Saturday, May 9, 2026
More
    Home Blog Page 54

    Kunjungan Suster Dominikan Filipina Berikan Makna Mendalam Bagi Yayasan Santo Dominikus Cabang Cimahi

    Para Suster berfoto bersama guru dan karyawan Yayasan Santo Dominikus Cimahi di depan panggung utama (2024)

    MAJALAHDUTA.COM | Selasa 13 Agustus 2024| Tanggal 11 Juni 2024 menjadi hari yang istimewa bagi Yayasan Santo Dominikus Cabang Cimahi karena mendapat kunjungan kehormatan  Suster-Suster Dominikan dari Manila, Filipina.

    Sebagai tuan rumah maka kami mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut kedatangan mereka.

    Pada saat penyambutan kedatangan (welcoming ceremony) para Suster, peserta didik dari SD Santa Maria, SD Santo Yusup, dan SMP Santo Mikael berdiri berbaris sebagai pagar betis.

    Selain itu, di pintu depan utama telah siap peserta didik SMP Santo Mikael untuk bermain kolintang. Setelah penyambutan selesai para guru, karyawan, dan peserta didik menyanyikan lagu Laudare bersama-sama.

    Para Suster dari Filipina berphoto bersama dengan guru, karyawan, dan peserta didik di Yayasan Santo Dominikus Cabang Cimahi (2024)

    Acara dipandu oleh siswa/siswi dari SD dan SMP. Para suster memperkenalkan diri dan tujuan kedatangan mereka ke Indonesia.

    Setelah acara penyambutan, para Suster diajak berkeliling untuk melihat-lihat stand hasil kreasi guru dan siswa. Serta mengunjungi beberapa gedung yang ada di Yayasan Santo Dominikus Cimahi.

    Saat mengunjungi unit SMP, para suster disambut dengan tarian tor-tor oleh peserta didik SMP. Dengan tujuan memperkenalkan budaya Indonesia saat menyambut tamu kehormatan

    Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antar sekolah-sekolah Katolik Dominikan, serta bertukar pengalaman dalam bidang pendidikan dan pengembangan karakter siswa.

    Suster yang hadir dalam kegiatan ini adalah Suster Rosalea Busilac, OP., Suster Rhea Castillo, OP., dan Suster Daisy, OP. Mereka juga mendapat cendera mata yang diberikan dari unit TK, SD, dan SMP.

    Keesokan harinya diadakan kegiatan Study English dengan tema Embracing Diversity, Sharing Faith.

    Sesi pertama Education Management yang dibawakan oleh Suster Rosalea Busilac, OP. Beliau juga menyampaikan pengertian dari Dominikan dan hal-hal penting lainnya untuk meningkatkan mutu sekolah di Yayasan Santo Dominikus Cabang Cimahi.

    Dalam pemaparannya, beliau mengatakan bahwa sekolah-sekolah Dominikan harus memiliki nilai atau value yang berbeda dari sekolah-sekolah lainnya. Ada 7 Dimension of Values yang disampaikan di sesi ini.

    Dokumentasi Kegiatan (2024)

    Intellectual  Dimension (manusia dikaruniai pikiran, kemampuan untuk mecari kebenaran), Physical Dimension (kesehatan dan harmoni dengan alam), Moral Dimension (kebenaran dan toleransi), Spiritual Dimension (mengembangkan spiritual global yang pada dasarnya menghubungkannya dengan Tuhan dan seluruh komunitas Bumi), Sosial Dimension (hidup dalam komunitas), Economic Dimension (pembangunan berkelanjutan dan manusia), Political Dimension (memupuk rasa nasionalisme dan globalisme). Beliau berpesan agar nilai-nilai ini dihidupkan dalam perkembangan zaman saat ini.

    Lalu sesi kedua Values of Dominican Education oleh Suster Rhea Castillo, OP. Dalam sesi ini Suster Rhea mengatakan bahwa Sekolah Dominikan memiliki 4 Pillars & Attributes. Yang pertama adalah PRAYER (Doa adalah bagian penting dari pendidikan di sekolah Katolik Dominikan), STUDY (pencari kebenaran), COMMUNITY (kolaborasi dengan orang lain memperkaya visi, memberi energi pada misi, dan memperkuat setiap siswa), PREACHING (khotbah adalah inti kehidupan Dominikan).

    Pada kesempatan ini beberapa guru mengajukan beberapa pertanyaan seputar kehidupan peserta didik di zaman sekarang ini.

    “Bagaimana cara untuk mengatasi penggunaan HP yang berlebihan pada anak-anak dan penggunaan internet yang sudah sangat bebas mengakses situs apapun?” tanya Pak Jefri pada  Suster Rhea.

    Dokumentasi Kegiatan (2024)

    Suster mengatakan bahwa penggunaan HP pada anak-anak tetap harus diawasi oleh orangtua dan memberikan kepercayaan pada anak bahwa mereka dapat membadingkan hal baik dan hal buruk serta dampak yang diterima jika melakukan suatu kesalahan.

    Selain itu, Suster Daisy, OP. memberikan masukan jika sekolah ingin membuat peraturan, ada baiknya dikomunikasikan terlebih dahulu dengan orangtua dan peserta didik untuk membuat kesepakatan bersama.

    Kami mengikuti kegiatan study dengan sukacita dan gembira. Kami menyerap ilmu yang disampaikan oleh para Suster untuk bisa kami terapkan di unit kami masing – masing.

    Suasana persaudaraan selama kegiatan belajar bersama membuat kami tidak sadar bahwa waktu juga lah yang membatasi pertemuan kami.

    Berbagi pengalaman tentang nilai – nilai keteladanan Santo Dominikus yang berbeda dalam implementasinya  semakin memperkaya kami untuk terus menghidupinya dalam tugas karya pelayanan di bidang pendidikan khususnya untuk peserta didik. Pertemuan ini memberikan kami pengalaman yang bermakna.

    Dokumentasi Kegiatan (2024)

    Dengan adanya kunjungan suster dari Filipina, diharapkan dapat menambah semangat guru-guru di Yayasan Santo Dominikus Cabang Cimahi dalam pelayanannya di setiap unit untuk memberikan yang terbaik kepada para peserta didik.

    Para guru merasakan sukacita dan kagum atas kehadiran dan ilmu-ilmu yang dibagikan selama kegiatan berlangsung.

    By. Hanna Yuniar Megawati- Guru Bahasa Indonesia. 

    Potensi Pekawai (Durio Kutejensis) Sebagai Buah Elit Unggulan Sekadau Kalimantan Barat

    Potensi Pekawai (Durio Kutejensis) Sebagai Buah Elit Unggulan Sekadau Kalimantan Barat (2024)

    MAJALAHDUTA.COM, Media Center San Agustin| Senin 12 Agustus 2024 – Pulau Kalimantan dikaruniai sumber daya alam yang luar biasa besar mulai dari potensi mineral, berbagai anggrek tergolong langka sampai dengan berbagai macam buah.

    Data Dinas Pertanian Kabupaten Sekadau menunjukkan bahwa populasi tanaman buah terbanyak kedua adalah rambutan sebanyak 25.347 pohon dan yang paling banyak adalah Durian tercatat 106.170 pohon.

    Bila dipelajari lebih dalam ternyata durian di Kalimantan terutama di Kalimantan Barat memiliki berbagai jenis antara lain pekawai atau lai (durio kutenjensis) sejenis durian penampilan kulit berduri berwarna kuning halus yang agak tumpul/tidak runcing, ukuran buah relatif kecil, daging buahnya berwarna orange sedikit kenyal dan aromanya tidak menyengat.

    Menurut hasil penelitian Krismawati (2006) menyatakan bahwa di Kabupaten Barito Kalimantan Tengah Pohon Lai ( Durio kutejensis Hassk.) berperawakan pohon, tingginya mencapai 24 meter dengan diameter batang 40 cm.

    Buahnya bertipe kapsul, berbentuk bulat telur sampai menjorong, bersegi lima, berukuran sampai 20 x 12 cm, berwarna kuning kusam, tertutup oleh duri-duri halus yang agak tumpul/tidak runcing, panjangnya 1-1,5 cm.

    Bijinya berbentuk menjorong, panjangnya sampai 4 cm, berwarna coklat berkilap, terbungkus oleh aril yang berdaging, berwarna kuning dan tidak beraroma. Tanaman yang dibudidayakan dapat mulai berbuah setelah pohonnya mencapai tinggi 4-5 meter.

    Buah pekawai ini sangat eksotik dilihat dari warna daging buahnya yang berbeda sekali dengan warna daging buah durian yang lain.

    Warnanya yang orange membuat daya tarik tersendiri.

    Buah pekawai ini sangat lezat, baik dinikmati secara langsung maupun dibuat menjadi sayur untuk hidangan makanan keluarga bersama karenan buah ini memiliki kandungan gizi yang baik.

    Menurut Antarlina dan Krismawati (2009), warna daging buah pekawai lebih kuning hingga orange daripada durian, sehingga kadar vitamin A buah pekawai jauh lebih tinggi dari pada buah durian.

    Kandungan kalori, kadar total gula, dan kadar lemak buah pekawai lebih rendah daripada durian. Lemak merupakan penyumbang terbesar kolesterol yang menjadi risiko bagi penderita hipertensi.

    Ditinjau dari komponen kimianya, buah pekawai 2 lebih baik daripada buah durian, namun buah pekawai belum sepopuler durian dan sebagian masyarakat belum mengetahui buah pekawai.

    Adapun jenis durian lainnya adalah durian kalih, durian karantungan, durian temeranang sama seperti jenis-jenis durian di tempat lain di wilayah Indonesia.

    Dari data yang terekam oleh Dinas Pertanian Sekadau, belum terdeterminasi berapa jumlah dari masing-masing jenis durian tersebut. Namun dari berbagai data di lapangan menunjukkan bahwa jenis durian Pekawai semakin jarang dijumpai. Buah Pekawai di Kabupaten Sekadau tumbuh di hutan belantara di daerah pedalaman belum dibudidayakan. Sebelum adanya alih fungsi lahan menjadi lahan sawit, durian ini tumbuh dimana-mana.

    Buah pekawai ini hanya dikosumsi sebagi buah segar oleh masyarakat di daerah dan tidak dipasarkan sehingga tidak ada nilai tambah yang didapatkan masyarakat.

    Dengan semakin luasnya alih fungsi lahan diantaranya perkebunan sawit menyebabkan Kerusakan hutan memberikan tekanan besar yang mengarah kepada kepunahan tehadap keberadaan pekawai sehingga buah pekawai semakin susah untuk ditemui.

    Kondisi ini menyebabkan perlu dilakukan eksplorasi pekawai di Sekadau.

    Eksplorasi buah pekawai di sekadau ini akan memberikan pengetahuan tentang potensi buah pekawai yang dapat dikembangkan menjadi komoditas unggulan yang bernilai ekonomi. Dengan kenyataan tersebut sehingga jenis buah durian (Pekawai) sangat menarik untuk dikembangkan.

    Buah yang memiliki penampilan sangat eksotik ini dapat dikembangkan sebagai produk buah segar (Export), produk-produk turunan berbahan baku durian tersebut diantaranya es krim, kembang gula, sari buah, dodol, jem (selai), aneka kue, keripik, dan tepung pekawai, serta dikembangkan sebagai bibit bersertifikasi sehingga tanaman ini dapat terhindar dari kepunahan permanen.

    Dengan perkembangan yang baik, buah tersbut akan menjadi ikon kabupaten Sekadau, seperti halny buah-buah dari daerah lain di Indonesia.

    Selain itu diharapkan tulisan ini mampu memberikan Informasi penting terutama bagi pengambil kebijakan di daerah untuk segera mengambil langkah yang tepat dan cepat untuk menyelamatkan buah lokal agar tidak punah.

    Oleh: Sarita Indah Sari | Dosen Program Studi Agribisnis, Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo.

    Analisis Rantai Pasok (Supply Chain) Kelapa Sawit di Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak

    Analisis Rantai Pasok (Supply Chain) Kelapa Sawit di Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak (2024)

    MAJALAHDUTA.COM, Media Center San Agustin|Landak, Senin, 12 Agustus 2024 – Kelapa sawit merupakan tumbuhan monokotil berakar serabut. Susunan akar kelapa sawit terdiri dari serabut primer yang tumbuh vertikal ke dalam tanah dan horizontal ke samping.

    Akar primer umumnya berdiameter 6-10 cm, sedangkan akar sekunder berdiameter 2-4 mm, dan akar tersier berdiameter 0,7-1,5 mm dan bercabang menjadi akar kuarter berdiameter 0,1-0,3 mm.

    Tanaman kelapa sawit tidak memiliki rambut (bulu) akar, sehingga diperkirakan penyerap unsur hara dilakukan oleh akar-akar kuarter (Sunarko 2014). Buah sawit mempunyai warna bervariasi dari hitam, ungu, hingga merah tergantung bibit yang digunakan.

    Buah bergerombol dalam tandan yang muncul dari tiap pelepah. Minyak dihasilkan oleh buah, kandungan minyak bertambah sesuai kematangan buah. Setelah melewati fase matang, kandungan asam lemak bebas (FFA, free fatty acid) akan meningkat dan buah akan rontok dengan sendirinya.

    Karena minyak kelapa sawit mengandung lebih banyak lemak jenuh daripada minyak yang terbuat dari kanola, jagung, biji rami, kacang kedelai, safflower, dan bunga matahari.

    Minyak kelapa sawit dapat tahan terhadap panas yang ekstrim dan tahan terhadap oksidasi, tidak mengandung lemak trans, dan penggunaannya dalam makanan telah meningkat. Minyak dari Elaeis guineensis juga digunakan sebagai biofuel.

    Rantai Pasok (2024)

    Penggunaan minyak kelapa sawit telah dilakukan sekitar 5.000 tahun yang lalu di pesisir barat Afrika. Minyak kelapa sawit juga ditemukan pada akhir abad ke-19 oleh para arkeolog di sebuah makam di Abydos yang berasal dari 3000 SM.

    Diperkirakan pedagang Arab membawa kelapa sawit ke Mesir.  Elaeis guineensis sekarang banyak dibudidayakan di negara-negara tropis di luar Afrika, khususnya Malaysia dan Indonesia yang bersama-sama menghasilkan minyak kelapa sawit dan menjadi pemasok besar dunia, namun karena panjangnya rantai pasok minyak kelapa sawit mengakibatkan harga tak bersahabat.

    Rantai pasok kelapa sawit adalah suatu proses yang digunakan untuk mengelola dan mengintegrasikan aktivitas-aktivitas dalam suatu rantai pasok, yang berisi dari pemasok bahan baku sampai ke konsumen. Kelapa sawit adalah komoditas penting yang memiliki peranan vital dalam ekonomi Indonesia, sebagai salah satu Negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia.

    Analisis rantai pasok kelapa sawit bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam suatu rantai pasok, meminimalkan biaya,modal,dan mempercepat keefektifan dalam proses bisnis.

    Metode SCOR (Supply Chain Operations Reference) digunakan untuk mempercepat keefektifan dalam proses bisnis.

    Meningkatkan kinerja operasional secara keseluruhan, dan memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan proses bisnis dan praktik terbaik dalam kerangka kerja rantai pasok.

    Penelitian lainnya mengenai analisis dan penentuan strategi perbaikan nilai tambah pada rantai pasok kelapa sawit bertujuan untuk mengukur tingkat nilai tambah pada setiap level rantai pasok kelapa sawit dan sekaligus menentukan strategi perbaikan nilai tambah. Dalam analisis rantai pasok kelapa sawit, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan, seperti perencanaan produksi, pengadaan bahan dan alat produksi, proses produksi, penyimpanan hasil produksi, biaya produksi, dan produksi, harga jual, dan penerimaan kelapa sawit.

    Untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok kelapa sawit, perlu dilakukan perawatan tanaman sawit, pengendalian jumlah TBS (Tanda Buah Segar) yang melebihi kapasitas alat angkut, dan pengendalian kualitas TBS.

    Selain itu, perlu dilakukan pengendalian keterlambatan pengiriman oleh pemasok, penanganan standar kualitas dari permintaan, dan perlu adanya pemotongan rantai pasok dan harus produksi besar-besaran dalam negeri, tanpa impor produk bahan mentah.

    Oleh: Elza Aprilista Dara Babaro, Popantri, Sarita Indah Sari | Mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo

    Kekeluargaan Dominikan, Bruder Andreas OP Temukan Dukungan Sejati di Komunitasnya

    Misa Syukur Kaul Kekal Bruder Andreas OP (2024)

    MAJALAHDUTA.COM| Indonesia, Senin 12 Agustus 2024 – Belum lama ini, Gereja Santo Domingo di Manila dipenuhi dengan suka cita dan kehadiran yang meriah, saat Bruder Andreas OP merayakan momen yang sangat istimewa dalam hidupnya: penerimaan kaul kekal sebagai seorang Dominikan.

    Dalam sebuah misa syukur yang dihadiri oleh keluarga, rekan Dominikan, serta komunitas Gereja Santo Marinus Karawang, Bruder Andreas OP menyatakan rasa syukurnya yang mendalam atas panggilan ini.

    Misa syukur ini bukan hanya sebuah perayaan formal, tetapi sebuah momen refleksi spiritual yang dalam bagi Bruder Andreas OP. Sebagai bagian dari proses persiapan untuk kaul kekal, ia telah menjalani masa retret kanonikal yang memperdalam komitmennya terhadap nilai-nilai Dominikan: Belajar, Berdoa, Komunitas, dan Pelayanan.

    “Pada  6 Juli 2024 merupakan peristiwa yang sangat membahagiakan dan tak pernah terlupakan. Saya boleh merayakan syukuran kaul kekal saya dengan misa syukur bersama keluarga saya, Keluarga Dominikan Indonesia (Romo, Suster, Frater, dan Dominikan Awam), Umat Paroki Santo Marinus Karawang dan sahabat-sahabat saya,” kata Bruder Andreas OP, (08/07/24).

    Sebelum memutuskan untuk mengambil kaul kekal, Bruder Andreas OP telah melewati perenungan spiritual yang panjang. Keputusannya untuk hidup sebagai seorang Dominikan bukanlah sekadar sebuah pilihan karier, melainkan panggilan yang mendalam dari hatinya untuk mendedikasikan hidupnya dalam pelayanan dan doa.

    Bruder Andreas OP mengatakan bahwa proses kaul kekal bagi Dominikan Filipina  minimal 3 tahun telah menjadi anggota ordo terhitung dari Kaul Pertama.

    Selanjutnya tahap kedua harus ada persetujuan dari Master Student (Formator) dan keputusan-keputusan dari komunitas serta para dewan Provinsial.

    “Setelah ada keputusan diterima kaul kekalnya, Kami harus melakukan canonical retreat sesuai aturan ordo selama 5 hari. Untuk canonical retreat kami, kami mendalami 4 pillar Dominikan yaitu Belajar, Berdoa, Komunitas dan Pelayanan, (hidup komunitas),” kata Bruder Andreas OP (08/07).

    Bruder Andreas OP bersama 3 rekannya di Filipina (2024)

    Menutuskan masuk Komunitas Dominikan

    Panggilan utama yang mendorongnya untuk memilih hidup Dominikan adalah nilai kekeluargaan yang sangat kuat dalam komunitas Dominikan. Pengalamannya di komunitas suster Dominikan di Cirebon telah memberinya inspirasi dan keyakinan bahwa hidup dalam komunitas ini adalah panggilan sejatinya.

    “Pertama yang membuat saya terkesan dengan hidup Dominikan adalah hidup berkomunitas (hidup kekeluarga Dominikan),” kata Bruder Andreas, (08/07).

    Bruder Andreas OP dalam wawancaranya mengaku bahwa ia memiliki pengalaman tersendiri, pertama kali dirinya masuk menjadi aspirant Dominikan tahun 2008 di Pontianak. Tahun 2009, berhubungan bahasa inggris-nya masih kurang dan dia menyadari harus belajar bahasa inggris di Komunitas Suster Dominikan di Cirebon.

    Di sana menurut pengakuannya bahwa ia harus bertemu dengan Miss Joe. Miss Joe adalah Dominikan volunteer dari Filipina.

    “Dia yang akan mengajarkan saya. Pertama kali saya menginjak komunitas suster disana, saya disambut hangat oleh para suster, padahal saya belum pernah berjumpa dengan mereka. Saya hanya memperkenalkan diri sebagai aspirant Dominikan,” ujar Bruder Andreas OP (08/07).

    Sejalan dengan itu, Bruder Andreas OP mengatakan bahwa mereka (keluarga besar Dominikan) menerimanya seperti keluarga jauh yang datang. Hal itu ia garisbawahi bahwa moment itu selalu terpatri dalam hidupnya. Kemana pun ia pergi, selama ia adalah Dominikan, ia tidak perlu takut sebab ia memiliki banyak keluarga.

    Nilai ini juga, yang mengantarnya kembali untuk bergabung dengan Dominikan di tahun 2016. Pada tahun 2010, ia pernah mengundurkan diri dari Dominikan, meski kekeluargaan Dominikan ia rasakan tetapi dirinya belum siap untuk berangkat ke Filipina.

    “Penyerahan total kepada Tuhan, Bunda Maria dan ordo yang mendorong saya yakin untuk berkaul kekal serta dukungan orang-orang yg selalu mendoakan saya diantaranya Keluarga saya, Ibu Rini,  Cece Christine, Cece Desi Ira Hwati dan pastinya keluarga Dominikan  Indonesia,” tambah Bruder Andreas OP, (08/07).

    Bruder Andreas OP menerima Kaul Kekal di Filipina Manila (2024)

    Dominikan dalam konteks modern

    Dalam konteks dunia modern, Bruder Andreas OP melihat peran Dominikan sebagai penting dalam menjawab tantangan spiritual dan moral yang dihadapi masyarakat saat ini. Meskipun jumlah anggota tidak seimbang dengan permintaan tugas pastoral, Dominikan tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi umat dan menyebarkan ajaran Injil melalui tindakan konkret.

    “Menurut saya, tantangan selalu ada bagi Dominikan, terutama bagi Dominikan Indonesia, secara jumlah dan permintaan tugas masih tidak seimbang. Hal ini, ibadat dalam injil panenan banyak tetapi pekerja dikit,” kata Bruder Andreas OP, (08/07).

    Namun, menurut Bruder Andres OP bahwa Dominikan berusaha selalu memberikan yang terbaik bagi setiap hal tantangan yang ada. Ia menggarisbawahi bahwa justru Dominikan dijadikan sebuah kesempatan untuk menyelamatkan jiwa-jiwa lewat setiap sikap, perkataan dan perbuatan.

    Pengalaman hidup sebelumnya, termasuk pengunduran diri awalnya dari Dominikan sebelum kembali pada tahun 2016, telah mempersiapkan Bruder Andreas OP untuk langkah besar ini dalam hidupnya. Pilihan untuk menjadi seorang Bruder memberinya kebebasan untuk melayani tanpa harus terbebani oleh tanggung jawab khusus seperti memimpin Misa, tetapi dengan fokus pada kehidupan persaudaraan dan pelayanan yang lebih luas.

    Bagaimana pengalaman hidup Bruder Andreas OP sebelumnya mempersiapkan untuk mengambil langkah ini dalam hidup religius, terutama sebagai seorang Bruder?

    Bagi Bruder Andreas OP, pengalaman hidup sebagai Bruder biarawan OP adalah tentang hidup sederhana, melayani tanpa pamrih, dan merasakan kehangatan persaudaraan sesama Dominikan. Setiap tahun, momen berkumpul bersama dengan para Bruder untuk merayakan persaudaraan adalah saat yang paling berkesan baginya.

    “Memang ada hal yang mengubah keputusan saya untuk menjadi bruder. Awalnya, saya melamar ke Dominikan ingin menjadi seorang Romo, dalam perjalanan dan pemurnian diri, Saya melihat Tuhan menginginkan saya. menjadi seorang Bruder,” tegas Bruder Andreas OP, (08/07).

    Hal itupun, ia ‘Imani’ sebab, menurut pengakuannya bahwa Bruder Andreas OP merasakan bisa menjadi diri sendiri. Dia dengan terang mengatakan bahwa dirinya dapat melayani secara total tanpa ada kendala  apapun, misalkan tidak perlu memikirkan konflik jadwal memimpin Misa seperti seorang Romo dengan pelayanan.

    “Saya bukan menganggap Misa tidak penting sebagai orang Katolik.  Hanya saya melihat saya lebih bisa bebas dalam pelayanan apapun. Sikap ini saya terinspirasi dengan Santo Martinus de Porres, dimana yang melihat bahwa “Segala hal yang kita lakukan, bahkan menyapu, berkebun dan merawat yang sakit bisa menjadi doa jika dipersembahkan kepada Tuhan”,” pungkas Bruder Andreas OP, (08/07).

    Hal apa yang paling berkesan menurut Bruder mulai dari memutuskan untuk menjadi seorang Bruder biarawan OP?

    Dengan kaul kekalnya sebagai seorang Dominikan, Bruder Andreas OP memiliki harapan besar untuk masa depan. Ia bermimpi bahwa Dominikan akan terus menjadi sumber harapan dan inspirasi bagi banyak orang, meneruskan misi Santo Dominikus dalam menyelamatkan jiwa-jiwa melalui kesaksian hidup dan pelayanan pastoral.

    “Pertama ketika saya  menjadi bruder yang telah berkaul kekal, sedikit kontribusi bruder adalah melengkapi keluarga Dominikan terlebih dominikan Indonesia, sejauh ini keluarga Dominikan Indonesia telah memiliki Romo, Suster, Frater dan Dominikan awam. Untuk brudernya belum ada,” ujarnya, (08/07).

    Bruder Andreas OP menitikberatkan bahwa dengan bantuan Belas kasih Allah dan Komunitas yang memberikan kesempatan baginya untuk menjadi bruder. Kedepan dia berharapan kehadirannya menjadi bruder bukan hanya untuk melengkapi kekurangan anggota keluarga Dominikan melainkan semoga kehadiran saya menjadi alat Tuhan untuk pelayanan bagi sesama lewat semangat Ordo.

    Sebagai anggota baru yang telah berkaul kekal, Bruder Andreas OP merasa memiliki tanggung jawab besar untuk melengkapi komunitas Dominikan, khususnya di Indonesia. Ia berharap dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam menjaga kehidupan komunitas Dominikan tetap bersemangat dan efektif dalam pelayanannya kepada umat.

    “Pengalaman  yang berkesan menjadi bruder adalah hidup apa adanya, hidup tanpa memikir jabatan apapun, menerima tugas apapun sebagai doa. Disamping hidup, hidup persaudaraan sunggguh dapat dirasakan. Setiap tahun di bulan November, para bruder akan berkumpul bersama. Hal ini sungguh indah,” katanya, (08/07).

    Bruder Andreas OP berasal dari Paroki Santo Marinus Karawang, sebagai anak ketiga dari tiga bersaudara. Meskipun hanya memiliki dua saudari, ia merasa diberkati dengan dukungan penuh dari keluarganya dalam setiap langkah panggilannya. Setelah kaul kekalnya, ia akan bertugas di Biara Santo Domingo Manila, Filipina, untuk melanjutkan peran dan pelayanan sebagai seorang Dominikan.

    Dalam kesederhanaan dan kekuatan iman, Bruder Andreas OP siap menjalani peran barunya dengan penuh semangat dan dedikasi. Kehadirannya sebagai seorang Bruder biarawan OP adalah bukti nyata dari kesetiaannya terhadap panggilan ilahi dan komitmen dalam melayani Gereja dan umat dengan penuh kasih.

    “Harapan dan impian saya sebagai Dominikan adalah kehadiran Dominikan mampu menjadi Harapan dan doa bagi siapapun, seperti Harapan santo Dominikus sebagai pendiri ordo yaitu menyelamatkan jiwa-jiwa,” pungkasnya, (08/07).

    By. Samuel – Media Center San Agustin. 

    Strategi Pengembangan Usahatani Karet Rakyat di Kalimantan Barat

    Strategi Pengembangan Usahatani Karet Rakyat di Kalimantan Barat (2024)

    MAJALAHDUTA.COM, Media Center San Agustin| Kalbar- Senin 12 Agustus – Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya sebagai petani, sehingga pendapatan petani dominan dari sektor pertanian. Sektor pertanian dibagai menjadi dua yaitu sektor pertanian holtikultura dan perkebunan (Sari  et.,al  2024).

    Karet (Hevea brasiliensis) merupakan komoditi perkebunan yang peranannya sangat penting di Indonesia. Selain sebagai sumber lapangan kerja, komoditi ini juga memberikan kontribusi yang signifikan sebagai salah satu sumber devisa nonmigas, pemasok bahan baku karet dan berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Indonesia memiliki areal karet paling luas di dunia, yaitu 3,4 juta ha dengan produksi karet per tahun 2,7 juta ton. Meski begitu, produktivitasnya hanya 1,0 ton/ha, lebih rendah daripada Malaysia (1,3 ton/ha) dan Thailand (1,9  ton/ha).

    Produksi karet di Indonesia, Thailand, dan Malaysia berkontribusi 85% dari total produksi dunia. Namun, Indonesia memiliki kesempatan paling besar untuk memimpin industri karet dunia. Produksi karet Indonesia pada tahun 2021 sebesar 2.826.246 Ton dan pada tahun 2022 menurun menjadi 2.509.312 Ton ( BPS Karet Indonesia, 2022).

    Penurunan ini terjadi dikarenakan adanya alih fungsi lahan karet menjadi perkebunan kelapa sawit untuk beberapa wilayah yang ada di Indonesia terutama di Kalimantan Barat.

    Kalimantan Barat merupakan salah satu daerah penghasil karet terbesar di Indonesia, namun seiring berjalannya waktu  masuklah  perkebunan kelapa sawit yang mengakibatkan alih fungsi lahan besaran pada komoditi karet.

    Luas perkebunan karet semakin menurun terlihat pada data terbaru (BPS Indonesia 2022) hasil produksi karet kering di Kalimantan Barat pada tahun 2021 sebesar 252 007 ton, menurun menjadi 188 044 ton pada tahun 2022.

    Terlihat adanya penurunan produksi karet yang cukup besar, hal ini dikarenakan banyak faktor salah satu diantaranya penurunan yang sinifikan dari tahun 2021 harga karet kering sebesar Rp.22.000/kg dan mengalami penurunan yang sangat drastis setiap tahun hingga pada tahun 2024 harga karet kering hanya sebesar Rp. 12.000/Kg.

    Adanya penurunan harga yang sangat drastis ini dikarenakan banyak faktor diantaranya : (1) kualitas karet belum bagus, (2) tingkat ekspor yang dominan bahan mentah (3) informasi pasar yang masih kurang dan (4) teknologi yang digunakan masih sederhana.

    Jika masalah tersebut terus berlanjut maka dapat mengakibatkan kepunahan untuk komoditi karet yang ada di Kalimantan Barat, oleh karena itu perlu adanya strategi pengembangan yang tepat untuk budidaya karet di Kalimantan Barat sehingga produktivitas karet dapat meningkat.

    Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan maka terdapat beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah untuk mengembangkan pertanian karet yaitu:

    1. Membentuk Plasma Inti Karet di setiap wilayah yang ada di Kalimantan Barat,
    2. Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan petani karet dengan mengadakan pelatihan dan pembinaan,
    3. Meningkatkan Aksesibilitas Informasi Pasar dan Teknologi dengan cara membentuk asosiasi bagi petani karet,
    4. Meningkatkan Daya Saing dan Kualitas Produk dengan cara memberi pelatihan dan pendampingan bagi petani karet,
    5. Meningkatkan Ekspor Komoditas Pertanian Karet dalam bentuk produk lanjutan.

    Dari lima poin tersebut apabila dilakukan dengan baik maka produktivitas pertanian karet akan dapat meningkat.

    Petani akan terlatih dan memiliki kemampuan yang baik dalam mengelola lahan pertanian karet, sehingga dapat meningkatkan daya saing produk dengan menggunakan teknologi yang lebih efektif.

    Selain itu petani akan lebih mudah mengakses informasi dari berbagai sumber, termasuk koperasi petani setempat, teman petani, dan media pertanian, serta secara rutin mencari informasi terkait harga karet.

    Oleh: Indah, Kincot, Sarita Indah Sari – Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo.

    Refrensi:

    BPS  Indonesia (2022) Statistik Karet Indonesia.

    Link:https://webapi.bps.go.id/download.php?f=Q/hMiS8cz8JirKXpyc69o4ublGnuAkF3iSJTrDqloojhR4r7/sHaww4AIn104GEqf4ORMbvC4IcOJuauz6KIVh2V8FJpJ3zzG10EgpdPirRPRJ4Vnis8Pycmy1+kOYYxpvgZriLQHlPRTu7DYbi2w1HDlpPgdb9GR67anIPjHXzuPOsrp5A2RvUWyh/w0luBPZ6kWpeSNkJJcQ7CV/HEAqYwTpdefBHM4o+Y8ei9x8+9FIk47l1uLhiTKXoXR23kRSazL98yayPXvfd+694FEQ==

    Sari, S. I., Lada, T. H. S., Taek, E., & Lili, L. (2024). KETERKAITAN SEKTOR PERTANIAN DALAM PEREKONOMIAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN (ANALISIS INPUT-OUTPUT). Jurnal Pertanian Agros, 26(1), 5101-5111.

    Harga Karet (2021) Link: https://kalbar.suara.com/read/2021/03/01/115604/angin-segar-bagi-petani-harga-karet-di-kalbar-terus-naik

    Analisis Kinerja dan Strategi Pengembangan Usahatani Sayuran Organik Mentimun

    Analisis Kinerja dan Strategi Pengembangan Usahatani Sayuran Organik Mentimun (2024) - San Agustin

    MAJALAHDUTA.COM, Media Center San Agustin|Senin, 12 Agustus 2024 – Pertanian organik menjadi semakin penting dalam konteks pertanian modern yang berkelanjutan. Dusun Semabak, Desa Ambarang, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak memiliki potensi besar untuk mengembangkan usaha tani sayur organik, khususnya pada komoditi mentimun.

    Mentimun merupakan salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Dengan memanfaatkan tanah yang subur dan kondisi iklim yang mendukung, pengembangan usaha tani sayur organik di wilayah tersebut memiliki prospek yang cerah.

    Banyak konsumen yang membeli hasil produk organik yang dihasilkan karena para konsumen megerti bahwa produk organik ini sangat penting untuk kesehatan. Di dalam pemenuhan kebutuhan sehari-harinya di dalam pola konsumsi masyarakat tersebut menyebabkan minat yang tinggi bagi konsumen untuk membeli hasil produk organik dari Kebun.

    Mantimun merupakan salah satu komunitas hortikultura yang mempunyai prospek yang cerah untuk dibudidayakan, karena mentimun dapat dipasarkan di dalam negeri dan di luar negeri. Kebutuhan buah mentimun cendrung terus meningkat sejalan dengan pertambahan penduduk, peningkatan taraf hidup, tingkat pendidikan, dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya nilai gizi (Cahyono, 2006).

    Peluang usaha budidaya mantimun bisa dibilang menjanjikan karena cara budidaya yang muda dan masa tanamnya cepat. Pemasaran buah mentimun juga dibilang muda karena hampir disetiap warung makan, pedagang sayur di pasar pasar Tradisonal membutuhkan mentimun.

    Pasar mantimun tidak hanya di dalam kota saja melainkan juga di jual ke berbagai kabupaten seperti Sosok untuk bahan sayuran. Dalam mengembangkan usaha tani mentimun ini, bisa ditemui banyak kendala dari segi lingkungan internal dan juga ekternal.

    Usaha tani mentimun bisa menjadi peluang menguntungkan atau dapat memicu ancaman yang bagi pelaku usaha. Dengan lingkungan internal, pelaku usaha dapat mengetahui kekuatan apa yang dimaksimalkan dan kelemahan apa yang harus diminimalkan dalam usahanya, dan yang terpenting juga sering terjadi adalah kendala yang dihadapi oleh ketidaktepatan dalam penerapan strategi sesuai posisi usaha.

    Harus diketahui bahwa penerapan strategi yang baik dan tepat sangat membantu sistem kerja usaha lebih efektif dan efisien untuk pencapaian tujuan yang ditargetkan. Melalui strategi yang tepat dan sesuai untuk diterapkan, maka hal ini menarik minat masyarakat untuk memberdayakan usaha tersebut sebagai modal meningkatkan ekonomi masyarakat melihat keadaan yang sering terjadi tersebut, mendorong peneliti untuk melakukan analisis strategi pengembangan usaha tani mentimun.

    Analisis ini digunakan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan yang dimiliki serta memaksimalkan peluang dan meminimalkan ancaman.

    Analisis strategi pengembangan usaha tani mentimun yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat).

    Analisis ini dapat membantu pelaku usaha dalam mengembangkan empat jenis strategi yakni strategi SO (kekuatan dan peluang), strategi WO (kelemahan dan peluang), strategi ST (kekuatan dan ancaman), dan strategi WT (kelemahan dan ancaman). Pengembangan usaha budidaya usaha tani mentimun tersebut dimulai dari budidaya.

    Pemangkasan adalah pengurangan bagian tanaman seperti tunas, perkembangan pucuk dan akar untuk mempertahankan atau mendapatkan suatu bentuk yang diinginkan dengan laju pertumbuhan. Pendapat lain pemangkasan daun pada tanaman timun yang tumbuh subur dan berdaun lebat, perlu dilakukan secepatnya. Tanpa perlakuan tersebut, tanaman cendrung akan mengalami pertumbuhan vegetatif saja.

    Permintaan pasar sangat menentukan keberlangsungan usaha tani mentimun karena dengan stabilnya permintaan pasar, maka keberlangsungan usaha tani mentimun dapat dipertahankan. Harga mentimun organic yang terjual, yaitu 6 buah Rp.10.000. Semua hasil panen terjual langsung di kebun sedangkan ada beberapa konsumen yang meminta untuk diantar ke rumah masing-masing karena kesibukan.

    Dari hasil penjualan tersebut sangat untung, walaupun tidak dihitung analisis pendapatan mentimun, berdasar hasil survey pasar harga mentimun sebesar Rp. 10.000,- sebanyak 4 sampai 6 buah. Kinerja usahatani sayuran organik di Dusun Semabak secara keseluruhan menguntungkan karena sudah memiliki kinerja yang baik dilihat dari aspek produktivitas, kapasitas, kualitas, dan kecepatan pengiriman.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai R/C ratio atas biaya tunai usahatani sayuran organik di Dusun Semabak, Desa Ambarang, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak: “sebesar 1,83 ( nilai R/C>1) sedangkan nilai R/C ratio atas biaya total usahatani sayuran organik di Kota ngabang sebesar 1,61 ( nilai R/C>1) yang artinya kedua usahatani sayuran organik di dusun semabak tersebut layak untuk diusahakan.”

    Pelaku usaha tani sayuran organik diharapkan terus meningkatkan kualitas serta variasi jenis sayuran yang dihasilkan agar tidak terpengaruh oleh pesaing sejenis yang memberikan harga lebih murah.

    Petani sayuran organik juga perlu melakukan promosi untuk memperkenalkan produk sayuran organik sehingga dapat meningkatkan permintaan terhadap sayuran organik melalui media sosial.

    Oleh: Lukas, Naverdo Igay, Sarita Indah Sari, Mahasiswa Program Studi Agribisnis, Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo. 

    Sederhana, Bukan Soal Gaya – Tapi Pikiran!

    Pastor Rupinus Kehi- Sekjen San Agustin | di Ruang Media Center (2024)

    MAJALAHDUTA.COM, Media Center San Agustin|Senin, 12 Agustus 2024 – “ Kan banyak nih orang berpikir bahwa ‘hidup sederhana’ itu adalah soal gaya hidup!”

    Itu kata Sekjen San Agustin, Pastor Rupinus Kehi pagi ini di ruang Media Center San Agustin pada 09.33 WIB.

    Seperti ‘khas’-nya, dengan mengenakan kaos putih bertuliskan Thailand diselimuti kemeja kotak-kotak, ditambah celana panjang hitam dan sepatu putih, heh “saya ni sudah seperti mahasiswa, bah endak – orang kira saya seperti pastor,” katanya dengan gurau, (12/08).

    Jam tangan list merah sambil menyeruput kopi, di ruang Media Center San Agustin dia mengatakan perihal hidup sederhana seperti kutipan kalimat awal diatas.

    Persis pula, saat berita kampus sedang kering, eh dapat ide dari Pastor Kehi (hehe).

    Dia menitikberatkan inspirasi tulisan ini tentang pentingnya untuk hidup ‘sederhana’ – bukan soal penampilan tetapi lebih besar dari itu yakni tentang ‘pola pikir’ sederhana.

    Media Center San Agustin (2024)

    “Banyak orang berpikir bahwa penampilan gaya hidup, tetapi mereka lupa bahwa ‘kesederhanaan’ itu bukan pada gaya tetapi ‘pikiran’ yang sederhana,” katanya, (12/08).

    Dia menegaskan soal tindakan itu asalnya – atau – berasal dari pikiran. Kemudian itulah yang membentuk tindakan, ucapan dan gaya hidup seseorang.

    “Apa yang kita lakukan akan jadi sederhana saat memiliki pemikiran sederhana,” tutur Pastor Kehi, (12/08).

    Sekali lagi, kesederhanaan dalam menyederhanakan hiruk-pikuk kehidupan rumit ini,  bukanlah soal penampilan atau gaya hidup, tetapi soal pemikiran.

    “Happy Day,” tutupnya, (12/08).

    By. S|Media Center San Agustin.  

    Dominikan Ordo Pertama yang Membabtis Orang Indonesia? Baca Sampai Selesai ya!

    Pastor Johanes Robini Marianto OP | Perayaan Hari Raya Santo Dominikus de Guzman di Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Pontianak (2024)

    MAJALAHDUTA.COM, Media Center San Agustin|Pontianak, Jumat 9 Agustus 2024 — Hari Raya Santo Dominikus de Guzman dirayakan pada 8 Agustus 2024 telah berjalan dengan penuh khidmat di aula Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Kampus II Pontianak yang disulap menjadi kapel.

    Acara tersebut dihadiri oleh 11 imam 4 imam diantaranya merupakan imam Ordo Pengkotbah kemudian dua asli berasal dari Filipina. Perayaan hari Santo Dominikus de Guzman ini juga dihadiri oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus.

    Perayaan misa dipimpin oleh Pastor Johanes Robini Marianto OP (imam Dominikan dari Filipina, asli orang Pontianak) yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo dan Superior Rumah Santo Dominikus Pontianak.

    Selain para imam dan uskup, acara tersebut diikuti oleh staf karyawan kampus, mahasiswa, serta Dominikan Awam.

    Dalam homilinya, Uskup Agustinus menyampaikan pesan penting dari Injil tentang peran sebagai garam dan terang di dunia.

    Dia menekankan bahwa kehadiran seseorang harus memberikan dampak positif yang dirasakan oleh orang lain.

    Uskup Agustinus mengilustrasikan hal tersebut dengan memberikan contoh sederhana, yaitu ketika seseorang diharapkan hadir dalam sebuah acara, kehadirannya dapat memberikan kegembiraan. Sebaliknya, ketidakhadirannya bisa menimbulkan kekurangan.

    “Pesan Injil mengajarkan kita untuk menjadi garam dan terang di dunia ini,” ujar Uskup Agustinus dalam khotbahnya (08/08).

    Uskup Agustinus juga menekankan bahwa, kehadiran umat beriman diharapkan memberikan dampak positif untuk masyarakat, sembari memberikan ilustrasi peristiwa sederhana – ‘soal kehadiran’.

    “Kehadiran kita harus memberikan dampak yang positif. Misalnya, jika seseorang diharapkan datang dan ia tidak datang, itu artinya ada sesuatu yang hilang. Namun jika orang tersebut hadir, itu menunjukkan adanya kegembiraan dan dampak positif yang dirasakan,” kata Uskup Agustinus, (08/08).

    Uskup Agustinus | Perayaan Hari Raya Santo Dominikus de Guzman di Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Pontianak (2024)

    Uskup Agustinus ceritakan pengalamannya

    Dalam momen yang sama, Uskup Agustinus juga menceritakan pengalamannya sebagai pastor yang menghadapi berbagai tantangan dan memberikan bantuan sesuai kapasitasnya.

    Uskup Agustinus menegaskan bahwa meskipun kita mungkin tidak mampu membantu semua orang dengan cara yang besar, setiap usaha kecil yang kita lakukan tetap berarti.

    “Tuhan memberikan talenta yang berbeda-beda kepada setiap orang. Tidak perlu melakukan hal besar, tetapi lakukan apa yang kita bisa dengan sepenuh hati,” tambah Uskup, (08/08).

    Uskup Agustinus menutup homilinya dengan ajakan untuk senantiasa berperan aktif sebagai garam dan terang dalam kehidupan sehari-hari.  Menurutnya, setiap orang dipanggil untuk menjadi perantara kasih Tuhan melalui tindakan baik bagi semua orang.

    “Kita dipanggil untuk menjadi perantara kasih Tuhan melalui tindakan-tindakan kecil yang berdampak positif bagi orang lain. Dalam segala hal, Tuhanlah yang menyempurnakan usaha kecil kita,” kata Uskup Agustinus, (08/08).

    Acara tersebut juga menjadi kesempatan bagi komunitas Dominikan di Pontianak, mulai dari Suster Dominikan, Dominikan Awam dan keluarga besar Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo untuk bersyukur atas segala pencapaian dan merenungkan peran mereka dalam kehidupan gereja dan masyarakat.

    Selain perayaan misa, acara diisi dengan kegiatan komunitas, makan malam bersama dan sesi hiburan dengan melibatkan seluruh umat.

    Dengan semangat Santo Dominikus de Guzman yang menginspirasi, perayaan ini meninggalkan pesan melalui homili Uskup Agustinus bagi semua yang hadir, mengingatkan akan panggilan mereka untuk menjadi garam dan terang di dunia.

    Perayaan Hari Raya Santo Dominikus de Guzman di Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Pontianak (2024)

    Hadirnya Santo Domikus dan kekaryaan-nya

    Sebelum mulai perayaan hari suci itu, Pastor Johanes Robini Marianto OP berterima kasih kepada Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus karena diberikan kesempatan untuk berkarya dalam bidang pendidikan dan memang itulah ‘khas dari Dominikan’ yakni ‘cara hidup intelektual’.

    Dan Uskup Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus memberikan ‘ruang’ pelayanan itu kepada  komunitas Dominikan Pontianak.

    Pastor Rubini OP menegaskan tentang semangat Dominikan yakni semangat ‘demokrasi’ – atau bahasa Paus Fransiskus baru-baru ini ‘tentang Sinodal’ – artinya berjalan bersama – sama.

    Dia menyebutkan bahwa Ordo Dominikan sebenarnya ordo pertama yang melakukan voting, termasuk kepala pimpinan hanya memiliki satu hak suara.

    “Sebagai Dominikan, semangat yang menjadi khas dari anggotanya adalah mereka yang belajar bersama, dan maju juga bersama-sama. Sinodal atau berjalan bersama-sama inilah yang menjadi salah satu khas dari cara Dominikan,” kata Pastor Robini OP. (08/08).

    Hal istimewa lain dari dominikan, tambah Pastor Robini OP yaitu hidup study intelektual di mana konteks lahirnya Dominikan adalah melawan ajaran sesat. Maka untuk menjadi seorang yang mengerti dan memahami untuk melawan ajaran sesat harus mengerti dan study.

    “Hidup intelektual sangatlah penting. Hidup intelektual menggantikan kerja tangan,” kata Pastor Robini OP (08/08).

    Apa bedanya Ordo Dominikan dengan Ordo yang lain sebenarnya?

    Pastor Robini OP menjelaskan bahwa sebelum lahirnya Ordo Dominikan, sebenarnya sudah ada Ordo yang lain misalnya Ordo Benediktin (Santo Benediktus), Ordo Agustin (Santo Agustinus) yang menekankan tentang hidup dalam kesunyian atau ‘pertapaan’.

    “Mereka adalah hidup dalam pertapaan,”katanya.

    Santo Dominikus melihat hidup itu tidak hanya pertapaan tetapi harus disatukan antara elemen doa dan karya, yang disebut dengan kontemplasi dan aksi.

    Dia menekankan bahwa sebenarnya Dominikan adalah berkontemplasi, kemudian men-sharing-kan hasil kontemplasi kepada orang.

    “Maka dalam tradisi Dominikan ada element ‘Kerahiban’ dan ada element aktif,” tambahnya.

    Yang ditekankan dalam Dominikan bahwa hidup itu bukan hanya hidup untuk berkarya dan bekerja tetapi sebenarnya adalah doa, yang dimana doa itu yang menjadi inspirasi kerja dan karya itu sendiri.

    “Nilai itulah yang mesti kita wartakan di zaman ini,” kata Pastor Robini OP (08/08).

    Tahun 2006 Dominikan datang kembali ke Indonesia

    Mengapa Dominikan memulai karya di Kalimantan Barat? “ Tahun 2006 kita tiba di Kalimantan Barat atas undangan Emeritus Mgr. Hieronyimus Herkulanus Bumbun OFMCap dan juga didukung oleh Mgr Agustinus Agus yang waktu itu sekretaris badan kerjasama seminari.

    Beliau mengundang Dominikan mulai berkarya di Pontianak dengan memulai pendidikan dan pengajar termasuk pembinaan calon imam.

    Itu kalimat Pastor Robini OP yang memanggil kembali memori 18 tahun lalu mulainya kembali Dominikan ke Indonesia.

    Tetapi sebenarnya, Dominikan adalah ordo yang pertama membabtis orang Indonesia. Penginjilan pertama dilakukan oleh Dominikan di tahun 1555.

    Misi Dominikan yang dibawa dengan Portugis dimulai tahun 1418 dalam memulai kegiatan misi mereka, kemudian diperluas ke Asia meliputi India, Indocina, China, Malacca (Uskup Pertama di Malacca adalah Seorang Dominikan), dan pulau-pulau di Samudera Hindia.

    Singkat cerita, Ketika St. Dominikus mendirikan Ordo Dominikan pada Tahun 22 Desember 1216, kurang lebih 300 tahun kemudian, baru Indonesia merasakan kehadiran Tuhan Yesus Kristus.

    Yang pertama itu di Nusa Tenggara Timur (NTT) Larantuka pada Tahun 1556 Fr. Antonio da Crus built a seminary in Larantuka.

    Pewartaan itu mulai menjalar ke Solor, tahun 1559 ada 200 orang dibabtis menjadi Katolik. Kemudian tahun 1555-1599 ada 500.000 masyarakat ENDE di Babtis.

    Kemudian menyebar ke Jawa Panarukan (1560-1638), untuk wilayah Timor (1556-1641) ada 5000 babtisan oleh Fr. Antonio Taveira, OP, masuk ke Makasar (1601) – kala itu adalah Fr. Hermanimo.

    Lanjut lagi, ke Sunda Kecil (1674) oleh 16 Dominikan dan Sumatera – Aceh (1575) Fr. Antasio de Jesus, Fr.Gasparda Lisbon, kemudian tahun (1617) masih di Sumatera-Aceh ada Fr. Joao da Cruz.

    Sebenarnya kita pada 2006 Imam Dominikan datang kembali ke Indonesia sekarang terhitung 18 tahun (2024) lalu dalam bentuk ‘komunitas yang baru’ – yang sama sekali baru (tidak ada hubungan dengan Barat) dibawah provinsi Filipina dibawa masuk ke Kalimantan Barat.

    Perayaan Hari Raya Santo Dominikus de Guzman di Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Pontianak (2024)

    Apa yang dibuat di Kalimantan Barat?

    Pastor Robini OP menerangkan bahwa, sesuai dengan panggilan dan undangan Emeritus Mgr. Hieronyimus Herkulanus Bumbun OFMCap dan didukung oleh Mgr Agustinus Agus kemudian kini dibawah Mgr Agustinus Agus, maka Dominikan pertama-tama diminta untuk menjadi ‘pengajar’.

    Sekali lagi, hal itu sangat dimengerti oleh para Uskup, karena hidup intelektual sangat ditekankan oleh Dominikan maka kita pertama-tama diminta untuk membantu di Falkutas Teologi STT Pastor Bonus Pontianak, dan menjadi pembimbing di Seminari Antonio Ventimiglia Siantan.

    Dan setelah itu mulai berkembang dan di zaman Uskup Agustinus Dominikan diminta untuk banyak hal mulai dari bendahara Keuskupan Agung Pontianak, membantu pelayanan di penjara, dan karya lain yang merupakan sebuah mukjizat adalah bagaimana Uskup Agustinus meminta Dominikan untuk mendirikan Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo.

    “Maka disinilah kita sungguh-sungguh hadir untuk mengabdi di Kalimantan Barat,” kata Pastor Robini OP, (08/08).

    By. Samuel – Media Center San Agustin.

    Rosario Bunda Maria kepada Santo Dominikus

    St Dominikus Menerima Rosario dari Bunda Maria. IST

    MAJALAHDUTA.COM| Kamis, 08 Agustus 2024- Pada abad ke-11 hingga ke-13, doktrin sesat berkembang di Eropa.

    Ajaran ini, yang disebut Albigensianisme. Ajaran sesat ini mengajarkan bahwa hanya hal spiritual yang baik, dan segala sesuatu yang bersifat materi adalah buruk.

    Oleh karena itu, tubuh itu sendiri adalah jahat, dan jiwa setiap orang terpenjara di dalam tubuh jahat itu. Satu-satunya cara agar seseorang dapat mengalami keselamatan adalah dengan dibebaskan dari belenggu dagingnya.

    Pastor Dominikus de Guzman, seorang imam asal Spanyol, melakukan perjalanan ke Perancis untuk berkhotbah menentang ajaran sesat Albigensian.

    Ia ingin melawan ajaran sesat ini dan mengajarkan kebenaran Injil. Namun, usahanya berbuah tak banyak, hanya sedikit orang yang berpindah agama.

    Pada tahun 1208, dia pergi ke hutan dekat Toulouse untuk berdoa. Ia memohon kepada Tuhan agar diberikan apa yang dia butuhkan, untuk mengatasi ajaran sesat Albigensian.

    Setelah tiga hari berdoa dan berpuasa, tiga malaikat muncul di langit bersama dengan bola api.

    Namun, kehadiran malaukat itu hanya sebentar, mereka menghilang, di saat yang sama, Perawan Maria hadir dan berbicara kepada Pastor Dominikus.

    Maria berpesan, Dominikus harus mengkhotbahkan Mazmurnya. Hanya dengan car aini, Dominikus akan berhasil dalam perjuangannya mengalahkan kaum Albigensian.

    “Doakanlah mazmurku, maka kamu akan berhasil mengalahkan ajaran sesat itu,” begitu pesan Maria kepada Dominikus.

    Mazmur Maria

    Mazmur Maria yang “turun” kepada Dominikus ini adalah rangkaian 150 Doa Salam Maria yang dibagi kedalam beberapa kelompok. Di mana setiap 10 Doa Salam Maria, akan diselingi dengan satu Doa Bapa Kami. Pada saat mendaraskan do aini, tasbih digunakan sebagai pemandu.

    Dalam pesannya, Maria menunjukkan “misteri” iman mana yang harus “dikhotbahkan” agar sesuai dengan doa Mazmur: yaitu kisah-kisah kehidupan Kristus, yang secara langsung bertentangan dengan ajaran sesat kaum Albigensian.

    Khotbah ini berfokus pada inkarnasi, kematian, dan kebangkitan Yesus Kristus yang penuh kemenangan. Dari sinilah kemudian dikenal “Peristiwa Gembira”, Peristiwa Sengsara”, dan “Peristiwa Mulia” sebagai tiga tema dalam rosario pada zaman modern.

    Pada tahun 1213, lima tahun belalu sejak St. Dominikus diberi Rosario oleh Maria.

    Bersama Simon de Montfort keduanya menjadi kombinasi yang pas untuk melawan persebaran kaum Albigensian di Muret, sebuah kota kecil dekat Toulouse, Prancis.

    Meskipun sekte Albigensian tetap ada, perluasan wilayahnya terhenti dan tidak pernah lagi mencapai jumlah besar seperti sebelum pertempuran Muret.

    Pengakuan akan peran St. Dominikus sebagai yang pertama memulai Rosario setidaknya diungkapkan oleh beberapa Paus pada abad-abad setelah masa hidup imam pendiri Ordo Dominikan ini.

    Paus Benediktus XIV (31 Maret 1675 – 3 Mei 1758) adalah seorang pemikir terkenal dan penelitian sejarah. Ketika menjadi Prefek Kongregasi Ritus Suci, ia mengakui peran St. Dominikus, yang pertama memulai tradisi Doa Rosario.

    Benediktus XIV mengacu pada para pendahulunya yang telah lebih dahulu memberi pengakuan ini. Menurutnya, ada setidaknya sembilan Paus yang memberi pengakuan ini: Paus, seperti Leo X, Pius V, Gregory XIII, Sixtus V, Clement VIII, Alexander VII, Bl. Innosensius XI, Klemens XI, Innosensius XIII.

    St Dominikus Menerima Rosario dari Bunda Maria. IST

    “Pendiri Ordo Dominikan itu adalah seorang apostolik yang mungkin bisa disamakan dengan para rasul sendiri.

    Ia tidak diragukan lagi, karena inspirasi Roh Kudus, menjadi perancang, penulis, promotor, dan pengkhotbah paling termasyhur dari instrumen surgawi yang mengagumkan dan sesungguhnya, Rosario,” demikian kata Paus Benediktus XIV.

    Antara St. Dominikus dan Bunda Maria, keduanya adalah “anak dan ibu”. St. Dominikus sadar, bahwa perjuangannya melawan bidah tak akan dapat berhasil tanpa bantuan Maria.

    Devosi St. Dominikus kepada Maria, dan doanya yang sungguh-sungguh dalam memerangi bidah besar pada zamannya.

    Tak ada yang di Surga

    Ketika St. Dominikus sedang berdoa di asrama Santa Sabina pada suatu malam, tiga orang wanita masuk. Wanita yang berada di tengah mulai memercikkan air suci kepada para biarawan yang sedang tidur.

    Dia menjelaskan kepada St. Dominikus, bahwa setiap malam ketika mereka memanggilnya sebagai pembela yang paling murah hati, dia bersujud di hadapan Putranya, meminta dia untuk melestarikan Ordo. Dua wanita lain yang menemaninya adalah St Cecilia dan St Katarina dari Alexandria.

    Saat Dominikus terus berdoa, dia melihat Tuhan kita bersama Maria dan para religius dari semua tarekat kecuali miliknya.

    Ketika Tuhan kita menanyakan kepadanya mengapa ia menangis, Dominikus menjelaskan bahwa tak satu pun dari anggota ordonya yang tampak berada di Surga. Yesus meletakkan tangan-Nya di bahu Maria dan berkata, “Aku telah mempercayakan Perintahmu kepada IbuKu.”

     

    Kemudian, atas permintaan Yesus, Maria membuka jubah St. Dominikus dan ia melihat banyak anggota Ordonya.

    St. Cecilia mengatakan bahwa keesokan paginya Dominikus menyampaikan kepada para saudara di kapitel, sebuah khotbah yang panjang dan sangat indah.

    Ia menasihati mereka untuk mencintai dan menghormati Perawan Maria yang Terberkati. Ia menceritakan pengalamannya.

    “Kalian semua saudara-saudaraku, mulai sekararang cintai dan hormatilah Perawan Maria yang Terberkati,” ujar St. Dominikus dalam sebuah kapitel.

    Oleh karena itu, devosi kepada Maria, Bunda Allah, adalah hal yang sangat penting dalam Spiritualitas Dominikan.

    Banyak cerita sepanjang sejarah Ordo Pewarta yang menunjukkan penglihatan dan mukjizat yang dikaitkan dengan Bunda Maria.

    Kisah perjumpaan St. Dominikus dengan Maria dan Yesus menjadi salah satunya. Peistiwa ini dilukiskan pada sebuah jendela di biara Dominika di Dubrovnik, Kroasia.

    Beato Cecilia, salah satu anggota awal ordo, yakin bahwa Ordo Pengkhotbah secara pribadi dilindungi oleh Maria.

    Meskipun tidak ada yang bisa memastikan rincian pasti seputar penampakan ini, satu hal yang pasti: para Dominikan selama berabad-abad telah menjadikan devosi kepada Maria dan penyebaran rosario sebagai bagian penting dari pelayanan dan kehidupan spiritual mereka. (S – Pena Katolik).

    Menjadi Pewarta Rahmat, Satu Meja Bersama Dominikus

    Table of Saint Dominic by Anonymous. Date 14th Century Stock Photo - Alamy (2024)

    MAJALAHDUTA.COM| Kamis 08 Agustus 2024 – Malam itu, dua saudara yang dikirim untuk mencari makanan tidak membawa apa-apa untuk dimakan.

    Para Dominikan awal mendapat makanan dari mengemis. Sebenarnya, mereka memperoleh sedikit makanan. Tetapi dalam perjalanan pulang, mereka bertemu seseorang yang kelaparan.

    Tergerak oleh belas kasihan, mereka memberikan makanan yang mereka kumpulkan pada orang tersebut dan berjalan pulang dengan tangan hampa.

    Dominikus tidak menjadi sedih menyaksikan hal tersebut. Dengan sukacita, dia memanggil saudara-saudara untuk berkumpul di meja makan. Setelah mereka semua duduk di meja, dia mengajak mereka untuk mengucap syukur dan memuji Tuhan. Puji-pujian yang mereka panjatkan dengan sukacita menghapus kesedihan karena tidak ada makanan saat itu.

    Tiba-tiba, dua orang berpakaian putih masuk membawa dua bakul roti. Mereka membagikan roti ke piring masing-masing.

    Kemudian mereka melayani saudara-saudara sampai semua selesai makan lalu menghilang. Kisah ini menjadi mujizat pertama Dominikus di hadapan saudara-saudaranya.

    Menjadi satu meja bersama Dominikus, kita diundang untuk mempersembahkan diri kita bagi saudara-saudari kita. Persembahan tidak melulu berbentuk materi.  Kita mungkin malahan tidak memiliki apa-apa untuk dibawa dan disajikan.

    Tapi kita turut diundang meski kita tidak punya apa- apa. Seperti apa yang dilakukan Dominikus ketika mengetahui mereka tidak memiliki makanan untuk dimakan malam itu, dia memanggil mereka untuk berkumpul.

    “Mari, kita siapkan mejanya!”  Ketika kita diundang, bukan karena apa yang kita punya tetapi siapa pribadi kita. Our presence becomes a present. Kehadiran kita mejadi sumber sukacita bagi yang punya hajat.

    Dia tidak mengharapkan buah tangan kita.

    Dia sudah menyiapkan sukacita untuk dibagikan bersama kita di meja. Dia bahkan tidak menolak jika kita membawa kesedihan ke atas meja.

    Mengikuti kata-kata Yesus, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”

    Dominikus dengan lantang mengundang kita untuk mempersembahkan kesulitan, kesedihan, ketidakberdayaan kita untuk kita bagikan bersama saudara-saudara dalam perjamuan.

    Dominikus mengucap syukur dan memuji Tuhan di meja.  Segala sesuatu yang tersedia di meja dipersembahkan kepada Tuhan.

    Kebaikan menjadi persembahan yang menggembirakan. Kesukaran dan ketidakmampuan juga menjadi persembahan yang tidak kalah menggembirakan.

    Semua disatukan bersama dalam ucapan syukur. Semua dapat kita persembahkan di meja, karena Tuhan selalu menyertai kita.

    Dalam kegembiraan, Tuhan hadir. Dalam tangis, Tuhan juga hadir. Tawa dan tangis datang berganti, dan Tuhan selalu hadir. Tuhan, terima kasih persembahan kami kau ubah menjadi berkat.

    Dominikus mengubah berkat yang diterima menjadi rahmat bagi orang lain. Ketika kita makan bersama, kita tidak hanya memperoleh nutrisi dari setiap makanan yang kita konsumsi.

    Kita juga mengenyangkan jiwa kita dengan cerita yang kita bagikan atau orang lain bagikan kepada kita. Kita mendengarkan kisah-kisah yang menghibur atau kisah-kisah sedih yang menguatkan.

    Kita belajar menjadi motivator atau sekedar menjadi pendengar yang baik bagi teman makan kita.

    Tentu saja tidak ada handphone atau infotaiment televisi yang mengganggu waktu intim tersebut. Dari setiap nutrisi yang kita serap, raga dan jiwa, kita memampukan kita menjadi rahmat bagi orang-orang di sekeliling kita.

    Hal menarik dalam Dies Natalis Santo Dominikus ke 800 ini, kita dikumpulkan dalam sebuah meja virtual. Dengan masih tingginya angka penularan covid-19, kita dicegah untuk berkerumun dan berkumpul.

    Alhasil, kita hanya dapat bertemu secara virtual. Sedih memang, tapi tak disangka ini merupakan jalan rahmat.

    Melalui Zoom, lebih banyak orang dapat hadir. Tidak seperti pertemuan tatap muka yang dibatasi gedung atau perjalanan yang memakan waktu, kali ini lebih banyak wajah-wajah baru yang kita jarang lihat dapat hadir dalam sarasehan.

    Lebih banyak peserta, banyak pula berkat yang dapat kita terima dan lebih besar lagi rahmat yang bisa kita bagikan setelah acara ini selesai.

    Dominikus ternyata sudah menyiapkan jalannya agar kita dapat menjadi pewarta rahmat seperti beliau. Santo Dominikus, doakanlah kami. (S – Pena Katolik).

    TERBARU

    TERPOPULER