Sunday, January 11, 2026
More

    Pelantikan Pengurus Pastolik FK Untan periode 2020/2021

    MajalahDUTA.Com, Pontianak- Persekutuan Mahasiswa Katolik Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura yang akrab dipanggil Pastolik FK Untan baru saja melangsungkan rangkaian agenda Dies Natalis-nya yang ke-10. Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat dan antusias keluarga besar Pastolik seperti biasanya.

    Tak hanya Dies Natalis, Pastolik sekaligus memborong tiga agenda yang dipersatukan dalam satu acara, yakni: Pelantikan Pengurus Pastolik FK Untan periode 2020/2021, Jumpa Maba 2020, serta HUT Pastolik ke-10 yang disuguhkan di akhir sebagai acara puncak.

    Dies Natalis Pastolik ke-10 yang berlangsung pada 3 Oktober 2020 ini mengusung tema kutipan alkitab dari Efesus 2:10, “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” Agenda tersebut diselenggarakan melalui dua metode, secara offline dan online via Zoom.

    Acara dapat diselenggarakan secara offline atas hasil konsultasi bersama dosen pembimbing dan frater pembimbing Pastolik Dr. Stepanus Sahala S, M.Si dan Fr. Christianus Atun, serta telah mendapatkan izin dari pengurus lingkungan tempat diselenggarakannya acara, yakni di kediaman Wakil Ketua Umum Pastolik 2020/2021 Meithalia Rossi Sandiana di Jl. Karya, komp. Karya Indah III no. A27.

    BACA JUGA: Pemuda Katolik Persiapkan Rapimnas dan Dies Natalis ke-75

    Akhirnya, acara dapat diselenggarakan secara offline dengan hanya mengikutsertakan beberapa pengurus Pastolik dan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

    Rangkaian acara diawali dengan ibadat bersama seluruh partisipan baik yang hadir di tempat serta partisipan online, yang dipimpin oleh Fr. Christianus Atun secara live streaming Zoom. Bersamaan dalam ibadat, pengurus mengucapkan janji kepengurusan untuk periode satu tahun ke depan.

    Acara dilanjutkan dengan agenda berikutnya, Jumpa Maba 2020. Diawali dengan pembukaan, setelah itu penyerahan jabatan Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum Pastolik 2019/2020, Dwi Ayu Dahlia dan Pinsensius Boni Saputra kepada Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum Pastolik terpilih 2020/2021 Giri Kristian dan Meithalia Rossi Sandiana secara simbolis. Tak hanya pengurus yang dilantik, bersamaan juga dilantik penanggung jawab (PJ) dari masing-masing program studi angkatan 2020 yang ada di Fakultas Kedokteran.

    “Untuk kedepannya, Pastolik akan lebih menggiatkan lagi hubungan antar sesamanya hingga hubungan lintas agama, agar keluarga Pastolik selalu merasa memiliki keluarga di kampus. Pastolik juga akan selalu berusaha menyajikan dan memberikan hal baru di tiap kegiatannya, agar kesan setelah kegiatan lebih terasa,” kata Giri Kristian sebagai Ketua Umum Pastolik yang terpilih.

    Untuk kepengurusan sendiri pada periode 2020/2021 ini, Pastolik memiliki jumlah pengurus sebanyak 42 orang yang terdiri dari beberapa bidang, antara lain inti, Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa, Kerohanian dan Pelayanan, Pelayanan Masyarakat, Humas Infokom dan Eksternal, serta Kewirausahaan.

    Acara dimeriahkan dengan selingan mini games serta video-video persembahan anggota Pastolik dari berbagai generasi angkatan, ucapan selamat dari KMK Untan dan unit, hingga pengenalan program kerja.

    Dengan dilantunkan lagu ‘Selamat Ulang Tahun’, meniup lilin bagi partisipan online dari kediaman masing-masing, serta pemotongan kue ulang tahun, akhirnya sampailah di puncak acara, HUT Pastolik ke-10.

    Walau menjadi ‘adik bungsu’ dari seluruh UKMF Katolik yang ada di lingkungan Universitas Tanjungpura, seluruh anggota Pastolik merasa bangga akan pencapaian dan kekokohannya hingga tahun ke-10 ini, segala doa dan harapan pun dilontarkan demi berkembangnya Pastolik ke depan. Tak hanya itu, seluruh anggota pun mengenang kembali bagaimana ‘rumah’ ini berkembang perlahan menjadi keluarga besar.

    BACA JUGA: Teofelus Boni ungkapkan Focus Group Disscusion Lahirkan Tindakan Konkret

    Meithalia Rossi Sandiana mengungkapkan harapannya bagi keluarga besar Pastolik,

    “Harapan paling dalam hanya ingin Pastolik berani muncul ke permukaan, berani menunjukkan keberadaan dirinya, lebih dikenal, berani keluar dari ‘zona nyaman’-nya, tunjukkan walau Pastolik minoritas Pastolik itu unik dan berkualitas mau itu di kampus ataupun di keluarga besar mahasiswa Katolik se-Untan sekalipun, aktif kontributif dan partisipasinya ditingkatkan. Iya ini harapan saya, tapi saya mau ini bukan sekadar harapan melainkan kenyataan,” ujarnya.

    Dwi Ayu Dahlia juga mengungkapkan bahwa Pastolik merupakan salah satu organisasi-organisasi lain yang sebelumnya pernah ia ikuti.

    “Emang sih setiap organisasi pasti punya keunggulan tersendiri. Nah, di Pastolik saya menemukan keluarga dan sahabat sekaligus,” katanya.

    Ia juga mengatakan bahwa Pastolik adalah sebuah organisasi yang mempunyai tujuan mulia, agar setiap anggotanya dapat semakin mengenal Yesus Kristus sang Juru Selamat melalui berbagai kegiatan kerohanian di dalamnya.

    Pastolik tidak pernah memaksakan setiap anggotanya untuk harus ikut serta di seluruh kegiatan Pastolik. Perlu diketahui juga bahwa Pastolik tidak terbatas hanya kepada mahasiswa-mahasiswi Katolik di FK saja, melainkan melalui Pastolik kita juga dapat mengenal berbagai organisasi Katolik lainnya baik di lingkungan Untan ataupun di luar.

    “Saya sangat bahagia menjadi bagian dari Pastolik FK Untan dan pernah menjadi pengurus Pastolik untuk periode 2019/2020,” Dwi Ayu Dahlia yang turut mengenang bertumbuhnya organisasi itu.

    “Semoga dengan diadakannya HUT Pastolik ke-10 ini merupakan suatu bukti bahwa Pastolik itu kuat hingga pelayanannya selama 10 tahun, tetap menunjukan kekompakkannya dan menjalankan tugas dan karyanya sejalan dengan visi misi pembentukan Pastolik oleh kakak abang pendahulunya,” tambahnya.

    Pinsesius Boni Saputra mengaku bahwa ia merasa bangga pernah menjadi bagian dari Pastolik, secara pribadi merasa bahwa di Pastolik mendapatkan hal beda yang tidak bakal ditemukan di organisasi lain.

    “Di Pastolik gak ngebosenin, baik kegiatannya maupun orang-orangnya gokil semua. Semoga Pastolik kedepannya tetap seru, kompak, dan semakin maju. Pesan buat pengurus, semoga kalian tetap dapat menjaga citra Pastolik yang mencerminkan keseruan dan kebahagian, agar vibes di Pastolik yang seru itu dapat dirasakan juga bagi anggota Pastolik yang lainnya,” katanya.

    Ia juga berharap semoga tim baru ini tetap semangat dalam menjalankan kepengurusan meskipun dalam situasi pandemi saat ini. Ia juga mengajak untuk manfaatkan semua media yang ada yang dapat digunakan untuk melaksanakan program kerja, agar di situasi pandemi dan kesibukan kuliah.

    BACA JUGA: Saya Prihatin dengan Ilmu Kebal; Mgr. Agus

    “Kami sebagai anggota dan kalian sebagai pengurus punya kegiatan yang seru di sela-sela kesibukan kuliah dan kegabutan karena di rumah aja. Semangat pengurus!” ujarnya.

    Dies Natalis Pastolik kali ini memanglah berbeda dari Dies Natalis sebelum-sebelumnya berhubungan dengan situasi dan kondisi Negara bahkan dunia saat ini yang masih bersama berjuang menghadapi pandemi Covid-19, diperingati lebih sederhana namun penuh rasa syukur atas pencapaian dan kekokohannya hingga saat ini. Walaupun begitu, Pastolik tetap berusaha menciptakan dan menghidupkan kembali vibes Pastolik seperti biasanya, dengan saling menaburkan sukacita melalui acara ini.

    Penulis: Meithalia Rossi Sandiana

    Related Articles

    spot_img
    spot_img

    Latest Articles