MajalahDUTA.com – Belum lama ini, PMKRI Pontianak, telah melaksanakan Seminar dan sosialisasi bersama para tokoh. Kegiatan dilaksanakan di STAR Hotel. Jl Gajah Mada. Pontianak. Ketua Presidium PMKRI Cabang Pontianak Srilinus Lino mengatakan bahwa kondisi obyektif di Kalbar yang majemuk, perlu dilakukan sosialisi untuk menekan indeks kerawanan saat Pilkada. Seperti isu SARA, dan kecurangan pada saat Pilkada nanti.
Perhimpunan mahasiswa katolik Republik Indonesia (PMKRI) melakukan kegiatan Focus Groub Discussion Pilkada serentak 7 Kabupaten di Kalimantan Barat tahun 2020, Sabtu, 08 Agustus 2020.
Menurut Srilinus Lino dalam kegiatan pelaksanan ini ia mengajak seluruh komponen para mahasiswa dan Pemuda agar lebih berpatisipasi dalam proses untuk mengawal pilkada 2020 tahun ini.
” Untuk pilkada tahun ini mungkin agak berbeda dengan pilkada sebelum nya, yang pertama ditengan pendemi Covid 19.” Katanya Sabtu Siang (08/08/2020).
Srilinus Lino juga menjelaskan, untuk PMKRI yang pasti akan ikut terlibat dalam mengsosialisasikan dalam penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat yang dimana daerah nya mengikuti pilkada serentak di kalimantan Barat.
” Inti dari kegiatan ini mengajak masyarakat mendukung proses pilkada damai dan sekaligus tetap mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, ” ujarnya.
Kegiatan hari Sabtu itu dihadiri oleh Ketua Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat atau yg mewakili Bapak Faizal Rizal S. T, M.H (Kordiv Pengawasan dan Hubal), Ketua KPU Provinsi Kalimantan Barat atau yg mewakili Bapak Lomon S. Sos (Komisioner KPU kalimantan Barat), Ketua Pengurus Pemuda Katolik Komda Kalimantan Barat Bapak Maskendari, S.P M.Si. Gubernur Kalimantan Barat yg diwakili Drs. Hermanus, M.Si (Kepala Kesbangpol Kalimantan Barat). Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik sekaligus Dewan Penyatu PMKRI Ibu Dr. Karolin Marget Natasa
Pangdam XII Tanjungpura atau yg mewakili Kolonel Infantri Utten Simbolon (Aster Kasdem XII Tanjungpura) dan Kapolda Kalimantan Barat atau yg mewakili AKBP Drs. M. Nasir S.St. M.K (Wadir Binmas Polda Kalimantan Barat).
Seperti harapan sesuai dengan Peraturan yang telah ditetapkan.”Pada Pilkada 2020 di Kalbar kita sedang dalam kondisi pandemi New Normal Covid 19. Jadi persiapan penyelenggara Pilkada juga harus menyesuaikan, agar dapat berjalan dengan baik. Upaya yang kita lakukan adalah dengan melakukan kegiatan sosialisasi ke masyarakat.
Pentingnya Protokol Kesehatan. Kami mengajak para kader PMKRI, elemen mahasiswa serta Pemuda agar berperan aktif melakukan sosialisasi tentang hal ini,” jelasnya.
KPU Kalbar sebagai penyelenggara telah melakukan persiapan melalui tahapan program dan jadwal Pilkada 2020, di Masa New Normal Pandemi Covid 19.
Komisioner KPU Kalbar Lomon, mengatakan, bahwa dalam kondisi seperti saat ini akan berdampak pada partisipasi pemilih.Target partisipasi pemilih di Kalbar pada Pilkada 2020 sebesar 77,5 persen. Tentu untuk meningkatkan partisipasi pemilih KPU Kalbar dan jajarannya akan menyiapkan strategi khusus dalam mencapai target tesebut.
“Dalam penyelenggaraan Pilkada ini KPU perlu mendapat dukungan masyarakat, Peserta Pemilu, Pemerintah Daerah dalam dukungan anggaran,” ujarnya. .
Selaras dengan hal itu, FGD dan Deklarasi Pilkada Damai yang dilaksanakan PMKRI Kota Pontianak saat ini merupakan wujud partisipasi Masyarakat khusus nya mahasiswa, dalam memberikan solusi agar Pilkada Serentak di Kalbar 2020 akan datang, dapat berjalan sesuai target yang diharapkan.”Komisi Pemilihan Umum (KPU) tengah merevisi tiga Peraturan KPU (PKPU) untuk penyelenggaraan Pilkada 2020, yakni PKPU Kampanye, Dana Kampanye, dan PKPU Pencalonan.Ketiganya direvisi untuk disesuaikan dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19”, terangnya.
Kegiatan ini ditutup dengan Pembacaan ikrar Deklarasi Pilkada Kalbar Damai 2020, oleh seluruh Kader PMKRI Kota Pontianak.- (Samuel)




