Tuesday, May 12, 2026
More
    Home Blog Page 126

    PERAK Mengadu Ke Wantimpres, Soal Komjak Tidak Responsif Pengaduan Kasus Dugaan Terlibatnya Politisi Nasdem di Kasus Bakamla 2016

    PERAK Mengadu Ke Wantimpres, Soal Komjak Tidak Responsif Pengaduan Kasus Dugaan Terlibatnya Politisi Nasdem di Kasus Bakamla 2016

    MajalahDUTA.Com, Jakarta- Disinyalir tidak adanya respon tindaklanjut dari Komisi Kejaksaan terhadap pengaduan kinerja Jampidsus dalam penanganan dugaan keterlibatan sdr Donny Imam Priambodo (DIP) yang juga politisi Partai Nasdem pada tindak pidana suap proyek milik Badan Keamanan Laut (Bakamla) dengan menggunakan APBN-P tahun 2016 silam, yang hingga saat ini tidak nampak jelas tindaklanjut penanganannya, dari kondisi tersebut, maka masalah tersebut di adukan ke Wantimpres, demikian disampaikan Darul Muclis Juru bicara Persatuan Rakyat Anti Korupsi (PERAK) saat dihubungi pers, Jumaat, 2 September 2022 di Jakarta

    “Membongkar kasus ini, rupanya butuh perjuangan ekstra keras, semua pintu instansi aparat hukum di negeri ini nampaknya enggan menanggani dugaan keterlibatan DIP pada tindak pidana suap proyek milik Badan Keamanan Laut (Bakamla) dengan menggunakan APBN-P tahun 2016 tersebut, makanya kami mengadukan masalah ini ke Wantimpres” ungkap Darul Muclis Juru bicara Persatuan Rakyat Anti Korupsi (PERAK).

    Baca juga: Penanganan Dugaan Keterlibatan Politisi Nasdem di Kasus Suap Proyek Bakamla 2016, PERAK Desak Komjak Panggil Jampidsus

    Lebih lanjut Darul Muclis mengatakan bahwa sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2011 Komisi Kejaksaan dapat mengambil alih pemeriksaan apabila pemeriksaan oleh aparat pengawas internal Kejaksaan tidak menunjukkan kesungguhan atau belum menunjukkan hasil nyata dalam waktu 3 (tiga) bulan sejak laporan masyarakat diterima Kejaksaan, semestinya jika Jampidsus tidak mampu menangani kasus yang dilaporkan pihaknya maka Komisi Kejaksaan bisa mengambil alih penanganan kasus tersebut, namun kenyataannya pengaduan pihaknya tidak ada tindaklanjut dari Kejaksaan (Jampidsus) maupun dari Komisi Kejaksaan, bahkan tidak ada laporan ke Presiden, karena sampai saat ini sdr DIP tidak tersentuh pemeriksaan apapun oleh Jampidsus maupun oleh Komisi Kejaksaan.

    “Kami mengkhawatirkan adanya dugaan mempeti-eskan dugaan keterlibatan yang bersangkutan pada tindak pidana suap proyek milik Badan Keamanan Laut (Bakamla) tahun 2016 silam, serta diduga adanya intervensi politik terhadap kasus tersebut, sehingga yang bersangkutan tidak tersentuh hukum, kalau ini terjadi maka jelas ini menciderai rasa keadilan masyarakat, dan dapat menimbulkan mosi tidak percaya rakyat terhadap aparat hukum, ini harus dicegah”tukas Darul Muclis.

    Hal senada juga disampaikan Andi Hambali yang juga anggota PERAK, saat dihubungi awak media, ia mengatakan jika ini terjadi, maka ini jelas adanya diskriminasi dalam penegakkan hukum, yang tajam ke bawah tumpul ke atas, karena itu dirinya sangat berharap agar Wantimpres menyampaikan kepada Presiden Jokowi bahwa keberadaan Komisi Kejaksaan sangat perlu di evaluasi kinerja, sikap maupun kebijakannya, namun apabila tidak ada perbaikan di internal Komisi Kejaksaan, dan juga apabila tidak segera menindaklanjuti pengaduan masyarakat, diantaranya adalah dugaan keterlibatan sdr Donny Imam Priambodo (DIP) pada tindak pidana suap proyek milik Badan Keamanan Laut (Bakamla) tahun 2016 silam,

    “Maka Kami mengusulkan agar KOMISI KEJAKSAAN DIBUBARKAN SAJA, karena tidak ada manfaatnya bagi masyarakat, kinerjanya nggak ada gregetnya dan memboroskan anggaran negara, tidak efektiflah, kalau nggak ingin dibubarkan rakyat, perbaiki kinerja, respon cepat pengaduan masyarakat, jangan diskriminatif, independen kemudian hindari intervensi politik utamanya dalam penanganan dugaan keterlibatan DIP pada tindak pidana suap proyek milik Badan Keamanan Laut (Bakamla) tahun 2016 silam”pungkas Andi Hambali kepada awak media, Jumaat, 2/9/2022.

    KONGREGRASI FRANSISKANES SAMBAS: Perayaan Syukur 50 th, 25 th dan Kaul Kekal

    Perayaan Syukur 50 th, 25 th dan Kaul Kekal- 2022

    MajalahDUTA.Com, Sambas- Puji dan syukur kepada Allah Tritunggal yang telah memampukan para suster untuk terus setia menghidupi panggilan mereka dalam Kongregrasi Fransiskanes Sambas (KFS).

    Perayaan syukur ini diadakan di Gereja Paroki Kristus Raja Sambas pada tanggal 15 Agustus 2022. Misa dipimpin oleh Bapak Uskup (Mrg. Agustinus Agus) dan dihadiri oleh 15 Imam.

    Lihat Juga: Live Streaming 

    Para suster yang merayakan pesta pada hari tersebut adalah Sr. M. Yovita, KFS yang merayakan pesta Emas 50 tahun Hidup Membiara, kemudian Sr. M. Theophila, KFS dan Sr. M. Lusia, KFS yang merayakan pesta perak 25 tahun hidup membiara, serta Sr. M. Elisabeth, KFS dan Sr. M. Hermina, KFS yang merayakan Kaul Kekal.

    Sukacita dalam perayaan syukur ini juga dihadiri oleh keluarga besar dari para suster yang pesta, Orang Muda Katolik (OMK), Putra-Putri Altar (PPA), Bapak Gereja Katolik (BAPAKAT), Wanita Katolik (WK) danUmat di Paroki Kristus Raja Sambas yang turut memeriahkan perayaan syukur ini.

    Kemeriahan misa syukur ini semakin terasa sukacita dengan suara-suara merdu yang dilantunkan oleh kelompok Koor para suster, sehingga dapat menganimasi Misa syukur tersebut.

    Semoga para suster yang berpesta terus diberikan rahmat berlimpah oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk menjalani hidup dalam panggilanNya. Semoga juga dengan semangat para suster dapat memotivasi kaum muda lainnya untuk dapat terpanggil menjadi suster sehingga dapat menambah barisan para suster khususnya di Kongregrasi Fransiskanes Sambas.

    Misa syukur dapat disaksikan oleh umat di Channel Youtube KOMSOS Keuskupan Agung Pontianak.

    Paus ke WCC: Misi Pengikut Kristus adalah untuk membawa rekonsiliasi ke dunia

    Christian unity is at the heart of the Pope's Message to the World Council of Churches

    MajalahDUTA.Com, Vatikan- Dalam sebuah pesan kepada Majelis ke-11 Dewan Gereja-Gereja Dunia, Paus Fransiskus menyerukan kepada semua orang Kristen untuk bekerja demi persatuan dan rekonsiliasi di antara mereka sendiri, untuk membawa rekonsiliasi Allah ke dunia yang masih dilanda perpecahan dan konflik.

    “Misi kami sebagai orang Kristen adalah untuk membawa pemenuhan rekonsiliasi ini ke dunia, dengan Gereja menjadi instrumen dan tanda yang terlihat dari kesatuan di mana Allah memanggil semua orang,” kata Paus Fransiskus dalam Pesannya kepada Majelis Dunia ke-11. Kristen dari Gereja.

    Baca juga: Paus: Liturgi harus memandang Tuhan tanpa duniawi

    Pesan Paus dibacakan oleh Kardinal Kurt Koch, Prefek Dikasteri untuk Memajukan Persatuan Kristen, yang memimpin delegasi Katolik ke pertemuan tersebut.

    Bapa Suci mencatat dalam pesannya bahwa Gereja Katolik telah mengirimkan pengamat ke Majelis sejak 1901, dan mengatakan kehadiran delegasi di Majelis ini adalah tanda “hubungan yang kuat” antara Gereja dan WCC.

    Undangan tepat waktu

    Dalam pesannya, Paus Fransiskus berfokus pada tema Majelis – “Kasih Kristus menggerakkan dunia menuju rekonsiliasi dan persatuan” – yang ia sebut sebagai “undangan yang tepat waktu” bagi orang-orang Kristen untuk bekerja demi persatuan yang lebih besar di antara mereka sendiri, dan untuk mendorong rekonsiliasi di sekitar Dunia.

    Dia menekankan bahwa “pencarian rekonsiliasi dan persatuan memiliki, di atas segalanya, dimensi vertikal,” mengingat bahwa itu pada akhirnya diarahkan kepada Allah, yang telah mendamaikan umat manusia dengan diri-Nya melalui Kristus.”

    Pada saat yang sama, ia memperingatkan “godaan abadi untuk mengakomodasi pesan injili ke cara berpikir duniawi,” dan mengingatkan orang Kristen bahwa mereka dapat memberikan kesaksian yang meyakinkan untuk rekonsiliasi hanya jika mereka setia kepada Tuhan.

    Ekumenisme dan misi adalah milik bersama

    Ini juga membutuhkan komitmen di antara orang-orang Kristen untuk bekerja demi persatuan di antara mereka sendiri: “Rekonsiliasi di antara orang-orang Kristen adalah prasyarat mendasar bagi misi Gereja yang kredibel,” katanya, seraya menambahkan, “Ekumenisme dan misi adalah satu kesatuan dan saling terkait.”

    Baca juga: Paus Fransiskus bertemu dengan Metropolitan Ortodoks Rusia Antonij

    Paus Fransiskus mengakhiri pesannya dengan harapan bahwa “keragaman yang didamaikan” dari Majelis WCC dapat memperkuat dan memperdalam persekutuan di antara semua, sehingga persatuan Kristen dapat menjadi tanda harapan dan penghiburan yang semakin bersinar bagi umat manusia.”

    Dan dia berdoa agar Majelis dapat “membawa dunia lebih dekat kepada rekonsiliasi dan persatuan, dengan kuasa dan terang Roh Kudus.”

    Ditulis oleh: Christopher Wells, 02 September 2022, Pukul 14:22 waktu Vatikan. 

    KMK UNTAN Adakan Misa Penyambutan Mahasiswa Baru Tahun 2022

    Dokumentasi Misa Penyambutan Mahasiswa Baru KMK Untan - Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Pontianak – Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) Universitas Tanjungpura menggelar Misa secara offline untuk menyambut mahasiswa baru tahun 2022, pada Jumat 26 Agustus 2022 di Gereja Katolik Keluarga Kudus Kota Baru Pontianak, misa dipimpin oleh Romo Jensi, CDD.

    Dalam khotbahnya Romo Jensi, CDD mengajak para mahasiswa untuk selalu bijaksana dalam menempuh pendidikan tinggi.

    KMK UNTAN

    Misa penyambutan pun dimeriahkan dan diikutin oleh ratusan mahasiswa dari berbagai UKMF Katolik yang ada disetiap fakultas mulai dari IMKA-Pijar, GAMEKA, IMAKULATA, CAFATIFA, KEWAKA, GAMASKA, KOSTULATA, IMASIKA dan PASTOLIK serta beberapa tamu undangan lainnya seperti BEM UNTAN dan dosen pembina KMK UNTAN.

    Baca Juga: Temu Pastores 2022 KA. Pontianak, Anjongan Kalimantan Barat

    Setelah perayaan Ekaristi selesai di lanjutkan dengan acara Ramah Tamah, kata sambutan dari Romo Jensi, CDD, kata sambutan dari Hilarius Renaldy Pangaraya selaku Ketua Umum KMK, kata sambutan Ketua Umum dari setiap UMKF Katolik yang hadir dan dosen pembina KMK UNTAN Dr. Stefanus Barlian Soeryamassoeka, S.T, M.T pada hari Jumat kemarin (26/8). Dan terakhir foto bersama setiap UKMF yang hadir.

    Pertemuan Reformasi Kuria ditutup dengan fokus pada Yobel Harapan 2025

    Curia Reform Meeting of the Cardinals in the Vatican (Vatican Media)

    MajalahDUTA.Com, Vatikan– Pertemuan terakhir dari pertemuan dua hari di Vatikan yang melibatkan sekitar 190 Kardinal dari seluruh dunia berlangsung di Vatikan pada Selasa sore.

    Sebuah komunike Kantor Pers Takhta Suci pada hari Selasa mengungkapkan bahwa sesi terakhir dari pertemuan yang diadakan oleh Paus Fransiskus didedikasikan untuk membahas berbagai aspek Yubileum Harapan 2025.

    Sidang akan dibubarkan pada Selasa malam setelah perayaan Misa Kudus di Basilika Santo Petrus yang dipimpin oleh Paus Fransiskus, setelah itu, komunike mengatakan, “setiap peserta dapat kembali ke keuskupannya sendiri.”

    Paus memanggil para Kardinal, Patriark Gereja-Gereja Timur dan pejabat tinggi Sekretariat Negara, meminta mereka untuk berkumpul di Vatikan pada 29-30 Agustus untuk merenungkan, “dalam suasana persaudaraan”, pada Konstitusi Apostolik yang baru-baru ini diterbitkan, Praedikasi Evangelium, tentang reformasi Kuria Romawi.

    Diskusi gratis

    Kantor Pers Takhta Suci juga mengatakan “Pekerjaan dalam kelompok bahasa, dan diskusi di Aula Sinode memberikan kesempatan bagi para peserta untuk secara bebas mendiskusikan banyak aspek dari Dokumen dan kehidupan Gereja.”

    Pertemuan tersebut telah melihat hampir seluruh Kolese Kardinal berkumpul di Vatikan dengan Paus Fransiskus untuk pertama kalinya sejak awal kepausannya hampir 10 tahun yang lalu.

    Para uskup telah mendiskusikan tantangan baru yang dihadapi oleh Kuria dan Gereja Universal, dengan fokus pada tema-tema penting seperti peran umat awam, transparansi keuangan, sinodalitas, organisasi administratif baru, panggilan misi dan pewartaan Injil. di dunia sekarang ini.

    (Berita ini ditulis oleh Linda Bordoni pada 30 Agustus 2022, Pukul 17:35 Waktu Vatikan)

    Paus: Liturgi harus memandang Tuhan tanpa duniawi

    Pope Francis with members of the Italian Association of Professors and Practitioners of Liturgy (Vatican Media)

    MajalahDUTA.Com, Vatikan- Dalam pidatonya kepada asosiasi liturgi Italia, Paus Fransiskus memperingatkan terhadap pendekatan “duniawi” terhadap liturgi, dengan mengatakan bahwa liturgi harus diarahkan pada Misteri Kristus sambil tetap dekat dengan kehidupan sehari-hari.

    Paus Fransiskus pada hari Kamis berpidato di Italia Associazione dei Professori e Cultori di Liturgia (Asosiasi Profesor dan Praktisi Liturgi) pada kesempatan peringatan 50 tahun berdirinya organisasi tersebut.

    Baca juga: Excorcism- 7 Series Setiap Jumat Hanya di DMtv (Majalah DUTA)

    Paus mencatat bahwa lima puluh tahun sesuai dengan “masa gerejawi dari reformasi liturgi ini”: setelah fase awal yang ditandai dengan penerbitan buku-buku liturgi baru, “kita sekarang berada dalam periode penerimaan yang mendalam terhadap reformasi.

    ” Proses ini, katanya, tidak hanya membutuhkan waktu tetapi juga “pelayanan yang penuh semangat dan kesabaran”, “pemahaman rohani dan pastoral”, dan pembinaan yang berkelanjutan.

    Dia mendorong anggota Asosiasi untuk terus melanjutkan pekerjaan mereka dalam semangat dialog.

    ““Teologi dapat dan harus memiliki gaya sinode.” (Theology can and must have a synodal style).

    Mendengarkan kunci dalam studi liturgi

    Untuk memastikan bahwa upaya mereka “tidak pernah lepas dari harapan dan kebutuhan Umat Allah,” kata Paus Fransiskus, mendengarkan komunitas Kristen “sangat diperlukan.”

    Bapa Suci juga mencatat bahwa karya akademis para liturgi tidak dapat dipisahkan dari dimensi pastoral dan spiritual liturgi, dengan mengatakan bahwa pembinaan liturgi harus menjangkau umat Allah. Dalam hal ini, ia mengangkat model Romano Guardini, seorang imam dan sarjana Jerman yang, di antara prestasi penting lainnya, mampu menyebarkan “prestasi gerakan liturgi” dengan cara yang dapat diakses oleh umat beriman biasa.

    “Semoga sosoknya dan pendekatannya terhadap pendidikan liturgi, semodern klasikal, menjadi acuan bagi Anda.” (“May his figure and his approach to liturgical education, as modern as it is classical, be a point of reference to you.”)

    Kemajuan berakar pada tradisi

    Akhirnya, Paus bersikeras bahwa kemajuan dalam pemahaman liturgi dan seni merayakannya “harus selalu berakar pada tradisi.” Pada saat yang sama, ia memperingatkan semangat duniawi untuk mundur (IT: “indietrismo”, secara harfiah: keterbelakangan).

    Baca juga: Patung Bunda Maria Segala Suku

    Kembali ke akarnya, kata dia, bukan berarti mundur, melainkan membiarkan tradisi sejati membawa seseorang maju. Dia memperingatkan para liturgis untuk secara hati-hati membedakan antara tradisi dan “tradisionalisme,” memperingatkan bahwa “hari ini godaan adalah ‘keterbelakangan’ yang disamarkan sebagai tradisi.”

    Mengakhiri pidatonya, Paus Fransiskus mengingatkan hadirinnya bahwa studi dan promosi liturgi “harus dijiwai dengan doa dan pengalaman hidup Gereja yang merayakan, sehingga ‘pemikiran’ liturgi dapat selalu mengalir, seperti getah vital, dari kehidupan liturgi.”

    Semua teologi, katanya, tetapi terutama studi liturgi – justru karena diarahkan pada “tindakan merayakan keindahan dan keagungan misteri Allah yang menyerahkan diri-Nya kepada kita” – harus dilakukan “dengan pikiran terbuka, dan pada pada saat yang sama, ‘berlutut’,” dalam doa.

    (Berita ini ditulis oleh Christopher Wells pada 01 September 2022, Pukul 12:51 waktu Vatikan).

    PROGRAM LUSTRUM IX STIG: Ziarah Makam

    Bersih-bersih Makam di Pemakaman Sukun Malang

    MajalahDUTA.Com, Malang- Tidak terasa kegiatan Lustrum IX Seminari Tinggi San Giovanni XXIII telah mendekati penghujung akhir tahun. Kegiatan-kegiatan andalan untuk mengisi kegiatan Lustrum IX tersebut telah berhasil dilaksanakan dengan baik oleh para panitia dan komunitas STIG di Malang.

    Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain Misa Pembukaan Lustrum IX dan launcing Logo Lustrum di Kapel Seminari Tinggi Malang pada November 2021. Selain itu, ada pula kegiatan Lomba Menggambar dan Mewarnai yang diikuti oleh para siswa TK dan SD se-kota Malang pada Desember 2021.

    Lalu ada juga Temu Alumni STIG melalui Zoom pada awal Januari 2022. Selanjutnya ada Workshop Audio Visual secara luring pada bulan Maret 2022. Di bulan yang sama juga diadakan Webinar Gereja Sinodal dan Seni Lukis di halaman basket STIG.

    Kemudian, ada pula Webinar Nasional dengan tema Penguatan Pendidikan Pancasila di Era Digitalisasi 4.0 dan juga Donor Darah pada bulan Mei 2022.

    Setelah mengalami libur panjang, kegiatan Lustrum IX kembali dilaksanakan.  Para panitia Lustrum di Bulan Agustus ini akan melaksanakan ziarah makam di Pemakaman Umum Sukun pada 28 Agustus 2022.

    Baca juga: Waspada terhadap Penularan Penyakit Tuberkulosis (TBC)

    Peserta yang mengikuti kegiatan ini antara lain para panitia, Dewan Inti SC & OC, seluruh Frater Diosesan Keuskupan Malang, Perwakilan Frater setiap Keuskupan, dan seluruh Frater Diosesan tingkat satu.

    Secara teknis, para panitia terutama seksi perlengkapan dan seksi konsumsi berangkat menggunakan mobil, sementara yang lainnya menggunakan sepeda.

    Setelah tiba di lokasi, para frater langsung mengambil perkakas dan peralatan untuk membersihkan makam. Semua peserta melaksanakannya dengan penuh gembira. Kendati makam penuh kotoran oleh bunga-bunga yang mati, pinggiran makam juga dipenuhii rumput, para frater membersihkannya dengan baik.

    Baca Juga: Pemberkatan Taman Doa Maria Bunda Segala Suku Oleh Uskup Malang

    Selain itu, para frater juga melaksanakan ibadat rosario bagi arwah yang didoakan di pemakaman dan para kaum beriman yang telah meninggal dunia. Tentu saja, melalui ziarah makam ini, para frater diingatkan kembali bahwa hubungan manusia antara yang hidup dan mati takkan pernah terpisah dan saling tergantung.

    Itulah persekutuan antara orang hidup dan yang mati yang sering kita ucapkan dalam Credo sebagai persekutuan para kudus.

    Waspada terhadap Penularan Penyakit Tuberkulosis (TBC)

    Waspada terhadap Penularan Penyakit Tuberkulosis (TBC)

    MajalahDUTA.Com, Kesehatan- Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan pada bulan Maret 2022,  Penyakit tuberkulosis (TBC) di Indonesia menempati peringkat ketiga setelah India dan Cina dengan jumlah kasus 824 ribu dan kematian 93 ribu per tahun atau setara dengan 11 kematian per jam.

    Untuk menemukan dan mengobati kasus tersebut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI berencana melakukan skrining besar-besaran yang akan dilaksanakan tahun ini.

    Data terbaru dari Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kemenkes RI, Dr. drh. Didik Budijanto, M.Kes mengatakan dari estimasi 824 ribu pasien TBC di Indonesia Baru 49% yang ditemukan dan diobati sehingga terdapat sebanyak 500 ribuan orang yang belum diobati dan berisiko menjadi sumber penularan.  Sebanyak 91% kasus TBC di Indonesia adalah TBC paru yang berpotensi menularkan kepada orang yang sehat di sekitarnya.

    Baca juga: Lingkungan dan Kesehatan

    Saat ini, penemuan kasus dan pengobatan TBC yang tinggi telah dilakukan di beberapa daerah di antaranya Banten, Gorontalo, DKI Jakarta, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Barat. Sementara daerah dengan kasus TBC paling banyak terkonsentrasi di Pulau Jawa seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

    Meningkatnya kasus TBC di tanah air dipengaruhi oleh kurangnya kesadaran masyarakat dan terbatasnya informasi mengenai penyakit ini. Itu sebabnya, penting bagi kita untuk mengetahui cara penularan TBC, sehingga kita dapat menghindari risiko terinfeksi dari orang yang sakit.

    Apa itu Tuberkulosis?

    Tuberkulosis adalah infeksi sangat menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Bakteri TBC memiliki karakteristik layaknya jenis bakteri pada umumnya, yaitu:

    1. Mampu bertahan hidup di suhu rendah, antara 4 sampai minus 70 derajat Celcius pada waktu yang lama.
    2. Kuman yang terpapar sinar ultraviolet secara langsung akan mati dalam beberapa menit.
    3. Udara segar biasanya juga dapat membunuh bakteri dalam waktu singkat.
    4. Bakteri akan mati dalam jangka waktu satu minggu jika terdapat di dalam dahak yang berada pada suhu di antara 30-37 derajat celcius.
    5. Kuman bisa tidur dan tidak berkembang di dalam tubuh dalam waktu yang lama.

    Ketika bakteri TBC masuk ke dalam tubuh, bakteri belum tentu langsung berkembang menjadi penyakit. Dalam sebagian besar kasus, kuman akan tidur dan tidak berkembang dalam jangka waktu tertentu. Kondisi tersebut dinamakan dengan TBC laten.

    Menurut sebuah jurnal dari National Institute of Health tahun 2013, penularan penyakit tuberkulosis tidak terjadi melalui kontak fisik, seperti berjabat tangan atau menyentuh benda yang terkontaminasi bakteri penyebabnya.

    Penularan penyakit tuberkulosis umumnya terjadi melalui udara, yaitu ketika pengidapnya memercikkan lendir atau dahak saat batuk atau bersin. Saat itulah, bakteri penyebab tuberkulosis ikut keluar melalui lendir tersebut dan terbawa ke udara.

    Kemudian, udara yang membawa bakteri akan masuk ke tubuh orang lain melalui udara yang dihirupnya. Bakteri Mycobacterium Tuberculosis umumnya menyerang paru-paru, meski bisa juga menyerang organ tubuh lain, seperti tulang belakang, kelenjar getah bening, kulit, ginjal, dan selaput otak.

    Itulah sebabnya, orang-orang yang berisiko tinggi terkena penularan tuberkulosis adalah mereka yang sering bertemu atau berdiam di tempat yang sama dengan pengidap tuberkulosis.

    Misalnya, keluarga, teman sekantor, atau teman sekelas yang berada satu ruangan dalam waktu yang cukup lama dengan pengidap tuberkulosis.

    Gejala-gejala

    Agar kita lebih waspada terhadap penularan TBC, penting bagi kita untuk mengetahui gejala TBC seperti:

    1. Batuk terus-menerus (selama lebih dari 3 minggu), biasanya disertai dahak.
    2. Badan lemas dan rasa kurang enak badan
    3. Nafsu makan menurun
    4. Berat badan menurun
    5. Tampak pucat
    6. Sesak napas
    7. Nyeri pada dada
    8. Sering berkeringat di malam hari meskipun tidak melakukan aktifitas

    Bagi penderita TBC paru aktif, Anda bisa membuat orang lain tertular jika:

    1. Tidak menutup hidung dan mulut saat sedang batuk.
    2. Tidak menjalani pengobatan TBC dengan tepat, misalnya tidak sesuai dosis atau berhenti sebelum habis.
    3. Membuang dahak sembarangan

    Mengetahui cara mencegah penularan TBC sangat penting untuk menjaga kesehatan sekaligus menghindari penyebaran penyakit lebih luas sehingga dapat meningkatkan produktifitas hidup sehari-hari.  Berikut adalah berbagai hal yang dapat kita lakukan secara mandiri untuk menghindari penularan TBC, diantaranya:

    1. Mendapatkan vaksin BCG, terutama jika Anda memiliki bayi berusia di bawah 3 bulan
    2. Menghindari faktor yang membuat Anda berisiko tertular TBC.
    3. Menghindari kontak dekat dengan penderita TBC.
    4. Pastikan rumah Anda memiliki sirkulasi udara yang baik dan mendapatkan sinar matahari yang cukup, agar tidak lembap dan kotor
    5. Memilih pola makan yang sehat dan bergizi seimbang agar daya tahan tubuh tetap terjaga.
    6. Menjalani gaya hidup yang sehat dengan rutin berolahraga dan menghindari konsumsi rokok dan minuman beralkohol.

    Semoga!!!

    Patung Bunda Maria Segala Suku

    Makna Filosofis Maria Bunda Segala Suku

    MajalahDUTA.Com, Malang- Misa pemberkatan taman doa sekaligus syukur atas tahun ajaran baru ini juga dilaksanakan secara streaming melalui kanal Seminari Tinggi San Giovanni XXIII.

    Sehingga, prosesi misa juga dapat disaksikan para umat dan donatur yang tidak dapat hadir di lokasi secara langsung. Proses berjalannya misa ini juga diwarnai dengan lagu-lagu dan alat-alat musik ala Kalimantan dan ordinarium Dayak Kanayatn.

    Lebih istimewa, doa umat dibacakan dengan penuh khidmat oleh para frater yang ditunjuk khusus menggunakan lima bahasa daerah yang berbeda-beda.

    Pembangunan taman doa Maria Bunda Segala Suku tersebut merupakan inisiatif dari wakil rektor sekaligus ekonom Seminari Tinggi, Romo Aang Winarko.

    Selain itu, pembangunan taman yang terletak di depan kapel utama Seminari Tinggi ini juga mendapatkan perhatian besar dan dukungan dari sejumlah donatur.

    Baca juga: Pemberkatan Taman Doa Maria Bunda Segala Suku Oleh Uskup Malang

    Selain itu, Romo Tri Wardoyo juga mengungkapkan bahwa Patung Maria Bunda Segala Suku yang diusung oleh Seminari Tinggi ini memperoleh persetujuan Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) sebagai Bunda Komunitas Seminari Tinggi Malang yang memang terdiri dari bermacam-macam suku.

    Mgr. Henricus Pidyarto mengucapkan terima kasih kepada para donatur, tamu undangan dan Romo Aang Winarko atas inisiatif yang baik untuk perkembangan iman umat dan para frater yang sedang menjalani pendidikan di tahun ajaran yang baru.

    Secara khusus, para frater mendapatkan suntikan semangat dari Bapa Uskup Malang dengan harapan agar dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik dan lancar.

    Dari dalam kapel menuju halaman depan, Bapa Uskup memberkati patung Maria Bunda Segala Suku yang sudah ditempatkan dalam gapura kaca. Misa kudus selanjutnya diakhiri dengan berkat penutup meriah oleh Bapa Uskup.

    Setelahnya, iringan dendang lagu “Salam ya Ratu” dinyanyikan oleh seluruh umat dan para frater yang hadir. Prasasti kemudian ditandatangi oleh Bapa Uskup dan gong dibunyikan sebagai tanda bahwa taman doa Maria Bunda Segala Suku sudah diberkati dan siap digunakan.

    Sejarah Singkat

    Pada awalnya, Maria Bunda Segala suku diperkenalkan dalam bentuk lukisan. Lukisan tersebut dilukis oleh Robert Gunawan, seorang guru lukis di Jakarta. Robert Gunawan menjadi pemenang dalam lomba seni lukis, patung dan fotografi yang bertemakan Maria, Bunda Segala Suku.

    Selanjutnya, pada 6 Januari 2018, lukisan Maria Bunda Segala Suku, karya buatannya tersebut diresmikan. Akhirnya, karya tersebut diwujudkan dalam bentuk patung. Pada 13 Mei 2018, Mgr. Ignatius Suharyo memberkati patung Maria Bunda Segala Suku di Katedral Jakarta.

    Makna Filosofis Maria Bunda Segala Suku

    Patung Maria Bunda Segala Suku adalah karya yang memiliki makna filosofis yang mendalam, khususnya bagi Seminari Tinggi Interdiosesan San Giovanni XXIII Malang. Jika diperhatikan dengan seksama, pada bagian dada terdapat lambang Garuda yang merupakan lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Patung tersebut mengenakan busana kebaya yang notabene menjadi pakaian tradisional untuk para wanita hampir semua suku yang ada di Indonesia. Pada bagian kerudung memiliki corak berwarna merah dan kebaya yang berwarna putih, menjadi lambang Bendera Indonesia Sang Saka Merah Putih. Di bagian bawah kebaya, terdapat dua tokoh wayang yang terkenal.

    Baca juga: Excorcism- 7 Series Setiap Jumat Hanya di DMtv (Majalah DUTA)

    Pada bagian kiri, terdapat Dewi Kunthi tua yang menjadi lambang kesabaran dan kesucian. Sementara sebelah kanan, sosok Dewi Sri menjadi lambang kesejahteraan dan kedamaian. Maria Bunda Segala Suku mengenakan jarik yang bermotif nusantara yang melambangkan keanekaragaman suku yang ada di Indonesia.

    Maka, dari tampilan fisik serta makna filosofis Maria Bunda Segala Suku benar-benar mewakili keanekaragaman suku para calon imam yang mengemban pendidikan di rumah studi Seminari Tinggi Interdiosesan San Giovanni XXIII Malang.

    Selesai….

    Pemberkatan Taman Doa Maria Bunda Segala Suku Oleh Uskup Malang

    Romo Gregorius Tri Wardoyo, CM (kiri), Mgr. Henricus Pidyarto, O.Carm. (tengah), Romo Franciscus Gabriel Aryodiwarno, Pr. (kanan)

    MajalahDUTA.Com, Malang – Pada Kamis 25 Agustus 2022 di sore menjelang malam, warga Seminari Tinggi Interdiosesan San Giovanni XXIII Malang mengadakan misa syukur untuk menyambut tahun ajaran baru sekaligus pemberkatan taman doa di mana Patung Maria Bunda Segala Suku berdiri.

    Selebran utama dalam misa di kapel rumah pembinaan calon imam 10 Keuskupan ini adalah Yang Mulia Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm. selaku Uskup Malang.

    Gawai istimewa ini dihadiri oleh para imam baik rektor dan para prefek Seminari Tinggi, para suster, tamu undangan, donatur serta para frater penghuni rumah studi. Selain itu, para frater mengenakan pakaian adat daerah masing-masing untuk mewakili aneka ragam suku bangsa yang ada di Seminari Tinggi ini.

    Doa Umat dalam lima bahasa berbeda

    Berdirinya patung Maria Bunda Segala Suku ini dilatarbelakangi oleh keanekaragaman suku bangsa para calon imam diosesan yang melaksanakan studi di Malang.

    Baca juga: PTM Dilaksanakan, Warga SMAK Frateran Menyambut Antusias

    Dalam kata sambutan, Rektor Seminari Tinggi, Romo Gregorius Tri Wardoyo, CM mengungkapkan bahwa Maria Segala Suku dipilih sebagai pelindung dan ibu dari Seminari Tinggi Interdiosesan San Giovanni XXIII.

    Alasannya, Keuskupan-keuskupan yang mempercayakan calon imamnya di Seminari Malang ini memang kaya akan ragam suku, budaya, bahasa dan daerah. Dapat dikatakan sebagai miniatur Indonesia, sehingga dipilihnya Maria Bunda Segala Suku sungguh relevan dengan situasi lingkungan hidup Seminari Tinggi yang berada di Jalan Bendungan Sigura-gura Barat ini.

    Bersambung, bagian 2…

    TERBARU

    TERPOPULER