Wednesday, April 29, 2026
More
    Home Blog Page 73

    Yudisium ke-IV Universitas Widya Dharma Pontianak: Kesulitan Yang Muncul Adalah Batu Asah

    Yudisium ke-IV Universitas Widya Dharma Pontianak tahun akademik 2022/2023 Di Qubu Resort – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Pontianak – Universitas Widya Dharma Pontianak kembali menggelar Yudisium bagi para calon wisudawan/ti yang berjumlah 716 peserta. Yudisium ini adalah Yudisium ke-4 Universitas Widya Dharma tahun akademik 2022/2023 yang dilaksanakan pada hari Senin, 30 Oktober 2023. Acara Yudisium berlangsung di Qubu Resort, Jl. Arteri Supadio No.16, Sungai Raya, Kec. Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

    Acara dimulai dengan doa yang dipimpin oleh Pastor Kosmas Jang, OFMCap. Tampak rona bahagia yang terlihat dari para calon wisudawan/ti ini karena Yudisium menjadi salah satu moment yang mereka nantikan selain moment wisuda yang menyusul esok harinya.

    Baca Juga: Peresmian Gedung Baru UWDP: Tonggak Penting Sejarah Perguruan Tinggi Widya Dharma

    Di hari Yudisium itu, tibalah saatnya pembacaan SK Yudisium oleh masing-masing kepala program studi. Mulai dari Manajemen, Akuntansi, Bahasa Inggris, Sistem Informasi, dan Informatika. Kemudian dilanjutkan penyerahan piagam penghargaan kepada wisudawan/ti yang lulus dengan predikat kelulusan “Dengan Pujian”. Usai penyerahan piagam penghargaan, acara dilanjutkan dengan pelantikan wisudawan/ti oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak, Dr.M. Lianto, S.Ag., M.M

    Kemudian acara dilanjutkan dengan kata sambutan dari Dekan yang diwakili oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma dan kata sambutan dari pihak Yayasan Widya Dharma, P. Amandus Ambot, S.Ag. Lic.Th. OFMCap.

    Yudisium

    Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma menyampaikan pesannya kepada wisudawan/ti yang baru dilantik.

    “Pesan saya, sebagai pendatang baru di dunia kerja, kerjakan apa yang bisa dikerjakan. Jangan menghindari kesulitan, kesulitan yang muncul adalah batu asah, karena batu permata butuh diasah agar terlihat bersinar”. Ujar Lianto.

    Rektor Universitas Widya Dharma, Dr.M. Hadi Santoso, S.E., M.M. juga berpesan kepada wisudawan/ti agar menjaga baik nama almamater dan terus mengembangkan diri.

    Baca Juga: Perjalanan Menuju Karakter Unggul: Mahasiswa Baru UWDP Siap Berubah

    “Pesan saya kepada para alumni, pertama jaga baik nama almamater, kemudian terus mengembangkan diri supaya tidak ketinggalan ilmu yang begitu cepat. Harapan saya kelulusanmu ini bisa menjadi bekal untuk kehidupan yang lebih baik, mencerdaskan bangsa, mengangkat harkat dan martabat diri sendiri, keluarga dan untuk negara tercinta NKRI”. Ujar Hadi

    Acara ini pun kemudian disemarakkan dengan pertunjukan tarian persembahan dan lagu paduan suara yang dibawakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Widya Dharma.

    Penulis: Yessi /Tim Komsos KAP

    Momen Kontroversial di Gedung KPU: Gibran dan Kaesang Cium Tangan Megawati, Pertanda Politik Kontroversi

    MajalahDUTA.com, Jakarta – Selasa malam (14/11), acara penetapan nomor urut capres-cawapres di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, menjadi saksi dari momen yang tidak hanya unik tetapi juga kontroversial. Calon Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, dan Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, mencium tangan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Aksi ini memicu beragam reaksi dan kritik dari berbagai kalangan yang menilai bahwa tindakan ini tidak hanya tidak pantas tetapi juga menciptakan citra politik yang kontroversial.

    Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Joko Widodo, terlihat sangat antusias saat Megawati tiba di acara tersebut. Meskipun momen ini seharusnya menjadi acara formal penetapan nomor urut, Gibran tanpa ragu meraih tangan Megawati dan menciumnya. Aksi ini tidak hanya dinilai tidak sesuai dengan protokol politik, tetapi juga dianggap sebagai tindakan yang menciptakan pertanyaan serius tentang etika dan standar perilaku dalam politik.

    Tidak hanya Gibran, Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo, ikut serta dalam momen kontroversial ini. Mengenakan jaket PSI berwarna merah, Kaesang mencium tangan Megawati sambil terbungkuk. Tindakan ini segera menjadi sorotan utama, dengan banyak pihak mengkritiknya sebagai ekspresi yang tidak seharusnya terjadi dalam konteks politik yang serius.

    Munculnya pertanyaan seputar motivasi di balik tarian hormat ini menambah kompleksitas dari situasi tersebut. Beberapa pihak berspekulasi bahwa tindakan ini mungkin terkait dengan pesan politik tertentu atau kesepakatan di luar batas-batas formal. Kritik juga ditujukan kepada Megawati atas responsnya yang dianggap terlalu pasif dan kurang kritis terhadap tindakan kontroversial ini.

    Bukan hanya tentang etika politik semata, momen ini menciptakan pertanyaan mendasar tentang arah politik yang diusung oleh para pemimpin muda. Harapannya, pemimpin muda dapat lebih memahami dan menghormati etika politik yang seharusnya menjadi dasar dalam perjalanan mereka di panggung politik nasional.

    Polemik ini menjadi bukti bahwa citra politik sangat rentan terhadap tindakan-tindakan kontroversial. Masyarakat berharap bahwa para pemimpin dapat memberikan teladan yang baik dalam etika dan moralitas politik, daripada menciptakan pertanyaan dan keraguan di kalangan publik.

    Penulis: Winda/Tim Komsos KAP

    Ajag Siaga TKK MPK Keuskupan Agung Pontianak: Perdana Dilaksanakan

    Pramuka Siaga/Sumber Foto: Panitia Ajag Siaga 2023 – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MAjalahDUTA.com, Pontianak – Kegiatan kepramukaan di lingkungan Keuskupan Agung Pontianak khususnya disekolah-sekolah swasta yang bernaung di yayasan katolik terus mengembangkan dan melatih diri masing-masing. Tujuannya agar tertanam dalam diri peserta didik nilai-nilai kepramukaan.

    TKK MPK Keuskupan Agung Pontianak bersama kepengurusan yang baru terbentuk melaksanakan kegiatan untuk pramuka siaga. Kegiatan bertajuk Ajag Siaga artinya diperuntukan anak-anak pramuka siaga di jenjang Sekolah Dasar. Dari rentang usia 7-10 tahun.

    Baca Juga:Mgr. Agus Selebran Utama Misa Pembukaan Temu Pembina IV – TKKMNPK Palangkaraya

    Dilaksanakan pada Sabtu, 14 Oktober 2023 di kompleks Persekolahan Suster Pontianak. Kegiatan dimulai dari pukul 07.00 sampai 16.00. Peserta berasal dari sekolah-sekolah swasta yang bernaung di yayasan katolik dilingkungan keuskupan Agung Pontianak dan bukan hanya berasal dari Pontianak saja.

    Sekolah-sekolah yang terlibat menjadi peserta antara lain SD Suster Pontianak, SD Suster Singkawang, SD Bruder Melati, SD Bruder Nusa Indah, SD Bruder Dahlia, SD Bruder Kanisius Siantan, SD Gembala Baik I, SD Karya Yosep, dan SD Marie Joseph. Dengan jumlah peserta sebanyak 169 orang dari sembilan sekolah yang terlibat.

    Kepramukaan

    Kegiatan Ajag Siaga diawali dengan karnaval yang diiringi oleh Drumband Gita Fransiskus Asisi kemudian penampilan yel-yel dari setiap gudep. Dilanjutkan dengan upacara pembuka dan ibadat pembuka. Kemudian setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan. Kegiatan yg diikuti oleh peserta adalah Workshop, Bazaar dan Group games.

    Dalam upacara pembukaan, ketua TKK MPK Keuskupan Agung Pontianak mengatakan bahwa kegiatan Ajag Siaga 2023 adalah perdana, artinya pertama kali diadakan oleh TKK.

    “Kegiatan Ajag Siaga tahun ini adalah perdana, artinya pertama kali diadakan oleh TKK. Tujuannya adalah mempertemukan anak-anak pramuka Siaga di lingkungan Keuskupan Agung Pontianak sehingga mereka dapat saling kenal dan belajar bersosialisasi” ungkap Rinny Pattiasina Selaku ketua TKK MPK Keuskupan Agung Pontianak.

    Baca Juga:TKK-MPK Keuskupan Agung Pontianak Mengadakan Misa Syukur HUT Pramuka Ke-62 Di Katedral Santo Yosef

    Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh ketua panitia kepada kepala sekolah dan pembina damping yang terlibat, sehingga kegiatan Ajag Siaga dapat terlaksana. Pembina damping yang hadir juga diberikan pelatihan tentan Sisminpan.

    “Saya mewakili teman-teman panitia mengucapkan terima kasih kepada kepala sekolah dan pembina damping yang telah melibatkan anak-anak dari gugus depan sekolah masing-masing. Karena kegiatan ini adalah untuk kita bersama dan membutuhkan kerja sama bersama” papar  Firminus Iyon selaku ketua panitia Ajag Siaga 2023.

    Terlaksananya kegiatan Ajag Siaga 2023 tidak terlepas dari dukungan sponsor dan donatur yang telah membantu dan berpartisipasi.

    Penulis: Winda/Tim Komsos KAP

    Penjadwalan Ulang Pemeriksaan Sudin oleh KPK Terkait Dugaan Pemerasan, SYL Ditahan

    MAJALAHDUTA.COM, SURABAYA– Pada Jumat (10/11), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Ketua Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Sudin, dalam kasus dugaan pemerasan terhadap pegawai di Kementerian Pertanian (Kementan). Jurubicara Bidang Penindakan dan Kelembagaan KPK, Ali Fikri, mengungkapkan bahwa informasi dari penyidik menyatakan Sudin tidak dapat hadir, dan tim penyidik KPK telah mengkonfirmasi hal tersebut.

    “Tapi informasi yang kami peroleh dari penyidik, yang bersangkutan tidak bisa hadir, dan sudah mengkonfirmasi kepada tim penyidik KPK,” kata Ali kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jumat siang (10/11).

    Akibat ketidakhadiran Sudin, KPK berencana menjadwalkan ulang pemeriksaannya sebagai saksi terkait kasus yang melibatkan Syahrul Yasin Limpo (SYL), mantan Menteri Pertanian (Mentan). Ali menegaskan bahwa jadwal ulang direncanakan pada hari Rabu (15/11).

    “Kami akan jadwal ulang nanti pada hari Rabu (15/11) terhadap yang bersangkutan sebagai saksi untuk perkara dengan tersangka SYL dan kawan-kawan,” tambah Ali.

    Selain Sudin, KPK juga memanggil tiga orang saksi lainnya pada hari yang sama, yaitu Mesah Tarigan (Tenaga Ahli Komisi IV DPR RI), Joice Triatman (Stafsus Mentan), dan OKI Anwar Junaidi (Staf RTP pada Biro Umum Sekretariat Jenderal Kementan).

    SYL, bersama dengan tersangka Muhammad Hatta (MH), Direktur Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) Kementerian Pertanian, secara resmi ditahan KPK pada Jumat (13/10). Penangkapan SYL dilakukan pada Kamis malam (12/10), sementara Kasdi Subagyono (KS), Sekretaris Jenderal Kementan, telah ditahan sejak Rabu (11/10).

    Dalam perkara ini, SYL bersama Hatta dan Kasdi diduga menerima uang sebesar Rp13,9 miliar sebagai bukti dugaan pemerasan terhadap pejabat di Kementan dan penerimaan gratifikasi. Uang tersebut berasal dari pungutan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementan dengan ancaman mutasi jabatan jika tidak menyetor uang sebesar 4 ribu hingga 10 ribu dolar AS setiap bulannya.

    SYL juga dijadikan tersangka dalam Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Dalam sidang praperadilan, KPK mengungkapkan sumber penerimaan uang sekitar Rp13,9 miliar, melibatkan Biro Umum Sekjen (Rp6,8 miliar), Badan Karantina Pertanian (Rp5,7 miliar), dan Direktorat Jenderal Pertenakan dan Kesehatan Hewan (Rp1,4 miliar).

    Editor: Redaksi
    Sumber: Aleteia

    Paus Fransiskus Menelepon Presiden AS Joe Biden untuk Membahas Perdamaian

    File photo of Pope Francis (Vatican Media)

    MAJALAHDUTA.COM, BERITA VATIKAN- Paus Fransiskus menelepon Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, pada hari Minggu untuk membicarakan berbagai konflik dan kebutuhan untuk menemukan jalan menuju perdamaian.

    Menurut Kantor Berita Takhta Suci, percakapan itu berlangsung sekitar 20 menit.

    Paus dan Presiden berbicara tentang “situasi konflik di dunia dan kebutuhan untuk menemukan jalan menuju perdamaian.”

    Sebelumnya pada hari Minggu, Paus Fransiskus kembali mengulang seruannya untuk perdamaian dan pengekangan dalam perang di Tanah Suci.

    “Saya sangat prihatin, bersedih,” katanya saat berbicara dalam doa Angelus. “Saya berdoa dan saya dekat dengan semua yang menderita, sandera, luka-luka, para korban, dan keluarga mereka.”

    Ia meratapi memburuknya situasi kemanusiaan di Gaza dan ledakan di rumah sakit Anglikan dan gereja Ortodoks Yunani di sana.

    “Saya mengulang seruan saya agar ruang dibuka, bantuan kemanusiaan terus datang, dan sandera dibebaskan.”
    Ia juga mengingatkan perang Rusia yang sedang berlangsung di “Ukraina yang tertindas”.

    “Perang, setiap perang yang ada di dunia – saya juga memikirkan Ukraina yang tertindas,” lanjut Paus, “adalah kekalahan. Perang selalu adalah kekalahan, itu adalah pemusnahan persaudaraan manusia. Saudara-saudara, berhenti! Berhenti!”

    Presiden Biden melakukan kunjungan singkat pada hari Rabu, 18 Oktober, ke Tel Aviv untuk mencari kesepakatan yang memungkinkan bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza dari Mesir.

    Dia juga menyatakan dukungannya untuk Israel setelah serangan mengejutkan Hamas ke Israel pada 7 Oktober, yang menewaskan setidaknya 1.400 orang.

    Jumlah bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza mulai Sabtu, meskipun PBB telah mengatakan bahwa bantuan tersebut hanya “sececah dari kebutuhan besar di Gaza.”

    Editor: Redaksi
    Sumber: Vatican News – Devin Watkins

    Rosario Mengubah Kehidupan 2 Perempuan dalam Pengobatan Pemulihan Kecanduan

    John Touhey | Aleteia

    MAJALAHDUTA.COM, SUARA DUTA– Dilansir dari Aleteia Web, Redaksi Majalah DUTA menemukan kisah kesaksian orang yang melakukan doa Rosario dan berdevosi kepada Bunda Maria.

    Ini kisahnya: “Pada saat itu, saya memberikannya rosario saya, dan saya katakan, ‘Ayo berdoa bersama. Saya akan mengajarkan Anda cara berdoa Rosario, karena ini sangat membantu saya.'”

    Saat ini, Kelli Davis adalah anggota staf dengan Katolik dalam Pemulihan, berbagi harapan dan penyembuhan dengan mereka yang sedang pulih dari kecanduan, dorongan, dan keterikatan yang tidak sehat.

    Katolik dalam Pemulihan menawarkan pertemuan tatap muka di seluruh Amerika Serikat, serta di Kanada dan Meksiko.

    Misi mereka adalah mendukung semua umat Katolik yang tertarik untuk pulih dari kecanduan dan memperdalam hubungan mereka dengan Yesus, membantu mereka yang sedang pulih tahu bahwa mereka tidak sendirian.

    Minat Kelli dalam perjuangan ini dimulai bertahun-tahun yang lalu, saat dia menjalani pengobatan sendiri setelah berjuang keras dengan alkoholisme.

    Dalam program pengobatan itu, dia berbagi Rosario dengan seorang teman baru dan mengubah hidup mereka berdua.

    Rosario sangat membantu saya

    Menurutnya, berdoa Rosario adalah bagian penting dari pemulihan bagi banyak umat Katolik.

    “Banyak umat Katolik dalam pemulihan memiliki devosi yang kuat terhadap Rosario dan itu sangat membantu banyak orang dalam mengatasi kecanduan,” katanya, menjelaskan bahwa banyak orang dalam komunitas berkomitmen untuk berdoa Rosario setiap malam.

    Katolik dalam Pemulihan menawarkan pertemuan virtual (sekitar 30 setiap minggu!) untuk berdoa Rosario bersama-sama.

    “Rosario sangat membantu terutama bagi orang yang menghadapi kecemasan,” katanya, menjelaskan bahwa kecemasan seringkali menjadi akar penyebab kecanduan.

    Pengalaman pribadinya sendiri dengan kekuatannya terjadi ketika dia berada dalam program pengobatan selama tiga bulan. Teman sekamarnya dalam program tersebut tidak beragama, tetapi iman Davis muncul dalam percakapan suatu malam ketika teman barunya tidak bisa tidur.

    “Saya ingat suatu malam dia sangat cemas tentang apa yang terjadi dalam hidupnya dan berada dalam pemulihan. Ini hal yang baru bagi kita berdua,” kata Davis. “Dia mengatakan bahwa dia tidak bisa tidur.”

    Pada saat itu, ingin membantu temannya, Davis melakukan apa yang alaminya. Dia berkata, “Saya memberikannya rosario saya, dan saya katakan, ‘Ayo berdoa ini bersama-sama. Saya akan mengajarkan Anda cara berdoa Rosario, karena ini sangat membantu saya.'”

    Mengajarkan cara berdoa Rosario

    Momen itu berubah menjadi percakapan panjang yang berlangsung sepanjang malam. Davis menjelaskan bahwa itu adalah proses yang cukup untuk menjelaskan Rosario kepada seseorang yang sebelumnya tidak pernah mendengarnya.

    “Agak menarik untuk mencoba mengajarkan sesuatu kepada seseorang yang sama sekali tidak tahu apa-apa dan sebenarnya berdoa,” kata dia dengan tawa. “Anda tahu, dia bertanya, ‘Mengapa kita berdoa kepada Maria?’ dan hal-hal seperti itu. Jadi kita melewati semuanya.”

    Setelah itu, mereka berdua berdoa Rosario bersama setiap hari selama tiga bulan. “Kemudian dia menjadi Katolik, dan seluruh keluarganya menjadi Katolik,” kata Davis. “Ini adalah tahun yang lalu, tapi kami masih saling menelepon dan kami berdoa Rosario bersama.”

    Rosario telah menjadi tali pengikat bagi kedua perempuan selama bertahun-tahun. “Ini adalah bukti bagaimana Bunda Maria bisa turut campur untuk kita,” kata Davis. Dia menambahkan bahwa, apakah seseorang berjuang dengan kecanduan atau tidak, Rosario bisa membantu mengatasi masalah apa pun yang dihadapi.

    “Saya akan mendorong untuk berdoa Rosario, terutama bagi seseorang yang berjuang dengan kecemasan,” katanya.

    Tentu saja, kisahnya sendiri menunjukkan kekuatan doa yang indah ini. Tidak heran begitu banyak orang senang berdoa Rosario setiap hari, menemukan dalamnya kedamaian dan kekuatan yang hanya Tuhan yang dapat memberikannya.

    Editor: Redaksi
    Sumber: Aleteia

    Warisan Spiritual St. Margareta Maria Alacoque: Devosi Hati Yesus Yang Menginspirasi Dunia

    St. Margareta Maria Alacoque: Pemimpin Devosi kepada Hati Yesus Yang Mahakudus (16/10)

    MAJALAHDUTA.COM, SPRITUAL- 16 Oktober 2023 – Hari ini, kita merayakan peringatan St. Margareta Maria Alacoque, seorang tokoh yang mengilhami dan memimpin devosi kepada Hati Yesus Yang Mahakudus.

    Lahir pada tanggal 22 Juli 1647 di L’Hautecourt, Burgundy, Perancis, St. Margareta Maria Alacoque adalah seorang wanita yang hidup penuh pengorbanan dan kasih kepada Allah.

    Sebagai seorang anak, Margareta Maria adalah seorang yang periang, tetapi hidupnya penuh cobaan.

    Pada usia sebelas tahun, ia jatuh sakit dan harus tinggal di tempat tidur selama empat tahun.

    Namun, dalam saat-saat kelam itu, ia membuat janji kepada Bunda Maria untuk menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan, dan penyakitnya tiba-tiba sembuh dengan penampakan Bunda Maria.

    Margareta Maria tumbuh menjadi seorang biarawati yang baik dan rendah hati di Biara Visitasi di Paray-le-Monial setelah memasuki biara pada tanggal 25 Mei 1667 dan mengucapkan kaul kekal pada bulan November 1672.

    Meskipun ia sering kali diolok dan dicemooh oleh sesama biarawati karena kelambatannya dalam bekerja, ia tetap setia melaksanakan kehendak Allah.

    Puncak dari kehidupan St. Margareta Maria adalah saat ia menerima penampakan Yesus pada tahun 1675, di mana Yesus menunjukkan Hati-Nya yang berdarah.

    Yesus menyatakan kasih-Nya kepada seluruh umat manusia dan meminta Margareta untuk menyebarkan devosi kepada Hati Yesus Yang Mahakudus.

    Meskipun banyak yang ragu dan bahkan marah terhadapnya, Margareta tetap setia dalam melaksanakan tugas ini.

    Dalam suatu penampakan, Yesus memberitahukan bahwa Ia akan mengutus seorang imam yang saleh untuk membantu dan membimbingnya.

    Imam saleh itu adalah Santo Claude de la Colombière, SJ.

    Bersama-sama, mereka memperkenalkan “Jam Suci” yaitu jam sebelas malam sampai tengah malam menjelang fajar Jumat Pertama setiap bulan, di mana Margareta berdoa dengan sangat mendalam dan merenungkan penderitaan sakrat Yesus.

    St. Margareta Maria juga diberi tugas oleh Tuhan untuk menghormati Hati Yesus Yang Mahakudus dengan menerima Komuni Kudus setiap Jumat Pertama dalam bulan selama sembilan bulan berturut-turut.

    Devosi ini dilakukan sebagai upaya untuk menghapus dosa-dosa terhadap Sakramen Mahakudus.

    Seiring waktu, devosi kepada Hati Yesus Yang Mahakudus yang diilhami oleh Margareta Maria telah merambah ke seluruh dunia.

    Hari ini, umat Katolik di seluruh dunia mengenang dan merayakan warisan spiritualnya.

    St. Margareta Maria Alacoque meninggal pada tanggal 17 Oktober 1690, dan bulan Maret 1824, ia diangkat sebagai Venerabilis oleh Paus Leo XII.

    Tanggal 18 September 1864, ia dibeatifikasi oleh Paus Pius IX, dan pada tahun 1920, ia dikanonisasi oleh Paus Benediktus XV. Pestanya dirayakan setiap tanggal 16 Oktober.

    Keberhasilan St. Margareta Maria Alacoque dalam menyebarkan devosi kepada Hati Yesus Yang Mahakudus menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk mendalami kasih dan pengorbanan dalam iman mereka.

    Hari ini, kita menghormati dan merayakan warisan spiritual yang ditinggalkannya serta devosi yang terus berkembang di seluruh dunia.

    Editor: Redaksi
    Sumber: Berbagai Olahan

    Peresmian Gereja Baru: Gereja Paroki Santa Theresia, Tempat Berkumpulnya Iman dan Harapan

    Foto Bersama: Uskup Agustinus dan sejumlah tokoh masyarakat di depan Gereja Paroki yang telah diresmikan (12/10)

    MAJALAHDUTA.COM, Banyuke Hulu, Landak – Tepat pada 12 Oktober 2023 merupakan hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba.

    Peresmian Gereja Paroki Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus di Simpang Tiga, Kalimantan Barat, adalah sebuah momen bersejarah yang disambut dengan kegembiraan dan harapan.

    Pembangunan gereja paroki ini dimulai pada tahun 2015 dan berkat sumbangan dari berbagai donatur yang berjiwa besar, gereja ini telah resmi digunakan.

    Pukul 16.30 WIB, Simpang Tiga bergetar ketika Gereja Paroki Santa Theresia dibuka dengan suka cita.

    Acara peresmian ini dihadiri oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus, serta sejumlah tokoh masyarakat dan politikus yang berpartisipasi dalam peresmian gereja ini.

    Umat setempat dan anggota dewan dari Provinsi Kalimantan Barat dan Kabupaten Landak juga turut memeriahkan acara ini.

    Terlihat lebih dari 500 orang umat hadir dalam peresmian ini, bersama para Pastor dan Suster.

    Acara peresmian dimulai dengan indahnya Ritual Adat Dayak Banyadu’, yang memukau semua yang hadir.

    Tujuh gadis Dayak mengenakan busana merah, dan tiga pemuda Dayak menyambut rombongan dengan tarian khas.

    Sesuai dengan adat setempat, semua tamu besar disambut dengan taburan beras kuning sebagai tanda keselamatan.

    Sebagai Pastor Paroki, Pastor Albertus Trinitas CSE, dalam sambutanya itu dia berbicara dengan penuh semangat.

    “Gereja ini dibangun untuk umat, dan kami berharap bahwa gereja ini tidak hanya menjadi bangunan kosong, tetapi menjadi tempat yang dipenuhi dengan iman dan harapan. Terima kasih kepada seluruh umat dan para donatur yang telah mendukung pembangunan gereja ini,” kata Pastor Albert CSE.

    Sejalan dengan itu, sambutan juga datang dari Pastor Elisa Maria CSE, yang mewakili pimpinan Kongregasi CSE.

    Dia merayakan keberhasilan pembangunan gereja ini, mengakui dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan para donatur.

    “Kita bersyukur kepada Tuhan karena sekian lama telah berjuang bersama, akhirnya gereja ini berdiri dengan teguh. Gedung ini hanya salah satu sarana; gereja sejati adalah umat Allah yang beribadah di dalamnya. Mari kita membangun iman kita agar semakin mengakar dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Pastor Elisa CSE.

    Senada dengan itu, Drs. Cornelis MH, anggota Komisi II DPRRI, yang menekankan pentingnya agama dalam menciptakan peradaban manusia.

    “Kehadiran agama adalah identitas manusia yang percaya kepada Tuhan, dan kita harus menghargainya,” katanya.

    Ditambah sambutan Perwakilan PJ Bupati Landak, Anem, SE MSi, juga berbicara tentang pentingnya penggunaan fasilitas gereja setelah peresmian.

    “Kami berharap agar umat di sini dapat memanfaatkan fasilitas yang sudah ada. Terima kasih kepada para donatur yang telah membantu pembangunan gereja ini,” ujarnya.

    Prasasti: Berita Acara Peresmian Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus (12/10)

    Tumbuh dalam iman

    Sebelum pemberkatan dan peresmian, Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus memberkati seluruh gedung Gereja baru Paroki Santa Theresia dari kanak-kanak Yesus mulai dari memerciki gedung bagian luar dan memberkatinya dengan memerciki gedung gereja bagian dalam.

    Sambutan puncak datang dari Uskup Agustinus, menitikberatkan bahwa gereja adalah sebuah perjalanan rohani yang sarat makna.

    Dia berharap gereja ini akan terus bertumbuh dalam iman dan bahwa umat akan menjadikannya tempat berkat dan harapan.

    Uskup Agustinus melihat antusias umat bukan sekedar hari persemian saja, melainkan iman tersebut mesti dipupuk lagi dalam balutan semangat kasih yang terus bertumbuh dalam ajaran kasih sebagaimana Gereja Katolik ajarkan.

    Setelah sambutan, akan ada penandatanganan prasasti Gereja Paroki Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus Simpang Tiga.

    Para tamu diundang untuk meninjau gedung yang indah ini, yang akan menjadi tempat yang penting dalam perjalanan iman mereka.

    Peresmian ini adalah awal dari babak baru dalam hidup Gereja Paroki Santa Theresia, dan umat berharapan semoga Gereja ini menjadi tempat yang menjadi wadah berkat bagi semua yang datang untuk mencari kedamaian dan spiritualitas.

    Usai peresmian semua umat diajak untuk santap makan malam bersama kemudian dilanjutkan dengan acara hiburan.

    Editor: Redaksi
    Sumber: KOMSOS Keuskupan Agung Pontianak

    PDIP Resah Di Ujung Tanduk, NasDem Tidak Mau Ikut Terjun

    HASTO-AHMAD-ALI
    HASTO-AHMAD-ALI

    MAJALAHDUTA.COM, Pontianak– Pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar menunjukkan sikap bijak dengan belum menjalin komunikasi formal dengan pasangan calon lain, merespons dinamika politik terkini. Pernyataan dari Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, Ahmad Ali, menjadi sorotan ketika beliau menyatakan bahwa pihaknya tidak melakukan komunikasi institusi dengan pasangan manapun pada Sabtu (18/11).

    Sikap ini muncul setelah Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD sedang menghadapi tekanan di berbagai daerah, termasuk pencopotan baliho. Menanggapi hal ini, PDIP mulai menjalin komunikasi dengan kubu capres-cawapres nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin), yang menghadapi tantangan serupa.

    “Hasto menyatakan, ‘Kita menyepakati dengan Amin juga, penggunaan suatu instrumen kekuasaan. Dalam konteks ini kami juga membangun komunikasi dengan Amin karena merasakan hal yang sama,'” ungkap Ahmad Ali kepada wartawan di sela-sela konsolidasi TPN dan TPD Ganjar-Mahfud di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat.

    Ali menegaskan bahwa tekanan yang dirasakan oleh pasangan Anies-Muhaimin tidak bersumber dari kekuasaan pemerintah. Menurutnya, tekanan tersebut berasal dari kader PDIP yang menjadi kepala daerah. “Paling tidak sebelum penetapan, saya mendampingi Amin kesana kemari, justru kami dapat tekanan dari kepala daerah yang dari partai mereka, tidak sedikit kemudian acara kemudian batal karena itu,” terang Ahmad Ali.

    Sikap Anies-Muhaimin yang memilih untuk tidak terlibat dalam komunikasi formal dengan pasangan calon lainnya mencerminkan sikap independen dan bijak dalam menghadapi kompleksitas politik jelang Pemilihan Presiden 2024. Keputusan ini dapat diartikan sebagai upaya untuk menjaga netralitas, menghindari potensi konflik, dan fokus pada penyampaian visi dan misi kepada masyarakat.

    Langkah ini dapat dianggap sebagai respons terhadap tantangan politik yang tidak jarang dipenuhi oleh dinamika persaingan ketat dan konflik kepentingan. Sikap ini juga mencerminkan upaya untuk menciptakan suasana politik yang kondusif, di mana dialog, kerjasama, dan persatuan diutamakan.

    Masyarakat berharap agar semua pihak dapat menjaga semangat demokrasi yang sehat dan membangun suasana politik yang kondusif menjelang Pemilihan Presiden 2024. Sikap bijak Anies-Muhaimin diharapkan dapat menjadi contoh bagi pasangan calon lainnya untuk mengedepankan sikap yang serupa, sehingga proses demokrasi dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi kemajuan bangsa.

    Editor: Redaksi DUTA
    Sumber: Liputan KOMSOS KA Pontianak

    Paus Fransiskus Menghubungi Paroki Gaza: Upaya Mempertahankan Gencatan Senjata di Tengah Konflik

    The remains of a rocket fired from the Gaza Strip into Israel lies on a road where it fell in Ashkelon, southern Israel (Vatikan News)

    MAJALAHDUTA.COM, Gaza, Palestina – Imam paroki Gaza, Romo Gabriel Romanelli, mengungkapkan bahwa ia telah menerima dua panggilan telepon yang sangat berarti dari Paus Fransiskus sejak dimulainya konflik yang berkepanjangan di wilayah Gaza.

    Panggilan-panggilan tersebut bertujuan untuk mengetahui kondisi masyarakat di Gaza yang terus menerus terkena serangan Israel setelah serangan teroris Hamas.

    Paus Fransiskus, dengan keprihatinan mendalam, terus memantau perkembangan situasi di Gaza dan berusaha menjalin kontak langsung dengan komunitas Kristen kecil yang berada di Jalur Gaza melalui panggilan telepon.

    Imam Paroki Gabriel Romanelli berbagi pengalamannya dengan Vatican News, menjelaskan bahwa ia menerima dua panggilan pribadi dari Paus Fransiskus sejak hari Sabtu lalu.

    Meskipun ia berada di Betlehem, ia tetap berhubungan secara teratur dengan jemaatnya di parokinya.

    Pada salah satu panggilan telepon tersebut, Paus Fransiskus menyatakan rasa dekatnya dengan masyarakat Gaza dan menawarkan doanya sebagai ungkapan dukungan dan solidaritas.

    Selain itu, Imam Paroki Romanelli menyampaikan rasa terima kasih atas seruan Paus untuk mencapai gencatan senjata dan menghentikan semua bentuk kekerasan, tindak terorisme, serta perang di wilayah tersebut.

    Paus Fransiskus juga berkeinginan untuk menunjukkan kedekatannya kepada komunitas Kristen Gaza dan berencana untuk melakukan panggilan telepon langsung kepada mereka. Ia akan melakukannya dengan bantuan vikar Imam Paroki Romanelli untuk memberikan dukungan dan bantuan kepada orang-orang yang telah menjadi pengungsi di paroki tersebut.

    Situasi di Gaza semakin memburuk, terutama bagi komunitas Kristen yang telah kehilangan rumah mereka atau tengah mencari tempat yang aman untuk melindungi diri dari serangan udara yang terus terjadi.

    Meskipun seluruh wilayah Gaza terkena dampak serangan tersebut, saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam komunitas Kristen atau kerusakan fisik di gereja-gereja setempat.

    Hingga hari Selasa, jumlah korban jiwa di seluruh Gaza melaporkan telah mencapai lebih dari 770 orang dengan sekitar 4.000 orang lainnya terluka sebagai akibat dari serangan yang dilakukan oleh Israel sebagai tanggapan terhadap serangan teroris oleh Hamas pada tanggal 7 Oktober.

    Imam Paroki Romanelli juga mengingatkan bahwa Paus Fransiskus telah menghubungi mereka sebelumnya pada hari Senin untuk menanyakan tentang kondisi masyarakat dan paroki mereka.

    Paus juga memberikan berkatnya agar semua orang di Gaza dapat merasakan kedekatan Gereja dan meraih harapan di tengah masa sulit ini.

    Editor: Redaksi DUTA
    Sumber: Michele Raviart – Vatikan News

    TERBARU

    TERPOPULER