Friday, April 24, 2026
More
    Home Blog Page 87

    TKK-MPK Keuskupan Agung Pontianak Mengadakan Misa Syukur HUT Pramuka Ke-62 Di Katedral Santo Yosef

    Misa Syukur HUT Pramuka Ke-62 TKK-MPK Keuskupan Agung Pontianak/ Sumber foto:Doc.Pengurus TKK-MPK

    MajalahDUTA.com, Pontianak – Pramuka adalah singkatan dari praja muda karana yang memiliki arti rakyat muda yang suka berkarya. Kepramukaan merupakan proses pendidikan dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan dan praktis dengan prinsip dasar pramuka dan metode pramuka. Pencetus pramuka pertama kali di dunia adalah Robert Baden Powell pada awal tahun 1908, sehingga ia dijuluki sebagai Bapak Pramuka Dunia atau juga sering disebut Bapak Pandu Sedunia.

    Gerakan Pramuka di Indonesia diperkenalkan secara resmi kepada khalayak pada tanggal 14 Agustus 1961. Sejak itulah tanggal 14 Agustus dijadikan sebagai Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka. Tema Hari Pramuka tahun 2023 “Sumber Daya Manusia yang Profesional dan Proporsional”.

    Hari ini, 14 Agustus 2023 seluruh sekolah Katolik se-kota Pontianak melaksanakan Misa Syukur Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka Ke-62 di Gereja Katedral Santo Yosef Pontianak yang diikuti oleh kakak-kakak Pembina dan adik-adik dari siaga, penggalang dan penegak dari 17 sekolah katolik di Pontianak yang bernaung di Yayasan Pendidikan Sekolah Bruder, Yayasan Pendidikan Gembala Baik, Yayasan Pengabdi Sesama Manusia, dan Yayasan Pendidikan Kalimantan. Misa diselenggarakan oleh TKK-MPK (Tim Kerja Kepramukaan-Majelis Pendidikan Katolik) Keuskupan Agung Pontianak yang dipimpin langsung oleh Uskup Agung Mgr. Agustinus Agus.

    HUT Pramuka Ke-62

    “Saya senang bisa mempersembahkan misa di hari peringatan pramuka pada hari ini, saya ingin menularkan semangat kepada adik-adik sekalian untuk selalu berada di pramuka. Karena saya sejak usia remaja, sudah mencintai pramuka, bahkan sampai saat ini” ujar Mgr. Agus mengawali homilinya.

    Baca Juga: Mgr. Agustinus Agus ungkapkan Nilai-nilai yang ada di Pramuka tak jauh dari Agama Katolik

    Uskup yang akrab disapa Mgr. Agus ini adalah uskup yang menerima anugerah lencana Darma Bakti dalam upacara pembukaan Musyawarah Daerah (MUSDA) XIV Gerakan Pramuka Kalimantan Barat tahun 2020.

    Melanjutkan homilinya Mgr. Agus mengutip satu istilah yang diungkapkan oleh Mgr. Albertus Soegijapranata “100% Katolik, 100% Indonesia” untuk mengungkapkan semangat dan kecintaannya kepada pramuka. Menutup homilinya Mgr. Agus menyampaikan pesan dan nasehat kepada adik-adik dan kakak-kakak Pembina pramuka.

    “Untuk mampu melakukan karya-karya besar kita harus mulai dari yang kecil. Orang mengatakan, tidak akan ada perjalanan 1000 kilometer jika tidak dimulai dengan langkah pertama. Langkah pertama itulah yang menentukan 1000 kilometer perjalanan. Saya senang dengan kegiatan kalian, saya mencintai dan mendoakan kalian supaya sejak dini mempersiapkan diri melakukan karya-karya yang lebih besar  berdasarkan iman dan memiliki sikap toleransi, sikap saling menghargai dan sikap ramah terhadap lingkungan serta peduli sesama seturut ajaran cinta kasih” tutur Mgr. Agus.

    Baca Juga: Mgr. Agus Selebran Utama Misa Pembukaan Temu Pembina IV – TKKMNPK Palangkaraya

    Setelah misa selesai dengan diakhiri lagu penutup kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari ketua MPK Keuskupan Agung Pontianak, Br. Vianney, MTB yang diwakili oleh Sr. Agusta, SFIC mengucapkan limpah terima kasih kepada Mgr. Agus yang telah memimpin perayaan ekaristi dalam rangka memperingati HUT Pramuka ke-62, dan pastor Alexius Alex selaku pastor kepala paroki Katedral Pontianak yang telah mendampingi Monsinyur serta TKK-MPK Keuskupan Agung Pontianak yang telah menggagas dilaksanakan Misa Syukur HUT Pramuka.

    Profesional dan Proporsional

    Sr. Agusta mengungkapkan rasa bangga dan kekagumannya terhadap pramuka yang kini telah berada di usia 62 tahun. Semasa sekolah ia juga aktif di pramuka.

    “Masa saya sekolah, saya aktif mengikuti kegiatan pramuka dan senang karena di dalam kepramukaan itu terjalin hal-hal yang positif yaitu, kedisiplinan, kerja sama, dan banyak hal-hal positif lainnya yang selalu diterapkan dalam kepramukaan” ungkapnya.

    Melanjutkan sambutannya, Sr. Agusta menyampaikan doa dan harapan untuk Gerakan Pramuka dengan mengaitkan tema yang diusung dalam HUT Pramuka ke-62 di tahun 2023 ini. Harus senantiasa memiliki daya juang dan memiliki mentalitas yang tangguh.

    “Semoga Gerakan pramuka semakin maju berkembang, berkiprah dalam mendidik dan membina karakter bangsa yang yang disiplin, memiliki rasa tanggung jawab, berjiwa nasionalisme, beriman dan bertakwa, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan memiliki kecakapan sebagai penerus bangsa” tuturnya.

    Sambutan dilanjutkan oleh ketua terpilih TKK-MPK Keuskupan Agung Pontianak periode 2023/2026, yaitu Rinny Pattiasina, S.Pd.

    Baca Juga: Temu Pembina IV Palangkaraya: Ikhlas Bhakti Bina Bangsa Berbudi Bawa Laksana

    Dalam sambutannya mengucapkan rasa Syukur dan terima kasih serta memohon dukungan untuk tugas perutusan dan pelayanan di TKK-MPK Keuskupan Agung Pontianak sebagai ketua. Sekaligus menyampaikan ucapan selamat dan doa untuk HUT Pramuka ke-62.

    “Mohon dukungan kepada kita semua yang terlibat dalam Gerakan Pramuka di TKK-MPK Keuskupan Agung Pontianak. Semoga program kerja yang kami rancang berjalan dengan baik dan bermanfaat untuk kita semua. Dan semoga melalui program kerja TKK-MPK Keuskupan Agung Pontianak akan terbentuk generasi muda yang siap menjadi sumber daya manusia yang profesional dan proporsional sebagai garda terdepan dalam mendukung kemajuan dan persatuan bangsa” ungkap Rinny Pattiasina.

    Mengakhiri sambutannya Rinny Pattiasina memperkenalkan pengurus TKK-MPK Keuskupan Agung Pontianak periode 2023/2026 dan kemudian dilanjutkan dengan foto bersama bapa uskup.

    Sesi foto memang selalu menyita waktu dan perhatian, beberapa kakak pembina dan adik-adik dari setiap sekolah mengajak foto bersama dengan bapa uskup yang selalu menyambut dengan ramah dan melayani dengan senyum.

    Penulis: Winda/Tim Komsos

    Tiga Prinsip Hidup dari Bunda Maria: Mengikuti Kehendak Allah dalam Kasih dan Pelayanan

    Foto..Maria Immacolata...Sasi..Kefamenanu.

    MajalahDUTA.Com, – Pematang Siantar, 13 Agustus 2023 – Dalam perayaan yang sarat makna, umat Katolik di Seminari Tinggi Santo Petrus, di Gereja Seminari Tinggi Santo Petrus, Pematangsiantar untuk merayakan Hari Raya Bunda Maria Diangkat ke Surga dengan khidmat. Pastor Fictorium Natanael Ginting OFMConv, dalam kotbahnya pada perayaan ekaristi yang dihadiri oleh berbagai frater dan suster, mengajak umat untuk mengambil teladan dari kehidupan dan kesetiaan Bunda Maria dalam mengikuti kehendak Allah.

    Dalam pesan yang disampaikan melalui pesan Whatsapp pada pagi ini, Pastor Fictor mengingatkan umat tentang pentingnya menjadikan Allah sebagai yang utama dalam hidup. Ia mengutip kata-kata Santo Paulus bahwa Bunda Maria diangkat ke surga menjadi peristiwa iman bagi mereka yang percaya kepada Kristus yang telah dibangkitkan dari antara orang-orang mati. “Bunda Maria memberikan contoh iman dan kesetiaan yang patut dicontohi, mengajarkan kepada kita untuk selalu terbuka pada panggilan Allah dan membiarkan diri disentuh dan dibentuk oleh Roh Kudus,” tegas Pastor Fictor.

    Ketika membawakan simpulan kotbahnya, Pastor Fictor menyampaikan tiga prinsip penting yang dapat dipetik dari kehidupan Bunda Maria:

    Pertama, Ya kepada Allah dan Kebaikan: Pastor Fictor mengajak umat untuk selalu terbuka pada panggilan Allah, merespon dengan hati yang rendah hati dan tunduk. Menurutnya, Bunda Maria menjadi contoh sempurna bagaimana kita harus merespon panggilan Allah dengan penuh kebaikan.

    Kedua, Ya dengan Kehidupan yang Dihidupkan oleh Roh Kudus: Ia menekankan pentingnya membiarkan diri dibentuk dan dihidupkan oleh Roh Kudus, mengizinkan perubahan dan pertumbuhan dalam iman dan kasih.

    Ketiga, Ya untuk Menjadi Pelayan Cinta Kasih: Pastor Fictor mengajak umat untuk mengikuti contoh Bunda Maria dalam menjadi pelayan cinta kasih dalam keheningan dan ketersembunyian dalam kehidupan sehari-hari, dengan tulus melayani sesama tanpa pamrih.

    Perayaan ekaristi ini turut dihadiri oleh frater-frater dan suster yang juga ikut merayakan momen penting dalam iman Katolik ini.

    Dengan penuh semangat, hari ini menjadi hari yang luar biasa dalam merayakan Hari Raya Bunda Maria Diangkat ke Surga dengan mengenang kesetiaan dan iman Bunda Maria yang telah memberikan teladan bagi setiap umat Kristen. Semoga pesan dan teladan ini menginspirasi untuk selalu berjalan dalam kehendak Allah dan mengikuti jejak kesetiaan yang telah ditunjukkan oleh Bunda Maria. Semoga!

    Oleh: Samuel-Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak. 

    Melangkah dengan Semangat Rohani: 21 Frater Siap Menjalani Tugas Pastoral di Keuskupan Agung Pontianak

    Momen Pelantikan Lektor dan Akolit 2023 - untuk 21 Frater

    MajalahDUTA.Com, Pontianak, 10 Agustus 2023 di Kapel Sang Pamanih STT Pastor Bonus Seminari Santo Ventimiglia Siantan Pontianak, Dalam sebuah upacara yang penuh haru, Uskup Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus, memimpin perayaan misa Lektor dan Akolit bagi 21 Frater yang telah dipersiapkan untuk menjalani tugas pastoral di tempat-tempat yang telah ditetapkan oleh Bapa Uskup Agustinus.

    Acara ini dihadiri oleh sejumlah imam, biarawan, biarawati, Gotaus dan komunitas umat Katolik.

    Ke-21 Frater yang akan melangkah ke dalam tugas pastoral ini yaitu:

    1. Frater Adrianus Ariberto dari Ketapang
    2. Frater Adrianus Nero dari Pontianak
    3. Frater Agustinus Gusti Randa dari Ketapang
    4. Frater Agustinus Hendra dari Sintang
    5. Frater Andreas Pisin dari Pasionis
    6. Frater Dominikus Irpan dari Pontianak
    7. Frater Fransiskus Dedyanto dari Pasionis
    8. Frater Gerwin Bernardus Putra dari Pontianak
    9. Frater Jakarias Sukardi dari Pontianak
    10. Frater Libertus Ragut dari Pasionis
    11. Frater Nobertus Epo dari Pasionis
    12. Frater Patrisius Yosep Eko Kelen dari Pasionis
    13. Frater Petrus Melki dari Pasionis
    14. Frater Rangga dari Pontianak
    15. Frater Ricky Setiawan Pabayo dari Pontianak
    16. Frater Silvanus dari Pontianak
    17. Frater Stefanus Henjuk dari Pasionis
    18. Frater Tarigas Balo Raya dari Pontianak
    19. Frater Timotius dari Pontianak
    20. Frater Vinsensius De Paulo Sabindo dari Pasionis
    21. Frater Yosua Raydo Anka dari Pontianak

    Dalam homilinya, Uskup Agustinus Agus mengajak para Frater untuk merenungkan arti penderitaan dan pengorbanan dalam pelayanan mereka, mengaitkannya dengan ajaran Yesus yang mengorbankan diri-Nya untuk menyelamatkan manusia. Dia memotivasi para Frater untuk melihat penderitaan sebagai sebuah berkat, sebagai upaya untuk tumbuh dan berbuah dalam iman. “Seperti pohon yang mati menjadi pupuk untuk sekitarnya, begitu juga penderitaan kita dapat menjadi penguat dalam pelayanan,” kata Uskup Agustinus.

    Menjadi pupuk untuk dunia

    Menurut Uskup Agustinus dalam semangat pelayanan seorang imam yang mati adalah keduniawiannya, satu hal yang sangat mendalam, kalau mati pasti kita menderita. “Saat saya merenungkan lagi, seakan-akan kita dipanggil untuk menderita, dengan cara inilah penderitaan dalat dilihat sebagai berkat,” Tambah Uskup Agustinus.

    Begitu juga dengan  menderita seperti pengalamannya, Uskup Agustinus menggarisbawahi untuk mengubah penderitaan menjadi berkat.

    “Mari kalau kita dihina sedikit mari kita ikuti rasakan apa yang Yesus alami, Itulah yang membuat suburnya membuat perwartaan kita,” kata Uskup Agustinus.

    Menurutnya sebagai pengikut Yesus penderitaan sudah lumbrah, untuk itu penderitaan harus dialami karena bisa menjadi penguat dalam pelayanan. Karena seperti yang injil katakan bahwa yang kehilangan nyawanya, akan mendapatkan nyawanya.

    Uskup Agustinus juga berbagi tips untuk mengakali beban hidup. Baginya beban hidup harus diakali agar terlepas dari masalah. Katakan saja bahwa “saya bangga karena boleh menyicipi sedikit penderitaan”.

    Lanjut Uskup Agustinus; “Refleksi saya sendiri, kalau kita jatuh harus bangga untuk bisa bangkit lagi, dan itu menjadi cerita yang sangat baik. Berbahagialah kita kalau kita bisa mengalami penderitaan seperti banyak orang lain derita.”

    Sambutan berbagai pihak juga terdengar dalam acara tersebut. Frater Ricky Setiawan Pabayo dari Keuskupan Agung Pontianak menyampaikan rasa terima kasih dan harapannya untuk mendapatkan dukungan dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang Frater.

    Rektor STT Pastor Bonus, Pastor William Chang OFMCap, mengingatkan para Frater untuk tetap berpegang pada cita-cita mereka meskipun dihadapkan pada tantangan, sebagaimana secuplik cerita yang ia bawakan tentang keteguhan cita-cita seorang anak, ia berharap juga para frater tetap teguh dalam menggapai cita-citanya.

    “Tak pernah mundur akan cita-cita, semoga 21 frater yang saya lihat hari ini berjumpa juga di tahun depan dengan lengkap, tidak kurang dan tidak lebih, sampai jumpa,” kata Pastor William Chang OFMCap.

     

     

    Sama halnya seperti sebelumnya, dalam sambutannyapun Uskup Agustinus memberikan nasihat kepada para Frater tentang Tahun Orientasi Pastoral yang akan mereka jalani, di mana mereka akan memperoleh pengalaman praktis dalam medan kerja pastoral. Uskup Agustinus mendorong mereka untuk selalu belajar dan mengambil pelajaran dari setiap pengalaman.

    “Perayaan ini menjadi momen penting dalam perjalanan spiritual para Frater yang siap untuk menjalani tugas pastoral dengan semangat dan dedikasi dalam mengabdi kepada Tuhan dan umat,” tutup Uskup Agustinus.

    Oleh: Samuel – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    Pater Fictor OFM Conv Mengajak Umat Rayakan Pesta Santa Klara Asisi: Mengikuti Teladan Keikhlasan dan Pengorbanan

    foto Basilika Santa Klara Assisi, tempat suci yang menjadi tempat peristirahatan terakhir Santa Klara.

    MajalahDUTA.Com, Hari ini, 11 Agustus 2023, umat Katolik di seluruh dunia merayakan Pesta Santa Klara Asisi dengan penuh sukacita dan semangat rohani. Melalui pesan yang dikirimkan melalui platform WhatsApp kepada saya pagi ini, Pater Fictor OFM Conv, seorang imam Fransiskan Konventual, mau mengajak untuk merenungkan makna kehidupan Santa Klara dan mengambil teladan dari perjalanan spiritualnya.

    Dalam pesan yang saya terima itu, Pater Fictor menyampaikan, “Tuhan mengundang kita untuk mengikutinya dengan menyangkal diri, memikul salib, dan berjuang untuk mengutamakan kehendak-Nya. Hari ini, kita merayakan Santa Klara dari Assisi, seorang putri bangsawan yang dengan penuh keikhlasan meninggalkan kemewahan duniawi untuk menjadi pengikut setia St. Fransiskus Assisi.”

    Bagi saya pesan itu mencerminkan makna mendalam dari kehidupan Santa Klara yang telah rela meninggalkan segala harta dan kedudukan untuk hidup dalam kesederhanaan dan pengabdian kepada Allah. Santa Klara dikenal sebagai pendiri Ordo Santa Klara, suatu komunitas religius yang hidup dalam ketakhtaatan dan ketaatan penuh terhadap prinsip-prinsip Fransiskan.

    Pater Fictor OFM Conv juga mengajak umat untuk merenungkan tentang nilai-nilai yang terkandung dalam kehidupan Santa Klara, seperti keikhlasan, ketabahan, dan kasih kepada sesama. Ia mengingatkan bahwa perjalanan spiritual Santa Klara memberikan inspirasi kepada kita semua untuk mengutamakan Tuhan dalam segala hal dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya.

    Dalam pesan itu, Pater Fictor juga menyertakan foto Basilika Santa Klara Assisi, tempat suci yang menjadi tempat peristirahatan terakhir Santa Klara. Basilika ini menjadi simbol kehadiran dan pengabdian Santa Klara dalam mewujudkan ajaran Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

    Pesan akhir Pater Fictor OFM Conv diakhiri dengan doa, “Selamat Pesta Santa Klara dari Assisi. Semoga kita semua dapat mengambil teladan dari kehidupannya yang penuh cinta dan pengorbanan. Terima kasih atas kehadiran dan doa-doa kalian. Tuhan memberkati kita semua.”

    Melalui pesan singkat yang penuh makna ini, saya dan kita semua yang umat Katolik diundang untuk merayakan Pesta Santa Klara dengan semangat penuh dan merenungkan nilai-nilai kehidupan yang dapat diambil dari teladan Santa Klara Asisi.

    Oleh: Samuel- Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    Menggugah Kesadaran: Ibu Bumi Terpanggil dalam Kepedulian Terhadap Sampah

    Bruder Gerardus MTB tengah memberikan Rekoleksi kesadaran akan menjaga lingkungan

    MajalahDUTA.Com, Pontianak Dalam rangka menjaga harmoni antara manusia dan alam, sebuah pesan penting tentang kepedulian terhadap lingkungan hidup telah disampaikan oleh Bruder Gerardus Weruin, perwakilan dari JPIC Bruder MTB, melalui materi rekoleksi yang disampaikannya. Tema yang diangkat adalah “Kesadaran Sampah”, mengajak kita untuk merenungkan dampak dari gaya hidup modern terhadap lingkungan bumi.

    Pertemuan yang dilaksanakan di SD Suster Marie Yoseph untuk anak-anak generasi penerus nanti, Bruder Gerardus MTB bersama Tim JPIC MTB, SFIC dan KFS pada 4 Agustus 2023.

    Bruder Gerardus dengan tegas mengingatkan kita bahwa Bumi, sebagai rumah bagi kita semua, sedang menderita akibat ulah manusia. Ia menyebut Bumi sebagai “Ibu” yang sedang sakit akibat tingkah laku kita yang semakin tidak bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah.

    Dalam rekoleksi tersebut, Bruder Gerardus menyoroti beberapa poin penting. Pertama, kita diminta untuk menjaga kebersihan dan kesehatan diri serta lingkungan hidup yang telah diciptakan oleh Tuhan. Hal ini menggarisbawahi pentingnya menghormati setiap ciptaan Tuhan dan menghargai harkat serta martabatnya.

    Mengapa Sampah?

    Mengapa sampah menjadi masalah yang serius? Pertanyaan ini dijawab oleh Bruder Gerardus melalui pandangan serta gaya hidup manusia modern. Dalam era instan, hedonis, materialis, dan sekuler, gaya hidup yang konsumeristik menghasilkan pembuangan sampah yang besar. Kebiasaan membuang bungkusan dan kemasan tanpa pertimbangan dampak lingkungan serta kurangnya rasa bersalah menjadi penyebabnya. Kurangnya rasa malu dan kurangnya pemahaman tentang sumber sampah juga menjadi faktor penting yang perlu diatasi.

    Solusinya adalah dengan mengubah pandangan dan perilaku kita. Bruder Gerardus mengajak kita untuk mengurangi, membatasi, bahkan menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan. Daur ulang juga dianggap sebagai langkah efektif untuk mengolah sampah menjadi benda yang berguna, seperti pupuk organik atau bahkan kreasi seni yang indah.

    Selain itu, Bruder Gerardus juga menekankan konsep “Habitus: Bersih & Hijau”. Konsep ini mengajak setiap individu untuk menjadikan lingkungan sekolah sebagai tempat yang bersih dan hijau. Proses ini dimulai dari diri sendiri, dengan menginternalisasi tanggung jawab ekologis dan menghormati iman yang kita anut.

    Rekoleksi ini menjadi panggilan untuk semua umat manusia untuk merenungkan dan bertindak. Kita diminta untuk menjadi penjaga lingkungan, mengubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik, dan menghormati Ibu Bumi yang sedang menderita. Dengan demikian, kita dapat memuji Tuhan Pencipta dengan menjaga serta memelihara lingkungan hidup kita. Informasi lebih lanjut dapat ditemukan di situs web JPIC Bruder MTB di www.jpicbrudermtb.org. (DUTA/Samuel OFS). 

    Tahbisan Diakon di Gereja Katedral Santo Yosef Pontianak: Uskup Agustinus Tegaskan Tiga Pokok Teladan

    Suasana Tahbisan Diakon

    MajalahDUTA.Com, Pontianak, 4 Agustus 2023 – Suasana kekhusyukan dan kegembiraan menghiasi Gereja Katedral Santo Yosef Pontianak pada hari Jumat, 4 Agustus 2023, saat Perayaan Ekaristi Tahbisan Diakon berlangsung. Acara tersebut dipimpin oleh Yang Mulia Mgr. Agustinus Agus, ditemani oleh puluhan imam dari Keuskupan Agung Pontianak.

    Acara ini menjadi sorotan karena kelima Frater yang telah memilih jalan hidup monastik dan memutuskan untuk mengikuti panggilan hidup membiara, di tahbiskan menjadi Diakon oleh Mgr. Agustinus Agus. Kelima Frater yang meraih tahbisan ini adalah Fr. Andrianus Antonius Budi, Fr. Fransiskus Wuring, Fr. Martinus P, Fr. Mikael Ardi, dan Fr. Yohanes Paulus Arief Samara. Keputusan mereka untuk mengikuti panggilan hidup membiara sebagai bentuk dedikasi total kepada Kristus dan Gereja menginspirasi banyak orang yang hadir dalam perayaan tersebut.

    Dalam pengantar perayaan misa, Uskup Agustinus menyampaikan pentingnya tahbisan Diakon dalam memperdalam pelayanan gerejawi dan dedikasi mereka kepada Tuhan. “Hari ini, kita berkumpul di hadapan Allah untuk memberikan dukungan dan doa kepada saudara-saudara kita yang telah menerima tahbisan Diakon. Mereka telah berjanji setia untuk melayani Allah dan jemaat dengan hati yang penuh kasih dan pengabdian.”

    Sebagai seorang pelayan

    Dalam homilinya, pastor paroki juga menyoroti tiga pokok penting dalam peran Diakon: doa kepada Tuhan, berjalan bersama-sama, dan menjadi saksi Kristus dalam dunia. “Sebagai Diakon, tugas utama adalah menjaga komunikasi dengan Tuhan melalui doa yang tekun dan penuh keseriusan. Selain itu, kita diingatkan untuk berjalan bersama-sama, seperti Yesus memanggil 12 murid untuk berjalan bersama dengan-Nya. Ini mengajarkan kita pentingnya kerja sama dalam melayani umat sebagai gembala,” kata Uskup Agustinus.

    “Pokok ketiga,” lanjut Uskup Agustinus, “adalah menjadi saksi Kristus dalam dunia ini. Para Diakon diharapkan menjadi contoh dalam memberikan kesaksian tentang kasih Kristus kepada dunia. Mereka dipanggil untuk menjadi utama dalam memberikan kesaksian dan mewartakan injil Tuhan. Ini adalah panggilan berani berkorban, mengabdikan diri sepenuhnya kepada pelayanan dan menyebarkan pesan cinta Allah kepada semua orang.”

    Dalam homilinya juga, Uskup Agustinus menjelaskan makna dan pentingnya tahbisan Diakon dalam hierarki Gereja Katolik. Diakon merupakan tahap awal dalam perjalanan menuju imamat, dengan tugas utamanya sebagai pelayan sabda, pelayan altar, dan pelaku karya amal kasih gereja. “Tahbisan Diakon adalah langkah pertama menuju imamat, yang mengharapkan pelayanan yang semakin dalam dan berfokus pada tugas-tugas khusus seorang imam,” kata Uskup Agustinus.

    Tahbisan Imam 7 Februari 2024

    Acara ini juga menjadi momen istimewa karena Mgr. Agus mengumumkan rencana untuk melanjutkan tahbisan Imam untuk 5 Diakon pada tanggal 7 Februari 2024 mendatang. Ini merupakan langkah yang sangat dinantikan dalam perjalanan spiritual para Frater.

    Salah satu Diakon, Fransiskus Wuring, menyampaikan sambutan yang menggambarkan rasa syukur dan terima kasih atas rahmat tahbisan Diakon yang telah mereka terima. Ia juga mengungkapkan betapa besar dan luar biasanya anugerah Tuhan yang terwujud dalam panggilan hidup mereka untuk melayani Gereja dan umat kudus-Nya.

    Usai tahbisan, suasana kebersamaan tetap terasa dalam acara Ramah Tamah di Basement Gereja. Para Frater, keluarga, kerabat, dan umat paroki katedral menghabiskan waktu bersama, saling berbagi cerita dan menguatkan ikatan kebersamaan.

    Oleh: Samuel- Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    BERITA DUKA: Meninggalnya Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono, Bapa Uskup Surabaya

    Berita Duka

    MajalahDUTA.Com – Surabaya, 10 Agustus 2023 – Umat Katolik Surabaya merasakan duka yang mendalam atas berita pemanggilan menghadap Allah yang Maha Esa. Pada hari Kamis, pukul 10.29 WIB, Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono, Bapa Uskup Surabaya, berpulang ke rumah Bapa di surga. Kabar ini diumumkan oleh RD. Paulus Febrianto, Sektetaris Keuskupan Surabaya.

    Mgr. V. Sutikno Wisaksono meninggalkan dunia ini di Rumah Sakit Katolik St. Vincentius a Paulo, yang lebih dikenal sebagai RKZ Surabaya. Rumah sakit ini terletak di Surabaya, Jawa Timur. Beliau telah memberikan dedikasi dan pelayanan yang luar biasa bagi umat Katolik dan masyarakat luas di Keuskupan Surabaya.

    Seluruh umat Katolik diundang untuk bersama-sama mendoakan kedamaian abadi jiwa Mgr. V. Sutikno Wisaksono. Doa-doa kita adalah bentuk penghormatan atas dedikasi dan karya beliau dalam melayani Tuhan dan umat-Nya. Melalui belas kasih-Nya, kita berharap Uskup Sutikno mendapatkan tempat yang mulia di sisi-Nya.

    Uskup Agustinus juga mengucapkan bela sungkawa atas kepergian sahabat sesama Uskup di Indonesia.

    “Kita Doakan, semoga jiwa Mgr. V. Sutikno Wisaksono beristirahat dalam damai di hadapan Allah,” kata Uskup Agustinus.

    Oleh: Samuel- Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    Tahbisan Diakon Keuskupan Agung Pontianak Oleh Mgr. Agustinus Agus

    Foto Lima Diakon Bersama Mgr. Agustinus Agus, Para Imam dan Umat yang Hadir/Sumber foto: Doc. Komsos KAP – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Pontianak – Panggilan hidup membiara adalah cara hidup selibat (tidak menikah) yang dijalani oleh mereka yang terpanggil dan mengimani panggilannya untuk mengikuti Kristus secara total dan menyeluruh. Pada hari Jumat, 4 Agustus 2023 dilaksanakan Perayaan Ekaristi Tahbisan Diakon di Gereja Katedral Santo Yosef Pontianak. Selebran utama Perayaan Ekaristi Tahbisan Diakon adalah Yang Mulia Mgr. Agustinus Agus dan didampingi para imam di Keuskupan Agung Pontianak.

    Adapun kelima Frater yang di Tahbiskan oleh Mgr. Agustinus Agus menjadi Diakon adalah Fr. Andrianus Antonius Budi, Fr. Fransiskus Wuring, Fr. Martinus P, Fr. Mikael Ardi, dan Fr. Yohanes Paulus Arief Samara. Turut hadir adalah kedua orang tua dari masing-masing Frater, keluarga besar, kerabat, kenalan dan umat paroki katedral.

    Proses pentahbisan berjalan dengan penuh hikmat. Dalam homilinya, Mgr. Agustinus Agus menjelaskan bahwa tahbisan Diakon adalah tahbisan tingkat pertama bagi calon imam dalam Hierarki Gereja Katolik. Maka yang paling bawah adalah Diakon, di atasnya Imam (tahbisan Imamat), dan di atasnya lagi adalah Episkopal atau Uskup.

    Baca Juga: Tahbisan Dua Diakon Kongregasi CSE (Carmelitae Sancti Eliae)

    Bapa Uskup juga menyampaikan tiga tugas pokok seorang Diakon, yakni pelayan sabda, pelayan altar dan karya amal kasih gereja. Tapi yang fokus sebetulnya dan yang pertama adalah suatu ketika akan ditahbiskan menjadi imam.

    “Seorang Diakon memiliki tugas pokok, yaitu pelayan sabda, pelayan altar dan karya amal kasih gereja. Tetapi ada fokus dan harapan utama yakni suatu ketika akan ditahbiskan menjadi seorag imam.” Tutur Mgr. Agus

    Dalam kesempatan ini juga Mgr. Agus menyampaikan rencana akan dilaksanakannya tahbisan kelima Diakon menjadi Imam, yaitu pada 7 Februari 2024 mendatang.

    Tahbisan Diakon

    Sebelum berkat penutup Diakon, perwakilan orang tua dan Mgr. Agus menyampaikan sambutan. Setelah itu seluruh keluarga dan umat yang hadir diundang untuk mengikuti acara Ramah Tamah di Basement Gereja.

    Diakon Fransiskus Wuring menyampaikan sambutan mewakili empat orang temannya, dalam sambutannya Diakon Fransiskus Wuring menyampaikan ucapan syukur dan terima kasih atas rahmat tahbisan Diakon yang dianugerahkan kepada mereka melalui tangan terurap Mgr. Agustinus Agus mewakili gereja universal.

    Baca Juga: Misa Tahbisan Diakon: Menjawab Panggilan Yesus dan Menjadikan-Nya Kekuatan dalam Pelayanan

    “Syukur dan terima kasih pertama-tama kami haturkan kepada Allah Tritunggal Yang Maha Kudus, Bapa Putra dan Roh Kudus. Tuhan yang kami sembah, atas rahmat tahbisan diakonal yang dianugerahkan kepada kami berlima melalui tangan terurap Mgr. Agustinus Agus mewakili gereja universal” tuturnya.

    Diakon Fransiskus Wuring juga memaparkan bahwa Tahbisan Diakon adalah Rahmat yang sungguh luarbiasa yang dianugerahkan oleh Tuhan sebagai tanda cinta-Nya yang begitu besar kepada kita semua umat kudus-Nya.

    Penulis: Winda/Tim Komsos

    Kuatkanlah Hatimu, Berdirilah, Dia Memanggilmu

    KRK Gereja Paroki Stella Maris Siantan Menyambut Hari Minggu dengan Semangat Doa

    MajalahDUTA.Com, Siantan, 30 Juli 2023 – Gereja Paroki Stella Maris Siantan, bekerja sama dengan Pelayanan Doa St. Rafael, mengadakan Kebangunan Rohani Katolik(KRK) yang mengusung tema “Kuatkanlah Hatimu, Berdirilah, Dia Memanggilmu” (Markus 10:46-52).

    Kegiatan ini berlangsung pada hari Minggu, 30 Juli 2023, pukul 18.00 WIB di Gereja Paroki Stella Maris Siantan, Jalan Gusti Situt Mahmud No. 100.

    Pembicara yang dihadirkan dalam acara ini adalah Pastor Klementius Ruslin, CDD, seorang Imam Katolik yang akan sharring dan membagikan kisah karya Allah dengan pelayanan rohani. Beliau akan berbagi tentang ajaran dan pesan-pesan inspiratif yang akan memberikan penghiburan dan semangat baru bagi umat.

    Kegiatan ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Seluruh umat diundang untuk hadir dalam acara KRK ini. Acara ini diharapkan dapat menjadi momen yang memberkati dan menyatukan kita dalam doa dan pujian.

    Dalam menghadapi tantangan hidup di zaman ini,  refleksi rohani menjadi sarana penting bagi umat Katolik dalam memperkuat iman, mendapatkan penghiburan, dan merenungkan pesan-pesan suci yang terkandung dalam Alkitab. Selain itu, acara ini juga menjadi kesempatan bagi umat untuk memperdalam hubungan mereka dengan Tuhan dan sesama.

    KRK Santo Rafael mengajak semua umat Katolik, serta siapapun yang tertarik untuk mendalami iman dan mendapatkan semangat baru, dalam datang dan meramaikan acara Kebagunan Rohani Katolik. Pastikan untuk hadir pada hari Minggu, 30 Juli 2023, pukul 18.00 WIB di Gereja Paroki Stella Maris Siantan. )* Sam-DUTA.

    Kepemimpinan Dalam Organisasi OMK

    Pelatihan Kepemimpinan OMK oleh Fr. Fransesco Agnes Ranubaya dan Fr. Memet Saputra

    MajalahDUTA.Com- Seringkali organisasi Orang Muda di bawah naungan paroki-paroki yang disebut sebagai OMK (Orang Muda Katolik) dicap sebagai tukang parkir belaka. Padahal esensinya, OMK merupakan salah satu kelompok Kategorial di dalam Gereja yang dikhususkan untuk memperhatikan anak-anak muda sebagai Generasi Gereja dalam peziarahannya di dunia. Perhatian pada kaum muda di zaman ini tentu saja berbeda karena beriringan dengan derasnya arus perubahan zaman. Karena itu diperlukan pribadi-pribadi handal yang dipersiapkan sebagai kader pemimpin masa depan melalui organisasi yang disebut sebagai OMK ini.

    Pada hari Sabtu 15 Juli 2023 lalu, OMK Paroki Santo Carolus Boromeus Tembelina melaksanakan kegiatan yang mengangkat tema kepemimpinan. Penulis dipercayakan untuk memberikan materi mengenai kepemimpinan dalam organisasi OMK.

    Pertama-tama penulis menyebut kepemimpinan tersebut sebagai spiritualitas karena kepemimpinan di dalam organisasi OMK bukan semata-mata organisasi yang mencari keuntungan semata, melainkan organisasi yang didirikan oleh sekelompok kaum muda yang memiliki semangat yang sama untuk mengembangkan diri, memajukan Gereja, bangsa dan negara. Oleh karena itu, spiritualitas kepemimpinan di dalam OMK harus dinyalakan dari dalam sehingga cahaya yang menyala-nyala itu akan mampu menerangi dunia sebagaimana mandat Kristus sebagai Terang Dunia.

    Ada lima materi yang dibagikan penulis kepada para OMK Paroki Sto. Carolus Boromeus Tembelina yaitu mengenai Dasar Kepemimpinan, Organisasi OMK, Manajemen Organisasi, Proposal dan Laporan Pertanggungjawaban. Pertama-tama peserta diminta untuk mengetahui definisi kepemimpinan yang benar. Hal ini dikarenakan stereotipe banyak orang yang menganggap pemimpin sama dengan boss.

    Seorang boss memperlakukan anak buahnya sebagai pesuruh yang harus mampu melaksanakan apa yang diperintahkan sehingga menciptakan hubungan antara atasan dengan bawahan. Sementara seorang pemimpin memperlakukan orang yang dipimpinnya sebagai rekan seperjalanan di dalam organisasi sehingga menciptakan hubungan sinergis dalam mewujudkan tujuan organisasi. Setelah mengetahui dasar kepemimpinan, OMK juga harus mengetahui macam apa organisasi yang mereka geluti sehingga dapat organisasi menjadi darah dan daging atau organisasi yang mereka miliki seperti rumah sendiri.

    Mengenai Organisasi OMK dibahas pula perihal masalah-masalah kaum muda yang sedang menjadi fokus Gereja yaitu mengenai jati diri kaum muda, ketidakpastian masa depan dan hubungan-hubungan kaum muda yang bermakna. Selanjutnya bagaimana mempraktikkan dasar kepemimpinan dalam Manajemen Organisasi. Mengapa ada kepemimpinan dan manajemen dalam organisasi? Karena keduanya berjalan secara sinergis, dalam proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian dalam organisasi juga ada proses manajemen yang memberdayakan sumberdaya yang ada untuk mencapai tujuan organisasi agar berjalan secara efektif dan efisien. Materi tambahan yang penulis selipkan dalam latihan kepemimpinan ini adalah mengenai Proposal dan Laporan Pertanggungjawaban.

    Seringkali dua hal tersebut menjadi hal yang cukup penting dalam penyelenggaraan kegiatan, namun masalah lain yang kerap terjadi adalah sulitnya membuat laporan pertanggungjawaban setelah kegiatan terlaksana. Tujuan dari dua hal tersebut tidak lain adalah mendokumentasikan kegiatan secara rinci baik perencanaan, pengorganisasi, pengarahan dan pengawasan sehingga dapat menjadi acuan bagi pengurus organisasi selanjutnya dalam melaksanakan kegiatan serupa atau pengembangan kegiatan lainnya. Maka dari itu, kepemimpiunan organisasi OMK tidak hanya soal mampu mempengaruhi anggota untuk melaksanakan tujuan organisasi, tetapi juga pembelajaran untuk berani bertanggungjawab.

    Setelah pemaparan materi dari penulis, OMK Paroki Sto. Carolus Boromeus Tembelina mendengarkan beberapa patah kata dari Frater Memet terutama mengenai hal ikhwal tentang organisasi OMK. Frater Memet berpesan bahwa kegiatan OMK memberikan manfaat pertama tentu saja memperoleh teman yang banyak. Kedua militansi iman, seorang OMK harus memiliki militansi iman dan tidak goyah iman atau pindah agama. Frater Memet memberikan sebuah pandangan segar bagaimana menjadi seorang OMK yang militan.

    Dilemparkanlah pertanyaan,”Apakah kita boleh pindah agama?” Frater Memet menjelaskan kepada OMK Tembelina dengan ayat Injil Yohanes 14:6  yang mengatakan, ”Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku”. Dengan demikian Frater Memet menegaskan bahwa tanpa Yesus, tidak ada jalan keselamatan sehingga tidak ada alasan bagi OMK untuk pindah-pindah agama. Selanjutnya ada pertanyaan lain,”Apakah kita boleh pindah gereja lain selain Katolik?” Frater Memet juga menegaskan melalui  Injil Matius 16:18 Yesus menyatakan: “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” Hal tersebut berarti bahwa Yesus mempercayakan Gereja yang didirikan-Nya kepada Petrus, Paus Pertama Umat Katolik dan kepada penggantinya. Tuhan tidak mengatakan akan mendirikan jemaat-jemaat-Ku (Gereja-Gerejaku) tetapi jemaat-Ku (Gereja-Ku: Tunggal). Sementara itu gereja lain didirikan oleh manusia bukan Yesus. Peneguhan iman tersebut tentu saja menggugah OMK Paroki Sto. Carolus Boromeus.

    Setelah latihan kepemimpinan, diadakan pemilihan pengurus OMK Paroki St. Carolus Boromues Tembelina. Hal ini disebabkan karena beberapa anggota terutama pengurus akan melanjutkan pendidikan paska SMA di luar Paroki Tembelina. Maka dipilihlah beberapa anggota yang menjadi pengurus baik kordinator maupun anggota. Karena adanya perpindahan Pastor Vikaris Paroki Sto. Carolus Boromeus RD Bonifasius Mite dengan RD Fransiskus Joko Umbara (Pastor Vikaris Paroki Sto. Mikael Simpang Dua), maka pembina OMK Paroki Sto. Carolus Boromeus sementara masih tetap Romo Boni hingga Romo Joko bertugas.

    Paroki Sto. Carolus Boromeus merupakan Paroki terdekat dari Kota Ketapang dengan beberapa stasi yang cukup dari pusat Paroki. Hal tersebut membuat beberapa anggota OMK harus pulang lebih awal untuk menghindari waktu pulang malam hari. Meskipun demikian, tidak menghentikan langkah perwakilan OMK di Stasi-stasi untuk hadir dalam pertemuan OMK Paroki Sto. Carolus Boromeus Tembelina. Sebagaimana penulis katakan dalam latihan kepemimpinan, untuk menjadi OMK zaman now, harus memiliki hati yang besar dengan cita rasa zaman now. Pertemuan tersebut menjadi bukti bahwa anggota OMK di Paroki Tembelina tersebut memiliki hati yang besar untuk membangun OMK. Tetap semangat ya gaes!

    Penulis & Narasumber: Fr. Fransesco Agnes Ranubaya
    Narasumber 2: Fr. Memet Saputra (Tahun Orientasi Pastoral Paroki Tembelina)
    Dokumentasi: Katarina Yanti

    TERBARU

    TERPOPULER