Tuesday, June 16, 2026
More
    Home Blog Page 95

    Perayaan HUT RI ke-78 Yayasan Pendidikan Gembala Baik Pontianak

    Dokumentasi Kegiatan semarak 17 Agustus YPGB – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Pontianak – Indonesia menginjak usia 78 tahun di tahun 2023 ini, Indonesia sudah menikmati kemerdekaannya selama 78 tahun. Perayaan hari kemerdekaan adalah momentum perayaan syukur ulang tahun kemerdekaan negara Indonesia tercinta untuk semakin melaju dan berkembang sesuai dengan tema HUT RI tahun 2023 “Terus Melaju Untuk Indonesia Maju”. Karena Merdeka bukanlah sekadar kata, melainkan tekad untuk terus berkarya dan menggapai prestasi.

    Yayasan Pendidikan Gembala Baik Pontianak turut merayakan dan memeriahkan perayaan hari kemerdekaan Negara Republik Indonesia dengan melaksanakan Upacara Bendera, dan mengadakan perlombaan bersama karyawan dan guru-guru dari setiap unit, dari Tk sampai SMA. Peserta Upacara Bendera adalah karyawan, staf, dan guru Yayasan Pendidikan Gembala Baik Pontianak bersama siswa/siswi SMP dan SMA. Inspektur upacara adalah ketua Yayasan Pendidikan Gembala Baik, pastor Dr. Paulus Toni Tantiono, OFM Cap.

    Perayaan Kemerdekaan RI

    Petugas Upacara Bendera adalah unit SMP, mulai dari Tim Paskibra, paduan suara dan panitia pelaksana perlombaan. Upacara Bendera berjalan penuh khidmat dan lancar walaupun diselimuti asap dan jerebu akibat kebakaran hutan yang terjadi di wilayah Pontianak dan Kubu Raya. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat para peserta upacara.

    Pastor Toni dalam amanatnya mengucapkan terima kasih kepada peserta atas kehadirannya, dan kepada panitia sehingga pelaksanaan Upacara Bendera berjalan dengan lancar.

    Pastor Toni mengingatkan bahwa kemerdekaan itu tidak diwujudnyatakan menurut hawa nafsu tetapi saling mengabdi, dan saling menolong dalam cinta kasih. Dengan cara menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan diri untuk sungguh-sungguh hadir dan melangkah bersama untuk masa depan dan kemajuan bangsa.

    Baca Juga: Perayaan HUT PGRI Ke-77 Yayasan Pendidikan Gembala Baik Pontianak: Tulang Punggung Untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa Adalah Guru

    “Mari, kita menciptakan manusia yang cerdas dan sejahtera sesuai dengan misi Yayasan kita. Kita diminta untuk menjadi orang-orang yang cerdas. Karena kita tahu bahwa kita semua berjuang untuk mempersiapkan kecerdasan anak bangsa” ungkap pastor Toni.

    Setelah Upacara Bendera selesai, dilanjutkan dengan kegiatan perlombaan. Perlombaan yang diadakan ada 4 jenis yaitu lomba KPK, estafet karet, estafet kardus dan estafet air. Perlombaan diikuti sangat antuasias oleh semua peserta. Setiap cabang lomba diambil satu pemenang. Lomba KPK dimenangkan oleh unit SD Plus Gembala Baik, lomba estafet karet dimenangkan oleh Yayasan, lomba estafet kardus dimenangkan oleh unit TK, dan estafet air dimenangkan oleh unit SD Plus Gembala Baik.

    Penulis: Winda/Tim Komsos

    Di Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke 78, Bang Zaki Mengajak Berkarya Inovatif & Berdampak Positif Agar Dapat Melaju Untuk Indonesia Maju

    Ahmed Zaki Iskandar ketua DPD Partai Golkar Provinsi DKI Jakarta – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Jakarta – Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78 tahun adalah momentum untuk semakin mensyukuri nikmat kemerdekaan dengan kerja nyata, ikhlas dan cerdas untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.

    “Peringatan HUT Kemerdekaan RI selalu menghadirkan kesan yang mendalam. Pesan dan kesan itu semakin kuat di tahun ini karena diselenggarakan dalam kondisi bangsa Indonesia sedang melaju untuk meraih kemajuan dalam perkembangan peradaban dunia,” kata Ahmed Zaki Iskandar ketua DPD Partai Golkar Provinsi DKI Jakarta kepada awak media, Kamis, 17/8/2023 malam di Jakarta.

    Dia juga menuturkan, meski menghadapi berbagai kondisi dan situasi, tentunya di usianya ke 78 Bangsa Indonesia harus tetap optimis. Sebab, kondisi yang dihadapi hari ini tidak lebih sulit daripada yang dihadapi para pejuang kemerdekaan yang harus membangun bangsa yang porak poranda akibat penjajahan. Optimisme, kekuatan tekad, dan persatuan adalah modal untuk membangun Indonesia. Ini tantangan bagi kita semua, khususnya Pemerintah dan pengelola negara agar benar-benar mampu membaca spirit kemerdekaan.

    Baca Juga: OMK Santo Carolus Memperingati HUT RI ke-77 Dengan Pakaian Adat dan Baju Lintas Profesi

    Kondisi sesulit apapun bisa dilalui dengan optimisme, tekad yang kuat, dan persatuan, serta harus menghadirkan kebijakan yang menyemai modalitas bangsa tersebut, menjadi teladan dengan menunjukkan kerja nyata, ikhlas dan cerdas dengan menghasilkan karya inovatif, kreatif dalam gerak melaju untuk meraih kemajuan bangsa Indonesia.

    Dia menambahkan, dalam situasi kekinian, maka sesuai tema HUT Kemerdekaan RI ke 78 ini, yakni “Terus Melaju untuk Indonesia Maju”, yang merefleksikan semangat kolektif, berharmoni, berkolaborasi serta sinkronisasi irama gerak, dan sinergi pikiran dari tiap-tiap pelari untuk satu tujuan. Ini merupakan energi gerak untuk bangsa Indonesia agar laju momentum ini Terus Melaju untuk Indonesia Maju, maka tentunya keberadaan keluarga besar Partai Golkar utamanya di wilayah Provinsi DKI Jakarta, tidak bisa tinggal diam, dan berpangku tangan, melainkan sudah semestinya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan warga Jakarta, terpanggil untuk lebih berperan  aktif sebagai sosok yang menginspirasi dan bahkan mempelopori setiap lahirnya karya inovatif dan kreatif, yang  berdampak langsung untuk kemajuan negara dan tercapainya kemajuan kesejahteraan Masyarakat.

    Terus Melaju untuk Indonesia Maju

    “Ini yang menjadi tantangan keluarga besar partai Golkar, terutama kader-kader mudanya jangan hanya pandai buat rencana lalu beretorika di depan publik, bukan itu yang diinginkan rakyat, melainkan bukti nyata di lapangan, berupa karya nyata yang berdampak positif untuk rakyat ” tegas Bang Zaki.

    Untuk itulah lanjut Bang Zaki, dirinya sangat berharap, di momentum peringatan kemerdekaan RI ke 78 ini, keluarga besar partai Golkar DKI Jakarta dapat membulatkan tekad untuk mengisi kemerdekaan  dengan suatu langkah nyata bukan hanya meraih simpati masyarakat saja, melainkan dapat berbaur dengan masyarakat, memenangkan dan memerdekakan hati, perasaan maupun kehidupan rakyat, khususnya warga Jakarta, dari berbagai bentuk kecemasan, kegelisahan, kebodohan, keterbelakangan dan kemiskinan melalui program-program strategis maupun taktis secara terstruktur, sistematis dan massif, serta kolaboratif bersinergi dengan berbagai pihak.

    “Janganlah mengira kita semua sudahlah cukup berjasa dan kemudian merasa sudah besar, selama masih ada ratap-tangis di gubuk-gubuk, belumlah pekerjaan kita selesai. Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat, berkarya inovatif, kreatif, inspiratif dan berdampak positif agar dapat terus melaju untuk Indonesia Maju, Dirgahayu kemerdekaan RI ke 78.” pungkas Bang Zaki.

    Penulis: Tricahyo/ NasionalPos

    Kegiatan Aksi Sosial dan Edukatif Gamaska 2023 dilaksanakan di perbatasan Indonesia-Malaysia

    Dokumentasi Kegiatan Bersama Warga Desa/Sumber foto: Panitia ASEG 2023 – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Bengkayang – Mahasiswa Katolik FKIP Untan mengadakan kegiatan Aksi Sosial dan Edukatif Gamaska (ASEG) selama 7 hari di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia tepatnya di Dusun Bumbung, Desa Bengkawan, Kec. Seluas, Kab. Bengkayang.

    Kegiatan Aksi Sosial dan Edukatif Gamaska merupakan bentuk perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat dan juga merupakan kerangka pelayanan Orang Muda Katolik kepada sesama umat Katolik dalam perwujudan Cinta Kasih.

    Pelayanan

    Dalam kegiatan ini Panitia Aksi Sosial dan Edukatif Gamaska mengadakan sejumlah kegiatan yaitu Bakti Sosial (renovasi gereja, pembuatan plang nama gereja, pembuatan plang dusun, dan nomor rumah), seminar pendidikan, seminar kesehatan, Doa Rosario, katekese umat, nonton bersama, pengobatan gratis, pendidikan iman anak, permainan rakyat dan olahraga bersama.

    Ketua Panitia Aksi Sosial dan Edukatif Gamaska 2023, Joshierai OPG. Mengatakan kegiatan ini sengaja dilaksanakan di daerah yang jauh dari jangkauan kami yaitu di dusun Bumbung, desa Bengkawan, kec. Seluas Kab. Bengkayang daerah perbatasan Indonesia-Malaysia karena berdasarkan hasil survai panitia selama 2 kali, daerah ini sesuai dengan kriteria Panitia dan buku panduan umum ASEG yang dikeluarkan oleh pengurus Gamaska FKIP Untan periode 2023-2024 yaitu daerah 3T, kurangnya partisipasi umat ke gereja hari minggu dan tingginya angka putus sekolah.

    Baca Juga: Pengabdian kepada Masyarakat Melalui Baksos KEWAKA FISIP UNTAN 2023 di Desa Langan Kec. Belimbing Kab. Melawi

    Ketua Umum Gamaska, Dea Carolin dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan program unggulan pengurus Gamaska FKIP Untan periode 2023, memang benar-benar harus diperjuangkan dan dilaksanakan karena kegiatan ini sepenuhnya melibatkan masyarakat, pemerintah daerah dan paroki setempat, beliau berharap semoga kegiatan ini membawa berkat serta hal positif terutama kepada teman-teman mahasiswa Katolik FKIP Untan, dan secara khusus kepada masyarakat dusun Bumbung, desa Bengkawan, kec. Seluas, kab. Bengkayang.

    Kegiatan ini dibuka langsung oleh Camat Seluas yaitu Ibu Radid, S.Sos. pada tanggal 1 Agustus 2023 jam 10 pagi di panggung utama kegiatan Aksi Sosial dan Edukatif Gamaska 2023 yaitu di dusun Bumbung, dalam sambutannya beliau selaku pemerintah daerah mengucapkan banyak terimakasih kepada mahasiswa Katolik FKIP Untan yang sudah datang dan turut membantu pemerintah dalam peningkatan SDM terutama kesadaran akan pentingnya pendidikan dan iman. Beliau juga berharap semoga kegiatan ini membawa dampak positif kepada masyarakat Dusun bumbung, desa Bengkawan kec. Seluas, kab. Bengkayang.

    Penulis: Libertus/Panitia ASEG2023

    TKK-MPK Keuskupan Agung Pontianak Mengadakan Misa Syukur HUT Pramuka Ke-62 Di Katedral Santo Yosef

    Misa Syukur HUT Pramuka Ke-62 TKK-MPK Keuskupan Agung Pontianak/ Sumber foto:Doc.Pengurus TKK-MPK

    MajalahDUTA.com, Pontianak – Pramuka adalah singkatan dari praja muda karana yang memiliki arti rakyat muda yang suka berkarya. Kepramukaan merupakan proses pendidikan dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan dan praktis dengan prinsip dasar pramuka dan metode pramuka. Pencetus pramuka pertama kali di dunia adalah Robert Baden Powell pada awal tahun 1908, sehingga ia dijuluki sebagai Bapak Pramuka Dunia atau juga sering disebut Bapak Pandu Sedunia.

    Gerakan Pramuka di Indonesia diperkenalkan secara resmi kepada khalayak pada tanggal 14 Agustus 1961. Sejak itulah tanggal 14 Agustus dijadikan sebagai Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka. Tema Hari Pramuka tahun 2023 “Sumber Daya Manusia yang Profesional dan Proporsional”.

    Hari ini, 14 Agustus 2023 seluruh sekolah Katolik se-kota Pontianak melaksanakan Misa Syukur Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka Ke-62 di Gereja Katedral Santo Yosef Pontianak yang diikuti oleh kakak-kakak Pembina dan adik-adik dari siaga, penggalang dan penegak dari 17 sekolah katolik di Pontianak yang bernaung di Yayasan Pendidikan Sekolah Bruder, Yayasan Pendidikan Gembala Baik, Yayasan Pengabdi Sesama Manusia, dan Yayasan Pendidikan Kalimantan. Misa diselenggarakan oleh TKK-MPK (Tim Kerja Kepramukaan-Majelis Pendidikan Katolik) Keuskupan Agung Pontianak yang dipimpin langsung oleh Uskup Agung Mgr. Agustinus Agus.

    HUT Pramuka Ke-62

    “Saya senang bisa mempersembahkan misa di hari peringatan pramuka pada hari ini, saya ingin menularkan semangat kepada adik-adik sekalian untuk selalu berada di pramuka. Karena saya sejak usia remaja, sudah mencintai pramuka, bahkan sampai saat ini” ujar Mgr. Agus mengawali homilinya.

    Baca Juga: Mgr. Agustinus Agus ungkapkan Nilai-nilai yang ada di Pramuka tak jauh dari Agama Katolik

    Uskup yang akrab disapa Mgr. Agus ini adalah uskup yang menerima anugerah lencana Darma Bakti dalam upacara pembukaan Musyawarah Daerah (MUSDA) XIV Gerakan Pramuka Kalimantan Barat tahun 2020.

    Melanjutkan homilinya Mgr. Agus mengutip satu istilah yang diungkapkan oleh Mgr. Albertus Soegijapranata “100% Katolik, 100% Indonesia” untuk mengungkapkan semangat dan kecintaannya kepada pramuka. Menutup homilinya Mgr. Agus menyampaikan pesan dan nasehat kepada adik-adik dan kakak-kakak Pembina pramuka.

    “Untuk mampu melakukan karya-karya besar kita harus mulai dari yang kecil. Orang mengatakan, tidak akan ada perjalanan 1000 kilometer jika tidak dimulai dengan langkah pertama. Langkah pertama itulah yang menentukan 1000 kilometer perjalanan. Saya senang dengan kegiatan kalian, saya mencintai dan mendoakan kalian supaya sejak dini mempersiapkan diri melakukan karya-karya yang lebih besar  berdasarkan iman dan memiliki sikap toleransi, sikap saling menghargai dan sikap ramah terhadap lingkungan serta peduli sesama seturut ajaran cinta kasih” tutur Mgr. Agus.

    Baca Juga: Mgr. Agus Selebran Utama Misa Pembukaan Temu Pembina IV – TKKMNPK Palangkaraya

    Setelah misa selesai dengan diakhiri lagu penutup kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari ketua MPK Keuskupan Agung Pontianak, Br. Vianney, MTB yang diwakili oleh Sr. Agusta, SFIC mengucapkan limpah terima kasih kepada Mgr. Agus yang telah memimpin perayaan ekaristi dalam rangka memperingati HUT Pramuka ke-62, dan pastor Alexius Alex selaku pastor kepala paroki Katedral Pontianak yang telah mendampingi Monsinyur serta TKK-MPK Keuskupan Agung Pontianak yang telah menggagas dilaksanakan Misa Syukur HUT Pramuka.

    Profesional dan Proporsional

    Sr. Agusta mengungkapkan rasa bangga dan kekagumannya terhadap pramuka yang kini telah berada di usia 62 tahun. Semasa sekolah ia juga aktif di pramuka.

    “Masa saya sekolah, saya aktif mengikuti kegiatan pramuka dan senang karena di dalam kepramukaan itu terjalin hal-hal yang positif yaitu, kedisiplinan, kerja sama, dan banyak hal-hal positif lainnya yang selalu diterapkan dalam kepramukaan” ungkapnya.

    Melanjutkan sambutannya, Sr. Agusta menyampaikan doa dan harapan untuk Gerakan Pramuka dengan mengaitkan tema yang diusung dalam HUT Pramuka ke-62 di tahun 2023 ini. Harus senantiasa memiliki daya juang dan memiliki mentalitas yang tangguh.

    “Semoga Gerakan pramuka semakin maju berkembang, berkiprah dalam mendidik dan membina karakter bangsa yang yang disiplin, memiliki rasa tanggung jawab, berjiwa nasionalisme, beriman dan bertakwa, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan memiliki kecakapan sebagai penerus bangsa” tuturnya.

    Sambutan dilanjutkan oleh ketua terpilih TKK-MPK Keuskupan Agung Pontianak periode 2023/2026, yaitu Rinny Pattiasina, S.Pd.

    Baca Juga: Temu Pembina IV Palangkaraya: Ikhlas Bhakti Bina Bangsa Berbudi Bawa Laksana

    Dalam sambutannya mengucapkan rasa Syukur dan terima kasih serta memohon dukungan untuk tugas perutusan dan pelayanan di TKK-MPK Keuskupan Agung Pontianak sebagai ketua. Sekaligus menyampaikan ucapan selamat dan doa untuk HUT Pramuka ke-62.

    “Mohon dukungan kepada kita semua yang terlibat dalam Gerakan Pramuka di TKK-MPK Keuskupan Agung Pontianak. Semoga program kerja yang kami rancang berjalan dengan baik dan bermanfaat untuk kita semua. Dan semoga melalui program kerja TKK-MPK Keuskupan Agung Pontianak akan terbentuk generasi muda yang siap menjadi sumber daya manusia yang profesional dan proporsional sebagai garda terdepan dalam mendukung kemajuan dan persatuan bangsa” ungkap Rinny Pattiasina.

    Mengakhiri sambutannya Rinny Pattiasina memperkenalkan pengurus TKK-MPK Keuskupan Agung Pontianak periode 2023/2026 dan kemudian dilanjutkan dengan foto bersama bapa uskup.

    Sesi foto memang selalu menyita waktu dan perhatian, beberapa kakak pembina dan adik-adik dari setiap sekolah mengajak foto bersama dengan bapa uskup yang selalu menyambut dengan ramah dan melayani dengan senyum.

    Penulis: Winda/Tim Komsos

    Tiga Prinsip Hidup dari Bunda Maria: Mengikuti Kehendak Allah dalam Kasih dan Pelayanan

    Foto..Maria Immacolata...Sasi..Kefamenanu.

    MajalahDUTA.Com, – Pematang Siantar, 13 Agustus 2023 – Dalam perayaan yang sarat makna, umat Katolik di Seminari Tinggi Santo Petrus, di Gereja Seminari Tinggi Santo Petrus, Pematangsiantar untuk merayakan Hari Raya Bunda Maria Diangkat ke Surga dengan khidmat. Pastor Fictorium Natanael Ginting OFMConv, dalam kotbahnya pada perayaan ekaristi yang dihadiri oleh berbagai frater dan suster, mengajak umat untuk mengambil teladan dari kehidupan dan kesetiaan Bunda Maria dalam mengikuti kehendak Allah.

    Dalam pesan yang disampaikan melalui pesan Whatsapp pada pagi ini, Pastor Fictor mengingatkan umat tentang pentingnya menjadikan Allah sebagai yang utama dalam hidup. Ia mengutip kata-kata Santo Paulus bahwa Bunda Maria diangkat ke surga menjadi peristiwa iman bagi mereka yang percaya kepada Kristus yang telah dibangkitkan dari antara orang-orang mati. “Bunda Maria memberikan contoh iman dan kesetiaan yang patut dicontohi, mengajarkan kepada kita untuk selalu terbuka pada panggilan Allah dan membiarkan diri disentuh dan dibentuk oleh Roh Kudus,” tegas Pastor Fictor.

    Ketika membawakan simpulan kotbahnya, Pastor Fictor menyampaikan tiga prinsip penting yang dapat dipetik dari kehidupan Bunda Maria:

    Pertama, Ya kepada Allah dan Kebaikan: Pastor Fictor mengajak umat untuk selalu terbuka pada panggilan Allah, merespon dengan hati yang rendah hati dan tunduk. Menurutnya, Bunda Maria menjadi contoh sempurna bagaimana kita harus merespon panggilan Allah dengan penuh kebaikan.

    Kedua, Ya dengan Kehidupan yang Dihidupkan oleh Roh Kudus: Ia menekankan pentingnya membiarkan diri dibentuk dan dihidupkan oleh Roh Kudus, mengizinkan perubahan dan pertumbuhan dalam iman dan kasih.

    Ketiga, Ya untuk Menjadi Pelayan Cinta Kasih: Pastor Fictor mengajak umat untuk mengikuti contoh Bunda Maria dalam menjadi pelayan cinta kasih dalam keheningan dan ketersembunyian dalam kehidupan sehari-hari, dengan tulus melayani sesama tanpa pamrih.

    Perayaan ekaristi ini turut dihadiri oleh frater-frater dan suster yang juga ikut merayakan momen penting dalam iman Katolik ini.

    Dengan penuh semangat, hari ini menjadi hari yang luar biasa dalam merayakan Hari Raya Bunda Maria Diangkat ke Surga dengan mengenang kesetiaan dan iman Bunda Maria yang telah memberikan teladan bagi setiap umat Kristen. Semoga pesan dan teladan ini menginspirasi untuk selalu berjalan dalam kehendak Allah dan mengikuti jejak kesetiaan yang telah ditunjukkan oleh Bunda Maria. Semoga!

    Oleh: Samuel-Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak. 

    Melangkah dengan Semangat Rohani: 21 Frater Siap Menjalani Tugas Pastoral di Keuskupan Agung Pontianak

    Momen Pelantikan Lektor dan Akolit 2023 - untuk 21 Frater

    MajalahDUTA.Com, Pontianak, 10 Agustus 2023 di Kapel Sang Pamanih STT Pastor Bonus Seminari Santo Ventimiglia Siantan Pontianak, Dalam sebuah upacara yang penuh haru, Uskup Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus, memimpin perayaan misa Lektor dan Akolit bagi 21 Frater yang telah dipersiapkan untuk menjalani tugas pastoral di tempat-tempat yang telah ditetapkan oleh Bapa Uskup Agustinus.

    Acara ini dihadiri oleh sejumlah imam, biarawan, biarawati, Gotaus dan komunitas umat Katolik.

    Ke-21 Frater yang akan melangkah ke dalam tugas pastoral ini yaitu:

    1. Frater Adrianus Ariberto dari Ketapang
    2. Frater Adrianus Nero dari Pontianak
    3. Frater Agustinus Gusti Randa dari Ketapang
    4. Frater Agustinus Hendra dari Sintang
    5. Frater Andreas Pisin dari Pasionis
    6. Frater Dominikus Irpan dari Pontianak
    7. Frater Fransiskus Dedyanto dari Pasionis
    8. Frater Gerwin Bernardus Putra dari Pontianak
    9. Frater Jakarias Sukardi dari Pontianak
    10. Frater Libertus Ragut dari Pasionis
    11. Frater Nobertus Epo dari Pasionis
    12. Frater Patrisius Yosep Eko Kelen dari Pasionis
    13. Frater Petrus Melki dari Pasionis
    14. Frater Rangga dari Pontianak
    15. Frater Ricky Setiawan Pabayo dari Pontianak
    16. Frater Silvanus dari Pontianak
    17. Frater Stefanus Henjuk dari Pasionis
    18. Frater Tarigas Balo Raya dari Pontianak
    19. Frater Timotius dari Pontianak
    20. Frater Vinsensius De Paulo Sabindo dari Pasionis
    21. Frater Yosua Raydo Anka dari Pontianak

    Dalam homilinya, Uskup Agustinus Agus mengajak para Frater untuk merenungkan arti penderitaan dan pengorbanan dalam pelayanan mereka, mengaitkannya dengan ajaran Yesus yang mengorbankan diri-Nya untuk menyelamatkan manusia. Dia memotivasi para Frater untuk melihat penderitaan sebagai sebuah berkat, sebagai upaya untuk tumbuh dan berbuah dalam iman. “Seperti pohon yang mati menjadi pupuk untuk sekitarnya, begitu juga penderitaan kita dapat menjadi penguat dalam pelayanan,” kata Uskup Agustinus.

    Menjadi pupuk untuk dunia

    Menurut Uskup Agustinus dalam semangat pelayanan seorang imam yang mati adalah keduniawiannya, satu hal yang sangat mendalam, kalau mati pasti kita menderita. “Saat saya merenungkan lagi, seakan-akan kita dipanggil untuk menderita, dengan cara inilah penderitaan dalat dilihat sebagai berkat,” Tambah Uskup Agustinus.

    Begitu juga dengan  menderita seperti pengalamannya, Uskup Agustinus menggarisbawahi untuk mengubah penderitaan menjadi berkat.

    “Mari kalau kita dihina sedikit mari kita ikuti rasakan apa yang Yesus alami, Itulah yang membuat suburnya membuat perwartaan kita,” kata Uskup Agustinus.

    Menurutnya sebagai pengikut Yesus penderitaan sudah lumbrah, untuk itu penderitaan harus dialami karena bisa menjadi penguat dalam pelayanan. Karena seperti yang injil katakan bahwa yang kehilangan nyawanya, akan mendapatkan nyawanya.

    Uskup Agustinus juga berbagi tips untuk mengakali beban hidup. Baginya beban hidup harus diakali agar terlepas dari masalah. Katakan saja bahwa “saya bangga karena boleh menyicipi sedikit penderitaan”.

    Lanjut Uskup Agustinus; “Refleksi saya sendiri, kalau kita jatuh harus bangga untuk bisa bangkit lagi, dan itu menjadi cerita yang sangat baik. Berbahagialah kita kalau kita bisa mengalami penderitaan seperti banyak orang lain derita.”

    Sambutan berbagai pihak juga terdengar dalam acara tersebut. Frater Ricky Setiawan Pabayo dari Keuskupan Agung Pontianak menyampaikan rasa terima kasih dan harapannya untuk mendapatkan dukungan dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang Frater.

    Rektor STT Pastor Bonus, Pastor William Chang OFMCap, mengingatkan para Frater untuk tetap berpegang pada cita-cita mereka meskipun dihadapkan pada tantangan, sebagaimana secuplik cerita yang ia bawakan tentang keteguhan cita-cita seorang anak, ia berharap juga para frater tetap teguh dalam menggapai cita-citanya.

    “Tak pernah mundur akan cita-cita, semoga 21 frater yang saya lihat hari ini berjumpa juga di tahun depan dengan lengkap, tidak kurang dan tidak lebih, sampai jumpa,” kata Pastor William Chang OFMCap.

     

     

    Sama halnya seperti sebelumnya, dalam sambutannyapun Uskup Agustinus memberikan nasihat kepada para Frater tentang Tahun Orientasi Pastoral yang akan mereka jalani, di mana mereka akan memperoleh pengalaman praktis dalam medan kerja pastoral. Uskup Agustinus mendorong mereka untuk selalu belajar dan mengambil pelajaran dari setiap pengalaman.

    “Perayaan ini menjadi momen penting dalam perjalanan spiritual para Frater yang siap untuk menjalani tugas pastoral dengan semangat dan dedikasi dalam mengabdi kepada Tuhan dan umat,” tutup Uskup Agustinus.

    Oleh: Samuel – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    Pater Fictor OFM Conv Mengajak Umat Rayakan Pesta Santa Klara Asisi: Mengikuti Teladan Keikhlasan dan Pengorbanan

    foto Basilika Santa Klara Assisi, tempat suci yang menjadi tempat peristirahatan terakhir Santa Klara.

    MajalahDUTA.Com, Hari ini, 11 Agustus 2023, umat Katolik di seluruh dunia merayakan Pesta Santa Klara Asisi dengan penuh sukacita dan semangat rohani. Melalui pesan yang dikirimkan melalui platform WhatsApp kepada saya pagi ini, Pater Fictor OFM Conv, seorang imam Fransiskan Konventual, mau mengajak untuk merenungkan makna kehidupan Santa Klara dan mengambil teladan dari perjalanan spiritualnya.

    Dalam pesan yang saya terima itu, Pater Fictor menyampaikan, “Tuhan mengundang kita untuk mengikutinya dengan menyangkal diri, memikul salib, dan berjuang untuk mengutamakan kehendak-Nya. Hari ini, kita merayakan Santa Klara dari Assisi, seorang putri bangsawan yang dengan penuh keikhlasan meninggalkan kemewahan duniawi untuk menjadi pengikut setia St. Fransiskus Assisi.”

    Bagi saya pesan itu mencerminkan makna mendalam dari kehidupan Santa Klara yang telah rela meninggalkan segala harta dan kedudukan untuk hidup dalam kesederhanaan dan pengabdian kepada Allah. Santa Klara dikenal sebagai pendiri Ordo Santa Klara, suatu komunitas religius yang hidup dalam ketakhtaatan dan ketaatan penuh terhadap prinsip-prinsip Fransiskan.

    Pater Fictor OFM Conv juga mengajak umat untuk merenungkan tentang nilai-nilai yang terkandung dalam kehidupan Santa Klara, seperti keikhlasan, ketabahan, dan kasih kepada sesama. Ia mengingatkan bahwa perjalanan spiritual Santa Klara memberikan inspirasi kepada kita semua untuk mengutamakan Tuhan dalam segala hal dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya.

    Dalam pesan itu, Pater Fictor juga menyertakan foto Basilika Santa Klara Assisi, tempat suci yang menjadi tempat peristirahatan terakhir Santa Klara. Basilika ini menjadi simbol kehadiran dan pengabdian Santa Klara dalam mewujudkan ajaran Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

    Pesan akhir Pater Fictor OFM Conv diakhiri dengan doa, “Selamat Pesta Santa Klara dari Assisi. Semoga kita semua dapat mengambil teladan dari kehidupannya yang penuh cinta dan pengorbanan. Terima kasih atas kehadiran dan doa-doa kalian. Tuhan memberkati kita semua.”

    Melalui pesan singkat yang penuh makna ini, saya dan kita semua yang umat Katolik diundang untuk merayakan Pesta Santa Klara dengan semangat penuh dan merenungkan nilai-nilai kehidupan yang dapat diambil dari teladan Santa Klara Asisi.

    Oleh: Samuel- Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    Menggugah Kesadaran: Ibu Bumi Terpanggil dalam Kepedulian Terhadap Sampah

    Bruder Gerardus MTB tengah memberikan Rekoleksi kesadaran akan menjaga lingkungan

    MajalahDUTA.Com, Pontianak Dalam rangka menjaga harmoni antara manusia dan alam, sebuah pesan penting tentang kepedulian terhadap lingkungan hidup telah disampaikan oleh Bruder Gerardus Weruin, perwakilan dari JPIC Bruder MTB, melalui materi rekoleksi yang disampaikannya. Tema yang diangkat adalah “Kesadaran Sampah”, mengajak kita untuk merenungkan dampak dari gaya hidup modern terhadap lingkungan bumi.

    Pertemuan yang dilaksanakan di SD Suster Marie Yoseph untuk anak-anak generasi penerus nanti, Bruder Gerardus MTB bersama Tim JPIC MTB, SFIC dan KFS pada 4 Agustus 2023.

    Bruder Gerardus dengan tegas mengingatkan kita bahwa Bumi, sebagai rumah bagi kita semua, sedang menderita akibat ulah manusia. Ia menyebut Bumi sebagai “Ibu” yang sedang sakit akibat tingkah laku kita yang semakin tidak bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah.

    Dalam rekoleksi tersebut, Bruder Gerardus menyoroti beberapa poin penting. Pertama, kita diminta untuk menjaga kebersihan dan kesehatan diri serta lingkungan hidup yang telah diciptakan oleh Tuhan. Hal ini menggarisbawahi pentingnya menghormati setiap ciptaan Tuhan dan menghargai harkat serta martabatnya.

    Mengapa Sampah?

    Mengapa sampah menjadi masalah yang serius? Pertanyaan ini dijawab oleh Bruder Gerardus melalui pandangan serta gaya hidup manusia modern. Dalam era instan, hedonis, materialis, dan sekuler, gaya hidup yang konsumeristik menghasilkan pembuangan sampah yang besar. Kebiasaan membuang bungkusan dan kemasan tanpa pertimbangan dampak lingkungan serta kurangnya rasa bersalah menjadi penyebabnya. Kurangnya rasa malu dan kurangnya pemahaman tentang sumber sampah juga menjadi faktor penting yang perlu diatasi.

    Solusinya adalah dengan mengubah pandangan dan perilaku kita. Bruder Gerardus mengajak kita untuk mengurangi, membatasi, bahkan menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan. Daur ulang juga dianggap sebagai langkah efektif untuk mengolah sampah menjadi benda yang berguna, seperti pupuk organik atau bahkan kreasi seni yang indah.

    Selain itu, Bruder Gerardus juga menekankan konsep “Habitus: Bersih & Hijau”. Konsep ini mengajak setiap individu untuk menjadikan lingkungan sekolah sebagai tempat yang bersih dan hijau. Proses ini dimulai dari diri sendiri, dengan menginternalisasi tanggung jawab ekologis dan menghormati iman yang kita anut.

    Rekoleksi ini menjadi panggilan untuk semua umat manusia untuk merenungkan dan bertindak. Kita diminta untuk menjadi penjaga lingkungan, mengubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik, dan menghormati Ibu Bumi yang sedang menderita. Dengan demikian, kita dapat memuji Tuhan Pencipta dengan menjaga serta memelihara lingkungan hidup kita. Informasi lebih lanjut dapat ditemukan di situs web JPIC Bruder MTB di www.jpicbrudermtb.org. (DUTA/Samuel OFS). 

    Tahbisan Diakon di Gereja Katedral Santo Yosef Pontianak: Uskup Agustinus Tegaskan Tiga Pokok Teladan

    Suasana Tahbisan Diakon

    MajalahDUTA.Com, Pontianak, 4 Agustus 2023 – Suasana kekhusyukan dan kegembiraan menghiasi Gereja Katedral Santo Yosef Pontianak pada hari Jumat, 4 Agustus 2023, saat Perayaan Ekaristi Tahbisan Diakon berlangsung. Acara tersebut dipimpin oleh Yang Mulia Mgr. Agustinus Agus, ditemani oleh puluhan imam dari Keuskupan Agung Pontianak.

    Acara ini menjadi sorotan karena kelima Frater yang telah memilih jalan hidup monastik dan memutuskan untuk mengikuti panggilan hidup membiara, di tahbiskan menjadi Diakon oleh Mgr. Agustinus Agus. Kelima Frater yang meraih tahbisan ini adalah Fr. Andrianus Antonius Budi, Fr. Fransiskus Wuring, Fr. Martinus P, Fr. Mikael Ardi, dan Fr. Yohanes Paulus Arief Samara. Keputusan mereka untuk mengikuti panggilan hidup membiara sebagai bentuk dedikasi total kepada Kristus dan Gereja menginspirasi banyak orang yang hadir dalam perayaan tersebut.

    Dalam pengantar perayaan misa, Uskup Agustinus menyampaikan pentingnya tahbisan Diakon dalam memperdalam pelayanan gerejawi dan dedikasi mereka kepada Tuhan. “Hari ini, kita berkumpul di hadapan Allah untuk memberikan dukungan dan doa kepada saudara-saudara kita yang telah menerima tahbisan Diakon. Mereka telah berjanji setia untuk melayani Allah dan jemaat dengan hati yang penuh kasih dan pengabdian.”

    Sebagai seorang pelayan

    Dalam homilinya, pastor paroki juga menyoroti tiga pokok penting dalam peran Diakon: doa kepada Tuhan, berjalan bersama-sama, dan menjadi saksi Kristus dalam dunia. “Sebagai Diakon, tugas utama adalah menjaga komunikasi dengan Tuhan melalui doa yang tekun dan penuh keseriusan. Selain itu, kita diingatkan untuk berjalan bersama-sama, seperti Yesus memanggil 12 murid untuk berjalan bersama dengan-Nya. Ini mengajarkan kita pentingnya kerja sama dalam melayani umat sebagai gembala,” kata Uskup Agustinus.

    “Pokok ketiga,” lanjut Uskup Agustinus, “adalah menjadi saksi Kristus dalam dunia ini. Para Diakon diharapkan menjadi contoh dalam memberikan kesaksian tentang kasih Kristus kepada dunia. Mereka dipanggil untuk menjadi utama dalam memberikan kesaksian dan mewartakan injil Tuhan. Ini adalah panggilan berani berkorban, mengabdikan diri sepenuhnya kepada pelayanan dan menyebarkan pesan cinta Allah kepada semua orang.”

    Dalam homilinya juga, Uskup Agustinus menjelaskan makna dan pentingnya tahbisan Diakon dalam hierarki Gereja Katolik. Diakon merupakan tahap awal dalam perjalanan menuju imamat, dengan tugas utamanya sebagai pelayan sabda, pelayan altar, dan pelaku karya amal kasih gereja. “Tahbisan Diakon adalah langkah pertama menuju imamat, yang mengharapkan pelayanan yang semakin dalam dan berfokus pada tugas-tugas khusus seorang imam,” kata Uskup Agustinus.

    Tahbisan Imam 7 Februari 2024

    Acara ini juga menjadi momen istimewa karena Mgr. Agus mengumumkan rencana untuk melanjutkan tahbisan Imam untuk 5 Diakon pada tanggal 7 Februari 2024 mendatang. Ini merupakan langkah yang sangat dinantikan dalam perjalanan spiritual para Frater.

    Salah satu Diakon, Fransiskus Wuring, menyampaikan sambutan yang menggambarkan rasa syukur dan terima kasih atas rahmat tahbisan Diakon yang telah mereka terima. Ia juga mengungkapkan betapa besar dan luar biasanya anugerah Tuhan yang terwujud dalam panggilan hidup mereka untuk melayani Gereja dan umat kudus-Nya.

    Usai tahbisan, suasana kebersamaan tetap terasa dalam acara Ramah Tamah di Basement Gereja. Para Frater, keluarga, kerabat, dan umat paroki katedral menghabiskan waktu bersama, saling berbagi cerita dan menguatkan ikatan kebersamaan.

    Oleh: Samuel- Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    BERITA DUKA: Meninggalnya Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono, Bapa Uskup Surabaya

    Berita Duka

    MajalahDUTA.Com – Surabaya, 10 Agustus 2023 – Umat Katolik Surabaya merasakan duka yang mendalam atas berita pemanggilan menghadap Allah yang Maha Esa. Pada hari Kamis, pukul 10.29 WIB, Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono, Bapa Uskup Surabaya, berpulang ke rumah Bapa di surga. Kabar ini diumumkan oleh RD. Paulus Febrianto, Sektetaris Keuskupan Surabaya.

    Mgr. V. Sutikno Wisaksono meninggalkan dunia ini di Rumah Sakit Katolik St. Vincentius a Paulo, yang lebih dikenal sebagai RKZ Surabaya. Rumah sakit ini terletak di Surabaya, Jawa Timur. Beliau telah memberikan dedikasi dan pelayanan yang luar biasa bagi umat Katolik dan masyarakat luas di Keuskupan Surabaya.

    Seluruh umat Katolik diundang untuk bersama-sama mendoakan kedamaian abadi jiwa Mgr. V. Sutikno Wisaksono. Doa-doa kita adalah bentuk penghormatan atas dedikasi dan karya beliau dalam melayani Tuhan dan umat-Nya. Melalui belas kasih-Nya, kita berharap Uskup Sutikno mendapatkan tempat yang mulia di sisi-Nya.

    Uskup Agustinus juga mengucapkan bela sungkawa atas kepergian sahabat sesama Uskup di Indonesia.

    “Kita Doakan, semoga jiwa Mgr. V. Sutikno Wisaksono beristirahat dalam damai di hadapan Allah,” kata Uskup Agustinus.

    Oleh: Samuel- Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    TERBARU

    TERPOPULER