Tuesday, May 12, 2026
More
    Home Blog Page 123

    Sudah saatnya umat manusia mengubah arah

    Paus Fransiskus menyapa warga Neapolitan selama kunjungannya ke Napoli pada Juni 2019 (Vatican Media)

    MajalahDUTA.Com, Vatikan- Menarik untuk dibaca, tulisan yang diangkat oleh Christopher Wells dalam sebuah wawancara yang diterbitkan hari Minggu oleh “Il Mattino” untuk peringatan 130 tahun surat kabar Neapolitan.

    Paus Fransiskus membahas berbagai topik, mulai dari perang hingga kesulitan di selatan Italia hingga dunia; dari politik sebagai bentuk amal tertinggi hingga momok kejahatan terorganisir dan perusakan lingkungan, dengan referensi khusus ke Terra dei fuochi dan banjir di wilayah Marche di Italia.

    Baca juga: Paus berdoa untuk perdamaian antara Azerbaijan dan Armenia

    Dalam wawancara luas dengan surat kabar Neapolitan Il Mattino, Paus Fransiskus sekali lagi menekankan perlunya mengatasi masalah perang, pandemi dan kemiskinan yang sedang berlangsung dengan bekerja sama untuk kebaikan bersama.

    “Hanya dengan menemukan apa yang menyatukan kita, saudara dan saudari, kita akan menemukan jalan keluar dari krisis yang kita alami, yang tidak dimulai hari ini …”

    “Meskipun wawancara berfokus terutama pada masalah yang dihadapi Napoli dan Italia selatan, Paus Fransiskus menjelaskan bahwa masalah yang mereka hadapi “adalah masalah global,” pertanyaan yang “mengkhawatirkan masa depan seluruh dunia.”

    “Kami belum sadar akan perang dan ketidakadilan planet, kami belum mendengarkan tangisan orang miskin, dan planet kami yang sakit parah,” ujar Paus.

    Merubah arah

    Paus Fransiskus menegaskan tentang perlunya “mengubah arah,” dengan mengatakan bahwa kita semua ditantang untuk melakukannya.

    Baca juga: Unik, Cara Hidup dan Pandangan Filosofis Teladan Fransiskan: Berbagi dalam Temu OFS Regio Kalimantan (Pontianak)

    Hari ini, katanya, “adalah waktu percobaan, waktu untuk memilih… Ini adalah waktu untuk mengatur ulang jalannya.” Secara khusus, ia menunjukkan perlunya pembangunan berkelanjutan dan integral serta cara-cara baru untuk memahami ekonomi dan kemajuan; keringanan utang untuk negara-negara berkembang; dan kebutuhan untuk mengakhiri eksploitasi bumi, perlombaan senjata; dan, eksploitasi manusia, terutama anak-anak.

    Untuk menanggapi krisis ini, Paus mengatakan kreativitas yang diarahkan untuk kebaikan bersama diperlukan, sambil mengulangi sekali lagi bahwa jalan yang kita pilih adalah penting.

    Keadilan dan pengampunan adalah pilar perdamaian sejati

    Mengatasi masalah perang, Paus Fransiskus mengatakan bahwa hari ini kita diukur dengan perang di Ukraina, tetapi juga oleh banyak perang lainnya. Dia mengutip St Yohanes Paulus II, yang menulis setelah serangan teroris pada 9/11, mengatakan bahwa “tatanan yang hancur tidak dapat dipulihkan sepenuhnya sampai keadilan dan pengampunan digabungkan.”

    Baca juga: Ke-satu-an

    “Pilar perdamaian sejati adalah keadilan dan pengampunan yang merupakan bentuk cinta tertentu,” katanya, kemudian Paus Fransiskus menambahkan, “Ada waktu untuk segalanya. Sebelum pengampunan datang penghukuman kejahatan. Namun, sangat penting untuk tidak memupuk perang, tetapi untuk mempersiapkan perdamaian, untuk menabur perdamaian.

    Komitmen ekologis harus jadi prioritas

    Paus juga membahas masalah kepedulian terhadap lingkungan, terutama dalam konteks Terra dei Fuochi (“tanah api”) di dekat Napoli dan banjir dahsyat baru-baru ini di wilayah Marche Italia.

    Baca Juga: Pelatihan Jurnalistik Komisi Sosial Keuskupan Agung Pontianak (KOMSOS KAP)

    Dia mengulangi sekali lagi bahwa “semuanya terhubung,” mengatakan kita harus “mulai lagi” dari kesadaran ini.

    “Hari ini, sangat diperlukan, bahwa setiap orang dan seluruh komunitas internasional menganggap sebagai prioritas komitmen ekologis untuk tindakan kolegial, berbasis solidaritas, dan berpandangan jauh ke depan,” tegas Paus Fransiskus.

    Politik, bentuk amal tertinggi

    Wawancara dengan Bapa Suci menyentuh sejumlah topik lain termasuk peran Gereja dalam politik yang digambarkan oleh paus sebagai “seni perjumpaan” dan “bentuk amal tertinggi”; “momok” kejahatan terorganisir; dan apa yang dapat dipelajari dunia dari Global South dalam hal solidaritas dan hubungannya dengan waktu, dengan sejarah, dan dengan tanah.

    Sumber Utama ada di Teks ini: https://www.vaticannews.va/it/papa/news/2022-09/papa-francesco-intervista-scelzo-il-mattino-napoli.html

    Ke-satu-an

    Kesatuan- By. Samuel - Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Pontianak/Suara DUTA- Mungkin manusia merasa heran dan bertanya, apa yang ada di dunia saat ini hanya bersifat fana dan baka. Dalam tulisan tentang “Kristogenesis” yang ditulis oleh Adelbert Snijders OFMCap dikutib dari buku Antropologi Filsafat Manusia Paradoks dan Seruan (2004:202) dituliskan bahwa umat manusia berada dalam proses “amorisasi” menuju kesatuan baru.

    Dalam karangan-karangan ilmiah arah evolusi disebut oleh Teilhard yang dikatakan sebagai “menuju titik Omega”. Jika evolusi dilihat dari sudut imannya maka proses ini disebut “Kristogenesis”.

    Baca juga: Unik, Cara Hidup dan Pandangan Filosofis Teladan Fransiskan: Berbagi dalam Temu OFS Regio Kalimantan (Pontianak)

    Dalam uraian tersebut menjelaskan antara iman dan ilmu tidak bertentangan, justru sangat harmonis. Titik Omega yang secara kabur dapat digambarkan atas dasar hukum evolusi mendapat wajah konkretnya berkat Wahyu.

    Dalam Kristus, umat Allah membangun persaudaraan yang baru dan umat dipanggil untuk menjadi satu Tubuh yakni Tubuh Mistik Kristus.

    Dalam setiap penerbitan edisi buku Verbum Veritatis, tim penyusun mau mengajak pembaca dan pengguna buku untuk menyadari secara konsisten hidup kontemplasi dengan menumbuhkan buah ketulusan, menghargai dan rasa hormat di kenyataan hidup bermasyarakat.

    Baca juga: Percaya itu, tak sekedar Yakin – (dengan huruf besar P & Y)

    Sebagai umat Allah, doa saja tidaklah cukup untuk menjadi tolak ukur perubahan konkret di tengah masyarakat, maka dari itu dibutuhkan ketiga hal tadi yakni ketulusan, menghargai dan rasa hormat yang menjadi kesatuan yang tanpa batas.

    Dalam ajaran sosial Gereja Katolik adapula membahas tentang kebutuhan teologis-moral. Ajaran sosial Gereja terbingkai dalam suatu “kebutuhan teologis Gereja”, yang maksudnya dalam menanggapi persoalan sosial Gereja menyampaikan pandangan serta ajarannya yang bersumber pada wahyu dan tradisi. Meskipun, sebagai kegiatan magisterial, ajaran sosial Gereja adalah bagian dari pelayanan pastoral.

    Di lain sisi ajaran sosial Gereja adalah bentuk pelayanan pastoral Gereja kepada dunia, walaupun dalam struktur isinya terkandung pandangan teologis-moral.

    Dalam Ajaran sosial Gereja kita menemukan: (1). suatu refleksi teologis, yang merupakan paduan dari iman dan pengetahuan manusia. (2) Ajaran moral yang mengacu kepada nilai universal, (3) Sehingga ajaran sosial gereja termasuk ke dalam teologi moral, tepatnya moral sosial.

    Dari sana ada korelasi antara “ilmu mendukung agama dan agama mendukung ilmu,” sehingga mereka tidak lagi asing satu sama lain. Kristus adalah Pusat dan Sentrum seluruh alam semesta. Di dalam umat manusia ada satu dinamisme yang terarah kepada suatu kesatuan yang terus maju dan tanpa batas. Ini juga yang didoakan oleh Yesus, “Semoga mereka bersatu seperti Aku di dalam Engkau, ya Bapa dan Engkau di dalam Aku” (Yoh 17:21). Kemudian semangkin jelas pula bahwa dalam Kristus adalah pusat dari kesatuan tanpa batas.

    Sejalan dengan itu St. Thomas Aquinas menjelaskan bahwa pada dasarnya semua nafsu adalah baik. Yang manjadikan wujud kejahatan pada nafsu-nafsu tersebut adalah ketika nafsu-nafsu tersebut melanggar wilayah masing-masing dantidak mendukung akal serta kehendak.

    Baca juga: Paus berdoa untuk perdamaian antara Azerbaijan dan Armenia

    Menurut St. Thomas Aquinas kejahatan selalu ada selama kebaikan masih ada. Nafsu dapat dikendalikan melalui akal yang merupakan pencerminan dari akal Illahi, akal yang mendasari kehidupan yang berpijak dan beriman kepada Allah sehingga akal tersebut dapat menghasilkan kebajikan.

    Begitu pula ajaran Konfusianisme tentang ketulusan yang mengajarkan hal serupa. Ajaran tersebut menjelaskan bahwa  ketulusan yang merupakan salah satu keluhuran tertinggi dari para ksatria kuno dan sama halnya yang terjadi pada para ahli beladiri.

    Menurut Konfusianisme jalan menuju ketulusan dalam pikiran dan tindakan dapat ditemukan dengan melakukan segala hal dengan sepenuh hati, menyatu, tidak tanggung-tanggung. Kemudian dengan ini maka tertujulah pada kekuatan dahsyat dan fokus terhadap ketulusan yang menuju ketaatan dan keterlibatan sepenuh hati.

    Seperti wangi harum yang keluar dari bunga yang eksotik, hendaknya sikap Ketulusan, Menghargai dan Rasa Hormat yang merupakan Kesatuan Tanpa Batas dalam Kristus haruslah menjadi keutamaan hidup.- “Ketulusan, Menghargai dan Rasa Hormat adalah Kesatuan Tanpa Batas” – Semoga!!!

    Paus berdoa untuk perdamaian antara Azerbaijan dan Armenia

    Peace talks between Azerbaijan and Armenia in 2021

    MajalahDUTA.Com, Vatikan- Pada akhir Angelus tepatnya di hari Minggu 18 September 2022, Paus Fransiskus berdoa untuk para korban pertempuran baru-baru ini antara Azerbaijan dan Armenia dan menyerukan dialog untuk perdamaian. Berita ini dilaporkan oleh Staff Vatikan News pada 18 September 2022, 13:29 Waktu Vatikan.

    Paus juga meminta semua orang untuk terus berdoa bagi Ukraina dan seluruh bagian dunia yang berlumuran darah perang.

    Baca juga: Unik, Cara Hidup dan Pandangan Filosofis Teladan Fransiskan: Berbagi dalam Temu OFS Regio Kalimantan (Pontianak)

    Paus Fransiskus pada hari Minggu mengungkapkan kedekatan spiritualnya dengan keluarga para korban dalam pertempuran yang baru-baru ini yang meletus antara Azerbaijan dan Armenia.

    Paus Fransiskus mendesak kedua pihak untuk menghormati gencatan senjata mengingat kesepakatan damai. Saat Paus berbicara kepada para peziarah yang berkumpul di Saint Peter’s setelah pembacaan doa Angelus.

    Baca juga: Kemeriahan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) di Paroki Kristus Raja Sambas

    “Janganlah kita lupa bahwa perdamaian mungkin terjadi ketika senjata dibungkam dan dialog dimulai! Dan marilah kita terus berdoa untuk orang-orang Ukraina yang menderita dan untuk perdamaian di setiap negeri yang berlumuran darah perang,” ungkap Paus Fransiskus.

    Paus kemudian menyebutkan wilayah Marches di Italia yang dilanda hujan deras dan bencana banjir dalam beberapa hari terakhir kemudian mengingatkan umat untuk berdoa bagi mereka yang meninggal dan yang terluka untuk keluarga mereka.

    Termasuk berdoa untuk penderitaan yang disebabkan oleh kerusakan rumah, jalan, dan struktur. Paus berdoa agar Tuhan memberikan kekuatan kepada masyarakat di sana.

    Paus juga mengingat perjalanannya baru-baru ini ke Kazakhstan dalam Kongres VII Para Pemimpin Dunia dan Agama-Agama Tradisional. Dia menyebutkan bahwa Paus akan membicarakannya Rabu ini di Audiensi Umum.

    Kemeriahan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) di Paroki Kristus Raja Sambas

    BKSN Paroki Kristu Raja Sambas

    MajalahDUTA.Com, Sambas- Hari Sabtu, 17 September 2022 telah dilaksanakannya lomba dalam memeriahkan Bulan Kitab Suci Nasional tahun 2022 tingkat anak-anak di Paroki Kristus Raja Sambas.

    Lomba ini dilaksanakan oleh Komisi Kerasulan Kitab Suci DPP Kristus Raja Sambas bekerja sama dengan Bina Iman Anak. Koordinator kegiatan ini adalah Ibu Cornelia (tiga dari kiri), dibantu dengan timnya dari Komisi Kerasulan Kitab Suci dan Bina Iman Anak Paroki Kristus Raja Sambas.

    Kegiatan lomba tersebut dihadiri juga oleh Pastor Paroki Kristus Raja Sambas, yakni RP. Celestinus Joni, OFM.Cap dan Frater William.

    Adapun lomba yang diselenggarakan yakni, lomba mewarnai kitab suci untuk tingkat TK, kelas 1 dan kelas 2, lomba menyusun kalimat emas kitab suci untuk tingkat kelas 3 dan kelas 4, dan lomba cepat tepat untuk tingkat kelas 5 dan kelas 6.

    Para peserta sangat antusias mengikuti perlombaan yang ada, terlihat dari ketekunan mereka dalam kegiatan di masing-masing tingkat perlombaan.

    Baca juga: Unik, Cara Hidup dan Pandangan Filosofis Teladan Fransiskan: Berbagi dalam Temu OFS Regio Kalimantan (Pontianak)

    Semangat dari peserta yang mengikuti lomba, maka terpilihlah mereka yang menurut juri menjadi peserta yang lolos dalam kriteria menjadi pemenang dalam lomba. Pembagian hadiah dilaksanakan keesokan harinya, yakni Minggu 18 September 2022 di Gedung Serba Guna Paroki Kristus Raja Sambas.

    Semoga lewat kegiatan perlombaan untuk memeriahkan Bulan Kitab Suci Nasional 2022 di Paroki Kristus Raja Sambas yang diselenggarakan oleh Komisi Kerasulan Kitab Suci ini anak-anak kita menjadi lebih bersemangat untuk memaknai lebih dalam lagi tentang Kitab Suci dan menumbuhkan rasa cinta terhadap imannya sebagai iman Katolik.

     

    Unik, Cara Hidup dan Pandangan Filosofis Teladan Fransiskan: Berbagi dalam Temu OFS Regio Kalimantan (Pontianak)

    Unik, Cara Hidup dan Pandangan Filosofis Teladan Fransiskan: Berbagi dalam Temu OFS Regio Kalimantan (Pontianak)

    MajalahDUTA.Com, Pontianak- “Barang Siapa mau Mengikuti “Aku” Maka Harus Memikul Salib” setidaknya itulah yang disampaikan oleh Minister Regio Ordo Fransiskan Sekular (OFS) Kalimantan, Sdr. Herman Yosef Anem OFS pada 18 September 2022 di rumah Sdr Tuparman OFS dan Sdri Siswati OFS, Jalan Putri Candramidi Gang Sukajaya Nomor 30, Pontianak.

    Pertemuan kali OFS kali ini dihadiri sebanyak 31 anggota diantaranya ada OFS Persaudaraan Santo Kontradus, OFS Persaudaraan Santo Lodivikus dan Persaudaraan OFS Santo Padre Pio.

    Adapun topik perbincangan dalam pertemuan OFS kali itu yakni membahas rekoleksi penjenjangan yang telah ditetapkan pada tanggal 1 – 2 Oktober 2022 (sabtu sore dan Minggu pagi), di Tirta Ria, tidak menginap.

    Baca juga: Persaudaraan Kontradus OFS Pontianak: Fransiskan Ada Jalan Hidup

    Terkait undangan Transitus Keluarga Fransiskan-Fransiskanes Pontianak yang dimana undangan sudah disebar dalam grub OFS Regio Kalimantan dan pengumuman kepengurusan Lembaga Swadaya Masyarakat Justice, Peace, Integrity of Creation (LSM JPIC) yang dimana perwakilan dari OFS adalah Sdr Samuel OFS sebagai tim media di kepengurusan JPIC.

    Bahasan kemudian dilanjutkan dengan tema tentang persiapan Kapitel Nasional dilaksanakan Juli 2023. Maka dari itu OFS akan membuat kalender 2023, rencana pelaksanaan di Makassar, Sulawesi Selatan. Informasi lebih lanjut, akan diinformasikan.

    Tiga Hal Unik dari Teladan Santo Fransiskus

    Semangat persaudaraan bersama saudara OFS di Pontianak melahirkan sejumlah refleksi hidup yang sesuai dengan ketentuan cara hidup dan teladan dari Santo Fransiskus Asissi. Pemerenungan bersama siang itu memberikan harapan baru tentang keteguhan iman.

    Saudara Herman Yosef Anem OFS mengingatkan bahwa teladan hidup Fransiskan dalam mengikuti Kristus adalah refleksi diri (doa) dan tindakan. Sebagai seorang Fransiskan nilai hidup yang paling penting adalah berdoa dan bertindak dalam kasih.

    Sehingga penghayatan tentang iman akan Allah sungguh-sungguh menjadi bukti adanya keberadaan ‘realitas tertinggi’ di dunia dan tentunya semua adalah misteri ilahi.

    Setiap pertemuan Ordo Fransiskan Sekular di Pontianak, paling tidak ada tiga hal unik yang selalu dibahas dalam setiap pertemuan. Pandangan filosofis tentang semangat Fransiskan hari ini diingatkan kembali oleh Minister Regio Kalimantan yakni semangat kesederhanaan dalam mengikuti teladan Kristus dengan cara hidup Fransiskan.

    Diskusi Pandangan Filosofis Fransiskan

    Sebagaimana yang diteladankan oleh Santo Fransiskus Asissi bahwa ada tiga hal yang paling menonjol dari semangat uniknya.

    Poin pertama, cara pandang Fransiskan mesti mampu melihat ‘keindahan’ dari setiap peristiwa hidup. Apapun itu, misalnya kejadian yang memberikan kemalangan hingga peristiwa yang membawa luka, justru sebagai seorang Fransiskan hal yang paling utama yakni mindset untuk melihat segala sesuatu secara indah dan penuh berkat.

    Poin kedua semangat Fransiskan yaitu semangat untuk bersaudara dengan semua alam ciptaan. Tema kedua ini lebih menyoroti semangat persaudaraan (bersaudara) pada semua ciptaan yang hidup dimuka bumi ini, misalnya yang utama adalah sesama manusia, hewan, tumbuhan, termasuklah segala cuaca dan unsur-unsur alam lainnya.

    Baca juga: Kapitel Ordo Fransiskan Sekular Regio Kalimantan

    Yang menarik lagi yakni cara pandang Fransiskan dalam melihat ‘kematian’ sebagai ‘saudari’. Jika ditelaah secara awam, kematian tetaplah menjadi hal yang mengerikan bahkan kematian adalah ketakutan dari semua makhluk hidup setidaknya manusia yang menyadari bahwa itu adalah hal yang mengerikan.

    Tapi sebagai seorang Fransiskan kematian justru bukanlah sebuah peristiwa yang ditakutkan lagi. Santo Fransiskus Asissi menjelang kematiannya, justru melihat dan memanggil ‘saudari maut’ untuk ‘menggiring’-nya menuju kehidupan yang lebih kekal. Akhirnya Santo Fransiskus wafat tetap pergi dengan damai.

    Cara pandang Fransiskan melihat kematian sebagai ‘saudari maut’ boleh dibilang sebuah cara pandang yang melampaui cara pandang manusia biasa, oleh karenanya pengikut Santo Fransiskus Asissi diminta agar mampu melihat kesempatan hidup dan mati merupakan “nilai” yang “sama mulia”nya.

    Setelah membahas cara hidup dan pandangan unik dari teladan hidup Santo Fransiskus Assisi, pertemuan itu ditutup dengan Ibadat harian atau ofisi atau brevir siang pukul 12.00 wib sekaligus menandai waktu untuk menguduskan hari dengan doa.

    Usai ibadat bersama, semua saudara OFS diajak santap siang bersama sembari menunggu hujan reda, “ya meskipun saudara air sudah memenuhi setiap sudut lantai di rumah Saudara Tuparman” dan ternyata hujan yang deras rupanya mengundang saudara air untuk ‘nimbrung’ bersama dalam diskusi siang tentang persaudaraan dan cara hidup yang tak biasa. Sekian, Pace E Bene.

     

    Cegah Penyakit? Mari Gunakan Masker Wajah dan Cuci Tangan, Ini Alasannya…

    Konten Kesehatan

    MajalahDUTA.Com, KESEHATAN– Dijelaskan dalam beberapa penelitian bahwa masker dapat membantu mencegah penyebaran virus.

    Sebuah penelitian pada tahun 2008 yang diterbitkan dalam International Journal of Infectious Diseases, menyimpulkan masker sangat efektif dalam mencegah penyebaran infeksi virus apabila digunakan dengan benar.

    Studi lain yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine melaporkan hasil yang sama dalam  mengamati 400 orang yang menderita flu.   Penelitian tersebut menemukan bahwa anggota keluarga yang sering mencuci tangan dan mengenakan masker dapat mengurangi risiko terkena flu hingga 70 persen.

    Sementara studi lain menemukan hasil menjanjikan dalam menggunakan masker di luar rumah. Misalnya, peneliti dari University of Michigan melakukan percobaan pada lebih dari 1.000 siswa yang tinggal di asrama.

    Penggunaan masker harus selalu disertai dengan mencuci tangan secara teratur

    Mereka membagi siswa ke dalam tiga kelompok, yakni siswa yang memakai masker, siswa yang memakai masker dan mempraktikkan kebersihan tangan, dan siswa yang tidak melakukan keduanya sama sekali.

    Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang menggunakan masker di aula tempat tinggal dan rutin cuci tangan dengan baik dapat mengurangi risiko penyakit pada saluran pernafasan hingga 75 persen.

    Namun, penelitian ini tidak menemukan pengurangan gejala untuk penggunaan masker saja. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan masker harus selalu disertai dengan mencuci tangan secara teratur.

    Pedoman penggunaan Masker

    Masker wajah dapat membantu mengurangi penyebaran penyakit pada saluran pernafasan jika dipakai dengan benar dan sering. Berikut adalah beberapa pedoman untuk menggunakan masker wajah yang tepat:

    1. Gunakan masker saat berada dalam jarak enam kaki atau 2 meter dari orang sakit

    2.Posisikan masker menutupi hidung, mulut, dan dagu dengan solid. Tidak ketinggalan,  disarankan tidak menyentuh masker dari awal dipakai hingga dilepas.

    1. Kenakan masker saat terserang flu. Jika tidak mengenakan masker wajah, sebaiknya kita tidak mendekati orang lain. Jika terserang flu dan perlu ke dokter, kenakan masker wajah untuk melindungi orang lain di ruang tunggu .
    2. Setelah selesai memakai masker, buang dan cuci tangan.
    3. Jangan menggunakan kembali masker wajah yang sudah dipakai dengan tujuan untuk mengurangi risiko terserang penyakit.
    4. Agar menggunakan masker saat keluar rumah dan saat berada di lingkungan ramai untuk melindungi diri dari polusi udara yang dapat menyebabkan penyakit terutama penyakit saluran pernafasan.

    Penggunaan masker wajah ini penting untuk mencegah penularan penyakit dengan tetap disertai melakukan upaya pencegahan lainnya seperti mencuci tangan dan tetap menjalankan pola hidup sehat.

    Mencuci tangan yang baik untuk mencegah penularan penyakit dilakukan dengan memakai sabun dan pada air yang mengalir. Waktu yang penting untuk mencuci tangan adalah:

    1. Sebelum makan ( sebelum menyiapkan makanan )
    2. Setelah menggunakan kamar kecil ( setelah BAB dan atau BAK )
    3. Setelah beraktifitas
    4. Setelah batuk atau bersin
    5. Setelah berada di tempat umum
    6. Setiap kali tangan kita kotor

    Getaran Hati Menyapa Cinta

    Getaran Hati Menyapa Cinta- Oleh: Farlin Damas, MTB

    MajalahDUTA.Com, Cerpen- Kala itu, tatapanmu sungguh menggoda. Lorong-lorong yang kita lewati tiap hari menjadi saksi bisu antara kau dan aku.

    TerKadang saya bertanya dalam hati. Apakah cinta dan dosa  di balik Murninya panggilan suci ini, merupakan pengalaman manusiawi seorang religius?

    Pernahkah kau menyaksikan kolapsya lapisan kokoh sebuah bendungan oleh tekanan volume air yang kian membesar…? Tak perlu kau jawab.

    Karena kuyakin sebagian besar di antara kamu pasti belum pernah menyaksikannya. Apalagi ini cuman kata-kata kiasan tuk melukiskan suasana hatiku yang rindu akan seseorang yang tak kau kenal.

    Ya…, arus memori tentangmu begitu meluap-luap dalam hati yang terbuat dari daging dan darah ini. Album tentangmu sengaja kubuka tuk merefres kembali ingatan tentangmu. Rambut hitam sepanjang sebahu, senyum tipis yang anggun dan mempesona terlihat jelas di rautmu. Tingkahmu yang lincah dan suara selembut melodi klasik, kini bergejolak dengan hebat dalam sanubari.

    Baca juga: Cium Pertobatan

    Aku tenggelam dalam kenangan masa itu. Dengan album yang sedang kutatap sebagai pemandu petualang disetiap moment yang telah dilewati. Namun satu yang berkesan adalah: moment perjumpaan pertama kita.

    Dinginnya udara malam dan derunya hujan semakin membawaku ke dalam kekhusyukan kalbuku. Imajinasi-imajinasi liar mulai membanjiri diriku. Aku mulai  menatap kosong ketika kubuka album tentangmu. Kuakui, kau memang cantik, seksi, dan mempesona.

    Mengekang Niat

    Hari itu aku masih ingat dalam memoriku. Hari itu Senin, 3 September 2018 tepatnya  di Ruang kelas Timor, kampus PENDIKAT Yogyakarta. Momen ini sebagai  perjumpaan kita pertama. Ketika itu, engkau tampil mempesona bersama teammu yang akan memperkenalkan sebuah tarian khas daerah Lampung.

    Panorama ini masih kuingat sebagai acara pembukaan bersama dalam Kursus Bina Awal (KUBINA). Satu per satu dari kalian, mulai memperkenalkan diri usai menampilkan tarian yang dibawakan dengan penuh emosianal, epik dan ciamik. Singkatnya, performa kalian perfect gitulah.

    Dari sekian yang memperkenalkan diri, entah mengapa nama dan karakteristik pembawaanmu membelalakkan mata ku.  Suaramu terngiang di telingaku, dan kepribadianmu berkesan di hatiku.

    “Hai..perkenalkan… namaku: Pustika Dewi Ratu….” Nama akrab bisa dipanggil Dew, lho… Ucapmu penuh suka-cita dengan wajah berseri-seri. Menambah pesonamu yang istimewa. Kemudian menyebabkan riak dalam tenangnya danau hatiku dengan sejuta imajinasi. Entah mengapa, kau seakan dirasuki oleh seluruh pribadi mu.

    kau bagaikan bidadari yang turun dari surga untuk disaksikan olehku. Entah mengapa kau sendiri menonjol dalam hatiku bagaikan bintang kejora.

    Aku mulai memaksa niatku, tuk berkenalan denganmu secara pribadi setelah acara pembukaan KUBINA. Pesonamu seakan memicu adrenalinku tuk mendekatimu dengan segudang trik. Akan tetapi, aku harus mengekang niatku. Ramainya acara, riuhnya musik, dan kacaunya suasana adalah penyebab gagalnya niat ini.

    Ya… Aku harus mengurung niat. Kubiarkan kesempatan ini berlalu begitu saja dengan gelombang harapan yang besar dan mengharapkan kesempatan lain tuk bertemu.

    Akhirnya perjumpaan ini berakhir dengan ajakan pulang oleh saudara-saudaraku yang belum memahami artinya cinta.  Atau mungkin juga sudah memahaminya namun sengaja mengabaikannya dengan alasan panggilan suci.

    Baiklah jika perjumpaan ini berakhir begitu saja, aku akan mengumpulkan keberanian tuk berjumpa lagi di lain waktu. Selorohku dalam batin.

    Waktu Yang Tepat Dan Jarak Yang Sakit

    Waktu telah datang dengan banyak kesempatan.  Hari Selasa dan Rabu adalah hari yang telah ditetapkan oleh para formator antar tarekat religius untuk kegiatan KUBINA, selama bulan September 2018 sampai Januari 2019.

    Itu merupakan hari-hari terindah bagiku. Bahkan kuingin menyampaikan pintaku kepada Sang Pencipta Waktu tuk memangkas hari lainnya dan menyisahkan hari Selasa dan Rabu saja. Ahhhh… sungguh konyol.

    Kini niatku terpenuhi. Aku berhasil mendekatimu. Ohh… waktu dan kesempatan ini membuat kita terlampau dekat. Kenyamanan dan kehangatan mulai tercipta antara kita. Motivasi hidup selibat terabaikan.

    Aku menatapmu saat bercumbu seakan-akan ingin membuat album dari kamera mataku kemudian kusimpan dalam memori ingatanku dan kubawa tuk menemani imajinasiku. Aku terpapar virus budak cinta alias “bucin”.

    Baca juga: Preman Berbaik Hati

    Ya, virus ini meracuni hidupku. Pilihanku menjadi dua jalur. Aku bertarung dengan kebimbangan tuk memilih, yang membuatku lelah secara spiritual. Doaku terasa hampa. Kerjaku tidak energik, dan belajarku merosot bagaikan hidup tanpa roh. Namun, Dia yang memanggil dan memilihku tak membiarkanku berlarut dengan virus itu.

    Formatorku telah mengamati gerak-gerikku dalam diam tanpa kata teguran, hingga suatu bimbingan di akhir semester masalah ini turut menjadi perbincangan serius. Dengan pengakuan yang jujur, janji, dan ketegasan pilihan menjadi hasil dari bimbingan itu. Aku keluar dengan niat untuk berubah dan kembali lagi pada maksud dan tujuan kedatanganku di rumah formasio MTB.

    Aku terpaksa harus menjaga jarak yang membuatmu bertanya-tanya. Maafkanlah aku,  bila itu menyakitimu. Namun sesungguhnya bukan niatku tuk menyakitimu. Hasrat tuk memilikimu mulai kupendam. Jarak antara kita kian meluas. Periode KUBINA berakhir dan kita pun berpisah tanpa kata dan motivasi.

    Perjumpaan Melodramatis

    “Far… Far… Far!!!…”.  Ahh… Suara memohon dan terdengar familiar di telingaku saat itu.  Sontak terdengar begitu kuat,  menggelegar, menggetarkan jiwa. Kekuatan kata kata itu  memutus jalan logikaku. Mebekukan otak, dan memilukan hati. Ya, Tuhan… mata dan dan senyuman itu membekukanku seketika.  “i… iya Dew….!” jawabku terbata.

    Duhai bidadari… kau berhasil mebuat lidahku kaku dan mulutku berat tuk menjawabmu. Waktu itu tepatnya   9 Oktober 2019. Perjumpaan yang melodramatis terjadi lagi antara kita di ruangan Kursus Gabungan Novis (KGN) tentang Discernment atau pembedaan Roh Baik dan Roh jahat, khas Latihan rohani ala Serikat Jesuit.

    Wisma Sarasvita menjadi saksi bisu kita. Kita Kembali menjalin relasi yang normal seakan tak terjadi apa-apa di masa lalu. Kuterima dan kuakui perubahan sikap antara kita. Namun, waktu seakan ingin mengubah situasi ini. Kesempatan dan perjumpaan ini kembali menghangatkan rasa. Gelombang cinta yang sengaja dipendam kembali mengamuk dan menghantam segala sekat yang merintangi perjumpaan ini. Tanpa kata, tanpa alasan, dan tanpa ragu. Arus cinta antara kita mulai menyatu kembali.

    **********

    Tanggal 10 sampai14 Desember 2019,  di Wisma Salam yang terletak di pinggir sungai Progo, di bawah kaki gunung Merapi dan Merbabu, dengan sejuta keistimewaan alam yang memanjakan mata, di tenganh Kab.

    Magelang. Kini menjadi tempat yang sengaja dipilih untuk program KGN Psiko-Seksual. Tak dipungkiri bahwa kita akan berjumpa lagi.

    Malam itu, setelah makan malam bersama sebelum melanjutkan materi, aku berjalan menyusuri lorong-lorong bangunan peninggalan Rm. Mangun Wijaya, Pr. Aku mengagumi arsitek bangunan yang ramah lingkungan dengan batu alam dari sungai Progo. Tak sengaja aku berjumpa denganmu. Kemudian sapaan dan ajakanmu menambah kesejukan lingkungan ini.

    “Far… ayo kita jalan-jalan….” Pintamu dengan tulus. “Ok… ayo jalan-jalan, tapi ke mana?” tanyaku dengan penasaran. “Ikut saja” jawabmu.  Jalan dipandu olehmu dan aka tak tahu tujuannya hingga tiba di sebuah Lorong gelap antara Gedung penginapan dan kapel. Kau berhenti melangkah, berbalik dan menatapku serius.

    Tiba-tiba sebuah pertanyaan keluar dari bibirmu bagaikan anak panah yang meleset dari busurnya.

    Baca juga: Pelatihan menulis berita dan Teknik Live Report RADIO

    “Eh, Kamu waktu KUBINA dekat dengan saya, tapi kemudian menjauh apakah kamu membenciku?”Tanyamu penuh harap tuk segera mendapat jawaban dariku.

    Aku terpaku dalam diam. Pertanyaamu memaksa otakku tuk mencari jawaban. Namun nyatanya aku tak menjawabnya apa-apa. Sebuah gerakan spontan di luar kendali.  Terpaksa kulakukan tuk memecah sunyinya malam dan mencairkan ketegangan. Namun tindakan itu melebihi batas. Kukecup keningmu dan kurasakan hangatnya suhu tubuhmu. Kudekapmu erat dan melanjutkan gerakanku. Tubuhku menegang bagaikan arus listrik yang sedang mengalir dalam tubuhku.

    Kutundukkan kepalaku dan kau menyambutnya dengan menegakkan lehermu. Kemudian kurasakan hangat dan manisnya kata-kata yang seksi dari bibirmu. Pekatnya malam menyaksikan tindakan cinta kita penuh sensional romantika. Kuhentikan gerakan di luar kendali ini dan kita mulai membisu. Suasana mencekam. Kaupun tak memaksa jawabku lagi seakan telah mengetahuinya dari tindakanku bahwa aku mencintaimu.

    Kubawa Pesanmu

    Perjumpaan yang menggoda dan merayu nan hangat itu berlalu.  Kita kembali mengikuti materi sebagamana mestinya,  seakan tak terjadi sesuatu antara kita. KGN tahap ini kita lewati bersama hingga selesai. Kita kembali berpisah dengan harapan untuk bertemu lagi di lain waktu. Kenangan manis ini tersimpan dalam tulang dan darah. Tak dapat diambil orang dan menjadi milik kita dengan rasa yang berbeda.

    Hemm aku masih ingat tanggal 16 Agustus 2020. Akhirnya sebuah keberuntungan datang dari wabah covid-19. Semua warga diwajibkan tuk vaksinasi. Ketika itu vaksinasi dikhuskan tuk kalangan religius dan kita bertemu lagi dengan jarak yang diatur 1 (satu) meter. Komikasi yang terbatas, dan menghindari kontak langsung.  Ohh… Tuhan, keberuntungan ini datang dengan persyaratan yang ketat. Pandanganku terarah padamu. Kau membalas pandanganku dengan penuh arti.

    Dari kejauhan kubaca rautmu yang hendak mengatakan sesuatu. Matamu Dew, yang indah dan gerak-gerikmu mengingatkanku pada momen pertamaku menyaksikanmu di depan kelas Timor, kampus PENDIKAT Yogyakarta. Aku menertawakan diriku dalam diam.

    Selesai proses vaksinasi dan semua peserta mulai bergegas tuk meninggalkan antrian menuju tempat parkir. Kita bertemu dengan jarak dekat. Bisikan suara indah, murni, dan menyejukkan terdengar kembali oleh telingga ini.  Bisikan kata-katamu meninggalkan sebuah pesan singkat dan bermakna.

    “Far… jangan nakal lagi di tempat karyamu ya…”. Bisikmu dengan tulus. Hatiku tenang setelah mendengar pesanmu. Akan kusimpan pesanmu dalam lubuk hati terdalamku dan kubawa kemanapun aku diutus.

    Akhirnya kita berpisah dan entah kapan lagi akan berjumpa atau bahkan mungkin takan pernah berjumpa lagi. Aku di utus ke Kalimantan Barat dan kamu ke Lampung. Jarak yang membentang luas dan tak terhingga. Akan tetapi, kenangan dan namamu serta pesanmu kubawa sebagai pengalaman dan cinta terakhir yang kurasakan darimu.

    Pengalaman ini sebagai koleksi terindah dan akan kusimpan dalam museum perjalanan dan sejarah panggilanku.Terima kasih cinta. Terima kasih Maha Cinta, yang menciptkan kami. Terima kasih Dew, untuk semua rasa yang kau torehkan dalam diriku degan tinta permanen yang disebut ‘pengalaman’ sebagai jalan keindahan bersam DIA yang kita temukan. ****

    Untuk Wujudkan Indonesia Kuat, ORARI Ajak RRI Massifkan Kolaborasi

    Untuk Wujudkan Indonesia Kuat, ORARI Ajak RRI Massifkan Kolaborasi

    MajalahDUTA.Com, Jakarta- Jasmerah, jangan sekali-kali melupakan sejarah, adalah suatu ungkapan yang seringkali diucapkan oleh Bung Karno Presiden Pertama RI pada setiap kesempatan, untuk mengingatkan pada setiap warga Indonesia terutama generasi muda, agar tidak mudah melupakan sejarah kehidupan bangsanya, hal ini juga terkait dengan sejarah lahirnya Radio Republik Indonesia (RRI), yakni tanggal 11 September 1945 silam, menjadi momentum dimulainya siaran dari RRI, yang hingga saat ini di usianya ke 77 ini, tetap mendapat respon positif dari masyarakat di berbagai penjuru negeri.

    Sama halnya dengan ORARI, RRI yang menggunakan Radio sebagai media informasi sangat besar konstribusinya dalam era perjuangan kemerdekaan Bangsa Indonesia, juga dalam menghadapi tantangan agar RRI dapat tetap eksis dalam melayani masyarakat di era digitalisasi, demikian disampaikan Suryo Susilo, YBØJTR Ketua ORARI Pusat kepada awak media, Minggu, 11 September 2022 di Jakarta

    “Ibarat kata RRI itu adalah saudara tua ORARI, yang sama-sama berada dalam bidang komunikasi menggunakan perangkat radio, dan tentunya dalam perjalanannya juga memiliki berbagai tantangan yang harus di hadapi” ucap Suryo Susilo, YBØJTR

    Menurut Suryo Susilo, YBØJTR. Radio tidak hanya menjadi sekadar peranti hiburan, tetapi sejak lama juga disadari peran strategis RRI. Mulai dari siaran kebudayaan hingga alat perjuangan melawan penjajah, dan hingga saat ini di usianya ke 77, eksistensi dan peran Radio dihadapkan pada tantangan, terutama dalam perkembangan teknologi informasi di era digitalisasi, yang sarat dengan masuknya berbagai informasi melalui berbagai model alat komunikasi.

    RRI dan ORARI sesuai dengan visi dan misi masing-masing berada pada situasi yang memerlukan adanya sinergisitas dan kolaborasi.

    Dan antara RRI dengan ORARI sudah terbangun sinergitas dan kolaborasi dengan ditanda tanganinya Nota Kesepahaman (MoU) RRI dengan ORARI pada 28 April 2022, yang intinya dalam setiap penyelenggaraan tugasnya RRI membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam melakukan diseminasi informasi.

    “Dengan jumlah anggota yang mencapai lebih dari 49.000, ORARI memiliki potensi untuk membantu menyiarkan layanan informasi publik di daerah yang mungkin tidak terjangkau oleh RRI, misalnya untuk menyebarluaskan informasi tentang kebencanaan yang terjadi di kawasan pegunungan dan lautan yang sulit dijangkau oleh siaran RRI” tukas Suryo Susilo, YBØJTR.

    Karena itu, lanjut Suryo Susilo, YBØJTR, sangatlah tepat apabila pada momentum peringatan HUT RRI ke 77 yang mengambil Tema “Kolaborasi Untuk Indonesia Kuat”, yang memiliki makna bahwa kolaborasi itu merupakan suatu keniscayaan yang harus dijalin, dibangun, dipererat, serta dimassifkan dalam suatu aksi nyata yang dapat berkonstribusi bagi terwujudnya Indonesia Kuat, terutama dibidang komunikasi dalam menghadapi tantangan yang tidak dapat dipandang sebelah mata, terutama dalam situasi dan kondisi yang terjadi akhir-akhir ini. Tanpa berkolaborasi, maka berbagai tantangan tersebut tak dapat diselesaikan dengan baik.

    “Selamat memperingati HUT RRI ke 77, Semoga RRI dapat semakin jaya, semakin eksis, dan semakin massif dalam menjalin kolaborasi dengan pihak manapun, termasuk dengan ORARI, agar bersama-sama dapat mewujudkan Indonesia Kuat, Bravo RRI, Sekali di Udara Tetap Di Udara” pungkas Suryo Susilo, YBØJTR.

    Persiapan Perayaan Pesta Perak 25 Tahun Imamat 5 Imam Kapusin Pontianak di Singkawang

    Suasana Rapat, Oleh Cinda Leo Morgan - Paroki Singkawang

    MajalahDUTA.Com, Singkawang- Perayaan 25 tahun biasanya disebut sebagai Pesta perak. Pesta Perak imamat adalah sebuah momen sukacita, syukur dan berbagi untuk memberi apresiasi, arti dan makna atas sebuah rentang waktu perjalanan seseorang dalam menghidupi panggilannya. 25 tahun menjadi titik istimewa untuk menoleh kembali ke belakang.

    Adapun 5 Imam Kapusin Pontianak yang akan melaksanakan Pesta Imamat kali ini adalah, Pastor Joseph Juwono, OFMCap, Pastor Yanto, OFMCap, Pastor Inno Sialim, OFMCap, Pastor Erwin, OFMCap, dan Pastor Cahyo, OFMCap.

    Baca juga: JPIC: Organisasi Peduli Semesta

    Tema Perayaan Pesta Perak 25 Tahun Imamat 5 Imam Kapusin Pontianak kali ini adalah “Serahkan Hidupmu Pada Tuhan, Percayalah dan Ia Akan Bertindak” (Mzr 37:5).

    Selasa, 07 September yang lalu Dewan Pengurus Paroki (DPP) Paroki Singkawang bersama dengan semua Panitia yang terlibat dalam Pesta Perak 25 Tahun ini mengadakan Rapat Persiapan Pelaksanaan Pesta Perak 25 Tahun Imamat 5 Imam Kapusin Pontianak.

    Rapat kali ini adalah Rapat kedua setelah Rapat Pertama yang diadakan pada Bulan Juli lalu.

    Didampingi Pastor Frederick Samri, OFMCap yang juga sebagai Pastor Penasihat dan Pendamping dalam Perayaan Pesta Perak ini, Ketua Panitia Bpk. Drs. Yulianus Anus, M.T bersama Para Panitia dalam rapat kali ini membahas Rincian Anggaran yang sudah disusun secara detail oleh setia Divisi yang dibentuk.

    Karena anggaran ini nantinya akan digunakan dalam Perayaan Pesta Perak, memang rincian dana tersebut sepertinya belum final, tetapi setelah diadakan diskusi bersama dan ditotalkan, rincian anggaran dana yang akan digunakan sudah mencapai angka 150juta lebih. Adapun anggaran yang dimaksud meliputi, konsumsi, perlengkapan, dekorasi, sekretariat, dokumentasi, humas, dan lain sebagainya.

    Rencananya Perayaan Pesta Perak 25 Tahun Imamat 5 Imam Kapusin Pontianak ini akan digelar di Gereja St. Fransiskus Assisi Singkawang pada Jumat, 21 Oktober 2022. Akan ada Misa bersama umat yang akan di persembahkan langsung oleh Mgr. Agustinus Agus selaku Uskup Agung Pontianak.

    Baca juga: Museum Kapusin, Pusaka Dayak & Tionghua di Paroki Santo Fransiskus Assisi Singkawang

    Mari Bapak/Ibu, Saudara-Saudari yang dikasihi Kristus, Kita dukung bersama acara Perayaan Pesta Perak 25 Tahun Imamat 5 Imam Kapusin Pontianak ini agar Perayaan ini dapat membangkitkan rasa persaudaraan dan kebersamaan yang kuat antara Imam dan umat serta dapat memotivasi umat khususnya para kaum muda dalam menumbuhkan benih-benih panggilan untuk menjadi Imam.

    Semoga Perayaan Pesta Perak 25 Tahun Imamat 5 Imam Kapusin Pontianak berjalan dengan lancar, Tuhan memberkati. Amin.

    Alam pun Berbicara

    Puisi- Alam pun Berbicara

    MajalahDUTA.Com, JPIC- Kupinjamkan kata-katamu, hai manusia

    Untuk mengatakan pedih dan laranya egomu

    Agar kau paham dan insaf betapa sakit dan deritaku

    *

    TANAH: Apakah salahku, hai manusia?

    Engkau dariku dan aku bagianmu

    Kelak engkau kembali menyatu denganku

    Aku menumbuhkan segalanya bagimu

    Darinya engkau bertahan hidup

    Tetapi kau taburi kimia dan mendandani aku dengan sampah

    Dari Nalar yang kau banggakan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.

    *

    AIR: Apakah kurangnyaku, hai manusia?

    Aku jauh kau mencariku

    Aku tidak datang engkau merintih

    Aku ada di dalam dirimu,

    tetapi kau cemari aku dengan limbah kimia dan sampah

    aku mengalirkan kehidupan dengan bebas

    namun kau renggut kebebasanku dengan permainan komoditas

    makna dan nilai diriku tidak lebih dari ekonomi

    *

    UDARA: Apakah dosaku, hai manusia?

    Kuberikan diriku dengan cuma-cuma

    Tanpa sedetikpun kutinggalkan dirimu,

    tetapi kau lebih bangga menghirup oksigen dalam tabungan

    Dimanakah pohon-pohon?

    Hutan rimba telah berganti Sawit yang menjanjikan panas membara

    Semuanya bungkam dalam dan demi duit… duit … duit…

    *

    Sadarlah! Kami tidak membutuhkanmu

    Suatu yang pasti kamu membutuhkan kami

    Ilmu dan teknologi telah melenyapkan hidupmu sendiri

    Hidup yang harmonis semakin menjauh

    Seperti mengejar bayanganmu sendiri di siang hari.

    *

    TERBARU

    TERPOPULER