Wednesday, April 29, 2026
More
    Home Blog Page 118

    Bangun Ketahanan Pangan Terintegrasi & Tangguh, Jalin Kolaborasi Antar Bangsa di Momentum Hari Pangan Dunia 2022

    Bangun Ketahanan Pangan Terintegrasi & Tangguh, Jalin Kolaborasi Antar Bangsa di Momentum Hari Pangan Dunia 2022

    MajalahDUTA.Com, Jakarta- Setiap Tanggal 16 Oktober, seluruh bangsa di dunia ini, memperingati Hari Pangan International, yang juga memperingati 77 tahun berdirinya FAO (Food and Agriculture Organization) merupakan salah satu organisasi PBB yang berbasis di bidang pangan dan pertanian yang memiliki peran dalam menjaga stabilitas pangan di seluruh dunia, sedangkan Pada peringatan Hari Pangan Sedunia 2022, tema yang diusung adalah “Leave NO ONE Behind” yang artinya jangan tinggalkan siapapun, dan juga dapat dimaknai sebagai momentum untuk menyoroti krisis pangan yang ada di berbagai belahan dunia.

    Tema ini lahir karena dunia menghadapi tantangan ketahanan pangan yang besar akibat dari konflik, krisis ekonomi, darurat iklim, degradasi lingkungan, dan dampak lanjutan dari COVID-19 hingga konflik geopolitik semakin memperburuk ketahanan pangan global, Selain itu, peringatan ini juga berfokus untuk memperbaiki harga pangan yang melonjak ke rekor tertinggi di tahun ini.

    Baca juga: Penutupan Lustrum IX: Jalan Sehat dan Bazar

    Di mana harga pupuk menjadi mahal bagi banyak petani, sehingga jumlah orang yang menghadapi kerawanan pangan pun terus meningkat, demikian disampaikan Suryo Susilo Ketua LSM Biru Voice kepada awak media, Minggu, 16 Oktober 2022 di Jakarta.

    “Tentu saja, tidak mungkin menghadapi berbagai krisis yang menimpa umat manusia jika kita tidak bekerja dan berjalan bersama, tanpa meninggalkan siapa pun. bahwa kita melihat orang lain sebagai saudara dan saudari kita, sebagai anggota yang membentuk keluarga manusia kita yang sama, ini mungkin makna dari Tema hari Pangan Sedunia 2022 yang mesti kita pahami bersama,” ungkap Suryo Susilo.

    Menurut Suryo, peringatan tahun ini terjadi ketika ketahanan pangan global menghadapi ancaman dari berbagai arah, dengan melonjaknya harga pangan, energi dan pupuk. Peringatan Hari Pangan Sedunia 2022 juga berlangsung di tengah meningkatnya jumlah orang yang berisiko mengalami tingkat kelaparan serius di Asia dan Afrika, karena itulah saat yang tepat untuk mengajak semua orang untuk memanfaatkan kekuatan solidaritas dan momentum kolektif guna membangun masa depan yang lebih baik, makna kebersamaan itu penting, dan tidak dianjurkan untuk maju sendirian. Semua bangsa harus maju bersama, menuju masa depan yang lebih baik.

    Baca juga: Show Your Fire, Take Your Desire- Part 1

    “Tidak boleh ada yang tertinggal. Tidak boleh juga meninggalkan yang lainnya, dengan adanya momentum Hari Pangan International ini, kebersamaan itu digaungkan.” tukas Suryo Susilo.

    Lebih lanjut Suryo mengatakan Tema Hari Pangan Sedunia 2022, pada intinya tetap mengingatkan betapa pentingnya semua pemangku kepentingan untuk maju dan tumbuh bersama, betapa kelirunya jika suatu bangsa meninggalkan bangsa lain yang belum beruntung dalam melakoni pembangunannya.

    “Karenanya pembangunan pangan tetap harus mampu meningkatkan produksi pangan, gizi, lingkungan dan kehidupan yang lebih baik dan berkualitas, untuk itulah diperlukan upaya meningkatkan produksi padi pada khususnya dan pangan pada umumnya, agar dapat membentuk Ketahanan pangan dalam suatu sistem yang terintegrasi, mulai hulu hingga hilir, baik di lingkungan dalam negeri maupun antar Bangsa di dunia ini, sehingga dengan demikian di peringatan Hari Pangan Dunia ini adalah saat yang tepat untuk menjalin Kolaborasi antar Bangsa Membangun Ketahanan Pangan terintegrasi dan Tangguh, selamat memperingati Hari Pangan Dunia 2022, ” pungkasnya.

    Uskup Agustinus: “Ikut Yesus” karena Yesus adalah Gembala Utama- Part 2

    Dokumentasi: Sie. Dokumentasi Lustrum IX STIGS XXIII Malang

    MajalahDUTA.Com, Malang- Pada perayaan puncak Lustrum IX, misa dipimpin oleh Mgr. Agustinus Agus dan Mgr. Yustinus Harjosusanto, MSF yang mewakili para uskup partisipan di STISG XXIII Malang. Misa dibuka dengan tarian adat Batak Toba yang dibawakan oleh Fr. Gempar, Fr. Ridho, Fr. Edwind dan Fr. Oscar.

    Paduan suara berasal dari Kor inti para frater yang telah berlatih keras mempersiapkan lagu-lagu terbaik untuk mengiringi prosesi misa.

    Dalam homili, Mgr. Agustinus mengungkapkan inti bacaan yang berbicara tentang “Menjadi Gembala yang Baik”. Dalam bacaan, Bapa Uskup Agung Pontianak memberikan syarat untuk menjadi Gembala yang baik adalah “Ikut Yesus” karena Yesus adalah Gembala Utama yang memanggil semua orang.

    Baca juga: Show Your Fire, Take Your Desire- Part 1

    Selanjutnya, apabila dipanggil, setiap orang tahu ia dipanggil untuk tugas apa? Bapa Uskup membeberkan rumusan iman: “Aku percaya akan Roh Kudus, Gereja Katolik yang kudus, persekutuan para kudus, pengampunan dosa, kebangkitan badan,” Namun yang paling ditekankan adalah “kehidupan kekal”.

    “Jadi, kalau saya dipanggil sebagai pastor, ingat, tugas saya, supaya orang mati tidak mati konyol, masuk surga, benar?” tegas Bapa Uskup Agustinus.

    Kunci Utama

    Kerendahan hati dan rela berkorban juga menjadi kunci utama untuk menjalankan tugas panggilan. Realita yang terjadi, menurut Bapa Uskup, cukup banyak Pastor yang tidak rendah hati.

    Bapa Uskup juga menegaskan bahwa menjadi orang rendah hati itu nyaman hidup, tetapi kalau menjadi sombong akan memunculkan permusuhan di mana-mana.

    “Lihat orang cantik, cemburu, lihat orang pintar, cemburu, lihat orang banyak kenalannya cemburu,” tegasnya. Bapa Uskup menganjurkan orang untuk bersyukur atas segala hal tersebut. Realita yang agak miris, masih terjadi di mana seorang Imam menggunakan mimbar kotbah untuk mencaci maki, untuk memarahi umat.

    “Gak wajar deh,” tegasnya. Harusnya yang terjadi di atas mimbar; mengajak orang, meneguhkan orang, dan mengingatkan orang. Selain itu, Bapa Uskup juga mengajak umat untuk tidak menjadi hakim atas orang lain. Akibat dari kurang sikap rendah hati, banyak sekali masalah-masalah yang timbul di dalam Gereja.

    Gembala yang baik juga memiliki visi ke depan, selalu berpikir ke depan dan inovatif, harus punya terobosan agar tidak ketinggalan zaman. Tidak lupa, Bapa Uskup menghimbau para imam untuk mencintai kebudayaan lokal karena terkadang kearifan kurang diperhatikan. Semua wejangan-wejangan tersebut diharapkan menjadi pegangan yang kokoh bagi panggilan para frater.

    Baca juga: Kami Berharap Natal Tahun 2022 bisa Menggunakan Gereja ini

    Dalam kata sambutan, Fr. Edo, selaku ketua Lustrum IX mengungkapkan bahwa momen kegiatan sepanjang tahun tersebut sebagai sarana untuk belajar. Para frater banyak belajar bagaimana mengorganizir kepanitiaan, berelasi dengan banyak pihak, dan belajar bekerja sama.

    Dalam hal rohani, kegiatan Lustrum IX merupakan sarana untuk mencapai tujuan yaitu kepada Tuhan Yesus Kristus.

    Fr. Edo mengutip perkataan Romo Bas, Prefek Rohani STISG XXIII, yang mengatakan bahwa tujuan para frater adalah memuji dan memuliakan Tuhan, jangan dibolak-balikkan. Dalam konteks pendidikan, Fr. Edo mengungkapkan, para frater dibina oleh para staff dengan cinta yang besar dengan memberikan kesempatan untuk berbicara dan beraksi sehingga kelak dapat menjadi pemimpin yang baik.

    Formatio Terdiri dari 10 Keuskupan

    Romo Tri Wardoyo, CM selaku Rektor STISG XXIII mengucapkan terima kasih atas segala pihak yang terlibat dalam kegiatan Lustrum IX. Diketahui bahwa Keuskupan yang berpartisipasi dalam formatio terdiri dari 10 Keuskupan (8 dari Kalimantan, 1 dari Malang dan 1 dari Denpasar.

    Romo Tri menginformasikan total para frater yang mengikuti pembinaan berjumlah 130 orang, dengan 7 staff dan dibantu oleh Romo Teguh, Suster CP dan Suster SCIM. Dalam penutup sambutan, Romo Tri mengajak semua pihak untuk meneruskan fire atau spirit dari San Giovanni XXIII.

    Romo Alfonsus Tjatur Raharso, Vikjen Keuskupan Malang, mengucapkan dirgahayu dan profisiat kepada seluruh anggota Komunitas STISG XXIII Malang, para formator, para karyawan-karyawati. Atas kerja sama yang telah dibangun kepada Uskup Partisipan terutama yang ada di Malang sebagai kordinator atau tuan rumah di mana Seminari ini berada.

    Baca juga: Getaran Hati Menyapa Cinta

    Pandemi telah memukul semua keuskupan partisipan, terutama dalam hal dana. Keuskupan Malang mulai menggerakkan umat di paroki-paroki dengan gerakan “1000 rupiah untuk pendidikan calon imam”.

    Sesungguhnya, jumlah sekian tidak banyak artinya. Tetapi sumbangan dan pemberian dalam jumlah berapapun sangat dihargai. Karena pada akhirnya yang menyempurnakan, yang melihatgandakan adalah Tuhan sendiri. Ajakan dari Vikjen Malang adalah untuk memanfaatkan gerakan tersebut semaksimal mungkin dengan penuh tanggung jawab setiap rupiah yang diberikan keuskupan-keuskupan pasrtisipan.

    “Kita sama-sama mengencangkan pinggan tanpa mengorbankan fire atau semangat serta desire atau mimpi-mimpi kita,” tegasnya.

    Sambutan juga diberikan oleh Mgr. Yustinus Harjosusanto, Uskup Agung Samarinda, sebagai salah satu uskup partisipan. Lustrum IX merupakan momen yang istimewa bahwa Tuhan berperan dalam perjalanan seminari tinggi secara nyata.

    Apresiasi dan doa

    Buah-buah sudah dihasilkan dari STISG XXIII baik itu imam-imam, maupun yang menjadi tokoh-tokoh awam yang berjasa bagi Gereja.

    Mgr. Yustinus mengucapkan apresiasi kepada Keuskupan Malang yang bersedia menjadi kordinator atau tuan rumah di STISG XXIII Malang ini. Apresiasi juga diungkapkan kepada rektor pendahulu dan juga Rektor saat ini  atas dedikasi dalam pembinaan formatio para frater.

    Banyak hal yang sudah dibuat, gedung-gedung sudah dicat, ada taman doa dan renovasi kapel. Selain itu, beliau juga mengucapkan terima kasih kepada para pemerhati seminari, STFT dan Widya Sasana Malang yang berperan besar dalam pendidikan calon imam.

    “Kepada para Frater, kami sungguh senang dan bangga bahwa Anda menjadi orang yang dinamis, calon-calon imam yang kreatif, yang tadi kami dengar apa yang dibuat dalam rangka 45 tahun seminari ini, setiap bulan mengadakan kegiatan-kegiatan yang sekiranya sangat bermakna,” ungkapnya.

    Harapan Uskup Agung Samarinda adalah agar para keuskupan partisipan mensyukuri fasilitas-fasilitas yang disediakan agar dimanfaatkan sebaik-baiknya demi tercapainya visi-visi yang telah disampaikan baik itu dalam bidang akademik maupun juga kehidupan rohani, kepribadian dan sisi-sisi kehidupan untuk kepentingan pelayanan iman di masa depan.

    Baca juga: Pastor Luigi Maria Epicoco: Dua hal yang harus dilakukan setiap murid

    Kemudian, diadakan ramah tamah yang disusun sedemikian rupa oleh para panitia. Sebelum itu, Mgr. Agustinus Agus memberikan berkat dari Paus Fransiskus kepada Romo Tri Wardoyo, CM selaku rektor STISG XXIII Malang. Setelah itu, ada kegiatan pemotongan tumpeng dan kue tar oleh Bapa Uskup dan Rektor.

    Setelah acara kebersamaan, maka berakhirlah kegiatan Lustrum IX. Segala ucapan syukur dihaturkan kepada Tuhan Yesus atas terselenggaranya kegiatan ini dengan baik. Semoga dapat menjadi berkat bagi para frater dan tumbuh kembangnya panggilan calon imam diosesan di masa depan.

    Selesai…

    Show Your Fire, Take Your Desire- Part 1

    Show Your Fire, Take Your Desire- Part 1

    MajalahDUTA.Com, Malang, 11 Oktober 2022 – Pandemi menjadi semacam momok yang membuat setiap orang di berbagai belahan dunia. Bagaimana tidak, segala aktivitas yang harus dikerjakan secara langsung, kala itu dibatasi.

    Aktivitas-aktivitas kebersamaan tidak dapat dilakukan lagi. Pembatasan-pembatasan mulai digalakkan sehingga orang-orang disarankan untuk melakukan aktivitas di rumah saja (work at home).

    Ruang gerak masyarakat semakin sempit. Masyarakat menerima dengan pasrah segala bentuk keterbatasan tersebut dengan saling menyelamatkan.

    Social distancing yang telah digalakkan saat pandemi itu, menyebabkan komunitas-komunitas kecil, rumah tangga, Gereja, tarekat-tarekat, biara-biara dan seminari tinggi tidak terkecuali mengalami dampaknya.

    Dari latar belakang himpitan pandemi, muncullah ide untuk mengadakan Lustrum IX. Ide tersebut dimulai dari keprihatinan atas situasi terbatas. Para frater dengan segala upaya mencoba meraih nafas kebebasan sekalipun terhimpit situasi yang menyesakkan dada. Kebebasan berkreasi untuk menghidupi panggilannya.

    Baca juga: Kami Berharap Natal Tahun 2022 bisa Menggunakan Gereja ini

    Atas prakarsa para staff, Seminari Tinggi Interdiosan San Giovanni XXIII melebarkan sayapnya menuju usia 45 tahun. Maka terselenggaralah aneka kegiatan yang menyibakkan skeptisme situasi terjepit di masa pandemi.

    Lustrum IX

    Lustrum IX Seminari Tinggi Interdiosesan San Giovanni (STISG) XXIII Malang ini mengambil inspirasi dari tema “Show Your Fire, Take Your Desire” yang berarti “Tunjukkan semangatmu, dan raihlah keinginanmu”.

    Perjalanan dimulai dari bulan Oktober 2021 dan diakhiri pada bulan yang sama di tahun 2022. Semangat yang berapi-api ini tertuang dalam beraneka kegiatan bulanan yang telah berhasil dijalankan selama satu tahun.

    Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain: Lomba menggambar dan mewarnai tingkat TK-SD Se-Kota Malang, Temu Alumni STISG XXIII, Seminar-Festival Lukis-Cangkrukan, Webinar Nasional “Pendidikan Pancasila”, kegiatan donor darah, ziarah ke makam para biarawan-biarawati dan Bapa Uskup, aksi panggilan di Paroki St. Theresia Pandaan dan Paroki Gembala Baik Batu, kegiatan jalan sehat dan bazar.

    Puncak kegiatan Lustrum IX diselenggarakan pada hari 11 Oktober 2022. Tanggal ini dipilih dengan alasan bahwa setiap tahun Gereja Katolik merayakan Hari Raya Santo Yohanes XXIII yang menjadi pelindung STISG XXIII.

    Baca juga: Waspada Kecacingan

    Romo Fransiskus Aryo, pembina panitia Lusrrum IX mengajak semua pihak untuk terlibat dalam kegiatan puncak Lustrum IX. Mulai dari para frater, para imam, para Bapa Uskup, orang muda dan Gereja ikut berpartisipasi untuk memeriahkan puncak ulang tahun ke 45 STISG XXIII ini.

    Melalui kegiatan Lustrum IX ini, diharapkan siapa saja sebagai generasi muda atau sebagai gereja bangkit dari pandemi covid-19. Tunjukkan cinta kita kepada banyak orang dan secara khusus melalui Lustrum IX dapat mengapresiasi dan mendorong setiap orang muda untuk berani menjadi imam di zaman millenial ini.

    Bersambung Part 2….

    Mahasiswa yang Bebas Berekspresi dan Merdeka

    Mahasiswa yang Bebas Berekspresi dan Merdeka

    MajalahDUTA.Com, Suara DUTA- Dewasa ini, Indonesia telah merayakan hari lahir kemerdekaan ke-77 tahun. Negara Republik Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki hak asasi kemanusiaan yang majemuk dan beradab. Pegangan utama negara Indonesia adalah Pancasila.

    Sesuai dengan motto Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Kemerdekaan tentunya memiliki makna yang sangat luas baik dari sudut pandang masyarakat, pemerintah, pahlawan, dan secara khusus bagi mahasiswa.

    Dalam paragraf Pembuka Undang-Undang Dasar 1945 tertera juga makna kemerdekaan yang berbunyi, “Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”

    Menurut Ravena, “Merdeka itu kan artinya bebas ya, kalau menurut aku sebagai mahasiswa bebas itu bebas berpendapat dan bebas berekspresi,” ujarnya dalam podcast Aksi Nyata Partai Perindo, Rabu (17/8/2022).

    Menjadi pribadi yang bebas berpendapat dan bebas berekspresi ini, Ravena mau mengajak para mahasiswa untuk berani mengambil langkah dan sikap yang lebih baik dalam menyatakan pendapatnya.

    Kebebasan yang hakiki pada umumnya terletak pada diri seseorang untuk mengungkapkan gagasan-gagasan yang benar dan mampu berdampak positif bagi pelaksana.

    Kebebasan dalam berpendapat dari sisi akademik seringkali menjadi suatu permasalahan yang besar. Salah satu kasus terdapat di sebuah kampus, pihak rektorat memberi sanksi skorsing atau drop out terhadap beberapa mahasiswanya.

    Karena mengkritik berbagai persoalan serta kebijakan yang telah diterapkan oleh pihak kampus. Sanksi akademik tersebut terjadi pada Sembilan mahasiswa dari Universitas Teknorat Indonesia (UTI) Lampung dan tiga mahasiswa dari Universitas Lancang Kuning (Unilak) Riau.

    Hal ini menjadi suatu permasalahan karena para mahasiswa tersebut diberhentikan tanpa adanya peringatan.

    Kebebasan Akademik

    Selain itu, sehubungan dengan kebebasan akademik menunjukkan bahwa terdapat tujuh puluh dua mahasiswa dijatuhi sanksi drop out dan skorsing berat akibat keterlibatan mahasiswa dalam demonstrasi yang mengkritik kebijakan kampus.

    Rektor Universitas Nasional (UNAS) menjatuhkan sanksi akademik terhadap tujuh belas mahasiswanya yang menuntut keringanan uang kuliah tunggal. Serupa dengan kasus tersebut, hasil pantauan Lokataru Foundation sepanjang 2019-2021, sanksi drop out juga menimpa dua mahasiswa Universitas Bandar Lampung (UBL), empat mahasiswa Universitas Khairun di Ternate, serta dua puluh delapan mahasiswa UKI Paulus di Makassar.

    Hal tersebut turut menambah daftar panjang kegagalan kampus dalam menciptakan ruang aman untuk berpendapat.

    Menanggapi kasus-kasus tersebut, Haris Azhar menjawab, “Prinsip kebebasan akademik itu harus diselenggarakan sebebas-bebasnya. Kritik akademik juga harus dijawab dengan argumentasi akademik, bukan dengan tindakan represif dengan menjatuhkan sanksi akademik. Menurut saya itu hal norak yang menunjukkan bahwa para pejabat tidak memiliki kualifikasi akademik. Jika pemikiran kritis terus dibasmi dengan cara kotor seperti ini maka ke depan kampus akan menjadi tempatnya orang bodoh.

    Tidak akan ada lagi generasi yang pandai karena kecerdasan mahasiswa dapat terbentuk dengan situasi, peristiwa, dan kondisi yang memicu perdebatan dan kontestasi fakta diikuti dengan argumentasi yang dirangkai melalui metodologi.” Ungkap seorang direktur eksekutif Lokataru Foundation kepada Balairung ketika diwawancarai.

    Perwujudan Kemerdekaan

    Selain itu, menurut Kenny Santiadi mengenai kemerdekaan pendapat termasuk hak yang sangat dasar, sebab hak kebebasan berpendapat merupakan hak asasi manusia.

    Seseorang yang terlibat ketidakadilan berhak menyuarakan pendapatnya kepada pihak-pihak yang berwajib. Tujuan kebebasan menyampaikan pendapat berdasarkan bagian menimbang pada UU Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum untuk mewujudkan demokrasi dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

    Perwujudan kebebasan menyampaikan pendapat dibagi menjadi berbagai macam bentuk, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 1 UU Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, yaitu: “Kemerdekaan menyampaikan pendapat adalah hak setiap warga negara untuk menyampaikan pikiran dengan lisan, tulisan dan sebagainya secara bebas dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.” Ujar seorang Relawan Lembaga Bantuan Hukum “Pengayoman” UNPAR.

    Menurut Bivitri Susanti, “Kebebasan akademik juga berlaku untuk mahasiswa di setiap kampus. Mahasiswa, bersama dengan para dosen dan tenaga kependidikan adalah bagian dari Civitas Academica atau warga akademik pendidikan tinggi. Mahasiswa sebagai anggota Civitas Academica diposisikan sebagai insan dewasa yang memiliki kesadaran sendiri dalam mengembangkan potensi diri di perguruan tinggi.

    Agar menjadi mahasiswa yang intelektual, ilmuwan, praktisi, serta profesional (Pasal 13 ayat (1) UU Dikti).

    Mahasiswa tentunya memiliki kebebasan akademik dengan mengutamakan penalaran dan akhlak mulia serta bertanggung jawab sesuai dengan budaya akademik (Pasal 13 ayat (3) UU Dikti). Dalam menerapkan kebebasan akademik tersebut, pimpinan perguruan tinggi wajib melindungi dan memfasilitasi kebutuhan mahasiswanya.”

     

    Dalam pasal 8 ayat (3) UU Dikti berbunyi:

    Pelaksanaan kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan di Perguruan Tinggi merupakan tanggung jawab pribadi Civitas Academica, yang wajib dilindungi dan difasilitasi oleh pimpinan Perguruan Tinggi.

     

    Dari kerangka hukum yang ada, jelas bahwa pimpinan perguruan tinggi seharusnya tidak melarang, melainkan wajib melindungi dan memfasilitasi kegiatan mahasiswa yang bersifat ilmiah.

    Perguruan tinggi yang tidak melindungi dan memfasilitasi pelaksanaan kebebasan akademik bahkan dapat dikenai sanksi administratif (Pasal 92 ayat (1) jo. Pasal 8 ayat (3) UU Dikti).

    Sanksinya dapat berupa peringatan tertulis, penghentian sementara bantuan biaya pendidikan dari pemerintah, penghentian sementara kegiatan penyelenggaraan pendidikan, penghentian pembinaan, atau pencabutan izin (Pasal 92 ayat (2) UU Dikti).

    Hal ini untuk mencegah terjadinya pencemaran nama baik atau pemanfaatan kampus untuk tujuan non-akademik.

    Dengan demikian, perlu dipahami bahwa memberikan pend=apat harus bersifat bebas merdeka dan bebas berekspresi. Tidak terkungkung pada ancaman serta hambatan yang kiranya membuat para mahasiswa tidak dapat menyuarakan pendapat mereka.

    Kami Berharap Natal Tahun 2022 bisa Menggunakan Gereja ini

    Kami Berharap Natal Tahun 2022 bisa Menggunakan Gereja ini

    MajalahDUTA.Com, Pontianak-Mohon Kiranya Uluran Tangan Kasih saudara sekalian untuk donasi kepada Gereja Kami. Setidaknya itulah yang disampaikan umat kepada penggalang dana yang diinisiator oleh Kamsi bersama rekannya Nini sebagai bendahara.

    Penggalangan dana ini juga diketahui langsung oleh R.D Donatus Indra Lubis sebagai pastor Paroki di Gereja Paroki Santo Kristoforus Sungai Pinyuh, Jalan Seliung Sungai Pinyuh. Setidaknya jika ada dana yang masuk, Nini sebagai bendahara akan melaporkan langsung kepada Pastor Paroki untuk Gereja Stasi Santo Gabriel.

    Bersama dengan timnya, Sherly Brigita juga menyampaikan informasi bahwa nama Gereja sesuai dengan peraturan Kemenag yaitu Gereja Katolik Santo Gabriel sekarang bersama pengurus umat tengah menggalang dana untuk perbaikan gereja dengan harapan dapat digunakan pada Natal tahun 2022 ini.

    Sesuai dengan namanya yaitu Malaikat Agung Santo Gabriel yang merupakan malaikat pewarta kabar gembira. Kami berharap gereja stasi ini terbangun sebelum Hari Raya natal.

    Sehingga para umat dapat merayakan Suka Cita Natal dengan suasana gereja yang baru yang sederhana.

    Sejarah Gereja

    Menurut Informasi yang didapatkan dari Kamsi yang merupakan termasuk tim pencari dana, diketahui bahwa kala itu (1978) di stasi sekitar ada 9 buah rumah, tapi di dalam 1 rumah itu ada beberapa Kepala Keluarga, jadi bisa bejumlah 49 umat.

    Gereja lama dengan nama Santo Fransiskus Asisi dibangun pada 5-4-1978, berdiri di wilayah Paroki Sungai Pinyuh.

    Bangunan mengunakan atap daun sagu dan berlantai papan jumlah yang waktu itu sekitar 9 Kepala Keluarga dan jumlah umat 49 orang.

    Kemudian pada 19-9-1994 gereja dibangun kembali mengunakan atap seng dan dinding semen. Kemudian sekarang telah dibongkar kembali untuk membangun gereja yang lebih besar dengan lonjakan umat yang semakin bertambah. Tercatat distasi saat ini ada 36 kepala keluarga dengan jumlah umat 141.

    Sekali lagi mohon kiranya keringanan tangan dan hati saudara untuk menolong saudara kita yang dengan tulus hati gotong royong membangun gereja demi menyongsong hari kelahiran Yesus Kristus di natal 2022 ini. Salam dan doa dari kami.

    Donasi dapat disalurkan via transfer melalui rekening :

    Bank KALBAR: 5121311251 a.n. Gereja Katolik St Gabriel

    Mohon Konfirmasi juga kepada CP: Kamsi +62 896-9228-3045 jika sudah di Transfer.

    Tidak Terkait Pencapresan Anies, Publik Desak Presiden Copot Menteri Dari Partai Nasdem, Terkait Kinerjanya Tidak Sesuai Harapan”

    Tidak Terkait Pencapresan Anies, Publik Desak Presiden Copot Menteri Dari Partai Nasdem, Terkait Kinerjanya Tidak Sesuai Harapan

    MajalahDUTA.Com, Jakarta- Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh telah mendeklarasikan Gubernur DKI Anies Baswedan sebagai capres usungan di Pilpres 2024, keputusan itu pun mengundang berbagai tanggapan dari masyarakat, bahkan keputusan itu mendapatkan respon dari Analis Komunikasi Politik sekaligus Pendiri Lembaga Survei Kedai KOPI, Hendri Satrio, kepada wartawan, ia mengatakan menilai, cek ombak ini NasDem sangat berani memberikan dukungan pada Anies, Dengan keputusan NasDem memberi tiket pada Anies, maka peta politik dinilai akan berubah, Dalam waktu dekat akan terlihat bagaimana presiden dan orang istana bereaksi pada NasDem yang selama ini setia pada koalisi, Kemungkinan pertama, menteri-menteri NasDem bakal mengundurkan diri dari kabinet atas dasar keinginan, atau yang kedua, malah Jokowi melakukan reshuffle cabinet di mana Menteri-memnteri NasDem akan terusir dari istana.

    “Setelah ini (NasDem deklarasikan Anies) kita akan merasakan perubahan peta politik yang menurut saya akan lumayan bergerak, Saya memprediksi setelah ini kemungkinan besar menteri-menteri NasDem akan mengundurkan diri dari kabinet”Ungkap Hendro Satrio kepada pers, Senin, 3/10/2022 kemaren di Jakarta.

    Sementara itu, pernyataan Hendro Satrio tersebut juga mengusik respon dari masyarakat, terutama dari kalangan generasi muda, diantaranya dari Andi Hambali Gerakan Manivestasi Rakyat Milineal kepada wartawan, ia mengatakan apa yang disampaikan Hendro Satrio, itu bisa saja terjadi, namun sebenarnya bukan hanya soal pencapresan Anies Baswedan oleh Partai Nasdem, sebagai pemicu tidak harmonisnya hubungan Partai Nasdem dengan mitra koalisi pendukung pemerintah Jokowi-Ma’ruf Amin, melainkan adanya indikasi kinerja para menteri dari Partai Nasdem, tidak optimal dan seringkali menciptakan kegaduhan dan kinerjanya tidak optimal, misalnya; Menkominfo Johnny G Plate yang tidak becus menangani kasus kebocoran data yang seringkali terjadi, kemudian Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang diduga terlibat pada masalah sengkarut mafia pupuk, dan juga Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (LHK) Siti Nurbaya yang minim prestasi.

    “Tiga menteri Nasdem di Kabinet Indonesia Maju, mereka berpotensi dicopot, sebenarnya bukan hanya urusan politik, tapi lebih pada alasan kinerja, ini lebih obyektif dirasakan oleh masyarakat, sehingga jangan dikaitkan dengan pencapresan Anies Baswedan oleh Partai Nasdem donk,”tukas Andi Hambali Gerakan Manivestasi Rakyat Milineal kepada pers, Kamis,6 Oktober 2022 di Jakarta.

    Baca juga: Sinergisitas TNI-ORARI Adalah Salah Satu Wujud TNI adalah Kita

    Andi Hambali mengingatkan langkah politik Nasdem juga sangat mungkin berimplikasi pada evaluasi total posisi partai besutan Surya Paloh tersebut di seluruh lingkaran kekuasaan, kondisi tersebut diperparah dengan kinerja kader Partai Nasdem di dalam kebinet Indonesia Maju, yang seringkali menjadi sorotan dari masyarakat, dan selalu berlindung pada alibi sebagai mitra koalisi yang mendukung Pemerintah Jokowi, dan ini justru membahayakan bagi kelangsungan penyelenggaraan kinerja Kabinet Indonesia Maju, mereka bisa menjadi “Benalu,” yang bisa menggrogoti kewibawaan pemerintah Jokowi-Ma’ruf Amin.

    Karena itulah, imbuh Andi, saat ini, momentum yang tepat, Partai Nasdem dipisahkan dari kalangan mitra koalisi pendukung Pemerintah Jokowi-Ma’ruf Amin, hal ini tentunya tidak terkait pencapresan Anies, melainkan adanya indikasi agenda terselubung Partai Nasdem untuk kepentingan meraih kemenangan di pemilu serentak 2024 mendatang,lebih berbahaya dan lebih berimplikasi merugikan masyarakat

    “Karena tentunya ketiga Menteri Partai Nasdem tersebut di duga lebih focus pada kepentingan partainya daripada kepentingan bangsa dan negara, karena itu sudah saatnya Presiden Jokowi mencopot tiga menteri dari Partai Nasdem tersebut, bukan alasan Pencapresan Anies tapi karena kepentingan negara, itu yang diharapkan masyarakat, yang secara obyektif menilai kinerja menteri dari Partai Nasdem lebih cenderung berseberangan dengan harapan rakyat”pungkas Andi Hambali.

    Terkait Sengkarut Proyek Pembangunan Tower BTS, Menkominfo Diadukan Ke Jampidsus

    Terkait Sengkarut Proyek Pembangunan Tower BTS, Menkominfo Diadukan Ke Jampidsus

    MajalahDUTA.Com, Jakarta– Saat ini Kementerian Kominfo kembali menjadi sorotan masyarakat, pasalnya tiga hari lalu Jampidsus Kejaksaan Agung RI, menyampaikan informasi terkait adanya Dugaan peristiwa pidana atau pelanggaran hukum dalam pengadaan tower Base Transceiver Station (BTS) oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Dugaan tindak pidana korupsi ini mengemuka karena keluhan masyarakat terkait jaringan yang kurang stabil atau kadang tidak dapat tersambung saat sistem pembelajaran daring yang dilakukan pemerintah semasa pandemi Covid-19, kemudian oleh Kejagung RI, direspon dengan melakukan penyelidikan dengan hasil adanya dugaan korupsi proyek pembangunan BTS di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) 2020-2022, tentunya pengungkapan kasus ini, diharapkan tidak hanya focus pada penyelidikan perusahaan yang terlibat dalam proyek memiliki nilai triliunan rupiah, melainkan juga harus diperluas dengan melakukan audit kinerja maupun kebijakan kepada pejabat structural maupun non structural yang ada di lingkungan Kementerian Kominfo, demikian disampaikan Ahmad Ritus Koordinator JARUM NTT kepada awak media, Jumaat, 14/10/2022 di Jakarta.

    “Kami mencium aroma dugaan keterlibatan politisi Nasdem yang saat ini sebagai Tenaga Ahli di lingkungan Kementerian Kominfo, dan tentunya juga di duga juga ada keterlibatan Menkominfo sebagai”ungkap Ahmad Ritus.

    Baca juga: Di Muslok IV ORARI Lokal Kota Adm Jakarta Barat, Secara Aklamasi Johanes Susanto YB0FVV Terpilih Sebagai Ketua ORLOK Jakbar

    Menurut Ritus, dari informasi yang diperolehnya menyebutkan mengenai keberadaan politisi Nasdem bernama Dony Imam Priambodo atau DIP, yang saat ini masih menjadi tenaga ahli di Kemenkominfo, dan juga yang bersangkutan memiliki perusahaan yang bergerak dibidang pembangunan pendirian Tower BTS, dengan nama Propelindo yang sejak tahun 2002 menjadi mitra investasi PT Telkom Indonesia, tentunya yang bersangkutan sangat berpengalaman di bidang pembangunan tower BTS, dan diduga yang bersangkutan mengerti serta memahami seluk beluk pembangunan Tower BTS tersebut, selain itu diduga juga memahami dugaan adanya scenario yang diduga menguntungkan pihak tertentu, dan diduga juga merugikan negara.

    Begitu pula, lanjut Ahmad Ritus, adanya indikasi dugaan Korupsi Kebijakan yang dilakukan Jhonny G Plate sebagai Menkomifo dalam pengadaan tower Base Transceiver Station (BTS), yang menguntungkan pihak lain, melalui dugaan dilemahkannya pengawasan pada proyek tower Base Transceiver Station (BTS) yang bernilai Trilyunan rupiah, sehingga proyek penyediaan infrastruktur telekomunikasi diduga bermasalah dalam hal pembayaran ke pihak ketiganya. Hingga akhirnya, PT SES mengambil langkah tegas, dengan menyegel site-site tower tersebut.

    Baca juga: Agung Praptono Jadi Ketua DPD PUTRI Jakarta

    “ Adanya indikasi dugaan keterlibatan Menkominfo Jhonny G Plate maupun politisi nasdem berinisial DIP tersebut sudah kami adukan ke pihak Jampidsus agar melakukan pemeriksaan terhadap keduanya, ya, kami sangat berharap Jampidsus dapat segera mengusut tuntas kasus ini, dengan melakukan audit investigasi terhadap seluruh pejabat di kemenkominfo, termasuk terhadap keduanya, sehingga tidak hanya pihak BAKTI Kemenkominfo saja yang diperiksa, pejabat berwenang di Kemenkominfo patut diperiksa”pungkas Ahmad Ritus.

    Sebelumnya, surat perintah penyelidikan itu diterbitkan oleh Direktur Penyidikan Jampidsus. Posisi ini masih diemban oleh Supardi sebelum dirinya menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi di Riau.

    Surat itu muncul dengan nomor surat Print-23/F.2/Fd.1/07/2022 tertanggal 18 Juli 2022. Dalam surat itu disebutkan, penyelidikan dilakukan terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam pembangunan BTS 4 oleh BAKTI Kemenkominfo. Proyek tersebut, menyangkut pembangunan internet pelayanan publik dan jasa internet pedesaan di sejumlah daerah.

    Terkait dengan proyek pembangunan BTS 4G oleh Kemkominfo mengadakan rilis resmi pada Selasa (20/9) yang menyebutkan sudah membangun 4.161 tower BTS. Dalam rancangan pembangunan sendiri, terdapat 9.113 BTS yang akan dibangun.

    Menteri Johnny Plate dalam rilis itu menyampaikan, pembangunan BTS 4 G tersebut dilakukan di wilayah-wilayah terluar dan yang tertinggal. Kata dia, proyek pembangunan tersebut memang belum rampung semuanya, karena estimasi pembangunan rampung 2024.

    “Sisanya, sedang terus dikerjakan agar dapat selesai di akhir kabinet ini tahun 2024,” kata Johnny.

    Waspada Kecacingan

    Waspada Cacingan

    MajalahDUTA.Com, Pontianak- Penyakit kecacingan atau biasa disebut cacingan masih dianggap sebagai hal sepele oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Padahal jika dilihat dampak jangka panjangnya, penyakit kecacingan menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi penderita dan keluarganya.

    Menurut Prof. Tjandra (Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan), kerugian akibat penyakit kecacingan tidak terlihat secara langsung, karena itu penyakit ini sering dianggap sepele oleh masyarakat. Cacingan terkadang bisa tidak menimbulkan gejala sama sekali.

    Walaupun bergejala, penyakit ini biasanya menyebabkan keluhan yang tidak khas dan bisa mirip dengan penyakit lain. Penyakit kecacingan dapat menyebabkan anemia (kurang darah), berat bayi lahir rendah, gangguan ibu bersalin, lemas, mengantuk, malas belajar, IQ menurun, prestasi dan produktivitas menurun.

    Berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan,  jenis cacing yang banyak menyerang adalah cacing gelang (Ascaris Lumbricoides), cacing tambang (Ankylostoma Duodenale dan Necator Americanus), dan cacing cambuk (Trichuris Trichuria). Penyakit ini pada umumnya menyerang pada anak-anak karena daya tahan tubuhnya masih rendah.

    Baca juga:Lingkungan dan Kesehatan

    Adapun faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah iklim tropis, kesadaran akan kebersihan yang masih rendah, sanitasi yang buruk, kondisi sosial ekonomi yang rendah, serta kepadatan penduduk.Dikatakan lebih lanjut, satu ekor cacing dapat menghisap darah, karbohidrat dan protein dari tubuh manusia. Cacing gelang menghisap 0,14 gram karbohidrat & 0,035 gram protein, cacing cambuk menghisap 0,005 mL darah, dan cacing tambang menghisap 0,2 mL darah.

    Sekilas memang angka ini terlihat kecil, tetapi jika sudah dikalkulasikan dengan jumlah penduduk, prevalensi, rata-rata jumlah cacing yang mencapai 6 ekor/orang, dan potensi kerugian akibat kehilangan karbohidrat, protein dan darah akan menjadi sangat besar.Kerugian akibat cacing gelang bagi seluruh penduduk Indonesia dalam kehilangan karbohidrat diperkirakan senilai Rp 15,4 milyar/tahun serta kehilangan protein senilai Rp 162,1 milyar/tahun.

    Kerugian akibat cacing tambang dalam hal kehilangan darah senilai 3.878.490 liter/tahun, serta kerugian akibat cacing cambuk dalam hal kehilangan darah senilai 1.728.640 liter/tahun.

    Baca juga: Paus ungkapkan Perawatan kesehatan adalah misi yang menyatukan sains dan kepenuhan umat manusia

    Dari data di atas, maka sangat penting bagi kita untuk melindungi diri dan keluarga dari penyakit kecacingan. Adapun beberapa langkah pencegahan yang dapat kita lakukan, antara lain:

    1. Cuci tangan secara teratur, terutama setelah buang air, mengganti popok bayi, sebelum memasak, dan sebelum makan.
    2. Simpan daging mentah dan ikan dengan baik, kemudian masak hingga matang.
    3. Cuci buah dan sayur dengan benar sebelum dikonsumsi.
    4. Berikan obat cacing untuk binatang peliharaan, seperti kucing dan anjing, secara berkala.
    5. Hindari berjalan tanpa alas kaki dan menyentuh tanah atau pasir tanpa sarung tangan.
    6. Gunting kuku secara teratur dan hindari menggigit kuku.

    Sementara itu, bila kita terkena infeksi cacing, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mempercepat penyembuhan dan menghindari penyebaran telur cacing, antara lain:

      • Basuh bagian anus pada pagi hari untuk mengurangi jumlah telur cacing, karena cacing biasa bertelur pada malam hari.
      • Ganti pakaian dalam dan seprai setiap hari selama terinfeksi.
      • Cuci pakaian tidur, seprai, pakaian dalam, dan handuk dengan air panas untuk membasmi telur cacing.
      • Hindari menggaruk daerah di sekitar anus yang gatal.
      • Penyakit kecacingan sebaiknya tidak dianggap remeh. Jika ada anggota keluarga mengalami gejala penyakit kecacingan, berkonsultasilah dengan dokter untuk mengetahui cara penanganan yang tepat.

    Sinergisitas TNI-ORARI Adalah Salah Satu Wujud TNI adalah Kita

    Sinergisitas TNI-ORARI Adalah Salah Satu Wujud TNI adalah Kita

    MajalahDUTA.Com, Jakarta- Tema HUT ke-77 TNI tahun ini “TNI adalah Kita” mengandung makna bahwa sejatinya TNI tidak lahir begitu saja dan terbentuk di saat bangsa Indonesia sudah mapan, melainkan berasal dari rakyat yang berjuang melawan penjajah dalam merebut kemerdekaan. Setelah Indonesia merdeka, dibentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR), kemudian berganti nama menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), kemudian menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI), dan selanjutnya menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dari nama-nama awal terbentuknya TNI, jelas nampak bahwa keberadaan TNI tidak bisa dipisahkan dari rakyat.

    Selama 77 tahun pengabdiannya, TNI telah memberikan darma baktinya kepada masyarakat, bangsa dan negara di bidang pertahanan, untuk menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pelaksanaan tugas tersebut harus didukung dengan mental prajurit TNI yang kuat, tangguh serta memiliki disiplin, loyalitas dan kesetiaan kepada NKRI, bukan hanya itu, makna Tema “TNI adalah Kita” juga menegaskan bahwa TNI dibangun oleh adanya dukungan seluruh komponen bangsa Indonesia, salah satu diantaranya adalah ORARI.

    Sebagai Cadangan Nasional di bidang Komunikasi Radio, ORARI secara otomatis mendukung gerak langkah, tugas dan pengabdian TNI yang tidak terlepas dari penggunaan alat komunikasi radio sejak perjuangan merebut kemerdekaan hingga sekarang di era kemajuan teknologi informasi, demikian disampaikan Suryo Susilo, YBØJTR Ketua Umum ORARI Pusat kepada awak media, Rabu, 5 Oktober 2022 di Jakarta.

    “Bagi Kami, TNI adalah “ayah kandung” ORARI, karena kelahiran ORARI “dibidani” oleh Mayjen TNI (Purn.) dr. Roebiono Kertopati pada tahun 1967 melalui Peraturan Pemerintah nomor 21 tahun 1967 tentang Radio Amatirisme di Indonesia, yang menjadi landasan bersatunya beberapa Organisasi pegiat Amatir Radio di Indonesia pada tahun 1968 menjadi satu Organisasi, yaitu ORARI. Jadi, sejak berdirinya, ORARI sudah sangat dekat dengan TNI, dan mendapat dukungan Perhubungan Angkatan Darat (Hubdam) dari Kodam-Kodam yang ada di seluruh Tanah Air.

    Sinergisitas TNI dengan ORARI terus berlangsung dengan membangun sistem komunikasi radio sebagai cadangan untuk mengantisipasi apabila muncul permasalahan terhadap jaringan komunikasi di saat TNI menunaikan tugas dan tanggungjawabnya menjaga pertahanan negara di berbagai kawasan, terutama di kawasan dan/atau pulau-pulau terdepan Indonesia”, ungkap Suryo Susilo, YBØJTR.

    ORARI mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan Mabes TNI dan Mabes TNI AD berupa Kegiatan Komunikasi Sosial (KOMSOS). Dengan mengikuti kegiatan tersebut, terjalin komunikasi yang intens untuk mendukung tugas TNI dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

    Dalam rangka meningkatkan dukungan komunikasi terhadap pelaksanaan tugas TNI, dari pihak ORARI terus meningkatkan kemampuan Anggotanya agar dapat mengikuti perkembangan teknologi radio komunikasi yang pesat, termasuk penggunaan satelit untuk komunikasi, agar dapat lebih mendukung TNI dalam menjaga persatuan dan kedaulatan NKRI, baik di darat, laut maupun udara, dari berbagai ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan, baik yang muncul dari dalam negeri maupun luar negeri.

    Kegiatan Komsos Mabes TNI dan Mabes TNI AD yang secara berkala melibatkan ORARI menunjukkan bahwa sinergitas ORARI dengan TNI dapat terpelihara dan terjaga dengan baik.

    “Di momentum peringatan HUT ke 77 TNI, kami berharap TNI dapat semakin kuat dan semakin profesional, namun tetap dekat dengan rakyat. Dirgahayu TNI, Selamat ulang Tahun ke-77. TNI adalah Kita, bravo TNI” pungkas Suryo Susilo, YBØJTR.

    TERBARU

    TERPOPULER