Monday, May 18, 2026
More
    Home Blog Page 140

    Perang Di Ukraina: Paus Fransiskus Pergi Ke Kedutaan Rusia Untuk Menyatakan Keprihatinan

    Doa untuk Perdamaian – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Internasional – Paus Fransiskus menghabiskan lebih dari setengah jam di kedutaan Rusia di Via della Conciliazione di Roma pada jumat pagi. Sehari sebelumnya, Kardinal Pietro Parolin meminta ruang yang lebih besar untuk negosiasi. Berita ini dirilis dari portal berita Vatican News yang diterbitkan pada 25 Februari 2022 Oleh Salvatore Cernuzio.

    Paus Fransiskus ingin mengungkapkan keprihatinannya tentang perang di Ukraina ketika dia pergi ke markas besar Kedutaan Besar Rusia untuk Tahta Suci. Dipimpin oleh Duta Besar Alexander Avdeev, sekitar tengah hari pada jumat pagi. Dia tiba dengan mobil putih dan tetap berada di gedung di Via della Conciliazione selama lebih dari setengah jam, sebagaimana dikonfirmasi oleh direktur Kantor Pers Vatikan, Matteo Bruni.

    Banding di audiensi Umum

    Paus Fransiskus dengan cermat mengikuti perkembangan situasi di negara Eropa timur, yang telah diserang sejak malam 24 Februari, di mana banyak orang telah terbunuh dan terluka. Sudah di Audiensi Umum pada hari Rabu, sebelum invasi Rusia dimulai, Paus telah mengungkapkan “kesedihan besar di dalam hatinya” atas situasi yang memburuk di negara itu.

    Baca Juga: Paus ke Malta untuk berdoa serta bertemu migran

    Paus menghimbau “kepada mereka yang memiliki tanggung jawab politik untuk memeriksa hati nurani mereka dengan serius di hadapan Tuhan, yang adalah Tuhan perdamaian dan bukan Tuhan perang.” Dan dia meminta orang percaya dan orang yang tidak percaya untuk bersatu dalam doa bersama untuk perdamaian 2 Maret mendatang, Rabu Abu, dengan berdoa dan berpuasa. “Yesus mengajari kita bahwa ketidakberdayaan yang kejam dari kekerasan dijawab dengan senjata Tuhan, dengan doa dan puasa.” Kata Paus. “Saya mengundang semua orang untuk menjadikan 2 Maret, Rabu Abu, Hari Puasa untuk Perdamaian. Saya mendorong orang percaya dengan cara khusus untuk mendedikasikan diri mereka secara intens untuk berdoa dan berpuasa pada hari itu. Semoga Ratu Damai menjaga dunia dari kegilaan perang.”

    Pernyataan Kardinal Parolin

    Namun, kemarin, “di saat-saat paling gelap” bagi Ukraina, Kardinal Sekretaris Negara, Pietro Parolin, merilis sebuah pernyataan menyusul dimulainya “operasi militer” Rusia di wilayah Ukraina. Mengingat seruan mendesak Paus, kardinal mencatat bahwa “skenario tragis yang ditakuti semua orang sayangnya menjadi kenyataan,” tetapi bersikeras, “masih ada waktu untuk niat baik, masih ada ruang untuk negosiasi, masih ada tempat untuk pelaksanaan kebijaksanaan yang dapat mencegah dominasi kepentingan partisan, menjaga aspirasi sah setiap orang, dan menyelamatkan dunia dari kebodohan dan kengerian perang.”

    Kardinal Parolin mengakhiri pernyataannya, dengan mengatakan, “Sebagai orang percaya, kita tidak kehilangan harapan akan secercah hati nurani dari mereka yang memegang kekayaan dunia di tangan mereka. Dan kami terus berdoa dan berpuasa, seperti yang akan kami lakukan pada Rabu Abu ini untuk perdamaian di Ukraina dan diseluruh dunia.”

    Rapat Dewan Pastoral Paroki (DPP) dan Para pengurus Dewan Stasi Paroki Santo Fidelis Sungai Ambawang

    Kegiatan Rapat DPP dan pengurus dewan stasi Paroki Santo Fidelis Sungai Ambawang – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Sungai Ambawang – Paroki Santo Fidelis Sungai Ambawang mengadakan kegiatan Rapat Dewan Pastoral Paroki (DPP) dan Para pengurus Dewan Stasi.

    Kegiatan yang di laksanakan di Gedung Serba Guna Stasi Santa Klara – Korek ini dihadiri oleh sejumlah Dewan Pastoral Paroki, Pengurus Dewan Stasi dan Pengurus Kategorial yang ada di Paroki Sungai Ambawang. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 3 Hari, dimulai dari Jumat 26 s/d Minggu 28- Februari- 2022.

    Ada beberapa agenda yang dibahas dalam kegiatan pertemuan kali ini diantaranya membahas, Seputar Perkawinan Bermasalah, Job Description Dewan Stasi, Sinode Paroki, Sosialisasi APP 2022, dan Evaluasi Program Kerja DPP. Serta diadakan juga Liturgi Tobat Oleh Pastor Kepala Proki Sungai Ambawang.

    Baca Juga: Peresmian Gedung Baru UWDP: Tonggak Penting Sejarah Perguruan Tinggi Widya Dharma

    Sebelum mengikuti kegiatan pertemuan tersebut seluruh peserta diwajibkan untuk cek kesehatan atau Swab yang ditangani langsung oleh pihak Puskesmas Lingga.

    Ketua Harian Dewan Pastoral Paroki Bpk. Martinus., S.Ag. M.Si dalam kesempatan ini memberi materi yang berkaitan dengan Job Description Dewan Stasi dan Penegasan batas-batas Stasi yang ada di Paroki Santo Fidelis Sungai Ambawang.

    Pelayanan

    Pastor Paroki  Lukas Ahon B. CP menyampaikan tujuan dari kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap 2 kali dalam setahun di Paroki Sungai Ambawang ini.

    “Dalam rangka menata pelayanan Dewan Paroki & Dewan Satasi terhadap umat stasi, umat paroki yang dipercayakan kepada mereka. Maka dari itu dalam pertemuan kali ini kita membicarakan Struktur Organisasi Dewan Stasi dengan Job Description nya. Karena selama ini segalanya diurus oleh Ketua Dewan Stasi sendiri. Padahal dalam Struktur Pengurus Dewan stasi sudah ada Pengurus Inti dan Seksinya masing-masing namun tidak berjalan dengan baik. Setelah melihat itu maka Dewan Pastoral Paroki dalam pertemuan kali ini juga membahas Job Description Dewan Stasi. Pastor paroki juga Berharap melalui Materi Job Description yang diberikan Struktur Organisasi Dewan Stasi dapat menjalankan tugas dengan baik. Dan bekerja sama dalam menjalankan program-program yang telah dibuat sesuai dengan Job Description nya masing-masing” papar pastor Lukas Ahon

    Kegiatan tersebut ditutup dengan Misa Kudus yang di pimpin oleh Pastor Kepala Paroki dan dilanjutkan dengan sosialisasi BIDUK oleh Ketua Tim Sensus Umat Paroki Santo Fidelis Sungai Ambawang Pius Asiang.

    Peresmian Gedung Baru UWDP: Tonggak Penting Sejarah Perguruan Tinggi Widya Dharma

    Peresmian Gedung Fransiskus Asisi Universitas Widya Dharma Pontianak – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Pontianak – Dalam sambutan Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji sependapat dengan  Uskup Agustinus yang disampaikan dalam sambutannya bahwa masyarakat tidak bisa mengabaikan pendidikan, (Sabtu pagi 26/02/2022).

    Dengan kata lain pendidikan adalah tonggak utama dalam pembangunan sumber daya masyarakat. Apalagi Provinsi Kalimantan Barat sebenarnya memiliki potensi yang besar terlebih jika dikaitkan dengan isu pemindahan Ibu Kota Indonesia di Kalimantan.

    Universitas Widya Dharma Pontianak alias UWDP sekarang resmi memiliki gedung baru dan telah diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji dengan nama Gedung Fransiskus Asisi. Gedung tersebut memiliki 10 lantai yang menelan biaya kurang lebih sebesar Rp 40 miliar belum termasuk isi sarananya.

    Dalam sambutan Ketua Yayasan Widya Dharma, Policarpus Widjaja Tandra (79) menjelaskan secuplik sejarah terbentuknya Universitas Widya Dharma Pontianak yang kini sudah berusia 39 tahun yang telah berjuang dan kini sudah menjadi Universitas ditambah dengan gedung baru yang telah diresmikan.

    Sejarah Singkat

    Awalnya Universitas Widya Dharma Pontianak memiliki nama yakni Perguruan Tinggi Widya Dharma yang bermula dari pertemuan Pekan Pastoral II Keuskupan Agung Pontianak. Uskup dari Keuskupan Agung Pontianak saat itu Emeritus Mgr Hieronymus Bumbun OFMCap yang menghimbau agar Gereja Katolik berpartisipasi dalam pembangunan daerah Kalimantan Barat.

    Himbauan tersebut bukan tanpa dasar, karena adanya  Konsili Vatikan II yang menyerukan agar Gereja menjawab tantangan zaman dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur.

    Baca Juga: Peresmian Rumah Adat Dayak “Tampun Juah” Kabupaten Sintang

    Karena itu Kalimantan Barat sangat membutuhkan kader-kader Katolik dalam dunia pendidikan yang relatif ketinggalan dikala itu.

    Sejalan dengan cerita ini kemudian semua orang dari suku, kondisi ekonomi, dan latar belakang apapun, berdasarkan martabatnya selaku pribadi, harus mendapat hak yang sama dan tidak dapat diganggu gugat dalam mendapatkan pendidikan.

    Seusai Pekan Pastoral II tersebut Mgr Hieronymus Bumbun melalui Vikjen Pastor Petrus Rostandy OFMCap (Almarhum) bersama sejumlah tokoh umat yang berkecimpung dalam politik, pemerintahan, dan pendidikan mengadakan pertemuan untuk menjajaki kemungkinan mendirikan perguruan tinggi Katolik di Pontianak.

    Karena para peserta pertemuan menyadari bahwa kehadiran sebuah perguruan tinggi Katolik dapat membantu pemerintah dalam mengatasi ledakan lulusan SMA yang akan melanjutkan pendidikan dan kelak menjadi kader pembangunan dalam masyarakat.

    Kemudian sebagai realisasi dari pemikiran tersebut maka pada 12 November 1983, Fasifikus Petrus Djuman kemudian Polycarpus Widjaja Tandra (sekarang ketua Yayasan UWDP) dan Piet Andjioe Nyangun, mewakili para peserta pertemuan menghadap Notaris Tommy Tjoa Kheng Liet SH untuk mendirikan yayasan yang diberi nama Yayasan Widya Dharma dengan Akte Pendirian bernomor 111 tertanggal 12 November 1983.

    Baca Juga: Satu Bahasa Satu Suara Bahas Sinode di Paroki St. Agustinus dan Matias Darit

    Setelah mendapatkan Izin Operasional dari Kopertis Wilayah II di Palembang dan melakukan persiapan semestinya, perkuliahan pertama dimulai tanggal 1 September 1986.

    Mengingat Yayasan Widya Dharma belum memiliki gedung sendiri, maka untuk menyelenggarakan perkuliahan, Yayasan Widya Dharma meminjam dan menyewa ruangan SMA Soegijopranoto dan SMP Susteran SFIC untuk melangsungkan kuliah mahasiswa kala itu.

    Tonggak Penting

    Sejalan dengan perjalanan waktu kala itu kemudian berdirilah dua akademi pertama adalah Akademi Sekretari dan Manajemen kemudian jurusan Akademi Ilmu Administrasi. Inilah tonggak pertama sejarah Perguruan Tinggi Widya Dharma.

    Lanjut dari itu tonggak penting kedua dapat dikaitkan dengan momentum penyerahan Yayasan Widya Dharma kepada Ordo Kapusin Regio Kalimantan Barat.

    Pada tahun 1987, setelah melewati Rapat Pleno Dewan Pengurus, atas nama Yayasan Widya Dharma  Petrus Djuman selaku Ketua dan Polycarpus Widjaja Tandra yang kala itu selaku Sekretaris melalui surat resmi Dewan Pengurus Yayasan Widya Dharma Pontianak tertanggal 7 Desember 1987, menyampaikan pernyataan bahwa berdasarkan mandat rapat yayasan telah diputuskan untuk menyerahkan hak pengelolaan dan kepemilikan semua aset Yayasan Widya Dharma kepada Ordo Kapusin Regio Kalimantan Barat.

    Dengan penyerahan itu maka segala hak, kekayaan, dan hutang piutang (aktiva dan pasiva) Yayasan Widya Dharma  Pontianak terhitung tanggal 27 Desember 1987 beralih dari pengurus lama kepada Ordo Kapusin Regio Kalimantan Barat.

    Pada 02 Februari 1986

    Ordo Kapusin Regio Kalimantan Barat tepat pada 02 Februari 1986 melakukan perombakan susunan pengurus dengan Pastor Secundus van Donzel OFMCap sebagai Ketua, kemudian Polycarpus Widjaja Tandra sebagai Wakil Ketua, ditambah dengan anggota lainnya seperti Sr Jean Marie SFIC sebagai Sekretaris dan Pastor Petrus Rostandy OFMCap sebagai Bendahara.

    Berhubung Pastor Secundus kala itu sebagai Ketua Yayasan kemudian dimutasikan menjadi pembina di Seminari Tinggi di Sumatera Utara pada akhir 1988, maka Polycarpus Widjaja Tandra dipilih menjadi Ketua Yayasan yang adalah seorang awam dan salah satu pendiri yayasan yang masih dipertahankan oleh Dewan Pembina untuk menjadi Ketua Yayasan hingga sekarang.

    Perkembangan pesat

    Sejalan dengan perkembangan pendidikan untuk tahap ini dapat dikatakan bahwa tonggak ketiga adalah perkembangan pesat yang ditunjukkan dengan pembangunan gedung-gedung milik Yayasan dan pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi, Sekolah Tinggi Ilmu Komputer dan Akademi Bahasa Asing.

    Tahap itu terjadi sekitar tahun 2000 dan beberapa tahun berikutnya. Untuk itu setelah kurang lebih 15 tahun berdiri, Perguruan Tinggi Widya Dharma telah melebarkan sayapnya, fasilitas modern pembelajaran telah tersedia, berbagai prodi baru pun didirikan.

    Selain pembangunan gedung-gedung kampus, yayasan juga tidak lupa membangun sumberdaya manusianya. Kualitas dan kompetensi dosen terus ditingkatkan melalui pemberian beasiswa untuk studi lanjut ke jenjang S2 dan S3.

    UWDP miliki 15.300 lulusan

    Saat ini Yayasan Widya Dharma Pontianak telah memiliki seorang dosen berjabatan fungsional Profesor dan tujuh dosen bergelar doktor. Di akhir tahun 2020 akan tambah lima dosen bergelar Doktor.

    Tahun depan akan lulus lima dosen lagi yang bergelar Doktor. Sementara dosen bergelar S2 dari berbagai ilmu berjumlah 107 dosen. Jumlah wisudawan sejak 1990 hingga sekarang berjumlah 15.300 lulusan.

    Dalam perkembangan waktu  dengan perjuangan dan keringat tahap selanjutnya yang menambah nilai dari UWDP saat ini yakni pada poin tonggak keempat.

    Baca Juga: Paus ke Malta untuk berdoa serta bertemu migran

    Tonggak keempat ini adalah tentang pendirian Universitas Widya Dharma Pontianak. Wacana menyatukan STIE, STMIK, ABA, dan ASM Widya Dharma menjadi Universitas Widya Dharma Pontianak bermula dari paparan kebijakan dari Dirjen Kelembagaan dan Kerjasama Kemenristekdikti, Patdono Suwignjo untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pengelolaan pendidikan tinggi pada Maret 2017 dalam Forum Rapat Anggota APTIK di Unika Atma Jaya Makassar.

    Dalam merespons hal itu Yayasan Widya Dharma Pontianak kemudian membentuk panitia untuk mengkaji kemungkinan penyatuan keempat institusi perguruan tinggi Widya Dharma.

    Setelah melewati berbagai proses akhirnya SK pendirian Universitas Widya Dharma Pontianak terbit pada akhir tahun 2019. Dengan status baru itu perguruan tinggi Widya Dharma Pontianak akan memasuki tahap baru yang lebih menantang.

    Cita-cita dan tanggungjawab

    Menutup sambutannya Polycarpus Widjaja Tandra menyampaikan bahwa penyelenggaraan perguruan tinggi yang baik merupakan cita-cita dan tanggung jawab bersama masyarakat.

    Untuk itu baginya dibutuhkan perpaduan dan kerjasama antara penyelenggara pendidikan dan orang tua mahasiswa dalam mewujudkan perguruan tinggi yang bermutu.

    Sebagai pengelola Yayasan Widya Dharma Pontianak, mereka (Yayasan Widya Dharma Pontianak) menetapkan langkah-langkah strategis untuk terus membenahi diri, beradaptasi dengan perubahan, kemajuan, dan tuntutan zaman dalam proses penyelenggaraan pendidikan.

    Gedung Fransiskus Asisi

    Peresmian gedung ini mengambil nama dari Santo Fransiskus Asisi yang merupakan Bapa pendiri ordo Kapusin yang dikenal dengan saudara dina alias mendikan. Sesuai dengan Spritualitas Santo Fransiskus Assisi yang memperhatikan orang kecil dan orang yang terbelakang maka UWDP berharap dapat mengemban semangat yang sama dalam bidang pendidikan.

    Gubernur Kalbar Sutarmidji mengapresiasi upaya serta peranan UWDP yang selama ini sudah berkontribusi untuk memajukan pendidikan di provinsi Kalimantan Barat. Poin dalam apresiasi itu yakni  dalam hal pengembangan sumber daya manusia.

    Baca Juga: Misa Pembukaan Muskomda ke-IX Pemuda Katolik Kalimantan Barat oleh Mgr Agustinus Agus

    Bagi Sutarmidji tidak ada cara lain untuk memajukan pembangunan Kalimantan Barat selain jalan pendidikan. Sejalan dengan itu, Sutarmidji berharap gedung baru dapat lebih banyak mencetak generasi-generasi yang lebih baik dan mampu bersaing.

    “Sebenarnya kita ini mampu bersaing dengan orang, semakin banyak Universitas di Kalimantan Barat semakin baik. Apalagi Bapa Uskup Agustinus punya visi yang sama pula dalam hal pendidikan,” kata Gubernur Sutarmidji.

    Nilai saja tidak cukup

    Dalam kesempatan yang sama pula, Uskup Keuskupan Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus menegaskan pentingnya peranan pendidikan. Dalam sambutannya itu, Uskup Agustinus menekankan bahwa pendidikan hendaknya tidak dilihat untuk satu kalangan saja tetapi justru untuk berbagai kalangan.

    Untuk itu, Uskup Agustinus menilai dan berdoa kepada Universitas Widya Dharma Pontianak yang miliknya Ordo Kapusin yang sudah melaksankan misi kemanusiaan ini tetap terus mengedepankan nilai kemanusiaan dalam pendidikan.

    “Orang tidak cukup bagus dalam hal akademik saja, tetapi ilmu pengetahuan harusnya berperan nyata ditengah tantangan jaman,” kata Uskup Agustinus.

    Baca Juga: Vaksinasi Booster Di Gereja Katedral Santo Yoseph Pontianak

    Uskup Agustinus juga menggarisbawahi, untuk lulusan dari Universitas jangan hanya berharap untuk menunggu PNS saja, tetapi justru haruslah menggunakan ilmu untuk menciptakan lapangan pekerjaan.

    Karena sejalan dengan itu Universitas Widya Dharma Pontianak sudah memiliki jurusan Manajemen Bisnis dan Teknologi Informasi yang memang saat ini dan kedepan terus dibutuhkan oleh masyarakat.

    Menutup sambutannya, Uskup Agustinus berharap dan mendoakan agar Universitas Widya Dharma semakin diberkati dan semakin maju dalam usaha untuk meraih visi dan misi yang telah digagas oleh Yayasan Widya Dharma.

    Peresmian Rumah Adat Dayak “Tampun Juah” Kabupaten Sintang

    Peresmian Rumah Adat Dayak “Tampun Juah” Kabupaten Sintang- KomsosKAP

    MajalahDUTA.Com, Sintang- Bupati Sintang , H Jarot Winarno melakukan Launching (operasional) Rumah Betang Kabupaten Sintang, di Jalan Kelam Desa Jerora 1 Kecamatan Sintang, (Selasa 1/3/2022).

    Dalam acara itu dihadiri oleh Uskup dari Keuskupan Sintang Mgr Samuel Oton Sidin OFMCap, Ketua DPRD Sintang, Florensius Ronny, Dandim 1205 Sintang Letkol Inf Letkol Inf.Kukuh Suharwiyono, Kapolres Sintang AKBP Tommy Ferdian, Ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Sintang Jeffray Edward, Mantan Wakil Bupati Sintang Ignasius Juan, Askiman Ketua MABM Sintang H Ade Kartawijdaya, anggota Forkopimda Kabupaten lainya.

    Hadir pula Pengurus ISKA Kabupaten Sintang dan Perwakilan Organisasi Masyarakat, Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang, tokoh Masyarakat, tokoh Adat dan tokoh Agama lainnya.

    Penyambutan rombongan

    Saat di tiba tangga rumah Betang tersebut, Bupati sintang dan rombongan disambut dengan acara ritual Adat Dayak yang dipandu oleh Bapak Linang kepala Adat Dayak Desa Jerora 1 dan Agen selaku Hakim Adat Dayak dari Forum Ketemenggungan Adat Dayak Kabupaten Sintang.

    Sebelum naik tangga Rumah Betang acara didahului dengan pengguntingan pita oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Yosepa Hasnah, kemudian rombongan naiki tangga dan masuk ke bilik Rumah Betang dengan iringan tarian Dayak dari Sanggar Sebeji Sintang.

    Dalam sambutannya, Bupati Sintang menyampaikan sangat bangga bisa melakukan launching operasional rumah betang Kabupaten Sintang.

    Menurut Jarot Winarno,rumah betang ini megah, melewati sejarah panjang penuh masalah dan prasangka.

    “Dengan adanya Launching ini, jangan ada prasangka lagi diantara kita, tegas Bupati Sintang yang disambut rius tepung tangan tamu undangan yang hadir. Semuanya kita bangun sebaik-baiknya,” katanya.

    Rumah betang ini simbol dan memiliki filosofis yang tinggi seperti semangat gotong royong yang ada dalam Masyarakat Dayak terang Bupati Sintang.

    Masyarakat Suku Dayak sebagai masyarakat yang terbesar di Kabupaten Sintang bisa memupuk kebersamaan diantara masyarakat Kabupaten Sintang yang lainnya.

    Lex Populi Suprema Lex Esto yang berarti kemanusiaan merupakan hukum tertinggi. Maka dari itu, kemanusiaan kita dahulukan. Solidaritas tanpa batas kita utamakan” terang Bupati Sintang.

    Rumah Betang ini akan dikelola oleh Disporapar Sintang. Kita akan membenahi tata ruang seperti taman, pagar dan halaman.

    “Silakan bermusyawarah untuk menentukan nama Betang ini, bersama Dewan Adat Dayak Kabupaten Sintang. Semoga Rumah Betang ini bermanfaat bagi kita semua,” ujar Bupati Sintang.

    “Tampun Juah”

    Launching Rumah Betang Dayak Kabupaten Sintang ini yang awal pembangunannya telah dilakukan peletakan batu pertama oleh bupati Sintang Milton Crosby pada Senin 24/8/2015.

    Saat itu tempat itu diberi nama Rumah Betang Tampun Juah. Dalam tradisi masyarakat Dayak Ibanic Group “Tampun Juah” adalah sebuah kawasan permukiman awal yang tertua masyarakat Dayak Kalbar sebelum menyebar ke seluruh wilayah Kalimantan Barat.

    Kemudian daerah negara tentangga Serawak-Malaysia yang saat ini masih memiliki bukti sejarah yang berlokasi di Dusun Segumon Desa Desa Lubuk Sabuk Kecamatan Sekayam kabupaten Sintang.

    Ketua DAD Kab.Sintang Jeffrary Edward, SE,M.Si dalam sambutannya menyampaikan adanya Betang ini merupakan kerinduan masyarakat Dayak Kab. Sintang.

    Dengan selesainya pembangunan Betang ini sangat dinantikan, karena selama ini kita selalu menggunakan fasilitas umum yakni lingkungan Stadion Baning Sintang, Sehingga kita bersyukur, launching operasional bisa dilaksanakan.

    “Kita sudah lihat, Rumah Betang ini sudah siap digunakan, dengan perjalanan panjang dan proses yang banyak, hingga akhirnya kita bisa menikmati keindahan Rumah Betang ini,” kata Jeffrary Edward.

    Memang masih banyak fasilitas pendukung yang masih harus dibangun, maka saya selaku Ketua DAD Kab.Sintang, berharap kepada Pemkab Sintang untuk terus memberikan komitmen dalam rangka menyelesaikan kekurangan yang ada.

    Pengelolaan Rumah Betang

    Pengelola Rumah Betang ini adalah Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sintang. Namun penggunaannya akan banyak oleh masyarakat adat Dayak.

    Kami siap bekerjasama dengan Pemkab Sintang tentang tatacara penggunaan Rumah Betang supaya tertata dengan baik dan tidak ada kesalahpahaman dalam memanfaatkan Betang. Yang bisa menggunakan Betang ini tidak hanya masyarakat adat Dayak saja, tetapi semua elemen masyarakat Kabupaten Sintang” tegas Jeffrary Edward.

    Saya mengajak masyarakat Dayak Kab Sintang untuk mendukung Pemkab Sintang, kita jaga Rumah Betang ini. kalau pandemi sudah menurun, kami merencanakan untuk melaksanakan Gawai Dayak di Rumah Betang ini untuk pertama kalinya. Tapi kita lihat kondisi yang ada dahulu.

    DAD Kabupaten Sintang sudah melaksanakan musyawarah DAD di 14 Kecamatan.

    Mereka juga sudah terlibat dalam penanganan korban banjir saat itu. Kepengurusan DAD Kabupaten Sintang tahun ini berakhir.

    “Jadi kita akan siapkan Musyawarah DAD Tingkat Kabupaten Sintang,” terang Jeffrary Edward.

    DAD Kabupaten Sintang mendukung Pemkab Sintang dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia masyarakat adat Dayak di Kabupaten Sintang dalam hal pendidikan dan di birokrasi pada jajaran Pemkab Sintang.

    Jeffray Edward juga meminta agar pembangunan di pelosok dan daerah terpencil agar terus dilakukan. Sebab, mereka menerima laporan dari masyarakat akan masalah investasi perkebunan kelapa sawit.
    “Saya harap Pemkab Sintang untuk memberikan solusi yang menguntungkan kedua belah pihak,” tuturnya.

    Di akhir sambutan nya Ketua DAD Kabupaten Sintang mengatakan bahwa tahun 2022 adalah masa berakhir kepengurusannya.

    Jeffray berpesan kepada seluruh masyarakat Dayak untuk menjaga ketertiban, kedamaian dan keamanan Kabupaten Sintang, sehingga pembangunan yang dilakukan di Kabupaten Sintang bisa dilaksanakan dengan baik.

    Simbolis Kunci

    Penyerahan Secara Simbolis Kunci Rumah Betang dari Stephen Saroenandus Kabid Penyehatan Lingkungan dan Tata Bangunan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sintang kepada Bupati Sintang Jarot Winarno dan selanjutnya diserahkan kepada Kepala Dinas Olahraga dan Pariwisata, Kabupaten Sintang selaku pengelola Rumah Betang Kabupaten Sintang.

    Menurut Stephen Saroenandus Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan dan Tata Bangunan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sintang memiliki luas lahan 2,7 hektar.

    Bangunan Rumah Betang itu adalah jenis bangunan konstruksi beton bertulang. Dua lantai dan luas bangunan 3. 024 meter persegi dengan17 bilik.

    “Fasilitas pendukung yang ada saat ini adalah WC satu unit, listrik 16. 500 watt, dan air bersih berupa sumur bor satu unit,” terang Stephen Saroenandus.

    Dia juga mengatakan bahwa Rumah Betang itu dibangun dengan pendanaan APBD Kabupaten Sintang 4 tahap mulai 2015, 2017, 2018 dan 2019 dengan total dana 11,5 milyar.

    Stephen Saroenandus mengaku bahwa mereka telah menyiapkan perencanaan penataan kawasan rumah Betang dengan jumlah dana yang dibutuhkan 7 milyar. Kemudian itu nantinya dipergunakan untuk menata halaman dan yang lainnya.

    Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepa Hasnah selaku penanggungjawab Launching Operasional Betang Kabupaten Sintang menyampaikan bahwa beroperasinya Rumah Betang tersebut sudah lama didambakan oleh masyarakat Suku Dayak Kabupaten Sintang.

    Yosepa Hasnah mengucapkan terima kasih kepada jajaran Pemkab Sintang yang sudah membangun Betang itu.

    “Mulai dari Kepemimpinan Bupati Sintang Milton Crosby sampai dr. H. Jarot Winarno serta DPRD Kabupaten Sintang yang secara konsisten mengakomodir dana pembangunan Rumah Betang ini,” kata Yosepha Hasnah.

    Yosepa Hasnah menjelaskan bahwa Rumah Betang tersebut mulai dibangun sejak tahun 2015 namun belum semua fasilitas selesai dibangun masih ada pekerjaan yang harus dilakukan hingga selesai.

    Hal yang belum selesai yakni seperti penataan halaman, pagar dan yang lain untuk diselesaikan.

    “Oleh sebab itu, kami mengharapkan agar penyelesaian fasilitas pendukung bisa dilakukan dengan menyesuaikan kondisi keuangan Pemkab Sintang,” harapnya.

    Menutup sambutannya Yosepa Hasnah berharap bahwa dengan launching operasional rumah Betang yang sudah ada itu, mereka bisa menggunakan dengan baik untuk kegiatan adat istiadat dan budaya sudah bisa dilaksanakan disini.

    Yosepa Hasnah mengingatkan bahwa dalam pengoperasian wadah tersebut harus tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

    Pemberkatan Rumah Betang

    Setelah selesai acara launching, kemudian dilanjutkan dengan Pemberkatan Rumah Betang Kabupaten Sintang oleh Uskup Keuskupan Sintang Mgr Samuel Oton Sidin OFMCap.

    Uskup Samuel didampingi Pastor Paroki Kristus Raja Katedral Sintang RD Florensius Abong kemudian memimpin Ibadat Pemberkatan Rumah Betang Kabupaten Sintang di Desa Jerora Satu Kecamatan Sintang.

    Dalam homilinya Uskup Samuel menyampaikan Betang tersebut adalah Betang yang sangat kuat dan kokoh sebagai sebuah bangunan.

    “Betang ini boleh kuat namun keimanan kita sebagai orang Kristen tidak kuat. Maka tidak ada artinya,” kata Uskup Samuel.

    Uskup Samuel juga menekankan peran penting dari arti Betang yang indah, kokoh dan kuat haruslah merasuk pada jiwa dan iman agar tetap kuat dalam Kristus Sang Penyelamat Sejati.

    Prosesi pemberkatan Rumah Betang Dayak Kabupaten Sintang itu ditandai dengan pemercikan air kudus ke semua ruang dan areal betang oleh Uskup Sintang.

    Usai mememerciki Rumah Betang, Uskup Samuel berpesan kepada umat untuk saling mendukung dan saling menguatkan, agar tangguh dalam menghadapi segala sesuatu.

    “Dan akhirnya boleh Berjaya bersama Tuhan dalam kehidupan abadi di surga,” kata Uskup Samuel.

    Paus ke Malta untuk berdoa serta bertemu migran

    The logo and motto of the Apostolic Journey of Pope Francis to Malta - KomsosKAP

    MajalahDUTA.Com,- Kantor Pers Takhta Suci mengumumkan program resmi Perjalanan Kerasulan ke-36 Paus Fransiskus, yang akan dilakukan di Malta pada 2-3 April.

    Sorotan dari kunjungan dua hari ini akan mencakup kunjungan ke Gua St Paul di Basilika di Rabat dan pertemuan dengan para pengungsi, (25 Februari 2022, 14:05 waktu Vatikan).

    Jadwal kunjungan Paus Fransiskus yang padat ke Malta pada tanggal 2 dan 3 April akan ditandai dengan pemberhentian di Gua Santo Paulus untuk memperingati kapal karam ‘Rasul bangsa-bangsa’ di pulau itu; dan pertemuan dengan pengungsi serta momen doa dan pertemuan dengan otoritas sipil.

    Pertemuan dengan pihak Otoritas

    Bapa Suci diperkirakan akan berangkat dari Bandara Internasional Roma-Fiumicino pada pukul 8.30 pada hari Sabtu, 1 April, dan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Malta pada pukul 10.00.

    Setelah Upacara Penyambutan, pada pukul 10.50, beliau akan melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Republik Malta, George William Vella di “Ambassadors’ Chamber” dari Grand Master’s Palace di Valletta, dilanjutkan dengan pertemuan dengan Perdana Menteri Malta Robert Abela di “Pages’ Chamber” pukul 11.35.

    Pada pukul 11.50, dia akan berbicara dengan Otoritas dan Korps Diplomatik di “Ruang Dewan Agung” di gedung yang sama.

    Berdoa di Gozo

    Setelah bertemu dengan pihak berwenang, pada pukul 15.50, Paus akan meninggalkan La Valletta dengan kapal katamaran yang diarahkan ke Gozo, pulau Malta kedua, di mana ia diharapkan tiba pada pukul 17.00.

    Di sana ia akan memimpin pertemuan doa di Kuil Nasional “Ta’ Pinu” dan akan memberikan homili.

    Pukul 18:45 dia akan naik feri di Pelabuhan Mgarr menuju kembali ke pulau Malta. Setelah tiba di Pelabuhan Cirkewwa ia akan dipindahkan ke Nunsiatur Apostolik, yang akan menjadi kediamannya selama ia tinggal.

    Kunjungan hari kedua, Minggu, 3 April, akan dimulai pukul 07.45 dengan pertemuan pribadi dengan anggota Serikat Yesus (Jesuit), di Nunsiatur Rabat.

    Kunjungan ke Gua Santo Paulus (St. Paul)

    Pada pukul 8.30 Paus Fransiskus kemudian akan mengunjungi Gua St. Paulus di Basilika Rabat, di mana ia akan berhenti sejenak untuk berdoa, dilanjutkan pada pukul 10.15 dengan Misa di Lumbung di Floriana, di mana Bapa Suci akan memberikan homili, dan yang akan ditutup dengan doa Angelus.

    Bertemu pengungsi

    Sore hari akan difokuskan pada para migran: pada pukul 16:45, Paus Fransiskus akan bertemu dengan sekelompok pengungsi di Pusat Migran “Giovanni XXIII Peace Lab” di Hal Far di mana ia akan menyampaikan pidato.

    Ini akan menjadi janji kunjungan terakhir, setelah itu Paus Fransiskus akan diantar ke Bandara Internasional Malta untuk Upacara Perpisahan, pada pukul 17.50. Keberangkatan ke Roma dijadwalkan pukul 18:15, mendarat di Bandara Roma-Fiumicino pukul 19:40.

    Moto dan tema perjalanan

    Tema Perjalanan Apostolik adalah: “Mereka menunjukkan kepada kita kebaikan yang luar biasa,” diambil dari Kisah Para Rasul 28:2. Ini dimaksudkan untuk menyoroti penderitaan para migran yang menyeberangi Laut Tengah menuju Eropa, dan menjadi sumber dorongan bagi evangelisasi baru di negara kepulauan itu.

    Bagian ini merujuk pada keramahan yang ditunjukkan kepada St. Paul oleh orang-orang Malta ketika kapal yang membawanya ke Roma karam di sana pada tahun 60 M.

    Dua Paus sebelumnya telah melakukan kunjungan apostolik ke Malta: Paus St. Yohanes Paulus II mengunjungi Malta pada tahun 1990 dan 2001, sementara Paus Benediktus XVI berkunjung pada tahun 2010.

    Uskup Agung Grušas: Lituania bersiap menyambut pengungsi Ukraina

    Ukrainians wait at the Slovak-Ukrainian border crossing in Velke Slemence, Slovakia (AFP or licensors)-Komsos Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com,- Dalam tulisan yang diangkat VatikanNews oleh Francesca Merlo pada 26 Februari 2022, 10:33 waktu Vatikan menjelaskan tanggapan para Uskup terhadap kegiatan militer di Ukraina, serta tanggapan positif dari masyarakat Lituania yang bersiap menyambut ribuan pengungsi yang disampaikan oleh Uskup Agung Lituania Gintaras Grušas, Presiden Dewan Konferensi Waligereja Eropa.

    Presiden Dewan Konferensi Waligereja Eropa Uskup Agung Gintaras Grušas mengungkapkan betapa “hancur hati” dia dan rekan-rekan uskupnya ketika mereka mendengar tentang awal aksi militer di Ukraina.

    “Kami bergabung dalam doa untuk orang-orang Ukraina, untuk Gereja di Urkaine, dan kami menyerukan penghentian aksi militer,” katanya.

    Doa untuk perdamaian

    Berbicara kepada Antonella Palermo dari Vatican News Uskup Agung Grušas dari Ibukota Lituania, Vilnius, menekankan bahwa para Uskup dan orang-orang Lituania bergabung dengan Bapa Suci “dalam panggilan doa dan puasa” serta meminta semua umat Katolik, Kristen dan orang-orang yang berkehendak baik untuk bergabung dalam doa untuk perdamaian ini.

    Bapa Suci telah menyerukan Rabu 2 Maret menjadi hari doa dan puasa bagi Ukraina yang telah berada di bawah serangan militer dari Rusia sejak Kamis.

    Menyambut pengungsi

    Uskup Agung Grušas melanjutkan dengan mencatat bahwa di Lithuaia mereka sudah mulai menerima pengungsi dan menambahkan bahwa itu cocok dengan tema pertemuan mereka di sini di Florence Italia.

    Uskup Agung Grušas berada di Florence Italia di mana dia saat ini menghadiri pertemuan para Uskup dan Walikota dari beberapa kota yang paling terkena dampak krisis migrasi Laut Mediterania.

    Dengan mengingat hal itu Uskup Agung Grušas terus mencatat bahwa seperti di ibu kota Tuscan “Gereja dan walikota dari berbagai kota di Lituania bekerja sama untuk mengakomodasi masuknya pengungsi”.

    Kemungkinan angka

    Dia mencatat bahwa meskipun jumlah terbesar pengungsi kemungkinan mencapai Polandia, yang terletak di perbatasan dengan Ukraina banyak warga negara Ukraina yang sudah tinggal di Lithuania telah mulai menampung teman dan kerabat yang mulai melarikan diri dari Ukraina.

    Sesaat sebelum meninggalkan Lituania untuk pertemuan di Italia, jumlah pengungsi yang diperkirakan akan tiba di Lituania rendah, sekitar 20, 25, 50, kata Uskup Agung Grušas.

    Sekarang mereka berbicara tentang 100,00 orang, “Jadi kami berusaha mempersiapkan ini sebaik mungkin tambah mencatat bahwa orang-orang Lituania telah mengorganisir “berbagai tindakan untuk dukungan termasuk demonstrasi yang diikuti oleh sekitar 10.000 orang,” kata Uskup Agung Grušas.

    Uskup Agung Grušas menyimpulkan bahwa mereka akan menyerukan untuk mengakhiri perang, dan membangun kembali perdamaian”.

    Satu Bahasa Satu Suara Bahas Sinode di Paroki St. Agustinus dan Matias Darit

    Rapat sinode paroki Santo Agustinus Dan Matias Darit – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Darit – Rapat sinode paroki Santo Agustinus Dan Matias Darit Keuskupuan Agung Pontianak berlangsung di Bukit Hati Kudus Setolo Darit pada Sabtu, 19 Februari 2022. Kegiatan berlangsung pada pukul 08.00 WIB – 13.00 WIB. Pihak paroki mengundang sekitar 130 orang peserta terdiri dari para pengurus umat yang ada di stasi masing masing.

    Perlu diketahui bersama bahwa sinode ini berasal dari bahasa yunani, yakni synodes Syn (bersama) dan hodos (berjalan) jadi sinode berarti berjalan bersama. Tepatnya pada tanggal 10 Oktober 2021 telah dibuka secara resmi sinode ini di Vatikan. Dan akan berpuncak pada bulan Oktober 2023 dalam sidang umum XVI para uskup sedunia di vatikan. Harapan Paus, semua anggota gereja untuk duduk bersama saling mendengarkan, berbagai pengalaman iman terutama untuk umat yang sekarang ini kurang diperhatikan/kurang didengarkan suaranya karena berbagai alasan. Seperti, kurang pendidikan, cacat fisik, mental dan ekonomi rendah.

    Baca Juga: Misa Pembukaan Muskomda ke-IX Pemuda Katolik Kalimantan Barat oleh Mgr Agustinus Agus

    Berikut ini beberapa hal yang perlu diketahui bersama oleh peserta dalam pelaksanaan  sinode di paroki St. Agustinus dan Matias Darit:

    1. Sinode ini dibuka dengan doa pembukaan memohon agar Tuhan membimbing seluruh rangkaian kegiatan agar terlaksana dengan baik
    2. Semua peserta dalam kelompok diberi kesempatan untuk berbicara dan menjawab pertanyaan yang telah disediakan oleh panitia sinode
    3. Sekretaris mencatat semua yang disampaikan oleh peserta rapat
    4. Pendapat yang di sampaikan oleh peserta rapat tidak untuk di perdebatkan
    5. Kemudian dalam menyampaikan pendapat, sifatnya tidak saling mengadili antar kelompok, melainkan untuk saling mencari solusi kedepan yang lebih baik
    6. Pertanyaan dan panduan yang telah disediakan menjadi bahan acuan untuk bersinode di stasi atau lingkungan masing masing
    7. Setelah selesai pertemuan atau bersinode fasilitator atau ketua umat bersama sekretaris meringkas kembali pendapat peserta dalam kelompok dan menyerahkan hasil rangkuman tersebut beserta lampiran jawaban dari peserta kepada panitia sinode paroki paling lambat 10 Maret 2022
    8. Panitia sinode paroki meringkas jawaban dari setiap kelompok tersebut untuk diserahkan ke panitia sinode KAP paling lambat tanggal 31 Maret 2022

    Inilah seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di paroki Darit dan hal-hal yang diperhatikan bersama, akan tetapi dalam rangkaian kegiatan ini tim paroki sudah membentuk fasilitator untuk terjun ke lapangan. Berdasarkan himbauan yang telah di sepakati bersama sinode di stasi akan dimulai pada hari Minggu, 6 Maret 2022 yang akan diadakan sinode secara serentak di stasi masing masing.

    Sinode

    Pastor Budi MSC Selaku Pastor fasilitator dalam sinode paroki Santo Agustinus dan Matias Darit juga menyampaikan terima kasih banyak kepada para pengurus stasi yang telah hadir dalam kegiatan ini, karena tanpa kehadiran dari pada pengurus stasi maka kegiatan ini tidak mungkin bisa terlaksana, dan harapannya dengan diadakannya sinode ini juga merupakan bentuk dari pada kerinduan para umat sekalian untuk bisa bertemu dalam acara bersama.

    Baca Juga: Rapat Dekanat Landak di paroki Santa Theresia Delta Kapuas Rasau Jaya

    “Mengingat pada tahun sebelumya umat jarang bertemu dan duduk bersama di paroki karena adanya pandemi, dan kegiatan sinode ini juga tentunya kita ingin tahu akar permasalahan yang dialami oleh umat yang kurang aktif atau bahkan tidak aktif sama sekali di gereja sehingga kita bisa mendengar pendapat dari mereka yang mengalaminya, karena mereka juga merupakan bagian dari gereja yang tidak mungkin saling terpisahkan maka dengan adanya sinode ini di harapkan umat yang kurang aktif atau yang tidak aktif sama sekali untuk saling bersatu padu dalam membangun gereja yang kudus” tutur pastor Budi.

    Misa Pembukaan Muskomda ke-IX Pemuda Katolik Kalimantan Barat oleh Mgr Agustinus Agus

    Sumber Foto: Youtube KOMSOS KAP /Misa Pembukaan Muskomda IX Pemuda Katolik Kalimantan Barat – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Pontianak – Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus memimpin misa pembukaan Muskomda ke-IX Pemuda Katolik Kalimantan Barat yang dihadiri oleh Stefanus Asat Gusma sebagai ketua umum PP Pemuda Katolik, Kikin Tarigan sebagai komisioner komisi nasional disabilitas (KND), Maskendari sebagai Ketua Pemuda Katolik Komda Kalbar serta pejabat Pemuda katolik dan seluruh peserta Muskomda yang diselenggarakan di Hotel Gajah Mada Pontianak pada Jumat Sore 18 Februari 2022.

    Sambutan di awal misa oleh Mgr Agustinus Agus mengatakan karena Covid kita terpisah secara fisik dan hanya orang-orang tertentu yang masih terikat secara batiniah. Mari kita jadikan kesempatan ini untuk membina kembali, bukan hanya batiniah tetapi juga secara lahiriah. Tentu perayaan ekaristi ini dipersembahkan agar Tuhan membimbing kegiatan Muskomda agar dapat berjalan dengan lancar dan bisa memilih pengurus yang betul-betul bisa membawa Pemuda Katolik berarti bagi masyarakat, bangsa dan negara.

    Baca Juga: Audiensi Panitia Tahbisan Imam Baru Bersama Walikota Singkawang

    Mgr Agustinus Agus juga yakin dalam bimbingan Tuhan Muskomda ini akan menghasilkan pemimpin Pemuda katolik Kalbar seperti yang diharapkan dan gereja harapkan. Jangan sampai lupa pada peraturan Ormas dan Katolik nya yaitu katolik yang membedakan dari pemuda-pemuda yang lain.

    Dalam kotbahnya Mgr Agustinus Agus mengingatkan bahwa sangat sederhana ide yang bagus, iman yang kuat juga harus ditunjukan dalam perbuatan nyata sehari-hari. Zaman sekarang ini terlalu banyak wacana, dalam hasil survei Indonesia termasuk nomor 3 terburuk di dunia pada media sosial, saling serang opini, menjelekan dan sebagainya tetapi kita tidak bisa cegah hal itu, namun yang bisa kita cegah yaitu perbuatan kita.

    “Tidak ada kesempurnaan, jika kita sebagai pemimpin ambil keputusan kalau salah diperbaiki. Musyawarah penting, seminar penting tetapi harus ada satu orang yang berani mengambil langkah nyata atas keputusan tersebut. Artinya ada sesuatu yang konkrit yang kita buat tetapi bukan berati Tuhan kita remehkan jika lelah datang lagi ke Altar untuk meminta bantuan dari Tuhan. Menurut saya nanti dalam seminar dan ada ide yang bagus tapi kalau hanya berhenti di ruangan ini saja tetapi tidak ada langkah nyata saya rasa akan sia-sia tetapi jika bekerja tanpa berpikir menurut saya juga salah,” kata Mgr Agustinus Agus.

    Pemimpin

    Di akhir misa ucapan terima kasih datang dari panitia pelaksana kepada Uskup Mgr Agustinus Agus Keuskupan Agung Pontianak yang telah berkenan memimpin misa pembukaan dalam rangka membuka Muskomda ke- IX Pemuda Katolik Kalimantan Barat dan ucapan terima kasih kepada pejabat Pemuda Katolik yang ada di Kalimantan Barat serta para petugas yang mendukung berjalannya misa pembukaan kegiatan Muskomda.

    Penutup diakhir misa Uskup juga menjelaskan bahwa Pemuda katolik tetap OMK tetapi OMK tidak harus Pemuda Katolik karena pemuda katolik terikat undang-undang keormasan ada keanggotaan dan sebagainya. Tetapi saat kembali ke rumah dia OMK. Oleh karena itu tidak salahnya Pemuda Katolik menjadi penggerak OMK. Sama seperti Wanita Katolik itu menunjukan wajah kaum wanita di kancah dunia sosial politik, di gereja mereka wanita paroki tetapi tidak semua wanita paroki merupakan bagian dari Wanita Katolik.

    Baca Juga: Vaksinasi Booster Di Gereja Katedral Santo Yoseph Pontianak

    Dibalik itu semua ada harapan dan pesan dari Mgr  Agustinus Agus untuk kegiatan Muskomda ke­-IX ini diharapkan dapat berjalan dengan baik, boleh berdebat tetapi jika sudah diputuskan hasilnya stop berhenti sampai disitu, jangan memikirkan masa lalu lagi dan tidak ada pro dan kontra dalam hal ini, diminta untuk menghargai kebhinekaan, harus siap terhadap perbedaan yang ada. Jangan sampai mengorbankan organisasi Pemuda Katolik yang hanya untuk kepentingan pribadi yang bisa menyebabkan penghargaan gereja katolik menjadi berkurang.

    Setelah misa dilakukan sesi foto bersama pejabat Pemuda katolik, panitia serta peserta Muskomda untuk mendokumentasikan kegiatan yang tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan.

    Audiensi Panitia Tahbisan Imam Baru Bersama Walikota Singkawang

    Audiensi bersama Walikota Singkawang – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Singkawang – Audiensi Panitia Tahbisan 5 Imam Baru di Persekolahan Katolik Nyarumkop bersama Walikota Singkawang, pada 17 Februari 2022. Dalam kesempatan itu, Ketua Panitia, Kornelius To, S.Fil., memaparkan dan mendeskripsikan rencana dan persiapan prosesi Tahbisan yang akan digelar pada tanggal 24 Februari 2022 di Komplek Persekolahan Katolik Nyarumkop- Singkawang Timur.

    Dalam arahannya, Walikota Singkawang meminta kepada panitia untuk tetap menjaga kesehatan dengan instrumen protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah agar pada saat pelaksanaannya tidak menjadi klaster-klaster baru penyebaran virus Omicron.

    Baca Juga: Vaksinasi Booster Di Gereja Katedral Santo Yoseph Pontianak

    Dijelaskan oleh Kornelius To, Panitia sudah berkoordinasi dengan pihak Kelurahan, Kecamatan, dan Polsek Singkawang Timur tentang skenario kegiatan yang berkaitan dengan Satuan Tugas Penanganan Covid 19 dengan alur kedatangan serta mobilisasi orang yang akan hadir dalam acara Tahbisan 5 Imam Baru di Persekolahan Katolik Nyarumkop sesuai SOP SATGAS Penanganan Covid 19.

    Vaksinasi Booster Di Gereja Katedral Santo Yoseph Pontianak

    Vaksin Booster di Gereja Katedral Pontianak – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Pontianak – Secara seremonial kegiatan vaksinasi dibuka oleh Uskup dari Keuskupan Agung Pontianak Mrg. Agustinus Agus di Basement Gereja Katedral St. Yoseph yang bekerja sama dengan Biddokes Polda Kalbar sekitar pukul 07.00 WIB dan dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB hari Senin, 14 Februari 2022 untuk mengencarkan vaksinasi tahap ketiga yaitu Booster yang diutamakan bagi Pastor, Bruder, Frater dan Suster di Sekeuskupan.

    Koordinator lapangan dari Biddokes Polda Kalbar Rochmadi mengatakan jenis vaksin yang digunakan ada tiga jenis yaitu sinovac, pfizer hingga AstraZaneca. Jenis vaksin tersebut digunakan untuk tahap pertama kedua dan ketiga. Selain dari para biarawan dan biarawati vaksinasi tersebut diperuntukan bagi jemaat dan masyarakat umum.

    Vaksinasi 

    Sebelum melakukan vaksinasi, peserta diminta untuk mendaftarkan diri dengan mengisi formulir yang diberikan oleh panitia dan dilakukan pengecekan kesehatan apakah bisa atau tidak untuk melakukan vaksinasi. Jika memenuhi syarat peserta disuntik sesuai jenis vaksin yang diberikan. Sesi akhir peserta vaksin menunggu sertifikat sebagai bukti bahwa sudah melakukan vaksinasi.

    Baca Juga: Tuhan Tidak Melihat Penampilan dan Latar Belakang Keluarga, Tapi Melihat Hati: Misteri Panggilan Religius

    Jadwal vaksinasi tidak hanya di Katedral saja namun akan dilaksanakan di beberapa Gereja lainnya seperti di GKKB dan gereja-gereja yang ada di Jalan Gajah Mada Pontianak yang akan diselenggarakan oleh Biddokes Polda kalbar.

    Himbauan bagi masyarakat yang belum sama sekali melakukan vaksinasi untuk segera mendaftarkan diri pada gerai-gerai vaksinasi demi menambah herd immunity di kota Pontianak. Vaksinasi dilakukan minimal 6 bulan setelah vaksin untuk ke tahap selanjutnya hingga tahap ketiga. Tetap patuhi protokol kesehatan 5 M untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

    TERBARU

    TERPOPULER