Saturday, May 2, 2026
More
    Home Blog Page 133

    Yaqut Cholil Qoumas – Kemenag Bersama Para Uskup Indonesia di Ambon, Ada Apa?

    Tahbisan Uskup baru untuk Keuskupan Amboina, Mgr. Seno Ngutra – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Ambon – Uskup Keuskupan Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus turut menghadiri pentahbisan Uskup baru untuk Keuskupan Amboina, yaitu Mgr. Seno Ngutra pada 23 April 2022 lalu di Katedral Santo Fransiskus Xaverius Kota Ambon.

    Uskup Agustinus turut menghadiri acara pentahbisan Mgr. Seno dan sekaligus mengikuti pertemuan para Uskup Indonesia bersama mentri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada 23 April 2022 menyampaikan sejumlah poin-poin kehadiraan Kemenag di sana.

    Baca Juga: Perayaan 25 Tahun Imamat 3 Imam MSC, Uskup Agustinus Ingatkan untuk Wartakan Kabar Gembira

    Sebagai Kementrian Keagamaan Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas hadir di Ambon bertepatan pada Pentahbisan Mgr. Seno Ngutra sekaligus momen bertemu dengan para Uskup Indonesia pada Sabtu 23/4/2022 di Ambon.

    Pertemuan Menteri Agama dengan para Uskup Indonesia yang menghadiri acara tahbisan Uskup Amboina, dilaksanakan di geduang Catholic Centre, Keuskupan Amboina.

    Poin kesepakatan

    Momen langka itu ternyata Kementrian Agama, Yaqut Cholil Qoumas  hadir dengan para Uskup Indonesia bertujuan untuk menyepakati dan menyampaikan rencana Kementrian Agama dengan para Uskup.

    Poin yang pertama yaitu menyepakati, nomenklatur “Hari Raya” -Kenaikan Isa Almasih” diganti dengan “Kenaikan Tuhan Yesus”. Kemudian sekaligus menyepakati juga Wafat “Isa Almasih” diganti dengan  Wafat  “Tuhan Yesus”.

    Baca Juga: Peletakan Batu Pertama Asrama Bhineka, Uskup Agustinus Berikan Pembangunan Terbaik untuk Anak Kampung

    Selanjutnya poin pokok ke dua yang disampaikan Yaqut Cholil Qoumas yaitu tentang Pemerintahan bersama Kemenag akan membangun Katedral di IKN, untuk itu sangat diperlukannya koordinasi dengan Keuskupan Agung Samarinda.

    Pokok pertemuan yang ketiga, Kemenag Yaqut Cholil Qoumas akan ke Vatikan untuk mengundang kembali Paus datang ke Indonesia, yang tempo hari sempat tertunda.

    Perayaan 25 Tahun Imamat 3 Imam MSC, Uskup Agustinus Ingatkan untuk Wartakan Kabar Gembira

    Perayaan 25 Tahun Imamat 3 Imam MSC – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Manado – Uskup Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus turut menghadiri perayaan 25 tahun imamat pada 25 April 2022 pukul 10.00 WITA yang dirayakan oleh RP. Aloysius Ho Tombokan MSC, RP. Apolineris Miller Senduk MSC, RP. Robertus Bob Rarun MSC.

    Sejak ditahbiskan menjadi imam di Katedral Manado pada tanggal 12 April 1997 tepatnya 25 tahun lalu RP. Aloysius Ho Tombokan MSC, RP. Apolineris Miller Senduk MSC, RP. Robertus Bob Rarun MSC mulai sejak saat itu juga.

    Tiga imam tersebut diutus melayani kemana-mana menebar dan menabur keharuman dan kedahsyatan kasih hati Maha Kudus Yesus lewat hidup Imamat dan sebagai biarawan MSC.

    Baca Juga: Misa Syukur Imamat ke-16 Romo Robini, OP

    Tepat pada 25 April 2022 mereka pulang kampung alias mudik bersama keluarga, sahabat, kenalan, dosen dan teman-teman Imam menyatukan syukur dan pujian pada Tuhan sang pencipta hingga panggilan yang menyatakan kesetiaannya pada para imamnya dengan perayaan syukur 25 tahun menjadi imam.

    Dihadiri Empat Uskup

    Bertempat di Century Kapel Bunda Hati Kudus di Puncak dengan lokasi diapit gunung gemunung yang seolah berteduh di lautan biru bersama empat Uskup dan teman-teman imam, dirayakanlah misa syukur.

    Bersama Uskup Keuskupan Banjarmasin Mgr. Petrus Boddeng Timang,  Uskup dari Keuskupan Agung Kupang Mgr. Petrus Turang, Uskup dari Keuskupan Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus dan Uskup Keuskupan Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, M.S.C. sebagai tuan rumah merayakan perayaan syukur 25 tahun Imamat.

    Perayaan itu dihadiri oleh sahabat, teman, donatur, kenalan dari Australi, Jakarta, Pontianak, Makassar, Merauke dan kerabat lainnya.

    Pesta Perak 25 tahun Imamat Mereka “Pulkam”

    Dalam perayaan itu Uskup Petrus Turang mengaku sejak  mengenal Pastor Aloysisus Ho dari kecil, dibalik gerobak sayur beberapa puluh tahun lalu bangga menyaksikan Pastor Ho yang kini sebagai imam berkeliling menawarkan kabar gembira penuh sukacita dimana-mana.

    Baca Juga: Monsinyur Turro, yang Berusia 100 Tahun dan Dikenal Karena Homilinya yang Singkat dan Kuat

    Uskup Agustinus dari Keuskupan Agung Pontianak juga sangat mensyukuri perutusan Pastor Ho saat ini di Pontianak.

    Menurut Uskup Agustinus, Pastor Ho telah ikut membawa banyak harapan dan semangat baru pada pembangunan rohani maupun fisik di pusat Keuskupan Agung Pontianak.

    Sama halnya dengan Uskup Benedictus Estephanus Rolly Untu, seraya melantunkan pantun menyapa dan menyanjung Pastor Ho, Pastor Bob dan Pastor Miller karena sudah bekerja baik dan bagus dimana-mana.

    “Syukur bahwa kini mereka pulang merayakan pesta imamatnya di kampung halaman,” kata Uskup Benedictus Estephanus Rolly Untu sembari berkelakar seolah mau berkata jangan lupa juga berkarya di Keuskupan Manado.

    Penebar Kabar Gembira

    Dalam sambutan Pastor Bob, Pastor Miller dan Pastor Ho seolah sepakat untuk berseru lewat sharing mereka.

    Mereka bersyukur atas karunia ketaatan dan kesetiaan yang membawa mereka pada kebahagiaan sebagai imam dan biarawan MSC selama 25 tahun lalu.

    Baca Juga: Mengenal Tarekat MSC (Societas Missionarium sacratissimi Cordis Iesu)

    Mereka berharap semangat imam mereka dirayakan juga untuk 25 tahun ke depan.

    Sebagai penutup Uskup Agustinus berpesan kepada semua umat yang hadir merayakan perayaan itu untuk menjadi pewarta kabar gembira.

    “Ini ada tiga Imam merayakan pesta perak Imamat dengan taat dan setia. Jangan kita hanya mudah mewartakan gosip kabar-kabar negatif tentang para imam tapi wartakanlah juga kesetiaan totalitas dedikasi dan penyerahan hidup mereka bagi Tuhan,” kata Uskup Agustinus.

    Proficiat 25 Tahun Imamat (25 April 2022) untuk Pastor Aloysius Ho Tombokan MSC, Pastor Apolineris Miller Senduk MSC, dan Pastor Robertus Bob Rarun MSC. Tuhan memberkati.

    Peletakan Batu Pertama Asrama Bhineka, Uskup Agustinus Berikan Pembangunan Terbaik untuk Anak Kampung

    Peletakan Batu Pertama Pembangunan Asrama Bhineka – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Singkawang – Peletakan batu pertama pembangunan Asrama Bhineka di Kompleks Persekolahan Katolik Nyarumkop pada 7 April 2022 oleh Uskup Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus dipersembahkan untuk anak-anak kampung.

    Pernyataan itu dengan terang Uskup Agustinus sampaikan dalam setiap momen pertemuan dan homilinya dimanapun ia berada.

    Mulai bertugas di Keuskupan Agung Pontianak, konsentrasi Uskup Agustinus salah satunya menyoroti pendidikan di Kalimantan.

    Baca Juga: Paskah yang Memulihkan Kehidupan Dan Perdamaian

    Pertama-tama mengambil alih pengelolan STKIP Pamane Talino Ngabang, pembenahan sekolah-sekolah Katolik di wilayah Keuskupan Agung Pontianak hingga pembangunan dan pengadaan alat untuk Persekolahan Katolik Nyarumkop.

    Prihatin dengan Nyarumkop

    Dari dulu hingga Uskup Agustinus bertugas di wilayah Keukupan Agung Pontianak, ia melihat tidak ada perubahan dari bangunan, sistem dalam pendidikan, keuangan, dan penataan kompleks Persekolahan Nyarumkop.

    Selain itu, Uskup Agustinus juga melihat dari zaman-nya hingga kedatangannya di Keuskupan Agung Pontianak asrama masih melantai, dapur masih gaya lama, karena kondisi itulah yang memprihatinkannya.

    Semenjak kedatangan Uskup Agustinus dan menjadi Uskup Agung Pontianak, Bapa Uskup berupaya untuk merombak itu baik dari dalam maupun dari luar. Sepenggal kalimat yang paling sering Bapa Uskup lontarkan yakni tentang pendidikan untuk orang kampung jangan biasa-biasa.

    Baca Juga: Perayaan Paskah di Gereja Katolik Paroki Santo Yohanes Pemandi Pahauman

    Artinya, justru untuk anak kampung pendidikan dan fasilitas harus dilengkapi dan harus lebih baik. Dalam Peletakan batu pertama pembangunan Asrama Bhineka Persekolahan Katolik Nyarumkop pada 7 April 2022, Uskup Agustinus mengungkapkan bahwa pembangunan gedung ini akan dilengkapi dengan fasilitas terbaik untuk anak-anak.

    “Untuk orang kampung justru harus berikan yang terbaik, karena dari situlah mereka belajar bagaimana menggunakan dan belajar hidup layaknya di kota,” kata Uskup Agustinus (7/04/2022).

    Untuk Orang Kampung

    Dalam kesempatan lain dihari yang sama, obrolan makan siang bersama para imam, suster, frater dan awam di pastoran Nyarumkop. Uskup Agus kembali menegaskan pernyataan dan fokusnya tentang pendidikan untuk anak-anak kampung.

    Baca Juga: Pertama Kalinya Penyerahan Bantuan Bus Sekolah Kementrian Perhubungan ke Persekolahan Nyarumkop

    Dalam perbincangan siang itu, Uskup Agustinus mengatakan: “Jangan hanya orang kota saja yang mendapat fasilitas lengkap, lalu orang kampung yang sederhana. Jangan! Itu keliru. Justru fasilitas untuk orang kampunglah yang harus lebih baik, itulah yang disebut dengan belajar,” tandas Uskup Agustinus saat makan siang.

    Ibadat peletakan batu pertama pagi itu, dihadiri oleh sejumlah imam Kapusin, Jesuit, Diosesan, bruder, suster dan awam. Dilapangan yang telah dibersihkan itu, tampak sekitar 20-an orang yang turut mendoakan peletakan batu pertama pembangunan Asrama Bhineka.

    PMKRI Pontianak Bersama Gereja Katedral Pontianak Berbagi

    Dokumentasi - Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Pontianak – Selasa (19/04/2022) PMKRI Pontianak bersama Gereja Katedral Pontianak melakukan aksi kemanusian dengan berbagi telur paskah pada kalangan mahasiswa dan masyarakat.

    Hal ini dilakukan sesuai dengan semangat tema paskah tahun 2022 “Semakin mengasihi, semakin peduli, semakin bersaksi”. Tentunya tema tersebut diwujudkan dalam tindakkan nyata dalam mengasihi dan kepedulian sesama manusia.

    Endro Ronianus selaku ketua baru PMKRI Pontianak berharap semoga bantuan ini berguna dan bermanfaat bagi penerima.

    Kemanusiaan

    “Bantuan kita bersama gereja katedral Pontianak tidak seberapa dan semoga membantu, kedepannya kita tetap berkomitmen dan kosisten melakukan aksi kemanusiaan sebagai bentuk keterlibatan PMKRI dalam kehidupan masyarakat” ujar Endro.

    PMKRI Pontianak berharap Pemerintah juga meningkatkan aksi kemanusiaan yang tepat sasaran agar terwujudnya keadilan sosial.

    Baca Juga: Orang Muda Katolik Menginspirasi

    “Bicara aksi kemanusiaan saya berpikir pemerintah harus menjadi teladan dalam menerapkannya, maka kita berharap aksi-aksi sosial dari pemerintah harus ditingkatkan dan dilakukan secara masif kedepannya” ujar Endro.

    PMKRI Pontianak juga mengucapkan terima kasih kepada Gereja Katedral Potianak atas kepercayaan dan kerjasamanya dalam aksi kemanusiaan ini.

    Perayaan Paskah di Gereja Katolik Paroki Santo Yohanes Pemandi Pahauman

    Paroki Santo Yohanes Pemandi Pahauman – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Pahauman – Perayaan Paskah dirayakan setiap satu tahun sekali disetiap Gereja Katolik. Terkhusus juga di Gereja Katolik Paroki Santo Yohanes Pemandi Pahauman (17/4/2022).

    Paskah merupakan perayaan kebangkitan Yesus yang telah mengubah jalan hidup manusia. Kebangkitan Yesus telah membawa perubahan status dan memberikan transformasi dalam hidup.

    Pastor Paroki Santo Yohanes Pemandi Pahauman Oktavianus Gerotek, OFM.Cap memaknai Paskah ini sebagai upaya bangkit bersama Tuhan.

    “Dengan merayakan paskah ini bangkitlah bersama Yesus dalam setiap tindakan nyata hidup sehari-hari bergereja, bermasyarakat beriman”.

    Gereja Paroki Santo Yohanes Pemandi Pahauman menjadwalkan misa perayaan Hari Raya Paskah ini diadakan dua kali yaitu pada pukul 06.00 WIB dan pukul 08.00 WIB.

    Baca Juga: Orang Muda Katolik Menginspirasi 

    Perayaan misa berjalan sesuai harapan dari panitia penyelenggara yaitu dengan keadaan aman dan tertib.

    Juga mengingat disituasi yang masih pandemi ini umat harus tetap menjaga satu sama lain dengan penerapan protokol kesehatan.

    Dengan penuh rasa syukur umat Paroki Pahauman menyelesaikan perayaan misa Paskah ini.

    Perayaan Paskah  

    Meski demikian ditahun ini perayaan misa masih harus diselenggarakan di gereja sementara karena gereja paroki yang masih dalam tahap pembangunan.

    Harapan dari umat, misa Paskah ditahun berikutnya bisa diselenggarakan di gereja paroki yang sudah selesai dibangun. Dalam hal ini bapak Bernadus sekaligus juga sebagai Koordinator seksi Humas panitia pembangunan gereja paroki Santo Yohanes Pemandi Pahauman menyampaikan harapannya kepada setiap umat gereja.

    “Pembangunan gereja kita ini belum rampung seperti yang kita saksikan banyak umat yang tidak bisa duduk dan harus ditenda karena kondisi gereja kita yang belum rampung. Harapan kita kepada seluruh umat sebagaimana pada kothbah kita sudah disinggung oleh pastor pekerjaan kita semuanya tanggung jawab kita bersama”.

    Baca Juga: Paskah yang Memulihkan Kehidupan Dan Perdamaian

    Kemudian bapak Bernadus selaku panitia menghimbau kepada seluruh umat untuk bekerja bersama.

    “Potensi kita enam puluh ribu lebih jiwa warga katolik Pahauman, kalau semua merasa terpanggil dan mau berpartisipasi, sehingga saya kira tidak terlalu sulit merampungkan pekerjaan pembangunan Gereja kita ini, jadi pada intinya saya menghimbau kepada seluruh umat mari kita sama-sama menyelesaikan proses pembangunan gereja kita ini” ujarnya.

    Pastor Paroki, DPP,  Suster, OMK, Bapakat, WK dan seluruh umat Paroki Santo Yohanes Pemandi Pahauman mengucapkan Selamat Hari Raya Paskah

    “Tak Terpisahkan dari Kasih Allah”

    Bdk. Roma 8:38-39

    Orang Muda Katolik Menginspirasi

    Dokumentasi Kegiatan Rapat OMK Paroki St. Agustinus dan Matias Darit – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Darit – Rapat pleno Orang Muda Katolik Separoki Darit yang dilaksanakan pada Sabtu, 1 April 2022 dimulai pukul 15.00 WIB – selesai, tempat kegiatan di Bukit Hati Kudus Setolo Darit, jumlah peserta yang ikut dalam rapat sekitar 100 lebih peserta dari seluruh stasi yang ada di wilayah paroki Darit.

    Adapun rapat ini didampingi oleh Pastor Bento MSC selaku fasilitator dan dipandu langsung oleh Yudi ketua Orang Muda Katolik Paroki St. Agustinus Dan Matias Darit, Yudi menyampaikan maksud dan tujuan diadakanya rapat ini yaitu untuk memupuk kembali tali persaudaraan diantara Orang Muda Katolik yang ada diwilayah Paroki darit dikarenakan sudah hampir dua tahun belakangan Orang Muda Katolik tidak pernah mengadakan kegiatan di karenakan situasi masih pandemi.

    Baca Juga: Paskah yang Memulihkan Kehidupan Dan Perdamaian

    Pertemuan ini juga mengagendakan bahwa nanti akan mengadakan kegiatan Kirab Salib Orang Muda Katolik, Kirab Salib ini dilangsungkan pada Minggu 24 April 2022 di stasi Peluntan dan perayaan puncaknya pada 22-24 Juli 2022 di Stasi Berinang Mayun sekaligus pembukaan TROMK (Temu Raya Orang Muda Katolik) Ke-6.

    “Harapannya semoga kegiatan yang akan datang dapat berjalan lancar dan mohon dukungannya untuk kita semua” tutur Yudi.

    Pekan Suci Minggu Paskah – Tes

    Tes GTerbit

    Paskah yang Memulihkan Kehidupan Dan Perdamaian

    Dokumentasi Misa Minggu Palma – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Sambas – Sebanyak 31,362 jiwa umat Katolik  yang tersebar di 4 Lingkungan Kota Sambas dan 55 Stasi di 4 Kecamatan wilayah Paroki Kristus Raja Semesta Alam Sambas mulai memasuki Masa Pekan Suci (Jumlah umat bersumber dari Data Sekretariat Paroki per 20 November 2021).  Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Regio Kalimantan telah menetapkan tema Aksi Puasa Pembangunan 2022 adalah “Yesus Menyembuhkan dan Memulihkan Kehidupan”.

    Tema tersebut dipilih dengan dua pertimbangan: Pertama, Pandemi Covid-I9 selain membawa dampak Iuar biasa dalam berbagai bidang kehidupan, baik di bidang kesehatan, sosial, ekonomi, pendidikan dan Iingkungan, juga secara tidak langsung membuat manusia berefleksi, bahwa kemajuan teknologi yang mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan dapat membawa manusia terjerumus dalam jurang ketidakadilan dan penistaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Oleh karena itulah situasi ini memerlukan tindakan penyembuhan  yang berakar dari Sang Juruselamat, Tuhan Yesus sendiri.

    Kedua, pandemi Covid-19 telah menyebabkan bukan hanya banyak orang terpapar oleh virus ini, tetapi banyak sahabat, kenalan, mungkin keluarga kita sendiri akibat virus Covid-19. Situasi ini tentu perlu dipulihkan dengan bertobat, meninggalkan segala dosa, dan  hidup dipimpin oleh Roh Kudus.

    Baca Juga: Peran Kaum Muda Saat Ini Sangat Penting Untuk Hidup Mengereja

    Pastor Kepala Paroki Kristus Raja Semesta Alam Sambas RP. Franciscus Cahyo Widiyanto, OFMCap menyampaikan bahwa Paskah tahun 2022 ini merupakan Paskah yang penuh sukacita.

    “Semangat kebangkitan Kristus semakin meneguhkan iman kepercayaan umat, untuk hidup solider dengan sesama (khususnya yang menderita), menciptakan perdamaian dengan semua orang, bersikap saudara terhadap sesamanya, dan menjaga agar lingkungan hidup tetap kondusif dan terjaga untuk pertumbuhan hidup manusia yang sehat,” kata Pastor Cahyo.

    Secara khusus, Ketua Panitia Paskah 2022 Ir. RR. Modesta Susana menjelaskan bahwa Rangkaian Pekan Suci Paskah 2022 dilangsungkan selama 5 hari. Dimulai dari Minggu Palma (10 April 2022), Kamis Putih (14 April 2022), Jumat Agung (15 April 2022), Sabtu Suci (16 April 2022), dan Hari Raya Paskah (17 April 2022).

    Pekan Suci

    “Perayaan Pekan Suci Paskah tahun ini tetap dilaksanakan dalam suasana Pandemi Covid-19, sehingga Panitia akan memastikan umat yang hadir mematuhi protokol kesehatan yang telah ditentukan oleh Pemerintah,” kata Modesta.

    Modesta juga menyampaikan mengenai jadwal misa selama Pekan Suci yang akan dilaksanakan oleh Paroki Kristus Raja Semesta Alam Sambas adalah sebagai berikut :

    1. Kamis Putih : Hari Kamis, 14 April 2022 Jam 18.00 WIB
    2. Jumat Agung : Hari Jumat, 15 April 2022

    Ibadat Jalan Salib Pukul 07.00 WIB

    Ibadat Jumat Agung I Pukul 15.00 WIB

    Ibadat Jumat Agung 2 Pukul 18.00 WIB

    1. Vigili Paskah : Hari Sabtu, 16 April 2022

    Misa 1 Pukul 18.00 WIB

    Misa 2 Pukul 20.00 WIB

    1. Hari Raya Paskah : Hari Minggu, 17 April 2022

    Misa  1 Pukul 08.00

    Misa  2 Pukul 17.00

    Baca Juga: Pemberkatan dan Pengukuhan Dewan Pastoral Paroki Kristus Raja Sambas

    Untuk memastikan rangkaian Pekan Suci berjalan dengan aman dan tenang, Panitia Paskah 2022 telah berkoordinasi dengan mengirimkan surat kepada pihak keamanan. Selain itu, panitia juga menyiapkan kelengkapan protokol kesehatan yang ditentukan pemerintah, seperti sarana cuci tangan pakai sabun, pengukur suhu tubuh, masker dan hand sanitizer. Panitia juga akan melakukan pengaturan yang diperlukan agar lingkungan gereja lebih steril dari kemungkinan gangguan keamanan,

    Seksi Humas Yakob Pujana, yang juga adalah pengurus inti Dewan Pastoral Paroki dan Ketua Fraksi PKB DPRD Kab. Sambas, menyampaikan bahwa Dewan Pastoral Paroki sangat memperhatikan hubungan antar umat beragama di Kabupaten Sambas. Paskah tahun ini juga merupakan momentum untuk terus saling meneguhkan antar sesama umat.

    “Kami berharap Paskah 2022 membawa kedamaian antar umat dan perdamaian di antara mereka yang berselisih. Semoga kita semua dapat terus saling menguatkan antar umat beragama,” kata Yakob Pujana.

    Peran Kaum Muda Saat Ini Sangat Penting Untuk Hidup Mengereja

    Dokumentasi Kegiatan Rekoleksi Paroki Kristus Raja Sambas – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Sambas – Dalam rangka menyambut Hari Panggilan Sedunia yang bertepatan pada bulan  Mei tanggal 8 minggu paskah ke-2 tahun 2022, Dewan Pastoral Paroki (DPP) Kristus Raja Sambas dari seksi panggilan bekerja sama dengan seksi pendidikan mengadakan kegiatan aksi panggilan dan rekoleksi bersama orang muda katolik tingkat SMU dari kelas X sampai kelas XII.

    Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah Subah, dengan jumlah peserta yang hadir 57 siswa/i dengan menerapkan prokes Covid-19. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan tokoh –tokoh yang berperan penting dalam pelayanan gereja katolik, seperti para imam, suster, frater, bruder serta kaum awam yang berperan aktif dalam pelayanan gereja. Dengan tema: Panggilan Dalam Hidup Mengereja Khatolik & Peranan Anak Dalam Gereja Katolik “Satu Hati, Satu Iman, Satu Pelayanan”.

    Baca Juga: Sosialisasi TPE 2020, APP 2022 dan Program Kerja Dewan Paroki Sambas

    Dalam kegiatan ini hadir juga guru agama pendamping dari siswa, Bapak bernadus. S.Ag dan pastor Masseo Clinton, OFMCAP. Dan acara pengenalan tarekat dari: Kongregasi Fransiskanes Sambas (Pengenalan tarekat oleh  Sr. Maria Hilda, KFS dan postulan KFS), Kongregasi Bruder MTB  (dibawakan oleh Br. Agustinus, MTB) serta dari Ordo OFMCAP Pontianak (pengenalan tarekat oleh P. Masseo Clinton, OFMCAP dan Frater Nata OFMCAP) acara di tutup dengan misa penutup yang di pimpin oleh RP. Masseo Clinton, OFMCAP. Dan pemateri untuk pendididan dari tim katekese oleh Juli Sunarti, S.Pd

    Panggilan

    Dalam kata sambutan ketua panitia kegiatan Rekoleksi Panggilan dan Pendidikan dari koordinator seksi pendidikan Lidiana, S.Pd menyampaikan bahwa acara ini berkolaborasi dengan seksi pendidikan dan seksi panggilan, awalnya kami bertujuan untuk mengabungkan seluruh pelajar SMU sederajat kelas XII yang beragama katolik yang berada di kota Sambas, wilayah Subah dan wilayah Sajingan Besar. Rencana dipusatkan di Sambas, namun mengingat dan menimbang mengenai transportasi dan keselamatan dalam perjalanan, kami memutuskan untuk memilih wilayah Subah sebagai tempat pelaksanaannya.

    “Kegiatan ini merupakan kegiatan perdana, kegiatan ini juga untuk menumbuhkan benih-benih panggilan dalam diri kaum muda katolik untuk menjadi imam, suster, dan bruder serta menjadi orang muda katolik yang berkarakter untuk keluarga, masyarakat dan gereja” papar Lidiana, S.Pd

    Baca Juga: Paus Fransiskus Menghormati Kekuatan Pemersatu Olahraga Di Penonton

    “Peran kaum muda saat ini sangat penting untuk hidup mengereja, sebagai orang muda harus punya semangat dan cita-cita luhur dalam mengembangkan diri menjadi pribadi yang berlandaskan  iman katolik, rendah hati, berkarakter dan mempunyai pribadi yang beratitude” ungkap Yasriadi, S.IP pihak DPP daalam sambutannya pada acara pembukaan.

    Selain itu Yasriadi, S.IP juga menyampaikan bahwa untuk terlibat aktif dalam hidup menggereja kaum muda harus mempunyai kesadaran dalam dirinya. Kesadaran dalam diri kaum muda tersebut tidak tumbuh begitu saja tetapi memerlukan proses. Dalam proses tersebut kaum muda membutuhkan suatu pengarahan, bimbingan dan dukungan dari orang-orang sekitar. Dengan begitu kaum muda akan semakin menyadari perannya sebagai umat katolik yang mengimani Yesus Kristus dengan aktif terlibat dalam hidup menggereja.

    Hidup Menggereja

    “Untuk menjadi biarawan/ biarawati baik itu pastor, suster, frater, dan bruder dicari orang yang mau bekerja keras, mau tidak menikah, berkarir namun tak mendapat upah sebagai guide dan pelayan bagi orang-orang yang hilang, miskin, lapar dan berbeban berat karena tidak dapat menemukan Allah, tidak dapat menemukan diri mereka sendiri, tidak dapat pula menemukan cinta atau sesamanya” papar Sr. Maria Hilda, KFS selaku koordinator seksi panggilan.

    Baca Juga: Secuplik Tentang Kongregasi Fransiskanes Sambas (KFS) 

    “Harus membawa persediaan energi: pengabdian, keceriaan, kecerdasan, dan keteguhan hati untuk berbagi dengan dunia yang hanya memiliki sedikit pengabdian, sedikit keceriaan, sedikit kecerdasan dan sedikit keteguhan dan ketulusan. Gaya hidup untuk bertanggung jawab seumur hidup terhadap suatu karir, tugas, maupun profesi tertentu sering kali dilihat sebagai hal yang sulit. Model hidup seperti itu sungguh tidak mudah maka tak banyak yang menginginkannya. Tak mengherankan jika saat ini banyak orang yang selama hidupnya memiliki dua, tiga karir atau bahkan lebih. Ada politikus yang langsung bisa berkarir sebagai pengusaha, selebritis, dan entah apa lagi. Hal ini tidak mungkin dalam diri seorang religius atau biarawan/biarawati. Bayaran upahmu adalah dalam betuk rahmat-rahmat! kepada: YESUS KRISTUS” tambah Sr. Maria Hilda, KFS.

    Paus Fransiskus Menghormati Kekuatan Pemersatu Olahraga Di Penonton

    Aleteia – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Internasional – Paus menyatakan bahwa olahraga harus remian “bebas” untuk terus membangun jembatan budaya. Artikel ini dilansir dari portal berita Aleteia oleh Antoine Mekary pada 6/4/2022.

    Paus Fransiskus memuji kekuatan pemersatu olahraga pada Hari Olahraga Internasional untuk Pembangunan dan Perdamaian. Paus mencatat bahwa olahraga dapat menciptakan “jalur kerukunan di antara orang-orang,” pada audiensi umum pada 6 April 2022. Namun, dia memperingatkan bahwa untuk mempertahankan faktor ini semua olahraga harus tetap “bebas”.

    Perdamaian

    Komentar itu muncul setelah katekesenya di Aula Paulus VI Vatikan. Kepala Gereja Katolik berbicara kepada atlet pria dan wanita, berharap mereka menjadi “saksi yang bekerja keras untuk persaudaraan dan perdamaian” melalui kegiatan mereka. “Olahraga, dengan nilai-nilainya, dapat memainkan peran penting di dunia,” katanya.

    Baca Juga: Doa Meminta Tuhan Mengirimkan Malaikat untuk Melindungi Keluargamu

    Uskup Roma menyatakan bahwa “olahraga sejati” tidak boleh kehilangan “kapasitasnya untuk hal yang cuma-cuma” atau menjadi “komersial”. Paus Fransiskus kemudian sering meminta para atlet untuk menjaga semangat amatirisme, instruksi yang sama yang baru-baru ini dia berikan kepada para pesepakbola Vatikan dan para pemain Roma yang bermain melawan satu sama lain pada 21 November 2021.

    TERBARU

    TERPOPULER