MajalahDUTA.Com, Pontianak – Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus memimpin misa pembukaan Muskomda ke-IX Pemuda Katolik Kalimantan Barat yang dihadiri oleh Stefanus Asat Gusma sebagai ketua umum PP Pemuda Katolik, Kikin Tarigan sebagai komisioner komisi nasional disabilitas (KND), Maskendari sebagai Ketua Pemuda Katolik Komda Kalbar serta pejabat Pemuda katolik dan seluruh peserta Muskomda yang diselenggarakan di Hotel Gajah Mada Pontianak pada Jumat Sore 18 Februari 2022.
Sambutan di awal misa oleh Mgr Agustinus Agus mengatakan karena Covid kita terpisah secara fisik dan hanya orang-orang tertentu yang masih terikat secara batiniah. Mari kita jadikan kesempatan ini untuk membina kembali, bukan hanya batiniah tetapi juga secara lahiriah. Tentu perayaan ekaristi ini dipersembahkan agar Tuhan membimbing kegiatan Muskomda agar dapat berjalan dengan lancar dan bisa memilih pengurus yang betul-betul bisa membawa Pemuda Katolik berarti bagi masyarakat, bangsa dan negara.
Baca Juga: Audiensi Panitia Tahbisan Imam Baru Bersama Walikota Singkawang
Mgr Agustinus Agus juga yakin dalam bimbingan Tuhan Muskomda ini akan menghasilkan pemimpin Pemuda katolik Kalbar seperti yang diharapkan dan gereja harapkan. Jangan sampai lupa pada peraturan Ormas dan Katolik nya yaitu katolik yang membedakan dari pemuda-pemuda yang lain.
Dalam kotbahnya Mgr Agustinus Agus mengingatkan bahwa sangat sederhana ide yang bagus, iman yang kuat juga harus ditunjukan dalam perbuatan nyata sehari-hari. Zaman sekarang ini terlalu banyak wacana, dalam hasil survei Indonesia termasuk nomor 3 terburuk di dunia pada media sosial, saling serang opini, menjelekan dan sebagainya tetapi kita tidak bisa cegah hal itu, namun yang bisa kita cegah yaitu perbuatan kita.
“Tidak ada kesempurnaan, jika kita sebagai pemimpin ambil keputusan kalau salah diperbaiki. Musyawarah penting, seminar penting tetapi harus ada satu orang yang berani mengambil langkah nyata atas keputusan tersebut. Artinya ada sesuatu yang konkrit yang kita buat tetapi bukan berati Tuhan kita remehkan jika lelah datang lagi ke Altar untuk meminta bantuan dari Tuhan. Menurut saya nanti dalam seminar dan ada ide yang bagus tapi kalau hanya berhenti di ruangan ini saja tetapi tidak ada langkah nyata saya rasa akan sia-sia tetapi jika bekerja tanpa berpikir menurut saya juga salah,” kata Mgr Agustinus Agus.
Pemimpin
Di akhir misa ucapan terima kasih datang dari panitia pelaksana kepada Uskup Mgr Agustinus Agus Keuskupan Agung Pontianak yang telah berkenan memimpin misa pembukaan dalam rangka membuka Muskomda ke- IX Pemuda Katolik Kalimantan Barat dan ucapan terima kasih kepada pejabat Pemuda Katolik yang ada di Kalimantan Barat serta para petugas yang mendukung berjalannya misa pembukaan kegiatan Muskomda.
Penutup diakhir misa Uskup juga menjelaskan bahwa Pemuda katolik tetap OMK tetapi OMK tidak harus Pemuda Katolik karena pemuda katolik terikat undang-undang keormasan ada keanggotaan dan sebagainya. Tetapi saat kembali ke rumah dia OMK. Oleh karena itu tidak salahnya Pemuda Katolik menjadi penggerak OMK. Sama seperti Wanita Katolik itu menunjukan wajah kaum wanita di kancah dunia sosial politik, di gereja mereka wanita paroki tetapi tidak semua wanita paroki merupakan bagian dari Wanita Katolik.
Baca Juga: Vaksinasi Booster Di Gereja Katedral Santo Yoseph Pontianak
Dibalik itu semua ada harapan dan pesan dari Mgr Agustinus Agus untuk kegiatan Muskomda ke-IX ini diharapkan dapat berjalan dengan baik, boleh berdebat tetapi jika sudah diputuskan hasilnya stop berhenti sampai disitu, jangan memikirkan masa lalu lagi dan tidak ada pro dan kontra dalam hal ini, diminta untuk menghargai kebhinekaan, harus siap terhadap perbedaan yang ada. Jangan sampai mengorbankan organisasi Pemuda Katolik yang hanya untuk kepentingan pribadi yang bisa menyebabkan penghargaan gereja katolik menjadi berkurang.
Setelah misa dilakukan sesi foto bersama pejabat Pemuda katolik, panitia serta peserta Muskomda untuk mendokumentasikan kegiatan yang tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan.




