Sunday, May 17, 2026
More
    Home Blog Page 49

    Sekolah Katolik TK dan SD Marie Joseph Pontianak, Tempat Tumbuhnya Generasi Berkarakter

    Poster Penerimaan (2024)

    Duta, Pontianak | Rabu, 06 November 2024 – Sekolah Katolik Marie Joseph Pontianak menyambut para siswa dalam suasana penuh cinta dan disiplin yang berlandaskan nilai-nilai Katolik.

    Sekolah ini berkomitmen untuk memberikan pendidikan berkualitas yang tidak hanya berfokus pada kemampuan akademis, tetapi juga pada pembentukan karakter yang kuat dan moral yang kokoh.

    Dengan pendekatan holistik yang menggabungkan kegiatan akademik, kreatif, dan spiritual, Sekolah Marie Joseph membantu setiap anak untuk tumbuh dan berkembang dengan optimal.

    Di jenjang TK dan SD, Sekolah Marie Joseph meyakini bahwa setiap anak memiliki potensi besar yang perlu diasah.

    Kurikulum yang dirancang khusus memungkinkan anak-anak belajar melalui pengalaman yang menyenangkan dan bermakna, sambil menanamkan nilai-nilai penting seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.

    Poster Penerimaan (2024)

    Sekolah ini juga dilengkapi dengan fasilitas modern dan didukung oleh guru-guru profesional yang berpengalaman, menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi para siswa.

    Selain itu, kegiatan ekstrakurikuler seperti seni, olahraga, dan aktivitas rohani turut diberikan untuk mendukung pengembangan bakat dan minat anak-anak.

    Sekolah Katolik Marie Joseph Pontianak mengajak para orang tua untuk bersama-sama menumbuhkan iman, ilmu, dan kasih dalam diri putra-putri mereka, demi membentuk generasi masa depan yang cerdas, berkarakter, dan berjiwa pemimpin. [S].

    Biaya-biaya.
    Poster Penerimaan

    Bimbingan Teknis PAUD Holistik Integratif Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Kabupaten Landak

    Bimbingan Teknis PAUD Holistik Integratif Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Kabupaten Landak (2024)

    Duta, Media Center San Agustin, Landak | Pada 1 November 2024, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Landak mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Penyelenggaraan Pengembangan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik Integratif.

    Acara ini bertujuan untuk mensosialisasikan pengembangan pendidikan anak usia dini yang berkualitas dan menyeluruh di Kabupaten Landak. Bimtek ini diikuti oleh 100 kepala TK dan PAUD dari seluruh wilayah kabupaten dan berlangsung di Hotel Hanura dari tanggal 30 Oktober hingga 1 November 2024.

    Salah satu narasumber yang hadir dalam kegiatan ini adalah Tuminah, yang akrab disapa Bunda Mona.

    Beliau merupakan dosen Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo dan telah menjadi Mitra PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Landak selama lebih dari sepuluh tahun.

    Dalam sesinya, Bunda Mona membahas pentingnya PAUD yang berkualitas melalui 8 elemen utama yang perlu dipahami oleh seluruh Satuan PAUD. Untuk membangkitkan semangat peserta, ia melakukan sesi ice breaking dan diskusi interaktif tentang konsep PAUD Holistik.

    PAUD Holistik Integratif Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Kabupaten Landak (2024)

    Di akhir sesi, Bunda Mona memberikan lima hadiah hiburan bagi peserta yang paling aktif.

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Landak, Hari Mulyadi, membuka acara ini.

    Berdasarkan dalam laporan Bunda Mona pada Media Center San Agustin bahwa Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya tanggung jawab seluruh peserta dalam mengikuti kegiatan Bimtek.

    “Hari juga menyampaikan bahwa penerapan PAUD Holistik Integratif ini diharapkan dapat membantu menekan angka kasus stunting di Kabupaten Landak, yang masih cukup tinggi,” katanya.

    Dia juga berharap agar kegiatan Bimtek PAUD Holistik Integratif menjadi awal dalam langkah penting meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini dan mewujudkan generasi yang sehat dan cerdas di Kabupaten Landak. [S].

    Wisuda UWDP, Kedepankan ‘Soft Skills’ di Dunia Kerja dan Wirausaha

    Potret kebanggaan bersama para lulusan terbaik dari setiap prodi, Senat Universitas Widya Darma Pontianak, perwakilan Gubernur Kalimantan Barat, Kepala LLDikti Wilayah XI Kalimantan, Uskup Agung Pontianak, serta Bapak/Ibu Forkopimda, didampingi oleh Yayasan Widya Darma (2024)

    Duta, Pontianak | Non scholae sed vitae discimus semboyan yang berarti “kita belajar bukan untuk sekolah, tetapi untuk hidup”.

    Semboyan ini berasal dari bahasa Latin yang merupakan semboyan dari Universitas Widya Darma Pontianak (UWDP). Belum lama ini, UWDP telah sukses menyelenggarakan wisuda kelima di Aula Qubu Resort, Pontianak, senin 28 Oktober 2024.

    Acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan khidmat, diawali dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Widya Dharma yang dikumandangkan oleh para hadirin

    Sidang terbuka Senat UWDP secara resmi dibuka oleh Ketua Senat, Dr. Hartono, sebagai awal dari acara wisuda.

    Prosesi dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Pastor Dr. Mayong Andreas Acin, OFM Cap., S.Ag., Lic.Th., sebagai tanda harapan agar wisuda ini membawa keberkahan bagi para lulusan.

    Dari 1986 – 2024 (WD – UWDP)

    Rektor UWDP, Dr. M. Hadi Santoso, S.E., M.M., dalam sambutannya menegaskan makna penting wisuda yang bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda. “Wisuda ini adalah yang kelima sejak UWDP menjadi universitas pada 26 Agustus 2019,” ujarnya.

    Sebanyak 756 lulusan sarjana diluluskan pada tahun ini, sehingga total wisudawan UWDP sejak perubahan status menjadi universitas mencapai 3.557 orang.

    Dari tahun 1986 hingga 2024, UWDP telah meluluskan 19.538 sarjana dan diploma yang telah berkontribusi di berbagai perusahaan nasional dan internasional.

    Rektor juga menyoroti pentingnya pengembangan soft skills di dunia kerja.

    “Kesuksesan di dunia kerja tidak hanya bergantung pada kemampuan akademik (hard skills) tetapi juga soft skills, seperti karakter dan kepemimpinan,” ujar Dr. Hadi, mengutip penelitian Harvard University yang menunjukkan bahwa soft skills menentukan 85% kesuksesan karier.

    Dr. Hadi turut mengucapkan selamat kepada para lulusan terbaik yang menorehkan prestasi membanggakan, antara lain Lala Selvia Halim, S.Ak., dari prodi Akuntansi; Novia Sundari, S.M., dari prodi Manajemen; Noppri Santoso, S.Kom., dari prodi Informatika; Jekkri Parlindungan Tarigan, S.Kom., dari prodi Sistem Informasi; dan Chyntia Valencia, S.Bns., dari prodi Bisnis Digital, yang merupakan lulusan pertama program studi ini.

    Non scholae sed vitae discimus

    Polycarpus Widjaja Tandra, S.H., M.M., Ketua Yayasan Widya Dharma, dalam sambutannya mengingatkan pentingnya motto UWDP, Non scholae sed vitae discimus, yang berarti “kita belajar bukan hanya untuk sekolah, tetapi untuk hidup.”

    Widjaja Tandra berharap agar lulusan UWDP senantiasa membawa manfaat dan menjaga citra positif almamater di masyarakat.

    Tracer study

    Dr. Drs. Muhammad Akbar, M.Si., Kepala LLDikti Wilayah XI Kalimantan, menyampaikan selamat kepada para lulusan.

    Ia mengingatkan pentingnya tracer study untuk mengetahui keberadaan para lulusan serta memberikan umpan balik bagi penyempurnaan kurikulum UWDP, agar tetap sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

    “Kami mendengar bahwa alumni UWDP banyak yang membuka lapangan kerja baru, yang merupakan kontribusi besar bagi bangsa,” ujarnya.

    Talenta dan Peran Krusial UWDP

    Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus menyampaikan pesan penuh motivasi bagi para lulusan agar mampu memanfaatkan talenta masing-masing. Menurutnya memajukan bangsa dengan talenta  merupakan bagian dari ekstrak ilmu pengetahuan yang diperoleh dari dunia pendidikan.

    “Jadilah dirimu sendiri, dan tetaplah memajukan bangsa ini dengan talenta yang unik,” pesannya.

    Uskup Agustinus Agus juga memberikan apresiasi atas peran UWDP dalam mencerdaskan masyarakat Kalimantan Barat, khususnya di wilayah pedalaman yang masih membutuhkan akses pendidikan.

    Sejalan dengan itu Drs. Alexander Rambonang, MMA dari Staff Ahli Bidang Sumber Daya Manusia mewakili Pj. Gubernur Kalimantan Barat, menyampaikan selamat kepada seluruh lulusan dan keluarga yang mendukung mereka. Ia mengarapkan agar UWDP terus konsisten dalam meningkatkan kualitas pendidikan demi menghasilkan lulusan profesional di berbagai bidang.

    Sebagai perwakilan dari wisudawan, Jekkri Parlindungan Tarigan, S.Kom., menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya kepada seluruh pimpinan, dosen, dan staf UWDP.

    Jekkri mengatakan UWDP adalah rumah kedua yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar serta berkembang.

    “Dengan motto Non scholae sed vitae discimus, UWDP telah menjadi rumah kedua kami, yang mengajarkan nilai kehidupan, kerja sama, dan keberagaman. Kami sangat bangga menjadi bagian dari keluarga besar UWDP dan siap menjaga nama baik almamater” ujar Jekkri.

    Penghargaan Lulusan Terbaik

    Acara ini juga menjadi momen spesial bagi lulusan terbaik di setiap program studi, yang menerima cincin penghargaan dan berkesempatan berfoto bersama para dosen serta jajaran senat. Para lulusan terbaik tahun ini adalah:

    • Novia Sundari, S.M. (Manajemen, IPK 4.00)
    • Lala Selvia Halim, S.Ak. (Akuntansi, IPK 3.98)
    • Jekkri Parlindungan Tarigan, S.Kom. (Sistem Informasi, IPK 3.94)
    • Noppri Santoso, S.Kom. (Informatika, IPK 3.95)
    • Chyntia Valencia, S.Bns. (Bisnis Digital, IPK 3.96)

    Seagai lulusan terbaik dari program studi Manajemen, Novia Sundari, S.M., menyatakan rasa bangga dan haru atas pencapaian yang membanggakan keluarga.

    Dia juga berharap untuk terus mengembangkan diri dan karier di masa depan.

    “Saya berencana memperkaya portofolio untuk menjadi pribadi yang lebih unggul di dunia kerja, termasuk memperdalam kemampuan berbahasa,” kata Novi.

    Lanjut dari itu, dalam wawancara langsung oleh KOMSOS Keuskupan, Dr. M. Hadi Santoso, S.E., M.M., menyampaikan harapannya agar para lulusan mampu berkontribusi positif bagi Indonesia, khususnya Kalimantan Barat.

    “Kami berharap dengan wisuda hari ini, seluruh lulusan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat, membangun Indonesia yang lebih baik di masa depan,” katanya.

    Dia menambahkan bahwa dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XI Kalimantan, perwakilan dari Kementerian berharap agar ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat bermanfaat luas di masyarakat Kalimantan Barat bahkan di seluruh tanah air.

    “Dengan bertambahnya jumlah wisudawan, UWDP semakin menunjukkan perannya dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas untuk masa depan,” tambahnya.

    Dr. M. Hadi juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi bagi para lulusan, untuk mengaplikasikan ilmu tidak hanya di Pontianak tetapi juga di berbagai wilayah Kalimantan Barat dan Indonesia.

    Dengan prosesi wisuda ini, UWDP menutup lembaran perjalanan pendidikan yang akan berlanjut di masyarakat, membawa harapan baru bagi para lulusan yang siap berkontribusi dan mengukir prestasi di tengah masyarakat.

    Wisuda kelima UWDP ini ditutup dengan rasa syukur dan kebanggaan, menandai babak baru bagi para lulusan yang siap untuk mengaplikasikan ilmu mereka di masyarakat. (L – Rid).

    Paus Fransiskus Tunjuk Pastor Agustinus Tri Budi Utomo Pimpin Keuskupan Surabaya

    Paus Fransiskus Tunjuk Pastor Agustinus Tri Budi Utomo Pimpin Keuskupan Surabaya (2024) - Sumber:

    Duta, Pontianak | Pemimpin Gereja Katolik, Bapa Suci Paus Fransiskus angkat seorang Pastor di Keuskupan Surabaya di Jawa Timur jadi Uskup.

    Kabar sukacita ini diumumkan dalam Perayaan Ekaristi di Gereja Hati Kudus Yesus, Katedral Keuskupan Surabaya.

    Administrator Diosesan Keuskupan Surabaya, Pastor Yosef Eko Budi Susilo pimpin Perayaan Ekaristi ini pada sore hari, Selasa 29 Oktober 2024.

    Uskup baru untuk Keuskupan Surabaya adalah Mgr Agustinus Tri Budi Utomo yang diakrab dengan nama Romo Didik.

    Profil Mgr Didik

    Semasa menjadi Pastor biasa disapa Mgr Didik lahir di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, 12 April 1968. Ia ditahbiskan imam pada tanggal 27 Agustus 1996.

    Mgr Agustinus Tri Budi Utomo juga pernah menjadi Vikaris Jenderal Keuskupan Surabaya.

    Sebelum terpilih sebagai Uskup barus Keuskupan Surabaya, Mgr Agustinus Tri Budi Utomo menjabat sebagai Delegatus Administrator Diosesan Kevikepan Pastoral, Keuskupan Surabaya dan tinggal di Paroki Sakramen Maha Kudus Surabaya

    Mgr Agustinus Tri Budi Utomo menyelesaikan pendidikan di Seminari Tinggi St. Giovani XXIII Malang 1989-1996.

    Kemudian melanjutkan pendidikan S1 dan S2 di STF Widya Sasana Malang. Sementara pengalaman pastoralnya.

    Mgr Agustinus Tri Budi Utomo pernah bekerja baik sebagai pastor paroki maupun pastor rekan di beberapa paroki baik di Keuskupan Surabaya maupun sebagai misionaris domestik di Keuskupan Ketapang.

    Mgr Agustinus Tri Budi Utomo juga memiliki berbagai pengalaman non teritorial seperti pastor mahasiswa.

    Mgr Agustinus Tri Budi Utomo menjadi dosen Agama Katolik di UNAIR, direktur LKD, Ketua Yayasan Yohanes Gabriel Sub Perwakilan Blora, dan lainnya.

    Terpilihnya Mgr Agustinus Tri Budi Utomo ini adalah momen bersejarah bagi Keuskupan Surabaya. Kita bersyukur kepada Tuhan atas terkabulnya doa-doa kita setiap hari, mohon uskup baru,” kata Pastor Yosef Eko Budi Susilo.

    “Uskup Keuskupan Surabaya terpilih menjadi teladan iman dan teladan kasih bagi kita. Kita dukung dalam pelayanannya kelak, membawa umat Surabaya semakin dewasa dan semakin dekat dengan Tuhan”, katanya. (J Sucinda – Umat Katolik).

    UWDP Gelar Yudisium 756 Mahasiswa/wi di Aula Qubu Resort, Pontianak

    Yudisium UWDP (2024)

    Duta, Pontianak | Universitas Widya Darma Pontianak alias UWDP  sukses menggelar acara yudisium bagi 756 mahasiswa yang telah menyelesaikan studi, bertempat di Aula Qubu Resort, Minggu, 27 Oktober 2024, pukul 16.00 WIB.

    Kegiatan ini meluluskan mahasiswa dari dua fakultas besar di UWDP: Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Fakultas Teknologi Informasi (FTI), yang diselenggarakan dalam suasana penuh haru dan kebanggaan.

    Selain menandai kelulusan, Yudisium kali ini juga menjadi ajang untuk memberikan apresiasi kepada mahasiswa/wi berprestasi dari berbagai program studi.

    Menurut laporan dari tim KOMSOS Keuskupan, yudisium kali ini FEB meluluskan 556 mahasiswa/wi, dengan rincian 413 mahasiswa/wi dari Program Studi Manajemen dan 143 mahasiswa/wi dari Program Studi Akuntansi.

    Sementara itu, FTI meluluskan 200 mahasiswa/wi yang terdiri dari 94 mahasiswa/wi Program Studi Sistem Informasi, 73 mahasiswa/wi dari Program Studi Informatika, dan 33 mahasiswa/wi dari Program Studi Bisnis Digital.

    Dalam laporan itu dikatakan bahwa tahun 2024 ini menjadi spesial karena angkatan pertama bagi lulusan Program Studi Bisnis Digital sejak didirikan pada 2019.

    Pembacaan SK Yudisium dilakukan oleh masing-masing ketua program studi, diantara ada:

    1. Dr. M. Lauw Sun Hiong, S.E., M.M. – Ketua Program Studi Manajemen S1
    2. Febriana Louw, S.E., M.M., M.Ak. – Ketua Program Studi Akuntansi S1
    3. Thommy Willay, S.Kom., M.Kom. – Ketua Program Studi Sistem Informasi S1
    4. Susana, S.Kom., M.TI. – Ketua Program Studi Informatika S1
    5. Krisyesika, S.Kom., M.T.I. – Ketua Program Studi Bisnis Digital S1
    Foto kebersamaan para pimpinan inspiratif di Universitas Widya Darma Pontianak: Dekan FEB Dr. M. Lianto, S.Ag., M.M. dan Dekan FTI Paskalia Kartini, S.T., M.T. , Dr. M. Lauw Sun Hiong, S.E., M.M. (Ketua Prodi Manajemen S1), Febriana Louw, S.E., M.M., M.Ak. (Ketua Prodi Akuntansi S1), Thommy Willay, S.Kom., M.Kom. (Ketua Prodi Sistem Informasi S1), Susana, S.Kom., M.TI. (Ketua Prodi Informatika S1), Krisyesika, S.Kom., M.T.I. (Ketua Prodi Bisnis Digital S1) (2024)

    Penghargaan dan Sambutan

    Pada kesempatan tersebut, piagam penghargaan diberikan oleh Dekan FEB, Dr. M. Lianto, S.Ag., M.M., dan Dekan FTI, Paskalia Kartini, S.T., M.T. Acara juga diisi dengan kata sambutan dari Paskalia Kartini yang menyampaikan bahwa momen ini adalah saat yang istimewa bagi para lulusan dan seluruh civitas akademika UWDP.

    Lianto menekankan pentingnya menjaga integritas, terus belajar, dan menambah keterampilan digital untuk menghadapi tantangan era teknologi yang begitu pesat.

    “Ini adalah awal dari tantangan baru dan kesempatan baru. Teruslah mengembangkan keterampilan, beradaptasi, dan jadilah alumni yang membanggakan UWDP. Kalian diharapkan mampu menerapkan ilmu yang didapat untuk berkontribusi di masyarakat, serta terus menjaga integritas dan etika,” kata Lianto.

    Dari Yayasan UWDP, Pastor Amandus Ambot, S.Ag. Lic.Th. OFMCap turut menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa/wi yang telah berjuang hingga lulus.

    Dalam sambutannya, ia berharap ilmu yang diperoleh bisa bermanfaat, serta berharap para lulusan tetap membawa nama baik almamater di dunia kerja dan masyarakat.

    “Perjalanan kalian di kampus ini telah dipenuhi dengan tantangan, tetapi kami bangga dapat menyaksikan dedikasi dan semangat kalian. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat bagi masyarakat, nusa, dan bangsa,” kata Pastor Amandus.

    Pastor Ambot juga menyampaikan apresiasi kepada dosen yang telah mendukung dan membimbing para lulusan selama masa perkuliahan.

    Rencana Pengembangan Diri

    Salah satu lulusan berprestasi, Noppri Santoso, S.Kom., dengan IPK 3,95 dari Program Studi Informatika, membagikan pengalamannya selama kuliah.

    “Walaupun sempat gap year dan harus belajar dari awal tentang coding, saya belajar banyak hal yang mendukung pengembangan diri saya. Tantangannya cukup besar, tetapi seiring waktu, saya bisa mengikuti ritme perkuliahan dan menikmati setiap proses belajar di Program Studi Informatika. Rencana ke depan adalah terus mengembangkan diri dan mungkin melanjutkan ke jenjang S2 jika ada kesempatan,” ungkapnya penuh optimisme.

    Acara Yudisium ditutup dengan doa bersama, penampilan tari tradisional, dan persembahan paduan suara dari mahasiswa/wi Universitas Widya Darma Pontianak.

    Dengan ini, Universitas Widya Darma resmi melepas 756 lulusannya yang siap untuk melangkah ke dunia profesional dan mengharumkan nama almamater.

    Para lulusan diharapkan mampu menghadapi tantangan di masa depan dengan semangat belajar dan adaptasi yang tinggi serta menjaga nilai dan karakter yang telah mereka bangun selama di bangku perkuliahan. (L & Rid).

    Misionaris Kalimantan Telah Berpulang di Usia 99 Tahun, Selamat Jalan Pastor Amantius Pijnenburg OFMCap

    27 Oktober 2024 Pastor Amantius Pjnenburg OFMCap (2024)

    Duta, Breda | 26 Oktober 2024 – Pastor Amantius (Johannes F.) Pijnenburg, OFMCap, saudara Kapusin yang tercinta, telah berpulang dengan tenang pada usia 99 tahun di biara Mater Dei, Breda.

    Pastor Amantius menjalani hidupnya dengan langkah perjuangan cinta yang tinggi, mengabdikan 79 tahun sebagai Kapusin dan 72 tahun sebagai imam. Kehidupan misinya telah menorehkan kesan di berbagai tempat, khususnya di (Borneo) Kalimantan, Indonesia.

    Lahir di Gilze pada 29 September 1925, Jan Pijnenburg memulai jalan spritualitasnya sebagai saudara dina kapusin pada tahun 1945. Pada tahun 1952, dia ditahbiskan menjadi imam dan, sukacita, ditugaskan sebagai misionaris ke Kalimantan.

    Persis pada 1957, dia melanjutkan misinya di Pemangkat (Kabupaten Sambas), melayani komunitas Tionghoa setempat. Sejak tahun 1963 hingga 1974, Pastor Amantius menjadi guru sekaligus direktur di seminari kecil di Nyarumkop, membuka peluang yang sama untuk mendengarkan panggilan bagi generasi muda.

    Berdasarkan informasi yang dipublikasi pada portal Kapucijnen, dituliskan bahwa Pastor Amantius juga pernah melayani sebagai Superior Kapusin di Kalimantan dari tahun 1974 hingga 1981. Meski dia mengakui bahwa peran itu sebagai “pekerjaan yang sulit,” namun Pastor Amantius OFMCap (kaul ketaatan pada komunitasnya) dia tetap setia merawat dan membimbing saudara-saudaranya.

    Pada 1977, pengalaman dengan pembaruan karismatik memperkaya spiritualitasnya dan sejak itu, dia kerap mengadakan retret spiritual.

    Lanjut pada 1981, Pastor Amantius dipercaya membina para religius di Keuskupan Agung Pontianak, sekaligus mengajar di Nyarumkop. Menurut catatan bahwa dalam tugasnya itu dia menjalankannya dengan antusias, membantu mempersiapkan kaum muda untuk panggilan hidup religius atau imamat.

    Selamat Jalan Pastor Amantius OFMCap, Doakan kami yang masih berziarah di dunia ini. (Sumber: Kapucjinen)

    Namun, pada 1995, Pastor Amantius OFMCap harus kembali ke Belanda akibat masalah kesehatan. Meskipun demikian, kembalinya dia di Den Bosch, Pastor Amantius tetap aktif memberikan retret dan refleksi karismatik hingga usia 80 tahun.

    Kesehatannya yang menurun tidak-lah menghalangi pengabdiannya. Bahkan dengan keterbatasan penglihatan dan pendengaran, dia terus melayani di ruang pengakuan dosa dan konsultasi.

    Sejak 2017, Pastor Amantius tinggal di Tilburg, di mana dia disambut dengan penuh kasih. Hingga akhir hayatnya, Pastor Amantius dikenal sebagai sosok yang tenang, ramah, dan kuat secara rohani, serta selalu bersyukur dalam setiap keadaan.

    Akhir pesannya berakar pada keyakinan dan keteguhan iman yang semakin ‘mengakar’.

    Pastor sering mengungkapkan betapa ayat Yesaya 43:1-7 menguatkannya, di mana Tuhan berkata, “Engkau berharga di mata-Ku, sangat berharga! Aku mencintaimu.” Keyakinan inilah yang menjadi sumber kedamaiannya hingga akhir hidupnya.

    Dalam pengumuman yang dituliskan pada Portal berita Kapucijnen disampaikan bahwa bagi yang ingin mengucapkan selamat jalan untuk Pastor Amantius OFMCap, dia disemayamkan di kamarnya di biara Mater Dei.

    Mereka menyampaikan bahwa umat dapat berkunjung pada Selasa, 29 Oktober, pukul 16.00 hingga 16.45. Pada pukul 17.00, akan diadakan acara peringatan terbuka di kapel Mater Dei, Brabantlaan 5, Breda.

    Upacara pemakaman akan diselenggarakan pada hari Rabu, 30 Oktober di kapel tersebut pukul 10.30, dengan kesempatan terakhir untuk memberikan penghormatan mulai pukul 09.30 hingga 10.15.

    Pastor Amantius akan dikebumikan pada pukul 13.15 di Velp (N.Br.), Makam Kapusin di Basilius van Bruggelaan 4.

    Setelah pemakaman, diadakan acara pertemuan di biara terdekat untuk mengenang kebersamaan dan dedikasinya yang tiada henti.

    “Semoga arwah Pastor Amantius diterima di hadapan Tuhan. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah mendukung dan mendoakannya sepanjang hidupnya,” tulis dalam pengumuman dari portal resmi Kapucijnen.

    Doa Uskup Agustinus untuk Pastor Amantius OFMCap

    Tidak lama berselang tentang kabar duka itu, Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus menyampaikan belasungkawa-nya untuk Pastor Amantius OFMCap.

    Dalam pesan via WhatsApp, 28 Oktober 2024 Uskup Agustinus menuliskan, “Turut berdukacita serta berdoa atas telah dipanggilnya Pastor Amantius OFMCap ke rumah Bapa di surga. Teriring doa dan berkat kami. Tertanda Mgr.Agustinus Agus.,” tulis pesan Uskup Agustinus. [S]

    Pendiri Teologi Pembebasan Meninggal Dunia, Selamat Jalan Pastor Gustavo Gutiérrez, OP

    Kenangan dalam Arsip Dominikan, Pastor Gustavo Gutiérrez Melanjutkan Perjalanan Dominikannya, Pembaruan Kaul, 27 September 2004, Biara Santo Thomas Aquinas, River Forest, IL. Yang Mulia Thomas O’Meara, OP, Prior. (2024)

    Duta, Peru | Provinsi Dominikan di Peru mengonfirmasi kematian imam dan pemikir universal terkenal itu melalui pernyataan resmi.

    Dirilis dari La República menuliskan bahwa teolog terkenal Peru Gustavo Gutiérrez Merino , yang dianggap sebagai bapak Teologi Pembebasan , meninggal pada tanggal 22 Oktober ini pada usia 96 tahun, sebagaimana dikonfirmasi oleh Provinsi Dominikan di Peru, sebuah ordo keagamaan tempat ia menjadi anggota sejak tahun 2001.

    Institut Bartolomé de las Casas , yang didirikan oleh Gutiérrez, melalui jejaring sosialnya mengucapkan terima kasih atas karyanya “yang memihak masyarakat miskin dan mereka yang dibuang oleh masyarakat”.

    “Dengan rasa sakit yang mendalam, kami mengumumkan bahwa malam ini sahabat sekaligus pendiri kami, Gustavo Gutiérrez, telah meninggal dunia. Kami berterima kasih kepada Tuhan atas hidup dan persahabatannya.

    Karya dan karyanya yang memihak orang miskin dan orang-orang yang paling terbuang di masyarakat akan terus menerangi jalan Gereja untuk dunia yang lebih adil dan penuh persaudaraan. Terima kasih, Gustavo!” bunyi pernyataan itu.

    Pastor Gustavo Gutierrez Merino, OP, yang dianggap sebagai bapak teologi pembebasan. | Kredit: Foto milik Notre Dame/Matt Cashore (2024)

    Siapakah Gustavo Gutierrez Merino?

    Gustavo Gutiérrez , lahir di Lima pada tahun 1928, adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam bidang teologi dan sosial di Amerika Latin.

    Sepanjang hidupnya, ia mendedikasikan karyanya untuk menganalisis dan mengecam kemiskinan dan kesenjangan di benua ini, mengubah refleksi keagamaan dengan menempatkan pengalaman kaum tertindas sebagai pusat praksis Kristiani.

    Karyanya yang paling terkenal, ‘Teologi Pembebasan. Perspectives, yang diterbitkan pada tahun 1971, menandai sebuah tonggak sejarah dalam sejarah teologi kontemporer, karena tidak hanya merupakan seruan untuk melakukan tindakan sosial berdasarkan iman, namun juga merupakan kritik mendalam terhadap tatanan sosial dan ekonomi yang ada.

    Dalam halaman-halamannya, Gutiérrez mengeksplorasi bagaimana menyampaikan pesan Kristiani di dunia yang ditandai dengan ketidakadilan struktural, membela pilihan preferensi bagi masyarakat miskin, sebuah prinsip yang akan menjadi poros utama proposalnya.

    Dampak dari pemikirannya melampaui batas dan menimbulkan pertentangan dan perdebatan di dalam dan di luar Gereja Katolik.

    Terlepas dari kritik yang diterimanya, terutama dari beberapa sektor konservatif di Vatikan selama tahun 1980an, Gutiérrez tetap mempertahankan dialog terbuka dengan otoritas gerejawi, bahkan merumuskan kembali beberapa aspek karyanya, tanpa meninggalkan komitmennya terhadap mereka yang paling membutuhkan.

    Kehidupan Gutiérrez ditandai dengan kedekatannya dengan kaum miskin, tidak hanya secara intelektual, namun juga dalam karya pastoralnya. Setelah kembali dari belajar teologi di Eropa, ia melayani sebagai imam paroki di distrik Rímac, di Lima, di mana ia tinggal bersama komunitas yang paling rentan, sebuah pengalaman yang akan mendorong refleksi dan komitmen sosialnya.

    Pada tahun 2018, Paus Fransiskus, yang telah melanjutkan dan memperkuat pilihan preferensi bagi masyarakat miskin pada masa kepausannya, mengiriminya surat yang emosional untuk ulang tahunnya yang ke-90, sebagai pengakuan atas kontribusinya yang sangat besar terhadap Gereja dan kemanusiaan: “Terima kasih atas semua yang telah Anda sumbangkan.

    Gereja dan kemanusiaan, melalui pelayanan teologis Anda dan pilihan preferensi Anda terhadap orang miskin dan mereka yang terbuang dari masyarakat.”

    Gustavo Gutiérrez meninggalkan warisan teologis dan humanis yang akan terus menginspirasi generasi orang beriman dan tidak beriman dalam mencari masyarakat yang lebih adil dan setara.

    Pastor Gustavo Gutiérrez adalah seorang Doktor di bidang teologi, serta seorang pendidik, filsuf dan psikolog (2024)

    Pengakuan nasional dan internasional

    Karyanya diakui secara luas secara internasional. Di antara penghargaan yang paling menonjol adalah Penghargaan Putri Asturias untuk Komunikasi dan Humaniora (2003), Penghargaan Kebudayaan Nasional (2012), dan Hadiah Gittler (2014), sebuah pengakuan yang diberikan oleh Universitas Brandeis kepada mereka yang telah berkontribusi dalam dialog antara agama dan budaya.

    Demikian pula, Gutiérrez dinobatkan sebagai Ksatria Orde Nasional Legiun Kehormatan oleh pemerintah Prancis, yang menyoroti pengaruhnya tidak hanya di Amerika Latin, tetapi juga secara global.

    Dia adalah anggota Akademi Seni dan Sains Amerika dan menerima Magisterial Palms pada tahun 2018, penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Negara kepada orang-orang yang telah memberikan kontribusi besar terhadap pendidikan dan kebudayaan negara.

    Dalam penghormatan sebelumnya yang disampaikan oleh La República kepada pemikir terkemuka asal Peru, kardinal dan uskup agung Huancayo, Pedro Barreto SJ, menyatakan bahwa ia mengagumi “kesetiaannya kepada Gereja dan identitas imam yang jelas dan tegas. Pilihan yang lebih diutamakan bagi masyarakat miskin  ada pada Iman kristologis kepada Allah  yang menjadi miskin bagi kita, untuk memperkaya kita dengan kemiskinan-Nya.”

    Demikian pula, teolog terkenal asal Brasil, Leonardo Boff, menyatakan bahwa “Gutiérrez adalah pendiri teologi pembebasan yang sebenarnya; Presentasi pertamanya dilakukan di Petrópolis pada pertemuan para uskup Amerika Latin yang membahas  Konsili Vatikan Kedua .

    Ordo Dominikan di Peru telah mengumumkan bahwa dalam beberapa hari mendatang misa dan penghormatan akan dirayakan di Basilika Santo Domingo, di Lima.

    Jenazah Pastor Gutiérrez OP akan dimakamkan mulai hari ini, 23 Oktober, pukul 14.00 di Rumah Kapitel Biara Santo Domingo di Lima. [S/ La República].

    Peran Penting Pemerintah Lokal dalam Mewujudkan Perdamaian Global

    Dua pembicara dari Indonesia dalam The Second Session of The 2024 United Cities and Local Government Asia Pacific (UCLG ASPAC) Execuvitve Bureau and The 2024 Council Meetings, Zhengzhou, China, 21 - 25 Oktober 2024. Mereka adalah AM Putut Prabantoro - Taprof Bid. Ideologi, Lemhannas RI (batik biru) dan Ichwan Peryana - Direktur Finansial Integrasi Technologi (berkacamata).

    Duta, Berita | Zhengzhou, Rabu (23/10/2024) Pemerintah daerah memiliki peran penting menciptakan perdamaian kota yang menjadi syarat pembangunan masa depan berkelanjutan, sekaligus ikut menyumbang perdamaian dunia.

    Demikian dikemukakan AM Putut Prabantoro, Tenaga Profesional Bidang Ideologi pada Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, dalam The Second Session of The 2024 UCLG ASPAC Executive Bureau and The 2024 Council Meetings di Zhengzhou, Ibukota Provinsi Henan, China, Selasa (22/10/2024).

    “Pemerintah daerah tidak hanya membangun peradaban tetapi juga harus menjadi agen perdamaian dengan berkolaborasi dan bekerjasama secara konstruktif, agar peradaban yang kita bangun ini, tidak menghancurkan kehidupan anak-cucu kita di masa mendatang dan juga sekaligus peradaban yang telah kita bangun bersama ini tidak dihancurkan oleh anak- cucu kita melalui perang di masa depan,” jelas Putut.

    Pertemuan UCLG ASPAC di Zhengzhou yang mengambil tema “Innovation-Driven Regional Collaboration: Building a Green, Digital, and High-Tech Urban Future” ini dihadiri oleh 70 pemda dari 13 negara, plus sejumlah asosiasi pemerintah kota.

    Menyinggung kebijakan Presiden Prabowo Subianto “Good Neighbour Policy”, yang menekankan pentingnya menjaga hubungan yang harmonis, saling menghormati dan mengutamakan kerjasama yang konstruktif antarnegara, Putut melihat bahwa hubungan antarnegara atau antarbangsa adalah sebuah anugerah dan rahmat yang harus dirawat dan dihidupi.

    Putut mengingatkan bahwa peradaban seringkali dihadapkan dengan berbagai risiko negatif, terutama, yang akan muncul di masa datang yang berujung pada kehancuran kehidupan manusia dan peradaban yang dibangun.

    Risiko kehancuran itu bakal dialami oleh anak dan cucu di masa depan akibat ulah manusia itu sendiri. Contohnya adalah perang.

    Putut menyebut selama 5.600 tahun terakhir telah terjadi 14.600 perang yang mengakibatkan penderitaan dan kesengsaraan dari generasi ke generasi. Seperti yang belakangan ini terjadi di Timur Tengah, ataupun antara Ukraina dan Russia.

    “Kita bisa menyaksikan bagaimana peradaban di Timur Tengah yang telah dibangun pada abad-abad sebelumnya oleh nenek moyang kita hancur karena konflik yang tiada berkesudahan,” tandasnya.

    AM Putut Prabantoro – Taprof Bidang Ideologi Lemhannas RI (berpeci) dalam paparannya, Civilization and Peace For Our Common Home di Zhengzhou, China, Selasa (22/10/2024).

    Pesan perdamaian Paus Fransiskus

    Dalam kesempatan tersebut, Putut mengajak para anggota USLG ASPAC untuk mengingat pesan perdamaian yang kembali disampaikan Paus Fransiskus saat mengunjungi empat negara, yakni Indonesia, Papua Nugini, Timor Leste dan Singapura awal September lalu.

    “Paus Fransiskus menekankan kita untuk menghargai martabat manusia serta ikut berbelarasa (compassion),” ujarnya.

    Paus Fransiskus, lanjut Putut, juga memromosikan Dokumen Abu Dhabi. Dokumen yang berjudul – The Document on Human Fraternity for World Peace and Living Together – ditandatangani oleh Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar Grand Syekh Ahmed At-Tayyeb di Abu Dhabi pada 4 Februari 2019.

    “Dokumen perdamaian ini tidak hanya ditujukan untuk agama tertentu tetapi untuk dunia, untuk kita semua yang tinggal di rumah bersama yakni bumi,” katanya.

    KERJASAMA ANTARNEGARA

    Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC Bernadia Irawati Tjandradewi menyakini bahwa membangun kerja sama pemerintah daerah dan pemerintah kota antarnegara bermanfaat untuk mewujudkan perdamaian dunia.

    Hal tersebut terjadi di dalam UCLG ASPA. Meski hubungan di tataran pemerintah pusat tidak berjalan harmonis, pemda atau pun pemkot dapat saling berjumpa dan bertukar pikiran.

    ”Terbukti lewat diplomasi antarpemda, anggota dari Chinese Taipei dapat duduk bersama anggota dari Mainland (Republik Rakyat China), demikian juga anggota dari Korea Utara bisa duduk bersama anggota dari Korea Selatan,” tukas Bernadia.

    Mengakhiri diskusi, moderator Stephany Uy Tan, yang merupakan anggota Dewan Legislatif Kota Catbalongan, Filipina menekankan pentingnya pelibatan pemerintah daerah untuk mewujudkan segala visi yang disepakati di taraf nasional, regional, hingga global.

    ”Tentu akan sangat sulit mencapai tujuan dari bermacam deklarasi atau visi yang kita inginkan jika tanpa peran pemda,” tandas Uy Tan.

    Pertemuan Komite Tetap Asia Tenggara UCLG ASPAC di hari Selasa (22/10/2024), merupakan salah satu sesi diskusi dari serangkaian acara dalam The Second Session of the 2024 UCLG ASPAC Executive Bureau and the 2024 Council Meetings.

    Hadir juga dalam pertemuan Komite Tetap Asia Tenggara tersebut pejabat Pemerintah Kota Samarinda Kalimantan Timur serta Alwis Rustam, Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), juga pelaku usaha asal Indonesia, di antaranya Chief Executive Officer (CEO) Pinjam Modal Herman Handoko dan Chief Operating Officer (COO) PT Bersama Untuk Nusantara, Erben Noerman. (S/PWKI).

    Gereja Katolik Merayakan Kehidupan Santo Yohanes dari Kapistrano, Pelindung Imam Militer

    St. John Capistrano dan St. Bernardine dari Siena. Museum Seni Rupa Granada. Lukisan, cat minyak di atas kanvas, oleh Alonso Cano (1653-1657) untuk altar biara Fransiskan yang hilang di San Antonio dan San Diego, Granada. | Kredit: Jl FilpoC, CC BY 4.0, melalui Wikimedia Commons

    Duta, Kategorial | Pada 23 Oktober 2024, Gereja Katolik merayakan kehidupan dan warisan Santo Yohanes dari Kapistrano, seorang imam Fransiskan yang dikenal karena kontribusinya dalam berbagai bidang, mulai dari misi penginjilan, upaya penyatuan umat Kristen Timur dan Barat, hingga peran penting dalam sejarah militer.

    Santo Yohanes dari Kapistrano diakui sebagai pelindung bagi imam militer.

    Dalam sebuah audiensi umum pada tahun 2002, Santo Yohanes Paulus II memuji “kesaksian penginjilan yang luar biasa” yang ditunjukkan oleh Yohanes, serta dedikasinya sebagai imam yang dengan murah hati mempersembahkan hidupnya demi keselamatan jiwa-jiwa.

    Lahir di Italia pada tahun 1385, Yohanes tumbuh dalam asuhan seorang ibu yang berjuang keras untuk mendidiknya setelah kematian ayahnya, seorang ksatria Prancis atau Jerman. Setelah menyelesaikan pendidikan hukum sipil dan Gereja di Perugia, Yohanes segera menjadi figur penting dalam masyarakat dan diangkat sebagai gubernur kota pada usia 26 tahun.

    Karier politiknya berakhir ketika ia dipenjarakan saat berusaha mengakhiri perang antara Perugia dan keluarga Malatesta yang berkuasa. Selama masa penahanannya, Yohanes mengalami pengalaman spiritual yang mengubah hidupnya.

    Setelah bermimpi bertemu dengan Santo Fransiskus dari Assisi, ia memutuskan untuk meninggalkan kehidupan duniawinya dan bergabung dengan ordo Fransiskan pada tahun 1416.

    Dibimbing oleh Santo Bernardine dari Siena, Yohanes dikenal karena khotbahnya yang kuat dan pendekatannya yang fokus pada seruan kepada nama Yesus. Sebagai imam, ia berkhotbah di seluruh Italia dan Eropa Tengah, menentang ajaran sesat Hussite tentang Ekaristi.

    Setelah jatuhnya Konstantinopel pada tahun 1453, Yohanes diutus oleh Paus untuk memobilisasi para pemimpin Eropa dalam mempertahankan wilayah mereka dari invasi Turki. Pada tahun 1456, ia bergabung dengan Jenderal Janos Hunyadi dalam mempertahankan Belgrade dari pasukan Sultan Mehmet II.

    Kemenangan penting ini menjadi salah satu prestasi terbesar Yohanes, meskipun ia sendiri jatuh sakit tak lama setelah pertempuran dan meninggal pada 23 Oktober 1456.

    Santo Yohanes dari Kapistrano dikanonisasi pada tahun 1724, dan hingga kini, ia dikenang sebagai pelindung pendeta militer dan simbol perjuangan demi iman dan keadilan. [S]

    (Sumber: Staf CNA, 23 Oktober 2024)

    Dosen San Agustin Laksanakan Monev Hibah Penelitian dan Pengabdian di Pontianak

    Dosen San Agustin Laksanakan Monev Hibah Penelitian dan Pengabdian di Pontianak (2024)

    Duta, Media Center San Agustin | Delapan dosen Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, penerima Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DRTPM), melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pada Selasa, 22 Oktober 2024 di Universitas PGRI Pontianak.

    Para peserta dari Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo (San Agustin) dibagi dalam dua kelompok utama: kelompok penelitian dan kelompok pengabdian kepada masyarakat.

    Kelompok penelitian dipimpin oleh Pradipta Annurwanda, Wike Ellisie, Monika Widyastuti Surtikanti, Konstansia Hermiati, Ibra Fastabiqi Bawana Mukti, dan Nasri Tupulu.

    Dosen San Agustin Laksanakan Monev Hibah Penelitian dan Pengabdian di Pontianak (2024)

    Sedangkan kelompok pengabdian dipimpin oleh Kunto Nurcahyoko dan Siskariyanti, M.Pd., yang aktif dalam pengabdian kepada masyarakat.

    Kesempatan itu, Monika mengatakan bahwa kegiatan itu bertujuan untuk memantau kemajuan proyek penelitian dan pengabdian para penerima hibah, sekaligus menjadi momen penting dalam mengukur capaian sementara mereka.

    Dosen San Agustin Laksanakan Monev Hibah Penelitian dan Pengabdian di Pontianak (2024)

    “Dalam Monev ini, para peneliti dan pengabdi mempresentasikan perkembangan proyek mereka di hadapan para reviewer yang kompeten, termasuk Prof. Dr. Ir. Yohana S. Kusuma Dewi, M.P. dari Universitas Tanjungpura dan Dedi Irwan, Ph.D. dari Universitas PGRI Pontianak. Para reviewer memberikan masukan serta evaluasi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas proyek yang sedang berjalan,” kata Monik.

    Dia juga menambahkan, kegiatan itu diikuti oleh penerima hibah lainnya dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Barat, yang menjadikan Monev ini sebagai ajang kolaborasi dan tukar gagasan antarpeneliti.

    Setelah sesi Monev, para penerima hibah secara serentak diminta dan meneruskan semangat untuk dapat melanjutkan penelitian dan pengabdian mereka hingga penyelesaian laporan akhir, yang akan menentukan hasil akhir dari program hibah ini.

    “Monev ini menunjukkan komitmen Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo dalam mendukung penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sejalan dengan visi universitas untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan masyarakat,” tutup Monik. [S] – Media Center San Agustin.

    TERBARU

    TERPOPULER