Duta, Pontianak | Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo (San Agustin) menjajaki kerja sama strategis dengan JNE Pontianak dalam bidang pendidikan dan logistik. Pertemuan informal namun penuh makna itu berlangsung di kantor pusat JNE Pontianak, Jalan Hos. Cokroaminoto, antara Wakil Rektor Umum San Agustin, Brigjen Pol. (Purn.) Drs. Sumirat Dwiyanto, M.Si, dan Branch Manager JNE Pontianak, Ion Saputra, Jumat 11 Juli 2025.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat pada Jumat siang ini, Sumirat menyampaikan pentingnya pengalaman lapangan bagi mahasiswa, terutama dalam bidang logistik yang menjadi fokus pengembangan kampus di Kalimantan.
“Logistik ini penting. Di Kalimantan, kami satu-satunya yang mengembangkan bidang ini. Saya berharap mahasiswa kami bisa menjadi pelopor logistik Kalimantan. Melalui kerja sama dengan Asperindo dan JNE, mereka bisa magang dan sekaligus mengidentifikasi tantangan riil di lapangan,” ujar Sumirat.
Wakil Rektor Umum San Agustin, Sumirat mengatakan bahwa mereka butuh dosen tamu dari praktisi seperti JNE, agar mahasiswa bisa belajar langsung dari dunia kerja.
“Biar anak-anak terbuka wawasannya,” tambahnya.
Menanggapi hal itu, Ion Saputra menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan JNE Pontianak untuk mendukung program magang maupun pelatihan lainnya.
Ion juga menegaskan bahwa kerja sama tidak hanya terbatas pada logistik, melainkan terbuka untuk seluruh jurusan yang ada di Universitas San Agustin.

“Kami terbuka untuk mendukung. Selain magang, kami juga butuh SDM dalam sistem informasi, keuangan, sales, hingga marketing digital. Mahasiswa bisa belajar banyak di sini,” jelas Ion.
Lebih lanjut, JNE juga siap memfasilitasi mahasiswa San Agustin dengan program khusus, termasuk keanggotaan dan potongan harga pengiriman sebagai bentuk dukungan terhadap mobilitas mahasiswa dan UMKM binaan kampus.
“Mahasiswa bisa jadi member JNE. Nanti akan ada promo khusus, termasuk diskon pengiriman ke seluruh wilayah. Sebagai point center yang kami sudah lakukan ada di Entikong, Landak, hingga Nanga Tayap. Ke depan, mungkin perlu kita pikirkan agency di kampus—sales, marketing, dan sebagainya,” tambah Ion.
Sumirat menutup pertemuan dengan menyampaikan harapan agar kerja sama ini dapat segera diformalkan dalam bentuk MoU ke depan.

“Kita gali potensi anak-anak. Mereka punya mimpi besar. Orang Kalimantan Barat harus ikut besarkan Kalimantan Barat,” tegasnya.
Selain kerja sama pendidikan, keduanya juga berdiskusi tentang peluang pengembangan UMKM dan pelatihan bersama sebagai bagian dari kontribusi kampus terhadap masyarakat dan dunia usaha di Kalimantan Barat.
Pertemuan ini menjadi langkah awal menjanjikan dalam membangun sinergi antara dunia pendidikan dan industri logistik di wilayah Kalimantan. *Sam.




