Tuesday, April 28, 2026
More
    Home Blog

    Terbuka untuk Semua – Catholic Youth Revival (Volume 2.0) Menghadirkan “Set the Fire” di Gereja Katedral St. Yosef Pontianak

    Catholic Youth Revival (Volume 2.0) - "Set the Fire"

    MAJALAHDUTA.COM, PONTIANAK– 22 September 2023 – Bertempat di Gereja Katedral St. Yosef Pontianak dengan gembira mengundang semua orang untuk bergabung dalam perayaan spiritual yang luar biasa!

    Tanggal 27 September 2023, mulai pukul 19.00 WIB, kita akan mengalami momen rohani yang mendalam dalam “Catholic Youth Revival (Volume 2.0)” dengan tema utama: “Set the Fire”.

    Praise & Worship, Drama, Kesaksian, dan Pelayanan Doa akan menjadi bagian penting dari malam yang penuh berkat ini.

    Acara ini akan diramaikan oleh Metusalah Worship, yang akan membawa pengalaman penyembahan yang tak terlupakan.

    Acara ini terbuka untuk umum, jadi ajaklah keluarga dan teman-teman Anda untuk bergabung dalam kebahagiaan ini.

    Ini adalah kesempatan yang sempurna untuk mendekatkan diri dengan Tuhan dan membagikan momen kebersamaan dengan komunitas Anda.

    Jadi, tandai tanggalnya di kalender Anda, dan mari kita bersatu dalam cinta dan penyembahan di Catholic Youth Revival (Volume 2.0) – “Set the Fire” di Gereja Katedral St. Yosef Pontianak pada tanggal 27 September 2023.

    Jangan lewatkan pengalaman spiritual ini yang memukau! Yuk ikuti…

    Editor: MajalahDUTA.Com
    Sumber: Panitia

    Mgr. Agustinus Agus Ungkapkan Misi Pendidikan Keuskupan Harus ditangani dengan Serius

    Pelantikan Direktur Akper Dharma Insan dan Akbid St. Benedicta pada Senin, 21 Juni 2021-Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak.

    MajalahDUTA.Com, Pontianak – Orang yang bekerja di dalam lembaga misi pendidikan milik Keuskupan Agung Pontianak harus serius dan mampu melihat kemungkinan perkembangan zaman. Hal ini diungkapkan Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus dalam sambutannya di Pelantikan Direktur Akper Dharma Insan dan Akbid St. Benedicta pada Senin, 21 Juni 2021.

    Acara pelantikan direktur Akper Dharma Insan dan Akbid St. Benedicta dilaksanakan di Gedung Akper dan Akbid yang dihadiri langsung oleh segenap pengurus Yayasan dan Imam yang bertugas dalam misi Pendidikan itu.

    Acara tersebut dimulai tepat pada Pukul 10.00 WIB yang didahuli dengan menyayikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”, doa pembukaan yang dibawa oleh RP Mingdry Hanafi Tjipto, OP dan langsung dilanjutkan pembukaan sidang senat terbuka.

    Acara tersebut dilakukan dengan pembacaan surat keputusan dan dilanjutkan dengan pelantikan direksi Akper Dharma Insan dan Direksi Akbid Santa Benedicta untuk masa bakti 2021-2022. Adapun yang dilantik yakni Ns Florensius Andri, M.Kep sebagai direktur Akper Dharma Insan, Ns Lydia Moji Lautan, M.Kep sebagai W.K I, Ns Eben Haezer Kristian, M.Kep sebagai W.K II dan Ns Usu Sius, S.Kep, M. Biomed sebagai W.K III.

    Baca Juga: Para Imam di Mozambik mengecam penculikan “ratusan” anak-anak oleh para Jihadis

    Sedangkan untuk kepengurusan Akbid yaitu, Trivina, SST., M.Kes sebagai Direktur Akbid St. Benedicta, Agnes Dwiana Widi Astuti, S.Si.T.,M.Kes sebagai W.K I, Tri Maharani, SST., M.K.M sebagai W.K II dan Efrosina Ludovika Kalista, SST., M.K.M sebagai W.K III.

    Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus mengucapkan selamat kepada pengurus Direksi baru untuk Akper Dharma Insan dan Akbid St. Benedicta dan sekaligus berterima kasih kepada pengurus yang lama karena paling tidak sudah pernah mengambil andil dalam kepengurusan dan perkembangan pendidikan selama ini.

    Dalam sambutannya, Mgr. Agustinus Agus mendukung penuh langkah-langkah yang diambil oleh ketua Yayasan.

    “Jangan menoleh ke belakang, kedepan kita harus berani berubah, berani mengambil langkah-langkah yang tidak biasa. Karena yang kita hadapi ini sudah tidak biasa lagi. Maka jika kita mengambil langkah yang biasa lagi maka kita akan ketinggalan,” kata Uskup Agus.

    Baca Juga: Paus Fransiskus ungkapkan bahwa orang miskin memungkinkan manusia untuk menemukan wajah sejati Bapa

    Mgr. Agustinus Agus mengungkapkan bahwa hati nya sungguh ada untuk Akper dan Akbid selaras dengan mimpinya bahwa anak kampung pun bisa mendapatkan pendidikan yang layak.

    “Saya tidak mau kembali pada politik masa lalu,” lanjut Uskup, “dan tolong mari kita bangkit bersama. Berani berubah dan berani mengambil langkah-langkah yang luar biasa. Agar eksistensi Akper dan Akbid sungguh-sungguh dirasakan semua orang.”

    Iman Katolik Harus Menjadi Inspirasi

    Sebagai pemilik Akper Dharma Insan dan Akbid St. Benedicta, Mgr. Agustinus Agus mengungkapkan bahwa seluruh karya gereja dimanapun ia berada, harus mengedepankan kepentingan orang banyak Akper dan Akbid ini jelas milik Katolik dengan nuansa Katolik.

    “Dan iman katolik harus menjadi inspirasi dan kita harus melaksanakannya terutama pelayanan untuk kepentingan orang banyak tetap menjadi fokus utama dan harus kita kedepankan,” lanjut Uskup. “Bukan hanya untuk kepentingan umat katolik saja, apalagi untuk karyawan-karyawan saja tetapi untuk banyak umat dan banyak orang, mohon maaf.”

    Baca juga: Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Direktur Akper Dharma Insan dan Akbid Santa Benedicta Pintianak Periode 2021-2022

    Dalam sambutannya Uskup Agung Pontianak mengutip Gaudium et Spes nomor 1 dalam salah satu ensiklik yang diterbitkan setelah Konsili Vatikan ke II tahun 1965 dikatakan “kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan manusia dewasa ini, terutama yang miskin dan terlantar adalah kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan murid-murid Yesus.”

    Mgr. Agus menegaskan tidak pernah gereja Katolik hanya memperhatikan kelompoknya. “Ini harap diketahui,” tambah Uskup, Yang paling penting cara orang katolik berkarya harus didorong dari inspirasi iman katolik itu.

    Baca Juga: Tahta Suci: Tempat-tempat warisan budaya religius harus dilindungi dan dipromosikan

    Dalam sambutan itu, Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus juga mengungkapkan pentingnya belajar teknologi yang ada dewasa ini. “Memang sekarang zamannya kecepatan dan perkembangan Teknologi, maka dari itu pentingnya kita menghayati itu semua dan mempraktekkanya untuk kepentingan banyak orang dan pelayanan.”

    Inovasi adalah kata kunci

    Kesempatan yang sama itu pula, RP Johanes Robini Marianto, OP sebagai ketua Yayasan mengisahkan kisah tentang brand HP Nokia yang melegenda namun sangat kelam perjalanan bisnis Nokia tersebut.

    RP Robini mengisahkan “siapa dari kita yang tidak kenal brand HP Nokia? Merk ini melegenda di akhir 1990-an dan tahun 2000-an,” katanya. “Kita semua pasti pernah memegang HP Nokia. Tetapi sekarang: “Siapakah yang memakai HP merk Nokia?” Nokia bahkan dikabarkan bangkrut dan diakuisisi oleh Microsoft di tahun 2013. Dikatakan factor utama dari awal kehancuran Nokia adalah mulai adanya Apple di tahun 2007 dengan Iphone.”

    Ia juga mengutip Kompas.com yang mengatakan ada tiga (3) kesalahan Nokia; yaitu (1) kualitas teknologi, (2) arogansi manajemen yang tidak mau mendengar dan melihat perubahan, dan (3) lemahnya visi misi (Kompas.com 30 Maret 2021). Ketiga kesalahan ini membuat Nokia tidak bisa inovasi. Inovasi adalah kata kunci untuk perkembangan (kemajuan), mendengarkan pasar, dan kreativitas untuk selalu memunculkan hal baru yang menantang dan canggih. Kegagalan ini membuat Nokia tidak lagi menjadi “leading” (bahkan jatuh terperosok) di teknologi HP dunia,

    Tiga puluh (30) tahun yang lalu semua pasti mengenal SPK yang kemudian berevolusi menjadi AKPER dan AKBID. Saat itu kita ini “leading industry” (kalau boleh dikatakan demikian) di dunia Pendidikan keperawatan dan kebidanan. Mungkin saat itu kita satu-satunya yang ada dan masyarakat Kalbar tidak ada pilihan.

    Baca Juga: Mahasiswa STKIP Pamane Talino lakukan Bakti Pendidikan di Tumbang Raeng

    “Sepuluhan (10-an) tahun yang lalu mulai muncul AKPER/AKBID lainnya di kota Pontianak atau Kalbar,” lanjut Pastor Robini, “Mereka bahkan sudah mendahului kita di program studi yang bukan hanya D3, melainkan S1. tu sudah satu inovasi! Kita belum bicara, dan saya belum tahu juga, bagaimana dosen mereka (tentu ada hubungan dengan rekruitmen) dan juga visi-misi mereka serta jaringan yang mereka miliki. Sekarang kita berteriak kurang mahasiswa/mahasiswi dst dst. Indikator utama memang angka mahasiswa. Belum lagi isu-isu yang berkembang tentang kita. Saya katakana “isu” karena bisa benar/bisa tidak.”

    “Kita memang masih punya nama. Yes! Bupati Carolin mengatakan di depan umum dan kepada saya pribadi. Namun banyak yang mengingatnya sebagai kejayaan tempo doeloe,” tambah Pastor Robini.

    Business is NOT as usual

    Dalam sambutan itu, RP Johanes Robini Marianto, OP mengungkapkan bahwa masalah manajemen menjadi besar kalau saya katakan, secara alam bawah sadar, kita jatuh pada “arogansi manajemen” yang turut menghancurkan Nokia; yaitu tidak mau mendengar pasar, tidak mau berubah dan adaptasi serta inovasi, dan hanya mengandalkan kejayaan masa lalu. “Kita kalau tidak sadar dan terbuka mengakui masalah kita (bukan hanya menyangkal atau denial), saya khawatir kita akan menjadi Nokia baru!” tambahnya.

    “Ketika kita melantik direksi-direksi baru, sebagai Ketua Yayasan, saya mengingatkan beberapa hal,” kata Pastor Robini.

    Business is NOT as usual! Hal ini diperparah dengan pandemi Covid-19. Tidak ada yang paten lagi. Dahulu kita tidak kenal Zoom. Sekarang semua tahu dan terpaksa harus tahu Zoom. Prediksi ke depan, paling tidak lima (5) tahun ke depan, masalah Covis-19 masih akan menghantui kita. Dan bukan hanya itu saja, pola yang tercipta dengan pemakaian tehnologi di dunia Pendidikan sudah mulai memasuki generasi 4.0. Disrupsi, kata orang.

    “Maka kalau kita masih berpikir, sadar atau di bawah sadar, dunia masih kayak 3 tahun yang lalu, kita sudah sangat sangat salah,” katanya.

    Untuk itu inovasi dibutuhkan. Inovasi di dalam kurikulum, metode pengajaran dengan mengikutsertakan tehnologi, kebutuhan akan daya saing dengan para “competitor,” dan strategi marketing yang up to date. Kalau tidak ada, maka kita akan menjadi Nokia.

    Baca Juga: Paus kepada para imam: Jadilah “gembala dengan ‘bau domba'”

    Pandemi, sekali lagi, adalah “winter is coming!” Maka akan terjadi kompetisi hebat untuk bisa hidup; dan kompetisi kali ini bukan lagi dengan competitor melainkan dengan kenyataan pandemi dan pasca pandemi. Untuk menjadi inovatif, maka lepaskanlah arogansi masa lalu karena kenyataannya kita sudah jatuh banyak. Pengurus baru harus berani inovasi dan itu dibutuhkan bukan hanya keberanian melainkan kreativitas dan tidak bisa mengandalkan masa lalu.

    Pastor Robini mengingatkan pengurus agar perlu meredefinisikan masa depan institusi ini yang akan dituju. Untuk itu direvisi Statuta yang menekankan visi dan misi baru. Pendidikan kalau sekarang hanya mencari pemasukkan atau kasarnya uang; akan gagal. Institusi Pendidikan harus memberikan value (nilai).

    Nilai (value) ini akan menjadi uang! Value yang benar terletak pada efeknya dirasakan para mahasiswa-mahasiswi, masyarakat pengguna dan tentunya pemerintah daerah. Untuk meningkatkan value mereka harus mulai dengan Jaringan (supply chains) dan tentunya merupakan kerja berat tiga periode jabatan para direksi ini.

    Pengurus yang baru harus bisa membuat jaringan (supply chains), inovasi dan kerja keras. Ini tentu bukan hanya para direksi; melainkan semua. Sebenarnya, jujur, tugas Direktur adalah jalan-jalan membuka koneksi (connectedness). Kalau direktur selalu di kantor urus administrasi saja; maka anda semua bukan pemimpin.

    Baca Juga: Prajurit Yonzipur 6/SD Ikuti Uji Kenaikan Sabuk Hijau ke Putih

    Pengurus hanyalah “penjaga kendang/gawang.” Para Direktur haruslah menjadi leader yang bisa membuat koneksi dengan semua stakeholders untuk menaikkan nilai (value) kedua Lembaga ini dan menjadikan kedua Lembaga ini mempunyai reputasi. Koneksi yang pengurus bangun harus berbentuk program dan proyek yang, bisa mengembangkan kedua Lembaga ini. Pengurus dibantu para wakil direktur dan yayasan tambah lagi Sekjend. Itu artinya administrasi sudah ada yang urus. Tugas para direktur adalah bertemu dengan masyarakat, pemda dan users (pengguna lulusan).

    Maka Pastor Robini harap ini sungguh dipikirkan dan direnungkan.

    Pastor Robini mengharapkan dengan pelantikkan kali ini merupakan awal kebangkitan dari kedua Lembaga yang telah susah payah dirintis para Misionaris dalam Misi Gereja di Borneo.

    Baca Juga: Gedung Baru Semangat Baru STKIP Pamane Talino

    Sebagai Dewan Pembina Yayasan Landak Bersatu dan Anggota DPR RI, Dr. Adrianus Asia Sidot mendukung penuh misi pendidikan yang dimulai oleh Keuskupan Agung Pontianak.

    Ini adalah tonggak baru perkembangan pendidikan di Akademi Perawat Dharma Insan dan Akademi Kebidanan St. Benedicta.

    Ia berdoa dengan adanya tonggak baru dan sejarah baru ini, apa yang menjadi harapan oleh Uskup Agung Pontianak dan ketua yayasan harus betul diwujudkan, apalagi sekarang di era 4.0, atau barangkali di negara lain sudah 5.0.

    Kita sendiri masih berkutat pada 4.0 yang dimana kita sendiri juga masih belajar untuk menguasai perkembangan tersebut. Untuk itu harapan saya direksi yang baru ini harus responsive dan peka dengan perkembangan dunia yang terjadi, “ karena perubahan tidak bisa kita hindari.”-)*

    Energi Baru Pemuda Dayak Landak 2026

    Ketua PDKL, Trio (kanan) menyerahkan cendramata berupa tempayan kepada staf kedeputian 1 KSP, Christopher Nugroho (kanan tengah) dan sekretaris PDKL, Brian (Kiri) menyerahkan kepada anggota DPD RI, Daud Yordan (kiri tengah)

    DUTA, Landak | Pelantikan pengurus Pemuda Dayak Kabupaten Landak untuk masa bakti 2026–2029 berlangsung semarak sekaligus sarat makna.

    Kegiatan yang digelar di Aula Besar Kantor Bupati Landak pada 24 April 2026 ini menjadi titik awal penguatan peran generasi muda Dayak, baik di tingkat lokal maupun nasional.

    Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya perwakilan Kantor Staf Presiden, Christopher Nugroho, serta petinju kebanggaan Indonesia, Daud Yordan.

    Selain itu, acara juga dihadiri oleh Bupati dan Sekda Landak, jajaran pimpinan OPD, Forkopimda, organisasi masyarakat, hingga kalangan mahasiswa.

    Ketua PDKL, Trio (kanan) menyerahkan cendramata berupa tempayan kepada staf kedeputian 1 KSP, Christopher Nugroho (kanan tengah) dan sekretaris PDKL, Brian (Kiri) menyerahkan kepada anggota DPD RI, Daud Yordan (kiri tengah)

    Kehadiran para tokoh nasional tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap peran strategis pemuda daerah dalam pembangunan. Dalam sambutannya, mereka mengajak generasi muda untuk terus mengembangkan kapasitas diri, menjaga jati diri budaya, serta berperan aktif dalam memajukan daerah.

    Pelantikan ini sekaligus menandai dimulainya kepengurusan baru yang diharapkan mampu membawa organisasi Pemuda Dayak Landak menjadi lebih solid, progresif, dan memberi dampak luas bagi masyarakat.

    Tak sekadar seremoni, kegiatan ini juga dirangkai dengan Seminar Nasional.

    Ketua Pemuda Dayak Landak, Trio, dalam pidato perdananya menegaskan pentingnya ruang diskusi yang mendalam agar organisasi tidak hanya berhenti pada acara formalitas, tetapi juga mampu menyerap gagasan strategis dari para tokoh yang dihadirkan.

    Dengan dukungan berbagai pihak, Pemuda Dayak Kabupaten Landak optimistis dapat melahirkan program-program unggulan yang berfokus pada pemberdayaan generasi muda, penguatan ekonomi lokal, peningkatan akses pendidikan dan pekerjaan, serta kemandirian masyarakat.*Tri. (S)

    Pembangunan Pastoran Sambas Berlanjut, Donasi Dibuka

    Dokumentasi Panitia Pembangunan Pastoran Paroki Sambas

    DUTA, Sambas | Pembangunan Gedung Pastoran Paroki Sambas kembali dilanjutkan dan kini memasuki tahap kedua. Proyek ini menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan Gereja sekaligus menjawab kebutuhan umat yang terus berkembang.

    Ketua Panitia Pembangunan, Yakob Pujana, menjelaskan bahwa fokus pekerjaan pada tahap ini mencakup pembangunan bagian inti gedung, seperti dinding, atap, serta struktur pendukung lainnya. Ia mengajak seluruh umat untuk turut ambil bagian dalam mendukung kelancaran pembangunan tersebut.

    “Partisipasi umat sangat kami harapkan agar pembangunan gedung pastoran ini dapat berjalan lancar dan pelayanan Gereja semakin maksimal,” ungkapnya.

    Menurutnya, keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada kebersamaan serta kepedulian umat dan para dermawan yang bersedia memberikan dukungan.

    Potret Desain Gedung Baru Bangunan Pastoran Paroki Sambas

    Dukungan penuh juga disampaikan Pastor Paroki Sambas, P. Celestinus Joni, OFMCap. Ia menilai pembangunan pastoran bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan juga simbol persatuan dan semangat pelayanan umat dalam kehidupan menggereja.

    Panitia pun membuka kesempatan bagi masyarakat luas untuk berpartisipasi melalui donasi sukarela. Setiap bantuan yang diberikan diyakini memiliki peran penting dalam mempercepat proses pembangunan dan menghadirkan fasilitas yang lebih layak.

    Dengan semangat gotong royong, pembangunan Gedung Pastoran Paroki Sambas Tahap II diharapkan dapat segera rampung dan menjadi berkat bagi seluruh umat.

    Dokumentasi Gedung Pastoran Paroki Sambas Tahap I

    Bagi yang ingin menyalurkan bantuan, donasi dapat dikirim melalui rekening Panitia Pembangunan Gereja Katolik Paroki K.R di Bank BCA nomor 666-551-1000.

    Panitia menyampaikan terima kasih atas setiap dukungan yang diberikan dan berharap kebaikan tersebut mendapat berkat.*Yuni Fransiska- OMK Sambas. 

    Delegasi Unika San Agustin Jalani Studi Banding ke UST Manila

    Dokumentasi: RD. Kehi, 23 April 2026. - UST Manila.

    DUTA, MANILA, FILIPINA | Upaya memperluas jejaring internasional dan meningkatkan mutu pendidikan terus dilakukan Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Pontianak.

    Melalui sebuah misi akademik resmi, delegasi universitas tersebut melaksanakan studi banding ke University of Santo Tomas (UST) Manila pada 21–24 April 2026.

    Kegiatan ini didasarkan pada surat tugas resmi yang dikeluarkan oleh rektorat universitas, yang menugaskan sejumlah pimpinan dan pejabat kampus untuk menjalankan program pengembangan akademik, peningkatan mutu kelembagaan, serta benchmarking tata kelola perguruan tinggi di salah satu universitas Katolik tertua di Asia tersebut.

    Delegasi dipimpin oleh Romo Johanes Robini Marianto OP selaku Rektor, bersama Brigjen. Pol. (Purn.) Sumirat Dwiyanto sebagai Rektor Umum, serta Dr. Sendy Franciscus Tantono sebagai Sekretaris Jenderal.

    Dokumentasi: RD. Kehi, 23 April 2026. – UST Manila.

    Turut serta dalam rombongan adalah Ketua Dewan Pembina Yayasan Landak Bersatu, Mgr Agustinus Agus OP yang memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini.

    Agenda utama kunjungan berlangsung pada Kamis, 23 April 2026, dengan rangkaian kegiatan yang terstruktur sejak pagi hingga sore hari.

    Rombongan disambut secara resmi di Main Building UST oleh jajaran Office of Public Affairs, yang kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan buku tamu universitas sebagai simbol persahabatan institusional.

    Selanjutnya, delegasi mengikuti berbagai sesi kunjungan dan diskusi akademik. Di Office for Admissions, rombongan mempelajari sistem penerimaan mahasiswa yang dikelola secara profesional.

    Diskusi berlanjut di College of Education, yang menyoroti pengembangan kualitas tenaga pendidik dan inovasi pembelajaran.

    Pada sesi siang hari, delegasi mengunjungi AMV-College of Accountancy untuk mendalami tata kelola pendidikan di bidang akuntansi, sebelum melanjutkan dialog dengan College of Commerce and Business Administration terkait pengembangan ekonomi dan bisnis berbasis global.

    Selain kegiatan akademik, rombongan juga mengunjungi Quadricentennial Square ikon kampus UST yang menjadi simbol perjalanan sejarah universitas sejak berdiri. Kunjungan ini memberikan perspektif tentang bagaimana tradisi dan modernitas dapat berjalan beriringan dalam pengembangan institusi pendidikan.

    Dokumentasi: RD. Kehi, 23 April 2026. – UST Manila.

    Rangkaian kegiatan ditutup dengan courtesy visit kepada Rektor UST, Very Rev. Fr. Richard G. Ang, O.P., Ph.D., yang didampingi oleh Sekretaris Jenderal dan jajaran pimpinan universitas. Pertemuan ini menjadi momen penting untuk memperkuat komitmen kerja sama antara kedua institusi.

    Melalui kegiatan ini, Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo berharap dapat mengimplementasikan berbagai hasil pembelajaran ke dalam pengembangan kampus, termasuk program pertukaran dosen dan mahasiswa, peningkatan kualitas riset, serta penguatan sistem manajemen pendidikan tinggi.

    Dalam keterangan yang dirilis oleh Majalah DUTA tentang kunjungannya ke Filipina, Uskup Agustinus melihat bahwa Studi banding ini menjadi langkah strategis dalam menegaskan posisi universitas sebagai bagian dari komunitas akademik global, sekaligus memperkuat peran pendidikan Katolik dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berintegritas.*Sam (Sumber: Direktur AKUB, Stanislaus Andes, S.E., M.Pd). 

    Mgr. Agustinus Agus, OP (Ketua Dewan Pembina Yayasan) Menulis Pesan untuk Universitas Santo Tomas Manila pada saat rapat bersama Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo

    Mgr. Agustinus Agus, OP (Ketua Dewan Pembina Yayasan) Menulis Pesan untuk Universitas Santo Tomas Manila pada saat rapat bersama Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo

    Dokumentasi: RD. Kehi, 23 April 2026. – UST Manila.

    DUTA, UST MANILA, FILIPINA | Pada Kamis, 23 April 2026, Tim Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Pontianak mengadakan pertemuan dengan University of Santo Tomas (UST) Manila sebagai tindak lanjut kerja sama dua universitas.

    Pertemuan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 15.00 ini diawali dengan kunjungan rombongan ke Museum UST, museum universitas tertua di Manila yang menyimpan koleksi sejarah dan budaya Filipina.

    Membuka rangkaian kegiatan, Mgr. Agustinus Agus, OP selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Landak Bersatu menuliskan pesan khusus untuk pertemuan ini.

    Dokumentasi: RD. Kehi, 23 April 2026. – UST Manila.

    Dalam pesannya, Mgr. Agus, OP menyampaikan harapan besar agar kerja sama ini membawa perubahan yang signifikan bagi Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo.

    “Sebagai ketua dewan pembina yayasan, saya sangat mendukung pertemuan ini. Semoga kolaborasi dengan UST menjadi langkah nyata untuk memajukan pendidikan, penelitian, dan pelayanan kita,” tulis Mgr. Agus.

    Delegasi Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo dipimpin oleh Rev. Fr. Robini Marianto, O.P., Rektor, bersama Gen. Sumirat Dwiyanto, Rektor Umum, dan Dr. Sendy Franciscus Tantono, Secretary General.

    Rombongan disambut oleh Ms. Michaella O. Lagniton, M.A., Director Office of Public Affairs UST beserta tim.

    Dokumentasi: RD. Kehi, 23 April 2026. – UST Manila.

    Berdasarkan agenda yang diterima, pertemuan mencakup beberapa sesi penting kunjungan ke Office for Admissions yang diterima oleh Assoc. Prof. Emelda A. Dakis, M.D.; diskusi dengan College of Education bersama Dekan Assoc. Prof. Pilar I. Romero, Ph.D.; pertemuan di AMV-College of Accountancy dengan Dekan Prof. Patricia M. Empleo, Ph.D.; serta dialog dengan College of Commerce and Business Administration bersama Dekan Prof. Al Faithrich C. Navarrete, Ph.D.

    Rangkaian kegiatan juga meliputi kunjungan ke Quadricentennial Square, dan diakhiri dengan courtesy visit kepada Rektor UST, Very Rev. Fr. Richard G. Ang, O.P., Ph.D., yang didampingi Rev. Fr. Louie R. Coronel, O.P., EHL, UST Secretary-General dan Prof. Marciana Agnes G. Ponsaran, PhD, Executive Secretary, Office of the Rector.

    Kunjungan ini menjadi tonggak penting penguatan jejaring internasional Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo.

    Dukungan penuh dari Mgr. Agustinus Agus, OP diharapkan mempercepat realisasi program bersama di bidang akademik, pertukaran dosen-mahasiswa, dan riset kolaboratif antara kedua universitas Katolik tersebut. *RD. Rupinus Kehi.

    Dokumentasi: RD. Kehi, 23 April 2026. – UST Manila.

    Uskup Agustinus OP Bersama Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. Hadiri Peringatan 100 Tahun Pemahkotaan Maria dari Manaoag

    Presiden Philippina Ferdinan Marcos JR. Hadiri peringatan 100 th pemahkotaan Maria Dari Manaoag

    DUTA, MANAOAG, FILIPINA | Lautan umat memadati kawasan Minor Basilica of Our Lady of the Rosary of Manaoag sejak dini hari, Rabu (22/4/2026).

    Lebih dari satu juta peziarah dari seluruh Filipina dan berbagai negara berkumpul untuk memperingati 100 tahun penobatan kanonik Nuestra Señora del Rosario de Manaoag—sebuah tonggak iman yang telah berakar sejak tahun 1926.

    Perayaan akbar ini mencapai puncaknya dalam Misa Kudus yang dipimpin oleh Nunsius Apostolik Vatikan untuk Filipina, didampingi para uskup dan ratusan imam.

    Dalam suasana khidmat yang sarat devosi, umat larut dalam doa, pujian, dan harapan yang terarah kepada Bunda Maria Manaoag, yang dikenal sebagai pelindung dan pengantara bagi banyak umat.

    Disandur dari Portal Berita Manila Standard, sorotan utama tertuju pada kehadiran Presiden Ferdinand Marcos Jr. bersama Ibu Negara Liza Araneta Marcos.

    Sumber: Jahbee Cruz/TV Maria) – Solemn reenactment of the Canonical Coronation of Our Lady of Rosary of Manaoag, presided by Apostolic Nuncio Archbishop Charles Brown and Lingayen-Dagupan Archbishop Soc Villegas, and assisted by President @bongbongmarcos @ABSCBNNews

    Dalam kesempatan tersebut, Presiden yang akrab disapa Bongbong Marcos bergabung bersama umat dalam doa, memohon bimbingan, persatuan, serta semangat pelayanan yang penuh kasih.

    “Pada kesempatan suci ini, kita berdoa memohon rahmat untuk merangkul kebajikan-Nya, untuk menemukan bimbingan-Nya sebagai mercusuar terang di saat-saat cobaan, dan untuk memperkuat pengabdian kita kepada-Nya dengan memupuk harapan yang mendalam saat kita berjalan bersama dalam iman,” ujar Presiden dalam refleksinya.

    Ia juga menekankan pentingnya menjadikan teladan Bunda Maria sebagai inspirasi dalam kehidupan berbangsa dan beriman.

    Dalam doanya, Presiden memohon agar perayaan ini semakin memperdalam persatuan umat serta memperbarui komitmen untuk melayani sesama dengan kasih dan belas kasih.

    Ia menyebut “perawatan keibuan” Maria sebagai cerminan kasih yang setia dan perlindungan yang tak pernah pudar bagi umat beriman.

    Momentum bersejarah ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh Gereja dari berbagai negara.

    Dari Indonesia, hadir Emeritus Uskup Agung Pontianak, juga sebagai etua Dewan Pembina Yayasan Landak Bersatu, Mgr. Agustinus Agus, OP didampingi oleh Prior Rumah St. Dominikus Pontianak, Romo Johanes Robini Marianto OP.

    Peringatan 100 Tahun Pemahkotaan Maria Manaoag di Filipina (22 April 2026)

    Kehadiran mereka menjadi simbol kuat persaudaraan Gereja di Asia.

    Mgr. Agustinus Agus, OP dan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. Hadiri Peringatan 100 Tahun Pemahkotaan Maria dari Manaoag, memperlihatkan perjumpaan lintas peran pemimpin Gereja dan pemimpin negara, yang bersama-sama berdiri dalam ruang iman yang sama.

    Delegasi dari Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo juga turut ambil bagian sebagai wujud solidaritas antarumat dan institusi pendidikan Katolik di kawasan.

    Dalam keterangannya, Uskup Agustinus OP menegaskan bahwa perayaan ini bukan sekadar peringatan historis, melainkan peneguhan iman bersama.

    “Peristiwa iman ini meneguhkan kita semua. Maria Manaoag mengajarkan kesetiaan dan pengharapan di tengah tantangan zaman,” ujarnya.

    Sementara itu, laporan dari RD. Rupinus Kehi menyebutkan bahwa peringatan satu abad ini menjadi momentum penting, tidak hanya bagi umat Katolik Filipina, tetapi juga bagi Gereja di Asia yang terus bertumbuh dalam semangat persatuan.

    Perayaan ini tidak sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga meneguhkan arah masa depan bahwa dalam dunia yang terus berubah, iman, persatuan, dan harapan tetap menemukan pijakannya di Manaoag, di bawah naungan kasih seorang Bunda.*Sam (Sumber: RD Kehi & Manila Standard).

    Jutaan Umat Hadiri Peringatan 100 Tahun Pemahkotaan Maria Manaoag di Filipina

    Peringatan 100 Tahun Pemahkotaan Maria Manaoag di Filipina (22 April 2026)

    DUTA, Manaoag – Filipina | Peringatan 100 tahun Pemahkotaan Maria Manaoag yang digelar di Minor Basilica of Our Lady of the Rosary of Manaoag pada Rabu (22/4/2026) berlangsung meriah dan penuh khidmat. Perayaan akbar ini dihadiri jutaan umat Katolik dari berbagai wilayah di Filipina maupun mancanegara.

    Misa Agung dalam peringatan ini dipimpin oleh Nunsius Apostolik Vatikan untuk Filipina, serta dihadiri para uskup dan ratusan imam dari berbagai keuskupan.

    Dokumentasi: Peringatan 100 Tahun Pemahkotaan Maria Manaoag di Filipina (Sumber: RD Kehi) – 22 April 2026

    Sejumlah pejabat tinggi negara turut hadir, termasuk Presiden Filipina beserta istri dan Gubernur Dagupan, menandakan pentingnya peristiwa ini bagi kehidupan religius bangsa tersebut.

    Dari Indonesia, tampak hadir Ketua Dewan Pembina Yayasan Landak Bersatu, Mgr. Agustinus Agus, OP didampingi oleh Prior Rumah St. Dominikus Pontianak, Romo Johanes Robini Marianto OP.

    Selain itu, delegasi dari Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo turut ambil bagian, terdiri dari jajaran pimpinan universitas dan staf sebagai bentuk solidaritas antarumat.

    Dokumentasi: Peringatan 100 Tahun Pemahkotaan Maria Manaoag di Filipina (Sumber: RD Kehi) – 22 April 2026

    Sejak dini hari, jutaan peziarah telah memadati area basilika dan sekitarnya. Mereka datang untuk berdoa sekaligus merayakan satu abad pemahkotaan Bunda Maria Manaoag yang dikenal luas sebagai pelindung dan penolong umat.

    Dalam kesempatan tersebut, Uskup Agustinus OP menegaskan bahwa kehadiran delegasi Indonesia merupakan simbol persaudaraan Gereja di Asia.

    “Peristiwa iman ini meneguhkan kita semua. Maria Manaoag mengajarkan kesetiaan dan pengharapan di tengah tantangan zaman,” ujarnya, (22/04).

    Menurut laporan dari Romo Rupinus Kehi tampak bahwa peringatan satu abad Pemahkotaan Maria Manaoag itu menjadi momentum bersejarah, tidak hanya bagi umat Katolik di Filipina, tetapi juga bagi Gereja di kawasan Asia yang terus berkembang dalam semangat iman dan persatuan.*S (Sumber: RD. Rupinus Kehi). 

    AKUB Pontianak Sukses Gelar Pemilihan Duta 2026 dan Lomba Video Kreatif Hari Kartini

    Rapat Perdana Pengurus Senat Mahasiswa AKUB Tahun 2026-2027

    DUTA, Pontianak — Akademi Keuangan dan Perbankan (AKUB) Grha Arta Khatulistiwa Pontianak sukses menyelenggarakan kegiatan Pemilihan Duta AKUB Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan lomba video kreatif dalam rangka memperingati Hari Kartini, Selasa 21 April 2026.

    Kegiatan yang digagas oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni ini berlangsung meriah dengan partisipasi aktif mahasiswa dari berbagai program studi.

    Informasi ini disampaikan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni AKUB, Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, Kampus II Pontianak, melalui Agusandi, S.E., M.E.,.

    Kegiatan ini bertujuan untuk menggali dan mengembangkan potensi mahasiswa, khususnya dalam bidang public speaking, kreativitas, kepemimpinan, serta kemampuan menyampaikan ide dan gagasan secara inovatif.

    Momentum Hari Kartini juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk menumbuhkan semangat emansipasi, kemandirian, dan peran aktif generasi muda, terutama perempuan, dalam dunia pendidikan dan pembangunan.

    Dalam rangkaian kegiatan, para peserta Duta AKUB mengikuti berbagai tahapan seleksi yang cukup ketat. Mulai dari seleksi administrasi, wawancara, unjuk bakat, hingga penyampaian visi dan misi.

    Para finalis menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam merepresentasikan nilai-nilai akademik, etika, serta karakter mahasiswa AKUB.

    Selain itu, lomba video kreatif menjadi salah satu daya tarik utama dalam kegiatan ini.

    Para peserta ditantang untuk menghasilkan konten inspiratif bertema Hari Kartini yang dikemas secara menarik, edukatif, dan relevan dengan kehidupan mahasiswa masa kini.

    Berbagai karya yang ditampilkan mengangkat pesan kuat tentang perjuangan, kesetaraan, serta peran generasi muda dalam melanjutkan semangat Kartini.

    Ketua panitia dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sebagai wadah pengembangan diri mahasiswa.

    “Kami berharap melalui kegiatan ini lahir generasi muda yang percaya diri, kreatif, serta mampu menjadi representasi positif kampus, baik di dalam maupun di luar lingkungan akademik,” ujarnya.

    Puncak acara ditandai dengan penobatan Duta AKUB 2026 yang diharapkan mampu menjadi ikon kampus sekaligus agen perubahan yang aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan dan sosial.

    Melalui kegiatan ini, AKUB Grha Arta Khatulistiwa Pontianak kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.*Agusandi – AKUB Pontianak. 

    Yuk Menulis

    Samuel, Dosen AKUB Pontianak, San Agustin Kampus II.

    DUTA, Pontianak | “Bong Nyiu Then Ma Ceu” (Hakka Sambas, dan sekitarnya), bagi mereka yang besar dilingkungan Tionghua tentu tak asing dengan pepatah diatas.

    Jika ditelaah lebih dalam, pengertian harafiah teks tersebut berarti ‘Raja Kerbau berlari dengan Kuda’, tetapi sungguh kurang elok jika kita lihat terjemahaan itu ketika di-bahasa Indonesia-kan. Ada beberapa bias yang mungkin berpotensi mengaburkan maksud dari makna pepatah diatas.

    Sejatinya, maksud diatas  merupakan perumpamaan tentang – setiap insan memiliki keunggulan masing-masing, maka tak mungkin seekor kerbau sekalipun adalah raja-nya kerbau dapat menandingi kecepatan seekor kuda biasa.

    Sebaliknya, tak mungkin juga sekalipun seekor kuda dapat menyamai kekuatan dari seekor kerbau. Dari sinilah rampaian tenunan tulisan ini mulai mendapatkan garis maksudnya.

    Mulai dari sini, saya akan memulai ulasan tentang teks yang tak lepas dari konteks dan latar belakang untuk memahami sebuah maksudnya.

    Dengan mereduksi realitas sebagai teks, karena biar bagaimanapun hidup kita di dunia termediasi oleh bahasa, dan menolak klaim bahasa sebagai representasi realitas, Derrida (salah satu Filsuf Postmodernisme) jika mengikuti beberapa teksnya seolah memasukkan kita dalam ketidakstabilan makna, maksud saya begini – karena bahasa itu sendiri selalu menghianati realitas, artinya sewenang-wenang dan sangat cair.

    Misalnya, dalam bahasa Tionghua Hakka (Sambas, Singkawang), ‘mo’ dapat bermakna ganda, yaitu tidak ada atau rambut. Atau dalam bahasa Indonesia misalnya, ‘aman’ bisa bermakna macam-macam, kadang iya, kadang tidak, kadang biarkan, dan lain sebagainya.

    Dalam kasus ini, orang mungkin bisa menyanggah, misalnya bukankah teks ( mo dengan aman) bisa dipahami maknanya karena adanya konteks? Justru itu letak masalahnya, konteks juga bagian dari teks itu, maka teks terakhir juga akan selalu merujuk pada teks lainnya, itu – itu  dan mutar-mutar terus.

    Tidak ada teks yang bermaksud untuk tidak memiliki makna namun perlu ditinjau bahwa teks disusun secara baik-baik oleh si pengarangnya tetapi maksud pengarang pasti tak terlepas dari ikatan (jebakan) bahasa, alhasil teks yang dihasilkan itupun  menghasilkan makna-makna lain, bahkan jika lebih ekstrime bisa saja bertentangan apa yang dimaksud oleh si pengarang.

    Sejatinya teks (dari bahasa Latin texere = menenun) jika ditilik lebih mendalam tak lebih dari sekedar menenun bahasa agar dapat disajikan berdasarkan kebutuhan atau untuk sesuatu.

    Buku Pengantar Manajemen – AKUB Pontianak

    Roh terdalam Menulis

    Roh terdalam dalam kegiatan menulis bukan sekedar terletak pada menenun bahasa, tetapi justru pada kegiatan dialog. Sejak awal kelahirannya, Dialog dan dialektika memiliki akar kata yang sama, dia (melalui) + lekton (makna perkataan) atau dia + logos (kata-kata, ucapan).

    Naskah sejarah ini dapat anda temukan saat menelusuri teks yang anda dapat temui di internet mulai dari filsuf yang memperlihatkan kaum phusikoi, para filsuf alam, ada Thales, Anaximenes, dan Anaximandros sebagai tokoh-tokoh yang pemikirannya saling bertentangan dan saling mengkoreksi ditambah dengan metode Sokrates dan Plato dalam metode kerja ilmu yang menjadi eksplisit yakni dialektika, (Pengantar dalam buku: Cara Kerja Ilmu Filsafat dan Filsafat Ilmu Dari Dialektika ke Dekonstruksi, Editor A. Setyo Wibowo, 2022).

    Sejalan dengan itu, tahun lalu (2025) beberapa kali saya diundang untuk memberikan pelatihan dan seminar dalam kegiatan tulis – menulis.

    Sering kali dalam pertemuan tersebut saya ditanya apa syarat-syarat untuk dapat menulis dan menghasilkan karya tulisan? Agaknya sulit darimana dapat memulai jawaban dari pertanyaan mendasar itu. Namun analogi ini setidaknya memberikan gambaran dari jawaban yang hendak mereka maksudkan.

    “Jika kita mau berenang, lebih penting manakah mengetahui teori berenang dulu atau langsung cebur aja dan teknik berenang kemudian?” tanya saya. Memang jika dilihat konteks dari berenang dan menulis jauh sekali berbeda, tetapi konteks boleh saja berbeda – namun konsepnya tetap sama, yakni coba dulu menulis baru koreksi belakangan.

    Akibatnya, jika seseorang berkutat pada konsep dulu baru melakukan, mereka akan terbentur pada waktu, alhasil tulisan yang dimaksudkan pun tidak selesai-selesai.

    Roh menulis terletak pada dialog, disini maksud saya adalah kemampuan kita untuk membaca teks (bukan sekedar buku) tetapi teks ada ada disekitar kita, itulah salah satu sumber teks yang dapat kita Tenun (T- Kapital) menjadi naskah.

    Kemampuan kita ber-dialog sekaligus ber-dialektika sekurang-kurangnya dengan diri sendiri dulu, kemudian tuangkan dalam teks (tenunan), setelahnya baru kita lihat kembali – cocok atau tidak dengan maksud yang hendak kita sajikan.

    Sederhananya, menulis merupakan kegiatan dialog dalam mendalami konteks baik teks buku, sosial dan keseharian hidup. Jika ditanya, apa syarat menulis yang paling utama? Jawaban saya, ceburkan diri dulu dalam kolam (tuangkan aja dulu), lalu belajar disana – teknik menulisnya menyusul. Lebih singkat, latihanlah. Semoga!!!

    Hidupkan Semangat Kartini dalam Dunia Pendidikan dan Perbankan

    Pontianak, 21 April 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Direktur Akademi Keuangan dan Perbankan (AKUB) Grha Arta Khatulistiwa Pontianak, Unika San Agustin,  Stanislaus Andes, menyampaikan pesan reflektif yang menekankan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan bangsa, khususnya melalui pendidikan dan kerja keras.

    Dalam pernyataannya, Stanislaus Andes mengawali dengan salam lintas budaya dan agama sebagai simbol persatuan, sebelum menyampaikan ucapan selamat Hari Kartini kepada seluruh masyarakat Indonesia.

    “Semangat R.A. Kartini adalah pengingat bagi kita semua bahwa perempuan memiliki peran penting dalam membangun masa depan bangsa,” ujarnya, (21/04/2026).

    Andes menegaskan bahwa perjuangan Kartini tidak hanya relevan dalam konteks sejarah, tetapi juga menjadi inspirasi nyata bagi generasi masa kini.

    Menurutnya, melalui akses pendidikan yang lebih luas dan semangat kerja keras, perempuan Indonesia mampu menunjukkan kapasitasnya untuk berkarya dan memberikan kontribusi nyata di berbagai bidang.

    Lebih lanjut, Andes menekankan komitmen AKUB Pontianak dalam mendukung lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan kesiapan menghadapi tantangan zaman.

    “AKUB Pontianak terus mendukung lahirnya generasi muda yang unggul, berintegritas, dan siap bersaing di era modern,” tambahnya.

    Andes juga mengajak seluruh mahasiswa dan masyarakat luas untuk terus menghidupkan semangat Kartini dalam kehidupan sehari-hari, dengan berani bermimpi, terus belajar, dan aktif berkarya demi kemajuan bangsa.

    Peringatan Hari Kartini, lanjutnya, bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk merefleksikan kembali nilai-nilai perjuangan emansipasi perempuan yang telah diwariskan oleh R.A. Kartini.

    “Semoga kita semua dapat menjadi ‘Kartini-Kartini’ masa kini yang mampu membawa Indonesia menjadi lebih baik dan maju,” tutupnya.*Sam – AKUB Pontianak. 

    Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Tampil di Ajang Internasional UNCLLE 2026

    SERTIFIKAT PENGHARGAAN -diberikan kepada Claudia Dwi Tika -Sebagai Pemakalah Terbaik pada Subtema SastraDalam Konferensi Internasional Mahasiswa Sarjana tentang Bahasa, Sastra, dan Budaya yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum dan Studi Global Universitas Dian Nuswantoro pada tanggal 18 April 2026

    DUTA, Landak | Lima mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo kembali menorehkan prestasi akademik dengan berpartisipasi sebagai pemakalah dalam ajang Undergraduate Conference on Language, Literature, and Culture (UNCLLE) yang diselenggarakan oleh Universitas Dian Nuswantoro di Semarang.

    UNCLLE merupakan konferensi ilmiah tingkat internasional yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dalam bidang bahasa, sastra, dan budaya.

    Pada tahun ini, konferensi diikuti oleh 32 pemakalah dari berbagai institusi, yang dipilih secara selektif, menjadikannya ruang akademik yang kompetitif sekaligus kolaboratif bagi mahasiswa untuk mempresentasikan gagasan ilmiah mereka.

    Lima mahasiswa yang mewakili Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo adalah Oktavia Linsi, Claudia Cindy Vatikan, Mutiara Vika Law, Claudia Dwitika, dan Florentina Melin. Dalam forum tersebut, mereka mengangkat tema-tema yang relevan dan kontekstual, meliputi pendidikan dengan pendekatan deep learning, budaya dan kearifan lokal, serta apresiasi puisi.

    Tema-tema ini menunjukkan kontribusi mahasiswa dalam mengembangkan perspektif pembelajaran bahasa Inggris yang tidak hanya berorientasi pada aspek linguistik, tetapi juga nilai budaya dan pendekatan pembelajaran inovatif.

    Keikutsertaan mahasiswa ini tidak terlepas dari bimbingan dosen, yaitu Dr. Antonius Setyawa Sugeng Nur Agung, M.Hum., Dr. Monika Widyastuti Surtikanti, M.Pd., dan Efrika Siboro, M.Pd. yang secara intensif mendampingi proses penyusunan hingga presentasi karya ilmiah.

    Dokumen Foto 001 (2026) – Landak

    Salah satu peserta, Oktavia Linsi, mengungkapkan kesannya selama mengikuti konferensi:

    “Mengikuti UNCLLE menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Tidak hanya melatih kemampuan presentasi akademik, tetapi juga membuka wawasan tentang bagaimana mahasiswa dari berbagai daerah mengkaji bahasa dan budaya dengan perspektif yang beragam. Saya merasa lebih termotivasi untuk terus mengembangkan penelitian yang relevan dengan konteks lokal.”

    Sementara itu, Efrika Siboro, M.Pd., selaku pembina English Student Association, menyampaikan apresiasinya:

    “Partisipasi mahasiswa dalam forum ilmiah seperti UNCLLE merupakan langkah penting dalam membangun budaya akademik yang kuat. Ini bukan hanya tentang presentasi, tetapi juga tentang proses belajar, kolaborasi, dan keberanian menyampaikan ide di ruang publik ilmiah.”

    Dokumen Foto 002 (2026) – Landak

    Dukungan juga disampaikan oleh Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Yunika Upa, M.Pd., yang menegaskan pentingnya kegiatan ini bagi pengembangan kompetensi mahasiswa:

    “Kami sangat bangga dengan keterlibatan mahasiswa dalam konferensi nasional seperti UNCLLE. Ini menjadi bukti bahwa mahasiswa kami mampu bersaing secara akademik sekaligus membawa isu-isu pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini.”

    Selain itu, prestasi membanggakan juga diraih oleh salah satu mahasiswa, yaitu Claudia Dwitika, yang berhasil meraih penghargaan Best Presenter dalam ajang tersebut.

    Dokumen Foto 003 (2026) – Landak

    Pencapaian ini semakin menegaskan kualitas akademik mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dalam berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.

    Partisipasi ini menjadi bagian dari komitmen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP- Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo dalam mendorong mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan ilmiah, memperluas jejaring akademik, serta berkontribusi dalam pengembangan ilmu bahasa, sastra, dan budaya di tingkat nasional.*San Agustin.

    Dokumen Foto 004 (2026) – Landak

    TERBARU

    TERPOPULER