Tuesday, May 19, 2026
More
    Home Blog Page 152

    Visi Misi Keuskupan Agung Pontianak

    Mgr Agustinus Agus- Uskup Agung Pontianak

    MajalahDuta.Com, Pontianak- Visi-misi ini menjadi penuntun atau pegangan dalam proses menjalankan program pastoral hidup menggereja selama lima tahun ke depan.

    Butir-butir yang tertuang dalam Program Kerja 2016-2020 merupakan kebijakan setiap paroki dalam iurisdiksi Keuskupan Agung Pontianak.

    Pastor Paroki dan Dewan Pastoral Paroki dan seluruh umat diundang untuk bekerja sama dalam mewujudkan Visi-Misi Keuskupan Agung Pontianak.

    VISI

    Gereja Keuskupan Agung Pontianak sebagai keluarga Injili yang mengakar, mandiri, peduli, misioner, dan dalam bimbingan Roh Kudus mewujudkan keadilan, damai dan keutuhan ciptaan di tengah masyarakat yang beragam.

    MISI

    1. Meningkatkan kemampuan petugas pastoral secara berkesinambungan.
    2. Menyelenggarakan pendidikan dan pendampingan iman anak, remaja, OMK, dan keluarga.
    3. Meningkatkan kualitas iman umat melalui katekese, doa, dan devosi.
    4. Mengembangkan solidaritas.
    5. Mengoptimalkan peran kaum awam dalam bidang sosial, politik, kemasyarakatan melalui kaderisasi terencana.
    6. Membangun jejaring, dialog, kerja sama dengan pemerintah, LSM, Luar Negeri, dan yang berkeyakinan lain secara bijak dan cermat.
    7. Membangun gerakan dan kerja sama dalam memelihara keutuhan ciptaan dan mengembangkan pola hidup sehat.
    8. Melibatkan diri dalam menyelesaikan masalah sosial, keadilan, kesetaraan, perdamaian, dan martabat manusia.
    9. Mempromosikan ekonomi kerakyatan.
    10. Meningkatkan dialog dan inkulturasi dengan budaya setempat.

     

    Selamat dan Sukses UKM Senam Tarigas STKIP Pamane Talino Atas Perolehan Juara III Kejuaraan Virtual Senam Kreasi Nasional Terbuka 2021

    Poster ucapan selamat kepada UKM Senam Tarigas, Juara III Kejuaraan Virtual Senam Kreasi Nasional Terbuka 2021. – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.COM, Landak – Minggu (18/7/2021) Unit Kegiatan Mahasiswa STKIP Pamane Talino sekali lagi menorehkan prestasi di tingkat Nasional. Dalam kesempatan kali ini, UKM Senam Tarigas yang mencatatkan keberhasilan mereka dan mendapat juara III Kejuaraan Virtual Senam Kreasi Nasional Terbuka 2021. Perlombaan yang diikuti, diadakan melalui online dalam bentuk video.

    Baca Juga: Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus Melantik 71 DPP Paroki St. Pius X Bengkayang: Manajemen Paroki Harus Transparan

    Prestasi ini dijuarakan oleh Yohana Novaria, Gerhanika Wulandari dan Sepra Nanda yang mereka bertiga dari prodi PJKR 2019 serta didampingi oleh Maharani Fatimah Gandasari, M. Pd.

    Hasil yang didapat merupakan bentuk usaha dan perjuangan mereka dalam proses latihan. Penyempurnaan gerakan dilakukan secara rutin setiap harinya. Hujan, panas dan kondisi apapun mereka lalui tanpa kenal lelah dan mengeluh.

    Prestasi

    “Perasaan saya senang dan bahagia, karena bisa lolos dan meraih juara 3 umum. Kenapa bisa merasakan begitu senang, karena tidak semua orang bisa dan lolos di event Nasional seperti ini,” ungkap Nanda

    “Alasan mengapa kami bisa menang, karena berkat dan penyertaan tuhan, serta pembimbing atau pelatih kami ibu Rani dan kerja sama tim kami sehingga kami bisa lolos dan memperoleh juara 3 umum tingkat nasional,” sambungnya.

    Baca Juga: Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus Resmikan Berdirinya Paroki Santo Montfort Kec. Monterado, Kab. Bengkayang Keuskupan Agung Pontianak

    Maharani Fatimah Gandasari, mengungkapkan perasaannya sendiri tidak menyangka bisa juara. “Usaha dan semangat mereka ternyata bisa memicu mental juara. Pastinya ibu merasa bangga dengan pencapaian prestasi UKM Senam karena ini memang pertama kalinya kita ikut event diluar apalagi tarafnya Nasional. Semoga ini bisa memicu semangat teman lain yang ada di UKM Senam untuk berlatih.”

    “Saat ini UKM Senam sedang mempersiapkan diri diajang Pekan Prestasi Mahasiswa Nasional dengan mengikuti 3 nomor lomba (senam kreasi, poco-poco, aerobic dangdut) mohon doanya semoga diberi kelancaran dan sesuai dengan harapan. Amin,” katanya.

    Semangat dan Konsisten

    Dari kegiatan ini Yohana Novaria, Gerhanika Wulandari dan Sepra Nanda serta Maharani Fatimah Gandasari mengoreskan pesan, mereka berharap kiranya UKM Senam Tarigaas tetap rendah hati dalam mencapai sesuatu dan tak pernah takut  untuk melangkah maju. Semoga hal ini menjadi motivasi dan acuan anggota UKM sehingga berani tampil dan mengekspresikan kemampuan diri.

    “Jangan pernah menyerah dan tetap semangat, karena apa yang kita lakukan dengan usaha itu tidak akan mengecewakan dan tetap konsisten dengan apa yang kita lakukan,” pesan mereka.

    Baca Juga: Seleksi National University Debating Championship (NUDC) STKIP Pamane Talino untuk Tingkat Wilayah LLDIKTI XI

    ”Pesan ibu untuk UKM Senam semoga ini awal yang baik untuk UKM Senam, karena mengingat UKM Senam ini adalah UKM yg baru dibentuk di tahun 2019. Kita akan terus mencoba hal-hal baru, untuk terus mengukir prestasi karna ibu lihat UKM Senam ini punya potensi yang besar dalamm mencetak instruktur kebugaran. Bahkan keterampilan ini dapat mereka gunakan di dunia kerja nantinya tentunya selain menjadi seorang guru olahraga. Pesan ibu untuk UKM Senam teruslah berlatih dan jangan menyerah dengan keadaan apalagi dimasa pandemi, tunjukan dimasa pandemi ini kita juga bisa untuk berprestasi,” pesan Maharani.

    Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis Ungkapkan Wacana ‘Icon’ Patung Yesus Raksasa Bengkayang: Letaknya di Bukit Jagoi Babang

    Dalam Acara Peresmian Paroki St. Montfrot Monterado pada Selasa pagi, 20 Juli 2021. - Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Monterado – Suatu ketika Albert Einsten berujar bahwa ukuran kecerdasan bukanlah terletak pada kebiasaan menggunakan alat-alat lama, tetapi pada kemampuan untuk berubah. Narasi ini didaraskan oleh Profesor Rhenald Kasali dalam bukunya yang berjudul Let’s Change! Halaman 50 dengan sub-tema Kompas dan Perubahan.

    Baca Juga: Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus Resmikan Berdirinya Paroki Santo Montfort Kec. Monterado, Kab. Bengkayang Keuskupan Agung Pontianak

    Bicara tentang perubahan, tentunya banyak hal yang menjadi pertanyaan baru dari masalah-masalah dan rencana yang akan dibuat. Karena banyak tantangan dari rencana baru, tentunya seorang pemimpin membutuhkan keberanian untuk memiliki ‘ketajaman mata’ agar mampu melihat, namun tetap bertindak bijak.

    Selaras dengan itulah, sebagai progres pembangunan Kabupaten Bengkayang dengan menanggapi niat baik Mgr. Agustinus Agus, sebagai Uskup Agung Pontianak, untuk itu Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, SE., MM merespon wacana Patung Yesus raksasa di Kabupaten Bengkayang letaknya di bukit Jagoi Babang.

    Baca Juga: Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus Melantik 71 DPP Paroki St. Pius X Bengkayang: Manajemen Paroki Harus Transparan

    Hal itu ia sampaikan dalam sambutannya di Paroki St. Montfrot Monterado yang baru diresmikan pada Selasa pagi 20 Juli 2021 di depan umat katolik Paroki Monterado dan di depan Mgr. Agustinus Agus, Uskup Agung Pontianak.

    Kerjasama Gereja Bersama Pemerintah

    Menutup sambutannya pada Selasa pagi, 20 Juli 2021, Darwis mengungkapkan harapannya agar tahun 2021 bisa ditambah lagi satu paroki di Ledo untuk diresmikan dengan harapan pembinaan masyarakat dan umat semakin intensif.

    Sebagaimana yang ia sampaikan bahwa pemerintah dan gereja harus berjalan beriringan untuk berubah dan menjadi terdepan.

    “Semoga pada tahun ini, ditambah lagi satu paroki di Ledo,” kata Darwis Bupati Bengkayang sembari menambahkan bahwa mereka dari Pemerintahan Bengkayang berterima kasih dan mengapresiasi Mgr. Agustinus Agus, selaku Uskup Agung Pontianak telah menjajaki satu paroki lagi yakni Paroki Ledo (Rencana nama paroki tersebut Santo Agustinus dari Hippo).

    Baca Juga: Mgr. Agus dalam Kunjungan Di Ledo: Kehadiran Gereja Adalah Sahabat Pemerintah

    Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus juga menyampaikan bahwa rencana pemekaran paroki Ledo akan diserahkan tugas parokial pada Ordo Augustinian Recollects (OAR) yang kemudian Paroki akan dinamai dengan Paroki Santo Agustinus dari Hippo, sesuai semangat dari Santo Agustinus.

    “Terima kasih banyak untuk pemerintah Bengkayang yang sangat mendukung gereja dalam memajukan masyarkat dan dalam pembinaan secara luas,” kata Uskup Agus.

    Letaknya di Bukit Jagoi Babang

    Dalam kesempatan sambutan itu pula, selaras dengan cita-cita pemerintah Bengkayang, Darwis mengungkapkan harapan bahwa kedepan Bengkayang dapat menjadi ‘icon’.

    “Kami bercita-cita juga bagaimana Bengkayang menjadi sebuah ‘icon’ dan mohon doa kita semua karena ini adalah niat dari Bapa Uskup, nanti di Bengkayang letaknya di bukit Jagoi kita akan membangun Patung Yesus,” kata Darwis Bupati Bengkayang.

    Darwis juga menambahkan bahwa ini akan menjadi ‘icon’ Kabupaten Bengkayang dan ‘Icon’ Wisata Rohani Kalimantan Barat maupun secara Nasional.

    Baca Juga: Vaksinasi Menurut STKIP Pamane Talino

    “Mohon doa kita semua. Lewat doa saya yakin ini akan terwujud,” tambah Bupati.

    Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus melihat bahwa paroki Jagoi Babang adalah paroki yang berpotensi baik dari segi geografis maupun budaya. Wacana ide patung Yesus Raksasa dilatarbelakangi untuk memajukan perekonomian Kabupaten Bengkayang dan mengangkat harkat martabat dari suku Dayak pedalaman yang selama ini boleh dikatakan masih sedikit tertinggal.

    Alasan lain yakni selain lokasi strategis Jagoi Babang dekat dengan daerah perbatasan, ditambah Kalimantan Barat merupakan kantong-kantong Katolik. Untuk itu mimpi dan ide tentang wacana patung Yesus Raksasa adalah impian untuk menjadikan Bengkayang ‘icon’ parawisata rohani sekaligus beriringan dengan budaya.

    Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus Resmikan Berdirinya Paroki Santo Montfort Kec. Monterado, Kab. Bengkayang Keuskupan Agung Pontianak

    Mgr. Agustinus Agus Resmikan Berdirinya Paroki Santo Montfort Kec. Monterado, Kab. Bengkayang Keuskupan Agung Pontianak. – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Monterado – Pada selasa, 20 Juli 2021, bertempat di Monterado. Mgr. Agustinus Agus, Uskup Agung Pontianak, telah mendirikan Paroki Santo Montfort Monterado, yang reksa pastoralnya mencakup seluruh wilayah Monterado.

    Adapun jangkauan wilayah stasi yang dilayani diantaranya ada stasi Kopung (Puaje), stasi Sibaju (Rantau), stasi Nyempen (Siaga), stasi Serindu, calon stasi Bonglitung, stasi Marga Mulia, stasi Paniban, stasi Jembatan 25 (rantau), stasi Sendoreng, stasi Rantau, stasi Pakucing, stasi Puaje, stasi Goa Boma, stasi Kelampai (siaga), stasi Masmining (siaga), stasi Benawa Bakti, stasi Raso (siaga), dan stasi Singkong (goa boma).

    Perayaan ekaristi peresmian Paroki St. Montfort Monterado dimulai dengan perarakan dari depan gereja yang disambut oleh tarian dari Sekami dan OMK Paroki Monterado. Misa syukur tersebut dihadiri juga oleh Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, SE., MM bersama istri, Ketua DPRD Bengkayang Fransiskus, M. Pd dan jajaran pemerintahan Kabupaten Bengkayang.

    Baca Juga: Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus Melantik 71 DPP Paroki St. Pius X Bengkayang: Manajemen Paroki Harus Transparan

    Bersama Mgr. Agustinus Agus, Uskup Agung Pontianak, Darwis selaku Bupati diminta untuk memotong bambu yang sudah disediakan panitia sebagai tamu kehormatan.

    Penandatangan prasasti oleh Mgr. Agustinus Agus disaksikan Sebastianus Darwis sebagai Bupati Bengkayang ada pula Fransiskus ketua DPRD Bengkayang. RP Anton Tensi SMM selaku Propinsial Kongregasi Serikat Maria Montfortan (SMM) Indonesia, ada juga RD Yoseph Maswardi sebagai Pastor Paroki Samalantan sekaligus menjadi saksi. Disaksikan pula oleh RD Alexius Alex selaku Pastor Paroki Katedral Pontianak yang selama ini sering koordinasi dan menjadi penasehat panitia serta disaksikan oleh RP Stefanus, SMM selaku Pastor Paroki St. Montfort Monterado.

    Misa dimulai pukul 09.00 WIB usai tarian penyambutan dan dihadiri sebanyak 17 imam dan 1 diakon dari SMM yang mendampingi Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus dalam perayaan syukur peresmian Paroki di Monterado.

    Keinginan yang dirindukan umat Monterado

    Dalam sambutan diawal misa, Mgr. Agustinus Agus mengungkapkan bahwa mimpi Monterado yang dirindukan sejak lama untuk menjadi Paroki, kini telah terrealisasi.

    “Berbahagia karena hari ini kita boleh merayakan perayaan ekaristi di gereja ini. Dalam rangka bersyukur kepada Tuhan, karena keinginan sudah lama yang dinantikan dan dirindukan oleh umat yang berada di wilayah Kecamatan Monterado.  Kini telah terrealisir peresmian paroki Santo Montfort Monterado, pada selasa pagi, 20 Juli 2021,” kata Mgr. Agus.

    Baca Juga: Mgr. Agus: Covid-19 Ini Mengajarkan Kita, untuk Tidak Menggantungkan Diri dari Orang Lain

    Pihak keuskupan melakukan pemekaran ini dengan maksud, agar pembinaan iman umat lebih intensif serta agar para imam lebih dekat dengan umatnya.

    “Covid-19 memiliki tantangan tersendiri, bukan hanya berdampak pada bidang ekonomi, tetapi berdampak pula pada struktural,” lanjut Uskup Agus. “Keimanan kita bisa goyah ketika kita menghadapi situasi yang sulit. Bahkan sekarang dipertentangkan, Tuhan lebih dulu? Atau makan lebih dulu?”

    Bagi Mgr. Agus, manusia tidak bisa mempertentangkan itu, karena manusia adalah ciptaan Tuhan. Maka dalam gereja katolik harus dalam iman ada sikap percaya. “Kalau kita tidak mati maka tidak mungkin masuk surga. Maka Yesus pun mati, tetapi bunuh diri juga dosa,” kata Mgr Agus.

    Lanjut Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus mengungkapkan bahwa kedua hal itu bisa dilaksanakan secara bersama-sama, karena justru itulah tantangan hidup umat katolik sehari-hari. Sebab pada dasarnya, manusia perlu makan dan perlu Tuhan.

    Dalam homilinya, Mgr. Agustinus Agus berharap dengan berdirinya paroki Monterado, dapat didukung oleh seluruh umat dan pihak pemerintah.

    Baca Juga: Peresmian Paroki dan Pelantikan Dewan Pastoral Paroki St Paulus dari Salib Mandor

    Mgr. Agustinus Agus juga menyampaikan niat baik dalam hal ini Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, SE., MM, dan DPRD pasti akan mendukung program-progam yang membuat umat dan masyarakat lebih baik dan maju tanpa memandang agama apapun.

    Uskup mengajak umat untuk mendoakan para Pastor yang berkarya di Paroki dan mendoakan pemerintah agar tujuan untuk memajukan masyarakat tercapai.

    Menurut Mgr. Agustinus Agus, sampai kapan pun manusia membutuhkan sesuatu yang bersifat rohani, namun di sisi lain harus ada juga yang memperhatikan segi jasmani. Maka dari itu kedua-duanya haruslah bekerjasama, dalam hal ini gereja dan pemerintah harus berjalan bersama demi tujuan yang luhur.

    Karya dan Rencana Tuhan

    Propinsial Kongregasi Serikat Maria Montfortan (SMM) Indonesia, RP Anton Tensi SMM menyampaikan bahwa baginya peristiwa hari peresmian di Paroki Monterado adalah sebuah peristiwa rahmat.

    “Peristiwa iman, saya melihatnya sebagai karya dan rencana Tuhan sendiri bagi kita dan umat di Monterado. Sebuah kepercayaan yang diberikan oleh Tuhan bagi kita, untuk membentuk persekutuan umat beriman dalam satu paroki,” kata RP Anton.

    Baca Juga: Rahasia Indah Umur Panjang Oleh Pria Tertua Di Dunia

    Ia mengajak seluruh umat untuk mensyukuri rahmat Tuhan dan ia juga menyampaikan bahwa peristiwa itu adalah peristiwa Allah yang sungguh-sungguh mengasihi semua umatnya.

    “Allah, mau lebih dekat dengan umatnya. Mari kita bersyukur atas cinta ini, dan berdoa agar paroki ini bisa berkembang dengan daya Roh Kudus yang menyertai dari siapa saja yang mengambil bagian dari paroki ini,” ujar RP Anton Tensi SMM.

    Sebagai propinsial SMM, RP Anton mengucapkan terima kasih kepada Mgr. Agustinus Agus dan penghargaan setinggi-tingginya, karena Mgr. Agustinus Agus menyetujui bahwa paroki Monterado diberi nama Santo Montfort yang merupakan pendiri dari kongregasi SMM, Pastor yang bertugas di Paroki Monterado.

    Sedikit Info Tentang SMM

    “Santo Montfort merupakan imam diosesan di Perancis Barat, dan oleh Paus dipercaya menjadi Missionaris Apostolik lokal di Perancis Barat saat itu, dimana gereja saat itu berada pada tahap yang sangat lesu, dan Paus berpesan kepadanya, “pulanglah ke daerah mu dan bangunlah kembali semangat iman disana,” kata RP Anton.

    Ia juga mengisahkan semangat pendiri SMM dalam memulai misi dengan kembali dan berkeliling dari paroki-paroki dimana saat itu mengelilingi tujuh (7) keuskupan disana dan karyanya nyata sehingga diangkat menjadi seorang kudus.

    Baca Juga: Kompetensi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) STKIP Pamane Talino Tingkat Wilayah LLDIKTI XI

    “Saya berharap dengan dijadikannya Santo Montfort sebagai pelindung paroki ini, pastor paroki maupun siapapun yang berkarya disini maupun umat, dapat berguru padanya dan bertumbuh menjadi umat yang kudus dan umat Allah yang suci,” lanjut RP Anton.

    “Hari ini, sabda Tuhan berpesan kepada kita, siapa yang melakukan kehendak Allah, itu adalah umatnya dan miliknya.”

    Dampak Pandemi Covid-19 pada Gereja sebagai Institusi

    “Yang pokok, terima kasih kepada Tuhan,” ungkap Mgr. Agus. Dalam sesi sambutan, Mgr. Agustinus Agus sebagai Uskup Agung Pontianak mengaku bahwa yang mempercepat pembentukan paroki Monterado adalah umat Monterado sendiri.

    “Kekuatan ada pada umat sendiri, saya lihat umat Monterado apalagi sudah bertengkar dengan saya di Lembah Bawang, maka saya tantang jika jadi paroki apakah mampu memberi makan pastor?” kata Mgr. Agus.

    Mgr. Agus menambahkan “Jadi ini yang saya tuntut, namun saya yakin dalam semangat kebersamaan dalam tugas kita sebagai pengikut Yesus saya yakin Paroki Montfort ini adalah paroki yang mandiri.”

    “Salah satu dampak dari Covid-19, adalah dampak ekonomi dan yang punya dampak ekonomi yang paling hebat adalah gereja sebagai institusi,” lanjut Uskup. “Gereja sebagai umat Allah, pergi ke gereja atau tidak bukanlah menjadi persoalan. Karena sifat iman adalah sesuai penghayatan.”

    Baca Juga: Disporapar Mengelar Pemilihan Pemuda Pelopor Tahun 2021 untuk Tingkat Kabupaten Landak

    Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus juga menggaris bawahi “tetapi gereja sebagai institusi yang memiliki wujud, bentuk, punya badan, punya rumah, tenaga pastoran dan sebagainya, perlu dana untuk berjalan. Dan ini dipihak lain memacu kita bahwa gereja jangan hanya hidup di derma hari minggu saja.”

    “Jangan lagi hidup hanya dari donatur, maka sekarang ini saya minta Paroki Montfortan yang didirikan pada masa pandemi, menunjukkan bahwa pandemi tidak akan menggoyahkan dan mampu mandiri sebagai ekonomi, karena itulah gereja yang sesungguhnya,” ujarnya.

    Menjadi Paroki Mandiri

    Uskup juga mengajak untuk Vaksinasi, dalam mendukung program pemerintah agar para imam bisa melayani umat ditengah pandemi.

    “Karena saya takut, kalau ibadah tanpa umat, maka ketakutan gereja kalau umat merasa sudah nyaman ibadat dirumah dan tidak ada kontak sosial maupun kepekaan kemanusiaan,” kata Uskup.

    Bagi Mgr. Agus, hal-hal konkret seperti itu sangat pantas untuk diperhatikan.

    Mgr. Agustinus Agus menggarisbawahi walaupun paroki Monterado adalah paroki dengan nama Santo Montfort, namun paroki itu bukan milik tarekat. Tetapi paroki itu adalah milik umat dan Keuskupan yang mewakili umat.

    Baca Juga: Ikan pun mendengarkan khotbah St. Antonius

    “Sama halnya dengan Paroki Mandor yang diberi nama Santo Yohanes dari Salib yakni pendiri dari Kongregasi Passionis tujuannya adalah untuk menghargai tarekat pertama yang berkarya di paroki,” tambah Uskup.  “Paroki ini tetap milik keuskupan dan pihak keuskupan memiliki hak untuk menempatkan siapapun yang ada di paroki ini.”

    Progres Pemekaran

    Paroki Monterado adalah paroki ke-6 yang sudah dimekarkan setelah kedatangan Mgr. Agustinus Agus di Keuskupan Agung Pontianak.

    Ketika Mgr. Agus datang ke Pontianak, tidak ada jalan lain bagaimana umat bisa dibina secara intensif dengan memperkecil wilayah pelayanan.

    Adapun pemekaran paroki yang sudah dibuat oleh Mgr. Agustinus Agus antara lain yakni paroki Karangan, paroki Jelimpo, paroki Jagoi Babang, paroki Mempawah, Paroki Mandor dan paroki Monterado.

    “Saya sudah komitmen, tahun ini juga Ledo akan menjadi Paroki,” harapnya.

    Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agus berterima kasih kepada Bupati  Bengkayang karena sudah mendukung.

    Tanggal 10 lalu, Mgr. Agus dan Bupati melihat persiapan Ledo menjadi paroki. “Mudah-mudahan tidak ada halangan bahwa ada empat hektar tanah yang akan diserahkan oleh Bupati Bengkayang untuk Keuskupan Agung Pontianak daerah Ledo untuk didirikan sebagai paroki baru,” kata Mgr. Agustinus Agus.

    Dukungan yang Luar Biasa

    Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus juga menyampaikan bahwa rencana pemekaran paroki Ledo akan diserahkan tugas parokial pada Ordo Augustinian Recollects (OAR) yang kemudian Paroki akan dinamai dengan Paroki Santo Agustinus dari Hippo, sesuai semangat dari Santo Agustinus.

    “Terima kasih banyak untuk pemerintah Bengkayang yang sangat mendukung gereja dalam memajukan masyarkat dan dalam pembinaan secara luas,” kata Uskup Agus.

    Sebagai Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agus melihat hal itulah sikap saling menghargai antara peran-peran baik dari pemerintah maupun peran sebagai gereja.

    Baca Juga: Tahta Suci menyerukan tanggung jawab bersama untuk melindungi pengungsi dan migran

    Dalam hal ini saling menghargai peran adalah hal yang paling utama, dengan tujuan untuk memajukan dan membuat taraf hidup masyarakat lebih baik dan mapan dari segi finansial, maupun kualitas berpikir karena pendidikan.

    “Dalam kebersamaan kalau kita bisa berbuat lebih banyak kebaikan dan kemajuan, kenapa tidak,” ujar Uskup Agus.

    Sebagai Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agus juga mengharapkan tarekat Montfortn bisa terus menerus bekerja di Paroki Monterado dan ia menghimbau agar orang muda tertarik menjadi imam dari SMM.

    Bupati Bengkayang Apresiasi Resmi Berdirinya Paroki di Monterado

    Dalam sambutan Bupati Bengkayang, Darwis mengaku bahagia karena pada selasa 20 Juli 2021 mendapat kesempatan untuk hadir pada acara peresmian paroki Montfort Monterado.

    “Saya juga mengapresiasi karena paroki ini telah diresmikan oleh Mgr. Agustinus Agus Uskup Agung Pontianak. Saya pribadi dan pemerintahan Bengkayang mengucapkan selamat atas berdirinya paroki Monterado, serta terima kasih kepada Mgr. Agustinus Agus, Uskup Agung Pontianak,” kata Darwis.

    Bupati Bengkayang menyebutkan berdirinya paroki di Monterado yang selama ini sudah didamba-dambakan, kini gereja Katolik  sudah menjadi paroki dan menambah paroki yang ada di Kabupaten Bengkayang yakni lima paroki.

    Baca Juga: Paus Fransiskus pulang dari rumah sakit dan kembali ke Vatikan

    Dengan adanya paroki tersebut, Bupati Bengkayang mau mengingatkan agar paroki dapat meningkatkan pelayanan kepada umat diseluruh stasi-stasi yang ada di Kecamatan Monterado. “Oleh karena itu saya berharap telah diresmikannya paroki Monterado akan semakin meningkatkan semangat umat untuk beribadah di gereja,” kata Darwis, Bupati Bengkayang.

    Bergandengan Tangan Untuk Bengkayang Maju

    Pada kesempatan itu juga, Bupati Bengkayang, Darwis menyampaikan bahwa tentunya tidak menginginkan wilayah Bengkayang menjadi tidak tentram, tidak damai dan tidak aman seperti yang terjadi di beberapa wilayah negara kita yang sedang bergejolak dan terjadilah konflik bahkan adanya ancaman terorisme, “untuk itu betapapun sulitnya hidup kita kepada seluruh umat beragama di seluruh Bengkayang saya harapkan untuk menjaga ketenangan jangan sampai bertindak diluar batas.”

    Menurutnya, bila sampai hal itu terjadi maka masyarakat sendiri yang akan rugi dan akan menderita selain itu setahap demi setahap pemerintah harus bahu-membahu dalam upaya mensejahterakan masyarakat dan mewujudkan sikap senasib dan sepenanggungan.

    “Oleh karena itu saya mengajak seluruh komponen masyarakat Bengkayang, terlebih khusus umat kita katolik, untuk menyatukan tekad dan bergandengan tangan untuk membangun Bengkayang dan memajukan Bengkayang, demi masa depan yang lebih baik lagi,” ujar Bupati Bengkayang, Darwis.

    Selaras dengan itu, karena hanya dengan seperasaan dan senasib, tekad dan kerjasama diantara kita semua Bengkayang akan sejahtera, tentram dan damai dan cita-cita akan terwujud.

    Baca Juga: Mgr. Agus dalam Kunjungan Di Ledo: Kehadiran Gereja Adalah Sahabat Pemerintah

    Selanjutnya, selaku perwakilan masyarakat Kabupaten Bengkayang, Darwis mengatakan bahwa pemerintah Kabupaten Bengkayang akan selalu menjadi mitra gereja Katolik yang ada di Kabupaten Bengkayang.

    Darwis mengaku lewat gereja lah, umat dan masyarakat bisa mengubah karakter untuk membangun sebuah karakter baru agar bisa menjadi orang yang memiliki keimanan dan keyakinan yang kuat.

    “Maka dengan itu, lewat gereja, bersama pemerintah kita bisa menuntaskan kemiskinan, menuntaskan kebodohan yang selama ini ada diantara kita, di desa-desa maupun di seluruh Kabupaten Bengkayang,” lanjut Bupati. “Untuk itu, lewat gereja dan bersama pemerintah saya yakin dan percaya padu mempadu, akan membangun Bengkayang lebih baik kedepan.”

    Bupati Bengkayang menyadari bahwa kemajuan dan keberhasilan dalam segenap aspek pembangunan ini, tidak lepas dari peran positif yang telah ditunjukkan oleh warga masyarakat, termasuk di dalamnya warga gereja, khusus gereja Katolik.

    Meningkatkan kualitas iman

    Masih dalam sambutan, Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, SE., MM menyampaikan bahwa dengan momentum tersebut, ia mengajak pada segenap masyarakat, terlebih khusus umat Katolik, untuk terus meningkatkan kualitas iman dan sambil terus bergandengan tangan dan memberikan kontribusi yang positif sesuai dengan profesi, tugas dan tanggungjawab masing-masing, demi kemajuan pembangunan di dareah ini termasuk di dalamnya yakni pembangunan iman.

    Sesuai dengan visi dan misi pemerintah Kabupaten Bengkayang yakni Kabupaten Bengkayang Maju, Mandiri, Sejahtera dan Berdayasaing yang ditopang oleh pemerintahan yang bersih dan terbuka untuk mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas dan religius.

    “Bahwa untuk mewujudkan visi misi tersebut,” lanjut Darwis, “harus kita pahami bahwa untuk tanggungjawab dan kewajiban kita bersama untuk semakin kritis dan mencermati lebih jauh setiap hambatan dan tantangan.”

    Baca Juga: Kongregasi SFIC Provinsi Indonesia Terima 18 Postulan, 15 Novis, 3 Suster Kaul Perdana

    Peluang dan kesempatan guna lebih menyatukan persepktif dan kiprah mambangun Kabupaten Bengkayang, sekaligus meningkatkan derajat dan sumber daya manusia dan kesejahteraan rakyat melalui gereja.

    Sebastianus Darwis menyampaikan, di masa pandemi covid-19 ini, meminta kepada semua umat dan masyarakat, bersama gereja, termasuk sampai ke stasi-stasi untuk mensosialisasikan pentingnya protokol kesehatan dengan slogan lima M yakni, Mencuci Tangan, Memakai Masker, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan dan Mengurangi Mobilitas.

    Bupati juga menghimbau umat untuk mengikuti vaksinasi dalam rangka membantu pencegahan penyebaran virus Covid-19.

    “Saya mohon kepada umat, kalau ada vaksin, segeralah ikuti,” tambah Bupati Bengkayang. “Selamat atas peresmian Paroki St. Montfrot Monterado Bengkayang.”

    Menutup sambutannya, Darwis selaku Bupati Bengkayang juga menyampaikan niatnya bersama dengan Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus untuk menjadikan Bengkayang sebagai ‘icon’ parawisata rohani baik tingkat lokal maupun secara nasional.

    Niat tersebut adalah rencana pembangunan Patung Yesus Raksasa di perbatasan, Jagoi Babang.

    Darwis berharap ini semoga terrealisasi karena sejauh diskusi bersama Uskup Agung Pontianak, ia melihat potensi unik bahkan berpotensi memajukan Kabupaten Bengkayang.

    Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus Melantik 71 DPP Paroki St. Pius X Bengkayang: Manajemen Paroki Harus Transparan

    Pelantikan Pengurus DPP Paroki Santo Pius X Bengkayang Periode 2021-2024 oleh Mgr. Agustinus Agus, Uskup Agung Pontianak. – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Bengkayang- Pelantikan Pengurus DPP Paroki Santo Pius X Bengkayang Periode 2021-2024 oleh Mgr. Agustinus Agus Uskup Agung Pontianak, Minggu pagi, 18 Juli 2021.

    Dalam sambutan awal misa, Mgr. Agustinus Agus menyampaikan kepada seluruh umat yang turut hadir dalam misa pelantikan 71 DPP Paroki Bengkayang untuk menjaga kesehatan dan tetap mematuhi protokol kesehatan serta mendukung pemerintah dalam penanganan virus Covid-19.

    “Dipihak lain harus tetap ingat bahwa Tuhan tetap mencintai umatnya,” kata Mgr. Agus.

    Baca Juga: Mgr. Agus dalam Kunjungan Di Ledo: Kehadiran Gereja Adalah Sahabat Pemerintah

    Mgr. Agustinus Agus menggaris bawahi bahwa Dewan Pastoral Paroki merupakan dewan perwakilan dari umat yang dalam kesatuan dengan pastor paroki dan pastor rekan bersama-sama membangun umat Allah.

    Dalam pandemi Covid-19 ini, menurut Mgr. Agustinus Agus, umat katolik terlebih khusus Dewan Pastoral Paroki ditantang untuk hidup dalam dua hal untuk diseimbangkan, yaitu antara takut mati atau jiwa selamat.

    “Saya selalu mengatakan, mati adalah sebuah keharusan. Karena kalau manusia tidak mati, maka tidak bisa melihat kerajaan Allah. Tapi bunuh diri juga dosa, maka dari itu sebagai umat katolik harus mampu menyeimbangkan kedua-duanya,” lanjut Uskup. “Untuk itu dimasa pandemi Covid-19 ini, umat katolik harus sehat secara jasmani dan sehat secara rohani.”

    Baca Juga: Mgr. Agus: Covid-19 Ini Mengajarkan Kita, untuk Tidak Menggantungkan Diri dari Orang Lain

    Uskup Agung mengungkapkan tugas DPP juga adalah tugas yang diemban sebagai gembala yang mampu bekerjasama dalam menghadapi masalah-masalah konkret terutama dalam situasi pandemi Covid-19.

    Dimasa ini, menurut Mgr. Agus, dewan pastoral diminta untuk tetap melihat dan mampu mengkoordinasikan serta turut membina umat dalam perkembangan umat yang lebih baik di Paroki Bengkayang.

    Manajemen Gereja Yang Transparan

    Misa diawali dengan perarakan, bersama dengan itu dihadiri juga oleh Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, SE.,MM bersama istri yang turut hadir dalam misa pelantikan dewan pastoral paroki.

    Dalam homili, Uskup Agung Pontianak menegaskan pentingnya tugas dari DPP dalam membantu pewartaan dan pembinaan umat baik dalam bidang-bidang yang telah dipercayakan.

    Ada tiga prinsip yang Mgr. Agustinus Agus sampaikan yakni Transparansi (Transparency), Akuntabilitas (Accountability) dan Integritas (Integrity).

    “Manajemen Gereja harus transparan serta mampu menjadi gembala bagi umat Katolik di Bengkayang,” demikian inti dari homili yang disampaikan oleh Mgr. Agustinus Agus, Uskup Agung Pontianak dalam pelantikan 71 Dewan Pastoral Paroki St. Pius X Bengkayang, Keuskupan Agung Pontianak.

    Baca Juga: Mgr. Agustinus Agus Ajak Umat untuk Menjaga ‘Nyawa’ dan ‘Jiwa’ Dimasa Pandemi

    Transparansi yang Mgr. Agustinus Agus maksudkan adalah tugas dewan paroki untuk transparan baik dalam hal rencana bahkan keuangan agar bisa dipertanggungjawabkan baik tingkat keuskupan maupun tingkat KWI.

    Poin yang kedua yakni manajemen DPP paroki Bengkayang haruslah memiliki akuntabilitas yang baik, sehingga manajemen paroki lebih teratur dan terukur.  Selanjutnya, poin yang ke tiga adalah intergritas dari setiap pengurus.

    “DPP adalah contoh dan teladan untuk umat-umat yang dibina, maka dari itu intergritas merupakan poin penting dalam membina dan menyeleraskan tujuan baik dalam hal kemanusiaan maupun iman akan Tuhan,” ujar Mgr. Agus.

    Baca Juga: Kunjungan Mgr Agustinus Agus, Uskup Agung Pontianak dalam Progres Pembangunan Persiapan Paroki Di Meranti

    Misa dipimpin langsung oleh Mgr. Agustinus Agus sebagai Uskup Agung Pontianak dan didampingi RD Yulius Endi Subandi sebagai Pastor Paroki dan RP Euqine, CSE rektor Institut Shanti Buana Bengkayang.

    Sejarah Singkat

    Paroki St. Pius X Bengkayang merupakan sebuah paroki Gereja Katolik di Keuskupan Agung Pontianak; berpusat di Kecamatan Bengkayang, di Kabupaten Bengkayang – Kalimantan Barat.

    Sedari didirikannya pada 1 September 1934, Paroki Bengkayang berkembang pesat hingga saat ini. Mulai dari awal, jumlah orang yang hanya sedikit dari misi yang dirintis oleh imam Kapusin, kini menjadi semakin banyak disertai dengan jumlah stasi yang berkembang. Kini gereja Bengkayang ditangani oleh imam diosesan (Keuskupan) untuk melanjutkan misi yang sudah dirintis oleh pendahulu.

    Sejak berdirinya paroki, gereja (gedung) telah mengalami empat kali perubahan. Gereja pertama bernama Santo Yosef kemudian direnovasi pada tahun 1975 dan diberi nama Santo Pius X. Setelah digunakan selama hampir 13 tahun, dengan melihat pertumbuhan dan perkembangan masyarakat, dibangunlah sebuah gedung gereja baru di atas sebidang tanah kosong di sebelah gereja pastoran. Gereja baru ini dibangun pada akhir 1988, selesai pada 1990.

    Baca Juga: Seleksi National University Debating Championship (NUDC) STKIP Pamane Talino untuk Tingkat Wilayah LLDIKTI XI

    Kemudian setelah sekitar 21 tahun Gereja St. Pius X digunakan, terlihat semakin banyak orang memenuhi gereja setiap minggunya meskipun Misa diadakan 3 kali, oleh karena itu diputuskan untuk membangun dan memperluas lokasi gereja yang ada. Perluasan dimulai pada awal Juli 2011 dan selesai pada 2013.

    Paroki Bengkayang yang berdiri sejak 1 September 1934 ini, tidak sedikit mengalami pergejolakan dan perubahan perkembangan umat.

    “Banyak tragedi dan peristiwa terjadi bahkan menjadi rekam jejak serta bukti dalam perkembangan sejarah iman katolik di Keuskupan Agung Pontianak,” kata RD Subandi selaku Pastor Paroki Bengkayang dalam diskusi usai misa pelantikan DPP.

    Seleksi National University Debating Championship (NUDC) STKIP Pamane Talino untuk Tingkat Wilayah LLDIKTI XI

    Jenny Barli dan Julis yang terpilih untuk mewakili STKIP Pamane Talino dalm lomba debat NUDC tingkat wilayah. – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Landak – Pusat Prestasi Nasional (Pupernas) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) menyelenggarakan Kompetensi Debat NUDC Tahun 2021, ini dimaksudkan menjadi salah satu wahana dalam membentuk mahasiswa bertalenta dibidang bahasa dan mempersiapkan lulusan yang mampu membuat keputusan berdasarkan analisis yang logis dan faktual.

    Baca Juga: Kompetensi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) STKIP Pamane Talino Tingkat Wilayah LLDIKTI XI

    Pengembangan NUDC dilakukan secara utuh dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta dalam pengembangan kompetensi tersebut diperlukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas mahasiswa.

    Seleksi tingkat perguruan tinggi STKIP Pamane Talino dilaksanakan pada tanggal 28 Mei 2021 yang dilakukan secara daring dan luring. Kandidat yang terpilih berjumlah 3 orang, antara lain: Julis, Jenny Barli, dan Yolanda Maranata.

    Baca Juga: Mgr. Agus dalam Kunjungan Di Ledo: Kehadiran Gereja Adalah Sahabat Pemerintah

    Namun dari ketiga kandidat yang terpilih hanya 2 orang saja yang akan ikut seleksi tingkat wilayah, maka pihak dewan juri kampus menyeleksi kembali dari 3 orang terbaik tersebut.

    Kompetensi Debat Mahasiswa

    Berdasarkan keputusan dewan juri kampus maka yang terpilih untuk mewakili STKIP Pamane Talino dalm lomba debat NUDC tingkat wilayah adalah: Julis dan Jenny Barli.

    Seleksi tingkat wilayah LLDIKTI XI untuk NUDC dilaksanakan pada tanggal 21 Juni 2021 dengan 3 mosi yang berbeda dan relase pada waktu yang sudah ditetapkan sesuai jadwal.

    Baca Juga: Mgr. Agus: Covid-19 Ini Mengajarkan Kita, untuk Tidak Menggantungkan Diri dari Orang Lain

    Hasil pengumuman finalis seleksi tingkat wilayah LLDIKTI XI dipubliskan pada tanggal 27 Juli 2021 dan berdasarkan hasil seleksi STKIP Pamane Talino berhasil mencetak score 440 dan mendapatkan peringkat ke-26 untuk wilayah LLDIKTI XI.

    Namun pada kesempatan ini STKIP Pamane Talino belum berhasil masuk dalam tingkat wilayah, karena sudah ada 6 finalis terbaik masing-masing kampus untuk mewakili tingkat wilayah LLDIKTI XI di tingkat Nasional.

    Kompetensi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) STKIP Pamane Talino Tingkat Wilayah LLDIKTI XI

    Selli Klara dan Vitri Andriani Devi yang mewakili STKIP Pamane Talino untuk seleksi tingkat wilayah. – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Landak – Kompetensi Debat Mahasiswa Indonesia Pusat Prestasi Nasional (Pupernas) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) menyelenggarakan (KDMI) 2021.

    Kompetensi debat KDMI dibuka untuk mahasiswa aktif program S1/D3/D4 di perguruan tinggi dilingkungan Kemendikbudristek yang terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti), seperti dikutip dari Pendoman Kompetensi Debat Mahasiswa Indonesia 2021.

    Pusat Prestasi 

    Seleksi tingkat perguruan tinggi STKIP Pamane Talino dilaksanakan pada tanggal 28 Mei 2021 yang dilakukan secara daring dan luring. Kandidat yang terpilih berjumlah 3 orang, antara lain: Selli Klara, Vitri Andriani Devi, dan Valensius Romeo Alberto. Namun dari ketiga kandidat yang terpilih hanya 2 orang saja yang akan ikut seleksi tingkat wilayah, maka pihak dewan juri kampus menyeleksi kembali dari 3 orang tersebut untuk dipilih yang terbaik.

    Baca Juga: Vaksinasi Menurut STKIP Pamane Talino

    Berdasarkan keputusan para dewan juri kampus maka 2 orang terbaik yang mewakili STKIP Pamane Talino untuk seleksi tingkat wilayah adalah Selli Klara dan Vitri Andriani Devi.

    Sistem debat yang digunakan yakni sistem Parlemen Inggris (British Parliament). Sistem ini digunakan dalam World University Debating Championship (WUDC) atau kompetensi debat antar perguruan tinggi tingkat dunia.

    Debat Mahasiswa

    Seleksi tingkat wilayah LLDIKTI XI untuk KDMI dilaksanakan pada tanggal 28 Juni 2021 dengan 3 mosi yang berbeda dan relase pada waktu yang sudah ditetapkan sesuai jadwal. Lomba ini diadakan oleh seluruh universitas dan perguruan tinggi yang ada di Indonesia, dan masing-masing wilayah mengirimkan pendebat terbaik untuk seleksi di tingkat Nasional.

    Baca Juga: Disporapar Mengelar Pemilihan Pemuda Pelopor Tahun 2021 untuk Tingkat Kabupaten Landak

    Hasil pengumuman finalis seleksi tingkat wilayah LLDIKTI XI dipubliskan pada tanggal 5 Juli 2021 dan berdasarkan hasil seleksi STKIP Pamane Talino berhasil mencetak score 472 dan mendapatkan peringkat ke-29 untuk wilayah LLDIKTI XI.

    Namun pada kesempatan ini STKIP Pamane Talino belum berhasil masuk dalam tingkat wilayah, karena sudah ada 6 finalis terbaik masing-masing kampus untuk mewakili tingkat wilayah LLDIKTI XI di tingkat Nasional.

    Disporapar Mengelar Pemilihan Pemuda Pelopor Tahun 2021 untuk Tingkat Kabupaten Landak

    Selli Klara, Robertus Ivando, dan Jerry Gotaru mahasiswa STKIP Pamane Talino Ngabang yang lulus dalam seleksi ajang Pemilihan Pemuda Pelopor untuk mewakili Kabupaten Landak. – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Landak – Pemilihan Pemuda Pelopor tahun 2021 tingkat Kabupaten Landak merupakan kali pertama Disporapar dalam menindak lanjut program kegiatan penyadaran, dan pengembangan kapasitas daya saing Kepemudaan yang sudah berjalan sejak tahun sebelumnya.

    Baca Juga: Rahasia Indah Umur Panjang Oleh Pria Tertua Di Dunia

    Dalam pelaksanaan kegiatan Disporapar Kabupaten Landak bekerjasama dengan STKIP Pamane Talino untuk bidang kepanitiaan serta keikutsertaan mahasiswa dalam ajang tersebut. Ini merupakan hal yang amat bagus untuk meningkatkan kreatifitas mahasiswa maupun masyarakat luar. Pendaftaran peserta dapat diakses melalui Google Form dan Formulir yang dirilis pada bulan Maret 2021.

    Pemuda Pelopor

    Pemilihan Pemuda Pelopor untuk Kabupaten Landak dilaksanakan pada tanggal 7 Mei 2021 dengan dua scenario, yakni ofline dan online. Untuk tahap online dilakukan dengan pengumpulan berkas-berkas dan bukti mengenai kepeloporan yang sudah berjalan minimal 1 tahun dirintis. Sedangkan untuk tahap offline peserta diminta untuk melakukan presentasi kepeloporan agar bisa dinilai pihak penjurian.

    Baca Juga: Ikan pun mendengarkan khotbah St. Antonius

    Ajang ini diikuti oleh mahasiswa-mahasiswa STKIP Pamane Talino yang awalnya berjumlah 5 orang tetapi ketika pelaksanaan offline dilakukan, yang hadir hanya bejumlah 3 orang. Dan 3 orang ini dinyatakan lolos untuk mewakili Kabupaten Landak, yang meliputi bidang :

    1. Bidang Pendidikan : diwakili oleh Selli Klara
    2. Bidang Agama, Sosial dan Budaya : diwakili oleh Robertus Ivando
    3. Bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam, Lingkungan dan Pariwisata : diwakili oleh Jerry Gotaru

    Ketiga peserta yang lolos kemudian melakukan tahap seleksi untuk tingkat Provinsi dengan ketentuan yang sama, namun pada tahap ini ada namanya fact finding juri terhadap bidang kepeloporan peserta yang lolos tingkat Provinsi untuk dicek kebenaran tentang kepeloporan yang mereka usulkan pada bidangnya.

    Baca Juga: Tahta Suci: Tempat-tempat warisan budaya religius harus dilindungi dan dipromosikan

    Penjurian Pemilihan Pemuda Pelopor tingkat Provinsi Kalimantan Barat akan dimulai 2 Juli hingga 3 Agustus 2021 sesuai jadwal penilaian didaerah masing-masing kepemudaan yang akan dilakukan oleh 1 tim juri ke setiap daerah-daerah Disporapar.

    Rahasia Indah Umur Panjang Oleh Pria Tertua Di Dunia

    Sumber: https://aleteia.org/2021/07/17/the-beautiful-secret-to-a-long-life-by-the-worlds-oldest-living-man/ - Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Internasional – Kisah inspiratif ini tidak ada hubungannya dengan diet sehat. (Meskipun itu tidak ada salahnya!)

    Pada usia 112 tahun, Emilio Flores Márquez dari Puerto Rico telah berbagi rahasia umur panjangnya dan bukan itu yang diharapkan. Kisah inspiratif ini dilansir dari portal berita Aleteia yang di publikasikan pada 17/07/2021.

    Baca Juga: Ikan pun mendengarkan khotbah St. Antonius

    Kakek buyut, yang terpaut sebulan dengan 113 tahun usianya, baru-baru ini diakui sebagai laki-laki tertua di dunia oleh Guinness World Records. Dan kakek buyut ini menempatkan usianya yang mengesankan ke pelajaran sederhana yang dia pelajari dari ayahnya sebagai seorang anak kecil: untuk mencintai semua orang.

    Mencintai Semua Orang

    “Ayah saya membesarkan saya dengan cinta, mencintai setiap orang. Dia selalu menyuruh saya dan saudara-saudara saya untuk berbuat baik, untuk berbagi segalanya dengan orang lain. Selain itu, Kristus hidup di dalam saya,” jelas Márquez kepada Guinness World Records, seperti dilansir Daily Mail.

    Baca Juga: Berfokus pada pendidikan dapat mempromosikan toleransi dan persaudaraan manusia

    Sebagai pemenang rekor salah satu dari 11 bersaudara, 10 di antaranya selamat, keluarga yang memiliki banyak cinta untuk berbagi dengan orang lain. Juga, sebagai yang tertua, Márquez memainkan peran penting dalam kehidupan keluarga.

    Dia menghabiskan waktunya dengan membantu ayahnya di ladang tebu mereka dan kemudian pulang ke rumah untuk melakukan pekerjaan rumah dan menjaga saudara-saudaranya.

    Kisah Inspiratif

    Etika kerja dan keluarga yang kuat ini berlanjut saat ia bertemu dengan istrinya, Andrea Pérez. Pasangan itu memiliki empat orang anak, dan setelah 75 tahun menikah, Márquez menjadi duda pada tahun 2010 lalu. Dia sekarang tinggal bersama dua anaknya yang masih hidup, Tirsa dan Emilio.

    Baca Juga: Tahta Suci menyerukan tanggung jawab bersama untuk melindungi pengungsi dan migran

    Meskipun ia memiliki alat pacu jantung yang dipasang pada usia 101 tahun, dan menderita gangguan pendengaran, orang berusia seratus tahun itu dalam keadaan sehat.

    Dengan mendekati ulang tahunnya pada tanggal 8 Agustus, semoga dia dapat terus menyebarkan pesan cinta ini kepada lima cucunya, lima cicitnya, dan semua orang yang diberkati dengan mendengarkan kisah inspiratifnya.

    Ikan pun mendengarkan khotbah St. Antonius

    Sumber: Aleteia-Zvonimir Atletic | Shutterstock- Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDuta.Com, Kisah Santo Antonius- Ada banyak legenda dan cerita dari kehidupan St. Antonius yang dimaksudkan untuk menonjolkan kesucian dan persatuannya dengan Tuhan.

    Dirilis dari Aleteia, dituliskan oleh Philip Kosloski yang diterbitkan pada 07/15/21 dikisahkan saat orang-orang tidak mau mendengarkan Injil, maka St. Antonius dari Padua berkhotbah kepada ikan dan menemukan audiens yang lebih bersedia.

    Baca juga: Paus Fransiskus mengirimkan berkat kepada Minister General OFM yang baru

    Salah satu kisah tersebut adalah legenda St. Antonius dari Padua yang berkhotbah kepada ikan.

    Hal ini diceritakan dalam buku The Little Flowers of St. Francis of Assisi dan menampilkan apa yang terjadi ketika seorang santo menjadi frustrasi dengan orang-orang.

    Banyak yang menolak mendengarkan

    St Antonius pada suatu waktu di Rimini, di mana ada sejumlah besar bidat, dan ingin memimpin mereka dengan cahaya iman ke jalan kebenaran, berkhotbah kepada mereka selama beberapa hari, dan bertukar pikiran dengan mereka tentang iman Kristus dan pada Kitab Suci. Mereka tidak hanya menolak kata-katanya, tetapi juga mengeras dan keras kepala, menolak untuk mendengarkannya.

    Ini menunjukkan bahwa bahkan khotbah orang suci dapat menjadi tuli ketika orang-orang tidak mau menerima pesan Injil.

    Muak dengan hati orang-orang yang keras, St. Antonius pergi ke audiensi yang lebih bersedia.

    Berkotbah pada ikan

    Akhirnya St Antonius, yang diilhami oleh Tuhan, pergi ke tepi laut, di mana sungai mengalir ke laut, dan setelah menempatkan dirinya di tepi antara sungai dan laut, dia mulai berbicara kepada ikan-ikan seolah-olah Tuhan telah mengirimnya untuk berkhotbah kepada mereka, dan berkata: “Dengarkan firman Tuhan, hai ikan-ikan di laut dan di sungai, melihat bahwa para bidat yang tidak setia menolak untuk melakukannya.”

    Baca juga: Mgr. Agus dalam Kunjungan Di Ledo: Kehadiran Gereja Adalah Sahabat Pemerintah

    Tidak lama setelah dia mengucapkan kata-kata ini, tiba-tiba begitu banyak ikan, baik kecil maupun besar, mendekati tepian tempat dia berdiri, yang belum pernah terlihat begitu banyak di laut atau sungai. Semua menjauhkan kepala mereka dari air, dan tampak memperhatikan wajah St Antonius dengan penuh perhatian; semuanya berada dalam urutan yang sempurna dan paling damai, yang lebih kecil di depan dekat tepi sungai, setelah mereka datang yang sedikit lebih besar, dan yang terakhir, airnya lebih dalam, yang terbesar.

    Sejumlah besar ikan mulai bermunculan di mana-mana, dan tidak butuh waktu lama untuk tersiar kabar di antara orang-orang bahwa ada keajaiban yang terjadi di laut.

    Mendengar mukjizat

    Dan orang-orang kota yang mendengar mukjizat itu, bergegas pergi dan menyaksikannya. Bersama mereka juga datang orang-orang sesat yang telah kita bicarakan di atas, yang, melihat begitu indah dan memanifestasikan mukjizat, tersentuh di dalam hati mereka; dan menjatuhkan diri di kaki St Antonius untuk mendengar kata-katanya.

    Orang suci itu kemudian mulai menjelaskan kepada mereka iman Katolik. Dia berkhotbah dengan sangat fasih, sehingga semua bidat itu bertobat, dan kembali ke iman Kristus yang sejati; umat beriman juga dipenuhi dengan sukacita, dan sangat terhibur, karena dikuatkan dalam iman.

    Kadang-kadang dibutuhkan khotbah ke kelompok yang berbeda sama sekali agar orang lain tertarik pada iman dan melihat kesalahan cara mereka.

    Tuhan pasti bekerja dengan cara yang misterius!

    TERBARU

    TERPOPULER