Tuesday, May 12, 2026
More
    Home Blog Page 125

    Allah sebagai Harapan Hidup Baru

    Allah sebagai Harapan Hidup Baru- Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, BKSN- Ketika pandemi berlangsung, orang bertanya: Di manakah Allah? Mengapa Ia sepertinya diam?

    Malah ada yang mungkin berpikir bahwa Allah sedang mencobai umat-Nya. Ada juga yang merasa bahwa semuanya ini terjadi karena dosa manusia atau sikap serakah kita.

    Melalui pandemi, Tuhan mengajarkan kepada manusia agar menyadari aspek-aspek yang hilang dari kesibukan mereka, salah satunya bahwa orang kurang memperhatikan dirinya sendiri, sesamanya, dan bahkan Tuhan.

    Di saat dunia terus berjuang menemukan vaksin yang cocok, harapan satu-satunya adalah Allah. Allah melampaui segala zaman; Allah terus berjalan bersama umat-Nya dalam segala situasi; dan Allah setia berjuang bersama umat manusia. Dialah sumber pengharapan kita agar berkat penyelenggaraan-Nya, situasi yang memilukan ini dapat dipulihkan.

    Baca juga: Makna Logo BKSN 2022

    Dalam dunia Perjanjian Lama, Allah selalu menjadi harapan dimulainya hidup yang baru. Kita bisa menemukan hal ini, misalnya, dalam kitab Hakim-hakim. Ketika orang Israel baru menetap di Tanah Perjanjian, mereka menaruh harapan kepada Tuhan agar menuntun mereka menjalani hidup yang baru.

    Namun, mereka sering terlena, jatuh ke dalam dosa, sehingga mendapatkan hukuman. Ketika mereka berteriak meminta pertolongan, mereka pun ditolong lagi oleh Tuhan. Pola seperti ini terus berlanjut, terutama ketika orang Israel terlena kembali dan menjauh dari Tuhan.

    Kisah pembuangan menghadirkan juga contoh tentang harapan yang besar kepada Allah untuk dimulainya hidup yang baru.

    Baca juga: Pandemi dan Harapan Hidup Baru

    Sebelumnya, orang Israel menjalani keseharian hidup tanpa mau mendengarkan suara Tuhan yang diwartakan melalui para nabi. Pada akhirnya mereka kalah, hancur, dan diasingkan dari tanah mereka sendiri. Demikianlah mereka dibuang ke Babel karena dosa-dosa mereka.

    Di saat seperti itu, dalam keadaan tidak berdaya, Allah menjadi harapan satu-satunya bagi mereka untuk memulai hidup baru. Warta seperti ini sering terungkap dalam kitab para nabi.

    Baca juga: Pewahyuan Allah: Allah Datang untuk Menjumpai Manusia

    Allah selalu memberikan harapan akan hidup baru. Kehadiran Yesus ke dunia juga membuka wawasan dan harapan akan hidup baru. Kedatangan Yesus merupakan keinginan dan inisiatif Allah agar semua orang memperoleh kebahagiaan kekal. Jaminan akan keselamatan kekal dinyatakan oleh kedatangan-Nya.

    Harapan untuk memasuki langit dan bumi yang baru pun terbuka. Yesus sendiri bahkan sudah memulainya dengan mewartakan kebaikan agar di dunia pun orang sudah merasakan kebahagiaan hidup.

    Pada masa pemulihan pascapandemi ini, kita diajak untuk menggantungkan hidup kita pada Tuhan. Dia yang melintasi segala zaman menjadi sumber harapan bagi kita, umat-Nya, dalam melewati masa-masa sulit sekarang ini, sebab Dia tahu mana yang terbaik, tahu juga akan masa depan yang terbentang di hadapan kita.

    Sebagaimana Dia menemani para murid mengarungi danau yang diterjang angin kencang (lih. Mat. 14:22-33), Dia juga pasti berjalan bersama kita melewati badai pandemi ini.

    Dia turut menolong kita menghadapi berbagai gelombang yang menerjang iman kita; Dia mengarahkan kita kepada hidup baru yang lebih baik. Dialah satu-satunya sumber harapan kita dalam menjalani hidup baru.

    Persaudaraan Kontradus OFS Pontianak: Fransiskan Ada Jalan Hidup

    Pertemuan untuk Persaudaraan St.Konradus untuk bulan Agustus 2022- Dirumah Sdr Y.Tuparman.OFS.

    MajalahDUTA.Com, Pontianak (4/9) – merupakan hari pertemuan rutin saudara-saudari Ordo Fransiskan Sekular  (OFS) persaudaraan Santo Conradus.

    Pertemuan bulanan ini diadakan dikediaman saudara Yohanes Tuparman, OFS. Pertemuan kali ini menjadi istimewa ketika persaudaraan Santo Conradus mendapat kunjungan dari Minister Regio OFS Kalimantan, yaitu saudara Herman Yosef Anem, OFS.

    Kunjungan ini merupakan implementasi dari Anggaran Dasar dan Konstitusi OFS, bahwa pelayan regio mengunjungi saudara-saudari di persaudaraan lokal.

    Pembahasan pada pertemuan kali ini mencakup rencana naik jenjang para saudara, mulai dari jenjang aspiran ke postulant maupun jenjang postulan ke novis.

    Baca juga: Kapitel Ordo Fransiskan Sekular Regio Kalimantan

    Pembicaraan lain juga mencakup mencari cara paling efektif untuk memberikan pendidikan iman kepada pada saudara. Percakapan melebar ke berbagai hal seputar hidup menggereja dan hidup fransiskan.

    Fransiskan sesungguhnya bukan hanya sekedar kumpulan orang yang meneladani santo Fransiskus, melainkan sebuah ideologi, sebuah jalan hidup.

    Para saudara OFS dituntut menjalani hidup dalam terang injil dan ajaran Kristus seturut teladan Santo Fransiskus dari Asisi. Kehidupan yang dijalani haruslah hidup yang taat, miskin dan murni.

    Baca juga: Kepemimpinan yang melayani

    Anggota OFS tidak tinggal didalam bangunan biara sebagaimana biarawan-biarawati awam religius, justru lingkungan masyarakat, lingkungan pekerjaan dan lingkungan bangsa negara merupakan biara bagi seorang OFS.

    Sebagai sebuah ordo resmi dalam Gereja Katolik, OFS merupakan organisasi yang mewadahi umat beriman. OFS adalah organisasi lintas negara yang berpusat di Roma, Italia. Maka, meskipun ordo awam, namun OFS adalah organisasi / lembaga hidup bakti yang setara dengan ordo-ordo lain didalam Gereja.

    Pandemi dan Harapan Hidup Baru

    Hidup Baru- Bulan Kitab Suci Nasional 2022

    MajalahDUTA.Com, BKSN- Telah disebutkan bahwa pandemi mengubah segalanya. Semua orang berusaha beradaptasi dengan situasi ini dan berusaha mempertahankan kehidupan dengan sekuat tenaga, sembari berharap semoga pandemi cepat berlalu.

    Salah satu yang muncul dari proses adaptasi ini adalah solidaritas sesama manusia. Di sana-sini, kita temukan orang yang saling berbagi agar sesamanya tidak merasa sendirian atau merasa ditinggalkan. Solidaritas ini menjadi antitesis dari perlakuan yang dianggap kurang bermartabat terhadap orang yang terdampak Covid-19.

    Orang akhirnya menyadari bahwa martabat manusia patut dihargai. Segala sesuatu bisa runtuh, hilang, atau berganti, namun harkat dan martabat manusia harus tetap dijunjung tinggi dalam situasi apa pun.

    Baca juga: Pandemi dan Hidup Baru

    Pola-pola pendekatan terhadap manusia mungkin bisa berubah terutama karena situasi pandemi, namun orang mesti tetap menghargai aspek kemanusiaan setiap individu. Pandemi yang sudah mulai mereda memberikan harapan akan hidup baru.

    Harapan ini bukan hanya sekadar menjalani kehidupan dengan protokol new normal, melainkan harapan yang berhubungan dengan peningkatan kualitas hidup, relasi sosial, dan relasi dengan Allah.

    Peningkatan kualitas hidup yang dimaksud berkaitan erat dengan meningkatnya pendapatan yang berpengaruh pada terjaminnya kebutuhan untuk hidup yang lebih baik.

    Selama masa pandemi, keadaan ekonomi memang runtuh. Banyak usaha bahkan bangkrut atau tidak dapat memenuhi biaya operasionalnya sendiri. Karena itu, semua orang mengharapkan suasana hidup baru yang lebih memberikan kepastian dalam kehidupan ekonomi, sehingga kualitas kehidupan menjadi lebih baik.

    Baca Juga: Makna Logo BKSN 2022

    Harapan hidup yang baru juga berhubungan dengan relasi sosial. Selama masa pandemi, aspek ini mendapatkan tantangan yang besar. Relasi sosial tidak dapat berjalan dengan semestinya. Semua komunikasi interpersonal tidak dapat sepenuhnya dijalankan secara langsung.

    Hal ini berpengaruh pada keakraban, kedekatan, dan pengenalan yang lebih baik terhadap sesama. Situasi menjadi lebih buruk ketika orang terpapar Covid-19, sebab ia malah dijauhi atau disingkirkan dari pergaulan.

    Karena itu, dalam situasi pemulihan pascapandemi, orang mulai saling mencari dan membina kembali relasi yang terputus. Semua berharap agar relasi dengan orang lain tetap berjalan dengan baik, meskipun mungkin melalui instrumen media sosial atau media komunikasi.

    Adaptasi terhadap cara berelasi mau tidak mau dimulai agar relasi tetap terjalin. Dalam bidang kerohanian, banyak orang mulai merasa bahwa diri mereka tidak berarti apa-apa. Mereka lemah dan tidak berdaya, serta memerlukan pertolongan Tuhan yang mahakuasa agar dapat melewati masa-masa sulit ini.

    Meskipun ada yang acuh tak acuh dengan urusan kerohanian, dalam kenyataan dapat dilihat bahwa aneka cara dibuat oleh berbagai pihak untuk membantu mempertahankan dan meningkatkan relasi dengan Tuhan.

    Di sana-sini muncul kelompok-kelompok media sosial yang membahas hal-hal rohani, membagikan pesan rohani, dan sebagainya. Hidup baru dimulai dengan kesadaran baru akan kekecilan diri di hadapan Tuhan yang mahakuasa.

    Pandemi dan Hidup Baru

    Foto: Kumpulan Kata Mutiara Harapan Hidup dari Tokoh-Tokoh Terkenal

    MajalahDUTA.Com, BKSN- Sejak akhir tahun 2019, situasi dunia diombang-ambingkan oleh virus Corona yang mengakibatkan pandemi Covid-19. Virus ini mengubah banyak sekali perilaku manusia dalam berbagai bidang kehidupan.

    Pola relasi interpersonal pun berubah dengan adanya pembatasan-pembatasan dan ketentuan untuk menjaga jarak.

    Sentuhan fisik yang dahulu dirasakan sebagai ekspresi paling dalam dan paling dekat dalam sebuah persahabatan, kini diadaptasi dengan cara baru yang pada awalnya terasa risi dan aneh.

    Senyuman dan gerak-gerik mulut yang mengekspresikan isi hati secara nonverbal kini tidak lagi dapat dilihat dengan baik karena terbungkus masker. Kita tidak mengetahui apakah orang itu tersenyum atau sedang serius, sehingga perkataan seseorang dapat disalahtafsirkan.

    Baca juga: Makna Logo BKSN 2022

    Pola-pola interaksi tersebut hanyalah salah satu dari sekian banyak perubahan yang dialami pada masa pandemi ini.

    Dalam bidang ekonomi, misalnya, kita mengalami bahwa sistem ekonomi mulai berubah dari sistem tradisional yang mengandalkan pertemuan personal kepada sistem daring dan perantaraan pihak ketiga. Hal ini berakibat pada menurunnya jumlah kunjungan ke toko-toko fisik dan meningkatnya pengangguran.

    Kesenjangan ekonomi pun perlahan-lahan tercipta. Seiring dengan hal ini, ketidakadilan muncul dalam kehidupan bermasyarakat yang disebabkan oleh jurang ekonomi antara yang kaya dan yang miskin.

    Perubahan juga terjadi dalam kehidupan religiositas dan keagamaan. Orang beriman diminta untuk mematuhi protokol kesehatan, sehingga tidak lagi terdapat kerumunan orang di tempat atau rumah ibadah. Gereja-gereja kita menjadi tidak penuh seperti sebelumnya.

    Mesti diakui secara jujur bahwa keadaan ini ditanggapi secara berbeda oleh umat beriman. Bagi sebagian orang yang imannya suam-suam kuku, kehadiran Covid-19 menjadi alasan yang tepat untuk meninggalkan aktivitas rohani, yang berakibat mereka semakin jauh dari Tuhan.

    Baca juga: Allah Sumber Harapan Baru

    Sebaliknya, bagi mereka yang memiliki kehidupan iman yang jujur, Covid-19 menjadi tantangan bagi perkembangan iman. Karena itu, berbagai kreativitas diciptakan agar kehidupan iman tetap terjaga, misalnya dengan mengikuti streaming perayaan Ekaristi, menciptakan jejaring sosial untuk berdoa atau berbagi firman Tuhan, berdoa di dalam rumah bersama anggota keluarga, dan sebagainya.

    Kini, pada tahun 2022 ini, kita sudah mulai terbiasa dengan situasi pandemi. Kita mulai memasuki fase baru, yaitu hidup secara baru. Kita tidak lagi memiliki pola-pola kehidupan seperti sebelumnya, sebab kita mulai membangun kehidupan kita sembari berdamai dengan situasi yang ada.

    Orang-orang mulai terbiasa dan cepat tanggap dengan tuntutan-tuntutan berperilaku yang berkaitan dengan penanggulangan penyebaran virus. Tidak ada lagi kepanikan seperti sebelum-sebelumnya, meskipun varian baru virus ini kemudian bermunculan. Kewaspadaan tetap ada, tetapi tidak terjadi lagi kepanikan yang berlebihan di kalangan masyarakat.

     

    Allah Sumber Harapan Baru

    Kata Pengantar Buku BKSN 2022- R.P. Albertus Purnomo OFM - Ketua Lembaga Biblika Indonesia

    MajalahDUTA.Com, BKSN 2022- Dalam sebuah wawancara dengan jurnalis Italia, Lorena Bianchetti, di acara A Sua immagine yang disiarkan pada hari Jumat Agung 2022 di stasiun TV Italia, RAI 1, Paus Fransiskus menyinggung pentingnya harapan.

    Beliau mengatakan bahwa di tengah berkecamuknya perang di Ukraina dan tragedi lainnya di seluruh dunia, Paskah ini seharusnya membuat kita tetap menjaga harapan kita kendatipun itu sulit terpenuhi dalam waktu yang singkat.

    Paus Fransiskus mendesak umat beriman untuk tidak pernah kehilangan harapan: “Keinginan saya adalah jangan kehilangan harapan. Harapan yang nyata tidak pernah mengecewakan.

    Ajakan Paus Fransiskus tersebut selaras dengan tema Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2022, yaitu Allah Sumber Harapan Hidup Baru, dengan ayat emas: “Carilah TUHAN, maka kamu akan hidup” (Am. 5:6).

    Baca juga: Makna Logo BKSN 2022

    Dewan Pimpinan Lembaga Biblika Indonesia (LBI) mengangkat tema ini dengan mempertimbangkan tren situasi aktual sekarang. Di tengah wabah Covid-19 yang masih muncul di sejumlah tempat di belahan dunia dan secara khusus di Indonesia, ketakutan dan kekhawatiran yang sebelumnya melanda masyarakat kita perlahan-lahan mulai mereda.

    Gencarnya vaksinasi yang digalakkan pemerintah tampaknya telah mampu menciptakan kekebalan kelompok terhadap penyakit ini.

    Aktivitas sosial dan perekonomian pun mulai bergerak normal kembali. Ini menandakan harapan masyarakat untuk kembali bangkit dari problem dan kekecewaan karena pandemi sudah mulai merekah.

    Namun, penting juga dicatat bahwa persoalan di dunia ini tidak pernah berhenti. Ketika pandemi Covid-19 sudah mulai teratasi, dunia tiba-tiba dikejutkan dengan perang yang terjadi di Ukraina, yang pasti akan berdampak pada aktivitas manusia di tingkat internasional, baik secara ekonomi, politik, maupun sosial.

    Entah secara langsung atau tidak langsung, kita sebagai bagian dari warga dunia pasti akan terkena dampak dari perang ini. Kita tentu saja berharap agar perang di Ukrania segera selesai, sehingga tercipta tatanan kehidupan dunia yang penuh kedamaian dan keadilan.

    BKSN 2022 mengajak kita sebagai umat Gereja Katolik di Indonesia untuk merenungkan kembali sosok Allah sebagai sumber harapan hidup baru bagi orang beriman. Secara khusus, kita akan merenungkan dan merefleksikan tentang harapan ini berdasarkan perikop-perikop yang diambil dari kitab Nabi Amos dan Hosea.

    Mengapa kita menggunakan perikop dari kedua kitab tersebut? Jawabannya tidak lepas dari visi dan misi LBI tahun 2021-2025. Pada tanggal 29 Agustus sampai 2 September 2021, LBI menyelenggarakan Pertemuan Nasional secara virtual dengan tema Singa Telah Mengaum: Mendengarkan Warta Dua Belas Nabi.

    Tema ini diangkat karena melihat kenyataan bahwa kitab nabi-nabi kecil masih terasa asing bagi umat Katolik pada umumnya. Karena itulah LBI menganggap perlu memperkenalkan kitab-kitab tersebut kepada umat.

    Baca juga: Pesta Pelindung Gereja Katolik Santo Agustinus Senakin

    Umat diajak untuk sedikit demi sedikit membaca kitab dua belas nabi kecil, sehingga dapat memetik pesan dan inspirasinya yang bermanfaat bagi perkembangan iman. Selaras dengan itu, disepakati bahwa tahun 2022 merupakan tahun di mana kita bersama-sama mempelajari inspirasi sabda Allah dari Nabi Amos dan Hosea.

    Bersama dengan Nabi Amos dan Hosea, kita akan merefleksikan dan mempelajari tentang bagaimana menumbuhkan harapan untuk menangkis mentalitas keagamaan palsu, untuk melawan ketidakadilan, untuk mengenal kasih setia Allah, dan untuk mengenal Allah yang penuh kerahiman.

    Meskipun bisa jadi tema-tema yang dipilih ini terasa kurang relevan dengan situasi dan kondisi aktual masyarakat di tingkat paroki maupun lingkungan di masing-masing keuskupan, paling tidak tematema ini dipastikan mampu menjadi batu loncatan sekaligus inspirasi untuk berbagi pengalaman iman berdasarkan sabda Allah dalam Kitab Suci.

    Dengan selalu berkumpul dalam kelompok basis atau lingkungan untuk merenungkan sabda Allah dalam Kitab Suci, kita sesungguhnya sedang memelihara tradisi unggul yang dipraktikkan oleh Gereja Perdana dahulu.

    Memang, untuk sharing Kitab Suci, idealnya kita hadir berkumpul sambil membaca Kitab Suci secara normal atau dengan kata lain mengadakan pertemuan secara luring. Akan tetapi, jika prokes masih diinstruksikan oleh pemerintah, sharing Kitab Suci dalam sebuah pertemuan virtual kiranya tidak menjadi masalah.

    Baca juga: Pertemuan Reformasi Kuria ditutup dengan fokus pada Yobel Harapan 2025

    Yang terpenting adalah bahwa dalam pertemuan tersebut, kita dapat menggali pesan kehidupan dari setiap perikop yang kita dalami bersama. Walaupun memahami Kitab Suci itu tidak mudah, sekurang-kurang kita pasti akan menemukan satu pesan yang berdampak bagi perkembangan dan kemajuan hidup rohani kita.

    Akhirnya, kami mengucapkan limpah terima kasih untuk R.P. Petrus Cristologus Dhogo SVD yang telah menyiapkan gagasan pendukung sebagai dasar dan panduan bagi BKSN 2022. Ucapan terima kasih juga kami tujukan kepada para delegatus sekaligus ketua Komisi Kerasulan Kitab Suci keuskupan-keuskupan di Regio Nusa Tenggara (Nusra) yang menyusun bahan untuk pertemuan-pertemuan kelompok mingguan.

    Semoga dengan BKSN 2022 ini, kita semakin diteguhkan untuk tetap setia dalam menjalankan tugas dan panggilan kita sebagai orang Kristen dan murid Yesus Kristus, yang selalu percaya bahwa Allah adalah sumber harapan hidup baru. Tuhan memberkati kita semua.

    Makna Logo BKSN 2022

    Makna Logo PKSN 2022

    MajalahDUTA.Com, Pekan Kitab Suci Nasional- Poster BKSN 2022 terbagi menjadi empat figur utama, yakni:

    1. Figur tiga manusia.

    Yang paling kanan adalah Nabi Amos, yang digambarkan sedang dalam posisi menegur orang lain dan sedang membangunkan orang itu lewat telinganya.

    Yang paling kiri adalah Nabi Hosea, yang digambarkan dalam posisi mengajak dan menopang orang lain agar mau bangkit dan bergerak.

    Kedua posisi ini sesuai dengan keempat perikop yang menjadi bahan permenungan BKSN 2022: Dua perikop dari Nabi Amos bercirikan teguran dan peringatan, sedangkan dua perikop dari Hosea bercirikan ajakan dan pengharapan.

    2. Cahaya dengan empat warna.

    Ini menggambarkan empat subtema BKSN 2022, yakni harapan untuk menangkis mentalitas keagamaan palsu, harapan untuk melawan ketidakadilan, harapan untuk mengenal kasih setia Allah, dan harapan untuk mengenal Allah yang penuh kerahiman.

    Cahaya yang tampak memancar dari horizon terjauh melambangkan harapan yang tidak dapat disamakan dengan sekadar optimisme.

    Harapan selalu melampaui prediksi manusia dan juga menginspirasi perjuangan hidup manusia. Ada intervensi Tuhan di dalamnya.

    3. Dua lingkaran yang saling berhadapan.

    Lingkaran pertama adalah lubang hitam yang melambangkan kematian, penderitaan, musibah, dosa, dan kejahatan.

    Lingkaran kedua adalah lingkaran putih yang tampak tidak penuh, tetapi memengaruhi latar sehingga tampak lebih terang. Lingkaran putih ini melambangkan begitu besar dan agungnya rencana keselamatan Tuhan di dunia.

    Bahkan dalamnya penderitaan dan kematian yang dilambangkan oleh lubang hitam tidak sebanding dengan kebesaran kasih setia Tuhan.

    4. Tema BKSN 2022 dan kutipan utama Kitab Suci.

    Tema BKSN 2022 adalah Allah Sumber Harapan Hidup Baru, sedangkan kutipan utamanya adalah “Carilah TUHAN, maka kamu akan hidup” (Amos 5:6).

    Tema ini secara utuh diilustrasikan dalam keseluruhan gambar. Tuhan menegur kejahatan manusia, tetapi sekaligus memberikan harapan baru melalui para nabi.

    Alih alih membiarkan umat-Nya terus berada dalam kegelapan, Ia membangkitkan mereka untuk hidup baru.

    Pesta Pelindung Gereja Katolik Santo Agustinus Senakin

    Radio Diah Rosanti, 95.9 FM- Keuskupan Agung Pontianak - SENAKIN

    MajalahDUTA.Com- Rektor Seminari Tinggi Antonino Ventimiglia Pastor Edmund C. Nantes memimpin misa dalam perayaan Pesta Pelindung Gereja Santo Agustinus di Senakin, Kabupaten Landak pada Minggu 4 September 2022 pukul 08.00 WIB. Misa ini sekaligus menjadi puncak dari acara perayaan yang digelar oleh umat di Stasi Senakin.

    Sebelumnya, pada Jumat 26 Agustus, umat telah memulai rangkaian acara dengan senam bersama, aksi sosial dan kegiatan bersih-bersih di lingkungan gereja.

    Baca Juga: TALI FRANCISCAN

    Pengurus Stasi St. Agustinus Senakin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam menyukseskan kegiatan, khususnya Kepala Puskesmas Senakin dr. Felly Novelia dan tim petugas kesehatan.

    Herkulanus, seorang petugas kesehatan mengatakan aksi sosial yang dilakukan oleh puskesmas Senakin diantaranya pendidikan kesehatan tentang IVA dan penyakit tidak menular, pemeriksaan IVA, deteksi dini pakto resiko penyakit tidak menular seperti gula darah, kolesterol, asam urat dan pengecekan tekanan darah. Selain itu juga dilaksanakan Vaksinasi Covid-19 dan sunat massal untuk umat yang kurang mampu.

    Hari berikutnya, yakni pada 27 Agustus 2022, kegiatan dilanjutkan dengan lomba yang diikuti oleh umat di Stasi Senakin. Hendrikus Hengki selaku Koordinator pelaksana permainan mengatakan pesta yang digelar sangat meriah dan terdiri dari berbagai lomba yakni tarik tambang, lomba makan kerupuk, memindahkan bola dalam keranjang dan bola dangdut. “Untuk dananya sendiri berasal dari kontribusi umat yang ada di Stasi Senakin.”

    Jinen, umat kring St. Antonius yang memenangkan pertandingan bola dangdut menyampaikan harapannya agar kedepan perlombaan bisa lebih ditingkatkan lagi sehingga menambah semangat dari umat. Hal senada juga diungkapkan oleh Martin, salah satu orang tua yang anaknya memenangkan lomba makan kerupuk, “Saya senang melihatnya, apalagi anak saya memenangkan lomba. Semoga kedepannya lomba lebih bervariasi.”

    Ketua Stasi St. Agustinus Senakin mengatakan harapannya agar umat lebih semangat dalam aktifitas menggereja, “Harapan terbesar tentunya stasi ini bisa menjadi paroki, semoga pertumbuhan dan perkembangan umat lebih meningkat lagi,”
    Ketua Stasi juga menyampaikan bahwa stasi mereka terdiri dari 407 KK yang terbagi menjadi 7 kring: St. Theresia, St. Klara, St. Yosef, St. Yakobus St. Antonius, St. Petrus dan kring Santa Maria tak Bernoda.

    Dalam khotbahnya, Pastor Nantes mengatakan Kitab Suci merupakan pedoman dalam hidup yang akan menuntun ke surga, “Tujuan kita bukan hanya hal duniawi, tujuan akhir kita adalah surga. Apa artinya kalau kita memiliki karir yang bagus, rumah yang mewah, tapi akhirnya masuk neraka?”

    Baca juga: Flores Writers Festival 2022-Membangun Kecintaan Pada Kampung Halaman

    Terkait gereja, pastor Nantes mengungkapkan kekagumannya terhadap gereja St. Agustinus Senakin, “gerejanya besar, rapi, dan memiliki ukiran khas dayak yang indah.” Ia juga mengatakan bahwa harapannya sama dengan harapan umat dimana stasi ini bisa menjadi paroki yang mandiri, “Umat disini memiliki kepemimpinan yang kuat, mereka mau terlibat dalam berbagai kegiatan gereja, contohnya lomba yang telah diadakan, semua senang, semua berpartisipasi.”

    Di akhir kalimatnya, Pastor Nantes mengatakan bahwa umat di Senakin menjadi cerminan gereja Katolik, dimana umatnya dari segala usia dan dari berbagai latar belakang pekerjaan dapat saling bahu membahu, menolong satu sama lain.

    TALI FRANCISCAN

    Tali Fransiskan

    MajalahDUTA.Com, Pontianak- Tali San Francisco yang digunakan oleh para Fransiskan memiliki tiga simpul, ini memiliki arti sumpah yang dibuat oleh para religius setelah mengambil kebiasaan.

    Tali itu diambil oleh San Francisco de Asís seolah-olah itu ikat pinggang, meskipun jauh lebih sederhana dan lebih sederhana, itu diikat seperti hari ini di pinggang, melampirkan kain karung yang dia pakai sebagai kebiasaan.

    Tali Santo Fransiskus dapat dilihat di sebuah ruangan khusus yang terletak di sisi kanan di sebelah altar di basilika Santa Maria degli Angeli di Kota Assisi di Italia.

    Penggunaan tali Fransiskan juga dianggap sebagai tanda yang jelas dari sumpah kemiskinan yang diambil, karena pada waktu itu uang biasanya dibawa dalam tas yang diikat ke ikat pinggang, tali yang terlihat di pinggang para Fransiskan menjadi tanda yang jelas dari mereka. sila. .

    Artinya : ” Kemiskinan, Ketaatan dan Kesucian “

    Aktris Katolik Patricia Heaton Diskusi Iman dengan Paus

    Pope Francis meets artists of VITAE Summit (ANSA)-Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Vatikan– Aktris Amerika Patricia Heaton yang terkenal karena perannya dalam film dan televisi – termasuk gilirannya memenangkan penghargaan Emmy dalam sitkom Amerika “Everybody Loves Raymond” – berbicara dengan Vatican News tentang iman Katoliknya, bertemu dengan Paus Fransiskus di KTT VITAE baru-baru ini di Vatikan, dan menjadi aktris Katolik di Hollywood.

    Aktris Amerika Patricia Heaton berterima kasih kepada Paus Fransiskus karena mendorong pekerjaan mereka dan merasa diberdayakan untuk terus menjalani upaya Hollywood sehari-harinya dengan nilai-nilai Katolik yang otentik.

    Ini adalah beberapa takeaways diungkapkan kepada Vatican News oleh aktris, yang telah berpartisipasi dalam KTT Vitae dua hari di Casina Pio IV Vatikan pada hari Kamis.

    “Adikku adalah seorang biarawati Dominikan. Kakek-nenek saya bertemu Paus Yohanes Paulus I. Ibu saya adalah salah satu dari 15 bersaudara. Saya memiliki sekitar 100 sepupu pertama dari pihak ibu saya. Jadi, kami adalah keluarga yang sangat Katolik. Bertemu dengan Paus adalah suatu kehormatan yang luar biasa yang tidak pernah saya bayangkan akan saya dapatkan.”

    Dia menggambarkan waktunya bersama Bapa Suci sebagai hal yang sangat istimewa.

    Ditanya apakah dia merasa tertantang untuk menjadi aktor Katolik di Hollywood, Ms. Heaton berkata, “Tuhan telah sangat murah hati kepada saya”, mencatat bahwa dia tidak pernah harus “dikompromikan secara moral” dalam pertunjukannya.

    Menjadi seorang Katolik di Hollywood

    “Sebanyak orang ingin melukis Hollywood sebagai semacam tempat anti-agama, saya telah menemukan bahwa pergi bekerja, kita semua ada di sana untuk melakukan pekerjaan. Kami semua di sana untuk menjadi profesional. Kami semua saling menghormati. Kami berbagi pendapat, pendapat yang berbeda. Dan karena kami saling mencintai dan kami memiliki tujuan bersama untuk menciptakan sesuatu yang indah untuk dinikmati orang, perbedaan dalam agama atau politik kami atau apa pun, menurut pengalaman saya di lokasi syuting, tidak menjadi masalah.”

    “Saya selalu merasa bahwa saya bisa terbuka tentang siapa saya dan apa yang saya yakini.”

    Merefleksikan waktunya di Vatikan, dia mengingat hak istimewa untuk melakukan tur pribadi ke Kapel Sistina, dan terus-menerus dikelilingi oleh keindahan di dalam tembok Vatikan.

    Dia sangat tersentuh oleh waktu dia dan aktor lain bersama Paus pada Kamis sore.

    Membawa pesan cinta Tuhan untuk semua

    Dalam kesempatan itu Paus Fransiskus berbicara tentang membawa keindahan dan kebenaran ke dunia. Paus menegaskan bahwa Allah memiliki hak istimewa untuk menjadi pencipta, karena Tuhan adalah Pencipta dan telah menganugerahkan manusia dalam cara yang kecil, untuk masing-masing dari manusia semoga dapat membawa beberapa kebenaran dan keindahan ke dunia, ke dunia yang sangat terpecah sekarang, dunia yang penuh dengan masalah dan kemiskinan dan perang.

    “Kita membutuhkan pesan kasih Allah bagi kita semua, keindahan-Nya dan kebenaran-Nya dan kasih Kristus bagi kita semua. Kami lebih membutuhkan itu,” kata Paus.

    Paus Fransiskus menyarankan bahwa untuk bersama-sama di dalam ruangan, mendorong satu sama lain, dan membuat hubungan itu.

    Paus berharap mudah-mudahan, dari diskusi itu diantara yang hadir akan menciptakan pertunjukan dan musik dan seni yang akan mengangkat orang dan membuka hati mereka pada keyakinan bahwa Tuhan peduli pada mereka.”

    Kristus melakukan pekerjaan

    Ms. Heaton mengakhiri dengan mengungkapkan bagaimana dia mempercayakan pekerjaannya kepada Kristus.

    “Dan pada akhirnya, seperti yang dikatakan Kristus, ‘Sudah selesai.’ Dia sudah selesai bekerja. Kami menuju kemenangan. Kami hanya harus melewati pertempuran ini dan kami bisa melakukannya bersama-sama.”

    Flores Writers Festival 2022-Membangun Kecintaan Pada Kampung Halaman

    2. Para pembicara seminar budaya Flores Writers Festival berfoto bersama para penulis, seniman, dan pembaca yang diundang khusus menghadiri perhelatan Flores Writers Festival.

    MajalahDUTA.Com, Flores- Tahun 2021, Flores Writers Festival pertama kali digelar di Ruteng. Mengusung tema Ludung Wa Mai Tanan: Bertunas dan Berakar dari Dalam Tanahnya, festival ini berpijak pada kata kunci ‘tanah’ untuk merefleksikan kembali gagasan dan pengetahuan lokal tentang tanah serta pertumbuhan ekosistem literasi dan sastra di Flores.

    Perhelatan pertama ini membicarakan berbagai subtema antara lain soal filosofi tentang tanah menurut orang Manggarai dan irisannya dengan konflik tanah yang dipercepat oleh pembangunan berbasis pariwisata, tanah dan ekologi, tanah dan sejarah, dongeng-dongeng tentang tanah, dan kisah-kisah personal penulis mengenai rumah serta keluarga.

    Tema-tema ini disajikan dalam beberapa rangkaian acara seperti seminar, bincang tematik, pertunjukan, sayembara pembaca, tur budaya dan residensi seniman.

    Penulis dari berbagai daerah di Indonesia turut hadir dalam perhelatan ini, seperti M. Aan Mansyur, Chynta Hariadi, Mario F. Lawi, Silvester Hurit, Aura Asmaradana, Armin Bell, Valentino Luis, juga beberapa seniman pertunjukan seperti Dixxxie Vuturama & Bianca da Silva, Perola Negra, Gabriela Fernandez, dan Mario Lasar.

    Mari Bermain di Halaman

    Setelah Ruteng, Flores Writers Festival berpindah tempat perhelatan ke Ende. Perhelatan yang kedua ini akan dilaksanakan pada 28 September-1 Oktober 2022.

    Melanjutkan tema sebelumnya, festival kali ini berpijak pada kata kunci ‘halaman’. ‘

    Mai Kea Bego Gha Wewa Sa’o: Mari Bermain di Halaman,’ dipilih sebagai kerangka tematik. Dengan mengusung tema tersebut, perhelatan Flores Writers Festival diproyeksikan untuk membicarakan Ende sebagai kampung halaman, sebagai tempat penting dalam sejarah yang mendorong kemajuan peradaban dan kebudayaan modern di Flores.

    Baca juga: Paus ke WCC: Misi Pengikut Kristus adalah untuk membawa rekonsiliasi ke dunia

    Flores Writers Festival 2022 mendorong adanya pembahasan kembali soal Ende sebagai tempat lahirnya percetakan dan pers di Flores, bahkan NTT.

    Festival ini juga mendorong aktivasi ruang-ruang seni, budaya, dan literasi, seperti percetakan Arnoldus, penerbit Nusa Indah, serambi Soekarno, gedung Imakulata dan tempattempat lain yang sudah sejak dahulu menjadi pilar penting bagi lahir dan tumbuhnya kesenian serta kebudayaan modern di Flores.

    Aktivasi situs-situs penting juga sejalan dengan upaya aktivasi komunitas-komunitas kreatif di Ende dan Flores secara umum. Hal ini didasarkan pada amatan mengenai kurang nampaknya kegiatan literasi serta seni dan budaya di kota Ende hari-hari ini.

    Inisiatif Komunitas dan kolektif

    Keyakinan bahwa kerja-kerja kesenian dan kebudayaan tidak cukup efektif dijalankan hanya oleh institusi formal seperti negara atau gereja menjadi dasar gagasan ini.

    Flores Writers Festival berusaha mempresentasikan inisiatif-inisiatif komunitas dan kolektif di berbagai daerah di Flores yang sedang berjalan, sebagai bukti bahwa kesenian dan kebudayaan sudah sepantasnya ‘dikembalikan’ kepada warga–dan institusi-institusi seperti negara, berkewajiban menunjangnya.

    Flores Writers Festival 2022 akan menampilkan seminar budaya mengenai Ende dan Imajinasi tentang Halaman, yang rencananya akan menghadirkan beberapa pembicara kunci dari lingkup Direktorat Kebudayaan Republik Indonesia, Universitas Flores, Serikat Sabda Allah (SVD) dan para penulis serta jurnalis.

    Periode Flores Writers Festival

    Selain seminar budaya, akan terdapat rangkaian diskusi mengenai pers di Flores, kiprah Gorys Keraf dalam khazanah linguistik dan pendidikan, bincang karya sastra, forum pembaca, komunitas, serta presentasi gagasan karya sedang tumbuh dari beberapa komunitas rekanan.

    Untuk mengisi forum-forum ini, Flores Writers Festival berencana mengundang Eka Kurniawan, Dhianita Kusuma Pertiwi, Hermin Kleden, Steph Tupeng Witin, Dicky Senda, dan komunitas-komunitas kreatif seperti Lakoat.

    Kujawas, Videoge, dan Simpa Sio yang sedang menjalankan proyek seni budaya Kampung Ketong, juga Forum Giat Literasi, Teater Siapa Kita?, Teater Saja, dan Komunitas KAHE.

    Program-program sampingan seperti pertunjukan dilaksanakan dalam format sayembara karya. Flores Writers Festival membuka kesempatan bagi komunitas dan kolektif di Flores untuk mengajukan karya atau proyek seni untuk ditampilkan pada malam pertunjukan selama periode Flores Writers Festival.

    Baca juga: Di Muslok IV ORARI Lokal Kota Adm Jakarta Barat, Secara Aklamasi Johanes Susanto YB0FVV Terpilih Sebagai Ketua ORLOK Jakbar

    Sayembara juga dibuka bagi pembaca kritis dan kreatif di Flores untuk berbagi pembacaan mereka atas karyakarya sastra yang terbit tiga tahun terakhir dan mengusung tema atau menampilkan gagasan soal halaman, kampung halaman, serta Ende secara lebih spesifik. Selain itu, ada program kolaborasi dengan Forum Giat Literasi yang menampilkan ruang mendongeng dan Komunitas Aksara Lota yang menggelar pameran aksara lota.

    Untuk menunjang akses terhadap buku sastra dan humaniora, Flores Writers Festival mengakomodasi program Pasar Buku yang diinisiasi oleh Klub Buku Petra, bekerja sama dengan Patjar Merah didukung oleh Goethe Institute Indonesia.

    Obrolan seputar resep dan workshop masak-memasak dari inisiatif Kampung Ketong, dan pemutaran film bisu Rio Rago (1938), kerja sama Flores Writers Festival dengan Provinsi SVD Ende juga akan mewarnai festival tahun ini.

    Flores Writers Festival juga sangat terbuka dengan tawaran kerjasama dari berbagai pihak yang ingin terlibat dalam usaha pemajuan literasi dan sastra di bumi Flores tercinta ini.

    Sebagai sebuah festival nirlaba yang diinisiasi oleh gerakan komunitas warga, dalam hal ini Klub Buku Petra, Ruteng serta jejaring komunitas di sekitar Flores, Flores Writers Festival tentu membutuhkan dukungan dan apresiasi dari warga masyarakat yang sudah selayaknya jadi pemilik dan penggerak kebudayaan.

    TERBARU

    TERPOPULER