Sunday, May 17, 2026
More
    Home Blog Page 52

    FKES Kampus II San Agustin Sukses Selenggarakan Donor Darah

    FKES San Agustin Kampus II Pontianak Gelar Donor Darah (2024)

    Duta, Media Center San Agustin | Beberapa hari lalu, donor darah yang diselenggarakan oleh Universitas Katolik Santo Agustinus di Kampus II Fakultas Kesehatan berhasil terlaksana.

    Kegiatan itu menuai partsipasi dosen, tenaga kependidikan dan para mahasiswa dan mahasiswi pada Jumat, 27 September 2024.

    Dekan Falkutas Kesehatan San Agustin, Agnes Dwiana Widi Astuti, SSiT., M.Kes mengungkapkan bahwa dalam semangat kepedulian dan solidaritas, kegiatan hari itu berlangsung sukses, dengan posisi lokasi persis pada Lobby Lantai 1 Kampus II San Agustin di Pontianak.

    Dia juga mengatakan kegiatan ‘donor darah’ hari itu dikoordinir langsung oleh Fakultas Kesehatan.

    “Dalam kegiatan ini berhasil  mengumpulkan 39 Kantong darah dari Jumlah Pendaftar sebanyak 80 peserta dalam sehari,” kata Agnes.

    Donor Darah (2024)

    Dia menambahkan bahwa acara itu merupakan bagian dari upaya Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo khususnya Fakultas Kesehatan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya donor darah sebagai tindakan kemanusiaan.

    Dalam kesempatan yang sama itu, Agnes mendapat sambutan hangat dari koordinator lapangan PMI Kota Pontianak yang menyampaikan terimakasih atas pelaksanaan Donor Darah yang telah diadakan bekerjasama dengan FKES San Agustin.

    “Proses donor darah berlangsung dengan lancar dan aman. Para peserta terlebih dahulu melewati tahap pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kelayakan mereka sebagai pendonor,” kata Agnes.

    Agnes Dwiana Widi Astuti juga berharap kegiatan serupa dapat menjadi inspirasi bagi Civitas San Agustin untuk terus berbagi dan membantu sesama.

    Karena baginya, kegiatan donor darah sangat penting untuk memastikan ketersediaan stok darah bagi mereka yang membutuhkan, terutama dalam situasi darurat.

    “Semoga kegitaan ini dapat dilaksanakan secara kontinu sebagai wujud kepedulian terhadap sesama,” tutupnya. [S]

    KPU Kabupaten Landak dan GMKI Gelar Sosialisasi Pemilu dan dilanjutkan dengan MAPER GMKI

    Pengenalan Badan Pengurus Cabang GMKI Cabang Landak (2024)

    DUTA, Media Center San Agustin, Ngabang |  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Landak berkolaborasi dengan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) mengadakan acara “Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Kepada Basis Pemilih Muda Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Dalam Pemilihan Tahun 2024” yang terlaksana pada 28 September 2024.

    Kegiatan hari itu diliput oleh salah satu mahasiswa San Agustin yang menjadi bagian dari kegiatan tersebut serta dilanjutkan dengan Masa Perkenalan (MAPER) untuk anggota baru GMKI.

    Acara berlangsung di Gereja GKTI “BATU PENJURU” Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

    Veggi Rische (25) selain menjadi Ketua Bidang Pendidikan Kader dan Kerohanian GMKI, dia juga merupakan salah satu mahasiswa aktif San Agustin Kampus Utama Landak, pada hari itu mendapat kesempatan untuk menjadi salah satu pemateri.

    Dia menjelaskan perannya bahwa sebagai Ketua Bidang Pendidikan Kader dan Kerohanian, dia sepenuhnya bertanggung jawab menjelaskan Anggaran Rumah Tangga GMKI kepada anggota baru.

    “Saya berusaha menyampaikan informasi ini dengan cara yang mudah dipahami dan relevan bagi mereka, memastikan mereka memahami struktur organisasi, hak dan kewajiban anggota, serta nilai-nilai yang dipegang oleh GMKI,” kata Veggi. 

    Serah Terima Piagam Penghargaan kepada KPU dari GMKI (2024)

    Veggi menambahkan tentang beberapa poin penting seperti tujuan dan visi misi GMKI, struktur organisasi, prosedur keanggotaan, hak dan kewajiban anggota, serta proses pengambilan keputusan dalam organisasi.

    Disisi lain juga menerangkan bahwa acara itu tidak hanya dihadiri oleh anggota GMKI, tetapi juga para tamu dari organisasi mahasiswa lainnya.

    “Acara sosialisasi pemilu ini dihadiri oleh anggota GMKI serta para tamu dari organisasi mahasiswa lainnya, seperti GMNI, PMKRI, BEM San Agustin dan IPNU. Ini merupakan kesempatan yang baik untuk mengedukasi pemilih muda tentang proses pemilu dan pentingnya partisipasi mereka,” jelasnya.

    Materi Sosialisasi dari KPU (2024)

    Veggi dengan antusias mengungkapkan kesan positifnya terhadap kolaborasi dengan KPU Kabupaten Landak.

    “KPU Kabupaten Landak sangat kooperatif dan profesional dalam menyampaikan informasi tentang pemilu. Kegiatan ini juga membuka peluang untuk kerjasama lebih lanjut antara GMKI dan KPU dalam upaya meningkatkan partisipasi pemilih muda di Kabupaten Landak,” tandasnya. 

    Menurutnya, acara yang menggabungkan sosialisasi pemilu dengan MAPER GMKI ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran politik dan partisipasi pemilih muda dalam Pemilihan Umum Tahun 2024 mendatang. [S | VR]

    Pioneer dari Human Resource Management (Ilmu SDM)

    Sumber: Artuk Discover Artworks (diakses 27 September 2024)

    DUTA, Media Center San Agustin | Robert Owen (1771-1858) seorang manajer di pabrik pemintal kapas di New Lanark, Skotlandia, sejak awal 1800-an, sering dianggap sebagai salah satu pelopor dalam manajemen ilmiah.

    Dia memandang sumber daya manusia sebagai kunci keberhasilan perusahaan, sebuah pemikiran yang jauh di depan masanya. Dalam teori manajemennya, Owen menitikberatkan pentingnya peran manajer atau kader yang harus berfungsi sebagai reformis dalam pengelolaan sumber daya manusia.

    Teori manajemen Owen berfokus pada reformasi kondisi kerja dan pengelolaan tenaga kerja, yang sangat berpengaruh dalam perkembangan awal manajemen sumber daya manusia.

    Dia mengkritik keras kondisi kerja yang buruk pada masa itu, seperti pekerja anak di bawah usia lima tahun dan hari kerja yang panjang hingga 13 jam sehari.

    Sebagai respons, Owen mengusulkan pengurangan jam kerja menjadi 10,5 jam dan membatasi usia minimum tenaga kerja menjadi 10 tahun. Selain itu, ia juga mendirikan toko-toko perusahaan yang menyediakan kebutuhan sehari-hari bagi para pekerja dengan harga lebih murah, sebagai bagian dari usaha kesejahteraan karyawan.

    Sumber: Lookandlearn history images (Diakses 27 September 2024)

    Kaitan dengan Teori Manajemen Klasik dan Modern

    Dalam konteks manajemen klasik, kontribusi Owen dapat dilihat sebagai pendahulu dari teori-teori yang cenderung sistematis seperti Scientific Management dari Frederick Taylor (1856-1915) yang muncul kemudian.

    Meskipun dia tidak mendokumentasikan pendekatannya dalam bentuk teori formal seperti Taylor, fokusnya pada efisiensi dan perbaikan kondisi kerja menggambarkan semangat yang serupa dengan Taylorisme.

    Pendekatannya dengan menekankan kesejahteraan pekerja bisa dilihat sebagai awal dari gerakan Human Relations (hubungan kemanusiaan) yang dikembangkan oleh Elton Mayo (1880-1949) pada 1920-an dan 1930-an, yang menunjukkan bahwa kondisi sosial dan psikologis sangat mempengaruhi produktivitas pekerja.

    Jika ditinjau dari segi manajemen modern, gagasan Owen tentang sumber daya manusia (SDM) masih sangat relevan, terutama dalam teori Human Resource Management (HRM/MSDM).

    Konsep bahwa kesejahteraan pekerja dan kondisi kerja yang baik dapat meningkatkan produktivitas adalah prinsip yang diterima secara luas dalam manajemen sumber daya manusia modern.

    Lebih jauh lagi dari pendekatan Owen terhadap kesejahteraan pekerja seolah mau mencerminkan prinsip-prinsip Corporate Social Responsibility (CSR) yang berkembang pada abad ke-21, di mana perusahaan tidak hanya bertanggung jawab kepada pemegang saham tetapi juga kepada kesejahteraan pekerja dan masyarakat sekitar, dalam konteks ini dimana perusahaan itu berdiri memiliki keterikatan moral terhadap lingkungan masyarakat setempat.

    Sumber: Commons Wikimedia (Akses 27 September 2024)

    Kontribusi Owen terhadap teori manajemen penting dilihat dalam konteks sejarah industri pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19.

    Kondisi kerja yang keras, seperti yang digambarkan oleh Owen, mendorong munculnya berbagai reformasi perburuhan di Eropa dan Amerika Serikat.

    Misalnya, Factory Act 1833 di Inggris, yang mulai membatasi jam kerja untuk anak-anak dan memperbaiki kondisi kerja, bisa dianggap sebagai respons terhadap kesadaran yang dibangkitkan oleh tokoh-tokoh seperti Owen.

    Teori manajemen Owen juga dapat dipahami melalui perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang cepat pada masa itu. Revolusi Industri membawa pergeseran besar dari ekonomi agraris ke industri, yang menimbulkan tantangan baru dalam pengelolaan tenaga kerja dan produksi.

    Owen adalah salah satu dari sedikit pengusaha pada masanya yang melihat manusia bukan hanya sebagai sumber daya produktif tetapi juga sebagai individu yang memiliki kebutuhan dan hak-hak yang harus dihormati.

    Dengan demikian Robert Owen yang merupakan seorang visioner dalam manajemen sumber daya manusia, menyumbangkan gagasannya tentang perbaikan kondisi kerja dan kesejahteraan pekerja terus memengaruhi teori dan praktik manajemen hingga hari ini.

    Meskipun dia hidup pada awal Revolusi Industri, pemikirannya masih relevan dalam diskusi modern tentang manajemen sumber daya manusia, CSR, dan etika bisnis.

    Perjalanan Owen dari manajer pabrik kapas ke pionir manajemen adalah semiotika untuk menunjukkan perhatian pada aspek manusiawi dalam organisasi dengan membawa perubahan signifikan dalam teori dan praktik manajemen, baik dalam konteks klasik maupun modern. (Diolah dari berbagai sumber.[S])

    Gerakan Fransiskan dalam Perlindungan Bumi dan Manusia

    Rapat JPIC Kalimantan Barat (2024)

    DUTA| Kesederhanaan sebagai Landasan Perlindungan Alam, saya pikir semua yang mengenal teladan dari Santo Fransiskus dari Assisi yang selalu memandang alam sebagai bagian integral dari ciptaan Tuhan memang menjadi keutamaan untuk dihormati dan dilindungi.

    Dalam tulisan Laudato Si’ yang dikeluarkan oleh Paus Fransiskus pada 24 Mei 2015, konsep kesederhanaan Fransiskus diterapkan sebagai panggilan untuk merawat bumi, terutama dalam konteks modern di mana eksploitasi lingkungan menjadi isu global.

    Paus Fransiskus mengutip Santo Fransiskus untuk menekankan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan menghindari gaya hidup yang merusak lingkungan.

    Di Kalimantan Barat, ancaman terhadap lingkungan sangat nyata, terutama dengan adanya deforestasi besar-besaran.

    Menurut laporan dari Environmental Investigation Agency (EIA) pada 5 Maret 2023, deforestasi di Kalimantan Barat mencapai tingkat kritis, dengan lebih dari 1,5 juta hektar hutan hilang dalam dua dekade terakhir akibat pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit.

    Kesederhanaan yang diajarkan oleh Santo Fransiskus dapat menjadi dasar moral yang kuat untuk melindungi alam di wilayah Kalbar, dilain sisi mengajak masyarakat untuk bijak dalam mengelola sumber daya alam.

    Dalam Homili Uskup Agustinus diberbagai kesempatan, zaman Fransiskan Belanda masuk ke Kalimantan Barat, ‘mukjizat’ nyata yang mereka perbuat untuk Bumi Kalimantan pertama-tama adalah pendidiikan (supaya orang pintar), Rumah Sakit (agar orang sembuh) dan menanam karet (agar ekonomi maju).

    Teladan dan perbuatan itu menjadi khas Fransiskan yang akhirnya kini peradaban di Kalimantan Barat menjadi fondasi dan kemudian masyarakat secara umum bisa menghadapi perubahan.

    Rapat JPIC Kalimantan Barat (2024)

    Keterkaitan dengan Isu Human Trafficking

    Santo Fransiskus jelas sekali mengajarkan tentang nilai intrinsik setiap manusia, yang harus dihormati dan dilindungi dari segala bentuk eksploitasi.

    Isu perdagangan manusia adalah salah satu bentuk eksploitasi yang paling serius, terutama di daerah-daerah yang rawan seperti Kalimantan Barat.

    Berdasarkan laporan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) yang diterbitkan pada 10 Desember 2022, Kalimantan Barat telah menjadi salah satu jalur utama perdagangan manusia di Indonesia, dengan banyak korban yang berasal dari komunitas miskin di pedalaman.

    Pendekatan kesederhanaan Fransiskus mengingatkan kita akan perlunya memperlakukan setiap orang dengan martabat dan kasih sayang.

    Fransiskus menolak segala bentuk penindasan dan memperjuangkan keadilan bagi semua orang. Ini sejalan dengan kebutuhan untuk memperkuat kebijakan anti-perdagangan manusia di Kalimantan Barat dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi mereka yang rentan terhadap eksploitasi .

    Konteks Kalimantan Barat dan Tantangannya

    Kalimantan Barat, dengan kekayaan alamnya, menghadapi tantangan serius dalam melindungi lingkungan dan manusia.

    Menurut laporan World Wildlife Fund (WWF) yang dipublikasikan pada 15 Juni 2023, Kalimantan Barat kehilangan sekitar 80.000 hektar hutan setiap tahun akibat deforestasi yang disebabkan oleh penebangan liar dan ekspansi perkebunan.

    Selain itu, isu perdagangan manusia juga menjadi perhatian serius, di mana laporan International Organization for Migration (IOM) pada 22 Januari 2023 mencatat peningkatan kasus perdagangan manusia di wilayah ini, terutama di daerah perbatasan.

    Pesan Santo Fransiskus tentang kesederhanaan dan cinta terhadap semua ciptaan memberikan panduan moral yang kuat untuk menghadapi tantangan ini.

    Kehidupan dan ajarannya menginspirasi perlunya keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan, serta urgensi untuk melindungi martabat manusia dari segala bentuk eksploitasi .

    Perlindungan Manusia dan Alam

    Dalam menghadapi tantangan yang dihadapi Kalimantan Barat, kita perlu memulai gerakan sadar yang berakar pada prinsip-prinsip kesederhanaan dan cinta kasih yang diajarkan oleh Santo Fransiskus.

    Gerakan ini harus mencakup upaya-upaya nyata untuk melindungi lingkungan dan melawan perdagangan manusia, yang keduanya saling terkait dan tidak dapat dipisahkan.

    Refleksi ini didasarkan pada ajaran Fransiskus yang diterjemahkan dalam konteks modern, seperti yang diuraikan dalam Laudato Si’.

    Ini mengajak kita untuk mengadopsi gaya hidup yang lebih sederhana dan lebih peduli terhadap lingkungan, serta memperjuangkan keadilan bagi mereka yang tertindas. Dengan langkah-langkah kecil namun bermakna, kita dapat menjadi bagian dari solusi, baik dalam melindungi alam maupun dalam memperjuangkan hak-hak manusia di Kalimantan Barat. [S].

    JPIC Kalbar Diundang Sosialisasi Bullying dan Human Trafficking di SMA Gembala Baik

    Pastor Pionius Hendi OFMCap bersama anak kelas XII di Gembala Baik Pontianak (2024)

    DUTA – Pontianak, JPIC (Justice, Peace, and Integrity of Creation) Kalbar pada 25-26 September 2024 telah mengadakan sosialisasi mengenai bullying dan human trafficking di SMA Gembala Baik, khususnya untuk siswa kelas XII.

    Kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap isu-isu sosial yang penting dan relevan di kalangan remaja.

    Sosialisasi tersebut memang sedari awal diharapkan dapat memberikan dampak positif dan meningkatkan kesadaran para siswa terhadap pentingnya menghentikan bullying dan melawan human trafficking.

    Pastor Pionius Hendi OFMCap dan Bruder Gerardus MTB sosialisasi Bullying dan Human Traficking di SMA Gembala Baik Pontianak (2024)

    Informasi serupa yang disampaikan oleh Pastor Pionius Hendi OFMCap bahwa banyak kasus-kasus bullying di sekolah-sekolah yang jarang disadari oleh mereka sendiri.

    Perlakuan dan perbuatan yang tak mereka sadari bisa dari bertutur hingga aksi-aksi yang bisa membawa pergaulan untuk melakukan tindakan bullying bahkan tanpa mereka sadari.

    Sesi sosialisasi itu dibawakan oleh Pastor Pionius Hendi, OFMCap sebagai Ketua JPIC Kalbar, didampingi oleh Bruder Gerardus MTB sebagai wakil dari JPIC Kalbar.

    Dalam penyampaiannya, Pastor Pionius dan Bruder Gerardus memberikan penjelasan praktis terkait dampak negatif bullying serta potensi terjadinya bahaya human trafficking yang mengancam generasi muda.

    Dalam tanggapannya, Pastor Pionius Hendi, OFMCap menyatakan, “Selamat siang, Saudara-saudari. Hari ini, saya dan Br. Gerard sudah menyelesaikan tugas kami dengan penuh semangat dan kegembiraan. Semoga kehadiran kami berdua sungguh bermanfaat bagi anak-anak didik di SMA GB kelas XI dan XII.”

    Bahkan dalam rapat temu badan pengurus JPIC Kalbar, menurut Pastor Pionius Hendi OFMCap, sebisa mungkin setiap anggota Fransiskan melakukan gerakan aksi nyata, mulai dari penyadaran untuk lingkungan, bahaya potensi terjadinya human traficking juga penyadaran akan pemeliharaan lingkungan hidup.

    Gerakan – gerakan kecil itu dilakukan sebagai bentuk perhatian sebagaimana Bapa Santo Fransiskus Assisi memberikan teladan. Semangat dari keteladanan itulah yang kemudian menjadi dasar bagi gerakan JPIC KALBAR untuk memulai hal-hal kecil yang terjangkau untuk menggerakkan situasi mulai dari perihal kecil. [S].

    English One Day Fun Meeting, Ini Tanggapan Kansa Mahasiswi San Agustin

    English One Day Fun Meeting (2024)

    DUTA, Media Center San Agustin| English Students Association (ESA) dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris berhasil menyelenggarakan acara English One Day Fun Meeting pada 7 September 2024.

    Acara ini berlangsung di Gedung C1 Kampus Utama Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo (San Agustin) Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

    English One Day Fun Meeting tidak hanya menjadi ajang berkumpul dan berbagi, tetapi juga memberi inspirasi dan semangat baru bagi para mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris San Agustin Ngabang untuk terus mengembangkan diri dan meraih prestasi.

    Kansa Afrila Tresi, mahasiswi berusia 19 tahun, membagikan kesan positifnya tentang acara tersebut.

    “Acaranya luar biasa sekali,” kata Kansa.

    Dia menjelaskan bahwa acara ini tidak hanya memberikan nasihat dan pelajaran berharga, tetapi juga menjadi ajang berkenalan dengan mahasiswa baru dan menyambut mereka sebagai bagian dari keluarga ESA.

    Acara semakin meriah dengan adanya berbagai kegiatan, termasuk talkshow yang menghadirkan tiga guest stars inspiratif. Para peserta juga berkesempatan untuk berbagi snack yang mereka bawa, menciptakan suasana keakraban dan kebersamaan.

    Salah satu highlight acara adalah sesi outbound yang seru dan menantang.

    Kansa menceritakan kesukaannya pada salah satu aktivitas outbound yaitu mendorong air dalam ember menggunakan bambu.

    “Aktivitas ini sangat sulit, tetapi kami bisa melihat bagaimana kekompakan tim kami dalam menyelesaikannya hingga akhirnya kami berhasil memenangkan babak tersebut,” tuturnya.

    Lebih dari sekadar hiburan, acara hari itu paling tidak memberikan pembelajaran berharga bagi peserta.

    Kansa melihat pentingnya pendidikan dan ketekunan dalam mencapai cita-cita, terutama dalam konteks Pendidikan Bahasa Inggris yang menurutnya memiliki banyak peluang di dunia kerja.

    Terkesan dengan suasana hangat yang tercipta, di mana mahasiswa yang awalnya tidak saling mengenal menjadi akrab.

    Prestasi beberapa mahasiswa yang membanggakan nama kampus semakin memotivasi Kansa dan teman-temannya untuk giat belajar. (Berdasarkan Laporan Veggi Mahasiswa San Agustin). [S]. 

    Membangun Peradaban Cinta di Sekolah

    Ilustrasi Peradaban Cinta di Sekolah (Sumber: pngtree)

    DUTA | Saat ini, para siswa mengalami tantangan yang berat terkait dengan pelajaran sekolah yang kian membebani. Ini semakin berat dengan proses pembelajaran di sekolah yang acapkali miskin cinta sehingga tidak menyenangkan siswa.

    Guru menyalahpahami siswa, siswa antipati pada guru.  Siswa dalam posisi tidak berdaya mengingat hubungan guru-siswa bercorak relasi kuasa. Siswa, dalam ketidakberdayaannya, hanya bisa geram dan benci terhadap guru yang tidak mereka sukai. Guru pun semakin sering menyalahkan siswanya.

    Selain kondisi proses pembelajaran yang tidak menyenangkan, para siswa juga menghadapi longsoran wibawa nilai-nilai dan runtuhnya norma-norma sosial dalam pergaulan yang membingungkan.

    Di zaman digital (mabuk internet) dan kepungan tayangan televisi yang tidak mendidik, kita tidak gampang mendidik anak remaja di tengah kecanduan gadget yang meracuni itu (lih. J. Sumardianta, 2013) dan kondisi kehidupan di masyarakat kita yang miskin keteladanan.

    Di tengah  kondisi proses pembelajaran yang tidak menyenangkan plus kondisi sosial, budaya, ekonomi, dan politik yang kian sumpek, nirketeladanan, disadari atau tidak, hal itu mendorong siswa berperilaku kasar bahkan anarkis.

    Mereka melampiaskan kemuakan mereka dengan melakukan perbuatan di luar nalar. Boleh jadi hal itu dilakukan sebagai bentuk protes atas segala kemunafikan, hipokrisi dan korupsi yang kian menggurita dan menggila di masyarakat kita.

    Remaja (siswa) kita membutuhkan suasana kondusif yang memungkinkan mereka tumbuh secara spiritual.

    Itulah sebabnya, membangun peradaban cinta di sekolah dan meracik serta memberikan pembelajaran bermakna dan kontekstual menjadi sangat penting. Bagaimana mewujudkannya?

    Di tengah rupa-rupa persoalan yang dihadapi siswa dengan segala dampaknya saat ini, proses pembelajaran yang bisa membantu pelajar terhubung secara lebih sadar dengan intelegensia abadi dalam hati,  menggeser para pelajar dari kepala ke nurani mereka, beranjak dari logika menuju waskita, melampaui persepsi menuju visi, dan mengatasi keduniawian dengan kesejatian sehingga membuat jiwa siswa menari kegirangan sungguh menjadi keniscayaan.

    Pada titik ini, peran guru sebagai motivator dan aktivator yang mampu menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan dan membahagiakan menjadi tuntutan.

    Bagaimana membuat agar siswa kita bahagia dalam aktivitas belajarnya mesti menjadi tujuan dalam kita mengajar dan mendidik untuk meledakkan prestasi puncak siswa.

    Agar kita mampu mewujudkan proses pembelajaran yang demikian, menjadi guru yang mampu menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan dan membahagiakan sehingga mampu menularkannya kepada para siswa kita, kita harus mampu berdamai dengan diri sendiri atas segala persoalan yang dialami dan memahami konsep diri sebagai guru  secara utuh.

    Pada titik ini, kemampuan guru untuk menghadirkan peradaban cinta dan kemampuan menyentuh hati siswa menjadi keniscayaan.

    Siswa bisa melupakan apa saja yang diajarkan dan dilakukan gurunya. Namun, siswa akan selalu mengingat dan mengenang apa saja yang membuat hati mereka tersentuh. Ini mestinya menjadi landasan pijak (paradigma) kita sebagai guru.

    Siswa tidak akan mengingat materi pembelajaran, tetapi merekam sentuhan kasih dan inspirasi baik yang tersurat maupun tersirat dari sang guru.

    Guru yang hebat bukan karena kuasanya. Guru yang dihargai dan dihormati karena menghargai dan menghormati siswanya.

    Guru yang mampu menghadirkan peradaban cinta di kalangan siswanya. Karena itu, guru mesti bermental driver (pengemudi), winner (bermental juara), dan good listener (pendengar yang baik) serta selalu merasa bahagia ketika berhasil mengantarkan dan merayakan kebahagiaan bagi siswanya.

    Kini, saatnya kita sebagai guru untuk melakukan perubahan dalam proses pembelajaran. Mari kita mengajar dan mendidik dengan kekuatan cinta yang memikat dan menyentuh.  Amor mundum fecit.

    Cinta itu menciptakan dunia. Amor vincit omnia. Cinta itu mengatasi segala-galanya. Cinta adalah senjata yang paling ampuh saat menghadapi situasi kritis dan kondisi darurat (termasuk menghadapi kegersangan moralitas dan kebangkrutan spiritual siswa).

    Mari kita menjadi Guru Kebahagiaan bagi siswa-siswi kita. Niente Senza Gioia (Tiada hari tanpa kegembiraan).

    Saatnya kita memahat kebajikan khas bagi generasi peradaban negeri ini.

    Mari kita menjadi elang  yang bisa terbang tinggi sehingga memiliki jarak pandang yang sangat luas dan jauh ke depan agar kita mampu mengajar dan mendidik siswa generasi digital ini dengan penuh cinta.

    “Do the best and let God do the rest”. Berusaha sebaik mungkin sembari percaya Tuhan sendiri yang akan membereskan sisanya.

    Mudah-mudahan pemikiran sederhana ini dapat berkontribusi dan menjadi inspirasi bagi teman-teman yang telah memilih profesi guru sebagai jalan kehormatannya sehingga mampu memfasilitasi dan mengaktifasi siswa dalam optimalisasi talenta yang mereka miliki.

    Oleh: Y Priyono Pasti | Penulis Alumnus USD Yogya Guru di SMP/SMA St. F. Asisi Pontianak – Kalimantan Barat. 

    Jessen Mahasiswa AKUB Alumni SMKS Citra Borneo, Berbagi Inspirasi Siswa Kelas 12

    Jessen Mahasiswa AKUB Alumni SMKS Citra Borneo Berbagi Inspirasi Siswa Kelas 12 (2024)

    DUTA, Media Center San Agustin | 18 September 2024 – Belum lama ini, bertempat di Sungai Ambawang, pada 29 Agustus 2024 di SMKS Citra Borneo Sungai Ambawang, Alfaro Faustino Pangkado Jessen, yang merupakan alumni kini sedang menempuh semester 3 di Akademi Keuangan dan Perbankan Grha Arta Khatulistiwa Pontianak (AKUB) yang diundang untuk menjadi narasumber dalam kegiatan ‘Sharing Alumni’ yang diikuti oleh 60 siswa kelas 12.

    Kegiatan itu merupakan bagian dari program BMW (Bekerja, Melanjutkan, dan Wirausaha), yang bertujuan mempersiapkan siswa menghadapi pilihan setelah lulus dari pendidikan menengah.

    Jessen, lulus tahun 2023 terpilih dari angkatan alumninya untuk berbagi pengalaman dan motivasi kepada adik-adik kelasnya.

    Dalam sesi tersebut, Jessen menyampaikan pentingnya memanfaatkan kesempatan belajar di sekolah dan menekankan bahwa sikap atau attitude.

    Jessen di SMK Citra Borneo (2024)

    Menurutnya, hal yang paling utama yang harus dikembangkan dalam dunia pendidikan merupakan ‘sikap’. Karena dari sikap itulah yang kemudian dapat berdampak pada situasi pekerjaan setelah mereka menyelesaikan pendidikan.

    “Saya menekankan bahwa seberapa tinggi jabatan atau ilmu yang dimiliki, semuanya akan sia-sia tanpa adanya sikap hormat dan sopan santun,” ucap Jessen.

    Dia juga mengibaratkan hidup seperti padi, yang semakin berisi semakin menunduk. Pesan itu bertujuan mengingatkan siswa bahwa kerendahan hati dan etika adalah kunci dalam menjalani karier dan kehidupan.

    Tidak hanya itu, Jessen juga memberikan gambaran tentang dunia praktik kerja industri (prakerin) yang akan dihadapi para siswa.

    Dia dengan terang membagikan pengalaman pribadi tentang betapa berbeda dan menantangnya lingkungan kerja dibandingkan dengan lingkungan sekolah, serta pentingnya mental yang kuat dalam menghadapi tekanan dari atasan seperti kepala bengkel atau manajer.

    Jessen di SMK Citra Borneo (2024)

    Dalam sesi tanya jawab, Jessen mendapat pertanyaan menarik mengenai keputusannya melanjutkan studi ke perguruan tinggi di bidang keuangan, meskipun latar belakang pendidikannya di SMK adalah jurusan otomotif.

    Tegas dia menjawab dengan penuh keyakinan bahwa setiap orang berhak menentukan arah hidupnya sendiri.

    “Hidup itu pilihan. Dulu saya belajar otomotif, sekarang saya belajar keuangan dan perbankan karena saya punya mimpi menjadi seorang wirausaha yang mampu memanajemen keuangan dan waktu dengan baik. Cita-cita saya adalah membuka bengkel mobil,” jelas Jessen dengan emoji senyum saat mengirimkan keterangan wawancara pada Media Center San Agustin.

    Lanjut dari itu, kegiatan ‘Sharing Alumni’ hari itu menjadi momen inspiratif bagi siswa SMKS Citra Borneo Sungai Ambawang.

    Tak lupa Jessen berharap, semangat dan motivasi yang telah dia bagikan dapat membantu mereka menjadi sumber daya manusia yang berkualitas, mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, dan sukses dalam bidang yang mereka pilih.

    “Saya berharap, perjuangan kalian membuahkan hasil yang membanggakan, baik bagi diri sendiri maupun bagi para guru di SMKS Citra Borneo,” tutup Jessen. [S].

    Mahasiswa San Agustin KKN di Dusun Ampar Saga 2 Landak

    Kunjungan ke Kepala Dusun Ampar Saga 2 (2024)

    DUTA, Media Center San Agustin | Amboyo Inti, 18 September 2024 | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata alias KKN dari Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo baru saja memulai program pengabdian masyarakat mereka di Dusun Ampar Saga 2, Desa Amboyo Inti, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

    “Kedatangan mereka  disambutan hangat dari perangkat desa dan warga setempat,” setidaknya itulah pengakuan Veggie hasil dari wawancara rekannya yang turut andil dalam KKN hari itu.

    Salah satu diantara peserta, Yulita (22), menyampaikan kesannya saat disambut oleh warga setempat. Dalam pengakuannya itu dengan terang dia mengatakan bahwa mereka sangat terkesan dengan penyambutan yang diberikan.

    “Kami merasa sangat diterima di sini. Perangkat desa dan warga bahkan telah menyiapkan rumah untuk kami tinggali selama program KKN berlangsung,” kata Yulita.

    Semarak  ‘hangat’ dan antusiasme warga dengan kedatangan mahasiswa KKN itu terlihat jelas.

    Tampak pada salah satu peristiwa bahwa pemilik rumah yang menjadi tempat tinggal mahasiswa menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap program-program yang akan dilaksanakan dalam KKN.

    Yulita juga menambahkan bahwa masyarakat tampak antusias dan ingin tahu tentang rencana kegiatan KKN kedepan.

    Lanjut dari itu, dalam laporan Veggie dituliskan bahwa telah tercapai kesepakatan antara mahasiswa dan warga untuk saling membantu selama pelaksanaan KKN.

    Menurutnya, peristiwa tersebut diharapkan dapat memaksimalkan manfaat program pengabdian masyarakat ini, baik bagi mahasiswa maupun warga Dusun Ampar Saga 2.

    “Program KKN ini merupakan bagian dari upaya Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo untuk berkontribusi pada pengembangan masyarakat, sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang telah mereka peroleh di bangku kuliah,” tulis Veggie dalam laporannya.

    Veggie juga melanjutkan, dengan sambutan hangat dan dukungan penuh dari warga setempat, diharapkan program KKN dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Dusun Ampar Saga 2 serta menjadi pengalaman berharga bagi para mahasiswa peserta KKN. [S].

    Narasumber: Yulita (22)
    Laporan: Veggie – Mahasiswa San Agustin.

    Efektifkan Penerapan Program P5 di Sekolah, Tim Dosen ISB Lakukan Pendampingan

    Tim Dosen ISB (2024)

    DUTA – Bengkayang, ISB | Rabu, 18 September 2024 – Tim Pengabdian Masyarakat yang terdiri dari para Dosen dan Mahasiswa dari Institut Shanti Bhuana Bengkayang, melakukan pendampingan kepada siswa dan Guru di SDN 01 Bengkayang Kalimantan Barat.

    Pelaksanaan pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanan program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila(P5) yang saat ini sangat gencar dilakukan oleh pemerintah untuk diimplementasikan di sekolah, karena merupakan bagian integral dari pelaksanaan kurikulum merdeka.

    Ketua tim pengabdian masyarakat, Siprianus Jewarut S.S., M.Pd pada kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa pelaksanaan pendampingan ini bertujuan agar para siswa dan Guru memiliki pengalaman dan pengetahuan baru dalam menerapkan program P5.

    “Kita lakukan pendampingan agar mitra memiliki pengalaman dan pengetahuan baru tentang pelaksanaan P5 di sekolah. Karena semakin banyak pengalaman dan pengetahuan tentu saya pelaksanaan program akan semakin kreatif dan penuh inovasi,”demikian kata Sipri.

    Ia menjelalskan bahwa dalam pelaksanaan pendampingan tersebut tim berupaya menggali potensi pangan lokal berupa komoditas jagung.

    “Kenapa jagung? Karena jagung, merupakan komoditas unggulan di Kabupaten Bengkayang. Setiap tahunnya hasil panen jagung di Bengkayang cukup melimpah. Maka kreasi olahan jagung dan pemanfaatan limbah jagung menjadi agenda pendampingan,” jelasnya.

    Efektifkan Penerapan Program P5 di Sekolah, Tim Dosen ISB Lakukan Pendampingan (2024)

    Lebih lanjut, dia berharap agar tahapan pendampingan yang dilakukan oleh tim saat ini memberikan kontribusi yang baik bagi mitra dalam hal ini SDN 01 Bengkayang agar bisa lebih berkreasi dalam melaksanakan program P5 di sekolah.

    Dalam pelaksanaan pendampingan para siswa dan tim Guru SDN 01 Bengkayang sangat antusias mengikuti pendampingan tersebut. Sementara tim pendamping yang hadir pada saat itu diantaranya Bapak Siprianus Jewarut, S.S., M.Pd, Usman, S.E., M.M., Margaretha Lidya Sumarni, S.Pd., M.Pd, Felisitas Viktoria Melati, S.S., M.Pd dan Mahasiswa. [S]

    TERBARU

    TERPOPULER