Saturday, May 2, 2026
More
    Home Blog Page 131

    Valentina Suryani Pimpin WKRI Cabang Santa Maria Nyarumkop

    Pengucapan Janji Pengurus Baru, 2022/2025 – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Nyarumkop – Setelah melewati masa krisis selama Pandemi Covid-19 pengurus Wanita Katolik Republik Indonesia Cabang Santa Maria Nyarumkop membuka lembaran baru kepengurusannya untuk masa Bhakti 2022/2025. Pergelaran pergantian pengurus baru ini mengagendakan serangkaian acara  sesuai dengan mekanisme AD/ART organisasi Wanita Katolik Republik Indonesia.

    Dalam kesempatan itu, dalam arahannya Pastor Fidelis Sabinus, OFM Cap selaku Penasihat Rohani  WKRI Cabang Santa Maria Nyarumkop  merekomendasikan kepada seluruh pengurus berserta jajarannya untuk melakukan penyegaran perutusan anggota dalam memaksimalkan program kerja pengurus yang lama.

    Baca Juga: Suster Caroline, SFIC & Antonius Jabat Perutusan Baru di Persekolahan Katolik Nyarumkop

    Menurutnya, selama Pandemi Covid-19 program kerja pengurus sebelumnya tidak berjalan dengan baik. Oleh karena itu, sebagai mitra paroki kepengurusan yang baru boleh mengevaluasi program kerja pengurus yang lama untuk dimaksimalkan.

    Sementara itu, Ketua Presidium DPD WKRI Kalimantan Barat, Ibu Monica Ory. Dalam sambutannya menyampaikan pesan secara dinamis arti kehadiran organisasi Wanita Katolik Republik Indonesia dalam rangka meningkatkan kualitas Wanita Katolik dalam berorganisasi sebagai mitra Gereja seperti yang dikumandangkan para pencetus pendiri Wanita Katolik Republik Indonesia yang diamanahkan oleh  AD/ART organisasi.

    Lembaran Baru

    “Semoga Konfercab V WKRI Santa Maria Nyarumkop membuka lembaran baru kepengurusannya untuk bekerja secara maksimal”, ujarnya.

    Konfercab V WKRI Cabang Santa Maria Nyarumkop disusun menurut alur  mekanisme organisasi melalui beberapa tahapan sidang pleno pada 23/7/2022. Satu diantaranya adalah pemilihan ketua WKRI Cabang Santa Maria Nyarumkop masa Bhakti 2022/2025. Pemilihan secara langsung oleh anggota sidang dengan suara terbanyak memilih Ibu Valentina Suryani sebagai ketua. Proficiat.

    Kemenag RI Menyikapi Kekeliruan Buku Panduan Pendidikan Oleh Kemendikbudristek

    Foto: Ilustrasi buku/Tribun-bali.com – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Pontianak – Menyikapi kekeliruan dalam buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP kelas VII dengan penulis Zaim Uchrowi dan Ruslinawati, penerbit Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Badan Peneliti dan Pengembangan dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang beralamat di jalan Gunung Sahari Raya Nomor 4 Jakarta Pusat. Cetakan pertama tahun 2021 dengan ISBN 978-602-244-312-4 (jilid lengkap), ISBN 978-602-244-313-1.

    Kementerian Agama Republik Indonesia Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik menyampaikan hal-hal sebagai berikut:

    1. Pada Bab IV huruf D nomor 3 halaman 79 buku tersebut tertulis “Agama Katolik… Abad ke-16. Tuhannya sama dengan Kristen Protestan, yakni Trinitas Allah, Bunda Maria, dan Yesus Kristus. Kitab sucinya juga injil. Dengan peribadatan tersendiri berbeda dengan Protestan, umat Katolik wajib beribadah setiap akhir pekan di gereja Katolik.” Terhadap kalimat ini, disampaikan koreksi:                        a. Tidak sesuai dengan ajaran agama Katolik;                                                            b. Referensi yang digunakan tidak ada yang bersumber dari buku keagamaan Katolik;    c. Berpotensi mengganggu kerukunan umat bergama dan toleransi serta menimbulkan       penafsiran yang tidak benar.
    2. Berdasarkan pertimbangan di atas, mohon agar buku tersebut ditarik dari peredaran dan dilakukan revisi sebagaimana mestinya. Untuk selanjutnya, terkait publikasi materi yang menyangkut rumusan Ajaran Agama Katolik harap dilkukan dengan berkonsultasi kepada Pimpinan Gereja Katolik/Uskup.

    Baca Juga: Yaqut Cholil Qoumas – Kemenag Bersama Para Uskup Indonesia di Ambon, Ada Apa?

    Dilansir dari portal berita detiknews kekeliruan ini awalnya diketahui dari unggahan seorang warganet bernama Sigit Pranoto lewat akun Twitter nya @mogitscj. Ia mempermasalahkan proses editing buku panduan belajar. Menurutnya, ada yang salah dalam penjelasan terkait konsep Trinitas dalam agama Kristen Protestan dan agama Katolik. Hingga akhirnya unggahan tersebut pun ramai menjadi perbincangan. Kemendikbudristek dinilai lalai dalam proses editing buku karena keliru dalam menjelaskan tentang Trinitas.

    Kemendikbudristek Akan Revisi Buku 

    Mengenai kekeliruan terhadap buku panduan pendidikan yang menjelaskan mengenai Trinitas, Kemendikbudristek melalui akun resminya @Kemdikbud_RI menyampaikan klarifikasi. Kemendikbudristek menerima koreksi tersebut.

    “Kemendikbudristek mengapresiasi masukan, saran, dan koreksi untuk perbaikan berkelanjutan terkait buku pendidikan. Buku pendidikan yang diterbitkan Kemendikbudristek merupakan dokumen hidup yang senantiasa diperbaiki dan dimutakhirkan” ungkapnya.

    Kemendikbudristek akan memperbaiki konten atau penjelasan mengenai konsep Trinitas dalam agama Kristen Protestan dan Agama Katolik.

    “Terkait konten di dalam buku mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan SMP tersebut, Pusat Perbukuan Kemendikbudristek tengah mengkaji dan menindaklanjuti dengan memperbaiki sesuai masukan, khususnya mengenai penjelasan tentang Trinitas dalam agama Kristen Protestan dan agama Katolik,” tuturnya.

    Baca Juga: Persekolahan Katolik Nyarumkop Sosialisasi Rumah Pendidikan Bersama Orang Tua Peserta Didik

    Kemendikbudristek akan melibatkan para pakar. Sementara itu, buku tersebut akan ditarik dari peredaran dan direvisi.

    “Dalam proses melakukan perbaikan, pusat perbukuan Kemendikbudristek akan melibatkan pakar dari konferensi Waligereja Indonesia dan Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia. Buku yang saat ini beredar dengan format elektronik tengah kami tarik dan akan segera kami ganti dengan edisi revisi,” ungkapnya.

    “Untuk versi cetak kami sudah menghentikan proses pencetakan versi lama, dan pencetakan selanjutnya akan menggunakan edisi revisi. Kami juga akan segera mengedarkan suplemen perbaikannya bagi yang sudah menerima buku.” Ujarnya.

    Persekolahan Katolik Nyarumkop Sosialisasi Rumah Pendidikan Bersama Orang Tua Peserta Didik

    Sosialisasi Rumah Pendidikan Nyarumkop – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Nyarumkop – Menjelang Tahun Pelajaran 2022/2023  civitas akademika TK, SD, SMP, SMA, dan TOPANG Yayasan Perguruan Masyarakat Kalimantan Barat (YPMKB) Keuskupan Agung Pontianak melaksanakan pertemuan bersama orang tua peserta didik baru dengan beberapa agenda.

    Pertemuan dengan para orang tua peserta didik dilaksanakan secara serentak di unit sekolah masing-masing yang difasilitasi oleh Kepala Sekolah, Pembina Asrama, dan para Pendidik pada 12/06/2022. Sosialisasi Rumah Pendidikan merupakan Sekolah Berasrama bagi peserta didik SMP, SMA, dan TOPANG dengan ketentuan dan ketaatan kepada seluruh warga sekolah yang tinggal di asrama dengan iman Katolik sebagai indikatornya.

    Sosialisasi Rumah Pendidikan

    Dalam pertemuan, masing-masing unit pendidikan mensosialisasikan alur manajemen secara komunikatif kepada seluruh orang tua peserta didik perihal dinamika akademik maupun non akademik seperti manajemen kurikulum baik intrakurikuler, ekstrakurikuler serta orientasi karakter positif selama mengenyam pendidikan di Persekolahan Katolik Nyarumkop.

    Baca Juga: Suster Caroline, SFIC & Antonius Jabat Perutusan Baru di Persekolahan Katolik Nyarumkop

    Dalam kesempatan itu, Pastor Pimpinan Persekolahan Katolik Nyarumkop Jhon Wahyudi, OFM Cap mengajak para orang tua peserta didik untuk selalu berelasi positif dan berkomitmen dalam memahami prosedur pembinaan rumah pendidikan dengan perasramaan.

    Sementara itu, Suster Udit Karolina, SFIC mengucapkan terima kasih kepada orang tua yang telah mempercayakan pihak sekolah untuk mendampingi anak-anaknya dalam mengenyam pendidikan di Persekolahan Katolik Nyarumkop.

    “Kami berharap kepada seluruh orang tua peserta didik untuk selalu menjalin kerja sama serta komunikasi harmonis dengan Pihak Yayasan, Sekolah, Pembina Asrama serta para Pendidik”.

    Sambas Youth Meet Up: Saatnya Orang Muda Berkreasi, Berinovasi Dan Berprestasi

    Dokumentasi Kegiatan SYMU Di Stasi Karangan – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Sambas – Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Kristus Raja Sambas yang dibina oleh Pastor Masseo Clinton, OFMCap mengadakan temu OMK separoki Sambas dengan nama kegiatannya adalah “Sambas Youth Meet Up” yang selanjutnya disebut SYMU. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat orang muda Katolik dalam berkarya di lingkungan gereja, ini sesuai dengan tema yang diusung  yakni “Saatnya orang muda berkreasi, berinovasi dan berprestasi”.

    OMK Paroki Kristus Raja Sambas dipercayakan menjadi Panitia dalam kegiatan tersebut, dengan ketua panitia adalah Marieta Elsa, beserta dengan anggota dari segala bidang.

    Baca Juga: Kapitel Ordo Fransiskan Sekular Regio Kalimantan

    Kegiatan SYMU dilaksanakan pada hari Sabtu, 18 Juni 2022 sampai dengan Minggu 19 Juni 2022. Stasi Karangan Kecamatan Subah Kabupaten Sambas dipilih dan dipercayakan sebagai pusat pertemuan besar para orang muda Katolik separoki Sambas. Berdasarkan daftar Stasi yang diundang, yaitu ada 52 Stasi, dan yang dapat hadir adalah 24 Stasi dengan total peserta 307 orang.

    Orang Muda Katolik

    Kegiatan berlangsung dengan sangat baik dan lancar, didukung pula oleh kehadiran ibu Camat Subah (Rita Ahie) yang secara resmi membuka acara Sambas Youth Meet Up di Karangan.

    Tentunya kegiatan ini tidak dapat terlaksana tanpa dukungan dan bantuan dari umat Paroki Kristus Raja Sambas yang sudah memberikan sedikit rejekinya untuk kegiatan SYMU. Adapun bentuk dukungan dan bantuan tersebut yakni, Dana, Hadiah, Sembako, Air Mineral, Gula, Kopi, teh, dll.

    Kegiatan SYMU bekerja sama dengan Komisi Kerasulan Kitab Suci dari Dewan Pastoral Paroki (DPP) Kristus Raja Sambas. Kerja sama ini dilakukan karena Komisi Kitab Suci dari DPP Kristus Raja Sambas dipilih menjadi juri dalam lomba yang diadakan oleh Panitia SYMU, yakni lomba Stand up Comedy Kitab Suci dan Dramatisasi Vocal Grup.

    Baca Juga: Perayaan Ulang Tahun Imamat Mgr. Agustinus Agus ke-45 Tahun

    Hari pertama pukul 09.30 WIB pelaksanaan kegiatan dibuka dengan permainan Outbound para peserta OMK dari 24 Stasi. Masing-masing Stasi berbaur dengan Stasi yang lain dengan cara membentuk kelompok dengan nama-nama para orang Kudus, seperti Santa Fransiska, Santa Corona, Santo Thomas More, dll. Jumlah kelompok ada 12. Kedua belas kelompok ini akan melewati 5 posko, dimana masing-masing poskonya akan ada permainan dan kuis. Kuisnya ini adalah teka-teki, petunjuknya akan didapat disetiap posko setelah permainan selesai. Jawaban untuk teka-teki diselesaikan di garis finish.

    Sambas Youth Meet Up

    Setelah permainan outbound selesai para peserta dipersilahkan untuk persiapan pribadi dulu sebelum mengikuti kegiatan selanjutnya yakni lomba Stand up Comedy dan Dramatisasi Vocal Grup. Pukul 16.00 WIB kegiatan lomba dimulai, peserta pertama adalah dramatisasi Vocal grup, dilanjutkan dengan peserta stand up Comedy Kitab Suci. Melihat iringan lagu peserta Vocal grup dan gelak tawa peserta stand up Comedy Kitab suci membuat suasana di sekitar pentas riuh oleh suara penonton yang mendukung masing-masing Stasi nya, dewan Juri juga bersemangat dan terlihat wajah gembira melihat semangat orang muda Katolik disetiap Stasi percaya diri dan bangga memberikan penampilan yang baik di atas pentas.

    Baca Juga: Rekoleksi Sehari Karyawan Yayasan Pendidikan Gembala Baik Pontianak

    Kegiatan lomba ini berakhir pada pukul 20.00 WIB dan dilanjutkan dengan acara Malam Keakraban (Makrab) OMK. Acara Makrab berjalan dengan baik karena tim keamanan dari Garda Borneo bekerja keras demi kenyamanan pelaksanaan kegiatan SYMU tanpa ada gangguan.

    Hari kedua pelaksanaan diawali dengan misa Ekaristi Kaum Muda yang dipimpin oleh Pastor Masseo Clinton, OFMCap. Misa berjalan lancar dan baik, animasi misa Ekaristi Kaum Muda meriah diiringi musik yang semangat.

    Selesai misa, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian hadiah lomba dan sayonara.

    Demikian kegiatan “Sambas Youth Meet Up” di Stasi Karangan, 18-19 Juni 2022. Semoga kegiatan ini menambah semangat kaum muda dalam berkarya di lingkungan gereja, karena saatnya orang muda untuk Berkreasi, Berinovasi, dan Berprestasi.

    Kapitel Ordo Fransiskan Sekular Regio Kalimantan

    Para saudara dan saudari peserta Kapitel OFS Regio Kalimantan – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Kubu Raya – Sukacita dan kegembiraan sungguh dirasakan oleh para saudara dan saudari Ordo Fransiskan Sekular (OFS) Santa Elisabeth di Regio Kalimantan, hal ini karena terselenggaranya kapitel regio yang dipimpin langsung oleh sekretaris Dewan Nasional OFS Indonesia Saudari Sulastri Pasaribu, OFS dengan didampingi oleh Pastor Bonaventura Gultom, OFM Conv selaku pendamping rohani perwakilan dari ordo pertama OFM Conventual. Kedua saudara ini berkedudukan di Keuskupan Agung Medan, Sumatera Utara.

    Kapitel itu sendiri adalah suatu sidang atau rapat yang didalamnya dilakukan rekoleksi oleh Pastor pendamping rohani dan pimpinan nasional OFS Indonesia. Bukan hanya rekoleksi kepada para saudara-saudari OFS, namun kapitel ini juga merupakan pertemuan untuk memilih para pelayan persaudaraan OFS di regional Kalimantan yang akan memimpin pelayanan di dalam dan luar ordo.

    Baca Juga: Rekoleksi Sehari Karyawan Yayasan Pendidikan Gembala Baik Pontianak

    Kapitel ini diselenggarakan pada 24 – 26 Juni 2022 bertempat di Rumah Retret Tirta Ria, Kabupaten Kubu Raya, bagian dari wilayah Keuskupan Agung Pontianak. Kapitel dimulai dengan Misa Pembukaan yang dipimpin oleh perwakilan dari ordo pertama Kapusin yaitu Pastor Stepanus Gatot Purtomo, OFMCap pada sore yang syahdu tanggal 26 Juni di Gedung Santo Fransiskus Asisi, Tirta Ria.

    Pelayan persaudaraan OFS Regional Kalimantan terpilihlah Saudara Herman Yosef Anem, OFS sebagai Minister Regio beserta dewan regional mencakup Wakil Minister Regio Saudari Emilia Salma Ani, OFS; Formator Regio Saudara Matinus Herculanus, OFS; Sekretaris Regio Saudara Innosensius Dwiputra, OFS serta Bendahara Regio Saudari Fransiska Annita.

    Sukacita dan kegembiraan

    Pada Kapitel kali ini juga diselenggarakan kapitel untuk memilih pelayan lokal, terpilih masing-masing Minister Persaudaraan Lokal yaitu: Saudara Irenius Gedo Gama, OFS sebagai Minister Persaudaraan Lokal Santo Conradus berkedudukan di Pontianak; Saudara Telesforus Terai, OFS selaku Minister Persaudaraan Lokal Santo Ludovikus berkedudukan di Rasau Jaya; Saudara Martinus Herculanus, OFS sebagai Minister Persaudaraan Lokal Santo Padre Pio berkedudukan di Pontianak serta Saudari Emmiliana Karsiyah, OFS sebagai Minister Persaudaraan Lokal Santa Angela Merici berkedudukan di Singkawang. Maka dari itu, saat ini OFS Regio Kalimantan terdiri atas empat persaudaraan lokal.

    Baca Juga: Perayaan Ulang Tahun Imamat Mgr. Agustinus Agus ke-45 Tahun

    Ordo Fransiskan Sekular adalah ordo ketiga regular yang merupakan bagian dari keluarga besar Fransiskan, yaitu sekelompok pentobat yang mengikuti Yesus Kristus menurut teladan Santo Fransiskus dari Asisi. OFS merupakan lembaga hidup bakti yang diresmikan oleh Gereja Katolik. OFS saat ini telah hadir ditengah umat beriman pada 118 negara diseluruh dunia.

    “Saat ini OFS memiliki 19 regio diseluruh Indonesia” demikian disampaikan oleh Saudari Sulastri Pasaribu, OFS.

    Puji syukur atas penyertaan roh kudus atas terselenggaranya kapitel OFS di regional Kalimantan ini, kiranya menjadi kado indah untuk Gereja lokal maupun Gereja universal. Seluruh umat Katolik dipanggil untuk bergabung menjadi saudara-saudari OFS dan bersama-sama menjalani pentobatan serta menjalani ajaran-ajaran Gereja yang bersumber dari Kristus.

    Mutiara Kata-Hati : Menilik Karya Pelayanan Mgr. Agustinus Agus

    Momen Ulang Tahun Imamat ke 45 Mgr. Agus Sekaligus Peluncuran Buku Mutiara Kata Hati – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    “Satu momen yang paling saya ingat waktu pertama kali bapak uskup masuk ke rutan, di Bengkayang. Bapa uskup masuk ke situ semua nangis loh. Di situ saya merinding dan dalam hati saya berkata beliau ini sangat layak untuk ditulis.”

    MajalahDUTA.Com, Pontianak,- Senyum sumringah terlukis di wajah pria dengan pakaian berwarna hitam dan ungu membalut tubuh yang tak lagi muda dengan bubuhan sebuah topi bundar kecil berwarna ungu yang menutupi sedikit kepalanya namun masih menyisakan warna rambut hitam yang telah berubah menjadi keabuan itu.

    Seluruh hadirin berdiri dan memberikan tepuk tangan kepadanya.

    “Kita sambut Yang Mulia  Mgr. Agustinus Agus. Uskup Keuskupan Agung Pontianak” Seru pembawa acara untuk menyambut Mgr. Agustinus Agus atau yang kerap disapa Mgr. Agus itu memasuki ballroom di Qubu Resort Pontianak untuk merayakan 45 tahun pengucapan janji imamatnya (19/6).

    Baca Juga: Perayaan Ulang Tahun Imamat Mgr. Agustinus Agus ke-45 Tahun

    Dihadiri sekitar 300 tamu undangan yang terdiri dari para pejabat pemerintah pusat, provinsi maupun kepala daerah setingkat kabupaten serta dihadiri pula para tokoh lintas agama dan para biarawan-biarawati yang duduk bersama di ruangan berwarna merah yang terkesan meriah, menunjukkan kedekatan Mgr. Agus tidak hanya pada umat Katolik khususnya di wilayah Keuskupan Agung Pontianak namun kepada seluruh lapisan masyarakat di sekitar wilayah perutusannya itu.

    Peduli Terhadap Pendidikan 

    Bunyi tepuk tangan membanjiri ruangan menyambut Junaidi selaku ketua panitia acara Ulang Tahun Imamat Ke-45 Mgr. Agustinus Agus yang berdiri di depan mimbar, ia menyampaikan beberapa kesan terhadap apa yang telah dilakukan Mgr. Agus dalam masa pelayanannya di Keuskupan Agung Pontianak (KAP).

    “Bahkan yang paling penting dalam peningkatan sumber daya manusia Kalimantan Barat dengan mendirikan pendidikan tinggi dan universitas katolik di Kalimantan Barat”  jelas Junaidi dengan rasa bangga melihat apa yang telah dilakukan oleh Uskup Keuskupan AGung Pontianak itu.

    Hubungan yang Baik dengan Pemerintah 

    “Pada bapak ibu juga saya berterima kasih sejak saya bertugas di Pontianak hubungan dengan pemerintahan daerah baik tingkat provinsi, kabupaten, maupun kecamatan saya kira terjalin dengan baik.” Ungkap  Mgr. Agus dalam kata sambutannya pada malam itu.

    Selain itu ia juga mengungkapkan bahwa hubungan baiknya dengan Gubernur Kalimantan Barat.

    “Pak Gubernur bersiap juga mendengarkan masukan dari saya.” Ucap Mgr. Agus di hadapan tamu undangan.

    Peluncuran Buku Mutiara-Hati

    Dalam acara ini juga dilaksanakan peluncuran buku Mutiara Hati hasil karya Samuel sebagai sebuah refleksi perjalanan Mgr. Agus selama berkarya di Keuskupan Agung Pontianak. Suasana terasa hening, kala menyimak penyampaian Samuel selaku penulis buku Mutiara-Hati.

    Baca Juga: Rekoleksi Sehari Karyawan Yayasan Pendidikan Gembala Baik Pontianak

    “Satu momen yang paling saya ingat waktu pertama kali bapak uskup masuk ke rutan, di Bengkayang. Bapa uskup masuk ke situ semua nangis loh. Di situ saya merinding dan dalam hati saya berkata beliau ini sangat layak untuk ditulis.” ucap Samuel dengan nada lirih mengingat kembali kejadian yang menyentuh hati kecilnya.

    Setelah itu dilakukan seremonial penandatangan secara simbolis oleh Mgr. Agus sebagai peresmian peluncuran buku tersebut.

    Perayaan Ulang Tahun Imamat Mgr. Agustinus Agus ke-45 Tahun

    Perayaan HUT Imamat ke-45 Mgr. Agustinus Agus – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Pontianak – Tanggal 19 Juni 2022, merupakan momen penting bagi seluruh umat Katolik karena seluruh umat Gereja Katolik merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus. Dalam tradisi Katolik, komuni pertama biasanya di rayakan bertepatan dengan Hari Tubuh dan Darah Kristus. Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus memimpin misa sekaligus memberikan komuni pertama untuk 77 orang peserta di Gereja Paroki Katedral St.Yosef Keuskupan Agung Pontianak.

    Di hari yang istimewa itu juga, uskup agung Pontianak yaitu Mgr. Agustinus Agus, atau yang akrab disapa Mgr. Agus merayakan 45 tahun dirinya di tahbiskan menjadi imam katolik, atau Ulang Tahun Imamat.

    Baca Juga: Suster Caroline, SFIC & Antonius Jabat Perutusan Baru di Persekolahan Katolik Nyarumkop

    “Hari ini juga bertepatan dengan tanggal pentahbisan saya sebagai imam katolik, 45 tahun yang lalu. 45 tahun ini bukanlah waktu yang singkat. Saya harap kita semua selalu setia dalam panggilan kita masing-masing sebagai umat beriman katolik”. Ucap Mgr. Agus dalam kotbahnya di Gereja Katedral St. Yosef Pontianak.

    Setelah misa selesai, seluruh umat yang mengikuti misa di Gereja Katedral St. Yosef diajak untuk memeriahkan Ulang Tahun Imamat Mgr. Agus dengan menyanyikan selamat ulang tahun dan pemotongan kue. Peserta komuni pertama tampak mendampingi Uskup dalam acara pemotongan kue tersebut. Semua umat yang hadir diberi bingkisan saat pulang.

    Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus

    Perayaan komuni pertama yang bertepatan juga dengan Ulang Tahun Imamat Mgr. Agus tak cukup sampai disitu, acara ramah tamah berlanjut di gedung Pasifikus. Saat acara ramah tamah ini, Bapa Uskup turut menghibur dan memeriahkan dengan mempersembahkan lagu, kemudian ada penampilan dari beberapa peserta yang juga mempersembahkan bakat mereka lewat nyanyian.

    Senyum dan tawa yang penuh sukacita terlihat di wajah seluruh peserta dan orang tua komuni pertama yang bersyukur merayakan momen ini. Dan diakhir acara ramah tamah adalah acara pengumuman door prize untuk para hadirin di acara ramah tamah tersebut.

    Pada sore hari pukul 16.00 Mgr. Agus merayakan Ulang Tahun Imamat nya dengan meriah yang bertempat di Qubu Resort, Kubu Raya, Kalimantan Barat. Latar dan suasana terasa mewah dan megah ketika memasuki ballroom dengan ornament yang elegan di dalam ruangan.

    Acara tersebut di hadiri oleh mantan Uskup Agung Pontianak, Mgr. Hieronymus Herkulanus Bumbun, OFM. Cap, tokoh-tokoh penting lintas agama di Kalimantan Barat, dan pejabat daerah seperti Gubernur Kalimantan Barat yang di wakili Sekretaris Daerah (Sekda) Prov. Kaliamantan Barat, ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat, bapak Kapolda Kalimantan Barat, bapak Pangdam Tanjungpura Kalimantan Barat, dan pejabat daerah dari Landak, Sanggau, Sekadau, serta Biarawan/Biarawati, Bruder dan perwakilan umat.

    Baca Juga: Rekoleksi Sehari Karyawan Yayasan Pendidikan Gembala Baik Pontianak

    Acara dimulai dengan doa dalam ritus agama Katolik yang dipimpin oleh Pastor Wiliam Chang, OFM. Cap. Setelah selesai doa, acara secara resmi dibuka. Penampilan pertama adalah video perjalanan Bapa Uskup selama mengemban tugas sebagai Uskup Agung Pontianak. Selanjutnya beberapa kata sambutan dari ketua panitia Drs. Junaidi, MM dan kata sambutan Gubernur Kalimantan Barat yang diwakili Sekda Provinsi Kalimantan Barat. Dalam kata sambutannya, beliau mengatakan kesannya kepada bapa uskup yang telah banyak memotivasi dan menginspirasi karena kesetiaan Mgr. Agus dalam tugasnya. Diharapkan para imam tetap setia melayani umat dengan penuh kasih sayang.

    “Jangan gampang mempercayai oknum yang memecah belah kerukunan. Diharapkan pemimpin umat bisa membimbing, agar semua umat bisa bertoleransi dengan baik di Kalimantan Barat tercinta ini”. Kata sambutan dari Gubernur Kalimantan Barat yang dibacakan oleh Sekda Kalimantan Barat.

    Usai kata sambutan dari Sekda Kalbar, kini Mgr. Agus yang menyampaikan kata sambutan kepada para hadirin.

    Ulang Tahun Imamat

    “Kita 100% katolik, 100% Indonesia. Artinya tanggung jawab kita sebagai warga negara dan kehadiran sebagai orang katolik harus dirasakan untuk orang banyak”. Kata Mgr. Agus kepada para hadirin.

    Wartawan senior, Stevanus Akim bersama Samuel, yang merupakan penulis buku berjudul “Mutiara Kata Hati Mgr. Agustinus Agus Gembala Penggerak & Pelayan Hati Umat” juga turut menyampaikan kesan-kesan kepada Mgr. Agus dan sedikit bercerita terkait buku yang akan diluncurkan tersebut.

    “Bukan sekedar teori melainkan aksi nyata. Kata mutiara bukan lagi sebatas kata melainkan kesempatan orang untuk menghayati buku ini.” Tutur Samuel sang penulis buku.

    Baca Juga: Mgr. Agus Adalah Inspirasi Panggilan!

    Setelah itu buku “Mutiara Kata Hati Mgr. Agustinus Agus Gembala Penggerak & Pelayan Hati Umat” ditandatangani oleh Mgr. Agus sebagai penanda buku resmi diluncurkan. Kemudian Mgr. Agus membagikan bukunya kepada Sekda Provinsi Kalimantan Barat yang mewakili Gubernur Kalimantan Barat, Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Ketua MUI Kalimantan Barat, dan Bruder Yohanes, MTB. Kemudian para perwakilan tersebut turut mendampingi acara pemotongan kue bersama Mgr. Agus.

    Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersama. Setelah semua selesai menyantap hidangan yg disajikan, acara diisi dengan ramah tamah dengan musik dan nyanyian. Mgr. Agus pun turut menyumbangkan lagu favoritnya untuk menghibur para tamu undangan. Semua bergembira ria bersama merayakan Hari Ulang Tahun Imamat ke-45 Mgr. Agus.

    Suster Caroline, SFIC & Antonius Jabat Perutusan Baru di Persekolahan Katolik Nyarumkop

    Serah terima jabatan Kepala Sekolah – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Nyarumkop – Mengakhiri Tahun Pelajaran 2021/2022 Yayasan Perguruan Masyarakat Kalimantan Barat (YPMKB) melakukan penyegaran dua kepala sekolah, SMP dan SMA guna menyongsong pembukaan Tahun Pelajaran 2022/2023. Perutusan dan penyegaran kepala sekolah di dua unit berbeda ini diserahterimakan oleh Ketua Yayasan, Bruder Dionisius Bonevantura Frans, MTB pada 18/06/22 yang dihadiri oleh para Pastor, Suster, Bruder, Pendidik dan Tenaga Kependidikan Persekolahan Katolik Nyarumkop.

    Suster Yudit Caroline, SFIC yang sebelumnya menjabat Kepala Sekolah SMP Santo Aloysius Gonzaga mendapat tugas perutusan menjadi Kepala Sekolah SMA Santo Paulus Nyarumkop mengganti Suster Anuria Agnes Saragih, SVD yang akan melanjutkan studi.

    Baca Juga: Rekoleksi Sehari Karyawan Yayasan Pendidikan Gembala Baik Pontianak

    Dan Antonius K menerima perutusan sebagai Kepala Sekolah SMP Santo Aloysius Gonzaga yang sebelumnya menjabat Wakil Kepada Sekolah bidang Kurikulum di unit SMP Santo Aloysius Gonzaga.

    Serah terima jabatan (Sertijab) di dua unit sekolah ini diharapkan mampu mendongkrak elektabilitas pelayanan pendidikan yang bercirikan sekolah Katolik yang humanis, religius serta bermartabat dan berinovasi secara dinamis dalam karya perutusan dibidang pendidikan.

    Perutusan

    Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Perguruan Masyarakat Kalimantan Barat, Bruder Dionisius Bonevantura Frans, MTB  berharap kepada Kepala Sekolah SMP dan SMA yang baru

    “Selalu setialah pada nilai-nilai religius yang melekat pada nama sekolah, yakni Santo Aloysius Gonzaga dan Santo Paulus sebagai pilar utamanya” harapnya.

    Selain itu,  karya perutusan yang diemban hendaknya dimulai dengan kerja sama dan komunikasi harmonis antar Yayasan, Pendidik dan Tenaga Kependidikan dimasing-masing unit sekolah. Proficiat PKN.

    Rekoleksi Sehari Karyawan Yayasan Pendidikan Gembala Baik Pontianak

    Rekoleksi Sehari Karyawan Yayasan Pendidikan Gembala – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Kubu Raya – Yayasan Pendidikan Gembala Baik Pontianak yang sudah berusia kurang lebih 49 tahun mengadakan Rekoleksi Sehari pada Minggu, 19 Juni 2022 di Rumah Retret St. Fransiskus Dari Asisi, Tirta Ria, Kubu Raya. Dengan tema “Menjadi Karyawan yang Profesional”. Rekoleksi ini diikuti oleh semua unit, mulai dari Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas.

    Hadir pula pengurus yayasan, Dr. Paulus Toni Tantiono, OFM Cap selaku ketua Yayasan, pastor Kosmas Jang, OFM Cap selaku bendahara I, dan pastor Plasida Palius, OFM Cap selaku sekretaris II. Selain itu beberapa pengurus belum bisa turut menghadiri karena beberapa kesibukan lainnya, yaitu pastor Fransiskus Robertus, OFM Cap selaku wakil ketua, pastor Paskalis Leonardo Nojo, OFM Cap selaku bendahara II, pastor Yohanes Wahyudi, M.P., OFM Cap selaku sekretaris I dan pastor Aloysius Anong, OFM Cap selaku anggota.

    Sebagai lembaga yang bergerak dalam bidang pendidikan, Yayasan Pendidikan Gembala Baik tentunya memiliki visi dan misi. “Kita mempunyai visi dan misi yang cukup jelas” papar pastor Toni selaku ketua yayasan.

    Baca Juga: Rapat Kerja Daerah dan Serah Terima Ketua Umum LP3KD Provinsi Kalimantan Barat

    Visi: berpartisipasi dalam menumbuhkan, memelihara, meningkatkan dan mengembangkan kemampuan yang ada pada masyarakat dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional yang demokratis, berkualitas, relevan dan mandiri demi terciptanya manusia yang cerdas dan sejahtera.

    Misi: Sebagai mitra pemerintah dalam penyelenggaraan pendidikan nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa; Menghasilkan manusia-manusia yang bertanggung jawab, pancasilais, jujur dan bijaksana sesuai dengan ajaran katolik; Menghasilkan manusia-manusia yang terampil dalam bidang kesenian/musik, berprestasi di bidang akademik dan olahraga serta meningkatkan mutu pendidikan dalam arti yang seluas-luasnya.

    “Kita harapkan nanti, apalagi dengan adanya kurikulum yang baru lagi diharapkan oleh pemerintah untuk diterapkan, yaitu kurikulum merdeka. Kita bisa semakin mampu menerapkan visi dan misi ini ke dalam sistem pendidikan kita. Tentu tidak mudah, karena kita tahu bahwa untuk mengubah sesuatu yang sudah lama bukan sesuatu yang gampang. Kita masih harus mencoba lagi untuk melatih, kita akan membuat lokakarya-lokakarya dan seminar-seminar. Kita akan mencoba, kalau tahun ini kita sudah bisa mulai melatih semua unit, karena ini tidak bisa menjadi gerakan satu unit saja tapi harus digerakan bersama. Maka, kita coba kalau bisa tahun ini kita melatih semua sehingga tahun depan kita bisa memulai kurikulum merdeka tersebut” harap pastor Toni.

    “Karena itu kan berkesinambungan dari TK ke SD, SD ke SMP dan SMP ke SMA. Jadi tidak bisa hanya satu bergerak yang lain diam, nanti tidak sambung. Ini kan gerakan bersama, kekeluargaan bersama” lanjut pastor Toni.

    Yayasan Pendidikan Gembala Baik Pontianak

    Kegiatan rekoleksi yang diadakan merupakan kegiatan tahunan, biasanya bukan rekoleksi melainkan retret dan menginap beberapa hari tetapi karena adanya masa transisi pandemi covid-19 maka hanya diadakan rekoleksi sehari saja.

    “Retret sebenarnya, setiap tahun diadakan retret selama 2-3 hari. Tapi karena pandemi, situasi membuat kita berhenti sebentar selama dua tahun. Dan karena ini baru mulai kembali ditahun ini setelah kita dua tahun berhenti karena pandemi maka kita coba dulu tahun ini kita adakan satu hari saja rekoleksinya. Tapi kalau situasi nanti sudah agak normal kita mungkin mulai tahun depan mengadakan retret lagi, sekitar 2-3 hari. Supaya lebih banyak yang bisa dialami terutama. Karena kita tidak hanya ingin memberi masukan di otak tetapi juga mengalami bersama, dimana kita merasa satu keluarga, lebih kompak dan lebih bersatu” ungkap pastor Toni

    Pastor Toni berharap bahwa kegiatan ini dimulai kembali dan menjadi suatu langkah yang bisa kembali ke aktivitas yang lebih normal untuk tahun-tahun mendatang. Sehingga dengan demikian  visi dan misi kita tersampaikan lalu kemudian juga jiwa Fransiskan Kapusin juga pelan-pelan makin ditanamkan dalam semua unit dan semua karyawan yang berkerja di Gembala Baik.

    Baca Juga: Eksotisme Bromo: Tempat Healing Religius

    Diadakannya rekoleksi ini bertujuan untuk mengimbangi proses belajar mengajar disekolah bersama peserta didik dan semua aktivitas yang dilakukan oleh karyawan. Selain karyawan juga diikuti oleh pengurus yayasan sebagai satu keluarga. Tidak hanya memusatkan diri dalam masalah akademis tetapi juga memberikan jiwa iman kekatolikan dan semangat Fransiskan Kapusin.

    “Ini memang suatu usaha dari pihak yayasan supaya para karyawan maupun pengurus juga sebagai satu keluarga tidak hanya memusatkan diri dalam masalah akademis. Karena kita berusaha untuk mendidik para murid tetapi juga kita bukan hanya mendidik otak mereka, kita juga ingin memberi kepada mereka jiwa. Jiwa iman kekatolikan dan semangat Fransiskan Kapusin. Maka ini perlu diimbangi dengan aktivitas yang bersifat lebih rohani dan pengembangan kepribadian. Karena itulah dalam beberapa tahun terakhir ini rutin dibuat kegiatan kerohanian. Bertujuan untuk mengisi terutama memang bagian dari kepribadian dan rohani serta semangat iman kekatolikan dan kekapusinan supaya para karyawan yang bekerja di Yayasan pendidikan Gembala Baik ini juga merasa sebagai keluarga besar, bukan hanya karyawan dan “pemberi kerja dan penerima kerja” tapi sebagai suatu keluarga yang bersama-sama memajukan sekolah kita, jadi ada perasaan memiliki” papar pastor Toni yang juga sebagai dosen di Universitas Widya Dharma Pontianak.

    Dilanjutkan oleh pastor kelahiran Pontianak ini, bahwa semua karyawan sebenarnya harus mempunyai perasaan memiliki yang diimbangi dengan visi yang jelas. “Oh saya berkerja sebagai seorang yang mempunyai juga bagian Pendidikan Gembala Baik yang mau memajukan semangat-semangat dari Fransiskus Dari Asisi. Nah, itu yang mau diterapkan dari setiap rekoleksi kita dan retret kita” lanjutnya.

    Rekoleksi

    Materi yang disampaikan dalam rekoleksi ini tentunya berkaitan dengan tema yang diusung, yaitu mengenai karyawan yang profesional. Ada dua materi yang disampaikan. Materi pertama dari Bank BNI mengenai Standar Layanan dan materi kedua dari pemateri utama mengenai pelayanan yang profesional.

    “Inilah rumah kita, kalau ini kita anggap sebagai rumah maka kita berusaha merawat dan menjaganya seperti kita punya rumah masing-masing. Inilah yang harus kita jaga. Jadi, berdirinya, atau tegaknya atau bahkan robohnya rumah ini tergantung dari teman-teman semua. Kalau teman-teman dalam pelayanannya kurang profesional pelan tapi pasti Gembala Baik kita akan menjadi tinggal nama, tetapi kalau teman-teman menunjukkan pelayanan yang baik maka kita akan terus menjaga rumah kita yaitu persekolahan Gembala Baik” papar pastor Stefanus Gathot, OFM Cap mengawali materinya.

    Baca Juga: Tari Jonggan Sambut Peserta Rapat SIGNIS ke-48 di Anjongan, Kalimantan Barat

    “Selain ini menjadi rumah kita, teman teman juga harus menyadari bahwa ini juga menjadi periuk kita. Jadi, Gembala Baik ini menjadi periuk kita, tempat kita untuk menggantungkan hidup keluarga dan kita semua menggantungkan hidup di Yayasan Gembala Baik” lanjut pastor Gathot sebagai pengantar.

    Sebelum masuk pada materi inti pastor Gathot memberikan pemahaman yang ia sebut menyamakan persepsi terlebih dahulu. Supaya memiliki kesamaan pikiran, ide, gerak dan langkah mengenai apa itu rekoleksi.

    Secara singkat menurutnya, rekoleksi itu mau mengumpulkan kembali. Maksud yang dikumpulkan itu bukanlah uang, bukan pula harta benda. Tetapi di dalam rekoleksi yang dikumpulkan adalah pengalaman-pengalaman hidup secara khusus dalam konteks sebagai karyawan di Yayasan Pendidikan Gembala Baik.

    “Dalam rekoleksi kita tidak mengumpulkan uang, tidak mengumpulkan harta benda meskipun itu penting untuk kita semua. Tetapi yang kita kumpulkan adalah pengalaman-pengalaman hidup. Pengalaman hidup secara khusus dalam konteks kita sebagai karyawan di Yayasan Pendidikan Gembala Baik. Lalu kenapa hal ini mau kita kumpulkan?  Karena ada hal yang mau kita buat” katanya.

    Rekoleksi sehari karyawan Yayasan Pendidikan Gembala Baik menghadirkan beberapa rangkaian acara. Diawali dengan doa pembuka, kemudian gerak dan tari, doorprize, materi, makan siang dan makan malam bersama, perkenalan guru/karyawan baru, misa bersama, kata sambutan, apresiasi guru purnatugas, foto bersama dan sayonara.

    Ketua panitia dari unit SD plus Kartika Citra, S.Pd dalam kata sambutannya menyampaikan terima kasih kepada pihak yang telah berpartisipasi dan kepada Yayasan yang telah memberikan kepercayaan kepada unit SD Plus menjadi panitia serta kepada pihak rumah retret yang telah menyediakan waktu dan tempat sehingga kegiatan rekoleksi dapat terlaksana.

    “Peserta rekoleksi ini terdiri atas guru, staf dan karyawan dari tujuh unit kita yaitu dari unit TK Gembala Baik, unit SD Gembala Baik I, SD Gembala Baik II, SD Plus Gembala Baik, SMP Gembala Baik, SMP Plus Gembala Baik dan SMA Gembala Baik. Secara detail karyawan Yayasan Pendidikan Gembala Baik sebanyak 245 orang. Namun yang dapat hadir berjumlah 216 orang. Semoga kita semakin kompak dan solid menjadi karyawan profesional dan memajukan Yayasan Pendidikan Gembala Baik” paparnya mengakhiri sambutan.

    Kemudian kata sambutan dilanjutkan oleh ketua yayasan, yang diwakili oleh pastor Kosmas Jang, OFM Cap selaku bendahara I. Dalam sambutannya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh karyawan yang sudah turut hadir dalam kegiatan rekoleksi, pihak bank BNI, tim dari Rumah Retret Tirta Ria pastor Gathot dan kawan kawan, serta kepada panitia dari unit SD Plus. Pastor Kosmas juga berharap bahwa tahun depan bisa kembali mengadakan retret yang lebih lama.

    Baca Juga: https://ypgembalabaik.or.id/

    “Mudah-mudahan pandemi semakin melandai, supaya kegiatan-kegiatan kita bersama yang kita lakukan selama ini dapat kita laksanakan kembali” harapnya.

    Dan yang tidak kalah penting ucapan terima kasih kepada beberapa karyawan atas pengabdian, pelayanan dan pemberian diri kepada Yayasan.

    “Pada kesempatan ini kami mengucapkan banyak terima kasih. Atas pengabdian, pelayanan, pemberian diri bapak/ibu selama mengabdi dan bekerja dilingkungan yayasan persekolahan Gembala Baik ini. Pasti banyak sumbangsih bapak dan ibu kepada kami semua. Kehadiran, kemudian pekerjaan, kasih, komitmen, loyalitas dan seterusnya yang bapak/ibu berikan terutama kebersamaan dan persaudaraan yang dialami sekian tahun. Kami mendoakan semoga bapak/ibu tetap sehat untuk berkarya dan terus melayani dimana saja. Bapak dan ibu tetap menjadi bagian dari keluarga besar Yayasan Pendidikan Gembala Baik” ungkap pastor Kosmas.

    Dilanjutkan oleh pastor Plasida Palius, OFM Cap yang juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh karyawan dan keluarga besar Yayasan Pendidikan Gembala Baik Pontianak.

    “Bapak/Ibu seluruh karyawan dan keluarga besar Yayasan Pendidikan Gembala Baik Pontianak. Terutama para kepala sekolah yang luar biasa dari SMA, SMP, SD dan TK. Beliau-beliau lah yang menjadi perpanjangan tangan yayasan yang senantiasa aktif meningkatkan, menjaga bahkan mengembangkan mutu dan kualitas pendidikan di yayasan kita” ungkap pastor Pale yang menjabat sebagai sekretaris II di Yayasan Pendidikan Gembala Baik Pontianak.

    Kegiatan dilanjutkan dengan acara apresiasi kepada karyawan yang sudah purnatugas. Telah mengabdi di Yayasan Pendidikan Gembala Baik selama puluhan tahun. Maka pihak yayasan mengapresiasi pengabdian dan pelayanan dengan memberikan penghargaan. Kemudian acara diakhiri dengan foto bersama dan makan malam bersama.

    Rapat Kerja Daerah dan Serah Terima Ketua Umum LP3KD Provinsi Kalimantan Barat

    Mgr. Agustinus Agus menghadiri kegiatan Rakerda LP3KD Kalbar – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Pontianak – Mgr. Agustinus Agus uskup Keuskupan Agung Pontianak menghadiri dan membuka secara resmi Rapat Kerja Daerah yang dilaksanakan oleh Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik Daerah (LP3KD) Kalimantan Barat yang telah dilaksanakan pada  17-18 Juni 2022 di Hotel Orchardz, Pontianak.

    Adapun sub tema yang diusung oleh LP3KD dalam Rapat Kerja Daerah tahun ini adalah “Menggerakan Organisasi untuk Menyukseskan Pesparani Nasional II serta Memperkuat Toleransi dan Moderasi Beragama”.

    Baca Juga: Misa Pembukaan Muskomda ke-IX Pemuda Katolik Kalimantan Barat oleh Mgr Agustinus Agus

    Rakerda dilaksanakan untuk mematangkan persiapan kontingen Kalimantan Barat mengikuti Pesparani Nasional II di Nusa Tenggara Timur pada Oktober 2022 mendatang.

    Pembimas katolik Wilayah Kementerian Agama provinsi Kalimantan Barat, Ketua Umum dan Sekretaris Umum LP3KD provinsi Kalimantan Barat, para Ketua dan Pengurus LP3KD kabupaten/kota se-Kalimantan Barat, dan peserta rapat kerja turut menghadiri kegiatan tersebut.

    TERBARU

    TERPOPULER