Wednesday, April 29, 2026
More
    Home Blog Page 72

    Paus Fransiskus Menggoda Kehangatan Natal Lewat Buku Baru ‘Natal di Gua’

    Buku Baru Paus Fransiskus "Natal di Gua" - Sumber: Vatikan News

    MAJALAHDUTA.COM, VATIKAN– Paus Fransiskus telah merilis buku terbarunya yang berjudul “Christmas at the Nativity” (Natal di Gua) dengan menghadirkan pengantar yang penuh makna.

    Buku ini telah tersedia dalam bahasa Inggris, Italia, Prancis, dan Portugis, membawa pembaca meresapi kebijaksanaan Paus mengenai adegan Natal.

    Versi Italia dari buku tersebut resmi dirilis pada Selasa, 21 November, dengan judul “Il mio presepe” (Natal di Gua).

    Penerbit Focolare/New City Press merilis versi bahasa Inggris pada 1 November, dan buku ini dapat diperoleh melalui tautan berikut: https://www.focolaremedia.com/bookstore.

    Buku ini tidak hanya menyajikan teks-teks Paus Fransiskus tentang adegan Natal, tetapi juga memuat refleksi, pidato, dan homili yang menggugah hati.

    Dalam pengantar yang belum pernah diterbitkan sebelumnya, Paus Fransiskus berbagi pengalaman pribadinya di Greccio, tempat Santo Fransiskus dari Assisi menciptakan adegan Natal yang ikonik.

    “Pada malam Natal, yang dijadikan kudus oleh kelahiran Juruselamat, kita menemukan tanda yang lain yang kuat: kekecilan Allah. Para malaikat menunjukkan kepada para gembala bayi yang lahir di palungan. Bukan tanda kekuatan, kemandirian, atau kebanggaan. Tidak. Allah yang kekal direduksi menjadi manusia yang tak berdaya, lembut, rendah hati,” ungkap Paus Fransiskus dalam pengantar bukunya, yang diberi tanggal 27 September 2023.

    Buku ini tidak hanya merayakan keindahan Natal, tetapi juga mengajak pembaca untuk merenungkan makna sejati dari kehadiran Allah dalam kehidupan sehari-hari.

    Dengan pengalaman pribadi Paus Fransiskus di Greccio sebagai latar belakangnya, buku ini diharapkan dapat menghangatkan hati pembaca dan menginspirasi semangat Natal yang sejati.

    Kota Vatikan, 21 November 2023
    Editor: Samuel – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    Malam Puncak Dies Natalis Widya Dharma: Transformasi Pendidikan Holistik Menuju UWDP Unggul

    Foto Bersama Bapak Rektor UWDP dengan Pemenang Pemilihan Putra Putri Kampus /Sumber Foto: Panitia Dies Natalis UWDP 2023 – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Pontianak – Yayasan Widya Dharma dan Universitas Widya Dharma Pontianak menutup rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-40 Yayasan dan Dies Natalis ke-4 Universitas dengan merayakan misa syukur dan acara malam puncak yang meriah. Dilaksanakan di Rumah Radakng Pontianak pada 12 November 2023. Mengusung tema “Transformasi Pendidikan Holistik Menuju UWDP Unggul”.

    Misa diawali dengan tari-tarian dan dipimpin langsung oleh Minister Provinsial Kapusin Pontianak Pastor Faustus Bagara, OFMCap bersama 12 imam yang mendampingi.

    Misa dihadiri oleh pihak Yayasan, civitas akademik Universitas, tamu undangan, biarawan/biarawati, dan mahasiswa/i. Misa diiringi dengan nyanyian merdu anggota koor dari UKM Paduan Suara Widya Dharma, Solideo.

    Baca Juga: Malam Pembukaan Acara Dies Natalis Widya Dharma Pontianak 2023

    Pastor Bagara sebagai selebran utama dalam homilinya menyampaikan ucapan selamat kepada Yayasan di ulang tahun ke-40 dan ulang tahun ke-4 Universitas Widya Dharma serta menyampaikan harapannya.

    “Saya mengucapkan selamat kepada Yayasan Widya Dharma di ulang tahun ke-40 dan Universitas Widya Dharma di ulang tahun ke-4 tahun ini. Semoga senantiasa diberkati agar menjadi lembaga Pendidikan yang semakin maju dan berkembang dalam berbagai aspek. Dan sebagai lembaga Pendidikan yang berlandaskan iman katolik semoga senantiasa selalu mengutamakan dan menghadirkan cinta kasih dalam pelayanan” ujar pastor Bagara mengawali homilinya.

    Pastor Bagara melanjutkan homilinya, menyampaikan mengenai isi bacaan dan mengaitkan perayaan ulang tahun Widya Dharma dengan dasar filsafat tentang kebijaksanaan.

    “Saya berharap tenaga pendidik dan kependidikan di Yayasan Widya Dharma bukan hanya semata- mata menjadi pendidik di Universitas Widya Dharma, melainkan menjadi pendidik yang mencintai kebijaksanaan dan kebenaran dalam proses mendidik dan transfer ilmu pengetahuan” lanjut pastor Bagara.

    Baca Juga: Perjalanan Menuju Karakter Unggul: Mahasiswa Baru UWDP Siap Berubah

    Misa diakhiri dengan berkat penutup, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan acara ramah tamah. Rasa syukur tampak dalam raut wajah ketua Yayasan dan Rektor Universitas Widya Dharma, dengan menunjukkan sikap yang santun dan ramah mengajak para tamu undangan, biarawa/biarawati, dosen dan mahasiswa/i untuk makan bersama.

    Setelah perayaan misa syukur selesai kemudian dilanjutkan dengan acara malam puncak Dies Natalis Widya Dharma tepatnya di tribun Rumah Radakng Pontianak.

    UWDP Unggul

    Ditemani rintik hujan dan angin malam sepoi-sepoi, acara malam puncak tetap berlangsung sesuai rancangan dari panitia pelaksana. Semangat dan kerja sama panitia tetap berjalan baik berkat antusias dan partisipasi dari alumni dan mahasiswa/i aktif Universitas Widya Dharma yang memenuhi area Rumah Radakng.

    Pelaksanaan Dies Natalis Widya Dharma telah melalui beberapa rangkaian kegiatan. Ketua panitia Pastor Amandus Ambot, OFMCap menyampaikan mengenai rangkaian acara yang telah dilaksanakan untuk memeriahkan ulang tahun Yayasan dan Universitas Widya Dharma.

    “Kami mengadakan kegiatan dimulai dari tanggal 26 Agustus 2023 yang lalu bertepan dengan hari keluarnya SK Universitas Widya Dharma. Jadi, ulang tahunnya yang ke-4 26 Agustus yang lalu. Kemudian diikuti terus dengan berbagai kegiatan seminar ilmiah, perlombaan olahraga, seni budaya, mobile legend, coding, pemilihan putra putri kampus dan jalan sehat yang melibatkan mahasiswa, karyawan dan para dosen serta tibalah malam ini pelaksanaan puncak perayaan Dies Natalis Widya Dharma pada 12 November 2023” ujar pastor Ambot yang juga selaku Direktur Eksekutif Yayasan Widya Dhrama Pontianak.

    Baca Juga: Peresmian Gedung Baru UWDP: Tonggak Penting Sejarah Perguruan Tinggi Widya Dharma

    Acara malam puncak dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, pemotongan kue ulang tahun, penampilan dari beberapa pemenang lomba, pemberian penghargaan kepada dosen, dan pembagian hadiah.

    Rektor Universitas Widya Dharma, Hadi Santoso, S.E., M.M melalui wawancara mengatakan bahwa pelaksanaan Dies Natalis sebagai bentuk ungkapan rasa syukur karena sampai saat ini Yayasan dapat eksis bersama Universitas.

    “Saya sangat bersyukur atas penyertaan Tuhan kepada kami, sehingga Widya Dharma dapat melaksanakan Dies Natalis tahun ini dengan melaksanakan beberapa rangkaian kegiatan. Pelaksanaan rangkaian kegiatan ini sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas berkat yang luar biasa sehingga sampai hari ini Yayasan dapat eksis, sudah 40 tahun dan Universitas Widya Dharma sudah 4 tahun. Ini adalah periode pertama Widya Dharma dan tahun terakhir saya”. Ungkap Hadi yang merupakan rektor pertama Universitas Widya Dharma.

    “Harapannya berangkat dari tema yang kita usung “Transformasi Pendidikan Holistik Menuju UWDP Unggul”. Kami menerapkan Pendidikan Holistik sesuai dengan misi awal kami ketika menggabungkan diri menjadi Universitas. Kami menerapkan suatu Pendidikan yang tidak melulu hanya akademik, belajar-belajar, kuliah dan selesai. Tapi dibalik itu kami membina mahasiswa dengan harapan dapat menjadi seorang lulusan yang tidak hanya berkualitas dari sisi akademik melainkan secara keseluruhan mempunyai keunggulan yang dapat dibanggakan” jelas Hadi melanjutkan.

    Baca Juga: Wisuda Program Sarjana dan Diploma Universitas Widya Dharma Pontianak Tahun Akademik 2022/2023

    Melalui wawancara bersama ketua Yayasan Widya Dharma, Polycarpus Widjaja Tandra, S.H., M.M menyampaikan bahwa harapannya sudah tercermin dalam tema yang diusung dari Dies Natalis Widya Dharma 2023.

    “Harapan kami sebetulnya sudah tercermin dari tema “Transformasi Pendidikan Holistik Menuju UWDP Unggul”. Mengapa kami memberikan tema ini? karena mencerminkan komitmen kami. Komitmen kami dalam proses transformasi dan pengejawantahan visi dan misi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa terutama mendidik sumber daya manusia yang unggul, berkualitas dan juga memberikan pendidikan seluas-luasnya kepada penduduk Kalimantan Barat khususnya” papar Polycarpus satu-satunya founder volunteer yang aktif sejak 1983 bersama para pastor Ordo Kapusin.

    Penulis: Winda/Tim MajalahDUTA

    Malam Pembukaan Acara Dies Natalis Widya Dharma Pontianak 2023

    Penampilan Peserta Lomba Tari Tradisional/Sumber foto: Panitia DN WD 2023 – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Pontianak – Dies Natalis Yayasan Widya Dharma Pontianak ke-40 dan Universitas Widya Dharma Pontianak ke-4, digelar dari tanggal 10 hingga 12 November 2023 di Rumah Radakng Pontianak dibuka pada Jumat malam dengan berbagai kegiatan lomba. Hari pertama kegiatan dibuka dengan lomba Putra dan Putri kampus Widya Dharma 2024 dan lomba Tari Tradisional. Kedua lomba tersebut diperlombakan dan diumumkan langsung pada malam itu juga.

    Suasana malam itu cukup meriah, banyak mahasiswa/i WD yang hadir meramaikan acara tersebut dan menonton para peserta yang sedang berlomba. Pada lomba Putra dan Putri Kampus Widya Dharma 2024 peserta diberikan beberapa pertanyaan oleh para juri dan berpidato sesuai dengan tema yang didapat untuk menyuarakan pendapat tentang teknologi, bullying, mental health, toxic relationship, pergaulan bebas, pendidikan toleransi beragama, dan pentingnya pemilu untuk generai Z pada tahun 2024.

    Baca Juga: Yudisium ke-IV Universitas Widya Dharma Pontianak: Kesulitan Yang Muncul Adalah Batu Asah

    Saat pengumuman juara Putra dan Putri Kampus WD 2024, Brigitta Romanda Kalista yang merupakan juri lomba mengatakan bahwa para peserta Putra dan Putri Kampus Widya Dharma sebelumnya sudah menjalani karantina singkat selama tiga hari mulai dari tanggal 7 November hingga 9 November. Walaupun karantina dilakukan secara singkat, namun para peserta mendapat pembekalan dan juga telah dipantau dengan berbagai macam, baik dari segi penampilan, kemampuan, attitude dan semua hal itu menjadi pemantauan oleh para juri.

    Dies Natalis

    Pemenang kategori meliputi Putra dan Putri berbakat, best catwalk, serta Putra dan Putri favorit. Juara Putra dan Putri berbakat jatuh pada nomor undian 10 atas nama Fransiskus Saverius dan nomor undian 22 atas nama Brigita Yoli Artika. Juara Putra dan Putri best catwalk jatuh pada nomor undian 8 atas nama Putra Borneo dan nomor undian 14 atas nama Agnes Noviana. Sedangkan Juara Putra dan Putri favorit jatuh pada nomor undian 6 atas nama Wendy Fernando dan nomor undian 18 atas nama Vlara Leo Clarissa. Kemudian untuk juara kategori Putra Putri Kampus 2024 Top 3 dari nomor undian 9 atas nama Melvin dan nomor undian 11 atas nama Natalia. Top 2 dari nomor undian 4 atas nama Wahyu Ilkoni dan nomor undian 15 atas nama Mely Amy Riya. Top 1 dari nomor undian 13 atas nama Vito Varian Holyhin dan nomor undian 12 atas nama Marsha Tiodore Pitaloka.

    Baca Juga: Wisuda Program Sarjana dan Diploma Universitas Widya Dharma Pontianak Tahun Akademik 2022/2023

    Selain dari pemenang Kategori Putra dan Putri Kampus WD 2024 juga diumumkan pemenang dari lomba Tari Tradisional. Untuk pemenang juara ketiga pada nomor undian 1 dengan jumlah 1,106, juara kedua dengan nomor undian 5 dengan skor 1,325 dan juara pertama jatuh pada nomor undian 4 dengan nilai 1,361 yang diumumkan langsung oleh juri diantaranya Ferinandus Lah sebagai juri 1, Paskalis juri 2 dan juri 3 oleh Albertus Beni.

    Setelah acara selesai para pemenang berfoto ria mengabadikan momen yang dipenuhi sorak sorai dari para penonton yang hadir pada malam tersebut. Sukacita tampak pada raut wajah para pemenang yang membawa hadiah pada malam itu. Selamat untuk para pemenang!.

    Penulis: Yantika/Tim KomsosKAP

    Temu Ibu Ibu Katolik Se-Paroki Darit: Mari Menyatukan Hati Dalam Kebersamaan Membangun Paroki

    Dokumentasi Kegiatan dalam Misa Pembukaan/Sumber foto: Panitia Penyelenggra – Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Bagak – Temu ibu-ibu Katolik yang ke-4 se Paroki Santo Agustinus & Matias Darit pada Jumat, 10 November – Minggu, 12 November 2023 di Stasi Santo Thomas Rasul Bagak. Pembukaan Temu Ibu-Ibu Katolik dilaksanakan dengan merayakan Perayaan Ekaristi oleh Pastor Paroki Darit yaitu P. Raimon Esebeus Fasak, MSC bersama dengan para Pastor rekan yang bertugas di Paroki Darit.

    Ketua Panitia R. Andreas, S.Ag menyampaikan jumlah stasi yang ikut berpartispasi dalam kegiatan ini. Sebanyak 33 stasi dan 566 perserta mengikuti kegiatan ini. Beberapa perlombaan yang dilaksanakan untuk memeriahkan kegiatan ini terdiri dari lomba Kuis Kitab Suci, Lomba Senam, Lomba Koor, Lomba Masak, dan Lomba Jonggan.

    Baca Juga: Satu Bahasa Satu Suara Bahas Sinode di Paroki St. Agustinus dan Matias Darit

    Peserta dari stasi yang mengikuti kegiatan ini menginap dirumah umat dan sekolahan supaya lebih membaur dengan umat yang ada di stasi Bagak. Untuk konsumsinya disiapkan oleh panitia langsung karena dari stasi yang hadir juga ikut berpartisipasi mengumpulkan beras dan sayur-sayuran.

    Adapun tamu undangan yang ikut dalam kegiatan ini diantaranya, Camat Menyuke, Camat Meranti, Para Dewan Perwakilan Rakyat yang ada di Kecamatan Menyuke, dan para Kepala Desa se Kecamatan Menyuke.

    Ketua panitia mengucapkan terima kasih dan permohonan maaf kepada stasi yang telah berpartisipasi mengikuti kegiatan ini serta kepada seluruh panitia yang tergabung.

    Temu Ibu Katolik

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada stasi yang telah berpartisipasi dan panitia yang terlibat. Tanpa kerja sama yang baik tentu kegiatan ini tidak bisa berjalan dengan baik sesuai yang kita inginkan. Kami juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam kegiatan ini ada banyak hal yang kurang berkenan di hati ibu -ibu sekalian. Mohon kiranya untuk di maafkan” tutur ketua panitia dalam sambutannya.

    Kegiatan ibu-ibu katolik ini merupakan suatu kerinduan untuk berkumpul dan memupuk persaudaraan dalam Persekutuan. Pastor Benediktus Bento Lalang, MSC dalam homilinya menyampaikan bahwa kegiatan ini jangan sampai hanya terfokus pada acara seremonialnya saja melainkan diterapkan dalam kehidupan menggereja di stasi masing-masing. Sesuai dengan tema kegiatan “Perbedaan Adalah Anugerah: Mari Menyatukan Hati Dalam Kebersamaan Bembangun Paroki”.

    Baca Juga: Pelantikan Pengurus Umat Stasi Santo Petrus, Darit

    Pastor Bento mengingatkan “untuk para pengurus Gereja agar dalam mengelola keuangan gereja harus hati-hati dan perlu yang namanya transparansi dalam pelaporan keuangan gereja agar tidak terjadi kesalahpahaman antara umat dan para pengurus gereja, karena kalau tidak transparan dalam pelaporan keuangan gereja dampaknya sangat besar dan membuat umat tidak mau terlibat aktif dalam ibadat dan kegiatan Mengereja”.

    Pastor Bento berharap agar kedepanya umat yang ada di stasi-stasi semakin lebih aktif lagi dalam kegiatan mengereja serta jangan sampai kegiatan ini tidak berlanjut.

    Penulis: Rino Ritulin/Stasi St. Petrus Guna Paroki Darit

    Catholic Youth Fest 2023: Satu Hati Bersama KMK Pontianak

    Malam Puncak Catholic Youth Fest Bersama Mahasiswa Katolik Pontianak – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Pontianak – Pastoral Mahasiswa Keuskupan Agung Pontianak menggelar Catholic Youth Fest untuk yang pertama kalinya pada Minggu, 5 November 2023.

    Acara dimulai dengan Misa Pembukaan yang dilaksanakan pada pukul 11.00 WIB, di Gereja Katedral St. Yosef Pontianak. Setelah Misa Pembukaan, pada pukul 14.00 WIB dilanjutkan dengan Pelatihan Konten Kreator. Kemudian pada pukul 17.00 dilanjutkan dengan Performance, Praise & Worship, dan doorpize.

    Kegiatan ini bertemakan, “Satu Hati Bersama KMK Pontianak.” Melalui wawancara Bersama Ketua Panitia, Rangga Wartaria Talino memberitahukan alasan pemilihan tema tersebut.

    “Sebenarnya ada tujuan utama dari pihak Pastoral Mahasiswa mengapa tema ini dipakai sebagai tema besar, yaitu untuk mempersatukan mahasiswa/mahasiswi yang ada di Pontianak, khususnya mahasiswa Katolik. Karena mahasiswa Katolik sering kali memiliki kegiatan-kegiatan katolik, namun masih perlu untuk mahasiswa Katolik memiliki satu wadah yang dapat menggabungkan mahasiswa Katolik dari berbagai kampus.” Ujar Rangga.

    Baca Juga: Jambore Mahasiswa Katolik 1 KAP 2023 di Nyarumkop: Satukan Elemen Mahasiswa Katolik untuk Bangkit & Bersaksi

    Pemilihan judul acara Catholic Youth Fest 2023 juga bukan tanpa alasan. Karena sasaran acara tersebut adalah anak-anak muda Katolik, kata ‘festival’ diambil karena memiliki konotasi yang mengarah pada acara yang bersifat bebas dan riang. Walaupun demikian, pihak panitia dan penggagas konsep acara, Pastor Gregorius Kukuh Nugroho, CM dalam pengemasan acaranya tetap berfokus pada acara iman dengan mengadakan praise & worship yang dibawakan oleh KTM, dan juga acara kultural.

    Acara ini dikemas dengan sangat menarik dan kekinian seperti konser. Acara ini juga memiliki daya tarik tersendiri karena turut mengundang penyanyi yang sangat terkenal di Kalimantan Barat yaitu, Tino Ame.

    Penggagasan Catholic Youth Fest 2023

    Acara Catholic Youth Fest 2023 ini melewati proses persiapan sekitar tiga bulan. Selama rentang waktu tersebut dua bulan merupakan persiapan konsep, dan satu bulan terakhir adalah implementasi. Adapun yang membuat konsep acara ini adalah Pastor Greg, yang merupakan Pendamping Pastoral Mahasiswa Katolik Keuskupan Agung Pontianak.

    Pastor Greg mengungkapkan, setelah Jambore, Juni 2023, Ia mengadakan pertemuan ersama mahasiswa/mahasiswi. Dari pertemuan itu muncul keinginan membuat acara untuk mahasiswa baru. Kemudian tercetus ide pertama untuk membuat acara seperti Gawai Dayak. Mulai dari saat itu dilakukanlah proses pematangan konsep dan sebagainya.

    Tujuan utamanya adalah untuk mempersatukan seluruh mahasiswa katolik yang ada di Kota Pontianak, karena Pastoral Mahasiswa menyadari bahwa tidak adanya persatuan Mahasiswa Katolik, sekaligus tempat yang mewadahi perkumpulan antar mahasiswa Katolik untuk bisa saling mengenal satu sama lain, supaya setiap kelompok mahasiswa katolik tidak berjalan masing-masing.  Maka dari itu dibuatlah acara ini agar dapat mencapai tujuan tersebut.

    Baca Juga: Jambore Mahasiswa Katolik Keuskupan Agung Pontianak 2023: Membangkitkan Semangat dan Bersaksi

    Acara ini kemudian akan dijadikan agenda tahunan sebagai wadah mahasiswa katolik, setelah ada event yang sebelumnya sudah mewadahi mahasiswa katolik Pontianak yaitu, Jambore Mahasiswa yang merupakan agenda tiap tiga tahun sekali.

    Pastor Greg mengatakan bahwa ada banyak sekali pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara ini. Beberapa diantaranya adalah staf pastoral, moderator, KMK dari berbagai kampus yang ada di Pontianak, dan mentor-mentor.

    Selain itu, menurut Pastor Greg, pihak-pihak yang berjasa dalam acara ini adalah para donatur, sponsorship, dan orang-orang yang datang langsung seperti BNN, Kenny, dan beberapa yang lainnya. Pihak-pihak ini merupakan modal bagi mahasiswa katolik di Pontianak dalam melakukan sesuatu yang baik untuk Gereja.

    Kesan, Pesan dan Harapan untuk Catholic Youth Fest

    Mengingat cuaca kota Pontianak yang tidak menentu akhir-akhir ini, sempat membuat khawatir panitia Catholic Youth Fest karena acara ini dirancang dengan konsep outdoor. Namun nyatanya acara ini telah berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan.

    Pastor Greg sebagai pendamping Pastoral Mahasiswa sempat memberikan motivasi kepada panitia agar tidak berputus asa, dan tetap bersyukur atas apa yang terjadi, bahkan apabila hujan turun sekalipun.

    “Kalau Tuhan sudah menyediakan untuk kita semua, kenapa kita harus berkecil hati?.” Ujar Pastor Greg.

    Menurut Pastor Greg di saat inilah kita memerlukan iman untuk menunjukkan bahwa kita bisa membuat seusatu yang berkualitas dengan melibatkan Iman, fun, dan culture night.

    Kesan Pastor Greg terhadap acara Catholic Youth Fest adalah “Tuhan memberkati.” Pastor Greg juga mengatakan bahwa ia meyakini ungkapan Deus Providebit.

    “Tuhan menyediakan semuanya kalau kita punya iman, kalau kita mau melakukan sesuatu untuk orang lain, kalau kita mau melayani.” Ungkap Pastor Greg.

    Baca Juga: Jambore Mahasiswa 2023: Membangun Kekuatan Kaum Muda Katolik untuk Masa Depan

    Sehingga diharapkan agar panitia tidak terlalu memikiran dan mengkhawatirkan kendala-kendala yang akan terjadi secara berlebihan. Melainkan tetap yakin bahwa acara bisa berjalan karena Tuhan sudah menyediakan semuanya yang terbaik.

    Menurut Rangga, acara ini sangat berkesan karena ia tidak menyangka acara ini akan dihadiri oleh banyak mahasiswa baik yang Katolik maupun yang non Katolik, sehingga membuat acara semakin seru dan meriah.

    Kemudian Rangga menyampaikan harapan dan juga pesannya untuk acara Catholic Youth Fest di tahun-tahun berikutnya agar dapat lebih ramai dan meriah dari tahun ini. Selain itu juga ia sangat berharap antusias peserta yang akan berpartisipasi pada acara berikutnya lebih tinggi dari tahun ini. Rangga juga menyampaikan pesannya untuk seluruh Mahasiswa Katolik yang ada di Pontianak, “Tetaplah Bersatu untuk mahasiswa-mahasiswa Katolik Pontianak.”

    Pastor Greg juga berharap agar Catholic Youth Fest berikutnya dapat diselenggarakan dengan kerja sama dari berbagai pihak. Salah satu kerja sama yang sudah di approach oleh Pastor Greg adalah kerja sama dari Perduki.

    Penulis: Requestha/Kontributor MajalahDUTA

    Keputusan MKMK Menjelang: Ancaman Pemecatan bagi Anwar Usman dalam Pusaran Polemik

    MAJALAHDUTA.COM, Jakarta – Senin (6/11/2023) – Masyarakat dan pihak-pihak terkait dengan perkembangan politik Indonesia dengan cermat memantau pengumuman yang akan datang dari Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) pada Selasa (7/11/2023) besok. Pengumuman ini berkaitan dengan dugaan pelanggaran etik oleh hakim konstitusi dan menjadi topik perbincangan hangat dalam beberapa pekan terakhir.

    Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan, telah memberikan pandangannya terkait situasi ini. Ia meyakini bahwa keputusan yang akan diumumkan oleh MKMK tidak akan mengubah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai syarat usia calon presiden dan calon wakil presiden.

    “Kita harus kembali kepada konstitusi kita bahwa keputusan yang dikeluarkan oleh MK itu, sifatnya adalah final dan mengikat. Dan karena itu, kita harus menghormati terhadap keputusan MK tersebut,” ungkap Ace Hasan dalam pernyataannya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin (6/11/2023).

    Ace juga menyoroti hirarki dalam proses pengambilan keputusan ini. Menurutnya, hasil sidang etik oleh MKMK berada di bawah keputusan MK. Oleh karena itu, ia merasa yakin bahwa putusan MKMK tidak dapat menggugurkan atau mengubah putusan yang telah diambil oleh MK.

    Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, juga berbagi pandangan senada dengan Ace Hasan. Ia percaya bahwa putusan MKMK tidak akan berdampak pada proses pendaftaran pasangan calon presiden dan wakil presiden, khususnya pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

    “Paslon sudah mendaftar dengan persyaratan yang lengkap dan hanya tinggal menunggu penetapan oleh KPU. Sesuai dengan peraturan yang berlaku, semuanya mengacu pada aturan yang telah ditetapkan,” ujar Dasco. Ia juga menekankan bahwa keputusan MKMK lebih berkaitan dengan peradilan etika daripada aspek hukum yang berhubungan dengan persyaratan calon presiden dan wakil presiden.

    Pengumuman dari MKMK pada Selasa mendatang menjadi momen penting dalam perkembangan politik Indonesia. Dalam beberapa pekan terakhir, MKMK telah melakukan pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran etik yang melibatkan Ketua Mahkamah Kontitusi (MK) Hakim Anwar Usman dan delapan hakim lainnya, sebagai hasil dari aduan oleh sejumlah pihak.

    Ketua MKMK, Jimly Asshiddiqie, menjelaskan bahwa proses pemeriksaan tidak hanya melibatkan hakim, tetapi juga panitera dan telah mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan pelanggaran etik, termasuk dokumen administrasi dan rekaman CCTV. Pengumuman hasil pemeriksaan ini dijadwalkan akan dilakukan dalam sidang pleno di ruang Sidang Gedung MK I, Jakarta Selatan, pada Selasa sore (7/11/2023).

    Masyarakat Indonesia, serta berbagai pihak yang terlibat, akan menunggu dengan cermat untuk melihat bagaimana hasil pengumuman MKMK akan memengaruhi perkembangan politik dan pemilihan presiden mendatang. Ancaman pemecatan bagi Anwar Usman dan hakim lainnya menjadi perhatian utama dalam pusaran polemik ini, yang mungkin akan membawa dampak besar pada kontestasi politik di Indonesia.

    PDIP dan Ganjar-Mahfud: Kontroversi Pilpres 2024 Membuka Ranah Diskusi

    MAJALAHDUTA.COM, TREND– Gempa kontroversi politik mengguncang Indonesia dengan munculnya serangkaian berita viral yang menyoroti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan pasangan calon presiden Ganjar Pranowo – Mahfud MD. Kejadian-kejadian ini menciptakan ketegangan dalam ranah politik dan meninggalkan pertanyaan besar akan integritas demokrasi.

    Berita pertama yang menjadi viral mencatat curhatan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) asal Boyolali. Curhatan itu mengungkapkan bahwa PNS tersebut mendapat perintah untuk mendukung PDIP dan pasangan Ganjar-Mahfud. Lebih mencengangkan, PNS tersebut juga diminta untuk memberikan sumbangan uang dengan dalih gotong royong. Ancaman pemindahan dan pengucilan menjadi momok bagi mereka yang berani menolak tawaran kontroversial ini. Keterkaitan PNS dengan kepentingan politik ini terekam dalam sebuah video yang menjadi viral di berbagai platform media sosial.

    https://youtube.com/watch?v=mYlsVHg4Opo

    Berita kedua mengguncang politik tanah air dengan terungkapnya Fakta Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Penjabat (Pj) Bupati Sorong. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa PDIP dan Ganjar Pranowo meminta bantuan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk memenangkan Pilpres 2024. Lebih mencengangkan lagi, Pj Kepala Daerah yang dilantik dipaksa untuk memenangkan Ganjar Pranowo dengan persentase 60%+1, sesuai dengan poin ke-4 dalam pakta integritas yang ditemukan tim KPK saat penggeledahan.

    Pakta Integritas Yang Dibuat Untuk Menangkan Ganjar
    Pakta Integritas Yang Dibuat Untuk Menangkan Ganjar

    Berita ketiga mencatat surat undangan nomor 100.2.1.3/6074/SJ yang mengungkapkan rencana pelantikan Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung. Suganda Pandapotan Pasaribu, yang awalnya akan menjabat, ternyata diganti dengan Syafrizal dari Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri. Informasi yang beredar mengungkapkan bahwa Suganda didatangi oleh utusan instansi BIN dan Kemendagri yang memintanya untuk mendukung Ganjar – Mahfud MD. Namun, Suganda menolak dengan tegas karena memegang teguh prinsip netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN).

    Kejadian-kejadian ini membuka diskusi tentang batas-batas campur tangan partai politik dan aparat negara dalam proses demokrasi. Skandal ini menciptakan ketidakpercayaan terhadap netralitas aparat dan menimbulkan pertanyaan serius akan integritas proses politik menjelang Pilpres 2024.

    Banteng Patah Tanduk, Amin Tutup Mata

    MAJALAHDUTA.COM, Jakarta – Pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar menunjukkan sikap bijak dengan belum menjalin komunikasi formal dengan pasangan calon lain, sebagai respons terhadap dinamika politik terkini. Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, Ahmad Ali, memberikan tanggapan terhadap pernyataan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, yang menyatakan bahwa pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD tengah menghadapi tekanan di berbagai daerah, termasuk pencopotan baliho.

    Ahmad Ali menjelaskan bahwa Nasdem tidak melakukan komunikasi secara institusi dengan pasangan manapun, menegaskan sikap independen partainya dalam menghadapi proses Pemilihan Presiden 2024. Meskipun demikian, Hasto Kristiyanto mengungkapkan bahwa PDIP mulai menjalin komunikasi dengan pasangan Anies-Muhaimin sebagai reaksi terhadap tekanan politik yang dihadapi oleh kubu Ganjar-Mahfud.

    “Kita menyepakati dengan Amin juga, penggunaan suatu instrumen kekuasaan. Dalam konteks ini kami juga membangun komunikasi dengan Amin karena merasakan hal yang sama,” ungkap Hasto kepada wartawan di sela-sela konsolidasi Tim Pemenangan Nasional (TPN) dan Tim Pemenangan Daerah (TPD) Ganjar-Mahfud di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat.

    Namun, Ahmad Ali menegaskan bahwa tekanan yang dirasakan oleh pasangan Anies-Muhaimin tidak berasal dari kekuasaan pemerintah. Ia menyatakan bahwa tekanan tersebut justru datang dari kader PDIP yang menjadi kepala daerah. “Paling tidak sebelum penetapan, saya mendampingi Amin kesana kemari, justru kami dapat tekanan dari kepala daerah yang dari partai mereka, tidak sedikit kemudian acara kemudian batal karena itu,” terang Ahmad Ali.

    Sikap Anies-Muhaimin yang memilih untuk tidak terlibat dalam komunikasi formal dengan pasangan calon lainnya mencerminkan sikap independen dan bijak dalam mengelola kompleksitas politik menjelang Pemilihan Presiden. Keputusan ini dapat diartikan sebagai upaya untuk menjaga netralitas, menghindari potensi konflik, dan memfokuskan perhatian pada penyampaian visi dan misi kepada masyarakat.

    Langkah ini menjadi sebuah tanda bahwa Anies-Muhaimin berusaha menjauh dari politik kekuasaan yang kerap kali diwarnai oleh persaingan ketat dan dinamika konflik. Sikap ini juga dapat diartikan sebagai upaya untuk membangun suasana politik yang lebih kondusif, mengedepankan dialog, kerjasama, dan persatuan di tengah perbedaan.

    Masyarakat berharap agar semua pihak dapat menjaga semangat demokrasi yang sehat dan membangun suasana politik yang kondusif menjelang Pemilihan Presiden 2024. Sikap bijak Anies-Muhaimin diharapkan dapat menjadi contoh bagi pasangan calon lainnya untuk mengedepankan sikap yang serupa, sehingga proses demokrasi dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang maksimal bagi kemajuan bangsa.

    Delegitimasi Putusan MK: Menyuarakan Kritik Melalui Politik

    Sebagai reaksi terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait dengan UU Pemilu 2024, beberapa pihak telah mencoba untuk menggoyahkan validitas dan keberlakuan putusan tersebut dengan menggunakan strategi delegitimasi politik. Meskipun upaya formal untuk membatalkan putusan MK mungkin sulit dilakukan, delegitimasi adalah langkah alternatif yang memungkinkan pihak-pihak yang tidak puas untuk menyuarakan kritik mereka.

    Delegitimasi politik adalah proses di mana pihak-pihak yang merasa putusan MK tidak mencerminkan keadilan atau demokrasi mencoba meragukan validitas dan keberlakuan putusan tersebut melalui berbagai cara. Ini bisa melibatkan demonstrasi publik, kampanye sosial, atau penolakan publik terhadap keputusan MK.

    Salah satu alat yang sering digunakan dalam upaya delegitimasi adalah kampanye sosial di media sosial dan berbagai platform online. Para aktivis dan individu yang mendukung delegitimasi politik sering menggunakan media ini untuk menyebarkan pesan dan informasi yang meragukan integritas MK dan putusannya. Mereka mencoba mempengaruhi pandangan masyarakat secara luas dan memobilisasi opini publik untuk meragukan keberlakuan putusan MK.

    Di samping kampanye di media sosial, demonstrasi publik juga dapat menjadi alat delegitimasi. Kelompok-kelompok yang tidak puas dengan putusan MK dapat mengorganisir protes-protes massa dan aksi-aksi sipil sebagai tindakan nyata dalam menyuarakan ketidakpuasan mereka. Demonstrasi seperti ini dapat menciptakan tekanan politik dan sosial yang signifikan dan memaksa para pemimpin untuk meresponsnya.

    Namun, delegitimasi politik bukanlah tindakan yang bebas dari kontroversi. Terlepas dari alasan yang mendasarinya, delegitimasi dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga-lembaga demokratis, termasuk MK. Ini juga dapat memicu ketegangan politik dan konflik yang lebih mendalam. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak yang terlibat untuk berpartisipasi dalam perdebatan secara konstruktif dan menjalani proses hukum dan politik dengan integritas.

    Ketika masyarakat menghadapi situasi kontroversial seperti ini, peran media, lembaga hukum, dan partai politik juga sangat penting dalam menjaga stabilitas dan keadilan. Ini adalah saat yang menantang bagi demokrasi Indonesia, dan kemampuan untuk menyelesaikan perbedaan dengan damai dan memperjuangkan perubahan yang sesuai dengan nilai-nilai demokrasi adalah ujian utama bagi negara dan masyarakat.

    Wisuda Program Sarjana dan Diploma Universitas Widya Dharma Pontianak Tahun Akademik 2022/2023

    Sidang Terbuka Senat Universitas Widya Dharma Pontianak – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Pontianak – Universitas Widya Dharma Pontianak sukses menggelar wisuda tahun akademik 2022/2023 kepada 716 wisudawan/wisudawati program Sarjana dan Diploma pada hari Selasa, 31 Oktober 2023. Wisudawan/wisudawati yang berjumlah 716 peserta itu adalah lulusan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Teknik Informatika.

    Wisuda Universitas Widya Dharma Pontianak tahun 2023 ini diselenggarakan di Qubu Resort, Jl. Arteri Supadio No.16, Sungai Raya, Kec. Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Di hari itu tampak hiasan karangan bunga bertuliskan ucapan selamat dan sukses di halaman Qubu Resort menyambut kedatangan hadirin khususnya calon wisudawan/ti.

    Baca Juga: Bukan Hanya Ilmu, Universitas Widya Dharma Pontianak Bentuk Karakter Mahasiswa Unggul

    Kegiatan ini dihadiri beberapa petinggi yang turut memberikan sambutan, yaitu Rektor Universitas Widya Dharma Pontianak, Ketua Yayasan Widya Dharma Pontianak, Kepala LLDikti Wilayah XI Kalimantan, serta perwakilan dari Pejabat Gubernur Kalimantan Barat.

    Wisuda tahun ini istimewa karena bertepatan dengan ulang tahun ke-4 Universitas Widya Dharma Pontianak dan Ulang Tahun Yayasan Widya Dharma Pontianak yang ke-40 tahun. Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Widya Dharma Pontianak, Policarpus Widjaja Tandra, S.H., M.M. berharap wisudawan/ti dapat mengembangkan karirnya dan mencapai perubahan.

    “Kita doakan para lulusan ini seperti para senior sebelumnya, sukses mengembangkan karirnya dan mencapai perubahan mobilitas sosial vertikal yang lebih baik”. Tutur Policarpus.

    Wisuda Widya Dharma

    Setelah berakhirnya sambutan, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penghargaan lulusan terbaik. Lulusan terbaik dari setiap prodi diraih oleh Kelly (20701251) IPK 3,97 prodi Bahasa Inggris, Evania Carolina (19507958) IPK 3,95 prodi Manajemen, Rony Darmawan (19612688) IPK 3,98 prodi Akuntansi, Sokh Siam (19412560) IPK 3,97 Prodi Sistem Informasi, dan Victor Ciu Steven (19421275) IPK 3,58 Prodi Informatika.

    Evania Carolina yang mendapat penghargaan lulusan terbaik dari prodi Manajemen merasa tidak menyangka bisa meraih penghargaan ini. Menurut Eva, usaha yang perlu dilakukan mau mengerjakan sesuatu dengan serius dan dengan motivasi untuk membanggakan keluarga.

    Baca Juga: Yudisium ke-IV Universitas Widya Dharma Pontianak: Kesulitan Yang Muncul Adalah Batu Asah

    “Saya sebenarnya tidak nyangka, intinya mengerjakan sesuatu dengan serius. Untuk motivasi, saya ingin membanggakan keluarga dan ingin mendapatkan pekerjaan yang diinginkan kelak”. tutur Eva.

    Salah satu wisudawan Universitas Widya Dharma, Fernando, A.M.d.Li menyampaikan harapannya untuk Universitas Widya Dharma agar Universitas ini dapat berkembang, semakin maju dan suatu saat menjadi salah satu Universitas favorit di Indonesia.

    “Rasanya senang sekali bisa merasakan moment wisuda di WD, semoga Universitas Widya Dharma semakin maju dan suatu saat menjadi salah satu Universitas favorit di Indonesia.” Tutur Fernando.

    Penulis: Yessi/ Tim Komsos KAP

    TERBARU

    TERPOPULER