Thursday, March 5, 2026
More

    Prom Night Angkatan 59 Kelas 12 SMA Santo Paulus Pontianak: Siswa Jepang Turut Meriahkan Malam Pesta!

    MajalahDUTA.Com, Featured– Salah satu agenda tahunan yang ditunggu-tunggu dan menjadi momen langka sekaligus perpisahan bagi siswa-siswi kelas 12 yang baru saja lulus adalah Prom Night. Tidak semua sekolah mewajibkan agenda ini. Nah, SMA Santo Paulus Pontianak menjadikan Prom Night sebagai agenda wajib yang dilakukan setiap tahunnya.

    Pada sabtu malam, 15 April 2023 siswa-siswi SMA Santo Paulus mengadakan kegiatan Prom Night atau malam perpisahan di Harris Hotel Pontianak. Acara yang dimulai pukul 18.15 WIB ini dihadiri para guru dan seluruh siswa-siswi kelas 12.

    Sebelum memasuki ruangan, seluruh peserta yang berpartisipasi melakukan registrasi terlebih dahulu. Kemudian, dilanjutkan dengan doa dan makan malam bersama. Setelah selesai makan bersama, agenda prom night dibuka langsung oleh MC yang memandu acara Prom Night sampai selesai.

    Jerih payah selama 3 tahun

    Malam perpisahan ini sekaligus sebagai tanda penghargaan yang mereka rasakan bersama-sama selama menjalani proses pembelajaran dan kembali mengenang masa-masa kebersamaannya selama 3 tahun di sekolah.

    Prom Night yang dirancang oleh angkatan 59 ini bertemakan “Avenoir Awards” yang artinya adalah suatu penghargaan yang menggambarkan hasil jerih payah mereka selama berjuang 3 tahun.

    Avenoir Awards ini diartikan sebagai penghargaan atas pencapaian yang telah diperjuangkan selama 3 tahun. Berjuang, berusaha, dan mendapatkan penghargaan”, ungkap Aquine Sebening perwakilan siswi kelas 12 sekaligus ketua panitia Prom Night saat ditanya arti dari “Avenoir Awards”.

    Sekali Santo Paulus, Tetap Santo Paulus

    Saat memulai kata sambutannya Kepala SMA Santo Paulus Pontianak Br. Filianus Nasu Rusik, MTB meneriakkan keras yel yel SMA Santo Paulus sebanyak tiga kali.

    “Sekali Santo Paulus” teriak Br. Filianus membuka sambutannya.

    Dengan penuh semangat seluruh siswa-siswi angkatan 59 membalas dengan teriakan “Tetap Santo Paulus”.

    Dalam sambutannya Br. Filianus mengungkapkan bahwa tiga tahun sudah angkatan 59 bersama-sama, banyak cerita, dan proses yang telah mereka lalui.

    “Sudah tiga tahun angkatan 59 bersama-sama di SMA Santo Paulus, saya pikir sudah banyak cerita dan proses yang Anda lalui. Tadi ketika saya datang, di pintu gerbang saya melihat ada perubahan. Yang hitam semakin putih, yang putih semakin putih. Semuanya sudah berubah. Baru seminggu Anda selesai menjalani ulangan akhir, tetapi sudah ada perubahan. Jadi saya rasa beberapa tahun ke depan akan semakin banyak perubahan yang terjadi dalam dirimu,” katanya.

    Br. Fillianus berpesan kepada seluruh siswa-siswi angkatan 59 untuk terus berkembang melanjutkan kehidupan sampai karirnya sukses dan tidak melupakan almamater tercinta. Ia berharap kelak mereka dapat kembali dan berkontribusi untuk SMA Santo Paulus Pontianak.

    “Teruslah berkembang sesuai dengan tahapan-tahapan kehidupan yang harus Anda jalani. Silahkan Anda terus lanjut dengan kehidupanmu, melanjutkan studi atau kembali ke masyarakat dengan karirmu. Harapan kami semoga Anda sekalian menjadi orang-orang yang sukses dan kalau sudah sukses mohon untuk tidak melupakan almamater tercinta, tengoklah ke belakang, lihatlah kembali, berikanlah kontribusimu untuk almamater tercinta” begitu akhir sambutannya.

    Bangga menjadi Siswa-siswi SMA St. Paulus, sampai berjumpa di masa depan

    Dalam sambutannya sekaligus mewakili angkatan 59, Aquine menyampaikan ucapan terimakasih untuk semua guru, Staf SMA Santo Pulus karena sudah membimbing, menuntun dan memberikan ilmu untuk mereka dan juga pengalaman-pengalaman yang mereka dapatkan selama tiga tahun di sekolah.

    “Kami meminta maaf untuk bapak dan ibu guru atas segala kesalahan kami yang disengaja ataupun tidak disengaja. Kesan kami untuk kalian adalah merasa bangga karena bisa bersekolah di SMA Santo Paulus Pontianak ini. Kami bisa mengenal bapak dan ibu guru serta teman-teman terkasih, begitu banyak pengalaman yang terukir dan cerita yang bisa menjadi kenangan kita bersama dan banyak pengetahuan menjadi bekal untuk masa depan kami”, ungkapnya.

    Mewakili angkatan 59 ia juga berpesan untuk semua guru agar selalu bersabar, bijaksana dan selalu ceria dalam memberikan pelajaran di Sekolah.

    “Untuk pesannya kami berharap bapak dan ibu guru selalu diberikan kesabaran, kebijaksanaan dan selalu ceria dalam mengajar di sekolah kita yang tercinta ini. Kami selalu berdoa semoga bapak dan ibu selalu sehat dan dilindungi oleh Tuhan Yesus dan untuk para teman-teman sekalian semoga kita semua bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan menjadi manusia yang lebih bijak dan bermanfaat” pesan Aquine untuk bapak/ibu guru dan teman-temannya.

    “Jangan lupa teman-teman jadikan kesuksesan sebagai pertemuan yang membahagikan. Sukses ya untuk kita semua, sampai berjumpa di masa depan”, katanya mengakhiri pidato.

    Suasana ceria, dan penuh kebahagian angkatan 59 turut menjadi bukti bahwa perpisahan siswa-siswi angkatan 59 adalah momen yang begitu berharga dan tidak terlupakan karena kenangan ini mempertemukan seluruh angkatan 59 dan guru SMA Santo paulus Pontianak sebelum mereka kembali melanjutkan visi dan misi kedepannya.

    Hiburan dan Penghargaan

    Selanjutnya, prom night dilanjutkan dengan kegiatan hiburan dan penghargaan. Adapun rangkain acara setelah kata sambutan dari kepala sekolah dan ketua panitia yaitu memasuki acara hiburan dan penghargaan yang meliputi hiburan oleh Dance SMA St. Paulus Pontianak, kategori the best costum, beberapa perform dari siswa, fashion show, kategori the most fiendly, doorprize oleh EO  Star Even Indonesia, kategori king and queen, dan perform DJ penutup acara.

    Penghargaan Prom Night yang ditunggu-tunggu siswa-siswi angkatan 59 adalah kategori the best costum, the most friendly, dan kategori king and queen. Kategori the best costum dimenangkan oleh Grcae Liberty siswi kelas 12 MIPA A.

    “Teman-teman saya semua memiliki penampilan yang luar biasa, jujur ga nyangka aja saya bisa terpilih menjadi the best costum”, ungkap Grace Liberty saat ditanya MC perasaannya memenagkan kategori tersebut.

    Kategori the most friendly dimenangkan oleh Aquine siswi kelas 12 MIPA A. “Terimakasih”, kata siswi yang bercita-cita menjadi Dokter sambil tersenyum saat ditanya perasaaannya oleh MC.

    Kemudian, kategori yang terakhir yaitu King and Queen dimenangkan oleh Kevin siswa kelas 12 MIPA A dan Marsya Stevani siswi kelas 12 MIPA C. Mereka sangat senang bisa menjadi pemenang penghargaan King and Queen Prom Night SMA Santo Paulus Pontianak tahun 2023.

    Ada Siswa dari Jepang

    Menariknya dalam perayaan prom night angkatan 59 ini, ada siswa dari Jepang yang terlibat. Namanya Yuto Takahashi, dia adalah seorang pelajar dari Jepang yang mengikuti agenda pertukaran pelajar yang bertempatkan di kelas 12 SMA Santo Paulus Pontianak.

    Yuto Takahashi mengungkapkan senang bisa menjadi pelajar di SMA Santo Paulus Pontianak. Ia menyampaikan ucapan terimaksih kepada semua guru dan teman-teman yang telah membimbingnya selama belajar di sekolah.

    “Saya Yuto Takahashi, saya berasal dari Jepang. Kesan saya selama menjadi pelajar di SMA Santo Paulus adalah senang banget. Untuk para guru yang telah membimbing saya selama belajar, terimaksih banyak dan terimakasih juga untuk teman-teman khususnya teman sekelas saya 12 MIPA A”, ungkapnya.

    Saat diminta untuk menyampaikan kesannya mengikuti Prom Night, Yuto mengungkapkan bahwa ia sangat antusias mengikuti Prom Night dan menjadi bagian dari angkatan 59. Ia juga berharap kelak sukses nanti ia akan kembali ke Pontianak.

    “Seru banget, cewek-cewek SMA Santo Paulus Pontianak cantik-cantik. Sekali lagi terimaksih untuk teman-teman semua ya. Setelah saya sukses nanti, saya akan kembali ke sini. See you again”, katanya saat diminta menyampaikan kesanya mengikuti Prom Night.

    Makna prom night bagi ketua angkatan 59 dan perwakilan siswa berprestasi Paulus

    Prom night itu sebuah acara yang menjadi puncak dari segala rangkaian kegiatan di masa SMA. kesannya sangat mengasikkan, karena selama masa SMA lingkungannya dari guru hingga teman-temannya sangat beraneka ragam, jadi menciptakan lingkungan yang asik. Pada akhirnya keseruan itu harus saya lepaskan, tentunya akan memberikan rasa sedih yang cukup mendalam. Kesan saya untuk para guru adalah seru dan beragam. Pesan saya untuk para warga sekolah, kedepannya jangan saling melupakan karena meskipun kita dari rahim yang berbeda tapi kita tetap keluarga besar SMA Santo Paulus. Sekali Santo Paulus tetap Santo Paulus”, kata Dalton ketua angkatan 59.

    “Momen perpisahan yang di lakukan di lingkungan sekolah terasa menyedihkan. Namun, prom night membuatnya tidak begitu menyedihkan, karena sebagian siswa dipertemukan kembali sebelum perpisahan yang sesungguhnya, dengan suasana selayaknya berpesta. Saya bangga mengenal teman-teman yang dipertemukan dengan saya selama 3 tahun masa pembelajaran di SMA. Meskipun tidak bersifat selamanya, namun kenangan dapat hidup selamanya. Kepada teman-teman, semoga apapun yang telah kalian impikan dapat kalian lakukan setelah perpisahan ini. Kepada guru pengajar maupun teman-teman, sampai berjumpa lagi dengan diri kita yang lebih baik lagi di masa depan”, kata Wesley salah satu siswa berprestasi SMA Santo Paulus.

    Selanjutnya di penghujung acara ditutup dengan DJ persembahan dari EO Star Event Indonesia. Pecah, penuh kebahagian dan sangat meriah, seluruh angkatan 59 begitu menikmati DJ bersama-sama. Beberapa siswa-siswi terlihat belum bisa meninggalkan acara sampai DJ selesai.

    Penulis: Agustinus Ridwan, S.Pd -Guru Kimia SMA Santo Paulus Pontianak
    Editor: Redaksi Majalah DUTA

    Related Articles

    spot_img
    spot_img

    Latest Articles