Tuesday, April 28, 2026
More
    Home Blog Page 2

    Mari Rapatkan Barisan Dukung Mahasiswa Kita

    Rapat Progres tentang Reuni Akbar Alumni AKUB Pontianak 2026.

    Duta, Pontianak – Semangat kebersamaan dan dukungan terhadap mahasiswa kembali digaungkan oleh Direktur Akademi Keuangan dan Perbankan Grha Arta Khatulistiwa Pontianak (AKUB) – Unika San Agustin, Stanislaus Andes. Ajakan tersebut disampaikan melalui pesan yang beredar di grup WhatsApp Sahabat AKUB pada Senin pagi (20/4) pukul 08.49 WIB.

    Dalam pesannya, Stanislaus Andes menekankan bahwa kebanggaan sebuah institusi pendidikan tidak semata-mata diukur dari kelengkapan fasilitas, melainkan dari kemampuan seluruh elemen di dalamnya untuk menghargai setiap proses dan prestasi yang diraih.

    “Kebanggaan sebuah institusi bukan hanya tentang fasilitas, tapi tentang sejauh mana kita menghargai setiap proses dan prestasi di dalamnya,” ungkapnya.

    Mahasiswi AKUB – Dalam Seruan Literasi Keuangan 2026

    Ia juga mengajak seluruh civitas akademika, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga para alumni dan mitra, untuk memperkuat solidaritas dalam mendukung perkembangan mahasiswa.

    Menurutnya, dukungan sekecil apa pun, termasuk membagikan informasi positif, dapat menjadi energi baru bagi mahasiswa dalam meraih prestasi.

    “Yuk, bapak/ibu dan rekan-rekan semua, kita rapatkan barisan untuk mendukung setiap langkah mahasiswa kita. Satu share dari kita adalah satu energi baru bagi mereka,” lanjutnya.

    Ajakan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa AKUB ingin terus membangun identitas sebagai institusi yang tidak hanya fokus pada pendidikan keuangan dan perbankan, tetapi juga sebagai “rumah bagi para juara”.

    Di akhir pesannya, Stanislaus Andes kembali menegaskan slogan institusi, “Solusi Cerdas Keuangan”, sebagai semangat yang diharapkan dapat terus menginspirasi seluruh mahasiswa dalam menghadapi tantangan di dunia akademik maupun profesional. *Sam.

    Lomba Koor PKSN XIII Keuskupan Agung Pontianak Resmi Dibuka

    PENDAFTARAN LOMBA KOOR - PKSN XIII

    DUTA, Pontianak — Dalam rangka memeriahkan Perayaan Hari Komunikasi Sosial Nasional (PKSN) XIII, Keuskupan Agung Pontianak menyelenggarakan Lomba Koor tingkat keuskupan yang akan berlangsung pada 26–31 Mei 2026.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Gereja untuk menghidupkan semangat komunikasi yang manusiawi melalui seni dan liturgi.

    Mengusung tema “Menjaga Suara dan Wajah Manusia”, lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang refleksi bagi umat untuk menghadirkan komunikasi yang bermartabat, penuh kasih, dan membangun persekutuan.

    Lomba koor ini terbuka bagi kelompok paduan suara yang ingin berpartisipasi dalam perayaan iman melalui nyanyian liturgis. Panitia telah menetapkan lagu wajib berjudul “Jaga Wajah dan Suara”, dengan pilihan aransemen sebagai berikut:

    • Bila Tuhan Menyapa (Aransemen Martin Runi)
    • Meraja Dalam Hatiku (Aransemen Isidor LD)
    • Ambilah dan Trimalah (Aransemen Onggo Lukito)

    Pendaftaran peserta dibuka hingga 10 Mei 2026 dan dilakukan secara daring melalui

    Google Form pada tautan berikut:
    https://bit.ly/PendaftaranLombaKoorPKSN

    Panitia juga mengimbau seluruh calon peserta untuk membaca panduan teknis lomba guna memahami syarat dan ketentuan yang berlaku.

    PENDAFTARAN LOMBA KOOR – PKSN XIII

    Melalui kegiatan ini, Keuskupan Agung Pontianak berharap dapat mendorong keterlibatan umat, khususnya dalam bidang musik liturgi, sekaligus memperkuat makna komunikasi sosial di tengah masyarakat yang semakin kompleks.

    Bagi yang membutuhkan informasi lebih lanjut, panitia dapat dihubungi melalui nomor kontak: 081220963178.

    Dengan terselenggaranya Lomba Koor PKSN XIII ini, diharapkan semangat kebersamaan, pelayanan, dan kesaksian iman semakin hidup dalam setiap komunitas umat beriman.*Sam (Youtube KOMSOSKAP). 

    Link Youtube: Ikuti LOMBA KOOR dalam rangka Perayaan Hari Komunikasi Sosial Nasional XIII, 26-31 Mei 2026.

    Jalan Sunyi Menuju Botong

    Gambar: Arsip Dokumenter, Anggota DPR RI, Fransiscus Maria Agustinus Sibarani mengunjungi Botong.

    DUTA, Kalbar – Franciscus Sibarani | Perjalanan itu tidak dimulai dari tempat yang benar-benar jauh, tetapi terasa panjang sejak awal. Dari Pontianak, rombongan terlebih dahulu menempuh perjalanan darat menuju Balai Berkuak, sebut saja itu sebagai ibu kota Kecamatan Simpang Hulu dan selama kurang lebih empat jam. Jalanan masih relatif bersahabat pada tahap ini, seolah belum menunjukkan apa yang akan datang berikutnya.

    Namun, Balai Berkuak hanyalah gerbang, dan dari titik inilah perjalanan sesungguhnya dimulai. Perjalanan itu membawa rombongan masuk lebih dalam ke wilayah yang semakin sunyi, semakin jauh dari keramaian, dan semakin dekat dengan realitas yang jarang tersentuh.

    Perjalanan berlanjut menuju Desa Balai Pinang, lalu diteruskan ke Kualan Hulu di wilayah Paroki St. Maria Botong. Jarak yang ditempuh mungkin tidak terlalu jauh secara hitungan kilometer, tetapi kondisi jalan membuat waktu tempuh menjadi sekitar tiga jam. Jalan tanah yang rusak, berlubang, dan berlumpur menjadikan setiap kilometer terasa lebih panjang dari biasanya.

    Mau tidak mau, sepeda motor menjadi satu-satunya pilihan. Kendaraan roda empat tidak lagi mampu menaklukkan jalur ini.

    Di sepanjang perjalanan, roda berputar di atas tanah merah yang tak selalu bersahabat, hehe.

    Gambar: Arsip Foto Dokumenter, Anggota DPR RI, Fransiscus Maria Agustinus Sibarani mengunjungi Botong.

    Kadang keras dan berbatu, kadang lunak dan licin, apalagi jangan ditanya deh jika hujan turun, jalan berubah menjadi lumpur yang bisa menghentikan perjalanan kapan saja. Tidak ada kepastian selain terus bergerak.

    Penunjuk arah hampir tidak tersedia, namun masyarakat memiliki cara sendiri untuk membaca jalan dan mengikuti deretan tiang listrik yang berdiri memanjang di sepanjang jalur.

    Tiang-tiang itu menjadi semacam “peta diam” yang menuntun perjalanan menuju Botong.

    Di kiri dan kanan, hutan lebat membentang tanpa jeda. Desa Kualan Hulu berdiri di tengah lanskap tersebut dan sebuah wilayah yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan menuju Sekadau. Ia dikenal sebagai salah satu daerah terjauh dan tersulit dijangkau di Kabupaten Ketapang.

    Namun, justru di tempat seperti inilah, kehidupan menemukan bentuknya yang paling jujur.

    Rombongan hari itu datang bukan sekadar mau melintas, tetapi mereka membawa niat untuk bertemu, untuk hadir, dan untuk mendengar. Penggagas ide ‘gila’ itu yakni DPR RI, Franciscus Maria Agustinus Sibarani, yang memilih turun langsung ke lapangan.

    “Kami datang untuk mengunjungi umat dan masyarakat,” ujarnya.

    Sibarani menegaskan bahwa kunjungan hari itu adalah bentuk rasa terima kasih sekaligus komitmen untuk hadir secara langsung.

    Gambar: Arsip Dokumenter, Anggota DPR RI, Fransiscus Maria Agustinus Sibarani mengunjungi Botong.

    Sebenarnya, Sibarani mau mengungkapkan bahwa kehadiran tidak bisa digantikan oleh laporan, sebab ada hal-hal yang hanya bisa dipahami ketika dilihat dan dirasakan sendiri.

    Perjalanan panjang itu pun menjadi ruang refleksi tersendiri dalam perjalanan hari itu (27–28 Juni 2025). Di tengah guncangan sepeda motor dan jalan yang tak menentu, Sibarani menuliskan kesannya dalam bentuk sajak dalam postingan Instagram 4 Juli 2025, itu adalah sebuah catatan yang lahir dari pengalamannya di momen yang tak tergantikan itu.

    “Langkahku menyusuri jalan —
    Dari aspal mulus, hingga tanah merah bebatuan.
    Dari deretan tiang listrik, hingga sunyi tanpa kabel.
    Dari kanan-kiri rumah penduduk, hingga hutan yang lengang.
    Dari nyaman roda empat, hingga roda dua jadi pilihan
    Menyeberangi jembatan demi jembatan —”

    Penggalan sajak tadi sebanarnya rangkupan reflektif perjalanan yang ia deskripsikan dalam bentuk metafora. Perubahan lanskap dan cerita yang sekaligus mengecap perubahan rasa dari nyaman menuju tantangan.

    Di tengah perjalanan, sebuah pertanyaan sederhana sempat terlintas dalam sajak itu.

    “Masih jauh?”

    Ini jelas bukan soal jarak semata, hal itu hendak mau menjelaskan tentang ketahanan, tentang keyakinan, tentang harapan bahwa perjalanan ini memiliki tujuan yang layak diperjuangkan.

    Dan ketika akhirnya tiba di Paroki St. Maria Botong, jawabannya dalam sajak itu hadir dengan tenang, “Ternyata… sampai juga.”

    Paroki berdiri dalam kesederhanaan, jelas itu tidaklah megah, tetapi kuat dalam makna. Di tengah keterbatasan akses dan medan yang sulit, kehidupan iman masyarakat justru tumbuh dengan keteguhan yang jarang ditemukan di tempat lain.

    Sibarani menyebut Botong sebagai “paroki penuh perjuangan.” Secara tidak langsung, ia menangkap bagaimana umat harus menempuh perjalanan panjang untuk beribadah, bagaimana kebersamaan dibangun di tengah keterbatasan, dan bagaimana kehidupan tetap berjalan meski akses tidak selalu mudah.

    Gambar: Arsip Dokumenter, Anggota DPR RI, Fransiscus Maria Agustinus Sibarani mengunjungi Botong.

    Namun, keterbatasan itu tidak memadamkan semangat, justru sebaliknya menjadi sumber kekuatan.

    Di Botong sendiri, iman bukan sekadar ajaran tetapi hidup dalam keseharian. Pengharapan bukan sekadar kata, pengaharapan itu sungguh dirawat bersama kesabaran dan kasih yang bukan sekadar konsep kata.

    Dalam dokumenter perjalanannya, Sibarani mendekati masyarakat dan memulai dialog. Ada dengan Ibu-ibu, ada juga dengan orang muda penjual sayur, masih banyak juga arsip yang tak sempat diolah dalam dokumenter hari itu.

    Masyarakat menyampaikan cerita mereka tentang jalan yang rusak, tentang akses yang terbatas, dan tentang harapan akan perhatian yang lebih besar. Sibarani mendengarkan, bukan semata hadir sebagai pejabat, tetapi menjadi bagian dari masyarakat itu.

    Dalam refleksi bagian akhir sajaknya, ia menuliskan,

    “Di sini,
    Iman tumbuh.
    Pengharapan menyala.
    Kasih berakar dalam hati masyarakatnya.”

    Jelas, ini adalah sebuah pengakuan bahwa di tempat yang jauh sekalipun, kehidupan tetap berjalan dengan penuh makna.

    Gambar: Arsip Dokumenter, Anggota DPR RI, Fransiscus Maria Agustinus Sibarani mengunjungi Botong.

    Perjalanan dari Pontianak hingga Botong memang memakan waktu berjam-jam—sekitar empat jam menuju Balai Berkuak, lalu sekitar tiga jam lagi dari Balai Pinang hingga Kualan Hulu karena kondisi jalan yang rusak. Namun lebih dari itu, perjalanan ini adalah tentang memahami Indonesia dari sudut yang berbeda.

    Dari jalan tanah yang licin.
    Dari jembatan kecil yang menghubungkan harapan.
    Dari desa yang berdiri di tengah hutan.

    Dan di sanalah, kehadiran menjadi penting, sebab dengan ‘hadir’ itulah manusia benar-benar melihat dan mendengar.

    Sibarani menutup sajaknya dengan kalimat yang sederhana,

    “Ini Indonesia…
    MERDEKA.”

    *Sumber: Dokumenter dan Arsip Sibarani.

    Imam Diutus Membebaskan Umat dari “Belenggu” Zaman Modern

    Administrator Apostolik Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Samuel Oton Sidin, OFMCap

    DUTA, Pontianak – Dalam Refleksi Pembaharuan Janji Imamat yang berlangsung pada 31 Maret 2026 di Gereja Katedral Santo Yoseph Pontianak, Administrator Apostolik Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Samuel Oton Sidin, menegaskan kembali panggilan dasar para imam sebagai pewarta pembebasan bagi umat di tengah kompleksitas kehidupan modern.

    Dalam refleksinya, ia mengajak para imam dan umat untuk merenungkan makna “pembebasan” yang menjadi bagian penting dari perutusan Gereja. Ia mengawali dengan pertanyaan reflektif mengenai siapa yang dimaksud sebagai “tawanan” dalam kehidupan saat ini.

    “Siapakah para tawanan? Orang-orang bagaimana yang tertawan?” ujarnya.

    Menurutnya, dalam konteks zaman sekarang, banyak orang hidup dalam kondisi keterkungkungan yang tidak selalu tampak secara fisik. Ia menjelaskan bahwa manusia modern kerap terjebak dalam berbagai bentuk belenggu yang justru menghilangkan kebebasan sejati.

    “Di dalam kehidupan modern dewasa ini banyak sekali orang terkungkung, tertawan oleh aneka ajaran yang menyesatkan, oleh aneka gaya hidup yang tidak membebaskan, oleh tuntutan-tuntutan yang mengalir dari egoisme dan oleh banyak hal yang membuat orang tidak bebas,” ungkapnya.

    Ia menegaskan bahwa situasi ini menjadi medan perutusan para imam, terlebih dalam momentum pembaharuan janji imamat. Para imam dipanggil untuk tidak hanya memperbarui komitmen pelayanan, tetapi juga memperdalam kesadaran akan tugas mereka sebagai pembawa kabar pembebasan.

    “Kepada mereka para imam diutus untuk memberitakan pembebasan dengan menawarkan pertobatan supaya terlepas dari belenggu-belenggu,” jelasnya.

    Menurut Mgr. Samuel, pertobatan menjadi kunci utama dalam proses pembebasan tersebut. Melalui pertobatan, umat diajak keluar dari jebakan cara berpikir yang keliru, idealisme yang menyesatkan, serta sikap egoisme yang membelenggu relasi dengan sesama dan Tuhan.

    Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa pembaharuan janji imamat bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali identitas imam sebagai pelayan yang menghadirkan kebebasan sejati bagi umat.

    Dengan demikian, peran imam di tengah dunia modern semakin relevan, yakni menjadi penuntun rohani yang membantu umat melepaskan diri dari berbagai keterikatan batin dan menemukan kembali arah hidup yang benar.

    Refleksi ini sekaligus menegaskan bahwa kebebasan sejati yang diwartakan Gereja bukan hanya bebas dari tekanan lahiriah, tetapi terutama kebebasan batin yang memampukan manusia hidup dalam kebenaran, kasih, dan pengharapan.*Samuel. 

    Kebangkitan Kristus Sumber Harapan Baru

    Administrator Apostolik Keuskupan Agung Pontianak. Mgr. Samuel Oton Sidin, OFMCap

    DUTA, Pontianak | Administrator Apostolik Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Samuel Oton Sidin, menyampaikan sapaan Hari Raya Paskah 2026 kepada umat Katolik, seraya mengajak seluruh umat untuk memaknai kebangkitan Kristus sebagai sumber harapan dan pembaruan iman.

    Dalam pesannya, Mgr. Samuel menyapa umat beriman yang telah melewati masa Prapaskah dan kini memasuki Pekan Suci. Ia menegaskan bahwa masa persiapan tersebut hendaknya menjadi kekuatan rohani untuk menjalani rangkaian perayaan iman hingga puncaknya pada Hari Raya Paskah.

    “Saya menyampaikan selamat karena kita telah melewati masa Prapaskah dan selamat berbahagia karena boleh merayakan Hari Raya Paskah,” ujarnya.

    Ia berharap Paskah tahun 2026 membawa berkat bagi setiap pribadi dan keluarga, di mana pun mereka berada. Menurutnya, Paskah bukan sekadar perayaan mengenang kebangkitan Yesus Kristus, melainkan perayaan iman yang menegaskan karya keselamatan Allah bagi umat manusia.

    Mgr. Samuel menjelaskan bahwa melalui penderitaan dan kebangkitan Kristus, umat manusia ditebus dan dibebaskan dari kuasa kejahatan, serta diarahkan menuju kehidupan yang kekal.

    “Paskah bagi kita bukan hanya sekadar perayaan kenangan, tetapi perayaan iman bahwa kita sungguh ditebus dan dibebaskan, serta diarahkan kepada kehidupan abadi,” tuturnya.

    Lebih lanjut, ia mengajak umat untuk berjalan bersama Kristus yang bangkit, menapaki hidup dengan harapan baru, serta mengarahkan diri pada kebahagiaan sejati yang kekal.

    Mengakhiri pesannya, Mgr. Samuel menyampaikan doa dan berkat bagi seluruh umat agar sukacita Paskah senantiasa menyertai kehidupan mereka.

    “Tuhan memberkati,” pungkasnya.

    Lampu Itu Akhirnya Menyala

    Gambar: Anggota DPR RI Franciscus Maria Agustinus Sibarani melakukan peninjauan Program Bantuan Pasang Baru Listrik (PBPBL) di Desa Buduk Sempadang Kecamatan Selakau Timur Kabupaten Sambas, Sabtu (4/4/2026).

    DUTA, Kalbar – Franciscus Sibarani | Malam pernah begitu panjang di Dusun Sebakuan, Desa Buduk Sempadang, Kecamatan Selakau Timur, Kabupaten Sambas. Gelap datang lebih cepat di sana. Begitu matahari tenggelam, kehidupan perlahan meredup bersama cahaya yang menghilang dari langit. Di dalam rumah-rumah kayu, nyala kecil pelita menjadi satu-satunya penawar malam — berpendar redup, berasap tipis, dan sering kali tak cukup terang untuk mengusir bayangan.

    Selama puluhan tahun, itulah yang dikenal Pak Saudi.

    Lelaki berusia 82 tahun itu adalah salah satu warga pertama yang menetap di dusun tersebut. Ia menyaksikan hutan berubah menjadi permukiman, anak-anak tumbuh menjadi orang tua, dan zaman berganti pelan. Namun satu hal tak kunjung datang: listrik.

    Setiap malam, ia dan keluarganya menyalakan pelita. Api kecil itu dijaga seperti harapan — jangan sampai padam sebelum waktu tidur tiba.

    “Dulu pakai pelita saja,” katanya pelan, mengenang masa yang terasa begitu dekat sekaligus jauh.

    Lalu, tahun ini, sesuatu berubah.

    Lampu listrik menyala di rumahnya.

    Bukan sekadar terang, tetapi pengalaman baru yang belum pernah ia rasakan sepanjang hidupnya.

    Terang yang Datang di Usia Senja

    Pada Sabtu, 4 April 2026, rumah Pak Saudi menjadi salah satu titik kunjungan peninjauan Program Bantuan Pasang Baru Listrik (PBPBL). Anggota DPR RI Franciscus Maria Agustinus Sibarani datang bersama Manager PLN UP3 Singkawang, Made Harry Palguna, untuk melihat langsung bagaimana listrik akhirnya hadir di desa tersebut.

    Di balik kunjungan resmi itu, tersimpan cerita yang jauh lebih sunyi, dan cerita tentang seseorang yang menunggu cahaya hampir sepanjang hidupnya.

    Pak Saudi berdiri di depan rumahnya ketika rombongan datang,  wajahnya tenang, namun tampak dalam arsip foto yang diberikan bahwa matanya menyimpan rasa yang sulit dijelaskan, mungkin antara syukur, tak percaya, atau lega.

    Kini, ketika malam tiba, ia (Pak Saudi) tidak lagi bergantung pada nyala api kecil, dan akhirnya sakelar sederhana di dinding rumah cukup untuk menghadirkan terang.

    “Sekarang rasanya lebih terang,” ujarnya.

    Sederhana sih, tetapi berat oleh pengalaman puluhan tahun hidup dalam keterbatasan.

    Gambar: Anggota DPR RI, Fransiscus Maria Agustinus Sibarani (ketiga dari kanan), tampak berbincang dengan salah satu warga di Desa Buduk Sempadang. Sebanyak 28 pelanggan di desa tersebut—yang mayoritas berprofesi sebagai pekebun dan nelayan—kini telah menikmati layanan listrik.

    Janji Negara

    Dalam kunjungan hari itu, Sibarani menegaskan bahwa program elektrifikasi menjadi bagian dari komitmen nasional agar seluruh masyarakat Indonesia memiliki akses listrik.

    “Presiden Prabowo memiliki program agar seluruh masyarakat Indonesia memperoleh akses listrik seratus persen,” ujarnya.

    Sibarani menilai progres pembangunan di wilayah tersebut berjalan cepat dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan, sebagian rumah sudah menikmati listrik sejak bulan Ramadan, memungkinkan masyarakat merasakan langsung manfaatnya.

    Namun di desa seperti Buduk Sempadang, listrik tak hanya sekadar proyek pembangunan, lebih jauh bahwa ada pertemuan antara kebijakan negara dan kehidupan nyata warga.

    Saat kabel ditarik melintasi ladang dan tiang listrik berdiri di jalan tanah, yang sebenarnya sedang dibangun adalah harapan baru.

    Menurut Sibarani, listrik kini bukan lagi kebutuhan tambahan, melainkan kebutuhan dasar yang menentukan kualitas hidup masyarakat.

    “Listrik hari ini adalah kebutuhan dasar masyarakat. Ini bukan lagi soal pembangunan, tetapi soal keadilan. Negara harus hadir memastikan seluruh rakyat mendapatkan akses energi,” tegasnya.

    Ia menyebut, meskipun pemerintah menargetkan elektrifikasi desa mencapai 100 persen, masih terdapat sekitar 15 persen desa di Kalimantan Barat yang belum teraliri listrik secara optimal.

    Manager PLN UP3 Singkawang, Made Harry Palguna juga menegaskan kesiapan PLN untuk terus berkolaborasi memperluas pelayanan listrik hingga ke wilayah terpencil.

    Bagi masyarakat desa, listrik membuka lebih dari sekadar penerangan, selanjutnya ia juga menghadirkan kemungkinan untuk anak-anak belajar lebih lama, usaha kecil tumbuh, informasi dunia luar masuk tanpa batas.

    Kepala Desa Buduk Sempadang, Juanda juga menyampaikan rasa syukur mendalam atas hadirnya listrik yang selama ini dinantikan warga. Ia mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Anggota DPR RI Franciscus Maria Agustinus Sibarani, serta seluruh pihak yang telah membantu mewujudkan impian masyarakat.

    “Sampai akhirnya impian kami benar-benar terwujud,” pungkasnya.

    Dari Temaram ke Masa Depan

    Di Dusun Sebakuan, malam kini tidak lagi sama. Cahaya lampu memantul di dinding rumah, menerangi halaman, dan membuat desa terasa hidup lebih lama dari sebelumnya. Anak-anak tidak lagi bergegas tidur karena gelap. Suara televisi mulai terdengar dari beberapa rumah dan dunia terasa sedikit lebih dekat.

    Bagi Pak Saudi, perubahan ini datang di usia senja — mungkin terlambat bagi sebagian orang, tetapi justru terasa paling bermakna baginya.

    Ia duduk di ruang tamu, memandang lampu yang menyala stabil tanpa asap, tanpa bau minyak tanah.

    Pelita yang dulu setia menemaninya kini menjadi artefak dari salah satu kisah tentang ‘kebijakan’ yang berpihak pada orang kecil.

    Di tengah terang yang baru itu, ada perasaan yang sulit diucapkan dengan kata-kata, bahwa akhirnya, setelah perjalanan hidup yang panjang, cahaya benar-benar sampai ke rumahnya.*Samuel (Sumber: Liputan Khusus Sibarani).

    Debat Publik Enam Paslon Warnai Pemilihan Senat Mahasiswa AKUB, Digelar Bersama Workshop Karier dan Literasi Keuangan

    Debat Publik, SEMA AKUB GAK Pontianak, UNIKA San Agustin (2026)

    DUTA, Pontianak | Akademi Keuangan dan Perbankan (AKUB) Grha Arta Khatulistiwa Pontianak akan menggelar rangkaian kegiatan Pemilihan Senat Mahasiswa (SeMa) melalui Debat Publik enam pasangan calon (paslon) yang dikombinasikan dengan workshop pengembangan karier dan literasi keuangan.

    Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 7 April 2026, pukul 09.00 WIB, bertempat di Aula Lantai 4 Kampus Merdeka, Kampus II Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Pontianak.

    Informasi kegiatan tersebut disampaikan kepada Romo, Suster, dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh civitas akademika sebagai bagian dari proses demokrasi mahasiswa sekaligus penguatan kapasitas generasi muda di bidang karier dan keuangan.

    Debat publik menjadi agenda utama dalam rangka Pemilihan Senat Mahasiswa AKUB, menghadirkan enam pasangan calon yang akan memaparkan visi, misi, serta gagasan kepemimpinan mereka di hadapan mahasiswa dan publik kampus. Kegiatan ini juga melibatkan caster, moderator, dan host untuk memastikan jalannya diskusi berlangsung interaktif dan edukatif.

    Menariknya, debat publik tersebut dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan “Mandiri Goes to AKUB GAK” bertajuk Next Gen Leaders: Career Growth & Wealth Building.

    Workshop ini menghadirkan materi tentang pengembangan karier di sektor perbankan serta peningkatan literasi keuangan bagi mahasiswa sebagai bekal menghadapi dunia kerja.

    Seluruh rangkaian acara akan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube San Agustin Official (San Agustin TV) sehingga dapat diikuti oleh masyarakat luas.

    Selain debat dan workshop, kegiatan juga diramaikan dengan agenda Test Drive kendaraan listrik VinFast VF 3 yang diperuntukkan bagi dosen dan tenaga kependidikan Kampus II.

    Program ini menjadi bagian dari pengenalan inovasi teknologi ramah lingkungan sekaligus pengalaman langsung terhadap kendaraan listrik masa kini.

    Kegiatan yang didukung berbagai mitra, termasuk Bank Mandiri dan Kalimantan Integrated Solution Hub (KISH), diharapkan tidak hanya menjadi ajang demokrasi mahasiswa, tetapi juga ruang pembelajaran praktis mengenai kepemimpinan, kesiapan karier, serta kesadaran finansial generasi muda.

    Melalui kolaborasi antara debat mahasiswa, workshop profesional, dan kegiatan edukatif lainnya, AKUB Pontianak berupaya menghadirkan pengalaman kampus yang integratif—menggabungkan pendidikan akademik, pengembangan karakter kepemimpinan, dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan.*S@M (Sumber: AKUB Pontianak). 

    Paus Leo XIV Serukan Umat Kristen Wartakan Harapan di Tengah Kekerasan dan Disinformasi

    Paus Leo XIV mendesak umat Kristen untuk memberikan kesaksian tentang Injil di dunia yang dirusak oleh berita palsu, konflik, dan "hati nurani yang bingung".(Sumber: Vatikan News)

    DUTA, Vatikan | Paus Leo XIV menyerukan umat Kristen di seluruh dunia untuk menjadi pembawa harapan dan saksi kebenaran Injil di tengah dunia yang dilanda konflik, berita palsu, dan kebingungan moral. Seruan tersebut disampaikan dalam doa Regina Caeli yang dipimpin Paus di Lapangan Santo Petrus pada perayaan Senin Paskah, (Senin 06/04/2026).

    Dalam refleksinya, Paus menyoroti kisah Injil tentang kubur kosong Yesus, yang menurutnya menghadirkan dua narasi berbeda dari satu peristiwa yang sama. Di satu sisi, para perempuan menjadi saksi Kebangkitan Kristus dan mewartakan kabar sukacita, sementara para penjaga menyebarkan laporan bahwa jenazah Yesus telah dicuri.

    Menurut Paus, kontras tersebut mencerminkan realitas dunia masa kini, ketika kebenaran kerap dikaburkan oleh disinformasi. Ia menegaskan bahwa penyampaian kebenaran sering terhambat oleh apa yang saat ini dikenal sebagai berita palsu, berupa kebohongan, sindiran, maupun tuduhan tanpa dasar.

    TONTON SELENGKAPNYA: VATIKAN NEWS

    “Kebenaran Injil harus menjangkau mereka yang tertindas oleh kejahatan yang merusak sejarah dan membingungkan hati nurani,” ujar Paus. Ia menambahkan bahwa misteri Paskah perlu diwartakan bukan hanya melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata yang mampu memberikan suara baru bagi harapan.

    Paus Leo XIV juga mengingatkan umat agar tidak takut mewartakan Injil, mengutip pesan Yesus, “Jangan takut; pergilah dan beritakanlah,” sebagai pedoman utama kesaksian Kristiani di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian.

    Dalam pesannya, Paus menyinggung berbagai penderitaan global, termasuk korban perang, umat Kristen yang mengalami penganiayaan karena iman mereka, serta anak-anak yang kehilangan akses pendidikan akibat konflik dan kemiskinan. Ia menegaskan bahwa pewartaan misteri Paskah berarti menghadirkan harapan yang sering kali “dibungkam oleh tangan-tangan kekerasan.”

    Ia menambahkan, di mana pun Injil dihidupi dan diberitakan, terang akan hadir di tengah kegelapan serta mengembalikan makna di tengah kebingungan manusia.

    Pada akhir pidatonya, Paus mengajak umat beriman mengenang dengan penuh syukur Paus Fransiskus yang wafat pada Senin Paskah tahun sebelumnya. Ia mengenang pendahulunya sebagai sosok dengan kesaksian iman dan kasih yang mendalam, serta mempercayakan Gereja kepada perantaraan Perawan Maria, Takhta Kebijaksanaan.

    “Marilah kita berdoa agar kita dapat menjadi pembawa kabar kebenaran yang semakin cemerlang,” katanya.

    Usai doa Regina Caeli, Paus Leo XIV juga menyampaikan perhatian khusus pada peringatan Hari Olahraga Internasional untuk Pembangunan dan Perdamaian yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia menegaskan bahwa olahraga memiliki bahasa persaudaraan yang universal dan dapat menjadi sarana inklusi serta perdamaian di tengah masyarakat dunia.

    Melalui kesempatan tersebut, Paus kembali mengajak agar olahraga dimanfaatkan sebagai ruang membangun persatuan, solidaritas, dan perdamaian antarbangsa.*S@M (Sumber: Vatikan News). 

    AKUB Perkuat Transformasi Kelembagaan

    STANISLAUS ANDES, S.E., M.Pd - Banking Finance Professional

    DUTA, Pontianak | Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, Kampus II Pontianak terkhusus di Akademi Keuangan dan Perbankan Grha Arta Khatulistiwa (AKUB) Pontianak terus memperkuat langkah transformasi kelembagaan melalui kepemimpinan baru di bawah Direktur Stanislaus Andes, SE., M.Pd, (per 1 Maret 2026) seorang profesional perbankan dengan pengalaman lebih dari 24 tahun di industri jasa keuangan nasional.

    Penunjukan Stanislaus Andes alias Andes menjadi bagian dari strategi penguatan institusi, terutama dalam menghadapi proses penyatuan kelembagaan AKUB dengan Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo yang saat ini tengah berlangsung.

    Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu mempercepat transformasi akademik berbasis praktik sekaligus memperkuat relevansi pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia industri.

    STANISLAUS ANDES, S.E., M.Pd – Gerakan Kolaborasi AKUB Pontianak – dengan pimpinan Cabang Utama Bank Kalbar (2026)

    Profesional Perbankan Berpengalaman

    Pria kelahiran Pontianak, 14 November 1975 tersebut mengawali karier sebagai dosen di STIE dan ASMI Pontianak pada periode 2000–2002 sebelum berkarier di PT Bank Danamon Indonesia. Ia memulai dari posisi Credit Support Administration di Sintang dan terus meniti karier hingga menduduki berbagai jabatan strategis.

    Sepanjang perjalanan profesionalnya, Andes pernah menjadi Sales Officer, Unit Manager, Flying Unit Manager, hingga Cluster Manager yang membawahi sejumlah cabang di wilayah Kalimantan Barat. Berkat kepemimpinannya, beberapa unit kerja berhasil meraih penghargaan nasional seperti Elite Club dan Super Elite Club.

    Pada tahun 2012, ia dipercaya sebagai Business Manager Regional Kalimantan yang mengoordinasikan 69 unit operasional. Ia juga pernah bertugas di Divisi Risk Management Kantor Pusat Bank Danamon di Jakarta sebelum kembali memimpin cluster wilayah Pontianak.

    Pangkat terakhirnya di Bank Danamon adalah Vice President (VP). Setelah itu, ia melanjutkan karier sebagai Area Manager Kalimantan di SME Finance Indonesia hingga tahun 2025.

    Pengalaman memimpin tim besar serta mengelola portofolio pembiayaan hingga Rp200 miliar menjadi modal penting dalam memimpin transformasi AKUB.

    Bangun Komunikasi dgn GM PLN – Maria G.I.Gunawan. untuk Kerja sama dengan Kampus

    Fokus Transformasi Akademik Berbasis Praktik

    Berdasarkan latar belakang profesionalnya, Stanislaus Andes menegaskan bahwa arah utama kepemimpinannya adalah memperkuat kurikulum vokasi berbasis praktik nyata dunia kerja.

    Ia menyampaikan bahwa pendidikan vokasi harus mampu menjembatani kampus dengan realitas industri jasa keuangan yang terus berkembang.

    “Transformasi akademik harus menghadirkan pengalaman nyata bagi mahasiswa. Kampus tidak boleh hanya mengajarkan teori, tetapi juga membentuk kesiapan kerja melalui praktik yang relevan dengan kebutuhan industri,” ujar Andes.

    Secara tidak langsung, ia menekankan bahwa pengalaman panjangnya di sektor perbankan menjadi dasar dalam merancang strategi pendidikan yang lebih aplikatif dan adaptif terhadap dinamika dunia profesional.

    Rapat Progres tentang Reuni Akbar Alumni AKUB Pontianak 2026.

    Strategi Penguatan Kurikulum

    Dalam implementasinya, AKUB akan melakukan revisi kurikulum agar selaras dengan kebutuhan industri jasa keuangan terkini. Pembelajaran juga diarahkan pada penggunaan studi kasus riil yang diambil dari praktik dunia kerja sehingga mahasiswa terbiasa menghadapi tantangan profesional sejak di bangku kuliah.

    Selain itu, program ‘praktisi mengajar’ akan diperkuat dengan menghadirkan profesional perbankan ke dalam ruang kelas. Langkah ini bertujuan memberikan wawasan aplikatif sekaligus memperkaya pengalaman belajar mahasiswa.

    Stanislaus menjelaskan bahwa sertifikasi kompetensi juga menjadi prioritas utama.

    “Kami ingin lulusan AKUB memiliki standar kompetensi yang diakui industri. Sertifikasi bukan lagi pilihan tambahan, tetapi menjadi bagian penting dari proses pendidikan,” katanya.

    Penguatan Kerja Sama Industri

    Untuk mendukung kurikulum berbasis praktik, AKUB juga memperluas kemitraan strategis dengan berbagai lembaga keuangan. Saat ini, kampus tengah menjajaki kerja sama dengan Bank Mandiri dan Bank Kalbar melalui mekanisme perjanjian kerja sama resmi yang akan dievaluasi secara berkala.

    Program magang terstruktur juga akan diperkuat agar mahasiswa memperoleh pengalaman kerja langsung sesuai bidang studinya.

    Selain itu, kampus merencanakan pendirian koperasi dan kafe kampus sebagai laboratorium bisnis mahasiswa.

    Menurut Stanislaus, fasilitas tersebut menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan berbasis praktik.

    “Mahasiswa perlu belajar bukan hanya memahami bisnis, tetapi mengalami langsung bagaimana membangun dan mengelolanya,” ujarnya.
    STANISLAUS ANDES, S.E., M.Pd – Gerakan Kolaborasi AKUB Pontianak.

    Optimalisasi Pusat Karir dan Target Mahasiswa

    AKUB juga akan mengoptimalkan pusat karir sebagai unit strategis yang mengelola database alumni dan mitra industri, memfasilitasi penempatan kerja, serta menyelenggarakan pelatihan kesiapan kerja seperti penyusunan Curriculum Vitae dan simulasi seleksi kerja.

    Tracer study alumni akan dilakukan secara berkala sebagai bahan evaluasi kurikulum agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja.

    Di sisi lain, manajemen menargetkan peningkatan jumlah mahasiswa menjadi 100 hingga 150 orang. Untuk mencapai target tersebut, seluruh elemen kampus digerakkan, mulai dari mahasiswa, alumni, dosen, hingga tenaga kependidikan.

    Strategi yang dilakukan antara lain penguatan program partisipasi mahasiswa dan alumni melalui kebijakan internal, peningkatan promosi digital melalui kampanye media sosial bertajuk “Kampusku Rumah Keduaku”, serta pemberian apresiasi kepada dosen dan tenaga kependidikan.

    Jalankan Mandat Transformasi Kelembagaan

    Seluruh program tersebut merupakan bagian dari mandat strategis kampus sebagaimana tertuang dalam Rencana Kerja Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Pasal 13 tentang penguatan AKUB.

    AKUB sendiri merupakan institusi pendidikan tinggi di bawah Yayasan Landak Bersatu yang sedang menjalani proses penyatuan kelembagaan dengan universitas tersebut.

    Transformasi dilakukan melalui penguatan kerja sama industri, revisi kurikulum, sertifikasi kompetensi mahasiswa, serta pengembangan layanan kesiapan kerja secara bertahap, terukur, dan terdokumentasi.

    https://bit.ly/REUNIAKUB2026

    Visi Kepemimpinan Terintegrasi

    Dengan pengalaman mengelola puluhan unit cabang dan portofolio pembiayaan bernilai ratusan miliar rupiah, Stanislaus Andes optimistis AKUB dapat menjadi pusat pendidikan vokasi keuangan yang unggul di Kalimantan Barat.

    Ia menegaskan bahwa tujuan utama transformasi ini adalah menghasilkan lulusan yang tidak hanya memahami teori, tetapi memiliki kompetensi praktis yang siap diterapkan di dunia kerja.

    “Kami ingin AKUB menjadi kampus vokasi yang benar-benar melahirkan lulusan siap pakai, profesional, dan mampu bersaing di industri jasa keuangan,” tegasnya.

    Transformasi kelembagaan yang sedang berlangsung pun menjadi momentum penting bagi AKUB untuk memasuki fase baru sebagai institusi pendidikan vokasi yang adaptif, profesional, dan terintegrasi dengan kebutuhan industri masa depan. *Sam (Sumber: Direktur AKUB Pontianak).

    Paskah sebagai Fajar Baru Kehidupan

    Rektor Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo (Unika San Agustin), RM. Dr. J. Robini M., S.Fil., MA., OP

    DUTA, Pontianak — Perayaan Paskah dimaknai sebagai lahirnya kembali kehidupan dalam terang baru yang membawa harapan, pembaruan, dan penyembuhan bagi umat manusia. Pemahaman tersebut disampaikan Rektor Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo (Unika San Agustin), RM Dr. Johanes Robini Marianto, S.Fil., M.A., OP (Romo Robini), dalam Renungan Paskah yang ditayangkan melalui kanal YouTube San Agustin TV, 5 April 2026.

    Dalam refleksinya, Romo Robini mengajak umat memahami kebangkitan Kristus tidak hanya melalui bahasa teologi yang konseptual, tetapi juga melalui pendekatan puitis dan spiritual. Ia menggunakan lagu rohani terkenal Morning Has Broken sebagai kunci refleksi untuk menangkap makna terdalam Paskah.

    “Saudara-saudari kekasih, bagaimana kita ingin mengerti Paskah? Jika kalian bertanya bagaimana saya menafsirkannya, saya mengajak membaca lirik lagu Morning Has Broken,” ujar Romo Robini.

    Menurutnya, kalimat pembuka lagu tersebut yang menggambarkan fajar pertama menjadi simbol kuat kebangkitan Kristus. Ia menjelaskan bahwa fajar pertama merujuk pada momen penciptaan ketika Allah berfirman, “Jadilah terang,” dan terang pun hadir. Kebangkitan, kata dia, merupakan peristiwa serupa — sebuah penciptaan kembali yang menghadirkan terang baru bagi dunia.

    TONTON SELENGKAPNYA: SAN AGUSTIN TV

    Ia menekankan bahwa kebangkitan bukan hanya kemenangan atas kematian, tetapi juga tindakan Allah yang memperbarui seluruh ciptaan melalui Sabda-Nya. Sabda yang dahulu menciptakan dunia, lanjutnya, kini kembali bekerja membaharui kehidupan manusia.

    Secara tidak langsung, Romo Robini menafsirkan kebangkitan sebagai cahaya pertama yang muncul dari kubur kosong, membawa kesegaran dan harapan baru. Ia menggambarkannya seperti dunia yang kembali muda, sebagaimana taman Eden pada awal penciptaan.

    Menurutnya, gambaran dalam lagu tersebut melukiskan relasi awal antara Allah dan manusia ketika Tuhan berjalan di taman dan manusia mendengar langkah-Nya. Dalam kebangkitan, relasi itu dipulihkan kembali dalam ciptaan yang diperbarui.

    “Kalau ingin memahami kebangkitan secara puitis, bacalah teks lagu itu. Kadang kita menyanyikannya, tetapi tidak sungguh mengerti kedalamannya,” katanya.

    Harapan di Tengah Kesulitan Hidup

    Lebih jauh, Romo Robini menegaskan bahwa pesan utama Paskah adalah keberanian untuk tetap berharap di tengah krisis kehidupan. Kebangkitan Kristus menunjukkan bahwa Allah mampu mengubah situasi paling gelap sekalipun menjadi jalan keselamatan.

    “Atas semua krisis dan kesulitan, Tuhan bisa membuat jalan yang bengkok menjadi lurus kembali,” ujarnya.

    Ia menjelaskan bahwa penderitaan dan wafat Yesus merupakan konsekuensi dari dosa manusia, namun justru melalui peristiwa itu Allah menghadirkan pembaruan. Kebangkitan menjadi tanda bahwa tidak ada pengalaman manusia yang terlalu rusak untuk dipulihkan oleh kasih Allah.

    Luka yang Menyembuhkan

    Dalam renungan tersebut, Romo Robini juga menyoroti makna luka-luka Kristus setelah kebangkitan. Ia mengatakan bahwa Yesus selalu memperlihatkan luka-Nya kepada para murid sebagai tanda bahwa penderitaan telah berubah menjadi sumber penyembuhan.

    “Yang penting kita memegang luka-Nya, luka yang menyembuhkan,” katanya.

    Ia menjelaskan bahwa umat beriman mengalami sentuhan tersebut secara nyata dalam Ekaristi. Saat menerima Ekaristi, umat memegang tubuh Kristus yang membawa pemulihan batin dan rohani.

    “Tiap hari kita memegang tubuh Yesus. Peganglah tubuh itu sehingga luka kita sembuh,” ungkapnya, sambil mengingatkan nubuat Kitab Yesaya bahwa manusia disembuhkan oleh bilur-bilur Kristus.

    Ia pun mengajak umat menjadikan Paskah sebagai momen doa pribadi untuk mengalami kesembuhan, dengan berserah kepada Tuhan dan memohon pemulihan hidup.

    Ajakan Percaya pada Penyelenggaraan Ilahi

    Menutup renungannya, Romo Robini menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Paskah atas nama Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo. Ia menegaskan bahwa kebangkitan Kristus menjadi dasar harapan umat untuk menjalani hidup tanpa rasa takut.

    “Kristus sudah bangkit dan benar-benar membaharui kita. Karena itu kita jangan takut,” ujarnya.

    Ia mengutip Roma 8:28 sebagai pengingat bahwa Allah bekerja dalam segala hal demi kebaikan bagi mereka yang mengasihi-Nya. Umat diajak untuk tetap percaya pada penyelenggaraan ilahi, bahkan ketika menghadapi situasi hidup yang sulit dipahami.

    “Percayalah pada penyelenggaraan ilahi. Tuhan bangkit dan Dia akan memberkati kita,” tutupnya.

    Renungan tersebut menjadi ajakan bagi umat untuk memaknai Paskah sebagai fajar baru kehidupan — saat terang kebangkitan membuka harapan, memulihkan luka, dan memperbarui relasi manusia dengan Allah. *Sam (Sumber: San Agustin TV).

    TERBARU

    TERPOPULER