Friday, June 19, 2026
More
    Home Blog Page 109

    Vatikan meluncurkan “Sekolah Seni dan Perdagangan” untuk pengrajin masa depan

    Sebuah sayatan di bagian tengah tengah St. Peter, dipilih sebagai logo resmi Sekolah

    MajalahDUTA.Com, Vatikan– Fabric of Saint Peter Vatikan meluncurkan “Sekolah Seni dan Perdagangan” baru untuk menawarkan formasi teknis bagi tukang batu, tukang kayu, dan pengrajin marmer di masa depan.

    Dua puluh siswa menghadiri kelas hari pertama mereka pada hari Senin di Fabric of Saint Peter sebagai bagian dari “Sekolah Seni dan Perdagangan” yang baru.

    Yayasan Fratelli Tutti membantu mendirikan Sekolah bekerja sama dengan Fabric of Saint Peter, yang mengawasi konservasi dan pemeliharaan Basilika Vatikan.

    Para siswa baru—12 remaja putra dan 8 remaja putri—berasal dari Italia, Peru, Jerman, dan Belarusia.

    Mereka akan dilatih untuk menjadi tukang batu, pekerja marmer, tukang plester, dekorator interior, dan tukang kayu.

    Setiap siswa telah mendapatkan pelatihan teknis dan artistik, dan kursus ini bertujuan untuk melengkapi formasi mereka melalui keahlian “Sanpietrini”, seperti yang dikenal para ahli konservasi Kain Santo Petrus.

    Kursus diadakan di Palazzo della Canonica, sedangkan seminar praktis berlangsung di bengkel Fabric.

    Membentuk pengrajin masa depan

    Menurut Kardinal Mauro Gambetti, Presiden Kain dan Imam Agung Basilika Santo Petrus, Sekolah Seni dan Perdagangan berusaha untuk menularkan pengetahuan praktis selama berabad-abad kepada generasi muda.

    “Sekolah akan membantu kita menanam benih di tanah promosi manusia, pembinaan yang ditujukan untuk melayani budaya, wanita dan pria di zaman kita dan Gereja,” kata Kardinal. “Berkat tradisi berusia berabad-abad yang dijaga oleh Kain Santo Petrus, profesionalisme sanpietrini dan kontribusi ilmiah dunia akademik internasional, kami akan berusaha mewujudkan formasi yang benar-benar integral, yang mampu melibatkan spiritual. dan dimensi antropologis melalui pengajaran seni dan perdagangan.”

    Kursus studi imersif

    Siswa akan tinggal di kediaman “Villa Aurelia” yang dijalankan oleh para Dehonian Fathers untuk seluruh periode kursus enam bulan.

    Tujuan kursus meliputi pertumbuhan profesional dan pribadi pengrajin muda dan pengembangan keterampilan manual, bersama dengan pembentukan sejarah seni.

    Kegiatan pengajaran terdiri dari siklus kuliah, seminar, tur terpandu, dan kunjungan studi ke berbagai lokasi di seluruh Italia.

    Sebagai magang, dua puluh siswa akan menerima perendaman penuh dalam detail teknis dan spiritual Basilika Santo Petrus, gereja Kristen terbesar dan paling penting di seluruh dunia.

    Dirilis Vatikan News: Devin Watkins & Alessandro Di Bussolo, 16 Januari 2023, 12:07 Waktu Vatikan. 

    Doa Angelus

    MajalahDUTA.Com, – Doa Angelus

    Maria diberi kabar oleh malaikat Tuhan,

    Bahwa ia akan mengandung dari Roh Kudus.

    Salam Maria …

    Aku ini hamba Tuhan,

    Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.

    Salam Maria …

    Sabda sudah menjadi daging, Dan tinggal diantara kita.

    Salam Maria …

    Doakanlah kami, ya Santa Bunda Allah,

    Supaya kami dapat menikmati janji Kristus.

    Marilah berdoa (Hening)

    Ya Allah, karena kabar malaikat, kami mengetahui bahwa Yesus Kristus Putra-Mu menjadi manusia. Curahkanlah rahmat-Mu ke dalam hati kami, supaya karena sengsara dan salib-Nya, kami dibawa kepada kebangkitan yang mulia. Sebab Dialah Tuhan, pengantara kami. Amin.

    50 wanita diculik saat krisis memburuk di Burkina Faso

    (File foto) Para pengunjuk rasa berkumpul di sekitar kendaraan tentara ketika mereka berdemonstrasi di Ouagadougou, Burkina Faso (AFP atau pemberi lisensi)

    MajalahDUTA.Com, Vatikan- Staf Vatikan News pada 17 Januari 2023, 14:50 waktu Vatikan merilis pemberitaan tentang penculikan yang terjadi di Faso. Setidaknya ada 50 wanita telah diculik di wilayah Sahel Burkina Faso, karena para pemberontak terus membuat kondisi kehidupan tak tertahankan.

    Sedikitnya 50 wanita telah diculik oleh tersangka pemberontak di wilayah Sahel utara Burkina Faso. Perempuan-perempuan itu dikatakan diculik antara 12-13 Januari, saat mencari buah beberapa kilometer jauhnya dari desa mereka. Rodolphe Sorgho, gubernur Sahel, mengumumkan perkembangan tersebut dalam sebuah pernyataan pada hari Senin.

    “Gubernur wilayah Sahel menyampaikan kepada publik bahwa pada tanggal 12 dan 13 Januari 2023, masing-masing sekitar lima puluh perempuan diculik oleh kelompok bersenjata teroris sekitar 15 kilometer dari Arbinda (desa Liki) dan di lokasi lain yang terletak di sebelah ke Barat Aribinda, di provinsi Soum,” demikian bunyi pernyataan itu.

    Lanjutan dari Sementara mereka pergi mencari buah-buahan liar, istri, ibu dan anak perempuan ini diambil secara tidak adil oleh orang-orang bersenjata,” katanya. “Segera setelah hilangnya mereka dilaporkan, penelitian dilakukan untuk menemukan semua korban yang tidak bersalah ini. segar bugar.”

    Pemberontakan yang berlangsung lama

    Burkina Faso adalah salah satu dari beberapa negara di Afrika Barat yang memerangi pemberontakan.

    Di tengah kegagalan pemerintahan berturut-turut untuk mengekang pemberontakan secara efektif, negara tersebut mengalami dua kudeta militer pada tahun 2022, menyebabkan ketidakstabilan politik.

    Kekerasan terkait dengan ekstremisme Islam telah mengakibatkan kematian ribuan orang, sementara lebih dari 2,7 juta orang mengungsi di seluruh Sahel, di mana ketidakamanan telah mempengaruhi pertanian dan berkontribusi terhadap meningkatnya tingkat kelaparan.

    Banyak bagian negara telah terputus dan dikendalikan oleh pemberontak dalam beberapa bulan terakhir, menyebabkan kekurangan pangan akut, dan menjadi semakin berbahaya untuk mengirimkan pasokan ke warga.

    Kerabat perempuan yang hilang mengatakan kepada Reuters bahwa para korban mencari makan di semak-semak di sekitarnya karena tidak cukup lagi untuk memberi makan keluarga mereka di desa.

    Gubernur wilayah Sahel menyatakan solidaritasnya dengan keluarga para korban, dan mengatakan otoritas publik akan “berpihak pada mereka di masa-masa sulit ini dan tetap berkomitmen untuk menerapkan hasil yang membahagiakan dari situasi tersebut”.

    Orang-orang Kongo: kunjungan Paus adalah mimpi yang menjadi kenyataan

    Foto papan reklame dari kota Kasindi, yang mendokumentasikan serangan hari Minggu di sebuah gereja Pantekosta - Vatikan News

    MajalahDUTA.Com, Vatikan- Nuncio Apostolik untuk Republik Demokratik Kongo, Uskup Agung Ettore Balestrero, mengatakan negara itu berharap menerima kata penghiburan dari Paus Fransiskus selama kunjungannya karena kekerasan terus menghancurkan bagian-bagian Afrika Tengah.

    Sebuah serangan bom di sebuah Gereja Pantekosta di provinsi Kivu Utara, Kongo timur pada hari Minggu telah menewaskan sedikitnya 14 orang dan menyebabkan lebih dari 40 lainnya terluka. Pasukan Demokrat Sekutu (AFP), yang terkait dengan apa yang disebut Negara Islam, mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

    Dalam sebuah wawancara dengan Antonella Palermo dari Vatikan News setelah pengeboman, Nuncio Apostolik untuk Republik Demokratik Kongo, Uskup Agung Ettore Balestrero, mengatakan serangan itu mengirim sinyal yang mengkhawatirkan, “terlebih lagi karena itu menegaskan kekacauan situasi di lapangan. .”

    Damai yang diharapkan masih jauh untuk digapai

    Nuncio juga mencatat serangan itu terjadi pada hari yang sama dengan pemboman lain di pasar sentral di kota Beni, Kivu Utara. Provinsi tersebut telah “dalam keadaan terkepung selama lebih dari setahun, menunjukkan bagaimana situasi tidak hanya tidak membaik, tetapi juga memburuk,” kata Uskup Agung Balestrero.

    Uskup Agung Balestrero menambahkan bagaimanapun mereka akan mengatakan bahwa perdamaian di Timur masih jauh. Dia khawatir ADF diuntungkan dari konflik dengan kelompok M23 di selatan negara itu, sementara ikatan antara ADF dan ISIS semakin kuat.

    “Ini hanya bisa menjadi perhatian untuk keamanan regional dan terutama untuk populasi yang terus-menerus menjadi korban pembantaian terhadap mereka,” tambahnya.

    Kerjasama antar Gereja Kristen

    Ada tanda-tanda harapan, Uskup Agung Balestrero mencatat dari “kerjasama yang besar” di antara umat Kristiani di negara itu. Berbagai komunitas Kristiani bersatu dalam menunjukkan bahwa kekayaan “lapisan bawah tanah Timur” adalah akar dari konflik.

    Uskup Agung Balestrero menjelaskan, kekayaan sumber daya mineral negara itu “adalah alasan mendasar untuk kepentingan strategisnya dengan semua negara tetangga dan penyebab utama ekonomi perang yang diabadikan di wilayah Timur ini.”

    Ia juga menyoroti kerja sama ekumenis jelang kunjungan Paus pada 31 Januari hingga 3 Februari. Misalnya, dia mencatat bahwa umat Kristiani dari denominasi lain akan ambil bagian dalam pertemuan Paus dengan para pengungsi.

    “Kami berusaha bersama untuk mengiringi perkembangan demokrasi di negara ini,” katanya.

    Menyiapkan kunjungan Paus

    Upaya yang dilakukan untuk memastikan keamanan dan ketertiban umum untuk Perjalanan Apostolik mendatang sangatlah besar, kata Uskup Agung. Tujuan utama dari kunjungan tersebut adalah “untuk membangkitkan keyakinan pada mereka yang tidak memilikinya, dan untuk memperkuat kegembiraan mereka yang memilikinya.

    “Banyak orang mengatakan kunjungan Paus adalah mimpi yang menjadi kenyataan,” kata Uskup Agung Balestrero.

    Dia menambahkan dari seluruh negeri ada antisipasi untuk menerima kata penghiburan [dari Paus], dan juga penyembuhan luka yang masih berdarah, terutama di Timur.

    Paus Fransiskus meratapi serangan terhadap gereja Pantekosta di DR Kongo

    Pengeboman hari Minggu terjadi di mana para jemaah berkumpul untuk kebaktian - Vatikan News

    MajalahDUTA.Com, Vatikan- Paus Fransiskus mengungkapkan belasungkawa atas para korban serangan terhadap sebuah gereja Pantekosta di Republik Demokratik Kongo. Saat Paus Fransiskus bersiap untuk mengunjungi Republik Demokratik Kongo pada 31 Januari hingga 3 Februari, serangan kekerasan terus menyebabkan banyak warga sipil tewas atau terluka, terutama di bagian timur negara Afrika Tengah itu.

    Dalam serangan terbaru, tersangka teroris membom gereja Pantekosta di timur kota Kasindi pada hari Minggu. Ratusan jemaah telah berkumpul untuk menyambut anggota baru ke komunitas dalam pembaptisan. Sebuah ledakan mengguncang halaman gereja, menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai lebih dari 40 lainnya.

    Apa yang disebut Negara Islam mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, dan tentara Kongo menyalahkan Pasukan Demokrat Sekutu (ADF), yang bersekutu dengan ISIS.

    Kesedihan Paus atas penyerangan

    Paus Fransiskus mengungkapkan kesedihannya atas pengeboman teroris dalam sebuah telegram yang dikirim pada hari Selasa. Kardinal Sekretaris Negara Pietro Parolin menandatangani telegram, yang ditujukan kepada Pendeta André Bokundoa-Bo-Likabe, Presiden Gereja Kristus di Kongo.

    “Sedih mengetahui serangan terhadap sebuah gereja Pantekosta di Kasindi, yang menyebabkan kematian orang tak bersalah,” kata Paus.

    Dia juga mengungkapkan “belas kasih dan kedekatannya dengan semua keluarga yang terkena dampak tragedi itu.”

    Bapa Suci mempercayakan para korban kepada belas kasihan Tuhan.

    Paus Fransiskus mengakhiri telegramnya dengan berdoa kepada “Kristus, Tuhan kehidupan, agar mereka yang terkena dampak dapat melawan penghiburan dan kepercayaan kepada Tuhan” dan memohon kepada mereka karunia perdamaian.

    Kekerasan telah merenggut banyak nyawa di Kongo timur selama beberapa dekade, dengan lebih dari 120 kelompok bersenjata dan milisi aktif di wilayah tersebut.

    Setidaknya 6 juta orang telah terlantar akibat kekerasan, banyak di antaranya menghadapi kerawanan pangan yang ekstrim, menurut PBB.

    Apakah Santo Antonius dari Mesir, Padua, Zaccaria atau Lisbon?

    Apakah Santo Antonius dari Mesir, Padua, Zaccaria atau Lisbon?

    MajalahDUTA.Com, Sejarah– Banyak yang akrab dengan doa kepada Santo Antonius untuk menemukan barang yang hilang, tetapi ada banyak Santo Antonius dalam daftar orang suci Katolik.

    Misalnya Santo Antonius “pertama” bisa dibilang adalah Santo Antonius dari Mesir, juga dikenal sebagai Santo Antonius Agung. Dia adalah seorang pertapa di abad ke-3 dan cara hidupnya mengilhami banyak orang untuk mengikuti jejaknya. Namun, dia biasanya tidak dipanggil untuk doa syafaatnya untuk menemukan barang yang hilang.

    Kemungkinan lain adalah Santo Antonius Zaccaria, seorang imam pada abad ke-16 yang mempromosikan adorasi Ekaristi. Dia bukanlah Santo Antonius yang kita cari (atau, yang dikenal mencari atas nama kita!).

    Santo Antonius manakah yang menjadi perantara bagi Anda untuk menemukan sesuatu yang hilang?

    Santo Antonius yang paling terkenal di dunia Barat adalah Santo Antonius dari Padua, yang juga dikenal sebagai Santo Antonius dari Lisboa (dia lahir di Lisboa, tetapi meninggal di Padua).

    Dialah yang paling sering menjadi perantara bagi mereka yang mencari barang hilang.

    Ini bukan untuk mengatakan bahwa orang suci lain bernama Anthony tidak akan menjadi perantara bagi Anda ketika Anda perlu menemukan sesuatu. Mereka pasti akan melakukannya, tetapi Santo Antonius dari Padualah yang paling sering dimintai nasihat dalam situasi seperti itu.

    Jika Anda perlu menemukan sesuatu yang hilang, panjatkan doa ini kepada Santo Antonius dari Padua.

    Paus Fransiskus mengirim telegram belasungkawa dan berdoa untuk 70 orang yang tewas ketika pesawat Yeti Airlines

    Dokumen Vatikan News - Paus Fransiskus mengirim telegram belasungkawa dan berdoa untuk 70 orang yang tewas ketika pesawat Yeti Airlines

    MajalahDUTA.Com, Internasional- Paus Fransiskus mengirim telegram belasungkawa dan berdoa untuk 70 orang yang tewas ketika pesawat Yeti Airlines jatuh di kota wisata Pokhara, Nepal. Paus Francis telah menyatakan belasungkawa atas kematian sedikitnya 70 orang yang tewas pada hari Minggu dalam kecelakaan pesawat di negara Asia Selatan Nepal.

    Dalam sebuah telegram yang ditandatangani oleh Kardinal Sekretaris Negara Pietro Parolin dan dikirimkan Senin kepada Presiden Nepal, Bidya Devi Bhandari, Paus ikut berkabung atas mereka yang tewas.

    Pada Minggu pagi, pesawat ATR72 Yeti Airlines dari Kathmandu jatuh saat mendekati bandara baru yang melayani kota wisata Pokhara di Nepal utara.

    Ini menandai kecelakaan pesawat paling mematikan di negara Himalaya dalam tiga dekade. Menurut juru bicara Yeti Airlines, ada empat awak pesawat, dan beberapa warga negara asing di antara penumpang. Orang asing itu termasuk lima orang India, empat orang Rusia, dua orang Korea Selatan, dan masing-masing satu orang dari Irlandia, Australia, Argentina, dan Prancis.

    Dalam telegramnya, Paus Fransiskus meyakinkan masyarakat Nepal akan doanya bagi mereka yang terkena dampak dan terlibat dalam upaya pemulihan, dan memuji jiwa orang yang meninggal dalam belas kasihan Tuhan Yang Mahakuasa. Paus menyimpulkan dengan memohon berkat ilahi untuk penyembuhan dan kedamaian bagi mereka yang berduka.

    Pencarian sedang berlangsung

    Menurut Reuters, seorang saksi yang merekam rekaman penurunan pesawat mengatakan, pendaratan itu tampak seperti pendaratan normal hingga pesawat tiba-tiba berbelok ke kiri. Tim penyelamat masih mencari puing-puing, yang tersebar di jurang setinggi 300 meter, untuk mencari tiga orang hilang yang diyakini tewas.

    Pada hari Senin, tim pencarian mengambil data penerbangan dan perekam suara kokpit pesawat penumpang. Nepal adalah rumah bagi delapan dari 14 gunung tertinggi di dunia termasuk Gunung Everest. Kota Pokhara populer di kalangan turis sebagai pintu gerbang ke jalur pendakian Sirkuit Annapurna.

    Refleksi Pelayanan Cianjur: Aku, Reruntuhan dan Puing-Puing Sukacita

    Frater Fransesko Ranubaya- Calon Imam Projo Ketapang tengah dalam potret pelayanannya

    MajalahDUTA.Com, Suara DUTA- Beberapa bulan lalu, konfrater saya iseng menawarkan tempat untuk asistensi. Saya agak terheran-heran karena liburan untuk asistensi, khususnya pada hari natal masih lama sekali. Di mulailah percakapan kami saat itu dan ia bertanya kepada saya mengenai lokasi yang akan saya kunjungi untuk asistensi nanti. Saya mengatakan kepadanya bahwa saya masih belum menemukan tempat untuk asistensi.

    Akhirnya, ditawarkanlah lokasi yang sesungguhnya tidak asing terdengar oleh saya. Tempat itu adalah Cianjur, lokasi yang acapkali saya ketahui melalui televisi. Lokasi yang dikelilingi oleh kaum-kaum ekstrimis di Jawa Barat. Saya berpikir sejenak, dalam benak saya jika Tuhan berkehendak, saya pasti tidak akan berjumpa dengan orang-orang demikian. Tetapi jika memang itu yang harus terjadi, saya serahkan saja seluruhnya dalam kekuasaan Tuhan. Tanpa berpikir panjang lagi, saya menyetujui lokasi Cianjur untuk menjadi tempat melaksanakan pelayanan selama liburan.

    Pada 21 November 2022, ketika saya sedang surffing Instagram, saya melihat berita bahwa Kota Cianjur, tempat asistensi saya tersebut dilanda bencana Gempa dengan kekuautan 5,6 Skala Ritcher. Agak sedikit kaget, saya mencari informasi tentang Kota Cianjur yang saat itu dilanda oleh Gempa Bumi. Jumlah Korban gempa yang ada saat itu masih 56 orang meninggal. Namun dalam perkembangannya, saya terkejut bahwa korban yang meninggal semakin banyak setelah dilakukan evakuasi yakni sebanyak 600 orang.

    Gempa Bumi ini sungguh membawa dampak yang cukup dasyat. Hal ini menggerakkan hati saya untuk melihat secara langsung apa yang sedang terjadi di Bumi Cianjur itu. Teman saya, yang menawarkan tempat tadi bertanya kembali, apakah saya lanjut atau tidak melaksanakan asistensi di Cianjur. Saya mengatakan kepadanya bahwa saya telah menetapkan hati untuk melaksanakan asistensi di Cianjur. Demikian, surat resmi dari Seminari Tinggi Interdiosesan San Giovanni XXIII Malang dibuat untuk tujuan kepada Pastor Paroki Cianjur Pater Bonefasius Budiman OFM yang diketahui oleh Rektor Seminari.

    Jauh hari saya telah memesan tiket Kereta Api dengan tujuan Pasar Senen. Demikian juga, beberapa Frater lainnya dengan tujuan asistensi ke wilayah “Barat” Jawa. Kami memesan tiket Kereta Api menuju Stasiun Pasar Senen dengan asumsi berpisah ke tujuan masing-masing setelah tiba di stasiun. Jauh hari pula, saya pribadi mempersiapkan keberangkatan dengan meminta bahan-bahan ibadat Natal dan Tutup Tahun dari Romo Endi. Bahan-bahan ibadat tersebut sangat membantu saya dalam mempersiapkan hal-hal yang bersifat urgent ketika berada di lokasi asistensi.

    Berjam-jam dalam Kereta Api

    Pada 23 Desember 2022, saya mulai berangkat menuju lokasi asistensi. Paroki yang akan menjadi wadah pelayanan saya kali ini berada di Gereja St. Petrus Cianjur. Paroki ini terletak di Dekanat Selatan Keuskupan Bogor. Rute yang akan saya lalu menuju lokasi tersebut melalui Kereta Api. Pagi-pagi kami berangkat menuju stasium Kota Baru Malang menggunakan Maxim. Kami beberapa rombongan dengan menggunakan armada Maxim yang berbeda meluncur ke stasiun. Tiba di lokasi, rombongan saya langsung melakukan cetak tiket dan masuk ke dalam ruang tunggu. Tetapi beberapa Frater tertinggal di luar dan harus ditunggu. Tetapi syukurlah, kami semua sudah berada di dalam gerbong tepat waktu.

    Di dalam Kereta Api, kami menikmati perjalanan dengan gembira. Sambil melepas kebosanan, kami membaca buku, wefie-an dan bercerita. Kami memesan makanan, kopi, dan berbagai hal yang bisa dilahap bersama untuk menghindari kejenuhan. Canda tawa mewarnai di sepanjang perjalanan belasan jam ini.

    Waktu demi waktu, jam demi jam berjalan semakin lambat. Kami mulai merasakan lapar sehingga kami memutuskan untuk turun dan melihat apa saja yang dapat kami peroleh. Ternyata, di setiap perhentian kami tidak menemukan kesempatan untuk membeli makanan di stasiun. Alasannya, karena kereta setiap menurunkan penumpang di stasiun akan kembali berjalan setelah waktu sepuluh menit. Pendek cerita, orientasi yang kami alami bukan lagi rasa lapar melainkan rasa haus. Dahaga sudah berada di tenggorokan, tapi kami tidak menemukan petugas yang lalu lalang untuk menawarkan air putih. Akhirnya, saya berinisiatif untuk menuju ke gerbong lima di mana para petugas berada.

    Di sana kami menemukan air mineral, dan saya memborong beberapa untuk diberikan kepada teman-teman. Tentu saja ini sangat melegakan dahaga.

    Saya merefleksikan peristiwa ini sebagai semacam disposisi batin “jalan terus tanpa persiapan matang”. Sebenarnya, segala hal melimpah di dalamnya. Tetapi karena kami memiliki pemikiran sendiri, akhirnya kami berputar dan terkungkung di dalam pemikiran itu. Akibat terlalu mengandalkan diri sendiri, kami berjalan terus dan itu juga tanpa persiapan matang. Seharusnya kami sejak awal mempersiapkan minuman yang cukup supaya tidak mengalami kehausan selama belasan jam di dalam kereta.

    Pengalaman ini sering kali saya rasakan ketika saya merasa bahwa saya mampu melakukan segala sesuatu dengan kemampuan sendiri. Dan hasil yang sama terjadi, segala rencana yang sudah dirancang dengan baik pada akhinya tidak berjalan dengan sebagaimana mestinya.

    Memesan Travel “Aneh”

    Saat turun dari Kereta di Stasiun Senen, kami satu per satu mulai menghubungi travel ke tujuan masing-masing. Saya sendiri bersama dua lainnya, Fr. Alfrid dan Fr. Domis, mengkonfirmasi travel yang akan kami gunakan. Fr. Domis sebenarnya menuju arah Keuskupan Bogor dan bisa melalui KRL, tetapi loket kereta baru buka pada pagi hari. Akhirnya, kami berembuk bersama untuk memesan travel. Saya mencoba menghubungi Travel yang sore sebelumnya sudah dikonfirmasi untuk menjemput kami, tetapi tidak dapat dihubungi saat itu.

    Atas inisiatif Fr. Alfrid, kami memesan Travel lain. Travel yang akan kami tumpangi ini begitu murah, jauh lebih murah dari harga travel yang kami pesan sebelumnya. Tanpa rasa curiga, kami setuju untuk naik travel tersebut. Termasuk Fr. Domis, kami melakukan negosiasi dengan supir Travel untuk tujuan Bogor dengan biaya seratus ribu rupiah dan merekapun setuju.

    Naiklah kami bertiga ke dalam tersebut Mobil L300 tersebut. Masih hal yang wajar ketika supir Travel mengangkut satu per satu penumpang dan barang-barangnya. Tetapi yang menjadi tidak wajar adalah ketika sang pengemudi masih nekat mencari penumpang, padahal muatan mobilnya sudah tidak mampu lagi. Pemandangan yang miris, di mana pengemudi menurunkan sandaran serendah-rendahnya supaya rekan supir satunya bisa duduk di atasnya. Jadi dalam satu kursi pengemudi ada dua orang di atasnya. Di sampingnya ada dua ibu-ibu yang saling berdempetan. Satunya duduk di tengah-tengah “pedal gigi” mobil, yang satunya duduk di kursi kiri. Maka di depan ada empat orang, saya bertiga di tengah dengan para Frater, dan tiga orang di belakang bertumpuk dengan barang-barang. Sementara itu, terdapat barang-barang lainnya di atas mobil tersebut. Sambil menge-chat, Fr. Alfrid menulis,”Sepertinya kita salah naik travel”. Saya tertawa sejenak, dan tersenyum. Meskipun demikian, saya mengatakan kepada mereka untuk melanjutkan perjalanan ini. Karena kelelahan, kami semua bisa tidur nyenyak di dalam angkutan tersebut. Akhirnya satu per satu diturunkan, Fr. Domis di Paroki Keuskupan Bogor, Fr. Alfrid di Paroki Cipanas dan saya di Paroki Cianjur.

    Peristiwa ini sangat berkesan bagi saya pribadi, karena menggambarkan secara langsung realita kehidupan masyarakat kecil di Bogor. Diperkirakan anak-anak remaja sudah harus mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. Kejadian tersebut memang terlihat miris, tapi saya merefleksikannya sebagai jalan kehidupan yang harus dijalani oleh para pejuang nafkah tersebut. Berada di posisi mereka memanglah tidak mudah. Sekalipun terhimpit dalam lika-liku kehidupan mereka tetap berjuang demi orang-orang yang dikasihinya.

    Hal tersebut tentu saja memotivasi diri saya untuk terus berjuang dalam jalan panggilan. Apalagi jika kita memiliki orang-orang atau sesuatu yang begitu berharga untuk diperjuangkan terutama Tuhan yang mengajarkan kebenaran hidup, orang tua, sahabat-sahabat dan orang-orang yang selalu mendukung kita dalam suka dan duka.

    Disambut Dengan Hangat Sebagai Saudara

    Ketika tiba di Gereja Paroki St. Petrus Cianjur, saya disambut oleh bapak-bapak paruh baya. Saya lupa menanyakan nama dari bapak tersebut, ia berkata pada saya,”Frater ya? Mari saya antarkan kepada Pastor,” kata beliau. Di sana saya berjumpa untuk pertama kalinya Pater Gabriel, OFM. Beliau sangat ramah dan memiliki karisma ke-Bapa-an.

    Sekali jumpa saya merasa begitu segan karena setiap tutur kata penuh dengan makna yang mendalam. Begitu juga Pater Bonefasius Budiman, OFM yang sedang isoman saat saya pertama datang. Beliau adalah Pastor Paroki St. Petrus Cianjur. Romo Bone, begitu umat memanggilnya, adalah Pastor Paroki yang sangat jenaka.

    Hampir di setiap perjumpaan, selalu ada hal lucu yang diceritakannya. Beliau juga sedang melaksanakan pendidikan di Bandung. Sejak bencana gempa bumi di Cianjur, kedua Pastor ini sangat amat sibuk mengurusi aneka macam donasi dan turun ke lapangan untuk meninjau langsung. Beliau berdua adalah perpaduan yang sangat harmoni terlihat bagaimana umat begitu mencintai kedua pastor di Paroki St. Petrus Cianjur tersebut. Ada juga Bruder Albert, OFM yang tinggal di Pastoran.

    Beliau sosok yang tidak pendiam, Romo Gabi mengatakan bahwa beliau menghidupi semangat kontemplasi. Sehari-hari beliau membuat aneka macam rosario, kalung salib dan benda-benda rohani di ruangan kamarnya. Bahkan, saya memperoleh satu buah salib Tau yang sangat bagus. Tentu saja, saya akan selalu memakainya karena mengingatkan saya kembali pada ajaran St. Fransiskus Assisi ketika saya masih bersama-sama dengan para saudara-saudari OFS Pontianak.

    Saya sangat bahagia bisa hidup di tengah-tengah orang-orang baik dan penuh kharisma di Paroki St. Petrus Cianjur. Sosok mereka tentu saja sangat memotivasi diri saya untuk selalu gembira dalam bekerja di ladang Tuhan. Pater Bone, Pater Gaby dan Bruder Albert merupakan sosok pelayan Tuhan dengan masing-masing keistimewaan. Dari beliau-beliau ini, begitu banyak hal yang saya timba dari pelayanan mereka.

    Salah satunya adalah memiliki hati untuk umat. Terkadang, umat merindukan sosok gembala yang memiliki hati. Pengalaman saya sewaktu OMK, jika ada gembala yang mau ikut serta dalam kegiatan kepemudaan, ramah, hangat dan tidak antipati pada kaum muda, imam itu pasti akan disenangi oleh OMK. Di Paroki St. Petrus Cianjur ini, saya menemukan kasih dari umat dari anak-anak, remaja, Kaum Muda, hingga manula yang begitu memperhatikan imamnya. Ini saya refleksikan sebagai wujud nyata kasih yang Tuhan Yesus wariskan kepada manusia (bdk. 1 Kor. 13:4).

    Kita sebagai tubuh dari Gereja, hendaknya saling tolong menolong dalam menanggung berbagai kesukaran hidup. Dari cara umat menyambut tamu, saya bisa merasakan bahwa imam berhasil membangun umat yang solider, peka, empati dan inisiatif tinggi untuk ikut serta dalam kegiatan-kegiatan Gereja.

    Asistensi, Serasa Berada di Rumah Sendiri

    Tujuan utama saya diutus ke Paroki St. Petrus Cianjur adalah untuk terus belajar menghidupi jalan panggilan selama mengisi liburan Natal.

    Asistensi menjadi sarana untuk tetap dalam situasi belajar. Saya meyakini, dengan mengisi liburan melalui belajar, saya tetap menjalankan mandat dari seminari sebagai utusan, bukan seseorang yang dengan kebebasannya melakukan hal dengan sesuka hatinya.

    Ada opsi untuk liburan, akan tetapi saya lebih memilih untuk menjalani asistensi atau membantu berbagai tugas-tugas yang diberikan gembala kepada saya. Tugas-tugas asistensi ini secara rohani mendorong saya secara pribadi untuk taat pada gembala.

    Sebagaimana saya taat dan hormat kepada rektor dan para formator, di tempat tugas saya ini juga diproyeksikan secara nyata wujud ketaatan sebagai pelayanan seperti rumah sendiri, seminari tercinta.

    Tugas-tugas yang diberikan oleh Pastor Paroki antara lain Maklumat di malam natal, tugas-tugas bersama paduan suara, menyanyikan lagu Te Deum, kotbah untuk misa anak-anak, ikut serta mendampingi PMKRI dalam melakukan assesment bantuan, dan menjadi MC dalam acara Tahun Baru Bersama Imam, Biarawan-Biarawati dan Frater Se-Dekanat Selatan Keuskupan Bogor. Semua pengalaman-pengalaman tersebut benar-benar membakar semangat saya dalam menghayati dan menghidupi spiritualitas imam diosesan.

    Dari segala hal yang baik itu, saya menimba banyak sekali rahmat yang Tuhan berikan terutama rasa syukur atas perjumpaan singkat yang memiliki jutaan makna di dalam hati saya. Saya mengenal banyak orang, teman-teman baru, dan umat yang memiliki kepedulian dan rasa cinta yang besar kepada Gereja.

    Saya merenungkan ini dalam suatu malam di mana ketika saya mengendapkan segala emosi di dalam dada, saya memperoleh pencerahan. Di Seminari, saya ditempa untuk menjadi pribadi yang siap sedia dan memiliki perasaan yang peka. Pembinaan di Seminari, merupakan modal awal untuk mampu melangkah ke luar atau ke tempat yang lebih dalam (Duc in altum). Setiap bentuk pengalaman yang saya alami, saya endapkan dalam examen setiap malam. Saya menimbang-nimbang apakah yang saya lakukan sungguh berkenan di hadapan Allah atau hanya demi kepuasan pribadi semata.

    Tentu saja, rahmat kerendahan hati membuat saya untuk merasa untuk selalu kosong setiap bangun pagi sehingga saya juga siap untuk menerima pengalaman-pengalaman serta pengetahuan-pengetahuan baru di lapangan.

    Pengelolaan Pembuangan Sampah Di Modernland Tangerang, Carut Marut, Siapa Bertanggungjawab?

    Pengelolaan Pembuangan Sampah Di Modernland Tangerang

    MajalahDUTA.Com, Tangerang– Diperoleh informasi sebelumnya, yang menyebutkan bahwa pada bulan September 2021 lalu Pemkot Tangerang bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutann telah mengusut tuntas mengenai keberadaan Tempat Pembuangan Sampah Ilegal di wilayah Kota Tangerang, dalam pengusutan dan penelusuran di lapangan telah ditemukan 6 TPS Ilegal baik pada pengelolaannya maupun lokasinya yang tidak sesuai ketentuan, sehingga pada tanggal 29 September 2021 KLHK telah menyegel keenam TPS liar tersebut.

    Sementara itu, petugas Gakkum KLHK pun turut mengamankan tiga tersangka di Kota Tangerang, yang diduga mencemari bantaran Sungai Cisadane dengan sampah yang terkontaminasi limbah B3.

    “Lokasi ini berada di Bantaran Sungai Cisadane. Berdasarkan bukti-bukti dan pemeriksaan saksi, kami telah menetapkan 3 orang sebagai tersangka” ungkap salah seorang penyidik Gakkum KLHK

    Menurutnya, melalui penegakan hukum ini, Pemkot Tangerang dan KLHK berharap agar menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar tidak melakukan pengolahan atau pembuangan sampah ilegal. Berdasarkan Pasal 98 dan/atau Pasal 99 Undang-Undang No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, penanggung jawab dan/atau pelaku pengelolaan sampah ilegal diancam hukuman penjara 15 tahun dan denda Rp 15 miliar.

    Dari hasil penelusuran informasi oleh awak media, Pasca penyegelan TPS Liar tersebut, enam bulan kemudian nampaknya muncul kembali fenomena keberadaan TPS Liar di Kota Tangerang, utamanya di kawasan perumahan elit Kota Modern Tangerang, hal ini terlihat dari adanya tumpukan sampah setinggi kurang lebih 2 meter di camp pekerja environmental di Jalan Villa Golf Raya, yang menimbulkan keresahan warga.

    Di saat team menelusuri Kawasan tersebut, sempat bertemu dengan salah seorang warga di salah satu RT ( Rukun Tetangga) terdekat dengan lokasi TPS liar tersebut, ketika dikonfirmasi mengenai keberadaan TPS liar itu, sebut saja Melani (25), mulanya ia enggan berkomentar, namun Ketika diberi tahu tentang adanya tumpukan sampah tersebut, kemudian ia mengatakan bahwa Ini perumahan elit dengan pengelolaan sampah yang buruk.

    “ Ya, beginilah suasana perumahan mewah dan elit yang nampaknya saja dari luar bagus dan bersih, tapi sayang sekali masih ada Tempat Pembuangan Sampah liar”keluh Melanie kepada team awak media, Sabtu, 14/1/2023

    Usai berbincang-bincang dengan Melanie, maupun dengan beberapa pekerja, diketahui bahwa penanggung jawab lokasi tersebut adalah CV. Mitra Karya Sukses yang merupakan kontraktor landscape di perumahan Kota Moderend Tangerang, selain itu, dari penuturan mereka, diperoleh informasi bahwa tumpukan sampah itu adalah sampah landscape hasil penyapuan dan pemangkasan rumput serta pruning pohon dari kawasan dan cluster perumahan Kota Modern Tangerang.

    “Kami dari CV. Mitra Karya Sukses hanya bertanggung jawab sampai pada pembuangan sampah ini, sedangkan pengangkutan sampah dari lokasi ini ke TPA di kerjakan oleh pihak lain”ungkap salah seorang pekerja yang enggan menyebut Namanya kepada awak media
    Lebih lanjut ia mengatakan, soal sampah di lokasi ini yang menggunung itu disebabkan oleh kinerja buruk dari pihak yang bertanggung jawab dalam pengangkutan sampah , sehingga berdampak menciptakan lingkungan sangat kotor, kumuh dan rawan kebakaran.
    Sayangnya pada hari itu team awak media tidak dapat bertemu dengan dengan penanggung jawab operasional CV. Mitra Karya Sukses, sehingga tidak mendapatkan informasi profil kontraktor yang bertanggung jawab dalam pengangkutan sampah ke TPA.
    Dua hari kemudian, penelusuran mengenai TPS liar tersebut dilanjutkan, Secara kebetulan team berpapasan dengan kendaraan yang mengangkut sampah landscape di Kawasan Perumahan Kota Modern Tangerang, kemudian sopir kendaraan pengangkut sampah itu, mengungkapkan bahwa penanggung jawab pengangkutan sampah dari TPS liar Kota Modern Tangerang ke TPA adalah PT. Tanjung Alam Semesta (PT. TAS).

    Usai mengelilingi kawasan Perumahan Elit Kota Modern Tangerang, terlihat truk yang sedang pick up pengangkut sampah berplat nomor B 9714 PC (huruf belakangnya agak kurang jelas). Dari penuturan sopir truk pick-up itu diketahui bahwa PT. Tanjung Alam Semesta (PT. TAS) diduga kontraktor yang bertanggung jawab atas pengangkutan sampah rumah tangga dan sampah landscape dari kawasan Perumahan Kota Modern Tangerang ke Tempat Pembuangan Ahir Sampah.

    “Sampah-sampah ini tidak di buang ke TPA Rawa Kucing, Sampah ini kami buang ke Jatiwaringin Kali Item Sepatan di Lapaknya Bang Kucing”tegas Sopir truk yang sedang pick up pengangkut sampah berplat nomor B 9714 PC ke team awak media,Sabtu, 14/1/2023.
    Dari pengakuan sopir tersebut, diketahui bahwa Lapak Bang Kucing di Jatiwaringin Kali Item Sepatan adalah area yang berdekatan dengan TPA Jatiwaringin Kabupaten Tangerang, dan disinyalir Tindakan tersebut merupakan tindakan illegal yang melanggar aturan pemerintah, karena pembuangan sampah tidak boleh melintas wilayah, serta juga adalah sikap yang sangat ironis dari Pengelola Perumahan Kota Modern Tangerang, wajar saja jika mereka menginginkan wilayahnya bersih tapi seyogyanya tidak dengan cara yang menimbulkan dampak pada pencemaran lingkungan di Wilayah lain.

    Selain itu, diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Charles Honoris Pemilik atau Owner PT. Modernland Tbk yang juga anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, serta menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IX membidangi Kesehatan, ternyata bertempat tinggal di Salah satu Cluster Kawasan Perumahan Kota Modern Tangerang tersebut.

    Dari penelusuran team awak media, menemukan pendapat dari beberapa orang warga, yang mengungkapkan pertanyaan mengenai keberadaan Charles Honoris yang dianggap tidak peka dan tidak peduli dengan kondisi TPS liar di Perumahan Kota Modern Tangerang yang sangat kumuh, rawan penyakit dan rawan kebakaran ?

    “Apakah beliau menutup mata dari fakta atas pelanggaran yang dilakukan oleh kontraktor pengangkutan sampah di Perumahan Kota Modern Tangerang yang melakukan pembuangan sampah lintas wilayah, sampah dari Kota Tangerang dibuang ke Kabupaten Tangerang.”ucap salah seorang warga.

    Sayangnya, sampai berita ini diturunkan kami tidak dapat menghubungi Charles Honoris untuk mengkofirmasi berita ini.

    Sejumlah Pengamat Apresiasi 100 Hari Heru Budi

    Sejumlah Pengamat Apresiasi 100 Hari Heru Budi

    MajalahDUTA.Com, JAKARTA – Pengamat politik dari Universitas Kristen Indonesia (UKI) FX Gian Tue mengaku, Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono memiliki hubungan yang dekat dengan pemerintah pusat. Hal ini menjadi katalis positif bagi komunikasi pembangunan yang kemudian terbukti lebih progresif.

    “Banyak pihak telah memperkirakan hal ini sejak awal, seperti adanya akselerasi dalam pembangunan sodetan BKT, LRT maupun MRT hingga persiapan pembangunan Giant Sea Wall yang semakin diprioritaskan pasca semakin  kritisnya pemukiman tepi pantai akibat meningginya air laut,” ujar Gian di Jakarta, Rabu (11/1/2023)

    Gian menyatakan, adanya isu bahwa seolah Heru Budi ingin menghapus jejak Anies Baswedan di Jakarta tidak bisa diterima sebab ada keterbatasan wewenang seorang Pj Gubernur.

    “Tetapi nanti bisa kita lihat dalam Rencana Pembangunan yang disusun di masa PJ Gubernur baik itu RPJMD 5 tahunan maupun RKPD. Tentu saja kinerjanya akan lebih terasa pada tahun 2023 ini, jadi perlu ditunggu. Karena, 100 hari masa pemerintahannya juga sebenarnya di akhir tahun yah tentu saja sekedar melanjutkan dan mempersiapkan rencana pembangunan di tahun baru ini,” jelas Gian.

    Hal senada dikatakan Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus. Menurut Lucius, sebagai Pj Gubernur, kinerja 100 hari pertama Heru Budi Hartono nampak cukup memuaskan.

    “Keterbatasan wewenangnya sebagai Penjabat tak membuatnya enggan untuk membangun inisiatif. Normalisasi sungai yang paling terlihat, sebuah program yang tak begitu konsisten dijalankan oleh gubernur terdahulu,” ujar Lucius.

    Lucius menyatakan, keterbatasan kewenangan sebagai Penjabat juga coba diatasi Heru dengan melakukan pendekatan dan komunikasi dengan elit politik DKI seperti DPRD. Komunikasi yang dibangun sukses memuluskan pembicaraan tentang anggaran DKI 2023.

    “Intinya Heru cukup punya kemauan untuk bekerja. Dan ia nampak sedang ingin menunjukan hasilnya dari waktu ke waktu,” tandas Lucius.

    Sementara itu, peneliti GMT Institute Agustinus Tetiro menyatakan, kinerja 100 hari Heru Budi di Jakarta layak diapresiasi, karena berhasil membuat sejumlah terobosan yang dirumuskan dalam 3 prioritas yaitu penanganan banjir, transportasi massal, dan antisipasi perlambatan ekonomi yang berpotensi resesi tahun ini.

    “Tahun ini, DKI Jakarta harus bisa mengantisipasi kondisi ketidakpastian ekonomi dan potensi goncangan politik. Heru Budi sudah di jalur yang benar dalam hubungannya dengan pemerintah pusat dan sejumlah elemen di DKI Jakarta,” tegas Gusti, sapaan Agustinus Tetiro.

    Menurut Gusti, Heru Budi harus tetap bisa menjaga fokus kinerjanya, terutama dalam mempersiapkan Jakarta menjadi salah satu poros ekonomi global, khususnya dalam masa transisi pemindahan ibu kota ke IKN. “Jakarta berada di tangan yang tepat. HBH bisa membawa Jakarta lebih baik setelah 100 hari ini,” kata Gusti.

    TERBARU

    TERPOPULER