Wednesday, April 29, 2026
More
    Home Blog Page 117

    St. Theresia Lisieux: rantai antara surga dan bumi

    St. Theresia Lisieux

    MajalahDUTA.Com, Pontianak- The Rosary is a long chain that links heaven and earth. One end of it is in our hands and the other end is in the hands of the Holy Virgin…

    The Rosary prayer rises like incense to the feet of The Almighty. – St. Therese of Lisieux. 

    “Doa rosario adalah rantai panjang yang terentang antara surga dan bumi.

    Kita memegang satu ujung dan ujung yang lain dipegang Perawan Suci…

    Dengan rosario, doa-doa kita naik seperti dupa sampai ke kaki Yang Mahakuasa.”

    Perayaan Maria Secara Universal

    Gambar Bunda Maria

    MajalahDUTA.Com, Pontianak– Berbagai perayaan Maria dirayakan secara universal dan dicantumkan secara resmi dalam kalender Liturgi Gereja Katolik Roma.

    Perayaan-perayaan itu dibeda-bedakan sesuai tingkatnya, ada yang setingkat Hari Raya (Sollemnitas), Hari Pesta (Festum) dan Peringatan (Memoria). Hari-hari peringatan pun dibagi lagi dalam kategori peringatan wajib, fakultatif, dan peringatan khusus.

    PERAYAANPERAYAAN YANG SETINGKAT PERINGATAN (MEMORIA):

    1. Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Ratu

    Setelah diangkat ke surga dengan jiwa dan badannya, Bunda Maria dinobatkan sebagai Ratu. Peringatan ini dirayakan tujuh hari setelah Hari Raya Bunda Maria diangkat ke Surga, yaitu pada tanggal 22 Agustus. Apakah Bala Malaikat di surga memerlukan waktu tujuh hari untuk mempersiapkan upacara penobatan Maria sebagai Ratu?

    Ini juga merupakan ungkapan iman yang tidak bisa lagi dijelaskan secara logis dan kronologis. Gereja kehabisan kosa kata untuk mengungkapkan penghargaannya atas keistimewaan Bunda Maria.

    1. Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Berdukacita

    Kehidupan Bunda Maria tidak bisa dipisahkan dari kehidupan Yesus. Setelah merayakan Pesta Salib Suci, Gereja memperingati kedukaan Maria yang antara lain karena penyaliban Putranya. Maka peringatan ini dirayakan pada tanggal 15 September.

    Peringatan ini mulai dirayakan tahun 1668 dan ditetapkan sebagai perayaan untuk seluruh Gereja oleh Paus Pius VII pada tahun 1814 untuk mengenang penderitaan yang dialaminya dalam masa pembuangan di Prancis.

    Peringatan Bunda Maria Berdukacita dikenal juga dengan nama “Tujuh Kedukaan Maria”.

    Ada begitu banyak kejadian dalam kehidupan Bunda Maria yang menggambarkan penderitaannya, namun Gereja menyebut tujuh yang lazim, yaitu: nubuat Simeon tentang suatu pedang yang akan menembus jiwanya, pengungsian ke Mesir, Yesus hilang di Bait Allah pada umur 12 tahun, Yesus ditangkap dan diadili, Yesus disalibkan dan wafat, Yesus diturunkan dari salib, dan Yesus dimakamkan.

    1.  Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Ratu Rosario

    Pada abad-abad pertama, peringatan Maria selalu dikaitkan dengan kehidupan Bunda Maria, namun sejak abad abad ke-12 Gereja menambah perayaan Maria yang berkaitan dengan kejadian-kejadian tertentu dalam kehidupan menggereja.

    Misalnya Peringatan “Maria Ratu Rosario” yang jatuh pada tanggal 7 Oktober. Peringatan ini dirayakan untuk mengenang kemenangan pasukan Katolik dalam perang Lepanto pada abad ke-15.

    Baca juga: DOA ROSARIO: Peristiwa Mulia (Hari Rabu dan Minggu)

    Kemenangan ini diyakini karena umat berdoa memohon bantuan Bunda Maria dengan berdoa rosario. Tahun 1571 Paus Pius V menetapkan peringatan ini sebagai perayaan syukur dan pada tahun 1716 Paus Clement XI menetapkannya sebagai perayaan untuk seluruh Gereja.

    1.  Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Dipersembahkan kepada Allah

    Persembahan Maria ke Kenisah juga tidak mempunyai informasi biblis, selain bersumber pada tradisi dan Injil Apokrief. Dalam hal ini Gereja boleh mengakui keunggulan Kitab Suci Al Quran yang memberikan informasi yang agak memadai tentang masa kecil Maria, termasuk persembahannya ke Kenisah.

    Peringatan Santa Perawan Maria dipersembahkan kepada Allah ini berawal dari tahun 543 untuk mengenang pemberkatan Gereja Bunda Maria di Yerusalem. Tahun 1585 perayaan ini dimasukkan dalam Kalender Liturgi Gereja Barat dan sekarang dirayakan sebagai pengakuan akan Bunda Maria yang merupakan kenisah di mana Allah (Putra) berdiam. Gereja merayakan peringatan ini pada tanggal 21 November.

    Jenazah Para Kudus yang Tidak Rusak

    * Beato Paus Yohanes XXIII sudah dinyatakan sebagai Santo lewat kanonisasi oleh Paus Fransiskus pada tanggal 27 April 2014. Sumber : yesaya.indocell.net

    MajalahDUTA.Com, Featured- Pada tanggal 16 Januari 2001, Kardinal Sodano, Sekretaris Negara Tahta Suci; Kardinal Noe, Imam Agung Basilika St Petrus; dan Leonardo Sandri, membuka makam Beato Paus Yohanes XXIII yang dibeatifikasi pada tanggal 3 September 2000 (Beliau wafat pada tanggal 3 Juni 1962) Identifikasi jenazah merupakan bagian dari prosedur normal kanonisasi.

    Jenazah Bapa Paus Yohanes XXIII hendak dipindahkan dari makam yang sekarang di ruang bawah tanah St.  Petrus ke suatu makam baru di atas, dalam basilika itu sendiri, di altar yang dipersembahkan demi menghormati St. Hieronimus.

    Paus Yohanes Paulus II menginstruksikan pemindahan tersebut guna menegaskan kekudusan paus pendahulunya itu dan guna memungkinkan umat beriman dapat lebih mudah menghormatinya.

    Baca juga: Doa Rosario: Peristiwa Gembira (Hari Senin & Sabtu)

    Ketika peti jenazah dibuka, Kardinal Noe mengatakan bahwa wajah Bapa Paus Yohanes XXIII tampak “utuh dan damai”. Laporan resmi menyatakan, “Begitu kain selubung dibuka, wajah beato tampak utuh, dengan kedua mata tertutup dan mulut sedikit terbuka, dengan roman muka yang segera mengingatkan orang pada penampilan familiar paus yang dihormati itu.” Kedua tangan Bapa Suci, yang masih menggenggam sebuah rosario, juga masih utuh.

    Pemeriksaan yang demikian merupakan langkah penting yang perlu dilakukan dalam proses kanonisasi. Kardinal Prospero Lambertini (yang dikemudian hari menjadi Paus Benediktus XIV, 1675-1758) menulis lima jilid buku berjudul De Beatificatione Servorum Dei et de Beatorum Canonizatione di mana ia menuliskan dua bab, De Cadaverum Incorruptione.

    Karya ini tetap merupakan referensi klasik dalam perkara demikian. Jenazah yang tak rusak merupakan sesuatu yang luar biasa dan karenanya jenazah yang tidak mengalami proses pengawetan, namun tetap mempertahankan rona, kesegaran dan kelenturan seolah hidup setelah bertahun-tahun kematian, merupakan suatu mukjizat. Secara spiritualitas, tanda demikian merupakan indikasi bahwa jenazah orang tersebut dipersiapkan untuk kebangkitan tubuh dengan mulia.

    Bersamaan dengan incorruptibilitas keadaan jenazah yang tak rusak) adalah tanda “harum surgawi”, suatu fenomena di mana jenazah atau makam seorang kudus memancarkan bau harum semerbak.

    Dalam Perjanjian Lama, bau wangi-wangian dipergunakan untuk menyatakan bahwa seseorang berkenan kepada Allah dan kudus dalam pandangan-Nya. Biasanya, bau harum ini khas dan tak dapat diperbandingkan dengan wangi-wangian apapun. Kardinal Lambertini mengatakan bahwa dalam kasus tubuh yang mati, nyaris tak mungkin ia tidak memancarkan bau busuk, lebih tak masuk akal lagi jika jenazah memancarkan bau harum.

    Sebab itu, bau harum yang terpancar tersebut pastilah berasal dari suatu kuasa adikodrati dan karenanya dianggap sebagai mukjizat. Walau demikian, perlu dicatat, bahwa iblis pun dapat membuat “bau harum mewangi”; jadi tanda ini harus dipertalikan dan didukung dengan kekudusan hidup orang yang meninggal tersebut secara keseluruhan.

    Dalam mempertimbangkan fenomena ini, faktor-faktor lain harus diperhitungkan juga. Sebagai contoh, jenazah Beato Paus Yohanes XXIII ditempatkan dalam suatu peti pualam yang terdiri dari tiga peti – satu dari kayu oak, satu dari timah dan satu dari cypress (semacam kayu cemara). Walau jenazahnya tidak diawetkan, namun jenazah telah disemprot dengan bahan-bahan kimia agar dapat dipertontonkan sebelum dimakamkan.

    Nazareno Gabrielli, seorang tenaga ahli dari Vatican Museums, mengatakan, “Ketika beliau wafat, diambil langkah-langkah agar jenazah dapat dipertontonkan untuk dihormati oleh umat beriman. Jangan dilupakan juga bahwa jenazah dimasukkan dalam tiga peti, di mana salah satunya disegel dengan timah.”

    Baca juga: Bertindak dengan KASIH

    Sebab itu, kemungkinan sedikit oksigen menembus ke dalam peti mati dan mempengaruhi jenazah. (Setelah jenazah diperiksa secara resmi, jenazah disemprot dengan bahan anti-bakteri, dan peti disegel kedap udara).

    Pada pokoknya, jenazah yang tak rusak merupakan tanda kekudusan hidup seseorang. Jenazah St Bernadette Soubirous (1844-1879) dan St Katarina Laboure (1806-1876) juga tetap tak rusak hingga kini, walau jenazah mereka tidak diawetkan dan tidak terlindung dari berbagai macam unsur selama bertahun-tahun sebelum makam mereka digali kembali. Karenanya, orang dapat melihat dengan pasti bagaimana tangan Tuhan bekerja dalam memelihara jenazah Beato Paus Yohanes XXIII; juga yang mengagumkan adalah bagaimana beliau melewatkan masa hidupnya dengan hidup kudus.

    Kisruh ORARI Belum Tuntas, Hingga Ada Vonis Inkracht dari Lembaga Peradilan Tertinggi

    Kisruh ORARI Belum Tuntas, Hingga Ada Vonis Inkracht Dari Lembaga Peradilan Tertinggi

    MajalahDUTA.Com, Jakarta- Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) yang didirikan sejak tahun 1968 merupakan organisasi hobi yang bersifat mandiri dan non-politik, dan memiliki semangat persahabatan dan persaudaraan yang tinggi, serta selalu siap sedia memberikan dukungan komunikasi sebagai cadangan nasional di bidang komunikasi radio.

    Namun sayangnya, karena ambisi dan masuknya kepentingan politik, pada MUNAS XI ORARI yang diselanggarakan tanggal 26-28 November 2021, dimana telah terjadi pemaksaan kehendak yang berakibat pada timbulnya kericuhan pada MUNAS, sehingga mengakibatkan kegagalan MUNAS XI ORARI karena pada tanggal 27 November 2021 MUNAS dihentikan aparat Kepolisian. Adapun kelompok yang hendak memaksakan kehendak tersebut kembali berulah dengan mengadakan MUNAS Lanjutan pada tanggal 11-12 Desember 2021 di Bengkulu, yang pelaksanaanya melanggar AD/ART ORARI, sehingga berakibat munculnya gugatan TUN melawan Kemenkominfo dan juga terhadap kemenkumham, serta gugatan perbuatan melawan hukum di Pengadilan Negeri Denpasar, mengenai legitimasi keabasahan keberlangsungan MUNAS Lanjutan di Bengkulu, yang saat ini baik gugatan TUN maupun gugatan Perbuatan Melawan Hukum tersebut sedang dalam proses banding. Selain gugatan tersebut, juga dilakukan Gugatan TUN melawan Dirjen SDPPI yang sedang menunggu agenda Putusan, demikian disampaikan Febry Arisandi, SH dari Sandiva Legal Network kepada awak media yang menghubunginya, Senin, 17/10/2022 di Jakarta.

    Baca juga: Di Muslok IV ORARI Lokal Kota Adm Jakarta Barat, Secara Aklamasi Johanes Susanto YB0FVV Terpilih Sebagai Ketua ORLOK Jakbar

    “Pada prinsipnya kami akan mendampingi Klien sesuai koridor hukum yang berlaku di Indonesia, untuk menyelesaikan permasalahan ini sampai dengan tercapainya inkracht, atau keputusan yang berkekuatan hukum tetap” ungkap Febry Arisandi, SH dari Sandiva Legal Network.

    Menurut Febry, selama proses persidangan baik pada gugatan TUN terhadap Perkara No. 22/G/2022/PTUN-JKT maupun Gugatan TUN atas Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor AHU-0000173.AH.01.08 Tahun 2022, serta gugatan Perbuatan Melawan Hukum ke Pengadilan Negeri Denpasar dengan register Perkara Nomor 47/Pdt.G/2022/PN.Dpn, pihaknya senantiasa bekerja keras untuk menyampaikan fakta hukum beserta bukti serta saksi yang mendasarkan pada ketentuan yang terdapat pada AD/ART ORARI dan juga UU Ormas, serta Permenkumham Nomor 10 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Permenkumham Nomor 3 Tahun 2016 Tentang Tata Cara Pengajuan Permohonan Pengesahan Badan Hukum Dan Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perkumpulan, sebagai dasar keluarnya penerbitan SK Menkumham tersebut, dengan harapan Majelis Hakim yang menangani perkara tersebut dapat mengabulkan gugatan kliennya. Namun ternyata, Majelis Hakim mengeluarkan keputusan yang di luar dugaan menolak gugatan tersebut, sehingga perjuangan untuk meraih keadilan guna mengembalikan marwah organisasi ORARI berlanjut dengan mengajukan memori banding terhadap keputusan Majelis Hakim tersebut.

    “Ya, masih panjang langkah perjuangan ini, yakni masih ada proses Banding, Kasasi dan Peninjauan Kembali sampai dengan keputusan inkracht dari Mahkamah Agung. Jika keputusan sudah Inkracht, maka tentunya perjuangan kami untuk menegakkan hukum dalam permasalahan sengketa di ORARI sudah selesai” tukas Febry Arisandi, SH dari Sandiva Legal Network.

    Baca juga: Komisi I DPR RI Di Desak JARUM NTT, Bentuk Segera Pansus Kebocoran Data

    Sementara itu, Febry juga mengingatkan bahwa sebelum adanya Putusan yang berkekuatan hukum tetap, demi melindungi hak-hak seluruh anggota ORARI seharusnya Menkominfo dan Dirjen SDPPI memberhentikan semua aktifitasnya dan tidak membuat kebijakan yang berat sebelah atau berpihak pada Pengurus ORARI hasil MUNAS Lanjutan, yang memperkeruh suasana dan menimbulkan persoalan baru yang menghambat penyelesaian sengketa, serta memperuncing kondisi yang bisa berdampak pada timbulnya konflik di tingkat akar rumput antara anggota ORARI, serta mengganggu aktivitas pelayanan keanggotaan maupun aktivitas pelayanan masyarakat yang membutuhkan dukungan komunikasi dari anggota ORARI, khususnya yang ada di daerah.

    “Mari kita sama-sama menghormati proses upaya hukum yang sedang berlangsung dalam penyelesaian permasalahan sengketa hukum di tubuh keluarga besar ORARI; Jangan ada intervensi hukum, dan jangan ada pula intervensi kekuasaan yang mengotori proses peradilan di negara hukum yang berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945. Mari bersama-sama kita jaga marwah hukum sesuai khitahnya yang mengayomi kehidupan masyarakat” pungkas Febry Arisandi, SH dari Sandiva Legal Network.

    Doa Rosario: Peristiwa Gembira (Hari Senin & Sabtu)

    Doa Rosario- Senin dan Sabtu

    MajalahDUTA.Com, Doa- Doa Rosario: Peristiwa Gembira (Hari Senin & Sabtu)…

    1. Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel.

    Salam hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau; jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus LUK 1 :28b,30b-31.”

    Bapa, jika Engkau bersabda maka semuanya terjadi. Bersabdalah, ya Bapa, aku ini hambamu,terjadilah padaku menurut kehendakMu.  Ujud Doa…………………

    1. Maria mengunjungi Elisabet, saudarinya.

    Diberkatilah engkau diantara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Luk 1:42-43”.

    Bapa, hatiku memuliakan Dikau dan jiwaku bersorak-sorai karena Engkau Allah penuh kasih. Engkau menciptakan dan memelihara kami, anak-anak-Mu. Ujud doa…………………………

    1. Yesus dilahirkan di Betlehem.

    Maria”melahirkan seorang anak laki-laki….., lalu dibungkusnya dengan kain lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.” (Luk 2 : 7).

    Bapa, kami bersyukur karena Engkau telah merelakan PuteraMu menjadi manusia demi menebus dan mengampuni dosa-dosa kami jadikanlah kami layak menjadi anak-anakMu. Ujud doa…………………

    1. Yesus dipersembahkan di Bait Allah.

    Simeon berkata kepada Maria,” Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan.Kelak suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri.” (Luk2 : 34-35).

    Bapa, kami mempersembahkan segenap diri kami kepadaMu. Terimalah kami sebagai persembahan yang layak, demi jasa Putera-Mu,Juruselamat kami. Ujud doa……………….

    1. Yesus Ditemukan di Bait Allah.

    ”Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam Rumah Bapa-Ku? Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka.”(Luk2 :49-50).

    Bapa,Putera-Mu sepenuhnya hidup demi kemuliaan-Mu dan keselamatan kami.Bentuklah kami menjadi serupa dengan PuteraMu. Ujud Doa……………..

    In Lumine Tou, Videmus Lumen

    (Dalam Terang-Mu, Kami melihat Cahaya)

    Bertindak dengan KASIH

    Foto Jamnas Sekami 2018- Dokumen KOMSOS

    MajalahDUTA.Com, KASIH- “Kasih itu membangun, “ ungkapan Santo Paulus ini sederhana, namun mendalam. Saking dalamnya, kata kasih itu cukup digambarkan dengan kata-kata lagi. Kasih teruji dalam sebuah yang dihasilkan dan selalu membawa kebaikan bagi semua. Kata kuncinya adalah kebaikan untuk semua makhluk ciptaan terlebih sesama manusia yang berbudi luhur.

    Sebagaimana Yesus datang membawa pembaharuan dan kesempurnaan hukum yang kasih. Ajaran kasih sungguh sangat menantang dan menggugah kemampuan penghayatan praktik kesalehan yang sudah dianggap lazim.

    Baca juga: DOA ROSARIO: Peristiwa Mulia (Hari Rabu dan Minggu)

    Orang bijak berkata, “Berbuat baik kepada orang yang telah berbuat baik pada kita (berbuat baik) sebelum orang lain berbuat baik kepada kita (baik hati) berbuat baik terhadap orang yang telah berbuat jahat kepada kita (murah hati).

    Bagi Yesus tidak cukup hidup dalam level balas budi dan baik hati tetapi kita diajak untuk sampai pada kesempurnaan kasih yang murah hati.

    Hendaklah kamu murah hati sama seperti Bapamu adalah murah hati. Kasih senantiasa memberikan mata yang menembus batas apapun, seperti dikatakan oleh Paus Fransiskus “Mereka yang mengasihi menggunakan imajinasi untuk menemukan solusi manakala yang lain hanya melihat sebagai masalah.

    Baca juga: TUBUH DAN DARAH KRISTUS – St. Agustinus

    Mereka yang membantu orang lain sesuai dengan kebutuhan mereka dan dengan kreativitas bukan dengan ide yang sudah terbentuk sebelumnya atau konsepsi umum”.

    Begitu juga dalam setiap kesempatan homili Uskup Agustinus dimanapun dan apapun kotbahnya, kata kasih selalu menjadi kunci utama baginya untuk menyatukan semua saudara imam maupun umat. Kata Kasih bagi Uksup Agustinus adalah kunci untuk mengakses persaudaraan kepada semua makhluk ciptaan.

    ———————

    ℎ , ℎ ℎ ℎ ℎ . . ( I.H.S )

    TUBUH DAN DARAH KRISTUS – St. Agustinus

    Ilustrasi: Tubuh dan Darah Kristus

    MajalahDUTA.Com, Spritualitas- “Karena itu, jangan menganggap roti dan anggur hanya dari penampilan luarnya saja, sebab roti dan anggur itu, sesuai dengan yang dikatakan oleh Tuhan kita, adalah Tubuh dan Darah Kristus.

    Meskipun panca indera kita mengatakan hal yang berbeda; biarlah imanmu meneguhkan engkau. Jangan menilai hal ini dari perasaan, tetapi dengan keyakinan iman, jangan ragu bahwa engkau telah dianggap layak untuk menerima Tubuh dan Darah Kristus.”

    St. Agustinus…

    DOA ROSARIO: Peristiwa Mulia (Hari Rabu dan Minggu)

    Doa Rosario

    MajalahDUTA.Com, Doa– DOA ROSARIO: Peristiwa Mulia (Hari Rabu dan Minggu)

    1. Yesus bangkit dari kematian

    ”Malaikat itu berkata, janganlah kamu takut ; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada disini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakannya.” (Mat 28 : 5-6)

    Bapa, mampukanlah kami melanjutkan misi Putra-Mu yaitu memberitakan Injil kepada semua orang agar kerajaan-Mu menjadi nyata di bumi ini. Ujud Doa…………

    2. Yesus naik ke surga

    ”Sesudah Ia mengatakan demikian, Ia diangkat ke surga disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Hai orang Galilea, mengapa kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang diangkat ke surga meninggalkan kamu, akan kembali dengan cara yang sama seperti kamu lihat Dia naik ke surga.” (Kis 1 : 9-11).

    Bapa, Engkau tumpuan hidup dan harapan kami. Tanamkanlah dalam diri kami keyakinan bahwa Engkau menyertai kami selalu hingga akhir zaman. Ujud Doa……………..

    3. Roh Kudus turun atas para Rasul

    ”Tiba-tiba terdengarlah bunyi dari langit seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, dimana mereka duduk…..lalu mereka semua dipenuhi Roh Kudus, dan mulai berbicara dalam bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk dikatakan.” (Kis 2 : 2,4)

    Bapa, semoga Roh Kudus-Mu membimbing hidup kami dalam kasih dan kebenaran-Mu, serta menjadikan kami layak dihadapan-Mu. Ujud Doa……………….

    4. Maria diangkat ke Surga

    ”Jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa dengan perantaraan Yesus, Allah akan mengumpulkan bersama-sama dengan Dia, mereka yang telah meninggal. Sesudah itu kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.” (1Tes 4 : 14,17)
    Bapa, berilah kami iman yang hidup, dan jadikanlah kami saksi-Mu di hadapan sesama kami. Ujud Doa………………

    5. Maria dimahkotai di surga

    ”Tampaklah suatu tanda besar di langit; seorang perempuan berselubungan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.” (Why 12 : 1)

    Bapa, satu-satunya sumber kasih sejati, kobarkanlah dalam diri kami semangat kasih-Mu kepada Bunda putera-Mu sebab kami memandangnya sebagai teladan pengikut Yesus. Ujud Doa………………..

    Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, Amin…

    In Lumine Tou, Videmus Lumen (Dalam Terang-Mu, Kami melihat Cahaya)

    Misi rahasia Gereja: Diplomasi Vatikan

    Victor Gaetan | Rowman & Littlefield Publishers

    MajalahDUTA.Com, Pendidikan- Buku baru (Judul Asli: The Church’s secret mission: Vatican diplomacy) oleh Victor Gaetan memberikan gambaran tentang minat Tahta Suci dalam hubungan internasional, tantangan dan prospek saat ini. Tulisan ini diulas oleh John Burger – diterbitkan pada 07/15/21 di Aleteia.

    Inti dari diplomasi Kristen adalah rekonsiliasi antara orang-orang, terutama mereka yang memiliki tradisi atau sejarah yang berbeda,” kata Victor Gaetan, penulis buku baru tentang diplomasi Vatikan.

    Diplomat Tuhan: Paus Fransiskus, Diplomasi Vatikan, dan Armagedon Amerika, diterbitkan oleh Rowman & Littlefield, adalah gambaran umum tentang penekanan tak terduga Paus Fransiskus pada hubungan internasional. Menyediakan primer tentang sejarah panjang diplomasi Gereja, Gaetan menunjukkan bagaimana dan mengapa itu bekerja, dan menawarkan kontras dengan keputusan internasional AS baru-baru ini.

    Gaetan, penduduk asli Rumania, adalah koresponden lama untuk majalah dan jurnal seperti National Catholic Register, Foreign Affairs, dan majalah Amerika. Dia memiliki gelar PhD dari Universitas Tufts dalam ideologi dalam sastra.

    Baca juga: “Negara Dunia”: Diplomat Vatikan terlibat dalam isu-isu global dengan Paus

    Dia berbagi beberapa wawasan dengan Aleteia tentang pentingnya Gereja menempatkan pada diplomasi dan beberapa keberhasilan baru-baru ini dan prospek masa depan untuk misi di bawah Paus Fransiskus.

    Kebanyakan orang, saya bayangkan, ketika mereka mendengar Anda berbicara tentang Gereja Katolik, berpikir tentang paus, uskup, imam, ritual, dll. Saya tidak berpikir diplomasi adalah hal pertama yang muncul di benak kebanyakan orang.

    Kapan Gereja masuk ke “bisnis” ini?

    Ingat apa yang terjadi pada Pentakosta? Orang-orang yang berkumpul di Yerusalem dari negeri asing tiba-tiba dapat memahami para murid, meskipun ada kendala bahasa. Inti dari diplomasi Kristen adalah rekonsiliasi antara orang-orang, terutama mereka yang memiliki tradisi atau sejarah yang berbeda. Itu dimasukkan ke dalam Injil: Kristus mengutus para rasul untuk “menjadikan semua bangsa murid-Ku” (Mat. 28:18-20).

    Belakangan, Gereja Katolik melembagakan diplomasi karena kebutuhan. Pada tahun 325, Paus Sylvester mengirim tiga utusan, termasuk seorang uskup, untuk mewakilinya di Konsili Nicea, yang diselenggarakan oleh Kaisar Konstantinus.

    Maju cepat ke Susunan Kristen abad pertengahan, ketika mediasi kepausan dipanggil untuk menyelesaikan sejumlah besar ketidaksepakatan politik dan pertanyaan teritorial di seluruh Eropa. Roma mengerahkan berbagai pemecah masalah ulama, semua berdiri untuk paus. Sistem perwakilan diplomatik itu menjadi dasar bagi diplomasi antar negara modern — hingga hari ini.

    Dengan cara apa diplomasi ini dilakukan?

    Terutama melalui nuncios — Vatikan untuk duta besar. Mereka adalah perwakilan pribadi paus untuk pemerintah asing atau kelompok multilateral seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa. Nunsius juga memainkan peran kunci dalam membantu Vatikan memilih uskup. Takhta Suci memiliki hubungan bilateral dengan 183 negara. Dua yang baru ditambahkan di bawah Francis adalah Mauritania dan Myanmar.

    Nunsius mengumpulkan informasi tentang apa yang terjadi di setiap negara — politik dan kehidupan Gereja — melaporkan kepada paus melalui Sekretariat Negara Vatikan. Seorang nuncio (dari kata Latin untuk “utusan”) dapat mengandalkan “kecerdasan” lateral dari uskup, imam, religius, dan kolaborator awam. Dalam diplomasinya, Gereja Katolik tidak seperti hierarki yang kaku, lebih seperti jaringan yang gesit.

    Baca juga: Uskup Agustinus: “Ikut Yesus” karena Yesus adalah Gembala Utama- Part 2

    Apa kelebihan dan kekurangan diplomasi kepausan dibandingkan dengan negara-negara sekuler?

    Kerahasiaan adalah keuntungan luar biasa dalam diplomasi. Para diplomat Tahta Suci bersumpah untuk tidak pernah mengungkapkan apa yang mereka ketahui. Dan karena Kota Vatikan bukanlah negara demokrasi, tidak ada warga yang berteriak-teriak untuk mengetahui apa yang terjadi di balik layar. Para diplomat sekuler memberi tahu saya bahwa para nunsius adalah salah satu rekan mereka yang paling bijaksana, membuat mereka sangat dapat dipercaya.

    Tetapi korps diplomatik Vatikan sangat kecil dibandingkan dengan kekuatan dunia lainnya. Sebuah kedutaan besar Vatikan (disebut nunsiatur) mungkin memiliki hingga lima imam, seperti di Washington, DC, tetapi kebanyakan hanya memiliki dua: seorang nunsius dan sekretarisnya. Bandingkan dengan kedutaan AS atau Inggris di ibu kota seperti Paris: Anda akan menemukan ratusan staf dan lusinan diplomat senior di sana.

    Apa yang dapat dicapai oleh diplomasi kepausan sehingga upaya-upaya diplomatik negara-bangsa tidak mungkin berhasil? Adakah contoh yang muncul di pikiran?

    Karena Takhta Suci memiliki sedikit kepentingan material — hanya wilayah kecil dan tidak ada ekonomi riil — maka Takhta Suci bebas untuk melihat kebenaran situasi temporal. Ketika seorang paus sangat dihormati, seperti Paus Fransiskus, diplomat sekuler terkadang tunduk pada otoritas moralnya, pada dasarnya, masalah politik.

    Ketika Kuba dan Amerika Serikat menemui jalan buntu dalam merundingkan cara baru untuk berhubungan satu sama lain, misalnya, Fransiskuslah yang membuat kedua negara sepakat. Negosiasi terakhir dilakukan di Istana Apostolik pada tahun 2014. Ketidakpercayaan yang mendalam mencegah para antagonis lama untuk mencapai ya, sehingga Vatikan masuk sebagai kekuatan yang lebih tinggi dengan wewenang untuk meminta pertanggungjawaban masing-masing pihak.

    Demikian pula, Paus Yohanes Paulus II dan tim diplomatiknya mencegah perang antara Argentina dan Chili di Selat Beagle pada tahun 1978. Butuh tujuh tahun untuk menuntaskan sebuah perjanjian, yang ditandatangani oleh kedua negara di Roma, tetapi pengaturan itu telah berlangsung hingga hari ini.

    Apakah diplomasi Tahta Suci mengambil kehidupan baru di bawah Paus Fransiskus?

    Antara tahun 1914 dan 1978, setiap paus keluar dari dinas diplomatik Vatikan, yang secara mendalam membentuk Gereja modern. Tetapi Francis datang tanpa pengalaman seperti itu, jadi tidak ada alasan untuk berharap dia akan unggul. Kardinal Jorge Bergoglio tidak suka bepergian sebagai uskup agung karena dia tidak suka jauh dari mi esposa (istri saya), begitu dia menyebut keuskupannya.

    Tapi Francis terbukti memiliki bakat untuk membina hubungan internasional. Pengalamannya mengelola ordo keagamaan di bawah kediktatoran yang brutal; kecenderungan mistisnya, prinsip-prinsip idealis yang tajam sambil bersikeras pada aktualisasi konkret; kemerdekaannya sebagai orang dari Selatan Global, bebas dari pola pikir Perang Dingin; dan orientasi misionaris yang ia bagikan dengan Yesuit lainnya digabungkan untuk mempersiapkannya dengan baik bagi keterlibatan luas Gereja Katolik di belakang layar dalam politik dunia kontemporer.

    Baca juga: Bangun Ketahanan Pangan Terintegrasi & Tangguh, Jalin Kolaborasi Antar Bangsa di Momentum Hari Pangan Dunia 2022

    Francis mengunjungi Irak tahun ini, dan bahkan ada pembicaraan tentang dia bepergian ke Korea Utara. Berdasarkan rekam jejak diplomatik kepausan saat ini sejauh ini, apakah Anda memperkirakan ada kejutan lebih lanjut, katakanlah, kunjungan kepausan ke Rusia atau China?

    Francis benar-benar bersikeras untuk pergi ke Irak — bertentangan dengan saran dari sebagian besar pakar diplomatik dan terutama keamanan di sekitarnya. Ini membuktikan bahwa bagi Bapa Suci, keselamatan pribadi kurang penting daripada misi. Dan apa raison d’etre diplomasi Gereja? Terutama perdamaian—perdamaian dan rekonsiliasi, yang memfasilitasi perdamaian.

    Jadi, saya pikir lebih mudah membayangkan Francis bepergian ke Korea Utara daripada ke China atau Rusia. Fransiskus dan Kardinal Pietro Parolin (alter ego Bapa Suci dalam strategi diplomatik) diam-diam terlibat dengan Korea secara intens sejak 2014, ketika Fransiskus mengunjungi semenanjung yang terbagi dalam perjalanan pertamanya ke Asia. Presiden Moon Jae-in dan istrinya adalah penganut Katolik yang taat. Dan Gereja di Korea adalah komunitas Katolik dengan pertumbuhan tercepat di Asia. Kunjungan kepausan ke Korea Utara – “pinggiran” utama, menggunakan mantra Fransiskus – dapat memulai kembali pembicaraan damai. Ditambah lagi, Gereja Katolik Korea sangat kuat, saya bisa dengan jujur ​​membayangkan mereka berdoa ini menjadi kenyataan.

    Ancaman apa yang ada untuk masa depan diplomasi kepausan, terutama karena dunia (setidaknya di Barat) tampaknya semakin sekuler?

    Paus Fransiskus telah mengkritik pemerintah Barat dan PBB karena memaksakan “ideologi gender” dan skema Kiri lainnya pada negara-negara tradisional. Gereja telah bersekutu dengan negara-negara mayoritas Muslim untuk memblokir upaya untuk menciptakan “hak” untuk aborsi di bawah bendera PBB, misalnya, pada Konferensi Internasional tentang Kependudukan dan Pembangunan tahun 1994 di Kairo.

    Mengambil pendirian ini membuat Gereja Katolik menjadi target kekuatan politik yang terorganisir dengan baik, yang dapat menghidupkan status unik Gereja sebagai pengamat permanen yang terlibat penuh di PBB.

    Kedaulatan Gereja Katolik inilah yang memberi Bapa Suci tiket masuk ke sistem internasional. Kami adalah satu-satunya agama dunia yang diakui berdaulat di bawah hukum internasional. (Satu bab penuh dari God’s Diplomats dikhususkan untuk menjelaskan hal ini.)

    Saya khawatir bahkan umat Katolik pun tidak memahami status quo dengan cukup baik untuk mempertahankannya. Jadi, Roma bisa rentan terhadap serangan terhadap kedaulatan Gereja, yang membuat diplomasi kita sangat efektif.

    Paus Fransiskus: Sidang Sinode Para Uskup akan diadakan pada tahun 2023 dan 2024

    File photo of Pope Francis meeting with Cardinals in the Synod Hall (Vatican Media)

    MajalahDUTA.Com, Vatikan- Paus Fransiskus mengumumkan bahwa pertemuan Majelis Sinode Para Uskup tentang Sinodalitas akan berlangsung dalam dua sesi: pada Oktober 2023 dan Oktober 2024. Artikel ini diangkat oleh Devin Watkins pada 16 Oktober 2022, 12:10 waktu Vatikan.

    Dalam tulisan itu dikatakan bahwa Pertemuan Sinode Para Uskup di Vatikan—yang semula dijadwalkan akan diadakan pada Oktober 2023—sekarang juga akan berlangsung pada Oktober 2024, sebagai bagian dari Sinode yang sama tetapi diadakan dalam 2 sesi.

    Baca juga: Kami Berharap Natal Tahun 2022 bisa Menggunakan Gereja ini

    Paus Fransiskus mengumumkan perpanjangan Sinode tentang Sinode ketika berbicara kepada para peziarah di Lapangan Santo Petrus dalam pidato Angelus pada hari Minggu.

    Kebijaksanaan yang diperluas

    Paus Fransiskus mencatat fase pertama Sidang Umum Biasa ke-16 Sinode Para Uskup dibuka pada 10 Oktober 2021, yang difokuskan pada mendengarkan dan penegasan.

    Paus juga mengatakan sudah ada banyak buah sulung dari Sinode yang sedang berlangsung, tetapi menambahkan bahwa diperlukan lebih banyak waktu agar mereka menjadi dewasa sepenuhnya.

    “Untuk memberikan lebih banyak waktu untuk penegasan yang diperpanjang, saya telah menetapkan bahwa Sidang Sinode ini akan berlangsung dalam dua sesi: yang pertama pada 4-29 Oktober 2023 dan yang kedua pada Oktober 2024.” (In order to provide more time for extended discernment, I have established that this Synodal Assembly will take place in two sessions: The first on 4-29 October 2023 and the second in October 2024.)

    Paus Fransiskus berharap keputusan ini akan mendukung pemahaman sinode sebagai elemen konstitutif Gereja, dan membantu semua orang untuk menjalaninya sebagai perjalanan saudara dan saudari yang menjadi saksi sukacita Injil.

    Keterangan lebih lanjut dari Sekretariat Sinode

    Menyusul pengumuman Paus Sekretariat Jenderal Sinode merilis komunike pers untuk menjelaskan keputusan tersebut, dengan mengatakan Konstitusi Apostolik Episcopalis Communio memungkinkan kemungkinan beberapa sesi Sinode yang sama.

    “Keputusan ini berangkat dari keinginan agar tema Gereja Sinode, karena luas dan pentingnya, dapat menjadi subyek penegasan yang berkepanjangan tidak hanya oleh para anggota Majelis Sinode, tetapi oleh seluruh Gereja.” (This decision stems from the desire that the theme of a Synodal Church, because of its breadth and importance, might be the subject of prolonged discernment not only by the members of the Synodal Assembly, but by the whole Church.)

    Baca juga: Uskup Agustinus: “Ikut Yesus” karena Yesus adalah Gembala Utama- Part 2

    Sekretariat Sinode mengatakan perpanjangan itu sangat cocok dengan perjalanan sinode yang sedang berlangsung, karena Sinode “bukanlah suatu peristiwa tetapi suatu proses di mana seluruh Umat Allah dipanggil untuk berjalan bersama menuju apa yang dibantu oleh Roh Kudus untuk dilihat sebagai kehendak Tuhan bagi Gereja-Nya.”

    Sepasang sesi yang tersebar selama setahun akan membentuk “perjalanan dalam perjalanan” dengan tujuan menumbuhkan refleksi yang lebih matang.

    TERBARU

    TERPOPULER