Sunday, May 19, 2024
More

    Baik atau Buruk Waktu-nya, Harus Siap Diutus; Mgr. Agus

    MajalahDUTA.com – Begitulah cuplikan dari poin yang Mgr. Agustinus Agus sampaikan dalam homilinya di Misa Pelantikan Lektor dan Akolit, Jumat pagi, (14/08/2020) di Sekolah Tinggi Teologi, calon Imam Keuskupan Agung Pontianak.

    Seperti tahun-tahun lalu, bahwa telah dilaksanakannya Perayaan Ekaristi Pelantikan Lektor dan Akolit serta Pembukaan Tahun Kuliah 2020/2021 Sekolah Tinggi Teologi (STT) Pastor Bonus Pontianak berlangsung di Kapel Sang Pamanih Seminari Tinggi Antonino Ventimiglia yang berlamat di Jalan 28 Oktober No. 5 Siantan Hulu – Pontianak Utara – Kalimantan Barat, Pastor Antonino Ventimiglia, CR Missionaris Apostolik Pertama di Bumi Borneo, Jumat (14/08/2020).

    Misa dipimpin langsung oleh Mgr.Agustinus Agus, Uskup Agung Pontianak sebagai selebran utama dan didampingi oleh 9 imam Keuskupan Agung Pontianak antara lain P. William Chang OFMCap, P. Edmund Nantes OP, P. Sabinus Lohin, CP, RD. Robert Ambrosius, RP. Yosef Astono Aji OFMCap, RD. Alexius Alex, RD. Yosep Maswardi, P. Mikael Dolodo CP dan RD. Theobaldus Kasino.

    Dalam sambutan pembukaan misa, Mgr. Agustinus Agus mengatakan bahwa dengan adanya misa ini tentunya pertama yaitu untuk berdoa karena dimulainya tahun Kuliah STT Pastor Bonus tahun 2020/2021, kemudian dilaksanakan pelantikan Lektor dan Akolit yang menandakan permulaan pelayanan pastoral para Frater.

    “Tentu harapan kita, ditengah Pandemi Covid19 ini, yang tidak dalam keadaan normal tapi untuk semangat, cita-cita dan pelayanan kita harus lah normal. Semoga calon Imam yang dididik di STT ini, mampu menjadi Imam, yang bisa hidup dan menyesuaikan diri dengan perubahan zaman yang serba baru ini,” katanya, Jumat Pagi (14/08/2020).

    Pelantikan Lektor dan Akolit adalah salah satu tahapan yang harus dilalui dalam proses pembinaan calon-calon imam menuju imamat. Pelantikan ini menandai bahwa para frater yang hendak menjalani masa Tahun Orientasi Pastoral alias TOP sudah masuk tahapan yang lebih matang.

    Ada   11 Frater yang dilantik sebagai Lektor-Akolit  antara lain, Fr. Matteo Bascio, OFM.Cap., Fr. Atnasius Agu, CP., Fr.Atanasius Rani, CP., Fr. Mikhael Ardi, Diosesan Keuskupan Agung Pontianak, Fr. Adrianus Antonius Budi, Diosesan Keuskupan Agung Pontianak., Fr. Yohanes Poma Kandop, Diosesan Keuskupan Agung Pontianak., Fr. Kornelius, Diosesan Keuskupan Sintang., Fr. Fransiskus Wuring, Diosesan Keuskupan Agung Pontianak., Fr. Mauritius Lero, CP., Fr. Adrianus Ludung, CP., dan Fr. Krisantus Armin, CP.

    Pelantikan Lektor dan Akolit ditandai dengan doa pelantikan dan penerimaan Kitab Suci yang dibagikan oleh Mgr. Agustinus Agus kepada 11 Frater tersebut.

    Dalam homilinya, Mgr. Agus mengatakan bahwa yang mengutus para frater untuk tugas tahun orientasi pastoral itu bukan semata, pembimbing rohani atau uskup saja, melainkan Tuhan Yesus sendiri lah yang mengutus para frater-frater untuk tugas dan belajar.

     

    “Jadi sumber kekuatan yang harus kita gunakan dalam melaksanakan karya adalah bukan karena kemampuan diri kita sendiri, bukan karena kehebatan kita sendiri tapi berangkat dari pesan Allah yang tertulis di Kitab Suci itu sendiri,” ujarnya.

    Uskup Agus juga menegaskan bahwa banyak sekali kearifan lokal yang bisa menjadi dasar calon imam atau imam itu sendiri untuk merasul. Contohnya, semangat gotong royong, kepedulian orang lain, keramahan dan masih banyak nilai budaya yang bisa menjadi acuan untuk merasul.

    “Masih banyak ditemui di kampung-kampung, kalau ada orang yang meninggal, semangat gotong royong untuk mengumpulkan beras, gula, kopi dan membantu orang yang sedang berduka masih bisa dilihat sampai sekarang. Dari teladan itulah, salah satu nilai budaya yang bisa dipetik dan dijadikan kesaksian untuk melayani,” kata Mgr. Agus sembari memberikan contoh konkret.

    Mgr. Agus juga mengatakan bahwa, kadang-kadang manusia menggunakan kemampuan otak untuk berpikir, namun jika dilihat dari kitab suci, sejarah-sejarah, tradisi dan budaya itu juga merupakan sumber kekuatan untuk merasul.

    Ditengah homili itu, Mgr. Agus juga mengatakan bahwa untuk merasul harus siap selalu, baik atau tidak baik waktunya. Meskipun covid19 ini jelas membuat banyak orang tidak nyaman, namun bukan karena masalah ini, kemudian pelayanan juga semakin berkurang. Justru dalam keadaan seperti inilah, para imam ditantang untuk melaksanakan dan menyuarakan pesan-pesan suci, itulah yang dimaksud dari baik atau buruk waktunya, namun harus selalu bersiap untuk diutus.

    “Karena yang mengutus kita adalah Tuhan Yesus sendiri,” imbuhnya.

    Usai misa pelantikan, kesempatan perwakilan sambutan dari 11 Frater yang dilantik dalam hal ini disampaikan oleh Fr. Ardi Keuskupan Agung Pontianak, mengaku bangga dan senang dengan adanya momen ini, mereka bisa memulai untuk tugas merasul mereka ke tempat yang ditugaskan.

    “Dua harapan kami, yaitu mohon doa dan dukungan. Apalah arti sebuah doa tanpa tindakan dan apalah arti sebuah tindakan tanpa doa,” katanya.

    Kesempatan yang sama itu juga, P. William Chang, OFMCap juga menyampaikan pentinya melihat sebuah peluang dari sebuah masalah dalam situasi apapun.

    “Selamat menunaikan tugas anda sekalian saat dilapangan, dan untuk frater yang masuk tahun ajaran baru, selamat menjalankan masa kuliah. Mari kita sama-sama belajar,”imbuhnya.

    Sebelum berkat penutup, Mgr. Agus mengucapkan selamat kepada 11 Frater yang akan bertugas tahun orientasi pastoral dan frater yang sebelumnya tahun orientasi pastoral masuk kuliah tahun ajaran baru. Uskup Agus juga berterima kasih kepada para tamu undangan, beserta GOTAUS yang telah mendukung kegiatan calon imam Keuskupan Agung Pontianak.

    Usai Perayaan Ekaristi, Uskup, para imam serta umat memberi selamat kepada ke sebelas frater yang telah dilantik menjadi Lektor dan Akolit. Selanjutnya, ada sesi foto-foto dan santap siang bersama.-(Samuel)

    Related Articles

    Stay Connected

    1,800FansLike
    905FollowersFollow
    7,500SubscribersSubscribe

    Latest Articles