Friday, April 24, 2026
More
    Home Blog Page 90

    Temu Orang Muda Katolik Se-Paroki Sambas Tahun 2023: Meningkatkan Iman dan Karakter

    Temu Orang Muda Katolik Se-Paroki Sambas Tahun 2023: Meningkatkan Iman dan Karakter

    Majalah DUTA – Stasi Sta. Theresia Kuranyi Paroki Sambas menyelenggarakan kegiatan Temu Orang Muda Katolik (TOMK) yang dihadiri oleh OMK dari berbagai Stasi di Paroki Sambas. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan iman dan karakter Orang Muda Katolik. Acara TOMK Se-Paroki Kristus Raja Sambas berlangsung mulai tanggal 22 hingga 25 Juni 2023 dengan jumlah peserta mencapai 440 orang. Meskipun kegiatan TOMK ini tidak dilaksanakan selama 2 tahun akibat dampak pandemi Covid, semangat Orang Muda Katolik untuk bertemu dan melaksanakan kegiatan tetap tinggi, seperti yang telah diagendakan sejak awal tahun 2023 dalam rapat bersama seluruh Ketua OMK Se-Paroki Sambas di aula persekolahan Amkur pada bulan Januari lalu.

    Kegiatan TOMK dilaksanakan di lapangan bola, Dusun Kuranyi, Desa Kaliau, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas. Stasi Kuranyi adalah salah satu dari 58 Stasi di wilayah Paroki Sambas dan terletak di wilayah perbatasan. Rumah-rumah umat menjadi tempat penginapan para peserta, sehingga seluruh acara dapat dilaksanakan di satu lokasi agar peserta dapat saling mengenal dan merasakan kebersamaan dengan umat di Stasi Kuranyi.

    Banner Temu Orang Muda Katolik Se-Paroki Sambas Tahun 2023

    Meskipun persiapannya dilakukan dalam waktu singkat, sekitar 40 hari, panitia bekerja dengan ekstra keras, terutama karena kegiatan ini tidak dilaksanakan di Pusat Paroki. Sebanyak 85 orang panitia dari OMK dibantu oleh Bapakat dan WKRI sebagai tuan rumah dari Stasi Kuranyi, serta beberapa koordinator dari Pengurus Inti OMK Paroki. Ketua Panitia TOMK tahun 2023 ini adalah Bapak Ambrosius Suryadi.

    Umat Stasi Kuranyi turut berperan serta dan sangat mendukung kegiatan ini melalui berbagai upaya, baik secara moril maupun tenaga, dengan membantu dalam persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.

    Dalam rangka meningkatkan iman dan karakter Orang Muda Katolik, TOMK kali ini diisi dengan serangkaian kegiatan menarik, antara lain Lomba Mazmur, Lomba Cerdas Cermat Alkitab, Lomba Vokal Group, dan Lomba Volly Putra dan Putri. Terdapat juga penampilan seni yang melibatkan tarian etnik, yel-yel, dan berbagai penampilan menarik dari peserta. Outbound juga menjadi salah satu kegiatan favorit bagi peserta, di mana mereka dapat berinteraksi dan saling mengenal satu sama lain. Selain itu, diadakan juga Perayaan Ekaristi Kaum Muda yang dipimpin oleh Pastor Benedetto Benno OFMCap, yang merupakan Pastor Moderator OMK se-Paroki Sambas.

    Para Peserta Temu OMK Se-Paroki Sambas Tahun 2023

    Bupati Kabupaten Sambas, H. Satono, S.Sos.I., M.H, turut menghadiri kegiatan Temu Orang Muda Katolik (T-OMK) di Keranji. Beliau juga memberikan sambutan pembukaan untuk kegiatan Temu Orang Muda Katolik Tahun 2023 ini. Acara ini juga dihadiri oleh Camat Sajingan Besar, Kepala Desa Kaliau, BPD Desa Kaliau, Bimas Katolik Kabupaten Sambas, Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Ketua Umat dan Para umat, donatur, serta tamu undangan yang tidak dapat disebutkan satu per satu.

    Melihat pengaruh yang semakin besar dari luar, terutama penggunaan media sosial yang memudahkan akses informasi bagi anak muda, serta meningkatnya kasus pernikahan dini dan penyalahgunaan obat-obatan dan narkoba, terutama di daerah perbatasan, maka dalam kegiatan ini juga disampaikan materi dari tenaga kesehatan. Materi tersebut sangat berguna bagi kaum muda dan diterima dengan baik. Diharapkan, kaum muda mampu mengenal dan mengendalikan diri sendiri agar tidak terpengaruh oleh dunia dewasa, memiliki pemikiran yang bijaksana dalam mengambil keputusan terkait masa depan yang lebih baik, serta menjaga iman Katolik sebagai warisan dari orang tua sejak kecil. Selain itu, diharapkan pula mereka semakin mengenal dan mempertahankan budaya serta adat istiadat mereka sendiri agar semakin melekat dalam diri sebagai kaum muda. (Fransiska Vira Septiadewi – OMK Sambas)

    Jambore Mahasiswa Katolik Keuskupan Agung Pontianak 2023: Membangkitkan Semangat dan Bersaksi

    Foto bersama seluruh peserta JAMMAS KOLIK KAP 2023 "Bangkit dan Bersaksilah"

    Majalah DUTA – Kemeriahan dan kebanggaan meliputi Persekolahan Katolik Nyarumkop saat Jambore Mahasiswa Katolik Ke-1 Keuskupan Agung Pontianak berlangsung dengan sukses pada tanggal 22 hingga 25 Juni 2023. Acara yang dihadiri oleh seribu peserta ini mengusung motto “Bangkit dan Bersaksilah” sebagai panggilan untuk generasi muda Katolik agar menjadi agen perubahan yang berani dan memberikan kesaksian nyata dalam kehidupan sehari-hari.

    Persiapan yang singkat tidak mengurangi semangat dan dedikasi panitia, guru, dan karyawan Persekolahan Katolik Nyarumkop dalam memberikan pelayanan kepada para peserta jambore. Dengan kerja keras dan koordinasi yang baik, mereka berhasil menciptakan atmosfer yang menyenangkan dan membangun semangat kebersamaan di antara mahasiswa Katolik Keuskupan Agung Pontianak.

    Uskup Agung Pontianak dalam Pembukaan JAMMAS Katolik KAP 2023, Kamis (22/06).

    Jambore Mahasiswa Katolik Ke-1 Keuskupan Agung Pontianak menyelenggarakan berbagai workshop yang bertujuan untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan zaman modern. Workshop yang tersedia meliputi Jurnalistik, Teater & Film, Kaderisasi Kebangsaan, Digital Entrepreneurship, Pendidikan Politik, dan Panggilan & Profesionalisme. Para peserta diberikan kesempatan mengikuti seluruh workshop, sehingga mereka dapat mengembangkan potensi diri mereka dalam bidang yang diminati.

    Foto bersama Mgr. Agustinus Agus bersama seluruh pastor di JAMMAS Katolik KAP 2023.

    Lokasi kegiatan Jambore yang berlangsung di Kompleks Persekolahan Katolik Nyarumkop, Kecamatan Singkawang Timur, memberikan suasana yang kondusif dan nyaman bagi para peserta. Dalam pembukaan acara, Mgr. Agustinus Agus, Uskup Agung Pontianak, memberikan sambutan yang menginspirasi dan mendorong peserta untuk mengambil peran aktif dalam masyarakat dengan iman yang kokoh.

    Misa Penutupan dipimpin oleh Vikjen KAP, P. William Chang, OFMCap, Minggu (25/06). Didampingi oleh Ketua Moderator SC Pastoral Mahasiswa KATOLIK KAP, RP. Greg Kukuh, CM dan Pastor Moderator PMKRI KAP, RD. Alexius Alex.

    Para Pastor yang memimpin Misa Penutupan JAMMAS KATOLIK 1 KAP 2023, 25 Juni 2023.
    Misa Penutupan JAMMAS KATOLIK 1 KAP 2023, 25 Juni 2023.

    Dalam homilinya Vikjen KAP mengungkapkan harapannya bahwa buah dari perhelatan Jambore Mahasiswa KATOLIK yang pertama ini yakni, semakin terjalinnya persaudaraan tanpa sekat/kotak/tembok.

    Pastor Moderator PMKRI KAP, RD. Alexius Alex, mengumumkan venue JAMMAS KATOLIK II KAP, akan dilaksanakan 3 tahun ke depan (2026).

    Ketua Panitia, Endro, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia, guru, dan karyawan Persekolahan Katolik Nyarumkop atas kerja keras dan pengorbanan mereka dalam menjalankan kegiatan JAMMAS Katolik ini. Keberhasilan acara ini tidak lepas dari peran mereka yang telah dengan sungguh-sungguh memberikan pelayanan dan menjadikan kegiatan ini sebagai momen yang berkesan bagi seluruh peserta.

    Dengan semangat dan kebersamaan yang terjalin dalam Jambore Mahasiswa Katolik Keuskupan Agung Pontianak, diharapkan para peserta dapat membawa pengalaman berharga dan motivasi dalam membangun masa depan yang lebih baik. Jambore ini menjadi momentum penting dalam membangkitkan semangat generasi muda Katolik untuk beraksi dan memberikan kesaksian di tengah masyarakat. (Ron’s)

    Misa Pembukaan dan Penutupan Tahun Ajaran STT Pastor Bonus Pontianak: Menghadirkan Kebahagiaan dan Pengabdian yang Mendalam

    Potret Bersama sebelum mulai misa pembukaan

    MajalahDUTA,Com- Pontianak, 23 Juni 2023 – Dalam suasana yang penuh semangat, STT Pastor Bonus Pontianak memulai dan menutup tahun ajaran dengan misa yang sarat makna. Misa pembukaan dihadiri oleh Uskup Agustinus dan delapan imam, yang menjadi momen penting dalam memulai perjalanan spiritual para mahasiswa STT Pastor Bonus.

    Dalam homili yang penuh inspirasi, Uskup Agustinus berbagi pengalamannya selama satu bulan terakhir yang penuh dengan aktivitas tanpa henti. Meskipun tidur rata-rata pada pukul 1 malam, Uskup mengungkapkan bahwa kekuatannya datang dari Tuhan. Ia menekankan pentingnya mencari surga terlebih dahulu dan memiliki semangat kasih dalam melayani umat. Para frater juga diajak untuk melatih diri agar penderitaan dapat diubah menjadi kebahagiaan yang sejati.

    Misa syukur pelepasan mahasiswa angkatan 2021-2022 juga menjadi momen yang berkesan. Frater tingkat 2 menyampaikan permohonan maaf jika ada kesalahan dan meminta doa dari semua orang. Pada kesempatan tersebut, perwakilan dari Gotaus, Pius, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian para frater dalam menyelesaikan program S2. Pastor William juga mengucapkan terima kasih kepada Uskup Agustinus atas perhatian dan dukungannya terhadap STT Pastor Bonus. Para frater dan peserta misa turut berbahagia dan memberikan selamat atas kesuksesan mereka.

    Uskup Agustinus dalam sambutannya mengutip kata-kata Santo Agustinus yang menyatakan bahwa bersama umat Katolik, ia adalah seorang Katolik, dan sebagai seorang uskup, ia adalah pemimpin mereka. Ia juga mengumumkan bahwa tahbisan diakon akan dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus, yang bertepatan dengan hari Santo Yohanes Vianney. Rencana tahbisan imamat juga masih dalam pertimbangan, namun Uskup mengajak semua orang untuk berjalan bersama (sinode) dan memberikan yang terbaik dalam pembinaan dan pelayanan.

    Misa penutupan tahun ajaran 2021-2022 dihadiri oleh frater tingkat 1 dan frater tingkat 2. Dalam momen ini, 21 frater tingkat 1 dan 10 frater tingkat 2 merayakan perjalanan mereka dengan penuh sukacita dan rasa syukur.

    Dengan semangat yang tinggi dan komitmen untuk memberikan yang terbaik, Sekolah Tinggi Teologi (STT Pastor Bonus) Pontianak melanjutkan perjalanan pendidikannya dalam menyiapkan calon imam yang akan melayani Gereja dan umat dengan penuh dedikasi.

    Jambore Mahasiswa 2023: Membangun Kekuatan Kaum Muda Katolik untuk Masa Depan

    Potret Bersama usai dinamika kelompok

    MajalahDUTA.Com- Nyarumkop, Sabtu, 24 Juni 2023 – Masih dalam suasana hari ke tiga yang penuh semangat dan keakraban, Jambore Mahasiswa tahun 2023 telah menghasilkan momen berharga bagi para peserta. Dengan fokus pada pembentukan mindset dan penguatan iman, kegiatan ini mampu memberikan pengalaman dan ilmu yang berharga kepada kaum muda Katolik.

    Sesi keakraban workshop menjadi salah satu highlight dari jambore ini. Setelah persiapan pribadi, peserta diajak untuk berkenalan satu sama lain dengan anggota kelompok. Aktivitas ini memberikan kesempatan kepada mereka untuk saling memperkenalkan diri dan membangun hubungan yang erat. Kebersamaan ini semakin diperkuat melalui makan malam bersama pada pukul 18.00 WIB, setelah selesai sesi keakraban workshop.

    Dalam wawancara dengan narasumber pertama, Yufita Dewi Rahmawati (23), mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura Pontianak, berbagi pengalaman dan manfaat yang didapat dari jambore ini. Selain mendapatkan teman baru, Yufita mengungkapkan bahwa jambore ini mampu membentuk mindsetnya sebagai seorang mahasiswa yang terbuka terhadap perkembangan zaman. Ia menyadari pentingnya memiliki prinsip hidup yang terarah, baik dalam pengetahuan maupun dalam iman, sehingga ia dapat menjadi orang muda Katolik yang cerdas dan teguh dalam imannya. Melalui berbagai sudut pandang ilmu sosial, budaya, politik, bahkan keterampilan public speaking, Yufita merasa bahwa jambore ini mampu meningkatkan spiritualitas dan keimanan kaum muda dalam Gereja Katolik serta mempersiapkan mereka untuk berperan dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara.

    Narasumber kedua, Damara (21) dari kampus STAKATN Pontianak, mengungkapkan kegembiraannya dalam mengikuti jambore ini. Baginya, jambore memberikan pengalaman dan teman-teman baru yang menarik. Bergabung dalam keluarga Santo Petrus, ia merasa senang karena dapat berkenalan dan membangun kontribusi bersama teman-teman dalam keluarga tersebut. Jambore ini memberikan kesempatan baginya untuk berinteraksi dan memperkuat ikatan sebagai pemuda-pemudi yang berbangsa dan bernegara Indonesia.

    Jambore Mahasiswa 2023 memberikan bukti nyata tentang pentingnya pembentukan karakter, penguatan iman dan pembekalan intelektual bagi kaum muda Katolik. Dengan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh, para peserta siap untuk menghadapi masa depan dengan keyakinan dan kontribusi yang lebih baik. (Sam/Mia- Tim KOMSOS KA Pontianak).

    Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Pontianak Menerima Tanda Penting Menuju Indonesian Youth Day

    Penyerahan Salib IYD III Kepada Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Pontianak, 23 Juni 2023 – Indonesian Youth Day (IYD) telah mencapai tahap penting dengan penyerahan Salib IYD III kepada Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Pontianak. Momentum ini ditunggu-tunggu oleh para Orang Muda Katolik (OMK) di seluruh Indonesia, dan kegiatan persiapan yang antusias telah dilakukan oleh OMK dari berbagai keuskupan.

    Setelah menggelar kirab salib pra IYD III yang melibatkan keuskupan-keuskupan di Kalimantan Barat, perjalanan salib ini mencapai puncaknya pada hari ini di Rumah Retret Tirtaria, Kuburaya, Kalimantan Barat. Salib IYD III ini akan diteruskan ke tuan rumah IYD III tahun ini, yaitu Palembang.

    Acara penyerahan dimulai dengan perarakan salib IYD yang tiba dari Paroki Katedral St. Yoseph Pontianak. Kedatangan salib tersebut disambut dengan tarian dan musik tradisional bernuansa Dayak, menciptakan suasana yang kental dengan kearifan lokal. Setelah itu, salib IYD diserahkan kepada Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Pontianak.

    Para OMK kemudian diarahkan menuju Kapel Tirtaria untuk mengikuti misa yang dipimpin oleh Pemimpin Utama Konselebran, RP. Pius Barces, CP, bersama dengan beberapa pastor rekannya, yakni RD. Yosep Maswardi, RD. Paulinus Surip, RD. Rupinus Kehi, RD. Donatus, dan RP. Adi Budi Kristianto, MSC.

    Dalam khotbahnya, Pastor Barces menyampaikan pesan kepada para OMK yang hadir bahwa iman mereka tidak boleh luntur dalam situasi apapun. Iman harus menjadi kekuatan, penghiburan, dan sukacita, karena OMK merupakan masa kini dan masa depan gereja.

    Pastor Barces juga memberikan pesan khusus kepada OMK yang mewakili Kalimantan Barat, untuk selalu saling memperhatikan dan mendukung satu sama lain. “Saya berpesan agar masing-masing dari kita selalu memperhatikan satu sama lain sebagai grup, karena kita mewakili Kalimantan Barat. Mari kita bawakan nama baik Kalbar dengan memancarkan sukacita, kegembiraan, dan kesiapan kita,” ujar Pastor Barces, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal KAP.

    Setelah misa selesai, para OMK yang hadir menikmati malam keakraban yang diisi dengan hiburan dan permainan yang diselenggarakan oleh panitia.

    Para peserta IYD yang mewakili Kalimantan Barat akan melanjutkan masa karantina di Rumah Retret Tirtaria selama beberapa hari ke depan sebelum melanjutkan perjalanan menuju acara puncak IYD yang akan diselenggarakan di Palembang, Sumatera Selatan, pada 26 Juni hingga 1 Juli 2023 mendatang.

    By. Monica Yesi – KOMSOS KA Pontianak
    Foto: Haryadi & Yohanes Akuang

    Di Balik Layar Jambore Mahasiswa Katolik KAP

    Majalah DUTA – Suksesnya Jambore Mahasiswa Katolik Ke-1 Keuskupan Agung Pontianak di Persekolahan Katolik Katolik Nyarumkop (22-25/6/23) menjadi kebanggaan bagi semua orang yang terlibat dalam event tersebut. Menilik persiapan dan koordinasi yang singkat, panitia, guru, dan karyawan Persekolahan Katolik Nyarumkop melalui Pastor Kepala PKN berelasi dan berupaya maksimal dalam memberikan pelayanan kepada seribu mahasiswa dengan segala kekurangan dan kelemahannya.

    Jambore Mahasiswa Katolik ke-1 Keuskupan Agung Pontianak di Persekolahan Katolik Nyarumkop disokong oleh Pastor Kepala PKN, guru serta karyawan sebagai mitra panitia dalam mempersiapkan konsumsi dan penginapan para peserta jambore secara terukur. Menurut Ketua panitia Endro mengapresiasi kerja keras Bapak dan Ibu guru yang telah menyuguhkan dan meluangkan waktu secara total, bahkan harus menginap dan bangun dini hari untuk keperluan peserta jambore.

    Kerjasama dan Dedikasi yang Membawa Kebanggaan: Suksesnya Jambore Mahasiswa Katolik Ke-1 Keuskupan Agung Pontianak di Persekolahan Katolik Nyarumkop

    Sementara itu, Wiwik sapaan akrab Ibu tiga anak ini mengucapkan terima kasih untuk kebersamaan antar rekan kerja yang berkenan meluangkan waktu dan kerja kerasnya mempersiapkan segala sesuatunya. “Semoga kerjasamanya menjadi berkat bagi semua orang” Imbuhnya. (Oyent Andreas)

    Persiapan Kontingen Keuskupan Agung Pontianak Menuju Temu Pembina IV TKK MNPK 2023 Di Kalimantan Tengah

    Latihan Bersama Kontingen Keuskupan Agung Pontianak di SMP Suster – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Pontianak – Persiapan merupakan proses mempersiapkan segala sesuatu yang akan diperlukan untuk melaksanakan suatu kegiatan, ialah suatu hal yang sangat penting dan mendasar supaya kegiatan dapat dilaksanakan dengan baik. Demikianlah yang sedang dilaksanakan oleh Kontingen Keuskupan Agung Pontianak yang akan mengikuti kegiatan Temu Pembina IV TKK MNPK di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

    Temu Pembina IV akan dilaksanakan pada 25 Juni – 2 Juli 2023 di Bumi Perkemahan Nyaru Menteng Kota Palangkaraya Provinsi Kalimantan Tengah dengan tema “The Leader Within” dan motto “Ikhlas Bhakti Bina Bangsa Berbudi Bawa Laksana”.

    Baca Juga: Mgr. Agustinus Agus ungkapkan Nilai-nilai yang ada di Pramuka tak jauh dari Agama Katolik

    Di dalam Palus WEI TB IV Petunjuk Pelaksanaan dicantumkan bahwa pertemuan Pembina Pramuka ini merupakan kegiatan bagi anggota pramuka dewasa dimana semua kegiatan sesuai dengan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan.  Diselenggarakan Temu Pembina ini sebagai upaya meningkatkan mutu Pembina Pramuka dari Gugus Depan yang berpangkalan di sekolah katolik di setiap Keuskupan/Keuskupan Agung se-Indonesia melalui kegiatan saling tukar pengalaman membina di setiap Gugus Depan. Penyelenggaraannya berdasarkan penunjukan yang berkelanjutan lima tahun sekali.

    Sebelumnya kegiatan Temu Pembina sudah dilaksanakan beberapa tempat yaitu Temu Pembina I dilaksanakan tahun 2005 di Gambung, Bandung Selatan oleh TKK-MPK Keuskupan Bandung, Temu Pembina II dilaksanakan tahun 2010 di Palasari, Bali oleh Keuskupan Denpasar, dan Temu Pembina III dilaksanakan tahun 2016 di Klaten oleh TKK BKS DIY, TKK BKS KEDU, dan TKK BKS Surakarta.

    Pendidikan Katolik

    Selama proses mempersiapkan keberangkatan mengikuti kegiatan Temu Pembina IV di Palangkaraya kontingen Keuskupan Agung Pontianak sudah mulai mempersiapkan segala sesuatunya dengan melakukan pertemuan perdana mulai dari Rabu, 17 Mei 2023 di SMP Suster, tepatnya di Kompleks Persekolahan Suster Pontianak Jl. Ar. Hakim No. 106 Darat Sekip Kec. Pontianak Kota, Kota Pontianak Kalimantan Barat.

    Selama proses persiapan kontingen di Pontianak tidak luput dari pendampingan para pengurus TKK MPK Keuskupan Agung Pontianak. Proses latihan dipantau dan dibimbing oleh pengurus, selain yang di Pontianak juga di koordinasi para peserta yang berada di luar daerah karena tempat tugas masing-masing, yaitu Singkawang, Pemangkat, Nyarumkop, Pahauman dan Darit.

    Baca Juga: Run4U 2023: Charity Run untuk Membantu Pengungsi di Jakarta

    Menurut Rinny Pattiasina yang telah membimbing peserta selama proses persiapan. Persiapan keberangkatan kontingen Keuskupan Agung Pontianak menuju Palangkaraya sudah hampir mencapai 100%. Namun masih ada beberapa hal yang harus dimatangkan lagi persiapannya. Ia juga berharap kontingen Keuskupan Agung Pontianak dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan semuanya dapat berjalan dengan lancar.

    “Persiapan kita sudah hampir mencapai 100% selesai, dalam waktu kurang dari 1 minggu ini. Nanti setelah beberapa hari sebelum keberangkatan semuanya sudah rampung disiapkan. Saya juga berharap semoga kegiatan berjalan dengan lancar dan pembina mendapatkan hal baru yang nantinya bisa dibawa ke Gugus Depan masing-masing dan tentunya dapat diaplikasikan” papar Rinny selaku Waka Bina Muda dalam kepengurusan TKK Keuskupan Agung Pontianak.

    Sebelum keberangkatan pada hari Sabtu, 24 Juni2023. Seluruh peserta kontingen Keuskupan Agung Pontianak mengikuti Pelepasan oleh ketua TKK dan Ketua MPK pada hari Jumat, 23 Juni 2023 di SMA Santo Paulus Gedung Bina Remaja. Adapun beberapa agendanya antara lain; pengarahan dari ketua TKK dan ketua MPK sekaligus pelepasan Kontingen, foto bersama kontingen secara keseluruhan, gladi bersih, dan pengecekan final kelengkapan kesiapan kontingen/regu.

     

    Penulis: Winda | Tim MajalahDUTA

    Run4U 2023: Charity Run untuk Membantu Pengungsi di Jakarta

    Dari kiri ke kanan: Direktur Lembaga Daya Dharma (LDD) KAJ - Romo A Suyadi, SJ, Ketua Panitia Run4U 2023 Ken Prita Sitasari, Uskup Keuskupan Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo, Direktur Jesuit Refugee Service (JRS) Indonesia Romo Martinus Dam Febrianto, SJ, moderator Hermien Kleden, dan Ketua 1 PUKAT KAJ Reymund Levy setelah memberikan keterangan pers terkait pelaksaan Run4U 2023 di ruang Maria - Josep Gereja Katedral Jakarta, Jumat, 9 Juni 2023.

    Majalah DUTA – Run4U, kegiatan charity run tahunan yang diadakan oleh Profesional dan Usahawan Katolik – Keuskupan Agung Jakarta (PUKAT KAJ), kembali diselenggarakan. Acara ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan jasmani dan rohani melalui olahraga, tetapi juga untuk memberikan welas asih, belas rasa, dan berkat bagi sesama yang membutuhkan, khususnya para pengungsi.

    Wilayah Keuskupan Agung Jakarta saat ini menampung sekitar 6.000 pengungsi dari berbagai negara seperti Afghanistan, Somalia, Sudan, Irak, Iran, dan Eritrea. Mereka telah meninggalkan tanah kelahiran mereka karena persekusi yang mereka alami. Para pengungsi ini tersebar di beberapa daerah di Jakarta seperti Tebet, Pasar Minggu, Kebayoran, Grogol, Ciputat, Serpong, dan Kalideres. Selain hidup tanpa kepastian mengenai masa depan, sebagian dari mereka juga menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar setelah tinggal di Indonesia dalam jangka waktu yang lama.

    Hal itu dikatakan oleh Direktur JRS Indonesia, Romo Martinus Dam Febrianto, dalam konferensi pers di ruang Maria-Josep, Gereja Katedral Jakarta, Jumat (9/6/2023). Hadir juga dalam acara tersebut Direktur Lembaga Daya Dharma (LDD) KAJ, Romo A Suyadi, SJ, Ketua Panitia Run4U 2023 Ken Prita Sitasari, Uskup Keuskupan Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo, Ketua 1 PUKAT KAJ Reymund Levy, dan moderator Hermien Kleden.

    Lembaga Daya Dharma (LDD) Keuskupan Agung Jakarta dan Jesuit Refugee Service (JRS) Jakarta telah memberikan berbagai pelayanan kepada para pengungsi, termasuk peningkatan kapasitas dan keterampilan serta pembagian sembako. Pada tahun 2022, sebanyak 206 pengungsi dari komunitas Afrika menerima 12 kali distribusi sembako untuk kebutuhan sehari-hari mereka. JRS Jakarta juga telah mendampingi dan melayani 118 individu atau keluarga pengungsi dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka, sambil berupaya memberikan peluang pemberdayaan.

    “Dalam dua tahun mendatang, JRS berkomitmen untuk terus melayani para pengungsi luar negeri di Jakarta. Namun, pelayanan ini membutuhkan anggaran yang tidak sedikit,” ujar Romo Martinus Dam Febrianto. Selama tahun 2023, JRS membutuhkan dana sebesar Rp 773.360.054,00 untuk memenuhi berbagai kebutuhan dasar pengungsi seperti makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, layanan kesehatan darurat, advokasi, koordinasi, dan peningkatan kapasitas staf JRS. Jika dihitung dengan kebutuhan tahun 2024, jumlahnya menjadi Rp 1.634.888.111,00.

    Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo, memberikan apresiasi atas inisiatif Profesional dan Usahawan Katolik – Keuskupan Agung Jakarta (PUKAT KAJ) dalam penyelenggaraan Run4U 2023. Acara tahunan ini bukan hanya sekadar kegiatan olahraga, tetapi juga merupakan kegiatan amal untuk membantu para pengungsi di wilayah Keuskupan Agung Jakarta. Dana yang terkumpul dari acara ini akan disalurkan melalui LDD Keuskupan Agung Jakarta dan Jesuit Refugee Service (JRS), yang merupakan lembaga gerejawi yang sangat terpercaya dalam memberikan pelayanan kepada pengungsi yang dijalankan oleh Serikat Jesus.

    Kardinal Suharyo mengajak semua pihak yang memiliki kemampuan dan kesempatan untuk terlibat dalam usaha mulia ini. Ia menekankan pentingnya partisipasi aktif dalam mewujudkan kesejahteraan bersama, terutama bagi para pengungsi. Keikutsertaan dalam bentuk apa pun akan sangat dihargai dan diabdikan untuk kemuliaan Tuhan serta kebaikan bersama.

    Run4U 2023, yang memiliki target peserta sebanyak 3.500 orang, akan diselenggarakan dengan konsep Hybrid yang menarik. Konsep ini menggabungkan elemen dari Run4U 2018 dan 2019 yang hanya diadakan dalam satu hari dan satu lokasi dengan Virtual Run4U 2021 dan 2022 yang berlangsung selama dua bulan dan dapat diikuti oleh peserta dari mana pun, termasuk dari luar negeri.

    Ken Prita Sitasari WS, Ketua Panitia Run4U 2023, menjelaskan bahwa pemilihan konsep Hybrid ini bertujuan untuk menjangkau lebih banyak orang dari berbagai usia, latar belakang, dan lokasi. Dengan kampanye yang berlangsung selama hampir tiga bulan, diharapkan dapat menggalang donasi yang dibutuhkan oleh LDD dan JRS untuk para pengungsi. Melalui kebersamaan yang luas, acara ini mengedepankan nilai welas asih, kekompakan, dan sukacita.

    Pendaftaran untuk peserta Run4U 2023 telah dibuka sejak 1 Juni 2023. Kegiatan ini secara garis besar terbagi menjadi dua kategori, yaitu Pejuang Donasi dan Pejuang Kilometer. Dengan adanya Run4U 2023, diharapkan masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan olahraga ini sambil memberikan dukungan bagi para pengungsi dan meluaskan karya sosial PUKAT KAJ dalam mewujudkan kebersamaan yang berlandaskan welas asih, kekompakan, dan sukacita.

    Prestasi OMK Lewat Tarian “Nyai Balau”

    Pemusik dan Penari OMK Kristus Raja Sambas

    Majalah DUTA – Jumat, 26 Mei 2023, Kabupaten Sambas merayakan pembukaan Pekan Gawai Dayak Naik Dango ke-XVI dengan suatu Misa Syukur yang menggembirakan. Pastor Celestinus Joni, OFMCap, pastor paroki Kristus Raja Sambas, memimpin langsung acara tersebut.

    Penampilan OMK Kristus Raja Sambas di Pekan Gawai Naik Dango Sambas ke-XVI

    Salah satu perlombaan yang diadakan dalam Gawai Naik Dango Sambas adalah kompetisi tari kreasi, diikuti oleh 8 peserta dari berbagai sanggar di kabupaten Sambas. Menariknya, kali ini OMK Kristus Raja Sambas turut serta sebagai peserta, menjadi pengalaman pertama bagi mereka untuk memeriahkan acara Gawai Naik Dango ke-XVI di Kabupaten Sambas.

    Tarian yang dibawakan oleh OMK Kristus Raja Sambas berjudul “Nyai Balau,” menggambarkan seorang perempuan berambut panjang yang memiliki sifat baik hati dan sopan dalam berbicara. Namun, setelah kehilangan anaknya yang tewas dibunuh oleh musuhnya, dia memilih untuk bertapa dan mendapatkan kekuatan dari senjatanya, yaitu Selendang Kuning Sakti. Tarian ini menjadi titik awal dari prestasi OMK Kristus Raja Sambas dalam bidang seni tari, yang berhasil meraih Juara 1 pada kompetisi Tari Kreasi Gawai Dayak Naik Dango ke-XVI.

    Suara riuh penonton dan dukungan dari rekan-rekan OMK yang memeriahkan penampilan penari OMK di atas panggung, menciptakan semangat dan kekuatan yang membara. Ketika pengumuman pemenang lomba dilakukan, kegembiraan para anggota OMK semakin meluap.

    Penyerahan Piala Pemenang Lomba Tari Kreasi oleh Bupati Sambas (H. Satono, S.Sos.I.,M.H)

    Rasa bangga dan haru meliputi hati para anggota OMK, khususnya pelatih musik dan tari, penari, pemusik, pastor Moderator, pastor rekan, pastor Paroki Kristus Raja Sambas, dan umat di lingkungan Gereja Kristus Raja Paroki Sambas yang membanjiri mereka dengan ucapan selamat yang tak terhitung.

    Semoga prestasi yang diraih ini menjadi pijakan awal bagi OMK untuk meraih karir yang lebih luas, dikenal tidak hanya di tingkat lokal Paroki Sambas, tetapi juga di tingkat nasional. Video lengkap penampilan Tari Kreasi OMK Kristus Raja Sambas dapat ditemukan di akun Instagram mereka, @omkkristusrajasambas. (Yuni Fransiska – OMK Sambas)

    Rapat Koordinasi Lembaga Adat Dayak Desa Angkaras Landak 2023

    Majalah DUTA – Rabu, 31 Mei 2023, di Kantor Desa Angkaras, dilaksanakan rapat koordinasi Lembaga Adat Dayak Desa Angkaras Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak. Rapat ini dihadiri oleh Kepala Desa Angkaras, Bapak Sujiman, serta narasumber dari Dewan Adat Dayak Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak, yaitu Bapak Agustinus Sukiman, SH. Selain itu, Lembaga Adat Dayak yang berada di wilayah Desa Angkaras, seperti Timanggung, Pasirah, dan Anak Raga, juga diundang. Dalam kegiatan ini, turut serta Babinsa dan Babinkantibmas dari Kecamatan Menyuke.

    Agenda utama dalam rapat ini adalah untuk membuka wawasan dan pengetahuan mengenai adat istiadat Dayak, khususnya adat istiadat yang berlaku di Kecamatan Menyuke dan Desa Angkaras. Dalam sambutannya, Kepala Desa Angkaras, Bapak Sujiman, mengimbau seluruh Lembaga Adat di Desa Angkaras agar patuh dan taat terhadap Peraturan Adat yang berlaku di daerah, dengan tujuan menciptakan suasana di masyarakat yang mencintai adat dan budaya orang Dayak.

    Selanjutnya, Plt. Dewan Adat Dayak Kecamatan Menyuke menekankan pentingnya memahami dan mencintai sejarah adat serta menghargai adat itu sendiri. Orang yang beradat harus diwajibkan untuk mencintai adat kita sebagai orang Dayak. Dalam hal ini, Plt. Dewan Adat Dayak juga mengevaluasi perlunya perubahan dalam kegiatan adat ke arah yang lebih baik, guna mempertahankan dan menjunjung tinggi nilai-nilai adat itu sendiri, demi menciptakan orang Dayak yang mencintai adat budaya dan memiliki martabat.

    Melalui rapat koordinasi ini, tercipta kesepahaman bersama bahwa pemahaman terhadap adat istiadat Dayak harus ditingkatkan. Pemimpin adat dan masyarakat Desa Angkaras berkomitmen untuk patuh dan taat terhadap Peraturan Adat yang berlaku, sehingga tercipta lingkungan yang menghargai dan melestarikan adat dan budaya kita.

    Dalam upaya memperkuat nilai-nilai adat dan budaya Dayak, harapannya adalah agar generasi muda juga terlibat secara aktif dalam memahami dan memelihara warisan adat yang telah diterima. Dengan demikian, kita dapat menjaga keberlanjutan adat istiadat Dayak dan memastikan bahwa nilai-nilai luhur dari budaya ini terus hidup dalam masyarakat.

    Rapat koordinasi Lembaga Adat Dayak Desa Angkaras Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak tahun 2023 menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman dan penghormatan terhadap adat istiadat Dayak. Dengan kesepahaman dan kerjasama yang kuat, kita berharap dapat menciptakan masyarakat Dayak yang mencintai dan melestarikan adat dan budaya kita, serta menjaga identitas yang kaya dan bernilai tinggi.

    (Rino – Tim DPP Paroki Darit)

    TERBARU

    TERPOPULER