Tuesday, May 12, 2026
More

    Bermodal Semangat Kampung, PAMUJA FC Tahan Imbang Tim Bertabur Pemain Bayaran

    MajalahDUTA.Com | Lapangan sepak bola PAL 20 di Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kamis sore (30/4/2026), menjadi saksi pertandingan penuh gengsi antara PAMUJA FC dan PSM FC.

    Di tengah cuaca mendung dan guyuran hujan yang membuat lapangan berlumpur, kedua tim tampil ngotot dalam laga turnamen tarkam yang berlangsung sengit sejak menit awal.

    Bagi PAMUJA FC, pertandingan tersebut bukan sekadar perebutan poin di fase grup. Tim asal Dusun Jamai Plasma 5 itu datang membawa identitas dan harga diri kampung.

    Di saat banyak tim lain mengandalkan pemain bayaran dan pemain luar daerah dengan pengalaman serta nama besar, PAMUJA FC justru tampil dengan kekuatan penuh pemain lokal.

    Seluruh pemain yang membela tim merupakan putra daerah yang tumbuh dan berlatih di lapangan yang sama. Mereka bahkan rela mengeluarkan biaya pribadi demi memperkuat tim dan mengharumkan nama kampung halaman.

    Di atas kertas, lawan mereka, PSM FC, lebih diunggulkan karena diperkuat sejumlah pemain berpengalaman. Namun pertandingan membuktikan bahwa sepak bola bukan hanya soal kualitas individu, melainkan juga kerja sama tim, semangat juang, dan mental bertanding.

    Dukungan masyarakat Plasma 5 yang memadati pinggir lapangan turut menjadi energi tambahan bagi PAMUJA FC. Sejak sebelum pertandingan dimulai, para suporter sudah hadir memberikan sorakan dan dukungan tanpa henti untuk tim kebanggaan mereka.

    Memasuki babak pertama, pertandingan langsung berlangsung keras. Kondisi lapangan yang licin membuat pemain dari kedua tim beberapa kali terjatuh saat berebut bola. Meski demikian, semangat bertanding tidak surut.

    PSM FC mencoba mengendalikan permainan lewat kemampuan individu pemainnya, sedangkan PAMUJA FC mengandalkan kekompakan dan komunikasi antarpemain. Setiap tekel, sapuan bola, hingga penyelamatan kiper memancing sorak penonton yang memenuhi sisi lapangan.

    Lini tengah PAMUJA FC bekerja keras memutus aliran serangan lawan, sementara pertahanan tampil disiplin menjaga area pertahanan. Beberapa peluang emas sempat tercipta dari kedua kubu, namun kondisi lapangan yang berat membuat penyelesaian akhir tidak berjalan maksimal.

    Tensi pertandingan semakin meningkat seiring waktu berjalan. Sorakan penonton terus menggema hingga akhirnya peluit panjang dibunyikan wasit. Skor imbang 0-0 bertahan hingga akhir laga.

    Walaupun pertandingan berakhir tanpa gol, hasil tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi PAMUJA FC. Tim dengan komposisi 100 persen pemain lokal mampu memberikan perlawanan sengit terhadap tim yang diperkuat pemain bayaran.

    Bagi masyarakat Plasma 5, laga itu bukan hanya soal hasil pertandingan, tetapi juga tentang solidaritas, kebersamaan, dan semangat membela kampung halaman. Turnamen tarkam menjadi ruang yang mempertemukan masyarakat sekaligus memperkuat identitas komunitas melalui olahraga.

    Di lapangan PAL 20 sore itu, PAMUJA FC tidak hanya bermain sepak bola. Mereka membawa semangat perjuangan dan menunjukkan bahwa kebanggaan terhadap kampung sendiri dapat menjadi kekuatan besar di tengah persaingan.*Yosua Tripan – PJKR 23 B Unika San Agustin. 

    Related Articles

    spot_img
    spot_img

    Latest Articles