Friday, June 19, 2026
More
    Home Blog Page 108

    Diduga Terlibat KKN, Wantimpres Didesak Sampaikan Ke Presiden Jokowi, Johnny G Plate Layak Dicopot Sebagai Menkominfo

    Gedung WANTIMPRES/Sumber foto: nasionalpos.com – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Jakarta – Beberapa waktu ini, masyarakat dihebohkan kembali dengan tersiarnya  kabar adanya rencana reshuffle Kabinet yang akan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo, tentunya hal itu juga menimbulkan pertanyaan yang mengarah pada sosok Menteri mana dari anggota Kabinet Indonesia Maju yang layak untuk diberhentikan, anggapan bahwa di setiap pencopotan seorang Menteri itu sarat dengan kepentingan politik itu sah-sah saja,

    Karena memang Menteri adalah jabatan politis, namun yang tidak boleh dilupakan adalah  masalah kinerja maupun kebijakan dan bahkan tindakan perilaku dari sosok Menteri yang juga menjadi bahan pertimbangan apakah dia layak dicopot atau tidak, demikian disampaikan Amir Basman coordinator Generasi Milineal Muslim Berantas Korupsi kepada pers, Rabu, 1/2/2023 di Jakarta.

    Baca Juga: Perayaan Misa Gong Xi Fa Cai 2574 di Paroki Sambas

    “Ya, karena seorang Menteri itu sejatinya adalah sosok yang menjadi ujung tombak, apakah penyelenggaraan pemerintah itu amanah atau tidak, apakah program kerja pemerintah itu dapat memenuhi harapan atau tidak, jadi jangan hanya dilihat dari sisi politisnya saja, tapi juga patut dicermati soal kinerjanya, dan komitmennya untuk menampilkan pemerintah yang bersih, tidak korup dan juga tidak mengkhianati reformasi”ungkap Amir Basman.

    Menurut Amir Basman, apabila mencermati kondisi Kemenkominfo di bawah kepemimpinan Jhonny G Plate, nampaknya cenderung seringkali menimbulkan kegaduhan di masyarakat, oleh karena sikap, kebijakan kinerja Menkominfo Johnny Gerard Plate, misalnya polemik aturan Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE).

    Di Tahun 2022 lalu, Kemenkominfo juga sempat memblokir sejumlah aplikasi dan platform digital karena tidak mendaftar ulang sebagai PSE. Masalahnya, sejumlah aplikasi yang diblokir adalah alat digital andalan rakyat, seperti aplikasi pembayaran PayPal, dan platform video game Steam.

    Yang membuat masyarakat, lanjut Amir basman, semakin geram adalah pernyataan Johnny tentang sejumlah aplikasi judi online yang justru tidak diblokir. Dengan alasan ternyata pihaknya tidak menilai situs-situs judi online tersebut sebagai tempat judi, melainkan hanya sebagai game permainan kartu.

    Baca Juga: Paus Fransiskus meratapi serangan terhadap gereja Pantekosta di DR Kongo

    Belum lama lupa tentang permasalahan itu, publik kembali diingatkan pada betapa meresahkannya Kominfo akibat sejumlah kasus kebocoran data, spesifiknya adalah terkait kebocoran 1,3 miliar SIM Card dan sejumlah Nomor Induk Kependudukan (NIK) di Indonesia.

    “Nah, kabar terbaru yang membuat gelisah masyarakat, terutama yang tinggal di daerah pedesaan maupun pedalaman, yang sangat sulit dijangkau jaringan internet, tak bisa menikmati layanan internet dari negara, karena ternyata proyek pengadaan tower BTS untuk layanan internet yang dikerjakan oleh BAKTI Kemenkominfo, pelaksanaannya amburadul dan parahnya terjadi korupsi, yang merugikan negara triliunan rupiah” tukas Amir Basman yang juga juru bicara Koalisi Gerakan Jihad Berantas Korupsi.

    Parahnya lagi, lanjut Amir Basman, adik kandung Menkominfo Johnny G Plate, Gregorius Aleks Plate (GAP) diduga kedapatan lebih dari dua kali mendapatkan fasilitas berpergian ke luar negeri meski statusnya bukan pejabat kemenkominfo,

    Hal ini mengindikasikan bahwa adanya perilaku nepotisme dilakukan oleh Menkominfo Jhonny G Plate yang diduga menguntungkan pihak keluarganya, namun diduga merugikan negara serta terindikasi mengkhianati semangat reformasi 1998 yang sangat anti Korupsi Kolusi dan Nepotisme.

    “Hari ini, kami telah mengadukan masalah ini ke Wantimpres, dengan harapan agar bisa disampaikan ke Presiden Jokowi, diduga terlibat KKN, maka sebaiknya Jhonny G Plate diberhentikan Sebagai Menkominfo,” Pungkas Amin Basman.

    IHT Kurikulum Merdeka SMA Santo Paulus Nyarumkop

    IHT Kurikulum Merdeka SMA Santo Paulus Nyarumkop -

    MajalahDUTA.Com, Nyarumkop– Menyongsong Tahun Pelajaran 2023/2024 SMA Santo Paulus Nyarumkop-Singkawang membekali para pendidik dan tenaga kependidikan dalam In House Training Implementasi Kurikulum Merdeka sebagai bagian pendidikan berkelanjutan dan berkualitas.

    Kegiatan selama dua hari, 30-31/01/23 dimaksud untuk memaksimalkan kompetensi para pendidik dan tenaga kependidikan dalam satuan kerja pada tahun pelajaran baru 2023/2024.

    In House Training Implementasi Kurikulum Merdeka dan Penyusunan Perangkat Pembelajaran dengan narasumber Drs Titus Pramana MPd selaku Pengawas SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat.

    Suster Udit Karolina SFIC Kepala Sekolah Santo Paulus Nyarumkop dalam sambutannya berterima kasih kepada narasumber membekali para pendidik dan tenaga kependidikan dalam kegiatan implementasi Kurikulum Merdeka.

    Dia berharap semoga para pendidik dan tenaga kependidikan dapat mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dan diterapkan kepada para peserta didik dengan maksimal pada tahun pelajaran baru 2023/2024.

    Mengolah Setiap Pengalaman Agar Lebih Mencintai

    Pemerenungan dalam peristiwa, Misa Jumat Pertama pada 5 Agustus 2022 Jumper Agustus, Pastor Agustinus Keluli OCD

    MajalahDUTA.Com, Santa Clara, Denpasar Bali– Renungan yang dibawa oleh Pastor Agustinus Keluli OCD dalam Misa Jumat Pertama pada 5 Agustus 2022 mengajak Opa-Oma untuk lebih menyadari bahwa setiap pengalaman hidup adalah proses untuk mencintai Tuhan dan menyadari Tuhan lebih dekat.  Oma dan Opa, serta saudara-saudari yang terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Setiap perjumpaan selalu punya daya upah.

    Kadang jika orang berjumpa dengan orang baik dan yang rendah hati, maka upahnya terjadi ada sukacita, keceriaan, kebahagiaan dan sebagainya. Karena mereka menjumpai orang yang positif.

    Dalam renungannya Pastor Agustinus mengungkapkan tidak jarang juga kadang manusia berjumpa dengan orang-orang yang angkuh, sombong, menyesatkan dan yang beraura negatif maka punya pengaruh terhadap mereka. Akibatnya kita menjadi kesal, kita bisa menjadi marah, dan kita berpikir hal-hal negatif tentang orang tersebut.

    Kisah dalam Kitab Suci bahwa peristiwa perjumpaan dengan Yesus orang-orang selalu merasakan perubahan yang dasyat. Selalu ada pembaharuan hidup, yang sakit disembuhkan, yang lumpuh berjalan, yang berdosa disembuhkan.

    “Hari ini kita berkumpul untuk mau berjumpa dan bersatu dengan Yesus dalam ekaristi yaitu dalam komuni. Untuk itu kita selalu membawa Yesus dalam kehidupan kita untuk itu perjumpaan itu harus selalu dirindukan dan diberikan hal yang mendalam sehingga perjumpaan itu bisa menjadi transformasi (menjadi perubahan dalam hidup),” kata Pastor Agustinus.

    Dihadapan para Oma-Opa, Pastor Agustinus kembali mengajak mereka untuk merasakan perjumpaan kasih bersama Yesus Kristus. Oleh karenanya dalam perjumpaan haruslah memiliki semangat kerinduan akan Kristus yang mendalam agar setiap pertemuan selalu membawa perubahan hidup baru.

    Manusia yang punya kelemahan, kerapuhan, yang kerap kali tidak setia, dan jatuh kedalam dosa, haruslah mohon kerahiman Tuhan, karena Tuhan itu maha setia, sebab Bapa tidak pernah menyangkal diri-Nya sendiri, karena cinta-Nya lestari dan abadi untuk mencintai umatnya.

    “Oleh karena cinta-Nya, maka kita harus mencintai Tuhan sama seperi Tuhan mencintai mencintai kita,” pungkas Pastor Agustinus.

    Salib adalah pengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan

    Opa-oma saudari yang dikasihi dalam Kristus.

    Kita semua punya salib, baik dileher maupun di rumah. Salib itu bukan sekedar hiasan tapi adalah identitas kristiani, jadi diri kita sebagai kristiani. Sesuatu yang harus melekat dalam diri kita. Tanpa salib tidak ada kristianitas.

    Salib harus menjadi sesuatu yang esensil dalam hidup kita dan harus dimengerti, dipahami, dimaknai dan dijiwai. Kita memahaminya arti sebuah salib dalam kehidupan kristianitas, maka kita tidak tahu apa yang menjadi tujuan dari kehidupan kita. Kita menjadi orang-orang yang tidak melakukan hal apa yang terpenting yang harus menjadi skala prioritas.

    Hal yang keluaran saja, bukan inti dari sebuah kehidupan. Karena itu ketika kita melihat salib, ketika kita selalu mengenakan salib harus paham, apa itu makna salib itu bagi kita. Dengan  itu memahaminya maka kita akan memperjuangkan nilai dibalik salib itu. Salib itu bukan hanya sekedar simbolisme, tapi sebuah realitas, sebuah kenyataan hidup yang kita hadapi dari waktu ke waktu dari hari ke hari.

    Dan memang harus selalu dimaknai. Salib itu adalah kenyataan-kenyataan yang tidak menyenangkan sebuah konsekuensi dari kemuridan dari konsekuensi menjadi seorang Katolik.

    Saudara kristiani, keberpihakan kita kepada Kristus, membawa konsekuensi kepada kita akan dimusuhi, dibenci, akan diperlakukan secara tidak adil tetapi dalam situasi seperti ini, kenyataan seperti ini, jika kita tidak memahami makna dari sebuah penderitaan dan dari sebuah konsekuensi, keberpihakan kepada kebenaran kepada Kristus, maka kita akan mudah melakukan kompromi mudah untuk mengadaikan nilai yang tertinggi demi hal yang sederhana, yang remeh temeh, yang semu.

    Cinta harus dimurnikan

    Ketika ada kesulitan dan tantangan jika tidak dimaknai sebagai suatu salib, maka penderitaan itu sia-sia malah membuat kita akan menjauh dari Tuhan, karena kita melihat kesulitan, penderitaan sebagai sebuah tantangan itu sebagai ketidakberpihakan Tuhan kepada kita.

    Tetapi ketika kita mau merenungkan dan mau merefleksikan dalam peran salib Yesus, kita akan sadari bahwa Tuhan begitu dekat dengan kita. Karena memang cinta harus dimurnikan, sama seperti emas harus dimurnikan dalam perapian.

    Iman, cinta kita kepada Tuhan harus dimurnikan dalam salib, dalam penderitaan untuk melihat, menguji, kesejatian, otensitas cinta kita kepada Tuhan. Karena dua hal itu bisa bersatu maka harus terjadi persesuaian, kemurnian cinta Allah harus juga dipadukan, disinkronkan dengan kemurnian cinta kita.

    Kita berjuang dengan kelemahan tapi kita berjuang untuk memurnikan cinta itu. Kita berusaha untuk mencintai Tuhan sama seperti Tuhan telah mencintai kita. Kita mencintai sesama, dalam perjanjian lama takaran, ukurannya adalah diri kita sendiri tetapi dalam perjanjian baru, Yesus katakana “kita mencintai sesama sama seperti Tuhan telah mencintai kita”.

    Ukurannya bukan diri kita lagi, tetapi cinta kepada kita oleh Tuhan karena semakin kita dicintai Tuhan, begitu juga kita harus semakin mencintai sesama.

    Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus, kita harus mengolah setiap pengalaman yang terjadi dalam hidup kita terutama penderitaan dan salib sebagai sesuatu kekuatan dan rahmat. Sebagaimana Santa Theresia dari kanak-kanak Yesus mengatakan “ Segala sesuatu itu adalah rahmat, apapun bentuk pengalaman hidup” kesulitan, tantangan, penderitaan, kebahagiaan, suka cita dan sebagainya harus dilihat sebagai suatu rahmat.

    Kita melihat seorang pemulung yang bekerja mengais rezeki di tempat sampah, ditambah bau tempat sampah tidak sedap hanya demi keberlangsungan hidup dan mencari makan untuk anak-anaknya. Dari hal-hal yang busuk, dibuang orang dan yang tidak berguna tetapi mereka masih menemukan sesuatu yang masih bernilai karena itu mengangkat kita pada pemerenungan, pengalaman-pengalaman hidup yang tidak menyenangkan.

    Katakanlah penderitaan, kesulitan dan kita harus diantar dalam suatu pemerenungan bahwa apa yang mau kehendaki dengan pengalaman-pengalaman seperti ini. Mungkin Tuhan mau menyadarkan karena kita mulai jauh dan tidak setia lagi dengan jalan Salib Yesus karena itu harus segera kembali, dengan berbagai peristiwa, pandemi, kematian dan semua yang tak terduga. Hal itu mengingatkan semua hidup ini akan berlalu, dan manusia akan mempertanggungjawabkan semua yang telah diperbuat pada akhir kehidupan manusia. Karena itu harus segera kembali untuk dilahirkan kembali, kita harus segera berubah, bertobat.

    Jangan berhenti ditengah jalan

    Bertobat tidak hanya dengan berhentinya berbuat dosa, tetapi kita harus bertumbuh dalam damai dan kebajikan. Agar kita berusaha untuk menyerupai dengan Kristus sama seperti Tuhan memberikan diri-Nya untuk kita, mencintai kita.

    Sebagaimana Yesus katakan “barangsiapa mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal diri” memikul salib dan mengikuti Dia kemudian kita harus sampai ke Golgota agar kita sampai ke puncaknya yaitu perubahan, penganugrahan terhadap semua yang telah kita lalui. Oleh sebab itu jangan pernah kita mau berhenti ditengah jalan dalam memikul salib, karena yang terpenting kita harus memaknai Salib.

    Menyangkal diri berarti mengesampingkan semua hal yang bukan menjadi tujuan utama, dan mengutamakan kepentingan Allah yaitu kehendak-Nya. Perjumpaan dengan Yesus selalu memiliki perubahan dan pembaharuan, asal memiliki kerinduan dengan-Nya dan mau menerima Yesus, mau menyerahkan diri dan mau diubah oleh-Nya. Mari melakukan penghayatan itu secara tulus dan bahagia, maka akan mendapatkan sukacita yang besar dalam kehidupan. Semoga!!!

    Melakukan yang Dikehendaki oleh Bapa

    Misa Jumat Pertama, 1 Juli 2022 - Jumper Juli, Pastor Agustinus Keluli OCD

    MajalahDUTA.Com, Santa Clara, Denpasar Bali- “Melakukan yang dikehendaki oleh Bapa,” setidaknya itulah yang diungkapkan oleh Pastor Agustinus Keluli OCD dalam Misa Jumat Pertama pada 1 Juli 2022 yang dipersembahkan untuk komunitas Santa Clara yang diikuti oleh sejumlah Opa-Oma.

    Dalam pemerenungannya, Pastor Agustinus Keluli OCD mengatakan bahwa setiap manusia diajak untuk melakukan apa yang di kehendaki oleh Bapa. Menurutnya, hal itu harus selalu menjadi pegangan. Sebagaimana Yesus sudah memberikan diri-Nya untuk menebus dosa manusia.

    “Jika kita berani menyebut diri sebagai saudara Yesus, berarti kita juga harus bersedia untuk melakukan yang Tuhan Yesus mau,” kata Pastor Agustinus Keluli OCD.

    Bersama Opa-Oma dalam misa Jumat pertama, Pastor Agustinus Keluli OCD dalam renungannya mengingatkan apa bila manusia adalah saudara-saudari, artinya manusia yang lain adalah bagian dari saudaranya.

    “Jika kita merasa memiliki satu sama dengan yang lainnya, maka kita tidak melihat orang lain itu sebagai orang lain tetapi itu adalah saudara saya sama seperti saudara yang adalah saudara kandung,” kata Pastor Agustinus.

    Menurut pemaparannya, dalam pengertian itu memang secara spiritual pengertian saudara memang jauh lebih kaya. Sebab perkumpulan dan persautuan seperti ini adalah suatu rahmat yang sangat besar.

    Perayaan Misa Gong Xi Fa Cai 2574 di Paroki Sambas

    Dokumentasi Gong Xi Fa Cai- Paroki Sambas

    MajalahDUTA.Com, Sambas– Hari Minggu, 22 Januari 2023 bertepatan dengan Hari Raya Imlek 2574 bagi masyarakat Tionghoa atau Chinese. Secara khusus umat Katolik di Gereja Kristus Raja Paroki Sambas juga turut merasakan kemeriahan dan suka cita dalam Misa Syukur Perayaan Imlek yang kali ini dipimpin langsung oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus,  Pastor Paroki Pastor Celestinus Joni OFMCap, dan dua Pastor Tamu yakni Pastor Ferdinandus Rufinus OFMCap bersama Pastor Fridolinus Andat OFMCap.

    Misa Perayaan Imlek 2574 di Gereja Kristus Raja Paroki Sambas, berjalan secara khidmat dan lancar, dihadiri kurang lebih 500 umat memenuhi bangku di dalam Gereja.

    Dalam homilinya, Uskup Agustinus menyampaikan kepada umat di Paroki Kristus Raja Sambas, bahwa, “Perayaan Tahun Baru Imlek ini kita awali dengan rasa optimis, apapun yang terjadi sehubungan dengan Tahun Kelinci ini, jadi banyak hal yang dapat kita pelajari.  Gereja Katolik sangat mendukung ungkapan iman yang dibungkus dengan budaya-budaya setempat, misalnya perayaan Imlek yang dekat dengan budaya Chinnese”.

    Misa Perayaan imlek semakin meriah dengan lantunan paduan suara kelompok Koor Gabungan yang melantunkan nyanyian-nyanyian pujian menggunakan bahasa chinese.

    Pada misa perayaan imlek di Gereja Kristus Raja Sambas ini juga, Uskup Agung Pontianak membagikan angpao untuk anak-anak serta paket jeruk dan kue keranjang untuk semua umat yang hadir di Perayaan misa Imlek.

    Semua rangkaian perayaan misa diakhiri dengan berkunjung ke rumah umat yang merayakan Imlek di Kota Sambas di dampingi oleh Panitia Imlek Gereja Kristus Raja Sambas, anggota Dewan Pastoral Paroki, OMK, dan umat paroki Sambas.

    Selamat merayakan Tahun Baru Imlek 2574- GONG XI FA CAI

    Mengukir Peristiwa Pembaharuan Kepengurusan OMK Pusat Paroki Pahauman

    Pelantikan OMK Paroki Pahauman

    MajalahDUTA.Com, Pahauman– Bertepatan dengan Hari Minggu Sabda Allah (22/1/2023) Orang Muda Katolik (OMK) Pusat Paroki Santo Yohanes Pemandi Pahauman mengukir peristiwa penting yang patut disyukuri yaitu Pelantikan Kepengurusan OMK Pusat Paroki Santo Yohanes Pemandi Pahauman masa bakti 2023-2024.

    Pelantikan ini berlangsung pada perayaaan Misa kedua hari Minggu di Gereja Katolik Paroki Santo Yohanes Pemandi Pahauman dan dilantik oleh Pastor Paroki Santo Yohanes Pemandi Pahauman, Pastor Oktavianus Gerotek OFMCap.

    Dalam homili, Pastor Okta menekankan pentingnya peran yang tak biasa, dalam kutipannya jelas dikatakan “jadilah terang dan Penjala Manusia dimana pun kalian berada,” ujar Pastor Okta.

    Bagaimana saya bisa menjadi terang dan Penjala Manusia? Apakah saya harus pergi ke stasi-stasi mewartakan Injil?

    Menjadi terang dan penjala manusia itu bisa kita lakukan dalam tindakan yang sederhana, contoh nya kita bisa melihat dan mungkin juga ada anggota keluarga kita walaupun katolik sudah dibaptis tetapi tidak pergi ke Gereja disanalah kita diharapkan hadir menjadi terang dan penjala manusia berani berdiri menjadi terang dan penjala manusia untuk menuntun mereka kembali ke jalan Tuhan”

    Ketua DPP Paroki Pahauman, H. Matsam menyampaikan bahwa OMK wajib memberikan diri dalam menjalankan perannya melalui berbagai bidang, OMK adalah tulang punggung Gereja dan masa depan Gereja.

    Dia pun tak lupa mengucapkan terimakasih kepada orang tua yang sudah mendukung dan menyarankan kepada Putra dan Putrinya untuk terlibat aktif dalam kegiatan sosial Gereja. Terimakasih dan mari kita bersama-sama memberikan bimbingan, arahan dan pendampingan kepada anak-anak kita ini.

    “Semoga apa yang mereka programkan, apa yang akan mereka laksanakan terutama untuk memajukan perkembangan umat khususnya orang muda di paroki kita dapat kita banggakan, mari kita bekerjasama dan berkoordinasi agar program kita dapat terlaksana dengan baik,” harap ketua DPP Paroki Pahauman itu.

    OMK Pusat Paroki yang adalah perpanjangan tangan bagi OMK yang ada di wilayah dan Stasi, ada 11 Wilayah dan ada 124 Stasi dan banyak ada ribuan orang muda yang ada di paroki. Dengan adanya komunitas dan kuantitas itu, mereka diharapkan tidak hanya mampu berorganisasi tetapi juga memiliki rasa yang terpanggil untuk melayani umat menjadi calon biarawan-biarawati. Setidaknya itulah harapan pastor paroki, ketua DPP dan pengurus yang lainnya.

    7 pembina Orang Muda Katolik (OMK)

    Dalam kesempatan tersebut, calon pengurus yang dilantik berjumlah 42 orang terdiri dari pengurus inti dan beberapa seksi serta 7 orang pembina OMK yang turut serta dilantik dalam kesempatan ini.

    Hadir dalam perayaan misa tersebut Ketua dan Sekretaris Dewan Pastoral Paroki Pahauman serta kepemudaan dan para umat.

    Proses pelantikan ini berlangsung dengan khidmat, setelah kotbah para calon pengurus bersama-sama membacakan janji dihadapan Imam sebagai bentuk komitmen dalam mengemban tugas dan tanggung jawab mereka sebagai pengurus Orang Muda Katolik Pusat Paroki Pahauman. Kemudian Pastor Oktavianus Gerotek OFM.Cap mengucapkan doa pelantikan, memberkati sekaligus memerciki para pengurus yang sudah dilantik dengan air Kudus.

    Diakon Ala selaku Moderator OMK mengungkapkan terimakasih kepada para OMK Pusat Paroki Santo Yohanes Pemandi Pahauman yang pada hari ini sudah dilantik secara sah menjadi kepengurusan baru tahun 2023-2024.

    Dalam pesan dan harapannya, Diakon Ala mengungkapkan kiranya OMK semakin berkembang, semakin kompak dan semakin bersemangat untuk melayani umat terutama melayani Gereja. “Sukses untuk kalian semua mari kita bersama-sama berjuang bersama Bapakat, WKRI dan DPP yang ada di Paroki kita Tuhan Yesus memberkati,” tuturnya.

    Tak lupa Pembina OMK yang dalam kesempatan ini di sampaikan oleh Yulianti Yuyun mengucapkan selamat kepada pengurus OMK Pusat Paroki yang baru saja dilantik periode 2023-2024 , berharap semoga OMK semakin kompak, solid dan bisa berkoordinasi dengan semua pihak yang ada serta menjadi komunitas positif untuk perkembangan jiwa muda dalam membangun Gereja karena OMK adalah masa depan Gereja. OMK Paroki Pahauman yang dikenal dengan jargon Siap, Sigap, Berkarya ini berusaha untuk membangun komitmen bersama terutama antar pengurus OMK.

    Yohana Aldia Dwilanviera yang ditemui selesai pelantikan mengucapkan terimakasih atas kepercayaan teman-teman yang sudah menunjuk dan memberikan kepercayaan penuh kepadanya sebagai Ketua OMK Paroki Pahauman, dia berharap dengan terbentuknya kepengurusan baru ini dapat merangkul teman-teman yang lain dan program-program kerja yang sudah disusun dapat di jalankan agar semakin membangkitkan minat orang muda untuk ikut dalam kegiatan menggereja. Banyak program yang sudah dirancang dan akan dilaksanakan dalam waktu dekat contohnya seperti kegiatan di hari Valentine, Kirab Salib IYD, EKM dan sebagainya.

    “Semoga semakin banyak orang muda yang mau menjadi terang untuk dunia terutama terkusus bagi Gereja kita yaitu Gereja Santo Yohanes Pemandi Pahauman,” ujarnya.

    Belum Prioritaskan Implementasi SDG’s, 100 hari Kinerja PJ Gubernur Tak Serius Entaskan Kemiskinan

    MajalahDUTA.Com, Jakarta– Pada tahun 2020 lalu, Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) bersama Koalisai Reformasi Perlindungan Sosial (KRPS ) aktif berjuang melakukan pembelaan agar seluruh warga miskin di Jakarta mendapatkan Jaring Pengaman Sosial yang merupakan cara mengatasi agar Rakyat Miskin Jakarta tidak jatuh ke dalam lubang kemiskinan yang lebih parah, demikian dikatakan Puspa Yunita Ketua DPW SPRI DKI Jakarta, saat menjadi narasumber acara diskusi publik evaluasi 100 Hari Kerja Pejabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, Rabu, 25/1/2023 kemaren di Aula LBH Jakarta.

    ” Berdasarkan hasil audit Sosial SPRI ada 2 hal yang menjadi persoalan besar dalam hal Program Perlindungan Sosial yakni problem pendataan yang belum efektif dan tidak libatkan rakyat dalam penentuan indikator dan penerima manfaat, serta problem cakupan penerima dan manfaat yg kecil. hasil survei spri manfaat pkh bpnt tdk cukup utk kebutuhan dasar pangan sebulan.”ungkap Puspa

    Menurut Puspa, SPRI Jakarta telah melakukan serangkaian kegiatan meliputi audit sosial pada tahun 2020, tercatat ada 2000 lebih keluarga miskin yang layak mendapatkan Program Keluarga Harapan ( PKH), tapi ternyata sampai sekarang, Pemprov DKI Jakarta dari era kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta yang lalu sampai dengan kepemimpinan Pj Gubernur belum mendapatkan prioritas perhatian.

    Untuk mengatasi masalah tersebut, lanjut Puspa, maka SPRI mengusulkan agar Pemprov DKI Jakarta bisa menerapkan PKH lokal, yang merupakan bentuk nyata menjalankan SDGs. Melindungi warga miskin dgn cara memperkuat perlindungan sosial.

    “Kami sudah mencoba untuk berdialog dengan Pj Gubernur, namun belum juga ada respon yang serius dari beliau beserta jajarannya, selain itu,kami juga telah berkali-kali mendesak pemprov DKI Jakarta agar membuka ruang keterlibatan rakyat dalam penyusunan, penetapan dan pengawasan kebijakan publik, tapi rupanya mereka enggan merespon usulan kami tersebut “ucap Puspa

    Sementara itu, Ketua Koalisi Rakyat Masyarakat Pemerhati Jakarta Baru (KATAR) Sugiyanto (SGY) yang hadir juga sebagai narasumber, mengatakan Acara diskusi evaluasi 100 Hari Kerja Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono ini sangat menarik lantaran mengaitkan dengan program kesepakatan global Sustainable Depelopment Goals (SDG’s) atau dikenal dengan istilah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), SDG’s sendiri adalah kelanjutan dari 8 tujuan untuk agenda Millenium Depelopment Goals (MDG’s) yang digagas PBB sejak tahun 2000. Kemudian, program MDG’s yang belum tercapai dilanjutkan dalam pelaksanaan pencapaian SDGs hingga tahun 2030 (2015-2030).

    Sehingga SDG’s atau TPB ini, lanjut Sugiyanto, adalah agenda atau program wajib nasional yang merupakan komitmen negara. Namun suskses SDG’s atau TPB sangat tergantung daerah-daerah. Daerah-daerah wajib mengikuti atau melaksanakan program SDG’s atau TPB termasuk Provinsi DKI Jakarta.

    “Jakarta ini daerah kaya raya, APBDnya saja untuk tahun 2023 ini mencapai Rp83,7 triliun, tapi anehnya masih ada warganya yang mengalami kemiskinan ekstrem, nah untuk itu adalah menjadi hak setiap warga Jakarta untuk menuntut komitment pemerintah DKI Jakarta melaksanakan prinsip-prinsip Suntainable Depelopment Goals atau Tujuan Pembangunan Berkeanjutan (TPB) untuk mencapai atau mewujudkan masyakat Jakarta yang sejahtra.”ucap Sugiyanto

    Lebih lanjut Sugiyanto mengatakan di Jakarta masih banyak orang miskin?! Bahkan berdasarkan data BPS tahun 2022 menunjukan adanya peningkatan jumlah penduduk miskin mencapai angka 500 ribu jiwa dan 146 ribu jiwa masuk ke dalam kategori kemiskinan ekstrim, salah satu penyebabnya mungkin pemprov DKI Jakarta kurang memahami sejauhmana pentingnya implementasi SDG’s di Jakarta, sehingga tidak menjadikan program prioritas.

    “Saat, Pj Gubernur dilantik oleh Presiden Jokowi, beliau hanya diberi tugas prioritas untuk segera dikerjakan, yakni kemacetan, Banjir dan tata ruang, sehingga dalam 100 hari kerja beliau tidak memprioritaskan penanggulangan kemiskinan ekstrem yang dialami oleh warga Jakarta, dan ini tidak boleh dibiarkan, karena itu, mari sama-sama kita menghadap ke Pj Gubernur DKI Jakarta, agar untuk memprioritaskan implementasi SDG’s untuk segera menanggulangi kemiskinan ekstrem di Jakarta,” pungkas Sugiyanto.

    Demi Cegah Kegaduhan, Usut Tuntas Kasus Dugaan Korupsi Bansos 2020 Di Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta

    Demi Cegah Kegaduhan, Usut Tuntas Kasus Dugaan Korupsi Bansos 2020 Di Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta

    MajalahDUTA.Com, Jakarta- Saat ini Warga Jakarta sedang dihebohkan dan dicemaskan dengan munculnya isu dugaan korupsi program bantuan sosial (bansos) pada 2020 senilai Rp 3,65 triliun. Dugaan korupsi bansos ini dibeberkan oleh seorang pegiat sosial media, Rudi Valenka, melalui sebuah utas atau thread di akun Twitter @kurawa pada 9 Januari 2023 lalu, disebutkan bahwa diduga Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan, kala itu hendak menanggulangi pandemi Covid-19 dengan menyalurkan bansos senilai Rp 3,65 triliun dalam bentuk sembako. Lewat program itu, diduga Dinas Sosial DKI menunjuk tiga rekanan terpilih untuk menyalurkan paket sembako senilai Rp 3,65 triliun tersebut lewat Perumda Pasar Jaya, PT Food Station, dan PT Trimedia Imaji Rekso Abadi.
    Sontak saja informasi yang disampaikan penggiat Rudi Valenka tersebut, mengundang respon komentar dari berbagai kalangan, salah seorang diantaranya, adalah Drs Primus Wawo, MSi pengamat sosial dan perkotaan, ketika di hubungi awak media, ia mengatakan bahwa kasus dugaan korupsi bansos terjadi di Pemprov DKI Jakarta, ini sesuatu yang menunjukkan bahwa lemahnya pengawasan dalam pelaksanaan program bansos untuk menanggulangi masalah pandemic covid-19 yang ditujukan membantu meringankan warga Jakarta terdampak covid-19.

    “Ya, ini sesuatu temuan informasi tentang kasus yang bukan saja menghebohkan, melainkan juga memprihatinkan, kok tega-teganya mereka yang diduga terlibat di kasus tersebut, menari diatas penderitaan warga Jakarta yang saat itu menderita menghadapi pandemic covid-19”ungkap Drs Primus Wawo, MSi yang juga mantan pejabat Pemda prov DKI Jakarta kepada awak media, Senin, 23/1/2023 di Jakarta.

    Karena itu, menurut Primus, sudah sepatutnya kasus ini harus segera diusut tuntas, agar masyarakat tidak merasa penasaran, mengenai kebenaran kasus tersebut, dan tentunya pengusutan kasus tersebut harus memenuhi rasa keadilan masyarakat, yang menjadi korban atas dugaan perilaku korupsi tersebut, yang ditengarai kasus ini bukan hanya merugikan keuangan negara saja, melainkan juga menciderai rasa kemanusiaan warga Jakarta, untuk itulah, penanganan kasus ini juga mesti dilakukan secara professional, komprehensif, tentunya terlepas dari tendensi politis, serta tidak adanya intervensi politis dari pihak manapun,

    Primus juga menegaskan seandainya ada dugaan keterlibatan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada kasus ini, ya, buka saja, jangan ada yang ditutupi, kalau nggak terlibat ya, harus juga dibuka dan dijelaskan kepada masyarakat, agar masyarakat tidak berpolemik hingga bisa menimbulkan kegaduhan situasi, yang dapat mengganggu konsentrasi Pemprov DKI Jakarta yang sedang giat melakukan pembenahan dan juga pembangunan di berbagai segi kehidupan warga Jakarta.

    “Kami sangat berharap penegakkan hukum yang setegas-tegasnya dan transparan untuk mengusut tuntas, membongkar seterang-terangnya siapa saja yang terlibat dalam temuan kasus dugaan korupsi bansos tersebut, serta membuka motif dibalik terjadinya kasus ini, sehingga para pelaku yang terlibat dapat dihukum seberat-beratnya, demi memenuhi rasa keadilan masyarakat, kami sangat berharap aparat hukum tanpa ragu-ragu mengusut kasus tersebut”pungkas Drs Primus Wawo MSi, yang juga tokoh masyarakat Nagekeo NTT yang ada di Jabodetabek.

    Faisal Saleh: Erik Thohir Sosok Bernyali dan Inspirator, Menjawab Tantangan Jaman

    Faisal Saleh: Erik Thohir Sosok Bernyali dan Inspirator, Menjawab Tantangan Jaman

    MajalahDUTA.Com, Jakarta- Ungkapan mengenai dibutuhkannya pemimpin bernyali untuk mewujudkan sepak bola Indonesia yang bersih dan berprestasi diucapkan Erikc Thohir Menteri BUMN saat mengumumkan dirinya sebagai calon Ketua Umum PSSI periode 2023-2027, Minggu, 15/1/2023, pernyataan itupun, sontak mendapatkan perhatian dan bahkan respon dari berbagai kalangan, salah seorang diantaranya adalah Faisal Saleh pengamat politik, saat ditemui wartawan, ia mengatakan bahwa apa yang disampaikan oleh Erik Thohir tersebut merupakan jawaban dari perkembangan fenomena yang terjadi di negeri ini, yang sarat dengan kompleksitas permasalahan, dan membutuhkan problem solving yang cepat dan tepat.

    “Nah, untuk membuat keputusan cepat, diperlukan sosok pemimpin ataupun kepemimpinan yang bernyali untuk mengambil sebuah keputusan yang cepat dan tepat, sejarah negeri ini telah membuktikan bahwa kemerdekaan yang direbut dari penjajah, itu dilakukan oleh para pejuang yang bernyali, tapi bukan asal bernyali doank, namun bernyali yang bisa berprestasi”ucap Faisal Saleh pengamat politik kepada pers, Kamis, 19/1/2023 di Jakarta.

    Menurut Faisal Saleh, dalam perjalanan sejarah negeri ini, hingga tercapainya kemerdekaan yang saat ini telah berusia 78 tahun ini, dan kemudian memasuki era pembangunan, tidak terlepas dari peran para pemimpin bernyali, namun ketika memasuki era sekarang ini, muncul fenomena terjadi krisis kepemimpinan terutama di kalangan generasi muda, yang menganggap pemimpin yang muncul di permukaan adalah sosok yang korup, penakut, mengekor, pasrah dan tidak berani mengambil tindakan tegas , sehingga menimbulkan sikap yang apatis, skeptis terhadap munculnya sosok pemimpin, yang tidak bisa diteladani atau bahkan tidak bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda, terutama generasi milineal.

    “Tapi ternyata kondisi tersebut di jawab oleh sosok Erik Thohir yang bukan hanya berbicara soal kepemimpinan bernyali, tapi dia sendiri yang tampil sebagai sosok fenomenal yang berani melakukan perubahan mental, perubahan mindset terutama di kalangan generasi milineal, diantaranya melalui keberaniannya mengambil tugas sebagai Ketua Team Sukses Jokowi-Ma’ruf Amin di pilpres 2019 lalu, padahal dia bukan seorang aktivis dan juga bukan seorang politisi, tapi ia punya nyali untuk ambil tugas itu kemudian dijalankannya dengan hasil kemenangan bagi pasangan Jokowi-Maruf Amin”tukas Faisal Saleh.

    Bukan hanya itu, lanjut Faisal rupanya sosok Erik Thohir ini meneladani apa yang dilakukan oleh para pejuang kemerdekaan tempo dulu, yang berani mengambil resiko apapun, dengan pertimbangan matang, cerdas dan tepat mengambil langkah maju ke medan pertempuran, hasilnya kemerdekaan itu dapat di raih dan dirasakan hingga sekarang, ya, keteladanan itulah yang kemudian mendorong Erik Thohir, saat diberi amanah oleh Presiden Jokowi untuk memimpin kementerian BUMN, ia tidak pernah ragu untuk mengevaluasi setiap petinggi di BUMN. Seperti pegawai di Kementerian BUMN yang terbukti jelas melakukan kesalahan, berani membongkar kasus korupsi di kalangan BUMN, dan tentunya Erik telah berani menerapkan perubahan total baik di lingkungan kementerian yang dipimpinnya maupun di luar tugasnya sebagai Menteri.
    “Menurut saya negeri ini membutuhkan pemimpin Bernyali yang cerdas, bersih, berintegrasi, cekatan serta tentunya memiliki skill, dan itu semua sudah dimiliki oleh Erik, yang bisa menjadi figur inspiratif bagi generasi muda Bangsa Indonesia, ya, Erik Layak Menjadi Sosok Bernyali Inspirator”pungkas Faisal Saleh

    Jangan Ada Politisasi di Balik Pengakuan Presiden Jokowi atas Pelanggaran HAM Berat di Masa Lalu

    Jangan Ada Politisasi di Balik Pengakuan Presiden Jokowi atas Pelanggaran HAM Berat di Masa Lalu

    MajalahDUTA.Com, Jakarta– Pernyataan resmi Presiden Joko Widodo sebagai kepala negara yang mengakui dan menyesalkan telah terjadi pelanggaran HAM berat setidaknya dalam 12 peristiwa konflik di masa lalu, pada realitasnya mengundang reaksi dari berbagai pihak, terutama dari kalangan saksi dari terjadinya peristiwa tersebut, diantaranya adalah Amelia Yani Putri Almarhum Jendral TNI-AD Ahmad Yani yang gugur pada peristiwa berdarah 30 September 1965 silam. Kepada wartawan yang menghubunginya, ia mengatakan bahwa jika mengingat peristiwa tragedi berdarah 1965, yang diakui oleh Pemerintah Jokowi sebagai pelanggaran HAM berat, maka tidak bisa dilepaskan dan tidak bisa dilupakan oleh para keluarga anak-anak yang para orang tuanya telah dihabisi diluar batas-batas perikemanusiaan. Akan tetapi terkait peristiwa itu, dirinya sudah berusaha bersama Forum Silaturahmi Anak Bangsa (FSAB) untuk melakukan rekonsiliasi dengan pihak yang orang tuanya terlibat dalam peristiwa HAM berat 1965 yakni PKI dan juga dari keluarga Pemimpin Besar Revolusi/Presiden Pangti ABRI Sukarno.

    “Terkait peristiwa tersebut, semua tercantum dicatatan ayah saya yang ditulis dengan tulisan tangan beliau tentang PKI dan Presiden Pangti ABRI, namun anehnya, apa yang terjadi saat itu, kemudian divisualkan dalam film Penghianatan G30S/PKI, dilarang diputar selama hampir 18 tahun dengan maksud masyarakat Indonesia melupakan peristiwa tragedi nasional. Sekarang ketika film diputar kembali saya merasakan generasi usia antara 25-40 tahun adalah yang haus akan kebenaran peristiwa tersebut yang selama ber tahun-tahun diusahakan untuk dilupakan, padahal semestinya semua itu harus di buka. Adalah tugas saya untuk membuka semua catatan ayah saya seperti soal Dewan Jendral, Dokumen Gilchrist Jendral-jenderal Pentagon berkulit sawo matang penghianat kata DN Aidit dll, supaya dari generasi ke generasi Fakta Sejarah itu tidak boleh dilupakan, bukan untuk mewariskan konflik tapi untuk mencegah agar tidak terulang kembali konflik tersebut” ungkap Amelia Yani kepada Awak media, Kamis, 19/1/2023 kemaren.

    Propaganda PKI sangat masif lanjut Amelia Yani, dan saat itu juga dipercaya oleh Presiden Sukarno, merupakan fakta sejarah tak terbantahkan, menjadi bibit awal pemicu terjadinya Malapetaka 30 September 1965 silam, namun anehnya, malapetaka yang diciptakan oleh mereka yang ingin merubah ideologi Pancasila itu, justru sekarang negara menyatakan bahwa Negara mengakui dan menyesalkan peristiwa tersebut menjadi salah satu pelanggaran HAM berat di masa lalu, bahkan Tim yang dibentuk pemerintah Jokowi itu, akan menulis ulang sejarah?! Kalau bicara mengakui harusnya sudah dari dulu, kemudian menyesali telah terjadi peristiwa-peristiwa tersebut, menyesal kepada siapa?

    “Menurut saya, pernyataan Presiden tersebut hanya kulitnya tapi tidak lebih ‘in depth’ atau mendalam, dan menyerahkan kepada Menkopolhukam untuk memfollow upnya. Seharusnya Forum Silaturahmi Anak Bangsa (FSAB) dilibatkan dalam Tim, karena FSAB telah memulainya, dan fakta-fakta sejarah 1965 saya memiliki tulisan ayah saya, kemudian juga catatan jalannya sidang Mahmilub berikut hasilnya, serta banyak lagi dokumen-dokumen serta para nara sumber yang masih hidup bisa dilibatkan. Penulisan Sejarah mau diulang? Mau seperti apa? Mau dibalikkan untuk kepentingan pihak lain? Justru hal ini akan menimbulkan gejolak dalam masyarakat yang lebih besar, untuk itu Menkopolhukam sebaiknya berhati-hati dalam melangkah, dan jangan ada muatan politis apapun dibalik maksud tersebut” tukas Amelia Yani.

    Amelia Yani juga mengatakan bahwa jika ingin menulis ulang sejarah, terutama mengenai peristiwa 1965 sampai dengan peristiwa jatuhnya Presiden Soekarno, maka harus ditulis secara komprehensif, misalnya saja, apa yang terjadi di tahun 1966, perlu diungkap di tahun 1966 telah terjadi demonstrasi besar-besaran yang dimulai sejak Desember 1965 oleh mahasiswa KAMI, dirinya pun ikut sebagai Ketua KAPPI setiap hari demo didepan Istana Negara meminta pertanggung jawaban Presiden Sukarno tentang peristiwa 1 Oktober, juga tuntutan TRITURA; yakni Bubarkan PKI, ‘Recall’ Kabinet 100 Mentri, dan Turunkan harga beras. Nah, itu fakta tak terbantahkan bahwa di Tahun 1965-1966 dapat dikatakan Bangsa Indonesia mengalami kemiskinan luar biasa, inflasi 650%, rakyat miskin, politik dan ekonomi hancur.

    Semua itu, lanjut Amelia Yani, terjadi dibawah kepemimpinan Presiden Sukarno, Apakah Presiden Sukarno itu sedemikian ‘untouchable’ dan perbuatannya dibolehkan rakyat? Sementara rakyat Indonesia miskin? Sampai akhirnya keluarlah Surat Perintah 11 Maret kepada Letnan Jenderal Suharto yang esok harinya 12 Maret 1966 PKI dan seluruh ormas-ormasnya dibubarkan.

    “Mengapa hal ini tidak pernah ditulis, saat itu negara kacau balau, ideologi Pancasila mengalami ancaman nyata, digerus dan bahkan mau diganti oleh kalangan komunis beserta antek-anteknya, ini fakta sejarah yang obyektif dan tidak ada rekayasa, sehingga sesungguhnya penulisan sejarah yang diulang apanya, itu benar-benar terjadi, jadi mau ditulis ulang? Silahkan kalau mau menulis ulang sejarah, tapi ingat, jangan sampai penulisan ulang sejarah itu justru bisa menciptakan konflik dan mewarikan konflik, yang sangat kontradiksi dengan visi, misi dan perjuangan FSAB yang sejak tahun 2003 menerapkan pola silahturahmi sebagai wahana rekonsiliasi, serta memperjuangkan agar tidak mewariskan konflik” tegas Amelia Yani.

    Sementara itu, dihubungi secara terpisah, Martinus Johan Mosi salah seorang korban Malapetaka Mei 1998 silam, kepada wartawan ia mengatakan bahwa di setiap peristiwa konflik yang terjadi di masa lalu, pastinya terdapat dua kubu berseberangan, yakni pelaku dan korban, masing-masing pihak tentunya menyimpan sakit hati, dendam dan bahkan trauma yang tidak mungkin bisa disembuhkan, sehingga menjadi sesuatu peristiwa yang bisa saja diwariskan oleh generasi selanjutnya.

    “Nah kalau itu terjadi, maka kehidupan berbangsa dan bernegara di negeri ini akan terganggu, dan negeri ini tidak akan bergerak maju ke masa depan, karena tidak bisa beranjak dari dendam terhadap peristiwa konflik yang terjadi di masa lalu. Nah, inilah kemudian menjadi pembahasan serius di FSAB sebagai organisasi yang mendasarkan diri pada gerakan moral perubahan ‘mindset’ untuk berusaha menghilangkan rasa dendam turunan dari semua pihak yang terlibat konflik sehingga menimbulkan tragedi kelam dalam sejarah bangsa Indonesia” ungkap Martinus Johan Mosi kepada awak media, Sabtu, 21/1/2023 di Jakarta.

    Menurut Martinus Johan Mosi, ketika ia mengalami peristiwa malapetaka di bulan Mei 1998 silam, yang merupakan tragedi bagi kelompok minoritas etnis Tionghoa, yang saat itu menjadi sasaran amuk massa, dan juga menjadi target tindak kejahatan seperti penjarahan, pembakaran, intimidasi dan bahkan diduga terjadi pembunuhan maupun pemerkosaan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, tentu saja peristiwa itu sangat membekas menyakitkan bagi dirinya. Kemudian dirinya pun sangat berharap agar kasus ini diungkap, ditangkap, diadili dan dihukum para pelakunya, namun setelah puluhan tahun peristiwa itu terjadi, didorong oleh rasa kemanusiaan yang diyakininya sebagai pengamalan sila ke 2 Pancasila, maka muncul dalam dirinya untuk memaafkan apa yang terjadi pada peristiwa itu, termasuk juga para pelakunya, akan tetapi dirinya tidak bisa melupakan tragedi Mei 1998, agar peristiwa itu tidak boleh terulang lagi di masa mendatang, maka jangan pernah melupakan tragedi Mei 1998.

    “Namun, terkait peristiwa Mei 1998, yang mengherankan, sampai sekarang, kita tidak pernah mendengar pemerintah mendalami peristiwa ini dengan menanyai para korban dan pelaku. Kita tidak tahu apakah yang disebut korban juga ribuan rakyat kecil yang terpanggang hidup-hidup di mall-mall dan jutaan rakyat yang akhirnya kehilangan pekerjaan, serta ribuan rumah tangga yang hancur sebagai ekses dari kerusuhan tersebut.“ ucap Martinus Johan Mosi.

    Selain itu, lanjut Martinus Johan Mosi, dikabarkan pelaku melakukan provokasi dan sangat terlatih pindah dari satu mall ke mall lain. Lalu siapakah mereka, siapakah yang melatihnya, siapakah yang mendanai pelatihan mereka, hingga sekarang, dirinya tidak melihat ada proses penelitiannya dan tahu-tahu sekarang Presiden mengakui dan menyesali peristiwa tersebut sebagai salah satu pelangaran HAM Berat di masa lalu. Tanpa proses, tanpa diketahui kenapa serta siapa pelaku serta korbannya, lalu dengan apa agar bisa membuat peristiwa tersebut tidak terulang lagi.

    “Saya sangat bingung dengan pernyataan Presiden tersebut, kita tunggu saja apa kelanjutan dari pengakuan dan penyesalan ini, mudah-mudah bisa semakin jelas, dan jangan terkesan basa-basi politik, maupun jangan ada politisasi dibalik pengakuan dan penyesalan terhadap peristiwa yang disebut pelanggaran HAM di masa lalu tersebut. Kalau mau serius selesaikan masalah tersebut, libatkan masyarakat, diantaranya FSAB yang sudah terapkan pendekatan silahturahmi untuk berhenti mewariskan konflik dan tidak membuat konflik baru” pungkas Martinus Johan Mosi.

    TERBARU

    TERPOPULER