Friday, October 16, 2026
More

    Rumah Bernalar Ekologi

    MajalahDUTA.Com | Proficiat kepada Frater Egen Koten, projo Keuskupan Agung Samarinda, atas ujian tesis tertanggal 20 Mei 2026 di STT Bonus, Pontianak. Bruder MTB menyampaikan banyak terima kasih kepada Frater yang telah memilih Pondok TheRita Selat Panjang menjadi tempat penelitian dalam membuat tesis tugas akhir S2.

    Tentu dalam penelitian ini, Frater mempunyai pengalaman dan temuan-temuan yang bukan saja bersifat ilmiah, melainkan praksis hidup sehari-hari dalam mengimplementasikan ensiklik Laudato Si’. Mari kita simak obrolan redaksi dengan Frater berikut ini:

    Apa latar belakang yang membuat Frater tertarik memilih penelitian di Pondok TheRita, Selat Panjang?

    Pondok TheRita merupakan pesona kecerdasan manusia memiliki makna teologis yang realistis dengan perkembangan ekologis zaman sekarang. Tentu pernyataan demikian memicuh pola pikir penulis untuk menggali dan menemukan sebuah istilah baru yang sinkron dengan makna dari Pondok TheRita tersebut.

    Makna Pondok TheRita adalah pertobatan ekologis yang berlandaskan kisah sengsara Yesus Kristus yang mempertobatkan manusia dari belenggu dosa. Makna ini muncul karena kecerdasan manusia membaca situasi alam saat ini mengalami kerusakan akibat perbuatan manusia. Bertolak dari pemaknaan tersebut, saya berani menyebutnya dengan sebuah istilah baru, yaitu Rumah Bernalar.

    Mengapa Frater mengatakan di Pondok TheRita merupakan Rumah Bernalar Ekologi?

    Secara filosofis Rumah Bernalar dimaknai sebagai sebuah wadah, ruang, atau komunitas yang menjadikan akal budi, logika, dan pemikiran kritis sebagai fondasi utama di dalamnya.

    Hal demikian melahirkan sebuah pengertian Rumah Bernalar yang artinya bagaimana tampak bangunan tersebut memperhatikan tanah yang hijau, seperti bumi yang nalar adalah bumi yang hijau, tidak tercemar dan tidak rusak. Tentu saja Pondok TheRita adalah Rumah Bernalar yang menjadi contoh dari pertobatan ekologis.

    Rumah Bernalar – Dokumen Foto dari Br. Gerardus, MTB (Edisi Tulisan dan Buletin JPIC MTB) 2026

    Bagaimana Frater melihat peran dan aksi Bruder di Pondok TheRita Selat Panjang dalam menjaga dan memelihara ibu bumi rumah kita bersama sesuai dengan amanat Laudato Si’?

    Berdasarkan penelitian saya di lapangan dapat ditemukan ide kreatif yang dilakukan Bruder untuk merawat lingkungan hidup, yaitu pembuatan pupuk organik dan Eco Enzyme. Eco Enzyme merupakan cairan serbaguna hasil dari fermentasi limbah organik dan air yang difermentasi selama tiga bulan.

    Hasil dari fermentasi tersebut dapat membantu Bruder untuk mengurangi kebutuhan bahan kimia, sehingga kebersihan dan kesehatan penghuni Rumah Bernalar tetap terjaga. Juga ada tanaman sayuran, buah-buahan, dan kolam ikan yang merupakan ekosistem kecil untuk menjaga dan merawat ibu bumi rumah kita.

    Usaha-usaha konkret apa yang dilakukan Bruder, baik jangka pendek maupun jangka panjang, yang memengaruhi orang-orang di sekitar berpikir dalam menjaga ekologi?

    Rasa cinta dan peduli terhadap lingkungan hidup, Bruder melakukan rutinitas untuk memberdayakan tanaman hijau yang bermanfaat demi kelangsungan hidup komunitas.

    Bruder juga memelihara beberapa jenis ikan air tawar untuk dikonsumsi. Kepedulian Bruder terhadap lingkungan hidup termotivasi dari anjuran Paus Fransiskus dalam ensiklik Laudato Si’. Dalam seruan ini Paus mengajak umat manusia agar menjadikan bumi sebagai rumah bersama. Bumi sebagai rumah bersama tentu di dalamnya dipenuhi keharmonisan antara alam dan manusia. Bruder juga menyuarakan aksi ekologis di setiap lembaga pendidikan, agama dan masyarakat dengan tujuan membangkitkan kesadaran umat manusia agar memanfaatkan alam secara bijak.

    Adakah Frater melihat prinsip-prinsip yang dibangun oleh Bruder agar orang sekitar mulai berpikir menjaga dan memelihara bumi dari aspek teologi, budaya, pendidikan, sosial, dan ekonomi?

    Saya melihat ada empat prinsip yang dibangun Bruder.

    Prinsip Interdependensi: Pada prinsip ekologi yang pertama ini saya ingin menjelaskan kenyataan hakiki dalam alam, yaitu komunitas ekologis, termasuk manusia yang hidup di dalamnya. Perilaku dari anggota ekologis berpengaruh besar dalam mengupaya keberhasilan seluruh komunitas ekologis untuk perkembangan ramah lingkungan hidup. Prinsip interdependensi merupakan saling ketergantungan alam dan manusia.

    Prinsip Daur Ulang: Merupakan sebuah skill yang handal dalam mengatasi krisis ekologis. Daur ulang menjadi sebuah pola dasar dalam membangun komunitas ekologis yang berhasil menanggulangi dan mengurangi sampah serta krisis ekologi di bumi.

    Prinsip Kemitraan: Mengandung arti terbuka untuk saling terkait, mendukung, menunjang untuk hidup, dan menghidupi satu sama lain dan bekerja sama, adalah salah satu penanda penting dalam kehidupan.

    Prinsip Fleksibilitas: Merupakan suatu ekosistem adalah konsekuensi dari putaran-putaran umpan balik yang berlipat ganda, yang cenderung membawa sistem kembali kepada keseimbangan apabila terjadi penyimpangan dari normalnya, yang disebabkan oleh kondisi-kondisi lingkungan yang berubah. Contohnya, jika kehangatan musim panas yang tidak bisa menyebabkan peningkatan ganggang di sebuah danau, beberapa spesies ikan yang memakan ganggang ini akan bertumbuh subur dan berkembang biak lebih banyak dari biasanya, sehingga jumlahnya meningkat dan mulai menghabiskan ganggang.

    Prinsip Keragaman: Merupakan keuntungan strategis hanya jika ada komunitas yang benar-benar bersemangat yang dilestarikan melalui jaringan hubungan-hubungan. Pada prinsipnya bahwa setiap anggota komunitas harus menyadari yang namanya saling ketergantungan di antara anggota-anggota agar keberagaman yang mempererat hubungan-hubungan dan memperkaya komunitas sebagai suatu keseluruhan.

    Hal-hal apa saja yang masih kurang dan hal-hal baik yang Frater lihat untuk dipertahankan dan ditingkatkan di Rumah Bernalar?

    Beberapa hal yang perlu diperhatikan: sebagai Rumah Bernalar perlu merancang bangunan rumah komunitas agar nampak komunitas yang berekologis, memperbaiki kolam ikan agar terlihat indah, memperbaiki pagar komunitas agar terhindar dari pencurian, merapikan tanaman yang tidak layak dipandang dan pangkas tanaman yang tidak menghasilkan buah, sehingga tidak mengganggu tanaman lain yang sedang berkembang.

    Gambar Sajian Utama Buletin JPIC Bruder MTB ~ San Damiano

    Apa saja temuan Frater setelah melakukan penelitian di Rumah Bernalar?

    Saya menemukan komunitas Bruder MTB di Selat Panjang mendesain bangunan rumah sangat kontekstual dengan lingkungan hidup. Hal ini merupakan suatu pendekatan perancangan untuk meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan sekaligus meningkatkan kulitas hidup.

    Pembuatan Eco Enzyme untuk pengolahan sampah organik dan pupuk kompos dari dedaunan. Pengadaan berbagai jenis tanaman hijau menyumbangkan udara yang segar dan sejuk untuk kebutuhan hidup manusia. Pengelolaan berbagai jenis ternak ikan: memanfaat hasil sumber daya alam untuk melengkapi kebutuhan ekonomi dan menyuarakan aksi ekologis di setiap lembaga pendidikan, agama, dan masyarakat: membangkitkan kesadaran umat manusia agar memanfaatkan alam secara bijak.

    Ada usul-saran, ide-gagasan dari Frater untuk Bruder di Rumah Bernalar dalam mengusahakan dan memelihara ekologi?

    Saran dari saya agar Pondok TheRita yang kini menjadi Rumah Bernalar tetap menjadi contoh pertobatan ekologis berkelanjutan bagi kehidupan umat manusia. Dengan kata lain para Bruder MTB yang telah membentuk tim Gerakan Rumah Bernalar dan mempunyai lahan khusus yang diatur sedemikian rupa, sehingga tempat tersebut menjadi Rumah Bernalar yang berekologis.*Br. Gerardus, MTB – JPIC MTB. 

    Related Articles

    spot_img
    spot_img
    spot_img

    Latest Articles