Friday, April 24, 2026
More
    Home Blog Page 98

    Indikasi Perang Intelejen Asing Jelang Pilpres 2024, Harus Di waspadai

    Indikasi Perang Intelejen Asing Jelang Pilpres 2024, Harus Di waspadai

    MajalahDUTA.Com, Jakarta- Pada 2014 silam kedua negara AS dan RRC mendukung Capres yang sama, yaitu Joko Widodo, Incumbent Gubernur DKI Jakarta, akan tetapi Konstelasi politik jelang Pilleg/Pilpres Indonesia 2024 sudah jauh sekali (signifikan) berubah drastis, demikian dikatakan Setyoko Pengamat Politik kepada nasionalpos.com

    “Kini, menghadapi perhelatan Pilpres Indonesia 2024 yang satu tahun ke depan — sepertinya sulit dibuktikan, namun dapat dirasakan adanya indikasi perang intelijen AS versus RRC tersebut.” Ungkap Setyoko

    Menurut Setyoko, AS dan RRC dinilai punya kepentingan dalam Pilpres Indonesia 2024, dirinya menduga 2 negara ini punya kepentingan dan agenda besar menjadikan Indonesia sebagai mitra strategis mereka. AS maupun RRC pasti butuh Indonesia. Itu wajar, karena Indonesia memiliki sumber kekayaan alam yang sangat melimpah.

    Lebih lanjut Setyoko mengatakan Jadi, wajar AS dan RRC punya kepentingan di setiap Pilpres Indonesia, kita bisa lihat 2 periode Presiden Joko Widodo berkuasa, bagaimana dekatnya Indonesia dengan RRC, sementara pada saat yang sama AS belum tentu enjoy/happy melihat kedekatan RI — RRC. AS bahkan menginginkan RI jauhi RRC, dekati Israel. Pada saat kampanye Pilpres 2024 mendatang yang akan berlangsung selama 75 hari mulai 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024, dipastikan akan banyak pendapat yang mengatakan akan terjadi perang intelijen dalam Pilpres Indonesia 2024.

    “Beberapa pendapat dari berbagai pihak, mengkhawatirkan tentang kemungkinan keterlibatan badan-badan intelijen, baik itu badan intelijen dalam negeri maupun intervensi badan intelijen asing.”ucap Setyoko

    Setyoko juga mengungkapkan bahwa Yang lebih menggetarkan lagi kata sejumlah pengamat politik/intelijen, ada intelijen asing yang turun tangan dan atau jemput bola ke Indonesia, kabarnya kekuatan-kekuatan asing tersebut, diduga mencoba menarik BIN, TNI, dan Polri untuk mendukung Paslon tertentu. 2024 adalah tahun politik, selain berlangsung Pilpres Indonesia adalah agenda penyelenggaraan terpenting di Indonesia, setelah Pilleg DPR/DPD RI. Kedua agenda tersebut adalah bagian dari implementasi sistem demokrasi yang dianut negara Indonesia.

    “Ihwal penyelenggaraan Pilleg biasanya tak diributkan soal keterlibatan intelijen, namun pada event Pilpres Indonesia 2024 justru kemungkinan perang intelijen asing disebut-sebut lebih riuh terlibat. Banyak yang kemudian menyederhanakan dan atau berspekulasi keterlibatan intelijen baik sebagai organisasi maupun pribadi/personal.” tukas Setyoko.

    Tentu, imbuh Setyoko, sangat disayangkan sesungguhnya menyebut intelijen demikian entengnya, padahal Intelijen bisa didefinisikan, yaitu: a. Intelijen Sebagai Pengetahuan; b. Intelijen Sebagai Kegiatan; c. Intelijen Sebagai Organisasi; Penggunaan ilmu intelijen seperti pembentukan opini, negative campaign memang nampaknya telah digunakan, namun penggunaan black campaign nampaknya belum terlihat. Akan tetapi, dinilai masih dalam tahap yang wajar–bukan sebagai sebuah hasil operasi intelijen dalam lingkup besar yang terencana dengan apik/matang.

    Contoh operasi intelijen yang sukses adalah pola pemenangan Capres Donald Trumph oleh pihak Telik Sandi Rusia pada perhelatan Pilpres AS akhir 2016 silam, yang mana disinyalir kuat bahwa Markas Besar Partai Demokrat, dan E-Mail dari Capres Partai Demokrat Hillary Clinton itu diintersepsi/disadap oleh agen-agen intelijen Rusia.

    “Jadi, soal kemungkinan adanya monitoring serta ikhtiar mempengaruhi dari pihak telik sandi asing sangat memungkinkan terjadi pada perhelatan Pilpres Indonesia 2024 mendatang. Hal ini yang sangat mendesak untuk diwaspadai agar agen-agen telik sandi Indonesia dan elite politik Indonesia tidak sampai terbina (tergalang) dan membocorkan rahasia NKRI kepada kekuatan-kekuatan asing tersebut.”ucap Setyoko.

    Setyoko juga mengingatkan agar semua ikhtiar infiltrasi dan atau penetrasi pihak telik sandi asing jelas sangat terkait dengan kepentingan nasional (national interest) negaranya masing-masing. Pada prinsipnya aktivitas sebuah kantor perwakilan diplomatik atau Kedubes asing selain mewakili sebuah negara, juga melakukan aktivitas apa yang biasa disebut dalam bahasa intelijen sebagai Pulin, Puldat, dan atau Pulbaket. Intinya, Kedubes asing itu adalah sebuah intelligence station.

    Maka dari itu, lanjut Setyoko, yang lebih mendesak kini bagi para bakal capres-cawapres sebaiknya harus ekstra hati-hati dengan adanya bisikan dan atau masukan yang nampaknya baik–tetapi kemudian justru menyesatkan atau menimbulkan polemik yang merugikan citranya sebagai Paslon Pilpres 2024 mendatang.

    Awalnya nampak baik-baik saja, tapi justru mengarahkan dan atau mendorong seseorang (capres atau cawapres) tercebur dalam perangkap, kejeblos dalam lubang got. Sangat mendesak, selain waspada perlu aksi kontra-intelijen–mendatang prioritaskan pengamanan pribadi, pengamanan informasi, pengamanan alutsistel, pengamanan aktivitas, dll, agar masing-masing Paslon terhindar dari unsur-unsur pendadakan strategis.

    “Pendadakan strategis di sini tentunya bersifat multi dimensi, bukan sekedar kepentingan politik elektoral sebetulnya. Lebih dari itu, ideologi, ekonomi, budaya, dan banyak aspek lainnya, karena itu sebaiknya bacapres, parpol, masyarakat dan bahkan Badan Intelijen Negara agar lebih mewaspadai adanya indikasi perang intelejen asing yang bisa berimplikasi menggerogoti kedaulatan NKRI “pungkas Setyoko.

    Memaknai Peristiwa Kecil

    Misa Orang Kudus Sancta Clara 11 Agustus 2022-Bersama: RD Hubert Hady Setiawan

    MajalahDUTA.Com, Santa Clara- Tepat pada 11 Agustus 2022, Societas Sancta Clara telah mengadakan perayaan misa syukur perayaan Hari Orang Kudus Santa Clara bersama Opa-Oma yang dipimpin oleh RD Hubert Hady Setiawan. Dalam perayaan misa tersebut RD Hubert Hady Setiawan mengajak seluruh umat yang hadir untuk mendoakan intensi-intensi pribadi, wujud doa bagi kesehatan, keselamatan, kebahagian, kesucian jiwa dan mendoakan Opa-Oma, komunitas Societas Sancta Clara bersama Yayasan Tangan Kasih Mulia.

    Dalam sambutan pembuka misa, RD Hubert Hady Setiawan mengungkapkan bahwa Santa Clara adalah seorang santa yang luar biasa. Kehadiran Santa Clara ditunggu oleh keluarga besarnya, kecantikannya membahana hingga ke desa-desa, juga kecerdasannya. Santa Clara dalam pergaulan kesehariannya juga mengenal Santo Fransiskus Assisi yang kebetulan bertemu dengan pemuda itu (Santo Fransiskus Asissi).

    Menurut RD Hubert Hady Setiawan, mungkin awalnya Santa Clara menghindari Santo Fransiskus Asissi. Karena Fransiskus dikenal agak nakal dan suka menggangu gadis-gadis yang cantik. Namun setelah beberapa saat mereka berpisah, sempat Santo Fransiskus di penjara Perugia dan berubah menjadi pribadi yang saleh. Mengagumkan karena ‘pergoncangannya’ luar biasa, dari kenakalan menjadi kebajikan dan pandai berkotbah.

    “Dan yang paling mengagumkan bagi Santa Clara adalah bagaimana anak orang kaya ini (Santo Fransiskus) hidup dari mengemis dan ingin memerdekakan semuanya,” kata RD Hubert Hady Setiawan.

    Siapa yang pernah masuk penjara?

    Memulai homilinya RD Hubert Hady Setiawan bertanya kepada sejumlah Oma-Opa dan Suster yang hadir dalam misa, demikian bunyinya; “Saudara-saudari yang terkasih, siapa yang pernah masuk penjara?” tanya Pastor.

    Dari rekaman video, sontak semua umat binggung dan sempat bertanya ulang. Namun ditegaskan kembali oleh RD Hubert Hady Setiawan dengan bertanya; “siapa yang pernah masuk penjara, baik itu pelayanan kah, atau kunjungan yang penting pernah masuk ke dalam penjara,” ulang RD Hubert Hady Setiawan sembari senyum-senyum sambil menatap Oma-Opa.

    Kemudian RD Hubert Hady Setiawan dengan nada lembut bertanya lagi dengan Suster: “Suster, apa bedanya tinggal di penjara dengan di biara?” tanyanya lagi.

    Kemudian suster lansia itupun menjawab dengan semangatnya dan tampak berapi-api dengan bahasa yang santun: “jadi kalau di penjara hanya berkunjung, ada rasa iba dan berdoa, tapi kalau di biara senang sekali, bahagia,” jawab suster lansia itu.

    “Hmmm, (dengan nada dalam dan memahami), siapa yang mau ikut ke biara? Nanti bungkus-bungkus pakaian dan masih punya kesempatan, ” jawab Pastor dan tanya balik kepada umat?

    Dalam pemerenungannya RD Hubert Hady Setiawan menyampaikan kepada umat sekalian. Bahwa seseorang yang pernah dipenjara dan keluar kemudian mendirikan biara itulah Fransiskus Asissi. Bapa Fransiskus Asissi tahu persis apa bedanya penjara dan biara.

    Coba sekarang kita tanya Pak Andre; “Pak Andre, apasih bedanya penjara dengan rumah bapak?. Bagaimana bangunan dalam penjara?” tanya RD Hubert Hady Setiawan.

    Pak Andre: “Sama-sama ada terbatas. Di Penjara dia dibatasi oleh aturan yang ada disana, situasi yang ada disana, dan bahkan ada orang-orang yang hanya melihat dari kejauhan, bahkan merasakan sinar matahari saja jarang. Dia hanya bisa melihat tetapi tidak bisa berjemur. Berjemur itu kemewahan. Sedangkan di biara terbatas juga tetapi atas kehendak diri dalam kebebasan, berbeda sekali begitu Romo,” katanya sambil memperagakan apa yang dibicarakan.

    Kemudian RD Hubert Hady Setiawan melanjutkan renungannya dengan mengambil contoh di Indonesia saat ini sedang ramai diperbincangkan tentang topik Ferdy Sambo. Selama 24 jam pemberitaan nonstop tentang pemberitaannya di media massa. Menurut RD Hubert Hady Setiawan, sampai saat ini sebetulnya masyarakat tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya.

    “Kita orang luar hanya bisa ‘mereka-rekakan’ bahkan menghakimi. Dan sebenarnya kita tidak pernah tahu,” katanya.

    “Begitu juga kehidupan kita,” lanjut Pastor,  “yang tahu kehidupan kita hanya diri kita sendiri. Orang lain hanya bisa melihat dengan kaca mata dan ukuran mereka saja. Namun semuanya bukan tergantung dengan kata orang.”

    Perubahan hidup dalam pemaknaan rohani

    Santo Fransiskus yang latar belakangnya adalah orang yang nakal. Dia adalah seniman dan suka dengan gadis yang cantik-cantik, dan tentunya Santa Clara melihat itu bukanlah sebuah idola atau sebagainya. Santo Fransiskus terkenal dengan gonta-ganti pacar, mabok-mabokan, berfoya-foya. Dia berubah bersama dengan pengalaman rohaninya,  karena Tuhan ada dalam dirinya.

    Meranjak remaja Dia ingin menjadi Serdadu, kenapa?- tanya RD Hubert Hady Setiawan kemudian.

    Karena seorang serdadu bisa merubah hidupnya, ya seperti Ferdy Sambo-lah kira-kira. Bisa menguasai ini dan ini ditambah lagi banyak orang yang melirik karena seragamnya penuh dengan bintang-bintang. Dan pada waktu itu ada peperangan 1202 (November) Pecah perang antara Perugia dan Assisi. Fransiskus yang bertempur di pihak Assisi menjadi tawanan perang di penjara Perugia. Dimana-mana penjara tetap sama, bahkan ada yang lebih sadis. Namun karena pengalamannya dan pertemuannya dengan Tuhan secara spiritual, membuat ia terbebas dari belenggu dunia.

    Hal yang kecil, mulai Santo Fransiskus dilakukan namun bukan berarti hal kecil itu tidak bermakna. Menutup homilinya RD Hubert Hady Setiawan berharap semoga di masa lansia ini Oma-Opa selalu diberkahi dan diberikan kebahagiaan dalam hidup sebagaimana memaknai hidup dari hal yang kecil.

    Kisah Santa Clara (Klara)

    Klara dilahirkan sekitar tahun 1193 di Assisi, Italia. Ia hidup pada jaman St. Fransiskus dari Assisi. Klara menjadi pendiri suatu ordo religius para biarawati yang disebut “Ordo Santa Klara (Klaris), OSCl” Ketika Klara berusia delapan belas tahun, ia mendengarkan khotbah St. Fransiskus. Hatinya berkobar dengan suatu hasrat yang kuat untuk meneladaninya. Ia juga ingin hidup miskin serta rendah hati demi Yesus. Jadi suatu malam, ia melarikan diri dari rumahnya.

    Di sebuah kapel kecil di luar kota Assisi, Klara mempersembahkan dirinya kepada Tuhan. St. Fransiskus menggunting rambutnya dan memberinya sehelai jubah coklat kasar untuk dikenakannya. Untuk sementara waktu, Klara tinggal bersama para biarawati Benediktin hingga biarawati lainnya bergabung dengannya. Orangtua Klara mengupayakan segala usaha untuk membawanya pulang ke rumah, tetapi Klara tidak mau kembali. Tak lama kemudian Agnes, adiknya yang berusia lima belas tahun, bergabung dengannya. Para gadis yang lain pun ingin pula menjadi pengantin Kristus. Jadi, sebentar saja sudah terbentuklah suatu komunitas religius kecil.

    St.Klara dan para biarawatinya menjalani pola hidup asketis yang ketat. Mereka tidak mengenakan sepatu, tidak pernah makan daging, tinggal di sebuah rumah sederhana dan hidup dalam keheningan dan tidak berbicara hampir sepanjang waktu. Namun demikian, para biarawati itu amat bahagia karena mereka merasa Yesus dekat dengan mereka.

    Suatu ketika sepasukan tentara yang beringas datang untuk menyerang Kota Assisi. Mereka telah merencanakan untuk menyerang biara terlebih dahulu. Meskipun sedang sakit parah, St. Klara minta untuk dibopong ke altar. Ia menempatkan Sakramen Mahakudus di tempat di mana para prajurit dapat melihat-Nya. Kemudian Klara berlutut serta memohon kepada Tuhan untuk menyelamatkan para biarawati. “Ya Tuhan, sudilah melindungi para biarawati yang saat ini tidak dapat aku lindungi,” doanya. Suatu suara dari hatinya terdengar berbicara: “Aku akan selalu menempatkan mereka dalam perlindungan-Ku.” Bersamaan dengan itu, suatu kegentaran hebat meliputi para prajurit dan mereka segera lari pontang-panting.

    St. Klara menjadi priorin (=pemimpin) di biaranya selama empatpuluh tahun. Duapuluh sembilan tahun dari masa itu dilewatkannya dengan menderita sakit. Meskipun demikian, St. Klara mengatakan bahwa ia penuh sukacita sebab ia melayani Tuhan. Sebagian orang khawatir para biarawati tersebut menderita sebab mereka teramat miskin. “Kata mereka kita ini terlalu miskin, tetapi dapatkah suatu hati yang memiliki Allah yang Mahakuasa sungguh-sungguh miskin?”

    St. Klara wafat pada tanggal 11 Agustus 1253. Hanya dua tahun kemudian ia dinyatakan kudus oleh Paus Alexander IV.

    Penyatuan pengalaman, kekuatan, dan lahirkan harapan

    Paus bertemu dengan Federasi Penyakit Langka Italia (UNIAMO) di Clementine Hall (Vatican Media)

    MajalahDUTA.Com, Vatikan- Bertemu dengan delegasi Federasi Penyakit Langka Italia (UNIAMO), Paus Fransiskus mendorong organisasi tersebut untuk melanjutkan advokasinya untuk layanan kesehatan yang lebih berkualitas dan inklusif bagi mereka yang terkena dampak.

    Paus Fransiskus pada hari Senin menyambut delegasi Federasi Penyakit Langka Italia (UNIAMO), aliansi nirlaba lebih dari 150 asosiasi yang bekerja sama untuk meningkatkan kehidupan orang yang hidup dengan penyakit langka, mendukung keluarga mereka, dan mengadvokasi mereka hak dengan membangun jaringan dengan pemangku kepentingan utama, termasuk pembuat kebijakan.

    Dalam sambutannya Paus menyoroti nilai-nilai yang mendasari kerja Federasi. Nilai pertama adalah berbagi yang terangkum dalam semboyannya “Mari Bersatu” (UNIAMO), yaitu menyatukan pengalaman, kekuatan, dan harapan.

    Pada awalnya, berbagi adalah “keharusan” bagi mereka yang terkena penyakit langka dan keluarga mereka yang perlu merujuk pada asosiasi yang menyatukan orang-orang yang menghadapi masalah yang sama, yang mengetahui gejala, terapi, dan pusat perawatan.

    Perlahan, bagaimanapun, itu “menjadi pilihan”, pada dasarnya karena dua alasan. Salah satu alasannya adalah kesadaran bahwa itu membantu dan menawarkan setidaknya solusi praktis sementara.

    “Alasan lain, adalah penemuan “kesenangan hubungan antarmanusia” dan kebaikan yang diperoleh dari persahabatan baru dengan orang-orang yang dapat bersama-sama membantu memikul beban situasi sulit,” lanjut Paus.

    Nilai fundamental kedua yang diwujudkan oleh UNIAMO adalah potensinya untuk memberikan kontribusi bagi kebaikan bersama, dan khususnya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat nasional dan daerah.

    Menurut Paus Fransiskus, “politik yang baik” juga bergantung pada kontribusi asosiasi, yang, pada isu-isu tertentu, “memiliki pengetahuan dan perhatian yang diperlukan untuk orang-orang yang berisiko diabaikan” dan terpinggirkan.

    Ini bukan masalah mengklaim bantuan untuk kategori tertentu, “tetapi berjuang agar tidak ada yang dikecualikan dari layanan kesehatan, tidak ada yang didiskriminasi, atau dihukum,” tegas Paus, mengacu juga pada bidang penelitian ilmiah. .

    “(Organisasi) seperti milik Anda dapat menekan kami untuk mengatasi hambatan nasional dan komersial untuk berbagi hasil penelitian ilmiah, sehingga dapat mencapai tujuan yang saat ini tampak sangat jauh.”

    Paus Fransiskus lebih jauh mengatakan bahwa, dengan memberikan suara “kepada banyak orang yang, sendirian, tidak dapat membuat diri mereka didengar” asosiasi seperti UNIAMO tidak hanya meminta dukungan, tetapi juga memberikan kontribusi penting kepada lembaga publik, dengan kontak keahlian mereka, dan yang terpenting, orang-orang yang mau bekerja untuk kebaikan bersama

    “Dalam berinteraksi dengan institusi, di berbagai tingkatan, Anda tidak hanya meminta, tetapi juga memberi: pengetahuan, kontak, dan terutama orang, yang dapat membantu untuk kebaikan bersama, jika mereka bekerja dalam semangat pelayanan sipil.”

    Oleh karena itu, Paus menyimpulkan dengan mendorong jaringan Italia untuk melanjutkan komitmennya dan memohon Perawan Maria Terberkati untuk menemani setiap orang dan keluarga yang terkena penyakit langka.

    Kelembutan hati kita, adalah pewartaan kasih Tuhan

    Paus Fransiskus pada Audiensi Umum mingguan (Vatican Media)

    MajalahDUTA.Com- Pada Audiensi Umum mingguan, Paus Fransiskus merenungkan pewartaan Kristiani tentang kedekatan Allah, dan mendorong kita untuk menarik kekuatan dari hubungan kita dengan Yesus untuk mewartakan Injil bersama dalam kelemahlembutan. Tulisan ini dirilis pada 15 Februari 2023, 09:18 waktu Vatikan yang ditulis oleh reporter berita Vatikan Devin Watkins.

    Menarik dalam pesan yang disampaikan oleh Paus Fransiskus. Dalam Audiensinya Paus melanjutkan rangkaian katekese tentang semangat penginjilan—semangat apostolik—pada Audiensi Umum hari Rabu.

    Ia merenungkan “wacana misionaris” yang Yesus berikan kepada murid-murid-Nya dalam Injil Matius (10:7-16) segera setelah Ia memanggil mereka.

    Paus mencatat bahwa Yesus memanggil 12 Rasul “agar mereka dapat bersama-Nya dan Dia dapat mengutus mereka untuk berkhotbah.” Dia menunjuk pada tindakan ganda “bersama” dan “keluar” dalam panggilan Yesus, dengan mengatakan aktivitas misionaris Kristen dimulai dengan perjumpaan dengan Kristus dan bergerak keluar.

    “Bersaksi tentang Dia berarti memancarkan Dia. Namun, jika kita tidak menerima terang-Nya, kita akan padam. Jika kita tidak menghadiri-Nya, kita akan menanggung diri kita sendiri alih-alih Dia, dan semuanya akan sia-sia.” Ia menambahkan bahwa Yesus mengutus murid-murid-Nya segera setelah memanggil mereka, yang menunjukkan bahwa pengalaman misionaris merupakan bagian integral dari pembinaan Kristiani.

    Kasih Allah yang diberikan secara cuma-cuma

    Paus Fransiskus kemudian merenungkan tiga aspek pewartaan Kristiani: mengapa, apa, dan bagaimana mewartakan.

    “Yesus, menjabarkan “mengapa” dalam beberapa kata singkat: “Kamu telah menerima dengan cuma-cuma, berikan dengan cuma-cuma. Cinta yang diberikan Tuhan dengan cuma-cuma memenuhi kita dan kita secara alami terdorong untuk berbagi cinta itu dengan orang lain,” kata Paus.

    Kedekatan Tuhan

    Dia mencatat bahwa “apa” dari pewartaan kita berkaitan dengan dekatnya kerajaan surga. Aspek terpenting dari khotbah, adalah bahwa “Tuhan sudah dekat”.

    “Lebih mudah menasihati orang untuk mencintai Tuhan daripada membiarkan diri kita dicintai oleh-Nya,” tegas Paus.

    Paus mengatakan pewartaan Kristiani harus mengutamakan Tuhan, sementara kita membiarkan diri kita dibentuk oleh kasih dan tindakan-Nya.

    Kelemahlembutan dalam berdakwah

    Paus Fransiskus kemudian berbicara panjang lebar tentang “bagaimana” mewartakan, yang dia catat merupakan bagian yang lebih panjang dari wacana misionaris Yesus sendiri.

    “Dia memberi tahu kita bahwa sikap, gaya itu penting untuk memberikan kesaksian. Mari kita dengarkan bagaimana Dia ingin kita menjadi: ‘Aku mengutus kamu seperti domba di antara serigala.’”

    “Yesus, tidak pernah meminta kita menghadapi serigala dengan argumen tandingan atau pembelaan iman yang dipersiapkan dengan baik. Sebaliknya, Yesus memberi tahu murid-murid-Nya untuk “lemah lembut dan polos, rela berkorban,” kata Paus.

    Dan Dia pada gilirannya akan melindungi anak domba-Nya dari serigala, tetapi hanya jika mereka tetap lemah lembut seperti anak domba.

    Kesatuan misionaris

    Sebagai kesimpulan, Paus Fransiskus mencatat bahwa Yesus berkata untuk pergi misi bersama tanpa bekal materi atau keduniawian, hanya percaya pada Penyelenggaraan Tuhan.

    “Gereja apostolik sepenuhnya misioner, dan menemukan kesatuannya dalam misi,” katanya. “Jadi: majulah, lemah lembut dan baik seperti anak domba, tanpa keduniawian, bersama-sama.”

    Paus Fransiskus akan merayakan sepuluh tahun kepausannya

    Paus Fransiskus akan merayakan sepuluh tahun kepausannya- Sumber: Vatikan Media

    MajalahDUTA.Com- Berita Vatikan merilis pemberitaan tentang sinode Digital yang meluncurkan prakarsa doa online untuk memperingati sepuluh tahun kepausan Paus Fransiskus pada 13 Maret.

    Tepat sebulan dari sekarang, pada 13 Maret, Paus Fransiskus akan merayakan sepuluh tahun kepausannya.

    Untuk menyoroti peringatan tonggak sejarah ini dengan cara yang “viral”, Sinode Digital telah meluncurkan peta daring khusus yang menampilkan lilin-lilin virtual yang menyala mewakili doa umat beriman di seluruh dunia untuknya.

    Menurut siaran pers, “Pelayanan Petrus adalah anugerah besar yang diberikan Yesus kepada Gereja-Nya dan kita harus selalu mensyukurinya. Oleh karena itu, doa harus menjadi pemberian terbaik kita, agar Tuhan dapat mendukung pelayanan orang yang telah Dia pilih untuk pelayanan ini karena di atas batu karang ini Dia membangun Gereja-Nya dalam waktu dan sejarah”.

    Siapa pun yang ingin bergabung dengan prakarsa ini akan menemukan undangan di situs web untuk berdoa satu atau lebih Salam Maria. “Akhirnya kami akan mengirimkan kepada Bapa Suci peta dengan ‘lilin kecil’ yang melambangkan Salam Maria yang didoakan untuknya, berterima kasih kepada Tuhan atas Rahmat-Nya,” siaran pers menyimpulkan.

    Seminar Sehat untuk Oma-Opa

    Seminar 27 Agustus 2022, Bersama dokter Tania

    MajalahDUTA.Com, Santa Clara- Seminar Kesehatan dan Olah Raga Ringan untuk Oma-Opa bersama dokter Tania pada 27 Agustus 2022 tampaknya memberikan sebuah berkah untuk Oma-Opa yang mengikuti seminar tersebut. Gaya enerjik dengan bahasa yang santun, dokter Tania memberikan tips-tips hidup sehat dan mengingatkan Opa-Oma untuk selalu memprioritaskan kesehatan.

    Seminar yang diikuti oleh Opa-Oma Santa Clara merupakan serangkaian acara Agenda komunitas Santa Clara di Denpasar. Menurut Pastor Andreas Kurniawan OP acara seminar bagi Opa-Oma ini adalah sejalan dengan misi dari komunitas Santa Clara yang merupakan salah satu “warisan semangat” kemanusiaan dari Almarhum Oma Clara yang kini diteruskan oleh anak-anaknya.

    Manusia pasti mengalami proses penuaan dan tentu pula ada dampak untuk fisik seseorang hal itu selaras dengan itu dokter Tania juga mengingatkan bahwa keseimbangan adalah hal yang paling penting untuk kesehatan.

    Cara mencapainya juga sederhana, bisa dengan olah raga ringan yang terprogram dan menyenangkan, karena didalamnya ada stimulasi mental, serta aktivitas sosial jika dilakukan bersamaan dapat membantu sirkulasi kesehatan biologis.

    “Oma-Opa nanti jangan hanya ingat diruang dokter aja pantangannya, tetapi lupa kalau udah dirumah. Harus ingat-ingat ya apa saja makanan yang prioritas untuk dimakan,” kata dokter Tania sembari canda jenakanya.

    Dalam peristiwa itu, dokter Tania juga memaparkan mengenai makanan apa saja yang baik dikonsumsi oleh Oma-Opa, makanan yang bervitamin B6, B12 hingga pola makan yang teratur. Selain itu, beliau juga berpesan untuk selalu mengkontrol kesehatan berkala karena dengan itu adalah salah satu kunci untuk tetap sehat dan bugar, kemudian tentunya rajin berolah raga serta selalu berpikir positif.

    Dalam video dokumentasi yang direkam saat seminar kala itu terlihat ada 13 Oma-Opa diantaranya juga ada Suster lansia yang mengikuti seminar kesehatan saat itu. Kegiatan nan hangat dan penuh dengan sukacita itu ditutup oleh dokter Tania dengan olah raga ringan dan latihan keseimbangan bersama peserta.

    Uskup Agustinus Launching Lomba Cipta Lagu Etnis Bertema Maria

    Gua Maria Ratu Pencinta Damai Anjungan

    MajalahDUTA.Com- Shalom sobat Katolik Keuskupan Agung Pontianak, apa kabar? Sehat selalu dan selalu dipenuhi berkat ya.

    Ada kabar berkat dari Uskup Agustinus bahwa pada 29 April 2023 nanti akan digelar acara Lomba Cipta Lagu Etnis Maria dalam rangka syukur 50 tahun Gua Maria Ratu Pencinta Damai Anjungan.

    Kabar gembira ini sudah di launching sendiri oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus pada 2 Februari 2023 di Anjungan kemarin, bertepatan dengan misa pemberkatan salib IYD dan penutupan Temu Pastores Keuskupan Agung Pontianak.

    Uskup Agustinus mengajak seluruh umat Katolik baik diwilah Keuskupan Agung Pontianak maupun tiga Keuskupan yang ada di Kalimantan Barat lainnya. Diantaranya ada Keuskupan Ketapang, Keuskupan Sanggau dan Keuskupan Sintang.

    Di depan seluruh Pastor Paroki Keuskupan Agung Pontianak, dan sejumlah utusan OMK seluruh paroki Keuskupan Agung Pontianak Bapa Uskup resmi membuka secara resmi Lomba Cipta Lagu Etnis yang bertema “Maria”.

    Nuansa Etnis

    Etnis yang dimaksudkan oleh Bapa Uskup Agustinus adalah bisa bernuansa Tionghua, Melayu atau Dayak. Seluruh peserta diajak untuk bebas berkreasi untuk memberikan persembahan yang terbaik untuk 50 Tahun Gua Maria Ratu Pencinta Damai Anjungan yang berbersejarah itu.

    Sedikit gambaran, hadirnya Gua Maria Anjungan di Keuskupan Agung Pontianak merupakan peristiwa yang boleh dikatakan sebuah mukjizat pengampunan antar etnis yang kala itu sempat diadu domba oleh kepentingan politik masa “demonstrasi’ dari orang Dayak terhadap orang Tionghoa yang berakibatkan korban nyawa dan harta yang begitu banyak tepat pada 17 Oktober 1967 lalu.

    Peristiwa kelam itu diobati oleh kehadiran Gua Maria Ratu Pencinta Damai dan tepat pada 29 April 1973, Mgr. Hieronymus Bumbun, OFM.Cap yang pada saat itu masih pastor dan menjabat sebagai Vikjen Keuskupan Agung Pontianak, meresmikan dan memberkati Gua Maria Anjongan yang kemudian diberi nama “Maria Ratu Pecinta Damai”. Uskup Agunng pada waktu itu dijabat oleh Mgr. Herculanus Joannes Maria van der Burgt, OFM.Cap. (31 Jan 1961- 2 Juli 1976).

    Sejak saat itulah gua Maria Ratu Pecinta Damai Anjongan resmi digunakan oleh umat Katolik sebagai tempat ziarah. Pelayanan pastoralnya dilaksanakan oleh P. Herman Yosep van Hulten, OFM.Cap yang bertugas di Paroki Menjalin (1964-1974).

    Adapun syarat dan ketentuan dapat mengunjungi Akun Instagram KOMSOSKAP (@komsoskap) atau Instragram Majalah DUTA (@majalahduta) atau Pamflet yang tersebar di Web Resmi WWW.MajalahDUTA.Com.

     

    Berkat Tuhan Setiap Hari

    Misa Jumper 2 September 2022 | RD. Thomas Almasan Injil Lukas 5:33-39

    MajalahDUTA.Com, Santa Clara- Puji Tuhan hari ini dan setiap hari bahwa Tuhan memberkati kita, setiap hari Tuhan memberikan hal yang baik bagi kita. Kesehatan yang ada pada kita masing-masing adalah karunia. Bisa dikatakan mukjizat selalu terjadi dalam hidup kita, karena itulah tidak ada dasar sebetulnya untuk kita menyalahkan Tuhan apalagi meninggalkan Tuhan. Apa yang harus kita buat? Yang kita buat juga hal yang sama yaitu mencintai Tuhan. Setidaknya itulah kata pembuka dalam misa Jumat Pertama pada 2 September 2022 yang dipimpin oleh RD Thomas Almasan untuk komunitas Santa Clara.

    Dalam misa, RD Thomas Almasan mengatakan bahwa ekaristi yang dirayakan adalah cara mengungkapkan cinta kepada Tuhan yang lebih dahulu mencintai manusia. Karena dalam cinta-Nya, setiap kali dalam Jumat pertama yang rayakan bersama komunitas Santa Clara, Tuhan memberikan kerahiman-Nya kepada umat dan Tuhan memberikan cinta-Nya sehingga Dia menebus manusia dan memberikan harapan yang baru, semangat baru dihari-hari mendatang.

    “Oleh karena itu yang pertama kita syukuri berkat Tuhan, kemudian kita mohon berkat Tuhan agar Dia yang maha Rahim mengampuni dosa kita dan Dia yang penuh kuasa dan kebaikan, memberikan berkatnya kepada kita semua,” kata RD Thomas Almasan.

    Perayaan misa Jumat Pertama di bulan September 2022, sama seperti bulan-bulan sebelumnya yaitu mendoakan Opa-Oma yang berulang tahun dibulan bersangkutan. Perayaan misa diikuti sekitar 19 orang yang diantaranya sebagian besar adalah Opa dan Oma di Komunitas Santa Clara.

    Dalam homilinya RD Thomas Almasan  membuka dengan kata OK hari ini. Dimana OK Hari ini merupakan program channel Youtube khusus komunitas Santa Clara di mana setiap harinya Oma dan Opa membahas tentang orang kudus di hari yang bersangkutan. RD Thomas Almasan bersyukur bahwa boleh berkumpul bersama dalam misa kali itu dan diberkahi kesehatan.

    “Saya lihat dari canda, senyum Oma-Opa yang luar biasa. Punya semangat tulus bahkan siang-siang yang dimana siang hari adalah jamnya ngantuk, tetapi semua punya semangat yang tulus,” kata RD Thomas Almasan.

    Kita adalah orang luar biasa, dan mengapa luar biasa

    Homili RD Thomas Almasan mengulas kadang ada orang pikir; “aduh saya ini sudah tua, ini enggak ada perhatian, anak cucu dimana kalian ya? Aduh sekarang saya sendiri. Ada yang pikir begitu.”

    Menurut RD Thomas Almasan tapi Oma-Opa disini tidak demikian. Karena mereka menyadari bahwa mereka merasa punya Tuhan yang senantiasa mencintai. Memang manusia dihadirkan jadi pribadi yang luar biasa, itu yang harus disadari. Karena kalau manusia menyadari bahwa mereka adalah orang yang luar biasa maka jelas terpancar bahwa mereka punya semangat dan optimis menjalani hidup bahkan di usia senja sekalipun  akan tetap memiliki semangat untuk menjalani hidup. Bukan sekedar hidup tetapi hidup yang baik dan benar.

    “Mengapa saya katakan ini luar biasa?” Tanya RD Thomas Almasan.

    Kalau kita menyimak kitab Kejadian bahwa ciptaan-ciptaan Tuhan itu dikatakan; “Jika Tuhan menciptakan alam, Tuhan melihat baik adanya, ketika Tuhan menciptakan binatang dikatakan Tuhan melihatnya baik adanya, ketika Tuhan menciptakan manusia dikatakan sungguh amat baik”.

    Karena itu harus kita sadari karena kita bukan biasa-biasa saja. Bukan hanya baik, tetapi sungguh amat baik. Artinya apa? Bahwa manusia itu luar biasa. Kitab Suci dan Kitab Injil ketika Yesus datang dalam dunia, Yesus katakan “Aku tidak lagi menyebut kamu hamba tetapi Aku menyebut sahabat, saudara bahkan lebih lagi, Yesus mengajarkan doa Bapa Kami, artinya kita ini adalah anak Tuhan.

    Oleh karena itu saudara-saudari ku yang terkasih, pertama marilah kita syukuri bahwa Tuhan kita adalah luar biasa yang membuat kita juga menjadi orang yang luar biasa.

    Karena itu apa yang harus kita lakukan sehingga kita tetap menjadi luar biasa? Kita harus tetap memelihara diri kita, bukan menjadi hakim terhadap saudara kita yang lain, atau menggapdiri kita benar dari yang lain dan mengganggap yang lain salah. Karena itu istilahnya menghakimi orang lain.

    Karena itu dikatakan dalam bacaan pertama tadi Bacaan I: 1Kor. 4:1-5: “Jangan menghakimi”

    Tuhan adalah satu-satunya hakim

    4:1 Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba  Kristus, yang kepadanya dipercayakan  rahasia   Allah. 4:2 Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai. 4:3 Bagiku sedikit sekali artinya entahkah aku dihakimi oleh kamu atau oleh suatu pengadilan manusia. Malahan diriku sendiripun tidak kuhakimi. 4:4 Sebab memang aku tidak sadar   akan sesuatu, tetapi bukan karena itulah aku dibenarkan.  Dia, yang menghakimi aku  ialah Tuhan. 4:5 Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.

    Dan jika dilihat dari bacaan Injil Lukas 5:33-39 dikatakan:

    Sekali peristiwa, orang-orang Farisi berkata kepada Yesus: “Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum.”

    Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”

    la mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka: “Tidak seorang pun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua.

    Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak dan pada yang tua itu tidak akan cocok kain penambal yang dikoyakkan dari yang baru itu.

    Demikian juga tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itu pun hancur.

    Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. Dan tidak seorang pun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik.”

    Jelas dalam Injil tersebut dikatakan bahwa, orang Farisi menganggap bahwa apa yang dilakukannya itu adalah yang paling benar, sedangkan apa yang dilakukan murid-murid Yesus secara langsung juga mau mengatakan kepada Yesus bahwa mereka hanya makan minum dan menganggap orang lain salah. Untuk itu Rasul Paulus mengatakan janganlah menghakimi, karena pada dasarnya semua manusia punya dasar untuk berbuat baik dan berbuat benar. Dan kalau kadang menggangap orang lain itu salah, karena menggangap diri paling benar sehingga, orang lain salah, padahal tidak serta merta begitu.

    RD Thomas Almasan juga menggarisbawahi bahwa dalam keluarbiasaan manusia, kita adalah orang-orang yang memiliki kebenaran dalam hidup kemudian diajarkan tentang diajarkan kebenaran tentang hidup untuk bisa menjalani kebaikan dan kebenarannya dalam hidup dan itulah fungsi akal budi yang Tuhan berikan kepada kita semua. Dan itulah yang membedakan kenapa kita tidak hanya dikatakan baik, tetapi sungguh teramat baik.

    Karena di dalam kita ada akal budi, yang membuat kita bisa menyelami hidup, menghayati hidup, dan melakukan hidup itu secara berguna, bermanfaat dan bermakna. Karena itu sekali lagi apa yang harus kita lakukan? Dikatakan dalam Mazmur: 37:3-4.5-6.27-28.39-40 (tanggapan); “Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia” – inilah cara yang bisa kita lakukan untuk tetap berharga, bermakna dan luar biasa di mata Tuhan.

    Berserah dengan Tuhan

    Menutup homilinya RD Thomas Almasan  mengingatkan kembali bahwa manusia sudah memiliki Tuhan yang luar bisa dan mencintai bahkan menebus manusia dari segala dosa. Karena itu yang diharapkan Tuhan kepada manusia adalah ‘percaya selalu kepada Tuhan’ dan karena itu percayakanlah diri kepada Tuhan. “Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya”.

    “Yang kedua bahwa dalam percaya itu ada tantangan dan ada godaan. Karena itu apa lagi yang harus dimunculkan lagi kedalam hati kita? Yaitu Setia,” kata RD Thomas Almasan.

    Selalu setia kepada Tuhan yang telah dipercaya, setia selalu kepada apa yang baik dan yang telah Tuhan ajarkan, maka percayalah bahwa Tuhan tidak hanya akan bertindak tetapi Tuhan akan membenarkan manusia dan akan menyelamatkan mereka karena orang-orang benar akan diselamatkan Tuhan. Bila tempat perlindungan bagi mereka pada waktu kesesakan, Tuhan akan menolong dan meluputkan mereka dari tangan orang-orang fasik. Tuhan menyelamatkan mereka, sebab mereka berindung pada-Nya.

    “Saudara-saudari yang terkasih, Tuhan telah menunjukkan jalan-jalan ini kepada kita, maka tugas kita sebagai orang yang sudah dicintai Tuhan dan dikaruniai rahmat dan berkat yang luar biasa maka marilah kita selalu percaya kepada Tuhan mempercayakan diri kita kepada Tuhan dengan berserah diri kepada Tuhan dalam seluruh apa yang kita lakukan dan marilah kita selalu setia menjalani kehidupan, setia dalam melakukan hal yang baik dan benar maka Tuhan akan menolong melindungi dan menyelamatkan kita selalu,” kata RD Thomas Almasan sembari menutup homilinya.

    Pontifical Mission Societies Luncurkan Bantuan untuk Turki dan Suriah yang hancur

    PMS launch special collection for devastated Turkey and Syria

    MajalahDUTA.Com, Vatikan- Menyusul seruan Paus Fransiskus, Pontifical Mission Societies (PMS) memobilisasi jaringan mereka yang terdiri dari para imam misionaris, suster, pria dan wanita awam dan meluncurkan koleksi khusus untuk membantu para penyintas gempa bumi 7 Februari di Turki dan Suriah Barat Laut.

    Ketika jumlah korban tewas akibat gempa dahsyat minggu lalu di Turki dan Suriah terus meningkat, Direktorat Nasional Perhimpunan Misi Kepausan (Pontifical Mission Societies: PMS), telah meluncurkan koleksi khusus untuk memberikan bantuan segera kepada para penyintas, menanggapi seruan Paus Fransiskus untuk solidaritas. dengan masyarakat kedua negara tetangga.

    Organisasi misionaris Katolik, juga dikenal sebagai Misi, termasuk Serikat Penyebaran Iman, Serikat Santo Petrus Rasul, Asosiasi Kanak-Kanak Suci dan Persatuan Misionaris Imam dan Religius.

    Menurut lembaga Fides, hasil pengumpulan yang dilakukan oleh PMS nasional akan dikelola melalui Uskup Agung Emilio Nappa, Presiden PMS, berkoordinasi dengan Direktorat PMS Turki dan Suriah yang mengetahui kebutuhan paling mendesak di lapangan.

    Panggilan untuk sumbangan murah hati

    “Pesan saya adalah ajakan untuk berdoa dan kemurahan hati di waktu-waktu berikutnya, kata Pastor Fransiskan Adrian E. Loza, OFM, Direktur Nasional Pontifical Mission Societies dalam pernyataan yang diterbitkan oleh Direktorat Nasional PMS-Australia.

    “Setelah momen pertama berlalu, tahap kedua dan ketiga akan dimulai. Berkabung dan membangun kembali. Kami harus membangun kembali dan memperbaiki banyak bangunan dan gereja serta membantu orang untuk maju,” tambahnya.

    PMS-Australia adalah salah satu Direktorat nasional pertama yang meluncurkan permohonan darurat gempa bumi untuk Turki dan Suriah, bersama dengan Swiss, Prancis, Spanyol, Malta, dan Amerika Serikat.

    Situasi bencana di Aleppo

    “Situasi di Aleppo hari ini adalah bencana besar, kami dikelilingi oleh kekacauan dan kehancuran”, kata Uskup Mounir Saccal, direktur nasional PMS di Suriah dan Vikaris Jenderal Gereja Katolik Siro di Aleppo.

    “Hari ini kami menguburkan jenazah kami, dan kami memahami besarnya bencana ini, menyadari bahwa kami tidak dapat memenuhi kebutuhan ekonomi untuk memperbaiki kerusakan sendiri”, kata Uskup kepada PMS Spanyol.

    “Bantulah kami agar umat Kristiani kami yang tetap tinggal di sini, untuk melestarikan ‘tempat lahir’ Kekristenan, dan berdoa, agar kami memiliki kekuatan untuk memberikan kenyamanan kepada umat kami, sehingga mereka dapat menemukan iman dan harapan yang lebih baik. hari.”, pintanya.

    Lebih dari 40.000 korban

    Menurut perkiraan terbaru, sejauh ini lebih dari 40.000 orang telah tewas akibat gempa berkekuatan 7,8 SR, puluhan ribu terluka dan jutaan orang kehilangan tempat tinggal dan berjuang untuk bertahan hidup, terutama di Suriah yang dilanda perang, di mana bantuan internasional lambat tiba karena sanksi dan konflik yang sedang berlangsung di negara ini.

    Daerah yang terkena bencana di Turki menampung hampir 14 juta orang, termasuk sekitar 2 juta pengungsi, terutama dari Suriah.

    Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Tower BTS Bakal Dikawal FPM-NTT

    Kawal Kasus Dugaan Korupsi tower BTS, Sumber Foto: nasionalpos.com– Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Jakarta – Agenda pemanggilan Menkominfo Johnny Gerard Plate oleh penyidik Kejaksaan Agung Republik Indonesia, yang mestinya Jhonny G Plate hadir pada hari Kamis, 9/2/2023 kemaren untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut, namun ternyata yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan dari pihak penyidik Kejaksaan Agung RI.

    Justru hal itu mengindikasikan yang bersangkutan tidak memprioritaskan penegakkan hukum dalam pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme, khususnya terkait dengan kasus dugaan korupsi pengadaan tower Base Transceiver Station (BTS) oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), demikian disampaikan Alex Pakur juru bicara Forum Persaudaraan Masyarakat Nusa Tenggara Timur, saat menggelar aksi damai di Gedung Kejaksaan Agung, Jumaat, 10/2/2023.

    “Kami dari Forum Persaudaraan Masyarakat NTT, datang ke Kejaksaan Agung, bersama rekan-rekan untuk mendukung  langkah yang dilakukan Penyidik Kejaksaan Agung memanggil sdr Johnny Gerard Plate agar memberikan keterangan terhadap dugaan keterlibatannya dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tower Base Transceiver Station (BTS) oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo)”ucap Alex Pakur.

    Namun sayangnya, lanjut Alex Pakur, agenda pemanggilan dari penyidik kejaksaan agung tersebut, ditanggapi tidak serius oleh sdr Jhonny G Plate, dengan alasan menghadiri kegiatan yang hanya sekedar ceremonial dan kemungkinan bisa diwakilkan kehadirannya di acara tersebut, ini artinya, Jhonny G Plate kurang memberikan perhatian terhadap kasus dugaan korupsi, dan bahkan terkesan tidak memiliki empati terhadap korban terdampak dari proyek yang merugikan uang negara trilyunan rupiah ini.

    Baca Juga: Jhonny G Plate Diharapkan oleh Jarum NTT, Diperiksa Kejakgung & Juga KPK

    “Melalui aksi ini, kami juga sangat berharap, agar pihak penyidik Kejaksaan Agung bersikap professional, mandiri, independent dan tidak takut terhadap berbagai bentuk intervensi politik maupun bentuk ancaman lainnya”tukas Alex

    Alex juga mengingatkan agar pihak penyidik Kejaksaan Agung dalam kasus ini tidak melakukan Tindakan, kebijakan maupun keputusan yang bisa berdampak menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi Adyaksa tersebut, dan bahkan bisa menciderai rasa keadilan masyarakat, terutama korban terdampak dari proyek pengadaan tower Base Transceiver Station (BTS) tersebut.

    “Karena itu, kami bersama seluruh komponen warga negara Republik Indonesia, akan mengawal dan memantau penanganan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan  tower Base Transceiver Station (BTS) ini hingga terpenuhinya rasa keadilan masyarakat, terutama masyarakat yang menjadi korban dari kasus tersebut, yang tidak dapat menikmati hasil kerja proyek tersebut”pungkas Alex Pakur.

    Aksi yang diikuti puluhan orang yang mayoritas anak-anak muda ini, berakhir dengan damai dan tertib, di tengah guyuran hujan, sayangnya aspirasi mereka, tidak dapat di temui oleh pihak pejabat di lingkungan Kejaksaan Agung.

    TERBARU

    TERPOPULER