Monday, May 18, 2026
More
    Home Blog Page 137

    Pekan Suci Minggu Paskah – Tes

    Tes GTerbit

    Paskah yang Memulihkan Kehidupan Dan Perdamaian

    Dokumentasi Misa Minggu Palma – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Sambas – Sebanyak 31,362 jiwa umat Katolik  yang tersebar di 4 Lingkungan Kota Sambas dan 55 Stasi di 4 Kecamatan wilayah Paroki Kristus Raja Semesta Alam Sambas mulai memasuki Masa Pekan Suci (Jumlah umat bersumber dari Data Sekretariat Paroki per 20 November 2021).  Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Regio Kalimantan telah menetapkan tema Aksi Puasa Pembangunan 2022 adalah “Yesus Menyembuhkan dan Memulihkan Kehidupan”.

    Tema tersebut dipilih dengan dua pertimbangan: Pertama, Pandemi Covid-I9 selain membawa dampak Iuar biasa dalam berbagai bidang kehidupan, baik di bidang kesehatan, sosial, ekonomi, pendidikan dan Iingkungan, juga secara tidak langsung membuat manusia berefleksi, bahwa kemajuan teknologi yang mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan dapat membawa manusia terjerumus dalam jurang ketidakadilan dan penistaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Oleh karena itulah situasi ini memerlukan tindakan penyembuhan  yang berakar dari Sang Juruselamat, Tuhan Yesus sendiri.

    Kedua, pandemi Covid-19 telah menyebabkan bukan hanya banyak orang terpapar oleh virus ini, tetapi banyak sahabat, kenalan, mungkin keluarga kita sendiri akibat virus Covid-19. Situasi ini tentu perlu dipulihkan dengan bertobat, meninggalkan segala dosa, dan  hidup dipimpin oleh Roh Kudus.

    Baca Juga: Peran Kaum Muda Saat Ini Sangat Penting Untuk Hidup Mengereja

    Pastor Kepala Paroki Kristus Raja Semesta Alam Sambas RP. Franciscus Cahyo Widiyanto, OFMCap menyampaikan bahwa Paskah tahun 2022 ini merupakan Paskah yang penuh sukacita.

    “Semangat kebangkitan Kristus semakin meneguhkan iman kepercayaan umat, untuk hidup solider dengan sesama (khususnya yang menderita), menciptakan perdamaian dengan semua orang, bersikap saudara terhadap sesamanya, dan menjaga agar lingkungan hidup tetap kondusif dan terjaga untuk pertumbuhan hidup manusia yang sehat,” kata Pastor Cahyo.

    Secara khusus, Ketua Panitia Paskah 2022 Ir. RR. Modesta Susana menjelaskan bahwa Rangkaian Pekan Suci Paskah 2022 dilangsungkan selama 5 hari. Dimulai dari Minggu Palma (10 April 2022), Kamis Putih (14 April 2022), Jumat Agung (15 April 2022), Sabtu Suci (16 April 2022), dan Hari Raya Paskah (17 April 2022).

    Pekan Suci

    “Perayaan Pekan Suci Paskah tahun ini tetap dilaksanakan dalam suasana Pandemi Covid-19, sehingga Panitia akan memastikan umat yang hadir mematuhi protokol kesehatan yang telah ditentukan oleh Pemerintah,” kata Modesta.

    Modesta juga menyampaikan mengenai jadwal misa selama Pekan Suci yang akan dilaksanakan oleh Paroki Kristus Raja Semesta Alam Sambas adalah sebagai berikut :

    1. Kamis Putih : Hari Kamis, 14 April 2022 Jam 18.00 WIB
    2. Jumat Agung : Hari Jumat, 15 April 2022

    Ibadat Jalan Salib Pukul 07.00 WIB

    Ibadat Jumat Agung I Pukul 15.00 WIB

    Ibadat Jumat Agung 2 Pukul 18.00 WIB

    1. Vigili Paskah : Hari Sabtu, 16 April 2022

    Misa 1 Pukul 18.00 WIB

    Misa 2 Pukul 20.00 WIB

    1. Hari Raya Paskah : Hari Minggu, 17 April 2022

    Misa  1 Pukul 08.00

    Misa  2 Pukul 17.00

    Baca Juga: Pemberkatan dan Pengukuhan Dewan Pastoral Paroki Kristus Raja Sambas

    Untuk memastikan rangkaian Pekan Suci berjalan dengan aman dan tenang, Panitia Paskah 2022 telah berkoordinasi dengan mengirimkan surat kepada pihak keamanan. Selain itu, panitia juga menyiapkan kelengkapan protokol kesehatan yang ditentukan pemerintah, seperti sarana cuci tangan pakai sabun, pengukur suhu tubuh, masker dan hand sanitizer. Panitia juga akan melakukan pengaturan yang diperlukan agar lingkungan gereja lebih steril dari kemungkinan gangguan keamanan,

    Seksi Humas Yakob Pujana, yang juga adalah pengurus inti Dewan Pastoral Paroki dan Ketua Fraksi PKB DPRD Kab. Sambas, menyampaikan bahwa Dewan Pastoral Paroki sangat memperhatikan hubungan antar umat beragama di Kabupaten Sambas. Paskah tahun ini juga merupakan momentum untuk terus saling meneguhkan antar sesama umat.

    “Kami berharap Paskah 2022 membawa kedamaian antar umat dan perdamaian di antara mereka yang berselisih. Semoga kita semua dapat terus saling menguatkan antar umat beragama,” kata Yakob Pujana.

    Peran Kaum Muda Saat Ini Sangat Penting Untuk Hidup Mengereja

    Dokumentasi Kegiatan Rekoleksi Paroki Kristus Raja Sambas – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Sambas – Dalam rangka menyambut Hari Panggilan Sedunia yang bertepatan pada bulan  Mei tanggal 8 minggu paskah ke-2 tahun 2022, Dewan Pastoral Paroki (DPP) Kristus Raja Sambas dari seksi panggilan bekerja sama dengan seksi pendidikan mengadakan kegiatan aksi panggilan dan rekoleksi bersama orang muda katolik tingkat SMU dari kelas X sampai kelas XII.

    Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah Subah, dengan jumlah peserta yang hadir 57 siswa/i dengan menerapkan prokes Covid-19. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan tokoh –tokoh yang berperan penting dalam pelayanan gereja katolik, seperti para imam, suster, frater, bruder serta kaum awam yang berperan aktif dalam pelayanan gereja. Dengan tema: Panggilan Dalam Hidup Mengereja Khatolik & Peranan Anak Dalam Gereja Katolik “Satu Hati, Satu Iman, Satu Pelayanan”.

    Baca Juga: Sosialisasi TPE 2020, APP 2022 dan Program Kerja Dewan Paroki Sambas

    Dalam kegiatan ini hadir juga guru agama pendamping dari siswa, Bapak bernadus. S.Ag dan pastor Masseo Clinton, OFMCAP. Dan acara pengenalan tarekat dari: Kongregasi Fransiskanes Sambas (Pengenalan tarekat oleh  Sr. Maria Hilda, KFS dan postulan KFS), Kongregasi Bruder MTB  (dibawakan oleh Br. Agustinus, MTB) serta dari Ordo OFMCAP Pontianak (pengenalan tarekat oleh P. Masseo Clinton, OFMCAP dan Frater Nata OFMCAP) acara di tutup dengan misa penutup yang di pimpin oleh RP. Masseo Clinton, OFMCAP. Dan pemateri untuk pendididan dari tim katekese oleh Juli Sunarti, S.Pd

    Panggilan

    Dalam kata sambutan ketua panitia kegiatan Rekoleksi Panggilan dan Pendidikan dari koordinator seksi pendidikan Lidiana, S.Pd menyampaikan bahwa acara ini berkolaborasi dengan seksi pendidikan dan seksi panggilan, awalnya kami bertujuan untuk mengabungkan seluruh pelajar SMU sederajat kelas XII yang beragama katolik yang berada di kota Sambas, wilayah Subah dan wilayah Sajingan Besar. Rencana dipusatkan di Sambas, namun mengingat dan menimbang mengenai transportasi dan keselamatan dalam perjalanan, kami memutuskan untuk memilih wilayah Subah sebagai tempat pelaksanaannya.

    “Kegiatan ini merupakan kegiatan perdana, kegiatan ini juga untuk menumbuhkan benih-benih panggilan dalam diri kaum muda katolik untuk menjadi imam, suster, dan bruder serta menjadi orang muda katolik yang berkarakter untuk keluarga, masyarakat dan gereja” papar Lidiana, S.Pd

    Baca Juga: Paus Fransiskus Menghormati Kekuatan Pemersatu Olahraga Di Penonton

    “Peran kaum muda saat ini sangat penting untuk hidup mengereja, sebagai orang muda harus punya semangat dan cita-cita luhur dalam mengembangkan diri menjadi pribadi yang berlandaskan  iman katolik, rendah hati, berkarakter dan mempunyai pribadi yang beratitude” ungkap Yasriadi, S.IP pihak DPP daalam sambutannya pada acara pembukaan.

    Selain itu Yasriadi, S.IP juga menyampaikan bahwa untuk terlibat aktif dalam hidup menggereja kaum muda harus mempunyai kesadaran dalam dirinya. Kesadaran dalam diri kaum muda tersebut tidak tumbuh begitu saja tetapi memerlukan proses. Dalam proses tersebut kaum muda membutuhkan suatu pengarahan, bimbingan dan dukungan dari orang-orang sekitar. Dengan begitu kaum muda akan semakin menyadari perannya sebagai umat katolik yang mengimani Yesus Kristus dengan aktif terlibat dalam hidup menggereja.

    Hidup Menggereja

    “Untuk menjadi biarawan/ biarawati baik itu pastor, suster, frater, dan bruder dicari orang yang mau bekerja keras, mau tidak menikah, berkarir namun tak mendapat upah sebagai guide dan pelayan bagi orang-orang yang hilang, miskin, lapar dan berbeban berat karena tidak dapat menemukan Allah, tidak dapat menemukan diri mereka sendiri, tidak dapat pula menemukan cinta atau sesamanya” papar Sr. Maria Hilda, KFS selaku koordinator seksi panggilan.

    Baca Juga: Secuplik Tentang Kongregasi Fransiskanes Sambas (KFS) 

    “Harus membawa persediaan energi: pengabdian, keceriaan, kecerdasan, dan keteguhan hati untuk berbagi dengan dunia yang hanya memiliki sedikit pengabdian, sedikit keceriaan, sedikit kecerdasan dan sedikit keteguhan dan ketulusan. Gaya hidup untuk bertanggung jawab seumur hidup terhadap suatu karir, tugas, maupun profesi tertentu sering kali dilihat sebagai hal yang sulit. Model hidup seperti itu sungguh tidak mudah maka tak banyak yang menginginkannya. Tak mengherankan jika saat ini banyak orang yang selama hidupnya memiliki dua, tiga karir atau bahkan lebih. Ada politikus yang langsung bisa berkarir sebagai pengusaha, selebritis, dan entah apa lagi. Hal ini tidak mungkin dalam diri seorang religius atau biarawan/biarawati. Bayaran upahmu adalah dalam betuk rahmat-rahmat! kepada: YESUS KRISTUS” tambah Sr. Maria Hilda, KFS.

    Paus Fransiskus Menghormati Kekuatan Pemersatu Olahraga Di Penonton

    Aleteia – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Internasional – Paus menyatakan bahwa olahraga harus remian “bebas” untuk terus membangun jembatan budaya. Artikel ini dilansir dari portal berita Aleteia oleh Antoine Mekary pada 6/4/2022.

    Paus Fransiskus memuji kekuatan pemersatu olahraga pada Hari Olahraga Internasional untuk Pembangunan dan Perdamaian. Paus mencatat bahwa olahraga dapat menciptakan “jalur kerukunan di antara orang-orang,” pada audiensi umum pada 6 April 2022. Namun, dia memperingatkan bahwa untuk mempertahankan faktor ini semua olahraga harus tetap “bebas”.

    Perdamaian

    Komentar itu muncul setelah katekesenya di Aula Paulus VI Vatikan. Kepala Gereja Katolik berbicara kepada atlet pria dan wanita, berharap mereka menjadi “saksi yang bekerja keras untuk persaudaraan dan perdamaian” melalui kegiatan mereka. “Olahraga, dengan nilai-nilainya, dapat memainkan peran penting di dunia,” katanya.

    Baca Juga: Doa Meminta Tuhan Mengirimkan Malaikat untuk Melindungi Keluargamu

    Uskup Roma menyatakan bahwa “olahraga sejati” tidak boleh kehilangan “kapasitasnya untuk hal yang cuma-cuma” atau menjadi “komersial”. Paus Fransiskus kemudian sering meminta para atlet untuk menjaga semangat amatirisme, instruksi yang sama yang baru-baru ini dia berikan kepada para pesepakbola Vatikan dan para pemain Roma yang bermain melawan satu sama lain pada 21 November 2021.

    Mengapa Bunda Maria dari Fatima Hanya Menyebut Rusia?

    Sumber foto: Aleteia – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontinak

    MajalahDUTA.Com, Rusia – Bunda Maria dari Fatima muncul pada 13 Mei 1917, hanya beberapa bulan setelah revolusi dimulai di Rusia yang akan menyebar ke seluruh dunia.

    Bagi banyak orang muda yang lahir selama 30 tahun terakhir, mungkin aneh bahwa Bunda Maria dari Fatima secara khusus menyebutkan pertobatan Rusia. Sampai saat ini, tidak ada alasan khusus dalam 30 tahun terakhir mengapa Rusia harus dipilih di antara semua negara.

    Namun, ketika dimasukkan ke dalam konteks sejarah, alasan di balik seruan Bunda Maria ke Rusia mulai lebih masuk akal.

    1917

    Selama Perang Dunia I, orang-orang Rusia kelaparan dan ekonomi mereka berantakan. Tentara mereka bukan tandingan Jerman dan menyebabkan banyak korban. Hal ini meningkatkan permusuhan terhadap pemerintah dan keinginan untuk solusi.

    Baca Juga: Doa Meminta Tuhan Mengirimkan Malaikat Untuk Melindungi Keluargamu

    Kerusuhan meletus di Rusia, termasuk apa yang sekarang disebut “Revolusi Februari” (Rusia pada saat itu menggunakan Kalender Julian). Itu terjadi pada 8 Maret 1917, dan menyebabkan turun tahta Tsar Nicholas II pada 15 Maret 1917.

    Itu adalah awal dari gerakan yang lebih besar, karena memfasilitasi kebangkitan Vladimir Lenin ke tampuk kekuasaan. Lenin adalah murid Karl Marx dan siap untuk memperkenalkan versinya sendiri tentang Marxisme di Rusia, dimulai dengan revolusi sosialis.

    Versi komunismenya akan menghancurkan Rusia selama beberapa dekade mendatang dan akan menyebar ke berbagai negara lain di seluruh dunia.

    Misalnya, pada tahun 1921 Cina menganut paham komunis, yang secara langsung dipengaruhi oleh revolusi yang terjadi di Rusia.

    Ketika Bunda Maria dari Fatima muncul pada 13 Mei 1917, dunia menyadari Revolusi Februari, tetapi tidak menyadari kebangkitan komunis ke tampuk kekuasaan yang akan mencengkeram dunia.

    Kata-kata Bunda Maria Fatima

    Baru pada tanggal 13 Juli 1917 Bunda Maria muncul, dia berbicara kepada anak-anak di Fatima tentang Rusia.

    Untuk mencegah [Perang Dunia lain], saya akan datang untuk meminta konsekrasi Rusia kepada Hatiku yang Tak Bernoda dan Komuni silih pada hari Sabtu pertama.

    Jika orang memenuhi permintaan saya, Rusia akan bertobat dan dunia akan damai. Jika tidak, dia [Rusia] akan menyebarkan kesalahannya ke seluruh dunia, memprovokasi perang dan penganiayaan terhadap Gereja. Orang baik akan menjadi martir, Bapa Suci akan menderita banyak, dan berbagai bangsa akan dihancurkan.

    Baca Juga: Perang Di Ukraina: Paus Fransiskus Pergi Ke Kedutaan Rusia Untuk Menyatakan Keprihatinan

    “Pada akhirnya Hatiku Yang Tak Bernoda akan menang. Bapa Suci akan menguduskan Rusia untukku; itu akan diubah dan periode perdamaian tertentu akan diberikan kepada dunia. Di Portugal, dogma Iman akan selalu dijaga.”Anak-anak kecil di Fatima tidak akan pernah memikirkan kerusakan yang bisa ditimbulkan oleh pemerintah Rusia dan filosofi komunisnya terhadap dunia.

    Namun, itulah yang terjadi ketika Perang Dunia II menghancurkan kehidupan dan mengantarkan teror baru di bawah Uni Soviet.

    Kabar baiknya adalah bahwa masa depan tidak ditentukan dan kita dapat mempengaruhi dunia menjadi lebih baik, dimulai dengan panggilan Bunda Maria untuk, “penebusan dosa, penebusan dosa, penebusan dosa!.”

    Doa Meminta Tuhan Mengirimkan Malaikat untuk Melindungi Keluargamu

    Sumber foto: Aleteia - Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontinak

    MajalahDUTA.Com – Mintalah kepada Tuhan dengan doa ini untuk mengirim malaikat untuk menjaga dan melindungi semua orang di keluarga anda.

    Terkadang kita mungkin merasa sangat rentan terhadap serangan fisik atau spiritual dan kita mungkin menginginkan bantuan malaikat. Tuhan selalu sangat murah hati dan jika kita meminta-Nya mengirim malaikat untuk melindungi keluarga kita, Dia pasti akan menjawab doa kita.

    Kita mungkin tidak melihat para malaikat yang mengelilingi kita, tetapi mereka selalu bersama kita, terus-menerus menjaga kita dari potensi bahaya yang tidak kita ketahui.

    Berikut adalah doa dari Ritual Romawi yang bisa dipanjatkan untuk meminta Tuhan mengirimkan malaikat untuk melindungi keluarga anda.

    Dengarkan kami, Tuhan, Bapa yang kudus,

    Tuhan yang Mahakuasa dan Abadi;

    dan dengan murah hati kirimkan malaikat suci-Mu

    dari surga untuk menjaga, untuk menghargai,

    untuk melindungi, untuk mematuhi,

    dan untuk membela semua yang tinggal

    di rumah ini.

    Melalui Kristus Tuhan kita. Amin.

    Berkarya untuk Uskup Agustinus, Pinus Merasa Sangat Dihargai

    Pinus (51) Seniman Patung, ukir dan lukis - Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com,- Mempawah – Serasa mukjizat sebagai seorang seniman yang kurang lebih tiga tahun ini bisa bekerja untuk Keuskupan. Semua karya patung, aksesoris budaya dan ukiran bisa dipersembahkan untuk Rumah Retret Santo Johanes Paulus II Anjongan. Setidaknya, itulah pengakuan yang Pinus (51) ungkapkan sebagai seorang seniman, di rumah kediamannya Desa Sambora, Kabupaten Mempawah pada Sabtu pagi, 26/03/2022.

    Sedari Pinus kecil, kebiasaan untuk seni patung, lukis dan pahat yang ia geluti, kini diusia genap 51 tahun semua karya bisa dikenal berkat berkarya untuk Keuskupan Agung Pontianak terutama menangani pematungan di Rumah Retret Anjongan. Memang itulah yang Pinus impikan selama ini yaitu agar bisa berkarya untuk karya Gereja dan turut ambil bagian dalam mengukir sejarah.

    Baca Juga: Mgr. Agus Adalah Inspirasi Panggilan!

    Di pagi cerah pada Sabtu pagi 26 Maret pukul 07.37 WIB di Desa Sambora, di rumah Hijau tua kediamannya, Pinus menceritakan semua pengalamannya hingga impian agar bisa berkarya untuk banyak orang terlebih untuk Gereja dan sejarah. Ayah dari lima anak ini sudah menggeluti seni sedari umur-umur masih SD dan hal itu ia sadari betul. Selama Pinus berkarya, ia dibantu oleh 5 sahabat lainnya, namun yang membantunya untuk pembuatan patung dan panggilan mendesak ada 2 orang yang ia gandeng.

    Berkat teladan dari sang ayah yang gemar mengoleksi barang-barang antik dan membuka jasa foto pada tahun 1976, Pinus justru menduplikat semangat itu dalam kecintaannya pada kesenian patung, ukir dan lukis.

    Punya Lima Anak Berbakat

    Kini seniman otodidak ‘kampung’ dari Sambora ini mendedikasikan diri sepenuhnya di bidang kesenian dan meskipun begitu, Pinus bersama istri Seselia Ita (50), berhasil menyekolahkan anak-anaknya hingga bekerja.

    Diantaranya anak putri pertama Tila (26) yang kini sudah bekerja di Rumah Sakit Umum Vinsentius Singkawang dan Deden (25) yang saat ini usai menyelesaikan sekolah tingginya, kini ia fokus pada bidang karya kesenian lukis, pahat dan patung dalam mengikuti jejak Pinus.

    Adapun anak ketiganya bernama Hendra (19) sekarang sedang berkuliah di Universitas Widya Dharma Pontianak – Informatika yang kini masuk semester 4, disusul dua adiknya Jeko (15) menginjak kelas 1 SMP di Mandor kemudian paling kecil yang akrab dipanggil Milau (9) sudah menginjak kelas 4 SD di Sambora.

    Baca Juga: Saya Senang Berkarya di Rumah Retret St. Johanes Paulus II Anjongan

    Bagi Pinus dan Ita, anak-anak adalah buah hati serta semangat yang selalu mewarnai ingatan saat bekerja. Karena anak-anak itulah, mereka memiliki semangat dalam berkarya saat mengingat-ingat anak mereka unik dengan karakter dan bakat masing-masing. Sebagai orang tua Pinus tidak memaksakan kehendak jiwa senimannya pada anak-anaknya, tetapi apapun keahlian yang dimiliki anak pasti mereka dukung.

    Karya Patung di Rumah Retret Anjongan

    Saat ini Pinus sedang mengerjakan beberapa aksesoris untuk miniatur Keraton Melayu di Rumah Retret Santo Johanes Paulus II Anjongan yang ditugaskan oleh Uskup Agustinus sebagai seniman utama dari pembangunan tersebut.

    Adapun beberapa patung ukuran 1,6 meter hingga patung yang besarnya 2 meter sudah berdiri di Rumah Retret Anjongan diantaranya ada 2 patung Mikael sebagai penjaga gerbang masuk, 2 Patung Leluhur Dayak (laki-laki dan perempuan), Rosario dario Raksasa di depan Gua Maria Anjongan, 1 fondasi Patung Santo Johanes Paulus II dengan ukiran kayu Tebelian besar, dua tiang kayu tebelian, 2 tiang tangga, 1 kolam dengan ornamen alami batu, 1 buah Nanas Raksasa samping rumah Keraton dan beberapa aksesoris lainnya untuk Rumah Retret.

    Bapa Uskup-lah Seniman Sejati itu

    Dalam perbincangan pagi bersama Pinus, ia justru mengakui bahwa yang sebenarnya ide ‘nyeleneh awal itu justru Uskup Agustinus. Misalnya patung leluhur yang selama ini tidak pernah dipikirkan oleh seniman Patung Dayak.

    “Orang buat patung Dayak, umumnya kan pakai mandau dan perisai, tapi ide Bapa Uskup ini justru unik. Saya diberikan gambaran bahwa patung Dayak justru patung yang bekerja sebagai peladang, karena memang itulah ciri khas dari Dayak ‘yang notabene’ peladang,” kata Pinus.

    Pinus mengaku sebenarnya ia hanya mengeksekusi dari ide yang dipikirkan oleh Uskup Agustinus, justru ide briliant yang tak pernah terbayangkan olehnya. Bahkan Pinus mengakui jika melihat dari segi pola pikir dan ide secara seni, maka Uskup Agustinus adalah pegagas utama dari terobosan ide ‘nyeleneh’ itu.

    Baca Juga: Jarot Winarno: Persatuan Kita Utamakan, Pluralitas Kita Junjung Tinggi

    Selama ini, Pinus mengakui setiap ide Uskup Agustinus selalu menggandung pesan moral, misalnya bagaimana seorang Dayak mengghargai leluhurnya. Untuk itu Uskup Agustinus bangun patung leluhur Dayak. Dilain sisi Uskup Agustinus juga menghargai toleransi dan peninggalan leluhur dari tiga etnis di Kalimantan Barat, untuk itu Uskup Agustinus membangun Rumah Betang, Rumah Tionghoa dan Rumah Melayu.

    “Bapa Uskup pernah bercerita dengan saya, untuk memulai jalan ribuan meter, kita harus memulainya dari langkah pertama. Salah satu langkah pertamanya adalah menghargai leluhur yang sudah mendahului kita,” kata Pinus.

    “Oh, saya baru tahu maksud Bapa Uskup”

    Perbincangan pagi di awal Sabtu pagi Pinus kembali menggarisbawahi bahwa sesungguhnya tugasnya adalah merealisasikan ide dan imajinasi Uskup Agustinus. Maksudnya, karya seni yang ada di Anjongan semua memiliki pesan dan makna yang mendalam. Sementara Pinus sendiri yang adalah sebagai seorang seniman pun, tidak berpikir sejauh ide Uskup Agustinus.

    “Dan kalau selesai, ohhh, saya baru tahu maksud beliau itu ini,” ucap Pinus dengan suara halusnya.

    Pinus berharap terutama orang muda yang memang tertarik mengembangkan seni, termotivasi untuk berkarya dan tidak putus asa. Baginya seniman sejati adalah seniman yang harus selalu berkarya terlepas dihargai atau tidak.

    Pinus juga merasa sebenarnya ia sudah menikmatinya sampai pada 51 tahun, dan itu sudah terlambat baginya. Namun ia percaya bahwa emas akan tetaplah emas, meski sekalipun ia ditengah lumpur. Suatu saat pasti emas itu akan dicari dan ditemukan oleh orang.

    Baca Juga: Urgensinya Membaca Bagi Orang Muda Katolik

    Pesan Pinus untuk orang muda bahwa yang paling terpenting yaitu mengasah kemampuan dan melakukannya dengan fokus.

    Kendati demikian, Pinus pun kadang dilema dengan pujian orang. Menurutnya semakin manusia itu dipuji, harusnya manusia semakin hati-hati. Karena semakin orang dikenal, justru biasasnya orang dituntut semakin sempurna oleh yang lain, sementara belum tentu apa yang dilakukan sempurna.

    Menutup diskusi pagi itu, Pinus mengaku bahwa selama ini setelah bertemu dengan Uskup Agustinus, Pinus merasa sangat dihargai sebagai seorang seniman dilain sisi, karena Uskup Agustinus lah selama ini yang memperkenalkan karya-karya tangannya.

    Jarot Winarno: Persatuan Kita Utamakan, Pluralitas Kita Junjung Tinggi

    Bupati dan Forkompinda Foto Bersama Dengan Peserta Diskusi – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Sintang – Bupati Sintang, dr. H. Jarot Winarno, M.Med.Ph membuka kegiatan Komunikasi Sosial Kemasyarakatam antar mahasiswa se-Kabupaten Sintang, yang mengangkat tema “Antisipasi Konflik Sosial Melalui Pendekatan Kearifan Lokal”, di Aula Kampus Universitas Kapuas Sintang, (Selasa pagi, 22/3/2022).

    Hadir pada kegiatan tersebut Dandim 1205/Sintang Letkol Inf. Kukuh Suharwiyono dan Asisten 1 Setda Sintang, Sy. Yasser Arafat selaku pemateri, Kaja,S.Sos.M.Si Wakil Rektor Unka Sintang, Dandenpom, para mahasiswa/i dari berbagai kampus yang ada di Sintang dan tamu undangan lainnya.

    Dalam sambutannya, Bupati Sintang Jarot Winarno menyampaikan bahwa Indonesia terdiri dari 17 ribu pulau, 2000 suku bangsa, 600 bahasa, tetapi founding fathers sudah meletakan dasar bahwa kita harus bersatu melalui nation state serta tahun 1928 dengan gerakan sumpah pemuda, 36 utusan membangun nation state.

    Baca Juga: Sabangi Sintang Daud Cino Yordan Mohon Dukungan Doa

    “Persatuan kita utamakan, pluralitas kita junjung tinggi. Suku-suku seperti Jawa, Dayak, Melayu, Bali dan yang lain semuanya ada. Sintang adalah miniatur Indonesia. Sintang dominan Budaya Dayak, Melayu, Jawa, dan yang lainya. Membentuk budaya yang saling berhubungan. Tidak ada persatuan kalau bukan karena perbedaan budaya. Dua tahun yang lalu sebelum pandemi, saya menghadiri gawai Dayak di desa-desa, semua berupaya menjaga hubungan baik antara manusia dan puyang gana serta Tuhan Yang Maha Kuasa” terang Bupati Sintang

    “Kita juga perlu menjaga hubungan baik dengan alam sekitar kita. Semua harus saling menjaga hubungan baik antar sesama manusia. Tidak ada yang membeda-bedakan. Dari sisi agama, kita memang berbeda. Tetapi saya mengambil sikap untuk meningkatkan harkat martabat manusia. Saya ingat pesan Paus Fransiskus bahwa kita mendaki gunung yang tinggi, orang lain yang berbeda-beda, semuanya mendaki menuju puncak. Jadi agamapun sama, kita berbeda dalam ibadah, secara hakikat sama, memanusiakan manusia” terang Bupati Sintang

    Persatuan

    Bupati Sintang juga menerangkan bahwa tidak ada konflik sosial karena berbeda. Yang ada adalah konflik sosial terjadi karena terjadi ketidakadilan. Ada yang merasa diperlakukan tidak adil, maka terjadi konflik. Kita harus mengantisipasi terjadinya konflik karena tanah, atau konflik yang lain seperti petani dengan perusahaan perkebunan. Kebun masyarakat tiba-tiba menjadi HGU tanpa pernah ada komunikasi. Ketidakadilan bisa menimbulkan konflik.

    Kaja,S.Sos,M.Si Wakil Rektor II Universitas Kapuas menyampaikan bahwa UNKA Sintang menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan oleh Badan Kesbangpol Sintang yang menyasar kalangan mahasiswa.

    Baca Juga: Mgr. Agus Adalah Inspirasi Panggilan!

    “Sampai saat ini, kita masih mendengar istilah intoleransi. Maka kami sependapat bahwa Indonesia ini terdiri dari 13 ribu pulau dengan latar belakang suku,budaya dan tradisi yang berbeda. Bermacam keyakinan dan kepercayaan yang ada. Maka harus dipupuk dengan baik, jika tidak maka akan menjadi ancaman bagi suatu negara. Maka komunikasi sosial kemasyarakatan harus dilaksanakan” terang Kaja

    Wakil Rektor II Universitas Kapuas Sintang itu juga menyampaikan bahwa di kampus, ada berbagai macam organisasi dan tingkah pola. Maka mahasiswa sebagai penerus bangsa, mereka tidak boleh dirusak oleh paham radikalisme. Serta isu yang mengatakan bahwa pemuda Indonesia harus dihancurkan dengan narkoba. Narkoba bertujuan menghancurkan kaum muda. Kami prihatin dengan kondisi ini, seringkali mahasiswa terlibat hal yang tidak baik.

    “Demo boleh, tapi jangan sampai merugikan kita sendiri dan daerah. Generasi ini harus terus dilatih menuju hal yang baik. Saya menyarankan, kita jangan hanya menjadi juru kritik bagi negara, tetapi marilah kita memberikan sumbangsih dan saran bagi pemerintah. Tidak pernah orang sukses karena mengkritisi, tetapi orang sukseslah yang  sering dikritisi” terang Kaja.

    Kusnidar Kaban Kesbangpol menyampaikan maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk mewujudkan koordinasi, keterpaduan, dan sinergisitas antar seluruh instansi vertikal, daerah dan elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Sintang.

    Baca Juga: Bupati Sintang Lantik 8 Camat & 111 Pejabat Struktural Lain

    “Juga sebagai ajang silahturahmi elemen masyarakat khususnya mahasiswa agar tetap hidup rukun, tentram dan harmonis. Serta mengefektifkan komunikasi sesama anak bangsa agar semakin kompak, kuat dan bersatu dalam mengisi pembangunan bagi bangsa dan  negara. Kita juga ingin mendapatkan keterampilan dalam rangka hidup nyaman” terang Kusnidar

    Manfaat komunikasi sosial adalah membantu mengeluarkan watak negatif dalam diri kita sehingga kita bisa mengungkapkan apa yang kita rasakan dan saling membantu menyelesaikan masalah. Keterampilan dalam relasi satu dengan yang lainya.

    “Tema komunikasi sosial tahun 2022 ini adalah antisipasi konflik sosial melalui pendekatan kearifan lokal. Peserta adalah perwakilan mahasiswa dari UNKA, STKIP PK, STAIMA, Stikes Kapuas Raya, Poltekes Negeri sintang, Universitas Muhammadyah, dan STT Khatulistiwa, perwakilan organisasi kemahasiswaan yang ada” ungkap Kusnidar

    Bupati Sintang Lantik 8 Camat & 111 Pejabat Struktural Lain

    Prosesi Pelantikan oleh Bupati Sintang, dr. H. Jarot Winarno, M. Med. PH – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Sintang – Promosi dan mutasi ini pasti menyisakan kekecewaan. Yang belum dipromosi, pasti ada yang kecewa, tetapi silahkan nyanyi lagunya Iwan Fals yakni sabar, sabar dan tunggu (ungkapan Bupati Sintang saat memberikan sambuatan)

    Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M. Med. PH mengukuhkan, melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan bagi 119 Pejabat Struktural di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang di Pendopo Bupati Sintang pada (Senin, 21/3/ 2022)

    Dari 119 Pejabat Struktural di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang yang dikukuhkan, dilantik dan diambil sumpah/janji, terdapat 34 pejabat eselon III a dengan posisi Camat, Kepala Bagian dan Sekretaris Dinas/Badan, 56 pejabat eselon III b dengan posisi Kepala Bidang dan Sekretaris Kecamatan dan 29 orang pejabat eselon IVa.

    Baca Juga: Sabangi Sintang Daud Cino Yordan Mohon Dukungan Doa

    Bupati Sintang  dr. H. Jarot Winarno dalam amanahnya menyampaikan bahwa salam nusantara menjadi salam kita mulai saat ini karena Ibu Kota Nusantara sudah dipindah ke Kalimantan.

    “Promosi dan mutasi adalah hal yang biasa. Promosi menunjukan bahwa ada apresiasi dari pimpinan atas kinerja saudara selama ini. Sedangkan mutasi dalam rangka penyegaran dan kadang-kadang karena ada hal lain seperti hasil pemeriksaan inspektorat dan catatan dari BPK. Itulah mutasi dan promosi” terang Bupati Sintang

    Janji Jabatan

    “Yang mendapatkan promosi, layak anda syukuri. Bersyukur jangan lama-lama, cukup dua hari. Setelah itu, siap bekerja. Karena selanjutnya banyak sekali kerjaan seperti menstabilkan harga minyak goreng, cabe, kedelai serta sembilan bahan pokok menjelang bulan Puasa Ramadhan. Juga masalah bencana. Saat ini sedang musim pancaroba, tadi malam hujan deras dan menyebabkan banjir” terang Bupati Sintang.

    “Sebentar lagi kemarau panjang. Peraturan Bupati Sintang tentang tata cara membuka lahan bagi masyarakat Kabupaten Sintang sudah kita revisi. Kita mengutamakan hukum adat setempat. Nanti, camat harus segera mensosialisasikan Perbup ini kepada seluruh masyarakat mengenai membuka lahan. Kemudian ada juga masalah lain seperti penertiban lokasi pembangunan waterfront. Satuan Polisi Pamong Praja dan Kecamatan Sintang harus memperhatikan ini” terang Bupati Sintang.

    “Camat saya minta mengamankan kebijakan Pemkab Sintang serta kerja sama kita dengan Kantor Kementerian Agama, Pengadilan Agama dan Pengadilan Negeri Sintang dalam menyelesaikan masalah administrasi kependudukan di pedalaman.  Persidangan sudah bisa dilakukan di kecamatan. Tidak perlu lagi datang ke kota Sintang untuk sidang masalah beda nama dan sebagainya. Semua demi mendekatkan pelayanan kepada masyarakat” terang Bupati Sintang

    Baca Juga: Beruntung: Mereka yang Sudah Menyiapkan Diri

    “Pembelajaran tatap muka juga harus diatur disemua satuan pendidikan. Pandemi belum berakhir dan akan berubah menjadi endemi. Corona masih ada. 2 tokoh kita meninggal karena corona. Protokol kesehatan masih terus diingatkan. Vaksinasi agar dipacu terus. Vaksinasi yang aman harus 70 persen, kita baru 58 persen. Vaksin yang dosis kedua belum baik” terang Bupati Sintang

    Mari kita syukuri semuanya. Bekerjalah dengan giat untuk melayani masyarakat.  Hanya tersisa 2 tahun lagi saya  menjabat, tetapi bapak ibu masih lama, jadi bekerjalah dengan giat, mudah-mudahan Tuhan menyertai kalian semua” terang Bupati Sintang.

    Dari 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Sintang, ada 8 camat yang diisi dan diganti yakni

    1. Kusmara Amijaya, S. Sos, M. Si dipromosikan menjadi Camat Kelam Permai.
    2. Tatang Supriyatna, S. STP, M. Si dipromosikan menjadi Camat Sintang.
    3. Inu, S. Sos, M. Si dipromosikan menjadi Camat Sepauk.
    4. Mariono, S. STP dipromosikan menjadi Camat Tempunak.
    5. Jonny, S. Sos, M. Si dipromosikan menjadi Camat Binjai Hulu.
    6. Petrianus, SH dipromosikan menjadi Camat Ketungau Tengah.
    7. Yudius, S. Sos, M. Si dipromosikan menjadi Camat Kayan Hulu.
    8. Titus, SE dipromosikan menjadi Camat Ambalau.

    Sabangi Sintang Daud Cino Yordan Mohon Dukungan Doa

    Daud Cino Yordan bersama Bapak Jarot, Bupati Sintang - Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Sintang – Pertandingan Semifinal Kejuaran Bola Volly PBVSI CUP tahun 2022 Kab. Sintang antar club, pada Jumat malam, 18 Maret 2022 di Indoor Apang Semangai Sintang, kedatangan tamu istimewa, yakni Juara Dunia Tinju Profesional, Daud “Cino” Yordan bersama Bupati Sintang, Jarot Winarno.

    Kehadiran petinju 34 tahun tersebut pun mendapat antusias para penonton yang hadir di Indoor Apang Semangai Sintang.

    “Selamat bertanding kepada para pemain, jaga dan junjung sportivitas yang tinggi. Semoga kejuaran bola Volly PBVSI CUP tahun 2022 kabupaten sintang ini sukses dan lancar” ucap Daud, saat diberi kesempatan oleh panitia kegiatan untuk memberikan sambutan.

    Dukungan Doa

    “Terima kasih atas sambutannya saya bangga dan senang bisa hadir langsung disini menyaksikan pertandingan semifinal bola volly ini. Selamat dan sukses untuk panitia” tambah Daud.

    Daud pun menyampaikan bahwa dirinya akan kembali naik ring pada 3 Juni 2022 mendatang di Thailand melawan Panya Uthok, petinju tuan rumah. Untuk itulah, secara khusus dirinya memohon doa dan dukungan dari masyarakat Kab. Sintang agar pada pertandingan tersebut ia bisa menang dan kembali menjadi juara.

    Baca Juga: Urgensinya Membaca Bagi Orang Muda Katolik

    “Mohon doa restunya semoga saya bisa menang dan menjadi juara” kata Daud.

    Kehadiran Daud di Indoor Apang Semangai sekitar 30 menit itupun tak disia-siakan oleh para penonton. Sesaat setelah tiba dan duduk bersama Bupati Sintang, Daud pun dipanggil oleh para penonton yang meminta untuk berswafoto, dan ia pun langsung menghampiri penonton yang sedang duduk di tribun indoor tersebut.

    Petinju yang saat ini menjabat sabagai Ketua Umum KONI Kab. Kayong Utara ini tiba di Kab. Sintang pada Kamis, 17 Maret 2022 kemarin, saat menghadiri undangan resepsi pernikahan Bupati Kayong Utara di Nanga Serawai, Kec. Serawai.

    TERBARU

    TERPOPULER