Monday, May 18, 2026
More
    Home Blog Page 136

    Rapat SIGNIS Indonesia ke-48 Digelar di Keuskupan Agung Pontianak

    Foto: Panitia Lokal Rapat Signis 48 - Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    Mempawah – Sempat berlangsung secara online alias daring karena pandemi, kali ini rapat anggota tahunan para komunikator profesional Katolik yang tergabung dalam SIGNIS Indonesia kembali digelar secara langsung.

    Keuskupan Agung Pontianak dipercayai sebagai tuan rumah untuk kedua kalinya setelah tahun 2006 lalu. Pada kesempatan kali ini, tema yang diusung adalah “Berjalan Bersama Menuju Kemandirian”.

    Baca juga: https://www.instagram.com/mgr.agus/

    Uniknya, Rapat Anggota Tahunan SIGNIS Indonesia ke-48 digelar pada 30 Mei-3 Juni 2022 di 2 lokasi yang berbeda di Kalimantan Barat.

    Sejak 30 Mei hingga 2 Juni 2022, rapat dilakukan di Rumah Retret St. Johanes Paulus II Anjongan, Kecamatan Mempawah, Kalimantan Barat. Pada 3 Juni, penutupan kegiatan akan diselenggarakan di Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang sembari mengikuti Gawai Suku Dayak Bedayuh.

    Menjadi tuan rumah yang baik

    Sebanyak 30 peserta dari total 33 anggota aktif SIGNIS Indonesia dari berbagai daerah di seluruh Indonesia hadir meramaikan rapat tahunan yang diadakan bertepatan dengan Bulan Maria ini. Para peserta merupakan perwakilan tiap bidang Komunikasi Sosial (komsos) yang tergabung dalam keanggotaan SIGNIS Indonesia termasuk radio, tv, dan media lainnya serta orang awam.

    Sebagai tuan rumah Uskup Keuskupan Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus turut menyambut kedatangan peserta. Menurutnya sidang Signis ke 48 ini adalah sebuah momentum dan kesempatan untuk promosi tentang kilas Keuskupan Agung Pontianak.

    Lihat juga: https://www.majalahduta.com/2022/05/paskah-bersama-kepolisian-resor-mempawah-uskup-agustinus-sampaikan-refleksi-penderitaan.php

    “Sebagai tuan rumah, kita harus berikan yang terbaik untuk tamu-tamu dari luar terlebih yang datang sebagian besar yakni imam perwakilan Komsos, Radio, Studio yang notabene adalah media Katolik, untuk terlibat mempromosikan Keuskupan kita,” ujar Uskup Agustinus (Senin 30 Mei 2022).

    Pertemuan Rapat Signis ke 48 ini dihadiri oleh perwakilan SIGNIS Asia, Bernadetta Widiandayani serta Pst. Yustinus Nana Sujana, Osc., dan Frangky Parengkuan selaku business coach juga turut hadir sebagai pemateri di Hari Studi pada Rapat Anggota Tahunan SIGNIS Indonesia ke-48 ini.

    Melihat antusias peserta, sebagai ketua panitia Sr. Maria Seba SFIC berharap semoga para penggiat media khususnya dalam mewartakan kabar suka cita Injil mampu menjadi komunikator Gereja yang menerjemahkan bahasa-bahasa Injil ke dalam bahasa yang mudah dipahami masyarakat.

    Kilas SIGNIS

    SIGNIS sendiri merupakan sebuah asosiasi para komunikator profesional Katolik yang diakui oleh Takhta Suci dengan total 100-an anggota yang tersebar di seluruh dunia. Asosiasi non-profit ini membantu Gereja dalam karya perwataan injil melalui radio, televisi, cinema,  video, media edukasi, internet, atau karya-karya jurnalistik dan teknologi baru lainnya.

    Terbentuk sejak November 2001, SIGNIS merupakan gabungan dari 2 organisasi, yaitu International Catholic Organization for Cinema and Audiovisual (OCIC) dan International Catholic Association for Radio and Television (UNDA). *Mel/S

    Paskah Bersama Kepolisian Resor Mempawah, Uskup Agustinus Sampaikan Refleksi Penderitaan

    Paskah Bersama Kepolisian Resor Mempawah – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Mempawah – Bertempat di Rumah Retret St. Johanes Paulus II Anjongan pada Kamis, 28 April 2022 bersama 40-an peserta dari personel Kepolisian Resor Mempawah dan keluarga berlangsung secara hikmat.

    Acara Paskah bersama dipimpin oleh Uskup Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus didampingi Ketua Komisi Kerawam Keuskupan Agung Pontianak, RD. Rupinus Kehi.

    Dalam homilinya Uskup Agustinus menekankan semangat dan kebahagiaan dari sebuah penderitaan. Sejumlah personel kepolisian Resor Mempawah diingatkan Uskup Agustinus untuk tegar dalam mengemban tugas negara. Uskup Agustinus juga melihat bahwasanya menjadi personel kepolisian tidak semudah yang terlihat oleh mata.

    Tengah kotbahnya, Uskup Agustinus mengingatkan bahwa penderitaan adalah representasi kedaulatan Allah. Kedaulatan Allah adalah ajaran Alkitab bahwa segala sesuatu berada di bawah kekuasaan dan kendali Tuhan, dan tidak ada yang terjadi tanpa arah atau izin-Nya.

    Uskup Agustinus menekankan bahwa Tuhan bekerja bukan hanya beberapa banyak hal tetapi segala sesuatu terjadi sesuai dengan kehendak-Nya termasuklah penderitaan.

    Baca Juga: Hut Ke-660 Kota Sintang: Membangun Kebersamaan Dalam Perbedaan

    Seperti apa pun penyebab penderitaan menimbulkan rasa sakit fisik dan emosional pada manusia, semua itu tidak akan pernah melebihi kadaulatan Allah.

    Bagi Uskup Agustinus, tugas kepolisian justru hadir hingga bekerja ditengah masyarakat menjadi tonggak (benteng) paling depan untuk membereskan persoalan masyarakat.

    “Kadang-kadang mereka berkorban untuk meninggalkan anak dan istri dirumah demi tugas. Bagi Uskup Agustinus, itulah bagian dari penderitaan. Penderitaan justru harus menjadikan kita lebih dekat dengan Allah,” kata Uskup Agustinus.

    Paskah: Perayaan Besar Katolik

    Perayaan Paskah bersama pagi itu, dimulai persis pukul 11. 00 WIB, disana semua personel Kepolisian nasrani yang bertugas dalam wilayah Kabupaten Mempawah dikumpulkan dalam satu payung yakni puncak perayaan ekaristi secara Katolik.

    Perayaan Paskah bersama itu dihadiri oleh Polsek Jungkat, Polsek Pinyuh, Polsek Anjongan, Polsek Toho, dan Polsek Mempawah Hilir bersama jajaran masing-masing.  Hadir pula Wakapolres Mempawah KOMPOL Anton Satriadi, SIK. MH bersama jajarannya.

    Uskup Agustinus juga menjelaskan sebenarnya puncak perayaan tertinggi di gereja Katolik adalah perayaan Paskah. Karena dalam peristiwa Paskah itu sangat jelas dijelaskan tentang terminologi tentang  ‘Credo’ – doa “Aku Percaya”.

    Baca Juga: Yaqut Cholil Qoumas – Kemenag Bersama Para Uskup Indonesia di Ambon, Ada Apa?

    Dengan ‘perangai’ dan ‘riak’ canda Uskup Agustinus, beliau mengatakan kalau Yesus yang mati tidak bangkit, rugi kami jadi pastor.

    Karena ada kebangkitan badan dan hidup kekal itulah, inti dari iman Katolik.

    “Dulu waktu bujang, aku ini ganteng dan cewek-cewek juga banyak yang naksir,” tutur jenaka Uskup Agustinus.

    Jamuan Bapa Uskup

    Hal yang menarik dari perayaan Paskah bersama siang itu, AIPDA Aloysius, SH  merupakan seorang Protestan yang telah bertugas selama 14 tahun (2008 – 2022) di Polsek Jungkat –  mengaku terharu dengan jamuan Uskup Agustinus.

    Selama ini, dan untuk pertama kalinya Aloysius bertemu dengan Bapa Uskup dengan lembut melayani mereka secara langsung di Rumah Retret Anjongan.

    Lebih-lebih menurutnya, Uskup Agustinus adalah sosok yang ramah, hangat bahkan untuk pertama kalinya serasa orang tua baginya.

    Apalagi dengan suasana Anjongan yang tenang seolah mencerminkan keheningan yang seolah menghantarnya masuk dalam kedamaian batin. Ya, begitulah pengakuan dari  AIPDA Aloysius, SH saat diwawancarai.

    Selaras dengan apa yang dialami oleh IPTU Roberd Suryanto, S.Pd.K – selaku Kapolsek Anjongan.

    Sebagai Kapolsek Anjongan, IPTU Roberd Suryanto yang juga seorang Protestan bersyukur dengan diadakannya kegiatan Paskah bersama Uskup Agung Pontianak. Bagi IPTU Roberd selama tiga tahun bertugas di Anjongan, IPTU Roberd mengaku selama ini merasa terbantu dengan kehadiran sosok Uskup Agustinus.

    Baca Juga: Perayaan 25 Tahun Imamat 3 Imam MSC, Uskup Agustinus Ingatkan untuk Wartakan Kabar Gembira

    Baginya Uskup Agustinus adalah orang tua selain pandai dan ‘lihai’ dalam trik komunikasi dari hati ke hati, Bapa Uskup juga terbuka dan asik diajak untuk berdiskusi.

    “Selama 3 tahun bertugas di Polsek Anjongan saya merasa sangat terbantu dengan sosok Uskup Agustinus. Beliau adalah orang tua kami, beliau pengayom yang bijaksana,” tutur IPTU Roberd.

    Dalam kesempatan yang sama pula, sebagai Wakapolres Mempawah KOMPOL Anton Satriadi, SIK. MH mengucap syukur kali ini dapat terlaksanakannya Paskah bersama. Ia berharap kegiatan seperti ini harus terus dikembangkan dan ditingkatkan. Menurutnya selain untuk refleksi diri, ini juga menjadi momen saling sapa antar saudara seiman, saling menguatkan dan saling mendoakan.

    Usai misa perayaan Paskah bersama, kemudian dilanjutkan dengan foto bersama dan santap siang bersama di aula tempat makan Rumah Retret St. Johanes Paulus II Anjongan.

    Hut Ke-660 Kota Sintang: Membangun Kebersamaan Dalam Perbedaan

    Rangkaian acara HUT Ke-660 Kota Sintang – Komisi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Sintang Peraturan Daerah Kabupaten Sintang Nomor 11 Tahun 2015 tentang Hari Jadi Kota Sintang, menyebutkan, bahwa dalam rangka menumbuh kembangkan rasa persatuan dan kesatuan, membangun kebanggaan daerah dan mendorong semangat memiliki serta memajukan daerah, perlu mengetahui Hari Jadi Kota Sintang. Keberadaan Kota Sintang merupakan sebuah proses sejarah yang panjang dari adanya wilayah dan pemerintahan yang memiliki struktur dan sistem sesuai perkembangan zamannya, perlu adanya suatu payung hukum untuk menetapkan momentum perpindahan pusat Pemerintahan dari Kerajaan Sepauk ke Sintang yang jatuh pada tanggal 10 Mei 1362; dan untuk memberikan pedoman dan acuan bagi masyarakat Kota Sintang pada saat ini dan seterusnya, maka perlu ditetapkan Hari Jadi yang merupakan bagian dari perjalanan sejarah Kota Sintang.

    Dengan penetapan hari jadi kota Sintang ini, telah memberikan kejelasan dan kepastian hukum bagi Pemerintah Daerah dan masyarakat Kota Sintang mengenai mulai berdirinya Kota Sintang yang bertujuan memberikan rasa memiliki warga kota terhadap kotanya sekaligus dapat lebih meningkatkan peran serta masyarakat dalam mengisi pembangunan, menyebarluaskan dan mendorong keikutsertaan seluruh masyarakat kota Sintang dalam rangka pelaksanaan kegiatan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan dengan segala aspeknya.

    Dalam Peringatan hari jadi kota Sintang, Pemerintah Daerah berkewajiban mengikutsertakan potensi masyarakat melalui koordinasi instansi terkait, dan pembiayaan atas penyelenggaraan Peringatan Hari Jadi Kota Sintang dapat menjadi beban APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten Sintang, dan/atau sumber lain yang sah dan tidak mengikat.

    Baca Juga: Peresmian Rumah Adat Dayak “Tampun Juah” Kabupaten Sintang

    Beragam ungkapan atas perayaan Hut ke-660 kota Sintang tahun 2022 ini, maraknya pemasangan twibbonize HUT ke-660 kota sintang oleh para netizen dari berbagai elemen masyarakat Sintang di media sosial (group Whatsaap, IG, facebook), ada juga pantun spontan muncul dari bapak Oktavianus Kabid di Badan Pengelola Perbatasan kab.Sintang yang berbunyi: “Pagi hari Membeli Kentang, Membeli Kentang di Pasar Raja, Dirgahayu Kota Sintang, Semoga Aman, Sehat Sentosa”.

    Dan menurut mantan sekcam kecamatan Ketungau Hulu  ini, “dengan HUT kota sintang, harus kita sadari bahwa sintang rumah bersama, maka diperlukan seorang pemimpin yang mampu menata dan menjadi agen penggerak perubahan sosial disegala bidang” ungkapnya.

    Dengan harapan Sintang bisa bertumbuh dan berkembang dari desa menuju kota, dan salah satunya adalah dengan cara menunjuk dan memfungsikan putera daerah setempat yang memenuhi syarat untuk menjadi agen perubahan sosial, ungkap Oktavianus yang sudah 32 tahun bertugas di kecamatan Ketungau hulu ini.

    Proses Sejarah

    Menurut Anggota DPR RI, dari Fraksi Partai Golkar, Dapil 2 kalbar, Dr. Drs Adrianus Asia Sidot, M.Si, mengatakan bahwa “kota Sintang harus menjadi pusat perkembangan bagi wilayah timur Kalbar, kemajuan di kota Sintang menurut Adrianus akan memberikan dampak ganda bagi pembangunan di wilayah timur provinsi Kalimantan barat. Dijelaskannya kota Sintang harus mampu mengoptimalkan peluang dan potensi yang dimilikinya baik dari potensi sumber daya manusia maupun sumber daya alam, bravo dan dirgahayu ke 660” ungkap bupati landak periode 2003-2008 & 2011-2016 ini.

    Bupati Sintang periode 2000-2005, Drs. Elyakim Simon Djalil, MM, mengungkapkan “Sintang adalah kota yang memiliki posisi strategis di sektor Timur provinsi Kalbar, posisi ini merupakan pusat pengembangan pembangunan, pusat distribusi dan pusat pelayanan bagi hinterlandnya. Karena itulah pada masa kepemimpinannya dulu pernah disusun suatu konsep yang disebut “SINTANG RAYA”, karena posisi strategisnya” ungkapnya.

    Maka menurut mantan dosen APDN Pontianak ini, penting bagi seluruh masyarakat Sintang untuk bersama-sama, bahu-membahu membangun Sintang ke depan. Sintang dengan beraneka keberagamannya, patut kita jaga persatuan dan kesatuan seluruh anak bangsa, demi terciptanya Sintang yang aman, damai, tertib, makmur, ramah dan tentram. “DIRGAHAYU SINTANG”, tuturnya.

    Budi Tariu tokoh pemuda asal kecamatan Sepauk mengucapkan selamat hari jadi ke-660 “semoga hari jadi kota Sintang yang kita cintai ini sebagai momentum simbol persatuan persaudaraan kita semua suku, ras dan agama yang ada di Sintang, sehinga kota Sintang yang sejahtera aman dan tentram dapat tercapai, sebagai kekuatan dalam membangun kabupaten Sintang secara adil dan merata sehingga menjadi kabupaten yang bisa kita banggakan” ungkapnya.

    Baca Juga: Bupati Sintang Lantik 8 Camat & 111 Pejabat Struktural Lain

    “Wajah kebersihan kota Sintang harus diwujudkan yang mencerminkan aura positif dan penuh energik, dan harapannya agar para pemimpin di kabupaten Sintang bisa menjadi contoh dan teladan masyarakat. Majulah kotaku dan terwujudlah sebuah cita-cita mulia agar kota Sintang kelak berubah menjadi ibukota provinsi KAPUAS RAYA yang kita nantikan. Dirgahayu – Gayu Nyiru – Kotaku SINTANG” ungkap Budi tariu.

    Ketua forum Ketemenggungan Adat Dayak Kabupaten Sintang, Drs. Andreas Calon, mengutarakan, “jika mengikuti sejarah berdiri kota Sintang penuh dinamika dan melibatkan seluruh etnis, suku dan agama yang hidup di Sintang masa itu. Harapan ke depan perlu dilibatkan semua etnis, suku dan agama saat mempersiapkan perayaan hari jadi kota Sintang ini, dan masalah ini sudah kami sampaikan saat rapat di ruang rapat sekda Sintang, ada kurang lebih 16 suku di kabupaten sintang ini perlu dilibatkan secara aktif,” ungkapnya.

    Andreas, S.Th selaku ketua ASAP (Asosiasi Anak Peladang) kabupaten Sintang mengatakan bahwa “hari jadi kota Sintang adalah milik kita semua yang ada di kota Sintang ini, maka sepantasnya lah semua suku dilibatkan langsung untuk memeriahkan HUT kota Sintang ini, ungkapnya. Namun menurutnya bahwa hari jadi kota Sintang terkesan hanya di dominasi kaum yang tua, tanpa melibatkan kaum muda. Saya juga sudah pelajari kalau kedatangan JUBAIR di kota Sintang itu sebenarnya bukan 660  tahun yang lalu tapi lebih tua satu abad, yakni 760, dan menururut pengamatannya perayaan hari jadi kota Sintang masih terkesan belum melibatkan seluruh elemen masyarakat Sintang, dan kedepan hal tersebut harus menjadi evaluasi” uangkapnya.

    Yustinus, S.Pd.M.AP, ketua ISKA (Ikatan Sarjana Katolik Indonesia) Kabupaten Sintang, mengatakan bahwa “dengan perayaan hari jadi kota sintang ke-660 ini, harus bisa menjadi sebuah momentum energik dan dinamis yang semakin membawa masyarakat Sintang untuk semakin bersemangat dalam membangun keberagaman dan kebersaman di segala bidang,” tegasnya

    Ketua Ikatan Cendiakiawan Dayak Nasional (ICDN) Kabupaten Sintang, Sopian, S.Sos,M.Si, mengapresiasi perayaan Hut kota sintang ke-660 ini, karena ini bisa dijadikan moment untuk merekatkan persatuan dan kesatuan semua unsur yang ada di kabupaten Sintang.

    “Dengan Hut kota Sintang, kita angkat kembali budaya kehidupan sosial yang pernah diwariskan para leluhur sehingga nilai-nilai kerukunan dan kedamaian dijadikan tempat yang indah bagi anak cucuk kita” ungkapnya.

    “Kita harus menjaga daerah Sintang ini, kita harus tolak budaya-budaya luar yang bertentangan dengan budaya leluhur kita, seperti paham-paham radikalisme, paham intoleransi dan lainnya, dan menurut tokoh muda Dayak Uut Danum ini, semua elemen Sintang harus bersatu padu baik penduduk lokal maupun pendatang, dan harus diingat bahwa ada pepatah mengatakan “Dimana Tanah di Pijak di Situ Langit di Junjung” harus nyata” lanjut dosen Fisip Unka Sintang ini.

    Budaya Kehidupan Sosial

    “Hari jadi kota Sintang tidak cukup hanya diisi dengan bentuk perayaan seremonial saja” ungkap Drs. A.Tilla,M.Si selaku Dewan Pakar Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Kab. Sintang.

    “Kedepan perlu diprogramkan semacam sejenis kajian sejarah yang melibatkan semua unsur, datangkan ahli sejarah, saksi-saksi sejarah yang memiliki data dan fakta tentang berdirinya kota sintang” tambahnya.

    Menurut A.Tilla, kita masih harus mereview ulang sejarah Sintang, supaya kita tidak membuat cerita sejarah yang terkesan putus-putus, dan atau adanya perilaku narasi yang menghilangkan fakta sejarah.

    Melanjutkan keterangannya, mantan kepala dinas pariwisata kabupaten Sintang, menjelaskan perlu secara bersama atas dasar objektifitas dan kekeluargaan untuk melakukan pelurusan sejarah, seperti yang dapat diperoleh dari penuturan orang-orang tua bahwa di dalam museum Dara Juanti itu (sekarang Istana Alukaromah) pernah disimpan peninggalan sejarah berupa: 1). Tempayan lemak babi; 2). Meriam Mangku Malik; 3).Sirat Mangku Malik (dan informasi yang kami peroleh bukan sirat mangku Malik, tetapi milik Jubair), namun peninggalan itu tidak terlihat lagi. Menurutnya hal-hal seperti ini perlu kita cermati dan sikapi secara arif dan bijak tanpa bermaksud apa-apa, namun semata meluruskan sejarah supaya diketahui dan dipahami oleh generasi saat ini dan akan datang.

    “Upaya-upaya membuat duplikasi perlu dipikirkan oleh semua stakeholder Sintang” tegas kepala dinas pariwisata Sintang.

    “Tempat pemandian Dara Juanti dan makam Jubair yang terkesan kurang terurus perlu ada kebijakan renovasi. Meriam Mangku Malik sebagai emas kawin seorang tokoh asal Embaloh Kapuas Hulu dengan keponakan Dara Juanti perlu dijajaki rimbanya. Termasuk lokasi patung Putung Kempat (Putung Kempat adalah leluhur pendiri kota Sintang), Sumur garam di Dusun Suak Desa Manis Raya Kec. Sepauk, Situs Pangeran Muda anak Pangeran Kuning, Situs Perang Pandung atau Perang Mensiku, Situs Perang Raden Paku, situs Perang Panggi Rugguk dan Rangas (dari Batang Tuk Sungai Jungkit, yang bermuara ke sungai Belitang melewati desa Ensabang kec. Sepauk, Desa Ratu Damai-Ampuk, Desa Sejirak, Desa Baung Sengatap kec. Ketungau hilir), termasuk situs Bukit Kujau yang memilik garis sejarah dan cerita terhadap adanya kota sintang perlu diperhatikan sarana dan prasarana, dalam kacamata pariwisata” tegas A.Tilla.

    Baca Juga: Yaqut Cholil Qoumas – Kemenag Bersama Para Uskup Indonesia di Ambon, Ada Apa?

    Menurut cerita Bukit Kujau yang ada di Kecamatan Sepauk & Kec. Tempunak, merupakan situs pra sejarah asal mula penduduk daerah Sintang dimana hidup dan berdiam sepasang suami yang bernama SABUNG (EMBUN) MANGULUR dan istrinya PUKAT MENGAWAN yang memiliki 7 orang anak, yakni;

    • Puyang Gana (meninggal sebelum lahir),
    • Belang Pinggang;
    • Terentang Temanai;
    • Suluh Duik;
    • Buku Labuk;
    • PUTUNG KEMPAT;
    • Buih Nasi.

    Dari berbagai sumber dan cerita rakyat (folklore) diperoleh informasi bahwa PUTUNG KEMPAT adalah seorang Dayak yang menikah dengan Aji Melayu (saat ini makam Aji Melayu ada di Sepauk). Pernikahan Putung Kempat dengan Aji Melayu menurunkan Dayang Lengkong nikah dengan Patuh Selatung yang menurunkan putri bernama Dayang Randung, yang nikah dengan Adipati Selatung menurunkan Abang Panjang yang menurunkan Demong Karang, Demong Karang menurunkan Demong Kara (raja ke-6 kerajaan Sepauk) kemudian menurunkan Demong Irawan yang menurunkan Dara Juanti. Dara Juanti memiliki saudara laki-laki yang bernama Demong Nutup (Jubair 2), yang merantau ke jawa dalam wilayah kerajaan Majapahit, dan kepergian nya ini membuat Dara Juanti pernah mengganti kedudukannya sebagai petinggi karajaan Sintang masa itu, kemudian Dara Juanti menyusul kepergian saudaranya tersebut ke jawa, yang pada akhir atas peristiwa inilah Dara Juanti bisa bertemu dan akhirnya nikah dengan Patih Logender (jawa) dari karabat Kerajaan Majapahit.

    Rektor Universitas Kapuas Sintang, Dr. Antonius, S.Hut.MP, mengatakan bahwa perayaan Hut ini harus bisa membuat Sintang sebagai kota yang mampu mencatat peristiwa-peristiwa di setiap waktu, yang dapat menjadi petunjuk perubahan peradaban bagi setiap generasi.

    “Bahkan hingga kapanpun sepatut dan selayaknya setiap peristiwa sejarah  terdokumen dengan baik dan valid” ungkapnya.

    Menurut Doktor lingkungan alumni Brawijaya Malang ini, Sejarah yang baik dan benar tentu akan menjadi penyemangat untuk terus berkarya di Bumi Senentang ini. Selain itu yang terpenting makna perayaan Hut kota Sintang tahun 2022 ini harus menjadi perekat keberagaman elemen masyarakat Sintang tanpa terkecuali. “Keberagaman adalah suatu keniscayaan” tegas Antonius Putera Dayak Sintang ini.

    Baca Juga: Misa Minggu Panggilan Paroki Kristus Raja Sambas Pada Hari Minggu Doa Panggilan Sedunia Ke -59

    F.X. Murniyanto, S.Sos.M.Si salah seorang tokoh adat Dayak Uut Danum Sintang, mengungkapkan bahwa dengan perayaan hari jadi kota Sintang, harus terus mawas diri di semua level baik warga masyarakat, pejabat pemerintah termasuk TNI dan POLRI. Galang dan perkuat terus persatuan dan kesatuan kita orang Sintang dalam keberagaman, jangan mudah terpengaruh oleh pengaruh pihak luar Sintang yang cendrung ingin membuat kegaduhan, Sintang welcome untuk kemajuan dan perubahan, tapi bukan meniadakan tradisi-tradisi masyarakat Sintang yang sudah membumi selama ini. “Penyelenggara dan pejabat buat kebijakan yang populis untuk warga Sintang” tegas mantan camat Ambalau ini.

    Perayaan Hut kota Sintang ke-660 pada 10 Mei 2022 mengusung tema: BANGSA yang artinya “MEMBANGUN KEBERSAMAAN DALAM PERBEDAAN”.  Perayaan meliputi tiga acara di 3 lokasi, yakni; Upacara Peringatan Hari Jadi, jam 08.00 WIB di halaman kantor Bupati Sintang, Ziarah dan Launching Museum Pusaka Ningrat, jam 09.30 WIB di Istana Al Mukarramah Kesultanan Sintang, dan dilanjutkan Saprahan, jam 12.00 WIB, di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Sintang.

    Bupati sintang dr.H. Jarot Winarno yang didampingi unsur Forkompimda, saat sebagai inspektur upacara pada perayaan HUT kota Sintang ke-660 (Selasa, 10/5/2022) di Halaman Kantor Bupati Sintang, yang diikuti peserta upacara menggunakan pakaian dan busana adat masing-masing. Upacara perayaan diawali dengan perarakan Sultan Sintang Pangeran Prabu Kesuma Negara VI Pangeran Raden Barry Danu Brata Perdana yang didampingi Permaisuri membawa replica Burung Garuda (replica Burung Garuda ini salah satu bukti hantaran Patih Logender ketika meminang Dara Juanti), dan juga oleh Sultan Hamid II Pontianak Replica Burung Garuda ini dijadikan idenya ketika masa Pemerintahan Presiden RI Soekarno menyelenggarakan sejenis sayembara untuk membuat Lambang Negara Garuda Pancasila masa itu.

    “Kita harus terus merawat warisan yang diberikan figur Jubair Irawan 1 yang pernah punya cita-cita menyatukan perbedaan di Sintang melalui simbol dengan menempatkan lokasi pusat kerajaan Sintang pada pertemuan alur sungai Kapuas dan alur sungai Melawi yang saling bertentangan dan Lokasi itu dinamakan Senentang yang menjadi Sintang” tegas Bupati Sintang dr.H. Jarot Winarno.

    Baca Juga: Peletakan Batu Pertama Asrama Bhineka, Uskup Agustinus Berikan Pembangunan Terbaik untuk Anak Kampung

    Jarot Winarno mengajak masyarakat Sintang untuk lebih banyak berkorban dari pada menuntut. Banyaklah berkarya daripada membuat masalah, lakukan silahturahmi yang diistilahkan beliau dengan “RANDAU GAOK”, daripada bertikai membuat konflik atau kegaduhan.

    “Keragamaan dan perbedaan bumi Sintang sejak dari dahulu sudah ada, jangan dijadikan persoalan lagi di masa ini dan akan datang. Karena masih dalam suasan Idul Fitri 1443/2022M dengan hati yang tulus saya mengucapkan selamat hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah bagi umat Muslim yang merayakannya, dan mohon maaf lahir dan batin untuk kita semua” ungkap Jarot Winarno.

    Perayaan HUT Sintang diikuti serangkaian acara, yakni; pemotongan tumpeng oleh Bupati Sintang yang diserahkan kepada Sultan Sintang,  penyerahan piagam perhargaan dari Kemendagri kepada Bupati Sintang yang disampaikan Kepala Badan Kesbangpol kabupaten Sintang, Kusnidar,S.Sos,MM, penghargaan ini sebagai bukti Sintang sudah membentuk Gugus Tugas Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) Kab. Sintang. Kegiatan perayaan dilanjutkan ziarah dengan menaburkan bunga di makam Jubair Irawan 1 yang berlokasi di Kelurahan Kapuas Kiri Hilir Kecamatan Sintang.

    Terkait makam Jubair Irawan 1, diusulkan oleh H.Ade Kartawijaya  selaku ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) kabupaten Sintang supaya pemda kabupaten Sintang membuat sebuah prasasti yang bertuliskan “Disini dimakamkan Pendiri kota Sintang, hari Jadi kota Sintang 10 Mei 1362 Masehi, dan juga bisa dibuat lambang makam Hindu, karena masa itu Jubair Irawan pemeluk agama Hindu.

    Kemudian kegiatan perayaan dilanjutkan dengan penanda tanganan prasasti penggunaan operasional Museum Pusaka Ningrat Istana Al-Mukarramah Kesultanan Sintang. Adanya Museum ini merupakan CSR dari PT Pertamina, dalam keterangannya Gusti Sumarman, SH selaku kerabat Keraton Sintang mengutarakan pembangunan museum ini selama 6 bulan dan koleksinya seperti Lambang Burung Garuda, barang-barang hantaran pinangan Patih Logender kepada Dara Juanti, ada Gong, ada 6 pucuk meriam, mata uang, dan koleksi-koleksi foto.

    Sebagai acara puncak dari kegiatan perayaan HUT kota Sintang ke-660, dilanjutkan makan bersama yang disebut dengan istilah “SAPRAHAN”, dihadiri unsur Forkompimda kabupaten Sintang, Sekda Sintang, Wakil ketua DPRD Sintang, pimpinan OPD kabupaten Sintang, ketua Tim Penggerak PKK kabupaten Sintang, Tokoh Adat, Tokoh perwakilan lintas etnis. Dan menurut keterangan sekda Kabupaten Sintang selaku ketua panitia, Dra.Yosepha Asnah, M.Si mengatakan perayaan HUT kota Sintang ke 660 ini, panitia juga menyelenggarakan seminar di Rumah Adat Melayu Tepak Sireh di Jl.Y.C,Oevang Oeray Sintang, serta kegiatan diskusi-diskusi di Rumah Betang Dayak “Tampun Juah” yang berlokasi di Desa Jerora 1 jalan Kelam Sintang.

    Misa Minggu Panggilan Paroki Kristus Raja Sambas Pada Hari Minggu Doa Panggilan Sedunia Ke -59

    Misa Minggu Panggilan Paroki Kristus Raja Sambas - Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Sambas – Tuaian begitu banyak, namun pekerja sedikit (Luk 10 : 2). Hal ini terjadi dalam banyak bidang, tak terkecuali dalam Hidup Bhakti. Menjadi seorang imam adalah sebuah panggilan hidup bahagia.  Dengan menjadi imam, kita diajak menjadi hidup lebih kudus, lebih total melayani Allah bersama umat, lebih mampu membangun komitmen untuk hidup lebih setia, taat, dan tidak terikat pada hal-hal duniawi.

    Hidup menjadi semakin seperti Yesus Sang Gembala Baik. Hari ini 8 Mei 2022 gereja merayakan hari minggu panggilan sedunia ke–59. Adapun tema hari minggu panggilan sedunia ke-59 adalah: Kita Semua Di Panggil Menjadi Sahabat Seperjalanan.

    Baca Juga: Secuplik Tentang Kongregasi Fransiskanes Sambas (KFS)

    Tak kalah penting juga di paroki Kristus Raja Sambas  pada misa hari minggu Doa Untuk Panggilan sedunia ke-59, Misa dipimpin oleh Pastor Masseo Clinton OFMCAP, pada  tanggal  8/5/2022  seksi panggilan mengadakan misa panggilan dengan menampilkan anak-anak Misioner yang menggunakan kostum biarawan biarawti cilik, berkaloborasi dengan kauam awan cilik dari kalangan pemerintahan, abdi negara, para penari untuk memperkenalkan kepada anak misioner kehidupan biarawan biarawan/biarawati, ordo dari berbagai tarekat lembaga hidup bakti.

    Gembala Baik

    Kita bersama-sama bergandengan tangan menuju gereja yang hidup, bahwa pilihan itu pada akhirnya satu tujuan yang sama mencari kerajaan Allah di tengah dunia dan perkembangan zaman ini oleh sebab itu dalam gereja katolik harus tetap menjaga dan melestarikan kekayaan iman dengan pilihan hidup seperti berikut ini :

    1. Pilihan hidup khusus mengereja menjadi pastor, suster, bruder, dan frater.
    2. Dan panggilan hidup berkeluarga.

    Dengan kekayaan ini Gereja katolik diseluruh dunia memperingati dan merayakan hari doa mohon panggilan sedunia. Hal ini, patut kita syukuri dalam gereja, karena panggilan hidup bakti merupakan panggilan khusus dan menjadi penting demi kelangsungan hidup dan karya misi gereja.

    Mari kita bersama bergandengan tangan dan berjalan bersama dalam mewujudkan “Menuju Gereja Sinode: Persekutuan, Partisipasi, dan Misi.

    Panggilan

    Menjaga dan melestarikan kekayaan-kekayaan dalam gereja sampai ke anak cucu kita, menjaga iman, menanamkan iman sejak dini dan memperkenalkan kekayaan dalam hidup dan pelayanan gereja kepada anak-anak kita dan terus memotivasi anak-anak muda untuk ikut ambil bagian dalam hidup mengereja.

    Baca Juga: Yaqut Cholil Qoumas – Kemenag Bersama Para Uskup Indonesia di Ambon, Ada Apa?

    Mengingat benih panggilan biasanya tumbuh subur di kalangan mereka, yang mulai mengambil bagian tugas pelayanan dalam lingkungan Gereja sejak mereka masih usia anak. Memperkenalkan kepada anak-anak dan remaja tentang gambaran kehidupan/profil dari biarawan/biarawati. Hal ini secara tidak langsung menumbuhkan cita-cita untuk menjadi pastor, bruder dan suster.

    Karena tanggung jawab tumbuh suburnya panggilan hidup bhakti bukan hanya seorang imam, suster, atau bruder saja, tetap juga tanggung jawab setiap umat kristiani.

    Yaqut Cholil Qoumas – Kemenag Bersama Para Uskup Indonesia di Ambon, Ada Apa?

    Tahbisan Uskup baru untuk Keuskupan Amboina, Mgr. Seno Ngutra – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Ambon – Uskup Keuskupan Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus turut menghadiri pentahbisan Uskup baru untuk Keuskupan Amboina, yaitu Mgr. Seno Ngutra pada 23 April 2022 lalu di Katedral Santo Fransiskus Xaverius Kota Ambon.

    Uskup Agustinus turut menghadiri acara pentahbisan Mgr. Seno dan sekaligus mengikuti pertemuan para Uskup Indonesia bersama mentri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada 23 April 2022 menyampaikan sejumlah poin-poin kehadiraan Kemenag di sana.

    Baca Juga: Perayaan 25 Tahun Imamat 3 Imam MSC, Uskup Agustinus Ingatkan untuk Wartakan Kabar Gembira

    Sebagai Kementrian Keagamaan Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas hadir di Ambon bertepatan pada Pentahbisan Mgr. Seno Ngutra sekaligus momen bertemu dengan para Uskup Indonesia pada Sabtu 23/4/2022 di Ambon.

    Pertemuan Menteri Agama dengan para Uskup Indonesia yang menghadiri acara tahbisan Uskup Amboina, dilaksanakan di geduang Catholic Centre, Keuskupan Amboina.

    Poin kesepakatan

    Momen langka itu ternyata Kementrian Agama, Yaqut Cholil Qoumas  hadir dengan para Uskup Indonesia bertujuan untuk menyepakati dan menyampaikan rencana Kementrian Agama dengan para Uskup.

    Poin yang pertama yaitu menyepakati, nomenklatur “Hari Raya” -Kenaikan Isa Almasih” diganti dengan “Kenaikan Tuhan Yesus”. Kemudian sekaligus menyepakati juga Wafat “Isa Almasih” diganti dengan  Wafat  “Tuhan Yesus”.

    Baca Juga: Peletakan Batu Pertama Asrama Bhineka, Uskup Agustinus Berikan Pembangunan Terbaik untuk Anak Kampung

    Selanjutnya poin pokok ke dua yang disampaikan Yaqut Cholil Qoumas yaitu tentang Pemerintahan bersama Kemenag akan membangun Katedral di IKN, untuk itu sangat diperlukannya koordinasi dengan Keuskupan Agung Samarinda.

    Pokok pertemuan yang ketiga, Kemenag Yaqut Cholil Qoumas akan ke Vatikan untuk mengundang kembali Paus datang ke Indonesia, yang tempo hari sempat tertunda.

    Perayaan 25 Tahun Imamat 3 Imam MSC, Uskup Agustinus Ingatkan untuk Wartakan Kabar Gembira

    Perayaan 25 Tahun Imamat 3 Imam MSC – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Manado – Uskup Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus turut menghadiri perayaan 25 tahun imamat pada 25 April 2022 pukul 10.00 WITA yang dirayakan oleh RP. Aloysius Ho Tombokan MSC, RP. Apolineris Miller Senduk MSC, RP. Robertus Bob Rarun MSC.

    Sejak ditahbiskan menjadi imam di Katedral Manado pada tanggal 12 April 1997 tepatnya 25 tahun lalu RP. Aloysius Ho Tombokan MSC, RP. Apolineris Miller Senduk MSC, RP. Robertus Bob Rarun MSC mulai sejak saat itu juga.

    Tiga imam tersebut diutus melayani kemana-mana menebar dan menabur keharuman dan kedahsyatan kasih hati Maha Kudus Yesus lewat hidup Imamat dan sebagai biarawan MSC.

    Baca Juga: Misa Syukur Imamat ke-16 Romo Robini, OP

    Tepat pada 25 April 2022 mereka pulang kampung alias mudik bersama keluarga, sahabat, kenalan, dosen dan teman-teman Imam menyatukan syukur dan pujian pada Tuhan sang pencipta hingga panggilan yang menyatakan kesetiaannya pada para imamnya dengan perayaan syukur 25 tahun menjadi imam.

    Dihadiri Empat Uskup

    Bertempat di Century Kapel Bunda Hati Kudus di Puncak dengan lokasi diapit gunung gemunung yang seolah berteduh di lautan biru bersama empat Uskup dan teman-teman imam, dirayakanlah misa syukur.

    Bersama Uskup Keuskupan Banjarmasin Mgr. Petrus Boddeng Timang,  Uskup dari Keuskupan Agung Kupang Mgr. Petrus Turang, Uskup dari Keuskupan Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus dan Uskup Keuskupan Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, M.S.C. sebagai tuan rumah merayakan perayaan syukur 25 tahun Imamat.

    Perayaan itu dihadiri oleh sahabat, teman, donatur, kenalan dari Australi, Jakarta, Pontianak, Makassar, Merauke dan kerabat lainnya.

    Pesta Perak 25 tahun Imamat Mereka “Pulkam”

    Dalam perayaan itu Uskup Petrus Turang mengaku sejak  mengenal Pastor Aloysisus Ho dari kecil, dibalik gerobak sayur beberapa puluh tahun lalu bangga menyaksikan Pastor Ho yang kini sebagai imam berkeliling menawarkan kabar gembira penuh sukacita dimana-mana.

    Baca Juga: Monsinyur Turro, yang Berusia 100 Tahun dan Dikenal Karena Homilinya yang Singkat dan Kuat

    Uskup Agustinus dari Keuskupan Agung Pontianak juga sangat mensyukuri perutusan Pastor Ho saat ini di Pontianak.

    Menurut Uskup Agustinus, Pastor Ho telah ikut membawa banyak harapan dan semangat baru pada pembangunan rohani maupun fisik di pusat Keuskupan Agung Pontianak.

    Sama halnya dengan Uskup Benedictus Estephanus Rolly Untu, seraya melantunkan pantun menyapa dan menyanjung Pastor Ho, Pastor Bob dan Pastor Miller karena sudah bekerja baik dan bagus dimana-mana.

    “Syukur bahwa kini mereka pulang merayakan pesta imamatnya di kampung halaman,” kata Uskup Benedictus Estephanus Rolly Untu sembari berkelakar seolah mau berkata jangan lupa juga berkarya di Keuskupan Manado.

    Penebar Kabar Gembira

    Dalam sambutan Pastor Bob, Pastor Miller dan Pastor Ho seolah sepakat untuk berseru lewat sharing mereka.

    Mereka bersyukur atas karunia ketaatan dan kesetiaan yang membawa mereka pada kebahagiaan sebagai imam dan biarawan MSC selama 25 tahun lalu.

    Baca Juga: Mengenal Tarekat MSC (Societas Missionarium sacratissimi Cordis Iesu)

    Mereka berharap semangat imam mereka dirayakan juga untuk 25 tahun ke depan.

    Sebagai penutup Uskup Agustinus berpesan kepada semua umat yang hadir merayakan perayaan itu untuk menjadi pewarta kabar gembira.

    “Ini ada tiga Imam merayakan pesta perak Imamat dengan taat dan setia. Jangan kita hanya mudah mewartakan gosip kabar-kabar negatif tentang para imam tapi wartakanlah juga kesetiaan totalitas dedikasi dan penyerahan hidup mereka bagi Tuhan,” kata Uskup Agustinus.

    Proficiat 25 Tahun Imamat (25 April 2022) untuk Pastor Aloysius Ho Tombokan MSC, Pastor Apolineris Miller Senduk MSC, dan Pastor Robertus Bob Rarun MSC. Tuhan memberkati.

    Peletakan Batu Pertama Asrama Bhineka, Uskup Agustinus Berikan Pembangunan Terbaik untuk Anak Kampung

    Peletakan Batu Pertama Pembangunan Asrama Bhineka – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Singkawang – Peletakan batu pertama pembangunan Asrama Bhineka di Kompleks Persekolahan Katolik Nyarumkop pada 7 April 2022 oleh Uskup Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus dipersembahkan untuk anak-anak kampung.

    Pernyataan itu dengan terang Uskup Agustinus sampaikan dalam setiap momen pertemuan dan homilinya dimanapun ia berada.

    Mulai bertugas di Keuskupan Agung Pontianak, konsentrasi Uskup Agustinus salah satunya menyoroti pendidikan di Kalimantan.

    Baca Juga: Paskah yang Memulihkan Kehidupan Dan Perdamaian

    Pertama-tama mengambil alih pengelolan STKIP Pamane Talino Ngabang, pembenahan sekolah-sekolah Katolik di wilayah Keuskupan Agung Pontianak hingga pembangunan dan pengadaan alat untuk Persekolahan Katolik Nyarumkop.

    Prihatin dengan Nyarumkop

    Dari dulu hingga Uskup Agustinus bertugas di wilayah Keukupan Agung Pontianak, ia melihat tidak ada perubahan dari bangunan, sistem dalam pendidikan, keuangan, dan penataan kompleks Persekolahan Nyarumkop.

    Selain itu, Uskup Agustinus juga melihat dari zaman-nya hingga kedatangannya di Keuskupan Agung Pontianak asrama masih melantai, dapur masih gaya lama, karena kondisi itulah yang memprihatinkannya.

    Semenjak kedatangan Uskup Agustinus dan menjadi Uskup Agung Pontianak, Bapa Uskup berupaya untuk merombak itu baik dari dalam maupun dari luar. Sepenggal kalimat yang paling sering Bapa Uskup lontarkan yakni tentang pendidikan untuk orang kampung jangan biasa-biasa.

    Baca Juga: Perayaan Paskah di Gereja Katolik Paroki Santo Yohanes Pemandi Pahauman

    Artinya, justru untuk anak kampung pendidikan dan fasilitas harus dilengkapi dan harus lebih baik. Dalam Peletakan batu pertama pembangunan Asrama Bhineka Persekolahan Katolik Nyarumkop pada 7 April 2022, Uskup Agustinus mengungkapkan bahwa pembangunan gedung ini akan dilengkapi dengan fasilitas terbaik untuk anak-anak.

    “Untuk orang kampung justru harus berikan yang terbaik, karena dari situlah mereka belajar bagaimana menggunakan dan belajar hidup layaknya di kota,” kata Uskup Agustinus (7/04/2022).

    Untuk Orang Kampung

    Dalam kesempatan lain dihari yang sama, obrolan makan siang bersama para imam, suster, frater dan awam di pastoran Nyarumkop. Uskup Agus kembali menegaskan pernyataan dan fokusnya tentang pendidikan untuk anak-anak kampung.

    Baca Juga: Pertama Kalinya Penyerahan Bantuan Bus Sekolah Kementrian Perhubungan ke Persekolahan Nyarumkop

    Dalam perbincangan siang itu, Uskup Agustinus mengatakan: “Jangan hanya orang kota saja yang mendapat fasilitas lengkap, lalu orang kampung yang sederhana. Jangan! Itu keliru. Justru fasilitas untuk orang kampunglah yang harus lebih baik, itulah yang disebut dengan belajar,” tandas Uskup Agustinus saat makan siang.

    Ibadat peletakan batu pertama pagi itu, dihadiri oleh sejumlah imam Kapusin, Jesuit, Diosesan, bruder, suster dan awam. Dilapangan yang telah dibersihkan itu, tampak sekitar 20-an orang yang turut mendoakan peletakan batu pertama pembangunan Asrama Bhineka.

    PMKRI Pontianak Bersama Gereja Katedral Pontianak Berbagi

    Dokumentasi - Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Pontianak – Selasa (19/04/2022) PMKRI Pontianak bersama Gereja Katedral Pontianak melakukan aksi kemanusian dengan berbagi telur paskah pada kalangan mahasiswa dan masyarakat.

    Hal ini dilakukan sesuai dengan semangat tema paskah tahun 2022 “Semakin mengasihi, semakin peduli, semakin bersaksi”. Tentunya tema tersebut diwujudkan dalam tindakkan nyata dalam mengasihi dan kepedulian sesama manusia.

    Endro Ronianus selaku ketua baru PMKRI Pontianak berharap semoga bantuan ini berguna dan bermanfaat bagi penerima.

    Kemanusiaan

    “Bantuan kita bersama gereja katedral Pontianak tidak seberapa dan semoga membantu, kedepannya kita tetap berkomitmen dan kosisten melakukan aksi kemanusiaan sebagai bentuk keterlibatan PMKRI dalam kehidupan masyarakat” ujar Endro.

    PMKRI Pontianak berharap Pemerintah juga meningkatkan aksi kemanusiaan yang tepat sasaran agar terwujudnya keadilan sosial.

    Baca Juga: Orang Muda Katolik Menginspirasi

    “Bicara aksi kemanusiaan saya berpikir pemerintah harus menjadi teladan dalam menerapkannya, maka kita berharap aksi-aksi sosial dari pemerintah harus ditingkatkan dan dilakukan secara masif kedepannya” ujar Endro.

    PMKRI Pontianak juga mengucapkan terima kasih kepada Gereja Katedral Potianak atas kepercayaan dan kerjasamanya dalam aksi kemanusiaan ini.

    Perayaan Paskah di Gereja Katolik Paroki Santo Yohanes Pemandi Pahauman

    Paroki Santo Yohanes Pemandi Pahauman – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Pahauman – Perayaan Paskah dirayakan setiap satu tahun sekali disetiap Gereja Katolik. Terkhusus juga di Gereja Katolik Paroki Santo Yohanes Pemandi Pahauman (17/4/2022).

    Paskah merupakan perayaan kebangkitan Yesus yang telah mengubah jalan hidup manusia. Kebangkitan Yesus telah membawa perubahan status dan memberikan transformasi dalam hidup.

    Pastor Paroki Santo Yohanes Pemandi Pahauman Oktavianus Gerotek, OFM.Cap memaknai Paskah ini sebagai upaya bangkit bersama Tuhan.

    “Dengan merayakan paskah ini bangkitlah bersama Yesus dalam setiap tindakan nyata hidup sehari-hari bergereja, bermasyarakat beriman”.

    Gereja Paroki Santo Yohanes Pemandi Pahauman menjadwalkan misa perayaan Hari Raya Paskah ini diadakan dua kali yaitu pada pukul 06.00 WIB dan pukul 08.00 WIB.

    Baca Juga: Orang Muda Katolik Menginspirasi 

    Perayaan misa berjalan sesuai harapan dari panitia penyelenggara yaitu dengan keadaan aman dan tertib.

    Juga mengingat disituasi yang masih pandemi ini umat harus tetap menjaga satu sama lain dengan penerapan protokol kesehatan.

    Dengan penuh rasa syukur umat Paroki Pahauman menyelesaikan perayaan misa Paskah ini.

    Perayaan Paskah  

    Meski demikian ditahun ini perayaan misa masih harus diselenggarakan di gereja sementara karena gereja paroki yang masih dalam tahap pembangunan.

    Harapan dari umat, misa Paskah ditahun berikutnya bisa diselenggarakan di gereja paroki yang sudah selesai dibangun. Dalam hal ini bapak Bernadus sekaligus juga sebagai Koordinator seksi Humas panitia pembangunan gereja paroki Santo Yohanes Pemandi Pahauman menyampaikan harapannya kepada setiap umat gereja.

    “Pembangunan gereja kita ini belum rampung seperti yang kita saksikan banyak umat yang tidak bisa duduk dan harus ditenda karena kondisi gereja kita yang belum rampung. Harapan kita kepada seluruh umat sebagaimana pada kothbah kita sudah disinggung oleh pastor pekerjaan kita semuanya tanggung jawab kita bersama”.

    Baca Juga: Paskah yang Memulihkan Kehidupan Dan Perdamaian

    Kemudian bapak Bernadus selaku panitia menghimbau kepada seluruh umat untuk bekerja bersama.

    “Potensi kita enam puluh ribu lebih jiwa warga katolik Pahauman, kalau semua merasa terpanggil dan mau berpartisipasi, sehingga saya kira tidak terlalu sulit merampungkan pekerjaan pembangunan Gereja kita ini, jadi pada intinya saya menghimbau kepada seluruh umat mari kita sama-sama menyelesaikan proses pembangunan gereja kita ini” ujarnya.

    Pastor Paroki, DPP,  Suster, OMK, Bapakat, WK dan seluruh umat Paroki Santo Yohanes Pemandi Pahauman mengucapkan Selamat Hari Raya Paskah

    “Tak Terpisahkan dari Kasih Allah”

    Bdk. Roma 8:38-39

    Orang Muda Katolik Menginspirasi

    Dokumentasi Kegiatan Rapat OMK Paroki St. Agustinus dan Matias Darit – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Darit – Rapat pleno Orang Muda Katolik Separoki Darit yang dilaksanakan pada Sabtu, 1 April 2022 dimulai pukul 15.00 WIB – selesai, tempat kegiatan di Bukit Hati Kudus Setolo Darit, jumlah peserta yang ikut dalam rapat sekitar 100 lebih peserta dari seluruh stasi yang ada di wilayah paroki Darit.

    Adapun rapat ini didampingi oleh Pastor Bento MSC selaku fasilitator dan dipandu langsung oleh Yudi ketua Orang Muda Katolik Paroki St. Agustinus Dan Matias Darit, Yudi menyampaikan maksud dan tujuan diadakanya rapat ini yaitu untuk memupuk kembali tali persaudaraan diantara Orang Muda Katolik yang ada diwilayah Paroki darit dikarenakan sudah hampir dua tahun belakangan Orang Muda Katolik tidak pernah mengadakan kegiatan di karenakan situasi masih pandemi.

    Baca Juga: Paskah yang Memulihkan Kehidupan Dan Perdamaian

    Pertemuan ini juga mengagendakan bahwa nanti akan mengadakan kegiatan Kirab Salib Orang Muda Katolik, Kirab Salib ini dilangsungkan pada Minggu 24 April 2022 di stasi Peluntan dan perayaan puncaknya pada 22-24 Juli 2022 di Stasi Berinang Mayun sekaligus pembukaan TROMK (Temu Raya Orang Muda Katolik) Ke-6.

    “Harapannya semoga kegiatan yang akan datang dapat berjalan lancar dan mohon dukungannya untuk kita semua” tutur Yudi.

    TERBARU

    TERPOPULER