Saturday, May 18, 2024
More

    Mutiara Kata-Hati : Menilik Karya Pelayanan Mgr. Agustinus Agus

    Oleh: Helmi Samuel – Tim KOMSOS KAP

    “Satu momen yang paling saya ingat waktu pertama kali bapak uskup masuk ke rutan, di Bengkayang. Bapa uskup masuk ke situ semua nangis loh. Di situ saya merinding dan dalam hati saya berkata beliau ini sangat layak untuk ditulis.”

    MajalahDUTA.Com, Pontianak,- Senyum sumringah terlukis di wajah pria dengan pakaian berwarna hitam dan ungu membalut tubuh yang tak lagi muda dengan bubuhan sebuah topi bundar kecil berwarna ungu yang menutupi sedikit kepalanya namun masih menyisakan warna rambut hitam yang telah berubah menjadi keabuan itu.

    Seluruh hadirin berdiri dan memberikan tepuk tangan kepadanya.

    “Kita sambut Yang Mulia  Mgr. Agustinus Agus. Uskup Keuskupan Agung Pontianak” Seru pembawa acara untuk menyambut Mgr. Agustinus Agus atau yang kerap disapa Mgr. Agus itu memasuki ballroom di Qubu Resort Pontianak untuk merayakan 45 tahun pengucapan janji imamatnya (19/6).

    Baca Juga: Perayaan Ulang Tahun Imamat Mgr. Agustinus Agus ke-45 Tahun

    Dihadiri sekitar 300 tamu undangan yang terdiri dari para pejabat pemerintah pusat, provinsi maupun kepala daerah setingkat kabupaten serta dihadiri pula para tokoh lintas agama dan para biarawan-biarawati yang duduk bersama di ruangan berwarna merah yang terkesan meriah, menunjukkan kedekatan Mgr. Agus tidak hanya pada umat Katolik khususnya di wilayah Keuskupan Agung Pontianak namun kepada seluruh lapisan masyarakat di sekitar wilayah perutusannya itu.

    Peduli Terhadap Pendidikan 

    Bunyi tepuk tangan membanjiri ruangan menyambut Junaidi selaku ketua panitia acara Ulang Tahun Imamat Ke-45 Mgr. Agustinus Agus yang berdiri di depan mimbar, ia menyampaikan beberapa kesan terhadap apa yang telah dilakukan Mgr. Agus dalam masa pelayanannya di Keuskupan Agung Pontianak (KAP).

    “Bahkan yang paling penting dalam peningkatan sumber daya manusia Kalimantan Barat dengan mendirikan pendidikan tinggi dan universitas katolik di Kalimantan Barat”  jelas Junaidi dengan rasa bangga melihat apa yang telah dilakukan oleh Uskup Keuskupan AGung Pontianak itu.

    Hubungan yang Baik dengan Pemerintah 

    “Pada bapak ibu juga saya berterima kasih sejak saya bertugas di Pontianak hubungan dengan pemerintahan daerah baik tingkat provinsi, kabupaten, maupun kecamatan saya kira terjalin dengan baik.” Ungkap  Mgr. Agus dalam kata sambutannya pada malam itu.

    Selain itu ia juga mengungkapkan bahwa hubungan baiknya dengan Gubernur Kalimantan Barat.

    “Pak Gubernur bersiap juga mendengarkan masukan dari saya.” Ucap Mgr. Agus di hadapan tamu undangan.

    Peluncuran Buku Mutiara-Hati

    Dalam acara ini juga dilaksanakan peluncuran buku Mutiara Hati hasil karya Samuel sebagai sebuah refleksi perjalanan Mgr. Agus selama berkarya di Keuskupan Agung Pontianak. Suasana terasa hening, kala menyimak penyampaian Samuel selaku penulis buku Mutiara-Hati.

    Baca Juga: Rekoleksi Sehari Karyawan Yayasan Pendidikan Gembala Baik Pontianak

    “Satu momen yang paling saya ingat waktu pertama kali bapak uskup masuk ke rutan, di Bengkayang. Bapa uskup masuk ke situ semua nangis loh. Di situ saya merinding dan dalam hati saya berkata beliau ini sangat layak untuk ditulis.” ucap Samuel dengan nada lirih mengingat kembali kejadian yang menyentuh hati kecilnya.

    Setelah itu dilakukan seremonial penandatangan secara simbolis oleh Mgr. Agus sebagai peresmian peluncuran buku tersebut.

    Related Articles

    Stay Connected

    1,800FansLike
    905FollowersFollow
    7,500SubscribersSubscribe

    Latest Articles