Tuesday, May 19, 2026
More
    Home Blog Page 153

    Pelaksanaan Misa di Gereja Katedral Pontianak Selama Masa PPKM

    Sumber: Pengurus Gereja dan Papa Miskin Dewan Pastoral Paroki Katedral St. Yosef Pontianak – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Pontianak – Dengan ini disampaikan kepada umat beriman bahwa selama masa PPKM Darurat dan kota Pontianak dinyatakan zona merah, di Gereja Katedral Santo Yosef Pontianak dilaksanakan misa bersama umat dan live streaming hari minggu hanya 1 (satu) kali, yakni pukul 08.30. umat yang hadir misa akan dibatasi jumlahnya dan harus menunjukkan sertifikat Vaksin Covid-19.

    Pengumuman ini berlaku hingga adanya pengumuman berikutnya.

    Demikian pengumuman ini disampaikan untuk diketahui dan dilaksanakan. Terima kasih.

    Catatan: Misa Harian dilaksanakan setiap pagi pukul 05.20

    Tahta Suci menyerukan tanggung jawab bersama untuk melindungi pengungsi dan migran

    Sumber: Vatikan/Asylum-seeking migrants cross the Rio Grande river between Mexico and the US - Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDuta.Com, Vatikan- Misi Permanen Takhta Suci untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa menyerukan tanggung jawab bersama dalam melindungi pengungsi dan pencari suaka.

    Diangkat dari tulisan VatikanNews yang ditulis oleh Lisa Zengarini pada 08 Juli 2021, 15:48 waktu vatikan, dikatakan bahwa tahta Suci telah menegaskan karena migrasi paksa terus tumbuh secara dramatis di seluruh dunia, diperlukan kebijakan pemukiman kembali yang lebih murah hati, bersama dengan “komitmen yang lebih kuat untuk berbagi tanggung jawab.”

    Baca juga: Paus Fransiskus mengirimkan berkat kepada Menteri Jenderal Friars Minor yang baru

    Dikatakan pula menurut Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) jumlah pengungsi paksa yang melarikan diri dari perang, kekerasan, pelanggaran hak asasi manusia, serta bencana alam, telah meningkat hingga 82,4 juta di seluruh dunia pada tahun 2020.

    Bukan hanya angka

    Seperti yang diminta oleh Paus Fransiskus, dalam sebuah pernyataan yang ditujukan pada hari Senin kepada Komite Tetap ke-81 Komite Eksekutif UNHCR, Misi Tetap Vatikan untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa mengingatkan bahwa orang-orang ini bukan hanya angka, tetapi “sesama saudara”.

    Baca juga: Mgr. Agustinus Agus Ajak Umat untuk Menjaga ‘Nyawa’ dan ‘Jiwa’ Dimasa Pandemi

    Inilah sebabnya, negara-negara harus berkomitmen pada tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa “tidak ada yang tertinggal”.

    Berfokus pada pendidikan dapat mempromosikan toleransi dan persaudaraan manusia

    Sumber: Vatikan/Cardinal Giuseppe Versaldi (file photo) (ANSA)- Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDuta.Com, Vatikan- Perjanjian kerjasama ditandatangani antara Kongregasi untuk Pendidikan Katolik dan Kementerian Pendidikan Uni Emirat Arab.

    Dirilis dari VatikanNews pada 07 Juli 2021, 15:27 waktu Vatikan, dikatakan bahwa tujuan dari perjanjian kerjasama yang ditandatangani Senin lalu oleh Menteri Pendidikan UEA dan Kardinal Giuseppe Versaldi, prefek Kongregasi untuk Pendidikan Katolik adalah untuk mempromosikan toleransi, koeksistensi dan persaudaraan manusia di dunia.

    Baca juga: Komisi Covid19 Vatikan Menyelenggarakan Acara Kehatan dan Ekologi di Minggu Laudato Si’

    Perjanjian tersebut melibatkan sekolah-sekolah Katolik dan lembaga pendidikan di tanah air.

    “Dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama” yang ditandatangani dua tahun lalu di Abu Dhabi oleh Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar Ahmad Al-Tayyib, terus berbuah bahkan di bidang pendidikan sedemikian rupa sehingga Sheikh Nahyan bin Mubarak Al Nahyan sendiri, Menteri Toleransi dan Koeksistensi “mengatakan dia berterima kasih kepada Paus karena mempromosikan inisiatif ini”, jelas Kardinal Versaldi.

    Langkah penting

    Kardinal Versald dalam kunjungannya beberapa hari terakhir ke Abu Dhabi didampingi Mgr. Guy-Réal Thivierge, Sekretaris Jenderal Yayasan Kepausan Gravissimum Educationis, dan Tajeddine Seif, Duta Besar dari Yayasan yang sama dikatakan bahwa hal itu merupakan langkah penting, meski terbatas pada bidang pendidikan dan kegiatan yang menjadi tanggung jawab kementerian terkait.

    Baca juga: Mgr. Agus dalam Kunjungan Di Ledo: Kehadiran Gereja Adalah Sahabat Pemerintah

    “Konkretnya, siswa kami dan sekolah-sekolah Arab dapat menghadiri seminar, membuka kerjasama baru, melakukan penelitian, saling mengunjungi institut atas dasar nilai-nilai bersama, dengan menghormati perbedaan. Tanpa proselitisme apapun,” kata Prefek Kongregasi untuk Pendidikan Katolik, mengantisipasi bahwa “setelah darurat Covid, tugas kita melibatkan guru dan siswa agar kesepakatan menjadi efektif sepenuhnya. Ini akan diikuti dengan serangkaian inisiatif nyata pertukaran budaya”.

    Paus Fransiskus mengirimkan berkat kepada Minister General OFM yang baru

    Sumber: VatikanNews/Fr. Massimo Fusarelli, newly-elected Minister General of the Friars Minor - Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDuta.Com, Vatikan- Paus Fransiskus mengucapkan selamat kepada Pastor Massimo Fusarelli, yang terpilih sebagai Minister General OFM Ordo Saudara Dina pada hari Selasa.

    Para anggota kapitel umum Ordo Saudara Dina (OFM), yang hanya dikenal sebagai Fransiskan, pada hari Selasa memilih menteri jenderal mereka yang baru. Pastor Italia, Pastor Massimo Fusarelli, 58, akan memimpin pesanan di seluruh dunia untuk masa jabatan 2021-2027.

    Baca juga: Mgr. Agus: Covid-19 Ini Mengajarkan Kita, untuk Tidak Menggantungkan Diri dari Orang Lain

    Paus Fransiskus mengirimkan pesan yang menyampaikan doa dan berkatnya kepada Menteri Jenderal Ordo Saudara Dina yang baru.

    “Setelah mengetahui pemilihan Anda,” kata Paus dalam sebuah telegram, “Saya mengucapkan selamat kepada Anda dan meyakinkan Anda tentang doa dan berkat saya, bahwa Tuhan dapat membantu Anda dan melindungi Anda dalam kinerja layanan Anda.”

    Paus selanjutnya berdoa agar St. Fransiskus dapat menjadi penyemangat bagi Pater Fusarelli dalam memimpin saudara-saudaranya.

    Menteri Jenderal baru

    Berita pemilihan diumumkan pada hari Selasa oleh Kardinal João Braz de Aviz, Prefek Kongregasi untuk Lembaga Hidup Bakti dan Serikat Hidup Kerasulan, yang ditunjuk oleh Paus Fransiskus sebagai Kardinal delegasi untuk memimpin Kapitel Umum Ordo Saudara Kecil.

    Baca juga: Mgr. Agus dalam Kunjungan Di Ledo: Kehadiran Gereja Adalah Sahabat Pemerintah

    Pertemuan Kapitel, yang berlangsung dari 3 – 18 Juli di San Lorenzo da Brindisi International College dihadiri oleh 118 delegasi dari seluruh dunia, termasuk RP Francesco Patton, Penjaga Tanah Suci.

    Minister General OFM yang baru terpilih adalah penerus ke-121 Santo Fransiskus dari Assisi, menggantikan Fransiskan AS RP Michael Perry, yang terpilih sebagai menteri jenderal pada tahun 2013 untuk melanjutkan masa jabatan menteri jenderal saat itu RP José Rodríguez Carballo, yang dipindahkan Paus Fransiskus ke Vatikan sebagai sekretaris Kongregasi untuk Lembaga Hidup Bakti dan Serikat Hidup Kerasulan. RP Perry terpilih kembali sebagai menteri jenderal pada tahun 2015.

    RP Massimo Fusarelli OFM

    Lahir di Roma pada tanggal 30 Maret 1963, RP Fusarelli dibesarkan di ibukota Italia bersama keluarganya. Ia bertemu dengan Friar Minor di paroki San Francesco di Tivoli dan mengucapkan kaul pertamanya pada tanggal 30 Juli 1983. Setelah novisiatnya, ia menghadiri filsafat dan teologi di Antonianum, Universitas Kepausan Saint Anthony, memperoleh gelar sarjana dalam bidang teologi. pada tahun 1988. Ia mengucapkan kaul khidmatnya pada tanggal 8 Januari 1989, dan pada tanggal 30 September ditahbiskan menjadi imam.

    Ia memperoleh gelar sarjana dan kemudian gelar doktor dalam teologi patristik dari Institut Patristik Augustinian Roma pada tahun 1992. Ia mengajar teologi patristik di Institut Ilmu Keagamaan dari Pontifical Athenaeum Antonianum saat itu dari tahun 1991 hingga 1996.

    Baca juga: Paus Fransiskus pulang dari rumah sakit dan kembali ke Vatikan

    Dari tahun 1990 hingga 1999, ia adalah animator dari pelayanan panggilan dan pemuda dan dari tahun 1996 koordinator nasional. Dalam kapasitas ini, ia dipanggil menjadi anggota Dewan Nasional Pusat Panggilan Nasional Konferensi Waligereja Italia. Dari tahun 1999 hingga 2003 ia menjadi pembina para frater profesi sementara, anggota dewan provinsi dan moderator formasi berkelanjutan provinsi dan nasional. Dari tahun 2003 hingga 2009, RP Fusarelli dipanggil ke Kuria Jenderal sebagai sekretaris jenderal untuk pembentukan dan studi Ordo Saudara Dina.

    Dia adalah Definitor Provinsi, Animator pelayanan pastoral panggilan dan kemudian pembinaan berkelanjutan; Sekretaris Jenderal Formasi dan Kajian dari tahun 2003 hingga 2009; Pengunjung Umum untuk Provinsi Napoli dan kemudian untuk proses penyatuan Provinsi Italia Utara; Ia terpilih menjadi Menteri Provinsi Provinsi St. Bonaventure (wilayah Lazio dan Abruzzo) pada 2 Juli 2020.

    Paus Fransiskus pulang dari rumah sakit dan kembali ke Vatikan

    Vatikan: Pope Francis returns to the Vatican -Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDuta.Com, Vatikan- Direktur Kantor Pers Takhta Suci, Matteo Bruni, telah mengkonfirmasi bahwa Bapa Suci dipulangkan dari Rumah Sakit Agostin.

    Dalam menanggapi pertanyaan dari wartawan, ia mencatat bahwa “Sebelum kembali ke Vatikan, Paus pergi ke Basilika Santa Maria Mayor di mana, di hadapan ikon Perawan Maria Salus Populi Romani, ia mengucapkan terima kasih atas keberhasilan operasinya. dan memanjatkan doa untuk semua orang sakit, terutama mereka yang ditemuinya selama dia tinggal di rumah sakit. Sesaat sebelum tengah hari dia kembali ke Casa Santa Marta.”

    Paus Fransiskus kemudian mengirim tweet melalui profil @Pontifex-nya: “Saya berterima kasih kepada semua orang yang telah dekat dengan saya dengan doa dan kasih sayang selama saya tinggal di rumah sakit. Jangan lupa untuk berdoa bagi orang sakit dan bagi mereka yang membantu mereka.”

    Rawat inap dan operasi

    Liputan media yang luas berfokus pada operasi dan rawat inap Paus. Itu dimulai dengan tenang setelah Angelus tengah hari tanggal 4 Juli. Pada sore hari itu, Direktur Kantor Pers mengeluarkan pernyataan yang langsung menjadi berita utama tentang apa yang biasanya menjadi hari Minggu musim panas yang mengantuk di Roma, ketika dia mengatakan bahwa Paus telah meninggalkan kediaman Casa Santa Marta dan menuju ke Agostino.

    Baca juga: Paus pulih secara normal; Minggu ‘Angelus’ dari rumah sakit

    Rumah Sakit Universitas Gemelli untuk “operasi terjadwal”. Akhirnya, hampir tengah malam Kantor Pers mengeluarkan buletin medis pertama yang mencatat bahwa Paus “telah bereaksi dengan baik” terhadap operasi tersebut karena “stenosis divertikular sigma”.

    Kasih sayang dunia

    Rawat inapnya menandai awal minggu di mana mata dunia berpindah dari Lapangan Santo Petrus ke lantai sepuluh Rumah Sakit Gemelli.

    Kerumunan mulai berkumpul di luar rumah sakit, melihat ke jendela lantai 10 karena penasaran, tetapi juga untuk menemani dalam doa Paus Fransiskus yang sedang menjalani pemulihan di kamar-kamar di atas sana.

    Di antara yang pertama mendoakan Paus agar cepat sembuh adalah Patriark Bartholomew I dan Imam al-Azhar Al Tayyeb.

    Baca juga: Komisi kebebasan beragama menyerang Aljazair atas perlakuan terhadap orang Kristen

    Segera dari setiap bagian dunia, terutama melalui media sosial, pesan penuh kasih sayang membanjiri. Di antara yang paling ekspresif adalah kartu dari anak-anak yang dirawat di Rumah Sakit Pediatric Oncology, sebuah departemen yang terletak di depan ruang pemulihan Paus. Paus mengunjungi beberapa dari mereka pada Senin sore dan memberkati mereka bersama keluarga dan staf rumah sakit.

    Dekat dengan orang sakit

    Pembaruan medis tengah hari setiap hari menandai hari-hari rawat inapnya dengan buletin pers yang meyakinkan yang menggambarkan Paus sebagai waspada dan baik-baik saja setelah operasinya.

    Mereka kemudian menceritakan pemulihannya yang berkelanjutan hingga penyelesaian perawatan pasca operasinya pada hari Senin, ketika diumumkan beberapa hari lagi ditambahkan ke rawat inap selama seminggu yang diharapkan untuk menyelesaikan terapi yang dibutuhkan.

    Karena kepedulian terhadap keadaan kesehatan Paus menjadi kurang mendesak, kunjungan Paus di Rumah Sakit Gemelli memberikan kesempatan untuk menunjukkan kedekatannya dengan orang sakit dan menggarisbawahi tanggung jawab universal untuk membantu dan membantu mereka.

    Puncaknya datang Minggu lalu ketika Paus membuat penampilan publik pertamanya untuk Angelus siang hari yang dipimpin dari balkon kamar lantai sepuluh. Kerumunan di bawah menyemangati Paus ketika dia muncul, memperhatikan dia tampak baik-baik saja dengan pemulihannya.

    Baca juga: Mgr. Agus dalam Kunjungan Di Ledo: Kehadiran Gereja Adalah Sahabat Pemerintah

    Paus menyerukan “pelayanan kesehatan yang baik, dapat diakses oleh semua”. Dia juga menekankan bahwa tidak seorang pun, dari anak-anak yang sakit hingga orang tua, harus “dibiarkan sendirian” dan bahwa setiap orang “dapat menerima urapan untuk mendengarkan, kedekatan, kelembutan dan perhatian.”

    Vaksinasi Menurut STKIP Pamane Talino

    STKIP Pamane Talino melaksanakan vaksinasi di Kec. Ngabang – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Landak – Minggu (11/7/2021) pihak kampus STKIP Pamane Talino kembali menyuarakan untuk seluruh mahasiswa melakukan vaksinasi, karena mengingat jumlah kasus positif virus corona mengalami penambahan setiap harinya dan diimbangi dengan banyaknya pasien meninggal dunia. Memperhatikan hal ini kampus STKIP Pamane Talino tetap melaksanakan kuliah online. Segala kegiatan akademik dan non akademik dilakukan melalui rumah masing-masing.

    Seiring berjalannya waktu, saat ini pemerintah memunculkan program baru, yaitu vaksin gratis untuk umum. Tentu, hal ini menjadi peluang untuk memutus mata rantai virus corona. Pihak kampus STKIP Pamane Talino mengajak seluruh mahasiswa untuk melakukan vaksin.

    Baca Juga: Mgr. Agustinus Agus Ajak Umat untuk Menjaga ‘Nyawa’ dan ‘Jiwa’ Dimasa Pandemi

    Virus Corona; terutama varian delta itu bukan HOAX! Rumah sakit di Jakarta penuh dan susah untuk di rawat.

    Pesan Romo Robini Ketua Yayasan Landak Bersatu untuk mahasiswa STKIP Pamane Talino, Pertama, jangan main-main dengan situasi sekarang. kalau tidak perlu, jangan keluar dan jangan nongkrong dulu. Kedua, pakai masker double. Corona varian baru membutuhkan 2 lapis masker, terapkan dan jaga terus Prokes dan jangan lalai. Ketiga, tingkatkan imun tubuh dengan Vitamin dan segera melaksanakan vaksinasi.

    Baca Juga: Mgr. Agus: Covid-19 Ini Mengajarkan Kita, untuk Tidak Menggantungkan Diri dari Orang Lain

    Tentu, dari adanya pesan Romo membuat para dosen, mahasiswa dan seluruh civitas STKIP Pamane Talino menjadi tergerak untuk mengikuti vaksin. Sudah terhitung 139 mahasiswa yang telah melakukan vaksinasi.

    Vaksin Menurut Dosen STKIP Pamane Talino

    “Vaksin gratis ini merupakan salah satu solusi baik dari pemerintah dalam rangka melindungi warganya dari covid-19. Pemerintah memberikan vaksin secara gratis dan memberikan banyak kemudahan dalam menerima vaksin, misalnya dengan kebijakan vaksin tanpa terbatas pada domisili,” jelas Marselus Suarta Kasmiran WK III Bidang Kemahasiswaan STKIP Pamane Talino.

    “Kita sebagai civitas akademika yang merupakan bagian dari warga negara hendaknya membantu pemerintah dalam mensukseskan program vaksinasi ini. Bagaimana caranya? Datang ke puskesmas atau pusat layanan kesehatan untuk menerima vaksin. Serta tidak melakukan justifikasi terhadap diri sendiri terkait pantas tidak menerima vaksin. Percayakan justifikasi kesehatan diri kepada dokter/tenaga medis yang lebih paham. Ayo kita vaksin,”sambungnya.

    Baca Juga: Mgr. Agus dalam Kunjungan Di Ledo: Kehadiran Gereja Adalah Sahabat Pemerintah

    Mustika Aji Hertanto dalam info story WhatsApp pribadinya mengatakan, untuk siapa pun yang dapat mengakses vaksin gratis, mohon untuk diindahkan dan sebelum menyesal nantinya. “Saya sudah melihat sendiri bahwa kalian yang masih mendapat tawaran adalah orang yang beruntung.”

    “Di Jawa untuk vaksin sangat susah karena selalu full, lalu pengaturan bahwa tiap RT hanya diambil 1 dan itu pun lansia. Rumah sakit full dan stok oksigen terbatas, harga keadaan normal 500 ribu dan sekarang 3.5 juta. Itu pun perlu mukjizat Tuhan untuk dapat. Untuk yang sehat wajib bersyukur dan salah satu cara bersyukur adalah dengan mengambil vaksin saat ada kesempatan. Karena dengan vaksin kita sudah berusaha untuk menjaga kesehatan yang diamanahkan Tuhan kepada kita,” tutur Aji.

    Menurut Mahasiswa STKIP Pamane Talino

    Vaksinasi adalah hal yang dapat disuarakan oleh mahasiswa, karena dengan hal ini lah dapat terlihat peran seperti apa layaknya dilakukan. Pada posisi ini, mereka menjadi pusat pencontohan masyarakat, dimana warga melihat aksi nyata mereka lakukan untuk memutus mata rantai Covid-19.

    Baca Juga: Komunitas PSM STKIP Pamane Talino: “Stand For Humanity”

    Mahasiswa STKIP Pamane Talino menjadi andil dalam gerakan vaksin gratis yang dilaksanakan di Kab. Landak. Mereka melakukan vaksin dimasyarakat pada setiap kecamatan. Menyuarakan vaksinasi bertujuan pada keamanan warga untuk siap menghadapi corona jenis baru.

    Dandi Mahasiswa STKIP Pamane Talino mengatakan, bahwa dengan adanya vaksin gratis ini, dapat membantu untuk menurunkan angka positif Covid-19 khususnya di Kab. Landak.

    “Saya berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat untuk bisa melaksanakan aktivitas seperti biasa, dengan ada vaksin gratis bisa membantu masyarakat agar tidak mengeluarkan biaya sepersen pun. Saya melihat, masyarakat pun berantusias untuk vaksinasi. Dari situ kita bisa melihat kerja sama antara pemerintah dan masyarakat bisa melancarkan kegiatan ini dimana yang ada melaksanakn vaksin gratis,” harap Dandi.

    Mgr. Agus dalam Kunjungan Di Ledo: Kehadiran Gereja Adalah Sahabat Pemerintah

    Kunjungan Mgr. Agustinus Agus, Uskup Agung Pontianak bersama Sebastianus Darwis, S.E., M.M selaku Bupati Bengkayang, meninjau dan mengunjungi persiapan pemekaran Paroki Ledo - Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Bengkayang – Kunjungan Mgr. Agustinus Agus, Uskup Agung Pontianak bersama Sebastianus Darwis, S.E., M.M selaku Bupati Bengkayang untuk meninjau dan mengunjungi persiapan pemekaran untuk Paroki Ledo Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus Ledo, di Jalan Raya Ledo, Kabupaten Bengkayang pada Sabtu siang, 10 Juli 2021 menuai berkat untuk gereja Katolik Keuskupan Agung Pontianak.

    Baca Juga: Mgr. Agustinus Agus Ajak Umat untuk Menjaga ‘Nyawa’ dan ‘Jiwa’ Dimasa Pandemi

    Dalam pertemuan itu, Sebastianus Darwis selaku Bupati Bengkayang mengajak Uskup Agus untuk meninjau lokasi tanah Pemda yang ‘dijanjikan’ untuk ‘dihibahkan’ kepada Keuskupan Agung Pontianak dengan luas (4) empat hektare.

    Lokasi tanah hibah itu berada di Jl. Raya Ledo, Lesabela, Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat persis depan SMA N 1 Ledo.

    Bupati Dukung Adanya Pemekaran

    Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus menilai bupati Bengkayang sangat mendukung dan berani mengambil langkah untuk berubah serta berinovasi.

    “Bupati sudah melihat bagaimana kedepan membuat Kabupaten Bengkayang menjadi terdepan,” lanjut Uskup Agus. “Bupati sadar dengan tanda-tanda bahwa border itu dibuka, maka Kabupaten Bengkayang bisa menjadi potensial membuat daya tarik sehingga memungkinkan orang Malaysia, Sarawak akan menuju ke Bengkayang.”

    Baca Juga: Mgr. Agus: Covid-19 Ini Mengajarkan Kita, untuk Tidak Menggantungkan Diri dari Orang Lain

    Border adalah suatu jarak atau perbatasan antara daerah satu dengan lainnya dalam hal ini yang dimaksudkan Mgr. Agustinus Agus yakni batas antara Negara Indonesia dan Negara Malaysia.

    “Jadi sesuatu hal yang positif yakni dia berani membuat terobosan-terobosan,” kata Uskup pada 10/06/21.

    Langkah ini jelas bahwa bupati Bengkayang peduli dengan gereja dan mendukung pemekaran paroki.

    Semua dilakukan dalam konteks harapan untuk pembinaan umat yang lebih intensif sehingga orang lebih beriman.

    Baca Juga: Uskup Menjelaskan Tujuan Dokumen Ekaristi

    Melihat hal itu memang pemerintah sudah turut mendukung hal baik itu berupa dukungan atau menyiapkan tempat.

    “Menurut Sebastianus Darwis selaku bupati Bengkayang, ini cukup urusan bupati dengan penyerahan tanah sebesar 4 (empat) hektare dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang untuk Keuskupan Agung Pontianak,” kata Uskup.

    Gereja adalah sahabat pemerintah

    Sepintas lalu menurut informasi yang disampaikan oleh Sebastianus Darwis, bahwa tanah tersebut merupakan penanganan tanah dibawah diknas. Oleh karena itu Bupati akan cek terlebih dahulu.

    Baca Juga: Lebanon, surga bagi orang Kristen, berada dalam masalah besar

    “Saya juga tidak mau Bupati ada masalah, untuk itu tanah tersebut harus dicek kembali. Untuk melihat apakah ada sengketa atau tidak ada sengketa,” kata Uskup.

    Uskup beranggapan walaupun Sebastianus Darwis selaku Bupati Bengkayang mengatakan akan dihibahkan tanah seluas empat hektare, namun semua harus berdasarkan prosedur dan undang-undang yang berlaku.

    Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agus berterima kasih bahwa bupati Bengkayang sangat mengerti kebutuhan gereja. Menurut Uskup bagaimanapun gereja Katolik  dari dulu ingin kerja sama dengan pihak pemerintah.

    Baca Juga: Fr. Mikael Ardi Akhir Masa Top di STKIP Pamane Talino

    Dipihak lain, pemerintah juga menyadari bahwa  pemerintah juga tidak mampu untuk membina umat yang kecil. “Maka kehadiran gereja merupakan sahabat yang membantu pemerintah dalam mengajar masyarkat untuk beriman dengan baik dan ini adalah tugas pokok dari agama,” kata Uskup.

    Sejalan dengan itu, maka adanya tanah hibah tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam menyiapkan sarananya agar pembinaan umat lebih intensif.

    “Jika merujuk dari Pancasila, dikatakan bahwa sila pertama berbunyi ‘Ketuhanan yang Maha Esa’, dan saya menilai itulah yang bupati Bengkayang amalkan,” tambah Uskup.

    Mgr. Agus: Covid-19 Ini Mengajarkan Kita, untuk Tidak Menggantungkan Diri dari Orang Lain

    Peletakan Batu Pertama Pembangunan Paroki St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus Simpang Tiga. Jumat pagi, 9 Juli 2021, pukul 10.00 WIB oleh Mgr. Agustinus Agus - Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Landak – Peletakan Batu Pertama Pembangunan Paroki St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus Simpang Tiga sudah dilaksanakan pada Jumat pagi, 9 Juli 2021, pukul 10.00 WIB.

    Peletakan batu pertama pembangunan dimulai dengan pemberkatan sekaligus peletakan batu pertama oleh Mgr. Agustinus Agus sebagai Uskup Agung Pontianak. Selanjutnya peletakan pertama dimulai oleh Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa, kemudian diikuti Pastor Paroki RP. Albert Trinitas, CSE dan Camat Banyuke Hulu Andrew Gormico, S.IP, M.Si.

    Baca Juga: Mgr. Agustinus Agus Ajak Umat untuk Menjaga ‘Nyawa’ dan ‘Jiwa’ Dimasa Pandemi

    Upacara pemberkatan peletakan batu pertama pembangunan dimulai dengan penyerahan bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Landak kepada panitia dengan nominal 500 juta rupiah. Penyerahan dana dilakukan langsung oleh Karolin selaku Bupati Landak didampingi Mgr. Agustinus Agus Uskup Agung Pontianak, RP. Albert Trinitas, CSE sebagai pastor paroki dan sejumlah umat yang menyaksikan.

    Penantian yang Sudah Lama

    Acara pagi itu dilaksanakan dengan protokol kesehatan dan pengawalan ketat dari aparat keamanan dan dihadiri oleh masyarakat undangan terbatas.

    Dalam sambutan  RP. Albert Trinitas, CSE dikatakan bahwa penantian yang sudah lama bagi umat Paroki St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus Simpang Tiga, terutama merindukan untuk memiliki gereja baru, akhirnya telah dimulai peletakan batu pertama pembangunan pada Jumat pagi, 9 Juli 2021.

    “Sejak berdirinya paroki ini dan sejak diberikan kepada komunitas kami Kongregasi Carmelitae Sancti Eliae (CSE) yang berkarya di Bandol, pada tahun 2012,” lanjut Pastor Albert. “Waktu itu wilayah ini diberikan kepada kami sebagai paroki. Dimana waktu itu masih kegembalaan Emeritus Mgr. Hieronymus Bumbun, OFMCap yang menjadi Uskup Agung Pontianak.”

    Baca Juga: Mgr Agustinus Agus: Kongregasi Suster SFIC Panen Calon Suster

    Pastor Albert mengisahkan bahwa kala itu, umat Simpang Tiga, Untang, Perigi dan Semade masih bagian dari Stasi Menjalin.

    “Saat itu kami mendirikan Aula. Berjalan dari tahun ke tahun, aula di sini sudah tak tertampung. Maka kerinduan kita untuk mendirikan gereja sudah mulai ada sejak tahun 2015,” katanya.

    Pastor Albert mengakui bahwa awalnya memang masih mau didirikan namun masih melihat animo umat, serta antusiasme dalam hidup menggereja.

    “Puji Tuhan kerinduan ini bisa terwujud, dan terima kasih kepada Mgr. Agustinus Agus yang mendukung kami untuk membangun gereja ini,” lanjut Pastor Albert. “Bukan hanya dukungan moral, tetapi juga finansial. Begitu juga dukungan dari pemerintah Kabupaten Landak yang selalu mendukung kami.”

    Bangga dengan Perkembangan Umat

    Selaku Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus berterima kasih atas inisiatif yang diambil oleh kongregasi CSE untuk membangun gereja dan memang sudah lama membicarakanya.

    Baca Juga: Kongregasi SFIC Provinsi Indonesia Terima 18 Postulan, 15 Novis, 3 Suster Kaul Perdana

    Keuskupan akan tetap mendukung serta sangat bangga dengan perkembangan umat yang ada di paroki-paroki.

    Mgr. Agus juga mengungkapkan di pihak lain, perkembangan tersebut harus didukung dengan dana yang memadai.

    “Sampai sekarang sejak saya datang ke Pontianak 2014, sudah ada 5 paroki baru, mulai dari karangan, jelimpo, jagoi Babang, Mempawah, Mandor dan tanggal 20 juli ini saya akan meresmikan Monterado sebagai paroki baru,” kata Uskup Agus.

    Covid-19 ini Mengajarkan Kita

    Dalam kesempatan itu juga, Mgr. Agus menyampaikan beberapa bulan yang lalu, Bupati Landak sudah meletakan batu pertama pembangunan di Meranti. “Saya sudah kesana melihatnya dan itu juga merupakan cikal bakal paroki baru,” kata Uskup Agus.

    Mgr. Agustinus Agus melihat sama seperti Meranti, jika ada gereja maka harus dibangun pastoran.

    “Oleh karena itu kalau pihak keuskupan yang ‘nampaknya seakan-akan kurang mendukung’ pembangunan daerah, bukan berarti tidak mendukung, tapi kita harus mengutamakan prioritas,” ujarnya.

    Baca Juga: Sebuah Konsep Pendidikan Berkarakter Dominikan

    Uskup juga mengingat kembali untuk Desember tahun 2020 yang lalu, telah dilaksanakannya peletakan batu pertama pembangunan tempat tinggal Uskup di Pontianak. “Dan itu juga membutuhkan dana,” lanjut Uskup Agus. “Keinginan saya jika pusat menjadi kuat tentu arah kita juga ke daerah-daerah, walaupun demikian tetap kita bantu, misalnya peletakan batu pertama gereja di Lingga dan membantu pembangunan. Dilain sisi saya juga masih membantu membangun menyelesaikan Gereja Pahauman.”

    Sebagai Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus berharap umat mendukung maksimal, apa yang bisa dibantu, sebab kekuatan gereja adalah kebersamaan.

    “Covid-19 ini mengajar kita untuk mampu mandiri, gereja tidak mungkin lagi hidup dari derma,” lanjut Uskup. “Jadi kadang-kadang, begitu ketika tidak ada orang ke gereja lagi derma anjlok sampai 80%.”

    Baca Juga: Komunitas PSM STKIP Pamane Talino: “Stand For Humanity”

    Uskup Agus menggarisbawahi kemandirian haruslah mutlak, karena gereja sekarang tidak bisa hidup lagi dari donatur, maka apapun harus diberdayakan misalnya daerah ini ada sawah dan kolam ikan maka beradayakanlah.

    “Covid-19 ini mengajarkan kita, untuk tidak menggantungkan diri dari orang lain,” kata Mgr. Agus.

    Bupati Landak Apresiasi Langkah Pembangunan Paroki

    Sebagai Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa mengapresiasi panitia dan umat yang telah bersusah payah untuk memulai pembangunan gereja di Simpang Tiga.

    Bupati berharap dengan adanya gereja, maka pembinaan dan pembangunan iman dan umat menjadi lebih baik lagi dan pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan di Kabupaten Landak.

    Selaras dengan apa yang disampaikan oleh Mgr. Agustinu Agus, Katolik juga melihat bahwa saat ini masayarkat sedang berada di zaman yang luar biasa. Dimasa yang tidak normal banyak hal yang saat ini sedang dikhawatirkan.

    Baca Juga: Pengen Kuliah Kampus Terbaik, Kami Solusinya

    “Kita khawatir dengan kondisi pandemi Covid-19 (penyakitnya), karena itu berdampak juga dengan pertumbuhan ekonomi,” lanjut Bupati. “Apalagi masyarakat, gereja saja mengalami imbas dari situasi pandemi karena banyak orang tak bisa bergerak.”

    Zona merah

    Bupati juga menyampaikan untuk beberapa daerah seperti daerah yang terdampak zona merah, karena itu membuat perubahan yang luar biasa pada dunia dan masyarakat.

    “Namun dengan demikian tak menyurutkan iman kita, karena Tuhan akan hadir dan menguatkan kita semua,” kata Bupati.

    Dengan itu bersama Pastor Paroki dan umat, meski pelan namun pasti akan menyelesaikan pembangunan maka dari Pemerintahan Daerah Kabupaten Landak menyiapkan anggaran dasar, berasal dari anggaran APBD Landak, sebesar 500 juta rupiah.

    Baca Juga: Kardinal Parolin menandai peringatan kematian 1.300 tahun St. Odile

    “Sebenarnya pengen ngasi lebih, Cuma uangnya enggak ada,” ujar Karolin.

    Karolin berharap mudah-mudahan dengan adanya modal itu paling tidak sudah bisa untuk modal awal menancap tiang.

    “Karena ini anggaran pemerintah, maka kami sangat mengharapkan panitia menggunakannya dengan baik kemudian pada bulan Desember sudah menyerahkan laporan keuangan dengan nanti dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

    Mgr. Agustinus Agus Ajak Umat untuk Menjaga ‘Nyawa’ dan ‘Jiwa’ Dimasa Pandemi

    Pelantikan 44 anggota Dewan Pastoral Paroki St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus Simpang Tiga, pada Jumat pagi, 9 Juli 2021 - Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Landak – Mgr. Agustinus Agus meminta para Dewan Pastoral Paroki St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus, Simpang Tiga yang beralamat di Semade, Banyuke Hulu, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat untuk memerangi budaya ketidakpedulian terutama di masa pandemi Covid-19.

    Baca Juga: Pengumuman Pelaksanaan Misa di Paroki Katedral Santo Yosef

    Perubahan datang dari kehidupan yang selaras dengan ciptaan, di bawah tanda pandemi Covid-19 saat ini justru sebagai umat tidak hanya saling menjaga nyawa namun harus menjaga jiwa. Hal ini Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus ungkapkan dalam pelantikan 44 anggota Dewan Pastoral Paroki St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus Simpang Tiga, pada Jumat pagi, 9 Juli 2021.

    Melayani dengan Akal Budi

    Dalam homilinya, Mgr. Agustinus Agus mengisahkan peranan teknologi dalam membantu menyelaraskan perkembangan keadaan sekaligus menghimbau untuk cermat dalam menggunakan teknologi tersebut.

    “Cermat yang dimaksud disini adalah pintar untuk membaca tanda-tanda zaman. Maka dari itu sebagaimana dikatakan dalam Kitab Suci yaitu ‘tulus seperti merpati, licik seperti ular.” Lanjut Mgr. Agus. “Licik yang dimaksud disini yaitu bermakna positif, lebih tepatnya menggunakan akal budi dalam melayani dan bekerja.”

    Diantara banyaknya tafsiran tentang perkataan tersebut, Mgr. Agus menyederhanakannya bahwa dalam kondisi pandemi Covid-19, sebagai anggota DPP untuk periode 2021-2024 harus mampu untuk membaca tanda-tanda zaman.

    Baca Juga: Paus pulih secara normal; Minggu ‘Angelus’ dari rumah sakit

    “Jangan kemudian karena zaman, semangat melayani menurun karena dimanjakan oleh sajian misa online ditengah pandemi,” lanjut Uskup. “Ini bukan berarti boleh ngumpul dalam kerumunan, namun justru kesempatan ini digunakan untuk mengoptimalisasikan diri dan memaksa umat secara sadar menghayati iman di tengah krisis dunia.”

    Sebagai Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agus juga curhat bahwa tidak sedikit juga orang yang ingin menjatuhkan karena kebijakan yang dibuat olehnya, terutama dalam masa pandemi Covid-19. Namun disisi lain, Mgr. Agus mempertahankan simbol-simbol dari esensi gereja.

    Menjaga nyawa dan jiwa

    Selaras dengan berita tersebut, Mgr. Agustinus Agus mengungkapkan bahwa yang paling penting dimasa pandemi Covid-19 saat ini, peranan umat harus nyata dan memiliki dampak positif yang besar baik dari perkembangan iman maupun kesehatan.

    Baca Juga: Kongregasi SFIC Provinsi Indonesia Terima 18 Postulan, 15 Novis, 3 Suster Kaul Perdana

    “Bagaimana caranya menjaga nyawa ditengah pandemi Covid-19? Hal yang mudah adalah mendukung pemerintah untuk kampanye suntik vaksin dan tetap mengenakan protokol kesehatan,” tambah Uskup. “Dilain sisi, sebagai umat katolik jangan sampai kehilangan esensi ‘kekatolikkannya’, karena selain menjaga nyawa, umat Kristiani juga harus menjaga jiwa. Karena dengan itulah, dasar iman dan simbolik dari iman akan Kristus.”

    Pengumuman Pelaksanaan Misa di Paroki Katedral Santo Yosef

    Sumber: Pengurus Gereja dan Papa Miskin Dewan Pastoral Paroki Katedral St. Yosef Pontianak. – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Pontianak – Menanggapi intruksi Wali Kota Pontianak dan Satgas Penanganan Covid-19 serta demi mendukung program pemerintah tentang PPKM, dengan ini disampaikan hal-hal tentang pelaksanaan misa pada Hari Sabtu dan Minggu tanggal 10 dan 11 Juli 2021 sebagai berikut:

    1. Pada hari Minggu tanggal 11 Juli 2021 Misa Kudus di Gereja katedral hanya dilaksanakan 1 (satu) kali, yakni misa bersama umat dan live streming pada pukul 08.30;
    2. Sementara misa pertama pada hari Sabtu sore tanggal 10 Juli 2021 pukul 18.00 serta misa ketiga dan keempat pada hari Minggu tanggal 11 Juli 2021 pukul 16.00 dan 19.00 ditiadakan;
    3. Misa pada minggu berikutnya tergantung keputusan bersama antara Para Tokoh Agama dengan Pihak Pemerintah dalam pelaksanaan ibadat di masa PPKM;
    4. Semua keputusan ini merupakan hasil pembicaraan antara Bapak Uskup Keuskupan Agung Pontianak, Pastor Paroki Katedral Santo Yosef Pontianak dan Pihak Pemerintah yang terkait.

    Demikian pengumuman ini disampaikan untuk diketahui dan dilaksanakan. Terima Kasih.

    TERBARU

    TERPOPULER