Wednesday, October 28, 2026
More

    Rumah Bernalar, di Selat Panjang Bruder MTB Siantan – Pondok TheRita

    MajalahDUTA.Com | Secara filosofis, Rumah Bernalar dapat dipahami sebagai sebuah tempat atau wadah, baik secara fisik maupun kiasan, yang menjadi ruang untuk melatih pikiran, merawat akal budi, dan mengasah kemampuan berpikir logis. Gagasan tentang Rumah Bernalar ini terinspirasi dari pemikiran Bruder Gerardus, MTB (Maria Tak Bernoda), yang memaknai Pondok TheRita sebagai bentuk pertobatan ekologis.

    Kedua gagasan tersebut memiliki kesamaan mendasar, yakni mengajak manusia menggunakan kecerdasannya untuk memikirkan dan menemukan cara mengatasi krisis ekologis yang sedang terjadi.

    Pondok TheRita yang dibangun oleh Bruder Gerardus juga dapat dimaknai secara teologis sebagai simbol penderitaan Yesus Kristus yang menyelamatkan manusia dari dosa. Dalam perspektif soteriologi, karya keselamatan Kristus tidak terbatas pada manusia, tetapi juga mencakup seluruh ciptaan.

    Dosa tidak hanya merusak hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga mengganggu keseimbangan alam semesta. Melalui pengorbanan Kristus, pemulihan ditawarkan bukan hanya bagi hati manusia, melainkan juga bagi seluruh ciptaan. Dengan demikian, keselamatan tidak semata-mata bersifat pribadi, tetapi juga kosmologis, yakni mencakup pemulihan dunia yang telah mengalami kerusakan akibat dosa.

    Pandangan yang dihidupi Bruder Gerardus ini dapat mendorong umat manusia untuk membangun kesadaran dalam memaknai alam secara lebih luas dan mendalam. Gagasan tersebut sejalan dengan pemikiran Paus Fransiskus yang mengajak seluruh umat manusia untuk merawat bumi sebagai rumah bersama.

    Melalui perawatan halaman dan lingkungan Pondok TheRita di Selat Panjang, Bruder Gerardus memberikan kontribusi nyata untuk menumbuhkan kesadaran dan memperluas wawasan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup.

    Dalam konteks ini, Rumah Bernalar menjadi wadah refleksi sekaligus penggerak untuk membangun kehidupan yang ramah lingkungan.

    Gerakan tersebut akan terus hidup apabila manusia menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Upaya menghidupi spiritualitas Rumah Bernalar menjadi bagian dari visi komunitas Bruderan MTB dalam menanggapi kerusakan bumi.

    Dengan meneladani Santo Fransiskus dari Assisi, manusia diajak menyadari bahwa pemulihan hubungan dengan dunia ciptaan merupakan salah satu dimensi penting dari pertobatan.

    Pertobatan ekologis berarti mengakui kesalahan, dosa, kejahatan, dan kelalaian manusia yang telah berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan, kemudian berbalik dengan sepenuh hati untuk memperbaiki hubungan dengan seluruh ciptaan.

    Pertobatan ekologis yang diperlukan untuk menciptakan perubahan berkelanjutan juga merupakan pertobatan komunal. Artinya, perubahan tidak cukup dilakukan secara individual, tetapi perlu diwujudkan melalui gerakan bersama yang menumbuhkan semangat perlindungan terhadap alam dengan kemurahan hati dan kelembutan.

    Rasa syukur dan kemurahan hati lahir dari kesadaran bahwa dunia merupakan anugerah yang diterima dari kasih Allah. Kesadaran ini mendorong manusia untuk meninggalkan sikap egoistis, mengembangkan pengingkaran diri, dan melakukan kebaikan tanpa pamrih demi kelestarian ciptaan.

    ILUSTRASI – Gambar Pondok TheRita, Bruder MTB, Selat Panjang Siantan, Pontianak.

    Pertobatan ekologis juga mengandung kesadaran penuh kasih bahwa manusia tidak terpisah dari makhluk hidup lainnya. Manusia bersama seluruh jagat raya tergabung dalam suatu persekutuan universal yang indah.

    Sebagai orang beriman, manusia diajak untuk tidak memandang dunia seolah-olah berada di luar dirinya, melainkan menyadari dirinya sebagai bagian dari ciptaan. Dengan demikian, manusia dapat mengenali ikatan yang telah dijalin Allah antara dirinya dan seluruh makhluk.

    Selain itu, dengan mengembangkan kemampuan khusus yang telah dianugerahkan Allah, pertobatan ekologis mendorong umat beriman untuk menumbuhkan antusiasme dan kreativitas dalam menghadapi berbagai persoalan dunia.

    Kemampuan tersebut hendaknya diwujudkan melalui tindakan nyata, dengan mempersembahkan diri kepada Allah sebagai persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan kepada-Nya.

    Pada akhirnya, Pondok TheRita sebagai Rumah Bernalar bukan hanya tempat untuk berpikir dan berefleksi, melainkan juga ruang untuk menumbuhkan kesadaran ekologis dan menggerakkan pertobatan.

    Bernalar berarti memahami persoalan, menyadari tanggung jawab, dan menemukan jalan untuk bertindak. Melalui kesadaran tersebut, manusia diajak membangun kembali relasi yang harmonis dengan Allah, sesama, dan seluruh ciptaan demi menjaga bumi sebagai rumah bersama.(Fr. Egen Koten)

    Related Articles

    spot_img
    spot_img
    spot_img

    Latest Articles