Wednesday, April 29, 2026
More
    Home Blog Page 119

    Pelantikan Pengurus Umat Stasi Santo Petrus, Darit

    MajalahDUTA.Com, Darit- Pelantikan pengurus umat Stasi Santo Petrus Guna Periode 2022-2025 Paroki Santo Agustinus dan Matias Darit Keuskupan Agung Pontianak.

    Minggu,02 oktober 2022 Pelantikan Kepengurusan Gereja Katolik Santo Petrus stasi guna Paroki Santo Agustinus Dan MAatias Darit Keuskupan Agung Pontianak.

    Berdasarkan melihat, menimbang dan memperhatikan bahwa ketua umat lama almarhum Ronny S periode 2018-2022 telah meninggal dunia,maka untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut harus ada pergantian ketua umat, dan ketua umat terpilih dalam kepengurusan minggu 25 Agustus 2022 terpilih atas nama Mukhin.

    Dalam pelantikan kepengurusan tersebut jumlah pengurus yang dilantik 7 orang yang diketuai oleh Mukhin, Seketaris Rino Ritulin, bendahara Lambertus Galam dan Divisi Liturgi Ropita, Orang Muda Katolik Sara, Bapak Bapak Katolik M.Kubal, Wanita Katolik Natalia Neli,dilantik langsung oleh Pastor Reimon Esebeus Fasak ,MSC.

    Beliau Berpesan dalam kotbahnya, menjadi pemimpin harus bisa melayani , dan beliau juga berpesan kepada umat harus tetap aktif dalam kegiatan mengereja, dan jangan patah semangat.

    Untuk menjadi pengikut Kristus memang harus menjunjung tinggi iman Kekatolikan sejati, kalau maju dan diberkati maka harus yakin dengan iman dan penuh kepercayaan serta punya pengharapan yang teguh agar berkat Tuhan selalu di rasakan dalam setiap kehidupan.

    Baca juga: Kemeriahan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) di Paroki Kristus Raja Sambas

    Dalam acara tersebut juga dihadiri oleh Bapak Bapak Katolik ( BAPAKAT ) sekitas 10 orang serta umat dari Stasi Santo Petrus Guna 50 an umat yang hadir.

    Ketua umat Stasi Santo Petrus Guna Bapak Mukhin yang baru dilantik juga menyampaikan banyak terima kasih Kepada Pastor Paroki Serta bapak bapak Katolik (BAPAKAT) Serta umat yang hadir dalam kegiatan tersebut sehingga acara nya dapat berjalan dengan baik meskkipun konsep acaranya itu sendiri sederhana, harapanya agar kepengurusan bisa berjalan dengan baik serta umat juga diajak untuk tetap aktif dalam kegiatan hidup mengereja agar terciptanya kerja sama antar pengurus Gereja tutur beliau.

    Setelah Misa Pelantikan berlangsung ketua umat, BAPAKAT dan umat stasi guna diajak untuk menikmati makan siang bersama di rumah ketua umat.

    Tampak dalam makan siang tersebut kebersamaan dan kekompakan umat dan pastor sambil mencicipi makanan siang sederhana sambil bersenda gurau di sambut rintik hujan yang menetes membasahi tanah sehingga tidak terasa acara tersebut sudah selesai dengan baik Berkat campur tangan Tuhan.

    Hadapi Dampak Resesi Dunia Dengan Penggunaan anggaran tepat sasaran

    Hadapi Dampak Resesi Dunia Dengan Penggunaan anggaran tepat sasaran

    MajalahDUTA.Com, Jakarta- Sinyal-sinyal bahwa ekonomi dunia berpotensi alami resesi pada 2023 kian tampak, yakni dengan adanya tren kenaikan suku bunga acuan yang dilakukan hampir banyak negara di dunia secara bersamaan, serta belum adanya tanda-tanda berakhirnya perang Rusia-Ukraina, serta munculnya permasalahan krisis energy, menjadi permasalahan yang dapat memicu terjadinya resesi, meski begitu, Sri Mulyani percaya diri dengan menyebut bahwa perekonomian Indonesia masih cukup sehat dan aman dari ancaman resesi.

    Hal itu didasarkan pada pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2022 yang berada di jalur positif dan inflasi yang masih terkontrol.

    Sementara itu, penjelasan Menkeu Sri Mulyani mengenai Resesi Dunia, mendapatkan tanggapan beragam dari berbagai kalangan, diantaranya dari Faisal Saleh pengamat social politik, kepada awak media yang menghubunginya, ia mengatakan saat ini Memang kondisi ekonomi dalam negeri dan global dalam kedaan tidak menentu.

    Karena itu harapan nya Pemerintah dapat mengelola keuangan negara dengan prinsip efisien dan tepat sasaran. Setiap rupiah yang dikeluarkan menambah nilai pertumbuhan bagi seluruh lapisan masyarakat khusus lapisan menengah bawah yang secara kwantitatif sangat besar.

    Baca juga: Di Muslok IV ORARI Lokal Kota Adm Jakarta Barat, Secara Aklamasi Johanes Susanto YB0FVV Terpilih Sebagai Ketua ORLOK Jakbar

    “ Dampak resesi dunia, yang diprediksi bakal terjadi tahun 2023 tersebut, tentunya bukan hanya mempengaruhi roda perekenomian nasional maupun daerah, melainkan juga dapat berimplikasi pada kehidupan politik dan social masyarakat “ungkap Faisal Saleh kepada wartawan, Senin, 3 Oktober 2022 di Jakarta

    Menurut Faisal, Resesi global sebenarnya pernah terjadi pada 2020 tetapi resesi lebih disebabkan karena krisis kesehatan.

    Pada tahun ini, ancaman resesi global juga kian menjadi nyata. Perang Rusia-Ukraina, kebijakan moneter ketat, serta lonjakan harga pangan dan energi membuat ekonomi global akan melambat.

    Ancaman resesi global yang semakin nyata bisa menjadi bumerang bagi perekonomian Indonesia. Dampak negatif perlambatan ekonomi global bisa merembet melalui jalur ekspor hingga pasar keuangan, Tekanan inflasi yang tinggi, terutama pangan, bisa semakin membebani kelompok tidak mampu.

    Angka kemiskinan dikhawatirkan akan naik karena pendapatan mereka sebagian besar habis untuk konsumsi pangan.

    “Adapun dampak sosialnya, jelas akan menimbulkan permasalahan bertambahnya pengangguran, kemudian harga kebutuhan hidup semakin melonjak maka akan mempengaruhi perilaku masyarakat untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan berbagai cara, kondisi inilah yang dapat memicu terjadinya kriminalitas, efek lainnya adalah meningkatnya tingkat kecemasan masyarakat, “ungkap Faisal

    Nah situasi tersebut, lanjut Faisal, apabila dibiarkan begitu saja, maka bakal ada kecenderungan munculnya perilaku social yang menyimpang dari masyarakat, terutama dari kalangan generasi milineal, misalnya, dengan adanya tekanan ekonomi yang tinggi, karena resesi, maka untuk melampiaskan kecemasan itu, mereka mudah tersulut emosinya, sehingga bisa memicu terjadinya tawuran, tindakan kriminal dengan beragam modus operandi, termasuk dengan memanfaatkan teknologi digital, dengan gambaran tersebut, Indonesia harus bersiap terhadap segala kemungkinan dari dampak resesi global tersebut. Apalagi, kondisi perekonomian Indonesia juga cukup terpukul dengan pandemi Covid-19 yang menghasilkan jumlah warga miskin yang semakin banyak.

    Baca juga: Dalam Sengkarut Penyelesaian Tragedi 1965, Negara Harus Hadir Dengan Membentuk KKR

    “Kondisi ini diharapkan harus segera diantisipasi, karena itu diperlukan langkah strategis yang sudah semestinya dipersiapkan oleh Pemerintah dan juga DPR, mungkin hari ini, seperti dikatakan Menkeu Sri Mulyani bahwa kondisi ekonomi Nasional aman dan sehat, tapi kita tidak tahu, jika tiba-tiba saja resesi dunia hadirnya diluar prediksi kita, lebih cepat dari yang kita prediksi, maka diperlukan langkah antisipasi, terutama antisipasi dampak social di masyarakat, jika resesi global itu terjadi,”tukas Faisal Saleh.

    Faisal Saleh juga mengingatkan merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia, indikator ekonomi Indonesia seperti inflasi, pertumbuhan ekonomi, transaksi berjalan, neraca pembayaran Indonesia (NPI), hingga ekspor impor masih sangat baik. Namun, nilai tukar terus melemah dan menunjukkan kinerja yang buruk, karena itu diperlukan langkah antisipasi, misalnya dengan memperkuat daya beli, resesi ekonomi bisa diatasi dengan membuat kebijakan dan proyek-proyek strategis untuk membangun iklim investasi agar investor tertarik menanamkan modalnya kembali.

    “Kami juga berharap, pemerintah juga melakukan langkah antisipasi terhadap dampak resesi dunia, dengan melakukan edukasi kepada masyarakat, agar mengubah perilakunya melalui gerakan hidup hemat, tidak konsumtif, dan lebih focus pada prioritas pemenuhan kebutuhan hidup, ya, Resesi Dunia itu sebuah keniscayaan, jadi jangan cemas, hadapi dengan penggunaan anggaran yang tepat sasaran”pungkas Faisal Saleh

    Dalam Sengkarut Penyelesaian Tragedi 1965, Negara Harus Hadir Dengan Membentuk KKR

    Dalam Sengkarut Penyelesaian Tragedi 1965, Negara Harus Hadir Dengan Membentuk KKR

    MajalahDUTA.Com, Jakarta- Setiap tahun pada bulan September isu dan pemberitaan mengenai tragedi 1965 mewarnai diskusi ruang publik Indonesia. Semenjak berakhirnya rezim Orde Baru, marak perdebatan mengenai pelbagai tafsiran dan bukti baru mengenai tragedi tersebut.

    Sebelumnya, selama lebih dari tiga dekade tafsiran yang berbeda dari versi Orde Baru mengenai tragedi 1965 dilarang.

    Walau berbagai tafsiran dan bukti-bukti baru tersedia, sampai saat ini belum ada kesepakatan bersama mengenai bagaimana menampilkan narasi sejarah tragedi 1965 di Indonesia, oleh karena itu sudah seharusnya Pemerintah melakukan investigasi terhadap kasus ini.

    Pemerintah harus tegas, apakah kasus ini benar-benar terjadi atau sebuah rekayasa Pemerintahan Orde Baru, dalam penggulingan kekuasaan Presiden Soekarno, yang dikenal dengan kudeta merangkak, demikian disampaikan Ketua Pusat Bantuan Hukum Masyarakat (PBHM) Ralian Jawalsen, SH kepada awak media, Jumaat, 30 September 2022.

    Baca juga: Di Muslok IV ORARI Lokal Kota Adm Jakarta Barat, Secara Aklamasi Johanes Susanto YB0FVV Terpilih Sebagai Ketua ORLOK Jakbar

    “Karena setelah peristiwa 1965 itu, membuat Soekarno harus kehilangan kekuasaannya. Bahkan, laporan pertanggungjawaban Presiden Soekarno yang berjudul Nawaksara di tolak oleh hadirnya Ketua MPRS Jendral AH Nasution,”ungkap Ralian Jawalsen, SH.

    Padahal, lanjut Ralian, Jendral Haris Nasution itu tidak pernah menjadi anggota MPRS, jangan-jangan Ini merupakan skenario kudeta diduga dilakukan militer, dengan mempreteli orang-orang pendukung Soekarno yang berada di MPRS, terkait dengan peristiwa berdarah 1965 ini, menurut Ralian, dalam kehidupan masyarakat terindikasi adanya pertentangan yang disebabkan oleh Pemahaman masyarakat yang tidak lengkap mengenai tragedi 1965, selain itu berbagai pihak juga cenderung menyederhanakan masalah dengan mengabaikan konteks lokal dan global pada saat tragedi itu terjadi, Baik tentara, korban, penyintas, para aktivis HAM, dan terlebih masyarakat luas, kerap menyederhanakan narasi mengenai tragedi tersebut.

    “Masing-masing memilih narasi atau analisis yang sejalan dengan kepentingan mereka, karena itu untuk mencari jalan keluar dari beban masa lalu yang kelam ini perlu pemahaman yang komprehensif dan lengkap mengenai tragedi 1965, dan tentunya Negara harus hadir untuk menyelesaikan permasalahan tragedy 1965 dan juga mengupayakan adanya jalan rekonsiliasi”tukas Ralian

    Lebih lanjut, Ralian mengatakan bahwa perwujudan kehadiran negara dalam penyelesaian tragedy 1965 ini yakni adanya kebijakan Pemerintah Jokowi untuk membentuk Komisi Kebenaran Rekonsiliasi, dan tentunya hal tersebut sudah semestinya di dukung oleh DPR RI, dengan membuat rumusan Undang-Undang tentang Rekonsiliasi yang berbasis pada nilai-nilai terkandung dalam Pancasila, dulu pada tahun 2004 pernah ada UU 27 tahun 2004 tentang KKR, namun dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi karena ada salah satu pasal yang menyebutkan jika telah meminta maaf, pelaku berhak mendapatkan pengampunan atau amnesti. Hal ini dirasakan sangat memberatkan korban pelanggaran ham berat karena bukan bentuk keadilan yang berperspektif kemanusiaan.

    “Nah, kalau semua pihak, ingin tragedy 1965 ini terselesaikan, maka pemerintah Jokowi bersama DPR merumuskan kembali Undang-Undang yang baru tentang KKR, dan selain itu Presiden Jokowi atas nama Negara, meminta maaf atas korban kekerasan politik tahun 1965, yang membuat anak-anak keturunan dari mereka yang dituduh terlibat Tragedi 1965 yang di masa Orde Baru, tidak mendapat akses kesempatan yang sama di ruang publik jadi PNS atau TNI/Polri. Itu salah satu kejahatan Pemerintahan Orde Baru,”ucap Ralian.

    Di akhir perbincangan dengan awak media, Ralian juga menegaskan bahwa sudah saatnya, Presiden Jokowi menggelar Malam Rekonsiliasi untuk meminta maaf Pemerintah terhadap rakyatnya yang telah menjadi stigmatisasi PKI.

    “Selanjutnya, memberikan kesempatan yang sama bagi anak bangsa lain, tanpa terkecuali, karena bagaimanapun di dalam Pancasila itu tidak mengenal diskriminasi, balas dendam dan juga stigmatisasi, tapi justru Pancasila menegaskan adanya penghormatan dan perlindungan terhadap hak Azasi Manusia”pungkas Ralian Jawalsen, SH yang juga mantan aktivis mahasiswa tahun 1998.

    Di Hari Pariwisata Dunia 2022, ORARI Bertekad Meningkatkan Peran Dukom Majukan Pariwisata, Sejahterahkan Masyarakatnya

    MajalahDUTA, Jakarta- Setiap Tanggal 27 September, masyarakat Dunia memperingati Hari Pariwisata, untuk Tema tahun 2022 adalah “Rethinking Tourism” atau “Memikirkan Kembali Pariwisata”.

    Tema ini bertujuan untuk menginspirasi perdebatan seputar memikirkan kembali pariwisata untuk pembangunan, termasuk melalui pendidikan dan pekerjaan, dan dampak pariwisata di planet ini dan peluang untuk tumbuh lebih berkelanjutan, tentunya untuk mewujudkan makna dari Tema tersebut, diperlukan adanya suatu kolaborasi dari berbagai pihak yang dapat berperan strategis untuk mengembangkan dunia pariwisata di tingkat Nasional maupun International, salah satu diantaranya adalah ORARI sebagai organisasi yang dapat berperan memberikan dukungan informasi dan komunikasi, Tidak hanya menyambungkan komunikasi, akan tetapi anggotanya juga bisa membantu menarik minat wisatawan untuk datang ke destinasi wisata yang berada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, demikian disampaikan Erdius Zen Chaniago, YBØQA wakil Sekjen ORARI Pusat kepada awak media yang menghubunginya, Selasa, 27/9/2022 di Jakarta.

    “Anggota ORARI dapat memperkenalkan informasi tentang destinasi wisata melalui jaringannya ke seluruh wilayah Indonesia, bahkan ke manca negara, bukan hanya itu keberadaan ORARI dapat memandu para wisatawan sedang berwisata di kawasan pengunungan atau lautan yang tidak terjangkau oleh signal handphone” ungkap Erdius Zen Chaniago, YBØQA Wakil Sekjen ORARI Pusat.

    Baca juga: Bentuk Team Khusus Cegah Manipulasi Pemberian Status Opini WTP

    Menurut Erdius Zen Chaniago, YBØQA, ORARI merupakan Komunikasi melalui frekuensi, memang sangat penting mem-Back Up komunikasi, dalam posisi Dukungan Komunikasi atau DUKOM, karena pengguna handphone di daerah yang tidak memiliki jaringan signal, maka ORARI bisa melakukannya, karena menggunakan frekuensi, Intinya, ORARI merupakan instrumen pendukung permanen komunikasi melalui radio menggunakan Frekuensi, jadi walau di lokasi tanpa menara sinyal (bagi yang menggunakan Handphon ), ORARI masih bisa beraktifitas dalam mendukung komunikasi, ORARI adalah organisasi tunggal bagi segenap Amatir Radio Indonesia yang bersifat mandiri, sosial, non-komersial dan non-politik,

    “Dimanapun berada, ORARI akan selalu mendukung setiap program pemerintah, tentunya dalam bidang Dukungan Komunikasi atau DUKOM, mengenai bentuk kolaborasi dengan pihak Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif, tentunya hal ini merupakan terobosan yang akan dibicarakan terlebih dahulu di internal ORARI tentang rumusan langkah-langkah bentuk Kolaborasinya, yang selanjutnya dapat dikomunikasikan dengan pihak Kemenparkeraf” tukasnya

    Sementara itu, mengenai momentum peringatan hari Pariwisata International, juga mendapat tanggapan dari Doni Iskandar YC4AOK Ketua ORDA Jambi, kepada awak media, ia mengatakan bahwa pada hakekatnya manusia adalah mahkluk social, yang saling berkomunikasi satu dengan yang lain, dengan kata lain komunikasi itu merupakan kebutuhan dasar dari manusia, sehingga dengan cara apapun dan ketika manusia berada di manapun, serta dalam kondisi apapun pasti memerlukan komunikasi beserta alat komunikasinya yang sederhana mudah menjangkau ke berbagai tempat, terutama di kawasan pegunungan, hutan, lautan dsb, di sinilah keberadaan ORARI sangat diperlukan sebagai alat komunikasi dengan menggunakan frekwensi yang sangat menjangkau ke berbagai kawasan.

    “Nah, begitu pula dalam dunia pariwisata, tentunya peran ORARI sangat diperlukan untuk memberikan dukungan komunikasi agar masyarakat mengenal kawasan destinasi wisata dari suatu daerah, khususnya di wilayah Provinsi Jambi”ucap Doni Iskandar YC4AOK Ketua ORDA Jambi

    Menurut Doni Iskandar YC4AOK, ORDA Jambi sangat berperan aktif bukan hanya memberikan dukungan komunikasi saja, melainkan juga berperan aktif dalam mempromosikan destinasi pariwisata beserta potensinya yang berada di wilayah Provinsi Jambi, tentunya hal ini juga merupakan wujud dari Kolaborasi ORDA Jambi dengan Dinas Pariwisata Provinsi Jambi, yang sudah lama terbangun, dan terus berkembang semakin solid, akrab, massif dan semakin berinovasi agar pariwisata di Provinsi Jambi ini semakin diminati, digemari dan dicintai oleh para wisatawan baik lokal, domestic maupun manca negara, serta menciptakan situasi kondusif destinasi wisata sehingga mereka yang datang ke kawasan wisata di Jambi nyaman, betah dan akan merindukan suasana yang menyenangkan menjadi suatu kenangan tak terlupakan.

    Baca juga: KRK Santo Rafael ke Gereja Santo Gregorius Agung Capkala

    “Sesuai tema Hari Pariwisata Dunia tahun 2022 ini, “Memikirkan Kembali Pariwisata” maka tentunya ORDA Jambi berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata maupun seluruh komponen masyarakat Jambi, senantiasa berinovasi memajukan Pariwisata, melalui event promoasi, edukasi, event DXy dll, sehingga sector Pariwisata bukan hanya bermanfaat sebagai salah satu potensi Sumber Pendapatan Asli Daerah, tapi juga untuk kesejahteraan masyarakat Jambi, Selamat Hari Pariwisata International, Majukan Dunia Pariwisata Sejahterahkan Warganya”pungkas Doni Iskandar YC4AOK kepada awak media, Selasa, 27/9/2022 di Jambi.

    Bentuk Team Khusus Cegah Manipulasi Pemberian Status Opini WTP

    Bentuk Team Khusus Cegah Manipulasi Pemberian Status Opini WTP

    MajalahDUTA.Com, Jakarta– Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam Mahfud MD menyatakan bahwa status Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tidak menjamin sebuah daerah atau lembaga terbebas dari kasus korupsi di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat 23 September 2022 kemarin.

    Pernyataan Menkopolhukam tersebut, justru mendapatkan tanggapan dari berbagai pihak, salah seorang diantaranya, ada tanggapan dari Pengamat Sosial dan Perkotaan Drs Primus Wawo, MSi, kepada awak media yang menghubunginya, ia mengatakan bahwa status opini WTP, tidak bisa menjadi parameter suatu daerah baik itu Provinsi, Kabupaten maupun Kota dikatakan bersih buktinya banyak daerah yang dikasih opini WTP oleh BPK dalam pengelolaan anggaran daerah,

    “Justru banyak terindikasi kasus korupsi dan kepala daerah jadi langganan masuk penjara, dan ini bukan rahasia umum lagi, melainkan suatu realitas yang memprihatinkan, sehingga masyarakat pun menjadi bertanya-tanya sebenarnya manfaat dari status opini WTP itu apa?”ungkap Primus Wawo kepada awak media, Senin, 26/9/2022 di Jakarta.

    Menurut Primus, ada beberapa daerah yang setiap tahun mendapatkan status opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), Selain Provinsi Papua, Prestasi itu juga diraih oleh Provinsi DKI Jakarta, yang selama kepemimpinan Anies Baswedan setiap tahunnya, BPK RI selalu memberikan predikat status opini WTP kepada Pemprov DKI Jakarta, dan ini merupakan prestasi membanggakan dalam pengelolaan keuangan daerah, namun permasalahannya, Predikat WTP itu bukan menjamin tidak adanya korupsi. WTP itu, hanya kesesuaian transaksi yang dimasukkan ke dalam laporan keuangan.

    Kesesuaian transaksi, yang tidak dimasukkan dalam laporan keuangan, itu berbeda, jika ada transaksi yang dilakukan, kemudian lembaga atau institusi tersebut meminta jatah fee proyek ke pemenang tender.

    Dari sanalah, lanjut Primus, akhirnya terjadi transaksi keuangan dari pemenang tender ke lembaga atau institusi, melalui salah satu oknum orang yang ada di dalamnya, Ada yang tidak ditransaksikan, kemudian, ada kick back, sudah ditransaksikan, misalnya ada proyek penyelenggaraan balapan mobil listrik (Formula E), kontraknya sudah benar, transaksi sudah benar dan pembukuannya juga benar.

    Tapi yang menjadi pertanyaannya apakah ada kick back yang diperoleh Pemprov DKI Jakarta, yang terkadang luput dari pemeriksaan audit BPK, sehingga hal ini bisa menjadi pekerjaan bagi KPK untuk melakukan penelusuran terhadap penyelenggaraan kegiatan Formula E tersebut, sehingga KPK perlu memanggil Gubernur Anies Baswedan untuk dimintai keterangan sekaligus melakukan penelusuran mengenai ada tidaknya kick back yang diberikan oleh lembaga penyelenggara Formula E Operation (FEO) ke Pemprov DKI Jakarta.

    “Itu sebuah contoh saja bahwa setiap pejabat kepala daerah yang dipanggil KPK tidak bertendensi politik karena orang awam juga tau dan paham hukum kalau memang ada fakta fakta dalam pemeriksaan yang dinilai sudah memenuhi unsur unsur pidana pasti KPK akan menetapkan status tersangka, sebaliknya kalau tidak memenuhi unsur unsur yang menjadikan tersangka tentunya KPK tidak akan menetapkan status tersangka”tukas Drs Primus Wawo, MSi yang juga Tokoh di ormas Flobamora di Jakarta

    Karena itu, lanjut Primus, sudah sepatutnya seluruh elemen masyarakat harus mendukung KPK untuk melakukan investigasi terhadap adanya dugaan tindak pidana korupsi yang disinyalir terdapat pada penyelenggaraan suatu proyek yang dibiayai baik oleh APBN, APBD maupun oleh pihak swasta dalam negeri dan juga luar negeri, hal ini perlu dilakukan dalam rangka pemberantasan korupsi sebagai bentuk penegakan hukum yang diharapkan oleh publik, selain itu juga masyarakat juga memiliki hak dan bahkan berkewajiban untuk turut mengawasi hasil audit pengelolaan keuangan daerah oleh BPK, yang memberikan status opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), agar jangan sampai predikat tersebut menjadi ajang untuk menutupi terjadinya dugaan praktek korupsi, gratifikasi, kick back maupun suap dalam penyelenggaraan program kegiatan yang sumber dananya dari uang rakyat, karena itu pemberian status opini WTP ini harus dievaluasi, apakah keputusan pemberian hasil audit BPK dengan status opini WTP itu obyektif atau subyektif dan bahkan diduga manipulatif, sebab realitasnya muncul kasus jual-beli WTP seperti yang terjadi pada Bupati Bogor Ade Yasin, hanya demi prestise, terjadilah praktek jual-beli WTP yang juga melibatkan Auditor BPK, dan masalah ini tidak menutup kemungkinan terjadi pada daerah lain, yang belum terungkap.

    “Agar tidak terjadi pemberian WTP sebagai ajang manipulative, dan menutupi dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan negara maupun daerah, maka diperlukan adanya partisipasi masyarakat, yakni Akademisi, LSM seperti Komite Masyarakat untuk Pemberantasan Korupsi atau LSM yang berkompeten dan juga melibatkan institusi negara lainnya, yakni KPK dan Kejaksaan Agung, dengan membentuk team khusus membantu BPK agar pemberian status WTP tersebut benar-benar obyektif, dan dapat menjadi wahana untuk mencegah dan memberantas tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan negara”tukas Primus.

    Diakhir perbincangan dengan wartawan, Primus menyampaikan pernyataan bahwa perlunya dukungan semua pihak untuk melakukan pengawasan maupun pemantauan agar WTP tidak menjadi ajang prestise dan juga ajang capaian prestasi semu pengelolaan keuangan negara maupun daerah

    “Mari kita dukung KPK dan BPK untuk bersama-sama mencegah terjadi korupsi dalam pengelolaan keuangan baik di instansi pemerintah pusat, maupun di instansi pemerintah daerah, ya, kalau pemberian status WTP itu tanpa adanya melibatkan instansi KPK, Kejaksaan Agung dan juga partisipasi dari kalangan akademisi dan LSM, ya lebih baik, pemberian status WTP itu ditiadakan saja, buat apa ada WTP tapi ternyata terbongkar adanya korupsi, karena itu, lebih baik mencegah korupsi dari pada memperbanyak daftar kepala daerah maupun pejabat negara yang terlibat kasus korupsi. ujar Primus Wawo, yang juga mantan pejabat Pemda Provinsi DKI Jakarta.

    KRK Santo Rafael ke Gereja Santo Gregorius Agung Capkala

    Dokumentasi Timotius: Tampak Pastor Soedirjo (Baju Putih) sedang mendoakan umat

    MajalahDUTA.Com, Capkala- Telah dilaksanakanya pelayanan doa Kebangunan Rohani Katolik (KRK) Santo Rafael pada 25 September 2022 di Gereja Santo Gregorius Agung Capkala. Pelayanan doa tersebut didampingi oleh Pastor Timotius Sinaga OFMCap, Pastor Paskalis Sudirjo OFMCap dan Pastor Frederick Samri OFMCap dengan dihadiri kurang-lebih 300 umat.

    Kegiatan KRK kali ini diketuai oleh Melani (sebagai Leader) yang dihadiri sebanyak 15 Anggota. Adapun umat yang turut ikut menghadiri kegiatan tersebut diantaranya umat Paroki Singkawang dan dari Paroki Pemangkat bahkan dihadiri umat yang beragama lain (saudara Protestan). Kebangunan Rohani Katolik kali ini mengusung tema “Merasakan Kasih Kristus” dilatarbelakangi kerinduan umat untuk dilayani dengan pelayanan doa agar terlepas dari pergumulan hidup.

    Baca juga: KRK Santo Rafael dengan Pengalaman Pelayanan Rohani yang Menyembuhkan

    Menurut Timotius sebagai ketua KRK Santo Rafael Pontianak, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari pelayanan KRK Santo Rafael untuk melihat dan menyaksikan secara langsung bagaimana ‘dahsyatnya’ kerinduan umat akan Allah bersama sentuhan pengalaman rohani yang dialami oleh umat yang dilayani.

    Kedatangan KRK Santo Rafael di Gereja Capkala adalah bagian dari tanggungjawab rohani yang dimana setiap umat yang terlibat berhak menerima dan merasakan betapa besarnya kasih Allah. Kesadaran itulah yang kemudian menjadi dasar dari pelayanan yang berkelanjutan setiap pekan bahkan bulannya.

    Dalam diskusi bersama ketua KRK Santo Rafael, Timotius juga menilai bahwa setiap orang berhak menerima berkat dan menyadari berkat Allah setiap harinya, untuk itu pelayanan KRK ini adalah bagian dari tanggungjawab rohani yang bisa dibagikan sukacitanya kepada umat yang membutuhkan.

    Timotius berharap kedepan umat Gereja Capkala besama dengan umat yang lain semoga lebih percaya akan kehadiran Yesus dalam kehidupan sehari-hari.

    Pelantikan dan Pengukuhan Bapak Gereja Katolik (BAPAKAT)

    Pelantikan dan Pengukuhan Bapak Gereja Katolik (BAPAKAT)-Oleh : Yuni Fransiska (OMK Kristus Raja Sambas)

    MajalahDUTA.Com, Sambas- Pada hari Minggu, 18 September 2022 telah dilaksanakannya pelantikan dan pengukuhan bapak gereja katolik (BAPAKAT) Stasi untuk wilayah kecamatan Subah periode 2022/2025.

    Pelaksanaan pelantikan dan pengukuhan BAPAKAT bertempat di Paroki Kristus Raja Sambas, dan dihadiri oleh 17 stasi dari kecamatan Subah.

    Tujuan pelantikan dan pengukuhan BAPAKAT ini adalah untuk memberikan kekuatan hukum bahwa mereka SAH atau resmi sebagai organisasi BAPAKAT yang diberi kewenangan untuk membantu pengurus stasi dalam menjalankan tugas gereja di stasi.

    Surat Keputusan Pelantikan dan Pengukuhan BAPAKAT dibacakan oleh ketua BAPAKAT Paroki Kristus Raja Sambas (Lorensius Naga) dan diberikan berkat oleh Pastor Paroki Kristus Raja Sambas (RP. Celestinus Joni, OFM.Cap) sehingga telah SAH dan resmi dihadapan Tuhan dan umat, mereka yang telah dilantik menjadi pengurus dan anggota BAPAKAT.

    Semoga amanah dalam mengemban tugas gereja di stasi wilayah kecamatan Subah.

    Komisi I DPR RI Di Desak JARUM NTT, Bentuk Segera Pansus Kebocoran Data

    Komisi I DPR RI Di Desak JARUM NTT, Bentuk Segera Pansus Kebocoran Data

    MajalahDUTA.Com, Jakarta– Kebijakan dan kinerja Johnny Gerard Plate sebagai Menkominfo yang telah membuat kegaduhan dan menuai protes dari masyarakat, khususnya di bidang platform digital, dan juga masalah munculnya dugaan kebocoran data 1,3 miliar SIM Card hingga 105 juta data penduduk Indonesia belakangan ini menambah daftar kasus pencurian data pribadi di Indonesia, sesungguhnya kondisi tersebut menunjukkan ketidakbecusan Johnny Gerard Plate dalam menangani permasalahan teknologi digital di negeri ini, demikian disampaikan Ahmad Ritus Koordinator JARUM NTT Jabodetabek saat dihubungi wartawan, Sabtu, 24/9/2022 di Jakarta.

    “Informasi yang kami terima kasus kebocoran 1,3 miliar data SIM Card di Indonesia merupakan kasus kebocoran data terbesar di Asia, ini sesuatu yang luar biasa, ini benar-benar bencana, dan sudah seharusnya Johnny Gerard Plate sebagai Menkominfo harus bertanggungjawab, karena Menkominfo lah yang membidangi masalah ini”ungkap Ahmad Ritus.

    Menurut Ahmad Ritus, dari informasi yang diperolehnya, bahwa 31 Agustus kemarin Indonesia menjadi korban dengan angka yang luar biasa spektakuler yaitu 1,3 miliar data pengguna jasa telekomunikasi, menjadikan Indonesia kebocoran data paling besar di Asia sampai sekarang, selain permasalahan tersebut, juga masalah terdaftarnya aplikasi judi online dalam PSE, merupakan masalah yang sangat meresahkan masyarakat, dan kondisi tersebut tercipta tidak terlepas dari kinerja Menkominfo Johnny G Plate yang seharusnya menjadi tanggungjawab yang bersangkutan, namun pada realitasnya yang bersangkutan jutru melempar tanggungjawab ke pihak lain, oleh karena itu sudah sepatutnya pemerintah, berbagai kalangan, terutama Komisi I DPR RI tidak mendiamkan kasus yang meresahkan masyarakat ini, yang juga merupakan tanggungjawab dari Kemenkominfo yang dipimpin oleh Johnny Gerard Plate.

    Baca juga:Di Muslok IV ORARI Lokal Kota Adm Jakarta Barat, Secara Aklamasi Johanes Susanto YB0FVV Terpilih Sebagai Ketua ORLOK Jakbar

    “Untuk itu kami mendesak Komisi I DPR RI membentuk Panitia Khusus yang diharapkan dapat mengungkap kasus ini dengan sejelas-jelasnya, ini harus segera dilakukan kepentingan hajat hidup masyarakat, maka sudah sepatutnya DPR RI membentuk Pansus Kebocoran Data Pribadi, ” tukas Ahmad Ritus.

    Dalam Panitia Khusus tersebut, lanjut Ahmad Ritus, diharapkan adanya rekomendasi untuk memecat Johnny Gerard Plate sebagai Menkominfo, yang merupakan bentuk tanggungjawab dari seorang pejabat negara, yang mendapatkan gaji beserta fasilitas lainnya dari uang rakyat, namun justru kinerja maupun kebijakannya tidak mengayomi masyarakat, melainkan justru menyalahkan rakyat dan melempar tanggungjawab ke pihak lain, selain itu juga keberadaan Pansus ini harus terlepas dari kepentingan politik, melainkan lebih focus pada kepentingan menyelamatkan data pribadi masyarakat, karena itu apabila hal ini tidak segera di lakukan oleh DPR RI, dapat mengakibatkan timbulnya preseden buruk dan menurunnya kepercayaan masyarakat, maupun mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat International terhdap keberadaan Komisi I DPR RI.

    “Ya, Intinya DPR RI Jangan membiarkan kasus kebocoran data ini, jangan hanya percaya keterangan dari satu pihak saja, tapi DPR RI terutama Komisi I DPR RI harus menelusuri dari berbagai pihak, dari berbagai sisi, dan juga dari berbagai sebab-musababnya, karena itu Pansus ini adalah suatu keniscayaan membongkar misteri kasus kebocoran data pribadi masyarakat tersebut, Untuk itu Kami sudah bersurat ke Komisi I DPR RI, hari jumat, 23/9/2022 kemaren, ya, semoga segera direspon, bang ”pungkas Ahmad Ritus.

    Misa di Gua Maria Anjungan Oktober 2022

    MajalahDUTA.Com, Pontianak- I. Minggu, 2 Oktober 2022
    Misa Pkl 09:00 RD. Donatus

    II. Minggu, 9 Oktober 2022

    Misa I Pkl 07:00 RD. Fidelis Sajimin
    Misa II Pkl 09:30 RD. Serafikus Suarno

    III. Minggu, 16 Oktober 2022

    Misa I Pkl 07:00 RP. Gregorius Eddy CP
    Misa II Pkl 09:30 RD. Viktorius Reno

    IV. Minggu, 23 Oktober 2022

    Misa I Pkl 07:00 RP. Timotius Sinaga OFMCap
    Misa II Pkl 09:30 RD. Rufinus Kehi

    V. Minggu, 30 Oktober 2022

    Misa I Pkl 07:00 RD. Alexius Alex dan Para Frater STAV
    Misa II Pkl 09:30 RD. Ambros, dan Para Frater STAV

    Terima Kasih

    KRK Santo Rafael dengan Pengalaman Pelayanan Rohani yang Menyembuhkan

    Ketua KRK Santo Rafael - Pelayanan Kategorial Keuskupan Agung Pontianak, Timotius (54) - Lokasi Aming Coffee

    MajalahDUTA.Com, Pontianak- Kurang lebih empat jam, saya berbincang bersama Tiomtius (54) tentang KRK Santo Rafael pada Rabu 21 September 2022 di Aming Coffee Jl. H. Abbas 1 No.157. Timotius mengaku perjalanan Kebangunan Rohani Katolik (KRK) Santo Rafael bukanlah tanpa alasan, dia mengatakan justru kehadiran kategorial pelayanan ini baginya masih misteri Ilahi.

    Sejak 29 September 2018, KRK Santo Rafael resmi menjadi bagian kategorial pelayanan di bawah Keuskupan Agung Pontianak. Menurut Timotius awal mula kehadiran KRK Santo Rafael sebenarnya bermuara dari kerinduan batin untuk ‘berbagi berkat’ kepada orang-orang yang merindukan berkat Allah.

    Baca juga: Tiga Kapusin Muda Pontianak Ditahbis Diakon

    Rasa syukur yang telah diperoleh Timotius bersama dua rekannya, Sulaiman sebagai koordinator pelayanan dan Surianto Ahuat sebagai koordinator humas maka mereka beranikan diri untuk memulainya dengan cara yang sederhana yaitu melayani dari rumah ke rumah.

    Semangat untuk berbagi suka cita dan berusaha mengajak lebih banyak orang turut mendapat berkat yang sama dari pengalaman pahit hidup berkeluarga, membuat mereka semakin kuat bahwa Tuhan sungguh ada oleh karenanya, mereka mulai dari pelayanan doa kepada keluarga-keluarga yang membutuhkan agar mereka terlepas dari lingkaran kejahatan.

    Timotius sebagai penggagas utama mengungkapkan bahwa kehadir kelompok Kategorial Pelayanan KRK Santo Rafael di Keuskupan Agung Pontianak adalah sebuah anugerah besar yang boleh mereka rasakan.

    “Memang cara Tuhan itu misteri, saya tahu bahwa hal yang misteri itu tidak akan pernah bisa dipecahkan oleh akal budi manusia. Namun karena berkat Allah itu ‘sangat besar’ apapun tidak ada yang mustahil Allah lakukan, bagi anak-anak-Nya,” kata Timotius.

    Gerakan Kabangunan Rohani yang menyembuhkan

    Wawancara siang kemarin (21/09/2022) di Aming Coffee, Timotius sedikit memaparkan unit pelayanan yang dilakukan setiap harinya adalah pelayanan doa dari rumah ke rumah untuk mendoakan keluarga yang membutuhkan siraman rohani.

    Sering mereka menemui ‘pensiunan loya’ (loya: bahasa Tionghua Khek atau Tioucu artinya dukun) untuk dilepaskan bahkan pelayanan doa mendoakan orang sakit hingga yang kesurupan juga biasa mereka temui.

    Baca juga: Unik, Cara Hidup dan Pandangan Filosofis Teladan Fransiskan: Berbagi dalam Temu OFS Regio Kalimantan (Pontianak)

    Untuk pelayanan doa lainnya mereka KRK Santo Rafael juga melayani untuk mendoakan usaha, mendoakan rumah, mendoakan dan menghibur orang sakit, dan pelayanan doa penguatan bagi keluarga-keluarga yang memiliki pergumulan hidup sampai pelayanan doa bagi pengaruh-pengaruh kuasa kegelapan. Timotius menegaskan kehadiran kelompok kategorial pelayanan KRK Santo Rafael murni untuk melayani umat dengan cara pelayanan doa yaitu langsung terjun ke rumah-rumah.

    Selaras dengan itu Uskup Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus dalam temu pastores 2021 di Rumah Retret Santo Johanes Paulus II Anjongan, pernah mengungkapkan pentingnya kehadiran kategorial pelayanan semacam ini. Karena tangan imam tidak bisa menjangkau mereka (umat) yang dirumah-rumah secara personal oleh karena itu Uskup Agustinus mengaku bahwa kehadiran pelayanan doa semacam ini adalah hal bagian dari pelayanan Keuskupan kepada umat juga.

    Bagi Timotius selain pelayanan doa yang dibagikan bisa menyembuhkan dilain sisi tim pendoa juga turut merasakan suka cita dan disembuhkan melalui pelayanan doa yang dilakukan selama ini.

    Dia menggarisbawahi bahwa KRK Santo Rafael yang menggunakan nama Malaikat Rafael, harapannya tim pelayanan doa bisa menjadi penyembuh sebagaimana malaikat Rafael menyembuhkan dengan doa-doanya.

    Saat ini, keanggotaan KRK Santo Rafael sudah mencapai 40an anggota yang siap bekerja diladang Tuhan dengan pelayanan doa harian, pertemuan mingguan hingga kegiatan bulanan. Selama ini kategorial pelayanan KRK Santo Rafael sudah melayani jangkauan pelayanan dari paroki hingga ke stasi-stasi di wilayah Keuskupan Agung Pontianak.

    Baca juga: Ke-satu-an

    Timotius berharap, pelayanan KRK ini adalah salah satu cara pelayanan doa yang baginya sendiri unik, sebab setiap kali mengadakan pelayanan ini, mereka bisa merasakan dengan jelas pengalaman-pengalaman rohani dan spritual yang betul-betul menjadi dorongan untuk lebih mencintai Tuhan.

    “Pelayanan doa ini, selain kami hadir untuk mendoakan dilain sisi kami juga bertanggungjawab atas kebaikan Tuhan yang telah Tuhan berikan kepada hidup kami, oleh karenanya berkat yang kami peroleh harus kami bagikan juga. Agar semakin banyak orang yang diberkati dalam keluarga dan hidup mereka di masyarakat,” kata Timotius.

     

    TERBARU

    TERPOPULER