MajalahDUTA.com, Palangkaraya – Temu Pembina IV di Palangkaraya, Kalimantan Tengah yang diselenggarakan pada 25 Juni – 2 Juli 2023. Diikuti 20 Keuskupan dari sabang sampai merauke dengan kurang lebih seluruh peserta berjumlah 600 orang. Peserta adalah seluruh pembina Pramuka dari Gugus Depan yang berpangkalan di sekolah katolik se-Indonesia.
Adapun keuskupan yang turut bertandang ke Palangkaraya adalah TKK MPK Keuskupan Agung Jakarta, Keuskupan Agung Pontianak, Keuskupan Agung Samarinda, Keuskupan Agung Palembang, Keuskupan Agung Medan, Keuskupan Agung Merauke, Keuskupan Agung Surabaya, Keuskupan Agung Semarang, Keuskupan Bandung, Keuskupan Bogor, Keuskupan Purwokerto, Keuskupan Ketapang, Keuskupan Sintang, Keuskupan Banjarmasin, Keuskupan Palangka Raya, Keuskupan Tanjung Karang, Keuskupan Jayapura, Keuskupan Malang, Keuskupan Ende, dan Keuskupan Denpasar.
Kegiatan di buka dengan upacara pembukaan dan dimeriahkan tarian kolosal. Sebelum upacara pembukaan seluruh kontingen memasuki lapangan dengan mempersembahkan sebuah penampilan.
Setelah selesai upacara pembukaan dilanjutkan dengan Misa Pembukaan, dengan selebran utama adalah Mgr. Agustinus Agus uskup Keuskupan agung Pontianak. Sebagai Konselebran Mgr. Aloysius Sutrisnaatmaka uskup Palangkaraya dan Mgr. Petrus Boneng Timang uskup Banjarmasin.
Mgr. Agus adalah uskup yang memiliki pengalaman yang luar biasa dalam pramuka. Adalah uskup satu satunya yang mendapat penghargaan gerakan pramuka.
Mgr. Agus dalam homilinya menyampaikan tentang kerendahan hati, mengajak seluruh kakak-kakak pembina untuk senantiasa menerapkan prinsip kerendahan hati.
“Kuncinya adalah kerendahan hati. Mengosongkan diri dan menghampakan diri, lahir bagai orang miskin. Tuhan Yesus Kristus adalah guru kita yang rendah hati. Karena kalau kita rendah hati dimana-mana hidup kita aman, tidak ada ancaman fisik” ungkap Mgr. Agus.
Mgr. Agus menegaskan kembali bahwa orang yang rendah hati tidak ada beban dalam hidupnya.
“Rendah hati itu perlu pengorbanan, tanpa pengorbanan tidak mungkin kita bisa melaksanakan semangat rendah hati” tegas Mgr. Agus mengakhiri homilinya. (Eliska Winda – Majalah DUTA)
Foto Bersama Temu Pembina IV – TKKMNPK Palangkaraya
Majalah DUTA – Pertemuan para Mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) digelar di komplek Persekolahan Katolik Nyarumkop pada 22-25 Juni 2023 yang lalu.
Sekitar 700-an mahasiswa termasuk panitia membaur dalam keberagaman dengan semangat yang sama yakni persaudaraan. Mereka datang dari berbagai Perguruan Tinggi di kota Pontianak-Kalimantan Barat.
JAMMAS 1: Tonggak Sejarah
Temu akbar tersebut sangat istimewa karena menjadi tonggak sejarah atau cikal bakal lahirnya ajang ngumpul bagi pelajar muda katolik tingkat mahasiswa yang disebut “Jambore Mahasiswa Katolik ke-1 Keuskupan Agung Pontianak (JAMMAS 1 KAP).
Pembukaan Jambore Mahasiswa perdana ini dibawa dalam perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Bapa Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus beserta beberapa imam konselebran.
Dalam homilinya Mgr. Agus mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk perhatian keuskupan kepada para mahasiswa yang sedang berjuang menempuh pendidikan di tingkat perguruan Tinggi.
“Kaum muda ini selain memiliki idealisme tinggi namun juga rentan terkontaminasi dengan pengaruh-pengaruh negatif arus modernisasi, oleh karena itu perlu dirangkul, dibina imannya,”ungkap Bapa Uskup.
Pastor Kapelan untuk Mahasiswa
Sebagai bentuk dukungan penuh Keuskupan Agung Pontianak bagi pelayanan pastoral khusus kepada mahasiswa Katolik ini, maka Bapa Uskup mengeluarkan Surat Keputusan dengan menunjuk RP. Greg Kukuh Nugroho, CM sebagai Ketua moderator SC Pastoral Mahasiswa Keuskupan Agung Pontianak.
“Agar pelayanan pastoral bagi para mahasiswa bisa berjalan dengan baik, maka keuskupan menunjuk khusus satu pastor pendamping rohani. Sudah ada SK-nya,” kata Uskup Agus.
“Dia khusus untuk pastor mahasiswa, maka dia tidak mengemban tugas yang lain misalnya sekalian sebagai pastor paroki,”demikian beliau menegaskan.
Dengan demikian sudah ada wadah resmi bagi para mahasiswa katolik untuk berbagi, berkontribusi dan beraksi dalam pelayanan bermasyarakat dan menggereja.
Pastor pendamping akan mengarahkan, mendampingi dan membimbing para mahasiswa dalam hidup bermasyarakat dan menggereja, sehingga semakin berkembang dalam iman, pengetahuan dan kemanusiaan.
“Selamat berdinamika dan belajar bersama dalam Jambore Mahasiswa ini. Berproses bersama untuk menjadi calon-calon pemimpin masa depan yang rendah hati seturut teladan Yesus Kristus,”demikian harapan Mgr. Agus.
Tema Workshop & Seminar Jambore
Jambore Mahasiswa ini bukan hanya sekedar ajang ngumpul tetapi sebagai wadah untuk belajar menimba pengetahuan, mengasah keterampilan dan kreativitas.
Oleh karena itu materi workshop dan seminar yang disuguhkan betul berbobot dan relevan dengan situasi saat ini.
Misalnya seminar tentang Kewirausahawan/Bisnis bertujuan untuk menyiapkan generasi muda agar mampu mengembangkan entrepreneurship dan kreatifitas bagi usaha bisnis yang akan dirintis sehingga berkontribusi dalam memajukan perekonomian Indonesia.
Ada juga seminar tentang Jurnalistik & Fotography. Harapan dari seminar ini adalah agar bermunculan jurnalis-jurnalis muda yang peka akan situasi sekitar mereka. Dengan demikian mau mengambil peran dalam menyuarakan kebenaran melalui media.
Disusul materi tentang Politik Kebangsaan. Seminar ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda pada NKRI. Tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini kelak ada di pundak generasi muda. Oleh karena itu orang muda diharapkan mampu meningkatkan spirit dan visi persatuan kebangsaan.
Pertemuan para Mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) digelar di komplek Persekolahan Katolik Nyarumkop
Seminar berikutnya tak kalah menarik yakni tentang Spiritualitas Panggilan dan Profesionalisme.
Tujuan dari seminar ini pertama-tama memperkenalkan kepada kaum muda peran penting panggilan umum dan panggilan khusus dalam Gereja Katolik.
Bersyukur jika satu-dua di antara mereka akhirnya berani menanggapi panggilan khusus menjadi imam, bruder dan suster.
Peran kaum muda tidak terpisahkan misi Gereja. Panggilan secara umum, kaum muda diajak untuk terlibat aktif dalam karya pastoral dan kerasulan secara konkrit. Keterlibatan diri melalui organisasi atau komunitas pastoral mahasiswa katolik memelihara semangat persaudaan (koinonia). Bersaksi mewartakan kebenaran melalui kesaksian hidup yang baik (kerygma & martyria). Turut aktif dalam kegiatan liturgi (leitourgia) dan dalam gerakan-gerakan sosial kemanusiaan tanpa membeda-bedakan (diakonia).
Hal lain yang perlu menjadi perhatian sekaligus keprihatinan kaum muda adalah sedikitnya jumlah imam yang melayani umat. Sedikitnya jumlah panggilan menjadi biarawan dan biarawati dalam gereja katolik dewasa ini.
Mengutif ungkapan Bapa Paus Fransiskus yang mengatakan bahwa Biarawan dan Biarawati adalah ‘Denyut Jantung” Pewartaan Injil (30 April 2023 in Berita, Headline, Vatikan)
Doa mereka adalah oksigen bagi semua anggota Tubuh Kristus, doa mereka adalah kekuatan tak terlihat yang menopang Gereja.
Menurut Bapa Paus esensi hidup kaum berjubah yang meninggalkan diri mereka sendiri dan dunia untuk meniru Yesus di jalan kemiskinan, kesucian, ketaatan dan menjadi perantara atas nama semua” adalah kesaksian besar yang berjalan sepanjang sejarah.
Narasumber Workshop-Seminar Jambore
Selama kegiatan berlangsung peserta tampak antusias dalam mengikuti kegiatan karena diisi oleh pemateri – pemateri yang berlatar belakang profesi, pelaku usaha, dan juga akademisi seperti:
Bapak Franciscus Maria Agustinus, (Tim Ahli Menteri Koordinator Bidang Perekonomian)
Drs. Adrianus Asia Sidot, M.Si. (anggota DPR-RI periode 2019–2024)
Maria Goreti, S.Sos., M.Si. (anggota DPD RI mewakili Provinsi Kalimantan Barat 2004-sekarang)
William Chang, OFM Cap (Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Pontianak)
Greg Kukuh Nugroho, CM (Ketua moderator SC Pastoral Mahasiswa KAP)
Hadir pula narasumber dari kalangan Politik, Bimas Katolik Provinsi Kalbar, Mass Media-Kompas Kalbar dan Suster Kongregasi SFIC Provinsi Indonesia.
Selain seminar dan workshop, Jambore Mahasiswa juga diwarnai dengan dinamika kelompok, pentas seni dan acara hiburan guna menambah semaraknya kegiatan ini.
Meskipun persiapan sangat singkat, namun jambore mahasiswa yang pertama ini terbilang sukses. Ketua panitia, Endro Ronianus mengungkapkan bahwa tidak gampang menggelar even sebesar ini dalam kurun waktu yang singkat. Ia mangatakan waktu yang dibutuhkan sekitar dua bulan untuk persiapan sampai hari H. Namun berkat dukungan dari semua pihak kegiatan ini berjalan dengan baik.
Venue JAMMAS ke-2
Pada penutupan jambore, Minggu, 25 Juni 2023 Pastor Moderator PMKRI cabang Pontianak RD. Alexius Alex mendeklarasikan bahwa venue JAMMAS ke-2 KAP akan dilaksanakan 3 tahun ke depan (2026).
Jambore ditutup dalam misa yang dipimpin oleh Vikjen KAP, P. William Chang, OFMCap didampingi oleh Ketua Moderator SC Pastoral Mahasiswa Katolik Keuskupan Agung Pontianak, RP. Greg Kukuh, CM dan Ketua Moderator PMKRI cabang Pontianak RD. Alexius Alex
Dalam homilinya Vikjen KAP mengungkapkan harapannya bahwa buah dari perhelatan Jambore Mahasiswa Katolik yang pertama ini yakni, semakin terjalinnya persaudaraan tanpa sekat, kotak, dan tembok. (Sr. Maria Seba, SFIC)
Penampilan Mars Keuskupan Ketapang oleh OMK - Pesta HUT ke-61 dan Pesta Pelindung Paroki Katedral St. Gemma Galgani Ketapang
Majalah DUTA – Pesta pelindung adalah perayaan yang diadakan oleh Gereja Katolik dan umat Katolik di seluruh dunia untuk memperingati dan menghormati santo pelindung tertentu. Setiap gereja Katolik memiliki pelindung yang dipilih sebagai santo pelindungnya. Santo pelindung adalah orang suci atau martir yang dianggap memiliki kekuatan khusus dalam melindungi gereja atau kelompok orang tertentu.
Pesta pelindung Gereja Katolik adalah perayaan yang ditujukan untuk menghormati dan memperingati santo pelindung gereja atau komunitas Katolik tertentu. Pesta ini sering kali berlangsung pada tanggal yang ditetapkan untuk santo pelindung tersebut, yang dapat bervariasi antara gereja-gereja.
Pesta pelindung Gereja Katolik umumnya melibatkan upacara liturgis khusus, seperti misa yang didedikasikan untuk santo pelindung dan mungkin prosesi keagamaan. Umat Katolik juga dapat mengadakan berbagai acara sosial, seperti perayaan di luar gereja, pawai, pesta makan, dan kegiatan komunitas lainnya.
Tujuan utama dari pesta pelindung Gereja Katolik adalah untuk menghormati dan mengenang peran santo pelindung dalam iman Katolik. Santo pelindung dianggap sebagai pembela dan penolong rohani yang dapat memberikan perlindungan dan bantuan khusus kepada umat Katolik dalam kehidupan sehari-hari mereka. Pesta pelindung juga merupakan kesempatan bagi umat Katolik untuk memperkuat ikatan komunitas mereka dan merayakan iman bersama-sama.
Perlu diingat bahwa setiap gereja Katolik memiliki pelindung yang berbeda, sehingga pesta pelindungnya juga akan berbeda-beda. Misalnya, Santo Petrus adalah pelindung Gereja Katolik Roma, dan pesta pelindungnya dirayakan pada tanggal 29 Juni setiap tahun. Sedangkan Santo Fransiskus dari Asisi adalah pelindung Ordo Fransiskan, dan pesta pelindungnya dirayakan pada tanggal 4 Oktober.
Pesta pelindung Gereja Katolik adalah bagian integral dari tradisi dan kehidupan rohani umat Katolik, dan melalui perayaan ini, mereka mengungkapkan penghargaan dan devosi mereka terhadap santo pelindung gereja mereka.
Seminar Yesus Menurut InjilAntusiasme Umat saat Mengikuti Seminar
Santa Gemma Galgani
Santa Gemma Galgani adalah seorang santo dan mistikus Katolik yang lahir pada tanggal 12 Maret 1878 di kota Camigliano, Italia. Ia adalah anak kedua dari delapan bersaudara dalam keluarga yang saleh.
Sebagai seorang anak, Gemma sangat berbakat dan cerdas. Dia dididik dalam iman Katolik dan memiliki cinta yang mendalam terhadap Yesus. Namun, kehidupannya tidak mudah. Ibunya meninggal ketika Gemma masih kecil, dan ayahnya juga meninggal ketika dia berusia 18 tahun. Setelah itu, dia mengalami sakit yang parah dan dirawat di rumah sakit selama beberapa tahun.
Selama masa sakitnya, Gemma mengalami pengalaman spiritual yang luar biasa. Dia mengalami penglihatan tentang penghakiman dan kemuliaan surgawi, dan juga menerima stigmata, yaitu luka-luka yang menyerupai luka-luka Yesus di tangan, kaki, dan dada-Nya. Meskipun itu sangat menyakitkan, Gemma menerima stigmata sebagai bagian dari persekutuan dengan penderitaan Kristus.
Selama hidupnya, Santa Gemma Galgani hidup dalam kerendahan hati dan ketaatan yang tinggi kepada Allah. Dia menghabiskan banyak waktunya dalam doa, meditasi, dan pengorbanan diri. Dia juga memiliki pengaruh yang besar dalam menginspirasi orang lain untuk hidup dalam iman.
Gemma Galgani meninggal dunia pada tanggal 11 April 1903, pada usia 25 tahun. Gemma Galgani dibeatifikasi pada tahun 1933 oleh Paus Pius XI dan dikanonisasi pada tahun 1940 oleh Paus Pius XII. Hari rayanya dirayakan pada tanggal 11 April.
Santa Gemma Galgani dikenal sebagai pelindung misi dan orang-orang yang menderita penyakit, khususnya penyakit yang parah. Dia juga dianggap sebagai pelindung mereka yang kehilangan orang yang dicintai. Orang-orang yang berdoa melalui perantaraannya berharap untuk memperoleh kesembuhan, kekuatan dalam kesulitan, dan keberanian untuk menghadapi penderitaan dengan penuh iman.
Ulang Tahun ke-61 Sekaligus Pesta Pelindung Paroki Santa Gemma Galgani Ketapang
Paroki Gereja Katedral Santa Gemma Galgani Ketapang pada 18 Juni 2023 lalu melaksanakan perayaan puncak dengan menghidupi tema: Melaksanakan Tugas Perutusan Sebagai Imam, Nabi Dan Raja. Maka dari itu, selama rentang waktu bulan Mei – Juni 2023, diadakan berbagai macam kegiatan-kegiatan yang mempersatukan warga paroki Santa Gemma Galgani ada dilaksanakan pertandingan/lomba masak dengan bahan dasar ubi.
Ada juga pertandingan bola Volly antar lingkungan sehingga demi mempersiapkan itu, warga lingkungan Paroki melakukan kerja bakti untuk membersihkan lapangan Volly di lingkungannya untuk berlatih. Meskipun gawai ini dilaksanakan setiap setahun sekali, para warga lingkungan paroki St. Gemma Galgani Ketapang telah menghidupi persekutuan sebagai tugas Yesus sebagai Raja yaitu menyatukan umat. Selanjutnya, tugas sebagai nabi yakni mewartakan iman. Oleh karena itu, diadakan pula kegiatan-kegiatan yang berfungsi untuk membina iman yaitu Seminar tentang Yesus Kristus, Pola Asuh Anak, Kesaksian Iman dari Pastor Zakarias Lintas.
Semua kegiatan-kegiatan tersebut bertujuan untuk mendewasakan iman umat di Paroki Santa Gemma Galgani Ketapang. Kegiatan terakhir dalam menghidupi tugas Yesus sebagai Imam yaitu ibadat dan doa. Ditandai dengan adanya Perarakan Patung Santa Gemma Galgani di halaman Gereja Katedral dan Misa Perayaan Puncak Pesta Pelindung Paroki yang dihadiri oleh seluruh umat dan diiringi Paduan Suara AMBA yang pada 18 Juni 2023 ini juga merayakan ulang tahunnya yang ke-28.
Romo Laurensius Sutadi, Pastor Paroki Katedral Santa Gemma Galgani sekaligus Vikaris Jenderal Keuskupan Ketapang mengungkapkan bahwa segala kegiatan acara makan-makan, pentas seni, dan lain sebagainya ini merupakan Perayaan Iman. Itulah yang membedakan antara konser dangdut, konser-konser musik dengan perayaan iman. Romo Sutadi juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh umat untuk partisipasi aktif dalam suksesnya perayaan Ulang Tahun sekaligus Pelindung Paroki Santa Gemma Galgani Ketapang. Perlu diketahui, bahwa panitia kegiatan ini berasal dari kerja sama antar ketua-ketua lingkungan di Paroki Santa Gemma Galgani.
RD Laurensius Sutadi memberikan kata sambutan.Seminar Yesus Menurut Injil oleh RD Laurensius Sutadi
Kegiatan Pentas Seni dan Drama Komedi
Dalam perayaan puncak tersebut diwarnai dengan berbagai penampilan-penampilan pentas seni yang dari umat Paroki Katedral Santa Gemma Galgani Ketapang. Ada penampilan Dance dari Monic Priscilla, SEKAMI, dan Loban. Selain itu Mars Katedral St. Gemma Galgani Ketapang dikumandangkan dalam pembukaan acara oleh OMK St. Gemma Galgani. Selain itu ada juga pembagian hadiah dari lomba-lomba seperti lomba mewarnai PIA, lomba masak, dan lomba Volly Putera Puteri. Yang paling menggelitik adalah aksi Drama Komedi yang diadakan oleh Sekami dan juga Keluarga Seriuk Serukui.
Drama Komedi yang diadakan oleh Sekami mengenai kisah Malin Kundang si Anak Durhaka yang dikemas secara modern dan jenaka sehingga mengundang gelak tawa para penonton yang menyaksikannya. Tidak hanya itu, undangan juga dihibur oleh Keluarga Seriuk Serukui yang dibawakan oleh bapak-bapak dan ibu-ibu dengan Bahasa Lokal Ketapang yang khas.
Sambutan oleh Ketua Panitia Bpk. YudiPemotongan Tumpeng, Turut Hadir Ibu Bupati Ketapang
Keluarga Seriuk Serukui sendiri berarti keluarga yang sehati sepemikiran dalam menjalani kehidupan berkeluarga. Di mana dalam Gereja, keluarga merupakan kekuatan dalam hidup menggereja. Garis besar dari drama komedi tersebut dibagi dalam tiga episode. Episode pertama memperlihatkan sosok ibu yang sedang membersihkan rumah dan sang bapak dengan penampilan yang lucu.
Adegan ini berkisah tentang keromantisan rumah tangga. Tiba-tiba masuk sang anak nakal yang hobbynya bermain HP dan memaksa meminta uang. Terjadilah pertengkaran antara ibu dan bapak mengenai cara mendidik anak. Sang anak kemudian disuruh pergi oleh sang bapak, sementara ibu dan bapak bertengkar hebat, ibu melempar dandang, sementara bapak mengeluarkan ketapel mengarah ke istrinya. Tetapi dalam aksi kejar-kejaran itu, sang Bapak terpeleset oleh kulit pisang.
Persembahan oleh PIA.Penampilan Seriuk SerungkuiPenampilan Princess PIA
Pada episode kedua, terlihat adegan ibu yang sedang memasak sementara bapak hendak memberikan hadiah kepada istrinya sebuah lato-lato. Di sini terjadi percakapan yang menggelitik antara suami istri tersebut. Selanjutnya muncul seorang figur lain yang membawa anjing sambil melihat ke kiri dan ke kanan seperti memeriksa bangunan. Di tengah dialok, muncul sang anak dengan seragam SMP memanggil-manggil dan minta diantar ke sekolah. Bapak kemudian mengantar anaknya itu ke sekolah dengan menggunakan gerobak.
Di Episode terakhir memperlihatkan sosok Bapak sedang membaca koran, sementara ibu sedang menyiram tanaman. Selanjutnya terjadi dialog lucu lalu muncullah sang anak yang dating menggunakan toga dan membawa ijazah untuk memperlihatkan bahwa ia telah diwisuda.
Penampilan musik.Penampilan oleh OMKPenyerahan Hadiah Menggambar PIA
Setelah beberapa percakapan, sang anak meminta untuk menikah. Lalu ibu dan bapak membawa sang anak ke Pastoran, lalu semua anggota pendukung acara kegiatan Ulang Tahun ke-61 dan Pesta Pelindung Paroki Katedral St. Gemma Galgani telah berbaris rapi untuk mengucapkan: “Segenap panitia dan semua pengisi acara mengucapkan Selamat Merayakan Pesta Pelindung Paroki St. Gemma Galgani Ketapang. Lalu semuanya bersama-sama menyanyikan lagu “Kapan-Kapan: Album Koes Plus”. Setelah itu dilanjutkan dengan acara bebas.
Kegiatan Ulang Tahun ke-61 dan Perayaan Pesta Pelindung Paroki Katedral St. Gemma Galgani tersebut dilaksanakan dengan penuh kreativitas dari, untuk dan oleh umat Paroki Katedral sendiri. Dari awal perencanaan kegiatan untuk menghidupi tema “Melaksanakan Tugas Perutusan Sebagai Imam, Nabi dan Raja” sungguh-sungguh terlaksana tentu saja sebagai ungkapan iman umat Paroki St. Gemma Galgani Ketapang. Semangat magis dari spirit Santa Gemma Galgani yang dihidupi oleh umat Paroki Katedral St. Gemma Galgani Ketapang untuk hidup di dalam iman yang kokoh memang patut diacungi jempol.
MC oleh Desi dan Nilus.Mars Keuskupan Ketapang oleh OMKPenampilan Dance oleh SEKAMIDance oleh Loban.
Seiring perkembangan zaman yang semakin modern, pembinaan iman merupakan suatu hal yang sangat penting. Diperparah dengan semakin maraknya intoleransi dan radikalisme, pembinaan iman secara terus menerus merupakan suatu kebutuhan bagi umat untuk menyikapi segala macam situasi sosial dengan penuh iman dan kasih. Buah-buahnya dapat kita rasakan hingga saat ini, Paroki Katedral St. Gemma Galgani memiliki umat yang militan dan aktif di dalam paroki baik dari segi kuantitas serta kualitas sehingga berbagai kegiatan yang dilaksanakan selalu meriah dan tetap hidup dari masa ke masa. (Fr. Fransesco Agnes Ranubaya – Narasumber: Nilus)
Temu Orang Muda Katolik Se-Paroki Sambas Tahun 2023: Meningkatkan Iman dan Karakter
Majalah DUTA – Stasi Sta. Theresia Kuranyi Paroki Sambas menyelenggarakan kegiatan Temu Orang Muda Katolik (TOMK) yang dihadiri oleh OMK dari berbagai Stasi di Paroki Sambas. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan iman dan karakter Orang Muda Katolik. Acara TOMK Se-Paroki Kristus Raja Sambas berlangsung mulai tanggal 22 hingga 25 Juni 2023 dengan jumlah peserta mencapai 440 orang. Meskipun kegiatan TOMK ini tidak dilaksanakan selama 2 tahun akibat dampak pandemi Covid, semangat Orang Muda Katolik untuk bertemu dan melaksanakan kegiatan tetap tinggi, seperti yang telah diagendakan sejak awal tahun 2023 dalam rapat bersama seluruh Ketua OMK Se-Paroki Sambas di aula persekolahan Amkur pada bulan Januari lalu.
Kegiatan TOMK dilaksanakan di lapangan bola, Dusun Kuranyi, Desa Kaliau, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas. Stasi Kuranyi adalah salah satu dari 58 Stasi di wilayah Paroki Sambas dan terletak di wilayah perbatasan. Rumah-rumah umat menjadi tempat penginapan para peserta, sehingga seluruh acara dapat dilaksanakan di satu lokasi agar peserta dapat saling mengenal dan merasakan kebersamaan dengan umat di Stasi Kuranyi.
Banner Temu Orang Muda Katolik Se-Paroki Sambas Tahun 2023
Meskipun persiapannya dilakukan dalam waktu singkat, sekitar 40 hari, panitia bekerja dengan ekstra keras, terutama karena kegiatan ini tidak dilaksanakan di Pusat Paroki. Sebanyak 85 orang panitia dari OMK dibantu oleh Bapakat dan WKRI sebagai tuan rumah dari Stasi Kuranyi, serta beberapa koordinator dari Pengurus Inti OMK Paroki. Ketua Panitia TOMK tahun 2023 ini adalah Bapak Ambrosius Suryadi.
Umat Stasi Kuranyi turut berperan serta dan sangat mendukung kegiatan ini melalui berbagai upaya, baik secara moril maupun tenaga, dengan membantu dalam persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
Dalam rangka meningkatkan iman dan karakter Orang Muda Katolik, TOMK kali ini diisi dengan serangkaian kegiatan menarik, antara lain Lomba Mazmur, Lomba Cerdas Cermat Alkitab, Lomba Vokal Group, dan Lomba Volly Putra dan Putri. Terdapat juga penampilan seni yang melibatkan tarian etnik, yel-yel, dan berbagai penampilan menarik dari peserta. Outbound juga menjadi salah satu kegiatan favorit bagi peserta, di mana mereka dapat berinteraksi dan saling mengenal satu sama lain. Selain itu, diadakan juga Perayaan Ekaristi Kaum Muda yang dipimpin oleh Pastor Benedetto Benno OFMCap, yang merupakan Pastor Moderator OMK se-Paroki Sambas.
Para Peserta Temu OMK Se-Paroki Sambas Tahun 2023
Bupati Kabupaten Sambas, H. Satono, S.Sos.I., M.H, turut menghadiri kegiatan Temu Orang Muda Katolik (T-OMK) di Keranji. Beliau juga memberikan sambutan pembukaan untuk kegiatan Temu Orang Muda Katolik Tahun 2023 ini. Acara ini juga dihadiri oleh Camat Sajingan Besar, Kepala Desa Kaliau, BPD Desa Kaliau, Bimas Katolik Kabupaten Sambas, Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Ketua Umat dan Para umat, donatur, serta tamu undangan yang tidak dapat disebutkan satu per satu.
Melihat pengaruh yang semakin besar dari luar, terutama penggunaan media sosial yang memudahkan akses informasi bagi anak muda, serta meningkatnya kasus pernikahan dini dan penyalahgunaan obat-obatan dan narkoba, terutama di daerah perbatasan, maka dalam kegiatan ini juga disampaikan materi dari tenaga kesehatan. Materi tersebut sangat berguna bagi kaum muda dan diterima dengan baik. Diharapkan, kaum muda mampu mengenal dan mengendalikan diri sendiri agar tidak terpengaruh oleh dunia dewasa, memiliki pemikiran yang bijaksana dalam mengambil keputusan terkait masa depan yang lebih baik, serta menjaga iman Katolik sebagai warisan dari orang tua sejak kecil. Selain itu, diharapkan pula mereka semakin mengenal dan mempertahankan budaya serta adat istiadat mereka sendiri agar semakin melekat dalam diri sebagai kaum muda. (Fransiska Vira Septiadewi – OMK Sambas)
Foto bersama seluruh peserta JAMMAS KOLIK KAP 2023 "Bangkit dan Bersaksilah"
Majalah DUTA – Kemeriahan dan kebanggaan meliputi Persekolahan Katolik Nyarumkop saat Jambore Mahasiswa Katolik Ke-1 Keuskupan Agung Pontianak berlangsung dengan sukses pada tanggal 22 hingga 25 Juni 2023. Acara yang dihadiri oleh seribu peserta ini mengusung motto “Bangkit dan Bersaksilah” sebagai panggilan untuk generasi muda Katolik agar menjadi agen perubahan yang berani dan memberikan kesaksian nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Persiapan yang singkat tidak mengurangi semangat dan dedikasi panitia, guru, dan karyawan Persekolahan Katolik Nyarumkop dalam memberikan pelayanan kepada para peserta jambore. Dengan kerja keras dan koordinasi yang baik, mereka berhasil menciptakan atmosfer yang menyenangkan dan membangun semangat kebersamaan di antara mahasiswa Katolik Keuskupan Agung Pontianak.
Uskup Agung Pontianak dalam Pembukaan JAMMAS Katolik KAP 2023, Kamis (22/06).
Jambore Mahasiswa Katolik Ke-1 Keuskupan Agung Pontianak menyelenggarakan berbagai workshop yang bertujuan untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan zaman modern. Workshop yang tersedia meliputi Jurnalistik, Teater & Film, Kaderisasi Kebangsaan, Digital Entrepreneurship, Pendidikan Politik, dan Panggilan & Profesionalisme. Para peserta diberikan kesempatan mengikuti seluruh workshop, sehingga mereka dapat mengembangkan potensi diri mereka dalam bidang yang diminati.
Foto bersama Mgr. Agustinus Agus bersama seluruh pastor di JAMMAS Katolik KAP 2023.
Lokasi kegiatan Jambore yang berlangsung di Kompleks Persekolahan Katolik Nyarumkop, Kecamatan Singkawang Timur, memberikan suasana yang kondusif dan nyaman bagi para peserta. Dalam pembukaan acara, Mgr. Agustinus Agus, Uskup Agung Pontianak, memberikan sambutan yang menginspirasi dan mendorong peserta untuk mengambil peran aktif dalam masyarakat dengan iman yang kokoh.
Misa Penutupan dipimpin oleh Vikjen KAP, P. William Chang, OFMCap, Minggu (25/06). Didampingi oleh Ketua Moderator SC Pastoral Mahasiswa KATOLIK KAP, RP. Greg Kukuh, CM dan Pastor Moderator PMKRI KAP, RD. Alexius Alex.
Para Pastor yang memimpin Misa Penutupan JAMMAS KATOLIK 1 KAP 2023, 25 Juni 2023.Misa Penutupan JAMMAS KATOLIK 1 KAP 2023, 25 Juni 2023.
Dalam homilinya Vikjen KAP mengungkapkan harapannya bahwa buah dari perhelatan Jambore Mahasiswa KATOLIK yang pertama ini yakni, semakin terjalinnya persaudaraan tanpa sekat/kotak/tembok.
Pastor Moderator PMKRI KAP, RD. Alexius Alex, mengumumkan venue JAMMAS KATOLIK II KAP, akan dilaksanakan 3 tahun ke depan (2026).
Ketua Panitia, Endro, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia, guru, dan karyawan Persekolahan Katolik Nyarumkop atas kerja keras dan pengorbanan mereka dalam menjalankan kegiatan JAMMAS Katolik ini. Keberhasilan acara ini tidak lepas dari peran mereka yang telah dengan sungguh-sungguh memberikan pelayanan dan menjadikan kegiatan ini sebagai momen yang berkesan bagi seluruh peserta.
Dengan semangat dan kebersamaan yang terjalin dalam Jambore Mahasiswa Katolik Keuskupan Agung Pontianak, diharapkan para peserta dapat membawa pengalaman berharga dan motivasi dalam membangun masa depan yang lebih baik. Jambore ini menjadi momentum penting dalam membangkitkan semangat generasi muda Katolik untuk beraksi dan memberikan kesaksian di tengah masyarakat. (Ron’s)
MajalahDUTA,Com- Pontianak, 23 Juni 2023 – Dalam suasana yang penuh semangat, STT Pastor Bonus Pontianak memulai dan menutup tahun ajaran dengan misa yang sarat makna. Misa pembukaan dihadiri oleh Uskup Agustinus dan delapan imam, yang menjadi momen penting dalam memulai perjalanan spiritual para mahasiswa STT Pastor Bonus.
Dalam homili yang penuh inspirasi, Uskup Agustinus berbagi pengalamannya selama satu bulan terakhir yang penuh dengan aktivitas tanpa henti. Meskipun tidur rata-rata pada pukul 1 malam, Uskup mengungkapkan bahwa kekuatannya datang dari Tuhan. Ia menekankan pentingnya mencari surga terlebih dahulu dan memiliki semangat kasih dalam melayani umat. Para frater juga diajak untuk melatih diri agar penderitaan dapat diubah menjadi kebahagiaan yang sejati.
Misa syukur pelepasan mahasiswa angkatan 2021-2022 juga menjadi momen yang berkesan. Frater tingkat 2 menyampaikan permohonan maaf jika ada kesalahan dan meminta doa dari semua orang. Pada kesempatan tersebut, perwakilan dari Gotaus, Pius, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian para frater dalam menyelesaikan program S2. Pastor William juga mengucapkan terima kasih kepada Uskup Agustinus atas perhatian dan dukungannya terhadap STT Pastor Bonus. Para frater dan peserta misa turut berbahagia dan memberikan selamat atas kesuksesan mereka.
Uskup Agustinus dalam sambutannya mengutip kata-kata Santo Agustinus yang menyatakan bahwa bersama umat Katolik, ia adalah seorang Katolik, dan sebagai seorang uskup, ia adalah pemimpin mereka. Ia juga mengumumkan bahwa tahbisan diakon akan dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus, yang bertepatan dengan hari Santo Yohanes Vianney. Rencana tahbisan imamat juga masih dalam pertimbangan, namun Uskup mengajak semua orang untuk berjalan bersama (sinode) dan memberikan yang terbaik dalam pembinaan dan pelayanan.
Misa penutupan tahun ajaran 2021-2022 dihadiri oleh frater tingkat 1 dan frater tingkat 2. Dalam momen ini, 21 frater tingkat 1 dan 10 frater tingkat 2 merayakan perjalanan mereka dengan penuh sukacita dan rasa syukur.
Dengan semangat yang tinggi dan komitmen untuk memberikan yang terbaik, Sekolah Tinggi Teologi (STT Pastor Bonus) Pontianak melanjutkan perjalanan pendidikannya dalam menyiapkan calon imam yang akan melayani Gereja dan umat dengan penuh dedikasi.
MajalahDUTA.Com- Nyarumkop, Sabtu, 24 Juni 2023 – Masih dalam suasana hari ke tiga yang penuh semangat dan keakraban, Jambore Mahasiswa tahun 2023 telah menghasilkan momen berharga bagi para peserta. Dengan fokus pada pembentukan mindset dan penguatan iman, kegiatan ini mampu memberikan pengalaman dan ilmu yang berharga kepada kaum muda Katolik.
Sesi keakraban workshop menjadi salah satu highlight dari jambore ini. Setelah persiapan pribadi, peserta diajak untuk berkenalan satu sama lain dengan anggota kelompok. Aktivitas ini memberikan kesempatan kepada mereka untuk saling memperkenalkan diri dan membangun hubungan yang erat. Kebersamaan ini semakin diperkuat melalui makan malam bersama pada pukul 18.00 WIB, setelah selesai sesi keakraban workshop.
Dalam wawancara dengan narasumber pertama, Yufita Dewi Rahmawati (23), mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura Pontianak, berbagi pengalaman dan manfaat yang didapat dari jambore ini. Selain mendapatkan teman baru, Yufita mengungkapkan bahwa jambore ini mampu membentuk mindsetnya sebagai seorang mahasiswa yang terbuka terhadap perkembangan zaman. Ia menyadari pentingnya memiliki prinsip hidup yang terarah, baik dalam pengetahuan maupun dalam iman, sehingga ia dapat menjadi orang muda Katolik yang cerdas dan teguh dalam imannya. Melalui berbagai sudut pandang ilmu sosial, budaya, politik, bahkan keterampilan public speaking, Yufita merasa bahwa jambore ini mampu meningkatkan spiritualitas dan keimanan kaum muda dalam Gereja Katolik serta mempersiapkan mereka untuk berperan dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara.
Narasumber kedua, Damara (21) dari kampus STAKATN Pontianak, mengungkapkan kegembiraannya dalam mengikuti jambore ini. Baginya, jambore memberikan pengalaman dan teman-teman baru yang menarik. Bergabung dalam keluarga Santo Petrus, ia merasa senang karena dapat berkenalan dan membangun kontribusi bersama teman-teman dalam keluarga tersebut. Jambore ini memberikan kesempatan baginya untuk berinteraksi dan memperkuat ikatan sebagai pemuda-pemudi yang berbangsa dan bernegara Indonesia.
Jambore Mahasiswa 2023 memberikan bukti nyata tentang pentingnya pembentukan karakter, penguatan iman dan pembekalan intelektual bagi kaum muda Katolik. Dengan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh, para peserta siap untuk menghadapi masa depan dengan keyakinan dan kontribusi yang lebih baik. (Sam/Mia- Tim KOMSOS KA Pontianak).
Penyerahan Salib IYD III Kepada Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Pontianak
MajalahDUTA.Com, Pontianak, 23 Juni 2023 – Indonesian Youth Day (IYD) telah mencapai tahap penting dengan penyerahan Salib IYD III kepada Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Pontianak. Momentum ini ditunggu-tunggu oleh para Orang Muda Katolik (OMK) di seluruh Indonesia, dan kegiatan persiapan yang antusias telah dilakukan oleh OMK dari berbagai keuskupan.
Setelah menggelar kirab salib pra IYD III yang melibatkan keuskupan-keuskupan di Kalimantan Barat, perjalanan salib ini mencapai puncaknya pada hari ini di Rumah Retret Tirtaria, Kuburaya, Kalimantan Barat. Salib IYD III ini akan diteruskan ke tuan rumah IYD III tahun ini, yaitu Palembang.
Acara penyerahan dimulai dengan perarakan salib IYD yang tiba dari Paroki Katedral St. Yoseph Pontianak. Kedatangan salib tersebut disambut dengan tarian dan musik tradisional bernuansa Dayak, menciptakan suasana yang kental dengan kearifan lokal. Setelah itu, salib IYD diserahkan kepada Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Pontianak.
Para OMK kemudian diarahkan menuju Kapel Tirtaria untuk mengikuti misa yang dipimpin oleh Pemimpin Utama Konselebran, RP. Pius Barces, CP, bersama dengan beberapa pastor rekannya, yakni RD. Yosep Maswardi, RD. Paulinus Surip, RD. Rupinus Kehi, RD. Donatus, dan RP. Adi Budi Kristianto, MSC.
Dalam khotbahnya, Pastor Barces menyampaikan pesan kepada para OMK yang hadir bahwa iman mereka tidak boleh luntur dalam situasi apapun. Iman harus menjadi kekuatan, penghiburan, dan sukacita, karena OMK merupakan masa kini dan masa depan gereja.
Pastor Barces juga memberikan pesan khusus kepada OMK yang mewakili Kalimantan Barat, untuk selalu saling memperhatikan dan mendukung satu sama lain. “Saya berpesan agar masing-masing dari kita selalu memperhatikan satu sama lain sebagai grup, karena kita mewakili Kalimantan Barat. Mari kita bawakan nama baik Kalbar dengan memancarkan sukacita, kegembiraan, dan kesiapan kita,” ujar Pastor Barces, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal KAP.
Setelah misa selesai, para OMK yang hadir menikmati malam keakraban yang diisi dengan hiburan dan permainan yang diselenggarakan oleh panitia.
Para peserta IYD yang mewakili Kalimantan Barat akan melanjutkan masa karantina di Rumah Retret Tirtaria selama beberapa hari ke depan sebelum melanjutkan perjalanan menuju acara puncak IYD yang akan diselenggarakan di Palembang, Sumatera Selatan, pada 26 Juni hingga 1 Juli 2023 mendatang.
Majalah DUTA – Suksesnya Jambore Mahasiswa Katolik Ke-1 Keuskupan Agung Pontianak di Persekolahan Katolik Katolik Nyarumkop (22-25/6/23) menjadi kebanggaan bagi semua orang yang terlibat dalam event tersebut. Menilik persiapan dan koordinasi yang singkat, panitia, guru, dan karyawan Persekolahan Katolik Nyarumkop melalui Pastor Kepala PKN berelasi dan berupaya maksimal dalam memberikan pelayanan kepada seribu mahasiswa dengan segala kekurangan dan kelemahannya.
Jambore Mahasiswa Katolik ke-1 Keuskupan Agung Pontianak di Persekolahan Katolik Nyarumkop disokong oleh Pastor Kepala PKN, guru serta karyawan sebagai mitra panitia dalam mempersiapkan konsumsi dan penginapan para peserta jambore secara terukur. Menurut Ketua panitia Endro mengapresiasi kerja keras Bapak dan Ibu guru yang telah menyuguhkan dan meluangkan waktu secara total, bahkan harus menginap dan bangun dini hari untuk keperluan peserta jambore.
Kerjasama dan Dedikasi yang Membawa Kebanggaan: Suksesnya Jambore Mahasiswa Katolik Ke-1 Keuskupan Agung Pontianak di Persekolahan Katolik Nyarumkop
Sementara itu, Wiwik sapaan akrab Ibu tiga anak ini mengucapkan terima kasih untuk kebersamaan antar rekan kerja yang berkenan meluangkan waktu dan kerja kerasnya mempersiapkan segala sesuatunya. “Semoga kerjasamanya menjadi berkat bagi semua orang” Imbuhnya. (Oyent Andreas)
Latihan Bersama Kontingen Keuskupan Agung Pontianak di SMP Suster – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak
MajalahDUTA.com, Pontianak – Persiapan merupakan proses mempersiapkan segala sesuatu yang akan diperlukan untuk melaksanakan suatu kegiatan, ialah suatu hal yang sangat penting dan mendasar supaya kegiatan dapat dilaksanakan dengan baik. Demikianlah yang sedang dilaksanakan oleh Kontingen Keuskupan Agung Pontianak yang akan mengikuti kegiatan Temu Pembina IV TKK MNPK di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Temu Pembina IV akan dilaksanakan pada 25 Juni – 2 Juli 2023 di Bumi Perkemahan Nyaru Menteng Kota Palangkaraya Provinsi Kalimantan Tengah dengan tema “The Leader Within” dan motto “Ikhlas Bhakti Bina Bangsa Berbudi Bawa Laksana”.
Di dalam Palus WEI TB IV Petunjuk Pelaksanaan dicantumkan bahwa pertemuan Pembina Pramuka ini merupakan kegiatan bagi anggota pramuka dewasa dimana semua kegiatan sesuai dengan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan. Diselenggarakan Temu Pembina ini sebagai upaya meningkatkan mutu Pembina Pramuka dari Gugus Depan yang berpangkalan di sekolah katolik di setiap Keuskupan/Keuskupan Agung se-Indonesia melalui kegiatan saling tukar pengalaman membina di setiap Gugus Depan. Penyelenggaraannya berdasarkan penunjukan yang berkelanjutan lima tahun sekali.
Sebelumnya kegiatan Temu Pembina sudah dilaksanakan beberapa tempat yaitu Temu Pembina I dilaksanakan tahun 2005 di Gambung, Bandung Selatan oleh TKK-MPK Keuskupan Bandung, Temu Pembina II dilaksanakan tahun 2010 di Palasari, Bali oleh Keuskupan Denpasar, dan Temu Pembina III dilaksanakan tahun 2016 di Klaten oleh TKK BKS DIY, TKK BKS KEDU, dan TKK BKS Surakarta.
Pendidikan Katolik
Selama proses mempersiapkan keberangkatan mengikuti kegiatan Temu Pembina IV di Palangkaraya kontingen Keuskupan Agung Pontianak sudah mulai mempersiapkan segala sesuatunya dengan melakukan pertemuan perdana mulai dari Rabu, 17 Mei 2023 di SMP Suster, tepatnya di Kompleks Persekolahan Suster Pontianak Jl. Ar. Hakim No. 106 Darat Sekip Kec. Pontianak Kota, Kota Pontianak Kalimantan Barat.
Selama proses persiapan kontingen di Pontianak tidak luput dari pendampingan para pengurus TKK MPK Keuskupan Agung Pontianak. Proses latihan dipantau dan dibimbing oleh pengurus, selain yang di Pontianak juga di koordinasi para peserta yang berada di luar daerah karena tempat tugas masing-masing, yaitu Singkawang, Pemangkat, Nyarumkop, Pahauman dan Darit.
Menurut Rinny Pattiasina yang telah membimbing peserta selama proses persiapan. Persiapan keberangkatan kontingen Keuskupan Agung Pontianak menuju Palangkaraya sudah hampir mencapai 100%. Namun masih ada beberapa hal yang harus dimatangkan lagi persiapannya. Ia juga berharap kontingen Keuskupan Agung Pontianak dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan semuanya dapat berjalan dengan lancar.
“Persiapan kita sudah hampir mencapai 100% selesai, dalam waktu kurang dari 1 minggu ini. Nanti setelah beberapa hari sebelum keberangkatan semuanya sudah rampung disiapkan. Saya juga berharap semoga kegiatan berjalan dengan lancar dan pembina mendapatkan hal baru yang nantinya bisa dibawa ke Gugus Depan masing-masing dan tentunya dapat diaplikasikan” papar Rinny selaku Waka Bina Muda dalam kepengurusan TKK Keuskupan Agung Pontianak.
Sebelum keberangkatan pada hari Sabtu, 24 Juni2023. Seluruh peserta kontingen Keuskupan Agung Pontianak mengikuti Pelepasan oleh ketua TKK dan Ketua MPK pada hari Jumat, 23 Juni 2023 di SMA Santo Paulus Gedung Bina Remaja. Adapun beberapa agendanya antara lain; pengarahan dari ketua TKK dan ketua MPK sekaligus pelepasan Kontingen, foto bersama kontingen secara keseluruhan, gladi bersih, dan pengecekan final kelengkapan kesiapan kontingen/regu.