Sunday, May 3, 2026
More
    Home Blog Page 149

    Kompetensi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) STKIP Pamane Talino Tingkat Wilayah LLDIKTI XI

    Selli Klara dan Vitri Andriani Devi yang mewakili STKIP Pamane Talino untuk seleksi tingkat wilayah. – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Landak – Kompetensi Debat Mahasiswa Indonesia Pusat Prestasi Nasional (Pupernas) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) menyelenggarakan (KDMI) 2021.

    Kompetensi debat KDMI dibuka untuk mahasiswa aktif program S1/D3/D4 di perguruan tinggi dilingkungan Kemendikbudristek yang terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti), seperti dikutip dari Pendoman Kompetensi Debat Mahasiswa Indonesia 2021.

    Pusat Prestasi 

    Seleksi tingkat perguruan tinggi STKIP Pamane Talino dilaksanakan pada tanggal 28 Mei 2021 yang dilakukan secara daring dan luring. Kandidat yang terpilih berjumlah 3 orang, antara lain: Selli Klara, Vitri Andriani Devi, dan Valensius Romeo Alberto. Namun dari ketiga kandidat yang terpilih hanya 2 orang saja yang akan ikut seleksi tingkat wilayah, maka pihak dewan juri kampus menyeleksi kembali dari 3 orang tersebut untuk dipilih yang terbaik.

    Baca Juga: Vaksinasi Menurut STKIP Pamane Talino

    Berdasarkan keputusan para dewan juri kampus maka 2 orang terbaik yang mewakili STKIP Pamane Talino untuk seleksi tingkat wilayah adalah Selli Klara dan Vitri Andriani Devi.

    Sistem debat yang digunakan yakni sistem Parlemen Inggris (British Parliament). Sistem ini digunakan dalam World University Debating Championship (WUDC) atau kompetensi debat antar perguruan tinggi tingkat dunia.

    Debat Mahasiswa

    Seleksi tingkat wilayah LLDIKTI XI untuk KDMI dilaksanakan pada tanggal 28 Juni 2021 dengan 3 mosi yang berbeda dan relase pada waktu yang sudah ditetapkan sesuai jadwal. Lomba ini diadakan oleh seluruh universitas dan perguruan tinggi yang ada di Indonesia, dan masing-masing wilayah mengirimkan pendebat terbaik untuk seleksi di tingkat Nasional.

    Baca Juga: Disporapar Mengelar Pemilihan Pemuda Pelopor Tahun 2021 untuk Tingkat Kabupaten Landak

    Hasil pengumuman finalis seleksi tingkat wilayah LLDIKTI XI dipubliskan pada tanggal 5 Juli 2021 dan berdasarkan hasil seleksi STKIP Pamane Talino berhasil mencetak score 472 dan mendapatkan peringkat ke-29 untuk wilayah LLDIKTI XI.

    Namun pada kesempatan ini STKIP Pamane Talino belum berhasil masuk dalam tingkat wilayah, karena sudah ada 6 finalis terbaik masing-masing kampus untuk mewakili tingkat wilayah LLDIKTI XI di tingkat Nasional.

    Disporapar Mengelar Pemilihan Pemuda Pelopor Tahun 2021 untuk Tingkat Kabupaten Landak

    Selli Klara, Robertus Ivando, dan Jerry Gotaru mahasiswa STKIP Pamane Talino Ngabang yang lulus dalam seleksi ajang Pemilihan Pemuda Pelopor untuk mewakili Kabupaten Landak. – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Landak – Pemilihan Pemuda Pelopor tahun 2021 tingkat Kabupaten Landak merupakan kali pertama Disporapar dalam menindak lanjut program kegiatan penyadaran, dan pengembangan kapasitas daya saing Kepemudaan yang sudah berjalan sejak tahun sebelumnya.

    Baca Juga: Rahasia Indah Umur Panjang Oleh Pria Tertua Di Dunia

    Dalam pelaksanaan kegiatan Disporapar Kabupaten Landak bekerjasama dengan STKIP Pamane Talino untuk bidang kepanitiaan serta keikutsertaan mahasiswa dalam ajang tersebut. Ini merupakan hal yang amat bagus untuk meningkatkan kreatifitas mahasiswa maupun masyarakat luar. Pendaftaran peserta dapat diakses melalui Google Form dan Formulir yang dirilis pada bulan Maret 2021.

    Pemuda Pelopor

    Pemilihan Pemuda Pelopor untuk Kabupaten Landak dilaksanakan pada tanggal 7 Mei 2021 dengan dua scenario, yakni ofline dan online. Untuk tahap online dilakukan dengan pengumpulan berkas-berkas dan bukti mengenai kepeloporan yang sudah berjalan minimal 1 tahun dirintis. Sedangkan untuk tahap offline peserta diminta untuk melakukan presentasi kepeloporan agar bisa dinilai pihak penjurian.

    Baca Juga: Ikan pun mendengarkan khotbah St. Antonius

    Ajang ini diikuti oleh mahasiswa-mahasiswa STKIP Pamane Talino yang awalnya berjumlah 5 orang tetapi ketika pelaksanaan offline dilakukan, yang hadir hanya bejumlah 3 orang. Dan 3 orang ini dinyatakan lolos untuk mewakili Kabupaten Landak, yang meliputi bidang :

    1. Bidang Pendidikan : diwakili oleh Selli Klara
    2. Bidang Agama, Sosial dan Budaya : diwakili oleh Robertus Ivando
    3. Bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam, Lingkungan dan Pariwisata : diwakili oleh Jerry Gotaru

    Ketiga peserta yang lolos kemudian melakukan tahap seleksi untuk tingkat Provinsi dengan ketentuan yang sama, namun pada tahap ini ada namanya fact finding juri terhadap bidang kepeloporan peserta yang lolos tingkat Provinsi untuk dicek kebenaran tentang kepeloporan yang mereka usulkan pada bidangnya.

    Baca Juga: Tahta Suci: Tempat-tempat warisan budaya religius harus dilindungi dan dipromosikan

    Penjurian Pemilihan Pemuda Pelopor tingkat Provinsi Kalimantan Barat akan dimulai 2 Juli hingga 3 Agustus 2021 sesuai jadwal penilaian didaerah masing-masing kepemudaan yang akan dilakukan oleh 1 tim juri ke setiap daerah-daerah Disporapar.

    Rahasia Indah Umur Panjang Oleh Pria Tertua Di Dunia

    Sumber: https://aleteia.org/2021/07/17/the-beautiful-secret-to-a-long-life-by-the-worlds-oldest-living-man/ - Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Internasional – Kisah inspiratif ini tidak ada hubungannya dengan diet sehat. (Meskipun itu tidak ada salahnya!)

    Pada usia 112 tahun, Emilio Flores Márquez dari Puerto Rico telah berbagi rahasia umur panjangnya dan bukan itu yang diharapkan. Kisah inspiratif ini dilansir dari portal berita Aleteia yang di publikasikan pada 17/07/2021.

    Baca Juga: Ikan pun mendengarkan khotbah St. Antonius

    Kakek buyut, yang terpaut sebulan dengan 113 tahun usianya, baru-baru ini diakui sebagai laki-laki tertua di dunia oleh Guinness World Records. Dan kakek buyut ini menempatkan usianya yang mengesankan ke pelajaran sederhana yang dia pelajari dari ayahnya sebagai seorang anak kecil: untuk mencintai semua orang.

    Mencintai Semua Orang

    “Ayah saya membesarkan saya dengan cinta, mencintai setiap orang. Dia selalu menyuruh saya dan saudara-saudara saya untuk berbuat baik, untuk berbagi segalanya dengan orang lain. Selain itu, Kristus hidup di dalam saya,” jelas Márquez kepada Guinness World Records, seperti dilansir Daily Mail.

    Baca Juga: Berfokus pada pendidikan dapat mempromosikan toleransi dan persaudaraan manusia

    Sebagai pemenang rekor salah satu dari 11 bersaudara, 10 di antaranya selamat, keluarga yang memiliki banyak cinta untuk berbagi dengan orang lain. Juga, sebagai yang tertua, Márquez memainkan peran penting dalam kehidupan keluarga.

    Dia menghabiskan waktunya dengan membantu ayahnya di ladang tebu mereka dan kemudian pulang ke rumah untuk melakukan pekerjaan rumah dan menjaga saudara-saudaranya.

    Kisah Inspiratif

    Etika kerja dan keluarga yang kuat ini berlanjut saat ia bertemu dengan istrinya, Andrea Pérez. Pasangan itu memiliki empat orang anak, dan setelah 75 tahun menikah, Márquez menjadi duda pada tahun 2010 lalu. Dia sekarang tinggal bersama dua anaknya yang masih hidup, Tirsa dan Emilio.

    Baca Juga: Tahta Suci menyerukan tanggung jawab bersama untuk melindungi pengungsi dan migran

    Meskipun ia memiliki alat pacu jantung yang dipasang pada usia 101 tahun, dan menderita gangguan pendengaran, orang berusia seratus tahun itu dalam keadaan sehat.

    Dengan mendekati ulang tahunnya pada tanggal 8 Agustus, semoga dia dapat terus menyebarkan pesan cinta ini kepada lima cucunya, lima cicitnya, dan semua orang yang diberkati dengan mendengarkan kisah inspiratifnya.

    Ikan pun mendengarkan khotbah St. Antonius

    Sumber: Aleteia-Zvonimir Atletic | Shutterstock- Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDuta.Com, Kisah Santo Antonius- Ada banyak legenda dan cerita dari kehidupan St. Antonius yang dimaksudkan untuk menonjolkan kesucian dan persatuannya dengan Tuhan.

    Dirilis dari Aleteia, dituliskan oleh Philip Kosloski yang diterbitkan pada 07/15/21 dikisahkan saat orang-orang tidak mau mendengarkan Injil, maka St. Antonius dari Padua berkhotbah kepada ikan dan menemukan audiens yang lebih bersedia.

    Baca juga: Paus Fransiskus mengirimkan berkat kepada Minister General OFM yang baru

    Salah satu kisah tersebut adalah legenda St. Antonius dari Padua yang berkhotbah kepada ikan.

    Hal ini diceritakan dalam buku The Little Flowers of St. Francis of Assisi dan menampilkan apa yang terjadi ketika seorang santo menjadi frustrasi dengan orang-orang.

    Banyak yang menolak mendengarkan

    St Antonius pada suatu waktu di Rimini, di mana ada sejumlah besar bidat, dan ingin memimpin mereka dengan cahaya iman ke jalan kebenaran, berkhotbah kepada mereka selama beberapa hari, dan bertukar pikiran dengan mereka tentang iman Kristus dan pada Kitab Suci. Mereka tidak hanya menolak kata-katanya, tetapi juga mengeras dan keras kepala, menolak untuk mendengarkannya.

    Ini menunjukkan bahwa bahkan khotbah orang suci dapat menjadi tuli ketika orang-orang tidak mau menerima pesan Injil.

    Muak dengan hati orang-orang yang keras, St. Antonius pergi ke audiensi yang lebih bersedia.

    Berkotbah pada ikan

    Akhirnya St Antonius, yang diilhami oleh Tuhan, pergi ke tepi laut, di mana sungai mengalir ke laut, dan setelah menempatkan dirinya di tepi antara sungai dan laut, dia mulai berbicara kepada ikan-ikan seolah-olah Tuhan telah mengirimnya untuk berkhotbah kepada mereka, dan berkata: “Dengarkan firman Tuhan, hai ikan-ikan di laut dan di sungai, melihat bahwa para bidat yang tidak setia menolak untuk melakukannya.”

    Baca juga: Mgr. Agus dalam Kunjungan Di Ledo: Kehadiran Gereja Adalah Sahabat Pemerintah

    Tidak lama setelah dia mengucapkan kata-kata ini, tiba-tiba begitu banyak ikan, baik kecil maupun besar, mendekati tepian tempat dia berdiri, yang belum pernah terlihat begitu banyak di laut atau sungai. Semua menjauhkan kepala mereka dari air, dan tampak memperhatikan wajah St Antonius dengan penuh perhatian; semuanya berada dalam urutan yang sempurna dan paling damai, yang lebih kecil di depan dekat tepi sungai, setelah mereka datang yang sedikit lebih besar, dan yang terakhir, airnya lebih dalam, yang terbesar.

    Sejumlah besar ikan mulai bermunculan di mana-mana, dan tidak butuh waktu lama untuk tersiar kabar di antara orang-orang bahwa ada keajaiban yang terjadi di laut.

    Mendengar mukjizat

    Dan orang-orang kota yang mendengar mukjizat itu, bergegas pergi dan menyaksikannya. Bersama mereka juga datang orang-orang sesat yang telah kita bicarakan di atas, yang, melihat begitu indah dan memanifestasikan mukjizat, tersentuh di dalam hati mereka; dan menjatuhkan diri di kaki St Antonius untuk mendengar kata-katanya.

    Orang suci itu kemudian mulai menjelaskan kepada mereka iman Katolik. Dia berkhotbah dengan sangat fasih, sehingga semua bidat itu bertobat, dan kembali ke iman Kristus yang sejati; umat beriman juga dipenuhi dengan sukacita, dan sangat terhibur, karena dikuatkan dalam iman.

    Kadang-kadang dibutuhkan khotbah ke kelompok yang berbeda sama sekali agar orang lain tertarik pada iman dan melihat kesalahan cara mereka.

    Tuhan pasti bekerja dengan cara yang misterius!

    Pelaksanaan Misa di Gereja Katedral Pontianak Selama Masa PPKM

    Sumber: Pengurus Gereja dan Papa Miskin Dewan Pastoral Paroki Katedral St. Yosef Pontianak – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Pontianak – Dengan ini disampaikan kepada umat beriman bahwa selama masa PPKM Darurat dan kota Pontianak dinyatakan zona merah, di Gereja Katedral Santo Yosef Pontianak dilaksanakan misa bersama umat dan live streaming hari minggu hanya 1 (satu) kali, yakni pukul 08.30. umat yang hadir misa akan dibatasi jumlahnya dan harus menunjukkan sertifikat Vaksin Covid-19.

    Pengumuman ini berlaku hingga adanya pengumuman berikutnya.

    Demikian pengumuman ini disampaikan untuk diketahui dan dilaksanakan. Terima kasih.

    Catatan: Misa Harian dilaksanakan setiap pagi pukul 05.20

    Tahta Suci menyerukan tanggung jawab bersama untuk melindungi pengungsi dan migran

    Sumber: Vatikan/Asylum-seeking migrants cross the Rio Grande river between Mexico and the US - Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDuta.Com, Vatikan- Misi Permanen Takhta Suci untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa menyerukan tanggung jawab bersama dalam melindungi pengungsi dan pencari suaka.

    Diangkat dari tulisan VatikanNews yang ditulis oleh Lisa Zengarini pada 08 Juli 2021, 15:48 waktu vatikan, dikatakan bahwa tahta Suci telah menegaskan karena migrasi paksa terus tumbuh secara dramatis di seluruh dunia, diperlukan kebijakan pemukiman kembali yang lebih murah hati, bersama dengan “komitmen yang lebih kuat untuk berbagi tanggung jawab.”

    Baca juga: Paus Fransiskus mengirimkan berkat kepada Menteri Jenderal Friars Minor yang baru

    Dikatakan pula menurut Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) jumlah pengungsi paksa yang melarikan diri dari perang, kekerasan, pelanggaran hak asasi manusia, serta bencana alam, telah meningkat hingga 82,4 juta di seluruh dunia pada tahun 2020.

    Bukan hanya angka

    Seperti yang diminta oleh Paus Fransiskus, dalam sebuah pernyataan yang ditujukan pada hari Senin kepada Komite Tetap ke-81 Komite Eksekutif UNHCR, Misi Tetap Vatikan untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa mengingatkan bahwa orang-orang ini bukan hanya angka, tetapi “sesama saudara”.

    Baca juga: Mgr. Agustinus Agus Ajak Umat untuk Menjaga ‘Nyawa’ dan ‘Jiwa’ Dimasa Pandemi

    Inilah sebabnya, negara-negara harus berkomitmen pada tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa “tidak ada yang tertinggal”.

    Berfokus pada pendidikan dapat mempromosikan toleransi dan persaudaraan manusia

    Sumber: Vatikan/Cardinal Giuseppe Versaldi (file photo) (ANSA)- Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDuta.Com, Vatikan- Perjanjian kerjasama ditandatangani antara Kongregasi untuk Pendidikan Katolik dan Kementerian Pendidikan Uni Emirat Arab.

    Dirilis dari VatikanNews pada 07 Juli 2021, 15:27 waktu Vatikan, dikatakan bahwa tujuan dari perjanjian kerjasama yang ditandatangani Senin lalu oleh Menteri Pendidikan UEA dan Kardinal Giuseppe Versaldi, prefek Kongregasi untuk Pendidikan Katolik adalah untuk mempromosikan toleransi, koeksistensi dan persaudaraan manusia di dunia.

    Baca juga: Komisi Covid19 Vatikan Menyelenggarakan Acara Kehatan dan Ekologi di Minggu Laudato Si’

    Perjanjian tersebut melibatkan sekolah-sekolah Katolik dan lembaga pendidikan di tanah air.

    “Dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama” yang ditandatangani dua tahun lalu di Abu Dhabi oleh Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar Ahmad Al-Tayyib, terus berbuah bahkan di bidang pendidikan sedemikian rupa sehingga Sheikh Nahyan bin Mubarak Al Nahyan sendiri, Menteri Toleransi dan Koeksistensi “mengatakan dia berterima kasih kepada Paus karena mempromosikan inisiatif ini”, jelas Kardinal Versaldi.

    Langkah penting

    Kardinal Versald dalam kunjungannya beberapa hari terakhir ke Abu Dhabi didampingi Mgr. Guy-Réal Thivierge, Sekretaris Jenderal Yayasan Kepausan Gravissimum Educationis, dan Tajeddine Seif, Duta Besar dari Yayasan yang sama dikatakan bahwa hal itu merupakan langkah penting, meski terbatas pada bidang pendidikan dan kegiatan yang menjadi tanggung jawab kementerian terkait.

    Baca juga: Mgr. Agus dalam Kunjungan Di Ledo: Kehadiran Gereja Adalah Sahabat Pemerintah

    “Konkretnya, siswa kami dan sekolah-sekolah Arab dapat menghadiri seminar, membuka kerjasama baru, melakukan penelitian, saling mengunjungi institut atas dasar nilai-nilai bersama, dengan menghormati perbedaan. Tanpa proselitisme apapun,” kata Prefek Kongregasi untuk Pendidikan Katolik, mengantisipasi bahwa “setelah darurat Covid, tugas kita melibatkan guru dan siswa agar kesepakatan menjadi efektif sepenuhnya. Ini akan diikuti dengan serangkaian inisiatif nyata pertukaran budaya”.

    Paus Fransiskus mengirimkan berkat kepada Minister General OFM yang baru

    Sumber: VatikanNews/Fr. Massimo Fusarelli, newly-elected Minister General of the Friars Minor - Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDuta.Com, Vatikan- Paus Fransiskus mengucapkan selamat kepada Pastor Massimo Fusarelli, yang terpilih sebagai Minister General OFM Ordo Saudara Dina pada hari Selasa.

    Para anggota kapitel umum Ordo Saudara Dina (OFM), yang hanya dikenal sebagai Fransiskan, pada hari Selasa memilih menteri jenderal mereka yang baru. Pastor Italia, Pastor Massimo Fusarelli, 58, akan memimpin pesanan di seluruh dunia untuk masa jabatan 2021-2027.

    Baca juga: Mgr. Agus: Covid-19 Ini Mengajarkan Kita, untuk Tidak Menggantungkan Diri dari Orang Lain

    Paus Fransiskus mengirimkan pesan yang menyampaikan doa dan berkatnya kepada Menteri Jenderal Ordo Saudara Dina yang baru.

    “Setelah mengetahui pemilihan Anda,” kata Paus dalam sebuah telegram, “Saya mengucapkan selamat kepada Anda dan meyakinkan Anda tentang doa dan berkat saya, bahwa Tuhan dapat membantu Anda dan melindungi Anda dalam kinerja layanan Anda.”

    Paus selanjutnya berdoa agar St. Fransiskus dapat menjadi penyemangat bagi Pater Fusarelli dalam memimpin saudara-saudaranya.

    Menteri Jenderal baru

    Berita pemilihan diumumkan pada hari Selasa oleh Kardinal João Braz de Aviz, Prefek Kongregasi untuk Lembaga Hidup Bakti dan Serikat Hidup Kerasulan, yang ditunjuk oleh Paus Fransiskus sebagai Kardinal delegasi untuk memimpin Kapitel Umum Ordo Saudara Kecil.

    Baca juga: Mgr. Agus dalam Kunjungan Di Ledo: Kehadiran Gereja Adalah Sahabat Pemerintah

    Pertemuan Kapitel, yang berlangsung dari 3 – 18 Juli di San Lorenzo da Brindisi International College dihadiri oleh 118 delegasi dari seluruh dunia, termasuk RP Francesco Patton, Penjaga Tanah Suci.

    Minister General OFM yang baru terpilih adalah penerus ke-121 Santo Fransiskus dari Assisi, menggantikan Fransiskan AS RP Michael Perry, yang terpilih sebagai menteri jenderal pada tahun 2013 untuk melanjutkan masa jabatan menteri jenderal saat itu RP José Rodríguez Carballo, yang dipindahkan Paus Fransiskus ke Vatikan sebagai sekretaris Kongregasi untuk Lembaga Hidup Bakti dan Serikat Hidup Kerasulan. RP Perry terpilih kembali sebagai menteri jenderal pada tahun 2015.

    RP Massimo Fusarelli OFM

    Lahir di Roma pada tanggal 30 Maret 1963, RP Fusarelli dibesarkan di ibukota Italia bersama keluarganya. Ia bertemu dengan Friar Minor di paroki San Francesco di Tivoli dan mengucapkan kaul pertamanya pada tanggal 30 Juli 1983. Setelah novisiatnya, ia menghadiri filsafat dan teologi di Antonianum, Universitas Kepausan Saint Anthony, memperoleh gelar sarjana dalam bidang teologi. pada tahun 1988. Ia mengucapkan kaul khidmatnya pada tanggal 8 Januari 1989, dan pada tanggal 30 September ditahbiskan menjadi imam.

    Ia memperoleh gelar sarjana dan kemudian gelar doktor dalam teologi patristik dari Institut Patristik Augustinian Roma pada tahun 1992. Ia mengajar teologi patristik di Institut Ilmu Keagamaan dari Pontifical Athenaeum Antonianum saat itu dari tahun 1991 hingga 1996.

    Baca juga: Paus Fransiskus pulang dari rumah sakit dan kembali ke Vatikan

    Dari tahun 1990 hingga 1999, ia adalah animator dari pelayanan panggilan dan pemuda dan dari tahun 1996 koordinator nasional. Dalam kapasitas ini, ia dipanggil menjadi anggota Dewan Nasional Pusat Panggilan Nasional Konferensi Waligereja Italia. Dari tahun 1999 hingga 2003 ia menjadi pembina para frater profesi sementara, anggota dewan provinsi dan moderator formasi berkelanjutan provinsi dan nasional. Dari tahun 2003 hingga 2009, RP Fusarelli dipanggil ke Kuria Jenderal sebagai sekretaris jenderal untuk pembentukan dan studi Ordo Saudara Dina.

    Dia adalah Definitor Provinsi, Animator pelayanan pastoral panggilan dan kemudian pembinaan berkelanjutan; Sekretaris Jenderal Formasi dan Kajian dari tahun 2003 hingga 2009; Pengunjung Umum untuk Provinsi Napoli dan kemudian untuk proses penyatuan Provinsi Italia Utara; Ia terpilih menjadi Menteri Provinsi Provinsi St. Bonaventure (wilayah Lazio dan Abruzzo) pada 2 Juli 2020.

    Paus Fransiskus pulang dari rumah sakit dan kembali ke Vatikan

    Vatikan: Pope Francis returns to the Vatican -Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDuta.Com, Vatikan- Direktur Kantor Pers Takhta Suci, Matteo Bruni, telah mengkonfirmasi bahwa Bapa Suci dipulangkan dari Rumah Sakit Agostin.

    Dalam menanggapi pertanyaan dari wartawan, ia mencatat bahwa “Sebelum kembali ke Vatikan, Paus pergi ke Basilika Santa Maria Mayor di mana, di hadapan ikon Perawan Maria Salus Populi Romani, ia mengucapkan terima kasih atas keberhasilan operasinya. dan memanjatkan doa untuk semua orang sakit, terutama mereka yang ditemuinya selama dia tinggal di rumah sakit. Sesaat sebelum tengah hari dia kembali ke Casa Santa Marta.”

    Paus Fransiskus kemudian mengirim tweet melalui profil @Pontifex-nya: “Saya berterima kasih kepada semua orang yang telah dekat dengan saya dengan doa dan kasih sayang selama saya tinggal di rumah sakit. Jangan lupa untuk berdoa bagi orang sakit dan bagi mereka yang membantu mereka.”

    Rawat inap dan operasi

    Liputan media yang luas berfokus pada operasi dan rawat inap Paus. Itu dimulai dengan tenang setelah Angelus tengah hari tanggal 4 Juli. Pada sore hari itu, Direktur Kantor Pers mengeluarkan pernyataan yang langsung menjadi berita utama tentang apa yang biasanya menjadi hari Minggu musim panas yang mengantuk di Roma, ketika dia mengatakan bahwa Paus telah meninggalkan kediaman Casa Santa Marta dan menuju ke Agostino.

    Baca juga: Paus pulih secara normal; Minggu ‘Angelus’ dari rumah sakit

    Rumah Sakit Universitas Gemelli untuk “operasi terjadwal”. Akhirnya, hampir tengah malam Kantor Pers mengeluarkan buletin medis pertama yang mencatat bahwa Paus “telah bereaksi dengan baik” terhadap operasi tersebut karena “stenosis divertikular sigma”.

    Kasih sayang dunia

    Rawat inapnya menandai awal minggu di mana mata dunia berpindah dari Lapangan Santo Petrus ke lantai sepuluh Rumah Sakit Gemelli.

    Kerumunan mulai berkumpul di luar rumah sakit, melihat ke jendela lantai 10 karena penasaran, tetapi juga untuk menemani dalam doa Paus Fransiskus yang sedang menjalani pemulihan di kamar-kamar di atas sana.

    Di antara yang pertama mendoakan Paus agar cepat sembuh adalah Patriark Bartholomew I dan Imam al-Azhar Al Tayyeb.

    Baca juga: Komisi kebebasan beragama menyerang Aljazair atas perlakuan terhadap orang Kristen

    Segera dari setiap bagian dunia, terutama melalui media sosial, pesan penuh kasih sayang membanjiri. Di antara yang paling ekspresif adalah kartu dari anak-anak yang dirawat di Rumah Sakit Pediatric Oncology, sebuah departemen yang terletak di depan ruang pemulihan Paus. Paus mengunjungi beberapa dari mereka pada Senin sore dan memberkati mereka bersama keluarga dan staf rumah sakit.

    Dekat dengan orang sakit

    Pembaruan medis tengah hari setiap hari menandai hari-hari rawat inapnya dengan buletin pers yang meyakinkan yang menggambarkan Paus sebagai waspada dan baik-baik saja setelah operasinya.

    Mereka kemudian menceritakan pemulihannya yang berkelanjutan hingga penyelesaian perawatan pasca operasinya pada hari Senin, ketika diumumkan beberapa hari lagi ditambahkan ke rawat inap selama seminggu yang diharapkan untuk menyelesaikan terapi yang dibutuhkan.

    Karena kepedulian terhadap keadaan kesehatan Paus menjadi kurang mendesak, kunjungan Paus di Rumah Sakit Gemelli memberikan kesempatan untuk menunjukkan kedekatannya dengan orang sakit dan menggarisbawahi tanggung jawab universal untuk membantu dan membantu mereka.

    Puncaknya datang Minggu lalu ketika Paus membuat penampilan publik pertamanya untuk Angelus siang hari yang dipimpin dari balkon kamar lantai sepuluh. Kerumunan di bawah menyemangati Paus ketika dia muncul, memperhatikan dia tampak baik-baik saja dengan pemulihannya.

    Baca juga: Mgr. Agus dalam Kunjungan Di Ledo: Kehadiran Gereja Adalah Sahabat Pemerintah

    Paus menyerukan “pelayanan kesehatan yang baik, dapat diakses oleh semua”. Dia juga menekankan bahwa tidak seorang pun, dari anak-anak yang sakit hingga orang tua, harus “dibiarkan sendirian” dan bahwa setiap orang “dapat menerima urapan untuk mendengarkan, kedekatan, kelembutan dan perhatian.”

    Vaksinasi Menurut STKIP Pamane Talino

    STKIP Pamane Talino melaksanakan vaksinasi di Kec. Ngabang – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Landak – Minggu (11/7/2021) pihak kampus STKIP Pamane Talino kembali menyuarakan untuk seluruh mahasiswa melakukan vaksinasi, karena mengingat jumlah kasus positif virus corona mengalami penambahan setiap harinya dan diimbangi dengan banyaknya pasien meninggal dunia. Memperhatikan hal ini kampus STKIP Pamane Talino tetap melaksanakan kuliah online. Segala kegiatan akademik dan non akademik dilakukan melalui rumah masing-masing.

    Seiring berjalannya waktu, saat ini pemerintah memunculkan program baru, yaitu vaksin gratis untuk umum. Tentu, hal ini menjadi peluang untuk memutus mata rantai virus corona. Pihak kampus STKIP Pamane Talino mengajak seluruh mahasiswa untuk melakukan vaksin.

    Baca Juga: Mgr. Agustinus Agus Ajak Umat untuk Menjaga ‘Nyawa’ dan ‘Jiwa’ Dimasa Pandemi

    Virus Corona; terutama varian delta itu bukan HOAX! Rumah sakit di Jakarta penuh dan susah untuk di rawat.

    Pesan Romo Robini Ketua Yayasan Landak Bersatu untuk mahasiswa STKIP Pamane Talino, Pertama, jangan main-main dengan situasi sekarang. kalau tidak perlu, jangan keluar dan jangan nongkrong dulu. Kedua, pakai masker double. Corona varian baru membutuhkan 2 lapis masker, terapkan dan jaga terus Prokes dan jangan lalai. Ketiga, tingkatkan imun tubuh dengan Vitamin dan segera melaksanakan vaksinasi.

    Baca Juga: Mgr. Agus: Covid-19 Ini Mengajarkan Kita, untuk Tidak Menggantungkan Diri dari Orang Lain

    Tentu, dari adanya pesan Romo membuat para dosen, mahasiswa dan seluruh civitas STKIP Pamane Talino menjadi tergerak untuk mengikuti vaksin. Sudah terhitung 139 mahasiswa yang telah melakukan vaksinasi.

    Vaksin Menurut Dosen STKIP Pamane Talino

    “Vaksin gratis ini merupakan salah satu solusi baik dari pemerintah dalam rangka melindungi warganya dari covid-19. Pemerintah memberikan vaksin secara gratis dan memberikan banyak kemudahan dalam menerima vaksin, misalnya dengan kebijakan vaksin tanpa terbatas pada domisili,” jelas Marselus Suarta Kasmiran WK III Bidang Kemahasiswaan STKIP Pamane Talino.

    “Kita sebagai civitas akademika yang merupakan bagian dari warga negara hendaknya membantu pemerintah dalam mensukseskan program vaksinasi ini. Bagaimana caranya? Datang ke puskesmas atau pusat layanan kesehatan untuk menerima vaksin. Serta tidak melakukan justifikasi terhadap diri sendiri terkait pantas tidak menerima vaksin. Percayakan justifikasi kesehatan diri kepada dokter/tenaga medis yang lebih paham. Ayo kita vaksin,”sambungnya.

    Baca Juga: Mgr. Agus dalam Kunjungan Di Ledo: Kehadiran Gereja Adalah Sahabat Pemerintah

    Mustika Aji Hertanto dalam info story WhatsApp pribadinya mengatakan, untuk siapa pun yang dapat mengakses vaksin gratis, mohon untuk diindahkan dan sebelum menyesal nantinya. “Saya sudah melihat sendiri bahwa kalian yang masih mendapat tawaran adalah orang yang beruntung.”

    “Di Jawa untuk vaksin sangat susah karena selalu full, lalu pengaturan bahwa tiap RT hanya diambil 1 dan itu pun lansia. Rumah sakit full dan stok oksigen terbatas, harga keadaan normal 500 ribu dan sekarang 3.5 juta. Itu pun perlu mukjizat Tuhan untuk dapat. Untuk yang sehat wajib bersyukur dan salah satu cara bersyukur adalah dengan mengambil vaksin saat ada kesempatan. Karena dengan vaksin kita sudah berusaha untuk menjaga kesehatan yang diamanahkan Tuhan kepada kita,” tutur Aji.

    Menurut Mahasiswa STKIP Pamane Talino

    Vaksinasi adalah hal yang dapat disuarakan oleh mahasiswa, karena dengan hal ini lah dapat terlihat peran seperti apa layaknya dilakukan. Pada posisi ini, mereka menjadi pusat pencontohan masyarakat, dimana warga melihat aksi nyata mereka lakukan untuk memutus mata rantai Covid-19.

    Baca Juga: Komunitas PSM STKIP Pamane Talino: “Stand For Humanity”

    Mahasiswa STKIP Pamane Talino menjadi andil dalam gerakan vaksin gratis yang dilaksanakan di Kab. Landak. Mereka melakukan vaksin dimasyarakat pada setiap kecamatan. Menyuarakan vaksinasi bertujuan pada keamanan warga untuk siap menghadapi corona jenis baru.

    Dandi Mahasiswa STKIP Pamane Talino mengatakan, bahwa dengan adanya vaksin gratis ini, dapat membantu untuk menurunkan angka positif Covid-19 khususnya di Kab. Landak.

    “Saya berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat untuk bisa melaksanakan aktivitas seperti biasa, dengan ada vaksin gratis bisa membantu masyarakat agar tidak mengeluarkan biaya sepersen pun. Saya melihat, masyarakat pun berantusias untuk vaksinasi. Dari situ kita bisa melihat kerja sama antara pemerintah dan masyarakat bisa melancarkan kegiatan ini dimana yang ada melaksanakn vaksin gratis,” harap Dandi.

    TERBARU

    TERPOPULER