Paulus sebagai pendiri dan pemilik PT. Pro Enviro Geofarms (16 Juli 2025)
Duta, Pontianak – Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo (Unika San Agustin) menjalin kemitraan strategis dengan PT. Pro Enviro Geofarms dalam upaya membangun ekosistem pertanian berkelanjutan yang berdampak langsung bagi masyarakat Kalimantan Barat.
Dalam rapat resmi yang digelar di Kampus II Unika San Agustin Pontianak, kedua belah pihak menyepakati pengembangan program-program agribisnis inovatif berbasis riset terapan dan kearifan lokal, Rabu 16 Juli 2025.
Rapat ini dihadiri oleh Brigjen Pol. (Purn.) Drs. Sumirat Dwiyanto, M.Si., selaku Wakil Rektor Umum Unika San Agustin, yang menyampaikan bahwa universitas siap menjadi pusat transformasi pendidikan dan sosial di wilayah perbatasan, dengan komitmen menjadikan mahasiswa tidak hanya pencari kerja, tetapi agripreneur dan agen perubahan.
Kolaborasi dengan PT. Pro Enviro Geofarms membuka ruang implementasi berbagai model pertanian regeneratif, termasuk circular farming, budidaya maggot, dan pengolahan limbah sawit menjadi biochar.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Vinsensius, S.Fil., M.M., Asisten Sekjen, yang juga bertindak sebagai notulis dan Paulus sebagai pendiri dan pemilik PT. Pro Enviro Geofarms.
Pertemuan yang dilaksanakan di ruang Rektor Kampus II ini, PT. Pro Enviro Geofarms dihadiri langsung oleh Paulus dengan menegaskan visi perusahaan yang berpijak pada prinsip beyond profit.
“Kami tidak hanya mencari keuntungan, kami sedang membangun nilai,” tegasnya.
Menurutnya, kampus memiliki peran penting dalam menyemai kesadaran ekologis dan kewirausahaan berkelanjutan sejak dari bangku kuliah.
Rapat di ruang Rektorat Unika San Agustin Kampus II Pontianank (16 Juli 2025)
Berbagai program konkret telah dirancang, antara lain:
Pendirian unit percontohan pertanian terpadu di lahan kampus.
Sertifikasi petani dan peternak kampus berbasis praktik lapangan.
Penelitian pemuliaan durian lokal seperti “Kunyit King”.
Pelibatan mahasiswa dalam pengolahan pasca-panen, seperti cabai kering dan bioenergi dari limbah organik.
Edukasi konservasi tanah dan pemanfaatan tanaman lokal seperti bambu dan serai merah.
Rencana ini turut didukung oleh kehadiran tenaga ahli dari kedua institusi, dengan kemungkinan kontribusi sebagai dosen tamu dan mentor lapangan. Kolaborasi juga membuka peluang ekspor protein dan minyak nabati ke pasar Asia Selatan serta memperkuat jaringan dengan mitra strategis seperti Bank Indonesia.
“Kalau bukan kita yang membangun Kalimantan, siapa lagi? ” ujar Paulus, menekankan pentingnya membentuk SDM lokal tangguh yang tidak harus bergantung pada kota besar.
Unika San Agustin berharap, sinergi ini akan menjadikan kampus sebagai pusat pendidikan yang berdampak, bukan hanya merdeka.
Gagasan untuk menjadikan Landak sebagai “Kota Natal dan Edukasi Hijau” menjadi simbol visi besar kampus untuk menampilkan wajah Kalimantan Barat sebagai episentrum inovasi ekologis nasional.
Penerimaan Mahasiswa Baru San Agustin (2025)
Pertemuan hari itu ditutup bersama dengan rencana kolaboratif lintas generasi dan refleksi tentang pentingnya membangun masa depan bersama, berakar pada nilai-nilai spiritualitas Katolik, tanggung jawab ekologis, dan keberpihakan terhadap masyarakat kecil.
“Semoga perjumpaan hari ini menjadi titik awal kerjasama untuk kemajuan bersama kedua pihak,” harap pihak kampus.
Marsela Oktavia Yunita (Asal Kota Pontianak, Mahasiswa Semester 2 Tingkat 1 Prodi DIII Keperawatan San Agustin) dan Melania PM. Tuta (Asal Putussibau Kab. Kapuas Hulu, Mahasiswa Semester 2 Tingkat 1 Prodi DIII Keperawatan San Agustin)
Duta, Pontianak | Apakah kita pernah mendengar masalah jantung? Jantung adalah salah satu organ vital dari sistem kardiovaskuler.
Sekarang kita lihat apa itu kardiovaskuler? Kardiovaskuler memiliki dua kata yaitu “kardio” yang berati jantung dan “vaskuler” yang berarti pembuluh darah. Secara anatomi sistem kardiovaskuler merupakan sistem sirkulasi darah yang terdiri dari jantung dan pembuluh darah, dan darah. Adapun jantung memiliki kemampuan memompa dan mengalirkan darah serta nutrisi, oksigen ke tubuh serta membuang diantaranya sisa-sisa metabolisme.
Sadarkah kita bahwa jantung bekerja tanpa henti? Jantung bekerja setiap detik untuk memompa darah keseluruh tubuh, meskipun ada yang namanya istirahat tetapi jantung tersebut tetap bekerja. Jika jantung berhenti maka kita dapat dinyatakan meninggal dunia, mengapa demikian?
Jika jantung berhenti berdetak, ini dikenal sebagai henti jantung (cardiac arrest). Cardiac arrest terjadi ketika jantung berhenti memompa darah ke seluruh tubuh, menyebabkan hilangnya tingkat kesadaran.
Jika tidak segera ditangani, henti jantung dapat menyebabkan kematian dalam hitungan menit.
Jantung sangat penting untuk menjaga keberlangsungan hidup karna fungsinya yang memastikan oksigen dan nutrisi disalurkan keseluruh sel, jaringan, dan organ tubuh. Ketika fungsi jantung terganggu maka bisa menyebabkan berbagai masalah yang serius bahkan bisa mengancam nyawa.
Organ Jantung Manusia (ilustrasi: berbagai sumber)
Bagaimana kita bisa mengetahui masalah pada jantung?
Nah, kita bisa mengetahui jantung kita bermasalah dengan mengetahui tanda dan gejala yang terjadi tanda dan gejala tersebut?
Nyeri dada
Rasa nyeri dada tidak bisa dijelaskan sebagai tanda pasti adanya masalah jantung karena penyumbatan pasokan darah ke otot jantung yang terjadi akibat penyakit arteri koroner yang menyebabkan jantung nyeri saat diminta bekerja lebih keras. Namun, rasa nyeri tersebut menjalar dibagian bahu, lengan, punggung, rahang, dan perut nyeri sering timbul saat beraktivitas berat atau olahraga yang hilang pada saat beristirahat itu merupakan tanda penyakit jantung.
Kelelahan
Kelelahan juga dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti kelelahan beraktivitas dan mengkomsumsi obat-obatan. Namun kelelahan yang jadi secara terus menerus tanpa henti juga merupakan kondisi jantung gagal yang memompa darah. Hal ini terjadi bolongan arteri koroner.
Sesak napas
Jangan terlalu cepat menyimpulkan bahwa sesak napas hanya karna badan kurang fit, faktanya sesak napas yang terjadi dengan sedikit aktivitas dapat diindetifiaksikan adanya gangguan jantung.
Jantung berdebar-debar
Jantung berdebar-debar bisa menandakan adanya masalah pada jantung. Kondisi ini dinamakan “palpitasi” yang berarti detak jantung yang terasa tidak teratur dan cepat. Tetapi harus dibedakan palpitasi yang disebabkan oleh kecemasan, kafein, atau dehidrasi. Sebagian besar palpitasi tidak berbahaya tetapi terkadang palpitasi mengidentifikasikan masalah jantung. Penting bagi kita untuk memperhatikan palpitasi yang kita rasakan seberapa sering dan terjadi serta apa yang kita lakukan pada saat mengalaminya.
Kaki atau pergelangan kaki bengkak
Pembengkakkan pada kaki atau pergelangan kaki akan menimbulkan lekungan jika ditekan menggunakan jari. Namun, pembengkakkan ini organ juga dapat disebabkan oleh penyakit lain seperti ginjal, dan hati, insufiensi vena (pembuluh darah vena pada kaki yang melemah). Selain itu pembengkakkan dapat terjadi karena efek samping dari berbagai obat terutama nifedipine atau amlopidine.
Ns. Usu Sius, S.Kep, M.Biomed_Dosen Prodi DIII Keperawatan San Agustin
Tetapi, tidak semua masalah jantung disertai tanda peringatan yang jelas beberapa gejala bahkan tidak terjadi di dada dan sering kali diabaikan.
Setiap individu punya istilah untuk menyampaikan perasaan nyeri, seperti dicubit, dada terasa terbakar dan yang lainnya. Masalah pada jantung kerap terjadi pada orang-orang berusia 60 tahun keatas, kelebihan berat badan, dan penderita diabetes.
Penyakit gagal jantung dapat dibedakan menjadi dua, gagal jatung sistolik dan gagal jantung diastolik. Apa sih perbedaan antara gagal jantung sistolik dan diastolik?
Gagal jantung sistolik adalah kondisi dimana jantung tidak mampu berkontraksi dengan kuat saat fase sistolik, sehingga tidak dapat memompa darah secara efektif ke seluruh tubuh.
Penerimaan Mahasiswa Baru San Agustin (2025)
Sedangkan, gagal jantung diastolik merupakan kondisi dimana jantung tidak dapat relaksasi atau mengisi darah dengan baik pada fase diastolik, meskipun kemampuan kontraksinya masih normal.
Nah, apa saja sih faktor yang bisa membuat seseorang gagal jantung? Faktor utama yang memicu gagal jantung meliputi kerusakan otot jantung, peningkatan beban kerja jantung dan gangguan pengisian atau pengosongan ruang jantung seperti:
Penyakit jantung koroner (PJK) yang terjadi akibat penyempitan atau sumbatan pembuluh darah koroner atau aterosklerosis yang menyebabkan iskemia atau serangan jantung.
Hipertensi (Tekanan darah tinggi) yang mengakibatkan jantung harus memompa lebih kuat untuk mengatasi tekanan yang tinggi ini menyebabkan menurunnya fungsi jantung dalam jangka panjang.
Infark Miocard (Serangan jantung sebelumnya) yang merupakan kerusakan permanen pada otot jantung yang mengakibatkan bagian jantung tidak lagi berkontraksi dengan baik dan penurunan fungsi pompa
Kelainan katup jantung yang mengakibatkan stenosis(penyempitan) atau regurgitasi(bocor) sehingga menyebabkan darah tidak mengalir dengan normal dan membuat beban jantung meningkat serta bisa terjadinya gagal jantung
Aritmia (Gangguan irama jantung) bisa membuat irama jantung terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur yang mengakibatkan aliran darah tidak efisien dan menurunkan kemampuan pompa jantung
Kardiomiopati dapat menjadi penyakit langsung pada otot jantung dapat bersifat genetik, idiopatik, atau akibat alkohol/infeksi yang mengakibatkan otot jantung menjadi lemah atau kaku.
Diabetes melitus bisa merusak pembuluh darah dan mempercepat proses aterosklerosis yang mengakibatkan peningkatan risiko gagal jantung secara signifikan.
Gaya hidup tidak sehat dapat menjadi faktor gagal jantung karena adanya kurang aktivitas fisik, komsumsi alkohol berlebihan dalam jangka panjang, merokok, obesitas, dan program diet tinggi garam dan lemak.
Infeksi dan peradangan jantung seperti miokarditis (radang otot jantung) atau endokarditis (infeksi katup jantung).
Obat-obatan atau racun seperti obat kemoterapi, obat antiaritma, atau zat beracun seperti alkohol dan kakain yang dapat merusak otot jantung.
Gangguan tiroid yang membuat hipertiroidisme dan hipotiroidisme dapat memengaruhi ritme jantung dan kekuatan kontraksi.
Anemia berat atau kronis dapat menurunkan kapasitas darah membawa oksigen yang mengakibatkan jantung harus bekerja lebih keras.
Itu tadi merupakan faktor yang mendukung terjadinya penyakit gagal jantung, kita juga bisa mencegahnya dengan cek up setiap periode, terutama jika ada riwayat keluarga yang mempunyai penyakit tersebut, edukasikan diri tentang tanda-tanda awal gagal jantung, selain itu dari mana kita tau bahwa seseorang kurang olahraga?
Ilustrasi jenis penyakit kardiovaskuler (gambar berbagai sumber)
Untuk mengetahui seseorang kurang olahraga kita bisa melihat dari tanda fisik, kebiasaan harian, serta hasil pemeriksaan kesehatan.
Sistem sirkulasi dibangun oleh darah, sebagai medium transportasi dan sebagai tempat bahan bahan yg akan disalurkan, dilarutkan dan diendapkan, pembuluh darah berfungsi sebagai saluran untuk mengarahkan dan mendistribusikan darah dari jantung ke seluruh tubuh dan balik lagi ke jantung.
Sistem sirkulasi berperan dalam homeostatis yang berfungsi sebagai sistem transportasi tubuh dengan mengangkut oksigen, karbondioksida, zat-zat sisa, elektrolit, nutrisi dan hormon dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain. Bagaimana sirkulasi darah bekerja?
Ilustrasi Gambar sistem sirkulasi darah (berbagai sumber)
Sirkulasi ini berlangsung ketika darah bersih yang mengandung oksigen mengisi serambi kiri jantung melalui vena pulmonalis, setelah melepaskan karbon dioksida di paru-paru selanjutnya darah yang sudah berada di serambi kiri kemudian diteruskan ke bilik kiri jantung untuk disalurkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah utama (aorta).
Setelah itu, darah yang dipompa melewati aorta akan terus mengalir hingga ke bagian paling ujung di seluruh area tubuh. Kemudian darah akan kembali menuju serambi kanan jantung untuk mengalami proses pembersihan darah.
Sumber:
Ulfah, Anna (2001). Struktur dan fungsi sistem kardiovaskuler. (ed. 1) Indonesia: Bidang pendidikan & pelatihan.
Rizkiwarda. (2013). Fisiologi Jantung. https://rizkiwarda.wordpress.com/2013/10/18/fisiologi-jantung / Diakses pada tanggal 16 September 2017.
Gao, J (2023). Signal Transduction and targeted Therapy. USA: Nature Publishing Group. Prameswari, Noengki (2024). Struktur dan fungsi sistem Kardiovaskuler. Jawa Tengah: Eureka Media Aksara, Maret 2024.
Oleh: Marsela Oktavia Yunita, Melania PM. Tuta, Ns. Usu Sius, S.Kep, M.Biomed, Tim C’SN
Wakil Rektor Bidang Umum Unika San Agustin, Brigjen Pol. (Purn.) Drs. Sumirat Dwiyanto, M.Si., dan Kepala BPS Provinsi Kalimantan Barat, Drs. Muh. Saichudin, dan Staf Analis Ekonomi BPS Kalbar, Preatin. (2025)
Duta, Pontianak | Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo (Unika San Agustin) dan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat menggelar pertemuan penting di Kantor BPS Kalbar guna menjajaki kerja sama strategis dalam pemanfaatan data statistik untuk pengembangan akademik, riset ilmiah, dan pengambilan kebijakan berbasis bukti, pada Senin 7 Juli 2025 minggu lalu.
Pertemuan ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Umum Unika San Agustin, Brigjen Pol. (Purn.) Drs. Sumirat Dwiyanto, M.Si., dan Kepala BPS Provinsi Kalimantan Barat, Drs. Muh. Saichudin, dan Staf Analis Ekonomi BPS Kalbar, Preatin.
Bersama dengan Trio Kurniawan dan Cinta Ikram Tyas dari Unika San Agustin untuk ikut bertugas sebagai notulis.
Diskusi berlangsung dalam suasana produktif dan penuh semangat kolaboratif, menandai dimulainya sinergi baru antara perguruan tinggi dan lembaga statistik negara.
Salah satu fokus utama adalah pentingnya literasi data dan integrasi statistik dalam kegiatan akademik untuk mendukung kebijakan publik yang lebih akurat dan tepat sasaran.
Penerimaan Mahasiswa Baru San Agustin (2025)
Inovasi BPS dan Peran Akademisi
Dalam pemaparannya, Ibu Preatin memperkenalkan Dashboard Kuda Sembrani, inovasi BPS Kalbar yang menyajikan data statistik dalam format visual interaktif. Meski BPS tidak memiliki kewenangan membuat proyeksi ekonomi (kecuali proyeksi penduduk), akademisi didorong untuk menghasilkan kajian ilmiah berbasis data historis guna memperkuat arah pembangunan.
BPS juga mengangkat isu tren ekspor buah segar tanpa pengolahan dari wilayah seperti Jagoi Babang. Minimnya nilai tambah pada komoditas ekspor dinilai merugikan ekonomi lokal.
Selain itu, rencana pembentukan “Sekolah Rakyat” berbasis komunitas untuk kelompok termiskin (desil 1 dan 2) menjadi wacana strategis yang didukung data dalam Dashboard Kuda Sembrani.
Fakta yang disampaikan cukup mencemaskan: 23.000 siswa SD dan 35.000 siswa SMP putus sekolah di Kalbar. Akses ke pendidikan tinggi juga rendah, hanya 27% penduduk yang menempuh jenjang tersebut. Untuk itu, Unika San Agustin mengusulkan penguatan pendidikan vokasi jenjang D1–D2 sesuai kebutuhan industri lokal.
Dokumentasi Pertemuan bersama BPS Kalbar, 2025.
Kolaborasi Magang Teknik Logistik dan Komitmen Kolaboratif
Unika memiliki Program POJOK Statistik dan skema magang Kampus Merdeka yang melibatkan mahasiswa Prodi Statistika di BPS. Program Studi Teknik Logistik, satu-satunya di Kalimantan, dinilai sangat strategis untuk mendukung distribusi logistik di daerah pedalaman.
Dalam pengabdian masyarakat, Unika juga telah melakukan pelatihan otomotif bagi pemuda perbatasan, meskipun masih menghadapi kendala biaya partisipasi.
Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan awal bahwa pemanfaatan data statistik tidak hanya penting untuk akademisi, tetapi juga untuk pengambilan keputusan pembangunan yang lebih inklusif.
BPS Kalbar membuka akses data dan publikasi ilmiahnya untuk mendukung penelitian, sedangkan Unika San Agustin menyatakan kesiapan menjalin kerja sama lebih luas melalui MoU, pelatihan vokasi, riset terapan, dan pengabdian masyarakat — terutama di wilayah tertinggal dan perbatasan.
Oleh: RD. Rupinus Kehi Sekretaris Jenderal _ Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo (Dari Dokumen Notulen Rapat)
Sekretaris Jenderal Unika San Agustin, RD. Rupinus Kehi, dan Wakil Rektor Umum, Brigjen Pol. (Purn.) Drs. Sumirat Dwiyanto, M.Si. dan Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (ASPERINDO), bertempat di Kantor Cabang Ekspedisi NCS Pontianak, Eka Indra, S.Sos, Rabu, 09 Juli 2025
Duta, Pontianak – Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo (Unika San Agustin) terus mengembangkan jalinan kerja sama strategis dengan dunia industri.
Kali ini, Unika San Agustin menggelar pertemuan penting dengan Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (ASPERINDO), bertempat di Kantor Cabang Ekspedisi NCS Pontianak, Eka Indra, S.Sos, Rabu, 09 Juli 2025 minggu lalu.
Pertemuan yang dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Unika San Agustin, RD. Rupinus Kehi, dan Wakil Rektor Umum, Brigjen Pol. (Purn.) Drs. Sumirat Dwiyanto, M.Si., ini bertujuan membahas kerja sama pengembangan Program Studi Logistik yang merupakan program unggulan baru di Kampus III Ngabang, satu-satunya jurusan logistik di Kalimantan Barat.
Dalam diskusi tersebut, ASPERINDO menyambut positif inisiatif kerja sama dari pihak kampus. Salah satu bentuk kerja sama yang dibahas adalah penyusunan mata kuliah umum berbasis praktisi, yang memungkinkan mahasiswa belajar langsung dari pelaku industri logistik. Hal ini sejalan dengan semangat regenerasi sumber daya manusia di bidang logistik di Kalbar.
Beberapa isu strategis juga diangkat dalam pertemuan ini, seperti tantangan dalam sistem distribusi, kebutuhan penguatan sistem supply chain serta perlunya perlindungan hukum terhadap pekerja kurir, terutama menyangkut praktik kerja berbasis insentif yang dinilai tidak manusiawi. Peraturan Menteri Nomor 8 Tahun 2025 turut menjadi referensi dalam hal ini.
ASPERINDO juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor – antara akademisi, pemerintah, dan swasta – dalam membangun sistem logistik yang efisien, adil, dan menjangkau hingga ke pelosok desa.
Penerimaan Mahasiswa Baru San Agustin (2025)
Keberadaan lembaga penghubung seperti BGS dinilai strategis dalam menyelaraskan program kampus dengan kebijakan pusat.
Tantangan lainnya mencakup kebutuhan pengiriman lintas wilayah dan negara, serta pentingnya menyiapkan lulusan logistik yang memiliki sertifikasi pendamping ijazah (SPI) dan kompetensi berbasis teknologi digital. Unika San Agustin didorong untuk menyiapkan lulusan yang aplikatif dan mampu bersaing di tingkat global.
Pertemuan ini juga menyoroti peluang Kalimantan Barat menjadi pusat pertumbuhan logistik nasional, khususnya dengan pengembangan Pelabuhan Kijing. Untuk itu, pemanfaatan teknologi seperti sistem pelacakan digital dan manajemen logistik terintegrasi juga menjadi sorotan.
Sebagai tindak lanjut, disepakati penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) antara Unika San Agustin dan ASPERINDO dalam waktu dekat. MoU ini akan mencakup pelatihan mahasiswa, penyusunan kurikulum berbasis industri, serta pembekalan karier yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Langkah ini menunjukkan komitmen Unika San Agustin untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja dan berkontribusi nyata dalam pembangunan wilayah Kalimantan dan Indonesia secara lebih luas.
Sekretaris Jenderal Unika San Agustin, RD. Rupinus Kehi, dan Wakil Rektor Bidang Umum, Brigjen Pol. (Purn.) Drs. Sumirat Dwiyanto, M.Si., bersama Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Drs. Harisson, M.Kes (2025)
Duta, Pontianak – Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo alias Unika San Agustin terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka pengembangan pendidikan tinggi dan pemberdayaan sumber daya lokal.
Hal itu tampak dalam pertemuan antara Sekretaris Jenderal Unika San Agustin, RD. Rupinus Kehi, dan Wakil Rektor Bidang Umum, Brigjen Pol. (Purn.) Drs. Sumirat Dwiyanto, M.Si., bersama Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Drs. Harisson, M.Kes, yang berlangsung di ruang kerja Sekda Kalbar pada Selasa (1/7/2025).
Pertemuan hari itu membahas berbagai agenda strategis, di antaranya permohonan dukungan untuk pengembangan Program Studi S1 Keperawatan, S1 Kebidanan, dan S1 Agribisnis.
Menanggapi kebutuhan tenaga pengajar profesional untuk program S1 Keperawatan, pihak universitas menyampaikan bahwa mereka telah menyiapkan satu dosen untuk pendidikan spesialis profesi, namun masih membutuhkan dua orang perawat spesialis tambahan.
Menanggapi hal tersebut, Sekda Kalbar langsung merespons cepat dengan menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, serta PPNI Kalimantan Barat.
Sekda juga menyebutkan beberapa nama perawat spesialis yang bisa dipertimbangkan yang sedang menyelesaikan pendidikan spesialis kejiwaan di RSJ Singkawang.
Segera Daftarkan diri Anda (2024)
Pengajar spesialis
Dalam bidang kebidanan, universitas memastikan bahwa tenaga pengajar spesialis telah disiapkan. Selain itu, fokus pengembangan Prodi Agribisnis juga menjadi salah satu topik utama, mengingat potensi besar Kalimantan Barat di sektor pertanian dan perkebunan.
Dalam diskusi, dibahas berbagai temuan lokal yang berpotensi dikembangkan, seperti budidaya melon eksklusif di Rasau, berbagai varietas durian lokal unggulan dari daerah Entikong, hingga potensi madu dan jambu kristal sebagai komoditas olahan bernilai jual tinggi.
Rupinus Kehi juga membagikan pengalaman Keuskupan yang telah memanfaatkan gas dari kotoran babi sebagai energi alternatif untuk asrama di persekolahan Nyarumkop.
Inisiatif itu telah menjadi contoh ‘konkret’ cara kolaborasi pendidikan dan masyarakat dapat menghasilkan inovasi ramah lingkungan yang aplikatif.
Pertemuan hari itu ditutup bersamaan dengan harapan agar Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memberikan dukungan bagi Unika San Agustin dalam merealisasikan program-program strategis demi kemajuan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat Kalbar.
Oleh: RD. Rupinus Kehi Sekretaris Jenderal- Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo (Dari Dokumen Notulen Rapat) *S.
Penyerahan Plakat Kegiatan Baksos Kepada Dekan Fakultas Kesehatan San Agustin (2025)
Duta, Pontianak – Pentingnya Skrining dan Edukasi dalam pencegahan penyakit degeneratif. Penyakit degeneratif merupakan kumpulan penyakit yang di dalamnya terjadi perubahan sel dan penurunan fungsi organ atau sampai pada tingkat sel jaringan tubuh.
Penyakit degeneratif yang disebabkan oleh berbagai hal seperti gaya hidup yang buruk; konsumsi minuman beralkohol, merokok, minuman berkafein secara berlebihan dalam masa jangka waktu panjang, serta kurangnya mengkonsumsi makanan bergizi dan tidak berolahraga. Penyakit degeneratif tersebut diantaranya diabetes melitus, hipertensi, penyakit koroner jantung, obesitas, arteroskelerosis serta masih banyak lagi yang sudah dikategorikan kedalamnya.
Kegiatan skrining dan edukasi perlu dilakukan, agar dapat mencegah penyakit tersebut pada semua kalangan, karena hal ini tidak menutup kemungkinan terjadi secara dini juga pada anak-anak, remaja dan dewasa muda.
Cek Darah: Gula Darah, Asam Urat, dan Kolesterol (Dok.Tim C’SN) – 2025
Terjadinya penyakit degenaratif sehingga dapat mengakibatkan proses penuan dini yang cepat. Adapun upaya untuk mencegahnya melalui pemeriksaan kesehatan seperti cek (tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol), memberi terapi sesuai indikasi penyakit yang ditemukan, serta meningkatkan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya pengetahuan melalui penyuluhan kesehatan. Adapun pada kesempatan yang diselenggarakan Baksos oleh Sekolah Kristen Kalam Kudus Pontianak yaitu tentang “Pengaruh Minuman Sachet Bagi Kesehatan Ginjal”.
Minimnya pengetahuan masyarakat tentang upaya dalam pencegahan dan penanganan penyakit degenaratif tidak terlepas upaya-upaya yang dilakukan melalui salah satunya kegiatan yang diadakan oleh Sekolah Kristen Kalam Kudus Pontianak, dalam hal ini bakti sosial yang meliputi skrining, pengobatan, dan pendidikan kesehatan healt education.
Keterlibatan Dosen dan Mahasiswa pada 3 Mei 2025 dalam kegiatan yang bertema: “Charity Night; His Love is for Everyone” merupakan wujud cinta kasih tidak mengenal batas dan harus dirasakan oleh setiap orang tanpa terkecuali, yang dimiliki oleh Sekolah Kristen Kalam Kudus Pontianak dimasyarakat sekitarnya, bekerjasama dengan Universitas San Agustin.
Adapun rangkaian kegiatan dimulai dari skring meliputi registrasi, pemeriksaan kesehatan, cek darah, pemeriksaan dokter dan pemberian obat diakhiri dengan mendapat pendidikan kesehatan. Hal ini menjadi salah satu bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan secara langsung kepada masyarakat.
Sesi Foto Bersama Ketua Yayasan, Ketua Panitia dan dosen serta mahasiswa D3 Keperawatan San Agustin (Dok.Tim C’SN) 2025
Ayo Kelola Pola Hidup yang Sehat, Sebelum Terlambat
Dosen dan mahasiswa bersama-sama melakukan kegiatan tersebut dengan tugas masing-masing serta dibantu oleh Guru dan Tendik Sekolah Kristen Kalam Kudus Pontianak. Selain melakukan tugasnya, dosen juga mengarahkan dan membimbing mahasiswa yang terlibat. Setiap mahasiswa memiliki peran aktif untuk mendukung kelancaran kegiatan bakti sosial, yang menekankan pentingnya kerjasama, saling melengkapi, dan menghargai peran masing-masing.
Setelah tahap registrasi setiap pasien mendapat pemeriksaan kesehatan tanda-tanda vital tekanan darah, denyut nadi, pernapasan kemudian dilanjutkan dengan cek gula darah, kolesterol, dan asam urat.
Pembagian tugas pada rangkaian tersebut, pemeriksaan tanda-tanda vital yaitu Hizkia, Cela, dan Pika. Adapun mahasiswa pemeriksaan darah dilakukan oleh Donatus, Ranto, dan Tuta. Setiap petugas wajib menyertakan hasil dari pemeriksaan yang telah dilakukan, setelah pemeriksaan kesehatan selesai salah satu mahasiswa yaitu Geri mengarahkan pasien untuk memasuki ruang periksa dokter. Kemudian dilanjutkan dengan pengambilan obat yang telah diresepkan dokter, 3 mahasiswa yang bertugas dalam memberikan obat yaitu Monika, Yuni dan Claudia.
Sebelum penyerahan obat setiap pasien dan keluarga yang mendapinginya mengikuti kelas Pendidikan Kesehatan. Kegiatan ini dipandu oleh mahasiswa. Sebagai pemateri adalah Dosen dan Bela, dibantu oleh Febih sebagai moderator dan operator. Semua kegiatan ini disupervisi oleh salah satu dosen San Agustin Ns. Usu Sius, S.Kep, M.Biomed.
Pemberian pendidikan kesehatan ini didasarkan pada isu-isu kesehatan terkini serta semaraknya minuman sachet yang beredar dimasyarakat yang salah satunya penyebab gagal ginjal.
Perlu diketahui bersama bahwa minuman sachet ini sangat mudah ditemui terutama di pinggiran atau didaerah pedesaan, yang disukai oleh berbagai kalangan diantaranya adalah anak-anak, konsumsi minuman ini yang selalu sering dapat menimbulkan gangguan terutama pada ginjal dimana bahan-bahan yang terkandung dimana salah satunya pemanis buatan dan bahan lain yang tidak dikonsumsi dalam jangka waktu lama dan mempercepat terjadi kerusakan, sehingga dapat menimbulkan penyakit degeneratif dan dapat terjadi penuaan dini.
Dalam penyampaian materi membahas tentang pengertian minuman sachet dimana minuman sachet sering ditemukan dengan komposisi yang ada di dalamnya. Terjadilah pemicu penyakit degeneratif sehingga mengakibatkan penuan dini lebih cepat karena mengkonsumsi minuman tersebut secara berlebihan. Minuman yang mengandung manis buatan dapat menurunkan dan merusak fungsi organ dalam kandungan dan bahaya minuman sachet umumnya mengandung gula dan pemanis buatan dalam jumlah tinggi, serta bahan tambahan lain seperti pewarna dan pengawet.
Penyerahan Obat (Dok.Tim C’SN) – 2025
Pengabdian kepada Masyarakat
Kegiatan bakti sosial dan Charity Night bertema “His Love is for Everyone” di Sekolah Kristen Kalam Kudus pada 3 Mei 2025 melibatkan dosen dan mahasiswa keperawatan dari Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo sebagai bentuk nyata pengabdian masyarakat.
Dosen berperan dalam perencanaan, pengorganisasian, dan supervisi, sementara 13 mahasiswa San Agustin bertugas dalam pemeriksaan kesehatan (tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat), pemberian obat, dalam rangka meningkatkan kualitas layanan kesehatan, PT Kimia Farma turut berperan aktif dalam kegiatan bakti sosial kesehatan kepada masyarakat, dengan menyediakan stan pemeriksaan darah produk farmasi yang mereka miliki dan terpercaya. Penyuluhan kesehatan, pendampingan pasien, hingga dokumentasi kegiatan.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan layanan kesehatan gratis dan edukasi tentang bahaya konsumsi minuman sachet, tetapi juga memperkuat kerja sama lintas jenjang sekolah, mahasiswa, guru, dan masyarakat.
Pengalaman langsung ini sangat penting bagi mahasiswa keperawatan untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap caring yang merupakan bagian dari profesi perawat. Melalui interaksi langsung dengan pasien dan masyarakat, mahasiswa belajar menerapkan ilmu secara praktis, meningkatkan kemampuan komunikasi, dan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan serta empati dalam pelayanan kesehatan.
Kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini juga memperkuat karakter, serta meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan di masyarakat. Manfaatnya sangat dirasakan luas baik oleh masyarakat mendapatkan akses pemeriksaan dan pengobatan gratis serta pendidikan kesehatan, sementara mahasiswa dan dosen memperoleh pengalaman lapangan yang berharga untuk pengembangan nilai profesional dan pribadi.
Secara keseluruhan, keterlibatan dosen dan mahasiswa keperawatan San Agustin dalam bakti sosial ini sangat penting untuk membangun kolaborasi, memperkuat nilai kepedulian, dan meningkatkan kualitas hidup serta kesehatan masyarakat sekitar.
Sumber: Kaeni, N. F., Sholihah, A. N., & Sulistyoningtyas, S. (2025). Penguatan Peran Kader Posyandu dalam Pencegahan Penyakit Degeneratif pada Lansia di Posyandu Lansia. Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Prudential Indonesia. (2024). Penyakit Degenaratif: Pengertian,penyebab, dan jenisnya. Sius, Usu, eat all. 2024. Penyakit Endokrin. EUREKA MEDIA AKSARA. Jawa Tengah
Oleh:Hizkia Shelomita Limonda, Mahasiwa Prodi DIII Keperawatan San Agustin & Ns. Usu Sius, S.Kep.,M.Biomed, Dosen Prodi DIII Keperawatan San Agustin
Bank Indonesia Kalbar Siap Jalin Kerja Sama Strategis dengan Universitas Katolik Santo Agustinus (2025)
Duta, Pontianak – Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo (Unika San Agustin) melalui Wakil Rektor Umum, Brigjen Pol. (Purn.) Drs. Sumirat Dwiyanto, M.Si., melakukan audiensi resmi dengan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat, Doni Septadijaya, yang didampingi oleh Wakilnya Abidin Abdul Haris, pada awal pekan ini di Pontianak, Selasa, 15 Juli 2025.
Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan antusiasme tersebut, Kepala Perwakilan BI Kalbar menyambut baik inisiatif kerja sama strategis dari Unika San Agustin. Salah satu bentuk sinergi yang segera dapat direalisasikan adalah peluang bagi pegawai Bank Indonesia Perwakilan Kalbar untuk berkontribusi sebagai dosen tamu atau pengajar praktisi di Program Studi Perbankan dan Keuangan di lingkungan Unika San Agustin.
Lebih lanjut, Bank Indonesia Kalbar juga membuka akses bagi Unika San Agustin untuk berbagi data dan laporan perekonomian Kalimantan Barat secara triwulanan dan tahunan. Laporan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar, kajian akademik, maupun riset ilmiah oleh sivitas akademika kampus San Agustin.
“Bank Indonesia siap bersinergi dengan Unika San Agustin dalam pengembangan klaster yang relevan, terutama di sektor agribisnis, perbankan dan keuangan,” ujar Doni Septadijaya.
Doni juga menyampaikan bahwa saat ini BI sedang bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kubu Raya, Pontianak, dan Mempawah dalam proyek penanaman, pengolahan, dan distribusi komoditas cabai.
Model kolaborasi serupa sangat memungkinkan untuk diterapkan bersama Unika San Agustin dan Pemerintah Kabupaten Landak.
Selain itu, Bank Indonesia membuka ruang kolaborasi untuk program pengembangan UMKM, AgriPreneur, dan AgriTrainer yang relevan bagi mahasiswa Jurusan Agribisnis. Program ini sejalan dengan semangat pengembangan kewirausahaan berbasis lokal dan peningkatan kapasitas mahasiswa di sektor pertanian.
Tak kalah penting, Bank Indonesia juga menawarkan program Beasiswa BI yang diberikan kepada mahasiswa melalui mekanisme seleksi terbuka. Beasiswa ini mengikuti ketentuan resmi yang berlaku di lingkungan BI, menjadi salah satu bentuk nyata dukungan Bank Indonesia terhadap pengembangan sumber daya manusia unggul di perguruan tinggi.
Pertemuan ini menjadi tonggak awal dari rencana kerja sama jangka panjang antara Unika San Agustin dan Bank Indonesia Kalbar dalam bidang pendidikan, riset, dan penguatan kapasitas mahasiswa.
Oleh:RD. Rupinus Kehi – Sekretaris Jenderal,Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo
Wakil Rektor Umum Brigjen Pol. (Purn.) Drs. Sumirat Dwiyanto, M.Si, menerima kunjungan CEO PT Premium Rempah Bumi (PRIBUMI), Andi Yunus Ladika, di Ruang Rektorat Kampus 2, Senin pagi (14/7/2025).
Duta, Pontianak – Dalam upaya memperkuat kontribusi pendidikan tinggi terhadap pembangunan daerah, Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, melalui Wakil Rektor Umum Brigjen Pol. (Purn.) Drs. Sumirat Dwiyanto, M.Si, menerima kunjungan CEO PT Premium Rempah Bumi (PRIBUMI), Andi Yunus Ladika, di Ruang Rektorat Kampus 2, Senin pagi (14/7).
Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama antara dunia pendidikan dan industri dalam sektor agribisnis, khususnya tanaman Nilam (Pogostemon cablin), yang potensial dikembangkan di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.
Sinergi Kampus dan Industri Pemberdayaan Daerah
Dalam perbincangan yang berlangsung hangat, Brigjen Sumirat menekankan harapan besar agar jurusan Agribisnis yang dimiliki kampus dapat memberikan kontribusi nyata terhadap masyarakat Landak, terutama dalam konteks penanggulangan stunting dan pemberdayaan ekonomi lokal.
“Kami berharap kehadiran jurusan Agribisnis di kampus ini bisa memberi sumbangsih bagi Landak. Kami ingin menjadikan kampus bukan hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga pusat pengembangan pertanian dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Brigjen Sumirat.
Dokumentasi: Wakil Rektor Umum Brigjen Pol. (Purn.) Drs. Sumirat Dwiyanto, M.Si, menerima kunjungan CEO PT Premium Rempah Bumi (PRIBUMI), Andi Yunus Ladika, di Ruang Rektorat Kampus 2, Senin pagi (14/7/2025).
PT Pribumi Hadir dengan Solusi Tata Niaga Nilam yang Inklusif dan Berkelanjutan
Menanggapi harapan tersebut, CEO PT PRIBUMI, Andi Yunus Ladika, menjelaskan bahwa perusahaannya telah membangun sistem agribisnis Nilam yang terintegrasi dari hulu ke hilir—mulai dari pembibitan, produksi, hingga penjualan ke pasar ekspor.
“Masalah utama petani kita adalah harga jual yang tidak menentu. Kami hadir di Kalbar dengan sistem tata niaga tertutup dan stabil, yang menjamin pembelian hasil panen dan menetapkan harga dasar tetap, demi memberikan kepastian ekonomi kepada petani,” kata Andi, (14/7).
Ia menjelaskan bahwa Nilam adalah komoditas strategis karena dibutuhkan dalam industri kosmetik dan parfum global. Indonesia saat ini memasok lebih dari 50% kebutuhan Nilam dunia. Oleh karena itu, Kalbar sangat potensial menjadi sentra baru jika ditunjang kemitraan yang tepat.
Potensi Ekonomi Nilam dengan Untung Besar dari Lahan Kecil
Andi menguraikan potensi ekonomi Nilam. Dengan 5.000 bibit Nilam di lahan setengah hektar, petani bisa panen rata-rata 5 kg per pohon. Jika harga dasar Rp 1.000/kg, maka satu siklus panen bisa menghasilkan sekitar Rp 25 juta.
“Bayangkan, dari setengah hektar saja—bahkan pekarangan rumah—petani bisa meraih puluhan juta tiap panen. Apalagi Nilam bisa dipanen tiap tiga bulan setelah masa tanam awal,” jelasnya.
Nilam juga dinilai lebih ramah lingkungan karena cocok ditanam di sela-sela pekarangan atau kebun kecil, serta tidak membutuhkan lahan luas.
Kampus sebagai tempat penelitian dan pengembangan mulai dari pendidikan, penanaman, pengolahan hingga ‘memunculkan’ Agripreneur di kalangan mahasiswa, serta menjauhkan mereka hal-hal negatif seperti narkoba, judi online dan lainnya.
Merespons peluang tersebut, Brigjen Sumirat mengusulkan agar kerja sama tidak hanya sebatas wacana, melainkan diwujudkan dalam bentuk konkret seperti:
Demonstrasi plot Nilam di lahan kampus,
Pelatihan mahasiswa menjadi agripreneur (pengusaha agribisnis),
Penelitian dosen dan mahasiswa tentang Nilam,
Kegiatan pengabdian masyarakat berbasis agribisnis, dan
Pengembangan model bisnis antara petani-mitra PT PRIBUMI dan petani lokal.
Andi menyambut baik inisiatif ini dan mengusulkan agar dibuat program “AgriTrainer” atau “AgriPreneur Training” yang menyasar mahasiswa dan alumni sebagai calon pengusaha Nilam. Ia bahkan menyarankan agar model pelatihan ini menghasilkan pendapatan langsung bagi peserta.
“Kami siap beli hasilnya. Bahkan bisa langsung dibuat MOU, sehingga mahasiswa atau petani lokal bisa menanam dengan tenang karena sudah ada pembeli dan harga tetap,” ungkap Andi.
Dokumentasi: Dokumentasi: Wakil Rektor Umum Brigjen Pol. (Purn.) Drs. Sumirat Dwiyanto, M.Si, menerima kunjungan CEO PT Premium Rempah Bumi (PRIBUMI), Andi Yunus Ladika, di Ruang Rektorat Kampus 2, Senin pagi (14/7/2025).
Kuliah Umum dan MOU Strategis
Sebagai langkah awal, kedua belah pihak sepakat merancang kegiatan kuliah umum dan pelatihan teknis budidaya Nilam bersama tim PRIBUMI. Pelatihan ini akan membuka jalur kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan pelaku industri untuk membangun sistem agribisnis yang berkelanjutan.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya pintar teori, tetapi juga jadi pelaku nyata di dunia usaha. Di sinilah kampus hadir, bukan sekadar mencetak sarjana, tapi mencetak pelaku perubahan,” tegas Brigjen Sumirat.
Dalam penutup pertemuan, kedua pihak sepakat untuk dapat mendorong Pemerintah Kabupaten Landak agar lebih responsif terhadap upaya pemberdayaan masyarakat berbasis agribisnis. Mereka menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah untuk membangun kemandirian ekonomi desa secara konkret dan terukur.
“Kami sudah lihat hasilnya di banyak tempat. Jika model ini berhasil di Landak, maka akan lahir komunitas petani Nilam yang mandiri dan sejahtera, tanpa harus meninggalkan kampung halaman,” tutup Andi. *Sam.
Kolaborasi Cerdas Hukum, San Agustin Bersama Kejari Landak (2025)
Duta, Landak – Kejaksaan Negeri (Kejari) Landak melalui Plt. Kasi Intel beserta tujuh personelnya menggelar kegiatan sosialisasi hukum di Kampus 1 Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo di Landak, pada Kamis 3 Juli 2025, bertempat di Gedung C bawah Perpustakaan mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan hari itu mengangkat empat tema utama, yaitu:
Pengenalan Instansi Kejaksaan,
Bahaya Narkoba,
Judi Online, dan
Bijak Bermedia Sosial.
Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Umum, Brigjen Pol. (Purn.) Drs. Sumirat Dwiyanto, M.Si, Wakil Rektor 1, Dr. Monika Widyastuti Surtikanti, M.Pd serta para dosen, dan 50 mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo alias Unika San Agustin.
Dalam komentarnya, Brigjen Pol. (Purn.) Drs. Sumirat Dwiyanto, M.Si menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran Kejaksaan Negeri Landak.
Kampus Bertemu Kejaksaan: Kolaborasi Cerdas (2025)
Sumirat menegaskan bahwa kegiatan semacam ini sangat penting untuk memperkuat hubungan antara institusi penegak hukum dan lembaga pendidikan tinggi.
“Semoga kolaborasi dengan Kejaksaan serta aparat penegak hukum lainnya, baik dari instansi pemerintah maupun swasta, mampu meningkatkan kinerja dan pemahaman civitas akademika San Agustin. Kami ingin mendorong mahasiswa untuk mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah, bangsa, dan negara,” ujarnya, Sabtu (12/07).
Lebih lanjut, Sumirat juga mengingatkan kepada mahasiswa untuk menjauhi bahaya narkoba dan praktik judi online yang kian marak, serta agar lebih cermat dan bijak dalam menggunakan media sosial.
Jaksa Bicara, Mahasiswa Waspada! (2025)
Kegiatan hari itu tampaknya menjadi ruang interaktif antara mahasiswa dan Kejari Landak.
Selain mengenalkan peran, tugas pokok, dan fungsi Kejaksaan, sesi diskusi dan tanya jawab memperlihatkan antusiasme mahasiswa terhadap isu-isu hukum yang dibahas.
Sebagai Wakil Rektor Umum, Sumirat berharap agar melalui sosialisasi hari kamis lalu, Kejari Landak dapat berkolaborasi bersama Kampus untuk membangun kesadaran hukum sejak dini, terutama di kalangan generasi muda, agar terhindar dari praktik melanggar hukum serta menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. *Sam.
Wakil Rektor Umum San Agustin, Brigjen Pol. (Purn.) Drs. Sumirat Dwiyanto, M.Si, dan Branch Manager JNE Pontianak, Ion Saputra, Jumat 11 Juli 2025.
Duta, Pontianak | Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo (San Agustin) menjajaki kerja sama strategis dengan JNE Pontianak dalam bidang pendidikan dan logistik. Pertemuan informal namun penuh makna itu berlangsung di kantor pusat JNE Pontianak, Jalan Hos. Cokroaminoto, antara Wakil Rektor Umum San Agustin, Brigjen Pol. (Purn.) Drs. Sumirat Dwiyanto, M.Si, dan Branch Manager JNE Pontianak, Ion Saputra, Jumat 11 Juli 2025.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat pada Jumat siang ini, Sumirat menyampaikan pentingnya pengalaman lapangan bagi mahasiswa, terutama dalam bidang logistik yang menjadi fokus pengembangan kampus di Kalimantan.
“Logistik ini penting. Di Kalimantan, kami satu-satunya yang mengembangkan bidang ini. Saya berharap mahasiswa kami bisa menjadi pelopor logistik Kalimantan. Melalui kerja sama dengan Asperindo dan JNE, mereka bisa magang dan sekaligus mengidentifikasi tantangan riil di lapangan,” ujar Sumirat.
Wakil Rektor Umum San Agustin, Sumirat mengatakan bahwa mereka butuh dosen tamu dari praktisi seperti JNE, agar mahasiswa bisa belajar langsung dari dunia kerja.
“Biar anak-anak terbuka wawasannya,” tambahnya.
Menanggapi hal itu, Ion Saputra menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan JNE Pontianak untuk mendukung program magang maupun pelatihan lainnya.
Ion juga menegaskan bahwa kerja sama tidak hanya terbatas pada logistik, melainkan terbuka untuk seluruh jurusan yang ada di Universitas San Agustin.
Wakil Rektor Umum San Agustin, Brigjen Pol. (Purn.) Drs. Sumirat Dwiyanto, M.Si, (2025)
“Kami terbuka untuk mendukung. Selain magang, kami juga butuh SDM dalam sistem informasi, keuangan, sales, hingga marketing digital. Mahasiswa bisa belajar banyak di sini,” jelas Ion.
Lebih lanjut, JNE juga siap memfasilitasi mahasiswa San Agustin dengan program khusus, termasuk keanggotaan dan potongan harga pengiriman sebagai bentuk dukungan terhadap mobilitas mahasiswa dan UMKM binaan kampus.
“Mahasiswa bisa jadi member JNE. Nanti akan ada promo khusus, termasuk diskon pengiriman ke seluruh wilayah. Sebagai point center yang kami sudah lakukan ada di Entikong, Landak, hingga Nanga Tayap. Ke depan, mungkin perlu kita pikirkan agency di kampus—sales, marketing, dan sebagainya,” tambah Ion.
Sumirat menutup pertemuan dengan menyampaikan harapan agar kerja sama ini dapat segera diformalkan dalam bentuk MoU ke depan.
Diskusi siang di Kantor JNE, Jalan Hos Cokroaminoto, (2025)
“Kita gali potensi anak-anak. Mereka punya mimpi besar. Orang Kalimantan Barat harus ikut besarkan Kalimantan Barat,” tegasnya.
Selain kerja sama pendidikan, keduanya juga berdiskusi tentang peluang pengembangan UMKM dan pelatihan bersama sebagai bagian dari kontribusi kampus terhadap masyarakat dan dunia usaha di Kalimantan Barat.
Pertemuan ini menjadi langkah awal menjanjikan dalam membangun sinergi antara dunia pendidikan dan industri logistik di wilayah Kalimantan. *Sam.