Tuesday, May 19, 2026
More
    Home Blog Page 133

    KOMSOS KAP Mengadakan Pelatihan Jurnalistik Radio

    Clara Vianney Yoananda- Peserta Pelatihan Jurnalistik Radio

    MajalahDUTA.Com– Ketua KOMSOS KAP, Paulus Mashuri, S.Pd, M.Si, menggelar pelatihan jurnalistik selama tiga hari, Jumat-Sabtu (5-7/8/2022) di kantor pusat KOMSOS KAP.
    Sebanyak 12 peserta berpartisipasi dalam pelatihan ini.

    Paulus mengatakan pelatihan ini diadakan supaya anak muda bisa mendapatkan keterampilan praktik di bidang jurnalistik.

    Meurutnya, kegiatan ini diadakan membantu jurnalisme berkembang dengan menggunakan cara-cara inovatif dalam menyajikan data, menyediakan informasi berbasis fakta kepada pembaca, dan memperluas jaringan antara jurnalis.

    Paulus berharap dengan adanya kegiatan ini, anak muda tertarik menjadi jurnalis.

    Pelatihan Jurnalistik Radio untuk Tim KOMSOS-KAP

    Pelatihan Jurnalistik Radio Anggota KOMSOS-KAP. By. Monica Yesi

    MajalahDUTA.Com- Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak mengadakan Pelatihan jurnalistik kepada anggota calon penerus Komsos-KAP.

    Kegiatan ini dilaksanakan dua hari mulai tanggal 5-6 Agustus 2022.

    Kegiatan bertempat di gedung KOMSOS-KAP yang dimentori oleh Fransiskus Edy selaku Manager Stasiun Radio Diah Rosanti, Paulus Mashuri selaku Ketua KOMSOS-KAP, dan Willy sebagai penyiar Radio Sonora.

    Peserta yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 12 orang.

    Suasana dalam ruangan sangat tenang saat para mentor membagikan ilmu kepada peserta, tentunya peserta menyimak dengan seksama materi yang diberikan.

    Pada saat sesi tanya jawab, baik peserta dan panitia tampak bersemangat. Semua peserta tampil percaya diri pada saat praktik langsung.

    Menurut Paulus Mashuri, Kegiatan ini bertujuan untuk melatih skill jurnalistik kepada anggota penerus Komsos KAP agar kedepannya semakin produktif dan lebih baik.

    Pelatihan Jurnalistik Komisi Sosial Keuskupan Agung Pontianak (KOMSOS KAP)

    Helmi Samuel, Fransiskus Edy dan Rudi Hartono dalam latihan Presenter- di Komsos KAP

    MajalahDUTA.Com– Anggota komisi sosial keuskupan agung pontianak (KOMSOS KAP) mengikuti kegiatan pelatihan jurnalistik yang dilakukan di gedung Komsos KAP.

    Pelatihan dilakukan 5 sampai 7 agustus 2022. Sebanyak 12 anggota mengikuti kegiatan di hari pertama yang membahas radio serta jurnalisme radio,selain itu disampaikan pula materi mengenai presenter televisi.

    Dalam pelatihan jurnaslitik ini juga dihadiri Paulus Mashuri selaku ketua KOMSOS KAP beserta Fransiskus Edy dari radio Diah Rosanti.

    Harapannya pelatihan ini akan menambah wawasan akan jurnalisme radio maupun televisi.

    Pastor Luigi Maria Epicoco: Dua hal yang harus dilakukan setiap murid

    MajalahDUTA.Com- Dalam tulisan Pastor Luigi Maria Epicoco yang diterbitkan pada 08/05/22 (Aleteia) ia mengulas tentang peristiwa Yesus menjabarkan jalan pemuridan dalam sebuah bagian dari Injil St. Matius.

    Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
    “Barangsiapa ingin mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya,
    pikul salibnya, dan ikuti aku.
    Karena barangsiapa ingin menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya,
    tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menemukannya.
    Apa untungnya bagi seseorang untuk mendapatkan seluruh dunia?
    dan kehilangan nyawanya?

    Matius 16:24-25

    Apa artinya, dalam istilah yang sangat konkret, menjadi murid Yesus?

    Hal ini tampaknya dijawab oleh perikop Injil hari ini: “Barangsiapa ingin mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya, dan mengikut Aku.”

    Kita dapat mengatakan bahwa menjadi murid Kristus melibatkan dua gerakan eksistensial yang esensial. Yang pertama adalah “menyangkal dirimu sendiri.” Dalam arti harfiah mungkin terdengar seperti hal yang jelek, cara menyakiti diri sendiri, tidak menghargai diri sendiri, dan sebagainya.

    Tetapi arti sebenarnya dari “menyangkal diri sendiri” adalah kemampuan yang kita semua harus miliki untuk “bebas dari diri kita sendiri.” Dan siapakah orang-orang yang benar-benar bebas dari dirinya sendiri? Mereka yang juga tahu bagaimana mengatakan “tidak” pada diri mereka sendiri. Dengan demikian, menyangkal diri sendiri berarti mengetahui bagaimana mengatakan “tidak” pada diri sendiri.

    Baca Juga: Paus Fransiskus bertemu dengan Metropolitan Ortodoks Rusia Antonij

    Bagian kedua dari pemuridan adalah dalam “memikul salibmu dan mengikut Yesus.” Kata kerja “ambil” menyiratkan memilih untuk bertanggung jawab atas apa yang datang dalam hidup. Itu berarti berhenti untuk sekadar menanggung hal-hal dan menghadapinya. Kita adalah orang Kristen ketika kita menghadapi hal-hal tanpa terus bertindak seperti korban pasif, terutama semua hal yang terjadi pada kita yang tidak kita pilih.

    Dan setelah kita melakukan ini, apa yang terjadi selanjutnya? Injil mengatakan bahwa kita harus “mengikuti dia.” Ini berarti bahwa kita tidak tahu dari awal ke mana kita akan pergi dan apa hal yang benar untuk dilakukan. Ini adalah perjalanan harian di mana dari waktu ke waktu kita memahami apa yang terbaik untuk dilakukan, tanpa berimprovisasi tetapi mengikuti Yesus langkah demi langkah.

    Paus Fransiskus bertemu dengan Metropolitan Ortodoks Rusia Antonij

    Metropolitan Antonij of Volokolamsk with Pope Francis in the Vatican (Vatican Media)

    MajalahDUTA.Com, Vatikan- Metropolitan Ortodoks Rusia Antonij dari Volokolamsk mengunjungi Vatikan untuk pertama kalinya pada hari Jumat, 5 Agustus 2022.

    Pertemuan antara Kepala Departemen Hubungan Eksternal Patriarkat Moskow dan Paus Fransiskus merupakan bagian dari kontak ekumenis antara Paus dan Patriarkat Moskow, dan mengikuti percakapan antara Paus Fransiskus dan Patriark Ortodoks Kirill Moskow, yang berlangsung pada 16 Maret.

    Metropolitan Antonij dari Volokolamsk menggantikan Metropolitan Hilarion pada bulan Juni sebagai presiden Departemen Luar Negeri Patriarkat Moskow.

    Metropolitan Hilarion telah duduk di sebelah Patriark Kirill selama konferensi video pada bulan Maret, ketika Paus menyatakan kepada Patriark Moskow dan seluruh Rusia keyakinannya bahwa, mengenai perang di Ukraina, tugas orang Kristen dan pendeta mereka adalah untuk “melakukan segalanya” mungkin “untuk membantu perdamaian, untuk membantu mereka yang menderita “dan untuk menghentikan api” karena “mereka yang membayar tagihan untuk perang adalah orang-orang.”

    Selanjutnya, pada tanggal 25 April, Paus Fransiskus mengirim surat ucapan selamat kepada Patriark Kirill pada kesempatan Paskah Gereja Katolik dan Ortodoks yang mengikuti kalender Julian.

    “Semoga Roh Kudus,” tulis Paus dalam surat itu, “mengubah hati kita dan menjadikan kita pembawa damai sejati, terutama untuk Ukraina yang dilanda perang”, sementara “kita merasakan semua beban penderitaan keluarga manusia kita, hancur karena kekerasan. , perang dan banyak ketidakadilan.”

    Misa Tahbisan Diakon: Menjawab Panggilan Yesus dan Menjadikan-Nya Kekuatan dalam Pelayanan

    Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com– Gereja Katedral Santo Yoseph pada Kamis 4 Agustus 2022 telah dilaksanakannya misa tahbisan  diakon untuk Fr. Yokobus Lagar Witin dan Fr. Christianus Atun.

    Dalam perayaan itu dipimpin oleh Uskup Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus.  

    Misa tahbisan  juga turut dihadiri puluhan pastor, suster, frater, umat serta keluarga Diakon yang akrab disapa Frater Yakobus dan Frater Christ yang kini telah resmi menjadi Diakon pada kamis 4 Agustus. 

    Baca Juga: Sharing Jurnalistik untuk Anggota Komunikasi Sosial (KOMSOS) Keuskupan Agung Pontianak

    Dalam homilinya Uskup Agustinus  menyampaikan tujuan utama dari motivasi untuk menjalani kehidupan selibat. Kedepan sebagai diakon yang dimana adalah proses mereka menjadi imam haruslah kembali melihat motto panggilan karena dari itulah kekuatan kaum berjubah. 

    “Satu hal yang sepatutnya diingatkan oleh seorang imam adalah yang memanggil imam itu adalah Tuhan sendiri,Tuhan Yesus.” kata Uskup Agustinus.

    Tugas Diakon 

    Setelah menjadi diakon Uskup Agustinus menyampaikan kepada kedua Diakon ini akan tugas yang diemban oleh mereka yaitu untuk turut membantu imam dan Uskup dalam pelayanan sosial, dalam pelayanan yang berhubungan terhadap kasih terhadap sesama dalam pelayanan karitatif dan membantu imam dan uskup dalam pelayanan yang berhubungan dengan misteri-misteri iman khususnya dalam ekaristi.

    Sudah saat nya untuk kedua Diakon ini untuk memasuki kehidupan masyarakat yang konkret dan tidak bisa berteori lagi, banyak hal yang perlu dipelajari dari pertemuan dengan baik umat maupun sesama pelayan Tuhan, baik yang berhasil maupun yang mengalami kegagalan. Keduanya supaya dapat menjadi suatu inspirasi dan batasan dalam pelayanan dan pewartaan.

    Selain itu untuk menghadapi tantangan-tantangan dan kesulitan yang terjadi di masyarakat para diakon ini diharapkan untuk menyadari bahwa mereka sejatinya dipanggil oleh Tuhan Yesus dan Ia sendirilah yang akan menguatkan mereka. Karena Tuhan Yesus pun pernah mengeluh bahkan sampai di kayu salib. 

    Baca juga: Ketua Komsos KAP Paulus Mashuri: Jangan Mandai-mandai Buat Berita

    “Setiap kali kita merayakan perayaan ekaristi dengan sendirinya semangat yang ada pada Yesus pelan-pelan akan masuk pada diri kita sebagai seorang imam. Saya sendiri tidak khawatir kalau itu kalian laksanakan,Tuhan sendiri yang akan menguatkan kalian,tapi jika kalian berdua hanya mengandalkan intelektual, kemampuan duniawi suatu ketika juga akan jatuh. Kekuatan kita bagi saya adalah Tuhan sendiri yang harus kita andalkan dalam hidup kita.karena Tuhan yang memanggil kalian berdua,” ungkap Uskup Agus dalam misa tahbisan yang dimulai dari jam 09.00 wib itu. 

    Mohon Doa dan Dukungan 

    Frater Yakobus mengungkapkan perlunya dukungan dari para Pastor, Bapa Uskup, para suster dan umat jika  dalam perjalan menuju tabisan menjadi seorang imam melakukan kesalahan.

    “Mohon doa dari semuanya bagi kami karena kami juga lemah tetapi kami berusaha untuk menjadi pelayan Tuhan yang baik.”  tambah Diakon Christ dalam kesempatan menyampaikan sambutan. 

     

    Sharing Jurnalistik untuk Anggota Komunikasi Sosial (KOMSOS) Keuskupan Agung Pontianak

    Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com– Jumat tanggal 5 Agustus 2022,Komisi Sosial (KOMSOS) KAP mengadakan penyegaran pengetahuan tentang jurnalistik serta menyatukan visi dan misi KOMSOS KAP, dihadiri oleh 12 anggota KOMSOS KAP. Dihadiri pula oleh Pak Paulus Mashuri, S.Pd., M.Si. selaku ketua KOMSOS KAP  dan Fransiskus Edy, OP sebagai manager radio Diah Rosanti.

    Kegiatan ini dimulai dengan pemaparan Bapak Fransiskus Edy, OP mengenai pengenalan radio serta membahas tugas-tugas penyiar agar dapat menghasilkan siaran yang berkualitas dan mampu menarik pemasang iklan untuk memasang memasang iklannya di radio.

    Sedangkan Pak Paulus Mashuri, S.Pd., M.Si. dalam kesempatan ini berbagi pengalaman mengenai siaran di TV dan membahas mengenai jurnalistik radio.

    Diskusi juga dilakukan untuk menyusun organisasi keanggotaan KOMSOS KAP dan juga menyerap aspirasi-aspirasi dari anggota dengan memberikan waktu 10 menit bagi tiap anggota untuk mempresentasikan ide yang berhubungan dengan kegiatan KOMSOS KAP maupun radio Diah Rosari. 

     

    Uskup Agustinus Tegaskan Pendidikan Berkualitas Harus Menangkap Peluang

    Uskup Agustinus Tegaskan Pendidikan Berkualitas Harus Menangkap Peluang- Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com- “Sebagaimana yang disampaikan oleh Pastor Robini, tentang imajinasi liar, begitu juga dengan visi kita tentang pendidikan di Keuskupan Agung Pontianak, jangan menjadi biasa-biasa saja. Apalagi kita dihadapkan dengan perkembangan zaman yang kian cepat berubah. Kita harus bangkit dari ketertinggalan ini,” ujar Uskup Agustinus dalam press realise resmi, Rabu 3 Agustinus 2022.

    Hal tersebut menjadi dasar dari ungkapan Uskup Agustinus ditambah dukungan gerakan menangkap imajinasi liara oleh Pastor Robini. Secara  tegas Pastor Robini mengatakan justru karena adanya “Imajinasi liar” itulah menjadi awal pijakan dalam gerakan-gerakan mustahil (yang sebagian orang anggap Utopia). Untuk membuktikan hal itu gerakan tersebut bisa digapai dengan dukungan untuk menangkap ‘imajinasi liar’ tentang kemajuan dan potensi pendidikan di Kalimantan Barat.

    Peristiwa 3 Agustus 2022

    Hari ini, tepat pada Rabu 3 Agustus 2022, Yayasan Landak Bersatu yang baru mendapatkan SK Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Tehnologi Republik Indonesia Nomor 489/E/O/2022 tanggal 13 Juli 2022 yang lalu, mengadakan press release resmi kembali dengan informasi hangat tentang rencana falkutas Ekonomi Bisnis.

    Peristiwa ini dihadiri oleh Ketua Yayasan Landak Bersatu Pastor Dr. Johanes Robini Marianto, S.Fil., M.A, OP dan Anggota Yayasan Pelita Kasih, Angelina Carolin, SE, MM juga di hadiri Uskup Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus serta Dr. Drs. Adrianus Asia Sidot, M.Si selaku perwakilan DPR komisi X dan seluruh tenaga pengajar di Akub Grha Arta Khatulistiwa.

    Baca juga: Serah Terima Alih Kelola AKUB Grha Arta Khatulistiwa ke Yayasan Landak Bersatu (USA)

    Pada Rabu 3 Agustus 2022, Yayasan Landak Bersatu resmi mengumumkan, AKUB Grha Artha Katulistiwa yang berlokasi di Jalan K.H. Ahmad Dahlan No. 101 Akcaya, Tengah, Kec. Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, dengan ini resmi menggabungkan diri kepada Yayasan Landak Bersatu.

    Pada peristiwa itu, Ketua Yayasan Pelita Kasih yang menaungi AKUB Graha Artha Katulistiwa beserta jajarannya, di tempat Aula Lantai 1 Falkutas Kesehatan Kampus 2 Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo alias USA telah menandatangani dokumen penyerahan penggabungan alias alih kelola yang selanjutnya akan ditindaklanjuti ke Dirjen Dikti Vokasi.

    Sebagai ketua Yayasan Landak Bersatu Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Pastor Johanes Robini Marianto, OP telah mengumumkan secara resmi pada Rabu 3 Agustus 2022, paling tidak secara legal di antara kedua Yayasan, yang selanjutnya akan ditindaklanjuti ke Dirjen Dikti Vokasi, AKUB Grha Artha Katulistiwa di bawah pengelolaan Yayasan Landak Bersatu (YLB).

    Tujuan Alih kelola AKUP Graha

    Kegiatan tersebut, menurut Pastor Dr. J. Robini Marianto, S. Fil., MA., OP tujuannya adalah menyelaraskan tujuan yang sama dan memang sejalan dengan visi Yayasan Landak Bersatu, dan Unika Santo Agustinus Hippo di bawah pengelolaan Yayasan Landak Bersatu.

    Menurutnya hal ini kedepan akan memberikan pelayanan Pendidikan tinggi yang baik dari tata kelolah manajemen dan akademis kepada masyarakat dan untuk Kalimantan Barat.

    Sebagai ketua Yayasan Landak Bersatu, Pastor Robini  juga menyampaikan misi dari pendirian USA yang seperti yang dicita-citakan oleh Uskup Keuskupan Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus yaitu untuk menjadikan USA sebagai sarana membangun sumber daya manusia Kalimantan Barat dan dapat menghimpun sampai ke pelosok-pelosok serta tidak bersifat eksklusif hanya untuk anggota gereja Katolik saja.

    “Untuk memberikan pendidikan yang seluas-luasnya bagi kaum muda Kalimantan Barat bahkan lebih jauh dari Kalimantan Barat,supaya bisa memberikan pendidikan yang bermutu, berkualitas tapi terjangkau dan dimulai dari pinggiran,” ujar Pastor Robini.

    Pendidikan yang berkualitas

    Yayasan Pelita Kasih bukan menjual atau memperjualbelikan AKUB Grha Artha Katulistiwa; melainkan setelah diskusi Panjang lebar, Yayasan Pelita Kasih dengan sukarela dan sukacita menyerahkan pengelolaan Lembaga AKUB Grha Artha Katulistiwa kepada Yayasan Landak Bersatu.

    Secara praktis untuk tahun akademik 2022/2023 kampus akan dipindahkan dari jalan K.H. Ahmad Dahlan No. 101 Akcaya, Tengah, Kec. Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat ke jalan Merdeka yakni satu gedung dengan Falkutas Kesehatan di Jl. Hasanuddin No.115 C, Sungai Jawi Dalam, Kec. Pontianak Bar., Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

    Baca juga: “PRESS RELEASE”- Serah Terima Alih Kelola AKUB Grha Artha Katulistiwa ke Yayasan Landak Bersatu

    Harus diakui ada kesamaan persepsi di antara kedua Yayasan; yaitu Yayasan Pelita Kasih dan Yayasan Landak Bersatu, bahwa perlu memajukan secara professional dan penuh berkualitas pendidikan kaum muda di daerah Kalbar. Karena kesamaan visi tersebut; tanpa memikirkan untung-rugi pengelolaan, Yayasan Pelita Kasih dengan penuh sukacita menyerahkan pengelolaan AKUB Grha Artha Katulistiwa ke pihak Yayasan Landak Bersatu.

    Yayasan Landak Bersatu tentu berterima kasih atas kepercayaan ini dan mengucapkan banyak terima kasih atas dedikasi semua pengurus Yayasan Pelita Kasih yang selama hampir 20 tahun telah menaungi AKUB Grha Artha Katulistiwa dan menghasilkan banyak alumni yang bekerja di wilayah Kalbar dan mungkin di luar Kalbar.

    Menutup sambutannya Pastor Robini Marianto juga berterima kasih atas jasa dan pengorbanan mengelolah institusi ini demi kemajuan kaum muda di Kalbar.

    Selanjutnya tentu beban ada di tangan Yayasan Landak Bersatu untuk mengembangkannya lebih lanjut.

    “Kami, pihak Yayasan Landak Bersatu mohon dia restu dan pasti tidak akan melupakan sejarah institusi ini yang dimulai oleh Yayasan Pelita Kasih,” katanya.

    Lulusan Berkualitas

    Dalam kesempatan wawancara bersama DPR komisi X, Adrianus Asia Sidot  melihat bahwa ada potensi besar di Kalimantan Barat terutama potensi sumber daya manusia dan pengembangannya.

    Menurutnya pendidikan yang sudah ada ini adalah hal yang paling esensial dan kesempatan untuk meningkatkan daya saing mahasiswa.Hal ini didorong oleh adanya kemajuan digital yang mengharuskan lembaga pendidikan membuat pembelajaran yang mutakhir agar mampu melahirkan lulusan yang mampu bersaing dalam dunia kerja.

    Adrianus Asia Sidot menegaskan bahwa dunia Keuangan dan Perbankan ke depan akan berubah sesuai kemajuan teknologi digital. Oleh karenanya mau tidak mau lembaga pendidikan harus menyesuaikan diri dengan penyesuaian materi-materi pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan kompetensi kerja.

    Misi Gereja Katolik dari dulu hingga kini

    Dalam kesempatan yang sama itu pula, Uskup Agustinus selalu mengingatkan pertama-tama misi dari Gereja Katolik yang paling utama adalah tentang pendidikan.

    Pendidikan yang dimaksudkan adalah gerakan untuk kepentingan semua orang tanpa memandang ras dan agama. Sejak pertama gereja Katolik masuk ke Kalimantan Barat mulai dari itulah Kalimantan Barat sudah menjadi misi dari Katolik untuk mengembangkan pendidikan, ekonomi dan kesehatan.

    Menurut Uskup Agustinus, pendidikan zaman ini tidak bisa ditangani dengan cara yang biasa, tetapi harus dengan cara yang dinamis bahkan dalam tanda kutip harus memiliki imajinasi ‘liar’ agar  bisa menangkap kesempatan yang bagi sebagian orang menganggap masih Utopia.

    Mgr. Agustinus Agus juga mengingatkan kembali dengan berdirinya Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo adalah sebagai tanda hadirnya gereja Katolik di tengah masyarakat dalam misi pelayanan, terlebih mau  mengatakan bahwa Universitas Katolik ini terbuka untuk seluruh masyarakat.

    “Memang Universitas Santo Agustinus sebagai sebuah Universitas, tetapi tidak berarti hanya orang Katolik yang bisa ambil bagian. Karena gereja Katolik hadir untuk keselamatan umat manusia, Yesus hadir untuk umat manusia tidak pernah memaksa-maksa orang untuk ikut agama Katolik,” tegas Uskup Agustinus.

    Semakin Jaya dan semakin sukses

    “Kami bersyukur dan berterima kasih kepada Yayasan Cinta Kasih karena mereka terbuka dan percaya kepada kami untuk mengolah seterusnya AKUP Grha Arta Katulistiwa ini.” Kesempatan wawancara yang sama pula, sebagai  Anggota Dewan Pembina Yayasan Pelita Kasih, Angelina Carolin, S.E., M.M. berharap setelah bergabungnya AKUP ke Yayasan Landak Bersatu dan akan segera menjadi Fakultas Ekonomi Bisnis di USA harapnya dapat menjadi lebih berkembang dan maju, terutama dalam kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

    “Semoga AKUP di tangan Yayasan Landak Bersatu semakin maju, semakin besar, dan pastinya semakin jaya,” harap Angelina.

    Bangga Bisa Berkuliah di Fakultas Kesehatan Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo

    Bangga Bisa Berkuliah di Fakultas Kesehatan Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, Foto: Rio Kusuma Pratama- KOMSOSKAP

    MajalahDUTA.Com– Reporter Majalah Duta berkesempatan  menyambangi gedung fakultas kesehatan Universitas Santo Agustinus (USA) pada rabu 3 Agustus 2022, yang terletak di Jalan Merdeka No. 55 Pontianak Barat. 

    Fakultas Kesehatan USA merupakan gabungan antara AKPER Dharma Insan  dengan AKBID St. Benedicta Pontianak yang kini bernaung di bawah kepengursan Yayasan Landak Bersatu

    Memasuki area kampus yang berwarna putih ini, memberikan kesan rapi dan bersih pada tiap mata yang memandang. 

    Baca juga: Serah Terima Alih Kelola AKUB Grha Arta Khatulistiwa ke Yayasan Landak Bersatu (USA)

    Serasi dengan pakaian yang digunakan oleh para mahasiswa yang menggunakan seragam putih dengan bubuhan topi bagi mahasiswi-nya. 

    Sekilas seolah tak ada bedanya dengan bangunan rumah sakit, namun tentunya memiliki perbedaan pada fungsinya.

    Josua Manda dari Kapuas Hulu yang merupakan salah satu mahasiswi keperawatan mengungkapkan bahwa fakultas kesehatan memiliki fasilitas yang lengkap untuk menunjang aktivitas pembelajaran yang dilaksanakan di kampus. 

    Panorama pemandangan kampus

    Ketika memasuki ruangan kelas tim Majalah DUTA  melihat berbagai alat peraga baik itu patung manekin maupun alat-alat yang berhubungan dengan kesehatan. Sedangkan di lorong di depan kelas-kelas itu terdapat cukup banyak mahasiswi yang sedang berkumpul di depan kelas sambil menunggu masuk ke kelas. 

    Trisnawati Indah mahasiswi semester 2 keperawatan mengungkapkan hal yang sama seperti Josua. 

    Baginya fakultas ini memiliki fasilitas yang lengkap dan ia juga menyampaikan beberapa hal yang telah didapatkan selama berkuliah. 

    Baca juga: “PRESS RELEASE”- Serah Terima Alih Kelola AKUB Grha Artha Katulistiwa ke Yayasan Landak Bersatu

    “Kelebihan dari kampus ini fasilitasnya sangat lengkap dan memuaskan, sampai saat ini saya sudah bisa mengukur tekanan darah dan memberikan penyuntikan” ungkapnya.  

    “Harapanya dengan bergabungnya AKPER Dharma Insan kedalam Universitas Santo Agustinus kedepannya menjadi lebih baik lagi serta untuk adik-adik tamatan SMA/SMK dapat mendaftar di UAS terutama pada Fakultas Kesehatan” ungkap Yunda Seffiyana kepada reporter Majalah Duta.

    “PRESS RELEASE”- Serah Terima Alih Kelola AKUB Grha Artha Katulistiwa ke Yayasan Landak Bersatu

    Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com- Hari ini, tanggal 3 Agustus 2022, Yayasan Landak Bersatu yang baru mendapatkan SK Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Tehnologi Republik Indonesia Nomor 489/E/O/2022 tanggal 13 Juli 2022 yang lalu, mengadakan press release resmi lagi dengan informasi sebagai berikut:

    Pada hari ini tangal 3 Agustus 2022, resmi Yayasan Landak Bersatu umumkan, AKUB Grha Artha Katulistiwa yang berlokasi di Jalan K.H. Ahmad Dahlan No. 101 Akcaya, Tengah, Kec. Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, dengan ini resmi menggabungkan diri kepada Yayasan Landak Bersatu. Hari ini, Ketua Yayasan Pelita Kasih yang menaungi AKUB Grha Artha Katulistiwa beserta jajarannya, di tempat ini akan menandatangani dokumen penyerahan penggabungan/alih kelolah yang selanjutnya akan ditindaklanjuti ke Dirjen Dikti Vokasi.

    Dengan demikian kami umumkan secara resmi pada hari ini tanggal 3 Agustus 2022, paling tidak secara legal di antara kedua Yayasan, yang selanjutnya akan ditindaklanjuti ke Dirjen Dikti Vokasi, AKUB Grha Artha Katulistiwa di bawah pengelolaan Yayasan Landak Bersatu (YLB).

    Tujuan alih kelolah ini adalah sejalan dengan visi Yayasan Landak Bersatu, dan Unika Santo Agustinus Hippo di bawah pengelolaan Yayasan Landak Bersatu, untuk memberikan pelayanan Pendidikan tinggi yang baik (tata kelolah manajemen dan akademis) kepada masyarakat Kalimantan Barat.

    Yayasan Pelita Kasih bukan menjual atau memperjualbelikan AKUB Grha Artha Katulistiwa; melainkan setelah diskusi Panjang lebar, Yayasan Pelita Kasih dengan sukarela dan sukacita menyerahkan pengelolaan Lembaga AKUB Grha Artha Katulistiwa kepada Yayasan Landak Bersatu. Secara praktis untuk tahun akademik 2022/2023 kampus akan dipindahkan dari jalan Jalan K.H. Ahmad Dahlan No. 101 Akcaya, Tengah, Kec. Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat ke jalan Jl. Hasanuddin No.115 C, Sungai Jawi Dalam, Kec. Pontianak Bar., Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

    Harus diakui ada kesamaan persepsi di antara kedua Yayasan; yaitu Yayasan Pelita Kasih dan Yayasan Landak Bersatu, bahwa perlu memajukan secara professional dan penuh berkualitas pendidikan kaum muda di daerah Kalbar.

    Karena kesamaan visi tersebut; tanpa memikirkan untung-rugi pengelolaan, Yayasan Pelita Kasih dengan penuh sukacita menyerahkan pengelolaan AKUB Grha Artha Katulistiwa ke pihak Yayasan Landak Bersatu.

    Yayasan Landak Bersatu tentu berterima kasih atas kepercayaan ini dan mengucapkan banyak terima kasih atas dedikasi semua pengurus Yayasan Pelita Kasih yang selama hampir 20 tahun telah menaungi AKUB Grha Artha Katulistiwa dan menghasilkan banyak alumni yang bekerja di wilayah Kalbar dan mungkin di luar Kalbar.

    Terima kasih atas jasa dan pengorbanan mengelolah institusi ini demi kemajuan kaum muda di Kalbar. Selanjutnya tentu beban ada di tangan Yayasan Landak Bersatu untuk mengembangkannya lebih lanjut. Kami, pihak Yayasan Landak Bersatu mohon dia restu dan pasti tidak akan melupakan sejarah institusi ini yang dimulai oleh Yayasan Pelita Kasih.

    TERBARU

    TERPOPULER