Thursday, June 18, 2026
More
    Home Blog Page 101

    Dies Natalis PMKRI Santo Thomas More Pontianak ke-62 dirayakan dengan meriah

    Dies Natalis PMKRI Santo Thomas More Pontianak ke-62

    MajalahDUTA.Com, Pontianak, 18 April 2023 – Malam puncak Dies Natalis PMKRI Santo Thomas More Pontianak ke-62 dirayakan dengan meriah pada hari Senin, 17 April 2023, di Gereja Katedral St. Agustinus Pontianak. Acara yang dihadiri oleh Bapa Uskup (Mgr. Agustinus Agus), anggota DPR RI (DR. Drs. Adrianus Asia Sidot, M.Si), dan juga anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat (Lidya Natalia Sartono, S.Pd., M.Pd), serta KELOMPOK CIPAYUNG yang terdiri dari GMNI, GMKI, dan HMI.

    Acara ini juga dihadiri oleh komunitas mahasiswa Katolik lainnya seperti OMK se-Pontianak, organisasi internal kampus se-Pontianak, dan ORMAS Katolik diluar PMKRI. Total hadirin pada acara tersebut mencapai sekitar 500 orang.

    Dalam sambutannya, Ketua Presidium PMKRI Santo Thomas More Pontianak, Hendro, menyatakan harapannya bahwa Dies Natalis ini dapat menjadi wadah pertemuan dan diskusi bagi mahasiswa Kota Pontianak. Selain itu, ia juga berharap agar PMKRI tetap optimis dan berkomitmen untuk menyumbangkan pemikiran dan landasan organisasi mereka untuk Gereja dan Tanah Air.

    Uskup Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus juga memberikan pesan penting dalam acara tersebut, bahwa “Lebih baik kerja dan salah daripada ngomong.” Ia juga menekankan pentingnya untuk tidak sombong dan tidak merasa diri sudah hebat.

    “Kalau bekerja, jangan cari yang biasa-biasa saja,” kata Uskup Agustinus dalam sambutannya.

    Acara Dies Natalis PMKRI Santo Thomas More Pontianak ke-62 ini diakhiri dengan doa bersama dan harapan agar PMKRI terus berkembang dan memberikan kontribusi yang baik untuk masyarakat dan negara.

    Penulis: Samuel & Yohanes Akuang – DUTA – KOMSOS KA Pontianak 
    Dokumentasi: Haryadi – KOMSOS KA Pontianak

    Kirab Salib IYD dari Paroki Sambas ke Paroki Pemangkat

    Paroki Santo Yoseph Pemangkat

    MajalahDUTA.Com, Sambas, Ratusan Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Pemangkat, Kalimantan Barat, mengikuti Kirab Salib Indonesia Youth Day (IYD) yang digelar pada Selasa, 12 April 2023. Kegiatan ini dimulai dari Paroki Sambas dan berakhir di Paroki Santo Yoseph Pemangkat setelah melewati rute yang telah ditentukan.

    Tampak 8 penari Dayak yang menyambut Kirab Salib IYD dari Paroki Sambas demikian juga sambutan meriah dengan nuansa Tiongkok yang diperagakan oleh dua Barongsai.

    Kirab Salib IYD merupakan perayaan penting bagi umat Katolik di mana para pemuda membawa salib dan berjalan mengelilingi lingkungan gereja sambil berdoa dan bernyanyi. Salib yang dibawa oleh para peserta Kirab Salib IYD melambangkan kesetiaan dan pengorbanan Kristus di atas kayu salib, yang merupakan inti dari ajaran agama Katolik.

    Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus, turut hadir dalam misa Kirab Salib IYD di Paroki Pemangkat. Dalam dokumentasi yang disebar oleh Uskup Agustinus melalui Instagram pribadinya, terlihat ratusan OMK Paroki Pemangkat yang turut hadir dalam perayaan ekaristi hari itu.

    Selama perjalanan Kirab Salib IYD, para peserta diharapkan untuk memperdalam iman dan merenungkan arti dari pengorbanan Kristus. Kegiatan ini diadakan secara rutin dan diikuti oleh umat Katolik dari berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat iman dan pengabdian pada agama Katolik.

    Sebelumnya, Kirab Salib IYD telah diadakan di Paroki Sambas dan dilanjutkan ke Paroki Santo Yoseph Pemangkat. Uskup Agustinus membagikan dokumentasi dari perayaan tersebut melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

    Uskup Agustinus mengatakan kepada seluruh OMK yang hadir itu untuk tetap teguh menjadi saksi Kristus dalam sikap hidup.

    Penulis: Samuel- Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    Ribuan Umat Katolik Katedral Rayakan Misa Paskah, Begini Pesan Pastor Paulinus Surip Pr

    Suasana Misa Paskah Gereja Katedral Pontianak

    PONTIANAK – Ribuan umat katolik Kesukupan Agung Pontianak (KAP) menghadiri perayaan puncak pekan suci misa paskah di Gereja Katedral Pontianak. Perayaan paskah yang ke tiga minggu malam 9 April 2023 ini sekaligus menjadi penutup perayaan paskah umat katolik. Misa paskah dimulai pukul 19.00 WIB dipimpin langsung oleh Pastor Paulinus Surip Pr.

    Berdasarkan pantauan dari majalahduta.com Pontianak, suasana dalam gereja yang dihadiri ribuan umat berlangsung dengan hikmat dan penuh dengan damai sukacita. Alunan lagu ALELUYA yang dinyanyikan oleh anggota koor dari Koor Remaja Caecilia (KRC) menjadi pembuka dimulainya perayaan misa paskah.

    “Aku telah bangkit dan tetap bersama engkau, Aleluya. Kebijaksanaanmu sangat menakjubkan, Aleluya” Ungkap Pastor Surip yang sekaligus menjadi kalimat pembuka misa paskah minggu malam.

    Dalam khotbahnya pastor Surip mengajak umat katolik dapat bangkit dari keterpurukan. “Kita yang mengalami kebangkitan hidup dalam cahaya terang harus mampu menjadi saluran penuntun ketika kita berjalan didunia ini. Semoga kita juga bisa menjadi penuntun bagi teman kita yang saat ini dalam kegelisahan. Mereka perlu kita ajak berjalan dan berdiskusi,” ungkap Pastor Surip.

    Makna dari renungan kata bangkit dari keterpurukan yang disampaikan oleh Pastor Surip jelas mengajak umat katolik untuk senantiasa bangkit dari hal-hal negatif dan kegelisahan yang selalu menghantui kita setiap harinya. Ia berharap umat sekalian bisa turut ambil bagian menjadi penyalur dan mendiskusikan bersama segala bentuk kegelisahan yang dialami oleh teman-teman kita.

    Pastor Surip juga menerangkan bahwa melalui perayaan paskah pekan suci yang umat ikuti malam ini dapat membantu mempebaharui kehidupan dengan adanya terang cahaya Kristus yang menerangi setiap langkah hidup kita.

    “Semoga melalui kebangkitan yang kita rayakan ini, bisa membawa kita bangkit dari keterpurukan serta kita boleh memperbaharui hidup dengan terang cahaya kristus yang selalu senantiasa mengarahkan langkah hidup kita masing-masing,” terang pastor Surip.

    Setelah perayaan misa paskah selesai, umat saling mengucapkan selamat paskah dan menerima telur paskah yang dibagikan oleh pemandu umat.

    Kesan Martin sebagai umat dalam Misa Paskah di Gereja Katedral Pontianak:

    “Saya sangat bersyukur bisa hadir dalam misa paskah kali ini. Perayaan ini membawa saya kembali ke gereja untuk berdoa dan mengenang kebangkitan Kristus. Saya juga diberi berkat yang melimpah melalui orang-orang di sekitar saya. Pesan kepada seluruh umat yang ada, tetaplah menjadi terang dan garam dunia bagi sesame kita yang membutuhkan dan terutama orang terdekat kita. Terimakasih.”

    Editor: Samuel-KOMSOS KA Pontianak
    Reporter: Ridwan – KOMSOS KA Pontianak

    Lihatlah Kenyataan, Bukankah Kematian ditakutkan oleh Manusia? Ini Pesan Paskah Uskup Agustinus

    Syuting Pengambilan Video Paskah 2023- Uskup Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus, memberikan pesan Paskah kepada seluruh umat yang berada di Wilayah Keuskupan Agung Pontianak. Pesan tersebut direkam di Lokasi Doa Patung Bunda Maria Menggendong Yesus pada 6 April 2023, di depan kediaman Uskup Agung Pontianak pukul 09.00 WIB.

    Dalam pesannya, Uskup Agustinus menyapa saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus dan mengajak umat untuk merayakan Hari Raya Paskah yang merupakan puncak iman umat Kristiani. Uskup Agustinus juga mengutip ayat dari Surat pertama Santo Paulus kepada umat di Korintus 15:17, “Jika Kristus tidak dibangkitkan maka sia-sialah iman saudara.”

    Uskup Agustinus kemudian bertanya tentang alasan terjadinya penderitaan, kesengsaraan bahkan kematian di dunia ini dan apa yang terjadi kepada manusia setelah hidup di dunia ini. Menurut Uskup Agustinus, peristiwa Paskahlah yang dapat menjawab pertanyaan tersebut.

    Dalam iman Kristiani, Tuhan menciptakan segala-galanya, termasuk manusia Adam dan Hawa yang sempurna. Namun, karena dosa Adam dan Hawa, manusia dikutuk dan kebahagiaan yang sempurna lenyap. Tuhan kemudian mengutus Putra-Nya yang tunggal untuk menyelamatkan manusia dengan cara yang dihindari oleh manusia, yaitu dengan merendahkan diri sebagai manusia yang miskin.

    Uskup Agustinus juga menjelaskan bahwa dalam tradisi Yahudi, biasanya orang melepas sepatu sebelum masuk ke dalam rumah karena kakinya kotor. Hal ini menjadi analogi bahwa Tuhan merendahkan diri serupa dengan seorang hamba, bahkan hingga menghampakan diri serendah-rendahnya.

    Kemudian Yesus membasuh kaki muridnya. Pada jaman itu yang membasuh kaki adalah hamba alias kuli. Kalau Yesus membasuh kaki mereka artinya Dia menyamakan diri-Nya dengan hamba. Sekali lagi pembasuhan kaki adalah lambang merendahkan diri serendah-rendahnya.

    Hari Raya Paskah

    Uskup Agustinus juga menjelaskan pada hari Raya Paskah Tuhan Yesus membuktikan bahwa kematian adalah jalan menuju kebahagiaan abadi di surga. Oleh karena itu Paskah juga merupakan merayakan iman kita. Karena iman kita yang terakhir mengatakan, Aku Percaya akan Roh Kudus, Gereja Katolik yang Kudus, Persekutuan Para Kudus, Pengampunan Dosa, Kebangkitan Badan dan Kehidupan Kekal.

    Tujuan hidup manusia adalah hidup kekal dan Tuhan menjamin hal itu dengan mengatakan; “ Siapa yang percaya kepada Ku tak akan binasa melainkan hidup kekal”.

    “Peristiwa sengsara dan wafat serta kebangkitan Tuhan kita Yesus Kristus yang kita kenangkan dalam Tri Hari Suci,” kata Uskup Agustinus.

    Lebih lanjut Uskup Agustinus menekankan bahwa pemaknaan dari Kamis Putih yang dirayakan adalah serangkaian kenangan akan Liturgi Ekaristi. “Inilah Tubuh Ku, Inilah Darah Ku. Aku persembahkan bagi mu.” Yang dilambangkan waktu perjamuan terakhir dengan Roti dan Anggur.

    “Dan satu hal yang menjadi pesan terakhir Yesus pada hari Kamis Putih adalah “Kalau Aku Tuhan dan Guru mu membasuh kaki mu demikian juga para rasul.” Ini juga mau dipesankan kepada kita bahwa kerendahan hati harus dimiliki oleh semua orang. Bukan hanya orang orang miskin orang kecil, pejabat paling tinggi pun harus demikian,” tegas Uskup Agustinus.

    Lihat kenyataan hidup

    “Bukankah ini yang dihadapi oleh manusia selama ini?” kata Uskup Agustinus.

    Ia kemudian memaparkan tentang kenyataan dalam hidup justru mereka yang melakukan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan hati adalah mereka yang memiliki segalanya.

    “Mereka yang memiliki jabatan, mereka yang kaya, mereka yang memiliki semua kebutuhan sehari-hari bahkan berlebih. Mereka yang merasa diri kuat dan tidak lagi bergantung pada orang lain bahkan mereka yang tidak bergantung pada Tuhan,” pungkasnya.

    Jadi ini makna Kamis Putih, Yesus yang melambangkan dirinya dalam sebagai Roti dan Anggur yang dipersembahkan untuk menyelamatkan dunia.

    Lambang Jumat Agung

    Kemudian Lambang dari Jumat Agung, Uskup Agustinus menguraikan tentang kematian dan kehidupan.

    “Bukankah kematian adalah peristiwa yang paling ditakuti oleh manusia? Bukankah tingkah laku manusia yang dilakukan karena takut mati? Bahkan mereka yang membunuh pun mereka yang takut mati. Membunuh bisa menggunakan harta, uang, bahkan parang,” tutur Uskup Agustinus.

    “Mungkin dengan itu mereka dapat membunuh orang dengan harapan mereka bisa hidup lebih panjang padahal umur ditentukan oleh Tuhan. Dan kematian Kristus kita rayakan pada hari Jumat Agung.

    Kata-kata terakhir yang disampaikan oleh Yesus ketika dipaku di kayu salib, Dia mengampuni Dosa penjahat yang mengakui kejahatannya, sampai Dia mengatakan. “Hai saudara hari ini juga kamu bersama saya masuk kedalam surga.”

    Itu artinya sebesar apapun dosa umat manusia kalau ia mengakuinya dan meminta ampun ia juga bisa memperoleh keselamatan. Dan pesan kepada para murid dan kepada Bunda Maria.

    Kepada Bunda Maria, Tuhan Yesus mengatakan “Ibu lihatlah anak mu”. Apa artinya? Bahwa Tuhan Yesus meninggalkan kita di dunia tapi Dia minta tetap memperhatikan kita.

    Dan dipihak lain,” lanjut Uskup; Dia mengatakan kepada murid. “ Para murid, lihatlah Ibu mu.” Saling memperhatikan antara Ibu dan anak, itulah semangat yang bisa membawa kita kepada hidup yang sempurna.

    Bukankah itu sesuatu yang indah dan pantas kita renungkan. Dalam hidup masyarakat sekarang apalagi menghormati Ibu atau anaknya bahkan ada KDRT yang dimana-mana terjadi bahkan kadang-kadang merenggut korban nyawa manusia karena kurang menghormati Ibu dan anaknya.

    “Ini saya sangka pantas kita renungkan dalam masa paskah ini sekali lagi, Saya Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus mengucapkan selamat Hari Raya Paskah semoga kita sadar bahwa hidup di dunia ini memang penuh penderitaan, kesengsaraan, kematian tetapi bagi kita yang beriman kepada Yesus hal itu semua adalah untuk memperoleh hidup yang sesungguhnya bahagia bersama Bapa di Surga,” kata Uskup Agustinus sembari menutup pesan Paskah 2023.

    Penulis: Samuel – DUTA/KOMSOS KA Pontianak
    Sumber: Wawancara

    Dramatisasi Jumat Agung oleh Orang Muda Katolik Nyarumkop

    Drama Penyaliban Tuhan Yesus Kristus oleh OMK di Paroki Nyarumkop

    MajalahDUTA.Com, Singkawang Timur- Dramatisasi Jumat Agung oleh Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santa Maria Nyarumkop menjadi daya tarik bagi seluruh umat Katolik di sana.

    Pada Jumat Agung, 7 April 2023, OMK Paroki Santa Maria Nyarumkop mempersembahkan dramatisasi kisah sengsara Tuhan Yesus sebagai bagian dari peringatan Tri Hari Suci Paskah.

    Ibadah dimulai dengan Jalan Salib pada pukul 09.00 WIB diikuti oleh peringatan Kisah Sengsara Tuhan Yesus pada pukul 13.00 WIB Dramatisasi tersebut dipimpin oleh Pastor Kepala Paroki Santa Maria Nyarumkop, Pastor Robertus Bellarmus OFMCap, yang mengajak seluruh umat untuk mengimani Iman Katolik dalam memaknai Jumat Agung ini sebagai pesan liturgis suci yang digambarkan dalam prolog dramatisasi kisah sengsara Tuhan Yesus.

    Sentuhan lakon dramatisasi oleh OMK Paroki Santa Maria Nyarumkop sangat memukau seluruh umat, mengundang tetesan air mata dalam kesedihan, dan suka cita atas pengorbanan Sang Juru Selamat Umat Manusia.

    Setelah prosesi Kisah Sengsara Tuhan Yesus, para umat kemudian melanjutkan penghormatan Salib dan tabur bunga.

    Jumat Agung merupakan bagian penting dari peringatan Tri Hari Suci Paskah yang dirayakan oleh seluruh umat Katolik.

    Selama tiga hari tersebut, umat Katolik memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Yesus Kristus, yakni penyaliban Yesus, kematian Yesus di atas kayu salib, dan pemakaman Yesus. Jumat Agung sendiri merupakan hari di mana umat Katolik memperingati penderitaan dan kematian Yesus serta pengorbanannya untuk menebus dosa umat manusia.

    Oleh: Oyent- Umat Paroki Nyarumkop
    Citizen Journalist

    Misa Krisma: Menjadi Sahabat Dalam Perjalanan Umat

    Foto Bersama- usai Misa Krisma 6 April 2023

    MajalahDUTA.Com, Gereja Katedral Santo Yoseph Pontianak, Rabu 6 April 2023 telah diadakannya misa pembaharuan janji imamat dan misa krisma Keuskupan Agung Pontianak dengan mengusung Tema Rekoleksi menjelang Tri Hari Suci yaitu Menjadi Sahabat Dalam Perjalanan Umat.

    Dalam rekoleksi sehari semalam itu Uskup Agustinus mengambarkan bagaimana materi menampilkan figus Paus Fransiskus yang menjadi sahabat kepada siapapun, mulai dari orang yang paling tinggi hingga paling hina sekalipun.

    Uskup Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus menitikberatkan Karena imam dipanggil menjadi sahabat dalam perjalanan, tentu gaya kepemimpinannya bukan lagi tampil sebagai guru apalagi instructor tapi gaya kepemimpinan yang dianjurkan dan yang diminta dari para imam adalah mendampingi dan menemani dalam perjalanan.

    Misa krisma dihadiri hampir 100-an imam yang bertugas diwilayah Keuskupan Agung Pontianak dan dihadiri ratusan biarawan-biarawati dan umat untuk mendoakan dan mendukung panggilan mereka dalam satu panggilan imamat.

    Dalam homilinya Uskup Agustinus mengajak kembali para imam untuk melihat ketika Yesus mengutus para muridnya. Ada dua intruksi yang tegas dari Yesus ada dalam Injil Markus.

    Pertama Yesus mengutus para murid itu berdua-dua, hal itu juga selaras dalam pengertian bahwa imam tidak bisa berjalan sendiri, dan harus berjalan bersama orang lain.

    “Jadi makna berdua-dua itu sangat dalam. Minimal kalau ada sesuatu masalah bisa didiskusikan dan bisa mengambil keputusan secara bersama dengan pertimbangan diskusi,” ujar Uskup Agustinus.

    Kedua, Yesus mengingatkan bahwa membawa hal yang seperlunya. Jika anda diterima dalam sebuah keluarga tinggalah agak lama disana. Menurut Uskup Agustinus ini juga maknanya besar. Jika berpergian ke sebuah tempat dan kita tidak diterima maka ibaskanlah kaki yang berdebu sebagai tanda bahwa manusia apapun profesinya tetap satu martabat.

    Dalam homili itu Uskup Agustinus mau menekankan semangat persaudaraan yang paling pokok adalah mau melayani dan menyadari bahwa mereka tidak bisa berjalan sendiri.

    Penulis: Samuel – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak
    Sumber: Liputan  6 April 2023

    Gereja Katedral Santo Yosef Pontianak Mengundang Seluruh Umat Katolik untuk Menghadiri Misa Krisma

    Surat Edaran Pastor Paroki Katedral Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Pontianak, 4 April 2023 – Sebuah undangan resmi telah diterbitkan oleh Gereja Katedral Santo Yosef Pontianak untuk mengundang seluruh umat Katolik di Keuskupan Agung Pontianak untuk menghadiri Misa Krisma. Surat edaran ini diterbitkan pada 28 Maret 2023 dan ditandatangani oleh RD. Alexius Alex, Pastor Kepala Paroki.

    Misa Krisma adalah sebuah upacara agama penting yang biasanya dilaksanakan pada bulan April, dalam persiapan untuk perayaan Paskah. Upacara ini melibatkan pembaharuan janji imamat oleh para imam dan pemberkatan minyak pengurapan. Selama Misa Krisma, para imam juga akan mempersembahkan minyak pengurapan yang akan digunakan sepanjang tahun dalam sakramen-sakramen di Gereja.

    Dalam surat edaran ini, Pastor Kepala Paroki RD. Alexius Alex mengundang seluruh umat beriman untuk hadir pada Misa Krisma bersama dengan Bapak Uskup Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus, dan para imam. Misa Krisma akan dilaksanakan pada Hari Rabu, 5 April 2023, pukul 17.00 WIB di Gereja Katedral Santo Yosef Pontianak.

    “Kami mengundang seluruh umat Katolik untuk bergabung dengan kami dalam Misa Krisma untuk pembaharuan janji imamat dan pemberkatan minyak pengurapan. Kami sangat berharap kehadiran Anda di acara ini dan mendoakan para imam,” ujar Pastor Kepala Paroki RD. Alexius Alex dalam surat edaran ini.

    Dengan demikian, bagi seluruh umat Katolik di Keuskupan Agung Pontianak, jangan lewatkan kesempatan untuk menghadiri Misa Krisma pada hari Rabu, 5 April 2023, dan bersama-sama memperbaharui janji imamat dan mendoakan para imam.

    Penulis: Samuel- DUTA/KOMSOS KA Pontianak
    Sumber: Surat Edaran Pastor Paroki Katedral Pontianak

    Paskah 2023: Ia mendahului kamu ke Galilea; Jangan Takut

    Perarakan Minggu Palma di Gereja Katolik Kristus Raja Paroki Sambas, Kalimantan Barat (2023).

    MajalahDUTA.Com, Sambas, 2 April 2023 – Sebanyak 19.060 umat Katolik di Paroki Kristus Raja Semesta Alam Sambas yang terdiri dari 4 lingkungan di Kota Sambas dan 56 stasi di 5 kecamatan telah memasuki masa Pekan Suci Paskah (data dari Sekretariat Paroki per 1 April 2023).

    Perayaan Paskah tahun 2023 mengambil tema “Ia mendahului kamu ke Galilea; Jangan Takut!” Pastor Kepala Paroki Kristus Raja Semesta Alam Sambas, Pastor Selestinus Joni OFMCap menyampaikan bahwa Paskah tahun 2023 merupakan Paskah yang memberikan kekuatan kepada seluruh umat.

    “Melalui Paskah, Tuhan memberikan kesadaran kepada umat bahwa Tuhan akan selalu memberikan keteguhan dan kekuatan dalam setiap pergumulan hidup manusia,” kata Pastor Joni OFMCap.

    Bupati Sambas, H. Satono, S.Sos.I, M.H, menyampaikan harapannya dalam Perayaan Paskah kali ini agar umat selalu memberikan ketulusan hati untuk membangun Kota Sambas.

    “Paskah dapat menjadi momentum umat untuk berbuat lebih kepada sesama, serta memberikan segala daya upaya yang terbaik bagi pembangunan Kabupaten Sambas yang Berkemajuan. Teruslah berkolaborasi dengan pemerintah untuk kemajuan Sambas tercinta,” ujar Satono.

    Dilangsungkan selama 5 Hari

    Ketua Panitia Paskah 2023, Ir. RR. Modesta Susana, menyatakan bahwa rangkaian Pekan Suci Paskah 2023 akan dilangsungkan selama 5 hari, dimulai dari Minggu Palma (2 April 2023), Kamis Putih (6 April 2023), Jumat Agung (7 April 2023), Sabtu Suci (8 April 2023), dan Hari Raya Paskah (9 April 2023). “Kita bersyukur karena situasi pasca Covid-19 sudah berangsur normal. Meski demikian, Panitia Paskah telah memutuskan untuk menjadikan tahun ini sebagai masa transisi. Karenanya, dalam Tata Perayaan Pekan Suci Paskah masih dilakukan cara-cara yang dapat menghindarkan dari penularan Covid-19,” ucap Modesta.

    Modesta juga menambahkan jadwal Misa yang akan dilaksanakan oleh Paroki Kristus Raja Semesta Alam Sambas, yaitu Kamis Putih pada hari Kamis, 6 April 2023 pukul 18.00 WIB; Jumat Agung pada hari Jumat, 7 April 2023 dengan tablo peragaan kisah sengsara Yesus pada pukul 07.00 WIB dan ibadat Jumat Agung pada pukul 15.00 WIB; Vigili Paskah pada hari Sabtu, 8 April 2023 pukul 18.00 WIB; serta Hari Raya Paskah pada hari Minggu, 9 April 2023 dengan jadwal Misa 1 pada pukul 07.00 dan Misa 2 pada pukul 17.00.

    Oleh: Ignatius Anggoro – Gereja Katolik Kristus Raja Paroki Sambas

    Pastor Yosef Ekatom OFMCap: Inilah Saatnya untuk Bangkit

    Pastor Yosef Ekatom OFMCap Berkati Daun Palma- Sambas

    MajalahDUTA.Com, Sambas, KALIMANTAN BARAT – Umat di Gereja Katolik Paroki Kristus Raja Sambas merayakan Minggu Palma pada hari Minggu 2 April 2023. Perayaan Minggu Palma di Gereja Kristus Raja Sambas diadakan dua kali misa, misa pertama pagi pukul 07.00 WIB dan misa kedua sore pukul 17.00 WIB.

    Perayaan Minggu Palma misa yang pertama pukul 07.00 WIB diawali dengan pemberkatan daun palma di Aula SDS Amkur Sambas yang dipimpin langsung oleh Pastor rekan yakni Pastor Yosef Ekatom, OFMCap. Kemudian dilanjutkan dengan perarakan dari Aula SDS Amkur Sambas menuju Gereja Kristus Raja Sambas dengan diiringi sorak-sorai paduan suara dari kelompok koor dari lingkungan St. Fransiskus.

    “Minggu Palma mengawali Pekan Suci menjelang peringatan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Inilah saatnya untuk bangkit, untuk mendapatkan sebuah kehidupan yang baru,” kata Pastor Yosef Ekatom, OFMCap. Melalui Minggu Palma ini Pastor Yosef Ekatom, OFMCap mengingatkan kita untuk tidak melupakan kisah yang tertuang di dalam Injil agar dapat bermakna dan dapat dipahami oleh setiap kita.

    Perayaan Minggu Palma misa yang kedua pukul 17.00 WIB diawali dengan pemberkatan daun palma di halaman depan Gereja Kristus Raja Sambas yang dipimpin kembali oleh Pastor rekan yakni Pastor Yosef Ekatom OFMCap. Kemudian dilanjutkan dengan perarakan dari halaman depan Gereja Kristus Raja Sambas masuk ke Gereja Kristus Raja Sambas dengan diiringi sorak-sorai paduan suara dari kelompok koor dari Persekolahan Yayasan Amkur.

    Semoga perayaan Minggu Palma tahun ini dapat memberikan makna dan pemahaman yang berarti untuk umat katolik Gereja Katolik Kristus Raja Sambas. Kiranya perayaan ini menjadi awal dari Pekan Suci yang penuh berkat dan memberkati bagi seluruh umat yang merayakannya.

    Oleh: Yuni Fransiska (OMK Sambas)
    Follow Juga ya IG : @omkkristusrajasambas & @kristusrajaparokisambas

    Iring-iringan perayaan Minggu Palma di Kampus Akademi Teknik Mesin Industri (ATMI) Cikarang

    Romo T. Agus Sriyono, SJ, saat memberkati daun palma di Misa Minggu Palma, Minggu 02/04/2023). (Foto/Lourentius EP).

    MajalahDUTA.Com, ATMI Cikarang, Bekasi – Ribuan umat Katolik di wilayah Paroki Cikarang Gereja Ibu Teresa, merayakan Minggu Palma dengan meriah di Kampus Akademi Teknik Mesin Industri (ATMI) Cikarang pada Minggu (2/04/2023).

    Dalam perayaan ini, umat Katolik membawa daun palma atau palem yang dipetik dari rumah masing-masing dan ada juga yang saling berbagi daun palma sesama warga. Misa dipimpin oleh Romo T. Agus Sriyono, SJ, di Domus Aula Stefanus ATMI.

    Dalam kotbahnya, Romo Agus SJ mengajak umat untuk terus mengobarkan kebaikan dan kerahiman Allah, entah dalam keadaan di atas atau di bawah dan harus terus konsisten berbuat baik.

    Perayaan Minggu Palma menandai dimulainya Pekan Suci, yang merupakan awal dari pekan terakhir Yesus di bumi. Minggu Palma juga disebut sebagai minggu sengsara yang menandai masuknya Yesus ke kota suci Yerusalem sebelum ia dikorbankan dan bangkit kembali.

    Perayaan Minggu Palma diikuti oleh hari-hari penting lainnya seperti Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci, dan berakhir pada Minggu Paskah. Semoga dengan merayakan Pekan Suci ini, umat Katolik semakin memperkuat iman dan mendapatkan berkat serta rahmat dari Tuhan.

    Sumber: Lourentius EP 

    TERBARU

    TERPOPULER