Thursday, April 2, 2026
More

    Tanpa Doa, Hidup Gersang

    MajalahDUTA.Com, Pontianak- Tubuh butuh makan, jiwa dan roh butuh makanan Rohani. Hidup keimanan tanpa doa adalah ibarat ikan tanpa air. Ikan akan mati karena tidak mendapat air dan habitatnya semestinya. Ikan membutuhkan hydrogen, oxygen dan lingkungan yang aman. Sama halnya keimanan seseorang juga membutuhkan unsur-unsur yang memungkinkan iman tetap hidup, bertumbuh, berkembang dan berbuah. Salah satu unsur hakiki adalah doa berdoa.

    Sebagai sarana berhubungan dengan Bapa surgawi, manusia harus senantiasa berdoa. Melalui doa manusia bisa berkontak dengan Bapa Surgawi dari hati ke hati. Manusia berbicara dan mengungkapkan kandungan hati terdalam di hadapan Bapa surgawi tanpa rahasia apapun. Inilah kedekatan dan kesatuan kita dengan Bapa surgawi yang memungkinkan manusia hidup, berkembang dan berbuah dalam hidupnya.

    BACA JUGA: Pelantikan Pengurus Pastolik FK Untan periode 2020/2021

    Dalam hal ini kita tetap menempatkan Yesus Kristus sebagai pokok anggur yang benar dan Bapa surgawi adalah pengusahanya. Kita selaku ranting-ranting dari pokok anggur kita seharusnya selalu menyatukan diri dengan Yesus Kristus dalam doa. Tanpa penyatuan diri ini, manusia tidak bisa berbuat apa-apa. Selain itu kalau kita berada di luar hubungan dengan Yesus maka kita tidak dapat berbuat apa-apa; malah kita akan menjadi mandul (Yes 15:1-8).

    Rahasia kekuatan pokok anggur ini adalah doa. Sekalipun sibuk melayani, Yesus tetap berusaha mencari waktu dan tempat sunyi untuk berdoa. Dalam peristiwa-peristiwa penting dia juga mengandalkan peran doa dan memohon pencerahan ilahi dari Allah Bapa surgawi. Yesus tidak hidup dan berjuang sendirian di luar kuasa Bapa surgawi. Kesatuan-Nya dengan Bapa surgawi tampak dalam seluruh irama hidup-Nya sejak lahir hingga detik-detik hidup-Nya. Dalam suka maupun duka Dia selalu berkontak dengan Bapa Surgawi.

    Kita tidak hanya berdoa pada waktu susah atau menderita (bdk Yak 5: 13), tapi juga dalam setiap keadaan sebagai tanda kesatuan kita dengan Bapa surgawi melalui Tuhan Yesus Kristus.

    Doa bukan hanya dapat menenangkan batin, tapi juga menguatkan iman dan mendatangkan keselamatan. Justru itu, dalam keadaan apapun menyisihkan waktu khusus untuk berdoa sehingga iman kepercayaan dan hidup rohani kita tetap berkembang menuju keselamatan yang didambakan oleh setiap orang.

    Hanya, sering kali manusia lalai dan tidak sungguh-sungguh memprogramkan waktu untuk berdoa. Namun itu semua jika dilihat secara lebih mendalam kuncinya terletak pada keterbukaan hati dan kesediaan untuk mendengarkan dan melaksanakan Sabda Tuhan dalam hidup sehari-hari.

    BACA JUGA: Pemuda Katolik Persiapkan Rapimnas dan Dies Natalis ke-75

    Terlebih tahun ini merupakan tahun dimana seluruh dunia terdampak covid19. Bagi kebanyakan orang awam yang tak mengerti tentang dunia kesehatan pastinya mengalami kegelisahan dan kekhawatiran. Justru karena pandemi inilah, kesempatan kita berdoa bisa lebih banyak dibanding hari-hari sebelumnya.

    Suatu hal yang lebih penting adalah bagaimanakah kita bisa menjadikan hidup kita sebagai doa bagi sesama yang mendambakan bantuan atau pertolongan kita? Mari kita sama-sama merenungkan, Semoga!!!

    Penulis: Samuel

    Related Articles

    spot_img
    spot_img

    Latest Articles