Saturday, May 2, 2026
More
    Home Blog Page 66

    Launching HOMKKAP III

    MAJALAHDUTA.COM– Minggu (25/2/2024) telah dilangsungkan Launching Hari Orang Muda Katolik Keuskupan Agung Pontianak (HOMKKAP III), dalam Misa V, pukul 19.00 WIB di gereja Santo Yosef Katedral Pontianak

    Misa diikuti oleh 18 imam yang mewakili paroki-paroki dari tiga dekanat  (SingBeBas, Landak, dan Kota Pontianak) ditambah dengan pastor mahasiswa. Hadir juga perwakilan tiap-tiap paroki, 5 orang muda Katolik (OMK).

    RD. Yosep Maswardi (ketua Komkep KAP) menyerahkan Salib HOMKKAP III kepada Mgr. Agus

    Misa dimulai dari perarakan dengan iring-iringan orang muda yang membawakan salib HOMKKAP III, bendera Merah Putih, bendera Vatikan, bendera Keuskupan, vandel Komisi Kepemudaan (Komkep-KAP), vandel Orang Muda Katolik dari 33 paroki, lalu diikuti oleh petugas liturgi, para imam, dan uskup. Ini adalah momen bersejarah khususnya untuk Orang Muda Katolik di tahun 2024.

    Dalam kata pembukanya, Mgr. Agus mengatakan, dengan pemberkatan salib HOMKKAP, kita mengakui bahwa yang mengarahkan, yang menjadi patokan, dan pedoman serta cahaya dalam kegiatan orang muda ini, adalah Yesus sendiri.

    “Mari kita doakan agar HOMKKAP yang tertunda selama masa covid ini bisa berjalan dengan baik, panitianya dikuatkan, partisipasi umat menjadi besar, dan banyak orang yang mengulurkan tangan untuk membantu kegiatan ini,”ujar Mgr. Agus.

    Harapan utama dari kegiatan ini, lanjut Mgr. Agus, membuahkan hasil agar OMK bukan hanya sukses di dunia ini, tetapi juga sukses mempersiapkan dirinya dalam hal rohani sebagai bekal kelak di surga. Sehingga tujuan Yesus untuk menyelamatkan umat manusia terjadi pada orang muda. Dengan demikian, OMK juga akan mewartakan sukacita ini.

    “Tema HOMKKAP III ini adalah OMK, bangkit dan bersaksilah : “bersukacitalah dalam pengharapan”. Tidak ada kata putus asa bagi OMK walaupun masa depan tidaklah mudah untuk digapai,” tandas Mgr. Agus.

    Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Pontianak, RD. Yosep Maswardi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Mgr. Agustinus Agus yang berkenan memimpin misa untuk mengawali kegiatan HOMKKAP III tahun 2024, dan sekaligus memberkati salib yang akan diarak dari paroki ke paroki untuk membawa semangat dan nyala api OMK untuk menyapa orang-orang muda yang ada setiap paroki.

    Terima kasih disampaikan juga oleh RD. Yosep Maswardi kepada para pastor moderator yang bersedia menemani orang muda dari parokinya dan juga mewakili orang muda untuk hadir dalam misa, juga untuk Pastor Alexius Alex yang memperkenankan panitia mengawali perziarahan salib HOMKKAP di paroki Santo Yosef Katedral, serta OMK yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini.

    Selanjutnya, RD. Yosep Maswardi mengungkapkan sejarah perjalanan HOMKKAP III. Pertemuan orang muda Katolik di seluruh dunia, termasuk di Asia  dan bahkan ditingkat nasional di Indonesia sudah dilaksanakan tahun lalu. Sebagai oleh-oleh dari kegiatan IYD tahun lalu, maka Keuskupan Agung Pontianak juga mau memberi semangat yang sama kepada orang muda dengan mengadakan kegiatan HOMKKAP III.

    Mgr. Agus memukul gong sebanyak 7 kali tanda rangkaian kegiatan HOMKKAP III dimulai

    Sejarah HOMKKAP sebenarnya sudah digagas sejak tahun 2010 oleh Pastor Lukas Ahon, CP. Pertemuan akbar itu diberi nama Temu Orang Muda Katolik (TOMK) di paroki Salib Suci Ngabang. Tahun 2016, HOMKKAP I diadakan di Nyarumkop yang digagas oleh RD. Alex Mardalis dari dekanat SingBeBas. Tahun 2019, dekanat Landak menjadi tuan rumah HOMKKAP II. Kegiatan dilaksanakan di Pertapaan Shanti Bhuana Bandol. Dalam kegiatan ini, Komkep KAP dibantu oleh Pastor Arsenius Viccar, CSE sebagai ketua panitia. Dan HOMKKAP III akan dilaksanakan pada tanggal 27-30 Juni 2024 di Komplek Persekolahan Katolik Nyarumkop, dan Pastor Benno, OFMCap diparcayai sebagai ketua panitia.

    Mengawali prosesi pemberkatan salib, RD. Yosep Maswardi terlebih dahulu menjelaskan makna dan simbol yang terdapat pada salib HOMKKAP III. Kemudian, Mgr. Agus didampingi oleh Ketua Komkep, ketua panitia, serta para pastor moderator orang muda memberkati salib HOMKKAP III. Usai pemberkatan, Mgr. Agus menyerahkan salib HOMKKAP III kepada Ketua Komkep KAP. Selanjutnya, salib HOMKKAP III diberikan kepada RD. Alexius Alex selaku Pastor Kepala Paroki Santo Yosef Katedral Pontianak, dan puncaknya, Mgr. Agus memukul gong sebanyak 7 kali tanda kegiatan HOMKKAP III dimulai.

    PM- KOMSOS KAP

    Misa Perdana RD. Martin: Jangan Takut, Percaya Saja

    Malinau, Misa Perdana (2024)- Sumber: Paulus Mashuri

    MAJALAHDUTA.COM– Malinau-Kaltara, Pasca proses diakonat di Paroki Maria Ratu Pencinta Damai Pontianak dan penahbisan imamat di Persekolahan Katolik Nyarumkop pada tanggal 7 Februari 2024, Pastor Martin pulang kampung ke Paroki Santo Stefanus Malinau, Kalimantan Utara dalam rangka perayaan Misa Perdana, Minggu, (18/2/2024).

    Misa yang dimulai pukul 10.00 wib itu diwarnai dengan tarian perarakan bernuansa budaya lokal mengiring konselebran utama dan para selebaran menuju gereja.

    Perarakan dengan tarian adat lokal (18/2/2024-Malinau Kaltara)

    Dalam homilinya, Pastor Martin mengangkat motto tahbisannya : “Tuhan adalah kekuatanku dan perisaiku kepada-Nya hatiku percaya,” dikutip dari Mazmur 28 ayat 7 sesuai perjalanan dirinya dalam menggapai jadi seorang imam.

    Dikisahkannya, bahwa proses menjadi seorang Pastor tidak segampang membalikkan telapak tangan yang semata cukup hanya mengikuti tahapan pendidikan.

    Namun, berbagai rintangan baik di internal dan eksternal proses pendidikan selalu muncul yang bermuara melumpuhkan mental dan iman.

    Suasana dalam gereja paroki St. Stefanus Malinau (8/2/2024)

    “Suatu peristiwa paling menyayat hati saya, ketika ayah saya menghembuskan nafas terakhir saat puncak proses menjadi seorang imam. Terus terang, saat itu saya bingung, mau berbuat apa. Tapi Tuhan berkehendak lain dan menopang saya hingga jadi seorang imam,”ujar Pastor Martin.

    Kata Pastor Martin, selain itu godaan godaan duniawi masih tetap muncul tapi saya tetap berdoa dan percaya akan penyertaan Tuhan.

    “Justru itu, saya harap kepada saudara saudari sekalian, ketika ada rintangan, cobaan yang bapak ibu saudara saudari hadapi, diharap janganlah takut, tapi tetap percaya kepada tuhan dan hanya berserah kepada dia saja,” tukas Pastor Martin.

    Pastor Martin juga menyampaikan ucapan terima kasih atas terlaksananya misa perdana ini. Sejak sehari sebelumnya pada acara penjemputan adalah bukti kerja sama bapak, ibu umat sekalian yang dengan setia dan kompak menjalankannya.

    “Kebersamaan dan kekompak dalam bekerja yang dialami, itulah rahmat terbesar dari Tuhan bagi saya,” ujar Pastor Martin.

    Pastor Kepala Paroki Santo Stefanus Malinau, RP. Antonius Santo OMI, menyampaikan ucapkan selamat atas rahmat Tabhisan imam Malinau ini. Ini persembahan keluarga yang amat berharga bagi Gereja.

    Ucapan terima kasih secara khsusus disampaikan RP. Antonius Santo kepada Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus karena telah berkenan mengunjungi paroki Santo Stefanus Malinau – Kalimantann Utara.

    Sementara itu, Mgr. Agustinus Agus mengungkapkan bahwa imam projo yang ditahbiskan adalah milik keuskupan.

    “Jadi Pastor Martin ini adalah anak saya. Untuk itu sebagai Bapak yang baik, saya juga mau memberikan  persembahan dan kehadiran yang terbaik untuk dia,” pungkas Mgr. Agus.

    Mgr. Agus menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada keluarga yang telah merelakan putranya menjadi pelayan Gereja.

    “Pastor Martin telah menggapai ini semua dengan usaha dan perjuangan. Di perjalanan banyak tantangan, godaan, kegalauan dan kesulitan. Hal ini bisa terjadi juga dalam perjalanan imamatnya ke depan. Tetapi percayalah Tuhan selalu ada di tengah kamu,” ungkap Mgr. Agus menguatkan imam baru ini.

    Misa Perdana Imam Projo ini berjalan penuh hikmat dan dihadiri oleh RD. Alexius Alex (Pastor Paroki Santo Yosef Katedral Pontianak), RD. Andrianus (teman seangkatan yang baru juga ditahbiskan), dan beberapa imam, suster, frater serta undangan lainnya.

    PM- KOMSOS KAP

    Rapat Koordinasi Para Ketua Komsos Keuskupan Indonesia

    MAJALAHDUTA.COM- Senin (26/2/2024), para Ketua Komisi Komunikasi Sosial (komsos) mengadakan rapat koordinasi lewat zoom. Hadir dalam rapat online ini sebanyak 27 orang dari 37 keuskupan yang ada di Indonesia.

    Rapat yang dipimpin oleh sekretaris eksekutif Komsos KWI ini mengulik pesan Paus Fransiskus untuk Hari Komunikasi se dunia ke 58 yang akan dirayakan pada tanggal 12 Mei 2024.

    Tema Hari Komunikasi se dunia 2024 adalah : “Kecerdasan Buatan dan Kebijaksanaan Hati: Menuju Komunikasi Manusia Seutuhnya”.

    Dalam rapat ini, RD. Steven Lalu mengatakan komunikasi perlu berorientasi pada kehidupan pribadi manusia yang lebih utuh. Inti dari pesan Paus Fransiskus pada Hari Komunikasi ini adalah AI (Artificial Intelligence/Kecerdasan Buatan) tidak akan pernah bisa menggantikan kebijaksanaan hati manusia.

    Lebih lanjut RD. Steven Lalu, mengungkapkan pentingnya untuk memandu kecerdasan buatan dan algoritme, sehingga setiap individu memiliki kesadaran yang bertanggung jawab atas penggunaan dan pengembangan berbagai bentuk komunikasi yang berjalan seiring dengan media sosial dan Internet.

    Rapat online para Ketua Komsos Keuskupan Indonesia (26/2/2024)

    Terkait dengan pesan Paus ini, RD. Steven berharap para penggerak media sosial, terutama insan Komsos yang ada di keuskupan-keuskupan, mampu secara bijak menggunakan AI dalam tiap karya pewartaan yang dihasilkan.

    Selain pesan Paus, ada beberapa hal lain yang didiskusikan dalam pertemuan kali ini, antara lain : persiapan kegiatan Pekan Komunikasi Sosial Nasional ke 11 yang akan diselenggarakan di Keuskupan Agung Medan, bulan Mei mendatang.

    RD. Steven Lalu, Sekretaris Eksekutif Komsos KWI (foto atas paling kiri) saat memimpin rapat online

    Pertemuan juga mendiskusikan agenda kerja dari Komsos KWI 2024 terutama sehubungan dengan lomba-lomba dan pelatihan yang akan dilaksanakan. Terkait dengan perayaan 100 tahun KWI pada tanggal 15 Mei 2024 nanti, Komsos-komsos keuskupan akan dilatih secara bersama-sama dalam pembuatan video profil masing-masing keuskupan. Jadwal pelatihan akan ditentukan dan dikoordinasikan kemudian.

    Ada juga masukan-masukan dari peserta rapat yaitu agar komsos keuskupan tetap berinsiatif membangun jejaring kerja sama di antara komisi-komisi di keuskupan dan dengan paroki dalam karyanya.

    Komsos keuskupan diharapkan mampu menganimasi tenaga pastoral dalam keuskupan: awam dan religius, agar memahami Komsos dengan baik, sehingga dapat bersinerji menggiatkan komsos sebagai promotor untuk mewujudkan medsos dan teknologi komunikasi yang beretika kristiani dan membebaskan.

    Komsos keuskupan diminta membuka peluang partisipasi kaum awam dan kaum muda (berminat/berbakat) dalam kegiatan Komsos, sambil membenahi komisi (kantor, dokumentasi, inventaris, arsip) agar peralihan pengurus (ketua) berjalan lancar dalam meneruskan kegiatan komsos, dan membentuk tim kerja yang solid untuk memudahkan pelaksanaan program.

    PM- KOMSOS KAP

    Hibah Aset Pemda Bengkayang Kepada Keuskupan Agung Pontianak

    MAJALAHDUTA.COM– Kamis (15/2/2024) bertempat di Kantor Bupati kabupaten Bengkayang, telah dilaksanakan kegiatan penyerahan hibah tanah dan bangunan milik Pemerintah Kabupaten Bengkayang kepada keuskupan Agung Pontianak.

    Mgr. Agus, Bupati dan Wabup saat akan memulai kegiatan di Aula Kantor Bupati Kab. Bengkayang (15/2/2024)

    Tanah dan bangunan dimaksud berada di wilayah Paroki Santo Agustinus dari Hippo Ledo keuskupan Agung Pontianak.

    “Inilah bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan iman umat Katolik di Kabupaten Bengkayang, dan berharap juga hal ini bisa menjadi contoh di daerah-daerah lain,” kata Mgr. Agus.

    Mgr. Agus saat memberikan sambutan usai penandatangan dokumen berita acara hibah aset (15/2/2024)

    Mgr. Agus berpesan agar hibah semacam ini bisa juga dirasakan oleh semua lembaga keagamaan yang di akui di negara ini.

    Penyerahan aset Pemda itu ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima hibah tanah dan bangunan oleh Bupati Kabupaten Bengkayang, Sebastianus Darwis dan Uskup Agung Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus.

    Mgr. Agus mengungkapkan, Gereja sangat mengapresiasi adanya hibah aset dari Bupati Bengkayang. Pihak Gereja juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam proses tersebut.

    Uskup berjanji akan berupaya memaksimalkan penggunaan tanah dan bangunan akan sesuai dengan peruntukkannya, yakni mengembangkan paroki agar memiliki kapasitas yang lebih luas.

    “Ini akan menjadi momen yang luar biasa, karena tanah dan bangunan tersebut sangat dibutuhkan,” kata Mgr. Agus.

    Sementara bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis mengaku bangga bisa menyerahkan hibah aset tanah dan bangunan kepada pihak keuskupan.

    “Ini bukan hanya sekedar tanda terima fisik, tetapi juga merupakan komitmen bersama untuk menjaga dan memanfaatkan aset ini secara bijaksana demi kepentingan bersama,”tandasnya.

    Bupati berharap dan meyakini Paroki Santo Agustinus dari HIPPO Ledo akan mampu menjaga aset ini dengan baik dan memanfaatkannya untuk kegiatan umat dan masyarakat.

    Foto bersama usai kegiatan (15/2/2024 doc. ferdinand martin)

    “Kegiatan ini kiranya dapat terus mempererat hubungan antara Pemerintah dan Komunitas keagamaan. Serta mendorong sinergi dalam upaya membangun daerah yang lebih baik dan berkeadilan,”harap bupati Darwis.

    PM- KOMSOS KAP

    Dekanat SINGBEBAS Mantapkan Temu Akbar BAPAKAT

    MAJALAHDUTA.COMNyarumkop, 20/02/24 telah dilangsungkan pertemuan para pastor dekanat Singkawang, Bengkayang, dan Sambas (SINGBEBAS) guna menindaklanjuti hasil rapat para pastor dekanat bulan Nopember 2023 lalu, diantaranya menggagas kembali pertemuan Bapak-Bapak Katolik (BAPAKAT) Ke-2. Pertemuan pertama, sebelumnya dilaksanakan di Nyarumkop pada tahun 2019.

    Rekomendasi lainnya dari pertemuan pertama BAPAKAT adalah menetapkan pertemuan Bapak-Bapak Katolik se-dekanat SINGBEBAS dua tahun sekali. Namun, agenda tersebut terkendala karena pandemi Covids-19.

    Pertemuan para dekanat kali ini menyepakati Paroki Santo Pius X sebagai tuan rumah penyelenggara Temu Akbar BAPAKAT Ke-2 SINGBEBAS yang akan dihelat pada tanggal 12 s.d.14 April 2024, dan akan di buka oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus.

    RD Kehi selaku sekretaris Dekanat Singbebas kembali mengingatkan hasil notulen rapat Dekanat yang dilaksanakan pada bulan Nopember di Paroki Pemangkat untuk memberi ruang kepada panitia pelaksana dalam hal ini Paroki Santo Pius X Bengkayang mengakomodir kesiapan dan rancangan kegiatan dalam temu Akbar BAPAKAT 2024.

    Sementara itu, Pastor Kepala Paroki Santo Pius X Bengkayang, RD Subandi menjelaskan kesiapan panitia secara teknis dan nonteknis sudah maksimal. Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Panitia, Andreas Apendi, alur dan skenario kegiatan secara teknis dan non-teknis sudah mencapai 90℅.

    Andreas Apendi menjelaskan, seluruh kegiatan dipusatkan di Paroki dan menghadirkan beberapa narasumber yang  berkompeten. Tema yang diusung dalam Temu Akbar BAPAKAT SINGBEBAS tahun 2024 ” Pro Familia Ecclesia et Patria “, yang pada intinya mengajak Bapak-Bapak Katolik menjadi yang pertama dan utama membangun relasi iman dalam keluarga, Gereja, dan negara.

    Pertemuan Pastor Dekanat Singbebas ini juga dihadiri oleh utusan BAPAKAT dari Paroki Sambas, Pemangkat, Singkawang, Nyarumkop, Samalantan, Monterado, Bengkayang, Sanggau Ledo, Ledo, dan Jagoi.

    Dipertemuan kali ini ada pergantian Pastor Moderator BAPAKAT. RP Ignasius Day, OFMCap karena pindah ke paroki Pangkalanbun, diganti oleh RP. Arsenius Vicar, CSE.

    Penulis: Oyent Andreas

    Mencari dan Menemukan, Kunci Bahagia yang Terlupakan

    Bruder Gerardus, MTB, - Sumber: Bruder MTB (20/02/2024)

    MAJALAHDUT.COM, PONTIANAK- Dalam perjalanan hidup ini, seringkali kita terpaku pada pencarian yang tak kunjung berkesudahan, tanpa menyadari bahwa mungkin kita telah memiliki segalanya yang cukup untuk merasakan kedamaian dan kebahagiaan.

    Artikel terbaru yang dipublikasikan oleh MajalahDUTA.Com menggugah pemikiran kita tentang esensi mencari dan menemukan dalam dinamika kehidupan.

    Penulis yang bijak, Br. Gerardus Weruin MTB, menyampaikan bahwa manusia seringkali terjebak dalam siklus mencari tanpa henti, tanpa menyadari keberadaan keajaiban yang telah dianugerahkan Allah kepada kita.

    Dalam tulisannya, Br. Gerardus menyoroti perbedaan antara mencari kebahagiaan di tempat-tempat jauh dan menemukan kedamaian di dalam diri dan sekeliling kita.

    “Ketika kita terus memikirkan apa yang belum kita miliki, kita akan terus mencari, mengabaikan apa yang telah kita miliki, dan akhirnya tidak akan merasa bahagia,” tulisnya.

    Artikel ini juga mengajak pembaca untuk selalu bersyukur atas apa yang telah diberikan Tuhan kepada kita. Dengan bersyukur, kita bisa menemukan kebahagiaan dalam hal-hal sederhana yang seringkali terlewatkan, seperti bernafas dengan hidung, melihat dengan mata, atau mendengar dengan telinga.

    “Syukur menjadi modal bagi kita untuk memuji dan memuliakan Sang Pemberi Hidup,” imbuhnya.

    Dalam catatan kaki artikel ini, pembaca juga diingatkan tentang pentingnya mencari dan menemukan yang benar dalam hidup ini. Referensi dari kitab suci seperti Matius dan Yohanes memberikan pandangan mendalam tentang esensi eksistensial kita sebagai manusia.

    Dengan demikian, artikel ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kebahagiaan sejati bukanlah tentang mencari harta yang baka, melainkan tentang menemukan kedamaian dan bersyukur atas apa yang telah kita miliki.

    Mari kita renungkan pesan yang dalam ini dan selalu bersyukur dalam segala hal, baik dalam mencari maupun menemukan.

    By. Samuel- KOMSOSKAP
    Source: Bruder Gerardus MTB

    Mengembangkan Ekonomi Ekologis sebagai Tugas Umat Kristiani

    Rabu Abu - Keuskupan Agung Pontianak (Foto: Komsos KAP )

    MajalahDUTA.Com- Pontianak, 14 Februari 2024– Dalam sebuah surat yang diterbitkan oleh Keuskupan Agung Pontianak pada hari raya Rabu Abu tanggal 14 Februari 2024, Mgr. Agustinus Agus, Uskup Agung Pontianak, mengajak saudara-saudari umat Kristiani untuk memperhatikan dan mengembangkan konsep ekonomi ekologis dalam kehidupan sehari-hari.

    Dalam surat tersebut, disebutkan bahwa sebagai bentuk dukungan terhadap suksesnya Pemilihan Presiden, Anggota DPD, DPRRI, DPRD Propinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota, kegiatan terkait dengan pembukaan masa puasa, seperti penerimaan abu, pantang, dan puasa, telah dipindahkan ke hari sebelumnya, yakni hari Selasa, tanggal 13 Februari 2024.

    Konsep “ekonomi ekologis” yang diusung dalam surat tersebut adalah sebuah pendekatan ekonomi yang memastikan penghormatan terhadap lingkungan, keterbukaan terhadap kehidupan, kepedulian terhadap keluarga, kesetaraan sosial, serta menghormati hak-hak para pekerja dan hak-hak generasi mendatang.

    Dalam konteks ini, ekonomi ekologis menekankan pentingnya memastikan bahwa kegiatan ekonomi memberikan manfaat bagi banyak orang dan tidak merusak lingkungan.

    Visi dasar dari konsep ekonomi ekologis ini diambil dari ajaran Paus Fransiskus, seperti yang terdapat dalam ensiklik-ensikliknya seperti Laudato Si (2015), Fratelli Tutti (2020), dan Seruan Apostolik Evangelii Gaudium (2013). Dalam ajaran-ajaran tersebut, Paus Fransiskus mendorong untuk mengembangkan ekonomi yang mengutamakan kepentingan orang banyak, tidak merusak lingkungan, serta memperhatikan keadilan sosial.

    Uskup Agung juga menekankan bahwa sebagai umat Kristiani, kita memiliki tanggung jawab untuk mengelola bumi dan sumber daya alam secara bijaksana, sesuai dengan kehendak Allah sebagai pencipta alam semesta. Hal ini mencakup pengembangan ekonomi yang adil dan berkelanjutan, yang tidak hanya memperhatikan kebutuhan saat ini, tetapi juga kepentingan generasi yang akan datang.

    Dalam menyambut masa puasa tahun 2024, Uskup Agung mengajak umat Kristiani untuk melakukan introspeksi terhadap kehidupan iman dan perilaku ekonomi mereka. Masa puasa diharapkan menjadi waktu untuk merenungkan kembali hubungan dengan Allah dan sesama, serta untuk meningkatkan perbuatan baik dan menghindari perbuatan dosa.

    Surat ini ditandatangani oleh Mgr. Agustinus Agus, Uskup Agung Pontianak, sebagai ungkapan kasih dan dorongan bagi umat Kristiani dalam mengembangkan ekonomi ekologis yang sesuai dengan ajaran agama dan prinsip keadilan sosial.

    By. Sam- KOMSOSKAP

    Terkait Hasil Pilpres 2024, Ini Kata Mgr. Agus…

    MAJALAHDUTA.COM– “Saya menghimbau, khususnya umat Kristiani dan masyarakat luas di Kalimantan Barat untuk menerima apapun hasil pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada pemilu 2024 setelah nanti ditetapkan oleh lembaga yang berwenang,”

    Demikian pernyataan Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus saat dikonfirmasi oleh tim Majalahduta.com usai mengikuti perhitungan cepat (quick count) lewat layar televisi nasional, Rabu (14/2/), pukul 16.20 WIB di ruang rekreasi Gedung Keuskupan Agung Pontianak, Jl. Merdeka Barat No. 665, Kota Pontianak.

    Uskup Agus mendoakan agar presiden dan wakil presiden terpilih mampu mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur di Bumi Indonesia tercinta ini.

    Kita berharap, lanjut Uskup Agus, agar presiden dan wakil presiden terpilih melaksanakan tugasnya berdasarakan  empat pilar kebangsaan, yaitu : Undang-undang Dasar 1945, Pancasila, NKRI, dan menghargai kebhinekaan.

    Quick count hasil Pemilu 2024/Foto: (Tangkapan layar detikPemilu)

    Jadwal rekapitulasi suara nasional Pemilu 2024 oleh KPU RI masih akan berlangsung sampai 20 Maret mendatang.

    Karenanya, Uskup Agus mengajak semua pihak untuk tetap menjaga dan mempertahankan situasi yang damai dan penuh kesejukan di Bumi Kalimantan Barat.

    By: PM-KOMSOS Keuskupan Agung Pontianak

     

    Surat Gembala APP Keuskupan Agung Pontianak 2024

    “MENGEMBANGKAN EKONOMI EKOLOGIS”

    Rabu Abu Mengawali Masa Pantang dan Puasa Umat Katolik

    MAJALAHDUTA.COM– Rabu Abu merupakan awal masa pra Paskah bagi umat Katolik. Dengan ditandainya abu di dahi, umat Katolik telah memasuki masa pantang dan puasa.

    Imam atau petugas akan mengoleskan abu ke dahi atau kepala umat Katolik. Umat Katolik dapat mempersiapkan diri untuk memasuki masa Prapaskah atau masa pertobatan. Hal ini juga menandakan, umat Katolik memulai masa pantang dan puasa selama 40 hari.

    Kemudian sampai Jumat Agung atau Wafat Yesus Kristus pada 29 Maret 2024. Umat Katolik memiliki tradisi pantang dan puasa selama masa Prapaskah.

    Pastor Kepala Paroki Keluarga Kudus Kota Baru Pontianak, RP. Yohanes Thomas Maria Puji Nurcahyo, CM memimpin misa penerimaan abu (13/2/2024)

    Pantang dan puasa menjadi salah satu bentuk pertobatan dan mati raga. Hal ini sesuai dengan Kitab Hukum Kanonik (KHK) 1249.

    Setiap tahun, perayaan Rabu Abu berbeda-beda. Hal ini karena mengikuti kalender liturgi Katolik. Rabu Abu tahun 2024 jatuh pada hari Rabu, 14 Februari.

    Tahun 2024, Rabu Abu bersamaan dengan momentum Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Keuskupan Agung Pontianak (KAP) telah membuat keputusan terkait penyelenggaraan penerimaan abu.

    Sesuai dengan Keputusan Uskup Agung Keuskupan Agung Pontianak, nomor 46/SKR.KAP/I/2024, ibadah Rabu dilaksanakan pada hari Selasa 13 Februari.

    Pelaksanaan Rabu Abu di Paroki Keluarga Kudus Kota Baru yang masuk wilayah Keuskupan Agung Pontianak, juga mengacu pada surat Keputusan yang ditandatangani oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus tersebut.

    Bertepatan dengan Hari Rabu ini pulalah umat Paroki Keluarga Kudus Kota Baru Pontianak mengadakan Misa Hari Rabu pada  hari ini (selasa, 13/2/2024) pukul 12.00 WIB.

    “Bertobatlah dan percayalah kepada Injil, demikian kata seorang Imam atau Pro Diakon, sembari memoleskan abu membentuk salib pada kening umat. Dan umat yang menerima abu daun palem yang dibakar pun menjawab, “Amin. ”

    Penerimaan abu ini, kata Pastor Yohanes Thomas Maria Puji Nurcahyo, CM merupakan simbol pertobatan.

    Karenanya, lanjut Pastor Kepala Paroki keluarga Kudus Kota Baru ini, selama Masa Pra Paskah, yang berlangsung selama 40 hari,  dihitung dari Hari Rabu Abu sampai Hari Jum’at Agung, tiga hari sebelum Hari Raya Paskah, merupakan kesempatan bagi seluruh umat Katholik untuk bertobat.

    Seorang Pro-diakon menandai umat dengan abu (13/2/2024)

    “Masa Pra Paskah ini adalah kesempatan untuk membuang sifat-sifat buruk dan menggantikannya dengan sifat-sifat baik,” ujar Pastor Puji

    Kata Pastor Puji, selama Masa Pra Paskah, Gereja Katolik menjalankan pantang bagi yang berusia 14 tahun ke atas dan puasa bagi yang berusia 18-58 tahun.

    “Pantang dijalankan pada Hari Rabu Abu, setiap hari Jum’at selama Masa Pra Paskah dan Hari Jum’at Agung, tiga hari sebelum Paskah. Sedangkan puasa dijalankan pada hari Rabu Abu dan hari Jum’at Agung,” ujar Pastor Puji menjelaskan.

    Menurut Pastor Puji, pada saat berpantang, misalnya tidak makan daging, rokok dan pada saat puasa hanya boleh makan kenyang sekali sehari.

    Penerimaan abu di Paroki ini dijadwalkan tiga kali, pukul 05.30 WIB, pukul 12.00 WIB, dan pukul 18.00 WIB.

    By : PM- KOMSOS Keuskupan Agung Pontianak

    TERBARU

    TERPOPULER