Thursday, June 18, 2026
More
    Home Blog Page 100

    Kedatangan SIGNIS Indonesia di Tana Toraja Berjalan Lancar

    Makale, Sulawesi Selatan – Rangkaian kegiatan Rapat Anggota SIGNIS Indonesia ke-49 hari pertama dilaksanakan dengan sukses di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Acara diawali penyambutan oleh masyarakat dan panitia lokal di Paroki Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria Makale, kemudian dilanjutkan dengan agenda-agenda rapat yang akan berlangsung selama 3 hari mulai dari tanggal 31 Mei 2023 hingga 2 Juni 2023. Rapat ini dihadiri oleh anggota SIGNIS Indonesia dari berbagai wilayah di Indonesia.

    Kedatangan para anggota SIGNIS Indonesia di Tana Toraja menempuh perjalanan panjang dari Makassar menggunakan dua bis selama 9 jam. Keberangkatan dilakukan pada pukul 9 pagi, dan sampai di Toraja pada pukul 6.10 sore waktu setempat. Para anggota yang tiba disambut dengan meriah di Paroki Hati Tak Bernoda. Acara penyambutan diawali dengan tarian khas Toraja dan pengalungan syal kepada para anggota. Setelah itu, mereka menikmati hidangan makanan dan minuman khas daerah tersebut.

    Sambutan dari Vikep Toraja Pastor Barto, Presiden SIGNIS Indonesia Romo Steven Lalu, Pr, dan sepatah duapatah kata dari panitia juga mewarnai jalannya acara penyambutan.

    Di Paroki Hati Tak Bernoda, terdapat tiga lumbung padi yang terkenal. Salah satunya adalah Lumbung Presiden Jokowi yang berada di tengah, dan di sampingnya terdapat lumbung Uskup. Keberadaan lumbung-lumbung ini menjadi simbol kekayaan dan kemakmuran masyarakat setempat.

    Setelah acara penyambutan, para anggota SIGNIS Indonesia langsung diantarkan oleh panitia lokal ke Pusat Ziarah Keluarga Kudus Nazaret Sa’pak Bayobayo Sangalla Tana Toraja, tempat mereka akan menginap dan mempersiapkan diri untuk misa dan rapat pada hari berikutnya. Sa’pak Bayobayo sendiri memiliki makna yaitu “mendapatkan/menangkap mimpi, cita-cita, harapan.” dengan harapan seluruh rangkaian kegiatan, harapan dan cita-cita dari SIGNIS Indonesia mengadakan rapat di Tana Toraja dapat berjalan dengan sukses dan lancar hingga selesai.

    (Redaksi Majalah DUTA)

    24 Frater ditahbiskan menjadi Diakon di Keuskupan Agung Kupang

    Majalah DUTA – Uskup Keuskupan Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, memimpin pentahbisan 24 Frater menjadi Diakon dalam Perayaan Ekaristi yang diadakan pada hari Rabu (31/5/2023) di Kapela Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui-Kupang. Perayaan ini berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh ratusan imam serta umat beriman dari wilayah Keuskupan Agung Kupang.

    Ke-24 Frater yang telah ditahbiskan ini berasal dari Keuskupan Agung Kupang, Keuskupan Atambua, Keuskupan Weetebula, Kongregasi Claretian, dan Kongregasi Scholapios.

    Diantaranya ada Fr. Apolonius Dora, Fr. Dominicus Kami, Fr. Lucas Conterius, Fr. Kanisius Kia, Fr. Herman Djoka, Fr. Robin Lopes, Fr. Octovianus Ta’a, Fr. Vergilius Mandonza, Fr. Wilfridus Wungo dari Keuskupan Agung Kupang; Fr. Engelbertus Nahak, Fr. Marselinus Mali, Fr. Prudensius Naikofi dari Keuskupan Atambua; Fr. Bonifasius Darus, Fr. Florianus Ngongo, Fr. Kletus Ngeta, Fr. Arnoldus Bebo, Fr. Josinto Anin, Fr. Hieronimus Talo dari Keuskupan Weetebula; Fr. Dominikus Gultom, Fr. Joao Enfein, Fr. Emilianus Koten, Fr. Engelbertus Seran, Fr. Ponsianus Ladung dari Kongregasi Claretian; dan Fr. Yulius Nahak dari Kongregasi Scholapios.

    Tahbisan mereka menjadi Diakon adalah langkah penting dalam perjalanan mereka menuju imamat.

    Dalam upacara tahbisan diakon itu, Uskup Petrus Turang memberikan pengajaran dan arahan kepada para Diakon baru agar bisa mempersiapkan mereka untuk tugas dan tanggung jawab pastoral yang akan mereka hadapi di masa depan.

    Keberadaan mereka sebagai Diakon akan menjadi saksi hidup akan panggilan mereka untuk melayani umat dan menjalankan tugas-tugas gerejawi.

    Moment pentahbisan itu merupakan momen yang bersejarah bagi Keuskupan Agung Kupang dan komunitas gerejawi di sekitarnya.

    Umat juga berharap semoga para Diakon baru dapat terus melayani dengan kesetiaan dan dedikasi dalam memperkuat iman dan membantu pertumbuhan rohani umat Allah di dalam Gereja.

    Rekoleksi Pramuka Siaga SD Plus Gembala Baik Pontianak

    Foto Bersama Peserta Rekoleksi Bersama Pemateri dan Guru Pendamping - Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Pontianak – Tim pramuka SD Plus Gembala Baik mengadakan Rekoleksi Pramuka Siaga untuk siswa/siswi kelas empat dan kelas lima. Kegiatan rekoleksi ini diadakan dengan tujuan untuk melatih diri siswa/siswi dalam bersikap dan berperilaku, serta melatih hidup rohani untuk menumbuhkan rasa ingin berubah ke arah yang lebih baik.

    Rekoleksi dilaksanakan pada hari Rabu, 17 Mei 2023 di Aula Asrama Bonaventura Jalan Sepakat II Kelurahan Bansir Darat Kecamatan Pontianak Tenggara Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

    Baca Juga: Frater Andri Memberikan Materi Tentang Bullying dalam Latihan Pramuka SD Plus Gembala Baik Pontianak

    Peserta rekoleksi mengikuti kegiatan dari pagi sampai siang hari yaitu dari pukul 07.30 – 13.00, setelah itu mereka boleh kembali ke rumah masing-masing. Peserta yang hadir berjumlah 163 orang dan didamping oleh bapak/ibu guru dari tim kepramukaan dan wali kelas masing-masing.

    Pemateri yang dihadirkan dalam rekoleksi ini adalah Fr. Andri Taum, yang akrab di sapa Fr. Andri. Seorang calon imam Diosesan Keuskupan Agung Pontianak. Sekarang sedang menempuh pendidikan sebagai mahasiswa tingkat 2 di STT Pastor Bonus Pontianak, dan akan melaksanakan sidang tesis pada tanggal 22 Mei 2023. Bulan Agustus mendatang akan di tahbiskan sebagai Diakon dan bulan Februari 2024 akan ditahbiskan menjadi imam (tahbisan Imamat).

    Rekoleksi 

    Materi yang disampaikan tentang Aku Peduli, Aku Hebat, Aku Bisa Meraih Cita-Cita. Pemateri menjelaskan mengenai mimpi, cita-cita, sukacita meraih meraih mimpi dan perumpamaan tentang talenta.

    Kegiatan berjalan lancar, semua peserta mengikuti arahan dari pemateri. Mulai dari ice breaking, sesi materi, games dan evaluasi bersama dengan mengajak peserta untuk menggambar cita-citanya. Kemudian sesi terakhir di tutup dengan foto bersama.

    Baca Juga: Perayaan Natal Bersama SD Plus Gembala Baik Pontianak

    Fr. Andri selaku pemateri mengucapkan terima kasih sudah dipercayakan sebagai pemateri, menyampaikan materi yang sangat berharga untuk anak-anak.

    “Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara dari SD Plus Gembala Baik yang telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk menjadi pemateri Rekoleksi pada hari ini, dengan materi yang sangat berharga. Saya juga sangat bersemangat menyampaikan materi hari ini kepada anak-anak karena mereka aktif mengikuti setiap sesi” ungkap Fr. Andri diakhir kegiatan.

     

    Penulis: Winda – DUTA / KOMSOS KA Pontianak 

    Pekan Gawai Dayak XXXVII: Merayakan Kasih dan Kebudayaan Dayak dalam Semangat Persaudaraan

    MajalahDUTA.Com, Pekan Gawai Dayak, perayaan yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Dayak, akan segera digelar dalam waktu dekat. Misa Syukur menjadi salah satu highlight dari rangkaian acara yang akan berlangsung di Aula Rumah Radangk pada tanggal 16 Mei 2023 pukul 17.00 WIB. Acara ini akan dipimpin oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus.

    Pada postingan terbarunya di Instagram tertanggal 9 Mei 2023, Uskup Agustinus mengungkapkan makna dan tujuan di balik perayaan Gawai Dayak. Ia menyatakan, “Kita ada, karena mereka ada – kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Gawai adalah perayaan syukur Dayak atas berkat yang mereka peroleh selama satu tahun.”

    Perayaan Gawai Dayak bukan hanya sekadar ungkapan rasa syukur, tetapi juga kesempatan untuk memohon perlindungan dan kekuatan dalam menghadapi hari-hari mendatang. Melalui perayaan Ekaristi yang akan dilangsungkan, masyarakat Dayak berharap untuk menebarkan ciri khas mereka yang sejati, yaitu “Seni Damai” yang terinspirasi oleh nilai-nilai kasih.

    Pekan Gawai Dayak menjadi momen yang tepat bagi masyarakat Dayak untuk menyatukan diri dan menyampaikan pesan-pesan perdamaian serta persaudaraan dalam konteks zaman yang terus berubah. “Bukan Ancaman,” kata Uskup Agustinus, “melainkan Kasih.”

    Perayaan ini juga diharapkan dapat mempromosikan kekayaan budaya Dayak kepada masyarakat luas, sekaligus mempererat tali persaudaraan antarwarga. Acara ini menjadi ajang berkumpulnya orang-orang Dayak dari berbagai suku dan wilayah untuk saling bertukar pengalaman, menampilkan kebudayaan, serta mengenali dan memperkuat identitas Dayak.

    Seluruh masyarakat Dayak dan pihak-pihak terkait diharapkan dapat turut serta dalam perayaan Pekan Gawai Dayak XXXVII ini. Dengan semangat kebersamaan dan kasih sayang, perayaan ini diharapkan dapat menjadi momen yang berkesan dan mampu meningkatkan keharmonisan di antara semua komunitas di tanah Kalimantan.

    Bagi yang ingin menghadiri Misa Syukur dan merayakan Gawai Dayak, diharapkan untuk hadir pada tanggal 16 Mei 2023 pukul 17.00 WIB di Aula Rumah Radangk. Salam, Adil ka’ Talino, Bacuramin ka’ Saruga, Basengat ka Jubata.

    Penulis: Samuel- KOMSOS KA Pontianak

    Komposisi Nyanyian Liturgi Maria – Etnik Kalimantan Barat

    Menjelang 50 tahun Gua Maria Anjungan - Kalimantan Barat

    MajalahDUTA.Com, Pontianak, Lokakarya Komposisi Nyayhian Liturgi dan Rohani Etnik Kalimantan Barat diadakan pada tanggal 20-23 April 2023, di Wisma Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Agung Pontianak (PSE- KAP).

    Kegiatan lokakarya ini diadakan dengan tujuannya mengakomodir dan membuat rancangan lagu kegiatan lomba cipta lagu kemudian lagu-lagu ini akan diambil dan kemudian dilombakan pada bulan Oktober 2023 mendatang. Tidak hanya itu, lagu-lagu tersebut diciptakan menjelang  perayaan ulang tahun ke-50 Goa Maria Ratu Pencinta Damai Anjongan, Keuskupan Agung Pontianak, Kalimantan Barat.

    Kegiatan Lokakarya ini dihadiri dari berbagai perwakilan dari setiap paroki di Keuskupan Agung Pontianak dan Konggregasi para suster juga para seminari, tidak hanya itu saja melainkan dari setiap individu sebagai komponis yang dikenal turut hadir dalam kegiatan lokakarya ini. Adapun peserta yang hadir sebanyak 28 orang.

    Narasumber yang menjadi pemateri dalam lokakarya ada tiga, hadir diantaranya ada Pastor Paskalis CP sebagai narasumber yang memberikan materi dasar secara liturgis dan theologis, dan sekaligus menjadi ketua panitia dalam kegiatan lomba tersebut.

    Ada juga Aloysius Mering sebagai salah satu narasumber dari Keuskupan Agung Pontianak, ia sebagai pengamat, guru dan penggiat musik di Pontianak. Kemudian narasumber ketiga dihadiri oleh Natalis Natalianto yang diundang langsung dari panitia  pesparani Nasional dari Keukupan Agung Jakarta (KAJ).

    Sebagai Ketua Panitia, Pastor Paskalis CP mengaku bahwa “Antusias dari peserta yang hadir dalam kegiatan Lokakarya hari itu cukup tinggi.

    “Dimana pada hari kedua dalam rangkaian kegiatan lokakarya ini para peserta sangat antusias dalam membuat sebuah karya lagu,” kata Pastor Paskalis CP.

    Penulis: Samuel- Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak  
    Reporter: Yohanes Akuang & Haryadi – TIM KOMSOS Keuskupan Agung Pontianak

    Prajamnas SEKAMI Dekanat Pontianak: Semangat 2D2K

    Suasana Temu Prajamnas Sekami 2023 - Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Pontianak- PRAJAMNAS SEKAMI Dekanat Kota Pontianak 22-23 April 2023 diadakan pada tanggal 22-23 April 2023, di Komplek Persekolahan SMP Bruder Pontianak. Tujuan dari kegiatan PRAJAMNAS SEKAMI ini yaitu melibatkan anak-anak untuk bagaimana hidup menggereja, khususnya seluruh anak-anak sekami yang ada di pontianak dan poin utama dari kegiatan ini merupakan kegiatan sebelum dari JAMNAS SEKAMI yang akan diadakan di Magelang, pada tanggal 4-8 Juli 2023 nanti.

    Peserta anak-anak SEKAMI yang terlibat dalam kegiatan hari itu mencapai sekitar 428 orang. Diwakili 11 Paroki dekanat Kota Pontianak dan bersama  tambahan 1 stasi.

    Antusias dari para peserta anak-anak yang mengikuti kegiatan hari itu dinilai  sangat baik, karena kegiatan SEKAMI yang diselenggarakan sudah lama vakum. Dilihat dari terakhir kegiatan diadakan pada tahun 2018, kala itu Kota Pontianak sebagai tuan rumah JAMNAS SEKAMI.

    Ketua Panitia, Bruder Wilfridus MTB berharap setiap paroki bisa lebih menghidupkan SEKAMI, karena sekami adalah tonggak utama bagi anak-anak Katolik dalam melakukan pewartaan iman. Selain itu kegiatan SEKAMI mengajarkan sejak dini kepada mereka untuk berdoa, berderma, berkurban, dan memberikan kesaksian kepada orang-orang sekitarnya.

    Kegiatan Prajamnas Sekami Dekanat Kota Pontianak Raya dikahiri dengan perayaan Ekaristi bersama umat yang hadir di Gereja Katedral St Yoseph Pontianak pada hari Minggu 23 April 2023.

    Bruder Wilfridus juga berharap dalam kegiatan PRAJAMNAS SEKAMI Dekanat Kota Pontianak Raya 22-23 April 2023 bisa memberikan semangat untuk para paroki termasuk didalamnya para Pembina dan anak-anak dapat mewartakan semangat 2D2K secara langsung kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya.

    Penulis: Samuel- Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak  
    Reporter: Yohanes Akuang & Haryadi – TIM KOMSOS Keuskupan Agung Pontianak

    Semarak Live In Paskah di Paroki Serpong, Tangerang: Maknai Tri Hari Suci!

    Fr. Fransesco Agnes Ranubaya- Calon imam Projo Keuskupan Ketapang- bersama Romo Haris A, OSC

    MajalahDUTA.Com, Suara DUTA– Perayaan Paskah merupakan Hari Raya yang paling dinanti-nantikan oleh umat Katolik. Karena pada perayaan inilah, seluruh umat Katolik merayakan kemenangan Kristus atas maut. Ia telah bangkit dari antara orang mati sehingga seluruh umat manusia bersukacita karena Sang Penebus Dunia telah mengalahkan kuasa dosa dan maut. Sebelum Perayaan Paskah, kita mengenal Tri Hari Suci (Triduum) Paskah yang terdiri dari Kamis Putih, Jumat Agung, dan Malam Paskah hingga kebangkitan-Nya.

    Menjelang perayaan Tri Hari Suci, dua putera Kalimantan yaitu Frater Fransesco dan Frater Andre mengunjungi salah satu Paroki di Keuskupan Agung Jakarta yaitu Paroki St. Monika Bumi Serpong Damai (BSD) di Tangerang. Sebelumnya, dalam masa Natal, Frater Fransesco mengunjungi Paroki Keuskupan Bogor yaitu Paroki St. Petrus Cianjur, kali ini bergeser sedikit ke Kota Metropolitan Tangerang. Asistensi kali ini bertujuan untuk melaksanakan tugas pelayanan di masa libur Paskah serta pembelajaran dan pengalaman di Paroki Kota. Melalui tugas di Paroki kota, kedua Frater dapat menimba refleksi serta menemukan perbandingan antara perkembangan Paroki yang ada di Kota besar dan juga pedesaan.

    Secara geografis, Awal terbentuknya Paroki Serpong meliputi daerah Curug (saat ini Paroki Curug-Gereja Santa Helena), daerah Citra Raya (sekarang Paroki Citra Raya-Gereja Santa Odilia), daerah Alam Sutera dan Gading Serpong (sekarang Paroki Alam Sutera- Gereja Santo Laurensius), Villa Melati Mas (sekarang Paroki Villa Melati – Gereja Santo Abrosius), seluruh kawasan Bumi Serpong Damai sampai ke Villa Dago Tol dan Puspitek. Paroki Serpong membentuk dua stasi yaitu Stasi St. Helena yang meliputi Karawaci, sebagian daerah Binong dan sebagian daerah Legok; Stasi St. Odilia yang meliputi daerah Bitung, Balaraja, Cikupa, Cisoka, Legok, dan Panongan.

    Perjalanan Paroki Serpong

    Perkembangan Paroki Serpong sendiri terbilang sangat pesat. Awalnya Paroki Serpong berdiri pada tahun 1995. Jumlah umat kala itu terdiri dari 1.035 KK yang tersebar di 14 lingkungan. Data akhir yang diambil dari BIDUK pada 31 Desember 2019, jumlah umat yang terdaftar di paroki Serpong sebanyak 4.716 KK dengan 15.688 umat yang terbagi dalam 23 wilayah dan 108 lingkungan. Kemungkinan masih akan ada pemekaran wilayah dan lingkungan lagi (Gereja St. Benediktus).

    Untuk sampai ke Paroki Serpong, kami memulai perjalanan dari Malang di Stasiun Malabar menuju Stasiun Pasar Senen menggunakan KAI Matarmaja. Kami harus bersabar sejenak di dalam kereta selama belasan jam. Sampai di Stasiun Pasar Senen, kami beristirahat sejenak menunggu loket KRL. Untuk mencapai Serpong, kami menggunakan kereta Commuter Line yang berhenti di setiap stasiun terdekat. Rutenya kira-kira seperti ini: Dari Pasar Senen kereta berjalan menuju Stasiun Kemayoran, Rajawali, Kampung Bandan, Angke, melewati Stasiun Duri kemudian transit di Stasiun Tanah Abang.

    Perjalanan dilanjutkan dari Tanah Abang dengan menggunakan Commuter Line arah Rangkasbitung. Karena disarankan oleh teman bahwa Paroki St. Monika lebih dekat melalui Stasiun Rawa Buntu daripada Stasiun Serpong, kami melanjutkan perjalanan dari Stasiun Tanah Abang, melewati Stasiun Palmerah, Kebayoran, Pondok Ranji, Jurang Mangu, Sudimara dan berhenti di Stasiun Rawa Buntu. Pembelian tiket juga relatif murah, apalagi dapat menggunakan Aplikasi Gojek melalui fitur GoTransit untuk membeli tiket KRL. Tiket keluar masuk sudah komplit melalui aplikasi tersebut dan sangat terjangkau dibandingkan bila kami menggunakan transportasi konvensional, ojek online dan sejenisnya. Setibanya di Stasiun Rawa Buntu, kami lanjut menggunakan GrabCar menuju Paroki Serpong. Kami tiba di Paroki Serpong sekitar pukul 09.00 WIB dan berjumpa langsung dengan Pastor Paroki Serpong RP. Rafael Maria Haryo Adipramono, OSC di Pastoran.

    Kami sendiri melihat bahwa umat di Paroki Serpong sangat mandiri. Segala sesuatu dikerjakan dengan baik, rapi dan sistematis dari umat, oleh umat dan untuk umat. Sebelum natal saja, kepanitiaan telah mencari para pengurus. Sekitar akhir Januari atau awal Februari, para panitia Paskah telah bergerak untuk mempersiapkan masa Paskah. Beberapa tantangan dalam persiapan antara lain: Kapasitas Gereja tidak mencukupi sehingga harus didirikan tenda. Ada banyak pintu masuk seperti gerbang Alamanda dan gerbang Ursula sehingga harus diatur sedemikian rupa agar tidak menyebabkan kemacetan lalu lintas. Pelaksanaan Tri Hari Suci tentu saja sudah berjalan dengan sebagaimana mestinya karena segala hal tersebut telah dipersiapkan oleh panitia sedetail mungkin.

    Selama Tri Hari Suci

    Selama masa Tri Hari Suci, kami berdua mendapatkan tugas membagikan komuni. Situasi Gereja terlihat penuh dengan umat bahkan jauh sebelum waktu yang ditentukan. Menurut informasi Romo Adi, umat yang hadir tidak sepenuhnya berasal dari Paroki Serpong tetapi juga dari paroki-paroki sekitar. Hal tersebut dipengaruhi dengan jarak tempuh dari pemukiman menuju Gereja dan jadwal misa hingga tiga kali dalam sehari selama pekan Tri Hari Suci.

    Perlu diketahu bahwa tema Paskah tahun ini di Paroki Serpong berdasarkan arah dasar Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) yaitu “Kesejahteraan Bersama”. Maka dari itu, ada begitu banyak program-program untuk mengaplikasikan tema besar “Kesejahteraan Bersama” tersebut. Romo Adi melihat bahwa efek pandemi belum selesai dan tidak hanya menyerang kalangan menengah ke bawah tetapi juga para pengusaha. Banyak perusahaan bangkrut dan tidak dapat melanjutkan usahanya karena efek pandemi yang berkepanjangan. Seksi PSE (Pengembangan Sosial dan Ekonomi), menurut Romo Adi memiliki peran yang besar dalam membantu memfasilitasi kebutuhan sementara.

    Dana sosial yang digunakan melalui Celengan Yesus Tuna Wisma (CYTW). Bumi Serpong Damai, notabene klaster-klaster, rumah mewah, situasi ekonomi seperti bubble; seolah-olah bagus, tetapi di dalamnya ada masalah yang tidak diketahui. Dengan arah dasar Keuskupan tersebut, banyak hal yang dapat dilakukan, seperti vaksinasi, fogging, disinfektan untuk sepuluh RT, dan lain-lain. Di Bidang sekolah, Paroki juga memfasilitasi anak-anak dengan program Ayo Sekolah, Ayo Kuliah (ASAK). Beberapa program tersebut merupakan bentuk aplikasi arah dasar Keuskupan Agung Jakarta.

    Penulis: Fr. Fransesco Agnes Ranubaya- Calon imam Projo Keuskupan Ketapang

    Prom Night Angkatan 59 Kelas 12 SMA Santo Paulus Pontianak: Siswa Jepang Turut Meriahkan Malam Pesta!

    Suasana Makan Malam

    MajalahDUTA.Com, Featured– Salah satu agenda tahunan yang ditunggu-tunggu dan menjadi momen langka sekaligus perpisahan bagi siswa-siswi kelas 12 yang baru saja lulus adalah Prom Night. Tidak semua sekolah mewajibkan agenda ini. Nah, SMA Santo Paulus Pontianak menjadikan Prom Night sebagai agenda wajib yang dilakukan setiap tahunnya.

    Pada sabtu malam, 15 April 2023 siswa-siswi SMA Santo Paulus mengadakan kegiatan Prom Night atau malam perpisahan di Harris Hotel Pontianak. Acara yang dimulai pukul 18.15 WIB ini dihadiri para guru dan seluruh siswa-siswi kelas 12.

    Sebelum memasuki ruangan, seluruh peserta yang berpartisipasi melakukan registrasi terlebih dahulu. Kemudian, dilanjutkan dengan doa dan makan malam bersama. Setelah selesai makan bersama, agenda prom night dibuka langsung oleh MC yang memandu acara Prom Night sampai selesai.

    Jerih payah selama 3 tahun

    Malam perpisahan ini sekaligus sebagai tanda penghargaan yang mereka rasakan bersama-sama selama menjalani proses pembelajaran dan kembali mengenang masa-masa kebersamaannya selama 3 tahun di sekolah.

    Prom Night yang dirancang oleh angkatan 59 ini bertemakan “Avenoir Awards” yang artinya adalah suatu penghargaan yang menggambarkan hasil jerih payah mereka selama berjuang 3 tahun.

    Avenoir Awards ini diartikan sebagai penghargaan atas pencapaian yang telah diperjuangkan selama 3 tahun. Berjuang, berusaha, dan mendapatkan penghargaan”, ungkap Aquine Sebening perwakilan siswi kelas 12 sekaligus ketua panitia Prom Night saat ditanya arti dari “Avenoir Awards”.

    Sekali Santo Paulus, Tetap Santo Paulus

    Saat memulai kata sambutannya Kepala SMA Santo Paulus Pontianak Br. Filianus Nasu Rusik, MTB meneriakkan keras yel yel SMA Santo Paulus sebanyak tiga kali.

    “Sekali Santo Paulus” teriak Br. Filianus membuka sambutannya.

    Dengan penuh semangat seluruh siswa-siswi angkatan 59 membalas dengan teriakan “Tetap Santo Paulus”.

    Dalam sambutannya Br. Filianus mengungkapkan bahwa tiga tahun sudah angkatan 59 bersama-sama, banyak cerita, dan proses yang telah mereka lalui.

    “Sudah tiga tahun angkatan 59 bersama-sama di SMA Santo Paulus, saya pikir sudah banyak cerita dan proses yang Anda lalui. Tadi ketika saya datang, di pintu gerbang saya melihat ada perubahan. Yang hitam semakin putih, yang putih semakin putih. Semuanya sudah berubah. Baru seminggu Anda selesai menjalani ulangan akhir, tetapi sudah ada perubahan. Jadi saya rasa beberapa tahun ke depan akan semakin banyak perubahan yang terjadi dalam dirimu,” katanya.

    Br. Fillianus berpesan kepada seluruh siswa-siswi angkatan 59 untuk terus berkembang melanjutkan kehidupan sampai karirnya sukses dan tidak melupakan almamater tercinta. Ia berharap kelak mereka dapat kembali dan berkontribusi untuk SMA Santo Paulus Pontianak.

    “Teruslah berkembang sesuai dengan tahapan-tahapan kehidupan yang harus Anda jalani. Silahkan Anda terus lanjut dengan kehidupanmu, melanjutkan studi atau kembali ke masyarakat dengan karirmu. Harapan kami semoga Anda sekalian menjadi orang-orang yang sukses dan kalau sudah sukses mohon untuk tidak melupakan almamater tercinta, tengoklah ke belakang, lihatlah kembali, berikanlah kontribusimu untuk almamater tercinta” begitu akhir sambutannya.

    Bangga menjadi Siswa-siswi SMA St. Paulus, sampai berjumpa di masa depan

    Dalam sambutannya sekaligus mewakili angkatan 59, Aquine menyampaikan ucapan terimakasih untuk semua guru, Staf SMA Santo Pulus karena sudah membimbing, menuntun dan memberikan ilmu untuk mereka dan juga pengalaman-pengalaman yang mereka dapatkan selama tiga tahun di sekolah.

    “Kami meminta maaf untuk bapak dan ibu guru atas segala kesalahan kami yang disengaja ataupun tidak disengaja. Kesan kami untuk kalian adalah merasa bangga karena bisa bersekolah di SMA Santo Paulus Pontianak ini. Kami bisa mengenal bapak dan ibu guru serta teman-teman terkasih, begitu banyak pengalaman yang terukir dan cerita yang bisa menjadi kenangan kita bersama dan banyak pengetahuan menjadi bekal untuk masa depan kami”, ungkapnya.

    Mewakili angkatan 59 ia juga berpesan untuk semua guru agar selalu bersabar, bijaksana dan selalu ceria dalam memberikan pelajaran di Sekolah.

    “Untuk pesannya kami berharap bapak dan ibu guru selalu diberikan kesabaran, kebijaksanaan dan selalu ceria dalam mengajar di sekolah kita yang tercinta ini. Kami selalu berdoa semoga bapak dan ibu selalu sehat dan dilindungi oleh Tuhan Yesus dan untuk para teman-teman sekalian semoga kita semua bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan menjadi manusia yang lebih bijak dan bermanfaat” pesan Aquine untuk bapak/ibu guru dan teman-temannya.

    “Jangan lupa teman-teman jadikan kesuksesan sebagai pertemuan yang membahagikan. Sukses ya untuk kita semua, sampai berjumpa di masa depan”, katanya mengakhiri pidato.

    Suasana ceria, dan penuh kebahagian angkatan 59 turut menjadi bukti bahwa perpisahan siswa-siswi angkatan 59 adalah momen yang begitu berharga dan tidak terlupakan karena kenangan ini mempertemukan seluruh angkatan 59 dan guru SMA Santo paulus Pontianak sebelum mereka kembali melanjutkan visi dan misi kedepannya.

    Hiburan dan Penghargaan

    Selanjutnya, prom night dilanjutkan dengan kegiatan hiburan dan penghargaan. Adapun rangkain acara setelah kata sambutan dari kepala sekolah dan ketua panitia yaitu memasuki acara hiburan dan penghargaan yang meliputi hiburan oleh Dance SMA St. Paulus Pontianak, kategori the best costum, beberapa perform dari siswa, fashion show, kategori the most fiendly, doorprize oleh EO  Star Even Indonesia, kategori king and queen, dan perform DJ penutup acara.

    Penghargaan Prom Night yang ditunggu-tunggu siswa-siswi angkatan 59 adalah kategori the best costum, the most friendly, dan kategori king and queen. Kategori the best costum dimenangkan oleh Grcae Liberty siswi kelas 12 MIPA A.

    “Teman-teman saya semua memiliki penampilan yang luar biasa, jujur ga nyangka aja saya bisa terpilih menjadi the best costum”, ungkap Grace Liberty saat ditanya MC perasaannya memenagkan kategori tersebut.

    Kategori the most friendly dimenangkan oleh Aquine siswi kelas 12 MIPA A. “Terimakasih”, kata siswi yang bercita-cita menjadi Dokter sambil tersenyum saat ditanya perasaaannya oleh MC.

    Kemudian, kategori yang terakhir yaitu King and Queen dimenangkan oleh Kevin siswa kelas 12 MIPA A dan Marsya Stevani siswi kelas 12 MIPA C. Mereka sangat senang bisa menjadi pemenang penghargaan King and Queen Prom Night SMA Santo Paulus Pontianak tahun 2023.

    Ada Siswa dari Jepang

    Menariknya dalam perayaan prom night angkatan 59 ini, ada siswa dari Jepang yang terlibat. Namanya Yuto Takahashi, dia adalah seorang pelajar dari Jepang yang mengikuti agenda pertukaran pelajar yang bertempatkan di kelas 12 SMA Santo Paulus Pontianak.

    Yuto Takahashi mengungkapkan senang bisa menjadi pelajar di SMA Santo Paulus Pontianak. Ia menyampaikan ucapan terimaksih kepada semua guru dan teman-teman yang telah membimbingnya selama belajar di sekolah.

    “Saya Yuto Takahashi, saya berasal dari Jepang. Kesan saya selama menjadi pelajar di SMA Santo Paulus adalah senang banget. Untuk para guru yang telah membimbing saya selama belajar, terimaksih banyak dan terimakasih juga untuk teman-teman khususnya teman sekelas saya 12 MIPA A”, ungkapnya.

    Saat diminta untuk menyampaikan kesannya mengikuti Prom Night, Yuto mengungkapkan bahwa ia sangat antusias mengikuti Prom Night dan menjadi bagian dari angkatan 59. Ia juga berharap kelak sukses nanti ia akan kembali ke Pontianak.

    “Seru banget, cewek-cewek SMA Santo Paulus Pontianak cantik-cantik. Sekali lagi terimaksih untuk teman-teman semua ya. Setelah saya sukses nanti, saya akan kembali ke sini. See you again”, katanya saat diminta menyampaikan kesanya mengikuti Prom Night.

    Makna prom night bagi ketua angkatan 59 dan perwakilan siswa berprestasi Paulus

    Prom night itu sebuah acara yang menjadi puncak dari segala rangkaian kegiatan di masa SMA. kesannya sangat mengasikkan, karena selama masa SMA lingkungannya dari guru hingga teman-temannya sangat beraneka ragam, jadi menciptakan lingkungan yang asik. Pada akhirnya keseruan itu harus saya lepaskan, tentunya akan memberikan rasa sedih yang cukup mendalam. Kesan saya untuk para guru adalah seru dan beragam. Pesan saya untuk para warga sekolah, kedepannya jangan saling melupakan karena meskipun kita dari rahim yang berbeda tapi kita tetap keluarga besar SMA Santo Paulus. Sekali Santo Paulus tetap Santo Paulus”, kata Dalton ketua angkatan 59.

    “Momen perpisahan yang di lakukan di lingkungan sekolah terasa menyedihkan. Namun, prom night membuatnya tidak begitu menyedihkan, karena sebagian siswa dipertemukan kembali sebelum perpisahan yang sesungguhnya, dengan suasana selayaknya berpesta. Saya bangga mengenal teman-teman yang dipertemukan dengan saya selama 3 tahun masa pembelajaran di SMA. Meskipun tidak bersifat selamanya, namun kenangan dapat hidup selamanya. Kepada teman-teman, semoga apapun yang telah kalian impikan dapat kalian lakukan setelah perpisahan ini. Kepada guru pengajar maupun teman-teman, sampai berjumpa lagi dengan diri kita yang lebih baik lagi di masa depan”, kata Wesley salah satu siswa berprestasi SMA Santo Paulus.

    Selanjutnya di penghujung acara ditutup dengan DJ persembahan dari EO Star Event Indonesia. Pecah, penuh kebahagian dan sangat meriah, seluruh angkatan 59 begitu menikmati DJ bersama-sama. Beberapa siswa-siswi terlihat belum bisa meninggalkan acara sampai DJ selesai.

    Penulis: Agustinus Ridwan, S.Pd -Guru Kimia SMA Santo Paulus Pontianak
    Editor: Redaksi Majalah DUTA

    Temu OMK se-SINGBEBAS KAP: OMK Bangkit & Bersaksilah!

    Perayaan Ekaristi dalam Temu OMK se-Dekanat SINGBEBAS

    MajalahDUTA.Com, Jagoi Babang– Singkawang, Bengkayang, dan Sambas menyelenggarakan acara Singbebas Youth Meet Up pada 21-23 April 2023 dengan tema “OMK Bangkit & Bersaksilah!”. Acara ini dihadiri oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus, Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, SE., M.M., serta para Pastor Pendamping OMK Dekenat Singbebas.

    “Tema ini merupakan moto Indonesia Youth Day dan digunakan di seluruh dunia,” kata Uskup Agustinus dalam homilinya.

    Acara ini diadakan sebagai wadah bagi OMK (Orang Muda Katolik) se-Singbebas KAP (Singkawang-Bengkayang-Sambas) untuk berkumpul dan memperkuat iman serta semangat dalam mempersiapkan diri sebagai penerus gereja.

    Para peserta dari Orang Muda Katolik Singkawang, Bengkayang, dan Sambas tampak antusias dalam mengikuti berbagai  katekese hingga diskusi antar mereka untuk memperdalam pengetahuan tentang Katolik dan peran orang muda zaman ini.

    Bapa Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus Uskup Agung Pontianak, memberikan sambutan untuk memberikan semangat bagi para peserta agar tetap bersemangat dalam memperkuat iman dan mengembangkan potensi diri. Sementara itu, Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, SE., M.M., juga memberikan sambutan yang menekankan pentingnya generasi muda dalam membangun bangsa.

    Para peserta juga mengikuti berbagai kegiatan guna membina solidaritas dan persaudaraan. Menurut reporter tim KOMSOS Keuskupan Agung Pontianak, acara itu panitia harapkan dapat memberikan dampak positif bagi para peserta dalam memperkuat iman, memperdalam pengetahuan tentang keagamaan dalam hal ini adalah Katolik, serta mengembangkan potensi diri sebagai orang muda Katolik.

    “Semoga acara serupa dapat terus diselenggarakan di masa depan untuk mendukung perkembangan OMK se-Singbebas KAP,” kata salah satu peserta yang terlibat dalam acara tersebut.

    Sumber: Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus
    Penulis: Samuel- KOMSOS KA Pontianak

    Majelis Pendidikan Katolik Keuskupan Agung Pontianak Mengadakan Misa Paskah dan Seminar Pendidikan

    Usai Perayaan Ekaristi semua Petugas Koor diajak Uskup Agustinus untuk foto bersama

    MajalahDUTA.Com, Pontianak– Sabtu 15 April 2023 – Majelis Pendidikan Katolik Keuskupan Agung Pontianak (MPK) mengadakan Misa Paskah dan Seminar Pendidikan dengan tema “Peran Pendidikan Tinggi Katolik Dalam Meningkatkan Kualitas Mutu Sekolah Katolik”. Bertempat di Katedral Pontianak telah dilaksanakannya misa Paskah bersama dari Majelis Pendidikan Katolik Keuskupan Agung Pontianak yang dipimpin oleh Uskup Keuskupan Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus didampingi Ketua Yayasan Landak Bersatu, Romo Johanes Marianto OP, Pastor Paroki Katedral Pontianak, RD Alexius Alex dan Ketua Komisi Pendidikan Keuskupan Agung Pontianak Pastor Ambot OFMCap.

    Acara dihadiri oleh berbagai yayasan yang tergabung dalam Majelis Pendidikan Katolik ada dari Keuskupan Agung Pontianak, Keuskupan Sanggau, Keuskupan Ketapang dan Keuskupan Sintang. Dimotori oleh Ketua Majelis Pendidikan Katolik Keuskupan Agung Pontianak, Bruder Vianny MTB mengundang semua unsur tersebut untuk turut hadir dalam kegiatan paskah bersama.

    Sejumlah yayasan pendidikan juga hadir dalam seminar tersebut, seperti Yayasan Pendidikan Sekolah Bruder, Yayasan Gembala Baik, Yayasan Pengabdi Sesama Manusia, Yayasan Amal dan Kurban, Yayasan Santo Yusuf, Yayasan Perguruan Masyarakat Kalimantan Barat, Yayasan Santa Maria Banjarmasin, Yayasan Perrak, dan Yayasan Badan Karya Kuala Dua Sanggau.

    Dalam homili Uskup Agustinus menyampaikan pentingnya sikap berjalan bersama antara umat beriman. Mustahil manusia bisa hidup tanpa bantuan dari orang lain, oleh karenanya ia juga menggarisbawahi setiap perjuangan hendaknya harus dilakukan secara bersama-sama .

    Menurut Uskup Agustinus sikap untuk berani mengambil bagian penderitaan termasuk didalamnya bekerja bersama merupakan bagian integral yang menjadi pusat dan titik utama dalam kebersamaan.

    Usai misa Paskah bersama, selanjutnya semua peserta termasuk didalamnya ada guru, pegawai, dan staf dari yayasan Pendidikan Katolik yang merupakan bagian dari Majelis Pendidikan Katolik Keuskupan Agung Pontianak untuk mengikuti seminar yang mengusung tema “ Peran Pendidikan Tinggi Katolik Dalam Meningkatkan Kualitas Mutu Sekolah Katolik” yang diberikan langsung oleh Ketua Yayasan Landak Bersatu Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, Romo Johanes Robini Marianto OP.

    Dalam materinya Romo Robini OP menjelaskan beberapa trends di dalam dunia Pendidikan (emerging). Menurutnya Tect trends in teaching and Learning: gamification, blockchain, Al and more. Dikatakan bahwa yang paling penting untuk generasi saat ini adalah kemampuan manusia untuk mampu menyesuaikan perkembangan teknologi yang dimaksudkan untuk mendukung dalam eksistensi manusia termasuk didalamnya adalah kemampuan untuk mempersentasikan kualitas yang terbaik bersama pendidikan.

    Untuk Pendidikan Romo Robini OP menitikberatkan unsur yang paling penting dalam hal pengembangan pendidikan adalah Sumber Daya Manusia. Menurutnya investasi Sumber Daya Manusia merupakan faktor yang paling utama dalam pengembangan pendidikan.

    “Kualitas pendidikan Katolik yang bermutu yang paling penting adalah pengemangan Sumber Daya Manusia pertama yang bisa dilakukan yaitu menyediakan Sumber Daya Manusia yang bermutu,” katanya Romo Robini OP.

    Romo Johanes Robini Marianto OP juga berbagi kisah-kisah seputar sejak Yayasan Landak Bersatu diambil alih kelola oleh Keuskupan Agung Pontianak dan kini sudah menjadi Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo di Keuskupan Agung Pontianak pertama-tama yang dibangun yakni mengembangkan Sumber Daya Manusia menguatkan dan memperbaiki Manajemen Pendidikan hingga menyiapkan tenaga kerja yang berjejaring.

    Romo Robini OP menjelaskan ciri khas yang membedakan Katolik dari Pendidikan yang lain dalam berdasarkan  pengalaman mereka di Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo adalah adanya pelajaran wajib 8 semester Filsafat, Teologi dan Moral (Etika). Ada juga Kapelan (pembimbingan Rohani di Kampus) yang dimana itulah yang membedakan pendidikan Katolik dengan Pendidikan umum lainnya.

    Bruder Vianney MTB sebagai moderator dalam sesi tersebut mengambarkan bahwa pengalaman para Bruder Maria Tak Bernoda (MTB) di Kalimantan juga mengalami pasang dan surut dalam pendidikan termasuk didalamnya adalah Kultur dari orang asli.

    Bruder Vianney MTB berharap semoga pertemuan ini membuahkan cara pandang dan pikiran-pikiran baru dalam memperbaiki pendidikan di setiap yayasan pendidikan masing-masing, guna meningkatkan kapasitas dan kualitas sekolah Katolik.

    Penulis: Samuel- KOMSOS KA Pontianak

    TERBARU

    TERPOPULER