Friday, June 5, 2026
More
    Home Blog Page 32

    Dari Laboratorium ke Nilai Kemanusiaan

    Carlos sedang wawancarai Delvi Emiliyana Putri mahasiswi Kebidanan semester 1 Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Pontianak

    Duta, Pontianak | Peningkatan fasilitas pendidikan di Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Pontianak mendapat tanggapan positif dari mahasiswa, khususnya program studi Kebidanan. Berbagai sarana pembelajaran seperti laboratorium, ruang praktik, serta fasilitas digital dinilai semakin mendukung proses belajar mengajar dan pengembangan profesional mahasiswa.

    Mahasiswi kebidanan semester 1, Delvi Emiliyana Putri, menilai pembenahan fasilitas kampus memberikan dampak besar terhadap mutu pembelajaran. “Kami merasa lebih mudah memahami teori dan praktik karena fasilitasnya semakin lengkap. Semoga ke depan terus diperbarui agar sesuai kebutuhan praktik lapangan yang semakin kompleks,” ujarnya, Minggu (12/10).

    Senada dengan itu, Devi (19), mahasiswi kebidanan semester 1 lainnya, menyebut peningkatan fasilitas turut mendorong perkembangan akademik dan pribadi mahasiswa.

    “Seminar, pelatihan, hingga layanan konseling semuanya membantu kami berkembang, tidak hanya secara akademis tetapi juga dalam pembentukan karakter,” katanya.

    Menurut Devi, pembelajaran di kampus tidak hanya menekankan aspek teoritis, tetapi juga menanamkan nilai kemanusiaan dan empati yang penting bagi profesi bidan.

    “Kami tidak hanya diajarkan teori, tetapi juga nilai-nilai luhur dan kepedulian yang menjadi dasar pelayanan kebidanan,” tambahnya.

    Kami tidak hanya diajarkan teori, tetapi juga nilai kemanusiaan yang penting bagi seorang bidan

    Lingkungan Belajar Nyaman dan Toleran

    Selain fasilitas yang terus berkembang, mahasiswa juga menilai lingkungan kampus Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Pontianak semakin nyaman dan kondusif. Devi menyebut suasana kampus terasa bersahabat dan mendukung semangat belajar.

    “Kampus ini benar-benar nyaman. Fasilitasnya memadai, ruang belajar bersih, laboratorium terawat, dan area istirahat membuat kami betah. Yang paling saya rasakan adalah kehangatan antar mahasiswa. Semua saling menghormati dan peduli tanpa memandang latar belakang,” ujarnya.

    Ia menambahkan, suasana sosial yang harmonis di kampus turut membentuk karakter mahasiswa kebidanan agar tidak hanya berilmu, tetapi juga berempati.

    “Kampus ini bukan hanya tempat menimba ilmu, tapi juga tempat membentuk karakter dan rasa kebersamaan,” katanya.

    Foto Devi (19) di area Kampus

    Harapan ke Depan

    Berbagai pihak disebut berperan dalam peningkatan fasilitas pendidikan di universitas tersebut, mulai dari pemerintah, institusi pendidikan, hingga para alumni. Dukungan mereka diwujudkan melalui penyediaan dana, peningkatan sarana belajar, serta program pengembangan karier mahasiswa.

    Selain itu, kegiatan organisasi mahasiswa dan program magang juga semakin beragam. Banyak kegiatan kini menyoroti isu sosial dan keberlanjutan, sejalan dengan semangat universitas untuk mencetak lulusan yang berintegritas dan peka terhadap masyarakat.

    Mahasiswa kebidanan berharap upaya peningkatan fasilitas dan mutu pendidikan ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan. Mereka percaya, langkah tersebut akan memperkuat komitmen kampus dalam mencetak tenaga bidan profesional dan berkarakter.

    Refleksi Penulis

    Mahasiswa Program Studi Akademi Keuangan dan Perbankan Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Pontianak, Carlos Lievanus Saputra (saya sendiri), sebagai penulis laporan ini, berharap semangat pengembangan kampus tidak hanya dirasakan mahasiswa kebidanan, tetapi juga seluruh program studi di universitas tersebut.

    Saya berharap peningkatan fasilitas dapat dirasakan secara merata oleh semua mahasiswa, termasuk di Akademi Keuangan dan Perbankan, agar seluruh civitas akademika dapat berkembang bersama.

    Saya menutup refleksi dengan pesan bahwa kemajuan universitas hanya dapat dicapai melalui kerja sama dan semangat inovasi.

    “Kemajuan tidak lahir dari diam, melainkan dari keberanian untuk terus berkembang dan berinovasi.”

    *Carlos Lievanus Saputra, Mahasiswa Akademi Keuangan dan Perbankan Grha Arta Khatulistiwa Pontianak, Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, Kampus II. (Sam). 

    Pentingnya Literasi Keuangan dan Pencatatan Laporan Keuangan Bagi Mahasiswa

    Sebasthian Fernandho – Mahasiswa Akademik Keuangan dan Perbankan Grha Arta Khatulistiwa Pontianak – Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo.

    Duta, Pontianak | Di Tengah dinamika kehidupan kampus yang penuh tantangan dan Keadaan ekonomi yang sedang tidak stabil, pengelolah keuangan pribadi merupakan suatu kewajiban yang sering kali di lupakan atau tidak dilakukan.

    Namun bagi Sebasthian, mencatat pengeluaran bukan sekedar rutinitas, melainkan prinsip hidup yang di wariskan dari sang ayah dan terus ia jalankan dengan konsisten. Kebiasaan ini bukan muncul dari bimbingan sang ayah yang selalu mengajarkan tentang pentingnya mencatat pengeluaran harian dan bulanan finansial sejak dini.

    Dalam wawancara yang saya lakukan, Sebasthian menjelaskan bahwa dengan mencatat pengeluaran harian ini sangat membantunya dalam memahami secara rinci kemana uangnya pergi. Lebih dari itu, kebiasaan ini memudahkan penyusunan anggaran bulanan yang realistis, sehingga ia bisa menentukan alokasi dana untuk kebutuhan, keinginan, dan Tabungan secara bijak.

    Wawancara Bersama Sebasthian (09/10/2025)

    Tujuan utamanya untuk mencatat pengeluaran berakar dari keinginan untuk transparan kepada orang tua mengenai pengeluaran hariannya. Ia merasa penting untuk bisa menjelaskan secara jelas berapa uang yang digunakan setiap hari, setiap minggu, hingga sebulan penuh.

    Sejak mulai kuliah, Sebasthian mulai menerapkan system percatatan yang praktis untuk kebutuhan harian, ia menggunakan aplikasi Google Keep, sementara laporan bulanan dipindahkan ke Microsoft Excel agar lebih terstruktur dan mudah dianalisis.

    Prosesnya cukup sederhana; setiap kali ia melakukan transaksi, pengeluaran langsung dicatat agar ia tidak lupa apa saja transaksi yang ia lakukan.

    Pencatatan pengeluaran Sebasthian (09/10/2025)

    Kebiasaan seperti inilah yang wajib ditanamkan dalam diri kita sebagai mahasiswa atau mungkin diri sendiri, dan ini menunjukan bahwa listerasi keuangan bukan hanya di lakukan oleh Perusahaan atau Lembaga, tetapi bisa dimulai dari diri sendiri yang sadar akan pentingnya pencatatan keuangan dan pengelolaan uang dengan Langkah kecil seperti ini kita sedang mempersiapkan serta membangun pondasi finansial yang kuat untuk masa depan.

    Bagaimana dengan anda apakah sudah membangun pondasi finansial untuk masa depan?

    *Deo Febriant, Mahasiswa Akademi Keuangan dan Perbankan Grha Arta Khatulistiwa Pontianak, Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, Kampus II. (Sam). 

    Nyaman, Disiplin, dan Bersahabat dalam Wajah Kampus II San Agustin

    Yosefina Pika tengah wawancarai Anas, Gedung Kampus II (AKUB- San Agustin) 2025

    Duta, Pontianak | Suasana perkuliahan di Kampus II Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Pontianak mendapat tanggapan positif dari mahasiswa baru.

    Hal ini terungkap dalam wawancara yang dilakukan oleh Yosefina Pika, mahasiswi semester 3B Program Studi Keuangan dan Perbankan, dengan Anas Tasya Fanggi, mahasiswa semester 1A di program studi yang sama.

    Dalam wawancara yang berlangsung di lingkungan Kampus II tersebut, Anas mengungkapkan kesan pertamanya saat mulai kuliah di Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Pontianak.

    Dia merasa suasana kampus sangat nyaman, bersih, dan tertata rapi, sehingga membuat dirinya semangat menjalani perkuliahan.

    “Saya merasa senang dan bangga bisa menjadi bagian dari kampus ini. Dosen dan kakak tingkatnya ramah, sehingga saya cepat beradaptasi,” kata Anas (10/10).

    Anas juga menuturkan bahwa hal yang paling disukainya dari suasana perkuliahan di kampus ini adalah lingkungan belajar yang kondusif.

    Dosen-dosen dinilai terbuka dan mudah diajak berdiskusi, sementara teman-teman sekelas saling mendukung.

    “Suasana kampus yang tenang dan fasilitas yang memadai membuat saya lebih fokus dalam mengikuti perkuliahan,” tambahnya.

    Sebagai mahasiswi baru, Anas mengakui bahwa proses adaptasi merupakan tantangan tersendiri. Ia perlu menyesuaikan diri dengan sistem perkuliahan yang lebih kompleks dibandingkan masa sekolah.

    “Tugas-tugas kuliah jauh lebih banyak dan menuntut pemahaman mendalam. Tapi saya belajar mengatur waktu antara kuliah dan kegiatan lain supaya seimbang,” ujarnya.

    Meski menghadapi tantangan Anas berharap bisa memperoleh ilmu dan pengalaman berharga selama kuliah, baik secara akademik maupun nonakademik.

    “Saya ingin menjadi mahasiswa aktif, mengembangkan diri, dan siap menghadapi dunia kerja. Harapan saya bisa lulus tepat waktu dengan hasil yang membanggakan,” pungkasnya.

    Sejalan dengan itu, Anas menilai bahwa Kampus II Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Pontianak memiliki keunikan tersendiri dibanding kampus lain. Ia menyoroti suasana kekeluargaan dan kedisiplinan yang kuat, serta perhatian para dosen terhadap perkembangan mahasiswa.

    “Di sini, nilai-nilai etika, tanggung jawab, dan kejujuran sangat dijunjung tinggi. Itu yang membuat kampus ini berbeda,” jelasnya.

    Dari hasil wawancara ini, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa baru umumnya memiliki kesan positif terhadap lingkungan Kampus II Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Pontianak.

    Dukungan dari dosen, fasilitas memadai, serta suasana kekeluargaan menjadi faktor penting yang membuat mahasiswa merasa betah dan termotivasi untuk belajar.

    Kegiatan wawancara ini menjadi potret kecil dari semangat dan harapan mahasiswa baru yang tengah menapaki awal perjalanan akademik mereka. Diharapkan pengalaman seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus bersemangat dan aktif dalam mengembangkan diri di lingkungan kampus yang penuh nilai dan kekeluargaan.

    *Yosefina Pika, Mahasiswi Akademi Keuangan dan Perbankan Grha Arta Khatulistiwa Pontianak, Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, Kampus II. (Sam)

    Belajar, Berkembang, dan Bangga di Kampus San Agustin

    Grace tengah wawancara Yupi, mahasiswi semester 1 AKUB. (2025)

    Duta, Pontianak |  Perasaan bangga dan semangat belajar terpancar dari Yupi Susanti (18), mahasiswi baru Program Studi Keuangan dan Perbankan Semester 1A di Akademi Keuangan dan Perbankan (AKUB) Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo.

    Dalam wawancara bersama Gracesia Theresia, mahasiswi Semester 3B program studi yang sama, Yupi berbagi pengalaman dan pandangannya tentang dunia perkuliahan yang baru dijalaninya.

    “Perasaan saya sangat senang dan bangga bisa menjadi mahasiswa AKUB. Awalnya memang sempat gugup menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, tapi lama-kelamaan mulai nyaman karena dosennya ramah, teman-teman suportif, dan suasananya membuat semangat belajar,” ujar Yupi saat ditemui di Grha Khatulistiwa, Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Pontianak, (10/10).

    Sebagai mahasiswa baru, Yupi menaruh harapan besar selama menjalani kuliah di AKUB. Ia ingin menjadi mahasiswa yang berprestasi dan bisa membanggakan orang tua.

    “Saya ingin mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman, bukan hanya dari dosen, tapi juga dari teman dan kegiatan kampus,” tambahnya.

    Saat ditanya tentang tantangan terbesar mahasiswa, Yupi menyebut tekanan mental, tugas yang menumpuk, serta tuntutan nilai dan kebutuhan hidup sehari-hari sebagai hal yang perlu dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan stres.

    Menjelaskan alasan memilih AKUB, Yupi mengatakan bahwa kampus ini memiliki reputasi baik di bidang Keuangan dan Perbankan.

    “Saya melihat AKUB memiliki lingkungan yang nyaman, disiplin, dan berfokus pada pengembangan karakter serta nilai etika. Dosen-dosennya juga terbuka dan sangat membantu mahasiswa dalam proses belajar,” ujar Yupi.

    Dia juga menambahkan bahwa menurutnya, suasana kekeluargaan di kampus menjadi nilai tambah yang membuat proses belajar lebih bermakna.

    “AKUB tidak hanya menekankan teori, tapi juga praktik dan pembentukan sikap profesional,” pungkasnya.

    * Gracesia Theresia, Mahasiswi Akademi Keuangan dan Perbankan Grha Arta Khatulistiwa Pontianak, Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo (Kampus II). (Sam).

    Kampus San Agustin Ajarkan Ilmu dan Kepedulian, kata Dila Mahasiwi Kebidanan

    Sabtu 11 Oktober 2025, Dila diwawacarai Wilhemina Niwin, Kantin Kampus.

    Duta, Pontianak | Suasana belajar di Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo dirasakan menyenangkan dan interaktif oleh para mahasiswa.

    Hal itu diungkapkan Dila, mahasiswi Semester III Program Studi Kebidanan, dalam wawancara bersama pewawancara Wilhemina Niwin pada Sabtu, 11 Oktober 2025.

    Sejak awal, Dila mengaku sudah tertarik untuk melanjutkan pendidikan di kampus San Agustin.

    “Saya sudah terbiasa dengan lingkungan sekolah Katolik sejak kecil, jadi mudah bagi saya menyesuaikan diri di Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo,” ujarnya, (11/10).

    Dalam kesehariannya di kampus, Dila merasakan bahwa proses belajar tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk aktif dan berpikir kritis.

    Foto bersama Dila, usai wawancara, (2025), Lokasi: Kantin Kampus.

    “Dosen di sini tidak hanya menjelaskan materi, tapi juga mengajak kami berdiskusi dan berpendapat. Teman-teman juga sangat asik dan saling mendukung,” tambahnya.

    Dila menuturkan bahwa jurusan Kebidanan merupakan minatnya sejak lama. Ia merasa beruntung karena keluarga, terutama ayahnya, sangat mendukung pilihan studinya.

    Dukungan itu semakin memperkuat semangatnya dalam menempuh pendidikan di bidang kebidanan.

    Selain pengalaman belajar, Dila juga menyoroti nilai-nilai utama yang diterapkan di Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, yaitu kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.

    Menurutnya, nilai-nilai ini tidak hanya diajarkan di ruang kelas, tetapi juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan kampus yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan daerah.

    “Kerja sama dengan Dinas Kesehatan sangat membantu kami dalam mengasah keterampilan praktik di lapangan, seperti penyuluhan kesehatan masyarakat,” jelasnya.

    Sekurang-kurangnya menurutnya, melalui berbagai kegiatan yang pernah diikutinya, kampus San Agustin berupaya memberikan pengalaman belajar yang lebih luas kepada mahasiswa, sekaligus menanamkan semangat pelayanan kepada masyarakat.

    Dia juga menyematkan pesan yang tak tersirat dalam wawancara hari itu yakni tentang proses pembelajaran di Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo tidak hanya menyenangkan dan interaktif, tetapi juga berorientasi pada pengembangan karakter serta keterampilan mahasiswa di bidang kebidanan.

    * Wilhemina Niwin, Mahasiswi Akademi Keuangan dan Perbankan Grha Arta Khatulistiwa Pontianak, Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, Kampus II Pontianak. (Sam).

    Edukasi dan Pendampingan Self Care Management bagi Kelompok Lansia dengan Hipertensi untuk Meningkatkan Kemandirian di Graha Werdha Marie Joseph – Pontianak

    Ns. Elisabeth Wahyu Savitri, M.Kep (Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, Kampus II Pontianak)

    Duta, Pontianak – Prodi Keperawatan Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo tahun 2025 ini mendapatkan hibah dari DPPM-Kemenristekdikti  untuk Pengabdian kepada Masyarakat Dosen dan Mahasiswa pada skema Pengabdian Dosen Pemula yang berjudul: Edukasi dan Pendampingan Self Care Management bagi Kelompok Lansia dengan Hipertensi untuk Meningkatkan Kemandirian di Graha Werdha Marie Joseph – Pontianak.

    Dosen yang mendapatkan hibah tersebut Adalah Ns. Elisabeth Wahyu Savitri, M.Kep ( NIDN 1129107602) sebagai ketua pelaksana, Ns. Dwi Kurniasih, M.Kep (NIDN 1127058701) sebagai dosen anggota dari prodi keperawatan dan  Apt.Sulastri Herdaningsih, M.Farm (NIDN 11100889002 ) sebagai dosen anggota dari luar prodi keperawatan yaitu berasal dari Akademi Farmasi YARSI Pontianak serta 2 orang Mahasiswa prodi keperawatan yaitu Yusta Angelia NIM 202307205 dan Lucia Martisa Selvi  NIM 202307191.

    Adapun latar belakang program ini bahwa Graha Werdha Saint Marie Joseph Siantan memiliki Beberapa permasalahan utama, kelompok lansia penderita hipertensi di Graha Werdha Marie Joseph – Siantan Pontianak merupakan kelompok masyarakat yang tidak produktif secara ekonomi dan menghadapi berbagai tantangan dalam mengelola penyakit mereka.

    Kurangnya edukasi tentang hipertensi dan pengelolaannya, tingkat kepatuhan yang rendah terhadap terapi medis akibat keterbatasan informasi dan faktor ekonomi, kurangnya aktivitas fisik yang sesuai dengan kondisi lansia, manajemen stress yang tidak optimal, semakin diperburuk dengan minimnya tenaga kesehatan baik dokter atau perawat untuk melayani kelompok penderita hipertensi ini, saat ini hanya ada 1 perawat yang membantu kelompok ini.

    Kondisi Mitra Sararan, berdasarkan hasil wawancara dan observasi awal, ditemukan bahwa sebagian besar lansia pada kelompok ini masih memiliki keterbatasan dalam pemahaman dan penerapan self-care management.

    Mereka umumnya bergantung pada pengobatan medis yang diberikan oleh tenaga kesehatan tanpa sepenuhnya memahami pentingnya perubahan gaya hidup sebagai bagian dari terapi jangka panjang.

    Beberapa lansia belum terbiasa melakukan pemantauan tekanan darah secara mandiri, memiliki keterbatasan dalam mengetahui pola makan yang sesuai untuk penderita hipertensi, serta belum memahami pentingnya aktivitas fisik yang disesuaikan dengan kondisi mereka.

    Selain itu, sebagian dari mereka juga masih menggunakan pengobatan bebas tanpa pengawasan medis dan belum mendapatkan edukasi yang memadai mengenai pemanfaatan terapi pendukung, termasuk pengobatan berbasis herbal yang aman dan sesuai dengan kondisi kesehatan mereka, kondisi ini semakin diperburuk dengan kurangnya dukungan sosial, karena banyak lansia di panti yang tidak memiliki keluarga yang aktif memberikan pendampingan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berbasis edukasi yang komprehensif guna meningkatkan kesadaran dan pemahaman lansia mengenai self-care management.

    Photo Tim PKM Bersama Ketua Kelompok Lansia di Graha Werdha Marie Joseph (Sr.Karitas, KFS/ Suryati).

    Edukasi ini bertujuan untuk mendorong lansia agar lebih mandiri dalam mengontrol tekanan darah dengan teratur, menerapkan pola makan yang sehat (DASH), manajemen stress, menerapkan teknik relaksasi, seperti slow deep breathing exercise, memilih terapi herbal yang aman, menjalankan terapi medis dengan teratur jika ada, serta menjalani aktivitas fisik (exercise) yang sesuai (WBE dan terpapar sinar matahari).

    Dengan demikian, diharapkan kemampuan mereka untuk mandiri dalam merawat diri dapat meningkat dan risiko komplikasi akibat hipertensi dapat diminimalkan.

    Harapan agar pasien mampu mandiri mengatasi penyakitnya sejalan dengan Teori Self- Care Deficit Nursing Theory yang dikemukakan oleh Dorothea Orem, menurut Orem, self- care adalah praktik yang dilakukan individu secara sadar dan mandiri untuk menjaga kesehatan (5).

    Tujuan pelaksanaan program ini sangat mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 3, yaitu Good Health and Well-Being (Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan), menekankan peningkatan akses terhadap layanan kesehatan dan promosi gaya hidup sehat, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia.

    Tujuan Program

    Sejalan dengan tujuan tersebut, program edukasi dan pendampingan self-care management ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman serta kemandirian lansia dalam mengelola hipertensi. Dengan edukasi yang tepat, diharapkan lansia dapat lebih aktif dalam memantau tekanan darah, menerapkan pola makan sehat, serta menjalani aktivitas fisik yang sesuai.

    Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) Program ini melibatkan edukasi kesehatan berbasis bukti yang diberikan kepada lansia dan caregiver, sehingga meningkatkan literasi kesehatan di komunitas dan memberikan pengalaman pembelajaran berbasis pengabdian bagi mahasiswa keperawatan yang terlibat

    Berdasarkan latar belakang diatas, maka program  ini di rancang sebagai kolaborasi kegiatan antara perawat dan apoteker sehingga kegiatan yang mereka jalankan di sesuaikan dengan profesi masing-masing yaitu memberikan edukasi tentang: exercise, makanan yang baik, penggunaan obat medis, manajemen stress penggunaan obat medis  dan penggunaan herbal untuk penderita hipertensi. Berikut di paparkan kegiatan-kegiatan yang di lakukan:

    1. Tanggal 1 Agustus 2025, pada hari ini Adalah awal yang dilakukan tim pengmas untuk menyampaikan kepada ketua kelompok lansia dengan hipertensi.
    2. Tanggal 25 Agustus 2025, pada hari ini kegiatan awal dilaksanakan yaitu melakukan edukasi tentang exercise.
    3. Tanggal 27 Agustus 2025, pada hari ini kegiatan kedua dilakukan yaitu melakukan edukasi bagaimana melakukan manajemen stress.
    4. Tanggal 29 Agustus 2025, pada hari ini kegiatan ketiga di lakukan yaitu edukasi tentang makanan, obat dan herbal untuk penderita hipertensi.
    5. Tanggal 2 September 2025, pada hari ini dilakukan pendampingan pertama dan evaluasi terhadap semua peserta dalam pelaksanaan self care terhadap semua hal yang diajarkan.
    6. Tanggal 29 September 2025, pada hari ini dilakukan pendampingan kedua dan Kembali melakukan evaluasi terhadap semua peserta dalam pelaksaan self care dan tercatat bahwa dari awal kegiatan  20 peserta sangat antusias dan selalu hadir mengikuti semua kegiatan yang sudah dijadwalkan.
    7. Tanggal 1 Oktober 2025, pada hari ini dilakukan pendampingan ketiga dan Kembali melakukan evaluasi terhadap semua peserta dalam pelaksanaan self care.

    Dampak yang sangat diharapkan dan manfaat program ini dari segi sosial ekonomi bagi kebutuhan masyarakat luas adalah ketika masyarakat sudah berdaya untuk melaksanakan self care management ini secara optimal, maka sangat diperlukan intervensi berbasis edukasi yang komprehensif guna meningkatkan kesadaran dan pemahaman lansia mengenai self-care management.

    Edukasi ini bertujuan untuk mendorong lansia agar lebih mandiri dalam mengontrol tekanan darah, menerapkan pola makan yang sehat, memilih terapi yang aman, serta menjalani aktivitas fisik yang sesuai.

    Dengan demikian, diharapkan kemampuan mereka untuk mandiri dalam merawat diri dapat meningkat dan risiko komplikasi akibat hipertensi dapat diminimalkan dari kegiatan ini. Dan tujuan ini sudah berhasil di capai dalam 4 minggu pelaksaan yang di evaluasi pada tanggal 29 September 2025.

    Ditulis oleh:  Ns. Elisabeth Wahyu Savitri, M.Kep, Ns. Dwi Kurniasih, M.Kep, Apt.Sulastri Herdaningsih, M.Farm, Yusta Angelina – Anggota Tim (Mahasiswa 202307205), Lucia Martisa Selvi – Anggota Tim (Mahasiswa 202307191)

    Terimakasih kepada pihak-pihak yang telah sanget membantu PKM diatas

     

    Phoenix dengan Makna Angkatan (2024) hingga Simbol Kebangkitan dan Kebersamaan

    Wawancara 10/10/25 Aprillia Andini, Doviliando, Vitra Liani Barage (Veneranda Isni Pewawancara) di Kampus San Agustin

    Duta, Pontianak | Vitra seorang mahasiswa  AKUB semester 3 C, menjelaskan tentang project mereka dalam mata kuliah Manajemen Pemasaran. Dalam penjelasan tersebut ia mengatakan, bahwa project yang sedang mereka lakukan itu bernama Phoenix yang menjadi pembuatan baju angkatan untuk mahasiswa tahun 2024.

    Menjadi simbol kebersamaan dan semangat baru bagi seluruh mahasiswa. Proyek ini ingin menghadirkan baju angkatan yang berkualitas,unik, dan bermakna bukan hanya sekedar pakaian, tetapi juga kenangan dan identitas angkatan. Selain itu, proyek ini menjadi wadah untuk belajar kreativitas, kerjasama tim, dan kewirausahaan di lingkungan kampus.

    Dalam memulai proyek ini, Phoenix menentukan ide produk kemudian membentuk struktur organisasi tim, serta menetapkan nama, visi, misi, dan tujuan Perusahaan. Setelah itu Phoenix melakuakan suatu diskusi denagn pihak kemahasiswaan untuk menentukan warna, bahan, dan model baju lalu lanjut dengan pembuatan akun media sosial.

    Hal yang membuat project ini unik adalah menganggkat makna filosofis dari burung Phoenix, yaitu semangat kebangkitan dan keterpurukan, lalu desain dan konsepnya dibuat oleh mahasiswa sendiri, sehingga benar benar mencerminkan identitas dan kekompakan angkatan, serta sistem pemasaran dan pembayaran juga diatur secara professional dengan periode open order, sistem DP, dan promosi melalui media sosial.

    Logo baju Angkatan 2024 – AKUB.

    Baju Angkatan

    Baju Angkatan adalah sesuatu yang bisa menyatukan dan menjadi simbol kebanggan bersama, nama Phoenix diambil dari burung meteologi  mesin Yunani dan Romawi yang melambangkan keabadian, kebangkitan, dan semangat untuk bangkit Kembali dari keterpurukan.

    Filosofi logonya menggambarkan; Sayap dan api Phoenix melambangkan semangat, kreativitas, dan energi baru yang membara; Warna merah, biru, dan hijau mencerminkan kekuatan, kedamaian dan Pertumbuhan yang menjadi semangat dalam perjalanan angkatan.

    Jadi nama dan logo Phoenix dipilih karena kami ingin menunjukan bahwa meskipun menghadapi tantangan dalam perkuliahan, tetap bisa bangkit, bersatu, dan terus berproses dengan semangat baru.

    Doviliando Mahasiswa AKUB semester 3, juga mengatakan langakah yang telah dilakuan untuk memasarkan dan mempromosikan produk mereka, yaitu merancang desain yang saat ini sudah masuk kevendor, lalu dilakuakan list terhadap 3 kelas yaitu A,B,dan C dan mereka berkomunikasi kepada vendor untuk mengkonfirmasi  dan sekarang akan memulai pembuatan produk ini.

    Gambar Baju Angkatan 2024

    Untuk memaksimalkan promosi terhadap 3 kelas itu dengan melakuakan presentasi disetiap kelas (abc) dengan menjelaskan bahan,harga,dll agar setiap orang tau kriteria produk serta menarik perhatian.

    Dalam menjalankan suatu project pasti ada tantangannya, begitupula yang dihadapi oleh tim Phoenix ini mereka merasa sulit dalam hal komunikasi karena terdapat bebrapa anggota yang juga sedang bekerja, ini menjadi kendala untuk berkumpul atau berkomunikasi, dengan begitu mereka melakukan komunikasi secara online dalam WA group dalam  komunikasi via online tersebut tidak jarang terjadi suatu miskomunikasi.

    “Untuk menghadapinya dengan menggunakan kepala dingin atau tenang, tidak menyalahkan satu sama lain dan saling membackup,” kata Dovi (19) saat diwawancarai.

    Aprillia Andini Mahasiswa AKUB Semester 3 C juga mengunggkapkan kesulitan dalam pelaksanaan project ini, seperti koordinasi  waktu antar anggota tim yang cukup padat  karena jadwal kuliah dan kegiatan organisasi serta dengan tugas lainnya.

    Tim Phoenix tengah diskusi, dokumentasi Isni.

    Selain itu, proses penggumpulan dana juga memerlukan ketelitian yang sangat tinggi agar tidak terjadi kesalahan dalam proses pencatatan.

    Tim ini juga menghadapi tantanggan dalam menentukan desain dan warna baju yang seharusnya dapat diterima oleh seluruh angkatan tahun 2024.

    Msekipun demikian dengan komunikasi dan Kerjasama tim yang baik semua tantanggan tersebut dapat diatasi  dengan hasil yang memuaskan melalui kesepakatan antara semua anggota angkatan.

    Pribadi sudah berpengalaman  mengkuti bazar gereja, yang memberikan pengalaman dalam berinteraksi dengan pembeli  serta mengatur hasil penjualan dalam keuangan.

    Selain itu beliau juga memiliki usaha online shop,  ini menjadi Pelajaran dalam melakukan promosi, melayani pelanggan, mengatur stok barang, serta melakukan proses pengantaran barang kepada pelanggan. Dari pengalaman inilah dijadikan sebagai Pelajaran agar lebih memahami proses pemasaran dan penggelolaan usaha.

    Melalui project baju angkatan oleh tim Phoenix itu, kelompok mereka berharap seluruh anggota angkatan tahun 2024 dapat merasakan rasa kebersamaan dan identitas yang kuat untuk keluarga besar.

    Project yang mereka lakukan tidak hanya sekedar menghasilkan merchandise untuk tim Phoenix, tetapi juga menjadi simbol kekompakan, kerjasama, dan tanggung jawab bersama.

    Serta seluruh anggoda dapat menghargai setiap proses yang telah dilakukan oleh tim, mulai dari perencanaan, penggumpulan dana hingga produksi, semoga hasil akhir dari proyek ini bisa memberikan kebanggan tersendiri bagi seluruh mahasiswa Akademi Keuangan dan Perbankan  Grha Arta Khatulistiwa Pontianak khususnya angkatan tahun 2024.

    *Veneranda Isni, Mahasiwi Akademi Keuangan dan Perbankan Grha Arta Khatulistiwa Pontianak, Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo. (Sam).

    Fellysia, Calon Bidan Aktif dari UNIKA San Agustin

    Felly (kiri), Olivia (kanan) - tengah wawancara, dibaseman Unika San Agustin Kampus II Pontianak.

    Duta, Pontianak — Mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo terus menunjukkan semangat aktif dan berprestasi dalam berbagai kegiatan kampus.

    Salah satunya adalah Fellysia Agie Evangelista (18), mahasiswi Program Studi D3 Kebidanan semester 3, yang dikenal aktif mengikuti kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) serta berbagai aktivitas keagamaan di kampus.

    Fellysia mengaku pertama kali mengenal Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo melalui kegiatan promosi kampus yang diadakan di sekolahnya. Dari sanalah ia tertarik untuk melanjutkan pendidikan di fakultas kesehatan.

    Dokumentasi usai wawancara. (2025)

    “Karena dari dulu saya ingin menjadi tenaga kesehatan,” ungkapnya pada Sabtu, 11 Oktober 2025 di baseman Kampus Unika San Agustin, Pontianak.

    Selama menjalani perkuliahan, Fellysia merasa lingkungan kampus sangat mendukung perkembangan akademik dan sosialnya.

    “Perjalanan saya selama berkuliah di UNIKA Santo Agustinus Hippo sangat membantu saya beradaptasi dengan orang lain dan mengenal dosen-dosen yang baik. Penjelasan para dosen juga sangat jelas dan mudah dipahami,” tuturnya.

    Dalam kesehariannya, Fellysia juga belajar untuk mandiri dan tangguh. Ia bercerita, salah satu tantangan yang sering dihadapi adalah masalah transportasi saat menjalani dinas lapangan.

    Namun, ia selalu mencari solusi. “Saat kesulitan kendaraan, saya biasanya menggunakan Maxim untuk mengatasinya,” katanya sambil tersenyum.

    Selain aktif di bidang akademik, Fellysia juga terlibat dalam kegiatan keagamaan kampus, seperti paduan suara (kor) dan Kelompok Mahasiswa Katolik (KMK). Baginya, kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat iman, tetapi juga membentuk kepribadian dan rasa kebersamaan.

    “Di UNIKA Santo Agustinus Hippo, saya merasa sangat terbantu dalam kegiatan keagamaan. Mengikuti kor dan KMK membuat saya berkembang dalam iman dan kehidupan rohani,” ujarnya.

    Fellysia berharap agar melalui semangat dan keterlibatannya, kedepan dapat menjadi contoh untuk mahasiswa yang tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga aktif berkontribusi dalam kehidupan sosial dan spiritual di lingkungan kampus.

    *Olivia, Mahasiswi Akademi Keuangan dan Perbankan Grha Arta Khatulistiwa Pontianak, Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo. (Sam).

    Mata Kuliah Seru: Persalinan, Ibu Menyusui dan Bayi Baru Lahir

    (Sumber : Hp Jeremy Julius) 11/10/2025 (14.37) WIB

    Duta, Pontianak | Perjalanan mahasiswa D3 Kebidanan Di Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo selalu menyisakan tantangan, dan bagi Anjelina Sera (19), mata kuliah yang paling menguji ketekunannya adalah Persalinan Ibu Menyusui Dan Bayi Baruh Lahir.”

    Mata kuliah ini menuntut pemahaman tentang siklus kehidupan Perempuan mulai dari proses persalinan, adaptasi fisiologis dan psikologis ibu selama masa nifas, hingga perawatan esensial bagi bayi baru lahir.

    “Saya perlu memahami banyak tentang apa itu persalinan pada ibu, apa itu masa nifas pada ibu, mmm bagaimana bayi baru lahir dan lain sebagainya,” jelas Anjelelina Sera (19).

    Dukungan dari lingkaran terdekat

    Meskipun menghadapi kesulitan materi, semangat Anjelina Sera tidak pernah padam, berkat dukungan kuat dari orang-orang terdekatnya.

    Yang pasti pertama, kedua orang tua saya karena merekalah pendukung bagi saya untuk bisa sampai titik ini,” katanya.

    Selain orang tua, Anjelina Sera (19) juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada tenaga pendidik yang berperan penting dalam proses belajarnya.

    “Tentunya para dosen, saya mengucapkan terima kasih juga untuk dosen dosen yang bersabar dalam memberikan ilmu kepada saya,” tambahnya.

    Dukungan emosional dan kesabaran para dosen menjadi baginya.

    Mencatat dan Mencari Contoh

    Untuk menaklukan mata kuliah tersebut, Anjelina Sera (19) Memiliki metode belajar yang sistematis. Ia tidak menunda-nunda dan langsung mengulang materi setelah pulang kuliah

    “Saya biasanya belajar atau mengulang materi tersebut dengan cara saya membuat cacatan, kemudian saya mmm mulai mencari contoh atau cara yang ada di media sosial, ungkapnya.

    Dalam memperkuat pengetahuan berbagai sumber dari mana saja. “Saya biasanya mencari sumber itu di, di buku, jurnal, kemudian juga di internet itu pasti,” tegasnya, menunjukan kemampuan memfaatkan apa yang ada untuk belajar.

    Setelah Melawati fase sulit dan berhasil memahami materi yang awalnya terasa susah, Anjelina Sera merasakan rasa puas yang luar biasa.

    Setelah saya berhasil dalam memahami mata kuliah yang saya rasa itu sangat susah bagi saya, tentunya saya merasa sangat puas,” katanya.

    Rasa puas ini bukan sekedar pencapaian akademis semata, tetapi juga peningkatan kualitas diri.

    “Saya sadar bahwa kerja keras yang saya selama ini lakukan itu mebuahkan hasil dan membuat saya menjadi lebih percaya diri lagi,” tambahnya.

    Kisah Anjelina Sera (19) itu dapat menjadi inspirasi bahwa dengan tekad startegi belajar yang tepat, dan dukungan dari orang-orang terkasih, tantangan akademik seberat apapun dapat diatasi dengan hasil yang mebanggakan.

    *Jeremy Julius, Mahaasiswa Akademi Keuangan dan Perbankan Grha Arta Khatulistiwa Pontianak, Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo. (Sam).

     

    Camilan Lokal dengan Strategi Digital Bikin Nagih

    Sumber: galeri, foto saat sepulang kuliah hari jumat tanggal 10 Oktober 2025

    Duta, Pontianak — Siapa bilang camilan enak harus mahal? Kini hadir Crispy Crave, camilan renyah dan gurih yang tengah menarik perhatian kalangan muda, khususnya mahasiswa. Mengusung konsep modern dengan cita rasa lokal, Crispy Crave membuktikan bahwa inovasi sederhana bisa menjadi peluang bisnis menjanjikan.

    Menurut Elgi (19), mahasiswa semester 3 Akademi Keuangan dan Bisnis (AKUB)- Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, Kampus II Pontianak, keunikan Crispy Crave terletak pada bahan dasarnya yang tidak biasa.

    “Crispy Crave menggunakan campuran bahan dari ubi dan cokelat yang diaduk rata,” ujarnya.

    Kombinasi tersebut menghasilkan cita rasa khas yang memadukan manis dan gurih dalam satu gigitan.

    Crispy Crave menyasar remaja dan mahasiswa sebagai target utama konsumennya.

    “Target utamanya adalah anak muda yang suka ngemil sambil belajar, nongkrong, atau nonton film. Mereka mencari camilan yang enak, praktis, dan terjangkau,” jelas Elgi.

    Selain rasa dan harga, strategi pemasaran Crispy Crave juga menjadi kunci keberhasilannya. Di tengah gempuran berbagai merek camilan lain, tim Crispy Crave memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi utama.

    “Crispy Crave menggunakan strategi pemasaran digital melalui media sosial, dengan membuat konten kreatif,” tambah Elgi.

    Konten yang ringan, lucu, dan interaktif membuat banyak pengguna penasaran untuk mencoba.

    Dari sisi bisnis, Crispy Crave menunjukkan contoh menarik bagi mahasiswa ekonomi dan bisnis. Dengan manajemen biaya yang efisien serta promosi digital yang cerdas, mereka mampu memperoleh keuntungan tanpa harus mengeluarkan modal besar untuk iklan konvensional.

    Konsumen yang ingin mencoba Crispy Crave bisa langsung menghubungi akun Instagram resmi mereka atau mengirim pesan melalui WhatsApp sesuai kontak yang tertera di poster promosi.

    Tak heran jika banyak konsumen memilih Crispy Crave dibandingkan camilan sejenis. “Karena rasanya enak, harganya terjangkau, dan kualitasnya bagus,” kata Elgi menegaskan.

    Kombinasi rasa lokal, kemasan modern, dan strategi pemasaran yang kekinian, Crispy Crave dinilai setidaknya menjadi contoh bahwa inovasi sederhana bisa membawa produk lokal melangkah ke pasar yang lebih luas.

     *Antonio, Mahasiswa Semester 3, Akademi Keuangan dan Perbankan Grha Arta Khatulistiwa Pontianak, Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, (Pontianak). (Sam)

    TERBARU

    TERPOPULER