Pamflet yang dibuat oleh Pastor Pionius Hendi OFMCap (2024)
MAJALAHDUTA.COM– Kepercayaan tidak hanya menjadi landasan hubungan manusiawi, tetapi juga merupakan jalan menuju kebahagiaan sejati dan makna hidup yang mendalam. Penghargaan tertinggi dan harta yang tak ternilai dalam kehidupan bukanlah uang atau barang, melainkan kepercayaan.
Pandangan ini disampaikan dengan penuh keyakinan oleh Pastor Pionius Hendi OFMCap. Menurutnya, segala jenis relasi dalam kehidupan kita bermuara pada kepercayaan.
Pastor Pionius Hendi mengajarkan bahwa kehidupan yang penuh dengan kepercayaan memiliki nilai yang jauh lebih tinggi daripada materi atau kekayaan duniawi.
Dalam pandangan rohaninya, kepercayaan menjadi pondasi segala hubungan, baik dengan sesama manusia maupun dengan Sang Pencipta.
“Kepercayaan adalah pondasi hubungan yang kokoh dan mendalam. Tanpa kepercayaan, segala sesuatu menjadi rapuh dan tidak berarti,” ungkap Pastor Pionius Hendi OFMCap dalam poster yang dipostingnya hari ini, 22 Januari 2024.
Menurutnya, kepercayaan membangun relasi yang sehat dan harmonis, menciptakan lingkungan di mana kasih, pengertian, dan saling menghormati dapat berkembang.
Dalam dunia yang seringkali diwarnai oleh keinginan akan materi dan kekayaan, Pastor Pionius Hendi menegaskan bahwa kepercayaan adalah pilar utama kebahagiaan dan kebermaknaan hidup.
Dalam doanya, Pastor Pionius Hendi mengungkapkan rasa syukurnya atas semua berkat yang telah diterima.
Doa tersebut mencerminkan harapannya agar kepercayaan yang telah dijaga dengan baik dapat terus berkembang dan menjadi berkat bagi sesama dan dunia.
Doa ini adalah ungkapan terima kasih kepada Tuhan Yesus atas anugerah kepercayaan yang diberikan dan harapan untuk dapat menjaga dan mengembangkannya.
“Doa: Tuhan Yesus, terima kasih atas semua berkat-Mu yang telah kami terima. Semoga kami bisa menjaganya dengan baik dan mengembangkannya agar menjadi berkat bagi sesama dan dunia. Amin.”
Dalam pandangan Pastor Pionius Hendi OFMCap, kehidupan yang diwarnai oleh kepercayaan adalah kehidupan yang sejati dan berarti.
Bruder Gerardus MTB tengah membaca buku, (Sumber: Samuel KOMSOS) - 2024
MAJALAHDUTA.COM– Tidak lama lagi, kita akan menyambut perpisahan dengan tahun 2023 dan menyambut datangnya tahun 2024. Rotasi bumi selama tahun ini terasa cepat, dan sebentar lagi kita akan menyongsong tahun yang baru.
Meskipun bagi kita manusia, pergantian tahun terasa seperti hitungan angka belaka, Tuhan melihat waktu dengan perspektif yang berbeda.
Seperti yang dinyatakan dalam 2 Petrus 3:8, bagi-Nya, seribu tahun sama seperti satu hari, dan satu hari sama seperti seribu tahun. Dia adalah Alfa dan Omega, awal dan akhir yang kekal. Dalam pandangan-Nya, Dia adalah Sang Waktu.
Tuhan memberikan konsep waktu kepada manusia, yang kemudian diukur dengan angka-angka pada jam, hari, bulan, dan tahun.
Namun, ternyata angka-angka ini memiliki batas. Dalam pergantian tahun ini, kita perlu merenung mengapa Tuhan memberi kita waktu dan bagaimana kita menggunakannya.
Waktu adalah anugerah, dan kita memiliki kebebasan untuk mengatur kehidupan kita di dalamnya. Setiap momen memiliki arti, dan kita tidak boleh hanya melewatkannya tanpa makna.
Pelangi Senja
Tahun 2023 segera berlalu dengan pelangi senja yang menyertainya. Jejak-jejak kenangan terbentuk, dan kita dihadapkan pada pertanyaan tentang apakah kita telah menjalani tahun itu dengan damai, cinta, dan kebijaksanaan.
Sebagai tahun baru 2024 datang, kita diajak untuk memaafkan diri sendiri dan orang lain, membangun kembali hubungan, dan merangkul kesempatan baru yang diberikan Sang Waktu.
Tahun 2024 adalah lembaran baru, dan kita ditantang untuk menentukan kebutuhan dan tujuan hidup kita.
Kita perlu fokus, konsisten, dan menghargai setiap momen yang diberikan. Hidup bukan sekadar mengisi waktu, melainkan sebuah ziarah menuju kedamaian, kebahagiaan, dan ketenangan.
Pengendalian diri diperlukan, dan kesadaran hanya dapat ditemukan dalam keheningan. Melalui praktik askesis, kita dapat membebaskan diri dari tekanan emosi dan memahami Diri sejati.
Tahun 2024, yang bershio Naga Kayu, adalah harapan untuk menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. Kita tidak hanya mencari keberuntungan, tetapi juga berusaha menjadi berkat bagi sesama. Kita diingatkan untuk tidak merasa terlalu penting, karena peran dan pandangan orang terhadap kita dapat berubah dengan cepat.
Selamat tinggal tahun 2023 yang penuh kenangan, dan selamat datang tahun 2024 yang penuh dengan harapan. Semoga kita dapat menjadikan hidup ini sebagai perayaan kegembiraan dan keceriaan bagi sesama. Sahlom… Tuhan memberkati.
Oleh: Bruder Gerardus Weruin MTB Editor: Samuel-KOMSOS KAP
Tarian Pembukaan oleh Murid TK Santa Lusia Nyarumkop. (Fr Riky)
MAJALAHDUTA.COM, Nyarumkop, 7 Januari 2024 – Suasana haru dan sukacita terpancar di Persekolahan Katolik Nyarumkop pada tanggal 6 Januari 2024, saat mereka merayakan Misa Natal bersama yang juga menjadi pembukaan Tahun Ajaran Baru.
Pastor Robertus Bellarminus OFMCap, Pastor Paroki Santa Maria Nyarumkop, memimpin Misa tersebut dengan diiringi oleh Pastor John Wahyudi OFMCap, Pastor Fransiskus Peran sebagai konselebran, dan Diakon Fransiskus Wuring.
Anak-anak TK Santa Lusia memeriahkan perayaan dengan tarian-tarian indah saat mereka berarak menuju ke altar, membawa semangat Natal dan antusiasme untuk memulai Tahun Ajaran Baru.
Perayaan Misa ini menjadi momen spesial untuk membangkitkan semangat anak-anak dalam menyambut Natal serta memberikan pesan penting untuk kembali fokus pada proses belajar mengajar.
Perayaan Misa Natal dihadiri oleh para peserta didik, staff, karyawan YPMKB, guru, dan dihormati oleh Ketua Yayasan Perguruan Masyarakat Kalimantan Barat, Bruder Dionisius Bonevantura Frans MTB. Semua hadir dengan semangat Natal, terlihat dari dekorasi dan atribut Natal yang digunakan, menciptakan atmosfer yang penuh kehangatan.
Dokumentasi Persembahan (Sumber; Frater Riky)
Yesus adalah terang
Pastor Robertus Bellarminus memberikan pernyataan yang menginspirasi, “Yesus merupakan terang dunia dan terang inilah yang akan membuat hati para peserta didik menjadi hati yang terang. Terutama dalam hal belajar, terang-Nya tidak akan membuat para peserta didik berbuat curang dalam hal belajar.” Harapannya agar peserta didik dapat menjalani pendidikan dengan integritas dan kejujuran.
Setelah Misa, mereka melanjutkan dengan foto bersama sebagai kenang-kenangan dan Natalan bersama di unit-unit persekolahan.
Sore harinya, anak-anak asrama bersama para pembina menyelenggarakan Natalan bersama di aula Seminari Menengah Santo Paulus Nyarumkop, menampilkan berbagai penampilan kreatif sebagai bentuk persembahan sukacita.
Setiap asrama menampilkan keunikan mereka, mulai dari gerak dan lagu oleh St. Petrus, tari tradisional oleh Timonong, tari kreasi modern dari Seminari, drama singkat Natal oleh Sympo SMA, hingga puisi berantai Natal oleh Sympo SMP.
Foto bersama setelah Perayaan Misa Selesai (Sumber: Frater Riky)
Penampilan ini diharapkan dapat membangun semangat kreativitas dan menggali bakat-bakat yang dimiliki oleh anak-anak asrama.
Setelah penampilan, mereka melanjutkan dengan sesi foto bersama dan malam keakraban yang dipenuhi dengan makan bersama, karaoke, dan tarian.
Kegiatan yang dimulai dari pagi hingga malam ini menjadi pengalaman luar biasa bagi semua yang hadir.
Pengalaman ini dapat membangun komunikasi yang baik dan menyebarkan berita sukacita kepada semua orang. Perayaan ini menjadi berkat bagi yang terlibat dan menjadi inspirasi positif bagi semua orang.
Penulis: Fr Riky Dioses Pontianak
Editor: Sam – KOMSOS KA Pontianak
Misa Natal Bersama di Seminari Tinggi Interdiosesan San Giovanni XXIII Malang (Doc. Fr. Aryo)
MAJALAHDUTA.COM- Setelah menanti waktu yang tepat, para panitia Natal Bersama Seminari Tinggi Interdiosesan San Giovanni (STISG) XXIII Malang berhasil melaksanakan event tersebut pada 15 Januari 2024.
Kegiatan tersebut diawali dengan misa yang dipimpin oleh Rektor dan para formator STISG XXIII Malang. Selain para calon imam antar keuskupan yang melaksanakan studi di Kota Malang ini, turut hadir para karyawan Seminari memeriahkan pesta Natal Bersama.
Misa pembukaan yang dipimpin oleh RP. Gregorius Tri Wardoyo, CM (rektor STIGS) tersebut berlangsung dengan hikmat. RD Aang Winarko, wakil rektor STIGS merangkap ekonom Seminari memberikan homili yang sangat berarti bagi para frater.
Romo Aang pernah ditanya oleh sahabatnya melalui messenger chat “entah itu BBM atau WhatsApp” mengenai makna dari natal.
Pertanyaan tersebut bukan suatu pertanyaan yang remeh sehingga harus dijawab dengan serius.
Maka dari itu, Romo Aang menjawab bahwa makna natal adalah penyerahan diri. Natal bukan hanya menantikan penyelamat turun ke dunia atau bernostalgia tentang masa kecil akan indahnya hari natal, tetapi sungguh-sungguh penyerahan diri.
Untuk mampu menyerahkan diri sepenuhnya, Romo Aang berkata bahwa penyerahan diri juga membutuhkan pengampunan. “Bagaimana seseorang dapat menyerahkan diri, apabila tidak disertai dengan pengampunan?” ungkapnya.
Kontekstual dari penyerahan diri dalam kerangka pembinaan di Seminari mengenai persembahan seperti apa yang telah para frater berikan kepada komunitas STIGS?
Romo Aang mengutip quotes Presiden Soekarno,”Jangan tanyakan apa yang bangsa ini berikan pada Anda. Tapi tanyakan apa yang sudah Anda berikan kepada Negara”.
Suasana Misa Natal bersama frater-frater di Malang (Sumber foto: Fr. Aryo)
Masih banyak tugas kita di sini
Selain dalam rangka Natal Bersama, misa tersebut juga menjadi pembuka awal semester genap dalam perkuliahan di STFT Widya Sasana Malang. Tepat pada 16 Januari 2024, para Frater kembali melaksanakan perkuliahan. Romo Aang diketahui akan mengakhiri masa tugas sebagai Wakil Rektor dan Ekonom STIGS.
Beliau akan berkarya di Paroki sehingga ada beberapa hal yang disampaikan kepada para Frater.
“Masih banyak tugas kita di sini yang belum selesai,” ungkapnya. Beliau merasa bersyukur dalam masa pelayanan di Seminari banyak suka duka yang boleh dilewati. Romo Aang mengungkapkan bahwa tugas di paroki nanti menjadi suatu kepenuhan imamatnya.
Setelah melayani pembinaan di Seminari, beliau akan melayani umat di Paroki dengan berbagai macam kompleksitas di tengah-tengah umat dan itu merupakan tantangan tersendiri.
Setelah misa, para Formator, frater dan karyawan Seminari melaksanakan ramah tamah di Refter.
Beberapa Frater menampilkan penampilan untuk mengisi acara Natal bersama. Setelah itu, semuanya makan bersama dan penukaran kado.
Kado yang ditukarkan tersebut telah didata oleh panitia, kemudian para Frater mengambil kupon berisi nomor sebelum masuk ruangan Refter dan nomor tersebut akan disebutkan sehingga semua peserta Natal Bersama mendapatkan kado sesuai nomor yang diperoleh.
Natal Bersama berakhir dengan penuh sukacita. Waktu acara sekitar pukul 21.00, Para Frater bersama-sama membersihkan dan merapikan ruang refter seperti sedia kala. Kegiatan tidak berlangsung lama karena besok para Frater sudah memulai perkuliahan semester genap.
Penulis: Fr. Fransesco Agnes Ranubaya, Pr.
Dokumentasi: Fr. Proklamator Aryo, Pr. Editor: Redaksi KOMSOS KA Pontianak
Ilustrasi Gambar: Volunteer Komsos KAP mengikuti jurnalistik radio. (2023) / sumber foto: KomsosKAP
MAJALAHDUTA.COM– Keberhasilan pembangunan suatu wilayah ditentukan oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Pendidikan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas SDM tersebut. Tentu pendidikan dimaksud adalah juga pendidikan yang berkualitas. Dengan adanya pendidikan yang berkualitas, tidak hanya SDM meningkat, melainkan pula kesejahteraan masyarakat terjamin, keadilan dan kedamaian tercipta, serta pada saat yang sama kemiskinan bisa diatasi. Hal ini juga ditegaskan oleh beberapa pemikir pendidikan.
Menurut Paulo Freire, ahli pendidikan dari Brasil, pendidikan merupakan proses pembebasan manusia dari ketertindasan dalam masyarakat yang tidak adil (bdk. Freire, 1999: 39). Menurut Noam Chomsky, ahli pendidikan dari Amerika Serikat, pendidikan merupakan tuas penggerak bagi perubahan sosial, sehingga tercipta suatu masyarakat yang lebih adil dan lebih bebas untuk dapat hidup dalam kesetaraan dan kesejahteraan (Chomsky, 2013: 1-2). Sementara menurut Drijarkara, ahli pendidikan dari Indonesia, pendidikan merupakan proses hominisasi (proses menjadikan seseorang sebagai manusia) dan humanisasi (proses pengembangan kemanusiaan manusia), sehingga pendidikan membantu orang sadar dan mau bertindak sebagai manusia (Sindhunata: Drijarkara, 1980: 87).
Singkat kata, pemikiran tokoh-tokoh di atas menegaskan bahwa peran pendidikan adalah untuk membantu manusia berkembang dalam kesetaraan dan keadilan di dalam masyarakat. Inilah gambaran masyarakat yang adil, sebab dalam situasi seperti ini setiap orang atau individu dapat bergaul satu sama lain, tanpa ketidakadilan, melainkan kesetaraan dan solidaritas. Dalam konteks inilah SDM berkualitas itu tersedia.
Akan tetapi, bagaimana mungkin SDM berkualitas dapat tersedia kalau akses untuk mengenyam pendidikan yang berkualitas masih terdapat ketimpangan sosial. Pada dasarnya orang yang lahir dalam keluarga kelas menengah ke atas atau kaya dapat mengakses pendidikan berkualitas tinggi meskipun biayanya mahal. Sementara orang yang lahir dalam keluarga kelas menengah ke bawah atau miskin mengalami kesulitan untuk mengakses dan mengenyam pendidikan berkualitas tinggi karena biayanya mahal. Di sinilah terjadi ketimpangan sosial tersebut. Hal ini mengindikasikan adanya ketidakadilan dalam bidang pendidikan.
Salah satu cara untuk mengetahui seberapa banyak penduduk yang mengakses dan memanfaatkan fasilitas pendidikan dapat dilihat dari persentase penduduk menurut partisipasi sekolah. Salah satunya ialah Angka Partisipasi Kasar (APK). APK adalah perbandingan antara siswa pada jenjang pendidikan tertentu dengan masyarakat usia sekolah dan dinyatakan dalam persentase. Semakin tinggi APK berarti semakin banyak anak usia sekolah yang bersekolah di jenjang pendidikan tertentu.
Di Kalimantan Barat sendiri, nilai APK masih perlu menjadi perhatian bersama. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022 (bdk. www.bps.go.id) berikut ini nilai APK di Kalimantan Barat.
Tingkat
Nilai
Peringkat di Pulau Kalimantan dari 5 Provinsi
Peringkat Nasional dari 34 Provinsi
SD/Sederajat
111,84
1
3
SMP/Sederajat
84,59
5
31
SMA/SMK/Sederajat
84,79
3
29
Perguruan Tinggi
26,59
3
8
Angka di atas menunjukan bahwa pendidikan ditingkat dasar dan tinggi di Kalimantan Barat bisa dikatakan sudah ideal, sementara ditingkat menengah mengalami ketidaksemimbangan. Artinya diusia remaja anak-anak cukup banyak yang tidak bersekolah atau meninggalkan dunia pendidkan.
Bila merujuk pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menurut data BPS, di Kalimantan Barat IPM telah mencapai angka 68,63 poin. Sementara IPM nasional adalah 72,91 poin. Artinya IPM Kalimantan Barat di bawah rata-rata IPM nasional. Hal ini bisa dilihat sebagai bias dari banyaknya anak-anak yang meninggalkan dunia pendidikan, khususnya di tingkat menengah (SMP dan SMA).
Selain itu, jika merujuk indeks kemiskinan, Kalimantan Barat memiliki angka 6,81 (peringkat 2 dari 5 provinsi di Kalimantan) yang berarti di bawah angka nasional 9,57 (peringkat 24 dari 34 provinsi). Hal ini kemudian pararel dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Di Kalimantan Barat TPT adalah 4,52 (peringkat 3 dari 5 provinsi di Kalimantan), yang berarti juga di bawah TPT nasional 5,45 (peringkat 18 dari 34 provinsi).
Data-data di atas menegaskan bahwa akases dan penyelenggaraan pendidikan di Kalimantan Barat masih harus memerlukan banyak perhatian untuk dimaksimalkan. Hal ini penting dan sangat mendesak, sebab perpindahan ibu kota negara ke pulau Kalimantan yang tidak lama lagi, maka SDM di Kalimantan pada umumnya, dan di Kalimantan Barat pada khsusnya, mesti ditingkatkan.
Oleh sebab itu, berikut ini ikhtiar yang dapat dilakukan untuk mengatasi ketimpangan sosial dalam mengakses pendidikan sehingga dapat mewujudkan pendidikan berkualitas bagi semua orang di Kalimantan Barat.
Pertama, beasiswa bagi anak-anak dari keluarga ekonomi kelas menengah ke bawah. Beasiswa yang dimaksud tidak hanya berasal dari negara, melainkan juga dari sekolah atau kampus, serta pihak swasta seperti perusahaan-perusahaan yang saat ini beroperasi di wilayah Kalimantan Barat. Memang saat ini beasiswa semacam ini sudah banyak, akan tetapi perlu dilihat lagi apakah sudah menyasar anak-anak ekonomi menengah ke bawah atau salah sasaran.
Kedua, penerima beasiswa mesti dibekali dengan mindset serta mentalitas bertanggung jawab. Artinya, beasiswa atau fasilitas yang ia terima mesti dipertangungjawabnkan dengan baik seperti sekolah atau kuliah dengan sungguh-sungguh dan serius.
Ketiga, lulusan penerima beasiswa juga mesti punya arah dan tujuan kerja yang jelas. Jangan sampai setelah lulus sekolah atau kuliah di jenjang tertentu kebingungan mau kemana dan bagaimana.
Tiga poin di atas saling tali temali, tak bisa dipisahkan, maka kontrol atas ketiganya mesti ada. Kiranya tiga poin di atas dapat membantu mewujudkan pendidikan berkualitas bagi semua orang di Kalimantan Barat.
Referensi:
Chomsky, Noam. Democracy and Education in the 21st Century and Beyond. Truthout, 1 Juni 2013.
Friere, Paulo. Pedagogy of Oppressed. Harmondsworth, Penguin, 1982.
Sindhunata. Menggagas Paradigma Baru Pendidikan: Demokratisasi, Ekonomi Civil Society, Globalisasi. Yogyakarta: Kanisius, 2000. https://www.bps.go.id/ (Diakses 4 Juni 2023).
Penulis: Romanus Piter (Mahasiswa S2 Filsafat) Editor: Paul
Jimmy saat manggung acara Ulang Tahun Rumah Sakit Umum Santo Antonius 4 Januari 2024
MAJALAHDUTA.COM, – Pontianak, 20 Januari 2024 – Richard Jim Octa Malawi, atau yang akrab dipanggil Jimmy, telah menciptakan jejak gemilangnya dalam dunia musik sejak tahun 2022. Lahir pada 22 Oktober 1997, penyanyi berbakat ini telah menemukan panggilannya dalam menyanyi melalui Band KOMSOS KA Pontianak di bawah naungan Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus.
Jimmy mengungkapkan bahwa perjalanannya sebagai penyanyi telah membawanya pada suatu pencerahan spiritual yang mendalam.
“Selama ini saya banyak berubah. Selama bisa menyalurkan hobi saya menemukan pencerahan secara spiritual.
Mulai dari rohani, jasmani, dan duniawi juga menjadi bagian kesenangan yang ku peroleh,” kata Jimmy saat diwawancarai oleh Tim Media KOMSOS Keuskupan Agung Pontianak, 13.40 WIB di Gedung lantai 5 Keuskupan jalan Merdeka.
Pose Jimmy saat diwawancarai oleh Media KOMSOS (20 Januari 2024)
Pengalaman berharga ini dimulai ketika Jimmy memutuskan untuk bergabung dengan Bapa Uskup Agus dalam kegiatan bernyanyi.
Menurutnya, melalui pelayanan ini, banyak berkat yang ia peroleh. “Saya lebih banyak menyadari akan hidup. Hidup bertanggung jawab. Aku banyak memperoleh pemahaman diri sendiri tentang kesenangan dan pelayanan,” tambahnya.
Bapa Uskup Agus, selain sebagai mentor musik, juga menjadi figur yang memberikan arahan dan membuka pikiran Jimmy.
“Banyak pelajaran yang membuatku lebih mengenal tentang ketenaran itu tak selamanya, namun hal itu penting,” ujarnya dengan penuh rasa syukur.
Jimmy menyadari bahwa jalan menuju kesuksesan tidak selalu mudah, namun ia merasa bisa menikmati setiap langkahnya. “Aku tahu jalan ini tidak mudah, namun aku bisa menikmatinya,” katanya dengan tekad yang kuat.
Penyanyi muda ini kini tidak hanya menjadi inspirasi dalam dunia musik, tetapi juga sebagai contoh positif bagi generasi muda untuk mengejar impian mereka sambil tetap menjaga nilai-nilai spiritual dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan bakatnya yang luar biasa dan semangatnya yang membara, Jimmy akan terus melangkah maju, meraih lebih banyak prestasi, dan memberikan inspirasi kepada banyak orang.
Tampak dari Depan Gedung Asrama Putera Santo Petrus Nyarumkop
MajalahDUTA.com – Pernahkah anda mendengar tentang Asrama Putera Santo Petrus Nyarumkop? Sekiranya belum, tidaklah menjadi suatu masalah. Hal itu dikarenakan asrama ini memang sebuah asrama yang baru saja diresmikan oleh Mgr. Agustinus Agus pertengahan tahun 2023 yang lalu, yakni pada 14 Juni 2023. Dalam uraian berikut, akan dijelaskan mengenai apa dan bagaimana itu Asrama Santo Petrus Nyarumkop serta bagaimana sejarah berdirinya asrama putera ini. Akan tetapi, sebelum membahas tentang sejarah berdirinya Asrama Putera Santo Petrus Nyarumkop, maka baiklah terlebih dahulu kita sedikit mengulas tentang situasi mula-mula di Nyarumkop itu seperti apa.
Foto beberapa anak asrama St. Petrus di depan Gedung Asrama bersama Pembina (pegang gitar) dalam rangka memeriahkan hari Fransiskus Asisi, 01-10-2023
Nyarumkop merupakan suatu daerah yang berada di bagian timur kota Singkawang. Di tempat ini, berdiri sebuah lembaga pendidikan Katolik yang kelak dikenal sebagai Persekolahan Katolik Nyarumkop (PKN). Berdasarkan catatan historis dan arsip dari para pastor Kapusin Provinsi Pontianak, Persekolahan Katolik Nyarumkop lahir pasca robohnya sekolah dan asrama di kampung Pelanjau pada tahun 1911. Sejak peristiwa itu, misi Katolik mulai memikirkan lokasi sekolah dan asrama yang baru. Pater Marcellus yang diberi tanggung jawab untuk mengemban tugas itu memilih Nyarumkop sebagai wilayah misi untuk pendidikan. Pada tanggal 3 September 1916, beliau tiba di sana. Bersama dengan Bruder Timoteus, Pater Marcellus pertama-tama mendirikan sebuah pondok sebagai tempat tinggal. Setelah itu, barulah mereka membangun sekolah dengan cara memaksimalkan potensi alam yang ada di sana.
Suster Karolin SFIC sedang memberikan wejangan terkait kehidupan Bersama di Asrama Putera Santo Petrus
Sebelum Perang Dunia II, tepatnya pada tahun 1917, dimulailah SD 3 tahun (SD kelas 1-3). Tanggal 26 Juni 1922 dibukalah SD 5 Tahun yang dikenal dengan istilah Vervolgschool. SD 3 tahun tetap dipertahankan eksistensinya dengan program sendiri. Keberadaan ‘kelas lanjutan’ ini memberikan peluang bagi murid-murid yang ingin lebih maju. Pasca Perang Dunia II, Nyarumkop memasuki era baru. Vicaris Apostolicus Pontianak pada masa itu, yakni Mgr. Tarcisius Van Valenberg, OFM.Cap mengadakan visitasi ke Persekolahan Katolik Nyarumkop pada tanggal 10 November 1945. Kunjungan ini rupanya menghasilkan buah manis, di mana pada akhir tahun 1945 para pastor dan suster datang Kembali ke Nyarumkop. Pastor Honorius diangkat menjadi pastor paroki dan sekaligus pengurus persekolahan. Segala sesuatu menyangkut Pendidikan serta managemen di Persekolahan ini beliau mulai dari awal lagi.
Tampak dari Samping Gedung Asrama Putera Santo Petrus Nyarumkop
Sejak zaman pastor Honorius tahun 1945 inilah, maka dimulailah era pendidikan untuk tingkat SD (1906), SMP (1912) hingga SMU (SMEA dan SPG tahun 1973). Sekolah-sekolah ini terus berkembang seiring berjalannya waktu dan jumlah siswanya juga demikian. Hal ini menunjukkan sikap keterbukaan orang-orang Dayak terhadap pendidikan. Tidak terasa, satu atau dua orang mulai serta beberapa orang mulai mendaftarkan diri untuk masuk ke sekolah di Persekolahan Katolik Nyarumkop (PKN). Melihat secara jauh kedepan, dimana yang sekolah di sini bukan hanya anak-anak yang ada di sekitar Nyarumkop, melainkan juga anak-anak yang berasal dari hampir seluruh wilayah yang ada di Kalimantan Barat, maka dibagunlah suatu ruang/unit-unit untuk menampung anak-anak serta guru-guru baik sebagai tenaga pengajar di sekolah maupun di asrama. Ruang atau uni-unit itulah yang kelak (saat ini) menjadi asrama-asrama di Kompleks PKN ini.
Foto di depan asrama sebelum berangkat ke sekolah
Asrama yang pertama kali dibangun di Kompleks PKN adalah asrama putera khusus SMP yaitu Asrama Putera Timonong. Setelah itu, barulah menyusul asrama-asrama baik putri khusus SMP maupun SMA. Demikian juga berdirilah Asrama Putra khusus SMA (Seminari saat ini). Asrama Putra SMA ini dahulunya bernama Wisma Widya. Namun seiring berjalannya waktu, namanya berubah menjadi Asrama Seminari Menengah Santo Paulus Nyarumkop.
Sebelumnya, asrama putera khusus SMA itu hanya ada dua, yaitu Seminari Menengah Santo Paulus dan Asrama Bhineka. Asrama Seminari terdiri dari kelas 1-3 SMA, dikhususkan bagi para calon imam dan Asrama Bhineka, yang dibuat khusus untuk anak SMA non seminari seperti SPG, SMK St. Thomas Aquinas atau anak seminari yang tidak melanjutkan untuk menjadi calon imam.
22 November 2023, dok. Duta.Ig.com
Berdirinya asrama putera khusus bagi anak SMA non seminari ini (Asrama Putera Santo Petrus Nyarumkop) tidak lepas dari campur tangan bapak uskup, Mgr. Agustinus Agus. Hal itu terutama karena sejak awal berdirinya seminari, yang sebenarnya dikhususkan bagi calon imam, ternyata juga menjadi tempat tinggal bagi anak-anak SMA yang tidak berminat menjadi calon imam. Memang, kenyataan ini tidak bisa disalahkan kepada pihak pengelola seminari maupun kepada anak-anak SMA yang tidak mau menjadi calon imam itu secara keseluruhan. Hal itu pertama-tama, karena situasi dan keadaan di PKN kala itu belum menyediakan asrama putera khusus anak SMA non seminari. Melihat keprihatinan ini, Mgr. Agus (2022), sapaan beliau, menginisiasi agar didirikanlah sebuah asrama putera khusus untuk anak SMA yang tidak ingin menjadi imam atau biarawan, sehingga akan tampak sejak awal, mana anak-anak yang ingin menjadi imam dan biarawan serta mana yang tidak.
Foto bersama dengan salah satu anak siswa asrama yang berulang tahun, 20 November 2023
Riwayat: Pembangunan, Peresmian dan Pemberkatan.
Jika melihat riwayat berdirinya asrama ini, maka dapat kita hitung sejak tanggal peletakan Batu Pertama pembangunannya. Peletakan Batu Pertama bangunan asrama ini dilaksanakan pada tanggal 7 April 2022, oleh Mgr. Agustinus Agus. Sedikit fakta menarik, berdasarkan catatan awal, pada saat peletakan Batu Pertamanya, nama yang digunakan untuk bangunan asrama ini masih menggunakan nama asrama putra khusus kelas tiga yang sebelumnya, yakni Asrama Bhineka. Setelah peletakan Batu Pertama itu, dimulailah pembangunan asrama putra ini. Dan setelah beberapa waktu berlalu, yakni kurang lebih satu tahun, maka pada bulan Juni tahun 2023, bangunan ini pun telah rampung untuk dihuni kira-kira 95%. Dan kemudian, tepat pada tanggal 14 Juni 2023, gedung Asrama Baru ini pun diresmikan dengan sebuah nama yaitu Asrama Putra Santo Petrus Nyarumkop. Nama ini dipilih dan digunakan atas beberapa pertimbangan, yakni jika ada Paulus (di Seminari) maka juga pasti ada Petrus di sisinya, sebab mereka adalah dua Rasul yang meskipun kadang tidak sejalan pemikirannya, akan tetapi menjadi contoh dan teladan bagi kesebelas Rasul lainnya. Maka, nama Asrama Putra Santo Petrus Nyarumkop menjadi pilihan yang tepat untuk berdiri mendampingi Seminari Menengah Santo Paulus Nyarumkop. Demikianlah sejarah singkat pendirian dan peresmian serta pemberkatan Asrama Putra Santo Petrus Nyarumkop.
Rutinitas biasa sebelum berangkat sekolah, berkumpul dan berdoa di depan asrama
Setelah diresmikan oleh Mgr. Agustinus Agus tepatnya pada pertengahan Juni 2023 yang lalu, asrama putra ini pun telah disiap dihuni. Hal ini tampak dengan mulai diterimanya siswa-siswa asrama pertanggal 7 Juli 2023. Penerimaan para siswa penghuni asrama ini juga tentu saja harus melalui wawancara terlebih dahulu antara siswa-siswa calon penghuni asrama dengan para Staf Pembina, yakni para pastor. Hari ini, sejak tanggal dibukanya asrama putera ini, jumlah anak-anak penghuni asrama ini adalah 50 orang anak dengan pembagian sebagai berikut: Kelas X (26 orang), Kelas XI (19 orang) dan Kelas XII (5 orang).
Asrama Putera Santo Petrus Nyarumkop di satu sisi merupakan bagian integral dari Persekolahan Katolik Nyarumkop, tetapi di sisi lain Asrama Putera Santo Petrus adalah sebuah institusi yang mandiri. Saat ini (8 Januari 2024), Asrama ini dikepalai oleh seorang Pastor, yakni RP. John Wahyudi, OFM.Cap, yang dibantu oleh beberapa orang staf di bawahnya, antara lain, Fr. Dominikus Irpan (Formator dan wakil kepala asrama), Fr. Ricky Setyawan Pabayo (formator) dan Harjoni Yansyah S.Pd (formator) serta dua karyawati yang bertugas di bagian dapur yakni: kak Dimmi dan kak Yotti.
Dari sinilah tampak jelas kemandiriannya dalam sistem pembinaan serta regulasi yang ada di Asrama. Selain itu, Asrama Putera Santo Petrus Nyarumkop juga memiliki gedung khusus sebagai tempat tinggal para siswa asrama dan pembinanya. Dalam praktek sehari-hari, para siswa asrama memiliki kesempatan untuk mendidik diri secara lebih dalam. Praktek pendidikan di Asrama Putera Santo Petrus Nyarumkop kiranya dapat dikategorikan ke dalam dua kategori, yakni kategori formal dan non-formal.
Sesi foto Bersama setelah perarakan Patung St. Fransiskus Asisi keliling Kompleks PKN
Dalam hal ini, Asrama Putera Santo Petrus Nyarumkop menyediakan waktu bagi anak-anak asrama pembinaan karakter dan kerohanian. Hal ini tampak melalui kegiatan-kegiatan seperti, jam untuk misa, ibadah rosario, doa malam dan juga devosi pribadi, selain itu juga diadakan pertemuan-pertemuan, pendampingan dan pengarahan dan lain-lain. Selain itu, anak-anak asrama Santo Petrus juga diberi waktu untuk studi mandiri yang dilaksanakan pada malam hari setelah makan malam, yakni pukul 18.30-20.00 WIB. Tujuan diselenggarakannya jam studi mandiri ini adalah selain demi pengorganisasian diri, juga sebagai sarana bagi anak-anak asrama untuk memperdalam materi-materi yang telah mereka terima di sekolah.
Selanjutnya, Asrama Putera Santo Petrus Nyarumkop juga menyediakan waktu bagi pendidikan non-formal. Kategori ini biasanya dinyatakan lewat karya-karya tangan (Opus Manualae) seperti menebas, mencangkul, merawat tanaman, dan membersihakn ruangan-ruangan yang ada di asrama. Di sisi lain, pendidikan non-formal ini juga dapat berupa latihan koor dan notasi serta musik. Dengan demikian pendidikan yang diselenggarakan oleh asrama bagi anak-anak asrama dapat dikatakan berjalan dengan baik.
Foto Bersama Seorang Pastor dan seorang Dokter sebagai tamu dalam kegiatan temu Alumni SMA St. Paulus
SMA Santo Paulus Nyarumkop adalah tempat anak-anak asrama Santo Petrus mengenyam pendidikan secara formal. Di sekolah ini mereka mengadakan kegiatan belajar – mengajar dari pukul 07.00-13.00 WIB. Anak-anak asrama belajar bersama dengan para siswi-siswi, baik yang berasal dari Asrama Symphoriana maupun non-asrama. Selain menyuguhkan materi-materi abstrak dan konseptual, sekolah juga memfasilitasi para siswa/siswinya dengan aneka kegiatan ekstrakulikuler pada sore hari. Kegiatan ekstrakurikuler tersebut antara lain Pramuka, Pertanian, Agama, Futsal dan Sepak Bola, Bola Voli, Badminton, Sanggar Tari, Drum Band, dan Hisipala. Semua ekstrakulikuler ini dimaksudkan agar para siswa pada umumnya dan anak-anak asrama khususnya, memiliki soft skill.
Nyarumkop, Senin, 8 Januari 2024.
Penulis: Fr. Dominikus Irpan
(Calon Imam Diosesan – Keuskupan Agung Pontianak, saat ini sedang menjalani masa Pastoral sebagai Pembina Asrama di Asrama Putera Santo Petrus Nyarumkop, Kec. Singkawang Timur, Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Indonesia – 79251).
Pastor dan Frater di Larantuka (Sumber: Romo Andre, OP - 11 Januari 2024)
MAJALAHDUTA.COM– Dalam ungkapan terima kasih yang tulus, pastor dan frater dari Dekenat Adonara menyampaikan rasa syukur kepada para donatur yang telah menyumbangkan buku Verbum Veritatis untuk mendukung karya pastoral di wilayah mereka.
Buku Verbum Veritatis, panduan doa harian umat Katolik, diberikan kepada para pastor paroki di wilayah terpencil Indonesia, terutama di Dekenat Adonara dan Dekenat Lembata di Keuskupan Larantuka.
Pastor dan frater penerima buku ini merasakan dampak positifnya dalam pelaksanaan ekaristi dan dalam kehidupan doa sehari-hari mereka.
Sebuah sumbangan yang berharga berupa buku doa harian, Verbum Veritatis, telah tiba di keuskupan terpencil di Indonesia, menyentuh hati para pastor dan frater yang dengan penuh dedikasi menjalankan tugas mereka di wilayah-wilayah terpencil.
Bantuan ini merupakan bukti kemurahan hati para donatur yang ingin mendukung karya pastoral dan kehidupan doa umat Katolik di sana.
Mereka menyatakan bahwa buku ini telah menjadi sumber inspirasi dan dukungan yang sangat berharga dalam melaksanakan tugas pelayanan umat dan memimpin ibadah.
“Kami merasa bahwa buku ini sangat membantu kami dalam pelaksanaan ekaristi dan dalam doa-doa kami. Kami berharap bahwa ke depannya, buku Verbum Veritatis ini dapat terus dibagikan,” ujar para Romo dan Frater di Dekenat Adonara.
Tidak hanya itu, Romo dan Frater di Dekenat Lembata juga mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas bantuan yang mereka terima.
Dalam ungkapan mereka, mereka menyampaikan terima kasih kepada para donatur atas bantuan berupa buku Verbum Veritatis yang sangat mendukung pelayanan pastoral di dekanat dan di Keuskupan Larantuka.
“Buku ini bukan hanya membantu dalam pelayanan pastoral di dekanat dan keuskupan ini, tetapi juga membawa harapan dan semangat baru. Mari kita terus menyampaikan sabda kebenaran dalam seluruh perjalanan hidup kita. Tuhan memberkati,” ujar penuh semangat para Romo dan Frater di Dekenat Lembata Larantuka.
Bantuan ini tidak hanya memberikan materi doa harian, melainkan juga menyemangati mereka yang berada di garis depan pelayanan pastoral di wilayah-wilayah terpencil Indonesia.
Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus: Guncang STAKAT Negeri Pontianak dengan lagu Doleng Donado, sebagai Perayaan puncak Diesnatalis ke 7 (17 Januari 2024)
MAJALAHDUTA.COM – Pada Rabu 17 Januari 2024 telah dilaksanakannya Dies Natalis STAKAT Negeri Pontianak merayakan ke-7 tahun dari perpindahan sekolah tinggi swasta menjadi sekolah tinggi Katolik Negeri, dengan penuh syukur dan semangat untuk terus meningkatkan prestasi. Perayaan ini diwarnai dengan pengumuman rencana transformasi dari perguruan tinggi menjadi lembaga institut oleh Dirjen Bimas Katolik, Suparman.
Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus, memimpin perayaan Misa syukur bersama tujuh imam lainnya di gedung STAKAT Negeri Pontianak. Dalam homilinya, Uskup Agustinus mengaitkan kisah Daud melawan Goliath dengan perjalanan STAKAT Negeri Pontianak, menyadarkan kita bahwa kekuatan sejati berasal dari Tuhan, bukan dari manusia.
Momen foto perayaan Dies Natalis STAKAT Negeri Pontianak yang ke 7 Peratyaan Ulang Tahun (17/01/24)
Dalam suasana yang meriah, Ketua Panitia Dies Natalis, Lukas Aheng menyampaikan sambutan sesuai tema hari itu tentang “Tumbuh Bersama, Maju Bersama Menuju Transformasi STAKATN.” Dia mengundang semua pihak untuk bersyukur dan bergembira, menyoroti kelahiran STAKATN yang ke-7 sebagai momentum untuk memperkuat komitmen bersama.
Ketua STAKATN, Sunarso, mengucapkan terima kasih kepada tokoh-tokoh pendahulu dan seluruh warga STAKATN atas dukungan dalam transformasi dari sekolah tinggi menjadi institut. Dengan semangat syukur, Sunarso berharap STAKATN dapat segera menjadi institut dengan membuka program-program baru.
Dirjen Bimas Katolik Indonesia, Suparman Sirait, mengapresiasi peran besar Uskup Agustinus dalam memberikan aset untuk mencapai status unggul. Dalam sambutannya, beliau berharap agar STAKATN terus berkembang sesuai standar dan segera menjadi institut dengan membuka jurusan-jurusan baru.
Transformasi dengan mengedepankan sikap yang rendah hati
Uskup Agustinus Agus, dalam sambutannya, mengajak semua pihak untuk bersama-sama mewujudkan transformasi. “Yang kurang baik kita sempurnakan, yang baik kita tingkatkan, yang belum ada kita adakan,” katanya.
Semboyan Sinodal, “Mari kita berjalan bersama-sama,” menjadi semangat untuk terus bersatu dalam mencapai tujuan bersama.
Sebagai dukungan nyata, Uskup Agustinus sudah membantu perluasan luar kampus dengan menyediakan 3,5 hektar lahan dari keuskupan. Dia menegaskan bahwa ilmu dapat diperoleh dari mana saja, tetapi sikap mental yang positif menjadi kunci utama kesuksesan.
Perayaan Dies Natalis STAKAT Negeri Pontianak ini ditutup dengan ramah tamah dengan penampilan band KOMSOS Keuskupan Agung Pontianak.
Salah satu mahasiswa yang mengikuti perayaan itu berharap agar STAKAT Negeri Pontianak menjadi tonggak penting dalam perjalanan institusi untuk terus tumbuh, maju, dan mewujudkan transformasi menuju prestasi yang lebih gemilang.
Santo Tomas Becket. Santo del día 29 de diciembre (Sumber: iglesia.info)
MAJALAHDUTA.COM, SPRITUALITAS– Santo Thomas a Becket juga dikenal sebagai Thomas Beckett dan Thomas of Canterbury.
Secuplik Kisah Santo Thomas:
Santo Thomas Becket adalah seorang martir yang lahir pada tanggal 21 Desember 1118 di London, Inggris.
Ia memiliki keturunan Norman dan mendapat pendidikan di Merton Priory, Universitas Paris, Bologna, Italia, dan Auxerre, Prancis.
Santo Thomas pernah menjadi seorang tentara dan perwira, hingga akhirnya diangkat menjadi Uskup Agung Canterbury pada tanggal 3 Juni 1162.
Santo Tomás Becket de Canterbury | InfoVaticana (sumber: infovaticana)
Sebelumnya, ia merupakan sahabat Raja Henry II dan bahkan menjabat sebagai Kanselir Inggris.
Salah satu poin penting dalam kehidupan Santo Thomas Becket adalah ketika ia menentang campur tangan Raja dalam urusan gerejawi.
Hal ini menyebabkan pengasingannya berkali-kali dan akhirnya pembunuhannya oleh pendukung Raja. Santo Thomas Becket meninggal sebagai seorang martir pada tanggal 29 Desember 1170 di Katedral Canterbury, Inggris.
Beberapa reliknya disimpan di Ladyewell Shrine di Lancaster, Inggris.
Santo Thomas Becket dikanonisasi pada tanggal 21 Februari 1173 oleh Paus Alexander III. Ia dihormati sebagai pelindung rohaniwan, Exeter College di Oxford, Inggris, Portsmouth, Inggris, dan rohaniwan sekuler.
Ia sering digambarkan sebagai seorang uskup agung dengan luka di kepalanya, memegang pedang terbalik, berlutut di depan pembunuhnya, atau sedang dibunuh di dalam gereja. Lambangnya adalah tongkat uskup dengan kepala kapak perang di atasnya.
Santo Thomas Becket memiliki beberapa kutipan terkenal, salah satunya adalah:
“Hereafter, I want you to tell me, candidly and in secret, what people are saying about me. And if you see anything in me that you regard as a fault, feel free to tell me in private. For from now on, people will talk about me, but not to me. It is dangerous for men in power if no one dares to tell them when they go wrong.”
Peringatan Santo Thomas Becket adalah kesempatan bagi umat Katolik untuk mengenang seorang martir yang berjuang untuk kemerdekaan Gereja dan hak-hak gerejawi.
Perjuangannya melawan campur tangan kekuasaan politik dalam urusan gereja masih relevan hingga saat ini.