintang. Dimotori oleh Ketua Majelis Pendidikan Katolik Keuskupan Agung Pontianak, Bruder Vianny MTB mengundang semua unsur tersebut untuk turut hadir dalam kegiatan paskah bersama.

    Sejumlah yayasan pendidikan juga hadir dalam seminar tersebut, seperti Yayasan Pendidikan Sekolah Bruder, Yayasan Gembala Baik, Yayasan Pengabdi Sesama Manusia, Yayasan Amal dan Kurban, Yayasan Santo Yusuf, Yayasan Perguruan Masyarakat Kalimantan Barat, Yayasan Santa Maria Banjarmasin, Yayasan Perrak, dan Yayasan Badan Karya Kuala Dua Sanggau.

    Dalam homili Uskup Agustinus menyampaikan pentingnya sikap berjalan bersama antara umat beriman. Mustahil manusia bisa hidup tanpa bantuan dari orang lain, oleh karenanya ia juga menggarisbawahi setiap perjuangan hendaknya harus dilakukan secara bersama-sama .

    Menurut Uskup Agustinus sikap untuk berani mengambil bagian penderitaan termasuk didalamnya bekerja bersama merupakan bagian integral yang menjadi pusat dan titik utama dalam kebersamaan.

    Usai misa Paskah bersama, selanjutnya semua peserta termasuk didalamnya ada guru, pegawai, dan staf dari yayasan Pendidikan Katolik yang merupakan bagian dari Majelis Pendidikan Katolik Keuskupan Agung Pontianak untuk mengikuti seminar yang mengusung tema “ Peran Pendidikan Tinggi Katolik Dalam Meningkatkan Kualitas Mutu Sekolah Katolik” yang diberikan langsung oleh Ketua Yayasan Landak Bersatu Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, Romo Johanes Robini Marianto OP.

    Dalam materinya Romo Robini OP menjelaskan beberapa trends di dalam dunia Pendidikan (emerging). Menurutnya Tect trends in teaching and Learning: gamification, blockchain, Al and more. Dikatakan bahwa yang paling penting untuk generasi saat ini adalah kemampuan manusia untuk mampu menyesuaikan perkembangan teknologi yang dimaksudkan untuk mendukung dalam eksistensi manusia termasuk didalamnya adalah kemampuan untuk mempersentasikan kualitas yang terbaik bersama pendidikan.

    Untuk Pendidikan Romo Robini OP menitikberatkan unsur yang paling penting dalam hal pengembangan pendidikan adalah Sumber Daya Manusia. Menurutnya investasi Sumber Daya Manusia merupakan faktor yang paling utama dalam pengembangan pendidikan.

    “Kualitas pendidikan Katolik yang bermutu yang paling penting adalah pengemangan Sumber Daya Manusia pertama yang bisa dilakukan yaitu menyediakan Sumber Daya Manusia yang bermutu,” katanya Romo Robini OP.

    Romo Johanes Robini Marianto OP juga berbagi kisah-kisah seputar sejak Yayasan Landak Bersatu diambil alih kelola oleh Keuskupan Agung Pontianak dan kini sudah menjadi Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo di Keuskupan Agung Pontianak pertama-tama yang dibangun yakni mengembangkan Sumber Daya Manusia menguatkan dan memperbaiki Manajemen Pendidikan hingga menyiapkan tenaga kerja yang berjejaring.

    Romo Robini OP menjelaskan ciri khas yang membedakan Katolik dari Pendidikan yang lain dalam berdasarkan  pengalaman mereka di Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo adalah adanya pelajaran wajib 8 semester Filsafat, Teologi dan Moral (Etika). Ada juga Kapelan (pembimbingan Rohani di Kampus) yang dimana itulah yang membedakan pendidikan Katolik dengan Pendidikan umum lainnya.

    Bruder Vianney MTB sebagai moderator dalam sesi tersebut mengambarkan bahwa pengalaman para Bruder Maria Tak Bernoda (MTB) di Kalimantan juga mengalami pasang dan surut dalam pendidikan termasuk didalamnya adalah Kultur dari orang asli.

    Bruder Vianney MTB berharap semoga pertemuan ini membuahkan cara pandang dan pikiran-pikiran baru dalam memperbaiki pendidikan di setiap yayasan pendidikan masing-masing, guna meningkatkan kapasitas dan kualitas sekolah Katolik.

    Penulis: Samuel- KOMSOS KA Pontianak

    Dies Natalis PMKRI Santo Thomas More Pontianak ke-62 dirayakan dengan meriah

    Dies Natalis PMKRI Santo Thomas More Pontianak ke-62

    MajalahDUTA.Com, Pontianak, 18 April 2023 – Malam puncak Dies Natalis PMKRI Santo Thomas More Pontianak ke-62 dirayakan dengan meriah pada hari Senin, 17 April 2023, di Gereja Katedral St. Agustinus Pontianak. Acara yang dihadiri oleh Bapa Uskup (Mgr. Agustinus Agus), anggota DPR RI (DR. Drs. Adrianus Asia Sidot, M.Si), dan juga anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat (Lidya Natalia Sartono, S.Pd., M.Pd), serta KELOMPOK CIPAYUNG yang terdiri dari GMNI, GMKI, dan HMI.

    Acara ini juga dihadiri oleh komunitas mahasiswa Katolik lainnya seperti OMK se-Pontianak, organisasi internal kampus se-Pontianak, dan ORMAS Katolik diluar PMKRI. Total hadirin pada acara tersebut mencapai sekitar 500 orang.

    Dalam sambutannya, Ketua Presidium PMKRI Santo Thomas More Pontianak, Hendro, menyatakan harapannya bahwa Dies Natalis ini dapat menjadi wadah pertemuan dan diskusi bagi mahasiswa Kota Pontianak. Selain itu, ia juga berharap agar PMKRI tetap optimis dan berkomitmen untuk menyumbangkan pemikiran dan landasan organisasi mereka untuk Gereja dan Tanah Air.

    Uskup Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus juga memberikan pesan penting dalam acara tersebut, bahwa “Lebih baik kerja dan salah daripada ngomong.” Ia juga menekankan pentingnya untuk tidak sombong dan tidak merasa diri sudah hebat.

    “Kalau bekerja, jangan cari yang biasa-biasa saja,” kata Uskup Agustinus dalam sambutannya.

    Acara Dies Natalis PMKRI Santo Thomas More Pontianak ke-62 ini diakhiri dengan doa bersama dan harapan agar PMKRI terus berkembang dan memberikan kontribusi yang baik untuk masyarakat dan negara.

    Penulis: Samuel & Yohanes Akuang – DUTA – KOMSOS KA Pontianak 
    Dokumentasi: Haryadi – KOMSOS KA Pontianak

    Kirab Salib IYD dari Paroki Sambas ke Paroki Pemangkat

    Paroki Santo Yoseph Pemangkat

    MajalahDUTA.Com, Sambas, Ratusan Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Pemangkat, Kalimantan Barat, mengikuti Kirab Salib Indonesia Youth Day (IYD) yang digelar pada Selasa, 12 April 2023. Kegiatan ini dimulai dari Paroki Sambas dan berakhir di Paroki Santo Yoseph Pemangkat setelah melewati rute yang telah ditentukan.

    Tampak 8 penari Dayak yang menyambut Kirab Salib IYD dari Paroki Sambas demikian juga sambutan meriah dengan nuansa Tiongkok yang diperagakan oleh dua Barongsai.

    Kirab Salib IYD merupakan perayaan penting bagi umat Katolik di mana para pemuda membawa salib dan berjalan mengelilingi lingkungan gereja sambil berdoa dan bernyanyi. Salib yang dibawa oleh para peserta Kirab Salib IYD melambangkan kesetiaan dan pengorbanan Kristus di atas kayu salib, yang merupakan inti dari ajaran agama Katolik.

    Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus, turut hadir dalam misa Kirab Salib IYD di Paroki Pemangkat. Dalam dokumentasi yang disebar oleh Uskup Agustinus melalui Instagram pribadinya, terlihat ratusan OMK Paroki Pemangkat yang turut hadir dalam perayaan ekaristi hari itu.

    Selama perjalanan Kirab Salib IYD, para peserta diharapkan untuk memperdalam iman dan merenungkan arti dari pengorbanan Kristus. Kegiatan ini diadakan secara rutin dan diikuti oleh umat Katolik dari berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat iman dan pengabdian pada agama Katolik.

    Sebelumnya, Kirab Salib IYD telah diadakan di Paroki Sambas dan dilanjutkan ke Paroki Santo Yoseph Pemangkat. Uskup Agustinus membagikan dokumentasi dari perayaan tersebut melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

    Uskup Agustinus mengatakan kepada seluruh OMK yang hadir itu untuk tetap teguh menjadi saksi Kristus dalam sikap hidup.

    Penulis: Samuel- Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    Ribuan Umat Katolik Katedral Rayakan Misa Paskah, Begini Pesan Pastor Paulinus Surip Pr

    Suasana Misa Paskah Gereja Katedral Pontianak

    PONTIANAK – Ribuan umat katolik Kesukupan Agung Pontianak (KAP) menghadiri perayaan puncak pekan suci misa paskah di Gereja Katedral Pontianak. Perayaan paskah yang ke tiga minggu malam 9 April 2023 ini sekaligus menjadi penutup perayaan paskah umat katolik. Misa paskah dimulai pukul 19.00 WIB dipimpin langsung oleh Pastor Paulinus Surip Pr.

    Berdasarkan pantauan dari majalahduta.com Pontianak, suasana dalam gereja yang dihadiri ribuan umat berlangsung dengan hikmat dan penuh dengan damai sukacita. Alunan lagu ALELUYA yang dinyanyikan oleh anggota koor dari Koor Remaja Caecilia (KRC) menjadi pembuka dimulainya perayaan misa paskah.

    “Aku telah bangkit dan tetap bersama engkau, Aleluya. Kebijaksanaanmu sangat menakjubkan, Aleluya” Ungkap Pastor Surip yang sekaligus menjadi kalimat pembuka misa paskah minggu malam.

    Dalam khotbahnya pastor Surip mengajak umat katolik dapat bangkit dari keterpurukan. “Kita yang mengalami kebangkitan hidup dalam cahaya terang harus mampu menjadi saluran penuntun ketika kita berjalan didunia ini. Semoga kita juga bisa menjadi penuntun bagi teman kita yang saat ini dalam kegelisahan. Mereka perlu kita ajak berjalan dan berdiskusi,” ungkap Pastor Surip.

    Makna dari renungan kata bangkit dari keterpurukan yang disampaikan oleh Pastor Surip jelas mengajak umat katolik untuk senantiasa bangkit dari hal-hal negatif dan kegelisahan yang selalu menghantui kita setiap harinya. Ia berharap umat sekalian bisa turut ambil bagian menjadi penyalur dan mendiskusikan bersama segala bentuk kegelisahan yang dialami oleh teman-teman kita.

    Pastor Surip juga menerangkan bahwa melalui perayaan paskah pekan suci yang umat ikuti malam ini dapat membantu mempebaharui kehidupan dengan adanya terang cahaya Kristus yang menerangi setiap langkah hidup kita.

    “Semoga melalui kebangkitan yang kita rayakan ini, bisa membawa kita bangkit dari keterpurukan serta kita boleh memperbaharui hidup dengan terang cahaya kristus yang selalu senantiasa mengarahkan langkah hidup kita masing-masing,” terang pastor Surip.

    Setelah perayaan misa paskah selesai, umat saling mengucapkan selamat paskah dan menerima telur paskah yang dibagikan oleh pemandu umat.

    Kesan Martin sebagai umat dalam Misa Paskah di Gereja Katedral Pontianak:

    “Saya sangat bersyukur bisa hadir dalam misa paskah kali ini. Perayaan ini membawa saya kembali ke gereja untuk berdoa dan mengenang kebangkitan Kristus. Saya juga diberi berkat yang melimpah melalui orang-orang di sekitar saya. Pesan kepada seluruh umat yang ada, tetaplah menjadi terang dan garam dunia bagi sesame kita yang membutuhkan dan terutama orang terdekat kita. Terimakasih.”

    Editor: Samuel-KOMSOS KA Pontianak
    Reporter: Ridwan – KOMSOS KA Pontianak

    Lihatlah Kenyataan, Bukankah Kematian ditakutkan oleh Manusia? Ini Pesan Paskah Uskup Agustinus

    Syuting Pengambilan Video Paskah 2023- Uskup Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus, memberikan pesan Paskah kepada seluruh umat yang berada di Wilayah Keuskupan Agung Pontianak. Pesan tersebut direkam di Lokasi Doa Patung Bunda Maria Menggendong Yesus pada 6 April 2023, di depan kediaman Uskup Agung Pontianak pukul 09.00 WIB.

    Dalam pesannya, Uskup Agustinus menyapa saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus dan mengajak umat untuk merayakan Hari Raya Paskah yang merupakan puncak iman umat Kristiani. Uskup Agustinus juga mengutip ayat dari Surat pertama Santo Paulus kepada umat di Korintus 15:17, “Jika Kristus tidak dibangkitkan maka sia-sialah iman saudara.”

    Uskup Agustinus kemudian bertanya tentang alasan terjadinya penderitaan, kesengsaraan bahkan kematian di dunia ini dan apa yang terjadi kepada manusia setelah hidup di dunia ini. Menurut Uskup Agustinus, peristiwa Paskahlah yang dapat menjawab pertanyaan tersebut.

    Dalam iman Kristiani, Tuhan menciptakan segala-galanya, termasuk manusia Adam dan Hawa yang sempurna. Namun, karena dosa Adam dan Hawa, manusia dikutuk dan kebahagiaan yang sempurna lenyap. Tuhan kemudian mengutus Putra-Nya yang tunggal untuk menyelamatkan manusia dengan cara yang dihindari oleh manusia, yaitu dengan merendahkan diri sebagai manusia yang miskin.

    Uskup Agustinus juga menjelaskan bahwa dalam tradisi Yahudi, biasanya orang melepas sepatu sebelum masuk ke dalam rumah karena kakinya kotor. Hal ini menjadi analogi bahwa Tuhan merendahkan diri serupa dengan seorang hamba, bahkan hingga menghampakan diri serendah-rendahnya.

    Kemudian Yesus membasuh kaki muridnya. Pada jaman itu yang membasuh kaki adalah hamba alias kuli. Kalau Yesus membasuh kaki mereka artinya Dia menyamakan diri-Nya dengan hamba. Sekali lagi pembasuhan kaki adalah lambang merendahkan diri serendah-rendahnya.

    Hari Raya Paskah

    Uskup Agustinus juga menjelaskan pada hari Raya Paskah Tuhan Yesus membuktikan bahwa kematian adalah jalan menuju kebahagiaan abadi di surga. Oleh karena itu Paskah juga merupakan merayakan iman kita. Karena iman kita yang terakhir mengatakan, Aku Percaya akan Roh Kudus, Gereja Katolik yang Kudus, Persekutuan Para Kudus, Pengampunan Dosa, Kebangkitan Badan dan Kehidupan Kekal.

    Tujuan hidup manusia adalah hidup kekal dan Tuhan menjamin hal itu dengan mengatakan; “ Siapa yang percaya kepada Ku tak akan binasa melainkan hidup kekal”.

    “Peristiwa sengsara dan wafat serta kebangkitan Tuhan kita Yesus Kristus yang kita kenangkan dalam Tri Hari Suci,” kata Uskup Agustinus.

    Lebih lanjut Uskup Agustinus menekankan bahwa pemaknaan dari Kamis Putih yang dirayakan adalah serangkaian kenangan akan Liturgi Ekaristi. “Inilah Tubuh Ku, Inilah Darah Ku. Aku persembahkan bagi mu.” Yang dilambangkan waktu perjamuan terakhir dengan Roti dan Anggur.

    “Dan satu hal yang menjadi pesan terakhir Yesus pada hari Kamis Putih adalah “Kalau Aku Tuhan dan Guru mu membasuh kaki mu demikian juga para rasul.” Ini juga mau dipesankan kepada kita bahwa kerendahan hati harus dimiliki oleh semua orang. Bukan hanya orang orang miskin orang kecil, pejabat paling tinggi pun harus demikian,” tegas Uskup Agustinus.

    Lihat kenyataan hidup

    “Bukankah ini yang dihadapi oleh manusia selama ini?” kata Uskup Agustinus.

    Ia kemudian memaparkan tentang kenyataan dalam hidup justru mereka yang melakukan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan hati adalah mereka yang memiliki segalanya.

    “Mereka yang memiliki jabatan, mereka yang kaya, mereka yang memiliki semua kebutuhan sehari-hari bahkan berlebih. Mereka yang merasa diri kuat dan tidak lagi bergantung pada orang lain bahkan mereka yang tidak bergantung pada Tuhan,” pungkasnya.

    Jadi ini makna Kamis Putih, Yesus yang melambangkan dirinya dalam sebagai Roti dan Anggur yang dipersembahkan untuk menyelamatkan dunia.

    Lambang Jumat Agung

    Kemudian Lambang dari Jumat Agung, Uskup Agustinus menguraikan tentang kematian dan kehidupan.

    “Bukankah kematian adalah peristiwa yang paling ditakuti oleh manusia? Bukankah tingkah laku manusia yang dilakukan karena takut mati? Bahkan mereka yang membunuh pun mereka yang takut mati. Membunuh bisa menggunakan harta, uang, bahkan parang,” tutur Uskup Agustinus.

    “Mungkin dengan itu mereka dapat membunuh orang dengan harapan mereka bisa hidup lebih panjang padahal umur ditentukan oleh Tuhan. Dan kematian Kristus kita rayakan pada hari Jumat Agung.

    Kata-kata terakhir yang disampaikan oleh Yesus ketika dipaku di kayu salib, Dia mengampuni Dosa penjahat yang mengakui kejahatannya, sampai Dia mengatakan. “Hai saudara hari ini juga kamu bersama saya masuk kedalam surga.”

    Itu artinya sebesar apapun dosa umat manusia kalau ia mengakuinya dan meminta ampun ia juga bisa memperoleh keselamatan. Dan pesan kepada para murid dan kepada Bunda Maria.

    Kepada Bunda Maria, Tuhan Yesus mengatakan “Ibu lihatlah anak mu”. Apa artinya? Bahwa Tuhan Yesus meninggalkan kita di dunia tapi Dia minta tetap memperhatikan kita.

    Dan dipihak lain,” lanjut Uskup; Dia mengatakan kepada murid. “ Para murid, lihatlah Ibu mu.” Saling memperhatikan antara Ibu dan anak, itulah semangat yang bisa membawa kita kepada hidup yang sempurna.

    Bukankah itu sesuatu yang indah dan pantas kita renungkan. Dalam hidup masyarakat sekarang apalagi menghormati Ibu atau anaknya bahkan ada KDRT yang dimana-mana terjadi bahkan kadang-kadang merenggut korban nyawa manusia karena kurang menghormati Ibu dan anaknya.

    “Ini saya sangka pantas kita renungkan dalam masa paskah ini sekali lagi, Saya Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus mengucapkan selamat Hari Raya Paskah semoga kita sadar bahwa hidup di dunia ini memang penuh penderitaan, kesengsaraan, kematian tetapi bagi kita yang beriman kepada Yesus hal itu semua adalah untuk memperoleh hidup yang sesungguhnya bahagia bersama Bapa di Surga,” kata Uskup Agustinus sembari menutup pesan Paskah 2023.

    Penulis: Samuel – DUTA/KOMSOS KA Pontianak
    Sumber: Wawancara

    Dramatisasi Jumat Agung oleh Orang Muda Katolik Nyarumkop

    Drama Penyaliban Tuhan Yesus Kristus oleh OMK di Paroki Nyarumkop

    MajalahDUTA.Com, Singkawang Timur- Dramatisasi Jumat Agung oleh Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santa Maria Nyarumkop menjadi daya tarik bagi seluruh umat Katolik di sana.

    Pada Jumat Agung, 7 April 2023, OMK Paroki Santa Maria Nyarumkop mempersembahkan dramatisasi kisah sengsara Tuhan Yesus sebagai bagian dari peringatan Tri Hari Suci Paskah.

    Ibadah dimulai dengan Jalan Salib pada pukul 09.00 WIB diikuti oleh peringatan Kisah Sengsara Tuhan Yesus pada pukul 13.00 WIB Dramatisasi tersebut dipimpin oleh Pastor Kepala Paroki Santa Maria Nyarumkop, Pastor Robertus Bellarmus OFMCap, yang mengajak seluruh umat untuk mengimani Iman Katolik dalam memaknai Jumat Agung ini sebagai pesan liturgis suci yang digambarkan dalam prolog dramatisasi kisah sengsara Tuhan Yesus.

    Sentuhan lakon dramatisasi oleh OMK Paroki Santa Maria Nyarumkop sangat memukau seluruh umat, mengundang tetesan air mata dalam kesedihan, dan suka cita atas pengorbanan Sang Juru Selamat Umat Manusia.

    Setelah prosesi Kisah Sengsara Tuhan Yesus, para umat kemudian melanjutkan penghormatan Salib dan tabur bunga.

    Jumat Agung merupakan bagian penting dari peringatan Tri Hari Suci Paskah yang dirayakan oleh seluruh umat Katolik.

    Selama tiga hari tersebut, umat Katolik memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Yesus Kristus, yakni penyaliban Yesus, kematian Yesus di atas kayu salib, dan pemakaman Yesus. Jumat Agung sendiri merupakan hari di mana umat Katolik memperingati penderitaan dan kematian Yesus serta pengorbanannya untuk menebus dosa umat manusia.

    Oleh: Oyent- Umat Paroki Nyarumkop
    Citizen Journalist

    Misa Krisma: Menjadi Sahabat Dalam Perjalanan Umat

    Foto Bersama- usai Misa Krisma 6 April 2023

    MajalahDUTA.Com, Gereja Katedral Santo Yoseph Pontianak, Rabu 6 April 2023 telah diadakannya misa pembaharuan janji imamat dan misa krisma Keuskupan Agung Pontianak dengan mengusung Tema Rekoleksi menjelang Tri Hari Suci yaitu Menjadi Sahabat Dalam Perjalanan Umat.

    Dalam rekoleksi sehari semalam itu Uskup Agustinus mengambarkan bagaimana materi menampilkan figus Paus Fransiskus yang menjadi sahabat kepada siapapun, mulai dari orang yang paling tinggi hingga paling hina sekalipun.

    Uskup Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus menitikberatkan Karena imam dipanggil menjadi sahabat dalam perjalanan, tentu gaya kepemimpinannya bukan lagi tampil sebagai guru apalagi instructor tapi gaya kepemimpinan yang dianjurkan dan yang diminta dari para imam adalah mendampingi dan menemani dalam perjalanan.

    Misa krisma dihadiri hampir 100-an imam yang bertugas diwilayah Keuskupan Agung Pontianak dan dihadiri ratusan biarawan-biarawati dan umat untuk mendoakan dan mendukung panggilan mereka dalam satu panggilan imamat.

    Dalam homilinya Uskup Agustinus mengajak kembali para imam untuk melihat ketika Yesus mengutus para muridnya. Ada dua intruksi yang tegas dari Yesus ada dalam Injil Markus.

    Pertama Yesus mengutus para murid itu berdua-dua, hal itu juga selaras dalam pengertian bahwa imam tidak bisa berjalan sendiri, dan harus berjalan bersama orang lain.

    “Jadi makna berdua-dua itu sangat dalam. Minimal kalau ada sesuatu masalah bisa didiskusikan dan bisa mengambil keputusan secara bersama dengan pertimbangan diskusi,” ujar Uskup Agustinus.

    Kedua, Yesus mengingatkan bahwa membawa hal yang seperlunya. Jika anda diterima dalam sebuah keluarga tinggalah agak lama disana. Menurut Uskup Agustinus ini juga maknanya besar. Jika berpergian ke sebuah tempat dan kita tidak diterima maka ibaskanlah kaki yang berdebu sebagai tanda bahwa manusia apapun profesinya tetap satu martabat.

    Dalam homili itu Uskup Agustinus mau menekankan semangat persaudaraan yang paling pokok adalah mau melayani dan menyadari bahwa mereka tidak bisa berjalan sendiri.

    Penulis: Samuel – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak
    Sumber: Liputan  6 April 2023

    TERBARU

    TERPOPULER