Friday, May 1, 2026
More
    Home Blog Page 124

    PROGRAM LUSTRUM IX STIG: Ziarah Makam

    Bersih-bersih Makam di Pemakaman Sukun Malang

    MajalahDUTA.Com, Malang- Tidak terasa kegiatan Lustrum IX Seminari Tinggi San Giovanni XXIII telah mendekati penghujung akhir tahun. Kegiatan-kegiatan andalan untuk mengisi kegiatan Lustrum IX tersebut telah berhasil dilaksanakan dengan baik oleh para panitia dan komunitas STIG di Malang.

    Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain Misa Pembukaan Lustrum IX dan launcing Logo Lustrum di Kapel Seminari Tinggi Malang pada November 2021. Selain itu, ada pula kegiatan Lomba Menggambar dan Mewarnai yang diikuti oleh para siswa TK dan SD se-kota Malang pada Desember 2021.

    Lalu ada juga Temu Alumni STIG melalui Zoom pada awal Januari 2022. Selanjutnya ada Workshop Audio Visual secara luring pada bulan Maret 2022. Di bulan yang sama juga diadakan Webinar Gereja Sinodal dan Seni Lukis di halaman basket STIG.

    Kemudian, ada pula Webinar Nasional dengan tema Penguatan Pendidikan Pancasila di Era Digitalisasi 4.0 dan juga Donor Darah pada bulan Mei 2022.

    Setelah mengalami libur panjang, kegiatan Lustrum IX kembali dilaksanakan.  Para panitia Lustrum di Bulan Agustus ini akan melaksanakan ziarah makam di Pemakaman Umum Sukun pada 28 Agustus 2022.

    Baca juga: Waspada terhadap Penularan Penyakit Tuberkulosis (TBC)

    Peserta yang mengikuti kegiatan ini antara lain para panitia, Dewan Inti SC & OC, seluruh Frater Diosesan Keuskupan Malang, Perwakilan Frater setiap Keuskupan, dan seluruh Frater Diosesan tingkat satu.

    Secara teknis, para panitia terutama seksi perlengkapan dan seksi konsumsi berangkat menggunakan mobil, sementara yang lainnya menggunakan sepeda.

    Setelah tiba di lokasi, para frater langsung mengambil perkakas dan peralatan untuk membersihkan makam. Semua peserta melaksanakannya dengan penuh gembira. Kendati makam penuh kotoran oleh bunga-bunga yang mati, pinggiran makam juga dipenuhii rumput, para frater membersihkannya dengan baik.

    Baca Juga: Pemberkatan Taman Doa Maria Bunda Segala Suku Oleh Uskup Malang

    Selain itu, para frater juga melaksanakan ibadat rosario bagi arwah yang didoakan di pemakaman dan para kaum beriman yang telah meninggal dunia. Tentu saja, melalui ziarah makam ini, para frater diingatkan kembali bahwa hubungan manusia antara yang hidup dan mati takkan pernah terpisah dan saling tergantung.

    Itulah persekutuan antara orang hidup dan yang mati yang sering kita ucapkan dalam Credo sebagai persekutuan para kudus.

    Waspada terhadap Penularan Penyakit Tuberkulosis (TBC)

    Waspada terhadap Penularan Penyakit Tuberkulosis (TBC)

    MajalahDUTA.Com, Kesehatan- Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan pada bulan Maret 2022,  Penyakit tuberkulosis (TBC) di Indonesia menempati peringkat ketiga setelah India dan Cina dengan jumlah kasus 824 ribu dan kematian 93 ribu per tahun atau setara dengan 11 kematian per jam.

    Untuk menemukan dan mengobati kasus tersebut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI berencana melakukan skrining besar-besaran yang akan dilaksanakan tahun ini.

    Data terbaru dari Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kemenkes RI, Dr. drh. Didik Budijanto, M.Kes mengatakan dari estimasi 824 ribu pasien TBC di Indonesia Baru 49% yang ditemukan dan diobati sehingga terdapat sebanyak 500 ribuan orang yang belum diobati dan berisiko menjadi sumber penularan.  Sebanyak 91% kasus TBC di Indonesia adalah TBC paru yang berpotensi menularkan kepada orang yang sehat di sekitarnya.

    Baca juga: Lingkungan dan Kesehatan

    Saat ini, penemuan kasus dan pengobatan TBC yang tinggi telah dilakukan di beberapa daerah di antaranya Banten, Gorontalo, DKI Jakarta, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Barat. Sementara daerah dengan kasus TBC paling banyak terkonsentrasi di Pulau Jawa seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

    Meningkatnya kasus TBC di tanah air dipengaruhi oleh kurangnya kesadaran masyarakat dan terbatasnya informasi mengenai penyakit ini. Itu sebabnya, penting bagi kita untuk mengetahui cara penularan TBC, sehingga kita dapat menghindari risiko terinfeksi dari orang yang sakit.

    Apa itu Tuberkulosis?

    Tuberkulosis adalah infeksi sangat menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Bakteri TBC memiliki karakteristik layaknya jenis bakteri pada umumnya, yaitu:

    1. Mampu bertahan hidup di suhu rendah, antara 4 sampai minus 70 derajat Celcius pada waktu yang lama.
    2. Kuman yang terpapar sinar ultraviolet secara langsung akan mati dalam beberapa menit.
    3. Udara segar biasanya juga dapat membunuh bakteri dalam waktu singkat.
    4. Bakteri akan mati dalam jangka waktu satu minggu jika terdapat di dalam dahak yang berada pada suhu di antara 30-37 derajat celcius.
    5. Kuman bisa tidur dan tidak berkembang di dalam tubuh dalam waktu yang lama.

    Ketika bakteri TBC masuk ke dalam tubuh, bakteri belum tentu langsung berkembang menjadi penyakit. Dalam sebagian besar kasus, kuman akan tidur dan tidak berkembang dalam jangka waktu tertentu. Kondisi tersebut dinamakan dengan TBC laten.

    Menurut sebuah jurnal dari National Institute of Health tahun 2013, penularan penyakit tuberkulosis tidak terjadi melalui kontak fisik, seperti berjabat tangan atau menyentuh benda yang terkontaminasi bakteri penyebabnya.

    Penularan penyakit tuberkulosis umumnya terjadi melalui udara, yaitu ketika pengidapnya memercikkan lendir atau dahak saat batuk atau bersin. Saat itulah, bakteri penyebab tuberkulosis ikut keluar melalui lendir tersebut dan terbawa ke udara.

    Kemudian, udara yang membawa bakteri akan masuk ke tubuh orang lain melalui udara yang dihirupnya. Bakteri Mycobacterium Tuberculosis umumnya menyerang paru-paru, meski bisa juga menyerang organ tubuh lain, seperti tulang belakang, kelenjar getah bening, kulit, ginjal, dan selaput otak.

    Itulah sebabnya, orang-orang yang berisiko tinggi terkena penularan tuberkulosis adalah mereka yang sering bertemu atau berdiam di tempat yang sama dengan pengidap tuberkulosis.

    Misalnya, keluarga, teman sekantor, atau teman sekelas yang berada satu ruangan dalam waktu yang cukup lama dengan pengidap tuberkulosis.

    Gejala-gejala

    Agar kita lebih waspada terhadap penularan TBC, penting bagi kita untuk mengetahui gejala TBC seperti:

    1. Batuk terus-menerus (selama lebih dari 3 minggu), biasanya disertai dahak.
    2. Badan lemas dan rasa kurang enak badan
    3. Nafsu makan menurun
    4. Berat badan menurun
    5. Tampak pucat
    6. Sesak napas
    7. Nyeri pada dada
    8. Sering berkeringat di malam hari meskipun tidak melakukan aktifitas

    Bagi penderita TBC paru aktif, Anda bisa membuat orang lain tertular jika:

    1. Tidak menutup hidung dan mulut saat sedang batuk.
    2. Tidak menjalani pengobatan TBC dengan tepat, misalnya tidak sesuai dosis atau berhenti sebelum habis.
    3. Membuang dahak sembarangan

    Mengetahui cara mencegah penularan TBC sangat penting untuk menjaga kesehatan sekaligus menghindari penyebaran penyakit lebih luas sehingga dapat meningkatkan produktifitas hidup sehari-hari.  Berikut adalah berbagai hal yang dapat kita lakukan secara mandiri untuk menghindari penularan TBC, diantaranya:

    1. Mendapatkan vaksin BCG, terutama jika Anda memiliki bayi berusia di bawah 3 bulan
    2. Menghindari faktor yang membuat Anda berisiko tertular TBC.
    3. Menghindari kontak dekat dengan penderita TBC.
    4. Pastikan rumah Anda memiliki sirkulasi udara yang baik dan mendapatkan sinar matahari yang cukup, agar tidak lembap dan kotor
    5. Memilih pola makan yang sehat dan bergizi seimbang agar daya tahan tubuh tetap terjaga.
    6. Menjalani gaya hidup yang sehat dengan rutin berolahraga dan menghindari konsumsi rokok dan minuman beralkohol.

    Semoga!!!

    Patung Bunda Maria Segala Suku

    Makna Filosofis Maria Bunda Segala Suku

    MajalahDUTA.Com, Malang- Misa pemberkatan taman doa sekaligus syukur atas tahun ajaran baru ini juga dilaksanakan secara streaming melalui kanal Seminari Tinggi San Giovanni XXIII.

    Sehingga, prosesi misa juga dapat disaksikan para umat dan donatur yang tidak dapat hadir di lokasi secara langsung. Proses berjalannya misa ini juga diwarnai dengan lagu-lagu dan alat-alat musik ala Kalimantan dan ordinarium Dayak Kanayatn.

    Lebih istimewa, doa umat dibacakan dengan penuh khidmat oleh para frater yang ditunjuk khusus menggunakan lima bahasa daerah yang berbeda-beda.

    Pembangunan taman doa Maria Bunda Segala Suku tersebut merupakan inisiatif dari wakil rektor sekaligus ekonom Seminari Tinggi, Romo Aang Winarko.

    Selain itu, pembangunan taman yang terletak di depan kapel utama Seminari Tinggi ini juga mendapatkan perhatian besar dan dukungan dari sejumlah donatur.

    Baca juga: Pemberkatan Taman Doa Maria Bunda Segala Suku Oleh Uskup Malang

    Selain itu, Romo Tri Wardoyo juga mengungkapkan bahwa Patung Maria Bunda Segala Suku yang diusung oleh Seminari Tinggi ini memperoleh persetujuan Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) sebagai Bunda Komunitas Seminari Tinggi Malang yang memang terdiri dari bermacam-macam suku.

    Mgr. Henricus Pidyarto mengucapkan terima kasih kepada para donatur, tamu undangan dan Romo Aang Winarko atas inisiatif yang baik untuk perkembangan iman umat dan para frater yang sedang menjalani pendidikan di tahun ajaran yang baru.

    Secara khusus, para frater mendapatkan suntikan semangat dari Bapa Uskup Malang dengan harapan agar dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik dan lancar.

    Dari dalam kapel menuju halaman depan, Bapa Uskup memberkati patung Maria Bunda Segala Suku yang sudah ditempatkan dalam gapura kaca. Misa kudus selanjutnya diakhiri dengan berkat penutup meriah oleh Bapa Uskup.

    Setelahnya, iringan dendang lagu “Salam ya Ratu” dinyanyikan oleh seluruh umat dan para frater yang hadir. Prasasti kemudian ditandatangi oleh Bapa Uskup dan gong dibunyikan sebagai tanda bahwa taman doa Maria Bunda Segala Suku sudah diberkati dan siap digunakan.

    Sejarah Singkat

    Pada awalnya, Maria Bunda Segala suku diperkenalkan dalam bentuk lukisan. Lukisan tersebut dilukis oleh Robert Gunawan, seorang guru lukis di Jakarta. Robert Gunawan menjadi pemenang dalam lomba seni lukis, patung dan fotografi yang bertemakan Maria, Bunda Segala Suku.

    Selanjutnya, pada 6 Januari 2018, lukisan Maria Bunda Segala Suku, karya buatannya tersebut diresmikan. Akhirnya, karya tersebut diwujudkan dalam bentuk patung. Pada 13 Mei 2018, Mgr. Ignatius Suharyo memberkati patung Maria Bunda Segala Suku di Katedral Jakarta.

    Makna Filosofis Maria Bunda Segala Suku

    Patung Maria Bunda Segala Suku adalah karya yang memiliki makna filosofis yang mendalam, khususnya bagi Seminari Tinggi Interdiosesan San Giovanni XXIII Malang. Jika diperhatikan dengan seksama, pada bagian dada terdapat lambang Garuda yang merupakan lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Patung tersebut mengenakan busana kebaya yang notabene menjadi pakaian tradisional untuk para wanita hampir semua suku yang ada di Indonesia. Pada bagian kerudung memiliki corak berwarna merah dan kebaya yang berwarna putih, menjadi lambang Bendera Indonesia Sang Saka Merah Putih. Di bagian bawah kebaya, terdapat dua tokoh wayang yang terkenal.

    Baca juga: Excorcism- 7 Series Setiap Jumat Hanya di DMtv (Majalah DUTA)

    Pada bagian kiri, terdapat Dewi Kunthi tua yang menjadi lambang kesabaran dan kesucian. Sementara sebelah kanan, sosok Dewi Sri menjadi lambang kesejahteraan dan kedamaian. Maria Bunda Segala Suku mengenakan jarik yang bermotif nusantara yang melambangkan keanekaragaman suku yang ada di Indonesia.

    Maka, dari tampilan fisik serta makna filosofis Maria Bunda Segala Suku benar-benar mewakili keanekaragaman suku para calon imam yang mengemban pendidikan di rumah studi Seminari Tinggi Interdiosesan San Giovanni XXIII Malang.

    Selesai….

    Pemberkatan Taman Doa Maria Bunda Segala Suku Oleh Uskup Malang

    Romo Gregorius Tri Wardoyo, CM (kiri), Mgr. Henricus Pidyarto, O.Carm. (tengah), Romo Franciscus Gabriel Aryodiwarno, Pr. (kanan)

    MajalahDUTA.Com, Malang – Pada Kamis 25 Agustus 2022 di sore menjelang malam, warga Seminari Tinggi Interdiosesan San Giovanni XXIII Malang mengadakan misa syukur untuk menyambut tahun ajaran baru sekaligus pemberkatan taman doa di mana Patung Maria Bunda Segala Suku berdiri.

    Selebran utama dalam misa di kapel rumah pembinaan calon imam 10 Keuskupan ini adalah Yang Mulia Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm. selaku Uskup Malang.

    Gawai istimewa ini dihadiri oleh para imam baik rektor dan para prefek Seminari Tinggi, para suster, tamu undangan, donatur serta para frater penghuni rumah studi. Selain itu, para frater mengenakan pakaian adat daerah masing-masing untuk mewakili aneka ragam suku bangsa yang ada di Seminari Tinggi ini.

    Doa Umat dalam lima bahasa berbeda

    Berdirinya patung Maria Bunda Segala Suku ini dilatarbelakangi oleh keanekaragaman suku bangsa para calon imam diosesan yang melaksanakan studi di Malang.

    Baca juga: PTM Dilaksanakan, Warga SMAK Frateran Menyambut Antusias

    Dalam kata sambutan, Rektor Seminari Tinggi, Romo Gregorius Tri Wardoyo, CM mengungkapkan bahwa Maria Segala Suku dipilih sebagai pelindung dan ibu dari Seminari Tinggi Interdiosesan San Giovanni XXIII.

    Alasannya, Keuskupan-keuskupan yang mempercayakan calon imamnya di Seminari Malang ini memang kaya akan ragam suku, budaya, bahasa dan daerah. Dapat dikatakan sebagai miniatur Indonesia, sehingga dipilihnya Maria Bunda Segala Suku sungguh relevan dengan situasi lingkungan hidup Seminari Tinggi yang berada di Jalan Bendungan Sigura-gura Barat ini.

    Bersambung, bagian 2…

    Di Muslok IV ORARI Lokal Kota Adm Jakarta Barat, Secara Aklamasi Johanes Susanto YB0FVV Terpilih Sebagai Ketua ORLOK Jakbar

    Di Muslok IV ORARI Lokal Kota Adm Jakarta Barat, Secara Aklamasi Johanes Susanto YB0FVV Terpilih Sebagai Ketua ORLOK Jakbar- Nasional Pos

    MajalahDUTA.Com, Jakarta- Untuk membentuk kepengurusan yang baru pada organisasi radio amatir yang berperan sebagai mitra kerja Pemerintah, dan juga sahabat masyarakat, maka Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Kota Adm Jakarta Barat menggelar Musyawarah Lokal ke IV di Ruang Ali Sadikin Gedung Kantor Walikota Jakarta Barat, Minggu 29/8/2022 kemaren, adapun kegiatan Muslok IV ORLOK Jakarta Barat ini, mengusung Tema ORARI Lokal Jakarta Barat Semakin Berkonstribusi.

    Kegiatan Musyawarah Lokal ini dihadiri sebanyak 140 orang sebagai peserta dan 60 undangan dari ORARI Lokal2 se-DKI Jakarta dan sekitarnya,serta tamu undangan dari Suku Dinas Kominfo Jakarta Barat, Perwakilan dari Walikota Adm Jakarta Barat, Polres Metro Jakarta Barat, RAPI Wilayah Jakarta Barat, sedangkan dari internal ORARI, juga nampak hadir Wakil Ketua Orpus Gigie Sugianto YB0GG, Bendahara ORPUS Ingrid Gratia YB0MAM, Wakil Sekjen ORPUS Erdiuszen YB0QA serta Dari ORARI Daerah DKI Jakarta ada 4 utusan resmi.

    Baca juga: Bahas Exorcism ?

    Dari pengamatan awak media, setelah melalui serangkaian acara seremonial, maka acara dilanjutkan ke acara inti muslok IV pemilihan Ketua ORARI Kota Adm Jakarta Barat, maka setelah berlangsung dengan baik , secara demokratis dan secara aklamasi peserta Muslok yang memiliki hak suara sah, memilih Johannes Susanto YB0FVV sebagai Ketua ORARI Lokal Kota Adm Jakarta Barat, Masa Bhakti 2022 – 2025, dan juga memilih Ketua DPP ORARI Lokal Jakarta Barat Bapak Yon Gunawan YB0CQ masa bakti 2022-2025, kemudian acara dilanjutkan dengan Penyerahan Pataka dari ORARI Daerah DKI Jakarta ke ORARI Lokal Jakarta Barat guna melanjutkan program kerja Pengurus tahun 2022-2025.

    Kemudian, setelah terpilih sebagai Ketua ORLOK Kota Adm Jakarta Barat, Johannes Susanto YB0FVV menyampaikan sambutannya, ia mengatakan sangat berharap dukungan dari semua pihak terutama dari anggota ORARI Lokal Jakarta Barat agar semakin mempererat persatuan, kesatuan, soliditas, dan persaudaraan, sehingga ORARI Lokal Jakarta Barat dapat lebih berkonstribusi sebagai mitra pemerintah, serta sahabat masyarakat dengan pelayanan tanpa pamrih dibidang bantuan komunikasi, terutama disaat terjadi bencana alam, situasi emergency atau pada situasi apapun.

    “Saya berharap dukungan jangan sampai pada saat pemilihan saja tapi selama masa jabatan ini saya tetap berharap dukungan dari kita semua agar ORARI Lokal Jakarta Barat dapat terus maju dan berubah sesuai dengan tagline ORLOK Jakarta Semakin Berkonstribusi”ucap Johannes Susanto YB0FVV.

    Baca juga: Agung Praptono Jadi Ketua DPD PUTRI Jakarta

    Johannes Susanto YB0FVV juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kota Adm Jakarta Barat, TNI/Polri, Sudin Kominfo Jakarta Barat, ORPUS, ORDA DKI Jakarta, serta para anggota atas dukungan dan sumbangan untuk penyelenggaraan Muslok IV ORARI Lokal Jakarta Barat, yang berlangsung aman, demokratis dan tetap menerapkan prokes.

    Sementara itu, Wakil Ketua ORPUS Gigie Sugianto YB0GG sangat berharap dengan terpilih pengurus baru dapat membawa perubahan dan kejayaan bagi ORARI Lokal Kota Adm Jakarta Barat.

    “Kedewasaan dapat diartikan kematangan dalam berpikir, bertindak dan bersikap dalam mengambil suatu keputusan yang bijaksana. Untuk itu siapapun yang terpilih harus kita dukung, harus kita bantu untuk membesarkan agar ORARI Lokal Kota Adm Jakarta Barat semakin sukses, semakin jaya, semakin kompak, dan semakin berkonstribusi sebagai mitra Pemerintah, sahabat masyarakat dibidang komunikasi, dalam situasi apapun ORLOK Kota Adm Jakarta Barat diharapkan tampil sebagai garda terdepan dalam bantuan komunikasi”pungkas Wakil Ketua ORPUS Gigie Sugianto YB0GG.

    Excorcism- 7 Series Setiap Jumat Hanya di DMtv (Majalah DUTA)

    Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Pontianak- Halo semua, ada yang masih suka penasaran gak sih soal pengusiran setan? Kejadian-kejadian seperti di film The Conjuring tuh beneran ada apa gak sih?

    Nah kali ini kita akan kupas tuntas tentang apa sih sebenarnya eksorsisme itu, tentunya dengan obrolan santai bersama Pastor Johanes Robini Marianto, OP.

    Bakal ada 7 series yang akan diupload setiap hari Jumat 😉
    So.. pantengin terus ya hanya di kanal youtube Majalah Duta: DMtv (Youtube) 

    Temu Pastores 2022 KA. Pontianak, Anjongan Kalimantan Barat

    Uskup Agustinus- Uskup Agung Pontianak/ KOMSOS KA. Pontianak

    MajalahDUTA.Com, Mempawah- Bertempat di Rumah Retret Anjongan Selasa, 23 Agustus 2022 telah dimulai temu pastores se- Keuskupan Agung Pontianak.

    Temu Pastores hari pertama diikuti oleh 60 imam dan dimulai dengan misa pembukaan.

    Adapun sejumlah imam yang hadir terdiri dari Pastor Paroki dan perwakilan beberapa komisi di Keukupan Agung Pontianak.

    Temu Pastores yang mulai dari Selasa 23 akan berlanjut hingga Kamis 25 Agustus 2022 mendatang. Inti dari Temu Pastores kali ini, Uskup Agustinus (Uskup Agung Pontianak) mengungkapkan bahwa serangkaian pertemuan tersebut memiliki makna penting terlebih perjumpaan kasih antara sesama imam dan sejumlah element (komisi) yang tergabung dalam Keuskupan Agung Pontianak.

    Baca juga: Misa Requem RD. Blasius Blino, Pastor Vikaris Paroki MRPD Pontianak

    Dalam kesempatan hari pembukaan TEPAS di Anjongan itu pula, Uskup Agustinus juga memperkenalkan dua Suster Dominikan Indonesia yang akan bertugas di Rumah Retret St. Johanes Paulus II Anjongan.

    Dalam perkenalan malam itu, Suster Inosensia, OP bersama rekannya Suster Clarita, OP mengaku bangga bisa memenuhi undangan Uskup Agustinus dalam menangani Rumah Retret Anjongan Keuskupan Agung Pontianak.

    Pertemuan TEPAS kali ini selain menjalin relasi dan evaluasi dari setiap komisi, Uskup Agustinus berharap semua informasi yang disampaikan dapat menjadi masukan dan refleksi bagi sesama imam baik dalam perencanaan kerja dan visi dalam memajukan pelayanan di Keuskupan Agung Pontianak.

    Baca juga: PTM Dilaksanakan, Warga SMAK Frateran Menyambut Antusias

    PTM Dilaksanakan, Warga SMAK Frateran Menyambut Antusias

    Pembelajaran Tatap Muka di SMAK Frateran Berjalan Kondusif – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Malang – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sudah mulai dilaksanakan oleh sekolah-sekolah termasuk di wilayah Kota Malang. Bagi siswa, pembelajaran tatap muka bisa dikatakan sebagai kerinduan. Karena selama beberapa tahun ini, siswa harus merasakan pembelajaran daring yang dirasa kurang efektif. Oleh karena itu, wacana pemerintah untuk sekolah dalam pelaksanaan PTM disambut gembira oleh sekolah dan juga para siswa.

    SMAK Frateran yang berada di wilayah Oro-orodowo Kecamatan Klojen juga telah mengizinkan para siswa untuk melaksanakan pembelajaran di sekolah secara offline dan hal tersebut disambut dengan antuasias. Meskipun demikian, selama di sekolah para siswa tetap mengenakan masker dalam melaksanakan aktivitasnya.

    Bahkan pelaksanaan proyek pembelajaran, entah itu di lapangan maupun di kelas, para pendidik dan siswa tetap konsisten melaksanakan protokol kesehatan. Hal ini menarik perhatian para frater diosesan yang akan melaksanakan pastoral mengajar untuk mengetahui sejauh mana PTM berdampak langsung bagi para siswa.

    Sejak tanggal 18 Juli 2022, SMAK Frateran sudah menerapkan pembelajaran secara penuh atau menerapkan Pembelajaran Tatap Muka. Ironisnya, sejak dua tahun yang lalu pembelajaran secara online dinilai kurang memuaskan bagi orang tua dan para siswa. Menurut Frater Albertus Sukatno, S.Ag., kepala SMAK Frateran, para siswa mengalami Learning Loss yang berdampak pada saat siswa masuk pertama kali untuk mengenal lingkungan sekolah (MPLS).

    Baca Juga: Misa Requem RD. Blasius Blino, Pastor Vikaris Paroki MRPD Pontianak

    Untuk kelas XI dan XII contohnya,  saat berjumpa dengan teman-temannya di sekolah, masih ragu-ragu dan juga merasa kaku. Bahkan saat berjumpa dengan bapak ibu guru, siswa lebih sering merasa asing kepada para guru sekalipun sering berjumpa di ruang maya melalui hybrid learning yang diterapkan di sekolah.

    Pembelajaran hybrid learning masih dirasakan para siswa sebagai keadaan yang belum aman dan nyaman. Apalagi ketika bertemu tatap muka secara tatap nyata. Oleh karena itu, tugas sekolah adalah mengembalikan kesadaran para siswa yang terjebak dari dunia maya ke dunia nyata melalui pembelajaran secara tatap muka.

    Fr. Albertus, selaku Kepala Sekolah, dalam wawancara pada Kamis 4 Agustus 2022 memberikan informasi terkait PTM yang mulai dilaksanakan di SMAK Frateran. Dalam wawancara, Frater Albertus berupaya agar dilema atas kesadaran para siswa mengenai pembelajaran tatap muka tersebut tidak berlarut-larut dan segera diatasi sebelum para siswa kembali belajar di sekolah. Maka dari itu, selama kurang lebih dua minggu para siswa diberikan pembinaan rohani dan pembinaan mental.

    Pendidikan

    Kegiatan tersebut diberikan oleh para Frater BHK baik yang ada di sekolah maupun siswa yang ada di Yayasan Mardi Wiyata. Kegiatan ini juga dibantu oleh bapak-bapak TNI Rampal yang memberikan disiplin, antisipasi dan optimisme untuk menghadapi situasi-situasi bersama dengan teman-temannya yang lain. Siswa tidak perlu merasa takut, namun tetap waspada.

    “Tetapi waspada, jangan sampai terjerumus dalam rasa ketakutan yang sangat dalam,” himbau Frater Albertus.

    Mungkin saja ada orang tua yang sangat keberatan sekali khususnya kelas XI untuk mengijinkan anaknya datang ke sekolah dan melaksanakan PTM, dan bahkan ada yang dilarang. Anaknya ingin belajar tatap muka, tetapi orang tuanya sangat trauma karena banyak keluarga yang meninggal akibat covid itu.

    “Kami juga memfasilitasi tetapi dengan beberapa catatan dari sekolah. Pertama, mengambil materi dari guru di sekolah, kemudian besoknya mengembalikan. Ketika ulangan harian, mata pelajaran ulangan tengah semester atau semester mereka di sekolah,” ungkap Frater  Albertus.

    Baca Juga: Persekolahan Katolik Nyarumkop Sosialisasi Rumah Pendidikan Bersama Orang Tua Peserta Didik

    Hal tersebut bentuk antisipasi sekolah agar dapat menyadarkan dan memberi edukasi kepada orang tua bahwa mereka memiliki tanggung jawab di sekolah. Bukan hanya sekedar mengerjakan tugas-tugas di sekolah, tetapi siswa memang harus belajar di sekolah.

    SMAK Frateran telah memberikan kesempatan kepada orang tua di bulan Oktober. Tetapi pada kenyataannya orang tua tetap tidak bersedia. Kemudian orang tua meminta untuk mengundurkan diri dari sekolah.

    “Kita telah  membuat pelayanan semacam ini karena temannya yang mengatakan;  “Kok enak, kita sudah masuk, kita ingin bertemu, berbincang, bercengkerama tetapi teman kita ini masih di rumah.” bukan kemauannya anak, tetapi orang tuanya,” ungkap Frater Albertus.

    Kemudian muncul pertanyaan, “Yang sekolah siapa? Yang sekolah kan anaknya?”, “Jika merasa anaknya tidak aman dan tidak nyaman di sekolah, teman-temannya yang sudah sekian minggu berada di sekolah saja tidak terjadi apa-apa,” Frater Albertus menambahkan.

    Meskipun demikian, di SMAK Frateran khususnya siswa kelas X memang sudah terbiasa dengan situasi PTM ketika mereka masih SMP. Di SMP sebelum pelaksanaan ujian sekolah, dan pembelajaran dilakukan dengan  tatap muka sehingga tidak merasa canggung bahkan siswa sangat antusias sekali. Dan ketika orang tuanya mendengar bahwa pelaksanaan pembelajaran di tahun 2022/2023 dimulai dengan tatap muka, siswa sangat senang sekali. “Beban mereka terasa terlepas,” ungkap Frater Albertus.

    Baca Juga: 25 Tahun Hidup Bakti, Kaul Kekal dan Profesi Pertama Suster Pasionis Provinsi St. Yosef Indonesia

    Meskipun demikian, Frater Albertus mengungkapkan bahwa ada hal yang harus tetap dipikirkan untuk para siswa. Hal tersebut adalah mengenai cara mengembalikan kesadaran anak-anak dari dunia maya ke dunia nyata. Hal tersebut tentu saja tidak segampang apa yang dibayangkan.

    “Kadang-kadang, ketika setelah istirahat terlihat ngambek-ngambek,” ungkap Frater Albertus. Itulah tanggung jawab sebagai pendidik untuk mengembalikan kesadaran para siswa. Dan sekali lagi, memang harus pelan-pelan karena hal itu  menjadi tanggung jawab bersama.

    Untuk vaksinasi, bagi para karyawan sudah hampir 99% yang telah mendapatkan vaksin ke tiga. Sekolah memang sudah menganjurkan dan mengharuskan bapak ibu pendidik, pegawai, pelaksana belakang, sampai satpam sudah vaksin booster. “Termasuk saya sebagai kepala sekolah sudah divaksinasi,” kata Frater Albertus.

    Pembelajaran Tatap Muka

    Para siswa memang sudah mendapatkan vaksin ke dua. Saat ini, sekolah masih menunggu regulasi untuk vaksin penguat. Pemerintah memberikan regulasi dan izin kepada dinas kesehatan untuk segera datang ke sekolah dan memberikan vaksin kepada siswa.

    Ketika pembelajaran di sekolah akan dimulai, ada beberapa orang yang terindikasi atau terpapar covid. “Sebelumnya ada kejadian di mana satu keluarga terpapar, lalu satu keluarga tersebut isoman. Kemudian hal itu menjadi pembelajaran bagi sekolah. Sekolah tidak takut, tetapi warga sekolah di sini tetap waspada supaya penyebaran covid ini berlalu dari sekolah kita,” ungkap Frater Albertus.

    Sekolah tetap menerapkan prokes secara ketat. Saat akan masuk ke sekolah, sudah disediakan hand sanitizer dan pengukur suhu. Para tamu, pendidik dan siswa mencuci tangan melalui air yang mengalir. Di setiap kelas juga telah disediakan hand sanitizer. Penyemprotan disinfektan dilakukan secara berkala selama dua kali setiap minggu. Setelah pembelajaran, anak-anak disemprot dengan disinfektan. Bahkan pembersihan di kamar mandi, WC dan sebagainya diperhatikan dengan sungguh-sungguh.

    Baca Juga: Terinspirasi Dengan Romo Prennthaler

    Sekolah juga selalu memberikan informasi kesehatan kepada anak-anak dan kesehatan warga sekolah selama seminggu. Satgas covid di sekolah tetap diadakan dan berkordinasi dengan pihak Puskesmas Arjuno karena sekolah berada di wilayah kelurahan Oro-orodowo.

    Pembelajaran Tatap Muka (PTM) merupakan tanggung jawab bersama. Tidak mudah untuk mengembalikan keyakinan serta kesadaran baik orang tua maupun siswa bahwa segalanya dapat berjalan dengan aman dan lancar. Hal tersebut dapat terjadi apabila sekolah memberikan penanganan yang terbaik serta pro aktif dalam menyediakan informasi dan solusi yang baik dan benar kepada orang tua dan siswa.

    Di masa pemulihan ini, setiap pihak perlu saling bergandeng tangan agar masa depan para siswa dapat kembali dicerahkan. Memang tidak mudah, tetapi hal tersebut merupakan tanggung jawab bersama baik para orang tua, sekolah dan para siswa.

    Bagi keempat frater yang bertugas dalam pastoral pendidikan di SMAK Frateran di kelas XA dan XB (Fr. Fransesco A.R., Fr. Francisco B., Fr. Maximus A. dan Fr. Barnabas U., BHK), hal tersebut juga menjadi pembelajaran yang sangat berharga. Para Frater tidak hanya mempersiapkan dengan baik materi-materi Pendidikan Agama Katolik tetapi juga dukungan moral dan spiritual untuk menumbuhkan optimisme para siswa dalam menghadapi PTM di sekolah.

    Misa Requem RD. Blasius Blino, Pastor Vikaris Paroki MRPD Pontianak

    Live Streaming Misa Requem RD. Blasius Blino – Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak

    MajalahDUTA.com, Pontianak – Manusia tidak pernah tahu tentang hidup dan mati. Kapan dan bagaimana ia dipanggil, karena pada waktunya semua akan bertemu dengan hari akhir untuk memenuhi panggilan-Nya.

    Kabar duka datang dari seorang pastor, RD. Blasius Blino. Seorang pastor vikaris di Paroki Maria Ratu Pencinta Damai Pontianak dari tahun 2012 sampai saat ini.

    RD. Blasius Blino adalah seorang imam diosesan. Lahir di kampung halamannya He’o Pu’at, 3 Februari 1964 dan wafat pada Sabtu, 20 Agustus 2022 pukul 22.44 WIB di Rumah Sakit St. Antonius Pontianak karena sakit. Almarhum wafat di usia yang ke-58 dan masa bakti sebagai imam kurang lebih selama 28 tahun.

    Misa Requem

    Almarhum RD. Blasius Blino berasal dari desa He’o Pu’at kecamatan Hewokloang kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Almarhum RD. Blasius Blino adalah anak pertama dari sembilan bersaudara yang terdiri dari tiga orang laki-laki dan enam orang perempuan. Satu orang adik perempuannya adalah seorang biarawati, yaitu Sr. Maria PRR.

    Baca Juga: Apasih Bedanya Imam Diosesan & Imam Religius?

    Misa Requem RD. Blasius Blino dipimpin oleh Mgr. Agustinus Agus yang dilaksanakan pada hari ini Selasa, 23 Agustus 2022 pukul 10.00 WIB/11.00 WITA di Gereja Maria Ratu Pecinta Damai Jalan Gusti Hamzah, Gg Pancasila V No. 1 Pontianak, Kalimantan Barat.

    Selamat jalan RD. Blasius Blino, beristirahatlah dalam damai dan hidup kekal bersama Bapa di surga.

    Konsep Unik Uang Rupiah Tahun Emisi 2022

    Konsep Unik Uang Rupiah Tahun Emisi 2022-Radio Diah Rosanti Suara Pontianak- (95.9 FM)

    MajalahDUTA.Com, Pontianak- Kamis yang lalu (18/8/2022) secara resmi Bank Indonesia mengeluarkan uang tahun emisi (TE) 2022 yang cukup unik. Dengan ukuran tiap pecahannya berbeda-beda, semakin kecil pecahannya semakin pendek pula ukuran uangnya.

    Menurut Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono, hal itu dimaksudkan untuk memudahkan penyandang tunanetra membedakan pecahan uang.

    Salah satu masyarakat yang menukarkan uang di Eks Gedung Bank Indonesia lama Jalan Rahadi Usman mengatakan “Saya sangat suka dengan tampilan uang baru ini, tetapi ketika dilihat uang ini seperti uang mainan monopoli.

    Takutnya uang ini masih banyak yang belum tahu, dan akan susah untuk dibelanjakan di pasar” ujar Anjela.

    Walau demikian uang TE 2022 ini sah dan berlaku di Indonesia untuk menggantikan uang Rupiah lama.

    Bagi masyarakat kota Pontianak yang ingin menukar ke uang tahun emisi 2022 ini bisa langsung mendaftar di laman website bi.go.id untuk menetukan tanggal penukaran dan jumlah paket uang dengan besaran 200 ribu.

    TERBARU

    TERPOPULER