Friday, May 8, 2026
More

    Persiapan Pekan Gawai Dayak Kalbar XL Tahun 2026

    MajalahDUTA.Com |Pontianak— Persiapan pelaksanaan Pekan Gawai Dayak (PGD) Kalimantan Barat ke-XL Tahun 2026 terus dimatangkan oleh panitia pelaksana.

    Perayaan budaya tahunan masyarakat Dayak tersebut akan berlangsung di Rumah Radakng pada 20–24 Mei 2026 dengan mengusung semangat pelestarian budaya, persaudaraan, dan gotong royong.

    Dalam struktur kepanitiaan PGD Kalbar XL Tahun 2026, sejumlah tokoh dipercaya mengemban tugas penting, di antaranya Stanislaus Andes (Direktur Akademi Keuangan dan Perbankan Grha Arta Khatulistiwa Pontianak, San Agustin Kampus II Pontianak), Maskendari, Alexandra Djapeng, Marselina MS, Rainerius Turi Kasun, dan Aurelia Yeti R. S..

    Melalui wawancara via WhatsApp pada Sabtu, 2 Mei 2026, Wakil Ketua 1 PGD Kalbar XL Tahun 2026, Stanislaus Andes menegaskan bahwa Pekan Gawai Dayak bukan hanya sekadar agenda budaya tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat identitas dan eksistensi budaya Dayak di tengah perkembangan zaman modern.

    “Pekan Gawai Dayak ke-XL tahun 2026 ini bukan sekadar perayaan rutin, melainkan momentum emas untuk memperkuat eksistensi budaya Dayak di tengah modernitas,” ujarnya, (2/5).

    Ia berharap koordinasi antarbidang, khususnya Sie Usaha Dana, Dokumentasi, dan Perlengkapan, dapat berjalan secara sinergis demi menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.

    Menurutnya, perayaan di Rumah Radakng nantinya diharapkan menjadi contoh manajemen acara budaya yang profesional sekaligus menjadi ruang transformasi nilai-nilai luhur budaya Dayak kepada generasi muda.

    “Semoga perayaan di Rumah Radakng nanti menjadi barometer kesuksesan manajemen acara yang profesional, sekaligus menjadi sarana transformasi nilai-nilai luhur kepada generasi muda. Mari kita sukseskan Gawai ini dengan semangat gotong royong,” tambahnya.

    Lebih lanjut, Stanislaus Andes juga menyampaikan harapannya agar seluruh rangkaian kegiatan diawali dan dilandasi rasa syukur kepada Tuhan.

    Menurutnya, pembukaan melalui Misa Syukur yang dipimpin oleh Mgr. Pius Riana Prapdi dan Mgr. Samuel Oton Sidin menjadi simbol bahwa Pekan Gawai Dayak tidak hanya memiliki dimensi budaya, tetapi juga spiritualitas dan kebersamaan.

    “Diawali dengan berkat Tuhan melalui Misa Syukur yang dipimpin oleh Mgr. Pius Riana Prapdi dan Mgr. Samuel Oton Sidin, saya berharap Pekan Gawai Dayak ke-XL ini dipenuhi dengan kedamaian dan sukacita,” ungkapnya.

    Sebagai penanggung jawab bidang teknis dan pendanaan, ia berharap seluruh proses persiapan hingga pelaksanaan acara pada 20–24 Mei 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan penuh keberkahan.

    Andes juga menilai bahwa Pekan Gawai Dayak merupakan momentum untuk mempererat persaudaraan antarsesama masyarakat Dayak maupun masyarakat Kalimantan Barat secara umum.

    “Semoga perayaan ini mempererat persaudaraan kita dan menjadi persembahan syukur yang indah atas hasil panen dan kehidupan,” tuturnya.

    Pekan Gawai Dayak Kalbar sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu agenda budaya terbesar di Kalimantan Barat yang tidak hanya menampilkan kekayaan tradisi Dayak, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan lintas budaya, seni, dan nilai-nilai persaudaraan.

    Dengan memasuki pelaksanaan ke-XL tahun 2026, masyarakat berharap perayaan ini semakin memperkuat semangat pelestarian budaya sekaligus memperkenalkan warisan Dayak kepada generasi muda dan masyarakat luas.*Samuel AKUB Pontianak. 

    Related Articles

    spot_img
    spot_img

    Latest Articles