DUTA, Manaoag – Filipina | Peringatan 100 tahun Pemahkotaan Maria Manaoag yang digelar di Minor Basilica of Our Lady of the Rosary of Manaoag pada Rabu (22/4/2026) berlangsung meriah dan penuh khidmat. Perayaan akbar ini dihadiri jutaan umat Katolik dari berbagai wilayah di Filipina maupun mancanegara.
Misa Agung dalam peringatan ini dipimpin oleh Nunsius Apostolik Vatikan untuk Filipina, serta dihadiri para uskup dan ratusan imam dari berbagai keuskupan.

Sejumlah pejabat tinggi negara turut hadir, termasuk Presiden Filipina beserta istri dan Gubernur Dagupan, menandakan pentingnya peristiwa ini bagi kehidupan religius bangsa tersebut.
Dari Indonesia, tampak hadir Ketua Dewan Pembina Yayasan Landak Bersatu, Mgr. Agustinus Agus, OP didampingi oleh Prior Rumah St. Dominikus Pontianak, Romo Johanes Robini Marianto OP.
Selain itu, delegasi dari Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo turut ambil bagian, terdiri dari jajaran pimpinan universitas dan staf sebagai bentuk solidaritas antarumat.

Sejak dini hari, jutaan peziarah telah memadati area basilika dan sekitarnya. Mereka datang untuk berdoa sekaligus merayakan satu abad pemahkotaan Bunda Maria Manaoag yang dikenal luas sebagai pelindung dan penolong umat.
Dalam kesempatan tersebut, Uskup Agustinus OP menegaskan bahwa kehadiran delegasi Indonesia merupakan simbol persaudaraan Gereja di Asia.
“Peristiwa iman ini meneguhkan kita semua. Maria Manaoag mengajarkan kesetiaan dan pengharapan di tengah tantangan zaman,” ujarnya, (22/04).
Menurut laporan dari Romo Rupinus Kehi tampak bahwa peringatan satu abad Pemahkotaan Maria Manaoag itu menjadi momentum bersejarah, tidak hanya bagi umat Katolik di Filipina, tetapi juga bagi Gereja di kawasan Asia yang terus berkembang dalam semangat iman dan persatuan.*S (Sumber: RD. Rupinus Kehi).




